Inilah Gambar obat kemaluan gatal dan sakit ketika kencing - Pasti malu rasanya jika harus menggaruk gatal di bawah sana ketika sedang di keramaian. Apalagi jika serangan gatal datang tiba-tiba, dan Anda juga tidak tahu apa penyebabnya. Tunggu. Ada banyak penyebab vagina gatal yang cukup remeh, seperti keringat berlebih atau gesekan dengan kain celana dalam. Namun, gatal pada kemaluan mungkin juga jadi pertanda dari masalah yang lebih serius. Infeksi vagina, misalnya. Layanan Via WhatsApp Otomatis [KLIK DISINI] Anda bisa cari tahu apa saja kemungkinan penyebab gatal pada vagina di artikel ini. Meski begitu, Anda tetap perlu berkonsultasi ke dokter untuk mendapat diagnosis dan perawatan yang tepat. Sebab jika sembrono menebak penyebabnya dan mencoba sembarang obat, Anda malah berisiko terkena masalah kesehatan lain yang lebih serius. Apa saja penyebab vagina gatal? Berikut beragam hal yang jadi penyebab vagina terasa gatal, dari yang umum sampai paling bahaya: 1. ‘Kecelakaan’ saat bercukur Kulit vagina akan langsung terasa halus dan bersih setelah selesai bercukur. Namun saat nantinya rambut kemaluan tumbuh kembali, Anda akan sangat mungkin merasa gatal. Hati-hati juga saat memilih alat cukurnya. Kulit area vagina dan selangkangan sangatlah sensitif. Ketika alat cukur Anda tidak bersih atau cara mencukur Anda salah, ini bisa menyebabkan kulit vagina memerah dan gatal. Mungkin juga terasa panas seperti terbakar. Cara mengatasinya: jangan mencukur rambut kemaluan sampai habis. Pangkas sedikit ujung-ujung rambutnya saja dan sisakan beberapa sentimeter. Pilihlah alat cukur yang sesuai dengan kualitas terbaik. Alternatifnya, Anda bisa coba metode bikini wax agar tidak gatal-gatal setelahnya. Setelah bercukur atau waxing, oleskan krim atau losion hypoallergenic untuk melindungi kulit vagina. Mintalah rekomendasi dari teman atau petugas toko untuk memilihkan produk yang tepat. 2. Bacterial vaginosis Bacterial vaginosis (BV) adalah penyebab paling umum dari gatal pada vagina. BV disebabkan oleh peradangan dari infeksi bakteri yang mengubah kondisi pH dalam vagina. Seks tanpa kondom dan rutin membersihkan vagina dengan douching dapat meningkatkan risiko Anda kena BV. Kondisi ini bisa dialami wanita di segala usia, tapi paling sering menyerang wanita usia subur. Selain rasa gatal pada vagina, infeksi ini juga ditandai dengan berbagai gejala seperti: => Keputihan dengan tekstur yang lebih cair dan berwarna keabuan, putih, atau hijau => Vagina berbau amis atau busuk => Rasa gatal pada vagina => Rasa terbakar saat buang air kecil Cara mengatasinya: dokter biasanya meresepkan antibiotik dalam bentuk pil, krim, atau kapsul (disebut ovula) yang dimasukkan ke dalam vagina. Jika Anda sedang hamil, dokter akan meresepkan antibiotik pil. BV biasanya akan mereda dalam 2-3 hari setelah diobati antibiotik. Namun, lama pengobatan dapat berlangsung selama 7 hari. Jangan hentikan penggunaan obat sebelum jangka waktu resep habis. Bahkan jika Anda sudah merasa baikan. Pastikan untuk menaati aturan pakai dan jangka waktu penggunaan dosis. 2. Infeksi jamur Tiga dari 4 wanita di dunia pernah mengalami infeksi jamur vagina minimal sekali dalam hidupnya. Infeksi jamur terjadi saat ragi Candida albicans yang hidup alami di vagina malah berkembang liar. Ada pun faktor yang dapat meningkatkan risiko Anda kena infeksi jamur vagina adalah perubahan hormon saat hamil, hubungan seks, konsumsi antibiotik, dan menurunnya daya tahan tubuh. Selain gatal pada vagina, infeksi Candidiasis juga menjadi penyebab munculnya keputihan abnormal berupa lendir kental berwarna putih susu keruh. Cara mengatasinya: Infeksi jamur taraf ringan masih bisa diobati dengan krim antijamur nonresep. Namun, ada baiknya untuk tetap konsultasi dulu ke dokter sebelum terburu-buru membeli obat di apotek. Untuk menghindari infeksi berulang, dokter dapat merekomendasikan obat mengandung probiotik acidophillus dalam dosis tinggi untuk mengerem pertumbuhan jamur. 