Uploaded by dinamgdlna

Kumpulan soal tentang Materi Matriks

advertisement
“Kumpulan Soal”,,,,,
! ! !
Materi: “Matriks & Ruang Vektor”
1. BEBAS LINEAR
S
3. BASIS DAN DIMENSI
O
A
L
2. KOMBINASI LINEAR
NeXt
FITRIYANTI NAKUL
Page 1
1. BEBAS LINEAR
Cakupan materi ini mengkaji tentang himpunan suatu vektor yang anggotanya tidak saling
tergantung antara satu vektor dengan vektor yang lainnya. Berikut ini akan disajikan soal
yang menggambarkan keadaan sistem yang bebas linear maupun yang tak bebas linear
dari vektor-vektor dalam ℝ3 . Untuk itu, perlu diketahui terlebih dahulu definisi berikut ini:
DEFENISI 1.1
Jika 𝑆 = 𝑢1 , 𝑢2 , 𝑢3 , … , 𝑢𝑛 adalah suatu himpunan vektor tak kosong, maka persamaan
berikut
𝑘1 𝑢1 + 𝑘2 𝑢2 + 𝑘3 𝑢3 + ⋯ + 𝑘𝑛 𝑢𝑛
sedikitnya mempunyai penyelesaian berikut
𝑘1 = 𝑘2 = 𝑘3 = ⋯ = 𝑘𝑛 = 0
jika hanya itu satu-satunya penyelesaian, maka S dinamakan himpunan vektor yang
bebas linear, tetapi jika ada penyelesaian yang lain, maka S dinamakan tak bebas
linear.
 Cara alternatif untuk menentukan suatu sistem bebas linear atau tak bebas linear, yaitu
cukup dengan memeriksa/meninjau apakah matriks det (A) = 0 atau tidak.
NOTE:

Jika nilai determinan dari suatu sistem linear det (A) = 0, maka antara satu
vektor dan vektor lainnya saling tergantung atau S tak bebas linear.

