RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN Nama Sekolah : SMA Negeri 7 Kota Bengkulu Mata Pelajaran : Fisika Kelas / Semester : XI IPA / Ganjil Materi Pokok : Suhu, Kalor dan Perpindahan Kalor Alokasi Waktu : 8 JP A. Kompetensi Inti (KI) KI 1 : Menghayati dan mengamalkan ajaran agama yang dianutnya. KI 2 : Mengembangkan perilaku (jujur, disiplin, tanggungjawab, peduli, santun, ramah lingkungan, gotong royong, kerjasama, cinta damai, responsif dan pro-aktif) dan menunjukan sikap sebagai bagian dari solusi atas berbagai permasalahan bangsa dalam berinteraksi secara efektif dengan lingkungan sosial dan alam serta dalam menempatkan diri sebagai cerminan bangsa dalam pergaulan dunia. KI 3 : Memahami dan menerapkan pengetahuan faktual, konseptual, prosedural dalam ilmu pengetahuan, teknologi, seni, budaya, dan humaniora dengan wawasan kemanusiaan, kebangsaan, kenegaraan, dan peradaban terkait fenomena dan kejadian, serta menerapkan pengetahuan prosedural pada bidang kajian yang spesifik sesuai dengan bakat dan minatnya untuk memecahkan masalah. KI 4 : Mengolah, menalar, dan menyaji dalam ranah konkret dan ranah abstrak terkait dengan pengembangan dari yang dipelajarinya di sekolah secara mandiri, dan mampu menggunakan metoda sesuai kaidah keilmuan. B. Kompetensi Dasar 3.5 Menganalisis pengaruh kalor dan perpindahan kalor yang meliputi karakteristik termal suatu bahan, kapasitas dan konduktivitas kalor pada kehidupan sehar-hari. 4.5 Merencanakan dan melakukan percobaan tentang karakteristik termal suatu bahan, terutama terkait dengan kapasitas dan konduktivitas kalor, beserta presentasi hasil dan makna fisisnya. C. Indikator Pencapaian Kompetensi Pertemuan 1 3.5.1 Mendefinisikan suhu dan Kalor 3.5.2 Menjelaskan hubungan kalor dan suhu 3.5.3 Menganalisis pengaruh kalor dalam kehidupan sehari-hari Pertemuan 2 3.5.4 Menganalisis pengaruh perubahan suhu terhadap pemuaian zat 3.5.5 Menganalisis pengaruh kalor pada zat Pertemuan 3 3.5.6 Menganalisis percampuran zat melalui azas Black 4.5.1 Merencanakan dan melaksanakan percobaan untuk menyelidiki karakteristik termal suatu bahan melalui Asas Black Pertemuan 4 3.5.7 Menganalisis karakteristik dan sifat perpindahan kalor D. Tujuan Pembelajaran Pertemuan 1 Melalui proses pembelajaran siswa mampu mendefinisikan suhu dan kalor Melalui proses pembelajaran siswa mampu menjelaskan hubungan suhu dan kalor Melalui proses pembelajaran siswa mampu menganalisis pengaruh kalor dalam kehidupan sehari-hari Pertemuan 2 Melalui proses pembelajaran siswa mampu menganalisis pengaruh perubahan suhu terhadap pemuaian zat Melalui proses pembelajaran siswa mampu menganalisis pengaruh kalor pada zat Pertemuan 3 Melalui proses pembelajaran siswa mampu menganalisis percampuran zat melalui Asas Black Melalui proses percobaan siswa mampu menyelidiki karakteristik termal suatu bahan melalui asas Black Pertemuan 4 Melalui proses pembelajaran siswa dapat menganalisis karakteristik dan sifat perpindahan kalor E. Materi Pembelajaran Pertemuan Pertama 1. Suhu Derajat panas atau dingin yang kamu rasakan dinamakan suhu. Suhu juga disebut temperatur yang