Uploaded by User63599

UnsurLogam

advertisement
UNSUR LOGAM
Lintannisa Rahmatia, M.Si
KIMIA ANORGANIK
IKATAN LOGAM
1
Memiliki daya hantar listrik/ panas
yang baik
2
Keras, dapat ditempah dan
ditarik (Meabilitas &
Duktilitas)
3
Tersusun dalam kristal logam
dalam bentuk padatnya
4
Memiliki titik didih dan titik
leleh tinggi
5
Mengkilap
Sifat Logam
Te o r i y a n g M e n j e l a s k a n
Ikatan Logam
01
02
03
Teori Awan Elektron
Teori Resonansi
Teori Orbital
Molekul
Te o r i A w a n
Elektron
01
• Menurut Drude dan Lorentz pada awal abad ke-20, di
dalam kristal logam, setiap atom melepaskan elektron
valensinya
kation
sehingga
membentuk
yang bermuatan
positif
awan
tersusun
elektron
dan
rapat dalam
awan elektron tersebut.
• Te o r i
ini
elektron
memprediksi
berdasarkan
probabilitas
pada
posisi
fungsi
dasarnya
kemungkinan
lokasi
probabilitas.
Fungsi
menggambarkan
wilayah
seperti awan di mana elektron mungkin ditemukan.
TEO RI AWAN
ELEKTRON
Ikatan
logam
dapat
didefenisikan sebagai gaya
tarik antara kation-kation
logam dengan awan elektron
yang bermuatan negatif yang
terbentuk
dari
elektron
valensi yang dilepaskan dari
atom-atom logam.
02 T E O R I R E S O N A N S I
• Pada
tahun
logam
1965
dengan
Pauling
mengemukakan
menetapkan
konsep
ikatan
resonansi.
Menurut teori ini ikatan logam merupakan ikatan
kovalen yang dapat didelokalisasikan ke semua atom
yang terdapat dalam kristal logam.
• Pauling
meninjau
kristal
logam
Li,
dari
pola
d i f ra k s i s in a r- X d a p a t d i k et a h u i b a h w a s e t ia p a t o m
Li dikelilingi oleh 8 atom Li yang lain. Bila atom Li
menggunakan elektron valensinya, maka resonansi
pasangan
ikatan
Li-Li
didalam kisi kristalnya.
terjadi
secara
serempak
TEORI
RESONANSI
• Sehingga ikatan logam
menurut teori ini adalah
ikatan yang terjadi antara
atom logam dengan 8 atau
12 atom logam yang
lainnya. Misalnya ikatan
antara logam Na dengan 8
logam Na yang lainnya.
T E O R I O R B I TA L
MOLEKUL
03
• Te o r i i n i d i s e b u t j u g a t e o r i p i t a e n e r g i , o r b i t a l orbital yang sama dari atom-atom logam mengalami
kombinasi linear membentuk orbital-orbital bonding
dan
orbital-orbital
tersebut
memiliki
antibonding.
perbedaan
Orbital-orbital
tingkat
energi
yang
kecil dan membentuk suatu pita yang disebut dengan
pita energi.
TEORI
O R B I TA L
MOLEKUL
• Ikatan logam adalah ikatan yang
disebabkan oleh adanya elektron
valensi suatu logam yang tidak
terarah (delocalized). Misalnya pada
logam Li memiliki struktur 1s2 2s1.
Elektron 1s2 terdapat dalam orbital
yang terarah (localized) sedangkan
elektron dalam 2s1 terdapat pada
orbital tidak terarah (delocalized).
Elektron 2s inilah yang akan
membentuk ikatan.
P I TA E N E R G I
3 MACAM PITA
ENERGI
 Pita
Valensi,
berisi
elektron penuh
 Pita Konduksi, berisi
elektron
setengah
penuh
 Pita
Terlarang,
berisi elektron
tidak
S I FAT L O G A M YA N G D A PAT D I J E L A S K A N
LOGAM BERSIFAT
MENGKILAP
Elektron yang bergerak bebas pada
logam dapat menyerap foton cahaya.
Bila cahaya tampak jatuh pada
permukaan logam, cahaya tersebut
akan terserap lalu sebagian elektron
valensi yang mudah bergerak
tersebut akan tereksitasi. Ketika
elektron yang tereksitasi tersebut
kembali kepada keadaan dasarnya,
maka energi cahaya dengan panjang
gelombang tertentu akan
dipancarkan kembali.
