Uploaded by User85561

Laporan In-On Pendampingan Kurikulum 2013 (1)

advertisement
1
BAB I
PENDAHULUAN
A. Rasional
Kurikulum sekolah setiap periode tertentu akan mengalami perubahan. Hal ini
terjadi untuk menyesuaikan dengan perubahan zaman. Pengembangan Kurikulum 2013
merupakan langkah lanjutan Pengembangan Kurikulum Berbasis Kompetensi yang telah
dirintis pada tahun 2004 dan KTSP 2006 yang mencakup kompetensi sikap, pengetahuan,
dan keterampilan secara terpadu. Pengembangan Kurikulum 2013 diharapkan dapat
mengatasi kelemahan-kelemahan yang ada pada kurikulum sebelumnya. Hal ini sesuai
dengan kebijakan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan dimana kurikulum 2013 dirancang
dengan tujuan untuk mempersiapkan insan Indonesia yang memiliki kemampuan hidup
sebagai pribadi dan warganegara yang beriman, produktif, kreatif, inovatif, dan efektif serta
mampu berkontribusi pada kehidupan bermasyarakat, berbangsa, bernegara dan
peradaban dunia melalui penguatan sikap, ketrampilan, dan pengetahuan yang terintegrasi.
Pada Kurikulum 2013 terjadi penyempurnaan pola pikir tentang pembelajaran, yaitu
dari pembelajaran berpusat pada guru, menuju berpusat pada siswa. Pembelajaran
berpusat pada siswa, cirinya antara lain, siswa interaktif, tidak terisolasi, aktif menyelidiki,
konteks dunia nyata, pembelajaran berbasis team, memanfaatkan semua panca indera,
menggunakan alat multi media, kooperatif, mengembangkan inisiatif siswa, pengetahuan
jamak, siswa diberi tanggung jawab, dan kritis.
Elemen perubahan kurikulum 2013 terdapat pada 4 standar dari 8 standar
kompetensi, Standar Kompetensi Lulusan ( SKL ), Standar ISI ( SI ), Standar Proses, dan
Standar Penilaian.
1. Elemen perubahan pada Standar Kompetensi Lulusan yaitu adanya peningkatan dan
keseimbangan soft skills dan hard skills yang meliputi aspek kompetensi sikap,
keterampilan, dan pengetahuan.
Keseimbangan antara sikap, ketrampilan, dan pengetahuan untuk membangun soft skills
dan hard skills, pada pendidikan Menengah Pertama (SMP ) lebih banyak ditekankan pada
sikap. Untuk pengetahuan dan ketrampilan lebih sedikit. Untuk jenjang diatasnya
pengembangan sikap semakin sedikit, sedangkan pengetahuan dan ketrampilan semakin
banyak prosentasenya.
Perubahan pada Standar Kompetensi Lulusan pada tiga ranah dijabarkan sebagai berikut :
Sikap, diharapkan siswa memiliki perilaku yang mencerminkan sikap Orang yang beriman,
berakhlak mulia, percaya diri, dan bertanggung jawab dalam berinteraksi secara efektif
dengan lingkungan sosial dan alam, Serta dalam menempatkan dirinya sebagai cerminan
bangsa dalam pergaulan dunia.
Ketrampilan diharapkan siswa memiliki kemampuan pikir dan tindak yang efektif dan
kreatif dalam ranah abstrak dan konkret, Terkait dengan pengembangan dari yang
dipelajarinya di sekolah sesuai dengan bakat, minat, dan kemampuannya. Pengetahuan,
diharapkan siswa memiliki pengetahuan Prosedural dan metakognitif dalam ilmu
pengetahuan, teknologi, seni, budaya, humaniora, dengan wawasan kebangsaan,
kenegaraan, dan peradaban.
Terkait penyebab fenomena dan kejadian yang tampak mata yang mencakup penyebab,
alternatif solusi, kendala dan solusi akhir
1
2
2. Standar Isi
a. Elemen perubahan pada Standar Isi yaitu pada kompetensi yang semula diturunkan
dari matapelajaran berubah menjadi mata pelajaran dikembangkan dari kompetensi.
Pada kurikulum sebelumnya menggunakan Standar Kompetensi, sekarang
menggunakan Kompetensi Inti. Kompetensi inti, masing- masing mata pelajaran sama
untuk satu kelas. Dari komptensi inti dijabarkan menjadi Kompetensi Dasar, dan
selanjutnya dijabarkan lagi ke dalam indikator-indikator.
b. Perubahan pada pendekatan yaitu pendekatan Saintifik dalam semua mata pelajaran.
c. Perubahan pada Mata pelajaran, yaitu pelajaran yang Holistik berbasis sains (alam,
sosial, dan budaya).
d. Perubahan pada Mata Pelajaran menjadi 9 Mata Pelajaran dan 1 Bimbingan
Konseling. alokasi waktu 40 menit/Mata Pelajaran. Hal ini dapat dilihat pada struktur
kurikulum.
Struktur kurikulum 2013 di SDN Mentikan 1 Kota Mojokerto pada tahun pelajaran 2018 2019 adalah sebagai berikut :
(1) Pembelajaran dilaksanakan berbasis aktivitas dengan karakteristik:
a. interaktif dan inspiratif;
b. menyenangkan, menantang, dan memotivasi peserta didik untuk berpartisipasi aktif;
c. kontekstual dan kolaboratif;
d. memberikan ruang yang cukup bagi prakarsa, kreativitas, dan kemandirian peserta
didik; dan
e. sesuai dengan bakat, minat, kemampuan, dan perkembangan fisik serta psikologis
peserta didik.
(2) Pembelajaran menggunakan pendekatan, strategi, model, dan metode yang mengacu
pada karakteristik sebagaimana dimaksud pada ayat (1).
(3) Pendekatan pembelajaran sebagaimana dimaksud pada ayat (2) merupakan cara
pandang pendidik yang digunakan untuk menciptakan lingkungan pembelajaran yang
memungkinkan terjadinya proses pembelajaran dan tercapainya kompetensi yang
ditentukan.
(4) Strategi pembelajaran sebagaimana dimaksud pada ayat (2) merupakan langkahlangkah sistematik dan sistemik yang digunakan pendidik untuk menciptakan
lingkungan pembelajaran yang memungkinkan terjadinya proses pembelajaran dan
tercapainya kompetensi yang ditentukan.
(5) Model pembelajaran sebagaimana dimaksud pada ayat (2) merupakan kerangka
konseptual dan operasional pembelajaran yang memiliki nama, ciri, urutan logis,
pengaturan, dan budaya.
(6) Metode pembelajaran sebagaimana dimaksud pada ayat (2) merupakan cara atau
teknik yang digunakan oleh pendidik untuk menangani suatu kegiatan pembelajaran
yang mencakup antara lain ceramah, tanya-jawab, diskusi.
(7) Pendekatan pembelajaran sebagaimana dimaksud pada ayat (3) menggunakan
pendekatan saintifik/pendekatan berbasis proses keilmuan.
(8) Pendekatan saintifik/pendekatan berbasis proses keilmuan sebagaimana dimaksud
pada ayat (7) merupakan pengorganisasian pengalaman belajar dengan urutan logis
meliputi proses pembelajaran:
a. mengamati;
b. menanya;
3
No
Alokasi Waktu Belajar Perminggu
Mata Pelajaran
I
II
III
IV
V
VI
Kelompok A
1
2
Pendidikan Agama dan
Budi Pekerti
Pendidikan Pancasila dan
Kewarganegaraan
4
4
5
5
3
Bahasa Indonesia
8
7
4
Matematika
5
6
5
Ilmu Pengetahuan Alam
-
3
6
Ilmu Pengetahuan Sosial
-
3
4
4
4
4
30
36
2
2
32
38
Kelompok.B
1
Seni Budaya Dan Prakarya
Pendidikan Jasmani
2
Olahraga dan Kesehatan
Jumlah Alokasi Waktu Perminggu
Kelompok C/ Muatan
Lokal
1
Bahasa Jawa
Jumlah Alokasi Perminggu
c. mengumpulkan informasi/mencoba;
d. menalar/mengasosiasi; dan
e. mengomunikasikan.
