1. KARAKTERISTIK LAPISAN BUMI Bumi terdiri atas beberapa lapisan. Salah satu lapisan Bumi adalah kerak Bumi (crust). Kerak Bumi adalah lapisan terluar dan tidak rata. Diameter bumi berukuran 12.742 kilometer dengan volume bumi sebesar 1,08321×1012 km. Terdapat lapisan atmosfer yang menyelubungi bumi. Lapisan atmosfer terdiri dari troposfer, stratosfer, mesosfer, termosfer dan eksosfer. Selain itu, juga terdapat lapisan bumi dari permukaan bumi menuju ke pusat bumi di bagian dalam..Selain memiliki struktur lapisan bumi yang terdiri dari lapisan atas yang tersusun dari sekumpulan lapisan gas. Bumi juga memiliki lapisan bawah dari tempat kaki kita berpijak sampai kepada inti dalam bumi. Struktur Lapisan Bumi 1. Kerak Bumi (Crust) Kerak bumi atau crust adalah lapisan terluar bumi. Lapisan ini membentuk lapisan litosfer dengan ketebalan sekitar 80 kilometer. Lapisan kerak bumi ini juga menjadi tempat tinggal bagi semua makhluk hidup di bumi. Kerak bumi juga menjadi bagian bumi yang paling aktif bergerak. Secara umum, kerak bumi dibagi menjadi dua kategori, yakni kerak samudra dan kerak benua. Kerak samudra, yaitu lapisan terluar bumi yang permukaannnya adalah wilayah perairan, ketebalannya sekitar 5 sampai 10 km dan penyusunnya adalah batuan basalt. Kerak benua, yaitu lapisan terluar bumi yang permukaannya adalah wilayah daratan, ketebalannya sekitar 20 sampai 70 km dan penyusun utamanya adalah granit. Suhu di kerak bumi terus naik seiring dengan kedalamannya, naik sekitar 30 derajat Celcius per kilometernya, namun gradien panas bumi akan semakin rendah pada lapisan keran yang lebih dalam. Pada batas bawah kerak bumi, temperaturnya mencapai 1100 derajat Celcius. 2. Selimut/Mantel Bumi (Mantle) Selimut bumi atau selubung bumi atau mantel bumi merupakan lapisan yang berada di antara bagian kerak bumi dan inti bumi. Mantel bumi menjadi bagian lapisan bumi terbesar. Mantel bumi mencakup lebih dari 80% volume Bumi secara keseluruhan. Suhunya bisa mencapai 3000 derajat Celcius. Secara umum mantel bumi dibagi menjadi dua bagian, yakni mantel bumi bagian atas dan mantel bumi bagian bawah. Mantel bumi bagian atas, berada pada kedalaman 400 km dengan lapisan yang bersifat plastis dan semiplastis karena suhu dan tekanan pada mantel atas berada pada kondisi setimbang. Mantel bumi bagian bawah, berada pada kedalaman 2900 km dengan lapisan yang bersifat pada karena adanya tekanan dari lapisan di atasnya. Mantel bawah mengandung besi dan mineral SIMA. Lapisan selimut bumi sering disebut sebagai lapisan astenosfer. Pada lapisan ini, terjadi pergerakan lempeng-lempeng yang disebabkan oleh gaya konveksi atau energi dari panas bumi. Pergerakan tersebut sangat mempengaruhi bentuk muka bumi.Total ketebalan selubung bumi ini sekitar 2800 kilometer. Komposisi penyusun mantel bumi didominasi oleh senyawa magnesium, besi, aluminium, kalium, silikon dan oksigen. Pada wilayah selubung bagian atas akan mulai terbentuk intrusi magma yang diakibatkan oleh batuan yang menyusup dan meleleh. 3. Inti Bumi (Core) Inti bumi atau core adalah lapisan terdalam bumi. Lapisan inti bumi terletak mulai kedalaman 2900 km sampai ke pusat bumi atau sekitar kedalaman 6300 km. Suhu di inti bumi berkisar antara 2000 derajat Celcius di bagian luar, hingga 4500 derajat Celcius di bagian dalamnya. Secara umum, berdasarkan zat penyusunnya, inti bumi dibagi menjadi dua bagian yakni inti bumi bagian luar atau outer core serta inti bumi bagian dalam atau inner core. Inti bumi bagian luar (outer core), terletak di antara kedalaman 2900 km sampai 5100 km dan tersusun dari logam padat. Inti bumi bagian dalam (inner core), terletak di antara kedalaman 5100 km sampai pusat bumi dan tersusun dari logam cair. Antara inti bagian luar dan dalam, dipisahkan oleh lapisan yang disebut sebagai lehman discontinuity. Material penyusun inti bumi terdiri dari senyawa besi dan nikel. Nah demikian referensi lapisan-lapisan bumi beserta struktur, karakteristik, komponen penyusun dan penjelasannya. Secara umum lapisan bumi terdiri kerak bumi, mantel bumi serta inti bumi bagian luar dan bagian dalam. Semoga bisa menambah wawasan dan pengetahuan. 2. PROSES TEKTONISME DAN PENGARUHNYA TERHADAP KEHIDUPAN Tektonisme merupakan tenaga dari dalam bumi yang menyebabkan terjadinya perubahan letak muka bumi secara mendatar atau vertikal, baik yang mengakibatkan putusnya hubungan batuan maupun tidak. Tektonisme akan mengubah bentuk muka bumi menjadi naik atau turun. GERAK EPIROGENESA DAN OROGENESA A. Gerak Epirogenesa Suatu proses perubahan bentuk daratan yang disebabkan oleh tenaga yang lambat dari dalam dengan arah vertikal, baik ke atas maupun ke bawah meliputi wilayah yang luas. Gerakan tektonis epirogenesa ada 2 macam, yaitu epirogenesa positif dan epirogenesa negatif. Epirogenesa positif Merupakan gerak turunnya daratan sehingga terlihat seakan permukaan air laut naik, akibat adanya sedimen yang tebal. Contoh: Turunnya pulau-pulau di Indonesia bagian timur (Kep. Maluku dari barat daya sampai P. Banda). Epirogenesa negatif Merupakan gerak naiknya daratan sehingga terlihat seakan permukaan air laut turun, misal mencairnya lapisan es. Contoh: Naiknya Pulau Timor dan Pulau Buton Naiknya Dataran Tinggi Colorado di Amerika Serikat. B. Gerak Orogenesa - Orogenesa adalah gerakan pergeseran lapisan kulit bumi dengan arah vertical (domex = gunung) dan horizon dengan gerakannya relative cepat pada wilayah yang sempit. Gerakan ini menghasilkan gunung, patahan, dan lipatan. Merupakan suatu pergerakan lempeng tektonis yang sangat cepat meliputi wilayah yang sempit. Merupakan proses pembentukan gunuung akibat tabrakan lempeng benua, sesar bawah benua, perekahan kontinen, atau pergeseran punggung samudra dengan benua. Gerak orogenesa membentuk lipatan,patahan dan retakan batuan kulit bumi 1. Lipatan (Fault) Merupakan bentukan permukaan bumi yang terjadi karena tekanan yang lemah, tetapi berlangsung secara terus menerus. Puncak lipatan disebut antiklinal dan lembah lipatan disebut sinklinal. Berdasarkan ketegakan