Uploaded by fatimahsatipa01

merubah kategori data

advertisement
Cara Membuat Kategorisasi Data Penelitian
dengan SPSS
Hanif Akhtar July 03, 2018 Metodologi Penelitian Penyusunan Alat Ukur SPSS
Dalam laporan karya ilmiah, peneliti tidak hanya melaporkan hasil dari uji hipotesisinya
dengan statistik inferensial saja, tetapi juga memberikan deskripsi dari data yang
diperoleh. Hal ini dilakukan untuk memberikan informasi bagi pembaca awam serta
kedalaman
dalam
pembahasan.
Pada
umumnya
bagian
deskriptif
subjek
memuat gambaran mengenai jumlah subjek yang dianalisis berdasarkan karakteristik
mereka yang relevan (seperti jenis kelamin, usia, pendidikan, dll). Deskripsi subjek
kemudian diikuti oleh deskripsi data penelitian yang memuat statistik deskriptif pada
masing-masing variabel yang dianalisis, seperti banyaknya subjek (n), mean (M), deviasi
standar (s), varians (s2), skor minimum (Xmin), dan skor maksimum (Xmaks). Dari informasi
deskriptif yang diperoleh tadi, kita dapat mengetahui keadaan subjek pada aspek alau
variabel yang diteliti.
Salah satu manfaat kita mengetahui itu adalah untuk mengkategorikan subjek kita
memiliki skor skala yang tinggi, sedang, atau rendah. Oleh karena itu, tulisan kali ini akan
memaparkan bagaimana cara membuat kategorisasi skor subjek dari hasil pengukuran
skala dengan SPSS.
Membuat kriteria kategorisasi
Langkah pertama untuk kita membuat kategorisasi adalah dengan menetapkan
kriterianya terlebih dahulu. Ini juga tidak terlepas dari berapa jumlah kategori yang akan
kita buat, misalkan 3 kategori (rendah, sedang, tinggi), atau 5 kategori (sangat rendah,
rendah, sedang, tinggi, sangat tinggi). Penentuan kategori ini dadasari atas asumsi
bahwa skor populasi subjek terdistribusi secara normal. Distribusi normal terbagi atas
enam bagian atau enam satuan deviasi standar, seperti pada gambar di bawah.
Untuk mengkategorikan hasil pengukuran menjadi tiga kategori, pedoman yang bisa
digunakan adalah:
Rendah
X < M – 1SD
Sedang
M – 1SD < X < M + 1SD
Tinggi
M + 1SD < X
Sedangkan jika ingin membuat lima kategori, pedoman yang bisa digunakan adalah:
Sangat Rendah
X < M – 1,5SD
Rendah
M – 1,5SD < X < M – 0,5SD
Sedang
M – 0,5SD < X < M + 0,5SD
Tinggi
M + 0,5SD < X < M + 1,5SD
Sangat tinggi
M + 1,5SD < X
Keterangan:
M = Mean
SD = standar deviasi
*Panduan kategorisasi ini dapat dilihat di buku Azwar (2012).
Sebenarnya tidak ada pedoman khusus tentang berapa jumlah kategori yang ingin kita
buat dan berapa batasan skor pada masing-masing kategori. Pedoman di atas hanyalah
pedoman yang dibuat oleh salah satu ahli dalam bidang pengukuran. Meskipun demikian,
peneliti bisa memodifikasi kreteria yang dibuat sesuai dengan kebutuhannya, asalkan
tetap logis dan proporsional.
Misalkan, saya punya contoh skala asertivitas model skala likert dengan skala 1-5.
Jumlah item dalam skala tersebut adalah 12. Saya ingin menkategorikan subjek ke dalam
3 kelompok, yakni rendah, sedang, dan tinggi. Dengan demikian, jika subjek menjawab
nilai paling rendah semua, yakni 1, maka skor yang mungkin didapatkan adalah 1x12 =
12 (Xmin). Sedangkan jika subjek menjawab nilai paling tinggi semua, yakni 5, maka skor
yang mungkin didapatkan adalah 5x12 = 60 (Xmaks). Dengan demikian Range dari data
tersebut adalah 60-12 = 48. Karena kita tahu bahwa kurve normal terdiri atas 6 standar
deviasi, maka tiap standar deviasi nilainya adalah 48/6=8. Kita juga tahu bahwa dalam
kurve normal, nilai mean selalu berada di tengah, dengan demikian mean = (12+60) / 2
= 36.
Xmin = 12
Xmaks = 60
Range = Xmaks – Xmin
= 60-12 = 48
Mean = (Xmaks + Xmin) / 2
= (12+60) / 2 = 36
SD
= Range / 6
= 48/6 = 8
Karena kita sudah mendapatkan nilai mean dan SD, maka kita bisa membuat kriteria
kategorisasi berdasarkan pedoman yang sudah ada.
Rendah
X < M – 1SD
X < 36 – 8
X < 28
Sedang
M – 1SD < X < M + 1SD
36 – 8 < X < 36 + 8
28 < X < 44
Tinggi
M + 1SD < X
36 + 8 < X
44 < X
Kita sudah mendapatkan kriteria penentuan kategorisasi, selanjutnya kita tinggal
mencocokkan dengan data kita. Jadi misalkan si A mendapat skor 30, maka dia memiliki
asertivitas yang sedang.
Menentukan kategori di SPSS
Jika kita memiliki data yang sedikit, misal di bawah 30, kita masih bisa dengan mudah
mengkategorikan dengan manual satu per satu. Namun jika subjek kita ratusan, alangkah
