MAKSIMISASI KEUNTUNGAN (MAKSIMISASI PROFIT) Dr. Abdul Kohar M Kuliah Ekonomi Perikanan-PSP -2020 Kuliah ke-1 Perusahaan Suatu organisasi yang berorientasi pada keuntungan (profit oriented) yang membeli input dan jasa-jasa input serta menjual barang dan jasa Tujuan perusahaan Perusahaan diasumsikan akan selalu berusaha memaksimumkan keuntungannya (profit oriented) Keputusan-keputusan perusahaan yang berkaitan dengan harga, output, input dan faktor-faktor lainya mencerminkan usaha untuk mencapai keuntungan yang paling tinggi ALASAN MAKSIMISASI KEUNTUNGAN a. b. Prinsip keselamatan (George stigler) perusahaan yang selamat sepanjang masa adalah yang mencari keuntungan tertinggi. Unit usaha yang tidak berorientasi keuntungan akan tersingkir oleh perusahaan yang efisien Keuntungan yang rendah mengundang pengambilalihan perusahaan. Harga saham akan rendah (jatuh) jika manajemen gagal menjalankan usahanya dengan efisien (mendapatkan keuntungan yang tinggi) KEUNTUNGAN EKONOMIS Yang dimaksudkan dengan keuntungan (∏) selisih antara total penerimaan (total revenue/ TR) dengan total biaya (total cost/TC) (∏= TR-TC) Biaya terdiri biaya eksplisit dan biaya implisit KEUNTUNGAN EKONOMIS DAN KESEIMBANGAN PASAR Syarat keseimbangan pasar adalah jika keuntungan ekonomis sama dengan nol Penerimaan yang diperoleh dari penggunaan input sekarang sama banyaknya dengan penerimaan yang didapat dari penggunaan terbaiknya (opportunity cost) Perusahaan baru tidak tertarik memasuki industri ini jika industri sudah mencapai keuntungan ekonomis nol KAIDAH KEUNTUNGAN MAKSIMUM Kaidah jangka pendek a. Perusahaan akan berproduksi sampai saat MC sedang meningkat dan sama dengan MR b. Perusahaan akan berproduksi jika harga dari outputnya sama atau lebih besar dari biaya variabel per unitnya KAIDAH JANGKA PANJANG a. b. Perusahaan akan menentukan ukuran pabrik yang biaya produksinya minimal (TC min) Perusahaan akan berproduksi hanya jika keuntungannya lebih besar atau sama dengan nol (∏ ≥ 0) TIGA PENDEKATAN MENEMUKAN KEUNTUNGAN MAKSIMUM ( ∏ MAKSIMUM) 1. 2. 3. Pendekatan total (total approach) Pendekatan rata-rata (average approach) Pendekatan marjinal (marginal approach) PENDEKATAN TOTAL (TOTAL APPROACH) ∏ = (P*Q) – (FC+vQ) Biasanya strategi yang ditempuh adalah penjualan maksimum (maximum selling) setelah melewati titik impas (Break event point/BEP) Jumlah penjualan BEP (Q*) = FC/(P-v) KELEBIHAN DAN KEKURANGAN PENDEKATAN TOTAL 1. 2. Kelebihanya adalah perhitunganya mudah dilakukan Kekurangannya ada 2: Dalam praktek agak sulit memisahkan biaya tetap dan biaya variabel Mengabaikan gejala hukum penambahan hasil yang semakin berkurang PENDEKATAN RATA-RATA (AVERAGE APPROACH) Keuntungan per unit ditemukan dengan membandingkan antara harga (P) dengan biaya per unit (AC) ∏ per unit = P – AC ∏ total = (P-AC) * Q Untuk mendapatkan keuntungan, P harus lebih tinggi dari AC. Agar keuntungan lebih besar perlu ditempuh strategi maximum selling PENDEKATAN MARJINAL (MARGINAL APPROACH) Perhitungan keuntungan dilakukan dengan membandingkan biaya marjinal (MC) dengan penerimaan marjinal (MR) Keuntungan maksimum (atau kerugian minimal) dicapai apabila MR = MC Contoh Soal 1 = a. b. Sebuah perusahaan perikanan mempunyai fungsi permintaan Q = 100 – 2P. Biaya marjinal dan biaya rata-rata adalah konstan Rp 10/unit. Ditanyakan: Temukan fungsi MR Tentukan keuntungan maksimum dengan pendekatan total dan pendekatan marjinal, jika diketahui Q dan P masing2 (00;10 45;20 40;40 30;5025;6020;8010) Fungsi MR MR merupakan turunan pertama TR TR = P*Q Q = 100 –2P maka P = 50 –1/2Q TR = (50-1/2Q)Q TR = 50Q – 1/2Q2 MR = dTR/dQ = 50 -Q TABULASI KEUNTUNGAN Q P MR TR=P*Q TC=AC*Q ∏ = TR-TC Keterangan 0 0 0 0 0 0 BEP1 10 45 40 450 100 350 20 40 30 800 200 600 40 30 10 1200 400 800 keuntungan maksimum 50 25 0 1250 500 750 TR maksimum 60 20 -10 1200 600 600 80 10 -30 800 800 0 BEP2 KEUNTUNGAN MAKSIMUM PENDEKATAN MARJINAL keuntungan maksimum jika MR = MC, maka 50 – Q = 10 atau Q = 40 unit Jika Q = 40, pada saat itu harga setinggi Rp 30/unit (sebab Q = 100 – 2P) keuntungan maksimum = Q (P – AC) = 40(30-10) = 800 Titik Gulung tikar (shut down point) Dalam jangka pendek sebuah perusahaan harus menutup usahanya apabila harga jualnya berada dibawah biaya variabel per unit (P<AVC), jika output diperbanyak kerugian semakin besar Dalam jangka panjang perusahaan harus menutup usahanya jika keuntungan ekonomisnya dibawah nol (mengalami kerugian) Pemilihan ukuran pabrik Perusahaan akan memilih suatu kapasitas pabrik untuk meminimumkan biaya dalam memproduksi suatu tingkat yang diinginkanya dalam jangka panjang Struktur pasar dan keputusan Struktur pasar Keputusan Persaingan Output Monopoli Output dan harga Persaingan monopolistik oligopoli Output, harga, diferensiasi produk Output, harga, diferensiasi produk Tugas 1 a. b. Review pertemuan 1 Sebuah perusahaan perikanan mempunyai fungsi permintaan Q = 400 – 8P. Biaya marjinal dan biaya rata-rata adalah konstan Rp 20 rb/unit. Ditanyakan: Temukan fungsi MR Tentukan keuntungan maksimum dengan pendekatan total dan pendekatan marjinal, jika diketahui Q dan P masing2 (dalam ribuan) (00;10 45;20 40;40 30;5025;6020;8010)