diukur dengan alat termometer. Mudahnya, semakin tinggi suhu suatu benda, semakin panas benda tersebut. Secara mikroskopis, suhu menunjukkan energi yang dimiliki oleh suatu benda. Setiap atom dalam suatu benda masing-masing bergerak, baik itu dalam bentuk perpindahan maupun gerakan di tempat getaran. Makin tingginya energi atom-atom penyusun benda, makin tinggi suhu benda tersebut. Secara kualitatif, kita dapat mengetahui bahwa suhu adalah sensasi dingin atau hangatnya sebuah benda yang dirasakan ketika menyentuhnya. Secara kuantitatif, kita dapat mengetahuinya dengan menggunakan termometer. Termometer bekerja dengan memanfaatkan perubahan sifat-sifat fisis benda akibat perubahan suhu. Zat cair yang umum digunakan dalam termometer adalah air raksa. Hal ini dikarenakan raksa memiliki keunggulan dibandingkan zat cair lainnya, salah satu keunggulannya yaitu dapat menyerap panas suatu benda yang akan diukur sehingga suhu raksa sama dengan suhu benda yang diukur. Ada skala suhu yang dapat kita gunakan untuk pengukuran suhu, yaitu skala Celcius, Fahrenheit, Reamur, dan Kelvin. Keempat skala tersebut memiliki perbedaan dalam pengukuran suhunya. Termometer dirancang dengan menggunakan sifat pemuaian suatu zat. Jika bahan yang digunakan sama, maka pemuaian yang terjadi juga sama, tetapi karena skala yang digunakan berbeda akibatnya perlu penyesuaian. Pada termometer X dan Y berlaku perbandingan sebagai berikut: X Y X 0 Y0 Keterangan: X = Selisih antara skala yang ditunjukkan termometer X dengan titik tetap bawah termometer X. Y = Selisih antara skala yang ditunjukkan termometer Y dengan titik tetap bawah termometer Y. X 0 = Jumlah skala pada termometer X. Y0 = Jumlah skala padatermometer Y. Berikut beberapa rumus untuk mengkonversi skala suhu: 5 TC TR 4 4 TR (TF 32) 9 9 TF TC 32 5 9 TF TR 32 5 5 TC (TF 32) 9 4 TR TC 5 TC TK 273 TK TC 273 2. Kalor Kalor dapat didefinisikan sebagai proses transfer energi dari suatu zat ke zat lainnya dengan diikuti perubahan termperatur. Satuan kalor adalah joule (J) yang diambil dari nama seorang ilmuwan yang telah berjasa dalam bidang ilmu Fisika, yaitu James Joule. Satuan kalor lainnya dalah kalori. Hubungan satuan joule dan kalori adalah 1 kalori = 4,184 joule. 3. Kalor Laten, adalah banyaknya kalor untuk mengubah wujud 1 gram zat. Kalor laten ada 2 yaitu: kalor lebur (L) dan kalor uap (U). 4. Manfaat kalor dalam kehidupan - Memasak makanan ataupun minuman - Menjemur pakaian - Pembuatan es - Pembuatan garam - Dan lainnya Pertemuan Kedua 1. Pengaruh perubahan suhu terhadap pemuaian, pemuaian adalah bertambah besrnya ukuran suatu benda karena kenaikan suhu yang terjadi pada benda. Kenaikan suhu menyebabkan benda itu mendapat tambahan energi berupa kalor yang menyebabkan molekul pada benda bergerak lebih cepat. Jenis-jenis pemuaian: a. Pemuaian zat padat - Muai panjang Koefisien muai panjang adalah bilangan yang menunjukkan besarnya pertambahan panjang tiap satu meter pada suhu 1 K atau 1º C. Pada suhu dan panjang mula-mula suatu zat berturut-turut adalah T0 (K atau º C) dan L0 (m), maka panjang benda setelah dipanaskan hingga suhu T (K atau º C) adalah