Uploaded by baronj320

Laporan Magang Industri II PT. Pacific Medan Industri

advertisement
BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Magang industri merupakan kegiatan akademik yang berorientasi pada
bentuk pembelajaran mahasiswa untuk mengembangkan dan meningkatkan
tenaga kerja yang berkualitas. Dengan mengikuti magang industri ini diharapkan
dapat menambah pengetahuan, keterampilan dan pengalaman mahasiswa dalam
mempersiapkan diri memasuki dunia kerja yang sebenarnya.
Selain itu magang industri juga mampu mengembangkan kemampuan
mahasiswa dalam menambah pengalaman di dunia usaha, khususnya mahasiswa
Diploma Tiga Jurusan Teknik Mesin. Selain untuk memenuhi kewajiban
Akademik, diharapkan kegiatan tersebut dapat menjadi penghubung antara dunia
industri dengan dunia pendidikan serta dapat menambah pengetahuan tentang
dunia industri sehingga mahasiswa akan mampu mengatasi persaingan di dunia
kerja.
Pada dasarnya permasalahannya dalam dunia usaha sangatlah luas
sehingga perlu adanya pengulangan. Dan mengingat mutu pendidikan telah
menjadi sorotan di mata dunia pendidikan baik dari dalam maupun luar negeri
demi terciptanya sumber daya manusia yang berkualitas yang mampu membuat
dunia menjadi maju dan menjadikan kehidupan yang lebih baik.
Magang industri merupakan wujud aplikasi terpadu antara sikap,
kemampuan dan keterampilan yang diperoleh mahasiswa dibangku kuliah.
Magang industri Lapangan diberbagai perusahaan dan instansi akan sangat
berguna bagi mahasiswa untuk dapat menimba ilmu pengetahuaan, keterampilan
dan pengalaman. Magang industri merupakan salah satu syarat untuk
menyelesaikan pendidikan D3 Teknik Mesin Universitas Negeri Medan. Melalui
magang
industri
ini
mahasiswa
akan
mendapat
kesempatan
untuk
mengembangkan cara berpikir, menambah ide-ide yang berguna dan dapat
menambah pengetahuaan mahasiswa sehingga dapat menumbuhkan rasa disiplin
dan tanggung jawab mahasiswa terhadap apa yang ditugaskan kepadanya.
1
B. Tujuan Magang Industri II
Tujuan umum penyelenggaraan magang adalah agar mahasiswa menjadi
tenaga teknik yang memiliki seperangkat pengetahuan, sikap dan keterampilan
kerja yang dapat menunjang tercapainya penguasaan kompetensi keterampilan,
kompetensi kepribadian, kompetensi sosial, dan kompetensi profesional secara
utuh dan dilakukan sejak dini supaya mahasiswa memiliki kompetensi yang
holistik seperti: mandiri, mampu berkomunikasi, mampu mengambil keputusan,
peka terhadap perubahan dan perkembangan yang terjadi di dunia luar dan lain
sebagainya.
C. Manfaat Magang Industri II
1. Manfaat Bagi Mahasiswa adalah:
a) Mahasiswa dapat mengaplikasikan dan meningkatkan ilmu yang diperoleh
di bangku kuliah;
b) Menambah dan meningkatkan kualitas lulusan melalui pengalaman kerja
magang,
c) Menambah wawasan setiap mahasiswa mengenai magang;
d) Menambah dan meningkatkan keterampilan serta keahlian dibidang
keteknikan.
2. Manfaat Bagi Perusahaan
a) Terjalinnya hubungan saling menguntungkan antara mahasiswa dengan
perusahaan dalam membantu kegiatan operasional perusahaan tersebut.
b) Terjalinnya hubungan timbal – balik atau kerja sama antara perusahaan
dan dunia pendidikan.
D. Metode Pelaksanaan
Untuk kelancaran Magang Industri II maka diperlukan metode sehingga dapat
menunjang pemahaman dan analisa terhadap suatu masalah. Data yang diperoleh
dari perusahaan dapat dikumpulkan dengan cara :
1. Pengamatan langsung terhadap objek pekerjaan.
2
2. Membaca laporan administrasi maupun catatan perusahaan yang
berhubungan dengan data yang dibutuhkan.
