Uploaded by togar.akhmad

Metodologi Penelitian Pengaruh Promosi dan Citra Merek

advertisement
BAB III
METODOLOGI PENELITIAN
A. Pendekatan Penelitian
Menurut Sugiyono (2016:2) pengertian metode penelitian adalah cara
ilmiah untuk mendapatkan data dengan tujuan dan kegunaan tertentu.
Dalam penelitian ini, peneliti menggunakan metode pendekatan
kuantitatif.
Metode penelitian kuantitatif adalah metode penelitian yang
berlandaskan pada filsafat positivisme, digunakan untuk meneliti pada
populasi atau sampel tertentu, teknik pengambilan sampel pada umumnya
random, pengumpulan data menggunakan instrumen penelitian, analisis data
bersifat kuantitatif atau statistik, dengan tujuan untuk menguji hipotesis yang
telah ditetapkan (Sugiyono, 2018:9).
Sumber data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data primer.
Data primer adalah data yang diperoleh secara langsung dari sumber asli (tanpa
perantara). Data primer yang ada dalam penelitian ini merupakan hasil
penyebaran kuesioner pada sampel yang telah ditentukan (konsumen PT.
Fitrafood International) berupa data mentah dengan skala Likert untuk
mengetahui respon dari responden. Objek penelitian ini adalah untuk
mengukur pengaruh promosi dan citra merek terhadap keputusan pembelian
Produk Seafood king pada PT. Fitrafood International.
40
41
Dapat dikatakan bahwa penelitian hipotesis ini adalah penelitian yang
dimaksudkan untuk mencari hubungan antara variabel-variabel yang diteliti
adapun alasan dipilihnya jenis penelitian ini adalah untuk menguji dan
menganalisis pengaruh antara variabel promosi dan citra merek terhadap
keputusan pembelian produk seafood (Seafood King).
B. Tempat dan Waktu Penelitian
1. Tempat Penelitian
Penelitian ini dilaksanakan di PT Fitrafood International.
Pemilihan lokasi ini didasarkan pada beberapa pertimbangan:
a. Lokasi ini sangat berkenaan langsung oleh peneliti dikarenakan tempat
dimana peneliti bekerja.
b. Data yang diperlukan oleh peneliti untuk menjawab masalah ini
memungkinkan diperoleh di perusahaan produk seafood (seafood king)
ini.
2. Waktu Penelitian
Waktu penelitian dilaksanakan selama 4 (empat) bulan dimulai
pada bulan Mei – Agustus 2019. Alasan waktu tersebut dipilih karena pada
waktu tersebut peneliti mempunyai waktu untuk mendapatkan dan
mengumpulkan data sebab pada waktu tersebut jadwal kuliah peneliti
sudah tidak padat lagi sehingga dapat terfokus pada penelitian.
42
C. Definisi dan Pengukuran Variabel
1.
Definisi Variabel Penelitian
Menurut Sugiyono (2018:38) Variabel penelitian adalah sebagai
berikut : “Variabel penelitian ada dasarnya adalah segala sesuatu yang
berbentuk apa saja yang ditetapkan oleh peneliti untuk dipelajari sehingga
diperoleh
informasi
tentang
hal
tersebut
kemudian
ditarik
kesimpulannya”. Secara teoritis variabel dapat didefinisikan sebagai
atribut seseorang atau obyek, yang mempunyai “variasi” antara satu orang
dengan yang lain atau satu obyek dengan obyek yang lain (hatch dan
Farhan 1981) dalam buku Sugiyono (2018:38)
a.
Variabel bebas (independent)
Menurut Sugiyono (2018:39), Variabel bebas/ Independent
adalah “variable yang mempengaruhi atau yang menjadi sebab
perubahannya atau timbulnya variable dependent (terikat). Dalam
penelitian ini yang menjadi variable bebas adalah Promosi (X1) dan
Citra Merek (X2).
b.
