Uploaded by User95735

penangkal petir

advertisement
MAKALAH
UTILITAS 2
PENANGKAL PETIR
DOSEN
:
Dr. Marylin Yunias, ST., M. Kes
MAHASISWA
:
Nadia Chintya Leo
(1706090016)
JURUSAN ARSITEKTUR
FAKULTAS SAINS DAN TEKNIK
UNIVERSITAS NUSA CENDANA
2018
KATA PENGANTAR
Puji dan syukur dipanjatkan ke hadirat Tuhan Yang Maha Esa, karena atas pertolongan dan
tuntunannya, penyusun dapat menyelesaikan makalah Utilitas 2 mengenai “Penangkal Petir”.
Penyusun mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah membantu memberi
materi dan bahasan hingga tersusunnya makalah ini, semoga makalah ini dapat memberikan
manfaat positif bagi kita semua.
Penyusun memohon maaf bila terdapat kekurangan dalam penulisan ini, untuk itu kritik dan
saran sangat diharapkan untuk penyempurnaan makalah di waktu mendatang.
Kupang, 5 April 2019
Penyusun
BAB I
PENDAHULUAN
A.
LATAR BELAKANG
Sejak jaman dahulu kala, manusia selalu ingin mencoba untuk menjinakkan keganasan alam atau
gejala alam, salah satunya adalah bahaya sambaran petir. Di zaman ini, terdapat beberapa metode untuk
melindungi bangunan dan lingkungan dari sambaran petir.
Pembangunan gedung – gedung baru, cenderung bertingkat sebagai solusi karena semakin
sempitnya lahan tanah. Namun disisi lain, dengan semakin banyak berdirinya bangunan bertingkat,
beberapa permasalahan mengenai keamanan bangunan menjadi penting untuk diperhatikan, karena
bangunan bertingkat lebih rawan mengalami gangguan alam seperti yang sering terjadi adalah sambaran
petir.
Dengan demikian bangunan – bangunan memiliki resiko lebih besar mengalami kerusakan akibat
terkena sambaran petir. Kerusakan yang ditimbulkan dapat membahayakan peralatan serta manusia yang
berada di dalam gedung tersebut. Untuk melindungi dan mengurangi dampak kerusakan akibat sambaran
petir maka dipasang sistem pengaman pada gedung bertingkat. Sistem pengaman itu salah satunya berupa
sistem penangkal petir beserta pentanahannya.
B.
RUMUSAN MASALAH
1. Apa Pengertian Dari Penangkal Petir?
2. Apa Saja Komponen Penangkal Petir Buatan?
3. Jelaskan Jenis-jenis Penangkal Petir Pada Bangunan !
C.
TUJUAN
Untuk mengetahui apa itu penangkal petir, bagaimana cara kerjanya, dan jenis – jenis penangkal petir.
D.
MANFAAT
Agar kita mengetahui bagaimana penggunaan penangkal petir dalam kehidupan sehari – hari.
BAB II
PEMBAHASAN
Petir merupakan kejadian alam di mana terjadi loncatan muatan listrik antara awan dengan bumi.
terjadinya seringkali mengikuti peristiwa hujan baik air atau es, peristiwa ini dimulai dengan munculnya
awan hitam dan lidah api listrik yang bercahaya terang yang terus memanjang kearah bumi bagaikan sulur
akar dan kemudian diikuti suara yang menggelegar dan efeknya akan fatal bila mengenai mahluk hidup.
Terdapat 2 teori yang mendasari proses terjadinya petir :
1.
Proses Ionisasi
Petir terjadi diakibatkan terkumpulnya ion bebas bermuatan negatif dan positif di awan, ion listrik
dihasilkan oleh gesekan antar awan dan kejadian Ionisasi ini disebabkan oleh perubahan bentuk air mulai