3. Melakukan wawancara dengan pihak yang dianggap dapat memberikan
informasi yang dibutuhkan.
E. Sistematika Penulisan Laporan
1. Bagian Pendahuluan
a. Halaman Judul
b. Halaman Lembar Persetujuan
c. Halaman Kata Pengantar
d. Halaman Daftar Isi
e. Halaman Daftar Gambar (jika diperlukan)
f. Halaman Daftar Tabel (jika diperlukan)
g. Halaman Daftar Lampiran (jika diperlukan)
2. Bagian Isi
BAB I PENDAHULUAN
Pada bagian pendahuluan berisi Latar Belakang, Tujuan, Manfaat, Metode
Pelaksanaan, dan Sistematika Penulisan Laporan
A. Profil Perusahaan/Industri
B. Visi, Misi, Tujuan Perusahaan/Industri
C. Managemen dan Kultur Perusahaan/Industri
D. Lingkup Pekerjaan Perusahaan/ Industri
E. Bahan Baku Perusahaan/Industri
F. Produk Perusaaan/ Industri
G. Aktivitas Pekerja/staff/Teknisi Perusahaan/Industri
H. Ruang Lingkup Pemasaraan Perusahan/Industri
Jumlah halaman Bab I Pendahuluan maksimal 20% dari jumlah halaman
keseluruhan laporan Magang Industri II.
3
BAB II PELAKSANAAN MAGANG INDUSTRI II
A. Program Kerja Magang Industri II
B. Pelaksanaan Magang Industri II
Jumlah halaman Bab II pelaksanaan magang industri I 20% sampai dengan 40%
dari jumlah halaman keseluruhan laporan Magang Industri II.
BAB III STUDI KASUS/ANALISIS PEKERJAAN
A. Studi Kasus/Anasisis Pekerjaan
B. Hambatan dan Solusi Pekerjaan
C. Pembahasan
Jumlah halaman Bab III pembahasan 20% sampai dengan 40% dari jumlah
halaman keseluruhan laporan Magang Industri II.
BAB IV PENUTUP
A. Kesimpulan
B. Saran
Jumlah halaman Bab IV penutup maksimal 20% dari jumlah halaman keseluruhan
laporan Magang Industri II.
DAFTAR PUSTAKA
LAMPIRAN – LAMPIRAN
4
F. Profil Perusahaan/Industri
Gambar 1: Gambar Depan PT. Pacific Medan Industri
HSA GROUP Sebuah perusahaan multi-nasional terpercaya, HSA Group
secara global diakui untuk portofolio investasi yang seimbang, sistem produksi
yang efisien dan berbagai produk terkemuka yang memperkaya kehidupan
pelanggan kami. Dari awal berdiri di Aden pada tahun 1938, kami tumbuh pesat
menjadi kekuatan terkemuka di Yaman dan ekonomi internasional, dan terus
berekspansi ke Timur Tengah, Eropa, Afrika dan Asia. Dengan track record
prestasi yang luar biasa sepanjang sejarah 75 tahun kami, HSA Grup sekarang
mempekerjakan lebih dari 35.000 orang di seluruh dunia. Kami beroperasi di
berbagai sektor bisnis di bidang manufaktur, perdagangan dan jasa. Kegiatan
bisnis utama Grup menjadi sentral dari pertumbuhan berkelanjutan kami,
termasuk minyak nabati, produk susu, biskuit dan gula-gula, penggilingan tepung,
pemurnian gula, percetakan dan kemasan. Selain itu, investasi strategis kami yang
lain fokus pada bahan kimia petro, minyak dan gas, pertambangan mineral dan
produksi semen. Mengekspor ke lebih dari 80 negara dalam bisnis FMCG, HSA
Grup memiliki keunggulan pada portofolio yang bagus dari merek yang
memimpin di pasar.
