Uploaded by User80034

232243941-Administrasi-Pendidik-Dan-Tenaga-Kependidikan

advertisement
Nama: Zaid Husein
NIM: 17086312
Matkul: administrasi dan supervisi pendidikan
Email: [email protected]
ADMINISTRASI PENDIDIK DAN
TENAGA KEPENDIDIKAN
PENDAHULUAN
Pendidik merupakan tenaga profesional yang bertugas merencanakan dan melaksanakan
proses pembelajaran, menilai hasil pembelajaran, melakukan pembimbingan dan pelatihan, serta
melakukan penelitian dan pengabdian kepada masyarakat, terutama bagi pendidik pada
perguruan tinggi. Tertuang dalam PP No. 19 Tahun 2005 Tentang Standar Nasional Pendidikan,
pendidik harus memiliki kualifikasi akademik dan kompetensi sebagai agen pembelajaran, sehat
jasmani dan rohani, serta memiliki kemampuan untuk mewujudkan tujuan pendidikan nasional.
Kualifikasi akademik adalah tingkat pendidikan minimal yang harus dipenuhi oleh seorang
pendidik yang dibuktikan dengan ijazah dan/atau sertifikat keahlian yang relevan sesuai
ketentuan perundang-undangan yang berlaku. Pendidik pada SMK memiliki
kualifikasi
akademik pendidikan minimum diploma empat (D-IV) atau sarjana (S1) dengan latar belakang
pendidikan tinggi dengan program pendidikan yang sesuai dengan mata pelajaran yang
diajarkan, serta memiliki sertifikat profesi guru untuk SMK. Kompetensi sebagai agen
pembelajaran pada jenjang pendidikan dasar dan menengah serta pendidikan anak usia dini
meliputi kompetensi pedagogik, kompetensi kepribadian, kompetensi profesional, dan
kompetensi sosial..
Tertuang dalam Undang-undang No. 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional,
tenaga kependidikan adalah anggota masyarakat yang mengabdikan diri dan diangkat untuk
menunjang penyelenggaraan pendidikan. Tenaga kependidikan bertugas melaksanakan
administrasi, pengelolaan, pengembangan, pengawasan, dan pelayanan teknis untuk menunjang
proses pendidikan pada satuan pendidikan. Tenaga kependidikan meliputi pengelola satuan
pendidikan, penilik, pamong belajar, pengawas, peneliti, pengembang, pustakawan, laboran, dan
teknisi sumber belajar. PP No. 19 Tahun 2005 Tentang Standar Nasional Pendidikan,
menyebutkan tenaga kependidikan di SMK/MAK atau bentuk lain yang sederajat sekurangkurangnya terdiri atas kepala sekolah/madrasah, tenaga administrasi, tenaga perpustakaan, tenaga
laboratorium, dan tenaga kebersihan sekolah/madrasah.
Permendiknas
No.
24
Tahun
2008,
tentang
Standar
Tenaga
Administrasi
Sekolah/Madrasah, menyebutkan standar tenaga administrasi sekolah/madrasah mencakup
kepala tenaga administrasi, pelaksana urusan, dan petugas layanan khusus sekolah/madrasah.
Pelaksana urusan terdiri atas Urusan Administrasi Kepegawaian, Urusan Administrasi
Keuangan, Urusan Administrasi Sarana dan Prasarana, Urusan Administrasi Hubungan Sekolah
dengan Masyarakat, Urusan Administrasi Persuratan dan Pengarsipan, Urusan Administrasi
Kesiswaan, dan Urusan Administrasi Kurikulum. Petugas layanan khusus terdiri atas penjaga
sekolah/madrasah, tukang kebun, tenaga kebersihan, pengemudi, dan lain-lain.
PEMBAHASAN
A. Administrasi Pendidik dan Tenaga Kependidikan
1. Pengertian Administrasi
Sebelum bicara lebih mikro tentang administrasi pendidik dan tenaga kependidikan,
alangkah baiknya kita pahami terlebih dahulu apa yang dimaksud dengan administrasi.
Administrasi dalam pengertian secara harfiah, kata “administrasi”berasl dari bahasa latin yang
terdiri atas kata ad dan ministrare.kata ad mempunyai arti yang sama dengan kata to dalam
bahasa inggris yang berarti “ke”atau”kepada”.Dan kata ministrare sam artinya dengan kata to
serve atau to conduct yang berarti”melayani,membantu dan mengarahkan”.Dalam bahasa inggris
to administer berarti pula”mengatur,memelihara dan mengarahkan”.
Jadi kata”administrasi” secara harfiah dapat di artikan sebagai suatu kegiatan atau usaha
untuk membantu,malayani,mengarahkan atau mengatur semua kegiatan didalam mencapai suatu
tujuan.(Purwanto:1:2007)
Administrasi dalam pengertian yang sempit yaitu kegiatan ketatausahaan yang intinya
adalah kegiatan ruti catat-mencatat, mendokumentasika kegiatan, menyelenggarakan suratmenyurat dengan segala aspeknya serta mempersiapkan laporan.
Fungsi administrasi, jika dihubungkan dengan administrasi pendidik maka bisa diartikan
bahwa hal ini merupakan upaya peningkatan efektifitas guru, dosen dan lain-lain untuk mencapai
tujuan pendidikan itu sendiri.
2. Pendidik
Secara umum pendidik di Indonesia lebih dikenal dengan pengajar, adalah tenaga
kependidikan yang berpartisipasi dalam menyelenggarakan pendidikan dengan tugas khusus
sebagai profesi pendidik. Pendidik mempunyai sebutan lain sesuai kekhususannya yaitu: Guru,
Dosen, Konselor, Pamong belajar, widyaiswara, tutor, instruktur, fasilitator. Sedangkan dalam
UU No. 20 thn 2003 BAB XI Pendidik dan tenaga kependidikan pasal 39 mengatakan bahwa
pendidik merupakan tenaga profesional yang bertugas merencanakan dan melaksanakan proses
pembelajaran, menilai hasil pembelajaran, melakukan pembimbingan dan pelatihan, serta
melakukan penelitian dan pengabdian kepada masyarakat, terutama bagi pendidik pada
perguruan tinggi.
Pendidik merupakan: 1)tenaga profesional, 2)merencanakan pembelajaran. 3)melaksanakan
pembelajaran.
4)
menilai hasil pembelajaran.
5)
6)
membimbing.
melatih.
7)
meniliti.
8)
mengabdi
kepada masyarakat.
Jadi, jika diatas dikatakan bahwa pendidik adalah guru. maka administrasi yang dimaksud
disini adalah perangkat pembelajaran. Apa saja yang harus disiapkan oleh guru berkaitan
perangkat atau administrasi pembelajaran yaitu sebagai berikut:
Nomor
Jenis Perangkat Administrasi
1.
Silabus
2.
Kalender Pendidikan
3.
Program Tahunan
4.
Program Semester
5.
Rencana Pelaksanaan Pembelajaran
6.
Rencana Pelaksanaan Harian
7.
Buku Pelaksanaan Harian
8.
Presensi Siswa
9.
Catatan Hambatan Belajar Siswa
10.
Daftar Buku Pegangan Guru
Kegiatan Penilaian
11.
Analisis KKM
12.
Kisi-kisi Soal
13.
Soal-soal Ulangan
14.
Buku Informasi Penilaian
15.
Analisis Butir Soal
16.
Analisis Hasil Ulangan
17.
Program/Pelaksanaan Perbaikan
18.
Program/Pelaksanaan Pengayaan
19.
Daftar Pengembalian Hasil Ulangan
20.
Buku Ulangan Bergilir
21.
Daftar Nilai
22.
Laporan Penilaian Akhlak Mulia dan Kepribadian Siswa
23.
Buku Tugas Terstruktur
24.
Buku Tugas Mandiri
Perangkat Tambahan
1.
SK Pembagian Tugas
2.
Mengisi Buku Kemajuan Kelas
3.
Jadwal Mengajar
3 . Tenaga Kependidikan