(9) Urutan logis sebagaimana dimaksud pada ayat (8) dapat dikembangkan dan
digunakan dalam satu atau lebih pertemuan.
(10) Pendekatan saintifik/pendekatan berbasis proses keilmuan sebagaimana dimaksud
pada ayat (8) dilaksanakan dengan menggunakan modus pembelajaran langsung
atau tidak langsung sebagai landasan dalam menerapkan berbagai strategi dan
model pembelajaran sesuai dengan Kompetensi Dasar yang ingin dicapai.
3. Standar Proses
Perubahan pada Standar Proses menggunakan Pendekatan saintifik dan kontekstual,
yang semula terfokus pada Eksplorasi, Elaborasi, dan Konfirmasi dilengkapi dengan
Mengamati, Menanya, Mengolah, Menyajikan, Menyimpulkan, dan Mencipta. Belajar tidak
hanya terjadi di ruang kelas, tetapi juga di lingkungan sekolah dan masyarakat. Guru
bukan satu-satunya sumber belajar, sedangkan sikap tidak diajarkan secara verbal, tetapi
melalui contoh dan teladan.
4
4. Standar Penilaian
Sesuai dengan Permendikbud Nomor 104 Tahun 2014:
(1) Penilaian Hasil Belajar oleh Pendidik diterapkan berdasarkan prinsip umum dan
prinsip khusus.
(2) Prinsip umum sebagaimana dimaksud pada ayat (1) berlaku untuk semua bentuk
penilaian.
(3) Prinsip umum sebagaimana dimaksud pada ayat (1) meliputi sahih, objektif, adil,
terpadu, terbuka, holistik dan berkesinambungan, sistematis, akuntabel, dan edukatif.
(4) Prinsip khusus sebagaimana dimaksud pada ayat (1) berlaku untuk masing-masing
bentuk penilaian.
(5) Prinsip khusus sebagaimana dimaksud pada ayat (1) mengacu kepada karakteristik
pendekatan, model, dan instrumen yang digunakan.
(6) Prinsip khusus untuk Penilaian Autentik meliputi:
a. materi penilaian dikembangkan dari kurikulum;
b. bersifat lintas muatan atau mata pelajaran;
c. berkaitan dengan kemampuan peserta didik;
d. berbasis kinerja peserta didik;
e. memotivasi belajar peserta didik;
f. menekankan pada kegiatan dan pengalaman belajar peserta didik;
g. memberi kebebasan peserta didik untuk mengkonstruksi responnya;
h. menekankan keterpaduan sikap, pengetahuan, dan keterampilan;
i. mengembangkan kemampuan berpikir divergen;
j. menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari pembelajaran;
k. menghendaki balikan yang segera dan terus menerus;
l. menekankan konteks yang mencerminkan dunia nyata;
m. terkait dengan dunia kerja;
n. menggunakan data yang diperoleh langsung dari dunia nyata; dan
o. menggunakan berbagai cara dan instrumen;
(7) Penilaian Hasil Belajar oleh Pendidik menggunakan acuan kriteria.
(8) Acuan kriteria sebagaimana dimaksud pada ayat (7) merupakan penilaian kemajuan
peserta didik dibandingkan dengan kriteria capaian kompetensi yang ditetapkan.
Pasal 5
(1) Lingkup Penilaian Hasil Belajar oleh Pendidik mencakup kompetensi sikap spiritual,
kompetensi sikap sosial, kompetensi pengetahuan, dan kompetensi keterampilan.
(2) Sasaran Penilaian Hasil Belajar oleh Pendidik terhadap kompetensi sikap spiritual
dan kompetensi sikap sosial sebagaimana dimaksud pada ayat (1) meliputi tingkatan
sikap: menerima, menanggapi, menghargai, menghayati, dan mengamalkan nilai
spiritual dan nilai sosial.
(3) Sasaran Penilaian Hasil Belajar oleh Pendidik terhadap kompetensi pengetahuan
sebagaimana dimaksud pada ayat (1) meliputi tingkatan kemampuan mengetahui,
memahami, menerapkan, menganalisis, dan mengevaluasi pengetahuan faktual,
pengetahuan konseptual, pengetahuan prosedural, dan pengetahuan metakognitif.
(4) Sasaran Penilaian Hasil Belajar oleh Pendidik terhadap kompetensi keterampilan
sebagaimana dimaksud pada ayat (1) mencakup keterampilan abstrak dan
keterampilan konkrit.
5
(5) Keterampilan abstrak sebagaimana dimaksud pada ayat (4) merupakan kemampuan
belajar yang meliputi: mengamati, menanya, mengumpulkan informasi/mencoba,
menalar/mengasosiasi, dan mengomunikasikan
(6) Keterampilan konkrit sebagaimana dimaksud pada ayat (4) merupakan kemampuan
belajar yang meliputi: meniru, melakukan, menguraikan, merangkai, memodifikasi,
dan mencipta.
(7) Sasaran penilaian sebagaimana dimaksud pada ayat (4) digunakan sesuai dengan
karakteristik muatan pembelajaran.
Pasal 6
(1) Penilaian Hasil Belajar oleh Pendidik dilakukan terhadap penguasaan tingkat
kompetensi sebagai capaian pembelajaran.
(2) Tingkat kompetensi sebagaimana dimaksud pada ayat (1) merupakan batas minimal
pencapaian kompetensi sikap, kompetensi pengetahuan, dan kompetensi
keterampilan.
(3) Kompetensi sikap sebagaimana dimaksud pada ayat (2) dinyatakan dalam deskripsi
kualitas berdasarkan modus.
(4) Kompetensi pengetahuan sebagaimana dimaksud pada ayat (2) untuk kemampuan
berpikir pada berbagai tingkat pengetahuan dinyatakan dalam predikat berdasarkan
skor rerata.
(5) Kompetensi keterampilan sebagaimana dimaksud pada ayat (2) dinyatakan dalam
deskripsi kemahiran berdasarkan rerata dari capaian optimum.
(6) Penguasaan tingkat kompetensi sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dinyatakan
dalam bentuk deskripsi kemampuan dan/atau skor yang dipersyaratkan pada tingkat
tertentu.
(7) Khusus untuk SD/MI Penilaian Hasil Belajar oleh Pendidik terhadap kompetensi
sikap, kompetensi pengetahuan, dan kompetensi keterampilan dinyatakan dalam
bentuk deskripsi.
Pasal 7
(1) Penilaian Hasil Belajar oleh Pendidik untuk kompetensi sikap, kompetensi
pengetahuan, dan kompetensi keterampilan menggunakan skala penilaian.
(2) Skala penilaian sebagaimana dimaksud pada ayat (1) untuk kompetensi sikap
menggunakan rentang predikat Sangat Baik (SB), Baik (B), Cukup (C), dan Kurang
(K).
(3) Skala penilaian sebagaimana dimaksud pada ayat (1) untuk kompetensi pengetahuan
dan kompetensi keterampilan menggunakan rentang angka dan huruf 4,00 (A) - 1,00
(D) dengan rincian sebagai berikut:
a. 3,85 - 4,00 dengan huruf A;
b. 3,51 - 3,84 dengan huruf A-;
c. 3,18 - 3,50 dengan huruf B+;
d. 2,85 - 3,17 dengan huruf B;
e. 2,51 - 2,84 dengan huruf B-;
f. 2,18 - 2,50 dengan huruf C+;
g. 1,85 - 2,17 dengan huruf C;
h. 1,51 - 1,84 dengan huruf C-;
i. 1,18 - 1,50 dengan huruf D+; dan
j. 1,00 - 1,17 dengan huruf D.
6
Pasal 8
(1) Ketuntasan belajar merupakan tingkat minimal pencapaian kompetensi sikap,
kompetensi pengetahuan, dan kompetensi keterampilan meliputi:
a. ketuntasan penguasaan substansi; dan
b. ketuntasan belajar dalam konteks kurun waktu belajar.
(2) Ketuntasan penguasaan substansi sebagaimana dimaksud pada ayat (1) huruf a
merupakan ketuntasan belajar peserta didik untuk setiap kompetensi dasar yang
ditetapkan.
(3) Ketuntasan belajar dalam konteks kurun waktu belajar sebagaimana dimaksud pada
ayat (1) huruf b terdiri atas ketuntasan belajar dalam:
a. setiap semester; dan
b. setiap tahun pelajaran.
