Uploaded by mutiaracitra98.mc

Dinamika Litospere dan Dampaknya Terhadap Kehidupan

advertisement
1. KARAKTERISTIK LAPISAN BUMI
Bumi terdiri atas beberapa lapisan. Salah satu lapisan Bumi adalah kerak Bumi (crust).
Kerak Bumi adalah lapisan terluar dan tidak rata. Diameter bumi berukuran 12.742 kilometer
dengan volume bumi sebesar 1,08321×1012 km. Terdapat lapisan atmosfer yang menyelubungi
bumi. Lapisan atmosfer terdiri dari troposfer, stratosfer, mesosfer, termosfer dan eksosfer. Selain
itu, juga terdapat lapisan bumi dari permukaan bumi menuju ke pusat bumi di bagian
dalam..Selain memiliki struktur lapisan bumi yang terdiri dari lapisan atas yang tersusun dari
sekumpulan lapisan gas. Bumi juga memiliki lapisan bawah dari tempat kaki kita berpijak
sampai kepada inti dalam bumi.
Struktur Lapisan Bumi
1. Kerak Bumi (Crust)
Kerak bumi atau crust adalah lapisan terluar bumi. Lapisan ini membentuk lapisan litosfer
dengan ketebalan sekitar 80 kilometer. Lapisan kerak bumi ini juga menjadi tempat tinggal bagi
semua makhluk hidup di bumi. Kerak bumi juga menjadi bagian bumi yang paling aktif
bergerak.
Secara umum, kerak bumi dibagi menjadi dua kategori, yakni kerak samudra dan kerak benua.
 Kerak samudra, yaitu lapisan terluar bumi yang permukaannnya adalah wilayah perairan,
ketebalannya sekitar 5 sampai 10 km dan penyusunnya adalah batuan basalt.
 Kerak benua, yaitu lapisan terluar bumi yang permukaannya adalah wilayah daratan,
ketebalannya sekitar 20 sampai 70 km dan penyusun utamanya adalah granit. Suhu di
kerak bumi terus naik seiring dengan kedalamannya, naik sekitar 30 derajat Celcius per
kilometernya, namun gradien panas bumi akan semakin rendah pada lapisan keran yang
lebih dalam. Pada batas bawah kerak bumi, temperaturnya mencapai 1100 derajat
Celcius.
2. Selimut/Mantel Bumi (Mantle)
Selimut bumi atau selubung bumi atau mantel bumi merupakan lapisan yang berada di antara
bagian kerak bumi dan inti bumi. Mantel bumi menjadi bagian lapisan bumi terbesar. Mantel
bumi mencakup lebih dari 80% volume Bumi secara keseluruhan. Suhunya bisa mencapai 3000
derajat Celcius. Secara umum mantel bumi dibagi menjadi dua bagian, yakni mantel bumi bagian
atas dan mantel bumi bagian bawah.

Mantel bumi bagian atas, berada pada kedalaman 400 km dengan lapisan yang bersifat
plastis dan semiplastis karena suhu dan tekanan pada mantel atas berada pada kondisi
setimbang.

Mantel bumi bagian bawah, berada pada kedalaman 2900 km dengan lapisan yang
bersifat pada karena adanya tekanan dari lapisan di atasnya. Mantel bawah mengandung
besi dan mineral SIMA.
Lapisan selimut bumi sering disebut sebagai lapisan astenosfer. Pada lapisan ini, terjadi
pergerakan lempeng-lempeng yang disebabkan oleh gaya konveksi atau energi dari panas bumi.
Pergerakan tersebut sangat mempengaruhi bentuk muka bumi.Total ketebalan selubung bumi ini
sekitar 2800 kilometer. Komposisi penyusun mantel bumi didominasi oleh senyawa magnesium,
besi, aluminium, kalium, silikon dan oksigen. Pada wilayah selubung bagian atas akan mulai
terbentuk intrusi magma yang diakibatkan oleh batuan yang menyusup dan meleleh.
3. Inti Bumi (Core)
Inti bumi atau core adalah lapisan terdalam bumi. Lapisan inti bumi terletak mulai kedalaman
2900 km sampai ke pusat bumi atau sekitar kedalaman 6300 km. Suhu di inti bumi berkisar
antara 2000 derajat Celcius di bagian luar, hingga 4500 derajat Celcius di bagian dalamnya.
Secara umum, berdasarkan zat penyusunnya, inti bumi dibagi menjadi dua bagian yakni inti
bumi bagian luar atau outer core serta inti bumi bagian dalam atau inner core.


Inti bumi bagian luar (outer core), terletak di antara kedalaman 2900 km sampai 5100 km
dan tersusun dari logam padat.
Inti bumi bagian dalam (inner core), terletak di antara kedalaman 5100 km sampai pusat
bumi dan tersusun dari logam cair.
Antara inti bagian luar dan dalam, dipisahkan oleh lapisan yang disebut sebagai lehman
discontinuity. Material penyusun inti bumi terdiri dari senyawa besi dan nikel. Nah demikian
referensi lapisan-lapisan bumi beserta struktur, karakteristik, komponen penyusun dan
penjelasannya. Secara umum lapisan bumi terdiri kerak bumi, mantel bumi serta inti bumi bagian
luar dan bagian dalam. Semoga bisa menambah wawasan dan pengetahuan.
2. PROSES TEKTONISME DAN PENGARUHNYA
TERHADAP KEHIDUPAN
Tektonisme merupakan tenaga dari dalam bumi yang menyebabkan terjadinya perubahan
letak muka bumi secara mendatar atau vertikal, baik yang mengakibatkan putusnya hubungan
batuan maupun tidak. Tektonisme akan mengubah bentuk muka bumi menjadi naik atau turun.
GERAK EPIROGENESA DAN OROGENESA
A. Gerak Epirogenesa
Suatu proses perubahan bentuk daratan yang disebabkan oleh tenaga yang lambat dari
dalam dengan arah vertikal, baik ke atas maupun ke bawah meliputi wilayah yang luas. Gerakan
tektonis epirogenesa ada 2 macam, yaitu epirogenesa positif dan epirogenesa negatif.
 Epirogenesa positif
Merupakan gerak turunnya daratan sehingga terlihat seakan permukaan air laut naik,
akibat adanya sedimen yang tebal. Contoh: Turunnya pulau-pulau di Indonesia bagian timur
(Kep. Maluku dari barat daya sampai P. Banda).
 Epirogenesa negatif
Merupakan gerak naiknya daratan sehingga terlihat seakan permukaan air laut turun,
misal mencairnya lapisan es. Contoh: Naiknya Pulau Timor dan Pulau Buton Naiknya Dataran
Tinggi Colorado di Amerika Serikat.
B. Gerak Orogenesa
-
Orogenesa adalah gerakan pergeseran lapisan kulit bumi dengan arah vertical (domex =
gunung) dan horizon dengan gerakannya relative cepat pada wilayah yang sempit. Gerakan ini
menghasilkan gunung, patahan, dan lipatan. Merupakan suatu pergerakan lempeng tektonis yang
sangat cepat meliputi wilayah yang sempit. Merupakan proses pembentukan gunuung akibat
tabrakan lempeng benua, sesar bawah benua, perekahan kontinen, atau pergeseran punggung
samudra dengan benua.