dari cair menjadi gas atau sebaliknya, bahkan perubahan padat (es) menjadi cair.
Ion bebas menempati permukaan awan dan bergerak mengikuti angin yang berhembus, bila awanawan terkumpul di suatu tempat maka awan bermuatan akan memiliki beda potensial yang cukup untuk
menyambar permukaan bumi maka inilah yang disebut petir.
2.
Proses Gesekan antar awan
Pada awalnya awan bergerak mengikuti arah angin, selama proses bergeraknya awan ini maka
saling bergesekan satu dengan yang lainnya , dari proses ini terlahir electron- electron bebas yang
memenuhi permukaan awan. proses ini bisa digambarkan secara sederhana pada sebuah penggaris plastik
yang digosokkan pada rambut maka penggaris ini akan mampu menarik potongan kertas.
Akibat yang ditimbulkan Petir:
 Akibat elektrikal : terjadinya arus listrik berkekuatan tinggi dapat mencapai ribuan ampere
 Akibat Thermal : terjadinya panas sehingga dapat membakar benda2 yang terkena petir. (pohon
hangus)
 Akibat Mekanikal : Terjadinya pergeseran atau pergerakan benda2 yang dilalui arus listrik akibat
getaran., ledakan atau pemuaian.
Daerah Sambaran Petir
:
1. Daerah yang basah dan berair (aira dalah penghantar listrik yang baik)
2. Daerah yang terbuka
3. Pohon yang tinggi
4. Bangunan tingi maupun rendah
5. Tiang listrik (tegangan tinggi, menengah atau rendah)
6. Gardu-gardu distribusi listrik
Untuk mengatasi hal-hal inilah maka dibutuhkan penangkal petir.
A.
Pengertian Penangkal Petir
Penangkal petir adalah rangkaian jalur yang digunakan untuk memperlancar jalan bagi petir yang
akan menuju ke permukaan perut bumi, tanpa merusak bangunan dan peralatan yang dilewatinya.
Berdasarkan jenisnya sistem penangkal petir dibagi atas 2, yaitu :
-
Sistem Penangkal Petir Alami
Sistem ini menggunakan pohon ( cemara glodok ) sebagai penangkalnya, pohon ini seperti batang
penangkal petir karena memiliki ujung yang runcing sehingga ketika sambaran petir lewat maka akan
mengenainya.
-
Sistem Penangkal Petir Buatan
Berbagai usaha dilakukan oleh tiap stasiun pemancar dan pemilik gedung-gedung yang tinggi untuk
melakukan proteksi terhadap sambaran petir. Dimana untuk memasang suatu sistem penangkal ini
dibutuhkan
beberapa
komponen
utama
seperti, air
terminations (ujung
penangkal), down
conductors (penghantar turun), dan earth terminations (ujung pengetanahan).
B.
1.
Komponen-Komponen Utama Sistem Penangkal Petir Buatan :
Air terminations (ujung penangkal)
Batang penangkal petir berupa batang tembaga yang ujungnya runcing. Dibuat runcing karena
muatan listrik mempunyai sifat mudah berkumpul dan lepas pada ujung logam yang runcing. Dengan
demikian dapat memperlancar proses tarik menarik dengan muatan listrik yang ada di awan. Batang
runcing ini dipasang pada bagian puncak suatu bangunan.
Ujung Penangkal atau yang lebih sering disebut finial adalah perangkat utama yang akan
melakukan kontak langsung terhadap sambaran petir di udara.
Oleh sebab itu, ujung finial sebagai ujung tombak penangkap muatan di tempat tertinggi pada
bangunan-bangunan stasiun pemancar dan bangunan lainnya.
bahan baku :
2.