posisi sumbu dan bentuk pelipatannya, lipatan dibedakan menjadi: a. Lipatan tegak (Symmetric Folds) Lipatan tegak adalah lipatan yang dihasilkan dari kekuatan yang sama yang mendorong dua sisi dengan seimbang. b. Lipatan Miring (Asymmetric Folds) Lipatan miring adalah lipatan yang dihasilkan ketika kekuatan tenaga pendorong di salah satu sisinya lebih kuat, sehingga akan menghasilkan kenampakan salah satu sisinya lebih curam. c. Lipatan Rebah (Overturned Folds) Lipatan rebah adalah lipatan yang arah lipatannya mendatar. Lipatan ini terjadi karena arah tenaga horizontal hanya dari satu arah. d. Lipatan Menutup (Recumbent Folds) Lipatan menutup adalah lipatan yang terbentuk pada saat lipatan yang satu menekan sisi yang lain dan menyebabkan sumbu lipat hampir datar. e. Lipatan Sesar Sungkup (Overthrust) Lipatan sesar sungkup adalah lipatan yang terbentuk ketika tenaga tekan menekan satu sisi dengan kuat sehingga menyebabkan lipatan menjadi retak. f. Nappe Terbentuk setelah lipatan overthrust rusak sepanjang garis retakan. 2. Patahan Patahan terjadi ketika kulit bumi yang bersifat padat dan keras mengalami retak atau patah pada saat terjadi gerakan orogenesa. Pada patahan, massa batuan mengalami pergeseran titik atau tempat yang semula bertampalan (kontak) kemudian berpindah lokasi (dislocated/displaced). Gerakan ini menimbulkan terjadinya patahan dengan gaya tekan (compression) dan gaya regangan (tension). Ciri adanya patahan dapat dikenali dari adanya perbedaan ketinggian yang mencolok. Tipe-tipe dasar patahan: a. Normal Fault Merupakan patahan yang memungkinkan satu blok (footwall) lapisan batuan bergerak dengan arah relatif naik terhadap blok lainnya (hanging wall). Ciri dari patahan ini adalah sudut kemiringan besar hingga mendekati 90 derajat. b. Reserve Fault Merupakan patahan dengan arah footwall yang relatif turun dibanding hanging wall. Ciri dari patahan ini adalah sudut kemiringan yang relatif kecil yaitu kurang dari 45 derajat. c. Strike Fault Merupakan patahan yang arahnya relatif mendatar ke kiri atau ke kanan. Arah patahan mendatar ini tidak sepenuhnya seluruh lapisan batuan bergerak dengan arah mendatar namun sebagian ada yang bergerak dengan arah vertikal. Bila gerakan patahan ke kanan di sebut sesar geser sinistrial dan bila ke kiri dinamakan sesar geser dekstral. 3. Retakan Retakan merupakan bentukan lahan yang terjadi karena pengaruh gaya regangan, sehingga batuan mengalami retak-retak namun masih bersambung. Biasanya ditemukan pada batuan rapuh di daerah puncak antiklinal dan dikenal dengan nama tectonic joint. Berdasarkan cara pembentukannya, ada dua macam retakan, sebagai berikut: a. Retakan yang disebabkan tekanan b. Retakan yang disebabkan tarikan DAMPAK TEKTONISME BAGI KEHIDUPAN 1. Dampak Positif Proses vulkanisme pada gunung api di Indonesia bermanfaat bagi lahan pertanian, karena abu vulkanik akibat letusan gunung api membuat tanah menjadi subur. Gunung api merupakan penghasil bahan galian tambang seperti emas, intan, timah, serta bahan bangunan yang lainnya. Bentuk hasil tenaga endogen dapat dijadikan wisata alam yang sangat menarik. 2. Dampak Negatif Lereng-lereng yang terbentuk karena tenaga endogen ada yang terjal dan landai, yang tidak baik dijadikan daerah pertanian Daerah-daerah pegunungan yang terjal juga tidak baik dijadikan daerah pemukiman karena rentan terjadinya tanah longsor sehingga dapat menimbulkan kerugian, baik materil maupun korban jiwa. Proses alam endogen dapat menimbulkan gempa bumi dan letusan gunung api. Gempa bumi dan letusan gunung api dapat menelan korban jiwa manusia, membahayakan kesehatan masyarakat, serta menimbulkan kerugian material bagi penduduk setempat. Pergeseran kerak bumi mendorong terbentuknya berbagai jenis pegunungan dan cekungan sedimen. Lebih lanjut terjadinya tekanan, regangan, dan deformasi pada kerak Bumi (pengangkatan, amblesan, retakan, patahan, serta lipatan) didukung dengan adanya gaya gravitasi Bumi akan menimbulkan terjadinya erosi, longsoran, dan sedimentasi. Dari proses yang terjadi ini dapat menimbulkan bencana alam yang mengakibatkan kerugian materiil, harta benda, dan nyawa. 3. PROSES VULKANISME DAN PENGARUHNYA TERHADAP KEHIDUPAN Proses Vulkanisme Vulkanisme adalah proses keluarnya magma dari dalam bumi menuju ke permukaan bumi. Keluarnya magma ke permukaan bumi umumnya melalui retakan batuan, patahan, dan pipa kepundan pada gunung api. Magma adalah campuran batuan dalam keadaan cair, liat, dan sangat panas yang terdapatdalam perut Bumi. Aktivitas magma disebabkan oleh tingginya suhu magma dan banyaknya gas yang terkandung di dalamnya. Adanya aktivitas ini dapat menyebabkan retakan-retakan dan pergeseran kulit bumi. Proses terjadinya vulkanisme dipengaruhi oleh aktivitas magma yang menyusup ke dalam litosfer (kulit Bumi). A) Intrusi magma Hasil dari vulkanisme yang pertama adalah intrusi magma. Yang dimaksud dengan intrusi magma merupakan aktivitas terobosan magma ke dalam lapisan- lapisan litosfer namun terobosan magma tersebut tidak sampai ke permukaan Bumi. Sehingga dalam aktivitas intrusi magma ini kita tidak akan bisa menyaksikannya karena terjadi di dalam perut Bumi. Dan oleh peristiwa intrusi magma ini tidak ditemui adanya lava, karena magma yang keluar tidak mencapai ke permukaan Bumi. Adapun gejala intrusi magma ini dapat dibagi menjadi lima macam. Macam- macam dari intrusi magma antara lain sebagai berikut: Batolit Bentuk atau jenis dari intrusi magma yang pertama adalah batolit. Batolit merupakan batuan beku yang terbentuKnya di dalam dapur magma. Batolit ini terbentuk sebagai akibat dari penurunan suhu yang terjadi sangat lambat. Lakolit Jenis atau bentuk dari intrusi magma yang kedua adalah lakolit. Yang dimaksud dengan lakolit yakni merupakan magma yang menyusup di antara lapisan- lapisan batuan yang menyebabkan lapisan batuan yang berada di atasnya menjadi terangkat sehingga akan menyerupai lensa cembung. Sementara permukaan yang berada di atasnya tetap rata atau datar. Sill Bentuk intrusi magma yang selanjutnya adalah