Gerak orogenesa membentuk lipatan,patahan dan retakan batuan kulit bumi
1. Lipatan (Fault)
Merupakan bentukan permukaan bumi yang terjadi karena tekanan yang lemah, tetapi
berlangsung secara terus menerus. Puncak lipatan disebut antiklinal dan lembah lipatan disebut
sinklinal.
Berdasarkan ketegakan posisi sumbu dan bentuk pelipatannya, lipatan dibedakan menjadi:
a.
Lipatan tegak (Symmetric Folds)
Lipatan tegak adalah lipatan yang dihasilkan dari kekuatan yang sama yang mendorong dua sisi
dengan seimbang.
b. Lipatan Miring (Asymmetric Folds)
Lipatan miring adalah lipatan yang dihasilkan ketika kekuatan tenaga pendorong di salah satu
sisinya lebih kuat, sehingga akan menghasilkan kenampakan salah satu sisinya lebih curam.
c.
Lipatan Rebah (Overturned Folds)
Lipatan rebah adalah lipatan yang arah lipatannya mendatar. Lipatan ini terjadi karena arah
tenaga horizontal hanya dari satu arah.
d. Lipatan Menutup (Recumbent Folds)
Lipatan menutup adalah lipatan yang terbentuk pada saat lipatan yang satu menekan sisi yang
lain dan menyebabkan sumbu lipat hampir datar.
e. Lipatan Sesar Sungkup (Overthrust)
Lipatan sesar sungkup adalah lipatan yang terbentuk ketika tenaga tekan menekan satu sisi
dengan kuat sehingga menyebabkan lipatan menjadi retak.
f.
Nappe
Terbentuk setelah lipatan overthrust rusak sepanjang garis retakan.
2. Patahan
Patahan terjadi ketika kulit bumi yang bersifat padat dan keras mengalami retak atau
patah pada saat terjadi gerakan orogenesa. Pada patahan, massa batuan mengalami pergeseran
titik atau tempat yang semula bertampalan (kontak) kemudian berpindah lokasi
(dislocated/displaced). Gerakan ini menimbulkan terjadinya patahan dengan gaya tekan
(compression) dan gaya regangan (tension). Ciri adanya patahan dapat dikenali dari adanya
perbedaan ketinggian yang mencolok.
Tipe-tipe dasar patahan:
a. Normal Fault
Merupakan patahan yang memungkinkan satu blok (footwall) lapisan batuan bergerak dengan
arah relatif naik terhadap blok lainnya (hanging wall). Ciri dari patahan ini adalah sudut
kemiringan besar hingga mendekati 90 derajat.
b. Reserve Fault
Merupakan patahan dengan arah footwall yang relatif turun dibanding hanging wall. Ciri dari
patahan ini adalah sudut kemiringan yang relatif kecil yaitu kurang dari 45 derajat.
c. Strike Fault
Merupakan patahan yang arahnya relatif mendatar ke kiri atau ke kanan. Arah patahan mendatar
ini tidak sepenuhnya seluruh lapisan batuan bergerak dengan arah mendatar namun sebagian ada
yang bergerak dengan arah vertikal. Bila gerakan patahan ke kanan di sebut sesar geser sinistrial
dan bila ke kiri dinamakan sesar geser dekstral.
3. Retakan
Retakan merupakan bentukan lahan yang terjadi karena pengaruh gaya regangan,
sehingga batuan mengalami retak-retak namun masih bersambung. Biasanya ditemukan pada
batuan rapuh di daerah puncak antiklinal dan dikenal dengan nama tectonic joint. Berdasarkan
cara pembentukannya, ada dua macam retakan, sebagai berikut:
a. Retakan yang disebabkan tekanan
b. Retakan yang disebabkan tarikan
DAMPAK TEKTONISME BAGI KEHIDUPAN
1. Dampak Positif
Proses vulkanisme pada gunung api di Indonesia bermanfaat bagi lahan pertanian,
karena abu vulkanik akibat letusan gunung api membuat tanah menjadi subur.
Gunung api merupakan penghasil bahan galian tambang seperti emas, intan, timah, serta
bahan bangunan yang lainnya.
Bentuk hasil tenaga endogen dapat dijadikan wisata alam yang sangat menarik.
2.
Dampak Negatif
Lereng-lereng yang terbentuk karena tenaga endogen ada yang terjal dan landai, yang
tidak baik dijadikan daerah pertanian
Daerah-daerah pegunungan yang terjal juga tidak baik dijadikan daerah pemukiman
karena rentan terjadinya tanah longsor sehingga dapat menimbulkan kerugian, baik
materil maupun korban jiwa.
Proses alam endogen dapat menimbulkan gempa bumi dan letusan gunung api. Gempa
bumi dan letusan gunung api dapat menelan korban jiwa manusia, membahayakan
kesehatan masyarakat, serta menimbulkan kerugian material bagi penduduk setempat.
Pergeseran kerak bumi mendorong terbentuknya berbagai jenis pegunungan dan
cekungan sedimen. Lebih lanjut terjadinya tekanan, regangan, dan deformasi pada kerak
Bumi (pengangkatan, amblesan, retakan, patahan, serta lipatan) didukung dengan adanya
gaya gravitasi Bumi akan menimbulkan terjadinya erosi, longsoran, dan sedimentasi.
Dari proses yang terjadi ini dapat menimbulkan bencana alam yang mengakibatkan
kerugian materiil, harta benda, dan nyawa.
3. PROSES VULKANISME DAN PENGARUHNYA
TERHADAP KEHIDUPAN
Proses Vulkanisme
Vulkanisme adalah proses keluarnya magma dari dalam bumi menuju ke permukaan bumi.
Keluarnya magma ke permukaan bumi umumnya melalui retakan batuan, patahan, dan pipa
kepundan pada gunung api.
Magma adalah campuran batuan dalam keadaan cair, liat, dan sangat panas yang terdapatdalam
perut Bumi. Aktivitas magma disebabkan oleh tingginya suhu magma dan banyaknya gas yang
terkandung di dalamnya. Adanya aktivitas ini dapat menyebabkan retakan-retakan dan
pergeseran kulit bumi. Proses terjadinya vulkanisme dipengaruhi oleh aktivitas magma yang
menyusup ke dalam litosfer (kulit Bumi).
A) Intrusi magma
Hasil dari vulkanisme yang pertama adalah intrusi magma. Yang dimaksud dengan intrusi
magma merupakan aktivitas terobosan magma ke dalam lapisan- lapisan litosfer namun
terobosan magma tersebut tidak sampai ke permukaan Bumi. Sehingga dalam aktivitas intrusi
magma ini kita tidak akan bisa menyaksikannya karena terjadi di dalam perut Bumi. Dan oleh
peristiwa intrusi magma ini tidak ditemui adanya lava, karena magma yang keluar tidak
mencapai ke permukaan Bumi. Adapun gejala intrusi magma ini dapat dibagi menjadi lima
macam. Macam- macam dari intrusi magma antara lain sebagai berikut:
 Batolit
Bentuk atau jenis dari intrusi magma yang pertama adalah batolit. Batolit merupakan batuan beku yang
terbentuKnya di dalam dapur magma. Batolit ini terbentuk sebagai akibat dari penurunan suhu yang
terjadi sangat lambat.
