Uploaded by common.user94353

ARTIKEL

advertisement
ANALISIS PENERAPAN PENGEMBANGAN KURIKULUM BERBASIS KKNI DI PROGRAM
STUDI PENDIDIKAN EKONOMI UNIVERSITAS NEGERI SURABAYA
Isna Aulia Nur Habibah
S2 Pendidikan Ekonomi, Universitas Negeri Surabaya
[email protected]
Abstrak
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penerapan pengembangan kurikulum berbasis KKNI di program
studi Pendidikan Ekonomi Universitas Negeri Surabaya. Metode penelitian yang digunakan dalam
penelitin ini adalah dengan menggunkan metode atau pendekatan studi kepustakaan (library research).
Jenis pengumpulan data dalam penelitian ini yaitu dengan menelaah dan mengekplorasi beberapa Jurnal,
buku, dan dokumen-dokumen baik yang berbentuk cetak maupun elektronik beserta sumber-sumber data
dan atau informasi lain yang dianggap relevan dengan penelitian atau kajian. Hasil dari penelitian ini
adalah bahwa penerapan kurikulum berbasis KKNI di Universitas Negeri Surabaya sudah dikatakan baik,
meskipun masih perlu perbaikan pada beberapa aspek seperti kesiapan dosen dalam penerapan kurikulum
serta capaian pembelajaran lulusan yang diinginkan, kelengkapan sarana dan prasarana, ketersediaan mitra
magang, dan tentunya kesiapan mahasiswa. Universitas harus terus membenahi diri agar para lulusan
mampu bersaing dengan lulusan lain, baik secara local, nasional, maupun internasional.
Kata Kunci: Implementasi, Kurikulum, KKNI
Abstract
This study aims to determine the application of KKNI-based curriculum development in the Economic
Education study program of the State University of Surabaya. The research method used in this research is
to use a library research method or approach. The type of data collection in this research is by examining
and exploring several journals, books, and documents, both printed and electronic, along with other data
and / or information sources that are considered relevant to the research or study. The results of this study
are that the implementation of the KKNI-based curriculum at the State University of Surabaya has been
said to be good, although it still needs improvement in several aspects such as the readiness of lecturers in
implementing the curriculum and the desired graduate learning outcomes, completeness of facilities and
infrastructure, availability of internship partners, and of course readiness. college student. Universities
must continue to improve themselves so that graduates are able to compete with other graduates, both
locally, nationally and internationally.
Keywords: Implentation, Curriculum, KKN
dapat hidup dan mengikuti arah globalisasi sehingga
dipelukannya untuk mencapai mutu dan kualitas yang
sesuai.
Kurikulum merupakan seperangkat yang mengatur
terkait dengan rencana dan pengaturan tujuan, isi, dan
bahan ajar yang akan dijadikan sebagai acuan dalam
penyelenggaraan kegiatan pembelajaran untuk mencapai
tujuan apa yang dicita-citakan oleh Pendidikan Tinggi.
Menurut Nurdin 2018 bahwa kurikulum membicarakan
proses penyelenggaraan pendidikan sekolah, berupa
acuan, rencana, norma-norma yang dapat dipakai sebagai
pegangan. Tujuan dari penerapan kurikulum berbasis
KKNI sesungguhnya adalah untuk memperjelas terkait
dengan profil lulusan dari masing-masing program studi
serta learning outcomes (capaian pembelajaran)
bagaimana yang akan diperoleh mahasiswa setelah ikut
serta dalam kegiatan perkuliahan sehingga dalam
penyusunan sebuah kurikulum dilakukan dengan baik
yang didasarkan pada kebutuhan dan kompetensi yang
diinginkan setiap prodi dari perguruan tinggi. Menurut
PENDAHULUAN
Seiring dengan mulai diberlakukannya ASEAN Free
Trade Area (AFTA) di Indonesia menjadi sebuah
keharusan bahwa Indonesia harus mempersiapkan sumber
daya manusia yang memiliki kualitas unggul dan mampu
berdaya saing. Pemerintah saat ini mulai perlahan
menjawab tuntutan tersebut dengan dimulainya paradigma
proses pendidikan di perguran tinggi yang didasarkan
pada kerangka kualifikasi nasional Indonesia atau KKNI.
