BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Magang industri merupakan kegiatan akademik yang berorientasi pada bentuk pembelajaran mahasiswa untuk mengembangkan dan meningkatkan tenaga kerja yang berkualitas. Dengan mengikuti magang industri ini diharapkan dapat menambah pengetahuan, keterampilan dan pengalaman mahasiswa dalam mempersiapkan diri memasuki dunia kerja yang sebenarnya. Selain itu magang industri juga mampu mengembangkan kemampuan mahasiswa dalam menambah pengalaman di dunia usaha, khususnya mahasiswa Diploma Tiga Jurusan Teknik Mesin. Selain untuk memenuhi kewajiban Akademik, diharapkan kegiatan tersebut dapat menjadi penghubung antara dunia industri dengan dunia pendidikan serta dapat menambah pengetahuan tentang dunia industri sehingga mahasiswa akan mampu mengatasi persaingan di dunia kerja. Pada dasarnya permasalahannya dalam dunia usaha sangatlah luas sehingga perlu adanya pengulangan. Dan mengingat mutu pendidikan telah menjadi sorotan di mata dunia pendidikan baik dari dalam maupun luar negeri demi terciptanya sumber daya manusia yang berkualitas yang mampu membuat dunia menjadi maju dan menjadikan kehidupan yang lebih baik. Magang industri merupakan wujud aplikasi terpadu antara sikap, kemampuan dan keterampilan yang diperoleh mahasiswa dibangku kuliah. Magang industri Lapangan diberbagai perusahaan dan instansi akan sangat berguna bagi mahasiswa untuk dapat menimba ilmu pengetahuaan, keterampilan dan pengalaman. Magang industri merupakan salah satu syarat untuk menyelesaikan pendidikan D3 Teknik Mesin Universitas Negeri Medan. Melalui magang industri ini mahasiswa akan mendapat kesempatan untuk mengembangkan cara berpikir, menambah ide-ide yang berguna dan dapat menambah pengetahuaan mahasiswa sehingga dapat menumbuhkan rasa disiplin dan tanggung jawab mahasiswa terhadap apa yang ditugaskan kepadanya. 1 B. Tujuan Magang Industri II Tujuan umum penyelenggaraan magang adalah agar mahasiswa menjadi tenaga teknik yang memiliki seperangkat pengetahuan, sikap dan keterampilan kerja yang dapat menunjang tercapainya penguasaan kompetensi keterampilan, kompetensi kepribadian, kompetensi sosial, dan kompetensi profesional secara utuh dan dilakukan sejak dini supaya mahasiswa memiliki kompetensi yang holistik seperti: mandiri, mampu berkomunikasi, mampu mengambil keputusan, peka terhadap perubahan dan perkembangan yang terjadi di dunia luar dan lain sebagainya. C. Manfaat Magang Industri II 1. Manfaat Bagi Mahasiswa adalah: a) Mahasiswa dapat mengaplikasikan dan meningkatkan ilmu yang diperoleh di bangku kuliah; b) Menambah dan meningkatkan kualitas lulusan melalui pengalaman kerja magang, c) Menambah wawasan setiap mahasiswa mengenai magang; d) Menambah dan meningkatkan keterampilan serta keahlian dibidang keteknikan. 2. Manfaat Bagi Perusahaan a) Terjalinnya hubungan saling menguntungkan antara mahasiswa dengan perusahaan dalam membantu kegiatan operasional perusahaan tersebut. b) Terjalinnya hubungan timbal – balik atau kerja sama antara perusahaan dan dunia pendidikan. D. Metode Pelaksanaan Untuk kelancaran Magang Industri II maka diperlukan metode sehingga dapat menunjang pemahaman dan analisa terhadap suatu masalah. Data yang diperoleh dari perusahaan dapat dikumpulkan dengan cara : 1. Pengamatan langsung terhadap objek pekerjaan. 