Sill. Sill adalah lapisan magma yang tipis yang menyusup di antara lapisan- lapisan batuan yang ada di bawah permukaan Bumi. Ya, karena intrusi magma sendiri merupakan istilah yang menggambarkan kegiatan material- material yang ada di bawah permukaan Bumi. Diaterma Bentuk intrusi magma yang selanjutnya atau yang keempat adalah diaterma. Diatrema merupakan batuan yang mengisi pipa letusan. Pipa letusan sendiri mempunyai bentuk silinder, yang terdapat mulai dari dapur magma sampai dengan ke permukaan Bumi. Kita bisa membayangkan betapa panjangnya pipa letusan ini. Pipa letusan juga merupakan jalan atau pengubung yang menghubungkan antara magma yang ada di dapur magma dengan permukaan Bumi. Pipa letusan ini biasanya terdapat di dalam gunung berapi yang masih aktif. Pipa ini berupa tabung memanjang yang berasal dari dapur magma hingga tembus ke mulut gunung berapi, dan apabila magma keluar maka disebut dengan erupsi. Intrusi Korok atau Gang Korok atau yang disebut juga dengan gang adalah batuan hasil intrusi magma yang memotong lapisanlapisan litosfer yang berbentuk pipih atau berbentuk lempeng. Apolisa Apolisa merupakan sebutan bagi semacam cabang dari intrusi korok atau yang dikenal juga dengan intrusi gang, namun ukurannya lebih kecil atau percabangan dari magma yang ukurannya kecil atau yang sering juga disebut dengan urat- urat magma. Itulah bentuk- bentuk dari intrusi magma. Selanjutnya ada hasil vulkanisme yang kedua disebut dengan ekstrusi magma. Penjelasan mengenai ekstrusi magma akan dijelaskan selanjutnya. B) Ekstrusi magma Hasil dari vulkanisme yang selanjutnya adalah ekstrusi magma. Ekstrusi magma merupakan proses keluarnya magma dari dalam Bumi dan sampai ke permukaan Bumi. Perbedaan intrusi dan ekstrusi magma adalah pencapaian magma yang keluar. Jika intrusi magma, magma tidak sampai di permukaan Bumi. Namun ekstrusi magma, magma sudah mencapai ke permukaan Bumi. Ekstrusi magma tidak hanya terjadi di daratan namun juga di lautan. Oleh karena itu, gunung berapi juga terdapat di dalam lautan. Secara umum, ekstrusi magma terbagi menjadi: 1) Ekstrusi linear Ekstrusi linear terjadi apabila magma keluar melalui celah-celah retakan atau patahan memanjang sehungga membentuk deretan gunung berapi. 2) Ekstrusi areal Ekstrusi areal terjadi apabila magma dekat dengan permukaan bumi sehingga magma keluar dan meleleh di beberapa tempat di area tertentu. 3) Ekstrusi sentral Ekstrusi sentral terjadi apabila magma keluar melalui sebuah lubang dan membentuk gununggunung yang terpisahkan. Ekstrusi magma ini identik dengan erupsi atau letusan gunung berapi. Berdasarkan kekuatannya, letusan gunung berapi ini dapat dibedakan menjadi dua macam, yakni: 1. Erupsi efusif, merupakan erupsi yang berupa lelehan lava melalui retakan atau lubang kawah dari suatu gunung berapi. 2. Erupsi eksplosif, yakni merupakan erupsi yang berupa ledakan dengan mengeluarkan bahanbahan padat atau eflata berupa bom, lapili, kerikir dan juga debu vulkanik bersamaan dengan gas dan juga fluida. Tipe-tipe gunung api bisa dibedakan berdasarkan beberapa hal berikut: 1. Berdasarkan Bentuk Berdasarkan bentuknya, tipe-tipe gunung api antara lain: a) Gunung Api Perisai Gunung Api Perisai berbentuk kerucut, lerengnya landai, dan aliran lavanya panas dari saluran tengah. Magma menyebar secara luas. Proses pendinginan dan pembekuan lava berjalan lamban. GUNUNG API PERISAI b) Gunung Api Kubah Gunung Api Kubah berbentuk kerucut cembung dengan lereng curam. Lava kental mengalir dari saluran pusat sehingga mengakibatkan aliran lava berjalan lambat dan membentuk lapisan yang tebal. Proses pendinginan dan pembekuan lava berlangsung cepat. Banyak lava yang yang membeku pada saluran sehingga saluran menjadi tertutup. Jika tekanan dari dalam bumi terseumbat, letusan yang sangat keras bisa saja terjadi. Seluruh bagian puncak gunung api bisa hancur dalam sekejap. c) Gunung Api Strato Gunung Api Strato berbentuk kerucut, lerengnya curam dan luas, serta terdapat banyak lapisan lava. Lapisan lava tersebut terbentuk dari aliran suatu lava yang berulang-ulang. Lava bisa mengalir melalui sisi kerucut. Letusan jenis ini bersifat keras. GUNUNG API STRATO d) Gunung Api Lava Pijar Gunung Api Lava Pijar berbentuk kerucut simetris dengan lereng cekung yang landai. Bahan/emisi berupa asap, debu lembut, dan bau sulfur yang menyengat. Letusan bersifat sedang. GUNUNG API LAVA PIJAR 2. Berdasarkan Letusan Berdasarkan letusannya, tipe-tipe gunung api antara lain: a) Tipe Hawaii Tipe Hawaii dapat ditandai dengan adanya lava yang cair dan tipis serta dalam perkembangannya akan membentuk suatu tipe gunung api perisai. b) Tipe Stromboli Tipe Stromboli memiliki magma yang sangat cair. Magma yang menuju permukaan sering mengalami letusan pendek dilanjutkan ledakan. Bahan-bahan yang dikeluarkan berupa abu, bom, lapili, dan setengah padatan bongkah lava. c) Tipe Vulkano Tipe Vulkano memiliki ciri khusus yaitu pembentukan awan debu berbentuk bunga kol. Gas yang ditembakkan ke atas meluas hingga jauh di atas kawah. Pada tipe ini, tekanan gas sedang dan lava tidak terlalu cair. Berdasarkan kekuatan letusannya, tipe vulkano dapat dibedakan menjadi tipe vulkano kuat (Gunung Velvusius dan Gunung Etna), tipe vulkano lemah (Gunung Bromo dan Gunung Raung), dan tipe peralihan (Gunung Kelud dan Anak Gunung Bromo). d) Tipe Merapi Tipe Merapi ditandai dengan adanya lava cair dan kental. Dapur magma relative dangkal dan tekanan gas relatif rendah. e) Tipe Perret Pada Tipe Perret, letusan gunung api mengeluarkan suatu lava cair dengan tekanan gas tinggi. Terkadang lubang pada lubang tersumbat sehingga gas dan uap terkumpul dalam tubuh bumi. Akibatnya, sering terdapat getaran sebelum terjadinya letusan. Setelah meletus, material-material yang keluar adalah abu, lapili, dan bom terlempar dahsyat ke angkasa. 