UU No. 20 thn 2003 BAB XI Pendidik dan tenaga kependidikan pasal 39 yaitu: Tenaga
kependidikan
bertugas
melaksanakan
administrasi,
pengelolaan,
pengembangan,
pengawasan, dan pelayanan teknis untuk menunjang proses pendidikan pada satuan
pendidikan.

Tenaga kependidikan meliputi kepala sekolah/madrasah, pengawas satuan pendidikan,
tenaga administrasi, tenaga perpustakaan, tenaga laboratorium, teknisi, pengelola
kelompok belajar, pamong belajar, dan tenaga kebersihan.

Tenaga Kependidikan lainnya
 Orang yang berpartisipasi dalam penyelenggaraan pendidikan di satuan pendidikan, walaupun
secara tidak langsung terlibat dalam proses pendidikan, diantaranya:
 Wakil-wakil/Kepala urusan umumnya pendidik yang mempunyai tugas tambahan dalam
bidang yang khusus, untuk membantu Kepala Satuan Pendidikan dalam penyelenggaraan
pendidikan pada institusi tersebut. Contoh: Kepala Urusan Kurikulum
 Tata usaha, adalah Tenaga Kependidikan yang bertugas dalam bidang administrasi instansi
tersebut. Bidang administrasi yang dikelola diantaranya; Administrasi surat menyurat dan
pengarsipan, Administrasi Kepegawaian, Administrasi Peserta Didik, Administrasi
Keuangan, Administrasi Inventaris dan lain-lain.
 Laboran, adalah petugas khusus yang bertanggung jawab terhadap alat dan bahan di
Laboratorium.
 Pustakawan (lihat perpustakaan)
 Pelatih ekstrakurikuler,
 Petugas keamanan (penjaga sekolah), Petugas kebersihan, dan lainya.
Berdasarkan uraian diatas maka dapat disimpulkan bahwa administrasi pendidik dan tenaga
kependidikan adalah proses keseluruhan kegiatan pendidik yang meliputi perencanaan,
pengorganisasian, pengarahan, pelaporan, pengkoordinasian, pengawasan dan pembiayaan,
dengan menggunakan atau memanfaatkan fasilitas yang tersedia, baik personil, materiil,
maupun spirituil untuk mencapai tujuan pendidikan secara efektif dan efisien.
B. Dasar hukum Administrasi Pendidik dan Tenaga Kependidikan :

No. 20 thn 2003 Tentang Sistem Pendidikan Nasional

PP No. 19 Tahun 2005 Tentang Standar Nasional Pendidikan

Permendiknas No. 24 Tahun 2008 tentang Standar Tenaga Administrasi Sekolah/Madrasah

Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Republik Indonesia No 25 Tahun 2008 tentang
Standar Tenaga Perpustakaan Sekolah/Madrasah.

Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Republik Indonesia No 27 Tahun 2008 tentang
Standar Kulifikasi Akademik dan Kompetensi Konselor
Esensi dalam Pasal 40 UU No. 20 thn 2003 tentang hak dan kewajiban pendidik dan tenaga
kependidikan.
Pendidik dan tenaga kependidikan berhak memperoleh:

penghasilan dan jaminan kesejahteraan sosial yang pantas dan memadai;

penghargaan sesuai dengan tugas dan prestasi kerja;

pembinaan karier sesuai dengan tuntutan pengembangan kualitas;

perlindungan hukum dalam melaksanakan tugas dan hak atas hasil kekayaan intelektual; dan

kesempatan untuk menggunakan sarana, prasarana, dan fasilitas pendidikan untuk
menunjang kelancaran pelaksanaan tugas.
Pendidik dan tenaga kependidikan berkewajiban:
 menciptakan suasana pendidikan yang bermakna, menyenangkan, kreatif, dinamis, dan
dialogis;
 mempunyai komitmen secara profesional untuk meningkatkan mutu pendidikan; dan
 memberi teladan dan menjaga nama baik lembaga, profesi, dan kedudukan sesuai dengan
kepercayaan yang diberikan kepadanya.
C. Urgensi Administrasi bagi Pendidik dan Tenaga Kependidikan
Pengertian urgensi di dalam kamus bahasan Indonesia adalah keharusan yang mendesak, hal
yang sangat penting. Jadi urgensi itu sendiri merupakan sesuatu yang penting yang ingin
dilakukan hingga mencapai tujuan yang diinginkan. Misalkan seperti administrasi guru
yang merupakan hal terpenting di dalam mencapai tujuan pembelajaran, karena guru
merupakan kunci untuk pencapaian tujuan dalam proses belajar mengajar .
Demi mewujudkan apa yang diamanatkan oleh PP No. 19 Tahun 2005 Tentang Standar
Nasional Pendidikan maka sangat penting bagi seorang pendidik dan tenaga kependidikan
memenuhi administrasi sesuai dengan jenjang atau sekolah menjadi tempat pengabdiannya.
Hal ini dilakukan demi tercapainya tujuan pendidikan nasional yaitu pendidikan yang
berkualitas dan bermutu tinggi. Bicara masalah administrasi pendidik maupun kualitas dan
profesionalitas maka secara sederhada bisa kita lihat apakah pendidik atau guru tersebut
sudah memiliki ijazah/sertifikat mengajar atau tidak dan apakah ijazah tersebut sesuai
dengan bidang dan tempat ia mengabdi? Artinya ketika seorang guru mengajar di tingkat
SMA maka setidaknya standar kualifikasi administrasinya minimal berstatus Strata 1
begitu pula dalam hal bidang keilmuan. Seorang guru yang memiliki keahlian dalam
bidang IPS (PPKn) maka seharusnya ia mengajar PKn tidak pada mata pelajaran yang lain.
Lebih lanjut mengenai pentingnya administrasi pendidik memiliki kaitan erat dengan
kompetensi pedagogik, kompetensi kepribadian, kompetensi sosial, dan kompetensi
profesional yang diperoleh melalui pendidikan profesi.
Berdasarkan Permendiknas No. 16 Tahun 2007, guru harus memiliki empat kompentensi, antara
lain:
Kompetensi Padegogik
o Menguasai karakteristik peserta didik dari aspek fisik, moral, sosial, cultural, emosional, dan
intelektual.
o Menguasai teori belajar dan prinsip pembelajaran yang mendidik.
o Mengembangkan kurikulum yang terkait mata pelajaran yang diampu.
o Menyelenggarakan pembelajaran yang mendidik.
o Memanfaatkan TIK untuk kepentingan pembelajaran.
o Memfasilitasi pengembangan potensi peserta didik.
o Berkomunikasi efektif, empatik, dan santun ke peserta didik.
o Menyelenggarakan penilaian evaluasi proses dan hasil belajar.
Kompentensi Keahlian
o Bertindak sesuai dengan norma agama, hukum, social dan budaya bangsa
o Penampilan yang jujur, berakhlak mulia, teladan bagi peserta didik dan masyarakat.
o Menampilkan dirisebagai pribadi yang mantap, stabil, dewasa, arif dan berwibawa
o Menunjukkan etos kerja, tanggung jawab yang tinggi, rasa bangga menjadi guru, dan rasa
percaya diri.
o Menjunjjung tinggi kode etik profesi guru.
Kompentensi Sosial.
o Bersikap inkulif, bertindak obyektif, serta tidak diskriminatif karena pertimbangan jenis
kelamin, agara, raskondisifisik, latar belakang keluarga, dan status sosial keluarga.
o Berkomunikasi secara efektif, empatik, dan santun dengan sesama pendidik, tenaga
kependidikan, orang tua dan masyarakat.
o Beradaptasi di tempat bertugas di seluruh wilayah RI yang memiliki keragaman social budaya.
o Berkomunikasi dengan lisan maupun tulisan
Kompentensi Profesional
o Menguasai materi, struktur, konsep, dan pola pikir keilmuan yang mendukung pelajaran yang
dimampu
o Mengusai standar kompentensi dan kompetensi dasar mata pelajaran/bidang pengembangan
yang dimampu
o Mengembangkan materi pembelajaran yang dimampu secara kreatif.
o Mengembangkan keprofesionalan secara berkelanjutan dengan melakukan tindakan reflektif
o Memanfaatkan TIK untuk berkomunikasi dan mengembangakan diri.
Artinya dari uraian diatas mempertegas bahwa administrasi pendiddik dan tenaga kependidikan
bahwa tidak hanya administrasi pendidik yang dibutuhkan, melainkan juga kualitas dari
administrasi pendidik dan tenaga kependidikan juga penting diperhatikan. Hal ini demi
mewujudkan pendidikan Indonesia yang berkualitas.
D. Administrasi Pendidik dan Tenaga Kependidikan meliputi hal-hal sebagai berikut:
a.
Pendayagunaan Ketenagaan antara lain.
 Kelayakan Guru Mengajar
Kualitas guru dapat dilihat dari kualitas mengajarnya, dan guru yang profesional tentu akan
memperlihatkan kinerjanya dengan baik. Kinerja guru yang baik diharapkan dapat
memperlancar proses pembelajaran dan berdampak terhadap prestasi belajarsiswa.
 Pelaksanaan pembagian tugas Guru, Tenaga Teknis, dan Tenaga Tata Laksana
 Pemberian tugas tambahan kepada Guru, dan Tenaga Teknis yang belum memenuhi jumlah
jam wajib mengajar minimal.
b.
Daftar Penilaian Pelaksanaan Pekerjaan (DP3) mengenai tugas Kepala Sekolah yang
berhubungan dengan:

Daftar Penilaian Pelaksanaan Pekerjaan terhadap masing-masing guru, tenaga teknis dan tata
laksana.

Pencatatan kegiatan guru, tenaga teknis dan tenaga tatalaksana sebagai bahan pembuatan
penilaian pelaksanaan pekerjaan tahunan.
c.
Daftar Urut Kepangkatan (DUK)
 Daftar urut kepangkatan Guru, Tenaga Teknis dan Kepala Tata Usaha di lingkungan sekolah.
 Daftar urut kepangkatan disusun sesuai dengan ketentuan dan perubahan formasi sekolah.
d. Mutasi Kepangkatan
 Pemberitahuan kenaikan gaji berkala kepada KPN bagi guru, tenaga teknis, dan tenaga
tatalaksana yang dilaksanakan sesuai dengan ketentuan yang berlaku.
 Pengusulan kenaikan pangkat/tingkat guru, tenaga teknis dan tenaga tata laksana yang
dilaksanakan sesuai dengan ketentuan yang berlaku.
 Pemberitahuan dan pengusulan mutasi guru, tenaga teknis dan tenaga tata laksana.
e.
Pengembangan Ketenagaan

Daftar urut prioritas guru, tenaga teknis dan tenaga tata laksana untuk mengikuti penataran/
pelatihan antara lain: LKG, SPKG, MGMP, Laboran, Perpustakaan dan Bendaharawan.

Pembinaan secara teratur terhadap guru, tenaga teknis dan tenaga tata laksana dalam
melaksanakan tugas sehari-hari.

Langganan majalah profesi untuk guru, tenaga teknis dan tenaga tata laksana.

Pemberian dorongan terhadap guru, tenaga teknis dan tenaga tata laksana untuk menambah
pengetahuan.
f.
Usaha Kesejahteraan Pegawai
 Penyelesaian keanggotaan Taspen dan Asuransi Kesehatan Guru, Tenaga Teknis dan Tenaga
Tata Laksana di lingkungan sekolah.
 Peningkatan kesejahteraan (Koperasi, arisan, kegiatan rekreasi dan olah raga).
g. Tata Tertib Kerja
 Pedoman Tata Tertib Guru, Tenaga Teknis lainnya dan Tenaga Tata Laksana.
 Sumber penyusunan tata tertib kerja tersebut (ketentuan, peraturan, dan kesepakatan yang
mendukung tata tertib kerja).
E. Standar Kualifikasi Tenaga Kependidikan
Tenaga kependidikan adalah tenaga/pegawai yang bekerja pada satuan pendidikan selain tenaga
pendidik. Tenaga kependidikan bertugas melaksanakan administrasi, pengelolaan,
pengembangan, pengawasan, dan pelayanan teknis untuk menunjang proses pendidikan
pada satuan pendidikan.
1) Standar Kualifikasi Tenaga Kependidikan:
a.
Kepala Tenaga Administrasi SD/MI/SDLB
 Berpendidikan minimal lulusan SMK atau yang sederajat, program studi yang relevan dengan
pengalaman kerja sebagai tenaga administrasi sekolah/madrasah minimal 4 (empat) tahun.
 Memiliki sertifikat kepala tenaga administrasi sekolah/madrasah dari lembaga yang ditetapkan
oleh pemerintah.
b. Kepala Tenaga Administrasi SMP/MTs/SMPLB

Berpendidikan minimal lulusan D3 atau yang sederajat, program studi yang relevan, dengan
pengalaman kerja sebagai tenaga administrasi sekolah/ madrasah minimal 4 (empat) tahun.