Tembaga

Bronze

Stailess stel
Down conductors (penghantar turun)
Penghubung antara ujung penangkal dengan pengetanahan adalah penghantar turun ini. Kabel
konduktor terbuat dari jalinan kawat tembaga. Diameter jalinan kabel konduktor sekitar 1 cm hingga 2 cm
. Kabel konduktor berfungsi meneruskan aliran muatan listrik dari batang muatan listrik ke tanah. Kabel
konduktor tersebut dipasang pada dinding di bagian luar bangunan.
Pada umumnya untuk hubungan ini dipakai kawat konduktor jenis bare copper (tembaga telanjang)
BC-60, BC-50 atau yang lebih besar yaitu menara sebagai konduktor arus petir ke tanah.
Pemanfaatan menara sebagai konduktor tidak dapat diandalkan mengingat bahwa sambungan
komponen-komponen penyusun menara itu sendiri terkadang dalam keadaan terisolasi dengan pelapisan
cat. Di tambah sifat bahan yang pada umumnya adalah korosif. Jadi dirasa perlu untuk menambahkan
konduktor yang secara langsung terhubung ke pengetanahan.
Penghantar penurunan dapat memakai kabel ataupun plat logam dimana umumnya memakai
tembaga atau alumunium. Untuk kabel tentunya lebih fleksibel dan mudah untuk dipasang sedang plat
mempunyai kelebihan impedansinya yang lebih rendah. Penghantar yang telanjang tentunya mempunyai
resiko terjadi tegangan pindah yang tinggi karena tidak ada isolasi.
3.
Earth terminations (ujung pengetanahan)
Ujung pengetanahan yang dimaksud adalah elektroda pengetanahan. Adapun tujuan yang ingin
dicapai adalah adanya pembatasan tegangan antara bagian-bagian peralatan yang tidak dialiri arus dan
dengan tanah sampai pada harga yang tidak membahayakan baik dalam keadaan normal maupun tidak.
Selain itu agar didapat impedansi sekecil mungkin untuk jalan balik arus hubung singkat ke tanah.
Demikian ujung pengetanahan adalah suatu elektroda yang tertanam ke tanah dengan metoda
tertentu untuk mencapai tujuan di atas dan dengan demikian maka arus yang turun dari konduktor dapat
mengalir ke tanah dengan sebaik mungkin.
Sambungan yang dimaksud adalah bonding antara kabel ke kabel dan kabel ke konduktor lain. Hal
ini juga mendapat perhatian sebab kegagalan sambungan juga dapat menghalangi kinerja dari suatu sistem
proteksi petir.
Tempat pembumian (grounding) berfungsi mengalirkan muatan listrik dari kabel konduktor ke
batang pembumian (ground rod) yang tertanam di tanah. Batang pembumian terbuat dari bahan tembaga
berlapis baja, dengan diameter 1,5 cm dan panjang sekitar 1,8 - 3 m .
C.
Jenis-Jenis Penangkal Petir Buatan:
1. Penangkal Petir Konvensional
Terdapat beberapa penangkal petir konvensional diantaranya:
a) Sistem Franklin
Penangkal Petir Franklin adalah rangkaian jalur elektris dari atas bangunan ke sisi bawah/grounding
dengan jalur kabel Tunggal.
a.
Komponen –Komponen

Batang Penangkal Petir

Kabel konduktor

Tempat pembumian

Sistem perlindungan dengan bentuk sudut 45°
b.
Cara Kerja
Saat muatan listrik negatif di bagian bawah awan sudah tercukupi, maka muatan listrik positif di tanah
akan segera tertarik. Muatan listrik kemudian segera merambat naik melalui kabel konduktor , menuju ke
ujung batang penangkal petir. Ketika muatan listrik negatif berada cukup dekat di atas atap, daya tarik
menarik antara kedua muatan semakin kuat, muatan positif di ujung-ujung penangkal petir tertarik ke arah
muatan negatif. Pertemuan kedua muatan menghasilkan aliran listrik. Aliran listrik itu akan mengalir ke
dalam tanah, melalui kabel konduktor, dengan demikian sambaran petir tidak mengenai bangunan.
c.

Kelebihan
Sistem proteksi instalasi penangkal petir konvensional lebih cocok diterapkan pada daerah yang
bangunannya padat dan tidak dari bahan logam semua. Misalnya untuk daerah pemukiman
penduduk yang padat dan jarak antar bagunan sangat rapat.

