BAB III METODOLOGI PENELITIAN A. Pendekatan Penelitian Menurut Sugiyono (2016:2) pengertian metode penelitian adalah cara ilmiah untuk mendapatkan data dengan tujuan dan kegunaan tertentu. Dalam penelitian ini, peneliti menggunakan metode pendekatan kuantitatif. Metode penelitian kuantitatif adalah metode penelitian yang berlandaskan pada filsafat positivisme, digunakan untuk meneliti pada populasi atau sampel tertentu, teknik pengambilan sampel pada umumnya random, pengumpulan data menggunakan instrumen penelitian, analisis data bersifat kuantitatif atau statistik, dengan tujuan untuk menguji hipotesis yang telah ditetapkan (Sugiyono, 2018:9). Sumber data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data primer. Data primer adalah data yang diperoleh secara langsung dari sumber asli (tanpa perantara). Data primer yang ada dalam penelitian ini merupakan hasil penyebaran kuesioner pada sampel yang telah ditentukan (konsumen PT. Fitrafood International) berupa data mentah dengan skala Likert untuk mengetahui respon dari responden. Objek penelitian ini adalah untuk mengukur pengaruh promosi dan citra merek terhadap keputusan pembelian Produk Seafood king pada PT. Fitrafood International. 40 41 Dapat dikatakan bahwa penelitian hipotesis ini adalah penelitian yang dimaksudkan untuk mencari hubungan antara variabel-variabel yang diteliti adapun alasan dipilihnya jenis penelitian ini adalah untuk menguji dan menganalisis pengaruh antara variabel promosi dan citra merek terhadap keputusan pembelian produk seafood (Seafood King). B. Tempat dan Waktu Penelitian 1. Tempat Penelitian Penelitian ini dilaksanakan di PT Fitrafood International. Pemilihan lokasi ini didasarkan pada beberapa pertimbangan: a. Lokasi ini sangat berkenaan langsung oleh peneliti dikarenakan tempat dimana peneliti bekerja. b. Data yang diperlukan oleh peneliti untuk menjawab masalah ini memungkinkan diperoleh di perusahaan produk seafood (seafood king) ini. 2. Waktu Penelitian Waktu penelitian dilaksanakan selama 4 (empat) bulan dimulai pada bulan Mei – Agustus 2019. Alasan waktu tersebut dipilih karena pada waktu tersebut peneliti mempunyai waktu untuk mendapatkan dan mengumpulkan data sebab pada waktu tersebut jadwal kuliah peneliti sudah tidak padat lagi sehingga dapat terfokus pada penelitian. 42 C. Definisi dan Pengukuran Variabel 1. Definisi Variabel Penelitian Menurut Sugiyono (2018:38) Variabel penelitian adalah sebagai berikut : “Variabel penelitian ada dasarnya adalah segala sesuatu yang berbentuk apa saja yang ditetapkan oleh peneliti untuk dipelajari sehingga diperoleh informasi tentang hal tersebut kemudian ditarik kesimpulannya”. Secara teoritis variabel dapat didefinisikan sebagai atribut seseorang atau obyek, yang mempunyai “variasi” antara satu orang dengan yang lain atau satu obyek dengan obyek yang lain (hatch dan Farhan 1981) dalam buku Sugiyono (2018:38) a. Variabel bebas (independent) Menurut Sugiyono (2018:39), Variabel bebas/ Independent adalah “variable yang mempengaruhi atau yang menjadi sebab perubahannya atau timbulnya variable dependent (terikat). Dalam penelitian ini yang menjadi variable bebas adalah Promosi (X1) dan Citra Merek (X2). b. Variabel terikat (dependent) Menurut Sugiyono (2018:39) Variabel dependent/ Variabel Terikat adalah “variable yang dipengaruhi atau yang menjadi akibat, karena adanya variabel bebas”. Variabel ini sering disebut sebagai variabel output, kriteria, konsekuen. Dalam penelitian ini yang 43 menjadi variabel terikat adalah Keputusan Pembelian Produk Seafood (Seafood King) di PT. Fitrafood International (Y). 