2 2. Membaca laporan administrasi maupun catatan perusahaan yang berhubungan dengan data yang dibutuhkan. 3. Melakukan wawancara dengan pihak yang dianggap dapat memberikan informasi yang dibutuhkan. E. Sistematika Penulisan Laporan 1. Bagian Pendahuluan a. Halaman Judul b. Halaman Lembar Persetujuan c. Halaman Kata Pengantar d. Halaman Daftar Isi e. Halaman Daftar Gambar (jika diperlukan) f. Halaman Daftar Tabel (jika diperlukan) g. Halaman Daftar Lampiran (jika diperlukan) 2. Bagian Isi BAB I PENDAHULUAN Pada bagian pendahuluan berisi Latar Belakang, Tujuan, Manfaat, Metode Pelaksanaan, dan Sistematika Penulisan Laporan A. Profil Perusahaan/Industri B. Visi, Misi, Tujuan Perusahaan/Industri C. Managemen dan Kultur Perusahaan/Industri D. Lingkup Pekerjaan Perusahaan/ Industri E. Bahan Baku Perusahaan/Industri F. Produk Perusaaan/ Industri G. Aktivitas Pekerja/staff/Teknisi Perusahaan/Industri H. Ruang Lingkup Pemasaraan Perusahan/Industri Jumlah halaman Bab I Pendahuluan maksimal 20% dari jumlah halaman keseluruhan laporan Magang Industri II. 3 BAB II PELAKSANAAN MAGANG INDUSTRI II A. Program Kerja Magang Industri II B. Pelaksanaan Magang Industri II Jumlah halaman Bab II pelaksanaan magang industri I 20% sampai dengan 40% dari jumlah halaman keseluruhan laporan Magang Industri II. BAB III STUDI KASUS/ANALISIS PEKERJAAN A. Studi Kasus/Anasisis Pekerjaan B. Hambatan dan Solusi Pekerjaan C. Pembahasan Jumlah halaman Bab III pembahasan 20% sampai dengan 40% dari jumlah halaman keseluruhan laporan Magang Industri II. BAB IV PENUTUP A. Kesimpulan B. Saran Jumlah halaman Bab IV penutup maksimal 20% dari jumlah halaman keseluruhan laporan Magang Industri II. DAFTAR PUSTAKA LAMPIRAN – LAMPIRAN 4 F. Profil Perusahaan/Industri Gambar 1: Gambar Depan PT. Pacific Medan Industri HSA GROUP Sebuah perusahaan multi-nasional terpercaya, HSA Group secara global diakui untuk portofolio investasi yang seimbang, sistem produksi yang efisien dan berbagai produk terkemuka yang memperkaya kehidupan pelanggan kami. Dari awal berdiri di Aden pada tahun 1938, kami tumbuh pesat menjadi kekuatan terkemuka di Yaman dan ekonomi internasional, dan terus berekspansi ke Timur Tengah, Eropa, Afrika dan Asia. Dengan track record prestasi yang luar biasa sepanjang sejarah 75 tahun kami, HSA Grup sekarang mempekerjakan lebih dari 35.000 orang di seluruh dunia. Kami beroperasi di berbagai sektor bisnis di bidang manufaktur, perdagangan dan jasa. Kegiatan bisnis utama Grup menjadi sentral dari pertumbuhan berkelanjutan kami, termasuk minyak nabati, produk susu, biskuit dan gula-gula, penggilingan tepung, pemurnian gula, percetakan dan kemasan. Selain itu, investasi strategis kami yang lain fokus pada bahan kimia petro, minyak dan gas, pertambangan mineral dan produksi semen. Mengekspor ke lebih dari 80 negara dalam bisnis FMCG, HSA Grup memiliki keunggulan pada portofolio yang bagus dari merek yang memimpin di pasar. Grup memulai bisnis di Indonesia pada 1999 dan sekarang ini focus pada bisnis utama pada perdagangan minyak dan produk-produk berkualitas tinggi lainnya dengan harga yang terjangkau. Saat ini Grup memiliki 9 perusahaan di Indonesia sebagai berikut: 1) Pacific Palmindo Industri, Medan (Manufaktur); 2) Pacific Medan Industri, Medan (Manufaktur); 3) Oleochem & Soap Industri, Medan (Manufaktur); 4) Pacific Indopalm Industri, Dumai (Manufaktur); 5) 5 Pacific Texindo Industri, Tangerang (Manufaktur); 6) Pacific Indo Dairy, Tangerang (Manufaktur); 7) Pacific Agritama Comoditi, Tangerang (Manufaktur); 8) Pacific Indomas, Jakarta (Perdagangan); 9) Megakarya Jayaraya, Jakarta, Papua (Perkebunan Kelapa Sawit). Perusahaan yang bernama PT. Pacific Medan Industri adalah perusahaan yang bergerak di bidang industri pengolahan minyak kelapa sawit. PT. Pacific Medan Industri, beralamatkan di Jln. Pulau Nias Selatan Kawasan Industri Medan (KIM) II Medan 20242. Dengan lokasi perusahaan yang terletak di Kawasan Industri Medan II, menjadikan perusahaan ini memilki kedudukan strategis secara ekonomi dan politik atas pengembangan investasinya yang terkonsentrasi di dalam kawasan berikat. G. Visi, Misi, Tujuan Perusahaan/Industri 1. Visi Menjadi Perusahaan Minyak Goreng dan sejenisnya terdepan untuk kelas Dunia. 2. Misi a) Mengembangkan Produk yang berkualitas, aman dikonsumsi dan halal untuk masyarakat; b) Meningkatkan Kualitas SDM Perusahaan sebagai aset bagi kemajuan Perusahaan; c) Meningkatkan Kreativitas Produk melalui inovasi proses dan teknologi. H. Managemen dan Kultur Perusahaan/Industri 1. Managemen Perusahaan PT. Pacific Medan Industri merupakan perusahaan yang tergabung dalam anak group perusahaan Hayel Saeed Anam Co.Ltd (HSA) Group, yakni Pacific Inter-Link (PIL) Group yang dibentuk pada tahun 1988 di Kuala Lumpur Malaysia. Pacific Inter-Link (PIL) Group yang saat ini dipimpin oleh seorang pengusaha berkebangsaan Yaman yaitu Fouad Hayel Saeed. Menjalankan aktivitas usahanya dalam hal perdagangan berbagai komoditas olahan berbasis minyak kelapa sawit ke pasar dunia, diantaranya seperti : 6 1. Sabun kebersihan dan kecantikan, dengan merk label Oleo, Saba, Softsilk, Lyn, Twist, Meditwist, dan Juliet. 2. Detergen, dengan merk label Saba dan Oleo 3. Susu bubuk, dengan merk label Milgro dan Sheeba 4. Biskuit dan makanan cepat saji, dengan merk label Avena 5. Serta minyak makan , ghe, margarin, dengan merk label Avena, Madina. Pemasaran hasil produksi terutama produksi komoditas berjenis minyak makan, minyak ghee, margarin dan mayonais telah tersebar ke 64 negara di wilayah Timur Tengah, Asia, Afrika, Amerika Tengah, Australia, dan Eropa terutama di Rusia, Ukraina, serta Turki. Terkhusus untuk PT. Pacific Medan Industri hasil dari produsksinya adalah sebagai berikut : 1. Pengemasan minyak goreng dengan merk label avena dan madina. 2. Pengolahan minyak kelapa sawit mwnjadi margarin dan ghee. 3. Produksi jerigen plastik, dan kaleng. 7 2. Struktur Perusahaan 8 I. Kultur Perusahaan 1. Kultur Perusahaan Keseluruhan buruh yang bekerja di PT. Pacific Medan Industri terbagi atas 2 jenis status hubungan kerja yakni : a. PKWTT (Perjanjian Kerja Waktu Tidak Tertentu), status ini juga sering disebut sebagai buruh tetap. b. PKWT (Perjanjian Kerja Waktu Tertentu), status ini kemudian dibagi kembali menjadi 2 kategori yaitu : 1) PKWT non outsourcing atau sering disebut status kerja kontrak non outsourcing. 