Sistem ini cukup praktis dan biayanya murah

Sistem ini lebih cocok menggunakan pada bangunan yang beratap kerucut / kubah atau selisih
tinggi bumbungan dan lisplang lebih dari 1 meter.
d.
Kekurangan

Jangkauannya terbatas

Untuk gedung yang dipenuhi peralatan elektronik sistem Franklin tidak dianjurkan karena medan
yang ditimbulkan ketika terjadi sambaran dapat memperpendek waktu kerja perangkat elektronik
terutama untuk perangkat yang memakai sinyal.
Gambar penangkal petir Franklin
b) Sistem Faraday / Bentuk Instalasi Sangkar
Penangkal Petir Faraday adalah rangkaian jalur elektris dari bagian atas bangunan menuju sisi
bawah/ grounding dengan banyak jalur penurunan kabel. Sehingga menghasilkan selubung jalur konduktor
yang menyerupai sebuah sangkar yang melindungi bangunan dari semua sisi sambaran petir.
a.
Komponen – Komponen

Batang Penangkal Petir

Kabel konduktor

Tempat pembumian
b.
Instalasi
Batang yang runcing ( bahan copper spit ) dipasang paling atas bangunan dan batang tembaga elektroda
yang ditanamkan ke tanah. - Batang elektroda pentanahan tersebut dibuatkan bak kontrol
untuk memudahkan pemeriksaan dan pengetesan nilai grounding.
c.
Cara kerja
Sangkar faraday adalah suatu piranti yang dimanfaatkan menjaga agar medan listrik di dalam ruangan
tetap nol meskipun di sekelilinganya terdapat gelombang elektromagnetik dan arus listrik. Piranti tersebut
berupa konduktor yang dipasang sedemikian rupa sehingga ruangannya terlingkupi oleh konduktor
tersebut. Efek sangkar Faraday adalah suatu fenomena kelistrikan yang disebabkan oleh adanya interaksi
partikel subatomik yang bermuatan (seperti : proton, elektron). Ketika ada medan listrik yang mengenai
sangkar konduktor maka akan ada gaya yang menyebabkan partikel bermuatan mengalami perpindahan
tempat, gerakan perpindahan tempat partikel bermuatan akan menghasilkan medan listrik yang berlawanan
dengan medan listrik yang mengenainya sehingga tidak ada medan listrik yang masuk kedalam sangkar
konduktor tersebut.
d. Kelebihan
Sistem ini cocok untuk bangunan yang luas
e. kekurangan
Mengganggu estetika bangunan
Gambar penangkal petir Faraday
c) Penangkal Petir Sistem Thomas
a.
Komponen – Komponen

Batang Penangkal Petir

Tiang penangkal petir

Tempat pembumian
b.
Instalansi Penangkal Petir
Penangkal petir Thomas disalurkan ke tiang penangkal petir lalu di salurkan ke tempat pembumian
c.
Cara Kerja
Penangkal Petir Thomas System menghasilkan streamer positif ketika menjadi subjek di area
listrik. Ketika dihasilkan, streamer tidak berlanjut berkembang menuju awan.Sehingga Streamer yang
dihasilkan oleh penangkal petir Thomas system tidak Mengundang Petir menyambar, lebih tepatnya
menghasilkan jalur yang memudahkan petir untuk disambar apabila dalam radius jangkauan proteksi.
Streamer yang dihasilkan Penangkal Petir Thomas System dan Gent Menunggu dengan sabar dan
meluas ketika terdapat Leader dari petir yang mendekat. Setelah petir dan streamer bertemu , Dengan
jalur terbentuk lengkap , arus mengalir antara penangkal petir dan awan. Peyaluran arus listrik merupakan
jalan alamiah untuk menetralkan perbedaan potensial yang terjadi.
d.
Kelebihan

Merupakan Penangkal Petir yang sangat aman dan ramah Lingkungan.