Grup memulai bisnis di Indonesia pada 1999 dan sekarang ini focus pada
bisnis utama pada perdagangan minyak dan produk-produk berkualitas tinggi
lainnya dengan harga yang terjangkau. Saat ini Grup memiliki 9 perusahaan di
Indonesia sebagai berikut: 1) Pacific Palmindo Industri, Medan (Manufaktur); 2)
Pacific Medan Industri, Medan (Manufaktur); 3) Oleochem & Soap Industri,
Medan (Manufaktur); 4) Pacific Indopalm Industri, Dumai (Manufaktur); 5)
5
Pacific Texindo Industri, Tangerang (Manufaktur); 6) Pacific Indo Dairy,
Tangerang (Manufaktur); 7) Pacific Agritama Comoditi, Tangerang (Manufaktur);
8) Pacific Indomas, Jakarta (Perdagangan); 9) Megakarya Jayaraya, Jakarta,
Papua (Perkebunan Kelapa Sawit).
Perusahaan yang bernama PT. Pacific Medan Industri adalah perusahaan
yang bergerak di bidang industri pengolahan minyak kelapa sawit. PT. Pacific
Medan Industri, beralamatkan di Jln. Pulau Nias Selatan Kawasan Industri Medan
(KIM) II Medan 20242. Dengan lokasi perusahaan yang terletak di Kawasan
Industri Medan II, menjadikan perusahaan ini memilki kedudukan strategis secara
ekonomi dan politik atas pengembangan investasinya yang terkonsentrasi di
dalam kawasan berikat.
G. Visi, Misi, Tujuan Perusahaan/Industri
1.
Visi
Menjadi Perusahaan Minyak Goreng dan sejenisnya terdepan untuk kelas
Dunia.
2. Misi
a) Mengembangkan Produk yang berkualitas, aman dikonsumsi dan halal
untuk masyarakat; b) Meningkatkan Kualitas SDM Perusahaan sebagai
aset bagi kemajuan Perusahaan; c) Meningkatkan Kreativitas Produk
melalui inovasi proses dan teknologi.
H. Managemen dan Kultur Perusahaan/Industri
1. Managemen Perusahaan
PT. Pacific Medan Industri merupakan perusahaan yang tergabung dalam
anak group perusahaan Hayel Saeed Anam Co.Ltd (HSA) Group, yakni Pacific
Inter-Link (PIL) Group yang dibentuk pada tahun 1988 di Kuala Lumpur
Malaysia. Pacific Inter-Link (PIL) Group yang saat ini dipimpin oleh seorang
pengusaha berkebangsaan Yaman yaitu Fouad Hayel Saeed. Menjalankan
aktivitas usahanya dalam hal perdagangan berbagai komoditas olahan berbasis
minyak kelapa sawit ke pasar dunia, diantaranya seperti :
6
1. Sabun kebersihan dan kecantikan, dengan merk label Oleo, Saba, Softsilk,
Lyn, Twist, Meditwist, dan Juliet.
2. Detergen, dengan merk label Saba dan Oleo
3. Susu bubuk, dengan merk label Milgro dan Sheeba
4. Biskuit dan makanan cepat saji, dengan merk label Avena
5. Serta minyak makan , ghe, margarin, dengan merk label Avena, Madina.
Pemasaran hasil produksi terutama produksi komoditas berjenis minyak
makan, minyak ghee, margarin dan mayonais telah tersebar ke 64 negara di
wilayah Timur Tengah, Asia, Afrika, Amerika Tengah, Australia, dan Eropa
terutama di Rusia, Ukraina, serta Turki.
Terkhusus untuk PT. Pacific Medan Industri hasil dari produsksinya
adalah sebagai berikut :
1. Pengemasan minyak goreng dengan merk label avena dan madina.
2. Pengolahan minyak kelapa sawit mwnjadi margarin dan ghee.
3. Produksi jerigen plastik, dan kaleng.
7
2. Struktur Perusahaan
8
I. Kultur Perusahaan
1. Kultur Perusahaan
Keseluruhan buruh yang bekerja di PT. Pacific Medan Industri terbagi atas
2 jenis status hubungan kerja yakni :
a. PKWTT (Perjanjian Kerja Waktu Tidak Tertentu), status ini juga sering
disebut sebagai buruh tetap.
b. PKWT (Perjanjian Kerja Waktu Tertentu), status ini kemudian dibagi
kembali menjadi 2 kategori yaitu :
1) PKWT non outsourcing atau sering disebut status kerja kontrak
non outsourcing.