2. Definisi Operasional Variabel Dalam penelitian ini, peneliti menggunakan Skala Ukur Likert, menurut Sugiyono (2017:93) skala likert digunakan untuk mengukur sikap, pendapat, dan persepsi seseorang atau sekelompok orang tentang fenomena sosial. Dalam penelitian, fenomena sosial ini telah ditetapkan secara spesifik oleh peneliti, yang selanjutnya disebut sebagai variabel penelitian. Dengan skala likert, maka variabel yang akan diukur dijabarkan menjadi indikator variabel. Kemudian indikator tersebut dijadikan sebagai titik tolak untuk menyusun item-item instrumen yang dapat berupa pernyataan atau pertanyaan. Dibawah indikator-indikator dalam penelitian ini sebagai berikut. Tabel 3.1 Definisi Operasional Variabel Penelitian No 1 Variabel Promosi (X1) Menurut Tjiptiono, (2015:219) Definisi Promosi pada hakekatnya adalah suatu komunikasi pemasaran, artinya aktifitas pemasaran yang berusaha menyebarkan informasi, mempengaruhi atau membujuk, dan atau mengingatkan pasar sasaran atas perusahaan dan produknya agar bersedia menerima, membeli dan loyal pada produk yang ditawarkan perusahaan yang bersangkutan. Indikator - Periklanan Promosi penjualan Publisitas Penjualan pribadi Pemasaran langsung Butir 1, 2 3,4 5,6 7,8 9,10 44 2 Citra Merek (X2) Menurut Kotler dan Keller (2016) 3 Citra merek adalah persepsi konsumen tentang suatu merek sebagai refleksi dari asosiasi yang ada pada pikiran konsumen. - Keputusan Pembelian produk di PT Fitrafood Internatinal (Y) Menurut Kotler & Armstrong (2016:177) keputusan pembelian merupakan bagian dari perilaku konsumen yaitu tentang bagaimana individu, kelompok, dan organisasi memilih, membeli, menggunakan, dan bagaimana barang, jasa, ide atau pengalaman untuk memuaskan kebutuhan dan keinginan mereka. Pengakuan (Recognition) Reputasi (reputation) Kesukaan pada merek (Affinity) 11,12, 13 14,15, 16 17,19, 19,20 - Pengenalan 21,22 masalah kebutuhan - Pencarian informasi 23, 24 - Evaluasi alternatif 25, 26 - Keputusan pembelian 27, 28 - Perilaku pasca pembelian 29,30 Skala Likert menggunakan lima skala dengan tingkat dari sangat tidak setuju sampai sangat setuju dimana responden nantinya hanya boleh memilih satu jawaban diantara kelima skala tersebut. Tabel 3.2: Skala Likert Pilihan Jawaban Skor Sangat Setuju (SS) 5 Setuju (S) 4 Kurang Setuju (KS) 3 Tidak Setuju (TS) 2 Sangat Tidak Setuju (STS) 1 Sumber : Sugiyono (2016) 45 Data kemudian diolah dengan melihat dari hasil kuesioner yang telah diisi oleh responden. Kemudian dihitung frekuensi dan presentasi dari setiap jawaban atas pertanyaan yang kemudian diberi nilai atau skor terhadap kuesioner dengan skala likert. D. Metode Pengambilan Sampel 1. Populasi Menurut sugiyono (2018 : 80) populasi adalah wilayah yang terdiri atas obyek/ subyek yang mempunyai kualitas dan karakteristik tertentu yang ditetapkan oleh peneliti untuk dipelajari dan kemudian ditarik kesimpulan. Jadi populasi bukan hanya orang, tetapi juga obyek dan benda-benda alam yang lain. Populasi juga bukan sekedar jumlah yang ada pada obyek/ subyek yang dipelajari, tetapi meliputi semua karakteristik/ sifat yang dimiliki oleh subyek atau obyek yang diteliti itu. Populasi pada penelitian ini adalah konsumen PT Fitrafood International khususnya di daerah Tangerang dari beberapa kategori yaitu : hotel, restoran, catering, retail modern. Dalam penelitian ini populasi diambil dari konsumen PT Fitrafood sebanyak 300 orang. 