Uploaded by common.user62330

Hukum Faraday: Induksi Elektromagnetik untuk SMA

advertisement
SEMESTER GANJIL
LKPD
HUKUM FARADAY
SMA/MA Sederajat | Semester Ganjil
Satuan Pendidikan
Mata Pelajaran
Kelas/Semester
Sub Materi
Alokasi Waktu
:
:
:
:
:
SMA
Fisika
XII / I (Ganjil)
Hukum Faraday
1x45 menit
KOMPETENSI DASAR
3.4 Menganalisis fenomena induksi elektromagnetik dalam kehidupan sehari-hari
4.4 Melakukan percobaan tentang induksi elektromagnetik berikut presentasi hasilnya dalam
kehidupan sehari-hari
INDIKATOR
3.4.1 Menjelaskan konsep Hukum Faraday
3.4.2 Mendiskusikan hubungan hukum Faraday dalam kehidupan sehari-hari
3.4.3 Menganalisis aplikasi Hukum Faraday dalam produk teknologi
4.4.1
Menyajikan laporan tertulis dari berbagai percobaan induksi elektromagnetik dan
mempresentasikan hasilnya dalam kehidupan sehari-hari
Penemuan Gaya Gerak Listrik Induksi
Jika kuat arus listrik dapat menimbulkan medan magnet di
sekitarnya, seperti yang telah ditemukan oleh Oersted,
maka Arus Michael Faraday berpikir sebaliknya.
Menurutnya arus listrik dapat timbul jika magnet batang
digerakkan keluar masuk dalam kumparan. Arus listrik
yang ditimbulkannya arahnya bolak-balik. Timbulnya arus
listrik menunjukkan bahwa antara dua ujung kumparan
memiliki beda potensial (ggl = gaya gerak listrik). Gaya
gerak listrik yang timbul dengan cara ini disebut gaya
gerak listrik induksi. Peristiwa ini disebut induksi
elektromagnet, sedangkan arus yang dihasilkan disebut
arus induksi.
Timbulnya ggl induksi pada ujung-ujung kumparan dapat dijelaskan sebagai berikut :
a. Jika kutub sebuah magnet dimasukkan ke dalam kumparan maka terjadi perubahan jumlah garis
gaya magnet yang dilingkupi kumparan, yaitu garis-garis gaya yang masuk ke dalam kumparan
bertambah.
b. Jika kutub magnet itu dikeluarkan dari kumparan, jumlah garis-garis di dalam kumparan berkurang.
c.
Jika kutub magnet tidak bergerak, jumlah garis-garis gaya di dalam kumparan tetap.
Jadi, timbulnya ggl induksi itu terjadi jika terdapat perubahan jumlah garis gaya magnet yang
dilingkuki/menembus kumparan.
Perubahan jumlah garis gaya magnet yang masuk ke dalam kumparan dapat ditimbulkan dengan
cara-cara berikut :
a. Menggerakkkan sebuah magnet batang masuk dan keluar kumparan.
b. Memutar sebuah magnet batang di dekat kumparan
c. Menggerakkan kumparan terhadap kutub magnet
Jika batang magnet yang dimasukkan ke dalam kumparan dilakukan secara berulang-ulang, maka
akan kita saksikan bahwa jarum galvanometer bergerak ke kanan (kutub (+) dan ke kiri (-). Dengan
demikian, pada saat batang magnet digerakkan keluar masuk kumparan, maka pada kumparan mengalir
arus dan terdapat tegangan listrik bolak-balik.
Faktor-faktor yang mempengaruhi ggl induksi pada kumparan sebagai berikut :
a. Kecepatan gerak magnet. Semakin cepat gerakan magnet, ggl iduksi yang timbul semakin besar.
b. Kekuatan magnet, Semakin kuat magnet, ggl induksi yang timbul semakin besar
c. Jumlah lilitan pada kumparan, Semakin banyak jumlah lilitan kumparan, ggl induksi yang timbul
semakin besar.
d. Inti kumparan, Jika kumparan diberi inti besi, ggl induksi yang timbul besar daripada kumparan tanpa
inti.
Persamaan Gaya Gerak Listrik (GGL) Induksi
Besar ggl induksi pada percobaan Faraday dapat dituliskan dalam bentuk rumus sebagai berikut :
 ind = ggl
ind = - N 

induksi (volt)
N = jumlah lilitan
 = perubahan garis gaya (weber)
 = selang waktu (sekon)
Tanda negatif berati sesuai dengan Hukum Lenz , yaitu “Ggl Induksi selalu membangkitkan arus
yang medan magnetiknya berlawanan dengan sumber perubahan fluks magnetik”.
Download