Uploaded by common.user55595

Inilah Gambar obat kemaluan gatal dan sakit ketika kencing

advertisement
Inilah Gambar obat kemaluan gatal dan sakit ketika kencing - Pasti
malu rasanya jika harus menggaruk gatal di bawah sana ketika sedang di
keramaian. Apalagi jika serangan gatal datang tiba-tiba, dan Anda juga
tidak tahu apa penyebabnya. Tunggu. Ada banyak penyebab vagina gatal
yang cukup remeh, seperti keringat berlebih atau gesekan dengan kain
celana dalam. Namun, gatal pada kemaluan mungkin juga jadi pertanda
dari masalah yang lebih serius. Infeksi vagina, misalnya.
Layanan Via WhatsApp Otomatis [KLIK DISINI]
Anda bisa cari tahu apa saja kemungkinan penyebab gatal pada vagina di
artikel ini. Meski begitu, Anda tetap perlu berkonsultasi ke dokter untuk
mendapat diagnosis dan perawatan yang tepat. Sebab jika sembrono
menebak penyebabnya dan mencoba sembarang obat, Anda malah
berisiko terkena masalah kesehatan lain yang lebih serius.
Apa saja penyebab vagina gatal?
Berikut beragam hal yang jadi penyebab vagina terasa gatal, dari yang
umum sampai paling bahaya:
1. ‘Kecelakaan’ saat bercukur
Kulit vagina akan langsung terasa halus dan bersih setelah selesai
bercukur. Namun saat nantinya rambut kemaluan tumbuh kembali, Anda
akan sangat mungkin merasa gatal. Hati-hati juga saat memilih alat
cukurnya. Kulit area vagina dan selangkangan sangatlah sensitif. Ketika
alat cukur Anda tidak bersih atau cara mencukur Anda salah, ini bisa
menyebabkan kulit vagina memerah dan gatal. Mungkin juga terasa panas
seperti terbakar.
Cara mengatasinya: jangan mencukur rambut kemaluan sampai habis.
Pangkas sedikit ujung-ujung rambutnya saja dan sisakan beberapa
sentimeter. Pilihlah alat cukur yang sesuai dengan kualitas terbaik.
Alternatifnya, Anda bisa coba metode bikini wax agar tidak gatal-gatal
setelahnya. Setelah bercukur atau waxing, oleskan krim atau losion
hypoallergenic untuk melindungi kulit vagina. Mintalah rekomendasi dari
teman atau petugas toko untuk memilihkan produk yang tepat.
2. Bacterial vaginosis
Bacterial vaginosis (BV) adalah penyebab paling umum dari gatal pada
vagina. BV disebabkan oleh peradangan dari infeksi bakteri yang
mengubah kondisi pH dalam vagina. Seks tanpa kondom dan rutin
membersihkan vagina dengan douching dapat meningkatkan risiko Anda
kena BV. Kondisi ini bisa dialami wanita di segala usia, tapi paling sering
menyerang wanita usia subur.
Selain rasa gatal pada vagina, infeksi ini juga ditandai dengan
berbagai gejala seperti:
=> Keputihan dengan tekstur yang lebih cair dan berwarna keabuan, putih,
atau hijau
=> Vagina berbau amis atau busuk
=> Rasa gatal pada vagina
=> Rasa terbakar saat buang air kecil
Cara mengatasinya: dokter biasanya meresepkan antibiotik dalam bentuk
pil, krim, atau kapsul (disebut ovula) yang dimasukkan ke dalam vagina.
Jika Anda sedang hamil, dokter akan meresepkan antibiotik pil.
BV biasanya akan mereda dalam 2-3 hari setelah diobati antibiotik. Namun,
lama pengobatan dapat berlangsung selama 7 hari. Jangan hentikan
penggunaan obat sebelum jangka waktu resep habis. Bahkan jika Anda
sudah merasa baikan. Pastikan untuk menaati aturan pakai dan jangka
waktu penggunaan dosis.
2. Infeksi jamur
Tiga dari 4 wanita di dunia pernah mengalami infeksi jamur vagina minimal
sekali dalam hidupnya.
Infeksi jamur terjadi saat ragi Candida albicans yang hidup alami di vagina
malah berkembang liar. Ada pun faktor yang dapat meningkatkan risiko
Anda kena infeksi jamur vagina adalah perubahan hormon saat hamil,
hubungan seks, konsumsi antibiotik, dan menurunnya daya tahan
tubuh. Selain gatal pada vagina, infeksi Candidiasis juga menjadi
penyebab munculnya keputihan abnormal berupa lendir kental berwarna
putih susu keruh.