2. Sample Menurut Sugiyono (2018:81) Sample adalah bagian dari jumlah dan karakteristik yang dimiliki oleh populasi tersebut. Bila populasi besar, dan peneliti tidak mungkin mempelajari semua yang ada pada populasi, misalnya karena keterbatasan dana, tenaga dan waktu maka peneliti dapat menggunakan sampel yang diambil dari populasi itu. 46 Dalam pemilihan sampel terdapat teknik sampling untuk menentukan sampel mana yang akan digunakan dalam penelitian. Menurut sugiyono (2017:81) mengemukakan teknik sampling adalah merupakan teknik pengambilan sampel untuk menentukan sampel yang akan digunakan dalam penelitian, terdapat terbagai teknik sampling yang digunakan. Teknik yang digunakan dalam pengambilan sampel pada penelitian ini adalah Probability sampling. Menurut Sugiyono (2017:82) Probability sampling adalah teknik pengambilan sampel yang memberikan peluang yang sama bagi setiap unsur (anggota) populasi untuk dipilih menjadi anggota sampel. Adapun penelitian yang digunakan oleh peneliti untuk mengukur besarnya sampel dengan cara perhitungan statistik menggunakan Rumus Slovin sebagai berikut : π= π 1 + π(π)² Keterangan : n : Ukuran sampel N : Ukuran Populasi E : Nilai Kritis (batas ketelitian = 10%) Dalam perhitungan ini, peneliti menetapkan batas kesalahan maksimal 10%, untuk mendapatkan sampel menggunakan langkah-langkah sebagai berikut : dihitung dengan 47 π= π 1 + π(π)² π= 300 1 + 300 ( 0,1 )2 π= 150 4 π = 75 π = 75 Dari perhitungan diatas dapat diketahui bahwa sampel yang digunakan adalah 75 responden. E. Metode Pengumpulan Data Penelitian yang baik dan memenuhi kualifikasi ilmiah perlu didukung oleh data-data yang bisa dipertanggungjawabkan secara teoritis dan praktis. Data-data yang digunakan adalah : 1. Data Primer Menurut V. Wiratna Sujarweni (2015:89) mendefinisikan data primer adalah data yang diperoleh dari responden melalui kuesioner, kelompok focus, dan panel atau juga data hasil wawancara peneliti dengan narasumber. Data yang diperoleh dari data primer ini harus diolah lagi. Sumber data yang langsung memberikan data kepada pengumpul data. Data primer merupakan data yang didapat peneliti secara langsung dari objek penelitian, dengan cara : 48 a. Kuesioner (Angket) Menurut Creswell dalam Sugiyono (2016:192) “Kuesioner / angket merupakan teknik pengumpulan data dimana partisipan/ responden mengisi pertanyaan atau pernyataan kemudian setelah diisi dengan lengkap mengembalikan kepada peneliti”. Menurut Arikunto dalam Ernawati (2015:61) “Kuesioner / angket adalah sebuah daftar pertanyaan yang harus diisi oleh orang yang akan diukur (responden). Dengan kuesioner/ angket ini orang dapat diketahui tentang keadaan/ datqa diri, pengalaman, pengetahuan, sikap atau pendapatannya, dan lain-lain. Menurut Sugiyono (2016:199) Kuesioner merupakan teknik pengumpulan data dengan cara memberikan seperangkat pertanyaan atau pertanyaan tertulis kepada responden untuk dijawabnya. Berdasarkan penjelasan diatas mengenai angket atau kuesioner maka teknik ini digunakan penulis untuk dapat mengungkapkan data dari variable bebas (X) yaitu Promosi dan Citra merek dan variable terikat (Y) keputusan pembelian. b. Wawancara Menurut Sugiyono (2016:193) wawancara digunakan sebagai teknik pengumpulan data apabila peneliti ingin melakukan studi pendahuluan untuk menentukan permasalahan yang akan diteliti, dan juga apabila peneliti ingin mengetahui hal-hal dari responden yang lebih mendalam dan jumlah respondennya sedikit/ kecil. Wawancara dilakukan langsung kepada konsumen PT Fitrafood International. 