Mengenal suku cadang Mobil Gambar 3. Busi Gambar 1. Oli mesin dan filter oli Fungsi oli mesin sendiri sangatlah vital, yaitu melumasi bagian dalam mesin dan menjaga agar bagian dalam mesin bekerja dengan baik tanpa benturan dan terhindar gesekan antar komponen. Sementara filter oli berfungsi untuk menyaring kotoran yang timbul dari dari gesekan mesin dan menyaring karbon, sebelum oli mesin disirkulasikan ke seluruh bagian mesin Semakin sering mobil dipakai, maka semakin berat pula beban kerja oli mesin dan filter oli. Terlebih jika sering terjebak macet dalam kondisi stop and go dan mobil sering melakukan perjalanan jauh. Pabrikan menyarankan untuk mengganti oli mesin pada 1.000 kilometer pertama di mobil baru. Seterusnya disarankan untuk rutin mengganti oli mesin filter oli tiap 10.000 kilometer. Gambar 2. Filter udara Meski dapat dibersihkan saat perawatan berkala dan servis rutin, tapi nyatanya filter udara memiliki batas usia dan wajib diganti. Berfungsi menyaring kotoran atau debu dari udara luar, filter udara yang kotor dapat menghambat suplai udara yang masuk ke ruang bakar. Ya, rajin membersihkan filter udara juga dapat menghemat konsumsi bahan bakar pada mobil. Filter udara disarankan untuk dibersihkan tiap 10.000 kilometer dan wajib diganti tiap 40.000 kilometer. Bisa juga lebih cepat jika mobil sering lewat jalan yang berdebu. Bila filter udara tidak dibersihkan dan terlalu kotor, debu atau kotoran dari luar bisa masuk dan menghambat suplai udara yang masuk ke ruang bakar. Akibatnya konsumsi bahan bakar jadi lebih boros. Suku cadang yang satu ini memang kecil, tapi kalo sudah bermasalah berpengaruh besar pada kinerja mobil. Busi yang terganggu kinerjanya dapat membuat konsumsi bahan bakar pada mobil menjadi lebih boros akibat pembakaran yang kurang optimal pada ruang mesin. Tugas busi lah yang memantik api agar pembakaran pada ruang mesin dapat berjalan. Karena itu, agar pembakaran lebih sempurna, pemilik mobil disarankan untuk rajin mengecek busi. Jika sudah kotor, bisa dibersihkan, namun lebih optimal diganti sekalian yang baru. Penggantian busi biasanya dilakukan pada jarak pemakaian 20.000 kilometer. Gambar 4. Aki Tanda-tanda aki atau accu mobil yang melemah dan perlu diganti adalah tidak adanya koneksi remote ke sistem alarm, bunyi klakson tidak nyaring, lampu indikator dashboard lemah atau tidak menyala sama sekali, dan pada akhirnya mesin tidak dapat dinyalakan. Melemahnya aki mengakibatkan tidak adanya pasokan tenaga ke sistem kelistrikan mobil. Untuk itu, periksa kondisi aki secara berkala. Bahkan ganti suku cadang tersebut bila diperlukan. Aki biasanya akan melemah saat masuk tahun kedua atau ketiga penggunaan mobil dalam keadaan normal. Artinya tidak ada tambahan perangkat elektronik dan aksesoris kelistrikan lain. Idealnya, kampas rem sebagai suku cadang yang rutin diganti tiap 20.000 pemakaian mobil. Gambar 5. Filter Filter AC yang kotor dan berdebu dapat menggangu kinerja AC. Ketika kinerja AC terganggu, suhu kabin akan sulit dingin, dan lama-lama AC pun bisa rusak. Jangan lupa untuk selalu merawat dan membersihkan filter AC. Jika memang sudah dianjurkan untuk ganti, sebaiknya lakukanlah pergantian filter AC secara berkala. Umumnya filter AC direkomendasikan diganti tiap 20.000 kilometer. Servis 40.000 kilometer Pada saat mobil memasuki pemakaian di angka 40.000 kilometer, biasanya akan banyak suku cadang yang rutin diganti. Mobil pun telah waktunya servis besar. Selain yang telah disebutkan di atas, suku cadang yang diganti karena sudah memasuki batas usia antara lain