Variabel terikat (dependent)
Menurut Sugiyono (2018:39) Variabel dependent/ Variabel
Terikat adalah “variable yang dipengaruhi atau yang menjadi akibat,
karena adanya variabel bebas”. Variabel ini sering disebut sebagai
variabel output, kriteria, konsekuen. Dalam penelitian ini yang
43
menjadi variabel terikat adalah Keputusan Pembelian Produk Seafood
(Seafood King) di PT. Fitrafood International (Y).
2.
Definisi Operasional Variabel
Dalam penelitian ini, peneliti menggunakan Skala Ukur Likert,
menurut Sugiyono (2017:93) skala likert digunakan untuk mengukur
sikap, pendapat, dan persepsi seseorang atau sekelompok orang tentang
fenomena sosial. Dalam penelitian, fenomena sosial ini telah ditetapkan
secara spesifik oleh peneliti, yang selanjutnya disebut sebagai variabel
penelitian.
Dengan skala likert, maka variabel yang akan diukur dijabarkan
menjadi indikator variabel. Kemudian indikator tersebut dijadikan sebagai
titik tolak untuk menyusun item-item instrumen yang dapat berupa
pernyataan atau pertanyaan. Dibawah indikator-indikator dalam penelitian
ini sebagai berikut.
Tabel 3.1
Definisi Operasional Variabel Penelitian
No
1
Variabel
Promosi
(X1)
Menurut
Tjiptiono,
(2015:219)
Definisi
Promosi pada hakekatnya adalah
suatu komunikasi pemasaran,
artinya aktifitas pemasaran yang
berusaha menyebarkan
informasi, mempengaruhi atau
membujuk, dan atau
mengingatkan pasar sasaran atas
perusahaan dan produknya agar
bersedia menerima, membeli dan
loyal pada produk yang
ditawarkan perusahaan yang
bersangkutan.
Indikator
-
Periklanan
Promosi
penjualan
Publisitas
Penjualan
pribadi
Pemasaran
langsung
Butir
1, 2
3,4
5,6
7,8
9,10
44
2
Citra Merek
(X2)
Menurut
Kotler dan
Keller
(2016)
3
Citra merek adalah persepsi
konsumen tentang suatu merek
sebagai refleksi dari asosiasi
yang ada pada pikiran
konsumen.
-
Keputusan
Pembelian
produk di
PT
Fitrafood
Internatinal
(Y)
Menurut
Kotler &
Armstrong
(2016:177)
keputusan pembelian
merupakan bagian dari
perilaku konsumen yaitu
tentang bagaimana individu,
kelompok, dan organisasi
memilih, membeli,
menggunakan, dan
bagaimana barang, jasa, ide
atau pengalaman untuk
memuaskan kebutuhan dan
keinginan mereka.
Pengakuan
(Recognition)
Reputasi
(reputation)
Kesukaan
pada merek
(Affinity)
11,12,
13
14,15,
16
17,19,
19,20
- Pengenalan
21,22
masalah
kebutuhan
- Pencarian
informasi
23, 24
- Evaluasi
alternatif
25, 26
- Keputusan
pembelian
27, 28
- Perilaku pasca
pembelian
29,30
Skala Likert menggunakan lima skala dengan tingkat dari sangat
tidak setuju sampai sangat setuju dimana responden nantinya hanya boleh
memilih satu jawaban diantara kelima skala tersebut.
Tabel 3.2: Skala Likert
Pilihan Jawaban
Skor
Sangat Setuju (SS)
5
Setuju (S)
4
Kurang Setuju (KS)
3
Tidak Setuju (TS)
2
Sangat Tidak Setuju (STS)
1
Sumber : Sugiyono (2016)
45
Data kemudian diolah dengan melihat dari hasil kuesioner yang
telah diisi oleh responden. Kemudian dihitung frekuensi dan presentasi
dari setiap jawaban atas pertanyaan yang kemudian diberi nilai atau skor
terhadap kuesioner dengan skala likert.