Jika nilai determinan dari suatu sistem linear det (A) ≠ 0, maka antara satu
vektor dan vektor lainnya tidak saling tergantung atau S bebas linear.
Soal
Tentukan apakah S bebas linear?, jika diberikan:
a.
𝑆 = 𝑢, 𝑣, 𝑤 di ℝ3 , dengan 𝑢 = 1, 2, 1 , 𝑣 = 2, 5, 0 , dan 𝑤 = 3, 3, 8
b. 𝑆 = 𝑝, 𝑞 , 𝑟 di ℝ3 , dengan 𝑝 = 4, 6, 0 , 𝑞 = 0, 0, 2 , dan 𝑟 = −2, −3, 1
FITRIYANTI NAKUL
Page 2
Jawab:
di ℝ3 , dengan 𝑢 = 1, 2, 1 , 𝑣 = 2, 5, 0 , dan
a. Penyeleasaian dari: 𝑆 = 𝑢, 𝑣, 𝑤
𝑤 = 3, 3, 8
Pembuktian
 Mengacu pada defenisi 1.1
𝑥1 𝑢 + 𝑥2 𝑣 + 𝑥3 𝑤 = 0
Atau
𝑥1 𝑢 + 𝑥2 𝑣 + 𝑥3 𝑤 = 0
𝑥1 1, 2, 1 + 𝑥2 2, 5, 0 + 𝑥3 3, 3, 8 = 0
𝑥1 , 2𝑥1 , 𝑥1 + 2𝑥2 , 5𝑥2 , 0 + 3𝑥3 , 3𝑥3 , 8𝑥3 = 0
𝑥1 + 2𝑥2 + 3𝑥3 , 2𝑥1 + 5𝑥2 + 3𝑥3 , 𝑥1 + 0 + 8𝑥3 = 0
Sehingga dapat ditulis dalam sistem persamaan linear dan matriks seperti berikut:
𝑥1 + 2𝑥2 + 3𝑥3 = 0
…..(1)
2𝑥1 + 5𝑥2 + 3𝑥3 = 0
…..(2)
𝑥1 + 0 + 8𝑥3 = 0
…..(3)
1
⇒ 2
1
2 3 𝑥1
0
5 3 𝑥2 = 0
0 8 𝑥3
0
dengan:
1
𝑆= 2
1
2 3
5 3
0 8
 Untuk menentukan sistem ini bebas linear atau tak bebas linear, maka cukup diperiksa
apakah matriks det (S) = 0 atau tidak. Untuk itu perlu dicari terlebih dahulu nilai
determinan dari sistem ini.
 Misalkan elemen yang diambil terletak pada kolom 1, maka nilai determinan dapat
ditentukan dengan cara determinan minor sebagai berikut:
𝑑𝑒𝑡 𝑆 =
𝑠𝑖𝑗 −1
𝑑𝑒𝑡 𝑆 = 𝑠11 −1
𝑖+𝑗
1+1
𝑀𝑖𝑗
𝑀11 + 𝑠21 −1
2+1
2
5 0
+ 2 −1 3
0
3 8
2 3
5 0
𝑑𝑒𝑡 𝑆 = 1
+ (−2)
+1
0 8
3 8
𝑑𝑒𝑡 𝑆 = 1 −1
2
𝑀21 + 𝑠31 −1
3
+ 1 −1
8
2 3
5 3
4
3+1
2
5
𝑀31
3
3
𝑑𝑒𝑡 𝑆 = 1 40 − 0 + (−2) 16 − 0 + 1(6 − 15)
𝑑𝑒𝑡 𝑆 = 1 40 + (−2) 16 + 1(−9)
𝑑𝑒𝑡 𝑆 = 40 + (−32) + (−9)
FITRIYANTI NAKUL
Page 3
𝑑𝑒𝑡 𝑆 = 40 + (−41)
𝑑𝑒𝑡 𝑆 = −1
Karena nilai determinan dari sistem linear tersebut tidak sama dengan nol
𝒅𝒆𝒕 𝑺 ≠ 𝟎, maka antara satu vektor dengan vektor lainnya tidak saling
tergantung atau S bebas linear.
b. Penyelesaian dari: 𝑆 = 𝑝, 𝑞 , 𝑟
di ℝ3 , dengan 𝑝 = 4, 6, 0 , 𝑞 = 0, 0, 2 , dan
𝑟 = −2, −3, 1
Pembuktian
 Mengacu pada defenisi 1.1
𝑤1 𝑝 + 𝑤2 𝑞 + 𝑤3 𝑟 = 0
Atau
𝑤1 𝑝 + 𝑤2 𝑞 + 𝑤3 𝑟 = 0
𝑤1 4, 6, 0 + 𝑤2 0, 0, 2 + 𝑤3 −2, −3, 1 = 0
4𝑤1 , 6𝑤1 , 0 + 0, 0, 2𝑤2 + −2𝑤3 , −3𝑤3 , 𝑤3 = 0
4𝑤1 + 0 + −2𝑤3 , 6𝑤1 + 0 − 3𝑤3 , 0 + 2𝑤2 + 𝑤3 = 0
4𝑤1 − 2𝑤3 , 6𝑤1 − 3𝑤3 , 2𝑤2 + 𝑤3 = 0
Sehingga dapat ditulis dalam sistem persamaan linear dan matriks seperti berikut:
4𝑤1 − 2𝑤3 = 0
…..(1)
6𝑤1 − 3𝑤3 = 0
…..(2)
2𝑤2 + 𝑤3 = 0
…..(3)
4
⇒ 6
0
0 −2 𝑤1
0
𝑤
2 = 0
0 −3
2 1 𝑤3
0
dengan:
4
𝑆= 6
0
0 −2
0 −3
2 1
 Untuk menentukan sistem ini bebas linear atau tak bebas linear, maka cukup diperiksa
apakah matriks det (S) = 0 atau tidak. Untuk itu perlu dicari terlebih dahulu nilai
determinan dari sistem ini.
FITRIYANTI NAKUL
Page 4
 Misalkan elemen yang diambil yang terletak pada kolom 3, maka nilai determinan
dapat ditentukan dengan cara determinan minor sebagai berikut:
𝑑𝑒𝑡 𝑆 =
𝑠𝑖𝑗 −1
𝑑𝑒𝑡 𝑆 = 𝑠13 −1
𝑑𝑒𝑡 𝑆 = −2 −1
𝑑𝑒𝑡 𝑆 = −2
6
0
𝑖+𝑗
1+3
𝑀𝑖𝑗
𝑀13 + 𝑠23 −1
2+3
𝑀23 + 𝑠33 −1
3+3
6 0
4 0
+ (−3) −1 5
+ 1 −1
0 2
0 2
0
4 0
4 0
+3
+1
2
0 2
6 0
4
𝑀33
6
4 0
6 0
𝑑𝑒𝑡 𝑆 = −2 12 − 0 + 3 8 − 0 + 1(0 − 0)
𝑑𝑒𝑡 𝑆 = −2 12 + 3 8 + 1(0)
𝑑𝑒𝑡 𝑆 = −24 + 24 + 0
𝑑𝑒𝑡 𝑆 = 0
Karena nilai determinan dari system linear tersebut sama dengan nol
𝒅𝒆𝒕 𝑺 = 𝟎, maka antara satu vektor dengan vektor lainnya saling tergantung
atau S tak bebas linear.
2. KOMBINASI LINEAR
Berikut ini akan disajikan soal yang menggambarkan kombinasi linear dari vektor-vektor
dalam ruang vektor ℝ3 . Untuk itu, perlu diketahui terlebih dahulu definisi berikut ini:
DEFINISI 2.1
suatu vektor 𝑝 disebut suatu kombinasi linear dari vektor-vektor, 𝑞1 , 𝑞2 , … ,𝑞𝑟 , jika bisa
dinyatakan dalam bentuk
𝑝 = 𝑘1 𝑞1 + 𝑘2 𝑞2 + ⋯ + 𝑘𝑟 𝑞𝑟
dengan 𝑘1 , 𝑘2 , … , 𝑘𝑟 adalah scalar
Soal
Tinjau vektor 𝑝 = −1, 3, 2 dan 𝑞 = 4, 2, −1 di ℝ3 . Tunjukkanlah bahwa
𝑟 = 10, −2, −6
adalah kombinasi linear dari 𝑝 dan 𝑞 dan bahwa 𝑡 = 12,4, −2
bukanlah kombinasi linear dari 𝑝 dan 𝑞 .
FITRIYANTI NAKUL
Page 5
Jawab:

𝑟 akan menjadi kombinasi linear dari 𝑝 dan 𝑞 jika dapat ditemukan skalar m dan n
sedemikian sehingga berlaku 𝑟 = 𝑚𝑝 + 𝑛𝑞 , yaitu
𝑟 = 𝑚𝑝 + 𝑛𝑞
10, −2, −6 = 𝑚 −1, 3, 2 + 𝑛 4, 2, −1
10, −2, −6 = −𝑚, 3𝑚, 2𝑚 + 4𝑛, 2𝑛, −𝑛
10, −2, −6 = −𝑚 + 4𝑛, 3𝑚 + 2𝑛, 2𝑚 − 𝑛


Dengan menyamakan komponen yang berpadanan diperoleh:
−𝑚 + 4𝑛 = 10
….. (1)
3𝑚 + 2𝑛 = −2
….. (2)
2𝑚 − 𝑛 = −6
….. (3)
Dengan menggunakan metode eliminasi dan subtitusi pada tiga persamaan di atas,
sehingga diperoleh nilai skalar m dan n sebagai berikut:

Eliminasi variable n pada pers. (2) dan (3)
3𝑚 + 2𝑛 = −2 x 1 ⟹ 3𝑚 + 2𝑛 = −2
2𝑚 − 𝑛 = −6 x 2 ⟹ 4𝑚 − 2𝑛 = −12
+
7𝑚 = −14
𝑚=
−14
7
𝑚 = −2

Subtitusikan nilai 𝑚 = −2 , ke pers. (1)
−𝑚 + 4𝑛 = 10
− −2 + 4𝑛 = 10
2 + 4𝑛 = 10
4𝑛 = 10 − 2
4𝑛 = 8
𝑛=
8
4
𝑛=2
FITRIYANTI NAKUL
Page 6

Pengujian nilai skalar m dan n dalam system persamaan linear:
 Pers. 1

−𝑚 + 4𝑛 = 10
 Pers. 3
Pers. 2
3𝑚 + 2𝑛 = −2
2𝑚 − 𝑛 = −6
−(−2) + 4(2) = 10
3(−2) + 2(2) = −2
2 + 8 = 10
−6 + 4 = −2
10 = 10
−2 = −2
2(−2) − 2 = −6
2(−2) − 2 = −6
−4 − 2 = −6
−6 = −6

