ANALISIS PENERAPAN PENGEMBANGAN KURIKULUM BERBASIS KKNI DI PROGRAM STUDI PENDIDIKAN EKONOMI UNIVERSITAS NEGERI SURABAYA Isna Aulia Nur Habibah S2 Pendidikan Ekonomi, Universitas Negeri Surabaya [email protected] Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penerapan pengembangan kurikulum berbasis KKNI di program studi Pendidikan Ekonomi Universitas Negeri Surabaya. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitin ini adalah dengan menggunkan metode atau pendekatan studi kepustakaan (library research). Jenis pengumpulan data dalam penelitian ini yaitu dengan menelaah dan mengekplorasi beberapa Jurnal, buku, dan dokumen-dokumen baik yang berbentuk cetak maupun elektronik beserta sumber-sumber data dan atau informasi lain yang dianggap relevan dengan penelitian atau kajian. Hasil dari penelitian ini adalah bahwa penerapan kurikulum berbasis KKNI di Universitas Negeri Surabaya sudah dikatakan baik, meskipun masih perlu perbaikan pada beberapa aspek seperti kesiapan dosen dalam penerapan kurikulum serta capaian pembelajaran lulusan yang diinginkan, kelengkapan sarana dan prasarana, ketersediaan mitra magang, dan tentunya kesiapan mahasiswa. Universitas harus terus membenahi diri agar para lulusan mampu bersaing dengan lulusan lain, baik secara local, nasional, maupun internasional. Kata Kunci: Implementasi, Kurikulum, KKNI Abstract This study aims to determine the application of KKNI-based curriculum development in the Economic Education study program of the State University of Surabaya. The research method used in this research is to use a library research method or approach. The type of data collection in this research is by examining and exploring several journals, books, and documents, both printed and electronic, along with other data and / or information sources that are considered relevant to the research or study. The results of this study are that the implementation of the KKNI-based curriculum at the State University of Surabaya has been said to be good, although it still needs improvement in several aspects such as the readiness of lecturers in implementing the curriculum and the desired graduate learning outcomes, completeness of facilities and infrastructure, availability of internship partners, and of course readiness. college student. Universities must continue to improve themselves so that graduates are able to compete with other graduates, both locally, nationally and internationally. Keywords: Implentation, Curriculum, KKN dapat hidup dan mengikuti arah globalisasi sehingga dipelukannya untuk mencapai mutu dan kualitas yang sesuai. Kurikulum merupakan seperangkat yang mengatur terkait dengan rencana dan pengaturan tujuan, isi, dan bahan ajar yang akan dijadikan sebagai acuan dalam penyelenggaraan kegiatan pembelajaran untuk mencapai tujuan apa yang dicita-citakan oleh Pendidikan Tinggi. Menurut Nurdin 2018 bahwa kurikulum membicarakan proses penyelenggaraan pendidikan sekolah, berupa acuan, rencana, norma-norma yang dapat dipakai sebagai pegangan. Tujuan dari penerapan kurikulum berbasis KKNI sesungguhnya adalah untuk memperjelas terkait dengan profil lulusan dari masing-masing program studi serta learning outcomes (capaian pembelajaran) bagaimana yang akan diperoleh mahasiswa setelah ikut serta dalam kegiatan perkuliahan sehingga dalam penyusunan sebuah kurikulum dilakukan dengan baik yang didasarkan pada kebutuhan dan kompetensi yang diinginkan setiap prodi dari perguruan tinggi. Menurut PENDAHULUAN Seiring dengan mulai diberlakukannya ASEAN Free Trade Area (AFTA) di Indonesia menjadi sebuah keharusan bahwa Indonesia harus mempersiapkan sumber