3. Berdasarkan Siklus Kehidupan a) Active Vulcano Active Vulcano adalah gunung api yang sering mengalami erupsi. b) Dorman Vulcano Dorman Vulcano adalah gunung api yang tidak ada kegiatan dalam waktu lama, namun sesekali sempat berpotensi meletus. c) Ezetint Vulkano Ezetint Vulcano adalah gunung api yang tidak akan bererupsi karena gunung tersebut sudah mati. d) Destructive Vulkano Destructive Vulkano adalah gunung api yang mengalami erosi (pengikisan) dan meninggalkan bekas-bekas seperti sumbat lava. MATERIAL YANG TERJADI SAAT GUNUNGAPI Lava, yakni magma yang keluar sampai ke permukaan Bumi dan mengalir hingga ke permukaan Bumi. Lahar, yaitu material campuran antara lava dan juga materi- materi yang terdapat di permukaan Bumi berupa pasir, kerikil atau bahkan debu dengan air sehingga membentuk lumpur. Eflata dan piroklastika, yakni material padat berupa bom, lapili, kerikil, dan juga debu vulkanik. Ekhalasi atau gas, yakni material berupa gas asam arang, seperti fumarol yakni uap air dan zat lemas), solfatar atau sumber gas belerang, dan mofet gas asam arang. Itulah beberapa material yang dikeluarkan dari aktivitas ekstrusi magma. Mengenai Pengaruh vulkanisme terhadap kehidupan : Menguntungkan : 1. Abu vulkanik yang dikeluarkan bcrsifat menyuburkan tanah pertanian di sekitarnya. Hal itu berarti meningkatkan produksi pertanian daerah di sekitarnya. 2. Gejala pasca vulkanik merupakan objek wisata yang menarik. Misalnya: bekas kepundan, geyser, dan kawah yang tergenang air seperti di Galunggung. mendidih seperti di Dieng, solfatar, fumarol, danau bekas kawah, mata air panas, dan air mineral (belerang) untuk obat. 3. Bahan-bahan galian, misalnya belerang, besi, emas, dan perak, biasanya terdapat di daerah bekas vulkan. Demikian juga bahan-bahan bangunan, seperti pasir, batu, dan batu apung, banyak dihasilkan di daerah vulkan. 4. Daerah gunung api yang tinggi merupakan daerah penangkap hujan. Tanah subur dengan curah hujan cukup banyak, memungkinkan terjadinya hutan alami yang baik. Hal itu akan berpengaruh terhadap ekoslstem daerah itu. Mata air bertambah banyak, sehingga pada musim kemarau tidak terjadi kekeringan. Pada musim penghujan, tidak. terjadi erosi dan banjir. Merugikan : 1. Pada waktu terjadi letusan, kemungkinan terjadi banyak korban. Lebih-lebih jika letusan itu disertai lahar panas, awan panas atau bahan-bahan padat dalam jumlah besar. Hal itu tentu akan sangat merugikan daerah yang terlanda, tidak hanya harta benda tetapi juga nyawa. Pada waktu terjadi letusan Gunung Kelud, ribuan jiwa meninggal akibat lahar panas yang dikeluarkannya. Juga ketika terjadi letusan Gunung Agung, ribuan jiwa meninggal dunia disertai korban dan harta yang tidak terhinggabanyaknya. 2. Korban jiwa dapat terjadi akibat gas beracun yang dikeluarkan pgda saat terjadi erupsi. Misalnya pada waktu terjadi. Letusan kawah Timbang dan Sihila pada tahun 1979. Sekitar 149 jiwa mati karena menghirup gas beracun. 4. PROSES SEISME DAN PENGARUHNYA TERHADAP KEHIDUPAN Pengertian Seisme dan Contohnya Seisme atau gempa bumi merupakan peristiwa/bencana alam yang ditandai dengan berguncangnya bumi secara tiba-tiba. Dalam peristiwa ini tidak ada tanda-tanda khusus akan terjadi gempa, karena gempa bumi ini terjadi secara tiba-tiba dan terjadi dalam waktu yang singkat, akan tetapi ada beberapa peristiwa gempa bumi yang terjadi dalam waktu yang lama (dalam hitungan menit). Gempa bumi tentunya akan berdampak terhadap lingkungan sekitar, akan tetapi akibat gempa bumi yang diberikan tergantung dari besarnya gempa tersebut yang diukur dalam skala Richter. Lalu apa itu seisme atau gempa bumi ? Pengertian Seisme atau gempa bumi adalah suatu getaran yang terjadi karena peristiwa tumpukan energi dari dalam bumi (tenaga endogen) yang dapat menggetarkan lempeng samudera dan lempeng benua. Secara singkat gempa bumi terjadi pada saat tekanan semakin meningkat di daerah batuan sampai pada tingkatan tertentu sehingga akan menimbulkan pergerakan yang mendadak. Pergerakan inilah yang nantinya akan menciptakan patahan batu pada saat batuan tersebut pecah pada titik terlemah atau bahkan pergerakan tersebut akan menyebabkan batuan menjadi tergelincir di sepanjang patahan yang ada. Ketika peristiwa ini terjadi, maka sejumlah energi yang besar akan dilepaskan secara bersamaan dengan dilepaskannya tekanan. Energi yang dilepaskan ini akan mengakibatkan batuan yang berada di sekitarnya bergetar dan terjadilah gempa bumi. Teori Gempa Bumi Secara umum gempa bumi terjadi karena adanya tenaga dari dalam bumi yang memberikan tekanan dari dalam sehingga terjadi pergerakan yang mendadak. Akan tetapi disini terdapat dua teori tentang proses terjadinya gempa bumi, teori tersebut adalah teori elastisitas dan teori sesar. 1. Teori Elastisitas Teori elastisitas atau sering disebut sebagai teori kekenyalan elastis adalah teori yang menjelaskan tentang proses energi yang menyebar pada saat terjadinya gempa bumi. Harry Fielding Reid seorang ahli geofisika asal Amerika telah melakukan observasi tentang peristiwa gempa yang terjadi di beberapa tempat. Ia menyatakan bahwa terjadinya guncangan gempa diakibatkan karena kekenyalan elastis dari energi yang sebelumnya terkumpul dari batuan sehingga akan terdeformasi secara elastis. Adapun akumulasi tegangan yang terjadi akan mengakibatkan terjadinya pelepasan energi dari bebatuan. 