2) PKWT Outsorcing, untuk buruh kontrak yang tersebar di 4 biro
jasa antara lain, PT. Citra Nusa Mutiara, PT. Depo, PT. Yubash,
dan PT. SMAD.
Adapun jenis bagian kerja atau departemen kerja di PT. Pacific Medan
Industri adalah :
a. Bagian Molding
b. Bagian Filling
c. Bagian Maintenence
d. Bagian Shortening
e. Bagian Canmaking
f. Bagian Loading
g. Bagian QCI
h. Bagian Finish Goods & Material.
2. Waktu Kerja
Dari semua bagian kerja diatas, hanya bagian kerja QCI dan Finish Good
& Material yang tidak mempekerjakan buruh outsourcing didalamnya. Dalam
aktivitas kerja produksi beserta penunjangnya, seluruh buruh dibedakan ke
beberapa shift kerja, tidak terkecuali buruh dengan status outsourcing seluruhnya
tersebar di ketiga shift kerja tersebut. Setiap 1 minggu sekali dilakukan pergantian
9
shift kepada masing-masing buruh yang bekerja. Adapun waktu shift kerja
tersebut yaitu :
a. Shift 1 = waktu kerja 06.30-14.30
b. Shift 2 = waktu kerja 14.30-22.30
c. Shift 3 = waktu kerja 22.30-06.30
J. LINGKUP PEKERJAAN
Adapun jenis bagian kerja atau departemen kerja di PT. Pacific Medan
Industri adalah
a) Bagian Molding Lokasi Pamin 1; 2) Bagian Molding Lokasi Pamin 2; 3)
Bagian Filling Lokasi Pamin 1; 4)Bagian Filling Lokasi Pamin 2; 5) Bagian
Maintenence; 6) Bagian Shortening; 7) Bagian canmaking; 8) Bagian Loading; 9)
Bagian QCI; 10) Bagian Finish Goods & Material.
K. Bahan Baku Perusahaan/Industri
PT. Pacific Medan Industri mulai menjalankan proses produksinya dengan
melakukan pengolahan terhadap CPO (Crude Palm Oil) dan CPKO (Crude Palm
Kernel Oil), tetapi sekarang ini PT. Pacific Medan Industri juga memproduksi
sendiri kemasan minyak dari hasil produksinya sendiri yaitu berupa jerigen plastik
, kaleng dan botol. bahan baku yaitu : 1) HDPE; 2) filler; 3) collorant; dan 4)
recycle sebesar 30-40%.
L. Produk Perusahaan/ Industri
Produk yang dihasilkan oleh PT. Pacific Medan Industri adalah minyak
goreng, ghe, margarin, dengan merk label Avena, Madina.
M. Aktivitas Pekerja/staff/Teknisi Perusahaan/Industri
Pada PT. Pacific Medan Industri terdapat beberapa macam unit bagian
kerja diantaranya akan dijelaskan sebagai beikut :
10
1. Bagian Molding
Bagian molding adalah suatu unit kerja yang berfokus pada produksi
kemasan minyak berupa jerigen dan botol plastik. Prinsip kerjanya adalah dimulai
dari pencampuran bahan mentah berupa HDPE, filler colorant dan recycle pada
tangki silo, selanjutnya akan diperoses di mesin parker. Fungsi mesin parker ini
untuk memanaskan material lalu mencetak material sehingga membentuk
kemasan jerigen.
2. Bagian Filling
Pada unit filling ini fungsinya adalah sebagai tempat pengisian minyak
goreng, minyak margarin, dan minyak ghee. Masing – masing produk memiliki
ruangan masing-masing secara terpisah. Ruangan tempat pengisian harus tertutup
agar hasil produsi higienis.
3. Bagian Maintenence
Bagian maintenance bertugas untuk merawat mesin dan memperbaiki
setiap kerusakan mesin dan peralatan yang berada dilingkungan PT.Pacific Medan
Industri.
4. Bagian Shortening
Bagian shortening ini bertugas untuk mengolah minyak kelapa sawit
menjadi ghee, dan margarin.