 Lakolit
Jenis atau bentuk dari intrusi magma yang kedua adalah lakolit. Yang dimaksud dengan lakolit yakni
merupakan magma yang menyusup di antara lapisan- lapisan batuan yang menyebabkan lapisan batuan
yang berada di atasnya menjadi terangkat sehingga akan menyerupai lensa cembung. Sementara
permukaan yang berada di atasnya tetap rata atau datar.
 Sill
Bentuk intrusi magma yang selanjutnya adalah Sill. Sill adalah lapisan magma yang tipis yang menyusup
di antara lapisan- lapisan batuan yang ada di bawah permukaan Bumi. Ya, karena intrusi magma sendiri
merupakan istilah yang menggambarkan kegiatan material- material yang ada di bawah permukaan
Bumi.
 Diaterma
Bentuk intrusi magma yang selanjutnya atau yang keempat adalah diaterma. Diatrema merupakan
batuan yang mengisi pipa letusan. Pipa letusan sendiri mempunyai bentuk silinder, yang terdapat mulai
dari dapur magma sampai dengan ke permukaan Bumi. Kita bisa membayangkan betapa panjangnya
pipa letusan ini.
Pipa letusan juga merupakan jalan atau pengubung yang menghubungkan antara magma yang ada di
dapur magma dengan permukaan Bumi. Pipa letusan ini biasanya terdapat di dalam gunung berapi yang
masih aktif. Pipa ini berupa tabung memanjang yang berasal dari dapur magma hingga tembus ke mulut
gunung berapi, dan apabila magma keluar maka disebut dengan erupsi.
 Intrusi Korok atau Gang
Korok atau yang disebut juga dengan gang adalah batuan hasil intrusi magma yang memotong lapisanlapisan litosfer yang berbentuk pipih atau berbentuk lempeng.
 Apolisa
Apolisa merupakan sebutan bagi semacam cabang dari intrusi korok atau yang dikenal juga dengan
intrusi gang, namun ukurannya lebih kecil atau percabangan dari magma yang ukurannya kecil atau yang
sering juga disebut dengan urat- urat magma.
Itulah bentuk- bentuk dari intrusi magma. Selanjutnya ada hasil vulkanisme yang kedua disebut dengan
ekstrusi magma. Penjelasan mengenai ekstrusi magma akan dijelaskan selanjutnya.
B) Ekstrusi magma
Hasil dari vulkanisme yang selanjutnya adalah ekstrusi magma. Ekstrusi magma
merupakan proses keluarnya magma dari dalam Bumi dan sampai ke permukaan Bumi.
Perbedaan intrusi dan ekstrusi magma adalah pencapaian magma yang keluar. Jika intrusi
magma, magma tidak sampai di permukaan Bumi. Namun ekstrusi magma, magma sudah
mencapai ke permukaan Bumi. Ekstrusi magma tidak hanya terjadi di daratan namun juga di
lautan. Oleh karena itu, gunung berapi juga terdapat di dalam lautan. Secara umum, ekstrusi
magma terbagi menjadi:
1) Ekstrusi linear
Ekstrusi linear terjadi apabila magma keluar melalui celah-celah retakan atau patahan
memanjang sehungga membentuk deretan gunung berapi.
2) Ekstrusi areal
Ekstrusi areal terjadi apabila magma dekat dengan permukaan bumi sehingga magma keluar dan
meleleh di beberapa tempat di area tertentu.
3) Ekstrusi sentral
Ekstrusi sentral terjadi apabila magma keluar melalui sebuah lubang dan membentuk gununggunung yang terpisahkan.
Ekstrusi magma ini identik dengan erupsi atau letusan gunung berapi. Berdasarkan kekuatannya,
letusan gunung berapi ini dapat dibedakan menjadi dua macam, yakni:
1. Erupsi efusif, merupakan erupsi yang berupa lelehan lava melalui retakan atau lubang kawah
dari suatu gunung berapi.
2. Erupsi eksplosif, yakni merupakan erupsi yang berupa ledakan dengan mengeluarkan bahanbahan padat atau eflata berupa bom, lapili, kerikir dan juga debu vulkanik bersamaan dengan
gas dan juga fluida.
Tipe-tipe gunung api bisa dibedakan berdasarkan beberapa hal berikut:
1. Berdasarkan Bentuk
Berdasarkan bentuknya, tipe-tipe gunung api antara lain:
a) Gunung Api Perisai
Gunung Api Perisai berbentuk kerucut, lerengnya landai, dan aliran lavanya panas dari saluran
tengah. Magma menyebar secara luas. Proses pendinginan dan pembekuan lava berjalan lamban.
GUNUNG API PERISAI
b) Gunung Api Kubah
Gunung Api Kubah berbentuk kerucut cembung dengan lereng curam. Lava kental mengalir dari
saluran pusat sehingga mengakibatkan aliran lava berjalan lambat dan membentuk lapisan yang
tebal. Proses pendinginan dan pembekuan lava berlangsung cepat. Banyak lava yang yang
membeku pada saluran sehingga saluran menjadi tertutup. Jika tekanan dari dalam bumi
terseumbat, letusan yang sangat keras bisa saja terjadi. Seluruh bagian puncak gunung api bisa
hancur dalam sekejap.
c) Gunung Api Strato
Gunung Api Strato berbentuk kerucut, lerengnya curam dan luas, serta terdapat banyak lapisan
lava. Lapisan lava tersebut terbentuk dari aliran suatu lava yang berulang-ulang. Lava bisa mengalir
melalui sisi kerucut. Letusan jenis ini bersifat keras.
GUNUNG API STRATO
d) Gunung Api Lava Pijar
Gunung Api Lava Pijar berbentuk kerucut simetris dengan lereng cekung yang landai. Bahan/emisi
berupa asap, debu lembut, dan bau sulfur yang menyengat. Letusan bersifat sedang.
GUNUNG API LAVA PIJAR
2. Berdasarkan Letusan
Berdasarkan letusannya, tipe-tipe gunung api antara lain:
a) Tipe Hawaii
Tipe Hawaii dapat ditandai dengan adanya lava yang cair dan tipis serta dalam
perkembangannya akan membentuk suatu tipe gunung api perisai.
b) Tipe Stromboli
Tipe Stromboli memiliki magma yang sangat cair. Magma yang menuju permukaan sering
mengalami letusan pendek dilanjutkan ledakan. Bahan-bahan yang dikeluarkan berupa abu, bom,
lapili, dan setengah padatan bongkah lava.
c) Tipe Vulkano
Tipe Vulkano memiliki ciri khusus yaitu pembentukan awan debu berbentuk bunga kol. Gas
yang ditembakkan ke atas meluas hingga jauh di atas kawah. Pada tipe ini, tekanan gas sedang
dan lava tidak terlalu cair. Berdasarkan kekuatan letusannya, tipe vulkano dapat dibedakan
menjadi tipe vulkano kuat (Gunung Velvusius dan Gunung Etna), tipe vulkano lemah (Gunung
Bromo dan Gunung Raung), dan tipe peralihan (Gunung Kelud dan Anak Gunung Bromo).
d) Tipe Merapi
Tipe Merapi ditandai dengan adanya lava cair dan kental. Dapur magma relative dangkal dan
tekanan gas relatif rendah.
e) Tipe Perret
Pada Tipe Perret, letusan gunung api mengeluarkan suatu lava cair dengan tekanan gas tinggi.
Terkadang lubang pada lubang tersumbat sehingga gas dan uap terkumpul dalam tubuh bumi.
