LO G I N Makalah obligasi Ani Nurmuliyani BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar belakang Sama seperti orang yang membutuhkan uang, demikian juga perusahaan dan pemerintah di seluruh dunia. Perusahaan-perusahaan perlu uang untuk ekspansi bisnis dan membiayai pengeluaran mereka, sementara pemerintah harus membayar utangnya dan membutuhkan dana untuk program-program pembangunan infrastruktur. Semua ini dapat dicapai dengan penerbitkan obligasi di pasar. Dengan berkembangnya bisnis yang berbasis syariah, maka demikian pula obligasi yang beredar di Indonesia ini. Dualisme antara obligasi konvensional (umum) dan obligasi syariah meramaikan pesar efek di Indonesia. Hal ini menjadi sesuatu yang menarik untu dibahas. Oleh karena itu penyusun akan mengulas bagaimana perkembangan obligasi syariah jika dibandingkan dengan obligasi konvensional. 1.2 Rumusan Masalah Apakah pengertian dari obligasi konvensional dan obligasi syariah? Apakah dasar dan landasan hukumnya? Bagaimanakah konsep dasar obligasi konvensional? Bagaimanakah model prakteknya? Apa sajakah problem kesyariahannya? Adakah konsep alternatifnya dari obligasi? Bagaimana praktiknya di lembaga keuangan syariah? Apa saja kritik dan konsep dari obligasi tersebut? 1 BAB II PEMBAHASAN 2.1 Pengertian Obligasi Obligasi berasal dari bahasa Belanda yaitu “obligate” yang dalam bahasa Indonesia disebut dengan “obligasi” yang berarti kontrak. Dalam keputusan RI Nomor 775/KMK 001/1982 disebutkan bahwa obligasi adalah jenis efek berupa surat pengakuan utang atas pinjaman uang dari masyarakat dalam bentuk tertentu, untuk jangka waktu yang sekurang-kurangnya tiga tahun dengan menjanjikan imbalan bunga yang jumlah serta saat pembayarannya telah ditentukan terlebih dahulu oleh emiten (Badan Pelaksana pasar modal). 1 Dari pengertian diatas dapat diketahui bahwa obligasi adalah surat utang yang dikeluarkan oleh emiten (bisa berupa badan hukum atau perusahaan, bisa juga dari pemerintah) yang memerlukan dana untuk kebutuhan operasional maupun ekspansi dalam memajukan investasi yang mereka laksanakan. Sedangkan yang dimaksud dengan obligasi syariah berdasarkan Fatwa Dewan Syariah (DSN) Nomor 32/DSN-MUI/IX/2002 menjelaskan, yang dimaksud dengan obligasi syariah adalah sebuah surat berharga jangka panjang berdasarkan prinsip syariah yang dikeluarkan oleh emiten kepada pemegang obligasi syariah yang mewajibkan emiten untuk membayar pendapatan kepada pemegang obligasi syariah berupa bagi hasil/margn/fee, serta membayar kembali dana obligasi pada saat jatuh tempo. 2 Menurut Heru Sudarsono, obligasi syariah bukan merupakan utang D O W N LO A D F I L E berbunga tetap sebagaimana yang terdapat dalam obligasi konvensional, tetapi lebih merupakan penyertaan dana yang didasarkan pada prinnsip bagi hasil. Transaksinya bukan akad utang piutang melainkan penyertaan. SIGN UP 1 Abdul manan, Hukum Ekonomi Syariah (dalam persfektik kewenangan peradilan agama, (Jakarta ; kencana 2 prenada media grup;2012), hal 325. Ibid, hal 332. 2 2.2 Landasan dan Dasar Hukum Obligasi Landasan dan dasar hukum obligasi adalah sebagai berikut : 1. Fatwa DSN MUI No. 32/DSN-MUI/IX/2002, tentang Obligasi Syariah. 2. Fatwa DSN MUI No. 33/DSN-MUI/IX/2002, tentang Obligasi Syariah Mudharabah. 3. Fatwa DSN MUI No. 41/DSN-MUI/III/2004, tentang Obligasi Syariah Ijarah. 4. Fatwa DSN MUI No. 59/DSN-MUI/V/2007, tentang Obligasi Syariah Mudharabah Konversi. 5. UU No:19 tahun 2008, tentang Surat Berharga Syariah Negara (SBSN) 2.3 Konsep Dasar Konvensional Obligasi sebagai surat hutang yang dapat diterbitkan oleh Pemerintah, BUMN, maupun swasta adalah dalam rangka menambah suntikan dana yang masuk dalam katagori jangka panjang. Sama halnya dengan catatan hutang, obligasi merupakan catatan hutang yang termasuk dalam efek. Sehingga catatan utang ini dapat diperjual belikan di bursa. Namun pada awalnya surat hutang ini (obligasi) telah mendapatkan pertambahan nilai dalam kontrak awalnya. Sehingga walaupun tidak diperdagangkan dalam bursa efek, sebenarnya obligasi telah mendapat untung di akhir tanggal jatuh tempo maupun setiap tahunnya sesuai dengan perjanjian diawal. Pertambahan nilai investasi di obligasi didapatkan dari besarnya bunga yang dijanjikan dalam perjanjian di awal tadi. Besarnya bunga yang diberikan di investasi obligasi terpengaruh tingkat suku bunga deposito. Semakin tinggi bunga deposito maka bunga obligasi akan semakin turun. Begitu pula sebaliknya. Pada mekanisme obligasi yang umum, terdapat pembayaran yang dilakukan pada waktu-waktu tertentu di antara tanggal penerbitan dan tanggal jatuh tempo. Penerbit berjanji kepada investor untuk membayarkan sejumlah uang 3 D O W N LO A D F I L E D O W N LO A D F I L E D O W N LO A D F I L E D O W N LO A D F I L E D O W N LO A D F I L E D O W N LO A D F I L E D O W N LO A D F I L E Find new research papers in: Physics Chemistry Biology Health Sciences Ecology Earth Sciences Cognitive Science Mathematics D O W N LO A D F I L E Computer Science D O W N LO A D F I L E