Cara mengatasinya: Infeksi jamur taraf ringan masih bisa diobati dengan
krim antijamur nonresep. Namun, ada baiknya untuk tetap konsultasi dulu
ke dokter sebelum terburu-buru membeli obat di apotek. Untuk
menghindari infeksi berulang, dokter dapat merekomendasikan obat
mengandung probiotik acidophillus dalam dosis tinggi untuk mengerem
pertumbuhan jamur.
3. Dermatitis kontak
Dermatitis kontak adalah jenis iritasi kulit yang disebabkan oleh alergi
terhadap bahan kimia dalam produk tertentu.
Maka jika kulit Anda sangat sensitif terhadap kandungan atau bahan
pembuat kondom, lubrikan seks, sampo dan sabun, pelembut pakaian, tisu
basah berpewangi, douche, hingga deterjen pakaian, vagina akan rentan
gatal karenanya. Selain gatal, dermatitis kontak juga jadi penyebab kulit
vagina bengkak memerah dan akhirnya menebal keras.
Cara mengatasinya: kemunculan gejala dermatitis kontak bisa dicegah
dan diatasi dengan menghindari pemicunya. Jika Anda tahu kulit Anda
sensitif dan rentan iritasi, gunakan produk perawatan tubuh hypoallergenic.
Selain itu, hindari bercukur dan menggunakan vaginal douche. Cukup bilas
atau basuh vagina dari depan ke belakang dengan air bersih setiap kali
akan membersihkannya. Kemudian, keringkan dengan baik. Meski
gatalnya tak tertahankan, jangan pernah digaruk. Menggaruk vagina malah
akan membuatnya terasa semakin gatal dan akhirnya terluka.
4. Eksim
Eksim adalah penyakit kulit yang juga bisa jadi penyebab vagina gatal dan
memerah. Maka jika Anda punya eksim dan mengalami gatal di vagina,
baiknya periksakan diri ke dokter. Bisa jadi eksim Anda sudah menyebar
ke area sekitar kelamin.
Selain gatal pada vagina, eksim dapat ditandai dengan:
=> Kulit kering
=> Rasa gatal yang tak tertahankan terutama di malam hari
=> Benjolan kecil yang kerap berair saat tergores
=> Bercak merah keabuan atau kecokelatan terutama pada tangan, kaki,
pergelangan kaki, pergelangan tangan
=> Kulit yang menebal dan bersisik
=> Kulit menjadi sensitif dan bengkak karena garukan
Eksim di area sekitar vagina membutuhkan obat khusus. Oleh karena itu,
konsultasikanlah ke dokter spesialis kulit dan kelamin untuk mendapatkan
perawatan yang tepat.
5. Psoriasis
Dilansir dari laman National Psoriasis Foundation, gejala psoriasis dapat
menyerang kulit vulva. Khususnya dalam bentuk plak atau inverse
(terbalik). Maksudnya, gejala psoriasis bisa berkembang di jaringan dalam
vagina. Inilah penyebab gatal pada vagina yang muncul dari dalam.
Psoriasis jenis ini biasanya dapat dikenali dengan mengenali gejala
berikut:
=> Kulit merah yang halus tidak bersisik tetapi terlihat seperti mengencang
=> Bercak kulit yang tebal degan sel sel kulit mati yang bersisik berwarna
keperakan atau putih
=> Rasa gatal yang cukup parah di area kulit yang terkena
=> Rasa sakit di area kulit yang terkena
Cara mengatasinya: dibanding jenis yang menyerang kulit badan,
psoriasis di alat kelamin lebih sulit diobati. Ini karena area kulit kelamin
lebih sensitif sehingga butuh obat yang tepat dengan berbagai
pertimbangan khusus. Obat oles biasanya paling sering digunakan untuk
mengatasi penyebab vagina gatal yang satu ini.
6. Penyakit kelamin
Dari sekian banyak jenisnya, klamidia, herpes genital, trikomoniasis, dan
gonore merupakan beberapa penyakit kelamin yang jadi penyebab gatal
pada vagina. Penyakit kelamin umum menular lewat hubungan seks
(vaginal, oral, anal) tanpa kondom. Selain itu, kebiasaan gonta-ganti
pasangan seks dan sudah aktif berhubungan seks mulai di bawah usia 25
tahun dapat meningkatkan risiko Anda.