daya manusia yang memiliki kualitas unggul dan mampu berdaya saing. Pemerintah saat ini mulai perlahan menjawab tuntutan tersebut dengan dimulainya paradigma proses pendidikan di perguran tinggi yang didasarkan pada kerangka kualifikasi nasional Indonesia atau KKNI. Hal ini sudah dijelakan pada Permendikbud No.73 tahun 2013 tentang diwajibkannya penerapan KKNI sebagai dasar dari dalam kurikulum perguruan tinggi di Indonesia. Perguruan tinggi memiliki peran dan tanggungjawab yang besat terhadap bagaimana proses pembentukan sumber daya manusia di Indonesia yang memiliki kemampuan berdaya saing. Menurut Khairiah 2015 bahwa penerapan kurikulum berbasis KKNI merupakan suatu langkah untuk pembaharuan dan inovasi dalam mencapai sebuah upaya untuk meningkatkan mutu pendidikan pada abad 21 agar 1 Waseso dan Hidayat 2017 bahwa pentingnya menerapkan kurikulum berbasis KKNI pada prodi terletak pada standarisasi kompetensi mahasiswa dari prodi yang sama melalui level-level yang telah ditetapkan. Namun dalam hal ini terkait dengan penyusunan kurikulum antar prodi dalam perguruan tinggi terdapat sedikit kemungkinan dalam perbedaan out put yang akan dihasilkan, karena dari masing-masing perguruan tinggi sudah ada ketentuan capaian pembelajaran secara nasionalnya. Sehingga dimisalkan lulusan mahasiswa dari prodi Pendidikan Ekonomi Universitas Negeri Surabaya dengan lulusan mahasiswa dari prodi Pendidikan Ekonomi Universitas Negeri Malang tidak terdapat perbedaan dalam halnya tentang kualifikasi nasional yang dihasilkan. Dalam penelitian Siagian dan Siregar 2018 bahwa sejauh ini, kompetensi masa depan yang diharapkan untuk mempersiapkan sumber daya manusia yang bersaing secara nasional maupun global adalah: 1) memiliki kemampuan dalam berkomunikasi, 2) memiliki kemampuan dalam berpikir jernih dan kritis, 3) dapat mempertimbangkan segi moral dari suatu permasalahan, 4) menjadi warga negara yang bertanggung jawab, mencoba untuk mengerti dan toleran terhadap pandangan yang berbeda, 6) hidup dalam masyarakat yang mengglobal, 7) memiliki minat yang luas dalam kehidupan, 8) siap untuk bekerja, 9) memiliki kecerdasan sesuai bakat/minatnya, dan 10) memiliki rasa tanggung jawab terhadap lingkungan. Penerapan kurikulum pendidikan tinggi tersebut diharapkan dapat menghasilkan lulusan-lulusan yang bermutu dan relevan dengan pembangunan nasional termasuk kebutuhan tenaga terdidik dan terampil di dunia industri (Direja 2017). Namun, dapat diamati pada saat ini terdapat beberapa masalah yang timbul meskipun kurikulum KKNI sudah diterapkan, salah satunya mengenai adanya indikasi ketidak sesuaian kualifikasi dalam Standar Kompetensi Lulusan dengan fakta dan realita yang terjadi di lapangan. Dalam Peraturan Presiden Nomor 8 tahun 2012 menyatakan bahwa: Ayat (1) Pengakuan dan penyetaraan kualifikasi pada KKNI dengan kerangka kualifikasi negara lain atau sebaliknya, baik secara bilateral maupun multilateral dilakukan atas dasar perjanjian kerja sama saling pengakuan yang diatur sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan, ayat (2) perjanjian kerja sama saling pengakuan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) diatur oleh lembaga yang berwenang mengeluarkan notifikasi dan perjanjian kerja sama saling pengakuan. Menyikapi Peraturan Presiden pada pasal 8 tersebut, muncul dua pertanyaan. Pertama, apakah dosen sudah memiliki kualifikasi yang sama dengan kualifikasi yang ditetapkan pemerintah? Kedua, apakah mahasiswa juga mampu mencapai kualifikasi yang telah dideskripsikan pada jenjang level 6? Selanjutnya, dari sudut pandang lain, ada kemungkinan kurikulum ini lebih menitik beratkan pada