(4) Ketuntasan belajar dalam setiap semester sebagaimana dimaksud pada ayat (3)
huruf a merupakan keberhasilan peserta didik menguasai kompetensi dari setiap
muatan pembelajaran dalam satu semester.
(5) Ketuntasan belajar dalam setiap tahun pelajaran sebagaimana dimaksud pada ayat
(3) huruf b merupakan keberhasilan peserta didik menguasai kompetensi dari setiap
muatan pembelajaran pada semester ganjil dan genap dalam satu tahun pelajaran
untuk menentukan kenaikan kelas.
Pasal 9
(1) Modus untuk ketuntasan kompetensi sikap sebagaimana dimaksud dalam Pasal 6
ayat (3) ditetapkan dengan predikat Baik.
(2) Skor rerata untuk ketuntasan kompetensi pengetahuan sebagaimana dimaksud
dalam Pasal 6 ayat (4) ditetapkan paling kecil 2,67.
(3) Capaian optimum untuk ketuntasan kompetensi keterampilan sebagaimana dimaksud
dalam Pasal 6 ayat (5) ditetapkan paling kecil 2,67.
Pasal 10
(1) Penilaian Hasil Belajar oleh Pendidik dilaksanakan dengan menggunakan instrumen
penilaian.
(2) Instrumen penilaian sebagaimana dimaksud pada ayat (1) untuk kompetensi
pengetahuan paling sedikit memuat komponen materi, konstruksi, dan bahasa.
(3) Instrumen penilaian sebagaimana dimaksud pada ayat (1) untuk kompetensi
keterampilan paling sedikit memuat komponen materi dan konstruksi.
(4) Instrumen penilaian sebagaimana dimaksud pada ayat (1) untuk kompetensi sikap
paling sedikit memuat materi.
Pasal 11
(1) Pelaporan hasil belajar dilakukan oleh Pendidik.
(2) Pelaporan hasil belajar oleh Pendidik sebagaimana dimaksud pada ayat (1) diberikan
dalam bentuk laporan hasil semua bentuk penilaian.
(3) Pelaporan hasil belajar sebagaimana dimaksud pada ayat (1) merupakan hasil
pengolahan oleh Pendidik dengan menggunakan kriteria sebagaimana dimaksud
dalam Pasal 6 ayat (3), ayat (4), dan ayat (5).
(4) Pelaporan hasil belajar oleh Pendidik sebagaimana dimaksud pada ayat (1)
digunakan oleh Satuan Pendidikan untuk mengisi Rapor.
7
(5) Rapor sebagaimana dimaksud pada ayat (4) berisi laporan capaian hasil belajar
dalam bentuk angka dan deskripsi.
(6) Khusus untuk SD/MI Rapor sebagaimana dimaksud pada ayat (4) berisi laporan
capaian hasil belajar dalam bentuk deskripsi.
B. Tujuan
Pendidikan dan Pelatihan Implementasi Kurikulum 2013 untuk kepala Sekolah
bertujuan untuk meningkatkan kemampuan kepala sekolah dalam melakukan supervisi
untuk menjamin terlaksananya implementasi Kurikulum 2013 di sekolah. Untuk itu
pada kegiatan OJL ini kepala sekolah diharapkan mampu :
1. Memahami konsep pengembangan Kurikulum 2013 dengan pendekatan
kompetensi sesuai dengan kebijakan dan pembaharuan kurikulum dari berbagai
aspek dan menanamkan pemahaman konsep itu terhadap sekolah.
2. Melakukan supervisi perencanaan dan pelaksanaan pembelajaran sesuai
dengan tuntutan dan karakteristik Kurikulum 2013.
3. Meningkatkan kemampuan Kepala sekolah dalam mengelola kurikulum secara
Komprehensif di sekolah.
C.
Sasaran
Pendidikan dan Pelatihan Implementasi Kurikulum 2013 untuk kepala Sekolah,
sasaran pendampingan Kepala Sekolah adalah, Kepala Sekolah sasaran, Guru
matapelajaran Agama Islam, guru kelas atas dan 1 guru kelas bawah Kecamatan
Prajuritkulon Kota Mojokerto. Berikut ini nama kepala sekolah dan guru sasaran:
NAMA GURU SASARAN
SEKOLAH INDUK KLASTER SDN MENTIKAN 1
No
1.
2.
3.
4.
5.
6.
7.
8.
9.
10
11
12
13
14
15
16
17
18
19
20
21
22
Nama/NIP Guru
SDN Mentikan 1 Kota Mojokerto
SRI KUSUMANINGSIH, S.PD.MM
MAHFUDI, A.MA P.D
IIS DWI WIBRIANINGTIYAS, S.PD.SD
SUYATMI, S.PD
DRS. LASENO
M. SUTIYO, S.PD. I
WAHID SAHRI, S.PD. SD
DRA. URIFAH
M. KHOIRUL ANAM, S.PD.I.
NUR KRISDIANTO, S.PD. I
NAILA FALAHIYA, S.PD
Jabatan
Asal Sekolah
Kepala Sekolah
Guru Agama
Guru Kelas Atas
Guru Kelas Bawah
Kepala Sekolah
Guru Agama
Guru Kelas Atas
Guru Kelas Bawah
Kepala Sekolah
Guru Agama
Guru Kelas Atas
SDN MENTIKAN 1
SDN MENTIKAN 1
SDN MENTIKAN 1
SDN MENTIKAN 1
SDN MENTIKAN 6
SDN MENTIKAN 6
SDN MENTIKAN 6
SDN MENTIKAN 6
SDI MIFTAHUL HIKMAH
SDI MIFTAHUL HIKMAH
SDI MIFTAHUL HIKMAH
DIYAH FEBRIAN INDRASTUTI, S.PD
LISTYOHADI, S.PD, M.PD
TITIK SUSANTI, S,PD.I
ASIANI, S.PD
JULIASTUTI, S.PD.SD
HARTASIH, S.PD
IMAM ‘ARIFUDIN, S.PD
NURHAYATI SUHARDINI, S.PD
ISNAWATY DJ NUSSA, SS
SUGENG HERNOWO
NURUL HIDAYATI
Guru Kelas Bawah
Kepala Sekolah
Guru Agama
Guru Kelas Atas
Guru Kelas Bawah
Kepala Sekolah
Guru Agama
Guru Kelas Atas
Guru Kelas Bawah
Kepala Sekolah
Guru Agama
SDI MIFTAHUL HIKMAH
SDN PRAJURITKULON 2
SDN PRAJURITKULON 2
SDN PRAJURITKULON 2
SDN PRAJURITKULON 2
SDN PRAJURITKULON 3
SDN PRAJURITKULON 3
SDN PRAJURITKULON 3
SDN PRAJURITKULON 3
SDN KAUMAN 1
SDN KAUMAN 1
Keikut-sertaan
Keala Sekolah Sasaran
Guru Sasaran
Guru Sasaran
Guru Sasaran
Keala Sekolah Sasaran
Guru Sasaran
Guru Sasaran
Guru Sasaran
Keala Sekolah Sasaran
Guru Sasaran
Guru Sasaran
Guru Sasaran
Keala Sekolah Sasaran
Guru Sasaran
Guru Sasaran
Guru Sasaran
Keala Sekolah Sasaran
Guru Sasaran
Guru Sasaran
Guru Sasaran
Keala Sekolah Sasaran
Guru Sasaran
Ket
8
No
23
24
25
26
27
28
29
30
31
32
Nama/NIP Guru
SUDARWATI S.PD
MASFIROTUL HIROM
ISANTO, S. PD
SIGIT MUJIONO
ANIS MASLUCHAH, S. PD
SURYANTI, S.PD.