Pada wanita, gejala penyakit kelamin yang paling khas adalah rasa gatal,
nyeri, dan panas terbakar pada vagina. Sayangnya karena masalah vagina
ini sangat umum, gejala penyakit kelamin pada wanita sering dikelirukan
dengan masalah umum lain. Waspadalah jika Anda mengalami vagina
gatal yang diikuti oleh gejala klasik lain dari penyakit kelamin, seperti nyeri
saat buang air kecil, keputihan berbau busuk, dan sakit saat berhubungan
seks. Segera hubungi dokter.
Sebelum memastikan Anda positif kena, dokter dapat menyarankan Anda
melakukan tes penyakit kelamin. Terutama jika Anda memang golongan
yang berisiko tinggi. Cara mengatasinya: Jika terbukti positif kena
penyakit kelamin, dokter dapat meresepkan Anda obat antibiotik atau
antivirus (minum atau suntik) tergantung penyebabnya.
7. Menopause
Kapan saja hormon estrogen Anda naik-turun, besar kemungkinan salah
satu efek yang Anda rasakan adalah gatal pada vagina. Menstruasi,
kehamilan, menggunakan pil KB, atau menopause bisa jadi penyebab
vagina gatal sewaktu-waktu. Khususnya selama menopause, kadar
estrogen akan menurun drastis yang kemudian menyebabkan dinding
vagina mengering dan menipis. Kombinasi kondisi ini menjadi salah satu
penyebab vagina terasa gatal sehingga Anda terus ingin menggaruknya.
Cara mengatasinya: dokter biasanya akan meresepkan krim hormon yang
dapat Anda oleskan lansung di area yang bermasalah. Namun, Anda juga
dapat meminta untuk beralih ke versi pil jika gatal tidak kunjung
menghilang.
8. Lichen sclerosus
Lichen sclerosus adalah kondisi langka dan serius yang menyebabkan
timbulnya bercak putih di kulit, khususnya di sekitar vulva. Kondisi ini paling
mungkin ditemukan pada wanita setelah menopause. Ketika seseorang
terkena penyakit ini, area kulit di sekitar vagina akan terasa sangat gatal.
Bercak putih bisa muncul tiba-tiba di kulit, tapi para pakar berpendapat
bahwa
hormon
atau
sistem
imun
yang
overakif
mungkin
memicunya. Bercak putih akibat lichen sclerosus dapat menjadi luka
permanen di sekitar vagina. Lichen sclerosis perlu didiagnosis oleh dokter
kandungan dan bisa diobati dengan obat resep.
9. Kutu kemaluan
Faktanya, kutu tak hanya bisa muncul di rambut kepala saja tapi juga di
kemaluan. Sama seperti kutu di kepala, kutu kemaluan juga membuat area
sekitar vagina terasa gatal yang tak tertahankan. Rasa gatal muncul akibat
gigitan kutu ke kulit kelamin dan keberadaan telur kutu di kulit hingga
membuat iritasi.
Jalur penyebaran kutu kelamin yang paling utama adalah hubungan seks.
Namun, berbagi atau saling pinjam meminjam barang pribadi seperti
handuk dan celana dalam juga bisa menyebarkan kutu. Begitu pula jika
tidur bersama di sprei yang kotor dan berkutu.
Cara mengatasinya: untuk menghilangkan penyebab vagina gatal ini
dokter akan memberikan krim permethrin untuk bantu membunuh
kutu. Namun, tentu saja mencegah lebih baik daripada mengobati. Agar
terhindar dari kutu kemaluan, ada baiknya untuk tidak menginap di hotel
yang tidak terjaga kebersihannya dan tukar pakai celana dalam meski
sesama keluarga.
10. Stres
Stres termasuk salah satu penyebab vagina gatal yang tak banyak
disadari. Pasalnya, stres disebut-sebut bisa melemahkan sistem kekebalan
tubuh seseorang. Ketika sistem kekebalan tubuh melemah, otomatis tubuh
tidak bisa berfungsi secara maksimal. Padahal, sistem kekebalan tubuh
atau imun berperan penting mencegah infeksi. Termasuk salah satunya
infeksi bakteri pada vagina.
11. Kanker vulva
Meski sangat jarang, kanker vulva termasuk penyakit yang bisa menjadi
penyebab utama vagina mengalami gatal. Kanker ini juga turut ditandai
dengan perdarahan di luar siklus haid dan rasa sakit di sekitar
vulva. Kondisi ini bisa diobati asalkan didiagnosis secara dini dan diberikan
perawatan sejak awal.