5. Bagian Canmaking
Bagian canmaking adalah suatu unit kerja yang berfokus pada pembuatan
kemasan kaleng dimulai dari proses pencetakan kemasan dengan cara di print,
kemudian memotong bagian-bagian body kaleng dan terakhir melakukan
penekukan pada kaleng agar menjadi kemasan kaleng.
6. Bagian Loading
Bagian loading bertugas untuk menyusun product kedalam kontainer.
11
7. Bagian QCI
Unit ini bertuagas untuk mengontrol kualitas product sesuai standart
perusahaan.
8. Bagian Finish Goods store and raw material store
a. Finish goods store
Tempat product jadi dari bagian produksidikumpulkan untuk dihitung, di
cek, dan di stuffing untuk nantinya dikirim ke buyer.
b. Tempat bahan bahan keperluan produksi.
N. Ruang Lingkup Pemasaraan Perusahaan/Industri
Pemasaran hasil produksi terutama produksi komoditas berjenis minyak
makan, minyak ghee, margarin. telah tersebar ke 64 negara di wilayah Timur
Tengah, Asia, Afrika, Amerika Tengah, Australia, dan Eropa terutama di Rusia,
Ukraina, serta Turki. Untuk pasar domestik sendiri PIL melalui PT. Pacific Medan
Industri memasarkan produk dengan merk Avena dan Madina yang menjadi salah
satu program pasar pemerintah.
O. Layout Perusahaan
Gambar 2 : Layout Perusahaan
12
BAB II
PELAKSANAAN MAGANG INDUSTRI
A. Program Kerja Magang Industri II
TABEL 1. Daftar Kegiatan Magang Industri II
No
Hari/Tanggal
Kegiatan
1
Senin-Selasa
1. Perkenalan dengan Pimpinan dan Staff PT.
21-22 Januari
PAMIN (PACIFIK MEDAN INDUSTRI).
2019
2. Pembagian jadwal dan pemberian gambaran
umum kegiatan Proses Pengemasan dan
proses pembuatan kemasan minyak dan
margarine
di
PT.
PAMIN
(PACIFIK
MEDAN INDUSTRI).
3. Peninjaun langsung ke pabrik
4. Pemberian materi dari Pimpinan.
2
Rabu-Sabtu
23-26 Januari
2019
1. Peninjauan langsung ke Area Molding.
2. Wawancara kepada pegawai Area molding.
3. Membantu
Maintenance
melakukan
perawatan dan perbaikan pada mesin yang di
area Molding
3
Senin-Selasa
1. Peninjauan langsung ke Area Molding
28-29 januari
2. Memfoto – foto bagian – bagian alat yang
2019
ada di Area Molding
3. Wawancara
kepada
pegawai
Area
Molding
4. Membantu
Maintenance
melakukan
perawatan dan perbaikan pada mesin
4
Rabu- Sabtu
30-02 Februari
1. Peninjauan
langsung
ke
Area
Proses
Maragarine
13
2019
2. Wawancara
kepada
Operator
dan
maintenance Area Proses Filling
3. Membantu
Maintenance
melakukan
perawatan dan perbaikan pada mesin Filling
5
Senin-Selasa
04-05 Februari
2019
1. Peninjauan langsung Area Filling
2. Berdiskusi dengan operator dan juga
maintenance yang berada di area tersebut
dan membantu melakukan perbaikan dan
perawatan mesin Filling
6
Rabu-Sabtu
1. Peninjauan
06-09 Februari
jerrycan
2019
2. Wawancara
langsung
kepada
ke
area
operator
filling
dan
maintenance
3. Membantu
pegawai
Maintenance.
memperbaiki mesin-mesin / alat-alat yang
rusak.
7
Senin-Kamis
11-14 Februari
2019
1. Peninjauan langsung ke Area proses
Filling Jerrycan
2. Wawancara
kepada
operator
dan
Maintenance.
3. Membantu
pegawai
Maintenance
memperbaiki mesin-mesin / alat-alat yang
rusak.