D. Metode Pengambilan Sampel
1.
Populasi
Menurut sugiyono (2018 : 80) populasi adalah wilayah yang terdiri
atas obyek/ subyek yang mempunyai kualitas dan karakteristik tertentu
yang ditetapkan oleh peneliti untuk dipelajari dan kemudian ditarik
kesimpulan. Jadi populasi bukan hanya orang, tetapi juga obyek dan
benda-benda alam yang lain. Populasi juga bukan sekedar jumlah yang ada
pada obyek/ subyek yang dipelajari, tetapi meliputi semua karakteristik/
sifat yang dimiliki oleh subyek atau obyek yang diteliti itu. Populasi pada
penelitian ini adalah konsumen PT Fitrafood International khususnya di
daerah Tangerang dari beberapa kategori yaitu : hotel, restoran, catering,
retail modern. Dalam penelitian ini populasi diambil dari konsumen PT
Fitrafood sebanyak 300 orang.
2.
Sample
Menurut Sugiyono (2018:81) Sample adalah bagian dari jumlah
dan karakteristik yang dimiliki oleh populasi tersebut. Bila populasi besar,
dan peneliti tidak mungkin mempelajari semua yang ada pada populasi,
misalnya karena keterbatasan dana, tenaga dan waktu maka peneliti dapat
menggunakan sampel yang diambil dari populasi itu.
46
Dalam pemilihan sampel terdapat teknik sampling untuk
menentukan sampel mana yang akan digunakan dalam penelitian.
Menurut sugiyono (2017:81) mengemukakan teknik sampling
adalah merupakan teknik pengambilan sampel untuk menentukan sampel
yang akan digunakan dalam penelitian, terdapat terbagai teknik sampling
yang digunakan.
Teknik yang digunakan dalam pengambilan sampel pada penelitian
ini adalah Probability sampling. Menurut Sugiyono (2017:82) Probability
sampling adalah teknik pengambilan sampel yang memberikan peluang
yang sama bagi setiap unsur (anggota) populasi untuk dipilih menjadi
anggota sampel.
Adapun penelitian yang digunakan oleh peneliti untuk mengukur
besarnya sampel dengan cara perhitungan statistik menggunakan Rumus
Slovin sebagai berikut :
𝑛=
𝑁
1 + 𝑁(𝑒)²
Keterangan :
n : Ukuran sampel
N : Ukuran Populasi
E : Nilai Kritis (batas ketelitian = 10%)
Dalam perhitungan ini, peneliti menetapkan batas kesalahan
maksimal
10%,
untuk
mendapatkan
sampel
menggunakan langkah-langkah sebagai berikut :
dihitung
dengan
47
𝑛=
𝑁
1 + 𝑁(𝑒)²
𝑛=
300
1 + 300 ( 0,1 )2
𝑛=
150
4
𝑛 = 75
𝑛 = 75
Dari perhitungan diatas dapat diketahui bahwa sampel yang
digunakan adalah 75 responden.
E. Metode Pengumpulan Data
Penelitian yang baik dan memenuhi kualifikasi ilmiah perlu didukung
oleh data-data yang bisa dipertanggungjawabkan secara teoritis dan praktis.
Data-data yang digunakan adalah :
1.
Data Primer
Menurut V. Wiratna Sujarweni (2015:89) mendefinisikan data
primer adalah data yang diperoleh dari responden melalui kuesioner,
kelompok focus, dan panel atau juga data hasil wawancara peneliti dengan
narasumber. Data yang diperoleh dari data primer ini harus diolah lagi.
Sumber data yang langsung memberikan data kepada pengumpul data.
Data primer merupakan data yang didapat peneliti secara langsung
dari objek penelitian, dengan cara :
48
a.
Kuesioner (Angket)
Menurut Creswell dalam Sugiyono (2016:192) “Kuesioner /
angket merupakan teknik pengumpulan data dimana partisipan/
responden mengisi pertanyaan atau pernyataan kemudian setelah diisi
dengan lengkap mengembalikan kepada peneliti”.