Penggunaanya Hanya membutuhkan satu down conductor. sehingga tidak merusak dan menjadikan
gedung atau bangunan yang diproteksi tidak sedap di pandang mata.

e.

Mempunyai radius protection yang luas
Kekurangan
Down conductor memiliki fungsi sebagai penyalur arus listrik dari sambaran petir yang tertangkap
oleh Penangkal Petir Thomas sytem menuju ke tanah untuk dinetralisasi, untuk itu down conductor
yang baik harus langsung terkoneksi dengan elektrode yang di bumikan dengan jarak seminimal
mungkin.
Gambar penangkal petir Thomas
d) Sistem Early Streamer Emission ( E.S.E )
Sistem ini merupakan teknologi terkini yang merupakan pengembangan dari 2 sistem diatas,
sering juga dikenal dengan sistem payung. Untuk pemasangan penangkal petir ini tidak terlalu rumit,
cukup 1 kabel penghantar untuk setiap 1 penangkal petir.
a.
Komponen – Komponen

Penangkal Petir

Kabel konduktor

Tempat pembumian
b.
Instalansi Penangkal Petir
Batang yang runcing ( bahan copper spit ) dipasang paling atas bangunan dan batang tembaga
elektroda yang ditanamkan ke tanah. - Batang elektroda pentanahan tersebut dibuatkan bak kontrol
untuk memudahkan pemeriksaan dan pengetesan nilai grounding.
c.
Cara Kerja
Sistem kerja penangkal petir ini dengan berusaha untuk menarik lidah petir dari awan, dimana
penangkal petir akan menciptakan kondisi lebih positif dari objek di sekitarnya ( seperti pohon,
bangunan,mahluk hidup ) sehingga luncuran petir akan menuju ke penangkal petir tersebut, bukan objek
lain disekitarnya.
d.
Kelebihan

Terbukti dalam tingkat keamanan dan kecepatan dalam menangkap dan mengalirkan arus petir
ke sistem grounding.

Optimal dalam discharge ion positive dan negative

Mudah dalam pemasangan dan perawatan ( tidak dibutuhkan perawatan atau cara pemasangan
yang spesifik )

Tahan terhadap tegangan tinggi ( arus petir yang sangat tinggi )

Cocok dipakai pada iklim indonesia yang memiliki kelembaban udara tinggi karena terbuat dari
bahan 100% stainless steel.
j.