psikomotorik, bukan pada karakter. METODE Metode yang digunakan dalam penelitia ini yaitu menggunakan metode atau pendekatan studi kepustakaan (library research). Studi pustaka atau kepustakaan dapat diartikan sebagai serangkaian kegiatan yang berkenaan dengan metode pengumpulan data pustaka, membaca dan mencatat serta mengolah bahan penelitian (Zed 2003:3). Dalam penelitian studi pustaka setidaknya ada empat ciri utama yang penulis perlu perhatikan diantaranya: Pertama, bahwa penulis atau peneliti berhadapan langsung dengan teks (nash) atau data angka, bukan dengan pengetahuan langsung dari lapangan. Kedua, data pustaka bersifat “siap pakai” artinya peniliti tidak terjun langsung kelapangan karena peneliti berhadapan langsung dengan sumber data yang ada di perpustakaan. Ketiga, bahwa data pustaka umumnya adalah sumber sekunder, dalam arti bahwa peneliti memperoleh bahan atau data dari tangan kedua dan bukan data orisinil dari data pertama di lapangan. Keempat, bahwa kondisi data pustaka tidak dibatasi oleh ruang dan waktu (Zed 2003:4-5). Berdasarkan dari hal diatas, maka peneliti dalam melakukan pengumpulan data dalam penelitian yaitu dengan menelaah dan/atau mengekplorasi beberapa Jurnal, buku, dan dokumen-dokumen baik yang berbentuk cetak maupun elektronik beserta sumber-sumber data dan atau informasi lain yang dianggap relevan dengan penelitian atau kajian. HASIL DAN PEMBAHASAN Hasil Penelitian Penerapan kurikulum berbasis KKNI yang dilaksanakan pada program studi Pendidikan Ekonomi di Universitas Negeri Surabaya memberikan dampak terhadap luaran dari lulusan mahasiswa. Program studi Pendidikan Ekonomi Universitas Negeri Surabaya mulai menerapkan kurikulum berbasis KKNI pada tahun 2012 dengan menerapkan beberapa model pembelajaran diantaranya adalah model pembelajaran asistensi mengajar, model pembelajaran magang kerja di koperasi, model kkn tematik bentuk free form, dan model kkn tematik bentuk mengajar di desa. Program studi Pendidikan Ekonomi Universitas Negeri Surabaya juga menerapkan metode pembelajaran student learning center yang mewajibakan 6 tugas yang terdiri dari dari tugas rutin, critical journal review, critical book report, rekaya ide, mini riset, project, dimana ke enam tugas itu wajib dilaksanakan mahasiswa dalam pencapaian tujuan dari mata kuliah sesuai dengan kurikulum berbasis KKNI. Dalam penelitian ini terdapat penelitian yang serupa yang dilakukan oleh Fauzan 2019 terkait dengan implementasi kurikulum berbasis KKNI di Universitas Islam Negeri (UIN) Syarif Hidayatullah Jakarta. Penelitian ini memiliki tujuan untuk mengetahui bagaimana perkembangan penerapan kurikulum berbasis KKNI di program studi Pendidikan Ekonomi Universitas Negeri Surabaya. Adapun hasil dari beberapa sumber studi pustaka (library research) yang diperoleh terkait dengan perkembangan penerapan kurikulum berbasis KKNI di program studi Pendidikan Ekonomi Universitas Negeri Surabaya dapat dilihat pada uraian di bawah ini. pendekatan yang melakukan penekanan terkait dengan keberlanjutan proses pembelajaran secara inovatif, interaktif, dan efektif. Dalam proses pengembangannya, dalam Junadi (2020) selaku Direktur Pembelajaran dan Kemahasiswaan menekankan bahwa terdapat prinsip siklus kurikulum dengan pendekatan OBE sebagai berikut: Pembahasan 1. Pengembangan Kurikulum Program Studi Pendidikan Ekonomi Program studi pendidikan ekonomi saat ini sudah menerapkan kurikulum terbaru yaitu Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM) dan KKNI sebagai dasarnya dengan mengedepankan prinsip utama yang terdapat pada Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan No. 73 tahun 2013 tentang