Memiliki sertifikat kepala tenaga administrasi sekolah/madrasah dari lembaga yang
ditetapkan oleh pemerintah.
c.
Kepala Tenaga Administrasi SMA/MA/SMK/MAK/SMALB
 Berpendidikan S1 program studi yang relevan dengan pengalaman kerja sebagai tenaga
administrasi sekolah/madrasah minimal 4 (empat) tahun, atau D3 dan yang sederajat,
program studi yang relevan, dengan pengalaman kerja sebagai tenaga administrasi sekolah/
madrasah minimal 8 (delapan) tahun.
 Memiliki sertifikat kepala tenaga administrasi sekolah/madrasah dari lembaga yang ditetapkan
oleh pemerintah.
d. Pelaksana Urusan Administrasi Kepegawaian
Berpendidikan minimal lulusan SMA/MA/SMK/MAK atau yang sederajat, dan dapat diangkat
apabila jumlah pendidik dan tenaga kependidikan minimal 50 orang.
e.
Pelaksana Urusan Administrasi Keuangan
Berpendidikan minimal lulusan SMK/MAK, program studi yang relevan, atau SMA/MA dan
memiliki sertfikat yang relevan.
f.
Pelaksana Urusan Administrasi Sarana dan Prasarana
Berpendidikan minimal lulusan SMA/MA/SMK/MAK atau yang sederajat.
g.
Pelaksana
Urusan
Administrasi
Hubungan
Sekolah
dengan
Masyarakat
Berpendidikan minimal lulusan SMA/MA/SMK/MAK atau yang sederajat, dan dapat
diangkat apabila sekolah/madrasah memiliki minimal 9 (sembilan) rombongan belajar.
h. Pelaksana Urusan Administrasi Persuratan dan Pengarsipan
Berpendidikan minimal lulusan SMK/MAK, program studi yang relevan.
i.
Pelaksana Urusan Administrasi Kesiswaan
Berpendidikan minimal lulusan SMA/MA/SMK/MAK atau yang sederajat dan dapat diangkat
apabila sekolah/madrasah memiliki minimal 9 (sembilan) rombongan belajar.
j.
Pelaksana Urusan Administrasi Kurikulum
Berpendidikan minimal lulusan SMA/MA/SMK/MAK atau yang sederajat dan diangkat apabila
sekolah/madrasah memiliki minimal 12 rombongan belajar.
k.
Pelaksana
Urusan
Administrasi
Umum
untuk
SD/MI/SDLB
Berpendidikan minimal SMK/MAK/SMA/MA atau yang sederajat.
l.
Petugas Layanan Khusus
 Penjaga Sekolah/Madrasah
Berpendidikan minimal lulusan SMP/MTs atau yang sederajat.
 Tukang Kebun
Berpendidikan minimal lulusan SMP/MTs atau yang sederajat dan diangkat apabila luas lahan
kebun sekolah/madrasah minimal 500 m2 .
 Tenaga Kebersihan
Berpendidikan minimal lulusan SMP/MTs atau yang sederajat.
Pengemudi

Berpendidikan minimal lulusan SMP/MTs atau yang sederajat, memiliki SIM yang sesuai,
dan diangkat apabila sekolah/madrasah memiliki kendaraan roda empat.
Pesuruh

Berpendidikan minimal lulusan SMP/MTs atau yang sederajat
2) Kompetensi
a) Kepala Tenaga Administrasi Sekolah/Madrasah
 Kompetensi kepribadian
 Kompetensi Sosial
 Kompetensi Teknis
 Kompetensi manajerial bagi kepala tenaga administrasi sekolah/madrasah
b) Pelaksana Urusan