Hal ini sudah dijelakan pada Permendikbud No.73 tahun
2013 tentang diwajibkannya penerapan KKNI sebagai
dasar dari dalam kurikulum perguruan tinggi di Indonesia.
Perguruan tinggi memiliki peran dan tanggungjawab yang
besat terhadap bagaimana proses pembentukan sumber
daya manusia di Indonesia yang memiliki kemampuan
berdaya saing. Menurut Khairiah 2015 bahwa penerapan
kurikulum berbasis KKNI merupakan suatu langkah untuk
pembaharuan dan inovasi dalam mencapai sebuah upaya
untuk meningkatkan mutu pendidikan pada abad 21 agar
1
Waseso dan Hidayat 2017 bahwa pentingnya menerapkan
kurikulum berbasis KKNI pada prodi terletak pada
standarisasi kompetensi mahasiswa dari prodi yang sama
melalui level-level yang telah ditetapkan. Namun dalam
hal ini terkait dengan penyusunan kurikulum antar prodi
dalam perguruan tinggi terdapat sedikit kemungkinan
dalam perbedaan out put yang akan dihasilkan, karena
dari masing-masing perguruan tinggi sudah ada ketentuan
capaian pembelajaran secara nasionalnya. Sehingga
dimisalkan lulusan mahasiswa dari prodi Pendidikan
Ekonomi Universitas Negeri Surabaya dengan lulusan
mahasiswa dari prodi Pendidikan Ekonomi Universitas
Negeri Malang tidak terdapat perbedaan dalam halnya
tentang kualifikasi nasional yang dihasilkan.
Dalam penelitian Siagian dan Siregar 2018 bahwa
sejauh ini, kompetensi masa depan yang diharapkan untuk
mempersiapkan sumber daya manusia yang bersaing
secara nasional maupun global adalah: 1) memiliki
kemampuan dalam berkomunikasi, 2) memiliki
kemampuan dalam berpikir jernih dan kritis, 3) dapat
mempertimbangkan segi moral dari suatu permasalahan,
4) menjadi warga negara yang bertanggung jawab,
mencoba untuk mengerti dan toleran terhadap pandangan
yang berbeda, 6) hidup dalam masyarakat yang
mengglobal, 7) memiliki minat yang luas dalam
kehidupan, 8) siap untuk bekerja, 9) memiliki kecerdasan
sesuai bakat/minatnya, dan 10) memiliki rasa tanggung
jawab terhadap lingkungan. Penerapan kurikulum
pendidikan tinggi tersebut diharapkan dapat menghasilkan
lulusan-lulusan yang bermutu dan relevan dengan
pembangunan nasional termasuk kebutuhan tenaga
terdidik dan terampil di dunia industri (Direja 2017).
Namun, dapat diamati pada saat ini terdapat beberapa
masalah yang timbul meskipun kurikulum KKNI sudah
diterapkan, salah satunya mengenai adanya indikasi
ketidak sesuaian kualifikasi dalam Standar Kompetensi
Lulusan dengan fakta dan realita yang terjadi di lapangan.
Dalam Peraturan Presiden Nomor 8 tahun 2012
menyatakan bahwa: Ayat (1) Pengakuan dan penyetaraan
kualifikasi pada KKNI dengan kerangka kualifikasi
negara lain atau sebaliknya, baik secara bilateral maupun
multilateral dilakukan atas dasar perjanjian kerja sama
saling pengakuan yang diatur sesuai dengan ketentuan
peraturan perundang-undangan, ayat (2) perjanjian kerja
sama saling pengakuan sebagaimana dimaksud pada ayat
(1) diatur oleh lembaga yang berwenang mengeluarkan
notifikasi dan perjanjian kerja sama saling pengakuan.