Lt (m). Secara matematis dirumuskan : lt l0 (1 T ) - Muai Luas Koefisien muai luas adalah bilangan yang menunjukkan besarnya pertambahan luas tiap satu meter persegi pada suhu 1 K atau 1º C. Luas benda setelah dipanaskan hingga suhu tertentu dapat dihitung dengan rumus berikut : At A0 (1 T ) A A0 T - Muai ruang atau volume Koefisien muai volume adalah bilangan yang menunjukkan besarnya pertambahan volume tiap satu meter kubik pada suhu 1 K atau 1º C. Untuk mengetahui volume benda setelah dipanaskan hingga suhu tertentu, dapat digunakan persamaan : Vt V0 (1 T ) V V0T 2. Pengaruh Kalor pada zat, setiap zat memiliki kecenderungan untuk berubah jika zat diberikan temperatur yang lebih tinggi ataupun lebih rendah. Zat pun bisa mengalami perubahan, sebagai berikut: Perubahan suhu dan perubahan wujud, jika suatu benda diberikan kalor yang cukup maka dapat terjadi kedua perubahan itu. Pada saat terjadi perubahan wujud, maka tidak terjadi perubahan suhu karena kalor digunakan untuk mengubah wujud zat. Sebaliknya, jika terjadi perubahan suhu maka tidak terjadi perubahan wujud karena kalor digunakan untuk mengubah suhu suatu zat. Kapasitas Kalor, kapasitas kalor adalah banyaknya kalor yang dibutuhkan untuk menaikkan suhu suatu benda sebesar 1C . Kapasitas kalor dapat dirumuskan yaitu: C Q T Dimana, Q = kalor yang diserap (J) T = kenaikan suhu pada benda (K) C = kapasitas kalor (J/K) Zat yang sama memiliki kapasitas kalor yang berbeda bila massanya berbeda. Sebaliknya, zat yang berbeda dapat memiliki kapasitas kalor yang sama bila memiliki perbandingan massa tertentu. Kalor Jenis, kalor jenis adalah kapasitas kalor dari 1 kg zat. c C m Dengan, C = kapasitas kalor benda (J/K), m = massa benda (kg), c = kalor jenis benda (J/kg K atau J/kg C ). Berdasarkan rumusan kapasitas kalor dan kalor jenis, maka pengaruh kalor terhadap perubahan suhu adalah: Q mcT Pertemuan Ketiga 1. Percampuran zat melalui azas Black, setiap dua benda atau lebih dengan suhu berbeda dicampurkan maka benda yang bersuhu lebih tinggi akan melepaskan kalor, sedangkan benda yang bersuhu lebih rendah akan menyerap kalor hingga mencapai kesetimbangan yaitu suhunya sama. Alat yang digunakan untuk mengukur kalor adalah kalorimeter. Kalor yang dilepas sama dengan kalor yang diterima, ini merupakan Hukum Kekekalan Energi yang dikemukakan oleh Joseph Black. Qlepas Qterima m1c1T1 m2 c2 T2 m1c1 (T1 Tc ) m2 c2 (Tc T2 ) Pertemuan Keempat 1. Konduksi, perpindahan kalor melalui suatu zat tanpa disertai dengan perpindahan partikel. (T T ) Q H kA 2 1 t L Keterangan: H = jumlah kalor yang merambat tiap detik (J/s). k = koefisien konduksi termal (J/msK) A = luas penampang batang(m2) L = panjang batang (m) Contoh peristiwa konduksi adalah peristiwa pemanasan logam. 