Kompetensi kepribadian

Kompetensi sosial

Kompetensi teknis pelaksana urusan
3) Petugas Layanan Khusus
 Kompetensi kepribadian
 Kompetensi sosial
 Kompetensi teknis petugas layanan khusus
F. Jenis-jenis Tenaga Kependidikan
Dilihat dari jabatannya, tenaga kependidikan dibedakan menjadi tenaga struktural, tenaga
fungsional dan tenaga teknis penyelenggara pendidikan. Tenaga struktural merupakan
tenaga kependidikan yang menempati jabatan-jabatan eksekutif umum (pimpinan) yang
bertanggung jawab baik langsung maupun tidak langsung atas satuan pendidikan. Tenaga
fungsional merupakan tenaga kependidikan yang menempati jabatan fungsional yaitu
jabatan yang dalam pelaksanaan pekerjaannya mengandalkan keahlian akademis
kependidikan. Sedangkan tenaga teknis kependidikan merupakan tenaga kependidikan
yang dalam pelaksanaan pekerjaannya lebih dituntut kecakapan teknis operasional atau
teknis administratif.
Tempat
Status Ketenagaan Tempat Kerja di Sekolah
di
Luar
Sekolah
* Pusat : Menteri, Sekjen,
Tenaga Struktural * Kepala Sekolah
* Wakil Kepala Sekolah
Dirjen
-
Urusan Kurikulum
* Wilayah : Ka.Kanwil ;
-
Urusan Kesiswaan
Kormin ; Kepala Bidang
-
Urusan Sarana dan Prasarana
* Daerah : Kakandepdiknas
Urusan Pelayanan Khusus
Tenaga Fungsional * Guru
Kab./Kec. : Kasi
* Penilik
* Pembimbing/Penyuluh (Guru BP)
*
Pengembangan
Kurikulum
Teknologi Kependidikan
Tenaga Teknis
Kerja
* Pengawas
dan* Pelatih
* Tutor & Fasilitator
* Pengembang tes
* Pengembangan Pendidikan
* Pustakawan
* Laboran
*
* Teknisi Sumber Belajar
Teknisi
Sumber
Belajar/Sanggar Belajar
* Pelatih (Olahraga) ; Kesenian &* Petugas TU
Keterampilan
* Petugas TU
Tabel 1. Jenis-jenis tenaga kependidikan untuk lingkungan Departemen Pendidikan Nasional
Tenaga kependidikan merupakan hasil analisis jabatan yang dibutuhkan oleh suatu sekolah atau
satuan organisasi yang lebih luas. Sejalan dengan UU No.22 Tahun 1999 tentang
pemerintahan daerah dan PP No.25 Tahun 2000 tentang Kewenangan Pemerintah dan
Kewenangan Provinsi sebagai daerah otonom, maka jenis-jenis tenaga kependidikan dapat
bervariasi sesuai kebutuhan organisasi yang bersangkutan.
G. Tugas Tenaga Kependidikan
Pasal 39 ayat (1) Undang-Undang Sistem Pendidikan Nasional No.20 Tahun 2003 menjelaskan
bahwa tugas tenaga kependidikan itu adalah melaksanakan administrasi, pengelolaan,
pengembangan, pengawasan, dan pelayanan teknis untuk menunjang proses pendidikan
pada satuan pendidikan.
Jabatan
Deskripsi Tugas
Bertanggung jawab atas keseluruhan kegiatan penyelenggaraan
pendidikan di sekolahnya baik ke dalam maupun ke luar
Kepala Sekolah
yakni dengan melaksanakan segala kebijaksanaan,
peraturan dan ketentuan-ketentuan yang ditetapkan oleh
lembaga yang lebih tinggi.
Bertanggung jawab membantu
Wakil
Kepala
Sekolah
(Urusan Kurikulum)
Wakil
penyelenggaraan
kegiatan-kegiatan
Sekolah
yang
dalam
berkaitan
langsung dengan pelaksanaan kurikulum dan proses
belajar mengajar
SekolahBertanggung jawab membantu
Kepala
Kepala
Kepala
Sekolah
dalam
(Urusan Kesiswaan)
penyelenggaraan kegiatan kesiswaan dan ekstrakurikuler
Wakil Kepala SekolahBertanggung jawab atas kegiatan-kegiatan inventaris
(Urusan Sarana dan
Prasarana)
Wakil
Kepala
(Urusan
Khusus)
Pengembang
dan
Sekolah
Pelayanan
pendayagunaan dan pemeliharaan sarana dan prasarana
serta keuangan sekolah
Bertanggung jawab membantu
Kepala
Sekolah
dalam
penyelenggaraan pelayanan-pelayanan khusus, seperti
hubungan masyarakat, bimbingan dan penyuluhan, usaha
kesehatan sekolah dan perpustakaan sekolah.
KurikulumBertanggung jawab atas penyelenggaraan program programTeknologi
program pengembangan kurikulum dan pengembangan
Pendidikan
kurikulum dan pengembangan alat bantu pengajaran
Bertanggung jawab atas penyelenggaraan program-program
Pengembang Tes
pengembangan alat pengukuran dan evaluasi kegiatan-
Pustakawan
Laboran
Teknisi Sumber Belajar
kegiatan belajar dan kepribadian peserta didik
Bertanggung jawab atas penyelenggaraan program kegiatan
pengelolaan perpustakaan sekolah
Bertanggung jawab atas penyelenggaraan program kegiatan
pengelolaan laboratorium di sekolah
Bertanggung jawab atas pengelolaan dan pemberian bantuan
teknis sumber-sember belajar bagi kepentingan belajar
peserta didik dan pengajaran guru
Bertanggung jawab atas penyelenggaraan program-program
Pelatih
kegiatan latihan seperti olahraga, kesenian, keterampilan