Menyikapi Peraturan Presiden pada pasal 8 tersebut,
muncul dua pertanyaan. Pertama, apakah dosen sudah
memiliki kualifikasi yang sama dengan kualifikasi yang
ditetapkan pemerintah? Kedua, apakah mahasiswa juga
mampu mencapai kualifikasi yang telah dideskripsikan
pada jenjang level 6? Selanjutnya, dari sudut pandang
lain, ada kemungkinan kurikulum ini lebih menitik
beratkan pada psikomotorik, bukan pada karakter.
METODE
Metode yang digunakan dalam penelitia ini yaitu
menggunakan metode atau pendekatan studi kepustakaan
(library research). Studi pustaka atau kepustakaan dapat
diartikan sebagai serangkaian kegiatan yang berkenaan
dengan metode pengumpulan data pustaka, membaca dan
mencatat serta mengolah bahan penelitian (Zed 2003:3).
Dalam penelitian studi pustaka setidaknya ada empat ciri
utama yang penulis perlu perhatikan diantaranya:
Pertama, bahwa penulis atau peneliti berhadapan langsung
dengan teks (nash) atau data angka, bukan dengan
pengetahuan langsung dari lapangan. Kedua, data pustaka
bersifat “siap pakai” artinya peniliti tidak terjun langsung
kelapangan karena peneliti berhadapan langsung dengan
sumber data yang ada di perpustakaan. Ketiga, bahwa data
pustaka umumnya adalah sumber sekunder, dalam arti
bahwa peneliti memperoleh bahan atau data dari tangan
kedua dan bukan data orisinil dari data pertama di
lapangan. Keempat, bahwa kondisi data pustaka tidak
dibatasi oleh ruang dan waktu (Zed 2003:4-5).
Berdasarkan dari hal diatas, maka peneliti dalam
melakukan pengumpulan data dalam penelitian yaitu
dengan menelaah dan/atau mengekplorasi beberapa
Jurnal, buku, dan dokumen-dokumen baik yang berbentuk
cetak maupun elektronik beserta sumber-sumber data dan
atau informasi lain yang dianggap relevan dengan
penelitian atau kajian.
HASIL DAN PEMBAHASAN
Hasil Penelitian
Penerapan kurikulum berbasis KKNI yang dilaksanakan
pada program studi Pendidikan Ekonomi di Universitas
Negeri Surabaya memberikan dampak terhadap luaran
dari lulusan mahasiswa. Program studi Pendidikan
Ekonomi Universitas Negeri Surabaya mulai menerapkan
kurikulum berbasis KKNI pada tahun 2012 dengan
menerapkan beberapa model pembelajaran diantaranya
adalah model pembelajaran asistensi mengajar, model
pembelajaran magang kerja di koperasi, model kkn
tematik bentuk free form, dan model kkn tematik bentuk
mengajar di desa. Program studi Pendidikan Ekonomi
Universitas Negeri Surabaya juga menerapkan metode
pembelajaran student learning center yang mewajibakan 6
tugas yang terdiri dari dari tugas rutin, critical journal
review, critical book report, rekaya ide, mini riset, project,
dimana ke enam tugas itu wajib dilaksanakan mahasiswa
dalam pencapaian tujuan dari mata kuliah sesuai dengan
kurikulum berbasis KKNI.
Dalam penelitian ini terdapat penelitian yang serupa
yang dilakukan oleh Fauzan 2019 terkait dengan
implementasi kurikulum berbasis KKNI di Universitas
Islam Negeri (UIN) Syarif Hidayatullah Jakarta.
Penelitian ini memiliki tujuan untuk mengetahui
bagaimana perkembangan penerapan kurikulum berbasis
KKNI di program studi Pendidikan Ekonomi Universitas
Negeri Surabaya. Adapun hasil dari beberapa sumber
studi pustaka (library research) yang diperoleh terkait
dengan perkembangan penerapan kurikulum berbasis
KKNI di program studi Pendidikan Ekonomi Universitas
Negeri Surabaya dapat dilihat pada uraian di bawah ini.
pendekatan yang melakukan penekanan terkait dengan
keberlanjutan proses pembelajaran secara inovatif,
interaktif, dan efektif.