3. Dermatitis kontak Dermatitis kontak adalah jenis iritasi kulit yang disebabkan oleh alergi terhadap bahan kimia dalam produk tertentu. Maka jika kulit Anda sangat sensitif terhadap kandungan atau bahan pembuat kondom, lubrikan seks, sampo dan sabun, pelembut pakaian, tisu basah berpewangi, douche, hingga deterjen pakaian, vagina akan rentan gatal karenanya. Selain gatal, dermatitis kontak juga jadi penyebab kulit vagina bengkak memerah dan akhirnya menebal keras. Cara mengatasinya: kemunculan gejala dermatitis kontak bisa dicegah dan diatasi dengan menghindari pemicunya. Jika Anda tahu kulit Anda sensitif dan rentan iritasi, gunakan produk perawatan tubuh hypoallergenic. Selain itu, hindari bercukur dan menggunakan vaginal douche. Cukup bilas atau basuh vagina dari depan ke belakang dengan air bersih setiap kali akan membersihkannya. Kemudian, keringkan dengan baik. Meski gatalnya tak tertahankan, jangan pernah digaruk. Menggaruk vagina malah akan membuatnya terasa semakin gatal dan akhirnya terluka. 4. Eksim Eksim adalah penyakit kulit yang juga bisa jadi penyebab vagina gatal dan memerah. Maka jika Anda punya eksim dan mengalami gatal di vagina, baiknya periksakan diri ke dokter. Bisa jadi eksim Anda sudah menyebar ke area sekitar kelamin. Selain gatal pada vagina, eksim dapat ditandai dengan: => Kulit kering => Rasa gatal yang tak tertahankan terutama di malam hari => Benjolan kecil yang kerap berair saat tergores => Bercak merah keabuan atau kecokelatan terutama pada tangan, kaki, pergelangan kaki, pergelangan tangan => Kulit yang menebal dan bersisik => Kulit menjadi sensitif dan bengkak karena garukan Eksim di area sekitar vagina membutuhkan obat khusus. Oleh karena itu, konsultasikanlah ke dokter spesialis kulit dan kelamin untuk mendapatkan perawatan yang tepat. 5. Psoriasis Dilansir dari laman National Psoriasis Foundation, gejala psoriasis dapat menyerang kulit vulva. Khususnya dalam bentuk plak atau inverse (terbalik). Maksudnya, gejala psoriasis bisa berkembang di jaringan dalam vagina. Inilah penyebab gatal pada vagina yang muncul dari dalam. Psoriasis jenis ini biasanya dapat dikenali dengan mengenali gejala berikut: => Kulit merah yang halus tidak bersisik tetapi terlihat seperti mengencang => Bercak kulit yang tebal degan sel sel kulit mati yang bersisik berwarna keperakan atau putih => Rasa gatal yang cukup parah di area kulit yang terkena => Rasa sakit di area kulit yang terkena Cara mengatasinya: dibanding jenis yang menyerang kulit badan, psoriasis di alat kelamin lebih sulit diobati. Ini karena area kulit kelamin lebih sensitif sehingga butuh obat yang tepat dengan berbagai pertimbangan khusus. Obat oles biasanya paling sering digunakan untuk mengatasi penyebab vagina gatal yang satu ini. 6. Penyakit kelamin Dari sekian banyak jenisnya, klamidia, herpes genital, trikomoniasis, dan gonore merupakan beberapa penyakit kelamin yang jadi penyebab gatal pada vagina. Penyakit kelamin umum menular lewat hubungan seks (vaginal, oral, anal) tanpa kondom. Selain itu, kebiasaan gonta-ganti pasangan seks dan sudah aktif berhubungan seks mulai di bawah usia 25 tahun dapat