tie rod, balljoint, evaporator, bearing roda, fan belt, kampas kopling, oli transmisi, air radiator, bahkan ban. Biasanya pemilik mobil yang apik sudah hafal kapan harus mengganti suku cadang yang rutin diganti. Usianya ada yang berdasarkan tahun, pemakaian, serta ada juga yang berdasarkan jarak tempuh kilometer penggunaan mobil. Gambar 6. Kampas rem Rem merupakan komponen yang wajib dicek secara berkala agar tetap aman saat berkendara. Perawatan yang biasanya dilakukan adalah melihat kondisi kampas rem, apakah butuh penggantian atau tidak. Untuk mengecek ketebalan kampas rem dapat dilakukan dengan beberapa cara. Pertama, jika terdengar bunyi decitan dari bagian rem, kemungkinan besar kampas rem mobil sudah tipis dan menyebabkan bunyi gesekan antara dua logam. Lalu, kampas rem yang habis juga dapat terdeteksi ketika sedang menginjak pedal rem. Biasanya, pada saat melakukan pengereman, pijakan pedal rem akan terasa lebih dalam dari biasanya. Cara selanjutnya adalah dengan melihat ketinggian minyak rem. Apabila volume minyak rem di bawah garis normal, ada baiknya langsung mengecek kondisi kampas rem, karena kampas rem yang tipis dapat menyebabkan kurangnya minyak rem yang berada di reservoir. Ingat, gunakan selalu suku cadang orisinal yang direkomendasikan pabrikan. Suku cadang 1. Oli Mesin Oli mesin memiliki fungsi untuk melumasi bagian dalam mesin dan menjaga agar bagian dalam mesin bekerja dengan baik tanpa benturan dan terhindar dari goresan-goresan. Oli juga berfungsi sebagai pendingin mesin. Beban kerjanya yang cukup berat ini membuat oli harus diganti bahkan pada 1.000 km pertama pemakaian kendaraan. Penggantian oli berkala perlu dilakukan 2. Busi Alat ini berguna untuk memantikkan api agar pembakaran dalam mesin dapat berjalan. Jika kondisi busi sudah kotor dan perlu dilakukan penggantian sebaiknya segera ganti dan jangan membersihkan. Penggantian busi biasanya dilakukan pada jarak pemakaian 20.000 km dan 50.000 km. 3. Aki Aki merupakan bagian penting kendaraan. Pasokan listrik dari aki mampu membuat seluruh fungsi kendaraan bekerja normal. Saat aki sudah memasuki usia pakai, biasanya 2 atau 3 tahun. Bisa juga saat timbul masalah kelistrikan seperti jarang digunakan atau digunakan dengan tambahan aksesori berlebih sehingga dayanya berkurang, sebaiknya segera ganti aki. 4.Lampu kendaraan Bagian lampu kendaraan merupakan salah satu komponen yang sering diganti. Usia pakainya bervariasi namun sering kali mati karena masalah kelistrikan atau pemasangan yang tidak benar dan kerusakan dari luar. Umur pakai lampu pada kendaraan saat ini ratarata 1,5 tahun maksimal penggunaan. 5. Kanvas Rem dan bagian kaki kendaraan Fungsi pengeraman tidak bisa dipandang enteng. Penggunaan kendaraan sehari-hari ditambah kondisi berkendara di kota yang didominasi stop and go membuat kanvas rem bekerja keras. Penggantian komponen ini biasanya disesuaikan dengan waktu pemeriksaan rutin kendaraan atau setiap 20.000 km sekali pemeriksaan. Bagian kaki kendaran juga perlu diperiksa dan memiliki usia pakai pendek. Bagian seperti tie rod, suspensi dan bushing rentan rusak karena jalanan yang dilalui. Komponen ini wajib ganti saat terjadi masalah. 6. Kanvas kopling Fungsi kanvas kopling adalah membantu mentransfer tenaga mesin ke roda. Kanvas kopling cepat habis karena kondisi jalanan yang sering dihadapi pengemudi. Penggantian kanvas kopling disarankan saat memasuki 10.000, 50.000 atau pemeriksaan saat perawatan rutin kendaraan. 