Dalam proses pengembangannya, dalam Junadi
(2020)
selaku
Direktur
Pembelajaran
dan
Kemahasiswaan menekankan bahwa terdapat prinsip
siklus kurikulum dengan pendekatan OBE sebagai
berikut:
Pembahasan
1. Pengembangan Kurikulum Program Studi
Pendidikan Ekonomi
Program studi pendidikan ekonomi saat ini sudah
menerapkan kurikulum terbaru yaitu Merdeka Belajar
Kampus Merdeka (MBKM) dan KKNI sebagai dasarnya
dengan mengedepankan prinsip utama yang terdapat
pada Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan No.
73 tahun 2013 tentang Standar Nasional Pendidikan
Tinggi pada pasal 18 yang menyatakan tentang
pemenuhan masa dan beban belajar bagi mahasiswa
program sarjana atau sarjana terapan. Pasal tersebut
menjadi bahan rujukan dalam mengembang sehingga
capaian pembelajaran pada program studi Pendidikan
Ekonomi dapat diraih dengan dua poin utama yaitu: a.
Program studi menetapkan metode untuk mewujudkan
capaian belajar (learning outcomes) bagi mahasiswa,
maka cara yang bisa ditempuh adalah dengan sepenuhnya
mengambil mata kuliah pada program studinya sesuai
masa dan beban belajar. b. Program studi menetapkan
metode untuk mewujudkan capaian belajar (learning
outcomes) bagi mahasiswa, maka cara yang mungkin
untuk ditempuh adalah sebagian mata kuliah dapat
diambil dalam program studinya guna memenuhi masa
dan beban belajar, sisanya dapat dicapai dengan
mengikuti proses pembelajaran di luar program studinya.
Baik itu pembelajaran di program studi lain pada
perguruan tinggi yang sama atau berbeda, pembelajaran
di program studi yang sama di perguruan tinggi lain,
termasuk pada lembaga non perguruan tinggi.
2. Capaian Pembelajaran Lulusan Program Studi
Pendidikan Ekonomi
Dalam penetapan capaian pembelajaran lulusan
(CPL), program studi pendidikan ekonomi melakukan
telaah tekait dengan pengembangan, pelaksanaan, dan
evaluasi kurikulum yang berlandaskan pada SN-Dikti
yang telah ditetapan. Sehingga, dalam rangka untuk
mewadahi terkait dengan perkembangan pendidikan yang
menunjang visi-misi-tujuan dari prodi Pendidikan
Ekonomi. Program studi Pendidikan Ekonomi
menggunakan salah satu pendekatan yaitu OutcomeBased Education (OBE). OBE merupakan sebuah
Gambar 1. Siklus Kurikulum dengan Pendekatan OBE
Dari gambar 1 tentang siklus tahapan tersebut dapat
dilihat adanya beragam model dalam melakukan
pengembangan dan pelaksanaan kurikulum. Berikut tiga
tahapan sklus kurikulum dengan menggunakan
pendekatan OBE memiliki penjabaran sebagai berikut:
a. Outcome Based Curriculum (OBC)
Pada tahapan Outcome Based Curiculum (OBJ)
kurikulum dikembangkan dengan mengacu pada landasan
profil dan Capaian Pembelajaran Lulusan (CPL) sebagai
tujuan utama yang kemudian diturunkan sebagai bahan
kajian perkuliahan (body of knowledge), pembentukan
mata kuliah beserta bobot sks nya, peta kurikulum, desain
pembelajaran yang dinyatakan dalam bentuk Rencana
Pembelajaran Semester (RPS), mengembangkan bahan
ajar, serta mengembangkan instrumen penilaian dan
evaluasi.
b. Outcome Based Learning and Teaching (OBLT)
Pada tahap Outcome Based Learning and Teaching
(OBLT) perwujudan CPL dapat dicapai apabila berhasil
dalam menyelaraskan pemilihan bentuk dan metode
pembelajaran. Bentuk pembelajaran termasuk yang
diusung dapat meliputi bentuk pembelajaran di luar prodi
atau Universitas pada program Merdeka Belajar–Kampus
Merdeka.
c. Outcome Based Assessment and Evaluation
(OBAE)
Pada tahap Outcome Based Assessment and
Evaluation (OBAE) ini lebih berfokus tentang skema
evaluasi yang dijadikan sebagai bahan kajian untuk
melengkapkan sistem pembelajaran program studi.