2) PKWT Outsorcing, untuk buruh kontrak yang tersebar di 4 biro jasa antara lain, PT. Citra Nusa Mutiara, PT. Depo, PT. Yubash, dan PT. SMAD. Adapun jenis bagian kerja atau departemen kerja di PT. Pacific Medan Industri adalah : a. Bagian Molding b. Bagian Filling c. Bagian Maintenence d. Bagian Shortening e. Bagian Canmaking f. Bagian Loading g. Bagian QCI h. Bagian Finish Goods & Material. 2. Waktu Kerja Dari semua bagian kerja diatas, hanya bagian kerja QCI dan Finish Good & Material yang tidak mempekerjakan buruh outsourcing didalamnya. Dalam aktivitas kerja produksi beserta penunjangnya, seluruh buruh dibedakan ke beberapa shift kerja, tidak terkecuali buruh dengan status outsourcing seluruhnya tersebar di ketiga shift kerja tersebut. Setiap 1 minggu sekali dilakukan pergantian 9 shift kepada masing-masing buruh yang bekerja. Adapun waktu shift kerja tersebut yaitu : a. Shift 1 = waktu kerja 06.30-14.30 b. Shift 2 = waktu kerja 14.30-22.30 c. Shift 3 = waktu kerja 22.30-06.30 J. LINGKUP PEKERJAAN Adapun jenis bagian kerja atau departemen kerja di PT. Pacific Medan Industri adalah a) Bagian Molding Lokasi Pamin 1; 2) Bagian Molding Lokasi Pamin 2; 3) Bagian Filling Lokasi Pamin 1; 4)Bagian Filling Lokasi Pamin 2; 5) Bagian Maintenence; 6) Bagian Shortening; 7) Bagian canmaking; 8) Bagian Loading; 9) Bagian QCI; 10) Bagian Finish Goods & Material. K. Bahan Baku Perusahaan/Industri PT. Pacific Medan Industri mulai menjalankan proses produksinya dengan melakukan pengolahan terhadap CPO (Crude Palm Oil) dan CPKO (Crude Palm Kernel Oil), tetapi sekarang ini PT. Pacific Medan Industri juga memproduksi sendiri kemasan minyak dari hasil produksinya sendiri yaitu berupa jerigen plastik , kaleng dan botol. bahan baku yaitu : 1) HDPE; 2) filler; 3) collorant; dan 4) recycle sebesar 30-40%. L. Produk Perusahaan/ Industri Produk yang dihasilkan oleh PT. Pacific Medan Industri adalah minyak goreng, ghe, margarin, dengan merk label Avena, Madina. M. Aktivitas Pekerja/staff/Teknisi Perusahaan/Industri Pada PT. Pacific Medan Industri terdapat beberapa macam unit bagian kerja diantaranya akan dijelaskan sebagai beikut : 10 1. Bagian Molding Bagian molding adalah suatu unit kerja yang berfokus pada produksi kemasan minyak berupa jerigen dan botol plastik. Prinsip kerjanya adalah dimulai dari pencampuran bahan mentah berupa HDPE, filler colorant dan recycle pada tangki silo, selanjutnya akan diperoses di mesin parker. Fungsi mesin parker ini untuk memanaskan material lalu mencetak material sehingga membentuk kemasan jerigen. 2. Bagian Filling Pada unit filling ini fungsinya adalah sebagai tempat pengisian minyak goreng, minyak margarin, dan minyak ghee. Masing – masing produk memiliki ruangan masing-masing secara terpisah. Ruangan tempat pengisian harus tertutup agar hasil produsi higienis. 3. Bagian Maintenence Bagian maintenance bertugas untuk merawat mesin dan memperbaiki setiap kerusakan mesin dan peralatan yang berada dilingkungan PT.Pacific Medan Industri. 4. Bagian Shortening Bagian shortening ini bertugas untuk mengolah minyak kelapa sawit menjadi ghee, dan margarin. 5. Bagian Canmaking Bagian canmaking adalah suatu unit kerja yang berfokus pada pembuatan kemasan kaleng dimulai dari proses pencetakan kemasan dengan cara di print, kemudian memotong bagian-bagian body kaleng dan terakhir melakukan penekukan pada kaleng agar menjadi kemasan kaleng. 