yang diselenggarakan
Bertanggung jawab atas penyelenggaraan kegiatan-kegiatan
Petugas Tata Usaha
dan pelayanan administratif atau teknis operasional
pendidikan di sekolah
Tabel 2. Jabatan dan Deskripsi Jabatan Tenaga Kependidikan di Sekolah
H. Fungsi Administrasi Pendidik dan Tenaga Kependidikan
Sebagaimana yang disampaikan diatas bahwa fungsi administrasi, jika dihubungkan dengan
administrasi pendidik maka bisa diartikan bahwa hal ini merupakan upaya peningkatan
efektifitas guru, dosen dan lain-lain untuk mencapai tujuan pendidikan itu sendiri.
Semua kegiatan sekolah akan dapat berjalan lancar dan berhasil baik jika pelaksanaannya
melalui proses-proses yang menurut garis fungsi-fungsi administrasi pendidik/guru
tersebut. yang mana fungsi-fungsi tersebut adalah:
a) Perencanaan
Fungsi perencanaan administrasi guru ialah untuk mendapatkan calon tenaga pengajar yang
memang dibutuhkan. Perencanaan merupakan proses awal dalam pelaksanaan untuk itu
lembaga mampu merencanakan kebutuhan dimasa yang akan datang guna mendapatkan
kebutuhan yang diperlukan dan guna mencapai tujuan pendidikan yang diinginkan. Jadi
dengan adanya perencanaan yang terarah dan sistematis pelaksanaan kegiatan akan
berjalan lancar.
b) Seleksi
Fungsi seleksi administrasi guru ialah penyeleksian calon tenaga pengajar untuk direkrut atau
diambil atas kebutuhan pada lembaga tersebut, yang mana penyeleksian juga harus dapat
disesuaikan dengan persyaratan-persyaratan yang telah ditetapkan oleh lembaga misalnya :
persyaratan administrasi, ujian (tes), dan wawancara dan persyaratan lainnya.
c) Pengangkatan atau Penempatan
Fungsi pengangkatan dan penempatan administrasi guru adalah mengangkat calon tenaga
pengajar yang memang sudah diseleksi dan sudah dipertimbangkan oleh lembaga guna
mendapatkan calon tenaga pengajar yang profesional. Sedangkan penempatan calon tenaga
pengajar harus disesuaikan dengan bidang keahliannya masing-masing agar pelaksanaan
tujuan pendidikan dapat dicapai secara efektif.
d) Pembinaan
Fungsi pembinaan administrasi guru ialah untuk membina tenaga pengajar agar dapat
meningkatkan kompetensi, peningkatan moral, disiplin kerja, melalui pendidikan dan
pelatihan. Pembinaan harus dilakukan terus menerus sesuai dengan tuntutan perkembangan
zaman.
e) Kesejahteraan
Fungsi kesejahteraan administrasi guru ialah untuk meningkatkan prestasi kerja dengan
memberikan motivasi dan kepuasan kerja melalui kompensas. Kompensasi adalah segala
sesuatu yang diterima para tenaga pengajar sebagai balasan jasa untuk kerja mereka.
Kesejahteraan tidak harus berupa materi semata melainkan juga pujian-pujian atas prestasi
yang diraih oleh tenaga pengajar atau personil.
f)
Penilaian atau Evaluasi
Fungsi penilaian atau evaluasi administrasi guru ialah sebagai control terhadap pelaksanaan yang
sudah dijalankan sesuai dengan tujuan yang telah dirumuskan sebelumnya. Untuk itu
pelaksanan evaluasi atau penilaian dapat berjalan secara efektif bila pelaksanaanya berjalan
dengan baik.
g) Pemutusan Hubungan kerja
Fungsi pemutusan hubungan kerja administrasi guru ialah untuk mempertegas atau memperjelas
keterikatan masa kerja yang sudah tidak ada. Hal ini misalnya adanya surat SK (surat
keterangan) pensiun bahwa masa kerja dilembaga tersebut sudah selesai oleh sebab itu
pelaksanaan pemutusan hubungan kerja dilakukan akhir selesai masa kerja.
I. Fakta mengenai Administrasi Pendidik dan Tenaga Kependidikan
Fakta sederhana yang sering kita temui di lapangan adalah tugas guru dibenturkan dengan
berbagai pekerjaan administrasi sekolah sehinnga kefokusan pendidik terpecah dan terbagi
dan pada akhirnya fungsi pokok guru dilakukan dengan tidak maksimal.
Pada waktu yang lampau, pada umumnya tugas kewajiban guru hampir seluruhnya mengenai
pekerjaan mengajar terus dalam arti menyampaikan keterangan-keterangan dan fakta-fakta
dari buku kepada murid, memberi tugas-tugas dan memeriksanya.
Sekarang, guru harus juga memperhatikan kepentingan-kepentingan sekolah, ikut serta
menyelesaikan berbagai persoalan yang dihadapi sekolah, yang kadang-kadang sangat
kompleks sifatnya.
Dalam banyak hal pekerjaannya berhubungan erat sekali dengan pekerjaan seorang pengawas,
Kepala sekolah, pegawai tata-usaha sekolah, dan berbagai pejabat lainnya. Secara
berangsur-angsur tekanan makin diberikan kepada partisipasi guru dalam administrasi
