Uploaded by ataduta507

BAHAN AJAR 1 Beda Potensial dan Energi Listrik

advertisement
BAHAN AJAR
LISTRIK STATIS
Beda Potensial dan Energi Listrik
ILMU PENGETAHUAN ALAM
KELAS IX
SMP TAKHASSUS AL-QUR’AN AN NIDA’ SELOMERTO
Disusun oleh
Fatahilah Ibnu Faid Afriyadi, S.Pd. / 20030709710203
PROGRAM PENDIDIKAN PROFESI GURU (PPG) DALAM JABATAN
UNIVERSITAS NEGERI MAKASSAR
2020
1
KOMPETENSI DASAR
3.4 Menjelaskan konsep listrik statis dan
gejalanya dalam kehidupan sehari-hari,
termasuk kelistrikan pada sistem saraf dan
hewan yang mengandung listrik.
4.4 Menyajikan hasil pengamatan tentang gejala
listrik statis dalam kehidupan sehari-hari.
TUJUAN PEMBELAJARAN
Setelah melakukan studi literasi, pengamatan pada vidio pembelajaran dan diskusi
kelas, peserta didik dapat :
1.
2.
3.
4.
5.
6.
Menyebutkan penyebab terjadinya perpindahan muatan listrik dengan tepat.
Menjelaskan proses terjadinya petir dengan benar.
Menghitung beda potensial listrik dengan benar
Menganalisis beda potensial dua benda bermuatan dengan benar.
Menyajikan hasil pengamatan beda potensial listrik dengan benar
Mempersentasikan hasil pengamatan beda potensial listrik dengan benar
2
PETA MATERI
Listrik Statis
dalam Kehidupan
Sehari-hari
Penerapan
Listrik Statis
dalam
kehidupan
sehari-hari
Konsep
Listrik
Statis
Muatan
Listrik
Hukum
Coulomb
Medan
Listrik
Beda
Potensial
dan Energi
Listrik
Kelistrikan
pada Sel
Saraf
Hewanhewan
Penghasil
Listrik
Penggunaan
Listrik Statis
dalam
Teknologi
3
PENDAHULUAN
Cakupan Materi
Anak-anak yang berbahagia, semoga kita senantiasa dalam rahmat dan
lindungan Allah SWT. Pada modul Listrik Statis : Beda Potensial dan Energi Listrik
ini kita dapat bersama-sama mempelajari proses terjadinya petir, penyebab
terjadinya perpindahan muatan listrik dan menghitung besar beda potensial dan
energi listrik.
Modul ini dilengkapi dengan gambar-gambar, link video serta contoh masalah
dan penyelesaianya. Sehingga setelah mempelajari modul ini diharapkan kalian akan
mencapai tujuan pembelajaran yang diharapkan.
Manfaat
Setelah mempelajari modul Listrik Statis : Beda Potensial dan Energi Listrik ini
kita akan mendapatkan memahami apa itu beda potensial listrik, bagaimana proses
terjadinya petir dan bagaimana cara menghitung beda potensial dan energi listrik.
Hal ini tentunya sangat penting karena pemahaman tentang beda potensial dan energi
listrik akan sering kita gunakan dalam penggunaan berbagai macam alat yang
berhubungan dengan listrik.
Petunjuk Belajar
Agar kalian mampu mencapai tujuan pembelajaran yang diharapkan dalam
pembelajaran ini, silahkan pelajari modul ini dengan mengikuti petunjuk berikut
ini:
1. Mulailah pembelajaran dengan berdo’a kepada Allah SWT. mengharapkan
kemudahan dalam mempelajari modul ini.
2. Baca dengan seksama tujuan pembelajaran yang harus dicapai
3. Pelajari modul ini dengan sungguh-sungguh
4. Simaklah video pembelajaran dengan mengikuti link yang sudah disediakan
5. Tandai hal-hal yang penting pada modul ini
6. Selesaikan latihan soal yang disediakan pada akhir modul
4
URAIAN MATERI
Beda Potensial dan Energi Listrik
1. Petir
Tahukah kamu, mengapa petir berbahaya? Apa sebenarnya petir itu? Orang
yang pertama kali menyatakan bahwa petir terjadi akibat adanya gejala listrik statis
adalah Benjamin Franklin (1706 – 1790). Menurutnya, petir adalah kilatan cahaya
yang muncul akibat perpindahan muatan negatif (elektron) antara awan dan awan
atau antara awan dan bumi. Petir dapat terjadi karena adanya beda potensial yang
sangat besar antara dua awan yang berbeda atau antara awan dengan bumi.
Akibatnya akan terjadi lompatan muatan listrik atau perpindahan elektron secara
besar-besaran dari awan ke awan atau dari awan ke bumi.
