Uploaded by mohreza774

Perencanaan Rehabilitasi Auditorium Universitas Tadulako

advertisement
Perencanaan Teknis dan
Rehabilitasi Rekonstruksi
Auditorium Universitas Tadulako
Konsultan Perencana :
CV. INDY GITA PERSADA
Palu, Oktober 2020
Pengantar
Pada tanggal 28 September 2018, terjadi
bencana gempa bumi berkekuatan 7,5 Mw diikuti
dengan tsunami yang melanda kota Palu, dan
Donggala dan liquifaksi yang terjadi di Kota Palu
(Balaroa dan Petobo) dan di Kabupaten Sigi (Jonooge
dan Sibalaya). Pusat gempa berada di 26 km
utara Donggala dan 80 km arah Utara dari kota
Palu dengan kedalaman 10 km. Guncangan gempa
dengan skala kekuatan mencapai VI – VIII skala
Modified Mercalli Intensity (MMI), dengan intensitas
maksimum IX MMI, berbagai bangunan rumah, pusat
perbelanjaan, hotel, rumah sakit, sarana ibadah,
jembatan dan bangunan lainnya ambruk sebagian
atau seluruhnya.
Peraturan Perencanaan Bangunan Tahan Gempa , pada
dasarnya memiliki dua tujuan :
• Untuk melindungi jiwa manusia terhadap bencana gempa
bumi yang kuat, dengan memberikan integritas, kekuatan
dan ketahanan pada bangunan sehingga keruntuhan
sebahagian dan seluruhnya dapat dihindari.
• Mencakup pembatasan kerugian harta benda dan
gangguan kelancaran fungsi bangunan, apabila terkena
gempa
Pengantar
.
Untuk mencapai kedua tujuan tersebut, terdapat tiga falsafah
umum untuk perencanaan bangunan tahan gempa , falsafah tersebut
adalah sebagai berikut :
• Mencegah kerusakan struktur dan non struktur suatu bangunan
bila terkena gempa ringan ( struktur tidak boleh mengalami
kerusakan akibat gempa ringan dengan perioda 20 s/d 50 tahun )
• Mencegah kerusakan struktur serta meminimasi kerusakan non
struktur, bila terkena gempa bumi sedang / moderate earthquake
( struktur boleh mengalami kerusakan ringan tapi masih dapat
diperbaiki, gempa sedang dengan periode 50 s/d 150 tahun ) .
• Mencegah keruntuhan sebagian atau total suatu bangunan, bila
terkena gempa bumi kuat ( struktur akan mengalami kerusakan
berat akan tetapi tidak boleh runtuh ) , gempa kuat adalah gempa
dengan Probability sebesar 10% dalam 50 tahun.
Sesar Palu – Koro
Arah Pergerakan
Sesar Palu – Koro
- Secara Geomorfologi
Sesar Palu Koro Sesar
Geser Mengiri
(left lateral slip)
- Sesar Palu - Koro
Laju geser (sliprate)
20-40 mm/thn
(PusGen 2017)
Kejadian Gempa 1923 – 28-12-2018
(Kota Palu dan sekitarnya)
8,5
28-09-2018
8
7,5
7,5
Richter Scale
7
6,5
6
5,5
5
4,5
4
1920
1923
1930
1940
1950
1960
1970
Tahun
1980
1990
2000
2010
2020
Gempa Palu 28 09 2018
Gempa Palu 28 Sept 2018 (USGS - USA)
Gempa Palu 28 09 2018
https://earthquake.usgs.gov/earthquakes/
Skala MMI
https://earthquake.usgs.gov/earthquakes/
Fenomena supershear
Rambatan
gempa
patahan
Palu-Koro
150 KM dalam waktu
35 detik atau
4,1 km/detik
Average
rupture
speed
estimate
4.10±0.15 km/sec
(Nature Geoscience
volume 12, pages
200–205 - 2019)
Zona/Wilayah Gempa Indonesia
SNI - 1726.2002
Palu
Zona/Wilayah Gempa Indonesia
SNI - 1726.2012
Kota Palu,
Sesar Palu-Koro
2.0 - 2.5 g
Spectra Acceleration (g)Period (second)
Design and Recorded Response Spectra at Palu
2.50 Response spectra of ground motion MCE in the Building Code SNI 1726-2012
R
2.00
Design response spectra in the Building Code SNI 1726-2012
1.50
1.00
(Sigit Pramono)
Palu UD
Palu NS
Palu EW
Response spectra of recorded ground motions at Palu Geophysics Station
0.50
0.00
0
0.5
1
Sumber : Prof. Masyhur Irsyam
2.5
1.5
2
Period (second)
3
3.5
4
Respons Spektrum Kota Palu
SNI 03-1726-2002 dan SNI 03-1726-2012
1,6
Batuan_SNI-2012
Tanah_Keras_SNI-2012
Percepatan Respons Spectrum SA (g)
1,4
SNI 03-1726-2012
Tanah_Sedang_SNI-2012
Tanah_Lunak_SNI-2012
1,2
Tanah_Keras_SNI-2002
Tanah_Sedang_SNI-2002
1
Tanah_Lunak_SNI-2002
0,8
SNI 03-1726-2002
0,6
0,4
0,2
0
0
0,5
1
1,5
2
2,5
Periode (T), Detik
3
3,5
4
1. Kerusakan Bangunan di Jalur Patahan/
Sesar Palu-Koro (Palu Koro Fault)
Desa Lende
Panjang Patahan kurang lebih
140 km - 150 km
dari Pusat Gempa Desa Lende
Kec. Sirenja - Desa Boladangko
Kec. Kulawi
Desa Boladangko
A preliminary report on the M7.5 Palu
earthquake co-seismic ruptures and
landslides using image correlation
techniques on optical satellite data
Sotiris Valkaniotis, Athanassios Ganas,
Varvara Tsironi, Aggeliki Barberopoulou.