Cara mengatasinya: penyebab gatal vagina ini hanya bisa diberantas
lewat operasi, radioterapi, dan kemoterapi atau kombinasinya. Jadi, ketika
penyakitnya diobati dengan tepat, gejala yang muncul menyertainya pun
perlahan akan hilang.
Kapan harus ke dokter?
Jika dilihat dari penyebab, vagina yang gatal tidak selalu menandakan
masalah serius. Meski begitu, jangan ragu untuk segera memeriksakan diri
ke dokter saat rasa gatalnya tak lagi wajar. Anda juga perlu tetap berhatihati dan peka terhadap perubahan yang terjadi. Pasalnya, rasa gatal ini
biasanya muncul hanya sebagai gejala penyakit utama. Dokter dapat
menentukan apa penyebab gatal yang Anda alami melalui pemeriksaan
dan tes tertentu. Setelah itu, barulah dokter akan merekomendasikan
perawatan yang tepat sesuai kondisi.
Berikut berbagai tanda dan gejala yang membuat Anda perlu segera
pergi ke dokter, yaitu:
=> Rasa gatal tak kunjung hilang padahal sudah lebih dari satu minggu
=> Rasa sakit di area cagina
=> Kemerahan atau pembengkakan di area kelamin
=> Sulit buang air kecil
=> Keputihan yang tidak normal
=> Rasa sakit saat berhubungan seks
=> Munculnya bisul atau lecet pada vulva
Gejala dan penyebab vagina gatal biasanya berbeda pada tiap wanita.
Oleh karena itu, Anda perlu berkonsultasi ke dokter jika mengalami
berbagai gejala lain yang tidak disebutkan.
Dokter biasanya akan melakukan pemeriksaan panggul dan mengambil
sampel cairan vagina untuk mencari tahu sumber masalahnya. Tes lain
juga akan dilakukan jika diperlukan untuk menentukan penyebab
utamanya.
Nah, apakah Anda sudah pernah mencoba salah satu metode di atas? Jika
belum dan Anda tidak ingin repot menggunakan bahan alami tersebut,
tenang saja kami disini sudah merekomendasikan obat herbal kencing
nanah yaitu (Gang Jie Gho Siah) obat tersebut cukup terbukti bisa
menyembuhkan karena terbuat dari bahan-bahan alami dan tidak
menggunakan campuran bahan kimia sedikitpun jadi aman dan tidak ada
efek sampingnya. Jika Anda membutuhkannya bisa langsung Hub. No di
bawah ini :
Produk De Nature Indonesia untuk penyakit Infeksi Saluran Kencing
(ISK), Gonore, Kencing Nanah, Rajasinga, Sipilis yaitu Gang Jie Gho
Siah.
Layanan Via WhatsApp Otomatis [KLIK DISINI]
KOMPOSISI GANG JIE GHO SIAH :
Komposisi obat Gang Jie. Obat Gang Jie dan Gho Siah merupakan produk
eksklusif dari De Nature Indonesia. Kedua produk sudah resmi terdaftar di
BPOM, Gang Jie POM.TR 173 300 491 dan Gho Siah POM.TR 173 305
881.
Kandungan dalam Obat Gang Jie Gho Siah : Orthosiphon Stamineus
Folium, Imperatae cylindrica rhozoma, Andrographis paniculata folium. Dan
Gho Siah mengandung Lumbricus rubellus.
MANFAAT DAN KHASIAT GANG JIE GHO SIAH :
Herbal Gang jie Gho siah yang sangat aman dan tanpa adanya efek
samping ini bisa di gunakan baik pada pria maupun wanita untuk
mengatasi penyakit yang menginfeksi terutama pada daerah kelamin.
Berikut ini Contoh Untuk Beberapa penyakit seperti :
1. Sipilis / Raja Singa
Gang jie Gho siah bisa digunakan untuk mengatasi Sipilis, Sipilis
disebabkan oleh adanya bakteri yang bernama Treponema pallidum,
bakteri ini akan masuk kedalam tubuh penderita hanya melalui hubungan
seks. Sipilis menular lewat hubungan seks dikarenakan sipilis menular
melalui hubungan seks maka orang yang suka melakukan hubungan seks
dengan berganti-ganti pasangan memiliki resiko besar untuk tertular oleh
penyakit sipilis, perlu diketahui juga bahwa sipilis dapat masuk kedalam
tubuh penderita lewat hubungan baik dari anal, oral, rektum dan vaginal.