Standar Nasional Pendidikan Tinggi pada pasal 18 yang menyatakan tentang pemenuhan masa dan beban belajar bagi mahasiswa program sarjana atau sarjana terapan. Pasal tersebut menjadi bahan rujukan dalam mengembang sehingga capaian pembelajaran pada program studi Pendidikan Ekonomi dapat diraih dengan dua poin utama yaitu: a. Program studi menetapkan metode untuk mewujudkan capaian belajar (learning outcomes) bagi mahasiswa, maka cara yang bisa ditempuh adalah dengan sepenuhnya mengambil mata kuliah pada program studinya sesuai masa dan beban belajar. b. Program studi menetapkan metode untuk mewujudkan capaian belajar (learning outcomes) bagi mahasiswa, maka cara yang mungkin untuk ditempuh adalah sebagian mata kuliah dapat diambil dalam program studinya guna memenuhi masa dan beban belajar, sisanya dapat dicapai dengan mengikuti proses pembelajaran di luar program studinya. Baik itu pembelajaran di program studi lain pada perguruan tinggi yang sama atau berbeda, pembelajaran di program studi yang sama di perguruan tinggi lain, termasuk pada lembaga non perguruan tinggi. 2. Capaian Pembelajaran Lulusan Program Studi Pendidikan Ekonomi Dalam penetapan capaian pembelajaran lulusan (CPL), program studi pendidikan ekonomi melakukan telaah tekait dengan pengembangan, pelaksanaan, dan evaluasi kurikulum yang berlandaskan pada SN-Dikti yang telah ditetapan. Sehingga, dalam rangka untuk mewadahi terkait dengan perkembangan pendidikan yang menunjang visi-misi-tujuan dari prodi Pendidikan Ekonomi. Program studi Pendidikan Ekonomi menggunakan salah satu pendekatan yaitu OutcomeBased Education (OBE). OBE merupakan sebuah Gambar 1. Siklus Kurikulum dengan Pendekatan OBE Dari gambar 1 tentang siklus tahapan tersebut dapat dilihat adanya beragam model dalam melakukan pengembangan dan pelaksanaan kurikulum. Berikut tiga tahapan sklus kurikulum dengan menggunakan pendekatan OBE memiliki penjabaran sebagai berikut: a. Outcome Based Curriculum (OBC) Pada tahapan Outcome Based Curiculum (OBJ) kurikulum dikembangkan dengan mengacu pada landasan profil dan Capaian Pembelajaran Lulusan (CPL) sebagai tujuan utama yang kemudian diturunkan sebagai bahan kajian perkuliahan (body of knowledge), pembentukan mata kuliah beserta bobot sks nya, peta kurikulum, desain pembelajaran yang dinyatakan dalam bentuk Rencana Pembelajaran Semester (RPS), mengembangkan bahan ajar, serta mengembangkan instrumen penilaian dan evaluasi. b. Outcome Based Learning and Teaching (OBLT) Pada tahap Outcome Based Learning and Teaching (OBLT) perwujudan CPL dapat dicapai apabila berhasil dalam menyelaraskan pemilihan bentuk dan metode pembelajaran. Bentuk pembelajaran termasuk yang diusung dapat meliputi bentuk pembelajaran di luar prodi atau Universitas pada program Merdeka Belajar–Kampus Merdeka. c. Outcome Based Assessment and Evaluation (OBAE) Pada tahap Outcome Based Assessment and Evaluation (OBAE) ini lebih berfokus tentang skema evaluasi yang dijadikan sebagai bahan kajian untuk melengkapkan sistem pembelajaran program studi. Pendekatan penilaian dan evaluasi yang dilakukan pada pencapaian CPL dalam rangka meningkatkan kualitas pembelajaran yang berkelanjutan. Penilaian dilakukan pada proses pembelajaran dan pada hasil pencapaian CPL. Sehingga dalam pelaksanaan evaluasi kurikulum pada 3 pencapaian CPL program studi hasilnya digunakan untuk perbaikan secara berkelanjutan. Berdasarkan pada tahapan tersebut, sehingga dapat disimpulkan bahwa untuk pendekatan OBE harus dapat selaras dengan SN-Dikti karena didalamnya terdapat skema perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi kurikulum yang berfokus pada keberhasilan