6. Bagian Loading Bagian loading bertugas untuk menyusun product kedalam kontainer. 11 7. Bagian QCI Unit ini bertuagas untuk mengontrol kualitas product sesuai standart perusahaan. 8. Bagian Finish Goods store and raw material store a. Finish goods store Tempat product jadi dari bagian produksidikumpulkan untuk dihitung, di cek, dan di stuffing untuk nantinya dikirim ke buyer. b. Tempat bahan bahan keperluan produksi. N. Ruang Lingkup Pemasaraan Perusahaan/Industri Pemasaran hasil produksi terutama produksi komoditas berjenis minyak makan, minyak ghee, margarin. telah tersebar ke 64 negara di wilayah Timur Tengah, Asia, Afrika, Amerika Tengah, Australia, dan Eropa terutama di Rusia, Ukraina, serta Turki. Untuk pasar domestik sendiri PIL melalui PT. Pacific Medan Industri memasarkan produk dengan merk Avena dan Madina yang menjadi salah satu program pasar pemerintah. O. Layout Perusahaan Gambar 2 : Layout Perusahaan 12 BAB II PELAKSANAAN MAGANG INDUSTRI A. Program Kerja Magang Industri II TABEL 1. Daftar Kegiatan Magang Industri II No Hari/Tanggal Kegiatan 1 Senin-Selasa 1. Perkenalan dengan Pimpinan dan Staff PT. 21-22 Januari PAMIN (PACIFIK MEDAN INDUSTRI). 2019 2. Pembagian jadwal dan pemberian gambaran umum kegiatan Proses Pengemasan dan proses pembuatan kemasan minyak dan margarine di PT. PAMIN (PACIFIK MEDAN INDUSTRI). 3. Peninjaun langsung ke pabrik 4. Pemberian materi dari Pimpinan. 2 Rabu-Sabtu 23-26 Januari 2019 1. Peninjauan langsung ke Area Molding. 2. Wawancara kepada pegawai Area molding. 3. Membantu Maintenance melakukan perawatan dan perbaikan pada mesin yang di area Molding 3 Senin-Selasa 1. Peninjauan langsung ke Area Molding 28-29 januari 2. Memfoto – foto bagian – bagian alat yang 2019 ada di Area Molding 3. Wawancara kepada pegawai Area Molding 4. Membantu Maintenance melakukan perawatan dan perbaikan pada mesin 4 Rabu- Sabtu 30-02 Februari 1. Peninjauan langsung ke Area Proses Maragarine 13 2019 2. Wawancara kepada Operator dan maintenance Area Proses Filling 3. Membantu Maintenance melakukan perawatan dan perbaikan pada mesin Filling 5 Senin-Selasa 04-05 Februari 2019 1. Peninjauan langsung Area Filling 2. Berdiskusi dengan operator dan juga maintenance yang berada di area tersebut dan membantu melakukan perbaikan dan perawatan mesin Filling 6 Rabu-Sabtu 1. Peninjauan 06-09 Februari jerrycan 2019 2. Wawancara langsung kepada ke area operator filling dan maintenance 3. Membantu pegawai Maintenance. memperbaiki mesin-mesin / alat-alat yang rusak. 7 Senin-Kamis 11-14 Februari 2019 1. Peninjauan langsung ke Area proses Filling Jerrycan 2. Wawancara kepada operator dan Maintenance. 3. Membantu pegawai Maintenance memperbaiki mesin-mesin / alat-alat yang rusak. 8 Jumat 15 Berdiskusi dengan Maintenance khusus Area Februari 2019 Filling untuk menanyakan seputar permasalahan yang terjadi di area filling jerrycan 14 9 Sabtu 16 Pamitan kepada pimpinan perusahaan, staff, dan Februari 2019 pegawai yang telah membantu kami dalam pelaksanaan Magang Industri - II di PT. PAMIN ( PACIFIK MEDAN INDUSTRI) 8 Jumat 15 Berdiskusi dengan Maintenance khusus Area Februari 2019 Filling Sachet Margarine untuk menanyakan seputar permasalahan yang terjadi di area filling Sachet Margarine 