8
Jumat 15
Berdiskusi dengan Maintenance khusus Area
Februari 2019
Filling untuk menanyakan seputar permasalahan
yang terjadi di area filling jerrycan
14
9
Sabtu 16
Pamitan kepada pimpinan perusahaan, staff, dan
Februari 2019
pegawai yang telah membantu kami dalam
pelaksanaan Magang Industri - II di PT. PAMIN (
PACIFIK MEDAN INDUSTRI)
8
Jumat 15
Berdiskusi dengan Maintenance khusus Area
Februari 2019
Filling Sachet Margarine untuk menanyakan
seputar permasalahan yang terjadi di area filling
Sachet Margarine
9
Sabtu 16
Pamitan kepada pimpinan perusahaan, staff, dan
Februari 2019
pegawai yang telah membantu kami dalam
pelaksanaan Magang Industri - II di PT. PAMIN (
PACIFIK MEDAN INDUSTRI)
B. Pelaksanaan Magang Industri II
Tabel 2.2. Pelaksanaan Magang Industri II
No
1
Tanggal
21 januari 2019
Kegiatan
1. repair injection no.3 mengganti pin mol
2. membuat dudukan inverter mesin fongkee no.2
2
22 januari 2019
1. repair injection no.3 mengganti pin mol
2. membuat dudukan inverter mesin fongkee no.2
3
23 januari 2019
4
24 januari 2019
1. repair mesin injection no.3 mengganti pin mol
1. mengganti conveyor mesin leepact 04
2. merepair blade crusher
-
motor mesin crusher 40 hp (9)
-
mesin blade 40 hp (2)
-
mesin blade panjang (1)
15
5
25 januari 2019
repair cartoon sealser otomatis line ponch (kemasan
minyak goring)
6
26 januari 2019
7
28 januari 2019
8
29 januari 2019
mengganti mata pisau mesin crusher mesin sika 1
9
30 januari 2019
Ngelas line tanki di area refinery lantai 5
10
31 januari 2019
1. mengambil vbelt sparepart pamin 1
Repair punching handle 2 buah
Ngeblank jalur pompa tanki 19
2. install vbelt di mesin crusher 5 hp mesin parker
6
3. memasang cover pully
11
1 februari 2019
1. ganti hospring nozel filling 10
2. rombak plat dudukan puching handle parker 6
12
2 februari 2019
Perbaikan / cek scrubarrel karena material block,
beban motor berat / over load mesin fongkee 1
13
4 februari 2019
14
5 februari 2019
15
6 februari 2019
Repair molding mesin injection 4
-
(tanggal merah)
1. Repair vbelt motor crusher 40 hp old
2. Cek part list
3. Install motor conveyor chipping
16
7 februari 2019
1. Monitoring sensor side A
2. Welding support motor conveyor chipping
17
8 februari 2019
1. Reset power MC sika M/C error
2. Check dan mpnitoring conveyor
18
9 februari 2019
Ganti hos pring mesin filling 11, nozel 4, 5, 6
dan 7
19
11 februari 2019
1. Servis all induction plant
2. Take impact plat mesin fongkee 1
20
12 februari 2019
1. Start up power plant
2. Check power supply injection
21
13 agustus 2019
1. Rest m/c parker
16
2. Bongkar support pippen side 02
22
14 februari 2019
Welding nut stopper champing injection 4
23
15 februari 2019
Install conveyor new leading fm 10
24
16 februari 2019
Repair conveyor filling 10
25
17 februari 2019
Repair mesin injection no 4
26
18 februari 2019
Repair conveyor filling 11
27 19 februari 2019
Repair molding fongkee 1
28 20 februari 2019
Repair injection 3
17
BAB III
STUDY KASUS / ANALISIS PEKERJAAN
A. STUDY KASUS / ANALISIS PEKERJAAN
1. Tangki Penampungan Minyak goreng
Tangki merupakan tempat yang digunakan untuk penampungan
minyak goreng yang akan disalurkan ke mesin filling. Tangki tersebut
berkapasitas 10.000 liter yang dapat ditruskan ke filling.
2. Pompa sentrifugal
Pompa sentrifugal berfungsi sebagai pemompa atau pemberi
tekanan terhadap minyak goreng yang disalurkan dari tangki ke mesin
filling.
3. Mesin filling
Mesin filling adalah mesin yang digunakan untuk mengisi bahanbahan atau produk ke dalam sebuah botol atau dapat juga botol plastic
jerrycan dan sebagainya. Umumnya bahan-bahan produk berupa cairan
seperti: air mineral, kecap, saus, madu, minyak goreng, sirup dan lain lain.