49 c. Observasi Menurut Sugiyono (2018:145) Observasi adalah sebagai teknik pengumpulan dan mempunyai ciri spesifik bila dibandingkan dengan teknik yang lain, yaitu wawancara dan kuesioner. Kalau wawancara dan kuesioner berkomunikasi dengan orang, maka obserasi tidak terbatas pada orang tetapi juga obyek-obyek alam yang lain. 2. Dokumentasi Dokumentasi menurut Sugiyono (2015:329) adalah suatu cara yang digunakan untuk memperoleh data dan informasi dalam bentuk buku arsip, dokumen, tulisan angka dan gambar yang berupa laporan serta keterangan yang dapat mendukung penelitian. Dokumentasi digunakn untuk mengumpulkan data kemudian ditelaah. Dalam penelitian ini, dokumentasi diperoleh dari PT. Fitrafood Internasional mengenai sejarah ataupun data yang diperlukan untuk menunjang penelitian. F. Metode Analisis Data Dalam analisis, ini metode yang digunakan yaitu analisis data kuantitatif. Analisis data kuantitatif adalah pengolahan data dengan kaidahkaidah matematik terhadap angka atau numerik. Teknik analisa data untuk mengetahui hubungan antara variabel X dan Y dalam penulisan skripsi ini sebagai berikut : 50 1. Analisis Deskriptif Menurut Sugiyono (2018:147) Statistik deskriptif adalah statistik yang digunakan untuk menganalisa atau menggambarkan data yang telah terkumpul sebagai adanya tanpa bermaksud membuat kesimpulan yang berlaku untuk umum atau generalisasi. Penelitian yang dilakukan pada populasi (tanpa diambil sampelnya) jelas menggunakan statistik deskriptif dalam analisanya. 2. Uji Instrumen a. Uji Validitas Uji Validitas digunakan untuk mengukur sah atau tidaknya suatu kuesioner. Suatu kuesioner dinyatakan valid jika pertanyaan pada kuesioner mampu mengungkapkan sesuatu yang akan diukur oleh kuesioner dengan membandingkan sesuatu yang akan diukur oleh kuesioner dengan membandingkan nilai r hitung dengan r table untuk degree offreedom (df) = n-k, dalam uji validitas adalah jumlah sampel dan k yaitu merupakan jumlah item. Jika r hitung ≥ r table, maka pernyataan tersebut dinyatakan valid, dan jika r hitung ≤ r tabel, berarti pernyataan tersebut dinyatakan tidak valid. Syarat tersebut menurut Sugiyono (2017:125) yang harus dipenuhi yaitu harus memiliki kriteria sebagai berikut : 1) Jika r ≥ 0,30, maka item-item pertanyaan dari kuesioner adalah valid 2) Jika r ≤ 0,30, maka item-item pertanyaan dari kuesioner adalah tidak valid 51 Uji validitas dalam penelitian ini menggunakan program SPSS V.22, atau bisa menggunakan korelasi Product Moment dengan rumus sebagai berikut : ππ₯π¦ π. (οππ) − (οπ). (οπ) √π. οπ 2 − (οπ)2 . √π. οπ 2 − (οπ)2 Sumber : Sugiyono (2013) Keterangan : r = Koefisien validitas butir pertanyaan yang dicari n = Banyaknya koresponden X = Skor yang diperoleh subjek dari seluruh item Y = Skor total yang diperoleh dari seluruh item οX = Jumlah skor dalam distribusi X οY = Jumlah skor dalam distribusi Y οX2= Jumlah kuadrat masing-masing X οY2 = Jumlah kuadrat masing-masing Y b. Uji Reliabilitas Uji Reliabilitas adalah alat ukur untuk mengukur suatu kuesioner yang merupakan indikator dari variabel atau konstruk. Suatu kuesioner dapat dikatakan reliabel atau handal jika jawaban responden terhadap pertanyaan adalah konsisten atau stabil dari setiap waktu kewaktu. Pengukuran reliabilitas pada penelitian ini yaitu dilakukan dengan cara one shot atau pengukuran satu kali, dimana pengukuran 52 hanya dilakukan sekali dan kemudian hasilnya akan