Akibatnya, sering terdapat getaran sebelum terjadinya letusan. Setelah meletus, material-material
yang keluar adalah abu, lapili, dan bom terlempar dahsyat ke angkasa.
3. Berdasarkan Siklus Kehidupan
a) Active Vulcano
Active Vulcano adalah gunung api yang sering mengalami erupsi.
b) Dorman Vulcano
Dorman Vulcano adalah gunung api yang tidak ada kegiatan dalam waktu lama, namun sesekali
sempat berpotensi meletus.
c) Ezetint Vulkano
Ezetint Vulcano adalah gunung api yang tidak akan bererupsi karena gunung tersebut sudah
mati.
d) Destructive Vulkano
Destructive Vulkano adalah gunung api yang mengalami erosi (pengikisan) dan meninggalkan
bekas-bekas seperti sumbat lava.
MATERIAL YANG TERJADI SAAT GUNUNGAPI




Lava, yakni magma yang keluar sampai ke permukaan Bumi dan mengalir hingga ke
permukaan Bumi.
Lahar, yaitu material campuran antara lava dan juga materi- materi yang terdapat di
permukaan Bumi berupa pasir, kerikil atau bahkan debu dengan air sehingga membentuk
lumpur.
Eflata dan piroklastika, yakni material padat berupa bom, lapili, kerikil, dan juga debu
vulkanik.
Ekhalasi atau gas, yakni material berupa gas asam arang, seperti fumarol yakni uap air
dan zat lemas), solfatar atau sumber gas belerang, dan mofet gas asam arang.
Itulah beberapa material yang dikeluarkan dari aktivitas ekstrusi magma. Mengenai
 Pengaruh vulkanisme terhadap kehidupan :
Menguntungkan :
1. Abu vulkanik yang dikeluarkan bcrsifat menyuburkan tanah pertanian di sekitarnya. Hal
itu berarti meningkatkan produksi pertanian daerah di sekitarnya.
2. Gejala pasca vulkanik merupakan objek wisata yang menarik. Misalnya: bekas
kepundan, geyser, dan kawah yang tergenang air seperti di Galunggung. mendidih
seperti di Dieng, solfatar, fumarol, danau bekas kawah, mata air panas, dan air mineral
(belerang) untuk obat.
3. Bahan-bahan galian, misalnya belerang, besi, emas, dan perak, biasanya terdapat di
daerah bekas vulkan. Demikian juga bahan-bahan bangunan, seperti pasir, batu, dan batu
apung, banyak dihasilkan di daerah vulkan.
4. Daerah gunung api yang tinggi merupakan daerah penangkap hujan. Tanah subur dengan curah
hujan cukup banyak, memungkinkan terjadinya hutan alami yang baik. Hal itu akan berpengaruh
terhadap ekoslstem daerah itu. Mata air bertambah banyak, sehingga pada musim kemarau tidak
terjadi kekeringan. Pada musim penghujan, tidak. terjadi erosi dan banjir.
Merugikan :
1. Pada waktu terjadi letusan, kemungkinan terjadi banyak korban. Lebih-lebih jika letusan
itu disertai lahar panas, awan panas atau bahan-bahan padat dalam jumlah besar. Hal itu
tentu akan sangat merugikan daerah yang terlanda, tidak hanya harta benda tetapi juga
nyawa. Pada waktu terjadi letusan Gunung Kelud, ribuan jiwa meninggal akibat lahar
panas yang dikeluarkannya. Juga ketika terjadi letusan Gunung Agung, ribuan jiwa
meninggal dunia disertai korban dan harta yang tidak terhinggabanyaknya.
2. Korban jiwa dapat terjadi akibat gas beracun yang dikeluarkan pgda saat terjadi erupsi.
Misalnya pada waktu terjadi. Letusan kawah Timbang dan Sihila pada tahun 1979.
Sekitar 149 jiwa mati karena menghirup gas beracun.
4. PROSES SEISME DAN PENGARUHNYA
TERHADAP KEHIDUPAN
Pengertian Seisme dan Contohnya
Seisme atau gempa bumi merupakan peristiwa/bencana alam yang ditandai dengan
berguncangnya bumi secara tiba-tiba. Dalam peristiwa ini tidak ada tanda-tanda khusus akan
terjadi gempa, karena gempa bumi ini terjadi secara tiba-tiba dan terjadi dalam waktu yang
singkat, akan tetapi ada beberapa peristiwa gempa bumi yang terjadi dalam waktu yang lama
(dalam hitungan menit). Gempa bumi tentunya akan berdampak terhadap lingkungan sekitar,
akan tetapi akibat gempa bumi yang diberikan tergantung dari besarnya gempa tersebut yang
diukur dalam skala Richter. Lalu apa itu seisme atau gempa bumi ?
Pengertian Seisme atau gempa bumi adalah suatu getaran yang terjadi karena peristiwa
tumpukan energi dari dalam bumi (tenaga endogen) yang dapat menggetarkan lempeng
samudera dan lempeng benua. Secara singkat gempa bumi terjadi pada saat tekanan semakin
meningkat di daerah batuan sampai pada tingkatan tertentu sehingga akan menimbulkan
pergerakan yang mendadak.
Pergerakan inilah yang nantinya akan menciptakan patahan batu pada saat batuan tersebut pecah
pada titik terlemah atau bahkan pergerakan tersebut akan menyebabkan batuan menjadi
tergelincir di sepanjang patahan yang ada. Ketika peristiwa ini terjadi, maka sejumlah energi
yang besar akan dilepaskan secara bersamaan dengan dilepaskannya tekanan. Energi yang
dilepaskan ini akan mengakibatkan batuan yang berada di sekitarnya bergetar dan terjadilah
gempa bumi.
Teori Gempa Bumi
Secara umum gempa bumi terjadi karena adanya tenaga dari dalam bumi yang memberikan
tekanan dari dalam sehingga terjadi pergerakan yang mendadak. Akan tetapi disini terdapat dua
teori tentang proses terjadinya gempa bumi, teori tersebut adalah teori elastisitas dan teori sesar.
1. Teori Elastisitas
Teori elastisitas atau sering disebut sebagai teori kekenyalan elastis adalah teori yang
menjelaskan tentang proses energi yang menyebar pada saat terjadinya gempa bumi. Harry
Fielding Reid seorang ahli geofisika asal Amerika telah melakukan observasi tentang peristiwa
gempa yang terjadi di beberapa tempat. Ia menyatakan bahwa terjadinya guncangan gempa
diakibatkan karena kekenyalan elastis dari energi yang sebelumnya terkumpul dari batuan
sehingga akan terdeformasi secara elastis. Adapun akumulasi tegangan yang terjadi akan
mengakibatkan terjadinya pelepasan energi dari bebatuan.
2. Teori Sesar
Sesar adalah suatu celah yang terdapat pada kerak bumi yang berada di perbatasan antara dua
lempeng tektonik. Menurut teori sesar, gempa bumi terjadi karena dipengaruhi oleh pergerakan
batuan dan lempeng pada sesar bumi ini. Apabila batuan yang tertumpu jatuh ke bawah karena
batuan penumpu di kedua sisinya bergerak saling menjauh, maka sesar ini dinamakan sebagai
sesar normal (normal fault).