DRS.SUTOKO
SRI MEI WARDANI
SUHARTINI, S.PD
DEWI FATMAWATI
Jabatan
Guru Kelas Atas
Guru Kelas Bawah
Kepala Sekolah
Guru Agama
Guru Kelas Atas
Guru Kelas Bawah
Kepala Sekolah
Guru Agama
Guru Kelas Atas
Guru Kelas Bawah
Asal Sekolah
SDN KAUMAN 1
SDN KAUMAN 1
SDN KAUMAN 2
SDN KAUMAN 2
SDN KAUMAN 2
SDN KAUMAN 2
SDN MENTIKAN 2
SDN MENTIKAN 2
SDN MENTIKAN 2
SDN MENTIKAN 2
Keikut-sertaan
Guru Sasaran
Guru Sasaran
Keala Sekolah Sasaran
Guru Sasaran
Guru Sasaran
Guru Sasaran
Keala Sekolah Sasaran
Guru Sasaran
Guru Sasaran
Guru Sasaran
D. Hasil yang diharapkan
Hasil yang diharapkan dari kegiatan On The Job Learning Pendidikan dan
Pelatihan Implementasi Kurikulum 2013 untuk kepala sekolah dan guru, adalah :
1. Tersosialisasinya konsep Kurikulum 2013, meliputi rasional, elemen perubahan
kurikulum berdasarkan SKL, KI, KD dengan berbagai pendekatan dan strategi
implementasi Kurikulum 2013.
2. Melaksanakan pendampingan terhadap pelaksanaan 12 aspek yang terkandung
dalam kurikulum 2013. Antara lain: Penyusunan KTSP, Integrasi Muatan Lokal,
Integrasi Ekskul Kepramukaan, Matrikulasi, Pemahaman terhadap Buku Guru
dan Buku Siswa, Penyusunan RPP, Media Pembelajaran, Pelaksanaan
Pembelajaran, Pelaksanaan Penilaian, Pengelolaan Layanan BK dan Persiapan
Peminatan, Interaksi dengan Orangtua Siswa, Pengelolaan Peran Guru TIK.
3. Melaksanakan dokumentasi hasil-hasil pendampingan sebagai acuan perbaikan
pelaksanaan 12 aspek tersebut pada periode berikutnya.
Rencana Tindak Lanjut Pelaksanaan Pendampingan
Implementasi Kurikulum 2013
di Kecamatan Dolok Batu Nanggar Kabupaten Simalungun
NO
1.
MATERI
PENDAMPINGAN
Koordinasi
dengan guru di
sekolah
BENTUK KEGIATAN
Pertemuan dan/atau
komunikasi awal kepala
sekolah dan guru berkenaan
dengan rencana pelaksanaan
pendampingan yang meliputi
12 aspek:
1. Penyusunan KTSP
2. Integrasi Muatan Lokal
3. Integrasi Ekskul
Kepramukaan
4. Matrikulasi
5. Pemahaman terhadap
Buku Guru dan Buku Siswa
6. Penyusunan RPP
7. Media Pembelajaran
WAKTU
PELAKSANAAN
5-11-2014
KET
Ket
9
NO
MATERI
PENDAMPINGAN
Konsep
.2. Kurikulum 2013
• Rasional
• Elemen perubahan
Kurikulum 2013
• SKL, KI dan KD
• Strategi
Implementasi
Kurikulum 2013
3.
1. Penyusunan
KTSP
2. Integrasi Muatan
Lokal
3. Integrasi Ekskul
Kepramukaan
4. Matrikulasi
5. Pemahaman
terhadap Buku
Guru dan Buku
Siswa
6. Penyusunan
RPP
BENTUK KEGIATAN
8. Pelaksanaan Pembelajaran
9. Pelaksanaan Penilaian
10.Pengelolaan Layanan BK
dan Persiapan Peminatan
11.Interaksi dengan Orangtua
Siswa
12.Pengelolaan Peran Guru
TIK
Memberikan ilustrasi dan
motivasi untuk menumbuhkan
keterbukaan, keyakinan, dan
penerimaan guru terhadap
kurikulum 2013.
• Penyajian dan diskusi
materi pendampingan
dalam pertemuan dengan
kepala sekolah dan guru
SMP yang tergabung dalam
1 klaster sebagai sekolah
sasaran sasaran,
khususnya berkenaan
dengan rasional dan
elemen perubahan.
• Memberikan dorongan
kepada kepala sekolah dan
guru untuk melaksanakan
12 aspek tersebut di atas.
• Memantau keterlaksanaan
Penyusunan
KTSP,Integrasi Muatan
Lokal,Integrasi Ekskul
Kepramukaan,
Matrikulasi,Pemahaman
terhadap Buku Guru dan
Buku Siswa,Penyusunan
RPP
• Memberikan bimbingan
berkenaan dengan enam
aspek tersebut.
• Memfasilitasi dan
mendokumentasikan
keterlaksanaan
Penyusunan
KTSP,Integrasi Muatan
Lokal,Integrasi Ekskul
Kepramukaan,
WAKTU
PELAKSANAAN
KET
6-11-2014
In 1
10-11-2014 s/d
14-11-2014
On 1
10
NO
4.
MATERI
PENDAMPINGAN
Analisis
1. Media
Pembelajaran
2. Pelaksanaan
Pembelajaran
3. Pelaksanaan
Penilaian
4.Pengelolaan
Layanan BK dan
Persiapan
Peminatan
5.Interaksi dengan
Orangtua Siswa
6.Pengelolaan
peran Guru TIK
BENTUK KEGIATAN
•
•
•
•
Matrikulasi,Pemahaman
terhadap Buku Guru dan
Buku Siswa,Penyusunan
RPP.
Memantau dan
mendiskusikan
keterlaksanaan Media
pembelajaran, pelaksanaan
pembelajaran, pelaksanaan
penilaian, Pengelolaan
layanan BK dan Persiapan
peminatan,Interaksi dengan
orangtua
Siswa,Pengelolaan Peran
guru TIK.
Penyajian dan diskusi
materi pendampingan
dalam pertemuan dengan
kepala sekolah dan guru
SMP yang tergabung dalam
1 klaster sebagai sekolah
sasaran sasaran dengan
materi Media pembelajaran,
pelaksanaan pembelajaran,
pelaksanaan penilaian,
Pengelolaan layanan BK
dan Persiapan
peminatan,Interaksi dengan
orangtua
Siswa,Pengelolaan Peran
guru TIK.
Memberikan bimbingan
berkenaan dengan
pelaksanaan penilaian
karena masih banyak
kendala.
Mendokumentasikan hasil
analisis pelaksanaan
penilaian.
WAKTU
PELAKSANAAN
KET
15-11-2014
In 2
11
NO
5.
6.
7.
MATERI
BENTUK KEGIATAN
PENDAMPINGAN
Pelaksanaan
• Melakukan observasi
Media
pembelajaran yang
pembelajaran,
dilakukan guru sasaran,
pelaksanaan
bersama Kepala Sekolah
pembelajaran,
dan pengawas sekolah
pelaksanaan
khususnya pemantauan
penilaian,
penggunaan media
Pengelolaan
pembelajaran, pelaksanaan
layanan BK dan
pembelajaran dan
Persiapan
pelaksanaan penilaian.
peminatan,Interaksi • Pengamatan dan analisis
dengan orangtua
hasil kerja guru bimbingan
Siswa,Pengelolaan
konseling beserta
Peran guru TIK.
dokumen-dokumen dalam
pelaksanaan bimbingan
konseling di sekolah.
• Memberikan model
penggunaan pendekatan
saintifik, discovery/inquiry,
problem based learning,
project based learning.
• Menggali pengalaman guru
berkenaan dengan
pelaksanaan pembelajaran
dengan berbagai
pendekatan dan model
pembelajaran.
Analisis Hasil
Penyampaian dan
Pendampingan
pembahasan tentang
kendala-kendala yang dialami
sekolah sasaran dalam
pelaksanaan 12 aspek
tersebut.
Laporan
Pendampingan
• Menyusun laporan
pendampingan
• Menghimpun laporan
pendampingan Guru dan
mengirimkan laporan
kepada PPPPTK, LPMP,
atau LPPKS.
WAKTU
PELAKSANAAN
17-11-2014 s/d
21-11-2014
On 2
22-11-2014
In 3
24-11-2014 s/d
26-11-2014
KET
12
Dolok Batu Nanggar, 26 Nopember 2014
Penyusun
ARIMBI, S.Pd., M.Pd.
NIP.196101011997022001
BAB II
PELAKSANAAN PENDAMPINGAN
A.