Ada berbagai jenis mesin filling yang digunakan tergantung jenis
kemasan yang akan dipasarkan sebagai berikut:
1. Automatic filling cup sealer
Jenis mesin filling ini dapat digunakan pada produk atau bahan
yang akan dikemas dalam bentuk cup atau gelas plastik.
2. Mesin filling standing pouch
Mesin ini biasanya lebih digunakan pada produk refill. Produk
yang dikemas dalam standing pouch yang kemudian digunting sebagai
refill untuk dimasukkan kedalam botol.
3. Mesin filling botol
Mesin jenis ini digunakan untuk pengemasan produk dalam
kemasan botol.
18
4. Mesin filling galon
Mesin ini banyak terdapat di depot-depot pengisian air mineral
dalam galon karena fungsi untuk pengisian air mineral kedalam galon.
Selain sebagai pengisian, dapat juga digunakan sebagai pencucian,
pemasangan tutup, serta pemasangan segel pada galon.
5. Mesin filling jerrycan
Mesin ini biasanya digunakan dalam produk dengan
kemasan kapasitas lebih besar mulai dri 5 sampai 25 kilogram, dengan
menggunakan system timbangan digital / load cell
B. HAMBATAN DAN SOLUSI PEKERJAAN
1. Hambatan
Dalam proses pengemasan atau pemasukan minyak goreng
kedalam
jerrycan,
sering
mengalami
hambatan
hambatan.
Hambatan-hambatan yang sering terjadi pada saat pengemasan
adalah
sering
terjadi
tidak
berfungsinya
stoper
yang
mengakibatkan jerrycan berjalan melewati nzzle yang akan
mengisi jerrican. Hal tersebut diakibatkan oleh tidak terbacanya
warna pada jerrycan oleh sensor. Masalah tersebut dapat
mengakibatkan terganggunya pekerja untuk melakukan pekerjaan
dengan baik. Hal itu dapat mengakibatkan melemahnya perusahaan
dalam memenuhi target sesuai permintaan pasar (pelanggan).
2. Solusi
Untuk masalah diatas perlu penanganan yang harus
dilakukan oleh perusahaan demi tercapainya target yang telah
diinginkan oleh perusahaan. Untuk menyelesaikan masalah
tersebut berikut adalah hal yang harus diperhatikan adalah Pekerja
harus secara rutin membersihkan permukaan sensor pada stoper
agar berfungsi dengan baik. Kemudian pekerja juga harus secara
rutin mengecek keadaan stopper agar stopper juga berfungsi
dengan baik.
19
C. Pembahasan
1. Cara Kerja Mesin filling jerrycan
Adapun cara kerja mesin filling jerrycan adalah:
a. Hidupkan mesin filling otomatis
b. Setting untuk banyak liter pada tiap jerrycan
c. Setting jumlah jerrycan maksimal yang akan diisi
d. Hdupkan sensor stopper
e. Tekan tombol start untuk mesin filling mulai bekerja sesuai
settingan yang telah ditetapkan
f. Mesin akan bekerja secara otomatis
2. Bagian-bagian mesin Filling jerrycan
1. Aktuator
Aktuator ini adalah salah satu komponen mesin filling
jerrycan, actuator ini sangat berguna karena actuator lah yang
memberikan pressure didalam selang sehingga minyak goreng
tertekan sampai ke nozzle dan dapat mengisi pada jerrycan.
Pada mesin filling jerrycan, actuator berfungsi sebagai penekan
cairan minyak goreng masuk kepada nozel. Dari nozel akan
diteruskan ke dalam jerrycan.
2. Valve atau Katup
Valve atau katup digunakan sebagai pemutus dan penghubung
sirkulasi yang terjadi pada mesin tersebut. dengan adanya katup
tersebut kita dapat memindahkan aliran margarine tersebut. kita
tinggal hanya membuka katup jalur yang akan dilalui oleh minyak
goreng dan menutup katup jalur yang tidak ingin dilalui oleh
minyak goreng
20
3. Nozzel
Nozzle pada mesin filling jerrycan berfungsi sebagai penyalur
minyak goreng yang dialirkan melalui hospring yang kemudian
diteruskan kedalam jerrycan.