2. Konveksi, perpindahan kalor yang disertai perpindahan zat perantara biasanya pada zat cair dan gas. H hAT H = jumlah kalor yang merambat tiap detik (J/s). h = koefisien konveksi termal (J/m2sK) A = luas permukaan (m2) ΔT = perbedaan suhu(K) Contoh peristiwa konveksi adalah proses memasak air. 3. Radiasi, perpindahan kalor secara pencaran tanpa zat perantara. Q eT 4 t H = kaloryang dipancarkan benda (J). T = Suhu mutlak (K) e = emisitas bahan A = luas penampang benda (m2) = tetapan Stefan-Boltzmann (5,672 x 10-8 W/Mk4) F. Kegiatan Pembelajaran Pertemuan 1 Pendekatan : Saintifik Metode : Ceramah, diskusi,tanya jawab, presentasi Model : Pembelajaran kooperatif tipe STAD Langkah Pendahuluan Deskripsi Kegiatan Aktivitas Guru 1. Guru menyapa siswa dan Alokasi Aktivitas Siswa Waktu 1. Siswa bertegur sapa 10 bersama siswa berdoa dengan siswa lainnya, sebelum memulai setelah itu berdoa. menit pembelajaran. 2. Guru memberikan gambaran tentang materi sebagai 2. Siswa memperhatikan dengan seksama apersepsi untukmendorong rasa ingin tahu dan berpikir kritis siswa 3. Guru menyampaikan tujuan pembelajaran yang ingin dicapai Inti 1. Guru memperlihatkan animasi 1. Siswa mengamati animasi ataupun vidio tentang atau vidio tentang suhu mengenai suhu dan kalor dan kalor 2. Guru merangsang siswa 2. Siswa menanyakan hal-hal dengan beberapa pertanyaan yang belum dipahami dan ada timbal balik dari tentang suhu dan kalor. siswa (keingintahuan) dari Misalnya: mengapa zat 70 menit vidio atau animasi yang cair yang digunakan ditampilkan dalam termometer adalah 3. Guru menyampaikan materi tentang suhu dan kalor dengan batuan power point 4. Guru membagi siswa dalam beberapa kelompok kecil 5. Guru memberikan 3. Siswa mengamati apa yang disampaikan 4. Siswa membentuk kelompok sesuai arahan guru permasalahan kepada siswa 5. Siswa menyimak dan untuk diselesaikan dengan mencatat apa yang berdiskusi bersama kelompok menjadi permasalahan 6. Membimbing masing-masing kelompok untuk menyelesaikan permasalahan 7. Guru membimbing siswa yang harus diselesaikan 6. Siswa berdiskusi dengan kelompok masing-masing 7. Siswa membuat laporan membuat laporan hasil hasil berdasarkan diskusi diskusi kelompok 8. Guru meminta siswa untuk mempresentasikan hasil yang telah dikerjakan 9. Guru mengkonfirmasi hasil yang telah dipresentasikan 10. Guru memberikan penguatan Penutup raksa? 8. Siswa mempresentasikan hasil diskusi 9. Siswa memndengarkan konfirmasi dari guru 10. Siswa mendengarkan penguatan materi materi pembeajaran mengenai pembelajaran dari guru suhu dan kalor dan serta mendengarkan menyampaikan kesimpulan kesimpulan pembelajaran 1. Guru memberikan tugas mandiri 2. Guru menyampaikan materi pembelajaran padamateri selanjutnya 3. Guru mengakhiri pelajaran dan meminta ketua kelas 1. Siswa mencatat tugas yang diberikan oleh guru 2. Siswa mendengarkan penjelasan singkat dari guru mengenai materi pembelajaran 10 menit memberikan salam berikutnya. 3. Siswa menjawab salam Pertemuan 2 Pendekatan : Saintifik Metode : Ceramah, diskusi,tanya jawab, presentasi Model : Pembelajaran kooperatif tipe STAD Langkah Pendahuluan Deskripsi Kegiatan Aktivitas Guru 1. Guru menyapa siswa dan Alokasi Aktivitas Siswa Waktu 1. Siswa bertegur sapa 10 bersama siswa berdoa dengan siswa lainnya, sebelum memulai setelah itu berdoa. menit pembelajaran. 2. Guru memberikan gambaran tentang materi sebagai 2. Siswa memperhatikan dengan seksama apersepsi untuk mendorong rasa ingin tahu dan berpikir kritis siswa. 