Uploaded by common.user64404

Filsafat Ilmu: Analisis Kekisruhan Pilpres dan Pileg 2019

advertisement
FILSAFAT ILMU
UJIAN TENGAH SEMESTER
PASCASARJANA UNIVERSITAS BINA INSAN
oleh
SURYANI
18.23.058
Dosen pengampuh
Dr. Abdullah Hehamahua, S.H.,MM
PROGRAM MAGISTER MANAJEMEN PASCA SARJANA
UNIVERSITAS BINA INSAN LUBUKLINGGAU
ANGKATAN X / TAHUN 2019
BAB I
PENDAHULUAN
A. LATAR BELAKANG
Pemilihan Umum (Pemilu) adalah proses memilih seseorang untuk
mengisi jabatan politik tertentu. Jabatan tersebut beraneka-ragam, mulai
dari jabatan presiden/eksekutif, wakil rakyat/legislatif diberbagai tingkat
pemerintahan, sampai kepala desa. Pada konteks yang lebih luas, Pemilu
dapat juga berarti proses mengisi jabatan-jabatan seperti ketua OSIS atau
ketua kelas, walaupun untuk ini kata 'pemilihan' lebih sering digunakan.
Pemilu merupakan salah satu usaha untuk memengaruhi rakyat
secara persuasif (tidak memaksa) dengan melakukan kegiatan retorika,
hubungan publik, komunikasi massa, lobi dan lain-lain kegiatan. Meskipun
agitasi dan propaganda di Negara demokrasi sangat dikecam, namun
dalam kampanye pemilihan umum, teknik agitasi dan teknik propaganda
banyak juga dipakaioleh para kandidat atau politikus selalu komunikator
politik.
Dalam Pemilu, para pemilih dalam Pemilu juga disebut konstituen, dan
kepada merekalah para peserta Pemilu menawarkan janji-janji dan
program-programnya pada masa kampanye. Kampanye dilakukan selama
waktu yang telah ditentukan, menjelang hari pemungutan suara. Setelah
pemungutan suara dilakukan, proses penghitungan dimulai. Pemenang
Pemilu ditentukan oleh aturan main atau sistem penentuan pemenang
yang sebelumnya telah ditetapkan dan disetujui oleh para peserta, dan
disosialisasikan ke para pemilih.
B. RUMUSAN MASALAH
1. Apakah phenomena yang terjadi dalam peristiwa pilpres dan pileg
2019 sekarang disebabkan, pihak-pihak terkait (KPU, Bawaslu,
Capres/cawapres, dan caleg) tidak melaksanakan semua ketentuan
perundang-undangan yang ada secara murni dan konsekwen.?
2. Bagaimana cara anda menyelesaikan kekisruhan pilpres dan pileg
2019 sehingga tidak menimbulkan bencanan asional ditinjau dari
aspek ontology, epistimologi, dan aksiologi.?
3. Apakah menurut anda, ada relevansinya mahasiswa memelajari
matakuliah Filsafat Ilmu dihubungkan dengan kekisruhan yang terjadi
dalam pilpres dan pileg tahun 2019 ? jelaskan apa yang anda tau
tentang filasafat ilmu ?
C. TUJUAN
Tujuan pembuatan makalah ini adalah agar para pembaca dapat
mengetahui apa saja fenomena yang terjadi pada pemilihan umum di
Indonesia baik dari pemilihan umum capres/cawapres dan caleg, serta
mengetahui cara menyelesaikan kekisruan yang terjadi pada pemilu di
Indonesia, selain itu mahasiswa juga dapat mengetahui mengenai mata
kuliah Filsafat Ilmu yang berhubungan dengan pemilihan umum di
Indonesia.