Pendekatan penilaian dan evaluasi yang dilakukan pada
pencapaian CPL dalam rangka meningkatkan kualitas
pembelajaran yang berkelanjutan. Penilaian dilakukan
pada proses pembelajaran dan pada hasil pencapaian CPL.
Sehingga dalam pelaksanaan evaluasi kurikulum pada
3
pencapaian CPL program studi hasilnya digunakan untuk
perbaikan secara berkelanjutan.
Berdasarkan pada tahapan tersebut, sehingga dapat
disimpulkan bahwa untuk pendekatan OBE harus dapat
selaras dengan SN-Dikti karena didalamnya terdapat
skema perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi kurikulum
yang berfokus pada keberhasilan CPL. Sehingga hsud
diterapkan untuk keperluan dalam proses akreditasi
nasional maupun internasional. Oleh karena itu, program
studi pendidikan ekonomi menggunakan pendekatan OBE
untuk menetapkan capaian pembelajaran lulusan dengan
rincian yaitu:
Tabel 1 Rincian Capaian Pembelajaran Lulusan
Program Studi Pendidikan Ekonomi
CPL-1 (P1)
Mampu menganalisis konsep pedagogi
dalam pembelajaran ekonomi
CPL-2 (P2)
Mampu menganalisis konsep ilmu
ekonomi dalam pembelajaran ekonomi
CPL-3 (KK1)
Mampu memecahkan permasalahan
dalam pembelajaran ekonomi secara
komprehensif
sesuai
dengan
perkembangan ilmu pengetahuan dan
teknologi
CPL-4 (KK2)
Mampu memecahkan permasalahan
dalam bidang ekonomi pendidikan
CPL-5 (KK3)
Mampu merancang dan menyusun
perangkat pembelajaran ekonomi yang
berbasis IPTEKS
CPL-6 (KK4)
Mampu melaksanakan pembelajaran
ekonomi yang komprehensif dan
inovatif
CPL-7 (KK5)
Mampu merancang dan melaksanakan
penelitian di bidang pembelajaran
ekonomi dan ekonomi pendidikan
serta mengkomunikasikan hasilnya
CPL-8 (S1)
Mampu
menunjukkan
sikap
bertanggungjawab atas pekerjaan
secara mandiri maupun kelompok
CPL-9 (S2)
Mampu mengaplikasikan nilai, norma,
dan etika profesi
CPL-10 (S3)
Mampu
menginternalisasi
jiwa
kewirausahaan
yaitu
mandiri,
kreativitas serta inovatif
CPL-11 (KU1)
Mampu berkomunikasi dengan baik
secara lisan maupun tulisan dalam
aktivitas pembelajaran
CPL-12 (KU2)
Mampu melakukan pengembangan diri
dalam pedagogi dan ilmu ekonomi
melalui jenjang pendidikan yang lebih
tinggi dan penelitian
Sumber: Dokumentasi Prodi Pendidikan Ekonomi Unesa,
(2020)
Dengan melihat data pada tabel 1 program studi
pendidikan ekonomi menekankan pada capaian
pembelajaran lulusan yang telah melalui tahapan telaah
dan analisis kondisi serta tujuan prodi dalam jangka
panjang. Capaian ini diantaranya meliputi pengetahuan,
keterampilan, sikap, dan keterampilan umum yang
menjadi acuan pelaksanaan proses pembelajaran program
studi sebagai salah satu upaya tujuan yang direncanakan
dan membentuk profil lulusan yang optimal.