pendidikan/sekolah, yakni penyelenggaraan dan management sekolah. Tokoh-tokoh
pendidikan sekarang menekankan kepada gagasan tentang demokrasi dalam hidup sekolah:
guru-guru hendaknya didorong untuk ikut serta dalam pemecahan masalah-masalah
administratif yang langsung mempengaruhi status profesionil guru.
KESIMPULAN
1) Di dalam Rancangan Peraturan Pemerintah (RPP) BAB XII, Tahun2005 Pasal 139, Pasal 1
dinyatakan bahwa pendidik mencakup guru, dosen, konselor, pamong belajar, pamong
widyaiswara, tutor, instruktur, fasilitator, pelatih, dan sebutan lain dari profesi yang
berfungsi sebagai agen pembelajaran peserta didik. Adapun, mengenai tenaga
kependidikan dinyatakan di dalam Pasal 140 Ayat 1 (RPP, Bab XII/2005) sebagai berikut.
Tenaga kependidikan mencakup pimpinan satuan pendidikan, penilik satuan pendidikan
nonformal, pengawas satuan pendidikan formal, tenaga perpustakaan, tenaga laboratorium,
teknisi sumber belajar, tenaga lapangan pendidikan, tenaga administrasi, psokolog, pekerja
sosial, terapis, tenaga kebersihan sekolah, dan sebutan lain untuk petugas sejenis yang
bekerja pada satuan pendidikan.
2) Pendidik profesional dengan tugas utama mendidik, mengajar, membimbing, mengarahkan,
melatih, menilai, dan mengevaluasi peserta didik pada pendidikan anak usia dini jalur
pendidikan formal, pendidikan dasar, dan pendidikan menengah.
3) Administrasi pendidik dan tenaga kependidikan adalah proses keseluruhan kegiatan pendidik
yang meliputi perencanaan, pengorganisasian, pengarahan, pelaporan, pengkoordinasian,
pengawasan dan pembiayaan, dengan menggunakan atau memanfaatkan fasilitas yang
tersedia, baik personil, materiil, maupun spirituil untuk mencapai tujuan pendidikan secara
efektif dan efisien.
4) Mewujudkan apa yang diamanatkan oleh PP No. 19 Tahun 2005 Tentang Standar Nasional
Pendidikan maka sangat penting bagi seorang pendidik dan tenaga kependidikan
memenuhi administrasi sesuai dengan jenjang atau sekolah menjadi tempat pengabdiannya.
Hal ini dilakukan demi tercapainya tujuan pendidikan nasional yaitu pendidikan yang
berkualitas dan bermutu tinggi.
5) Administrasi pendidik merupakan mediator untuk kelancar dan keberhasil serta peningkatan
efektifitas dan lain-lain untuk mencapai tujuan pendidikan itu sendiri.
6)
Sekarang, guru harus memperhatikan kepentingan-kepentingan sekolah, ikut serta
menyelesaikan berbagai persoalan yang dihadapi sekolah, yang kadang-kadang sangat
kompleks sifatnya, masalah-masalah administratif seperti ini sangat mempengaruhi status
profesionil guru.
7) Semua kegiatan sekolah akan dapat berjalan baik jika pelaksanaannya melalui proses-proses
yang menurut garis fungsi-fungsi administrasi pendidik/guru tersebut.
DAFTAR PUSTAKA:
Arikunto, Suharsimi, .Organisasi dan Administrasi Pendidikan Teknologi dan Kejuruan.
Yogyakarta : Grafindo Persada, 1993
Baharuddin, Yusak, .Administrasi Pendidikan.. CV. Pustaka Setia
Burhanuddin, . Analisis Administrasi Manajemen dan Kepemimpinan Pendidikan. Jakarta : Bumi
Aksara, 1994
Cardoso Faustisno, . Manajemen Sumber Daya Manusia dan Kepemimpinan Pendidikan..
Jakarta : Bumi Aksara.
Daryanto, H.M, .Administrasi Pendidikan. , Jakarta : Rineka Cipta,2005
Departemen Pendidikan dan Kebudayaan, .Administrasi Sekolah Penataran Loka Karya Tahap 2
Pengembangan Pendidikan Guru (P3G) . , Jakarta , 1981
Hamalik Oemar, . Kurikulum dan Pembelajaran., Jakarta : Bumi Aksara
Handani, Nawawi, . Administrasi Pendidikan. , Jakarta, CV Haji Masagung . 1998
Peraturan Pemerintah No. 19 Tahun 2005 Tentang Standar Nasional Pendidikan
Permendiknas No. 24 Tahun 2008, Tentang Standar Tenaga Administrasi Sekolah/Madrasah
Permendiknas No._25_th-2008_standar-tenaga-perpustakaan-sekolah
Permendiknas No._27_th-2008_standar-kualifikasi-akademik-dan-kompetensi-konselor
Peter, dkk,. Kamus Bahasa Indonesia kontemporer.. Jakarta: Modern English PRESS,1991
Piet Suhertian,.Dimensi-Dimensi Administrasi Pendidikan di Sekolah., Bandung. Rosda
Karya .2003
Anwar, Moch, Idoch, .Administrasi Pendidikan dan Manajemen Biaya Pendidikan. Bandung :
CV.Alpabeta, 2004
Tim Dosen Jurusan Administrasi Pendidikan UPI. 2005. Pengantar Pengelolaan Pendidikan.
Bandung.
Usman Uzer, . Menjadi Guru Profesional.. Bandung : PT Remaja Rosda Karya, 1999
WJS. Poerwadarmita, Kamus Umum Bahasa Indonesia , (Jakarta: Balai Pustaka, 1991
Download