4. Stopper
Stopper pada mesin filling jerrycan berfungsi sebagai pemisah
antara jerrycan yang akan diisi dengan jerrycan yang masih
menunggu untuk di isi. Pada mesin filling jerrycan berjumlah 10
jerrycan maksimal yang dapat langsung diisi. Stopper juga
menggunakan senson warna atau jumlah
5. PLC (Programmable Logic Controller)
Fungsi PLC secara khusus adalah dapat memberikan input ke
CNC (Computerized Numerical Control). Beberapa PLC dapat
memberikan input ke CNC untuk kepentingan pemrosesan lebih
lanjut. CNC bila dibandingkan dengan PLC mempunyai ketelitian
yang lebih tinggi dan lebih mahal harganya. CNC biasanya dipakai
untuk proses finishing, membentuk benda kerja, moulding dan
sebagainya.
6. Hospring
Hospring merupakan selang penyalur minyak goreng dari
actuator ke nozzle.
7. Conveyor
Conveyor pada mesin filling berfungsi sebagai alat pemindah
jerrycan untuk di isi oleh mesin filling, kemudian conveyor akan
meneruskan kembali jerrycan yang telah terisi oleh minyak goreng
ke bagian penutupan jerrycan.
3. Analisa Penyebab Terjdainya Kerusakan
a. Tujuan Analisa
Untuk mengetahui penyebab terjadinya kerusakan pada
stopper pada saat proses pekerjaan berlangsung.
21
b. Waktu analisa
Perhatikan bagian depan sensor apakah ada kotoran
atau minyak yang mengendap di kaca laser / sensor.
c. Hal-Hal Yang Menyebabkan Terjadinya Kerusakan
1. Tertutupnya kaca sensor stopper pleh minyak goreng
2. Kurang nya perawatan secara berkala
3. Umur sensor yang sudah terlalu lama
22
BAB IV
PENUTUP
KESIMPULAN
Dalam setiap proses pengemasan minyak goreng, perusahaan harus
memperhatikan kerusakan-kerusakan apa saja yang dapat menghambat proses
pengemasan. Proses pengemasan tentu sangat berpengaruh terhadap proses
produksi dalam memenuhi permintaan pasar. Apabila mesin sering mengalami
masalah, proses produksi akan terganggu dan tentu perusahaan akan
mengelami penurunan dan memperlambat perusahaan dalam mencapai target
yang diinginkan
Berikut beberapa hal-hal yang dapat dilakukan perusahaan guna
mendapatkan hasil kerja mesin yang optimal, yaitu:
1. Lakukan perwatan berkala terhadap mesin filling, hal ini tentu akan dapat
memperpanjang umur mesin
2. Lakukan pengecekan rutin, dengan melakukan pengecekan rutin tentu
mesin tidak akan mengalami kerusakan yang berat
3. Tidak memaksakan mesin melewati batas kemampuan mesin.
SARAN
Adapun saran yang dapat saya sampaikan, setelah saya melaksanakan
Magang Industri II di PT. PAMIN (PACIFIK MEDAN INDUSTRI) Kim II
Medan, Kota Medan – Sumatera Utara yaitu :
1. Sebaiknya perusahaan lebih meningkatkan perawatan terhadap mesin
filling.
2. Menggunakan perlatan pelindung diri saat melakukan pekerjaan
dilapangan.
23
DAFTAR PUSTAKA
Bolton,W. 2003. Programmable Logic Controller. Third Edition. Oxford: Newnes.
Chase, R. B., dan Aquilano, N. J. 1995, Production And Operations Management:
Manufacturing And Servicess, 7th ed., Irwin, USA.
Eckman, P, and Donald. 1995. Industrial Instrumentaion. New York: John Willey
&
Sons Inc.
Groover, M.P. 2001, Automation, Production Systems, and Computer Integrated
Manufacturing, 2nd ed.Prentice Hall, New Jersey.
Ristono, A. 2010, Sistem Produksi Tepat Waktu 1st ed., Graha Ilmu, Yogyakarta.
24
LAMPIRAN
25
Download