9 Sabtu 16 Pamitan kepada pimpinan perusahaan, staff, dan Februari 2019 pegawai yang telah membantu kami dalam pelaksanaan Magang Industri - II di PT. PAMIN ( PACIFIK MEDAN INDUSTRI) B. Pelaksanaan Magang Industri II Tabel 2.2. Pelaksanaan Magang Industri II No 1 Tanggal 21 januari 2019 Kegiatan 1. repair injection no.3 mengganti pin mol 2. membuat dudukan inverter mesin fongkee no.2 2 22 januari 2019 1. repair injection no.3 mengganti pin mol 2. membuat dudukan inverter mesin fongkee no.2 3 23 januari 2019 4 24 januari 2019 1. repair mesin injection no.3 mengganti pin mol 1. mengganti conveyor mesin leepact 04 2. merepair blade crusher - motor mesin crusher 40 hp (9) - mesin blade 40 hp (2) - mesin blade panjang (1) 15 5 25 januari 2019 repair cartoon sealser otomatis line ponch (kemasan minyak goring) 6 26 januari 2019 7 28 januari 2019 8 29 januari 2019 mengganti mata pisau mesin crusher mesin sika 1 9 30 januari 2019 Ngelas line tanki di area refinery lantai 5 10 31 januari 2019 1. mengambil vbelt sparepart pamin 1 Repair punching handle 2 buah Ngeblank jalur pompa tanki 19 2. install vbelt di mesin crusher 5 hp mesin parker 6 3. memasang cover pully 11 1 februari 2019 1. ganti hospring nozel filling 10 2. rombak plat dudukan puching handle parker 6 12 2 februari 2019 Perbaikan / cek scrubarrel karena material block, beban motor berat / over load mesin fongkee 1 13 4 februari 2019 14 5 februari 2019 15 6 februari 2019 Repair molding mesin injection 4 - (tanggal merah) 1. Repair vbelt motor crusher 40 hp old 2. Cek part list 3. Install motor conveyor chipping 16 7 februari 2019 1. Monitoring sensor side A 2. Welding support motor conveyor chipping 17 8 februari 2019 1. Reset power MC sika M/C error 2. Check dan mpnitoring conveyor 18 9 februari 2019 Ganti hos pring mesin filling 11, nozel 4, 5, 6 dan 7 19 11 februari 2019 1. Servis all induction plant 2. Take impact plat mesin fongkee 1 20 12 februari 2019 1. Start up power plant 2. Check power supply injection 21 13 agustus 2019 1. Rest m/c parker 16 2. Bongkar support pippen side 02 22 14 februari 2019 Welding nut stopper champing injection 4 23 15 februari 2019 Install conveyor new leading fm 10 24 16 februari 2019 Repair conveyor filling 10 25 17 februari 2019 Repair mesin injection no 4 26 18 februari 2019 Repair conveyor filling 11 27 19 februari 2019 Repair molding fongkee 1 28 20 februari 2019 Repair injection 3 17 BAB III STUDY KASUS / ANALISIS PEKERJAAN A. STUDY KASUS / ANALISIS PEKERJAAN 1. Tangki Penampungan Minyak goreng Tangki merupakan tempat yang digunakan untuk penampungan minyak goreng yang akan disalurkan ke mesin filling. Tangki tersebut berkapasitas 10.000 liter yang dapat ditruskan ke filling. 2. Pompa sentrifugal Pompa sentrifugal berfungsi sebagai pemompa atau pemberi tekanan terhadap minyak goreng yang disalurkan dari tangki ke mesin filling. 3. Mesin filling Mesin filling adalah mesin yang digunakan untuk mengisi bahanbahan atau produk ke dalam sebuah botol atau dapat juga botol plastic jerrycan dan sebagainya. Umumnya bahan-bahan produk berupa cairan seperti: air mineral, kecap, saus, madu, minyak goreng, sirup dan lain lain. Ada berbagai jenis mesin filling yang digunakan tergantung jenis kemasan yang akan dipasarkan sebagai berikut: 1. Automatic filling cup sealer Jenis mesin filling ini dapat digunakan pada produk atau bahan yang akan dikemas dalam bentuk cup atau gelas plastik. 