Berdasarkan hasil uji, maka nilai skalar m dan n memenuhi sistem persamaan linear.
Dengan demikian, penyelesaian dari sistem persamaan linear tersebut menghasilkan
𝑚 = −2 dan 𝑛 = 2, sehingga diperoleh:
𝑟 = 𝑚𝑝 + 𝑛𝑞
𝑟 = −2𝑝 + 2𝑞
Jadi, ∴ 𝒓 merupakan kombinasi linear dari 𝒑 dan 𝒒.
 Demikian juga untuk membuktikan apakah 𝑡 merupakan kombinasi linear dari 𝑝
dan 𝑞 , yaitu 𝑡 = 𝑚𝑝 + 𝑛𝑞 , dengan cara yang sama, diperoleh:
𝑡 = 𝑚𝑝 + 𝑛𝑞
12, 4, −2 = 𝑚 −1, 3, 2 + 𝑛 4, 2, −1
12, 4, −2 = −𝑚, 3𝑚, 2𝑚 + 4𝑛, 2𝑛, −𝑛
12, 4, −2 = −𝑚 + 4𝑛, 3𝑚 + 2𝑛, 2𝑚 − 𝑛

Dengan menyamakan komponen yang berpadanan diperoleh:
−𝑚 + 4𝑛 = 12
….. (1)
3𝑚 + 2𝑛 = 4
….. (2)
2𝑚 − 𝑛 = −2
FITRIYANTI NAKUL
….. (3)
Page 7

Dengan menggunakan metode eliminasi dan subtitusi pada tiga persamaan di atas,
sehingga diperoleh nilai skalar m dan n sebagai berikut:

Eliminasi variabel n pada pers. (2) dan (3)
3𝑚 + 2𝑛 = 4
x1 ⟹ 3𝑚 + 2𝑛 = 4
2𝑚 − 𝑛 = −2 x 2 ⟹ 4𝑚 − 2𝑛 = −4
+
7𝑚 = 0
𝑚=
0
7
𝑚=0

Subtitusikan nilai 𝑚 = 0 , ke pers. (1)
−𝑚 + 4𝑛 = 12
− 0 + 4𝑛 = 12
0 + 4𝑛 = 12
4𝑛 = 12
4𝑛 = 12
𝑛=
12
4
𝑛=3

Pengujian nilai skalar m dan n dalam system persamaan linear:
 Pers. 1

 Pers. 3
Pers. 2
−𝑚 + 4𝑛 = 12
3𝑚 + 2𝑛 = 4
2𝑚 − 𝑛 = −2
−(0) + 4(3) = 12
3(0) + 2(3) = 4
2 0 − 3 = −2
0 + 12 = 12
0+6= 4
2(0) − 3 = −2
12 = 12
6≠4
0 − 3 = −2
−3 ≠ −2