Apabila batuan yang tertumpu terangkat ke atas karena batuan penumpu di kedua sisinya
bergerak saling mendorong, maka sesar ini dinamakan sebagai sesar terbalik (reverse fault). Lalu
apabila kedua batuan pada sesar bergerak saling berjatuhan, maka sesar ini dinamakan sebagai
sesar geseran-jurus (strike-slip fault). Pada sesar normal dan sesar terbalik, keduanya akan
menghasilkan perpindahan vertikal (vertical displacement), sedangkan pada sesar geseran-jurus
akan menghasilkan perpindahan horizontal (horizontal displacement)
Macam Seisme / Gempa Bumi
Seperti yang sudah dibahas di awal bahwa seisme atau gempa bumi merupakan getaran yang
terjadi di permukaan bumi yang disebabkan oleh tenaga dari dalam bumi. Menurut para ahli
seismologi, terjadinya gempa bumi dibedakan menjadi 3 macam, yaitu gempa vulkanik, gempa
runtuhan dan gempa tektonik. Berikut adalah penjelasan dari macam-macam gempa
bumi tersebut :
1. Gempa Vulkanik
Gempa vulkanik adalah gempa bumi yang disebabkan karena letusan gunung berapi. Gunung
berapi yang akan meletus selalu diiringi dengan gempa yang dapat menggetarkan permukaan
bumi, hal ini terjadi karena adanya pergerakan dari magma yang akan keluar dari perut bumi
pada saat gunung akan meletus. Ketika magma bergerak menuju permukaan gunung berapi,
maka ia akan bergerak ke atas sekaligus memcahkan bebatuan yang ada di dalam perut gunung
berapi.
Inilah yang menyebabkan terjadinya getaran yang cukup kuat dan berlangsung dalam waktu
yang lama sehingga menyebabkan gempa bumi. Selain akibat dari tumbukan antara magma
dengan dinding gunung berapi, gempa vulkanik ini juga disebabkan karena adanya tekanan gas
pada letusan yang sangat kuat dan terjadi perpindahan magma di dalam dapur magma.
2. Gempa Runtuhan
Gempa runtuhan adalah gempa lokal yang terjadi apabila suatu gua di daerah topografi karst
ataupun di daerah pertambahan runtuh, secara umum gempa ini banyak terjadi di daerah yang
memiliki banyak rongga di bawah tanah. Adapun contohnya adalah daerah kapur yang memiliki
banyak sungai atau gua dibawah tanah yang tidak dapat menahan atap gua dan juga di daerah
pertambangan yang memiliki banyak rongga-rongga dibawah tanah yang biasanya digunakan
untuk mengambil bahan tambang.
3. Gempa Tektonik
Gempa tektonik adalah gempa yang terjadi karena adanya pergeseran antara lempeng-lempeng
tektonik yang letaknya berada jauh dibawah kulit permukaan bumi. Pergeseran lempenglempeng inilah yang menimbulkan energi yang keluar menjadi lebih besar sehingga terjadilah
guncangan yang biasanya kita rasakan. Gempa tektonik ini seringkali terjadi di laut Samudera
Hindia yang merupakan wilayah pertemuan antara El Nino dan La Nina ( baca : Cara Mencegah
El Nino ) yang nantinya akan memberikan dampak di wilayah yang berada di pesisir pantai.
dari adanya peristiwa seisme maka dampak yg di
rasakan dalam kehidupan yaitu :
1. terjadinya gempa bumi, seisme merupakan getaran pada permukaan bumi yg di akibatkan oleh
peristiwa pergerakan lempeng tektonik (gempa tektonik), peristiwa meletusnya gunung berapi
(gempa vulkanik) dan peristiwa runtuhnya suatu tebing atau atap gua ( gempa runtuhan). saat
gempa tersebut terjadi maka dapat merusak segala sumber daya yg dibutuhkan di dalam
kehidupan
2. menimbulkan korban jiwa, akibat terjadi nya seisme maka peristiwa tersebut dapat
berakibatnya korban jiwa seperti tertimpa runtuhan gedung atau bangunan
3. menimbulkan korban materi, selain korban jiwa akibat peristiwa seisme juga dapat
menghasilkan korban materi seperti kehilangan rumah tempat tinggal, tempat pekerjaan, dan
kehidupan pun akan menjadi terganggu
4. mengalami kerusakan pada tanah seperti tanah longsor, gempa bumi yg terjadi dapat
mengubah struktur tanah sehingga tanah yg awalnya subur maka setelah terjadi gempa maka
akan menyebabkan menurunnya kemampuan tanah dan selain itu mineral tanah akan mengalami
perubahan dan kerusakan lainnya seperti terjadinya longsoran tanah
5. terjadinya gelombang tsunami, tsunami merupakan gelombang atau ombak yg sangat tinggi yg
disebabkan oleh peristiwa gempa bumi. gempa bumi yg kuat memicu terjadinya stunami seperti
terdapatnya patahan pada dasar samudera dan dapat memicu gelombang stunami. atau akibat
terjadinya letusan gunung berapi yg berada di laut sehingga getarannya memicu terjadinya
gelombang tsunami.
Namun di satu sisi akibat dari peristiwa seisme juga bisa berdampak baik terutama dalam bidang
pengetahuan, seperti banyak para ahli yg dapat menganalisis dari mana asalnya gempa,
bagaimana bentuk relif yg diakibatkan oleh gempa juga menjadi bagian dari penelitian para ahli.
selain itu akibat terjadinya peristiwa seisme maka dapat mengangkat mineral dan batuan yg
bernilai ekonomis tinggi menuju keparmukaan sehingga dapat bermanfaat bagi kehidupan
4. PROSES TENAGA EKSOGEN DAN
PENGARUHNYA TERHADAP LINGKUNGAN
Pengertian dan Jenis Eksogen
Pengertian eksogen adalah tenaga pembentuk muka bumi yang bersumber dari luar yakni berupa
tenaga air, angin, sinar matahari maupun tenaga dari makhluk hidup. Sumber- sumber tenaga
eksogen tersebut dapat dikelompokkan menjadi 3 yaitu lapisan atmosfer, air dan makhluk hidup.
Atmosfer yang terdiri dari perubahan suhu dan angin menjadi sumber utama dari tenaga eksogen.
Kemudian sumber yang kedua adalah air yang mencakup air hujan, aliran air permukaan, pasang
surut air laut dan es yang mencair. Sementara itu, yang termasuk dalam sumber berupa makhluk
hidup adalah tenaga yang diperoleh dari manusia, hewan, tumbuhan dan mikroorgenisme
lainnya.
Tenaga eksogen dikelompokkan menjadi 4 jenis yaitu :
1. Pelapukan
Pelapukan ialah proses hancurnya batuan dari bongkahan besar menjadi bagian yang lebih kecil
sehingga menjadi tanah. Pelapukan terjadi karena dipengaruhi oleh faktor cuaca, misalnya suhu. Jenis
jenis pelapukan diataranya yaitu pelapukan mekanik, pelapukan kimia dan pelapukan biologis.
A. Pelapukan mekanik yaitu proses melapuknya batuan yang tidak disertai dengan perubahan susunan
kimia. Pelapukan ini disebabkan oleh beberapa faktor diantaranya adalah pengaruh suhu, sinar
matahari, daya erosi dan gelombang laut yang memukul pantai.