2. Mesin filling standing pouch Mesin ini biasanya lebih digunakan pada produk refill. Produk yang dikemas dalam standing pouch yang kemudian digunting sebagai refill untuk dimasukkan kedalam botol. 3. Mesin filling botol Mesin jenis ini digunakan untuk pengemasan produk dalam kemasan botol. 18 4. Mesin filling galon Mesin ini banyak terdapat di depot-depot pengisian air mineral dalam galon karena fungsi untuk pengisian air mineral kedalam galon. Selain sebagai pengisian, dapat juga digunakan sebagai pencucian, pemasangan tutup, serta pemasangan segel pada galon. 5. Mesin filling jerrycan Mesin ini biasanya digunakan dalam produk dengan kemasan kapasitas lebih besar mulai dri 5 sampai 25 kilogram, dengan menggunakan system timbangan digital / load cell B. HAMBATAN DAN SOLUSI PEKERJAAN 1. Hambatan Dalam proses pengemasan atau pemasukan minyak goreng kedalam jerrycan, sering mengalami hambatan hambatan. Hambatan-hambatan yang sering terjadi pada saat pengemasan adalah sering terjadi tidak berfungsinya stoper yang mengakibatkan jerrycan berjalan melewati nzzle yang akan mengisi jerrican. Hal tersebut diakibatkan oleh tidak terbacanya warna pada jerrycan oleh sensor. Masalah tersebut dapat mengakibatkan terganggunya pekerja untuk melakukan pekerjaan dengan baik. Hal itu dapat mengakibatkan melemahnya perusahaan dalam memenuhi target sesuai permintaan pasar (pelanggan). 2. Solusi Untuk masalah diatas perlu penanganan yang harus dilakukan oleh perusahaan demi tercapainya target yang telah diinginkan oleh perusahaan. Untuk menyelesaikan masalah tersebut berikut adalah hal yang harus diperhatikan adalah Pekerja harus secara rutin membersihkan permukaan sensor pada stoper agar berfungsi dengan baik. Kemudian pekerja juga harus secara rutin mengecek keadaan stopper agar stopper juga berfungsi dengan baik. 19 C. Pembahasan 1. Cara Kerja Mesin filling jerrycan Adapun cara kerja mesin filling jerrycan adalah: a. Hidupkan mesin filling otomatis b. Setting untuk banyak liter pada tiap jerrycan c. Setting jumlah jerrycan maksimal yang akan diisi d. Hdupkan sensor stopper e. Tekan tombol start untuk mesin filling mulai bekerja sesuai settingan yang telah ditetapkan f. Mesin akan bekerja secara otomatis 2. Bagian-bagian mesin Filling jerrycan 1. Aktuator Aktuator ini adalah salah satu komponen mesin filling jerrycan, actuator ini sangat berguna karena actuator lah yang memberikan pressure didalam selang sehingga minyak goreng tertekan sampai ke nozzle dan dapat mengisi pada jerrycan. Pada mesin filling jerrycan, actuator berfungsi sebagai penekan cairan minyak goreng masuk kepada nozel. Dari nozel akan diteruskan ke dalam jerrycan. 2. Valve atau Katup Valve atau katup digunakan sebagai pemutus dan penghubung sirkulasi yang terjadi pada mesin tersebut. dengan adanya katup tersebut kita dapat memindahkan aliran margarine tersebut. kita tinggal hanya membuka katup jalur yang akan dilalui oleh minyak goreng dan menutup katup jalur yang tidak ingin dilalui oleh minyak goreng 20 3. Nozzel Nozzle pada mesin filling jerrycan berfungsi sebagai penyalur minyak goreng yang dialirkan melalui hospring yang kemudian diteruskan kedalam jerrycan. 