Proses terjadinya muatan pada awan karena dia bergerak terus menerus secara
teratur, dan selama pergerakannya dia akan berinteraksi dengan awan lainnya
sehingga muatan negatif akan berkumpul pada salah satu sisi (atas atau bawah),
sedangkan muatan positif berkumpul pada sisi sebaliknya. Jika perbedaan potensial
antara awan dan bumi cukup besar, maka akan terjadi pembuangan muatan negatif
(elektron) dari awan ke bumi atau sebaliknya, untuk mencapai kesetimbangan. Pada
proses pembuangan muatan ini, media yang dilalui elektron adalah udara. Pada
saat elektron mampu menembus ambang batas isolasi udara inilah terjadi ledakan
suara. Petir lebih sering terjadi pada musim hujan, karena pada keadaan
tersebut udara mengandung kadar air yang lebih tinggi sehingga daya isolasinya
turun dan arus lebih mudah mengalir. Karena ada awan bermuatan negatif dan awan
bermuatan positif, maka petir juga bisa terjadi antar awan yang berbeda muatan.
2. Beda potensial listrik
Beda potensial atau biasa disebut tegangan listrik adalah perbedaan jumlah
elektron yang berada pada suatu arus listrik. Perbedaan jumlah elektron ini dapat
disebabkan karena adanya penumpukan elektron pada satu sisi sumber arus
listrik dan di sisi lain jumlah elektronnya lebih sedikit.
Dua benda yang mempunyai beda potensial dapat menyebabkan terjadinya arus
listrik, dengan syarat kedua benda tersebut dihubungkan oleh suatu penghantar.
5
Benda yang muatan listrik positifnya lebih banyak, maka dikatakan mempunyai
potensial lebih tinggi. Sedangkan benda yang muatan listrik negatifnya lebih banyak,
dikatakan benda tersebut mempunyai potensial lebih rendah.
Gambar 1.1 Dua benda bermuatan
Benda A memiliki muatan positif lebih banyak atau mempunyai potensial lebih
tinggi daripada benda B. Dengan demikian, arus listrik yang terjadi akan berasal dari
benda A menuju ke benda B. Besarnya Beda potensial dapat diukur dari perbedaan
atau selisih muatan listrik dua titik.
Adanya arus listrik ini sebagai usaha penyeimbangan potensial antara A dan B,
sehingga arus listrik seolah-olah berupa arus muatan positif.
3. Penyebab terjadinya beda potensial listrik
Beda potensial dapat muncul jika ada gaya magnet yang memengaruhi benda
yang memiliki muatan listrik. Beda potensial juga dapat terjadi jika suatu rangkaian
listrik disentuh oleh materi yang dapat menghantarkan listrik (konduktor), sehingga
elektron akan mengalir melalui materi tersebut. Hal inilah yang menyebabkan
mengapa manusia dapat tersengat listrik jika menyentuh benda yang dialiri oleh
listrik.
Efek dari aliran listrik saat tersengat ini tergantung besar kecilnya perbedaan
elektron pada materi tersebut. Alat yang digunakan untuk mengukur beda potensial
adalah Voltmeter. Pada saat mengukur beda potensial listrik, voltmeter harus
dipasang paralel dengan benda yang akan diukur.
Selanjutnya, menghubungkan ujung yang potensialnya lebih tinggi ke kutub
positif dan ujung yang potensialnya lebih rendah ke kutub negatif.
6
Gambar 1.2 Voltmeter
4. Menghitung beda potensial dan energi listrik
Beda potensial listrik adalah banyaknya energi listrik yang dibutuhkan untuk
mengalirkan muatan listrik dari ujung-ujung penghantar.
Hubungan antara energi listrik, muatan listrik, dan beda potensial listrik secara
matematik dirumuskan sebagai berikut.
𝑉=
𝑊
𝑄
Keterangan :
V
= Beda potensial listrik (Volt)
W
= Energi Listrik (Joule)
Q
= Muatan Listrik (Coulomb)
Agar lebih memahami penerapan rumus diatas, mari kita pelajari contoh soal
berikut :
Contoh Soal :
1. Berapakah beda potensial kutub-kutub baterai sebuah rangkaian, jika baterai
tersebut membutuhkan energi sebesar 60 Joule untuk memindahakan
muatan sebesar 20 Coulomb?
Diketahui :
𝑊 = 60 𝐽
𝑄 = 20 𝐶
Ditanya :
Beda potensial
Jawab :
𝑉=
𝑊
60 𝐽
=
= 3 𝑉𝑜𝑙𝑡
𝑄
20 𝐶
7
2. Sebuah baterai memiliki beda potensial sebesar 1,5 volt. Berapakah besar
energi yang diperlukan baterai jika digunakan untuk memindahkan muatan
sebanyak 40 coulomb?
Diketahui :
𝑉 = 1,5 𝑉
𝑄 = 40 𝐶
Ditanya :
Besar energi untuk memindahkan muatan
Jawab :
𝑊 = 𝑉 × 𝑄 = 1,5 𝑉 × 40 𝐶 = 60 𝐽
LATIHAN
Untuk memperdalam pemahaman Kalian mengenai materi di atas, kerjakanlah latihan
berikut!