3. Guru menyampaikan tujuan pembelajaran yang ingin dicapai. Inti 1. Guru memperlihatkan animasi 1. Siswa mengamati animasi ataupun vidio tentang atau vidio tentang suhu mengenai pemuaian zat dan dan kalor. pengaruh kalor pada zat. 2. Guru merangsang siswa 2. Siswa menanyakan hal-hal yang belum dipahami dengan beberapa pertanyaan tentang pemuaian zat dan dan ada timbal balik dari pengaruh kalor pada zat. siswa (keingintahuan) dari Misalnya: mengapa rel vidio atau animasi yang kereta api melengkung 70 menit ditampilkan. 3. Guru menyampaikan materi tentang pemuaian zat dan pengaruh kalor pada zat.dengan batuan power point 4. Guru membagi siswa dalam beberapa kelompok kecil 5. Guru memberikan pada siang hari yang panas? 3. Siswa mengamati apa yang disampaikan. 4. Siswa membentuk kelompok sesuai arahan guru. 5. Siswa menyimak dan mencatat apa yang permasalahan kepada siswa menjadi permasalahan untuk diselesaikan dengan yang harus diselesaikan. berdiskusi bersama kelompok 6. Membimbing masing-masing kelompok untuk menyelesaikan permasalahan 7. Guru membimbing siswa membuat laporan hasil diskusi 8. Guru meminta siswa untuk mempresentasikan hasil yang telah dikerjakan 9. Guru mengkonfirmasi hasil yang telah dipresentasikan 10. Guru memberikan penguatan 6. Siswa berdiskusi dengan kelompok masing-masing. 7. Siswa membuat laporan hasil berdasarkan diskusi kelompok. 8. Siswa mempresentasikan hasil diskusi. 9. Siswa memndengarkan konfirmasi dari guru. 10. Siswa mendengarkan penguatan materi pembelajaran dari guru serta mendengarkan materi pembeajaran mengenai kesimpulan suhu dan kalor dan pembelajaran menyampaikan kesimpulan Penutup 1. Guru memberikan tugas mandiri. 2. Guru menyampaikan materi 1. Siswa mencatat tugas yang diberikan oleh guru. 2. Siswa mendengarkan pembelajaran padamateri penjelasan singkat dari selanjutnya. guru mengenai materi 3. Guru mengakhiri pelajaran pembelajaran berikutnya. 10 menit dan meminta ketua kelas 3. Siswa menjawab salam memberikan salam Pertemuan 3 Pendekatan : Problem Solving Metode : Ceramah, diskusi,tanya jawab, presentasi Model : Pembelajaran Search, Solve, Create, and Share (SSCS) a. Kegiatan Awal / Pendahuluan (10 menit) Kegiatan yang dilakukan pada kegiatan awal adalah kegiatan yang terdapat pada tahap search Guru bersama siswa membahas soal PR Untuk membangkitkan pertanyaan, guru mengingatkan tentang pengalaman belajar yang terdahulu Sebelum memulai pembelajaran, siswa terlebih dahulu memahami sumber belajar yang telah ditetapkan sebelumnya tentang materi yang telah dipelajari Guru meminta siswa untuk mengemukakan/mengajukan pertanyaan/ide yang akan dicari penyelesaiannya Guru meminta siswa secara berkelompok untuk membuat berkas pertanyaan/ideide Setelah siswa mengemukakan /mengajukan pertanyaan/ide selesai, guru meminta siswa untuk mempersempit pertanyaan. Guru membagi LKS b. Kegiatan Inti (70 menit) Tahap Solve Deskripsi Kegiatan Aktivitas Guru Bertindak sebagai mengarahkan langkah-langkah menyelesaikan masalah Waktu Aktivitas Siswa fasilitator, siswa Alokasi Mengerjakan tentang berkelompok LKS dengan secara 30 cara menit dalam nmengumpulkan dan