Alasan menjadi Jack all Trade mungkin cocok untuk menghadapi dunia pasca pandemi “Yes, the storm will pass, humankind will survive, most of us will still be alive — but we will inhabit a different world.” kutipan diatas diambil dari tulisan seorang yang telah menulis Sapiens yang terkenal itu, Yuval Noah Harari. Dunia pasca krisis covid bukan dunia yang sama lagi, kebijakan dan kebiasaan baru yang manusia terapkan ketika pandemi akan mengubah wajah dunia selanjutnya. Walaupun hilal munculnya wajah baru dunia pasca pandemi masih samarsamar, persiapan-persiapan menuju kesana ada baiknya kita lakukan. Setiap manusia diberi kemampuan untuk melakukan sesuatu. Ada yang bisa melakukan banyak bidang namun dengan kemampuan biasa-biasa saja, ia dinamakan seorang Jack of all Trade. Ada yang hanya bisa melakukan satu bidang saja, namun ia sangat ahli dalam bidang tersebut dinamakan Master of One. Seorang Jack of all trade mungkin lebih dipandang negatif daripada seorang master of one. Ia lebih mungkin mengalami Overthingking mengenai pekerjaan atau karir mana yang akan ia pilih, sedang semua yang ia kuasai gak jago-jago amat. Sudah banyak perdebatan mengenai mana yang lebih baik antara seorang jack of all trade atau master of one. Tetapi dalam menghadapi masa pemulihan ekonomi pasca pandemi nanti, bagi saya seorang jack of all trade akan lebih unggul. Pandemi telah membuat banyak sektor terguncang, tak terkecuali sektor ekonomi. banyak pengusaha yang gulung tikar, bahkan jika masih bertahan mereka melakukan efesiensi. akibatnya para pekerja harus dirumahkan, jumlah pengangguran pun kian banyak. Jack of all trade lebih fleksibel dan akan mudah beradaptasi