meningkatkan risiko Anda. Pada wanita, gejala penyakit kelamin yang paling khas adalah rasa gatal, nyeri, dan panas terbakar pada vagina. Sayangnya karena masalah vagina ini sangat umum, gejala penyakit kelamin pada wanita sering dikelirukan dengan masalah umum lain. Waspadalah jika Anda mengalami vagina gatal yang diikuti oleh gejala klasik lain dari penyakit kelamin, seperti nyeri saat buang air kecil, keputihan berbau busuk, dan sakit saat berhubungan seks. Segera hubungi dokter. Sebelum memastikan Anda positif kena, dokter dapat menyarankan Anda melakukan tes penyakit kelamin. Terutama jika Anda memang golongan yang berisiko tinggi. Cara mengatasinya: Jika terbukti positif kena penyakit kelamin, dokter dapat meresepkan Anda obat antibiotik atau antivirus (minum atau suntik) tergantung penyebabnya. 7. Menopause Kapan saja hormon estrogen Anda naik-turun, besar kemungkinan salah satu efek yang Anda rasakan adalah gatal pada vagina. Menstruasi, kehamilan, menggunakan pil KB, atau menopause bisa jadi penyebab vagina gatal sewaktu-waktu. Khususnya selama menopause, kadar estrogen akan menurun drastis yang kemudian menyebabkan dinding vagina mengering dan menipis. Kombinasi kondisi ini menjadi salah satu penyebab vagina terasa gatal sehingga Anda terus ingin menggaruknya. Cara mengatasinya: dokter biasanya akan meresepkan krim hormon yang dapat Anda oleskan lansung di area yang bermasalah. Namun, Anda juga dapat meminta untuk beralih ke versi pil jika gatal tidak kunjung menghilang. 8. Lichen sclerosus Lichen sclerosus adalah kondisi langka dan serius yang menyebabkan timbulnya bercak putih di kulit, khususnya di sekitar vulva. Kondisi ini paling mungkin ditemukan pada wanita setelah menopause. Ketika seseorang terkena penyakit ini, area kulit di sekitar vagina akan terasa sangat gatal. Bercak putih bisa muncul tiba-tiba di kulit, tapi para pakar berpendapat bahwa hormon atau sistem imun yang overakif mungkin memicunya. Bercak putih akibat lichen sclerosus dapat menjadi luka permanen di sekitar vagina. Lichen sclerosis perlu didiagnosis oleh dokter kandungan dan bisa diobati dengan obat resep. 9. Kutu kemaluan Faktanya, kutu tak hanya bisa muncul di rambut kepala saja tapi juga di kemaluan. Sama seperti kutu di kepala, kutu kemaluan juga membuat area sekitar vagina terasa gatal yang tak tertahankan. Rasa gatal muncul akibat gigitan kutu ke kulit kelamin dan keberadaan telur kutu di kulit hingga membuat iritasi. Jalur penyebaran kutu kelamin yang paling utama adalah hubungan seks. Namun, berbagi atau saling pinjam meminjam barang pribadi seperti handuk dan celana dalam juga bisa menyebarkan kutu. Begitu pula jika tidur bersama di sprei yang kotor dan berkutu. Cara mengatasinya: untuk menghilangkan penyebab vagina gatal ini dokter akan memberikan krim permethrin untuk bantu membunuh kutu. Namun, tentu saja mencegah lebih baik daripada mengobati. Agar terhindar dari kutu kemaluan, ada baiknya untuk tidak menginap di hotel yang tidak terjaga kebersihannya dan tukar pakai celana dalam meski sesama keluarga. 10. Stres Stres termasuk salah satu penyebab vagina gatal yang tak banyak disadari. Pasalnya, stres disebut-sebut bisa melemahkan sistem kekebalan tubuh seseorang. Ketika sistem kekebalan tubuh melemah, otomatis tubuh tidak bisa berfungsi secara maksimal. Padahal, sistem kekebalan tubuh atau imun berperan penting mencegah infeksi. Termasuk salah satunya infeksi bakteri pada vagina. 