2.
Kekurangan
Biaya mahal
Penangkal petir radio aktif
Penggunaan unsur radioaktif dalam sistem penangkal petir baru dikenal orang pada tahun 1914,
inspirasi penggunaan radioaktif dalam sistem penangkal petir pertama kali dikemukakan oleh seseorang
dari Hungaria yaitu Szillard J.B. pada “ Acad emy of Sciences “ di Paris pada tanggal 9 Maret 1914 dalam
papernya yang berjudul Sur un paratonnerre au Radium. Sejak saat itu bermacam-macam sistem penangkal
petir menggunakan unsur radioaktif dikembangkan lebih dalam. Pada Tahun 1972, Baatz
mengembangkannya dengan Americium 241 dan tentunya melalui berbagai penelitian dengan
mempertimbangkan hasil penelitian dari Müller Hillebrand (1962) dianggap lebih tidak berbahaya
dibanding sumber ionisasi lain seperti Cobalt, Krypton, Radium dan Plutonium.
a.
Komponen – Komponen
o
Elektrode
Udara disekeliling elektrode akan di ionisasi, akibat pancaran partikel alpa dari isotop ( americum 241 ).
Elektrode akan terus menerus menciptakan arus ion (Min. 10 8 ion/det).
o
Coaxial cabel
Untuk menghindari kerusakan benda-benda akibat muatan listrik petir yang menuju tanah maka
coaxial cabel dibungkus pipa isolasi.Metode tahanan langsung dari muatan listrik petir ke dalam tanah
menyebabkan seluruh unit mempunyai potensial yang sama dengan bumi. Sehingga benda-benda yang
berada disekitar system akan aman.
o
Pentanahan (Grounding)
Perlu test lokasi geografis dari pentanahan untuk mendapat resistansi dibawah 5 ohm. Tahanan
bumi maksimum yang terbaik untuk system grounding ini harus lebih kecil dari 5 ohm untuk proteksi
sebuah bangunan. Sedang untuk proteksi perangkat listrik dan elektronik sebaiknya jauh dibawah resistansi
1 ohm.
b.
Cara kerja
Pada prinsipnya, sistem penangkal petir diatas sama dengan sistem penangkal petir Franklin, hanya
dikembangkan lebih lanjut yaitu dengan memperlengkapi kepala dari batang penangkal petirnya dengan
unsur radioaktif yang memancarkan sinar alpha dengan intensitas yang cukup besar sehingga mampu
mengionisasi udara di sekitar kepala batang penangkal petir tersebut.
c.
Penggunaan
Sistem proteksi instalasi penangkal petir sistem radius lebih cocok diterapkan pada daerah yang
bangunannya agak jarang, baik dari bahan logam maupun bukan logam. Misalnya untuk daerah yang jarang
ada pemukiman penduduk dan jarak antar bagunan cukup jauh. Instalasi penangkal petir sistem
radius dapat melindungi sambaran langsung petir terhadap bangunan dan dapat memproteksi wilayah yang
jauh lebih luas akibat serangan peitr. Instalasi penangkal petir sistem radius ini terdiri dari sejumlah elemen,
yang bekerja bersama-sama untuk mencegah bahaya petir.
d.
Kelebihan

Sistem ini cocok untuk bangunan tinggi.

Satu bangunan cukup menggunakan sebuah penangkal petir.
e.
Kekurangan
Alat proteksi disebut Preventor, yang bekerja berdasarkan reaksi netralisasi ion dengan
menggunakan bahan radio aktif. Keseluruhan kebocoran pada alat ini dapat mengakibatkan radiasi. Oleh
karena itu, alat ini dilarang.
3. Penangkal petir elektrostatik
Prinsip kerja penangkal petir Elektrostatik mengadopsi sebagian system penangkal petir Radioaktif
, yakni menambah muatan pada ujung finial / splitzer agar petir selalu memilih ujung ini untuk disambar .
Perbedaan dari sisten Radioaktif dan Elektrostatik ada pada energi yang dipakai. Untuk Penangkal
Petir Radioaktif muatan listrik dihasilkan dari proses hamburan zat beradiasi sedangkan pada penangkal
petir elektrostatik energi listrik dihasilkan dari Listrik Awan yang menginduksi permukaan bumi.
4. Penangkal petir neoflash
a.
Mekanisme Kerja
Ketika awan bermuatan listrik melintas diatas sebuah bangunan yang terpasang penangkal petir
neoflash, maka elektroda penerima pada bagian samping penangkal petir neoflash ini mengumpulkan dan
menyimpan energi listrik awan pada unit kapasitornya . Setelah energi ini cukup besar maka dilepas dan
diperbesar beda potensialnya pada bagian Ion Generator.
Pelepasan muatan listrik pada unit Ion Generator ini di picu oleh sambaran, yakni ketika lidah api
menyambar permukaan bumi maka semua muatan listrik di bagian ion generator dilepaskan keudara
melalui Central Pick Up agar menimbulkan lidah api penuntun keatas ( Streamer leader ) untuk menyambut
sambaran petir yang terjadi kemudian menuntunya masuk kedalam satu titik sambar yang terdapat unit
Neoflash ini.
b.
Kerja Simultan
Pada unit Penangkal Petir neoflash secara simultan bekerja bergantian dari masing-masing unit
penerima induksi , jumlahnya tergantung dari tipe dan modelnya. Bekerjanya secara bergantian dimana bila
salah satu bagian unit melepaskan muatan ke udara / streamer maka ada bagian yang dalam proses pengisian
muatan awan.
Tentu akurasi dan kemampuan Penangkal Petir NeoFlash masih tergantung dari 2 hal pendukung
instalasi, yaitu:
1. Kabel Penghantar harus minimal 50 mm
2. Grounding maksimal 5 Ohm
Bila 2 syarat pendukung ini sudah terpenuhi maka kemampuan penangkal petir neoflash akan
maksimal.
c.
Bentuk Perlindungan Penangkal Petir neoflash
Bentuk perlindungan dari penangkalpetir neoflash mirip dengan sangkar (sebagaimana gambar
terlihat) dengan tujuan semua yang berada dibawah dan didalam sangkar akan aman dari sambaran petir
langsung hal itu juga dimaksudkan agar dapat melindungi dari segala arah.
Penangkal petir yang biasa kita kenal adalah jenis runcing biasa dengan kemampuan perlindungan
sambaran membentuk kerucut dengan sudut 45′ ,Sedangkan penangkal petir elektrostatic neoFlash akan
berkemampuan lebih baik karena terminal penerima petir akan mengeluarkan lidah api keatas untuk
memberikan penuntun sambaran yang akan terjadi dari awan.
d.
Keunggulan

