E-ISSN 2541-2116 ISSN 2443-2083 KARAKTERISTIK BIJIH BESI DI KABUPATEN BONE PROVINSI SULAWESI SELATAN Nurhikmah1*, Nurliah Jafar2, Alam Budiman Thamsi3 Program Studi teknik pertambangan, universitas muslim Indonesia, Makassar, Indonesia. Email : [email protected] SARI Endapan mineral yang terbentuk akibat aktivitas geologi atau tektonik lempeng berupa mineral maupun kumpulan mineral (batuan) yang mempunyai nilai ekonomis dapat berguna dan menguntungkan bagi manusia. Adapun tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui kandungan mineral bijih besi, mengetahui mineral gangue bijih besi, mengetahui tekstur bijih besi pada daerah penelitian. Untuk menentukan karakteristik bijih besi pada daerah penelitian diperlukan data terdahulu dari penelitian sebelumnya seperti data lapangan, data hasil analisis mineragrafi, analisi petrografi dan data X-Ray Diffraction (XRD) karena penelitian ini merupakan penelitian berdasarkan studi literatur. Berdasarkan ciri fisik yang ditemukan dilapangan pada bijih besi untuk tekstur bijih di daerah penelitian ditemukan tekstur Replacement, Granular, exolution dan Integrowth pada kenampakan tekstur bijih ini dapat dilihat dari hasil analisis mineragrafi (Sayatan poles) dan analisis petrografi. Berdasarkan pada ciri fisik dilapangan dan kenampakan secara mikroskopis dari penelitian sebelumnya diduga bijih besi berasal dari proses rekristalisasi dan besi berasal dari sedimentasi. Pada karakteristik bijih besi Kabupaten Bone Provinsi Sulawesi Selatan. Kata kunci: Bijih Besi, Karakteristik, Mineragrafi, Petrografi, XRD. Copyright © 2019, Jurnal Geomine, Page:1 E-ISSN 2541-2116 ISSN 2443-2083 ABSTRACT Mineral deposits formed as a result of geological or plate tectonic activity in the form of minerals and mineral deposits (rocks) which have economic value can be useful and beneficial to humans. The purpose of this study was to determine the mineral content of iron ore, to determine the gangue minerals of iron ore, to determine the texture of the iron ore in the study area. To determine the characteristics of iron ore in the study area, prior data from previous research is needed such as field data, mineragraphic analysis data, petrographic analysis and X-Ray Diffraction (XRD) data because this research is based on a literature study. Based on the physical characteristics found in the iron ore field for the texture of the ore in the study area, it was found that the texture of Replacement, Granular, Exolution and Integrowth on the appearance of this ore texture can be seen from the results of mineragraphic analysis (polishing incision) and petrographic analysis. Based on the physical characteristics in the field and the microscopic appearance from previous studies, it is suspected that iron ore comes from the recrystallization process and iron comes from sedimentation. On the characteristics of iron ore Bone Regency, South Sulawesi Province. Keyword: Iron Ore, Characteristics, Mineragraphy, Petrography, XRD. Copyright © 2019, Jurnal Geomine, Page:2 E-ISSN 2541-2116 ISSN 2443-2083 PENDAHULUAN Endapan mineral yang terbentuk akibat aktivitas geologi atau tektonik lempeng berupa mineral maupun kumpulan mineral (batuan) yang mempunyai nilai ekonomis (dapat berguna dan menguntungkan bagi manusia). Di dalam bumi terdapat unsur- unsur logam dan jenis-jenis mineral dan dapat menunjukan bahwa hanya beberapa unsur logam dan mineral saja yang relatif besar, persentase unsur-unsur dan mineral- mineral dapat bertambah banyak pada bagian tertentu karena proses pengayaan, bahkan endapan mineral tersebut dapat terbentuk pada suatu waktu dan mempunyai nilai ekonomis (Prabowo, 2011). Seiring dengan perkembangan teknologi kebutuhan terhadap sumber daya mineral khususnya besi terus meningkat, sehingga mengakibatkan peningkatan penambangan bijih besi yang merupakan mineral utama dari teknologi saat ini. Besi pada umumnya berbentuk oksida besi sehingga membentuk senyawa atau mineral dengan kadar (Fe) bervariasi yang dapat dimanfaatkan sesuai dengan kadar kandungannya (Petruccy & Ralph, 1985). Bijih besi yang terdapat di daerah Kabupaten Bone, Provinsi Sulawesi Selatan pernah dilakukan penelitian oleh penelitian sebelumnya dan mendapatkan hasil bahwa daerah tersebut terdapat endapan bijih besi dengan menggunakan beberapa analisis seperti metode analisis petrografi, mineragrafi dan XRD. Penelitian yang dilakukan sebelumnya telah membahas tentang keterdapatan dan tipe mineralisasi dan tipe alterasi di daerah tersebut, akan tetapi masih ada beberapa hal yang kurang dalam mengenal atau mengetahui keberadaan endapan bijih besi. Sehingga peneliti selanjutnya berinisiatif untuk melakukan penelitian lebih lanjut dari endapan bijih besi sebagai informasi lanjutan. METODE PENELITIAN Penelitian ini dilakukan dengan beberapa tahapan. Tahapan awal dilakukan untuk mendapatkan informasi dari beberapa jurnal ilmiah, data-data tersebut kemudian dibandingkan untuk mendapatkan hasil perbandingan. Pada tahapan kedua dilakukan studi pustaka, tahap ketiga dilakukan pengolahan data dengan membandingkan jurnal ilmiah, dan tahap ke empat dilakukan penulisan laporan. Tahap Pengambilan Data Tahap pengambilan data merupakan tahap pelaksanaan pekerjaan segala data yang dibutuhkan akan dikumpulkan untuk menunjang kegiatan penyusunan laporan nantinya. Dalam pengambilan data terdiri atas satu jenis data yang digunakan antara lain. Data sekunder adalah data-data yang diperoleh dari jurnal ilmiah dan buku hasil-hasil penelitian sebelumnya yang berhubungan langsung dengan tujuan penelitian. Tahap Pengolahan Dan Evaluasi Data Data-data yang didapatkan dari data sekunder berupa jurnal ilmiah dan buku selanjutnya akan disusun berdasarkan dari analisis perbandingan jurnal yang dibandingkan. Kemudian data tersebut dibuat dalam bentuk laporan berdasarkan format penulisannya yang berlaku. Tahap Penyusunan Laporan Penelitian Tahap penyusunan laporan dilakukan pada bagian akhir dari metodologi penelitian, untuk membuat suatu laporan penelitian berdasarkan rumusan atau ketetapan penyusunan laporan penelitian di Jurusan Teknik Pertambangan, Fakultas Teknologi Industri Univesitas Muslim Indonesia. Copyright © 2019, Jurnal Geomine, Page:3