S I FAT L O G A M YA N G D A PAT D I J E L A S K A N
LOGAM BERSIFAT
MENGHANTARKAN LISTRIK
Daya hantar listrik pada logam,
disebabkan karena adanya elektron
valensi yang mudah bergerak.
elektron-elektron valensi tersebut
bebas bergerak dalam medan listrik
yang ditimbulakan sumber arus
sehingga listrik dapat mengalir
melalui logam.
S I FAT L O G A M YA N G D A PAT D I J E L A S K A N
LOGAM BERSIFAT
MENGHANTARKAN PANAS
Daya hantar panas disebabkan
adanya elektron yang dapat bergerak
dengan bebas. Bila bagian tertentu
dipanaskan, maka elektron-elektron
pada bagian logam tersebut akan
menerima sejumlah energi sehingga
energi kinetisnya bertambah dan
gerakannya makin cepat. Elektronelektron yang bergerak dengan cepat
tersebut menyerahkan sebagian
energi kinetisya kepada elektron lain
sehingga seluruh bagian logam
menjadi panas dan naik suhunya.
S I FAT L O G A M YA N G D A PAT D I J E L A S K A N
LOGAM DAPAT DITEMPA,
DIBENGKOKAN DAN DITARIK
Karena elektron valensi mudah
bergerak dalam kristal logam, maka
elektron-elektron tersebut mengelilingi
ion logam yang bermuatan positif
secara simetri. Gaya tarik antara ion
logam dan elektron valensi sama
kesegala arah.
Karena gaya tarik tersebut, maka
suatu lapisan ion logam yang
bermuatan positif dalam kisi kristal
mudah bergeser.
Bila sebuah ikatan logam putus, maka
segera terbentuk ikatan logam baru.
PREPARASI LOGAM
1
Pemekatan Logam
2
Ekstraksi
3
Pemurnian Logam
METALURGI
PROSEDUR PENGOLAHAN LOGAM DARI
BIJIHNYA
Pemekatan Logam
Cara Fisika
• Metode Flotasi
• Metode Elektromagnetik, pemekatan logam besi
Cara Kimia
• Proses Bayer, pemekatan logam alumunium
Al2O3 (s) + 2 NaOH (aq) + 3 H2O (l) ---> 2 NaAl(OH)4 (aq)
2 NaAl(OH)4 (aq) + CO2 (g) ---> 2 Al(OH)3 (s) + Na2CO3 (aq) + H2O (l)
2 Al(OH)3 (s) ---> Al2O3 (s) + 3 H2O (g)
Ekstraksi
Ekstraksi logam dari bijih pekat melibatkan proses reduksi logam dari tingkat
oksidasi positif menjadi logam bebas.
Sintering
Pelengketan, pemanasan bijih lembut tanpa pelelehan untuk membentuk
partikel lebih besar
Kalsinasi
Pemanasan bijih karbonat atau oksida untuk membebaskan gas karbon
dioksida atau produk yang mudah menguap
4 FeCO3 (s) + O2
PbCO3 (s)
2 Fe2O3 (s) + 4 CO2 (g)
PbO (s) + CO2 (g)
Ekstraksi
Roasting
Proses pemanasan dalam oksigen atau udara di bawah titik leleh bijih yang
bersangkutan, biasanya dilakukan pada bijih sulfida untuk memperoleh
oksidanya
2 PbS (s) + 3 O2 (g)
2 PbO (s) + 2 SO2 (g)
2 ZnS (s) + 3 O2 (g)
2 ZnO (s) + 2 SO2 (g)
Bijih logam yang kurang reaktif dapat dipanggang sampai menjadi logam bebas
Hg (s) + O2 (g)
PbO (s) + CO (g)
Hg (g) + SO2 (g)
Pb (l) + CO2 (g)
Ekstraksi
Proses untuk ekstraksi, reduksi dan pemurnian logam dapat dibagi dalam 3
macam metalurgi
Pirometalurgi
Proses reduksi menggunakan kalor (temperatur tinggi) untuk mengubah atau
mereduksi mineral.
Contohnya Smelting, reduksi mineral menghasilkan lelehan logam yang dapat
dipisahkan dari batuan yang tak diinginkan.