7. Filter Beragam macam filter pada kendaraan memiliki usia pakai yang relatif rendah. Fungsinya untuk menjaga kualitas bahan yang digunakan kendaraan sesuai standar dan berjalan sebagaimana fungsinya. Kerja filter ini juga setiap saat sehingga wajib diganti secara berkala. Filter yang kerap diganti adalah filter udara, filter oli, filter bahan bakar dan filter pendingin kabin kendaraan. Rata-rata filter tersebut diganti saat 5.000 km, 10.000 km, 20.000 km dan 50.000 km. 8. Ban Ban pada kendaraan jadi komponen yang sering diganti karena faktor eksternal dan internal. Faktor eksternal adalah kondisi jalan atau hobi pengemudi menghantam jalan rusak, serta kerusakan dari benda-benda di jalan seperti paku dan sekrup yang tidak dapat diperbaiki. Kondisi internal adalah kekurangan tekanan atau kelebihan tekanan udara yang tidak disadari oleh pengemudi. Ban biasanya 40.000 km atau dalam tiga tahun pemakaian. 1. Press (pencetakan) Tahap awal pembuatan sebuah mobil dimulai dari pencetakan. Pada tahap ini bahan baku dicetak sesuai dengan desain yang sudah dibuat. Untuk satu buah body mobil menghabiskan sebanyak 370 kilogram baja. Kebayanglah ya kenapa mobil tu berat banget. 2. Welding (pengelasan) Setelah kelar proses pencetakan tadi, lanjut ke proses pengelasan . Nah proses pengelasan ini tergolong susah si bagi aku yang anak Teknik. Jaman kuliah dulu suka minta tolong temen yang cowok buat bantu ngelas hahaha. Tapi kalau kemarin ngeliat ritme operator welding, kok keknya mudah banget ya. Tangan mereka udah cekatan gitu ngelas – ngelas bagian mobil. cuma butuh 1.5 menit untuk memasang semua aksesoris. 5. Final Check area kembang api. Dimana ada operator dan robot yang mengerjakan proses ini. Untuk satu buah mobil ada sekitar 3000 titik pengelasan! Oh ya, yang mengerjakan welding ini bukan hanya operator (manusia) saja lho, ada pula beberapa robot yang membantu proses pengelasan. 3. Painting (pewarnaan) Proses pewarnaan menjadi proses yang tak sepenuhnya bisa dilihat oleh pengunjung. Karena proses pewarnaan harus benar – benar steril. Pun pengunjung harus mengenakan perlengkapan khusus untuk bisa masuk kesana. Guide kami bilang, “Proses painting ini harus steril. Jangan sampai ada debu yang menempel pada saat proses pewarnaan”. Pantes aja ya mobil pada mengkilap mengkilap banget. 4. Assembling (pemasangan atau perakitan) Pada proses ini bentuk sebuah mobil sudah terlihat. Operator yang bertugas dibagian assembling memasangkan semua komponen aksesoris untuk mempercantik mobil. Pada proses assembling, tak perlu waktu banyak bagi operator. Operator hanya perlu waktu 1.5 menit untuk memasang semua komponen mobil. And yes dalam 1.5 menit, proses pemasangan atau perakitan sebuah mobil sudah selesai. Setelah keempat proses diatas selesai, waktunya untuk Final Check! Untuk mengetahui kelayakan sebuah mobil yang akan dijual di pasaran, pihak toyota selalu memastikan jika mobil yang mereka pasarkan sudah sesuai dengan standar keamanan yang berlaku. Final check ini dimulai dari pengecekan lampu, rem, kebocoran, speed, interior, eksterior dan yang lainnya. untuk proses final check ini dilakukan oleh operator toyota yang sudah mengantongi sertifikat khusus Quality Control. Jadi tidak sembarang operator yang bisa melakukan final check ini. Bahkan kurang dari satu hari. Sekiaaan kunjunganku kali ini di Pabrik milik Toyota Motor Manufacturing Indonesia. Semoga nanti bisa berkunjung kembali untuk melihat proses pembuatan tipe mobil toyota lainnya. FInal Check! Tes Kebocoran dulu. Mobil yang sudah lolos pada tahap final check ini nantinya akan dipasarkan ke berbagai kota yang ada di Indonesia. Selain itu, pihak