3. Model Implementasi Kurikulum Kampus Merdeka
Pendidikan Ekonomi
1) Model Pembelajaran Asistensi Mengajar
Program studi pendidikan ekonomi membuka
peluang melaksanakan pembelajaran dengan model
asistensi mengajar yang secara aktif melibatkan
mahasiswa dalam proses memperoleh suatu
pengetahuan. Hal ini dapat dilihat dari prinsip utama
yang terus dibangun dengan memberikan kepercayaan
kepada mahasiswa untuk memanfaatkan peluang
mengembangkan 3 aspek normatif, adaptif, dan
produktivitas yang dimilikinya. Selaras dengan hal
tersebut, Winarno (2003) menggambarkan kegiatan
dengan model sistensi mengajar sebagai konsep
pembelajaran berpola learning by doing dengan tujuan
agar mahasiswa mengemban bekal pengalaman awal
(earlier exposure) untuk dikembangkan menjadi jati
diri bagi calon pendidik, optimalisasi kemampuan
bidang kependidikan, dan membangun kecakapan
pedagogik bagi mahasiswa calon guru. Oleh karena
itu,
program
studi
pendidikan
ekonomi
mengoptimalkan kegiatan magang kependidikan
sebagai wadah mahasiwa dalam melakukan praktik
lapangan luar kelas dengan bahasan utama adalah
manajemen pembelajaran di sekolah.
Tabel 2 Sebaran Mata Kuliah Model Pembelajaran
Asistensi Mengajar
No.
Mata Kuliah
SKS
1. Pengenalan Lapangan Persekolahan
4 SKS
2. Pegembangan Perangkat Pembelajaran
3 SKS
3. Pengembangan Media Pembelajaran
3 SKS
Ekonomi
4. Pengembangan Instrumen Evaluasi
3 SKS
Pembelajaran
5. Administrasi dan Manajemen Sekolah
2 SKS
6. Etika Profesi Guru
2 SKS
7. Penelitian Tindakan Kelas
3 SKS
Jumlah SKS
20 SKS
Sumber: Dokumentasi Prodi Pendidikan Ekonomi Unesa,
(2020)
Berdasarkan pada tabel 2 model ini mendukung
skema pembelajaran berbasis pendidikan dengan mata
kuliah yang wajib diambil oleh mahasiswa guna
memenuhi masa dan beban belajarnya. Program studi
menetapkan model pembelajaran asistensi mengajar
yang setara dengan 20 SKS demi menggapai capaian
pembelajaran lulusannya. Model ini dapat ditempuh
pada semester 6 bagi mahasiswa program S1 Pendidikan
Ekonomi Unesa.
2) Model Pembelajaran Magang Kerja di Koperasi
Skema pembelajaran pada model ini berfokus pada
pengembangan potensi diri dengan mata kuliah pilihan
yang tersedia untuk diambil oleh mahasiswa guna
memenuhi masa dan beban belajarnya. Program studi
menetapkan model pembelajaran magang kerja di
koperasi yang setara dengan 18 SKS yang membangun
kompetensi mahasiswa dalam dunia koperasi maupun
UMKM. Model ini dapat ditempuh pada semester 7
bagi mahasiswa program S1 Pendidikan Ekonomi
Unesa.
Tabel 3 Sebaran Mata Kuliah Model Pembelajaran
Magang Kerja di Koperasi
No.
Mata Kuliah
SKS
1.
Koperasi dan UMKM
2 SKS
2.
Manajemen Permodalan Koperasi
2 SKS
3.
Manajemen Pemasaran Koperasi
2 SKS
4.
Akuntansi Koperasi
3 SKS
5.
Studi Kelayakan Bisnis
3 SKS
6.
Laporan Akhir Pengganti Skripsi
6 SKS
Jumlah SKS
18 SKS
Sumber: Dokumentasi Prodi Pendidikan Ekonomi Unesa,
(2020)
3) Model KKN Tematik Bentuk Free Form
Learning outcome yang dibangun pada model ini
mengusung unsur penguasaan keilmuan yang ditekankan
pada disiplin ilmu ekonomi beserta penerapannya. Masa
dan beban belajar model KKN Tematik bentuk free
formbersifat pilihan sehingga membebaskan mahasiswa
untuk dapat mempelajari mata kuliah yang dipilih.