dibandingkan dengan pertanyaan lain atau mengukur korelasi antar jawaban pertanyaan. Dengan SPSS dapat diukur reliabilitas dengan uji statistik cronbach alpha. Suatu variabel akan dikatakan reliabel jika memberikan nilai cronbach alpha ≥ 0,60. Rumus yang digunakan adalah sebagai berikut: π11 = [ ∑ ππ 2 π ] [1 − ] π−1 ο³ π‘2 Keterangan : 3. r11 = Reliabilitas instrumen k = Banyaknya butir pertanyaan atau jumlah item ο ππ 2 = Jumlah varians butir pertanyaan ο³t2 = Varians skor total Uji Asumsi Klasik a. Uji Normalitas Uji normalitas adalah uji statistik yang dilakukan untuk mengetahui bagaimana sebaran sebuah data (Eksandy, 2018:133). Pengujian ini dilakukan untuk mengetahui apakah sebuah data berdistribusi normal atau tidak. Dasar pengambilan keputusan dapat dilakukan berdasarkan probabilitas yaitu : 53 1) Jika probabilitas > 0,05 maka distribusi dari populasi tersebut adalah normal. 2) Jika probabilitas < 0,05 maka distribusi dari populasi tersebut adalah tidak normal. b. Uji Multikolinearitas Multikolinearitas adalah sebuah situasi yang menunjukan adanya korelasi atau hubungan yang kuat antara dua variabel atau lebih dalam model regresi berganda (Eksandy, 2018:150). Untuk menunjukan adanya multikolinearitas adalah nilai tolerance ≤ 0,10 atau sama dengan nilai Variance Influation Factors (VIF) ≥ 10. c. Uji Heteroskedastisitas Uji Heteroskedastisitas adalah uji yang dilakukan untuk melihat adakah ketidaksamaan varian dari residual untuk semua pengamatan pada model regresi linear (Eksandy, 2018:142). Melalui program Statistik SPSS 22, untuk menunjukan adanya heteroskedastisitas dapat dilakukan dengan uji Glejser, selain itu dapat juga dilakukan dengan melihat grafik scatterplot. 4. Analisis Data Kuantitatif Dalam penelitian ini data kualitatif untuk menghitung, analisis linear sederhana, regresi linear berganda, analis korelasi sederhana, analis korelasi berganda, dan analisis determinasi. Metode yang dapat digunakan dalam penelitian ini sebagai berikut: 54 a. Regresi Linear Sederhana Regresi sederhana atau sering disebut analisis bivariat hanya melibatkan satu variabel independen dan satu variabel dependen. Bentuk umum regresi sederhana ditunjukan dengan persamaan garis linear sederhana yang menunjukan hubungan antara dua variabel, yaitu variabel X sebagai variabel independen dan variabel Y sebagai variabel dependen. Y = a + b (X) Sumber : Sugiyono (2016) Keterangan : Y = Variabel dependen a = Harga Y bila X = 0 (harga konstanta) b = Koefisien regresi yang menunjukkan angka peningkatan ataupun penurunan variabel dependen yang didasarkan pada variabel independen. Bila b (+) maka naik, bila (-) terjadi penurunan. X = Variabel independen b. Regresi Linear Berganda Analisis regresi berganda digunakan untuk meramalkan bagaimana keadaan (naik turunnya) variabel dependen, bila dua atau lebih variabel independen sebagai faktor prediktor dimanipulasi (dinaik utrunkan nilainya). Analisis ini digunakan untuk melibatkan 55 variabel dependen (Y) dan variabel independen (X1 dan X2). Persamaan regresinya adalah sebagai berikut : Y = b0 + b1X1 + b2X2 Keterangan : c. Y = Keputusan Pembelian b0 = Nilai konstanta b1 = Koefisien regresi promosi b2 = Koefisien regresi citra merek X1 = Promosi X2 = Citra Merek Analisis Korelasi Sederhana Analisis korelasi sederhana digunakan untuk mengetahui keeratan hubungan antara dua variabel dan untuk mengetahui arah hubungan r= n ∑ X 1 Y1 -(∑X1 )(∑Y1 ) √γn ∑π12 – (∑π1 )2 γγπ∑π12 – (∑π1 )2 γ Sumber : Sugiyono (2016) Keterangan r : Koefesien Korelasi X : Variebel Bebas Y : Variabel Terikat n : Jumlah Sampel 56 Koefesien korelasi yang dilakukan dengan menggunakan data dari sampel, dinotasikan sebagai r. Untuk kekuatan hubungan, nilai koefesien korelasi berarda antara -1 dan 1. Secara singkat dapat ditunjukan sebagai berikut: 1) Jika r = 0 atau mendekati, korelasi variabel lemah atau tidak ada korelasi. 