BAB II
PEMBAHASAN
A. Phenomena yang terjadi dalam PILPRES dan PILEG tahun 2019
Pilpres dan Pileg 2019 mengukir sejarah pemilihan umum di Indonesia
karena mengingat pemilukada ini dilaksanakan serentakyaitu pemilihan
presiden
dan
wakil
presiden,pemilihan
legislative
DPR
RI,DPRD
prov,DPRDkota/kabupaten.dimana pemilukada tahun 2019 banyak terjadi
kecurangan politik,data pemilih yang tidak update di lapangan,dan
kekurangan surat suara,penggelembungan suara salahsatu calon.dan
pemilu 2019 ini juga banyak memakan korban meninggal contoh anggota
PPS dan KPPS yang mengalami kelelahan karena perhitungan suara
,serta money politik yang bertebaran dari pihak caleg.Pemilu 2019
sebaiknya dikaji ulang agar tidak menimbulkan masalah masalah yang
terjadi di tahun 2019 dan untuk data yang digunakan harusla terupdate
dan
jangan
menggunakan
data
yang
sudahtidakvalid.data
yang
masukitusangatmempengaruhikecurangandanpenggelembungan
data
.Pemilihan umum tahun 2019 sangat rentan dengan kecurangan di
lapangan di pihak PPS,KPPS,dan KPU dan Banwaslu
B. Cara penyelesaikan kekisruhan PILPRES dan PILEG tahun 2019
ditinjau dari aspek Ontology, Epistimologi, dan Aksiologi
a.ASPEK ONTOLOGY
Berasal dari bahasa yunani : on/ontos = ada dan logos = ilmu. Jadi
ontology adalah ilmu tentang yang ada. Secara ringkas membahas
realitas atau suatu identitas dengan apa adanya. Pembahasan mengenai
ontology berarti membahas kebenaran suatu fakta.Jadikalo menurut
aspekOntology untuk menyelesaikan
pemilihan
umum
maka
kita
atau
harus
menghindari
mengetahui
kekisruhan
permasalahan
permasalahan yang mungkin timbul pada saat pelaksanaan pemilihan
umum tersebut .dan mencari alternative penyelesaian terbaik atas
masalah itu berdasarkan ilmu yang ada,ataufakta yang ada di lapangan
missal adanya penggelembungan suara yang terjadi pada salah satu
anggota calon yang tidaksesuai dengan suratsuara bisa kita melakukan
penghitungan ulang.
b.ASPEK EPISTIMOLOGI
Dengan majunya teknologi di masa ini maka kita dengan mudah untuk ikut
mencari tahu apa yang sedang terjadi atau ikut memantau perhitungan
suara yang telah masuk melalui teknologi yang ada,misaldari media
telekomunikasi.dan dengan majunya teknologi sekarang telah banyak
lembaga survey yang ada yang ikut membantu atau menghitung suara
yang sudah masuk meski dalam waktu beberapa jam setelah pelaksanaan
pemilu meski masih berupa perkiraan yang belum pasti.
C. c. ASPEK AKSIOLOGI
Jadi menurut aspek aksiologi maka pemasalahan yang ada di
pemilihan umum 2019 harus berdasarkan etika dan estetika yang
ada yang berkaitan dengan norma norma yang ada di masyarakat
dan menindak tegas pihak yang melakukan kecurangan dalam
penghitungan suara sehingga menimbulkan efek jera untuk
kedepannya.
D. Hubungan Filsafat Ilmu terhadap kekisruhan dalam PILPRES dan
PILEG tahun 2019
Dengan adanya kelemahan pada regulasi serta kondisi kepemiluan
tahun 2019, Pengawasan pemilu harus lebih diperkuat, mengingat
berbagai potensi pelanggaran diperkirakan akan marak terjadi.
Pertama, Bawaslu harus melakukan upaya pencegahan kepada partai
politik sebagai strategi utama pengawasan. Bentuk pencegahan
tersebut dapat dilakukan melalui lisan dan tulisan. Sejauh ini Bawaslu
sudah baik dalam melakukan upaya pencegahan. Salah satunya
adalah ketika melakukan pengawasan tatap muka atau pertemuan
terbatas. Bawaslu terlebih dahulu menyampaikan beberapa hal yang
bisa berpotensi melanggar agar tidak dilakukan oleh peserta pemilu
Kedua, Bawaslu wajib melakukan adanya keterbukaan informasi
kepada public dalam segala persoalan tahapan baik yang menyangkut
dengan data KPU ataupe serta pemilu. Misalnya saja ketika terjadi
praktik money politics di suatu tempat kejadian yang dilakukan oleh
peserta pemilu. Meskipun ketika dilakukan penanganan hanya sampai
sanksi administrasi, tapi paling tidak ketika hal itu diinformasikan ada
kepekaan public atas persoalan yang terjadi. Secara bertahap public
akan melakukan penilaian terhadap tahapan yang sedang berlangsung.