Persiapan
Untuk mengawali kegiatan pendampingan Pendidikan dan Pelatihan
Implementasi Kurikulum 2013, Kepala Sekolah mengadakan koordinasi dengan
Ketua Klaster dan Kasi Kurikulum Dinas Pendidikan Kabupaten Simalungun untuk
menyusun perencanaan dan jadwal kegiatan. Agar pelaksanaan kegiatan
berlangsung dengan baik.
Rencana kegiatan pendampingan disesuaikan dengan Rencana Tindak Lanjut
(RTL) yang telah dibuat di akhir kegiatan pendampingan. Kegiatan dimulai dari
koordinasi dengan Ketua Klaster dan Kasi Kurikulum Dinas Pendidikan Kabupaten
Simalungun, melaksanakan sosialisasi dan motivasi tentang perlunya kurikulum
2013, melaksanakan pemantauan dan pembinaan pembuatan analisis buku guru dan
buku murid, observasi dan diskusi pembelajaran, dan memantau dan membimbing
Kepala Sekolah dalam menyusun Kurikulum, serta perlu menyiapkan instrumen
pemantauan dan observasi.
Adapun jadwal kegiatannya adalah sebagai berikut:
JADWAL KEGIATAN PENDAMPINGAN
IMPLEMENTASI KURIKULUM 2013
DI KLASTER 17 KECAMATAN DOLOK BATU NANGGAR
NO
1. Rabu
HARI
TANGGAL
5-11-2014
KEGIATAN
Koordinasi kepala
sekolah dan guru di
induk klaster.
KET
13
NO
.2. Kamis
HARI
TANGGAL
6-11-2014
•
•
•
•
3
Senin s/d Jum’at
4
Sabtu
5.
Senin s/d Jum’at
10-11-2014 s/d 14-112014
15-11-2014
17-11-2014 s/d 21-112014
KEGIATAN
Kurikulum 2013
Rasional
Elemen perubahan
Kurikulum 2013
SKL, KI dan KD
Strategi
Implementasi
Kurikulum 2013
Pelaksanaan
1. Penyusunan
KTSP
2. Integrasi Muatan
Lokal
3. Integrasi Ekskul
Kepramukaan
4. Matrikulasi
5. Pemahaman
terhadap Buku
Guru dan Buku
Siswa
6. Penyusunan RPP
Analisis
1. Media
Pembelajaran
2. Pelaksanaan
Pembelajaran
3. Pelaksanaan
Penilaian
4.Pengelolaan
Layanan BK dan
Persiapan
Peminatan
5.Interaksi dengan
Orangtua Siswa
6.Pengelolaan peran
Guru TIK
Pelaksanaan Media
pembelajaran,
pelaksanaan
pembelajaran,
pelaksanaan
penilaian,
Pengelolaan layanan
BK dan Persiapan
peminatan,Interaksi
dengan orangtua
Siswa,Pengelolaan
KET
In 1
On 1
In 2
On 2
14
NO
HARI
6. Sabtu
7. Senin s/d Rabu
TANGGAL
22-11-2014
KEGIATAN
Peran guru TIK.
Analisis Hasil
Pendampingan
Penyampaian dan
pembahasan tentang
kendala-kendala
yang dialami sekolah
sasaran dalam
pelaksanaan 12
aspek tersebut.
24-11-2014 s/d 26-11- Laporan
2014
Pendampingan
• Menyusun laporan
pendampingan
• Menghimpun
laporan
pendampingan
Guru dan
mengirimkan
laporan kepada
PPPPTK, LPMP,
atau LPPKS.
KET
In 3
B. Pelaksanaan
Pendampingan Pendidikan dan Pelatihan Implementasi Kurikulum 2013
dilaksanakan sesuai jadwal yang telah di buat. Jadwal ini merupakan penjabaran dari
action plan yang telah dibuat pada saat akhir diklat.
Sesuai dengan jadwal Pendampingan, Kepala sekolah melaksanakan kegiatan
pendampingan implementasi kurikulum 2013 Klaster 17 Kecamatan Dolok Batu
Nanggar yang terdiri dari SMP Negeri 1 Dolok Batu Nanggar , SMP Swasta PTP
Nusantara IV Dolok Ilir , SMP Swasta Al Washliyah-2 Dolok Batu Nanggar, SMP Swasta
Muhammadiyah-21 Dolok Batu Nanggar, dan SMP Swasta HKBP Serbalawan, SMP
Negeri 1 Tapian Dolok, SMP Swasta Taman Siswa Sinaksak, dan SMP Swasta Al
Washliyah-39 Dolok Batu Nanggar sebagai sekolah sasaran terhadap kepala sekolah
dan guru-guru. Pendampingan terhadap guru meliputi tersosialisasinya konsep Kurikulum
2013, memantau dan membimbing guru dalam kegiatan analisis materi ajar semeter I,
analisis buku guru, dan analisis buku siswa, penyusunan RPP, menyusun rencana
penilaian, penggunaan media pembelajaran, dan observasi dan diskusi pembelajaran.
Pendampingan terhadap kepala sekolah meliputi Penyusunan KTSP, Integrasi Muatan
Lokal, Integrasi Ekskul Kepramukaan, Matrikulasi, Pemahaman terhadap Buku Guru dan
15
Buku Siswa, Penyusunan RPP, Media Pembelajaran, Pelaksanaan Pembelajaran,
Pelaksanaan Penilaian, Pengelolaan Layanan BK dan Persiapan Peminatan, Interaksi
dengan Orangtua Siswa, Pengelolaan Peran Guru TIK.
Penyusunan Laporan
Pelaksanaan : Senin s/d Rabu,24 Nopember 2014 s/d 26 Nopember 2014
Laporan yang akan dikumpulkan berupa portofolio hasil pendampingan yang dilaksanakan
di SMP Negeri 1 Dolok Batu Nanggar sebagai induk klaster berupa soft copy dan hard
copy.Adapun portofolio tersebut terdiri dari:
a) Lampiran 1 Penyusunan KTSP
b) Lampiran 2 Integrasi Muatan Lokal
c) Lampiran 3 Integrasi Ekskul Kepramukaan
d) Lampiran 4 Matrikulasi
e) Lampiran 5 Pemahaman terhadap Buku Guru dan Buku Siswa
f) Lampiran 6 Penyusunan RPP
g) Lampiran 7 Media Pembelajaran
h) Lampiran 8 Pelaksanaan Pembelajaran
i) Lampiran 9 Pelaksanaan Penilaian
j) Lampiran 10 Pengelolaan Layanan BK dan Persiapan Peminatan
k) Lampiran 11 Interaksi dengan Orangtua Siswa
l) Lampiran 12 Pengelolaan Peran Guru TIK
JADWAL PELAKSANAAN ON 1 DAN ON 2
SEKOLAH SASARAN
NO.
SEKOLAH SASARAN
HARI/TANGGAL
FOKUS PENDAMPINGAN
On 1
1.
2.
3.
4.
5.
SMP Negeri 1 Dolok
Batu Nanggar
SMP Swasta PTP
Nusantara IV Dolok Ilir
SMP Swasta Al
Washliyah-2 Dolok Batu
Nanggar
SMP Swasta
Muhammadiyah-21
Dolok Batu Nanggar
SMP Swasta HKBP
Serbalawan
SMP Negeri 1 Tapian
Dolok
SMP Swasta Taman
Siswa Sinaksak
SMP Swasta Al
Washliyah-39 Dolok
Batu Nanggar
Senin 10-11-2014
1. -Pengelolaan Layanan BK dan Persiapan -Peminatan, Pemahaman terhadap Buku
Guru dan Buku Siswa.
- Interaksi dengan Orangtua Siswa
2. - Penyusunan KTSP
- Matrikulasi
Selasa, 11-11-2014
3. - Pelaksanaan Pembelajaran
- Matrikulasi
4. - Media Pembelajaran
- Matrikulasi
Rabu, 12-11-2014
5. - Penyusunan KTSP
- Matrikulasi
6. - Pengelolaan Peran Guru TIK
- Matrikulasi
Kamis, 13-11-2014
- Integrasi Ekskul Kepramukaan
- Matrikulasi
Jum’at, 13-11-2014
- Penyusunan RPP
- Matrikulasi
On 2
1.