Dengan tingkat kesulitan yang setara dengan 18 SKS,
model ini dapat ditempuh pada semester 7 bagi
mahasiswa program S1 Pendidikan Ekonomi Unesa.
Tabel 4 Sebaran Mata Kuliah Model KKN Tematik
Bentuk Free Form
No.
Mata Kuliah
SKS
1. Kuliah Kerja Nyata
3 SKS
2. Ekonomi Regional
2 SKS
3. Ekonomi Kelembagaan
2 SKS
4. Ekonomi Pedesaan
2 SKS
5. Pembelajaran IPS
3 SKS
6. Laporan Akhir Pengganti Skripsi
6 SKS
Jumlah
18 SKS
Sumber: Dokumentasi Prodi Pendidikan Ekonomi
Unesa, (2020)
4) Model KKN Tematik Bentuk Mengajar di Desa
Model ini mendefinikasn pembelajaran sebagai cara
untuk membangun desa dengan proyek kemanusiaan.
Skema pembelajaran dengan mata kuliah yang bersifat
pilihan ini dapat diambil dengan tujuan dapat
menginternalisasi diri mahasiswa dalam praktik-praktik
bermasyarakat. Program studi menetapkan model KKN
tematik bentuk mengajar di desa setara dengan 18 SKS
demi menggapai learning outcomes yang telah
ditetapkan. Model ini dapat ditempuh pada semester 7
bagi mahasiswa program S1 Pendidikan Ekonomi Unesa.
Tabel 5 Sebaran Mata Kuliah Model KKN
Tematik Bentuk Mengajar di Desa
No.
Mata Kuliah
SKS
1. Kuliah Kerja Nyata
3 SKS
2. Praktik Mengajar di Desa
9 SKS
3. Laporan Akhir Pengganti Skripsi
6 SKS
Jumlah
18 SKS
Sumber: Dokumentasi Prodi Pendidikan Ekonomi
Unesa, (2020)
Dari hasil penelitian diatas dapat dijelaskan bahwa
pelaksanaan kurikulum Merdeka Belajar Kurikulum
Merdeka berbasis KKNI memberikan manfaat yang besar
bagi dosen dan mahasiswa khususnya dalam memberikan
ketrampilan dan membentuk karakter dan sifat yang baik.
Pemberian tugas, dan implementasi model pembelajaran
yang diberikan kepada mahasiswa memberikan dampak
positif kedepan seperti melatih kedisiplinan, membuat
mahasiswa menjadi lebih tanggap dan cepat mengambil
keputusan serta tepat waktu dalam menyelesaikan setiap
tugas serta memberikan output lulusan yang berkualitas.
Penelitian ini untuk mengetahui capaian pembelajaran
lulusan (CPL) yang akan hendak dihasilkan oleh program
studi Pendidikan Ekonomi Unesa, serta bekal apa yang
diterima mahasiswa sebelu terjun langsung ke masyarkat
yang sebenarnya. Hasil penelitian ini dengan
menggunakan metode studi pustaka dapat disimpulkan
bahwa implementasi kurukulum berbasis KKNI sudah
diterapkan dengan baik, dengan tujuan untuk menciptakan
mahasiswa lulusan yang ahli dalam bidangnya sesuai
dengan capaian pembelajaran dalam KKNI.
PENUTUP
Simpulan
Berdasarkan penjelaasan yang telah diuraikan di
atas dapat disimpulkan bahwa penerapan kurikulum
berbasis KKNI di Universitas Negeri Surabaya sudah
dikatakan baik, meskipun masih perlu perbaikan pada
beberapa aspek seperti kesiapan dosen dalam penerapan
kurikulum serta capaian pembelajaran lulusan yang
5
diinginkan, kelengkapan sarana dan prasarana,
ketersediaan mitra magang, dan tentunya kesiapan
mahasiswa. Universitas harus terus membenahi diri agar
para lulusan mampu bersaing dengan lulusan lain, baik
secara local, nasional, maupun internasional.