2. Teori Sesar Sesar adalah suatu celah yang terdapat pada kerak bumi yang berada di perbatasan antara dua lempeng tektonik. Menurut teori sesar, gempa bumi terjadi karena dipengaruhi oleh pergerakan batuan dan lempeng pada sesar bumi ini. Apabila batuan yang tertumpu jatuh ke bawah karena batuan penumpu di kedua sisinya bergerak saling menjauh, maka sesar ini dinamakan sebagai sesar normal (normal fault). Apabila batuan yang tertumpu terangkat ke atas karena batuan penumpu di kedua sisinya bergerak saling mendorong, maka sesar ini dinamakan sebagai sesar terbalik (reverse fault). Lalu apabila kedua batuan pada sesar bergerak saling berjatuhan, maka sesar ini dinamakan sebagai sesar geseran-jurus (strike-slip fault). Pada sesar normal dan sesar terbalik, keduanya akan menghasilkan perpindahan vertikal (vertical displacement), sedangkan pada sesar geseran-jurus akan menghasilkan perpindahan horizontal (horizontal displacement) Macam Seisme / Gempa Bumi Seperti yang sudah dibahas di awal bahwa seisme atau gempa bumi merupakan getaran yang terjadi di permukaan bumi yang disebabkan oleh tenaga dari dalam bumi. Menurut para ahli seismologi, terjadinya gempa bumi dibedakan menjadi 3 macam, yaitu gempa vulkanik, gempa runtuhan dan gempa tektonik. Berikut adalah penjelasan dari macam-macam gempa bumi tersebut : 1. Gempa Vulkanik Gempa vulkanik adalah gempa bumi yang disebabkan karena letusan gunung berapi. Gunung berapi yang akan meletus selalu diiringi dengan gempa yang dapat menggetarkan permukaan bumi, hal ini terjadi karena adanya pergerakan dari magma yang akan keluar dari perut bumi pada saat gunung akan meletus. Ketika magma bergerak menuju permukaan gunung berapi, maka ia akan bergerak ke atas sekaligus memcahkan bebatuan yang ada di dalam perut gunung berapi. Inilah yang menyebabkan terjadinya getaran yang cukup kuat dan berlangsung dalam waktu yang lama sehingga menyebabkan gempa bumi. Selain akibat dari tumbukan antara magma dengan dinding gunung berapi, gempa vulkanik ini juga disebabkan karena adanya tekanan gas pada letusan yang sangat kuat dan terjadi perpindahan magma di dalam dapur magma. 2. Gempa Runtuhan Gempa runtuhan adalah gempa lokal yang terjadi apabila suatu gua di daerah topografi karst ataupun di daerah pertambahan runtuh, secara umum gempa ini banyak terjadi di daerah yang memiliki banyak rongga di bawah tanah. Adapun contohnya adalah daerah kapur yang memiliki banyak sungai atau gua dibawah tanah yang tidak dapat menahan atap gua dan juga di daerah pertambangan yang memiliki banyak rongga-rongga dibawah tanah yang biasanya digunakan untuk mengambil bahan tambang. 3. Gempa Tektonik Gempa tektonik adalah gempa yang terjadi karena adanya pergeseran antara lempeng-lempeng tektonik yang letaknya berada jauh dibawah kulit permukaan bumi. Pergeseran lempenglempeng inilah yang menimbulkan energi yang keluar menjadi lebih besar sehingga terjadilah guncangan yang biasanya kita rasakan. Gempa tektonik ini seringkali terjadi di laut Samudera Hindia yang merupakan wilayah pertemuan antara El Nino dan La Nina ( baca : Cara Mencegah El Nino ) yang nantinya akan memberikan dampak di wilayah yang berada di pesisir pantai. dari adanya peristiwa seisme maka dampak yg di rasakan dalam kehidupan yaitu : 1. terjadinya gempa bumi, seisme merupakan getaran pada permukaan bumi yg di akibatkan oleh peristiwa pergerakan lempeng tektonik (gempa tektonik), peristiwa meletusnya gunung berapi (gempa vulkanik) dan peristiwa runtuhnya suatu tebing atau atap gua ( gempa runtuhan). saat gempa tersebut terjadi maka dapat merusak segala sumber daya yg dibutuhkan di dalam kehidupan 2. menimbulkan korban jiwa, akibat terjadi nya seisme maka peristiwa tersebut dapat berakibatnya korban jiwa seperti tertimpa runtuhan gedung atau bangunan 3. menimbulkan korban materi, selain korban jiwa akibat peristiwa seisme juga dapat menghasilkan korban materi seperti kehilangan rumah tempat tinggal, tempat pekerjaan, dan kehidupan pun akan menjadi terganggu 4. mengalami kerusakan pada tanah seperti tanah longsor, gempa bumi yg terjadi dapat mengubah struktur tanah sehingga tanah yg awalnya subur maka setelah terjadi gempa maka akan menyebabkan menurunnya kemampuan tanah dan selain itu mineral tanah akan mengalami perubahan dan kerusakan lainnya seperti terjadinya longsoran tanah 5. terjadinya gelombang tsunami, tsunami merupakan gelombang atau ombak yg sangat tinggi yg disebabkan oleh peristiwa gempa bumi. gempa bumi yg kuat memicu terjadinya stunami seperti terdapatnya patahan pada dasar samudera dan dapat memicu gelombang stunami. atau akibat terjadinya letusan gunung berapi yg berada di laut sehingga getarannya memicu terjadinya gelombang tsunami. Namun di satu sisi akibat dari peristiwa seisme juga bisa berdampak baik terutama dalam bidang pengetahuan, seperti banyak para ahli yg dapat menganalisis dari mana asalnya gempa, bagaimana bentuk relif yg diakibatkan oleh gempa juga menjadi bagian dari penelitian para ahli. selain itu akibat terjadinya peristiwa seisme maka dapat mengangkat mineral dan batuan yg bernilai ekonomis tinggi menuju keparmukaan sehingga dapat bermanfaat bagi kehidupan 4. PROSES TENAGA EKSOGEN DAN PENGARUHNYA TERHADAP LINGKUNGAN Pengertian dan Jenis Eksogen Pengertian eksogen adalah tenaga pembentuk muka bumi yang bersumber dari luar yakni berupa tenaga air, angin, sinar matahari maupun tenaga dari makhluk hidup. Sumber- sumber tenaga eksogen tersebut dapat dikelompokkan menjadi 3 yaitu lapisan atmosfer, air dan makhluk hidup. Atmosfer yang terdiri dari perubahan suhu dan angin menjadi sumber utama dari tenaga eksogen. Kemudian sumber yang kedua adalah air yang mencakup air hujan, aliran air permukaan, pasang surut air laut dan es yang mencair. Sementara itu, yang termasuk dalam sumber berupa makhluk hidup adalah tenaga yang diperoleh dari manusia, hewan, tumbuhan dan mikroorgenisme lainnya. Tenaga eksogen dikelompokkan menjadi 4 jenis yaitu : 1. Pelapukan Pelapukan ialah proses hancurnya batuan dari bongkahan besar menjadi bagian yang lebih kecil sehingga menjadi tanah. Pelapukan terjadi karena dipengaruhi oleh faktor cuaca, misalnya suhu. Jenis jenis pelapukan diataranya yaitu pelapukan mekanik, pelapukan kimia dan pelapukan biologis. A. Pelapukan mekanik yaitu proses melapuknya batuan yang tidak disertai dengan perubahan susunan kimia. Pelapukan ini disebabkan oleh beberapa faktor diantaranya adalah pengaruh suhu, sinar matahari, daya erosi dan gelombang laut yang memukul pantai. B. Pelapukan kimia adalah proses pelapukan batuan yang diikuti dengan perubahan susunan zat dari batuan induk. C. Pelapukan biologis ialah proses pelapukan yang disebabkan oleh aktifitas makhluk hidup seperti hewan, tumbuhan dan manusia. 