Uploaded by User50395

Laporan Difraksi Elektron

advertisement
I.
Pendahuluan
Fenomena fisika seperti radiasi benda hitam, efek fotolistrik, dan efek Compton
baru bisa dijelaskan dengan menganggap bahwa cahaya itu berupa kuantumkuantum atau paket-paket energi yang lebih menyerupai partikel. Dari berbagai
fenomena itu, lahirlah dualisme gelombang-partikel dari cahaya yang dikemukakan
oleh Einstein.
Tertarik dari simetri dalam fisika, timbullah pertanyaan: apakah ada fenomena
fisika berkaitan dengan partikel yang hanya dapat diterangkan dengan
mengganggap bahwa partikel itu berperilaku seperti gelombang? Pertanyaan itulah
yang mendorong fisikawan Prancis L. de Broglie pada tahun 1924 untuk
mengemukakan postulatnya tentang perilaku gelombang. Berdasarkan postulat de
Broglie, elektron-elektron yang bergerak dianggap sebagai gelombang. Bila halnya
seperti itu, maka elektron juga harus dapat menunjukkan sifat-sifat gelombang
lainnya, yaitu dapat direfleksikan, didifraksikan, dan lain-lain. Baru tiga tahun
kemudian, postulat de Broglie itu dapat dibuktikan secara eksperimen oleh
Davisson dan Germer kemudian juga oleh G. P. Thomson dan lain-lain.
Davisson dan Germer melakukan eksperimen untuk membuktikan postulat de
Broglie. Davison dan Germer mendemonstrasikan secara langsung sifat gelombang
dari elektron dengan menunjukan bahwa elektron berenergi rendah didifraksikan
oleh kristal tunggal. Difraksi elektron adalah peristiwa penyebaran atau
pembelokan elektron pada saat melintas melalui celah. Davison-Germer
menembakan berkas elektron pada kristal nikel. Berkas elektron ditempatkan
dalam medan potensial sehingga elektron akan dipercepat sebagai hasil dari
perubahan energi potensial listrik menjadi energi kinetik.
1
𝑒𝑉 = 𝑚𝑣 2
2
𝑣=√
2𝑒𝑉
𝑚
Panjang gelombang de Broglie adalah
2
𝜆=
𝜆=
𝜆=
ℎ
𝑚𝑣
ℎ
2𝑒𝑉
𝑚√ 𝑚
ℎ
2𝑒𝑉 𝑚
𝑚√ 𝑚 𝑚
ℎ
𝜆=
2𝑒𝑉𝑚
𝑚2
𝑚√
𝜆=
ℎ
√2𝑚𝑒𝑉
dengan h adalah konstanta Planck, m adalah massa elektron, e adalah muatan
elektron, dan V adalah besar tegangan pemercepat.
Bentuk kisi yang dapat mendifraksikan elektron yaitu kisi yang memiliki
keteraturan dan tersusun secara periodik, seperti halnya kisi pada kristal. Berkas
sinar monokromatik yang jatuh pada sebuah kristal akan dihamburkan ke segala
arah, akan tetapi karena keteraturan letak atom-atom, pada arah tertentu gelombang
hambur itu akan berinterferensi konstruktif sedangkan yang lainnya berinterferensi
destruktif. Pada eksperimen yang dilakukan penulis, kristal yang ditembak adalah
kristal grafit. Kemudian, setelah melewati kristal, berkas itu ditangkap oleh layar
fluoresensi yang berada pada jarak tertentu di belakangnya.
3
Gambar 1 Skema eksperimen difraksi elektron. (Petunjuk Praktikum Eksperimen Fisika II)
Pada eksperimen ini, dari skema diketahui bahwa
𝑡𝑎𝑛2𝜃 =
𝑅
𝐿
dengan R adalah jari-jari lingkaran hasil difraksi elektron dan L adalah diameter
tabung aparatus yang juga merupakan jarak layar dari kisi refleksi kristal grafit
tersebut di atas. Pada layar, di tengahnya akan ada cahaya elektron yang tidak
terdifraksi. Untuk harga θ yang kecil:
𝑡𝑎𝑛2𝜃 ≈ 𝑠𝑖𝑛2𝜃 ≈ 2𝑠𝑖𝑛𝜃
𝑅
𝐿
Menurut aturan Bragg mengenai difraksi, berkas-berkas elektron akan
2𝑠𝑖𝑛𝜃 =
mengalami interferensi maksimum (berkas elektron paling terang) bila elektron
terrefleksi pada bidang atom (bidang kisi). Jika elektron menabrak kisi pada sudut
tertentu, maka hasil interferensi sinar elektron yang terrefleksi akan konstruktif
(paling terang) atau destruktif (paling gelap). Untuk memperoleh interferensi
konstruktif, maka beda jarak antara dua gelombang cahaya, yaitu 2dsinθ, harus
sebesar kelipatan dari panjang gelombang cahaya tersebut:
2𝑑𝑏 𝑠𝑖𝑛𝜃 = 𝑛𝜆
dengan db adalah jarak antarbidang Bragg, yaitu bidang atom atau bidang kisi.
4
Beda jarak antara dua gelombang cahaya tadi dapat disubstitusikan dengan
persamaan sebelumnya:
𝑅
= 𝑛𝜆
𝐿
𝑛𝜆𝐿
𝑑𝑏 =
; 𝑛=1
𝑅
𝜆𝐿
𝑑𝑏 =
𝑅
ℎ
𝐿
𝑑𝑏 =
√2𝑚𝑒𝑉 𝑅
𝑑𝑏
I.