SMP Negeri 1 Dolok
Batu Nanggar
SMP Swasta PTP
Senin 17-11-2014
- Pelaksanaan Penilaian
16
2.
3.
4.
5.
Nusantara IV Dolok Ilir
SMP Swasta Al
Washliyah-2 Dolok Batu
Nanggar
SMP Swasta
Muhammadiyah-21
Dolok Batu Nanggar
SMP Swasta HKBP
Serbalawan
SMP Negeri 1 Tapian
Dolok
SMP Swasta Taman
Siswa Sinaksak
SMP Swasta Al
Washliyah-39 Dolok
Batu Nanggar
Selasa, 18-11-2014
- Pelaksanaan Penilaian
Rabu, 19-11-2014
- Pelaksanaan Penilaian
Kamis, 20-11-2014
- Pelaksanaan Penilaian
Jum’at, 21-11-2014
- Pelaksanaan Penilaian
C. Hasil
Hasil implementasi kurikulum 2013 di Klaster 17 Kecamatan Dolok Batu Nanggar
Kabupaten Simalungun baru mencapi 65% Karena dari Sekolah, Guru, Siswa masih
banyak mengalami kendala dan belum bisa bekerja secara maksimal karena semua
perlu proses penyempurnaan. Namun semua stekholder yang ada dilembaga sangat
mendukung keberhasilan pelaksanaan implementasi 2013 di Klaster 17 Kecamatan
Dolok Batu Nanggar Kabupaten Simalungun.
D. Kendala
Kendala yang dihadapi oleh Sekolah, Guru, Siswa
SEKOLAH :
Secara umum lingkup sekolah sudah siap melaksanakan Kurikulum 2013
Tanggapan maryarakat tentang materi pembelajaran dalam kurikulum 2013 terlalu sedikit.
GURU:
Sarana dan prasrana dan media yang kurang lengkap
Situasi pembelajran dikelas dengan posisi berkelompok menjadikan siswa ramai sendiri dan
tidak fokus pada pembelajaran.
Anak yang pandai semakin aktif sedangkan anak yang kurang pandai membuka
kesempatan untuk ramai dan berbincang keluar dari pembelajaran
SISWA
Siswa pertama bingung karena pendekatan yang dipergunakan yaitu saintifik, siswa belum
terbiasa melakukan pengamatan, mengajukan pertanyaan, menganalisis, menyimpulkan,
mengkomunikasikan, sehingga situasi di dalam kelas kurang kondusif masih memerlukan
keterampilan guru dalam memotivasi siswa aktif melakukan pembelajaran dengan model
saintifik.
WALI/ORANGTUA SISWA:
Wali/orangtua siswa merasa kesulitan untuk mendampingi belajar di rumah.
17
SOLUSI PERMASALAHAN
Sekolah bekerja sama dengan Dinas Pendidikan Kabupaten dan LPMP untuk mengadakan
pembahasan implemenasi kurikulum 2013 yang diikuti oleh:
- Pengawas
- Kepala Sekolah
- Guru mata pelajaran dan Guru bimbingan konseling,
- Komite Sekolah
- Wali/orangtua Siswa Kelas 7,8
BAB III
KESIMPULAN DAN REKOMENDASI
A. KESIMPULAN
1. Kurikulum 2013 dapat dilaksanakan dengan baik sesuai konsep kurikulum yang
diharapkan oleh pemerintah.
2. Kurikulum 2013 menjadikan siswa memiliki nilai karakter yang tinggi.
3. Kurikulum 2013 menjadikan guru merubah pola pikir.
4. Kurikulum 2013 menjadikan semua unsur pendidikan berperan aktif.
B. REKOMENDASI
Diharapkan diadakan pelatihan-pelatihan bagi guru yang belum mengikuti pelatihan
kurikulum 2013.
18
LAMPIRAN 1
HASIL PENDAMPINGAN ON 1 DAN ON 2
Strategi
No
Aspek
Kendala
Solusi
Pendampingan
1. SMP Swasta PTPN IV Dolok Ilir dan SMP Swasta HKBP Serbelawan
a. Penyu
A. Wawancara,  Belum Semua
 Bimtek, belajar
sunan
berkaitan
kepala sekolah
mandiri, sharing
KTSP
dengan:
sasaran
teman sejawat,
1) Dasar
memahami
pembinaan dari
hukum
seutuhnya
pengawas
2) Sistimatika
tentang
tentang
penyusunan
penyusunan
penyusunan
KTSP
KTSP
KTSP
B. Studi
 Keterbatasan
 Pesiapan
Dokumen
waktu yang
penyusunan
C.Memberikan
dimiliki tim
KTSP dilakukan
pemahaman
pengembang
lebih awal
penyusunan
untuk menyusun
 Kepala Sekolah
KTSP
KTSP
dan Tim
D.Menyem
pengembang
 Adanya
purnakan
Perubahan
KTSP selalu
KTSP
regulasi dalam
peka perubahan
penyusunan
regulasi
KTSP
2. SMP Negeri 1 Tapian Dolok
b. Integrasi
 Belum seluruh
 Pemerintah
Muatan
sekolah/ daerah
daerah untuk
Lokal
memahami
memfasilitasi
potensi daerah
dalam
tempat
mengadakan
Hasil
 Adanya
pemahaman
kepala
sekolah
dalam
penyusunan
KTSP sudah
mencapai
90%
 Tersusunnya
dokumen
KTSP sesuai
dengan
Permendkbu
d No. 61
Tahun 2014
19
No
3.
Aspek
Strategi
Pendampingan
Kendala
Solusi
tinggalnya.
 Belum seluruh
sekolah/ daerah
mempunyai buku
pedoman guru
dan buku teks
pelajaran.
 Kurangnya
Tenaga pendidik
dari
sekolah/daerah.
pertemuan
terkait
kebutuhan
sekolah/
daerah.
 Perlu adanya
pelatihan Guru
mulok dari
Dinas
Pendidikan
 Perlunya
disiapkan
silabus dari para
ahli dan MGMP
 Sosialisasi dari
pihak sekolah
kepada
stakeholder.
 Direkomendasik
an untuk
diterbitkan
PerGub dalam
rangka masuk
sistem Dapodik.
SMP Swasta Taman Siswa Sinaksak
c. Integrasi
 Rata-rata
Ekskul
pembina pramuka
Kepramu
belum
kaan
memahami
tentang tata cara
pelaksanaan
pramuka dalam
kurikulum 2013.
 Guru tidak mau
menjadi pembina
pramuka karena
tidak ada
kepastian tentang
pengakuan jam
dalam dapodik.
 Kebanyakan
sekolah pelum
memiliki pembina
pramuka yang
sudah memiliki
sertifikat KMD.
 Melakukan
kerjasama
dengan
lembaga terkait
seperti kwarnas
dalam
mempersiapkan
pembina
pramuka yang
berkwalifikasi
yang memadai.
 Mengadakan
workshop guru
untuk
menganalisa ki
dan kd mapel
yang sesuai
dengan nilainilai
kepramukaan.
Hasil
20
No
4.
Aspek
Strategi
Pendampingan
Kendala
Solusi
Hasil
 Mayoritas
pembina pramuka
masih mengalami
kesulitan dalam
menganalisa KI
dan KD mapel
dalam kegiatan
aktualisasi .
 Minimnya dana
yang dapat
dimanfaatkan
dalam kegiatan
pramuka.
 Belum adanya
kerjasama antara
Kemendikbud
dengan Kwarnas
dalam
pelaksanaan
kurikulum 2013.
SMP Swasta PTPN IV Dolok Ilir, SMP Swasta HKBP Serbelawan, SMP Swasta Muhammdiyah21 Dolok Batu Nanggar, SMP Swasta Al Washliyah-2 Dolok Batu Nanggar, SMP Swasta Al
Washliyah-39 Dolok Batu Nanggar, SMP Negeri 1 Tapian Dolok, dan SMP Swasta Taman
Siswa Sinaksak
d. Matriku
1. Sekolah yang
 Untuk Sekolah
lasi
belum
yang belum
melaksanakan
melaksanakan
Matrikulasi:
Matrikulasi
a. Warga sekolah
segera
masih dalam
menyiapkan
tahap pengenalan
program
dengan istilah
pelaksanaan
matrikulasi
matrikulasi
b Program
melalui tahapan
Matrikulasi baru
tahapan
diterima setelah
pelaksanaannya
KBM berlangsung  Bagi guru yang
hampir satu
belum selesai
semester
menganalisi s
c. Sekolah belum
KD di tanya
membuat
kendala yang
program
dihadapi bila
matrikulasi
memungkinkan
d. Sekolah belum
kepala sekolah
mengianalissi KD
memberikan
mana yang akan
bantuannya
21
No
5.