Menurut Arikunto dalam Ernawati (2015:61) “Kuesioner /
angket adalah sebuah daftar pertanyaan yang harus diisi oleh orang
yang akan diukur (responden). Dengan kuesioner/ angket ini orang
dapat
diketahui
tentang
keadaan/
datqa
diri,
pengalaman,
pengetahuan, sikap atau pendapatannya, dan lain-lain.
Menurut Sugiyono (2016:199) Kuesioner merupakan teknik
pengumpulan data dengan cara memberikan seperangkat pertanyaan
atau pertanyaan tertulis kepada responden untuk dijawabnya.
Berdasarkan penjelasan
diatas
mengenai
angket
atau
kuesioner maka teknik ini digunakan penulis untuk dapat
mengungkapkan data dari variable bebas (X) yaitu Promosi dan Citra
merek dan variable terikat (Y) keputusan pembelian.
b.
Wawancara
Menurut Sugiyono (2016:193) wawancara digunakan sebagai
teknik pengumpulan data apabila peneliti ingin melakukan studi
pendahuluan untuk menentukan permasalahan yang akan diteliti, dan
juga apabila peneliti ingin mengetahui hal-hal dari responden yang
lebih mendalam dan jumlah respondennya sedikit/ kecil. Wawancara
dilakukan langsung kepada konsumen PT Fitrafood International.
49
c.
Observasi
Menurut Sugiyono (2018:145) Observasi adalah sebagai
teknik pengumpulan dan mempunyai ciri spesifik bila dibandingkan
dengan teknik yang lain, yaitu wawancara dan kuesioner. Kalau
wawancara dan kuesioner berkomunikasi dengan orang, maka
obserasi tidak terbatas pada orang tetapi juga obyek-obyek alam yang
lain.
2.
Dokumentasi
Dokumentasi menurut Sugiyono (2015:329) adalah suatu cara
yang digunakan untuk memperoleh data dan informasi dalam bentuk buku
arsip, dokumen, tulisan angka dan gambar yang berupa laporan serta
keterangan yang dapat mendukung penelitian. Dokumentasi digunakn
untuk mengumpulkan data kemudian ditelaah.
Dalam penelitian ini, dokumentasi diperoleh dari PT. Fitrafood
Internasional mengenai sejarah ataupun data yang diperlukan untuk
menunjang penelitian.
F. Metode Analisis Data
Dalam analisis, ini metode yang digunakan yaitu analisis data
kuantitatif. Analisis data kuantitatif adalah pengolahan data dengan kaidahkaidah matematik terhadap angka atau numerik. Teknik analisa data untuk
mengetahui hubungan antara variabel X dan Y dalam penulisan skripsi ini
sebagai berikut :
50
1.
Analisis Deskriptif
Menurut Sugiyono (2018:147) Statistik deskriptif adalah statistik
yang digunakan untuk menganalisa atau menggambarkan data yang telah
terkumpul sebagai adanya tanpa bermaksud membuat kesimpulan yang
berlaku untuk umum atau generalisasi. Penelitian yang dilakukan pada
populasi (tanpa diambil sampelnya) jelas menggunakan statistik deskriptif
dalam analisanya.
2.
Uji Instrumen
a.