Infeksi terutama terlihat apabila ada kontak langsung dengan luka terbuka
Sipilis yang sedang aktif.
2. Kencing Nanah (Gonore)
Gang jie Gho siah bisa digunakan untuk mengatasi Gonore. Gonore
merupakan penyakit kelamin yang disebabkan karena bakteri Neisseria
gonorheae yang menginfeksi lapisan dalam saluran rektum, tenggorokan,
kandung kemih, leher rahim,serta bagian putih mata. Penyakit Gonore ini
bisa menyebar melalui aliran darah ke bagian organ tubuh lainnya
terutama pada bagian kulit serta persendian. Penyakit Kencing Nanah
dapat menyerang pria maupun wanita. Kencing Nanah pada wanita lebih
sulit diketahui gejala awalnya karena wanita terbiasa mengalami fase
Keputihan.
3. Infeksi Saluran Kemih (ISK)
Gang jie Gho siah bisa digunakan untuk mengatasi ISK. Infeksi saluran
kemih (ISK) ialah infeksi bakteri di bagian saluran kemih. Gejala dari
saluran kemih akan muncul buang air kecil terasa sakit dan sering buang
air kecil atau desakan untuk buang air kecil (atau keduanya), demam dan
nyeri panggul.
4. Klamidia
Gang jie Gho siah bisa digunakan untuk mengatasi Klamidia. Klamidia
yaitu penyakit menular seksual yang disebabkan karena bakteri chlamydia
trachomatis. Klamidia juga salah satu penyakit kelamin paling umum.
Cukup sulit untuk seseorang untuk mengetahui apakah mereka terkena
klamidia atau tidak, karena kebanyakan kasusnya tidak keluar gejala
apapun pada awalnya.
5. Trikomoniasis
Gang jie Gho siah bisa digunakan untuk mengatasi Trikomoniasis.
Trikomoniasis merupakan penyakit menular seksual disebabkan karena
parasit bersel satu disebut Trichomonas vaginalis. Apabila Anda
berhubungan seks tidak menggunakan kondom dengan seseorang yang
mempunyai infeksi ini, maka Anda dapat tertular.
6. Herpes genital
Gang jie Gho siah bisa digunakan untuk mengatasi Herpes genital. Herpes
disebabkan karena virus herpes simpleks (HSV) yang memasuki tubuh
melalui luka kecil di kulit juga selaput lendir. Orang yang terinfeksi virus ini
tidak pernah menyadari dirinya terkns infeksi karena herpes umumnya
tidak menimbulkan tanda-tanda.
7. Human papillomavirus (HPV)
Gang jie Gho siah bisa digunakan untuk mengatasi HPV. Human
papillomavirus (HPV) ialah salah satu virus yang umum tertular melalui
hubungan seksual tidak pakai kondom. Sama dengan yang lain, terkadang
virus ini tidak menunjukkan gejala-gejala kemunculannya, Namun tetap
ada beberapa tanda yang bisa Anda waspadai.
Informasi untuk kenyamanan Konsumen,
perusahaan kami ini sudah memiliki:
bahwa
Produk
dari
1. Ijin Resmi Perusahaan dari Kementerian Kesehatan
2. Ijin BPOM, yang artinya sudah lulus uji stabilitas Produk
3. Sertifikat Halal MUI, sehingga kehalalannya bisa dipertanggung
jawabkan
4. Apoteker Yang berpengalaman
5. Sudah melewati Proses Sortir Bahan Baku, Guna Menjaga Mutu Produk
6. Proses Produksi Sesuai Alur CPOTB (Cara Pembuatan Obat Tradisional
Yang Baik Dan Benar)
HARAP BACA SEBELUM PESAN:
=> Kami memberlakukan sistem transaksi online sebagaimana umumnya
yaitu barang dikirim setelah kami menerima pembayaran
=> Kami akan memastikan barang sampai ke tangan Anda, jika tidak
sampai uang kembali
=> Kami hanya menjual PRODUK ORIGINAL, jika palsu uang kembali
100%
=> Kami belum membuka cabang dimanapun jadi semua pembelian
dilakukan secara online ke seluruh Indonesia
=> Barang dikirim via Tiki, JNE,J&T, Dan Pos jadi jangan takut barang
tidak kami kirim, sebagai bukti pengiriman nanti kami infokan no resinya
Download