Aspek
Strategi
Pendampingan
Kendala
Solusi
diberikan dalam
matrikulasi
e. Keterlambatan
Koordinasi anta
ra instruktur
dengan MKKS
memprogramkan
kegiatan
matrikulasi.
2. Masalah
Matrikulasi yang
Pelaksanaannya
Terintegrasi
dalam Jam
Pembelajaran
Wajib tidak ada
masalah
 Kepala sekolah
berkoordinasi ke
Dinas
Pendidikan dan
Kebudayaan
 Unsur unsur
yang terlibat
dalam kegiatan
pelaksanaan
matrikulasi
untuk dapat
bertanggungjaw
ab dalam
melaksanakan
kegiatan
SMP Negeri 1 Dolok Batu Nanggar
e. Pema

haman
terhadap
Buku
Guru dan
Buku
Siswa
Mata pelajaran
IPS : ada
sebagian materi
yang
pembahasannya
terlalu luas dan
dalam dan ada
sebagian yang
tidak dibahas.
Pada mata
pelajaran IPS
belum semuanya
di buat tema
(tematiknya tidak
tampak).
 Mata pelajaran
IPS ada beberapa
KD di buku guru
dan buku siswa
tidak sama.
 Mata pelajaran B.
Inggris :Silabus
buku siswa tidak
sesuai dengan
silabus pada buku
guru bahasa
Inggris
 Jika ada KD dan
indikator KI 1,KI
2, ki, 3 dan KI 4
guru wajib
mencari
referensi lain.
 Buku siswa
untuk mata
pelajaran
agama belum
ada, maka guru
mencari materi
berdasarkan
silabus.
 Buku guru dan
siswa yang
tidak sesuai
dengan SKL,KI
dan KD untuk
diadakan revisi.
 Dalam revisi
sebaiknya
melibatkan
unsur yang
terkait.
 Perlu diterbitkan
buku
Hasil
22
No
Aspek
Strategi
Pendampingan
Kendala
Solusi
pengayaan bagi
guru.
6.
SMP Swasta Al Washliyah-39 Dolok Batu Nanggar
f. Penyusu
 Sebagian guru
nan RPP
dalam
Pembuatan RPP
masih mengacu
pada
Permendiknas
yang lama.
 Penyusunan RPP
KTSP hanya
dipandang
sempit, berupa
rencana
pembelajaran
yang harus
disampaikan
tanpa mengacu
kepada visi,
misi,dan tujuan.
 Ada sebagian
guru masih
menggunakan
format tujuan,
format yang baru
sudah tidak ada
 Pelaksanaan
pembelajaran
masih bersifat
konvensional
dengan
menggunakan
metode ceramah
dan hanya
menitik beratkan
segi
pengetahuan.
 Sementara dalam
pelaksanaan
hanya
mengandalkan
metode ceramah
yang penting
materi sampai
pada siswa
 Kepala sekolah
perlu melakukan
pembinaan
berupa supervisi
baik secara
kelompok
maupun secara
Individu
 Diberikan
sosialisasi
(pemahaman
tentang
kurikulum 2013
serta system di
dalamnya.
 Optimalisasi
kegiatan MGMP
 Optimalisasi
pelaksanaan
MGMP dan
supervisi kelas.
 Optimalisasi
peranan MGMP
dan supervisi
kelas.
Hasil
23
No
7
Aspek
Strategi
Pendampingan
Kendala
Solusi
 Sistem penilaian
 Diberikan
hanya cenderung
pelatihan
menilai
melalui kegiatan
pengetahuan
MGMP dan
serta para guru
supervisi kelas
merasa kerepotan
dalam melakukan
system penilaian
sikap yang
beragam.
Rubrik penilaian
belum lengkap.
 Sarpras terkait
 Melengkapi
dengan media
kebutuhan
pembelajaran
media
masih banyak
pembelajaran
kekurangan.
secara bertahap
melalui usul
kepada dinas
pendidikan
 Sebagian besar
 Perlu sosialisasi
guru belum
lebih / revisi
mencantumkan
diskrisi materi
SMP Swasta Muhammdiyah-21 Dolok Batu Nanggar
g. Media
 Masih ada
 Melakukan
Pembelaj
sekolah yang
kerjasama dan
aran
belum terjangkau
meminta
oleh jaringan
dukungan dari
listrik
semua pihak
pendukung
 Guru masih
sehingga
enggan
keperluan
mengunakan alatmendasar
alat sederhana
sekolah bisa
yang dimiliki
terpenuhi,
sekolah untuk
misalnya
digunakan
dengan PLN,
sebagai media
PDAM,
belajar
Kimpras, Dinas
 Rendahnya
PU dan lain-lain.
kompetensi guru
 Pelatihan guru
dalam
sejara
pemanfatan alam
berjenjang,
dan lingkungan
berkesinambun
sekolah sebagai
gan terus
tempat dan media
Hasil
24
No
8.
Aspek
Strategi
Pendampingan
Kendala
Solusi
pembelajaran
dilakukan
terutama
 Kesulitan
pelatihan yang
penyimpanan
berkenaan
media belajar
dengan
pada tempat yang
pemanfaatan
respresentatif
media
terutama untuk
pembelajaran.
media
pembelajaran
 Pengoptimalan
mata pelajaran
berbagai wadah
yang tidak
kegiatan guru
memiliki ruang
misalnya MGMP
khusus
sekolah, MGMP
wilayah dan
 Tidak adanya
MGMP
dana perbaikan,
Kabupaten.
penggantian atau
pengadaan yang  Meminta
direncanakan
dukungan dari
dengan baik
pemerintah
daerah, dan
komite sekolah
dalam hal
pengadaan
media
pembelajaran
 Pendampingan
kepala sekolah
secara
berkesinambun
gan dan
berkelajutan
SMP Swasta Al Washliyah-2 Dolok Batu Nanggar
h. Pelaksa
Guru:
Guru:
naan
Mindset
 Mindset guru
Pembelaj
Realisasi sulit
belum berubah
aran
tetapi harus terusdari Teacher
menerus
Center menuju
dilakukan melalui
Student Center.
pemahaman dan
 Guru kurang
pendampingan.
inovatif dalam
Inovatif
menciptakan
Peningkatan
media
inovasi melalui
pembelajaran.
pengembangan
 Guru belum
diri dan
terampil dalam
pengembangan
penguasaan IT.
Hasil
25
No
Aspek
Strategi
Pendampingan
Kendala
 Masih ada yang
tidak cocok
dengan disiplin
ilmunya.
 Proses
pembelajaran
terkendala
dengan sistem
penilaian.
 Belum mampu
memahami &
menerapkan
pendekatan
Saintifik dalam
pembelajaran.
Siswa:
 Pengalaman
belajar siswa
yang masih
minim/kurang
Solusi
keprofesian
berkelanjutan
(PKB).
Penguasaan IT
Masih banyak
guru belum
menguasai
IT sehingga perlu
dilakukan IHT dan
pendampingan
guru TIK.
Relevansi Mapel
Perlu
penyesuaian dan
pengembangan
diri
bagi guru yang
tidak relevan
mengajarnya
sehingga lebih
profesional.
Sistem Penilaian
Realita guru
belum
melaksanakan
Authentic
Assessment dan
merasa kerepotan
dengan
banyaknya format
penilaian.
Pendekatan
Saintifik
Guru belum
terampil dan
menguasai teknik
pendekatan
saintifik (5M)
sehingga perlu
pendampingan
berkelanjutan.
Siswa:
Pengalaman
Belajar
Perlu pemberian
tugas terstruktur
Hasil
26
No
Aspek
Strategi
Pendampingan
Kendala
Solusi
maksimal.
 Motivasi siswa
dalam belajar
rendah.