CPL. Sehingga hsud diterapkan untuk keperluan dalam proses akreditasi nasional maupun internasional. Oleh karena itu, program studi pendidikan ekonomi menggunakan pendekatan OBE untuk menetapkan capaian pembelajaran lulusan dengan rincian yaitu: Tabel 1 Rincian Capaian Pembelajaran Lulusan Program Studi Pendidikan Ekonomi CPL-1 (P1) Mampu menganalisis konsep pedagogi dalam pembelajaran ekonomi CPL-2 (P2) Mampu menganalisis konsep ilmu ekonomi dalam pembelajaran ekonomi CPL-3 (KK1) Mampu memecahkan permasalahan dalam pembelajaran ekonomi secara komprehensif sesuai dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi CPL-4 (KK2) Mampu memecahkan permasalahan dalam bidang ekonomi pendidikan CPL-5 (KK3) Mampu merancang dan menyusun perangkat pembelajaran ekonomi yang berbasis IPTEKS CPL-6 (KK4) Mampu melaksanakan pembelajaran ekonomi yang komprehensif dan inovatif CPL-7 (KK5) Mampu merancang dan melaksanakan penelitian di bidang pembelajaran ekonomi dan ekonomi pendidikan serta mengkomunikasikan hasilnya CPL-8 (S1) Mampu menunjukkan sikap bertanggungjawab atas pekerjaan secara mandiri maupun kelompok CPL-9 (S2) Mampu mengaplikasikan nilai, norma, dan etika profesi CPL-10 (S3) Mampu menginternalisasi jiwa kewirausahaan yaitu mandiri, kreativitas serta inovatif CPL-11 (KU1) Mampu berkomunikasi dengan baik secara lisan maupun tulisan dalam aktivitas pembelajaran CPL-12 (KU2) Mampu melakukan pengembangan diri dalam pedagogi dan ilmu ekonomi melalui jenjang pendidikan yang lebih tinggi dan penelitian Sumber: Dokumentasi Prodi Pendidikan Ekonomi Unesa, (2020) Dengan melihat data pada tabel 1 program studi pendidikan ekonomi menekankan pada capaian pembelajaran lulusan yang telah melalui tahapan telaah dan analisis kondisi serta tujuan prodi dalam jangka panjang. Capaian ini diantaranya meliputi pengetahuan, keterampilan, sikap, dan keterampilan umum yang menjadi acuan pelaksanaan proses pembelajaran program studi sebagai salah satu upaya tujuan yang direncanakan dan membentuk profil lulusan yang optimal. 3. Model Implementasi Kurikulum Kampus Merdeka Pendidikan Ekonomi 1) Model Pembelajaran Asistensi Mengajar Program studi pendidikan ekonomi membuka peluang melaksanakan pembelajaran dengan model asistensi mengajar yang secara aktif melibatkan mahasiswa dalam proses memperoleh suatu pengetahuan. Hal ini dapat dilihat dari prinsip utama yang terus dibangun dengan memberikan kepercayaan kepada mahasiswa untuk memanfaatkan peluang mengembangkan 3 aspek normatif, adaptif, dan produktivitas yang dimilikinya. Selaras dengan hal tersebut, Winarno (2003) menggambarkan kegiatan dengan model sistensi mengajar sebagai konsep pembelajaran berpola learning by doing dengan tujuan agar mahasiswa mengemban bekal pengalaman awal (earlier exposure) untuk dikembangkan menjadi jati diri bagi calon pendidik, optimalisasi kemampuan bidang kependidikan, dan membangun kecakapan pedagogik bagi mahasiswa calon guru. Oleh karena itu, program studi pendidikan ekonomi mengoptimalkan kegiatan magang kependidikan sebagai wadah mahasiwa dalam melakukan praktik lapangan luar kelas dengan bahasan utama adalah manajemen pembelajaran di sekolah. Tabel 2 Sebaran Mata Kuliah Model Pembelajaran Asistensi Mengajar No. Mata Kuliah SKS 1. Pengenalan Lapangan Persekolahan 4 SKS 2. Pegembangan Perangkat Pembelajaran 3 SKS 3. Pengembangan Media Pembelajaran 3 SKS Ekonomi 4. Pengembangan Instrumen Evaluasi 3 SKS Pembelajaran 5. Administrasi dan Manajemen Sekolah 2 SKS 6. Etika Profesi Guru 2 SKS 7. Penelitian Tindakan Kelas 3 SKS Jumlah SKS 20 SKS Sumber: Dokumentasi Prodi Pendidikan Ekonomi Unesa, (2020) Berdasarkan pada tabel 2 model ini mendukung skema pembelajaran berbasis pendidikan dengan mata kuliah yang wajib diambil oleh mahasiswa guna memenuhi masa dan beban belajarnya. Program studi menetapkan model pembelajaran asistensi mengajar yang setara dengan 20 SKS demi menggapai capaian pembelajaran lulusannya. Model ini dapat ditempuh pada semester 6 bagi mahasiswa program S1 Pendidikan Ekonomi Unesa. 