Saran
Mengacu pada penelitian dengan menggunakan
metode studi pustaka yang sudah dilakukan, saran dari
penulis terkait dengan penerapan kurikulum berbasis
KKNI pada program studi Pendidikan Ekonomi
Universitas Negeri Surabaya adalah:
1. Dalam penerapan kurikulum Merdeka Belajar
Kampus Merdeka berbasis KKNI pada program
studi Pendidikan Ekonomi Universitas Negeri
Surabaya diharapkan segera dapat diterapkan dan
dilaksanakan dengan seoptimal mungkin, agar
kedepanya dapat tecapainya tujuan capaian
pembelajaran lulusan (CPL) yang dapat berdaya
saing dan dapat bekerja sesuai dengan bidangnya.
2. Dalam penerapan model kurikulum di Program Studi
Pendidikan Ekonomi Universitas Negeri Surabaya
diharapkan bisa menjalin hubungan keselarasan
dengan mahasiswa sejak dini agar dapat ditemukan
strategi belajar yang sesuai dengan budaya program
studi
dan
keinginan
mahasiswa
tanpa
mengesampingkan kebijakan pendidikan saat ini.
Berbasis Kkni Di Perguruan Tinggi.” Al-Fikrah:
Jurnal
Manajemen
Pendidikan
5(1):21.
doi:
10.31958/jaf.v5i1.813.
Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan No.73.
2013a. “Penerapan Kerangka Kualifikasi Nasional
Indonesia Bidang Pendidikan.” Pp. 1–9 in.
Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan No.73.
2013b. “TENTANG PENERAPAN KERANGKA
KUALIFIKASI
NASIONAL
INDONESIA
BIDANG PENDIDIKAN TINGGI.” 2013–15.
Peraturan
Presiden
Nomor
8.
2012.
“Kerangka
Kualifikasi Nasional Indonesia Bidang Pendidikan
Tinggi.”
Siagian, Beslina Afriani, and Golda Novatrasio Sauduran
Siregar. 2018. “Analisis Penerapan Kurikulum
Berbasis Kkni Di Universitas Negeri Medan.”
Pedagogia
16(3):327.
doi:
10.17509/pdgia.v16i3.12378.
Waseso, Hendri Purbo, and Muhtar Sofwan Hidayat.
2017. “Penerapan Kurikulum Berbasis KKNI Pada
Prodi PGMI Unsiq Jawa Tengah.” JIP: Jurnal
DAFTAR PUSTAKA
Ilmiah
Direja, Ardi cahya. 2017. “The Implementation of KKNI
Based Curriculum in Communica-Tion Science
Undergraduate Study Program of Indonesia inFormatics
and
Business
University
(Studi
Implementasi Kurikulum Berbasis Kkni Pada
Program Studi S1 Ilmu Komunikasi Universitas
Informatika D.” Edutech 16(2):222–54.
Fauzan. 2019. “Curriculum Readimess And Program
Evaluation In Implenting Indonesian Nasional
Qualifications Framework Curriculum (KKNI).”
Journal of Chemical Information and Modeling
53(9):1689–99.
Junadi, A. dkk. 2020. Panduan Penyusunan Kurikulum
Pendidikan Tinggi.
Khairiah, Khairiah. 2015. “Pengaruh Implementasi
Kurikulum Berbasis Kkni Terhadap Peningkatan
Mutu Pendidikan PTAIN.” Nuansa 8(2):171–85.
Nurdin, Syafruddin. 2018. “Pengembangan Kurikulum
Dan
Rencana
Pembelajaran
Semester
(Rps)
PGMI
3(1):33–48.
doi:
10.19109/jip.v3i1.1376.
Zed, Mestika. 2003. Metode Penelitian Kepustakaan.
Jakarta: Yayasan Obor Indonesia.
Download