2. Pengikisan Pengikisan (erosi) adalah proses pengikisan permukaan bumi oleh media yang melibatkan pengangkatan partikel batuan. Berdasarkan penyebabnya, erosi dikelompokkan menjadi 4 yakni : A. Erosi air yakni proses pengikisan tanah oleh air yang mengangkut batu- batuan yang telah hansur. Erosi air juga disebut dengan korasi. Korasi dipengaruhi oleh daya angkut air, keadaan permukaan yang tererosi dan kecepatan gerak air. B. Erosi es, juga disebut dengan erosi glasial yakni erosi yang terjadi di daerah pegunungan tinggi yang mempunyai salju abadi (es). C. Erosi angin merupakan peristiwa pengikisan yang terjadi karena pergerakan angin. Pengikisan tanah oleh angin mempunyai dampak terbentuknya lubang- lubang kecil di batuan. D. Erosi gelombang laut sering disebut dengan abrasi pantai atau erosi pantai. Besarnya kecepatan angin laut atau gelombang dapat menyebabkan terjadinya perubahan bentuk pantai. Bentangan alam yang muncul karena erosi gelombang laut meliputi cliff, relung, morena, ngarai. 3. Pengendapan Pengendapan (sedimentasi) merupakan proses pengendapan massa batuan atau material yang terbawa oleh angin, air atau pun es . Ada beberapa jenis proses sedimentasi menurut tempat mengendapnya, diantaranya yaitu sedimentasi fluvial dan marine. A. Sedimentasi fluvial adalah sedimentasi yang terjadi di sungai dan disebabkan oleh air sungai. B. Sedimentasi elois terjadi karena angin sehingga menghasilkan bentangan alam berupa gumuk pasir (sand dunes). C. Sedimentasi marine yakni sedimentasi yang terjadi karena abrasi oleh air laut dan menghasilkan bentangan alam seperti : D. tombolo – jembatan pasir yang menghubungkan dua buah pulau, yakni pulau besar dan pulau kecil E. gosong – suatu daratan sempit di tengah- tengah laut F. spit – daratan pasir yang memanjang dengan satu ujung di lautan dan ujung lainnya menyambung daratan G. beach – kumpulan puing batuan karang di sekitar cliff H. bar – punggung pasir yang mengendap di seberang teluk 4. Amblesan Amblesan merupakan perpindahan material atau pergeseran tanah secara vertikal dan perlahan ke arah bawah tanpa adanya permukaan bebas. Penyebab tanah ambles ini diantaranya adalah hujan deras yang menimpa tanah yang kurang padat. Tanah yang kuragn padat ini biasanya berupa tanah lempung atau tanah liat yang mudah lembek ketika terkena air. Akibat Tenaga Eksogen Tenaga eksogen membawa dampak atau akibat bagi kehidupan di bumi. Akibat tersebut dapat berupa akibat positif dan negatif. Diantara akibat tenaga eksogen yang bersifat positif adalah terbentuknya habitat baru setelah terjadinya pelapukan batuan dan dataran menjadi luas setelah terjadinya erosi. Erosi juga dapat mengikis tanah yang jauh di dalamnya mengandung bahan tambang bernilai ekonomis tinggi. Selain itu, proses sedimentasi akan menghadilkan delta yang memiliki banyak manfaat bagi manusia. Disamping akibat positif, tenaga eksogen juga memiliki akibat negatif. Bahkan akibat negatif tenaga eksogen lebih banyak dari dampak positifnya. Yang termasuk dalam akibat negatif dari tenaga eksogen yakni : 1. Berkurangnya kesuburan tanah – Hal ini disebabkan oleh proses erosi tanah yang berlangsung terus menerus dalam jangka waktu yang lama. Berkurangnya kesuburan tanah akan berdampak pada makhluk hidup yang bertempat tinggal atau bergantung pada tanah. 2. Pendangkalan danau – Erosi akan membawa material yang terkikis menuju ke daerah yang lebih rendah seperti danau dan rawa. Material tersebut akhirnya mengendap di danau dan jika terjadi dalam jangka waktu yang lama maka akan menyebabkan terjadinya pendangkalan danau. 3. Berkurangnya kejernihan air – Akibat negatif ini masih berhubungan dengan proses erosi. Erosi yang terjadi pada sungai akan membuat sungai menjadi keruh. Keruhnya air sungai akan berdampak pada air tanah yang berada di sekitar sungai. Jika sudah demikian, maka makhluk hidup akan kekurangan sumber air bersih. 4. Hilangnya garis pantai – Erosi pantai atau abrasi yang terjadi dalam kurun waktu yang lama dapat menyebabkan hilangnya garis pantai. Garis pantai yang hilang akan mempersempit daratan dan akan menggusur lahan pemukiman penduduk pesisir pantai. 5. Terjadinya tanah longsor – Erosi tanah yang terjadi di lereng gunung akan berakiba t pada terjadinya tanah longsor yang membahayakan pemukiman maupun lahan pertanian di sekitar lereng. 6. Terjadinya banjir – Tanah yang mengalami erosi tidak akan dapat menyerap air dengan baik sehingga akan mengakibatkan banjir air. Jika air membawa serta material erosi dalam jumlah yang banyak, maka dapat menyebabkan terjadinya banjir bandang. 6. PEMBENTUKAN TANAH DAN PERSEBARAN JENIS TANAH A. PROSES PEMBENTUKAN TANAH 1. Proses Pelapukan Batuan Pelapukan adalah peristiwa hancurnya massa batuan, baik itu secara fisik, kimia ataupun biologi. Pada proses pelapukan batuan ini membutuhkan waktu yang lama. Dimana setiap proses pelapukan pada umumnya dipengaruhi oleh cuaca sehingga batuan yang telah mengalami pelapukan akan berubah menjadi tanah. Berikut adalah 3 jenis proses pelapukan secara umum : a. Pelapukan Fisik – adalah hancur dan lepasnya material batuan tanpa merubah struktur kimiawi dari batuan tersebut. Pelapukan kimia ini merupakan proses penghancuran bongkahan batuan menjadi bagian-bagian yang lebih kecil. Beberapa faktor yang menyebabkan terjadinya pelapukan fisik adalah : Perbedaan Temperatur – Temperatur disini berpengaruh terhadap pelapukan fisik, dimana batuan akan mengalami proses pemuaian apabila temperatur panas dan akan mengalami pengecilan volume apabila temperatur dingin. Apabila hal ini berlangsung dalam jangka waktu yang lama maka lambat laun batuan tersebut akan terbelah dan pecah menjadi batuan-batuan kecil. Erosi – erosi dapat mempengaruhi pelapukan karena air yang membeku diantara batuan volumenya akan membesar dan yang terjadi adalah air akan membuat tekanan yang dapat merusak struktur batuan. b. Pelapukan Kimiawi – adalah proses pelapukan massa batuan dimana perubahan susunan kimiawai batuan lapuk ikut mengalami pelapukan. Proses pelapukan kimia dibagi menjadi 4, yaitu : Hidrasi – Hidrasi adalah proses pelapukan batuan yang terjadi di permukaan batuan saja. Hidrolisa – Hidrolisa adalah proses penguraian air atas unsur-unsurnya