1. Jelaskan proses terjadinya petir!
2. Apa penyebab terjadinya perpindahan muatan listrik ?
3. Jika ada dua benda bermuatan listrik seperti empat gambar berikut, maka benda
manakah yang memiliki beda potensial yang lebih besar?
4. Jika selisih potensial antara benda A dan B cukup besar, maka akan terjadi loncatan
muatan listrik (elektron). Dari benda mana ke benda manakah loncatan elektron
tersebut mengalir?
8
5. Apa yang terjadi apabila benda A dan B memiliki elektron yang sama? Apakah ada
perpindahan elektron?
6. Beda potensial antara dua titik pada kawat penghantar sebesar 9 V. Berapakah
energi listrik yang digunakan untuk memindahkan muatan sebesar 30 C di antara dua
titik tersebut?
7. Jumlah muatan yang dipindahkan pada sebuah rangkaian listrik adalah 15 C. Jika
energi yang dibutuhkan untuk memindahkan muatan tersebut dari ujung-ujung
rangkaian listrik adalah 45 J, berapakah beda potensial antara ujung-ujung rangkaian
tersebut?
Petunjuk Jawaban Latihan
1. Petir dapat terjadi karena adanya beda potensial yang sangat besar antara dua awan
yang berbeda atau antara awan dengan bumi. Akibatnya akan terjadi lompatan muatan
listrik atau perpindahan elektron secara besar-besaran dari awan ke awan atau dari
awan ke bumi
2. Dua benda yang mempunyai beda potensial dapat menyebabkan terjadinya
pepindahan muatan listrik.
3. Benda yang memiliki potensial yang lebih besar sebagai berikut.
a. Benda yang memiliki beda potensial lebih besar adalah benda A.
Muatan A: +2
Muatan B: -2
Sehingga muatan A lebih besar.
Beda potensial kedua muatan adalah:
Beda potensial = (+2) – (-2) = 4
b. Benda yang memiliki beda potensial lebih besar adalah benda B.
Muatan A: +2
Muatan B: +4
Sehingga muatan B lebih besar. Beda potensial kedua muatan adalah:
Beda potensial = (+2) – (+4) = 2
c. Benda yang memiliki beda potensial lebih besar adalah benda A.
Muatan A: -1
Muatan B: -8
Sehingga muatan A lebih besar. Beda potensial kedua muatan adalah:
Beda potensial = (-1) – (-8) = 7
d. Benda A dan benda B memiliki beda potensial yang sama besar.
Muatan A: -2
Muatan B: -2
Sehingga muatan A dan B sama besar. Beda potensial kedua muatan adalah:
Beda potensial = (-2) – (-2) = 0
9
4. Loncatan elektron terjadi dari benda yang memiliki muatan elektron lebih banyak ke
benda yang memiliki muatan elektron lebih sedikit.
5. Tidak ada perpindahan elektron.
6. Diketahui :
𝑉 = 9𝑉
𝑄 = 30 𝐶
Ditanya: besar energi untuk memindahkan muatan (W)
Jawab:
𝑊 = 𝑉 × 𝑄 = 9 𝑉 × 30 𝐶 = 270 𝐽
7. Diketahui :
𝑊 = 45 𝐽
𝑄 = 15 𝐶
Ditanya : beda potensial
Jawab
𝑊
45 𝐽
𝑉=
=
= 3 𝑉𝑜𝑙𝑡
𝑄
15 𝐶
10
RANGKUMAN
1. Petir dapat terjadi karena adanya beda potensial yang sangat besar antara
dua awan yang berbeda atau antara awan dengan bumi. Akibatnya akan
terjadi lompatan muatan listrik atau perpindahan elektron secara besarbesaran dari awan ke awan atau dari awan ke bumi
2. Dua benda yang mempunyai beda potensial dapat menyebabkan terjadinya
pepindahan muatan listrik
3. Beda potensial listrik adalah banyaknya energi listrik yang dibutuhkan
untuk mengalirkan muatan listrik dari ujung-ujung penghantar
4. Hubungan antara energi listrik, muatan listrik, dan beda potensial
listrik secara matematik dirumuskan sebagai berikut.
𝑉=
𝑊
𝑄
1.
DAFTAR PUSTAKA
a. Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. 2018. Buku Guru Ilmu Pengetahuan Alam
SMP/MTsKelas IX. Jakarta: Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan.
b. Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. 2018. Buku Siswa Ilmu Pengetahuan Alam
SMP/MTsKelas IX. Jakarta: Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan.
c. Gosline, Anna. 2005. “Petir”, https://id.wikipedia.org/wiki/Petir, diakses pada 2
Oktober 2020 pukul 15.00 WIB.
d. Riyanto, Agus. 2019. “Beda Potensial Listrik, Rumus, Contoh Soal, dan
Penyelesaiannya”, https://www.amongguru.com/beda-potensial-listrik-rumus-contohsoal-dan-penyelesaiannya/, diakses pada 2 Oktober 2020 pukul 15.00 WIB.
11
Download