Uji Validitas
Uji Validitas digunakan untuk mengukur sah atau tidaknya
suatu kuesioner. Suatu kuesioner dinyatakan valid jika pertanyaan
pada kuesioner mampu mengungkapkan sesuatu yang akan diukur
oleh kuesioner dengan membandingkan sesuatu yang akan diukur
oleh kuesioner dengan membandingkan nilai r hitung dengan r table
untuk degree offreedom (df) = n-k, dalam uji validitas adalah jumlah
sampel dan k yaitu merupakan jumlah item. Jika r hitung ≥ r table,
maka pernyataan tersebut dinyatakan valid, dan jika r hitung ≤ r tabel,
berarti pernyataan tersebut dinyatakan tidak valid. Syarat tersebut
menurut Sugiyono (2017:125) yang harus dipenuhi yaitu harus
memiliki kriteria sebagai berikut :
1) Jika r ≥ 0,30, maka item-item pertanyaan dari kuesioner adalah
valid
2) Jika r ≤ 0,30, maka item-item pertanyaan dari kuesioner adalah
tidak valid
51
Uji validitas dalam penelitian ini menggunakan program SPSS
V.22, atau bisa menggunakan korelasi Product Moment dengan rumus
sebagai berikut :
π‘Ÿπ‘₯𝑦
𝑛. (ο“π‘‹π‘Œ) − (𝑋). (ο“π‘Œ)
√𝑛. 𝑋 2 − (𝑋)2 . √𝑛. ο“π‘Œ 2 − (ο“π‘Œ)2
Sumber : Sugiyono (2013)
Keterangan :
r = Koefisien validitas butir pertanyaan yang dicari
n = Banyaknya koresponden
X = Skor yang diperoleh subjek dari seluruh item
Y = Skor total yang diperoleh dari seluruh item
X = Jumlah skor dalam distribusi X
Y = Jumlah skor dalam distribusi Y
X2= Jumlah kuadrat masing-masing X
Y2 = Jumlah kuadrat masing-masing Y
b. Uji Reliabilitas
Uji Reliabilitas adalah alat ukur untuk mengukur suatu
kuesioner yang merupakan indikator dari variabel atau konstruk.
Suatu kuesioner dapat dikatakan reliabel atau handal jika jawaban
responden terhadap pertanyaan adalah konsisten atau stabil dari setiap
waktu kewaktu.
Pengukuran reliabilitas pada penelitian ini yaitu dilakukan
dengan cara one shot atau pengukuran satu kali, dimana pengukuran
52
hanya dilakukan sekali dan kemudian hasilnya akan dibandingkan
dengan pertanyaan lain atau mengukur korelasi antar jawaban
pertanyaan.
Dengan SPSS dapat diukur reliabilitas dengan uji statistik
cronbach alpha. Suatu variabel akan dikatakan reliabel jika
memberikan nilai cronbach alpha ≥ 0,60. Rumus yang digunakan
adalah sebagai berikut:
π‘Ÿ11 = [
∑ πœŽπ‘ 2
π‘˜
] [1 −
]
π‘˜−1
 𝑑2
Keterangan :
3.
r11
= Reliabilitas instrumen
k
= Banyaknya butir pertanyaan atau jumlah item
 πœŽπ‘ 2
= Jumlah varians butir pertanyaan
t2
= Varians skor total
Uji Asumsi Klasik
a.
Uji Normalitas
Uji normalitas adalah uji statistik yang dilakukan untuk
mengetahui bagaimana sebaran sebuah data (Eksandy, 2018:133).
Pengujian ini dilakukan untuk mengetahui apakah sebuah data
berdistribusi normal atau tidak. Dasar pengambilan keputusan dapat
dilakukan berdasarkan probabilitas yaitu :
53
1) Jika probabilitas > 0,05 maka distribusi dari populasi
tersebut adalah normal.
2) Jika probabilitas < 0,05 maka distribusi dari populasi
tersebut adalah tidak normal.
b. Uji Multikolinearitas
Multikolinearitas adalah sebuah situasi yang menunjukan
adanya korelasi atau hubungan yang kuat antara dua variabel atau
lebih dalam model regresi berganda (Eksandy, 2018:150). Untuk
menunjukan adanya multikolinearitas adalah nilai tolerance ≤ 0,10
atau sama dengan nilai Variance Influation Factors (VIF) ≥ 10.
c.