B. Pelapukan kimia adalah proses pelapukan batuan yang diikuti dengan perubahan susunan zat dari
batuan induk.
C. Pelapukan biologis ialah proses pelapukan yang disebabkan oleh aktifitas makhluk hidup seperti
hewan, tumbuhan dan manusia.
2. Pengikisan
Pengikisan (erosi) adalah proses pengikisan permukaan bumi oleh media yang melibatkan pengangkatan
partikel batuan. Berdasarkan penyebabnya, erosi dikelompokkan menjadi 4 yakni :
A. Erosi air yakni proses pengikisan tanah oleh air yang mengangkut batu- batuan yang telah hansur.
Erosi air juga disebut dengan korasi. Korasi dipengaruhi oleh daya angkut air, keadaan permukaan yang
tererosi dan kecepatan gerak air.
B. Erosi es, juga disebut dengan erosi glasial yakni erosi yang terjadi di daerah pegunungan tinggi yang
mempunyai salju abadi (es).
C. Erosi angin merupakan peristiwa pengikisan yang terjadi karena pergerakan angin. Pengikisan tanah
oleh angin mempunyai dampak terbentuknya lubang- lubang kecil di batuan.
D. Erosi gelombang laut sering disebut dengan abrasi pantai atau erosi pantai. Besarnya kecepatan angin
laut atau gelombang dapat menyebabkan terjadinya perubahan bentuk pantai. Bentangan alam yang
muncul karena erosi gelombang laut meliputi cliff, relung, morena, ngarai.
3. Pengendapan
Pengendapan (sedimentasi) merupakan proses pengendapan massa batuan atau material yang terbawa
oleh angin, air atau pun es . Ada beberapa jenis proses sedimentasi menurut tempat mengendapnya,
diantaranya yaitu sedimentasi fluvial dan marine.
A. Sedimentasi fluvial adalah sedimentasi yang terjadi di sungai dan disebabkan oleh air sungai.
B. Sedimentasi elois terjadi karena angin sehingga menghasilkan bentangan alam berupa gumuk pasir
(sand dunes).
C. Sedimentasi marine yakni sedimentasi yang terjadi karena abrasi oleh air laut dan menghasilkan
bentangan alam seperti :
D. tombolo – jembatan pasir yang menghubungkan dua buah pulau, yakni pulau besar dan pulau kecil
E. gosong – suatu daratan sempit di tengah- tengah laut
F. spit – daratan pasir yang memanjang dengan satu ujung di lautan dan ujung lainnya menyambung
daratan
G. beach – kumpulan puing batuan karang di sekitar cliff
H. bar – punggung pasir yang mengendap di seberang teluk
4. Amblesan
Amblesan merupakan perpindahan material atau pergeseran tanah secara vertikal dan perlahan ke arah
bawah tanpa adanya permukaan bebas. Penyebab tanah ambles ini diantaranya adalah hujan deras
yang menimpa tanah yang kurang padat. Tanah yang kuragn padat ini biasanya berupa tanah lempung
atau tanah liat yang mudah lembek ketika terkena air.
Akibat Tenaga Eksogen
Tenaga eksogen membawa dampak atau akibat bagi kehidupan di bumi. Akibat tersebut dapat
berupa akibat positif dan negatif. Diantara akibat tenaga eksogen yang bersifat positif adalah
terbentuknya habitat baru setelah terjadinya pelapukan batuan dan dataran menjadi luas setelah
terjadinya erosi. Erosi juga dapat mengikis tanah yang jauh di dalamnya mengandung bahan
tambang bernilai ekonomis tinggi. Selain itu, proses sedimentasi akan menghadilkan delta yang
memiliki banyak manfaat bagi manusia.
Disamping akibat positif, tenaga eksogen juga memiliki akibat negatif. Bahkan akibat negatif
tenaga eksogen lebih banyak dari dampak positifnya. Yang termasuk dalam akibat negatif
dari tenaga eksogen yakni :
1. Berkurangnya kesuburan tanah – Hal ini disebabkan oleh proses erosi tanah yang
berlangsung terus menerus dalam jangka waktu yang lama. Berkurangnya kesuburan tanah akan
berdampak pada makhluk hidup yang bertempat tinggal atau bergantung pada tanah.
2. Pendangkalan danau – Erosi akan membawa material yang terkikis menuju ke daerah yang
lebih rendah seperti danau dan rawa. Material tersebut akhirnya mengendap di danau dan jika
terjadi dalam jangka waktu yang lama maka akan menyebabkan terjadinya pendangkalan danau.
3. Berkurangnya kejernihan air – Akibat negatif ini masih berhubungan dengan proses erosi.
Erosi yang terjadi pada sungai akan membuat sungai menjadi keruh. Keruhnya air sungai akan
berdampak pada air tanah yang berada di sekitar sungai. Jika sudah demikian, maka makhluk
hidup akan kekurangan sumber air bersih.
4. Hilangnya garis pantai – Erosi pantai atau abrasi yang terjadi dalam kurun waktu yang lama
dapat menyebabkan hilangnya garis pantai. Garis pantai yang hilang akan mempersempit daratan
dan akan menggusur lahan pemukiman penduduk pesisir pantai.
5. Terjadinya tanah longsor – Erosi tanah yang terjadi di lereng gunung akan berakiba t pada
terjadinya tanah longsor yang membahayakan pemukiman maupun lahan pertanian di sekitar
lereng.
6. Terjadinya banjir – Tanah yang mengalami erosi tidak akan dapat menyerap air dengan baik
sehingga akan mengakibatkan banjir air. Jika air membawa serta material erosi dalam jumlah
yang banyak, maka dapat menyebabkan terjadinya banjir bandang.
6. PEMBENTUKAN TANAH DAN PERSEBARAN
JENIS TANAH
A. PROSES PEMBENTUKAN TANAH
1. Proses Pelapukan Batuan
Pelapukan adalah peristiwa hancurnya massa batuan, baik itu secara fisik, kimia ataupun biologi.
Pada proses pelapukan batuan ini membutuhkan waktu yang lama. Dimana setiap proses
pelapukan pada umumnya dipengaruhi oleh cuaca sehingga batuan yang telah mengalami
pelapukan akan berubah menjadi tanah. Berikut adalah 3 jenis proses pelapukan secara umum :
a. Pelapukan Fisik – adalah hancur dan lepasnya material batuan tanpa merubah struktur
kimiawi dari batuan tersebut. Pelapukan kimia ini merupakan proses penghancuran bongkahan
batuan menjadi bagian-bagian yang lebih kecil. Beberapa faktor yang menyebabkan terjadinya
pelapukan fisik adalah :


Perbedaan Temperatur – Temperatur disini berpengaruh terhadap pelapukan fisik,
dimana batuan akan mengalami proses pemuaian apabila temperatur panas dan akan
mengalami pengecilan volume apabila temperatur dingin. Apabila hal ini berlangsung
dalam jangka waktu yang lama maka lambat laun batuan tersebut akan terbelah dan
pecah menjadi batuan-batuan kecil.
Erosi – erosi dapat mempengaruhi pelapukan karena air yang membeku diantara batuan
volumenya akan membesar dan yang terjadi adalah air akan membuat tekanan yang dapat
merusak struktur batuan.
b. Pelapukan Kimiawi – adalah proses pelapukan massa batuan dimana perubahan susunan
kimiawai batuan lapuk ikut mengalami pelapukan. Proses pelapukan kimia dibagi menjadi 4,
yaitu :
 Hidrasi – Hidrasi adalah proses pelapukan batuan yang terjadi di permukaan batuan saja.