Toyota juga melakukan ekspor ke negara - negara Timur Tengah yang merupakan pasar ekspor terbanyak, daintaranya Kuwait, Bahrain, Saudi Arabia. Selain itu mobil Toyota juga dipasarkan di Filipina, Argentina, dan juga Vietnam. Nah, dari kunjungan kemarin aku jadi tahu berapa lama proses pembuatan satu buah mobil. Untuk satu buah mobil Toyota, membutuhkan waktu proses dari awal hingga akhir selama 22 jam. Cepat sekali bukan. Dalam proses produksinya, LMPV Confero dan Medium MPV Cortez melewati empat tahap yakni Press Shop, Body Shop, Paint Shop, dan General Assembly Sesaat sebelum memulai plant tour, Arif Pramadana, Direktur Senior Manufaktur Wuling Motors Indonesia menjelaskan, semua sistem kerja dan mekanisme yang berlangsung di pabrik Wuling, merupakan standarisasi pabrikan General Motors (GM) global “Pabrik Wuling Motors di Indonesia berkemampuan produksi 120.000 unit per tahun. Saat ini baru Dalam proses produksinya, LMPV Confero dan Medium MPV Cortez melewati empat tahap yakni Press Shop, Body Shop, Paint Shop, dan General Assembly. Dalam proses produksi ini, menurut Arif Pramadana, keduanya sudah memasukkan 56 persen kandungan lokal berdasarkan proses perakitan bodi. “Varian Wuling Confero memiliki 34 part number dengan konten lokal. Sedangkan tipe Wuling Cortez tercatat konten lokalnya ada 26 part number,” imbuh Arief. terpakai 1 line dari 3 line produksi yang dimiliki, dan sudah memproduksi 117 kendaraan per hari atau sekitar 2.300 unit setiap bulannya untuk Confero S, Cortez 1.8L, dan yang terbaru, Cortez 1.5L,” ungkap Arif Pramadana, Direktur Manufaktur Senior Wuling Motors Indonesia. Menurutnya, semua sistem kerja dan mekanisme yang berlangsung di pabrik Wuling, merupakan sesuai standarisasi pabrikan General Motors (GM). “Jadi hal seperti inilah yang menjadi fundamental kualitas produk kami.” Usai memberi gambaran singkat mengenai eksistensi dan segala upaya yang telah dilakukan Wuling Motors Indonesia, rombongan media selanjutnya diajak masuk dalam ruangan produksi. Aspek safety-nya untuk masuk cukup ketat; memakai helm pelindung, kacamata, jubah lengan panjang, hingga sepatu yang menutupi mata kaki. Para anggota rombongan Media Plant Tour juga tidak diperkenankan menyentuh atau memegang komponen barang. U ntuk mesin dan transmisi, Wuling masih mendatangkan langsung dari pabrik induk di China. Lebih efisien dan praktis dan tidak perlu investasi besar. Untuk mesin dan transmisi, Wuling Motors masih mendatangkan langsung dari China. “Karena lebih efisien, baik soal waktu dan budget-nya. Proses QC mesin dan transmisi itu juga lebih panjang dan lebih detail,” papar Arif. Terlebih, memproduksi mesin sendiri butuh dana sangat besar. “Akan lebih efisien jika komponen didatangkan langsung dari Cina karena produksi komponen kami itu sudah besar di sana,” kata Arif. Sedangkan untuk bodi dan sasis, menurut Arif, material platnya masih diimpor dari negeri asalnya. Press shop merupakan awal mula tahap pembuatan dan pembentukan komponen bodi dan sasis Wuling. Di area ini, terdapat 4 mesin stamping berdaya tekan tinggi. Pabrik Wuling memiliki satu mesin stamping berkekuatan daya tekan hingga 2.200 ton, dan 3 mesin lainnya berdaya tekan maksimum 1.000 ton. Pabrik Wuling memiliki 4 mesin stamping berdaya tekan tinggi untuk membentuk komponen bodi dan sasis Proses penyatuan berbagai komponen bodi dengan mesin las yang berlangsung di area Body Shop Seorang supervisor sedang memeriksa hasil cetakan komponen bodi dari Press Shop Butuh ketelitian dan presisi tinggi saat penyatuan bodi komponen di area Body