Eksperimen
Dalam eksperimen ini digunakan catu daya DC bertegangan tinggi dengan
jangkauan tegangan yang dapat diberikan dari 1 kV sampai 4 kV. Kemudian,
digunakan pula jangka sorong untuk mengukur diameter cincin difraksi elektron dan
tabung difraksi elektron. Di dalam tabung difraksi elektron terdapat kisi berupa kristal
grafit yang akan diukur jarak antarbidang Bragg-nya.
Eksperimen dilakukan dengan menyalakan catu daya bertegangan tinggi yang
sebelumnya sudah dipastikan jarum penunjuk nilai tegangannya mengarah ke angka 0.
Mula-mula nilai tegangan ditentukan. Pada saat itu, berkas elektron berdifraksi dan
berinterferensi membentuk cincin-cincin. Ada dua cincin yang muncul untuk setiap
nilai tegangan. Kedua diameter cincin diukur menggunakan jangka sorong. Kegiatan
ini dilakukan untuk setiap nilai tegangan yang berbeda miminal sebanyak 5 nilai.
II.
Hasil dan Pembahasan
Hasil yang didapatkan dari pengolahan data dengan metode grafik untuk jarak antar
bidang Bragg adalah 𝑑𝑏 = (1,43 ± 0,14)𝑥10−10 𝑚 dan Menurut LeMay Brown dan
Bursten dalam buku Chemistry The Central Science, jarak antarbidang Bragg kristal
5
grafit adalah sebesar 1,42 angstrom, atau 1,42 x 10-10 m. Kesalahan akurasi db dengan
metode grafik adalah 0,007%. Kemudian kesalahan presisinya hanya 0,097%.
Persentase kesalahan akurasi ini diduga disebabkan oleh pengukurang jari-jari yang
terlalu kecil karena jangka sorong yang dipakai adalah jangka sorong yang tidak
memiliki kunci sekrup sehingga jangka sorong dapat bergeser ketika jarak yang sudah
diukur hendak dilihat dan ditulis. Sebab lainnya juga karena cincin elektron yang
semakin tebal jika tegangan semakin besar, sehingga pengukuran jari-jari semakin sulit
karena diharuskan mengukur jari-jari dari tengah cincin elektron. Aka lebih baik bila
ada alat ukur yang lebih mudah untuk mengukur diameter lingkaran karena bentuk
tambung yang bulat.
III.
Kesimpulan
Dalam kasus ini telah diperoleh nilai celah antar bidang Bragg adalah 𝑑𝑏 =
(1,43 ± 0,14)𝑥10−10 𝑚. Dan sifat dualisme cahaya yang muncul adalah saat sebagai
gelombang karena terjadi pola interferensi akibat difraksi oleh celah antarbidang
Bragg. Namun sifat partikelnya muncul saat meninjaunya secara mikroskopik pada
susunan kristal grafit yang ditembakan electron ada hamburan electron akibat
tumbukan dengan atom-atom grafit.
Daftar Pustaka
Brown, LeMay dan Bursten. 1997. Chemistry The Central Science. Upper Saddle
River, NJ: Simon & Schuster: 227, 412-413.
Tim Dosen Eksperimen Fisika II. 2018. PETUNJUK PRAKTIKUM EKSPERIMEN
FISIKA II. Fisika Lanjut. Bandung: Program Studi Fisika FPMIPA UPI.
6
Lampiran
Dokumentasi
Gambar 3 Catu daya bertegangan tinggi.
Gambar 2 Tabung difraksi elektron.
Gambar 4 Jangka sorong.sss
7
Pengolahan Data
Rekap data pengamatan akan diolah dengan metode grafik saja dan berdasarkan
persamaan 𝑑𝑏 =
𝜆𝐿
𝑅
dengan mengetahui variable bebas adalah beda potensial
pemercepat electron dan variable terikatnya adalah diameter cincin yang terbentuk atau
bisa direpresentasikan dengan jarak antar terang terdekat.
𝑅=
𝐿
𝜆
𝑑𝑏
Tabel rekapan data pengamatan
V (V)
2400
2600
2800
3200
3800
4000
4200
4400
4600
4800
Diameter Cincin
d1 (m)
d2 (m)
0,026000 0,047175
0,025350 0,046175
0,026050 0,045200
0,023100 0,043100
0,021100 0,039200
0,021050 0,037200
0,019175 0,035000
0,018300 0,034300
0,019000 0,034200
0,019100 0,034050
lambda (m)
. 10E-9
0,025046
0,024063
0,023188
0,021691
0,019905
0,019401
0,018933
0,018498
0,018091
0,017710
R=d2-d1
(m)
0,021175
0,020825
0,019150
0,020000
0,018100
0,016150
0,015825
0,016000
0,015200
0,014950
Dibantu dengan software Microcal Origin.
8
𝐿
𝐿
Maka, gradiennya adalah 𝑚 = 𝑑 dan 𝑑𝑏 = 𝑚 . dengan ketidakpastiannya
𝑏
∆𝑑𝑏 =
𝐿
∆𝑚
𝑚2
Maka hasilnya adalah 𝑑𝑏 = (1,43 ± 0,14)𝑥10−10 𝑚
9
Tugas Akir
1. Data dalam table telah tercatat dalam table pengamatan dan rekapan data
pengamatan bagian pengolahan data pada lampiran.
2. Grafik telah diplot pada pengolahan data dalam lampiran
3. Hasil dari grafik jarak antar bidang telah diperoleh dari persamaan regresi yang
diperoleh dalam lampiran pengolahan data
4. Kecocokan nilai jarak antarbidang Bragg telah dibahas pada bagian hasil dan
pembahasan laporan ini.
10
Download