Berdasarkan hasil uji, maka dapat dinyatakan bahwa system tersebut tidak konsisten
artinya tidak mempunyai penyelesaian atau tidak dapat ditemukan m dan n, sehingga
dapat disimpukan bahwa: ∴ 𝒕 bukan merupakan kombinasi linear dari 𝒑 dan 𝒒.
FITRIYANTI NAKUL
Page 8
3. BASIS DAN DIMENSI
Berikut ini akan disajikan soal yang menggambarkan basis dan dimensi pada ruang vektor
ℝ2 dan ℝ3 . Untuk itu, perlu diketahui terlebih dahulu definisi dan teorema berikut ini:
a. Basis
DEFINISI 3.1
Jika V ruang vector dan 𝑆 = 𝑣1 , 𝑣2 , 𝑣3 , … , 𝑣𝑛 adalah himpunan vector-vektor di V, maka
S dinamakan basis untuk V jika kedua syarat di bawah ini terpenuhi:
1. S bebas linear
2. S membangun V
Teorema 3.2
Jika 𝑆 = 𝑣1 , 𝑣2 , 𝑣3 , … , 𝑣𝑛 adalah basis untuk ruang V , maka ∀𝑥 ∈ 𝑉 dapat dinyatakan
dalam bentuk
𝑥 = 𝑘1 𝑣1 + 𝑘2 𝑣2 + 𝑘3 𝑣3 + ⋯ + 𝑘𝑛 𝑣𝑛
dalam tepat satu cara.
b. Dimensi
DEFINISI 3.3
Suatu ruang vector tak-nol V dinamakan berdimensi berhingga jika V berisi himpunan
vektor berhingga yaitu 𝑣1 , 𝑣2 , 𝑣3 , … , 𝑣𝑛
yang merupakan basis. Jika tidak himpunan
seperti itu, maka V berdimensi tak-hingga. Ruang vektor nol dinamakan berdimensi
berhingga.
Teorema 3.4
Dimensi suatu ruang vektor berdimensi berhingga V, yang ditulis dengan dim (V),
didefinisikan sebagai jumlah vektor dalam suatu basis V. ruang vector nol berdimensi nol.
FITRIYANTI NAKUL
Page 9
Soal
1. 𝑆 = 𝑦1 , 𝑦2 , 𝑦3 ,
𝑦1 = 1, 2, 1 ,
dengan
𝑦2 = 2, 5, 0 ,
dan
𝑦3 = 3, 3, 8 .
Tunjukkanlah bahwa S adalah basis untuk ℝ3 ?
Jawab:
Untuk membuktikan apakah S basis atau bukan, mengacu pada definisi 3.1 maka cukup
dibuktikan apakah S mempunyai sifat bebas linear dan membangun ruang vektor ℝ3 .
Pembuktian
 Ambil ∀𝑏 = (𝑏1 , 𝑏2 , 𝑏3 ) ∈ ℝ3 , kemudian ditunjukkkan apakah 𝑏 merupakan kombinasi
linear dari S, ditulis
𝑏 = 𝑘1 𝑦1 + 𝑘2 𝑦2 + 𝑘3 𝑦3
(𝑏1 , 𝑏2 , 𝑏3 ) = 𝑘1 1, 2, 1 + 𝑘2 2, 5, 0 + 𝑘3 3, 3, 8
(𝑏1 , 𝑏2 , 𝑏3 ) = (𝑘1 , 2𝑘1 , 𝑘1 ) + 2𝑘2 , 5𝑘2 , 0 + 3𝑘3 , 3𝑘3 , 8𝑘3
(𝑏1 , 𝑏2 , 𝑏3 ) = (𝑘1 + 2𝑘2 + 3𝑘3 , 2𝑘1 + 5𝑘2 + 3𝑘3 , 𝑘1 + 0 + 8𝑘3 )
Sehingga dapat ditulis dalam sistem persamaan linear dan matriks seperti berikut:
𝑘1 + 2𝑘2 + 3𝑘3 = 𝑏1
….. (1)
2𝑘1 + 5𝑘2 + 3𝑘3 = 𝑏2
….. (2)
𝑘1 + 8𝑘3 = 𝑏3
….. (3)
1
⇒ 2
1
𝑏1
2 3 𝑘1
𝑘
𝑏
=
5 3
2
2
𝑏3
0 8 𝑘3
dengan:
1
𝑆= 2
1
2 3
5 3
0 8
 Untuk menentukan sistem ini memenuhi syarat yakni S membangun ruang vector ℝ3
cukup diperiksa nilai determinannya. Jika det (S) ≠ 0, maka 𝑏 merupakan kombinasi
linear dari S, sehingga S membangun ℝ3 .
Berikut adalah nilai determinan yang diperoleh dari system:
 Misalkan elemen yang diambil terletak pada kolom 1, maka nilai determinan dapat
ditentukan dengan cara determinan minor sebagai berikut:
𝑑𝑒𝑡 𝑆 =
𝑠𝑖𝑗 −1
𝑑𝑒𝑡 𝑆 = 𝑠11 −1
𝑖+𝑗
1+1
𝑀𝑖𝑗
𝑀11 + 𝑠21 −1
2+1
2
5 0
+ 2 −1 3
0
3 8
2 3
5 0
𝑑𝑒𝑡 𝑆 = 1
+ (−2)
+1
0 8
3 8
𝑑𝑒𝑡 𝑆 = 1 −1
FITRIYANTI NAKUL
2
𝑀21 + 𝑠31 −1
3
+ 1 −1
8
2 3
5 3
4
3+1
2
5
𝑀31
3
3
Page 10
𝑑𝑒𝑡 𝑆 = 1 40 − 0 + (−2) 16 − 0 + 1(6 − 15)
𝑑𝑒𝑡 𝑆 = 1 40 + (−2) 16 + 1(−9)
𝑑𝑒𝑡 𝑆 = 40 + (−32) + (−9)
𝑑𝑒𝑡 𝑆 = 40 + (−41)
𝑑𝑒𝑡 𝑆 = −1
Karena nilai determinan dari sistem linear tersebut tidak sama dengan nol
𝑑𝑒𝑡 𝑆 ≠ 0, maka 𝑏 dapat ditemukan dan merupakan kombinasi linear dari S,
sehingga 𝑦1 , 𝑦2 dan 𝑦3 membangun ℝ3 . Dengan demikian S memenuhi sifat
membangun ruang vektor.
 Untuk membuktikan S bebas linear, ambil 0 = (0,0,0) ∈ ℝ3 , kemudian akan
ditunjukkan apakah 0 merupakan kombinasi linear dari S, ditulis:
0 = 𝑙1 𝑦1 + 𝑙2 𝑦2 + 𝑙3 𝑦3
(0,0,0) = 𝑙1 1, 2, 1 + 𝑙2 2, 5, 0 + 𝑙3 3, 3, 8
(0,0,0) = (𝑙1 , 2𝑙1 , 𝑙1 ) + 2𝑙2 , 5𝑙2 , 0 + 3𝑙3 , 3𝑙3 , 8𝑙3
(0,0,0) = (𝑙1 + 2𝑙2 + 3𝑙3 , 2𝑙1 + 5𝑙2 + 3𝑙3 , 𝑙1 + 0 + 8𝑙3 )
Sehingga dapat ditulis dalam sistem persamaan linear dan matriks seperti berikut:
𝑙1 + 2𝑙2 + 3𝑙3 = 0
….. (1)
2𝑙1 + 5𝑙2 + 3𝑙3 = 0
….. (2)
𝑙1 + 8𝑙3 = 0
….. (3)
1
⇒ 2
1
2 3 𝑙1
0
5 3 𝑙2 = 0
0 8 𝑙3
0
 Determinan dari system persamaan di atas memiliki nilai determinan tidak sama dengan
nol, 𝑑𝑒𝑡 𝑆 ≠ 0, maka matriks koefisiennya mempunyai invers sehingga system linear
ini mempunyai penyelesaian tunggal yaitu 𝑙1 = 𝑙2 = 𝑙3 = 0, sehingga S bebas linear.
 Jadi, ∴ karena S mempunyai sifat bebas linear dan membangun ℝ𝟑 , maka S basis
untuk ruang vector ℝ𝟑 . Dengan demikian dimensi dari ℝ3 adalah 𝒅𝒊𝒎 𝑺 = 𝟑.
FITRIYANTI NAKUL
Page 11
2. Tentukan basis dan dimensi dari ruang penyelesaian system linear homogeny di bawah
ini:
2𝑥1 + 2𝑥2 + 𝑥3 − 𝑥4 + 𝑥5 = 0
….. (1)
𝑥1 + 𝑥2 + 𝑥3 − 𝑥4 + 𝑥5 = 0
….. (2)
𝑥1 + 2𝑥2 + 𝑥3 − 𝑥4 + 𝑥5 = 0
….. (3)
Jawab :
Ubahlah dalam bentuk matriks 𝐴𝑥 = 𝑏 kemudian lakukan OBE sedemikian hingga
matriks A menjadi matriks eselon tereduksi seperti berikut ini:
2 2 1 −1 1
2 2
1 1 1 −1 1 𝐵1 − 𝐵2 untuk 𝐵2 ⟹ 1 1
1 2 1 −1 1
1 2
2 2 1 −1 1
𝐵1 − 𝐵3 untuk 𝐵3 ⟹ 1 1 0 0 0 ⟹
1 0 0 0 0
0 0 1 −1 1
−2𝐵2 + 𝐵1 untuk 𝐵1 ⟹ 1 1 0 0 0
1 0 0 0 0
1 −1 1
0 0 0
1 −1 1
Maka dengan memisalkan 𝑥5 = 𝑠, 𝑥4 = 𝑡, 𝑥1 = 0
𝑥3 − 𝑥4 + 𝑥5 = 0
𝑥3 = 𝑥4 − 𝑥5
𝑥1 + 𝑥2 = 0
0 + 𝑥2 = 0
𝑥3 = 𝑡 − 𝑠
𝑥2 = 0
atau
𝑥1
0
0
0
𝑥2
0
0
0
𝑥3 = 𝑡 − 𝑠 = 𝑡 + −𝑠 = 𝑡
𝑥4
𝑡
0
𝑡
𝑠
𝑠
𝑥5
0
0
0
1 +𝑠
1
0
0
0
−1
0
1
Yang menunjukkan vektor-vektor:
0
0
𝑣1 = 1
1
0
0
0
dan 𝑣2 = −1
0
1
 Dengan demikian, sistem di atas menunjukkan adanya sifat membangun ruang
penyelesaian, oleh karena itu 𝒗𝟏 , 𝒗𝟐 adalah basis ruang penyelesaian yang
mempunyai dimensi dua 𝒅𝒊𝒎 𝑺 = 𝟐.
FITRIYANTI NAKUL
Page 12
Download