ZnO (s) + C (s)
Zn (s) + CO (g)
Reduktor
SiO2 (s) + CaCO3 (s)
Pengotor
fluks
CaSiO3 (l) + CO2 (g)
slag
Ekstraksi
Natrium
Elektrometalurgi
Proses reduksi mineral
atau
yang
energi
pemurnian
logam
menggunakan
listrik.
Contoh
elektrometalurgi
adalah
proses ekstraksi logam
Natrium dan Alumunium
Ekstraksi
Alumunium
Ekstraksi
Hidrometalurgi
Proses yang melibatkan air dalam ekstraksi dan reduksi logam. Proses penting
dalam Hidrometalurgi adalah Leaching. Setelah proses leaching logam atau
senyawanya terlarut dalam bentuk ion biasa atau ion kompleks.
2 CuFeS2 (s) + H2SO4
bijih tembaga
Larutan leach
2 CuSO4 (aq) + Fe2O3 (s) + 3 S (g) + H2O (l)
4 Au (s) + 8 CN- (aq) + O2 (g) + H2O (l)
bijih emas
larutan leach
4 [Au(CN)2]- (aq) + 4 OH- (aq)
Setelah logam dalam bijih diubah menjadi ion dalam larutan, kemudian
direduksi
CuSO4 (aq) + Fe (s)
2 [Au(CN)2]- (aq) + Zn (s)
FeSO4 (aq) + Cu (s)
2 Au (s) + [Zn(CN)4]- (aq)
Ekstraksi
Keuntungan Hidrometalurgi :
01 Bijih tidak
02 Mengurangi
03 Menghilangkan
04 Efektif untuk
perlu
penggunaan
polusi udara
bijih
dipekatkan
batubara dan
dari proses
berkadar
kokas untuk
pirometalurgi
rendah
pemanggangan
Pemurnian Logam
Logam kasar perlu dilakukan pemurnian (Refining) ditinjau dari 2 aspek
•
Zat pengotor dapat menyebabkan logam tidak dapat digunakan dengan
baik. Tembaga yang mengandung Arsen dalam jumlah yang sangat
sedikitppun mengurangi daya hantar listrik 10% - 20%
• Zat pengotor dalam logam mempunyai nilai ekonomis. Perak
merupakan hasil samping metalurgi Timbal dan Tembaga.
Cara memurnikan logam
• Elektrolitik (Tembaga)
• Oksidasi zat pengotor (Besi)
• Distilasi logam dengan titik leleh rendah seperti Raksa , Nikel dan
Seng
• Zone Refining (pemurnian zona)
Pemurnian Logam
Besi dan Baja
01
Preparasi Besi Tanur Tinggi
02
Preparasi Baja
P r e p a r a s i B e s i - Ta n u r T i n g g i
Bahan mentah untuk preparasi Besi adalah
• Bijih besi yang telah dipekatkan
• Kokas
• Batu kapur (CaCO3), sebagai fluks
Besi kasar (besi gubal) diproduksi dalam tanur
tinggi dengan ketinggian sampa 100 kaki dan
diameter 25 kaki dilapisi dengan batu bata
tahan panas.
Preparasi Baja
Tujuan Utama Preparasi Baja
• Membakar habis pengotor-pengotor yang tidak
diinginkan dari besi gubal
• Menambahkan sejumlah logam atau material lain
untuk memperoleh sifat-sifat logam yang diinginkan
Jika pengotor utama adalah Mangan maka fluks asam yang harus digunakan adalah
oksida non logam (SiO2).
Jika pengotor utamanya Silikon atau Fosfor, maka fluks basa yang harus digunakan
seperti Magnesium Oksida atau Kalsium Oksida, sehingga terbentuk silikat atau Pospat
TUGAS
1
Tugas Kelompok
5-6 orang
Paper
Tulis Tangan
2
Aplikasi
logam
di
kehidupan,
Sifat
logam
yang
dimanfaatkan,
Proses pembuatan logam
3
Deadline,
sebelum
pertemuan ke 13
Paper, PPT dan Lampiran
Daftar Pustaka
Pertemuan 13 presentasi
secara acak
THANK YOU
Inorganic Chemist
L
o
g
a
U m
n
s
u
r
Download