11. Kanker vulva Meski sangat jarang, kanker vulva termasuk penyakit yang bisa menjadi penyebab utama vagina mengalami gatal. Kanker ini juga turut ditandai dengan perdarahan di luar siklus haid dan rasa sakit di sekitar vulva. Kondisi ini bisa diobati asalkan didiagnosis secara dini dan diberikan perawatan sejak awal. Cara mengatasinya: penyebab gatal vagina ini hanya bisa diberantas lewat operasi, radioterapi, dan kemoterapi atau kombinasinya. Jadi, ketika penyakitnya diobati dengan tepat, gejala yang muncul menyertainya pun perlahan akan hilang. Kapan harus ke dokter? Jika dilihat dari penyebab, vagina yang gatal tidak selalu menandakan masalah serius. Meski begitu, jangan ragu untuk segera memeriksakan diri ke dokter saat rasa gatalnya tak lagi wajar. Anda juga perlu tetap berhatihati dan peka terhadap perubahan yang terjadi. Pasalnya, rasa gatal ini biasanya muncul hanya sebagai gejala penyakit utama. Dokter dapat menentukan apa penyebab gatal yang Anda alami melalui pemeriksaan dan tes tertentu. Setelah itu, barulah dokter akan merekomendasikan perawatan yang tepat sesuai kondisi. Berikut berbagai tanda dan gejala yang membuat Anda perlu segera pergi ke dokter, yaitu: => Rasa gatal tak kunjung hilang padahal sudah lebih dari satu minggu => Rasa sakit di area cagina => Kemerahan atau pembengkakan di area kelamin => Sulit buang air kecil => Keputihan yang tidak normal => Rasa sakit saat berhubungan seks => Munculnya bisul atau lecet pada vulva Gejala dan penyebab vagina gatal biasanya berbeda pada tiap wanita. Oleh karena itu, Anda perlu berkonsultasi ke dokter jika mengalami berbagai gejala lain yang tidak disebutkan. Dokter biasanya akan melakukan pemeriksaan panggul dan mengambil sampel cairan vagina untuk mencari tahu sumber masalahnya. Tes lain juga akan dilakukan jika diperlukan untuk menentukan penyebab utamanya. Nah, apakah Anda sudah pernah mencoba salah satu metode di atas? Jika belum dan Anda tidak ingin repot menggunakan bahan alami tersebut, tenang saja kami disini sudah merekomendasikan obat herbal kencing nanah yaitu (Gang Jie Gho Siah) obat tersebut cukup terbukti bisa menyembuhkan karena terbuat dari bahan-bahan alami dan tidak menggunakan campuran bahan kimia sedikitpun jadi aman dan tidak ada efek sampingnya. Jika Anda membutuhkannya bisa langsung Hub. No di bawah ini : Produk De Nature Indonesia untuk penyakit Infeksi Saluran Kencing (ISK), Gonore, Kencing Nanah, Rajasinga, Sipilis yaitu Gang Jie Gho Siah. Layanan Via WhatsApp Otomatis [KLIK DISINI] KOMPOSISI GANG JIE GHO SIAH : Komposisi obat Gang Jie. Obat Gang Jie dan Gho Siah merupakan produk eksklusif dari De Nature Indonesia. Kedua produk sudah resmi terdaftar di BPOM, Gang Jie POM.TR 173 300 491 dan Gho Siah POM.TR 173 305 881. Kandungan dalam Obat Gang Jie Gho Siah : Orthosiphon Stamineus Folium, Imperatae cylindrica rhozoma, Andrographis paniculata folium. Dan Gho Siah mengandung Lumbricus rubellus. MANFAAT DAN KHASIAT GANG JIE GHO SIAH : Herbal Gang jie Gho siah yang sangat aman dan tanpa adanya efek samping ini bisa di gunakan baik pada pria maupun wanita untuk mengatasi penyakit yang menginfeksi terutama pada daerah kelamin. Berikut ini Contoh Untuk Beberapa penyakit seperti : 1. Sipilis / Raja Singa Gang jie Gho siah bisa digunakan untuk mengatasi Sipilis, Sipilis disebabkan oleh adanya bakteri yang bernama Treponema pallidum, bakteri ini akan masuk kedalam tubuh penderita hanya melalui hubungan seks. Sipilis menular lewat hubungan seks dikarenakan sipilis menular melalui hubungan seks maka orang yang suka melakukan hubungan seks dengan berganti-ganti pasangan memiliki resiko besar untuk tertular oleh penyakit sipilis, perlu diketahui juga bahwa sipilis dapat masuk kedalam tubuh penderita lewat hubungan baik dari anal, oral, rektum dan vaginal. Infeksi terutama terlihat apabila ada kontak langsung dengan luka terbuka Sipilis yang sedang aktif. 