lebih mudah kalau kita memanfaatkan software seperti Excel atau SPSS. Kali ini saya
akan menjelaskan prosedur menentukan kategorisasi dengan SPSS.
Untuk mengkategorikan data, ikuti langkah berikut
1. Klik Transform – Recode into different variables
2. Masukkan skor total ke kotak di kanan
3. Pada output variables, isi name dengan nama variabel baru kita, misal kat_asertivitas
4. Klik old and new values
5. Kita akan membuat kode untuk kategori rendah dahulu. Misal kategori rendah kita kode
1, jadi pada new value kita isi value dengan 1. Karena dari kriteria kita tadi kelompok
rendah adalah yang memiliki X < 28, maka pada bagian old value kita pilih range,
LOWEST through value dan kita isi 27,5. Kenapa 27,5, kenapa bukan 28 saja? Karena
skor 28 sudah masuk kategori sedang, sedangkan kategori rendah adalah di bawah 28.
Jadi kita ambil batasnya adalah 27,5. Lalu kalau sudah klik add. Ini akan mengubah
semua nilai yang memiliki skor dibawah 27,5 menjadi kode 1.
6. Kita lanjut membuat kode kategori sedang. Misal kategori sedang kita kode 2, jadi pada
new value kita isi value dengan 2. Karena dari kriteria kita tadi kelompok sedang adalah
yang memiliki 28 < X < 44, maka pada bagian old value kita pilih range dan isi kotak
pertama dengan 28 dan kotak kedua dengan 43,5. Kenapa batas atasnya 43,5, kenapa
bukan 44 saja? Sama seperti langkah sebelumnya, karena 44 sudah masuk kategori
tinggi, sedangkan sedang adalah dibawah 44. Lalu kalau sudah klik add. Ini akan
mengubah semua nilai yang memiliki skor 28 sd 43,5 menjadi kode 2.
7. Kita lanjut membuat kode untuk kategori tinggi. Misal kategori tinggi kita kode 3, jadi
pada new value kita isi value dengan 3. Karena dari kriteria kita tadi kelompok tinggi
adalah yang memiliki 44 < X, maka pada bagian old value kita pilih range, value through
HIGHEST dan kita isi 44. Lalu klik add. Ini akan mengubah semua nilai yang memiliki
skor 44 ke atas menjadi kode 3.
8. Kalau sudah, klik continue
9. Klik change, lalu OK
Jika kita kembali ke data kita, kita akan menjumpai variabel baru bernama
kat_asertivitas. Variabel itu tak lain adalah kategori skor subjek pada variabel asertivitas.
angka 1 menunjukkan rendah, 2 menunjukkan sedang, dan 3 menunjukkan tinggi.
Untuk mengubah label kode, kita bisa klik tab variable view di kiri bawah, lalu kita klik
pada variabel kat_asertivitas, klik kotak pada kolom values, lalu kita beri values labels.
Value 1 label rendah, lalu klik add. Value 2 label sedang, lalu klik add. Value 3 label
tinggi, lalu klik add. Jika sudah klik OK.
Sekarang kita sudah selesai mengkategorikan subjek ke dalam kelompok rendah,
sedang, atau tinggi asertivitasnya sesuai dengan skor skala yang diperoleh.
Menghitung frekuensi masing-masing kelompok
Untuk mengh itung berapa jumlah subjek yang memiliki asertivitas rendah, sedang, dan
tinggi, kita dapat memanfaatkan menu frequencies di SPSS. Caranya adalah:
1. Klik Analyze – descriptive statistics – frequencies
2. Masukkan variabel kat_asertivitas, lalu klik OK
3. Akan keluar output seperti gambar di bawah
Sampai disini kita sudah bisa mengetahui bahwa sebagian besar subjek memiliki
asertivitas yang tinggi (59,3%), dan hanya sedikit sekali yang memiliki asertivitas rendah
(2,8%).
Prosedur di atas adalah cara mengkategorisasikan data berdasarkan pada statistik
hipotetik. Prosedur ini dijelaskan Prof. Azwar dalam bukunya Azwar (2012) dan di jurnal
Azwar (1993). Penggunaan statistika hipotetik menggunakan alat ukur sebagai acuan.
Penggunaan prosedur ini mensyaratkan alat ukur yang digunakan adalah alat ukur yang
sudah divalidasi. Selain penggunaan statistik hipotetik, beberapa peneliti juga
menggunakan statistik empirik. Perbedaan keduanya akan dibahas pada artikel lain.
REFERENSI
Azwar, S. (1993). "Kelompok subjek ini memiliki harga diri yang rendah"; kok, tahu...?
Buletin Psikologi, I(2), 13-17.
Azwar, S. (2012). Penyusunan Skala Psikologi edisi 2. Yogyakarta: Pustaka Pelajar
Download
Random flashcards
Rekening Agen Resmi De Nature Indonesia

9 Cards denaturerumahsehat

Rekening Agen Resmi De Nature Indonesia

9 Cards denaturerumahsehat

sport and healty

2 Cards Nova Aulia Rahman

Secuplik Kuliner Sepanjang Danau Babakan

2 Cards oauth2_google_2e219703-8a29-4353-9cf2-b8dae956302e

Create flashcards