yang berubah menjadi ion positif dan denatif. Oksidasi – Oksidasi adalah proses pengkaratan besi. Batuan yang mengalami proses oksidasi pada umumnya memiliki warna kecoklatan, hal ini disebabkan karena kandungan besi dalam batuan akan mengalami pengkaratan. Proses ini memerlukan waktu yang sangat lama akan tetapi batuan akan tetap mengalami pelapukan. Karbonasi – adalah proses pelapukan batuan oleh gas karbondioksida. Dimana gas ini terdapat pada air hujan ketika masih menjadi uap air. Contoh batuan yang mengalami proses karbonasi adalah batuan kapur. Tidak hanya itu saja, pelapukan secara kimiawi juga disebabkan oleh hujan asam dimana hujan asam didapatkan dari kondensasi metana, sulfur dan klorida yang terbawa oleh hujan yang bersifat korosif. c. Pelapukan Biologi – adalah pelapukan yang terjadi disebabkan oleh makhluk hidup. Pelapukan ini terjadi secara terus menerus setelah tanah terbentuk. Dimana pelapukan biologi ini merupakan pelapukan penyempurna dari sifat-sifat tanah yang akan terbentuk. 2. Proses Pelunakan Struktur Pada proses kali ini batuan rempahan yang terbentuk dari proses pelapukan akan mengalami pelunakan. Dimana air dan udara adalah 2 komponen yang memegang peran penting dalam proses ini. Air dan udara tersebut nantinya akan masuk di sela-sela rempahan batuan untuk melunakkan strukturnya. Selain dapat membantu dalam proses pelunakan struktur batuan sehingga dapat dijadikan sebagai tempat hidup, air dan udara juga akan mendorong calon makhluk hidup untuk dapat tumbuh di permukaan. Namun, perlu diingat bahwa organisme yang dapat berkembang dalam tahap proses ini hanya beberapa saja, contohnya adalah mikroba dan lumut. Proses pelunakan struktur batuan ini membutuhkan waktu yang lama seperti pada proses pelapukan. 3. Proses Tumbuhnya Tumbuhan Perintis Setelah melewati proses pelunakan struktur batuan, maka akan dilanjutkan ke proses tumbuhnya keanekaragam tumbuhan perintis. Tumbuhan yang dimaksud disini adalah tumbuhan yang lebih besar dari lumut, sehingga akar-akar yang masuk di dalam batuan yang telah lunak akan membantu proses pemecahan batuan tersebut. Selain itu, asam humus yang mengalir dari permukaan batuan akan membuat batuan yang berada di bagian dalam melapuk dengan sempurna. Pada tahap inilah proses pelapukan secara biologi akan dimulai. 4. Proses Penyuburan Proses ini adalah proses terakhir dari proses terbentuknya tanah. Pada tahap ini tanah yang terbentuk akan mengalami proses pengayaan bahan-bahan organik. Dimana tanah yang awalnya hanya mengandung mineral yang berasal dari proses pelapukan akan bertambah subur dengan adanya pelapukan organik. Pelapukan organik ini dapat berasal dari hewan ataupun tumbuhan yang mati dipermukaan tanah. Dalam hal ini mikroorganisme tanah memiliki peran penting dalam proses terbentuknya tanah. Setelah melewati 4 tahapan tersebut maka tanah sudah terbentuk secara sumpurna. Sehingga tumbuhan dan hewan autotrof akan mencari makanannya dalam tanah. B. PERSEBARAN JENIS TANAH 1. Tanah gambut atau argonosol adalah jenis tanah yang terbentuk dari sisa-sisa tumbuhan yang telah mengalami pembusukan. 2. Tanah latosol adalah tanah yang memiliki zat besi dan alumunium, dimana tanah ini sangat tua sehingga tingkat kesuburannya menjadi rendah. 3. Tanah regosol adalah jenis tanah yang memiliki fisik yang kasar dan berasal dari material gunung berapi. 4. Tanah aluvial atau sering disebut dengan tanah endapan adalah tanah yang terbentuk atas dasar material halus yang merupakan hasil dari endapan aliran sungai. 5. Tanah litosol atau azonal adalah tanah yang berasal dari batuan keras yang telah mengalami proses pelapukan secara sempurna. 6. Tanah andosol sering disebut juga sebagai tanah vulkanis, yang artinya adalah tanah yang berasal dari abu vulkanik yang telah mengalami proses pelapukan. C. FUNGSI TANAH 1. Tanah berfungsi untuk produksi biomassa, yaitu tempat tumbuh dan berkembangnya perakaran, sumber hara serta zat pendukung pertumbuhan. 2. Tanah berfungsi untuk penyaringan, penyangga dan pengubah antara atmosfer, air tanah serta akar tanaman. 3. Tanah berfungsi sebagai habitat biologi dan konservasi genetilk. 4. Tanah berfungsi sebagai ruang infrastruktur untuk teknik, industri, sosial ekonomi, dan pembangunannnya 5. Tanah berfungsi sebagai sumber daya energi, material dasar, pertambangan dan air. 6. Tanah berfungsi sebagai sumber keindahan dan warisan budaya. 7. PEMANFAATAN DAN KONSERVASI TANAH Secara umum pengertian konservasi tanah ialah usaha konservasi tanah dengan menempatkan setiap bidang tanah dengan cara penggunaan yang sesuai dengan kemampuan tanah itu sendiri. Dengan cara sesuai dengan petuntuk yang benar yang diperlukan supaya tidak terjadi terjadi kerusakan struktur tanah. Lebih khusus pengertian dalam arti yang lebih sempit ialah upaya kosenvasi tanah semua upaya mencegah kerusakan tanah akibat erosi, memperbaiki tanah yang telah rusak. Bagaimanapun upaya konservasi tanah akan mempunyai hubungan yang sangat berkaitan erat dengan konservasi air. Sehingga setiap perlakuan yang diberikan pada sebidang tanah akan mempengaruhi strukur air pada tempat tersebut dan tempat di hilirnya. Dengan demikian upaya konservasi tanah dan konservasi air merupakan kegiatan setali dua uang,dua hal yang berhubungan erat sekali, sehingga setiap tindakan konservasi tanah adalah juga tindakan konservasi air juga . Apa sebetulnya konservasi air itu? ialah upaya penggunaan air hujan yang jatuh ke tanah untuk pertanian supaya seefisien mungkin, dan mengatur waktu aliran agar tidak terjadi banjir yang merusak dan terdapat cukup air pada waktu musim kemarau. METODE KONSERVASI TANAH DAN AIR Adapun metode yang digunakan dalam konservasi tanah dan air ini dibagi menjadi 3 macam metode yaitu : 1. Metode vegetative Cara pengelolaan lahan miring dengan menggunakan tanaman yang berfungsi sebagai sarana konservasi tanah. Fungsi tanaman penutup tanah ini selain untuk mencegah atau mengendalikan dari berbagai bahaya erosi juga dapat berfungsi memperbaiki struktur tanah, bisa menambahkan bahan organik tanah serta mencegah proses pencucian unsur hara yang menentukan kesuburan tanah dengn mengurangi fluktuasi tekanan dan suhu . 