2. Kencing Nanah (Gonore) Gang jie Gho siah bisa digunakan untuk mengatasi Gonore. Gonore merupakan penyakit kelamin yang disebabkan karena bakteri Neisseria gonorheae yang menginfeksi lapisan dalam saluran rektum, tenggorokan, kandung kemih, leher rahim,serta bagian putih mata. Penyakit Gonore ini bisa menyebar melalui aliran darah ke bagian organ tubuh lainnya terutama pada bagian kulit serta persendian. Penyakit Kencing Nanah dapat menyerang pria maupun wanita. Kencing Nanah pada wanita lebih sulit diketahui gejala awalnya karena wanita terbiasa mengalami fase Keputihan. 3. Infeksi Saluran Kemih (ISK) Gang jie Gho siah bisa digunakan untuk mengatasi ISK. Infeksi saluran kemih (ISK) ialah infeksi bakteri di bagian saluran kemih. Gejala dari saluran kemih akan muncul buang air kecil terasa sakit dan sering buang air kecil atau desakan untuk buang air kecil (atau keduanya), demam dan nyeri panggul. 4. Klamidia Gang jie Gho siah bisa digunakan untuk mengatasi Klamidia. Klamidia yaitu penyakit menular seksual yang disebabkan karena bakteri chlamydia trachomatis. Klamidia juga salah satu penyakit kelamin paling umum. Cukup sulit untuk seseorang untuk mengetahui apakah mereka terkena klamidia atau tidak, karena kebanyakan kasusnya tidak keluar gejala apapun pada awalnya. 5. Trikomoniasis Gang jie Gho siah bisa digunakan untuk mengatasi Trikomoniasis. Trikomoniasis merupakan penyakit menular seksual disebabkan karena parasit bersel satu disebut Trichomonas vaginalis. Apabila Anda berhubungan seks tidak menggunakan kondom dengan seseorang yang mempunyai infeksi ini, maka Anda dapat tertular. 6. Herpes genital Gang jie Gho siah bisa digunakan untuk mengatasi Herpes genital. Herpes disebabkan karena virus herpes simpleks (HSV) yang memasuki tubuh melalui luka kecil di kulit juga selaput lendir. Orang yang terinfeksi virus ini tidak pernah menyadari dirinya terkns infeksi karena herpes umumnya tidak menimbulkan tanda-tanda. 7. Human papillomavirus (HPV) Gang jie Gho siah bisa digunakan untuk mengatasi HPV. Human papillomavirus (HPV) ialah salah satu virus yang umum tertular melalui hubungan seksual tidak pakai kondom. Sama dengan yang lain, terkadang virus ini tidak menunjukkan gejala-gejala kemunculannya, Namun tetap ada beberapa tanda yang bisa Anda waspadai. Informasi untuk kenyamanan Konsumen, perusahaan kami ini sudah memiliki: bahwa Produk dari 1. Ijin Resmi Perusahaan dari Kementerian Kesehatan 2. Ijin BPOM, yang artinya sudah lulus uji stabilitas Produk 3. Sertifikat Halal MUI, sehingga kehalalannya bisa dipertanggung jawabkan 4. Apoteker Yang berpengalaman 5. Sudah melewati Proses Sortir Bahan Baku, Guna Menjaga Mutu Produk 6. Proses Produksi Sesuai Alur CPOTB (Cara Pembuatan Obat Tradisional Yang Baik Dan Benar) HARAP BACA SEBELUM PESAN: => Kami memberlakukan sistem transaksi online sebagaimana umumnya yaitu barang dikirim setelah kami menerima pembayaran => Kami akan memastikan barang sampai ke tangan Anda, jika tidak sampai uang kembali => Kami hanya menjual PRODUK ORIGINAL, jika palsu uang kembali 100% => Kami belum membuka cabang dimanapun jadi semua pembelian dilakukan secara online ke seluruh Indonesia => Barang dikirim via Tiki, JNE,J&T, Dan Pos jadi jangan takut barang tidak kami kirim, sebagai bukti pengiriman nanti kami infokan no resinya