 Kemampuan
siswa dalam
berdiskusi dan
berpendapat
masih kurang.
 Jumlah siswa
dalam 1 rombel
melebihi standar/
ketentuan
dan tugas
mandiri tetapi
harus
terkoordinasi
sehingga
tidak membebani
siswa.
Motivasi
Memberikan
penghargaan bagi
siswa yang
mau aktif dan
kreatif dalam
pembelajaran.
Jumlah siswa
dalam rombel
Dalam
pelaksanaan
PPDB perlu
dilakukan
pembatasan
kuota sesuai
dengan standar /
ketentuan yang
berlaku sehingga
proses
pembelajaran
dapat efektif dan
efisien.
Sarpras:
Pemenuhan
Media IT
Pengadaan
secara bertahap
melalui bantuan
pemerintah dan
sumbangan dari
masyarakat.
Pemenuhan Alat
Peraga
Pengadaan
melalui bantuan
pemerintah,
sumbangan dari
masyarakat, dan
hasil karya
Sarpras:
 Belum terpenuhi
media
pembelajaran
dalam bentuk IT.
 Kurang alat
peraga untuk
mendukung
proses
pembelajaran
Hasil
27
No
9.
Aspek
Strategi
Pendampingan
Kendala
Solusi
Hasil
inovatif dari guru.
SMP Swasta PTPN IV Dolok Ilir, SMP Swasta HKBP Serbelawan, SMP Swasta Muhammdiyah21 Dolok Batu Nanggar, SMP Swasta Al Washliyah-2 Dolok Batu Nanggar, SMP Swasta Al
Washliyah-39 Dolok Batu Nanggar, SMP Negeri 1 Tapian Dolok, dan SMP Swasta Taman
Siswa Sinaksak
i. Pelak
1. PENILAIAN
1. PENILAIAN
sanaan
SIKAP
SIKAP
Penilaian
 Kesulitan
 Membaca
menyusun
petunjuk
deskrispsi untuk
teknis
penilaian sikap
(Permendikbu
d Tentang
 Pada awal
Penilaian),
pembelajaran
mencari
guru sulit untuk
contoh
menilai karena
deskripsi, dan
guru belum
mengadakan
mengenal setiap
IHT Tentang
siswa
Implementasi
 Guru kesulitan
Sistem
merekap hasil
Penilaian.
penilaian sikap.
 Menggunakan
software
penilaian
sikap.
2.
PENILAIAN
2. PENILAIAN
PENGETAHUA
PENGETAHUAN
N
 Siswa sulit
 Siswa
mengerjakan
dibiasakan
soal tingkat
mengerjakan
tinggi (HOTS).
soal tinggi.
 Siswa masih
 Siswa
terbiasa
dibiasakan
mengerjakan
mengejakan
soal pilihan
soal dalam
ganda sehingga
bentuk uraian.
untuk soal
dalam bentuk
 Siswa
uraian.
dibiasakan
mengerjakan
 Siswa belum
tes lisan.
terbiasa
mengerjakan
tes lisan.
3. PENILAIAN
3. PENILAIAN
KETERAMPILA
KETERAMPILAN
N
 Kesulitan pada
28
No
Aspek
Strategi
Pendampingan
10 SMP Negeri 1 Dolok Batu Nanggar
j. Pengelo

laan
Layanan
BK dan
Persia
pan
Pemina

tan
Kendala
Solusi
penilaian
dengan
menggunakan
porto folio
karena rentang
waktunya cukup
panjang yang
memungkinkan
dokumen karya
siswa hilang
atau rusak.
 Sulit
menentukan KD
yang bisa dinilai
dengan
portofolio.
 Disediakan
tempat untuk
menyimpan
karyasiswa.
 Menginventari
sasi KD KD
yang dapat
dinilai dengan
penilaian
portofolio.
 Penguatan
tentang materi
penilaian
pembelajaran
pada
kurikulum
2013 bagi
kepala
sekolah dan
guru
 Pelatihan
tentang
penilaian baik
manual
maupun
dengan
aplikasi
melalui MKKS
dan MGMP
 Pemerintah
menyediakan
program
aplikasi
penilaian yang
lebih
sederhana
Belum terintegrasi
pendataan pribadi
peserta didik baru
menggunakan
buku pribadi
siswa
Belum semua
wali kelas
dilibatkan
 Perlunya
pendataan
secara
terintegrasi
menggunakan
basis data
Hasil
29
No
Aspek
Strategi
Pendampingan
Kendala
Solusi
 Belum terintegrasi
pendataan pribadi
peserta didik baru
menggunakan
buku pribadi
siswa
 Belum semua
wali kelas
dilibatkan
 Perlunya
pendataan
secara
terintegrasi
menggunakan
basis data
 Perlunya
melibatkan
semua pihak
yang terkait
 Perlunya
konseling
individual dan
kelompok
menggunakan
model
parenting
 Anak dan orang
tua sebagian
besar belum
memahami dan
percaya hasil
identifikasi dan
penetapan arah
peminatan
 Penyesuaian dan
Monitoring Tindak
lanjut Belum
secara intensif
dilakukan
11 SMP Negeri 1 Dolok Batu Nanggar
k. Interaksi Mengundang
 75% orangtua
dengan
orangtua hadir
siswa yang hadir.
Orangtua di sekolah
Siswa
12 SMP Negeri 1 Tapian Dolok
l. Pengelo
laan
Peran
Guru TIK
 Tidak mempunyai
guru TIK
sehingga
kebutuhan
peserta didik,
pendidik dan
tenaga
kependidikan
tentang
pembimbingan
TIK tidak
terpenuhi.
 Penyesuaian
dan Monitoring
Tindak lanjut
Perlunya
dilakukan
secara intensif
 Membuat
kesepakatan
dengan
orangtua
melalui media
surat.
 Berkoordinasi
dengan sekolah
sekitar yang
mempunyai
kelebihan guru
TIK yang sesuai
kualifikasi TIK
untuk
diberdayakan
disekolah yang
kekurangan
guru TIK
 Mencari tenaga
GTT yang
Hasil
30
No
Aspek
Strategi
Pendampingan
Kendala
 Memiliki guru TIK
namun belum
diberdayakan
sesuai dengan
regulasi yang
berlaku
 Memiliki Guru TIK
namun jumlah
siswanya kurang
dari 150 dan
belum
diberdayakan
 Mempunyai guru
TIK, sudah
Solusi
menguasi TIK
dan sesuai
kualifikasi
pendidikan TIK
 Bila tidak ada
guru TIK sesuai
dengan
kualifikasi, maka
mencari tenaga
GTT lain yang
menguasai TIK
 Sekolah
mengidentifikasi
kebutuhan guru
TIK sesuai
dengan
kebutuhan
jumlah peserta
didik, dan
memberdayaka
nnya supaya
menyusun
perangkat
pembelajaran
TIK untuk
pembimibingan
peserta didik,
pendidik dan
tenaga
kependidikan
 Berkoordinasi
dengan sekolah
lain yang jumlah
siswanya
melebihi tugas
guru TIK yang
ada, dan
membimbing
siswa disekolah
lain tersebut
sebanyak
kekurangan
siswa disekolah
asal
 Admin sekolah
berkoordinasi
Hasil
31
No
Aspek
Strategi
Pendampingan
Kendala
diberikan tugas
membimibing 150
siswa serta sudah
sertifikasi, namun
tidak bisa diinput
didapodik.
 Tidak memiliki
guru TIK dan
tidak memiliki
LAB TIK.
Solusi
dengan operator
Dinas
Pendidikan
untuk
dikomunikasika
n ke admin
Dapodik
 Bekerjasama
dengan sekolah
terdekat yang
memiliki LAB
TIK
 Mengajukan
usulan/proposal
ke Dinas
pendidikan dan
Kementrian
Pendidikan dan
Kebudayaan
untuk
medapatkan
bantuan LAB
TIK dan
perangkatnya
Hasil
32
LAMPIRAN 2
FOTO DOKUMENTASI KEGIATAN
Gambar 1. Pendampingan Kurikulum 2013 SMP Swasta PTPN IV Dolok Ilir
33
Gambar 2. Pendampingan Kurikulum 2013 SMP Swasta Muhammadiyah-21
Download