2. Metode mekanik Metode ini berupa pengelolaan lahan tegalan atau tanah darat dengan menggunakan sarana fisik berupa tanah, batu sebagai sarana konservasi tanahnya. Metode ini bertujuan memperlambat aliran air di permukaan, mengurangi bahaya terkisisnya lapisan tanah serta menampung dan mengalirkan aliran air permukaan. 3. Metode kimia Dengan pemanfaatan soil conditioner atau bahan-bahan pemantap tanah dalam upaya memperbaiki struktur tanah sehingga tanah akan tetap tahan terhadap ancaman erosi Secara umum tindakan konservasi tanah ditujukan untuk : Upaya untuk mencegah terjadinya erosi. Usaha untuk memperbaiki komposisi tanah yang rusak. Menjaga serta meningkatkan produktivitas kesuburan tanah agar tanah dapat terus digunakan secara terus menerus. Dalam pengertian lain, konservasi air pada hakekatnya penggunaan air hujan yang jauh ke tanah untuk pertanian agar seefisien mungkin, dengan mengatur waktu aliran supaya tidak sampai banjir yang dapat merusak kemudian juga berarti jaminan upaya untuk selalu tersedia air pada musim kemarau. Kenapa konservasi tanah dan air sangat erat hubungannya ? karena setiap setiap perlakuan pada sebidang tanah akan dapat mempengaruhi tata pengelolaan air pada tempat itu juga serta tempat di hilirnya. Oleh karena itu, berbagai tindakan konservasi tanah bagaimanapun juga merupakan tindakan konservasi air juga. Maka berdasarakan hubungan tersebut, tanggung jawab di sektor pertanian dalam masalah air ada dua,yaitu: Memelihara jumlah air dan waktu aliran air dan juga kualitas air Mengupayakan seoptimal mungkin pemanfaatan air melalui sistim pemanfaatan air yang efektif efisien Dengan demikian persoalan konservasi tanah dan air ini cukup komplek, maka diperlukan kerjasama antara pakar tanah juga biologi dengan hidrologi juga teknik konservasi tanah dan air. Dan hal tersebut juga ditentukan berbagai aspek sosial, budaya, dan ekonomi manusia. 8. lembaga-lembaga yang menyediakan dan memanfaatkan data geologi di indonesia 1. LAPAN (Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional) Ada yang tahu apa itu LAPAN? Angka setelah tujuh? itu mah DELAPAN. Beda jauh ya Squad. LAPANmerupakan lembaga pemerintah di luar lingkup kementerian yang langsung bertanggung jawab kepada presiden. LAPAN memiliki tugas pemerintahan di bidang penelitian dan pengembangan kedirgantaraan. Selain itu, LAPAN juga melaksanakan penyelenggaraan bidang keantariksaan sesuai dengan aturan undang-undang. Data geologi sangat bermanfaat bagi LAPAN, untuk melakukan hal-hal berikut ini: - penyusunan kebijakan nasional di bidang antariksa dan atmosfer; - teknologi penerbangan; dan - pengembangan sistem di bidang penginderaan jauh. 2. BIG (Badan Informasi Geospasial) BIG ini bukan “besar” ya artinya. Sama dengan Lapan, BIG merupakan lembaga pemerintah nonkementerian yang langsung bertanggungjawab dengan presiden. BIG memiliki tugas untuk memberikan informasi geospasial dasar yang meliputi pengumpulan data, pengolahan data, penyimpanan hingga penggunaan informasi data geospasial. Yups, data geologi itu termasuk data geospasial juga, Squad. Adanya data geologi itu membuat BIG bisa melakukan inventarisasi potensi kekayaan sumber daya alam negara. 3. BAPPENAS (Badan Perencanaan Pembangunan Nasional) Namanya juga perencanaan pembangunan nasional, ya pastinya memiliki tugas di bidang perencanaan dan pembangunan nasional. BAPPENAS berfungsi sebagai pengakaji, perumus, dan pengoordinasian pembangunan nasional yang meliputi: - strategi pembangunan nasional; - arah kebijakan sektoral; - lintas sektor dan wilayah; - kerangka ekonomi makro nasional dan regional; - analisis investasi proyek infrastruktur; - kerangka regulasi; - kelembagaan dan pendanaan; serta - evaluasi dan pengendalian pembangunan nasional. 4. Badan Geologi Badan Geologi masih berada di bawah naungan Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM). Perlu kamu ketahui nih Squad, Badan Geologi ini menjadi sumber informasi dan pusat penelitian bidang geologi. Nah, data-data geologi yang ada bisa didapatkan dari Badan Geologi. Ada pun tugas-tugas dari badan geologi antara lain: - melaksanakan penelitian dan pelayanan di bidang geologi; - penyusunan kebijakan teknis geologi; - penyusunan rencana dan program penelitian; dan - pemantauan serta evaluasi pelaksanaan penelitian di bidang geologi. 5. BMKG (Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika) BMKG pastinya nggak asing dong? Yaps, lembaga pemerintah nonkementerian ini memiliki tugas seperti menginformasikan kondisi cuaca, menginformasikan kejadian gempa bumi, dan memberikan informasi tentang potensi tsunami yang kemungkinan akan terjadi. Data geologi menjadi penting bagi BMKG karena bisa dijadikan sebagai acuan adanya potensi perubahan-perubahan yang terjadi di bumi. KATA PENGANTAR Assalamuallaikum warrahmatullahi wabarakatuh Puji syukur kami panjatkan kepada allah yang maha kuasa, karena atas limpahan rahmat dan hidayah-nya, makalah yang berjudul “Dinamika litosfer dan dampaknya terhadap kehidupan “ dapat kami selesaikan. Penyusunan makalah ini diharapkan dapat memberikan informasi yang bermanfaat bagi pembaca. Tujuan dari penulisan makalah ini adalah guna menambah wawasan para siswa dan memenuhi syarat untuk mendapatkan nilai tugas geografi. Terselesaikan makalah ini atas beberapa dukungan dan suport oleh guru. Dan juga teman teman yang membantu menyelesiakn makalah ini. Dalam makalah ini kami menyadari masih banyak kekurangan. Oleh sebab itu kritik dan saran yang membangun demi perbaikan makalh ini sangat kami harapkan. Semoga makalah ini dapat memberikan manfaat dan pengetahuan bagi yang membaca. Madiun, januari 2019 Penyusun DINAMIKA LITOSFER DAN DAMPAKNYA TERHADAP KEHIDUPAN DISUSUN OLEH KELOMPOK 4 : 1. Berlian Mawar Permata putri (08) 2. Dhivania Yan Rindra (13) 3. Fadhil Abyan Ramadhiarto (17) 4. Gina Gaharuli Sinayangsih (20) 5. Habib Brilian Wicaksono (21)