 Hidrolisa – Hidrolisa adalah proses penguraian air atas unsur-unsurnya yang berubah
menjadi ion positif dan denatif.
 Oksidasi – Oksidasi adalah proses pengkaratan besi. Batuan yang mengalami proses
oksidasi pada umumnya memiliki warna kecoklatan, hal ini disebabkan karena
kandungan besi dalam batuan akan mengalami pengkaratan. Proses ini memerlukan
waktu yang sangat lama akan tetapi batuan akan tetap mengalami pelapukan.
 Karbonasi – adalah proses pelapukan batuan oleh gas karbondioksida. Dimana gas ini
terdapat pada air hujan ketika masih menjadi uap air. Contoh batuan yang mengalami
proses karbonasi adalah batuan kapur.
Tidak hanya itu saja, pelapukan secara kimiawi juga disebabkan oleh hujan asam dimana hujan
asam didapatkan dari kondensasi metana, sulfur dan klorida yang terbawa oleh hujan yang
bersifat korosif.
c. Pelapukan Biologi – adalah pelapukan yang terjadi disebabkan oleh makhluk hidup.
Pelapukan ini terjadi secara terus menerus setelah tanah terbentuk. Dimana pelapukan biologi ini
merupakan pelapukan penyempurna
dari sifat-sifat tanah yang akan terbentuk.
2. Proses Pelunakan Struktur
Pada proses kali ini batuan rempahan yang terbentuk dari proses pelapukan akan mengalami
pelunakan. Dimana air dan udara adalah 2 komponen yang memegang peran penting dalam
proses ini. Air dan udara tersebut nantinya
akan masuk di sela-sela rempahan batuan untuk melunakkan strukturnya.
Selain dapat membantu dalam proses pelunakan struktur batuan sehingga dapat dijadikan sebagai
tempat hidup, air dan udara juga akan mendorong calon makhluk hidup untuk dapat tumbuh di
permukaan. Namun, perlu diingat bahwa organisme yang dapat berkembang dalam tahap proses
ini hanya beberapa saja, contohnya adalah mikroba dan lumut. Proses pelunakan struktur batuan
ini membutuhkan waktu yang lama seperti pada proses pelapukan.
3. Proses Tumbuhnya Tumbuhan Perintis
Setelah melewati proses pelunakan struktur batuan, maka akan dilanjutkan ke proses tumbuhnya
keanekaragam tumbuhan perintis. Tumbuhan yang dimaksud disini adalah tumbuhan yang lebih
besar dari lumut, sehingga akar-akar yang masuk di dalam batuan yang telah lunak akan
membantu proses pemecahan batuan tersebut. Selain itu, asam humus yang mengalir dari
permukaan batuan akan membuat batuan yang berada di bagian dalam melapuk dengan
sempurna. Pada tahap inilah proses pelapukan secara biologi akan dimulai.
4. Proses Penyuburan
Proses ini adalah proses terakhir dari proses terbentuknya tanah. Pada tahap ini tanah yang
terbentuk akan mengalami proses pengayaan bahan-bahan organik. Dimana tanah yang awalnya
hanya mengandung mineral yang berasal dari proses pelapukan akan bertambah subur dengan
adanya pelapukan organik. Pelapukan organik ini dapat berasal dari hewan ataupun tumbuhan
yang mati dipermukaan tanah. Dalam hal ini mikroorganisme tanah memiliki peran penting
dalam proses terbentuknya tanah.
Setelah melewati 4 tahapan tersebut maka tanah sudah terbentuk secara sumpurna. Sehingga
tumbuhan dan hewan autotrof akan mencari makanannya dalam tanah.
B. PERSEBARAN JENIS TANAH
1. Tanah gambut atau argonosol adalah jenis tanah yang terbentuk dari sisa-sisa tumbuhan
yang telah mengalami pembusukan.
2. Tanah latosol adalah tanah yang memiliki zat besi dan alumunium, dimana tanah ini
sangat tua sehingga tingkat kesuburannya menjadi rendah.
3. Tanah regosol adalah jenis tanah yang memiliki fisik yang kasar dan berasal dari material
gunung berapi.
4. Tanah aluvial atau sering disebut dengan tanah endapan adalah tanah yang terbentuk atas
dasar material halus yang merupakan hasil dari endapan aliran sungai.
5. Tanah litosol atau azonal adalah tanah yang berasal dari batuan keras yang telah
mengalami proses pelapukan secara sempurna.
6. Tanah andosol sering disebut juga sebagai tanah vulkanis, yang artinya adalah tanah yang
berasal dari abu vulkanik yang telah mengalami proses pelapukan.
C. FUNGSI TANAH
1. Tanah berfungsi untuk produksi biomassa, yaitu tempat tumbuh dan
berkembangnya perakaran, sumber hara serta zat pendukung
pertumbuhan.
2. Tanah berfungsi untuk penyaringan, penyangga dan pengubah antara
atmosfer, air tanah serta akar tanaman.
3. Tanah berfungsi sebagai habitat biologi dan konservasi genetilk.
4. Tanah berfungsi sebagai ruang infrastruktur untuk teknik, industri,
sosial ekonomi, dan pembangunannnya
5. Tanah berfungsi sebagai sumber daya energi, material dasar,
pertambangan dan
air.
6. Tanah berfungsi sebagai sumber keindahan dan warisan budaya.
7. PEMANFAATAN DAN KONSERVASI TANAH
Secara umum pengertian konservasi tanah ialah usaha konservasi tanah dengan menempatkan
setiap bidang tanah dengan cara penggunaan yang sesuai dengan kemampuan tanah itu sendiri.
Dengan cara sesuai dengan petuntuk yang benar yang diperlukan supaya tidak terjadi terjadi
kerusakan struktur tanah.
Lebih khusus pengertian dalam arti yang lebih sempit ialah upaya kosenvasi tanah semua upaya
mencegah kerusakan tanah akibat erosi, memperbaiki tanah yang telah rusak.
Bagaimanapun upaya konservasi tanah akan mempunyai hubungan yang sangat berkaitan erat dengan
konservasi air.
Sehingga setiap perlakuan yang diberikan pada sebidang tanah akan mempengaruhi strukur air pada
tempat tersebut dan tempat di hilirnya.
Dengan demikian upaya konservasi tanah dan konservasi air merupakan kegiatan setali dua uang,dua
hal yang berhubungan erat sekali, sehingga setiap tindakan konservasi tanah adalah juga tindakan
konservasi air juga .
Apa sebetulnya konservasi air itu? ialah upaya penggunaan air hujan yang jatuh ke tanah untuk
pertanian supaya seefisien mungkin, dan mengatur waktu aliran agar tidak terjadi banjir yang merusak
dan terdapat cukup air pada waktu musim kemarau.
METODE KONSERVASI TANAH DAN AIR
Adapun metode yang digunakan dalam konservasi tanah dan air ini dibagi menjadi 3
macam metode yaitu :
1. Metode vegetative
Cara pengelolaan lahan miring dengan menggunakan tanaman yang berfungsi sebagai sarana
konservasi tanah.