2) Model Pembelajaran Magang Kerja di Koperasi Skema pembelajaran pada model ini berfokus pada pengembangan potensi diri dengan mata kuliah pilihan yang tersedia untuk diambil oleh mahasiswa guna memenuhi masa dan beban belajarnya. Program studi menetapkan model pembelajaran magang kerja di koperasi yang setara dengan 18 SKS yang membangun kompetensi mahasiswa dalam dunia koperasi maupun UMKM. Model ini dapat ditempuh pada semester 7 bagi mahasiswa program S1 Pendidikan Ekonomi Unesa. Tabel 3 Sebaran Mata Kuliah Model Pembelajaran Magang Kerja di Koperasi No. Mata Kuliah SKS 1. Koperasi dan UMKM 2 SKS 2. Manajemen Permodalan Koperasi 2 SKS 3. Manajemen Pemasaran Koperasi 2 SKS 4. Akuntansi Koperasi 3 SKS 5. Studi Kelayakan Bisnis 3 SKS 6. Laporan Akhir Pengganti Skripsi 6 SKS Jumlah SKS 18 SKS Sumber: Dokumentasi Prodi Pendidikan Ekonomi Unesa, (2020) 3) Model KKN Tematik Bentuk Free Form Learning outcome yang dibangun pada model ini mengusung unsur penguasaan keilmuan yang ditekankan pada disiplin ilmu ekonomi beserta penerapannya. Masa dan beban belajar model KKN Tematik bentuk free formbersifat pilihan sehingga membebaskan mahasiswa untuk dapat mempelajari mata kuliah yang dipilih. Dengan tingkat kesulitan yang setara dengan 18 SKS, model ini dapat ditempuh pada semester 7 bagi mahasiswa program S1 Pendidikan Ekonomi Unesa. Tabel 4 Sebaran Mata Kuliah Model KKN Tematik Bentuk Free Form No. Mata Kuliah SKS 1. Kuliah Kerja Nyata 3 SKS 2. Ekonomi Regional 2 SKS 3. Ekonomi Kelembagaan 2 SKS 4. Ekonomi Pedesaan 2 SKS 5. Pembelajaran IPS 3 SKS 6. Laporan Akhir Pengganti Skripsi 6 SKS Jumlah 18 SKS Sumber: Dokumentasi Prodi Pendidikan Ekonomi Unesa, (2020) 4) Model KKN Tematik Bentuk Mengajar di Desa Model ini mendefinikasn pembelajaran sebagai cara untuk membangun desa dengan proyek kemanusiaan. Skema pembelajaran dengan mata kuliah yang bersifat pilihan ini dapat diambil dengan tujuan dapat menginternalisasi diri mahasiswa dalam praktik-praktik bermasyarakat. Program studi menetapkan model KKN tematik bentuk mengajar di desa setara dengan 18 SKS demi menggapai learning outcomes yang telah ditetapkan. Model ini dapat ditempuh pada semester 7 bagi mahasiswa program S1 Pendidikan Ekonomi Unesa. Tabel 5 Sebaran Mata Kuliah Model KKN Tematik Bentuk Mengajar di Desa No. Mata Kuliah SKS 1. Kuliah Kerja Nyata 3 SKS 2. Praktik Mengajar di Desa 9 SKS 3. Laporan Akhir Pengganti Skripsi 6 SKS Jumlah 18 SKS Sumber: Dokumentasi Prodi Pendidikan Ekonomi Unesa, (2020) Dari hasil penelitian diatas dapat dijelaskan bahwa pelaksanaan kurikulum Merdeka Belajar Kurikulum Merdeka berbasis KKNI memberikan manfaat yang besar bagi dosen dan mahasiswa khususnya dalam memberikan ketrampilan dan membentuk karakter dan sifat yang baik. Pemberian tugas, dan implementasi model pembelajaran yang diberikan kepada mahasiswa memberikan dampak positif kedepan seperti melatih kedisiplinan, membuat mahasiswa menjadi lebih tanggap dan cepat mengambil keputusan serta tepat waktu dalam menyelesaikan setiap tugas serta memberikan output lulusan yang berkualitas. Penelitian ini untuk mengetahui capaian pembelajaran lulusan (CPL) yang akan hendak dihasilkan oleh program studi Pendidikan Ekonomi Unesa, serta bekal apa yang diterima mahasiswa