4. Stopper Stopper pada mesin filling jerrycan berfungsi sebagai pemisah antara jerrycan yang akan diisi dengan jerrycan yang masih menunggu untuk di isi. Pada mesin filling jerrycan berjumlah 10 jerrycan maksimal yang dapat langsung diisi. Stopper juga menggunakan senson warna atau jumlah 5. PLC (Programmable Logic Controller) Fungsi PLC secara khusus adalah dapat memberikan input ke CNC (Computerized Numerical Control). Beberapa PLC dapat memberikan input ke CNC untuk kepentingan pemrosesan lebih lanjut. CNC bila dibandingkan dengan PLC mempunyai ketelitian yang lebih tinggi dan lebih mahal harganya. CNC biasanya dipakai untuk proses finishing, membentuk benda kerja, moulding dan sebagainya. 6. Hospring Hospring merupakan selang penyalur minyak goreng dari actuator ke nozzle. 7. Conveyor Conveyor pada mesin filling berfungsi sebagai alat pemindah jerrycan untuk di isi oleh mesin filling, kemudian conveyor akan meneruskan kembali jerrycan yang telah terisi oleh minyak goreng ke bagian penutupan jerrycan. 3. Analisa Penyebab Terjdainya Kerusakan a. Tujuan Analisa Untuk mengetahui penyebab terjadinya kerusakan pada stopper pada saat proses pekerjaan berlangsung. 21 b. Waktu analisa Perhatikan bagian depan sensor apakah ada kotoran atau minyak yang mengendap di kaca laser / sensor. c. Hal-Hal Yang Menyebabkan Terjadinya Kerusakan 1. Tertutupnya kaca sensor stopper pleh minyak goreng 2. Kurang nya perawatan secara berkala 3. Umur sensor yang sudah terlalu lama 22 BAB IV PENUTUP KESIMPULAN Dalam setiap proses pengemasan minyak goreng, perusahaan harus memperhatikan kerusakan-kerusakan apa saja yang dapat menghambat proses pengemasan. Proses pengemasan tentu sangat berpengaruh terhadap proses produksi dalam memenuhi permintaan pasar. Apabila mesin sering mengalami masalah, proses produksi akan terganggu dan tentu perusahaan akan mengelami penurunan dan memperlambat perusahaan dalam mencapai target yang diinginkan Berikut beberapa hal-hal yang dapat dilakukan perusahaan guna mendapatkan hasil kerja mesin yang optimal, yaitu: 1. Lakukan perwatan berkala terhadap mesin filling, hal ini tentu akan dapat memperpanjang umur mesin 2. Lakukan pengecekan rutin, dengan melakukan pengecekan rutin tentu mesin tidak akan mengalami kerusakan yang berat 3. Tidak memaksakan mesin melewati batas kemampuan mesin. SARAN Adapun saran yang dapat saya sampaikan, setelah saya melaksanakan Magang Industri II di PT. PAMIN (PACIFIK MEDAN INDUSTRI) Kim II Medan, Kota Medan – Sumatera Utara yaitu : 1. Sebaiknya perusahaan lebih meningkatkan perawatan terhadap mesin filling. 2. Menggunakan perlatan pelindung diri saat melakukan pekerjaan dilapangan. 23 DAFTAR PUSTAKA Bolton,W. 2003. Programmable Logic Controller. Third Edition. Oxford: Newnes. Chase, R. B., dan Aquilano, N. J. 1995, Production And Operations Management: Manufacturing And Servicess, 7th ed., Irwin, USA. Eckman, P, and Donald. 1995. Industrial Instrumentaion. New York: John Willey & Sons Inc. Groover, M.P. 2001, Automation, Production Systems, and Computer Integrated Manufacturing, 2nd ed.Prentice Hall, New Jersey. Ristono, A. 2010, Sistem Produksi Tepat Waktu 1st ed., Graha Ilmu, Yogyakarta. 24 LAMPIRAN 25