Uji Heteroskedastisitas
Uji Heteroskedastisitas adalah uji yang dilakukan untuk
melihat adakah ketidaksamaan varian dari residual untuk semua
pengamatan pada model regresi linear (Eksandy, 2018:142). Melalui
program
Statistik
SPSS
22,
untuk
menunjukan
adanya
heteroskedastisitas dapat dilakukan dengan uji Glejser, selain itu dapat
juga dilakukan dengan melihat grafik scatterplot.
4.
Analisis Data Kuantitatif
Dalam penelitian ini data kualitatif untuk menghitung, analisis
linear sederhana, regresi linear berganda, analis korelasi sederhana, analis
korelasi berganda, dan analisis determinasi. Metode yang dapat digunakan
dalam penelitian ini sebagai berikut:
54
a.
Regresi Linear Sederhana
Regresi sederhana atau sering disebut analisis bivariat hanya
melibatkan satu variabel independen dan satu variabel dependen.
Bentuk umum regresi sederhana ditunjukan dengan persamaan garis
linear sederhana yang menunjukan hubungan antara dua variabel,
yaitu variabel X sebagai variabel independen dan variabel Y sebagai
variabel dependen.
Y = a + b (X)
Sumber : Sugiyono (2016)
Keterangan :
Y
= Variabel dependen
a
= Harga Y bila X = 0 (harga konstanta)
b
= Koefisien regresi yang menunjukkan angka peningkatan
ataupun penurunan variabel dependen yang didasarkan pada
variabel independen. Bila b (+) maka naik, bila (-) terjadi
penurunan.
X
= Variabel independen
b. Regresi Linear Berganda
Analisis regresi berganda digunakan untuk meramalkan
bagaimana keadaan (naik turunnya) variabel dependen, bila dua atau
lebih variabel independen sebagai faktor prediktor dimanipulasi
(dinaik utrunkan nilainya). Analisis ini digunakan untuk melibatkan
55
variabel dependen (Y) dan variabel independen (X1 dan X2).
Persamaan regresinya adalah sebagai berikut :
Y = b0 + b1X1 + b2X2
Keterangan :
c.
Y
= Keputusan Pembelian
b0
= Nilai konstanta
b1
= Koefisien regresi promosi
b2
= Koefisien regresi citra merek
X1
= Promosi
X2
= Citra Merek
Analisis Korelasi Sederhana
Analisis korelasi sederhana digunakan untuk mengetahui
keeratan hubungan antara dua variabel dan untuk mengetahui arah
hubungan
r=
n ∑ X 1 Y1 -(∑X1 )(∑Y1 )
√γ€”n ∑𝑋12 – (∑𝑋1 )2 〕〔𝑛∑π‘Œ12 – (∑π‘Œ1 )2 〕
Sumber : Sugiyono (2016)
Keterangan
r : Koefesien Korelasi
X : Variebel Bebas
Y : Variabel Terikat
n : Jumlah Sampel
56
Koefesien korelasi yang dilakukan dengan menggunakan data
dari sampel, dinotasikan sebagai r. Untuk kekuatan hubungan, nilai
koefesien korelasi berarda antara -1 dan 1. Secara singkat dapat
ditunjukan sebagai berikut:
1) Jika r = 0 atau mendekati, korelasi variabel lemah atau tidak ada
korelasi.
2) Jika r = -1 atau mendekati, korelasi variabel sangat kuat dan arah
negative.
3) Jika r = 1atau mendekati, korelasi variabel sangat kuat dan arah
positif.