sebelu terjun langsung ke masyarkat yang sebenarnya. Hasil penelitian ini dengan menggunakan metode studi pustaka dapat disimpulkan bahwa implementasi kurukulum berbasis KKNI sudah diterapkan dengan baik, dengan tujuan untuk menciptakan mahasiswa lulusan yang ahli dalam bidangnya sesuai dengan capaian pembelajaran dalam KKNI. PENUTUP Simpulan Berdasarkan penjelaasan yang telah diuraikan di atas dapat disimpulkan bahwa penerapan kurikulum berbasis KKNI di Universitas Negeri Surabaya sudah dikatakan baik, meskipun masih perlu perbaikan pada beberapa aspek seperti kesiapan dosen dalam penerapan kurikulum serta capaian pembelajaran lulusan yang 5 diinginkan, kelengkapan sarana dan prasarana, ketersediaan mitra magang, dan tentunya kesiapan mahasiswa. Universitas harus terus membenahi diri agar para lulusan mampu bersaing dengan lulusan lain, baik secara local, nasional, maupun internasional. Saran Mengacu pada penelitian dengan menggunakan metode studi pustaka yang sudah dilakukan, saran dari penulis terkait dengan penerapan kurikulum berbasis KKNI pada program studi Pendidikan Ekonomi Universitas Negeri Surabaya adalah: 1. Dalam penerapan kurikulum Merdeka Belajar Kampus Merdeka berbasis KKNI pada program studi Pendidikan Ekonomi Universitas Negeri Surabaya diharapkan segera dapat diterapkan dan dilaksanakan dengan seoptimal mungkin, agar kedepanya dapat tecapainya tujuan capaian pembelajaran lulusan (CPL) yang dapat berdaya saing dan dapat bekerja sesuai dengan bidangnya. 2. Dalam penerapan model kurikulum di Program Studi Pendidikan Ekonomi Universitas Negeri Surabaya diharapkan bisa menjalin hubungan keselarasan dengan mahasiswa sejak dini agar dapat ditemukan strategi belajar yang sesuai dengan budaya program studi dan keinginan mahasiswa tanpa mengesampingkan kebijakan pendidikan saat ini. Berbasis Kkni Di Perguruan Tinggi.” Al-Fikrah: Jurnal Manajemen Pendidikan 5(1):21. doi: 10.31958/jaf.v5i1.813. Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan No.73. 2013a. “Penerapan Kerangka Kualifikasi Nasional Indonesia Bidang Pendidikan.” Pp. 1–9 in. Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan No.73. 2013b. “TENTANG PENERAPAN KERANGKA KUALIFIKASI NASIONAL INDONESIA BIDANG PENDIDIKAN TINGGI.” 2013–15. Peraturan Presiden Nomor 8. 2012. “Kerangka Kualifikasi Nasional Indonesia Bidang Pendidikan Tinggi.” Siagian, Beslina Afriani, and Golda Novatrasio Sauduran Siregar. 2018. “Analisis Penerapan Kurikulum Berbasis Kkni Di Universitas Negeri Medan.” Pedagogia 16(3):327. doi: 10.17509/pdgia.v16i3.12378. Waseso, Hendri Purbo, and Muhtar Sofwan Hidayat. 2017. “Penerapan Kurikulum Berbasis KKNI Pada Prodi PGMI Unsiq Jawa Tengah.” JIP: Jurnal DAFTAR PUSTAKA Ilmiah Direja, Ardi cahya. 2017. “The Implementation of KKNI Based Curriculum in Communica-Tion Science Undergraduate Study Program of Indonesia inFormatics and Business University (Studi Implementasi Kurikulum Berbasis Kkni Pada Program Studi S1 Ilmu Komunikasi Universitas Informatika D.” Edutech 16(2):222–54. Fauzan. 2019. “Curriculum Readimess And Program Evaluation In Implenting Indonesian Nasional Qualifications Framework Curriculum (KKNI).” Journal of Chemical Information and Modeling 53(9):1689–99. Junadi, A. dkk. 2020. Panduan Penyusunan Kurikulum Pendidikan Tinggi. Khairiah, Khairiah. 2015. “Pengaruh Implementasi Kurikulum Berbasis Kkni Terhadap Peningkatan Mutu Pendidikan PTAIN.” Nuansa 8(2):171–85. Nurdin, Syafruddin. 2018. “Pengembangan Kurikulum Dan Rencana Pembelajaran Semester (Rps) PGMI 3(1):33–48. doi: 10.19109/jip.v3i1.1376. Zed, Mestika. 2003. Metode Penelitian Kepustakaan. Jakarta: Yayasan Obor Indonesia.