19 OCTOBER 2018
1. Kerusakan Bangunan di Jalur Patahan/
Sesar Palu-Koro (Palu Koro Fault)
Sepanjang Jalur Patahan dari
Pantai
Taman
Ria/PGM
hingga Kel. Palupi dengan
panjang Sekitar 7200 m, dan
koridor
10m+10m,
lebar
jumlah rumah yang rusak
sekitar
325
berat/hancur
rumah.
Jejak Sesar Pevunu
Utara
Selatan
Sesar Palu Koro
Sesar Palu Koro
Metode Penilaian Kelayakan
Bangunan Gedung
(Assesment)
METODOLOGI KAJIAN KEANDALAN BANGUNAN
PENGUMPULAN DATA EKSISTING
Assessment Struktur
QUICK
ASSESMENT Assessment Arsitektural
Survey Geometrik Pondasi
Eksisting
PONDASI
Soil investigasi (Boring)
Survey Geolistrik
Survey Geometrik Struktur
Uji hammer test
PORTAL Uji UPV
STRUKTUR Uji bor inti
Rebar Scan
Survey horizontal vertikal
1)
2)
3)
ANALISIS
OUTPUT (KONTROL EKSISTING)
JUSTIFIKASI TEKNIS
Pengklasifikasian Jenis
Kerusakan
Persentase Kerusakan
Tingkat Kerusakan
(ringan-sedang-berat)
Kontrol Daya Dukung
Pondasi Eksisting
Kelayakan Jenis Pondasi + Potensi
Likuifaksi
KEANDALAN BANGUNAN
(Aman-PerkuatanRekonstruksi)
Re-Drawing Modul Geometrik Struktur
Analisis Struktur Eksisting
Kontrol Kesesuaian Mutu Beton
(Kontrol terhadap Peta
Gempa 2017)
Kesesuaian Penulangan Struktur
Toleransi Kemiringan Bangunan
KEANDALAN BANGUNAN
(Aman-PerkuatanRekonstruksi)
Justifikasi Teknis keandalan bangunan yang tergolong aman cukup dilakukan rehabilitasi
perbaikan terhadap komponen-komponen arsitektural.
Justifikasi Teknis berupa rekomendasi perkuatan pondasi ataupun rekomendasi
perkuatan struktur identik terhadap kebutuhan biaya yang cukup tinggi, kebutuhan waktu
pelaksanaan yang cukup panjang, dan metode pelaksanaan yang tergolong sulit (butuh
teknologi bahan konstruksi).
Jika rekomendasi perkuatan bervolume besar, sebaiknya dilakukan rekonstruksi (bangun
baru) dengan dasar pertimbangan efisiensi aspek biaya waktu dan metode pelaksanaan
Pekerjaan Survey dan Pengujian
Hasil Pengujian Geolistrik
4.1. Kesimpulan
Dari hasil analisa dengan menggunakan geolistrik maka dapat
disimpulkan:
1. Pada line 1 tidak ditemukan adanya aquifer pada line 1 melainkan
akuiklud.
2. Untuk line 2 ada dugaan adanya aquitar hingga kedalaman 25 m,
tetapi ada hal yang perlu diperhatikan adalah pengaruh aquitar dapat
dikatakan sebagai zona yang berpotensi likuifaksi ataupun pada zona
aquitar ini dapat berpengaruh terhadap amplifikasi rambatan
gelombang gempa. Artinya pada zona ini terjadi peningkatan nilai
Peak Ground Acceleration pada surface yang dapat memperbesar
gaya gempa.
4.2. Saran
1. Perlu Penaganan lapisan aquitar yang mempunyai potensi likuifaksi
pada daerah tersebut.
2. Disarankan untuk menggunakan pondasi dalam pada daerah
tersebut dengan kedalaman sampai 25 meter. Atau dengan pondasi
dangkal dengan tipe pondasi Rakit (Raft Foundation).
Foto Citra Kampus Universitas Tadulako
Auditorium Universitas Tadulako
Dalam Pondasi
Telapak = 30 cm
Dalam Pondasi
Telapak = 360 cm
Dalam Pondasi
Telapak = 80 cm
Atap Auditorium
Rusak tanpa
Dilatasi Atap
Borehole_01
BH_
01
Borehole_02
BH_
02
Pengujian Rebar Scan
Response Spectra
Lokasi Auditorium
D. HASIL EVALUASI STRUKTUR
1. Termasuk Zona Rawan Bencana 2
2. Jarak dari Patahan Utama Sesar Palu-Koro sekitar
6.0 km
3. Pertimbangan Sesar Tadulako (msh dalam tahap
penelitian)
4. Kondisi Tanah dasar disekitar bangunan dengan
Kriteria Site Tanah Sedang
5. Kondisi Struktur dari Rusak Ringan, Sedang dan
Rusak Berat
6. Kondisi Umum Struktur Rusak Sedang
E. PERKUATAN STRUKTUR
Dengan Kondisi Eksisting dan Tipe Kerusakan Auditorium ada beberapa
Alternatif Perbaikan dan Perkuatan Struktur Auditorium
1. Type Jacketing
2. Type Jacketing kombinasi dengan Tambahan Dinding Geser (Shear Wall)
E1. Perkuatan Jacketing
E2. Perkuatan Jacketing dan Shear Wall
Download