Shop Susunan hasil cetakan komponen bodi setelah keluar dari mesin stamping di area Press Shop yang siap dirangkai Paduan mesin robot dan sentuhan tangan manusia menjadi kolaborasi mutualisma untuk hasil terbaik Usai dibentuk di area press shop, komponen bodi ini dipindah ke area body shop untuk menjalani proses penyatuan dengan pengelasan. “Tahap pembuatan Wuling itu dari sebuah lembaran plat besi yang dibentuk di press shop, setelah berbentuk komponen, dikirim ke body shop untuk disatukan dengan las,” jelas Arif Pramadana. Selesai dari Paint Shop, bodi utuh dibawa ke General Assembly Shop untuk pemasangan komponen interior Bodi utuh Wuling Cortez usai dirakit sedang diperiksa supervisor sebelum bersiap memasuki area Paint Shop dan eksterior Pemasangan komponen interior seperti jok dan trimming pintu di Assembly Shop Pemeriksaan detail tiap sudut bodi Wuling sebelum masuk tahap pengecatan, untuk menghindari cacat produksiBodi utuh Wuling saat memasuki tahap pengecatan di area Paint Shop Usai dirangkai dan disatukan menjadi sebuah sosok bodi, rangka mobil yang sudah menyatu bagian bodi, dioper ke painting shop untuk menjalani proses pengecatan. Setelah tuntas dicat, bodi Wuling yang sudah memiliki warna, dikirim ke area general assembly shop untuk dilengkapi komponen detailnya. P emasangan dan penyatuan perangkat suspensi ke rangka mobil Unit terbaru ini harus kembali melewati General Inspection yakni serangkaian pengujian lagi yang disesuaikan dengan performa, fungsi dan fitur, kondisi permukaan jalan serta cuaca Penyetelan akurasi posisi roda sebelum keluar dari General Assembly Shop Di area general assembly shop, unit Wuling menjalani pemasangan beragam komponen terutama interior. Seperti dashboard, perkabelan, jok, karpet dasar, trimming pintu hingga jok depan sampai belakang. Selain pemasangan komponen interior, beberapa komponen eksterior turut disematkan seperti sistem suspensi, ban, lampu depan dan belakang, kaca, wiper, spoiler, bumper dan berbagai komponen lainnya. Selesai di assembly shop, unit utuh pun sudah jadi. Selanjutnya, unit terbaru ini harus kembali melewati serangkaian pengujian lagi yang disesuaikan dengan performa, fungsi dan fitur, kondisi permukaan jalan serta cuaca. Seperti uji kekedapan kabin, uji kebocoran, uji bunyi bodi, uji suspensi, uji emisi, uji jalan dan pengujian lainnya. Unit yang sudah lolos verifikasi Quality Control (QC) ini selanjutnya siap dikirim ke berbagai dealer di Tanah Air. Pengecekan menyeluruh untuk semua aspek perkabelan dan kelistrikan, fungsi mekanis, keaktifan fitur hingga kemulusan cat tanpa cacat Kendati pola kerja di pabrik sudah dikombinasikan dengan keberadaan robot yang melakukan sekitar 50% dari total pekerjaan yang ada, namun keberadaan pabrik Wuling masih menyerap pekerja dengan total mencapai sekitar 900 orang. Dari jumlah ini, sekitar 700 orang di antaranya berada di bagian perakitan dengan sistem shift. Untuk pengoperasian pabrik Cikarang ini, Wuling Motors sudah mengucurkan investasi US$ 700 juta. Salah satu Wuling Cortez yang baru keluar dari proses perakitan dan pengujian. Siap diantar ke dealer Wuling Meski belum terpakai maksimal untuk memproduksi 120.000 unit per tahun, pabrik Wuling Motors kini sudah mampu memproduksi rata-rata 117 kendaraan per hari untuk Confero S, Cortez 1.8L, dan Cortez 1.5L. Tak terasa, ada sekitar 2,5 jam kami berkeliling melihat dan mencermati setiap tahap produksi kendaraan berlabel Wuling ini, sehingga secara obyektif bisa memahami mengapa kendaraan ini banyak menjual fitur dengan harga terjangkau.