Fungsi tanaman penutup tanah ini selain untuk mencegah atau mengendalikan dari berbagai bahaya
erosi juga dapat berfungsi memperbaiki struktur tanah, bisa menambahkan bahan organik tanah serta
mencegah proses pencucian unsur hara yang menentukan kesuburan tanah dengn mengurangi
fluktuasi tekanan dan suhu .
2. Metode mekanik
Metode ini berupa pengelolaan lahan tegalan atau tanah darat dengan menggunakan sarana fisik
berupa tanah, batu sebagai sarana konservasi tanahnya.
Metode ini bertujuan memperlambat aliran air di permukaan, mengurangi bahaya terkisisnya
lapisan tanah serta menampung dan mengalirkan aliran air permukaan.
3. Metode kimia
Dengan pemanfaatan soil conditioner atau bahan-bahan pemantap tanah dalam upaya memperbaiki
struktur tanah sehingga tanah akan tetap tahan terhadap ancaman erosi
Secara umum tindakan konservasi tanah ditujukan untuk :
Upaya untuk mencegah terjadinya erosi.
Usaha untuk memperbaiki komposisi tanah yang rusak.
Menjaga serta meningkatkan produktivitas kesuburan tanah agar tanah dapat terus digunakan secara
terus menerus.
Dalam pengertian lain, konservasi air pada hakekatnya penggunaan air hujan yang jauh ke tanah untuk
pertanian agar seefisien mungkin, dengan mengatur waktu aliran supaya tidak sampai banjir yang dapat
merusak kemudian juga berarti jaminan upaya untuk selalu tersedia air pada musim kemarau.
Kenapa konservasi tanah dan air sangat erat hubungannya ? karena setiap setiap perlakuan pada
sebidang tanah akan dapat mempengaruhi tata pengelolaan air pada tempat itu juga serta tempat di
hilirnya.
Oleh karena itu, berbagai tindakan konservasi tanah bagaimanapun juga merupakan tindakan
konservasi air juga.
Maka berdasarakan hubungan tersebut, tanggung jawab di sektor pertanian dalam masalah air ada
dua,yaitu:
Memelihara jumlah air dan waktu aliran air dan juga kualitas air
Mengupayakan seoptimal mungkin pemanfaatan air melalui sistim pemanfaatan air yang efektif
efisien
Dengan demikian persoalan konservasi tanah dan air ini cukup komplek, maka diperlukan kerjasama
antara pakar tanah juga biologi dengan hidrologi juga teknik konservasi tanah dan air. Dan hal tersebut
juga ditentukan berbagai aspek sosial, budaya, dan ekonomi manusia.
8. lembaga-lembaga yang menyediakan dan
memanfaatkan data geologi di indonesia
1. LAPAN (Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional)
Ada yang tahu apa itu LAPAN? Angka setelah tujuh? itu mah DELAPAN. Beda
jauh ya Squad. LAPANmerupakan lembaga pemerintah di luar lingkup kementerian yang langsung
bertanggung jawab kepada presiden. LAPAN memiliki tugas pemerintahan di bidang penelitian dan
pengembangan kedirgantaraan. Selain itu, LAPAN juga melaksanakan penyelenggaraan bidang
keantariksaan sesuai dengan aturan undang-undang.
Data geologi sangat bermanfaat bagi LAPAN, untuk melakukan hal-hal berikut ini:
- penyusunan kebijakan nasional di bidang antariksa dan atmosfer;
- teknologi penerbangan; dan
- pengembangan sistem di bidang penginderaan jauh.
2. BIG (Badan Informasi Geospasial)
BIG ini bukan “besar” ya artinya. Sama dengan Lapan, BIG merupakan lembaga pemerintah
nonkementerian yang langsung bertanggungjawab dengan presiden. BIG memiliki tugas untuk
memberikan informasi geospasial dasar yang meliputi pengumpulan data, pengolahan data,
penyimpanan hingga penggunaan informasi data geospasial. Yups, data geologi itu termasuk
data geospasial juga, Squad. Adanya data geologi itu membuat BIG bisa melakukan inventarisasi
potensi kekayaan sumber daya alam negara.
3. BAPPENAS (Badan Perencanaan Pembangunan Nasional)
Namanya juga perencanaan pembangunan nasional, ya pastinya memiliki tugas di bidang
perencanaan dan pembangunan nasional. BAPPENAS berfungsi sebagai pengakaji, perumus,
dan pengoordinasian pembangunan nasional yang meliputi:
- strategi pembangunan nasional;
- arah kebijakan sektoral;
- lintas sektor dan wilayah;
- kerangka ekonomi makro nasional dan regional;
- analisis investasi proyek infrastruktur;
- kerangka regulasi;
- kelembagaan dan pendanaan; serta
- evaluasi dan pengendalian pembangunan nasional.
4. Badan Geologi
Badan Geologi masih berada di bawah naungan Kementerian Energi dan Sumber
Daya Mineral (ESDM). Perlu kamu ketahui nih Squad, Badan Geologi ini menjadi sumber
informasi dan pusat penelitian bidang geologi. Nah, data-data geologi yang ada bisa
didapatkan dari Badan Geologi. Ada pun tugas-tugas dari badan geologi antara lain:
- melaksanakan penelitian dan pelayanan di bidang geologi;
- penyusunan kebijakan teknis geologi;
- penyusunan rencana dan program penelitian; dan
- pemantauan serta evaluasi pelaksanaan penelitian di bidang geologi.
5. BMKG (Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika)
BMKG pastinya nggak asing dong? Yaps, lembaga pemerintah nonkementerian ini memiliki
tugas seperti menginformasikan kondisi cuaca, menginformasikan kejadian gempa bumi,
dan memberikan informasi tentang potensi tsunami yang kemungkinan akan terjadi. Data
geologi menjadi penting bagi BMKG karena bisa dijadikan sebagai acuan adanya potensi
perubahan-perubahan yang terjadi di bumi.
KATA PENGANTAR
Assalamuallaikum warrahmatullahi wabarakatuh
Puji syukur kami panjatkan kepada allah yang maha kuasa, karena atas
limpahan rahmat dan hidayah-nya, makalah yang berjudul “Dinamika
litosfer dan dampaknya terhadap kehidupan “ dapat kami selesaikan.
Penyusunan makalah ini diharapkan dapat memberikan informasi yang
bermanfaat bagi pembaca.
Tujuan dari penulisan makalah ini adalah guna menambah wawasan para
siswa dan memenuhi syarat untuk mendapatkan nilai tugas geografi.
Terselesaikan makalah ini atas beberapa dukungan dan suport oleh guru.
Dan juga teman teman yang membantu menyelesiakn makalah ini.
Dalam makalah ini kami menyadari masih banyak kekurangan. Oleh
sebab itu kritik dan saran yang membangun demi perbaikan makalh ini
sangat kami harapkan. Semoga makalah ini dapat memberikan manfaat
dan pengetahuan bagi yang membaca.
Madiun,
januari 2019
Penyusun
DINAMIKA LITOSFER DAN DAMPAKNYA
TERHADAP KEHIDUPAN
DISUSUN OLEH KELOMPOK 4 :
1. Berlian Mawar Permata putri
(08)
2. Dhivania Yan Rindra
(13)
3. Fadhil Abyan Ramadhiarto
(17)
4. Gina Gaharuli Sinayangsih
(20)
5. Habib Brilian Wicaksono
(21)
Download