Dengan begitu, pola komunikasi yang dilakukan oleh pengawas pemilu
dapat terbangun dengan sendirinya dan mampu meningkatkan
kepercayaan publik terhadap Bawaslu. Ketiga, pengawas pemilu
sampai ketingkat desa melakukan pengawasan yang ekstra ketat
terhadap daerah-daerah yang sedang terkena dampak bencana. Ini
bisa berpotensi dimanfaatkan oleh peserta pemilu sebagai ajang
kampanye
untuk
meraih
simpati
pemilih
dengan
sumbangan-
sumbangan yang diberikan, Hidup dan mati Pemilu 2019 ada di 16
partai politik, dua pasang calon presiden dan wakil presiden, serta
perseorangan dewan perwakilan daerah. Segala daya upaya akan
dikerahkan
oleh
seluruh
peserta
pemilu
untuk
memenangkan
kontestasi. Di sinilah pengawas pemilu menjadi salah satu kunci
keberhasilan pengawasan pada proses danhasil yang sesuai dengan
aturan perundang-undangan untuk mewujudkan pemilu berkualitas dan
berintegritas.
3. Apakah menurut anda, ada relevansinya mahasiswa memelajari mata
kuliah Filsafat Ilmu dihubungkan dengan kekisruhan yang terjadi dalam
pilpres dan pileg tahun 2019. ? jelaskan apa yang anda tau tentang
filasafat ilmu.
Dengan belajar filsafat, akan mendapatkan beberapa ketrampilan
antara lain, memikirkan suatu masalah secara mendalam dan kritis,
membentuk argumen dalam bentuk lisan maupun tulisan secara
sistematis dan kritis, mengkomunikasikan ide secara efektif, dan
mampu berpikir secara logis dalam menangani masalah-masalah
kehidupan yang selalu tak terduga.
Dengan belajar filsafat, anda akan
dilatih menjadi manusia yang utuh, yakni yang mampu berpikir
mendalam, rasional, komunikatif. Apapun profesi anda, kemampuankemampuan ini amat dibutuhkan. Kemampuan berpikir logis dan
abstrak, kemampuan untuk membentuk argumen secara rasional dan
kritis, serta kemampuan untuk menyampaikan ide secara efektif, kritis,
dan rasional, akan membuat anda mampu berkarya di berbagai bidang,
akan mendapatkan wawasan yang amat luas, yang amat berguna
untuk mengembangkan diri dan profesi.
3. Apakah menurut anda, ada relevansinya mahasiswa memelajari mata
kuliah Filsafat Ilmu dihubungkan dengan kekisruhan yang terjadi dalam
pilpres dan pileg tahun 2019. ? jelaskan apa yang anda tau tentang
filasafat ilmu.
Dengan belajar filsafat, akan mendapatkan beberapa ketrampilan
antara lain, memikirkan suatu masalah secara mendalam dan kritis,
membentuk argumen dalam bentuk lisan maupun tulisan secara
sistematis dan kritis, mengkomunikasikan ide secara efektif, dan
mampu berpikir secara logis dalam menangani masalah-masalah
kehidupan yang selalu tak terduga.
Dengan belajar filsafat, anda akan
dilatih menjadi manusia yang utuh, yakni yang mampu berpikir
mendalam, rasional, komunikatif. Apapun profesi anda, kemampuankemampuan ini amat dibutuhkan. Kemampuan berpikir logis dan
abstrak, kemampuan untuk membentuk argumen secara rasional dan
kritis, serta kemampuan untuk menyampaikan ide secara efektif, kritis,
dan rasional, akan membuat anda mampu berkarya di berbagai bidang,
akan mendapatkan wawasan yang amat luas, yang amat berguna
untuk mengembangkan diri dan profesi.
Download