mengembangkan alternatif yang mungkin untuk menjawab pertanyaan, serta mengorganisasikan jawaban yang ditemukan. Create Bertindak sebagai fasilitator, Mendiskusikan dan mengarahkan 20 siswa menyusun satu jawaban yang menit menyimpulkan hasil yang mereka dianggap benar kemudian dapatkan dalam diskusi mempersiapkan presentasi. kelompok. Share Menerima semua bentuk hasil Mempresentasikan hasil 20 kerja siswa pada saat kelompok kerja yang telah disusun pada menit presentasi dan bertindak sebagai tahap create dihadapan teman fasilitator. mereka yang lain. c. Kegiatan Akhir (10 menit) Guru bersama siswa mengevaluasi hasil jawaban yang diperoleh pada saat presentasi, menandai jawaban yang kurang tepat dan memperbaikinya Guru bersama siswa menyimpulkan materi yang telah dipelajari Guru memberi latihan soal untuk dirumah Pertemuan 4 Pendekatan : Saintifik Metode : Ceramah, diskusi,tanya jawab, presentasi Model : Pembelajaran Langsung Langkah Deskripsi Kegiatan Aktivitas Guru Pendahuluan 1. Guru menyapa Aktivitas Siswa siswa dan 1. Siswa bertegur sapa bersama siswa berdoa sebelum dengan siswa lainnya, memulai pembelajaran. setelah itu berdoa. 2. Guru memberikan gambaran tentang materi sebagai 2. Siswa memperhatikan apersepsi untukmendorong rasa ingin tahu dan berpikir kritis dengan seksama Alokasi Waktu 10 menit siswa 3. Guru menyampaikan pembelajaran tujuan yang ingin dicapai Inti 1. Guru memperlihatkan animasi 1. Siswa mengamati animasi ataupun vidio tentang mengenai perpindahan kalor atau vidio tentang 70 menit perpindahan kalor 2. Guru merangsang siswa dengan 2. Siswa menanyakan hal-hal beberapa pertanyaan dan ada yang belum dipahami timbal tentang perpindahan kalor balik dari siswa (keingintahuan) dari vidio atau 3. Siswa mengamati apa animasi yang ditampilkan 3. Guru menyampaikan yang disampaikan materi 4. Siswa menyimak dan tentang perpindahan kalor 4. Guru memberikan permasalahan untuk mencatat apa yang kepada diselesaikan siswa menjadi permasalahan yang harus diselesaikan dengan 5. Siswa mempresentasikan berdiskusi bersama di kelas hasil diskusi 5. menyelesaikan permasalahan 6. Guru meminta siswa untuk 6. Siswa memndengarkan konfirmasi dari guru mempresentasikan hasil yang 7. Siswa mendengarkan telah dikerjakan 7. Guru penguatan materi mengkonfirmasi hasil yang telah dipresentasikan pembelajaran dari guru serta mendengarkan 8. Guru memberikan penguatan kesimpulan pembelajaran materi pembeajaran mengenai suhu dan kalor dan menyampaikan kesimpulan Penutup 1. Guru memberikan tugas 1. Siswa mencatat tugas mandiri yang diberikan oleh guru 2. Guru menyampaikan materi 2. Siswa mendengarkan pembelajaran selanjutnya padamateri penjelasan singkat dari guru mengenai materi 10 menit 3. Guru mengakhiri pelajaran dan meminta ketua pembelajaran berikutnya. kelas 3. Siswa menjawab salam memberikan salam G. Media, Alat dan Sumber belajar Media: Power Point Alat dan Bahan: 1. Papan tulis 2. Spidol 3. Laptop 4. LCD H. Sumber Belajar: 1) Lasmi, Ni Ketut. 2017. Fisika untuk SMA/MA Kelas XI. Jakarta: Erlangga. 2) Indarti, dkk. 2016. Fisika untuk SMA Kelas XI. Surakarta: CV. Mediatama. 3) Internet