Kemudian untuk mempengaruhi suatu pengaruh kuat atau tindanya
maka akan dilihat pada tabel dibawah ini:
Tabel 3.3 : Pedoman Interpretasi Koefisien Korelasi
Interval Koefesien
Tingkat Hubungan
0,800 - 1,000
Sangat Kuat
0,600 - 0,799
Kuat
0,400 - 0,599
Cukup Kuat
0,200 - 0,399
Rendah
0,000 - 0,199
Sangat Rendah
Sumber : Sugiyono (2016)
d. Analisis Korelasi Berganda
Persoalan korelasi akan timbul apabila peneliti dihadapkan
dengan pertanyaan apakah ada suatu hubungan antara variabel yang
satu dengan variabel yang lain dalam sekumpulan data yang diselidiki,
57
dan juga untuk mengetahui sejauh mana hubungan antara kedua
variabel tersebut. Untuk mengetahui derajat hubungan antara kedua
variabel, maka digunakan analisa korelasi product moment dengan
rumus sebagai berikut :
π‘Ÿ 2 𝑋1 π‘Œ + π‘Ÿ 2 𝑋2 π‘Œ − 2. π‘Ÿπ‘‹1 π‘Œ. 2. π‘Ÿπ‘‹2 π‘Œ. π‘Ÿπ‘‹1 𝑋2
π‘…π‘Œπ‘‹1 𝑋2 = √
1 − π‘Ÿ 2 𝑋1 𝑋2
Sumber : Sugiyono (2016)
Keterangan :
π‘…π‘Œπ‘‹1 𝑋2
= Korelasi antara X1 dengan X2 secara bersama-sama
dengan variabel Y
e.
π‘Ÿπ‘‹1 π‘Œ
= Korelasi product moment antara X1 dan Y
π‘Ÿπ‘‹2 π‘Œ
= Korelasi product momentantara X2 dan Y
π‘Ÿπ‘‹1 𝑋2
= Korelasi product moment antara X1 dan X2
Koefisien Determinan atau Determinasi
Analisa ini digunakan untuk menganalisis konstribusi variabel
independen yaitu variabel X1 (promosi) dan X2 (citra merek) terhadap
variabel dependen Y (keputusan pembelian) maka digunakan rumus
sebagai berikut :
𝐾𝑑 = π‘Ÿ 2 π‘₯ 100%
Sumber : Sugiyono (2016)
Keterangan :
Kd
= Koefisien determinasi
R
= Korelasi
58
5.
Uji Hipotesis
a.
Uji T
Uji t bertujuan untuk mengetahui besarnya pengaruh masingmasing variabel independen (X1,X2) secara individual (parsial)
terhadap variabel dependen (Y).Adapun rumus t hitung adalah sebagai
berikut :
𝑑0 =
π‘Ÿ√𝑛 − 2
π‘Ÿ√1 − π‘Ÿ²
Sumber : Sugiyono (2016)
Keterangan :
t0 = t hitung
r = Koefisien korelasi
n = Jumlah sample
tarif signifikan (α) = 10% yaitu 0,1 sedangkan derajat kebebasan (df)
= (n-2)
kriteria pengujian:
jika t hitung < t tabel maka H0 diterima dan H1 ditolak
jika t hitung > t tabel maka H0 ditolak dan H1 diterima
artinya bahwa : apabila teryata hasil dari t hitung lebih kecil dari t table
maka pertanyaan yang menyatakan bahwa pengaruh promosi dan citra
merek terhadap keputusan pembelian ditolak dan sebaliknya apabila t
hitung lebih besar t tabel maka pertanyaan hipotesis diterima.
59
b. Uji F
Uji statistik F pada dasarnya dugunakan untuk mengetahui
apakah model regresi dapat digunakan untuk memprediksi variabel
dependen atau tidak dengan rumus :
𝐹=
𝑅 2 /π‘˜
(1 − 𝑅 2 )/(𝑛 − π‘˜ − 1)
Sumber : Sugiyono (2013)
Keterangan :
R2
= Koefisien korelasi ganda yang telah ditemukan
k
= Jumlah variabel independen
n
= Jumlah sampel atau data
Bila F hitung > F tabel maka H0 ditolak dan H1 diterima,
artinya semua variabel bebas secara bersama-sama merupakan
penjelasan yang signifikan terhadap variabel terikat.
Bila F hitung < F tabel maka H0 diterima dan H1 ditolak,
artinya semua jenis variabel bebas yang signifikan terhadap variabel
terikat.
Download