Area Perlindungan Besar
Radius yang bisa dihasilkan oleh unit head terminal penerima petir neoflash beragam dari masingmasing tipe sebagai contoh :
o
Tipe Neoflash TZ.03 Radius ideal pemasangan 87 mtr akan menghasilkan perlindungan seluas 2,37
Ha berbentuk lingkaran.
o
Tipe Neoflash TZ.06 Radius ideal pemasangan 156 mtr akan menghasilkan perlindungan seluas
7,6 Ha berbentuk lingkaran.

Unit Terminal yang kokoh

Bebas Perawatan

Lebih Estetik
keindahan merupakan hal utama dalam sebuah kontruksi bangunan jadi dengan pemasangan penangkal
petir elektrostatik Neoflash maka cukup memasang satu titik pengamanan untuk mengamankan areal
sekitarnya.
BAB III
PENUTUP
A.
KESIMPULAN
Petir merupakan kejadian alam di mana terjadi loncatan muatan listrik antara awan dengan bumi.
terjadinya seringkali mengikuti peristiwa hujan baik air atau es, peristiwa ini dimulai dengan munculnya
awan hitam dan lidah api listrik yang bercahaya terang yang terus memanjang kearah bumi bagaikan sulur
akar dan kemudian diikuti suara yang menggelegar dan efeknya akan fatal bila mengenai mahluk hidup.
Oleh karena itu dibutuhkan pelindung untuk melindungi bangunan yaitu penangkal petir.
Penangkal petir adalah rangkaian jalur yang digunakan untuk memperlancar jalan bagi petir yang akan
menuju ke permukaan perut bumi, tanpa merusak bangunan dan peralatan yang dilewatinya.
B.
SARAN
Dalam perancangan suatu bangunan, sangat diperlukan sistem penangkal petir, khususnya untuk
bangunan yang lebih dari satu lantai. Dan dalam pemasangan sistem penangkal ini perlu di perhatikan
langkah – langkah pengerjaan untuk mencegah terjadinya hal – hal yang tidak diinginkan.
DAFTAR PUSTAKA
Abdul Syakur, dkk.Sistem Proteksi Penangkal Petir pada Gedung Widya
Puraya.(Online).( http://www.elektro.undip.ac.id/transmisi/jun06/7,
Alvarion.Lightning Protection.(Online),(www.buildingdesign.co.uk
Herman Halomon Sinaga, dkk.Model Arrester SiC Menggunakan Model Arrester
ZnO IEEE WG 3.4.11.(Online).( http://www.petra.ac.id
http://id.wikipedia.org
http://antipetir.asia
http://www.elektro.undip.ac.id
http://networking.jaringan-komputer.com/penangkalpetir.html
Download