2) Jika r = -1 atau mendekati, korelasi variabel sangat kuat dan arah negative. 3) Jika r = 1atau mendekati, korelasi variabel sangat kuat dan arah positif. Kemudian untuk mempengaruhi suatu pengaruh kuat atau tindanya maka akan dilihat pada tabel dibawah ini: Tabel 3.3 : Pedoman Interpretasi Koefisien Korelasi Interval Koefesien Tingkat Hubungan 0,800 - 1,000 Sangat Kuat 0,600 - 0,799 Kuat 0,400 - 0,599 Cukup Kuat 0,200 - 0,399 Rendah 0,000 - 0,199 Sangat Rendah Sumber : Sugiyono (2016) d. Analisis Korelasi Berganda Persoalan korelasi akan timbul apabila peneliti dihadapkan dengan pertanyaan apakah ada suatu hubungan antara variabel yang satu dengan variabel yang lain dalam sekumpulan data yang diselidiki, 57 dan juga untuk mengetahui sejauh mana hubungan antara kedua variabel tersebut. Untuk mengetahui derajat hubungan antara kedua variabel, maka digunakan analisa korelasi product moment dengan rumus sebagai berikut : π 2 π1 π + π 2 π2 π − 2. ππ1 π. 2. ππ2 π. ππ1 π2 π ππ1 π2 = √ 1 − π 2 π1 π2 Sumber : Sugiyono (2016) Keterangan : π ππ1 π2 = Korelasi antara X1 dengan X2 secara bersama-sama dengan variabel Y e. ππ1 π = Korelasi product moment antara X1 dan Y ππ2 π = Korelasi product momentantara X2 dan Y ππ1 π2 = Korelasi product moment antara X1 dan X2 Koefisien Determinan atau Determinasi Analisa ini digunakan untuk menganalisis konstribusi variabel independen yaitu variabel X1 (promosi) dan X2 (citra merek) terhadap variabel dependen Y (keputusan pembelian) maka digunakan rumus sebagai berikut : πΎπ = π 2 π₯ 100% Sumber : Sugiyono (2016) Keterangan : Kd = Koefisien determinasi R = Korelasi 58 5. Uji Hipotesis a. Uji T Uji t bertujuan untuk mengetahui besarnya pengaruh masingmasing variabel independen (X1,X2) secara individual (parsial) terhadap variabel dependen (Y).Adapun rumus t hitung adalah sebagai berikut : π‘0 = π√π − 2 π√1 − π² Sumber : Sugiyono (2016) Keterangan : t0 = t hitung r = Koefisien korelasi n = Jumlah sample tarif signifikan (α) = 10% yaitu 0,1 sedangkan derajat kebebasan (df) = (n-2) kriteria pengujian: jika t hitung < t tabel maka H0 diterima dan H1 ditolak jika t hitung > t tabel maka H0 ditolak dan H1 diterima artinya bahwa : apabila teryata hasil dari t hitung lebih kecil dari t table maka pertanyaan yang menyatakan bahwa pengaruh promosi dan citra merek terhadap keputusan pembelian ditolak dan sebaliknya apabila t hitung lebih besar t tabel maka pertanyaan hipotesis diterima. 59 b. Uji F Uji statistik F pada dasarnya dugunakan untuk mengetahui apakah model regresi dapat digunakan untuk memprediksi variabel dependen atau tidak dengan rumus : πΉ= π 2 /π (1 − π 2 )/(π − π − 1) Sumber : Sugiyono (2013) Keterangan : R2 = Koefisien korelasi ganda yang telah ditemukan k = Jumlah variabel independen n = Jumlah sampel atau data Bila F hitung > F tabel maka H0 ditolak dan H1 diterima, artinya semua variabel bebas secara bersama-sama merupakan penjelasan yang signifikan terhadap variabel terikat. Bila F hitung < F tabel maka H0 diterima dan H1 ditolak, artinya semua jenis variabel bebas yang signifikan terhadap variabel terikat.