Uploaded by common.user44039

Development of Scientific Approach Textbook for Research Methodology

advertisement
PENGEMBANGAN BUKU AJAR
BERBASIS
PENDEKATAN
SAINTIFIK
PADA
MATA
KULIAH
METODOLOGI
PENELITIAN MAHASISWA S1
PENDIDIKAN BAHASA INGGRIS
Raisa Anakotta
Heny sri Astutik
LATAR BELAKANG
Realitas Pendidikan
Pendidik
masih
menggunakan
bahan ajar konvensional
• Tidak menarik, monoton, dan
tidak sesuai kebutuhan
• Mahasiswa kurang aktif dalam
proses pembelajaran
• Mahasiswa
jarang
mencari
referensi atau sumber informasi
lain
• Masih banyak mahasiswa akhir
yang belum paham mengenai
proses atau tahapan penelitian
Perlunya
penyusunan
dan
pengembangan
perangkat
pembelajaran dalam bentuk buku
ajar
Buku ajar pada Mata Kuliah
Metodologi Penelitian Berbasis
Pendekatan Saintifik
Pendekatan saintifik adalah dasar
dari kurikulum 2013 yang
diterapkan di sekolah-sekolah
Rumusan Masalah
1.
2.
3.
Bagaimanakah
proses
pengembangan buku ajar
berbasis pendekatan saintifik
pada mata kuliah metodologi
penelitian?
Bagaimanakah
kelayakan
buku
ajar
berbasis
pendekatan saintifik pada
mata
kuliah
metodologi
penelitian?
Bagaimana
respon
mahasiswa terhadap buku
ajar berbasis pendekatan
saintifik
mata
kuliah
metodologi penelitian yang
dikembangkan?
Tujuan
1.
2.
3.
Mendeskripsikan
proses
pengembangan buku ajar
berbasis pendekatan saintifik
pada mata kuliah metodologi
penelitian.
Mendeskripsikan kelayakan
buku
ajar
berbasis
pendekatan saintifik pada
mata
kuliah
metodologi
penelitian.
Mendeskripsikan
respon
mahasiswa terhadap buku
ajar berbasis pendekatan
saintifik
mata
kuliah
metodologi penelitian yang
dikembangkan.
LUARAN PENELITIAN
No
Jenis Luaran
Indikator Capaian
1
Publikasi Ilmiah di Jurnal Nasional (ber ISSN)
Terdaftar
2
Pemakalah
Ilmiah
Tidak Ada
dalam
Temu Nasional
Lokal
3
Bahan Ajar
4
Luaran Lainnya jika ada (Teknologi Tepat Guna, model,
purwarupa,desain, karya seni,rekayasa sosial)
5
Tingkat Kesiapan Teknologi
Submit
Proses editing
Tidak Ada
5
METODE
PENELITIAN
METODE PENELITIAN
Tahapan Penelitian
Tahapan Pengembangan Buku Ajar (Diadaptasi dari Thiagarajan, et.al., 1974)
METODE PENELITIAN



Lokasi Penelitian
Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris STKIP
Muhammadiyah Sorong semester V.
Model yang Digunakan
Four-D Model, yakni define (pendefinisian), design
(perancangan),
develop
(pengembangan),
dan
dessiminate (penyebaran). (Thiagarajan dkk, 1974)
Teknik Pengumpulan data
a. Dokumentasi, data KD di perguruan tinggi.
b. Observasi, data aktivitas mahasiswa dalam KBM
c. Angket, data validasi, respon mahasiswa dan dosen
d. Tes, hasil belajar mahasiswa
METODE PENELITIAN

a.
b.
Teknik Analisis Data
Analisis
deskriptif
kualitatif,
proses
pengembangan buku ajar, yakni tahap
pendefinisian dan perancangan.
Analisis deskriptif kuantitatif, proses tahap
pengembangan buku ajar, meliputi: analisis
data hasil validasi, analisis angket mahasiswa
dan dosen, dan analisis hasil penerapan buku
ajar
HASIL DAN LUARAN
YANG DICAPAI
HASIL PENELITIAN
A. Proses Pengembangan Buku Ajar Mata Kuliah Research
Berbasis Pendekatan Saintifik
1.
2.
3.
4.
5.
Analisis awal, mengidentifikasi masalah
Analisis mahasiswa, mengamati kondisi
pembelajaran mahasiswa
Analisis materi, mengidentifikasi materi yang
sesuai
Analisis tugas, mengidentifikasi keterampilan
yang
harus
dilakukan
mahasiswa
saat
pembelajaran
Spesifikasi
tujuan
pembelajaran,
merumuskan tujuan khusus pembelajaran.
HASIL PENELITIAN
Tahap Perancangan
• Penulisan dan penyusunan buku ajar
•Validasi draf I
HASIL PENELITIAN
Tahap Pengembangan
Revisi hasil validasi Draf I
 Validasi draf ajar II

 Uji coba terbatas
HASIL PENELITIAN
B. Kualitas Buku Ajar Mata Kuliah Research Berbasis
Pendekatan Saintifik
1.
2.
Kualitas buku berdasarkan kualitas produk: dilihat
dari perolehan persentase hasil validasi yang meliputi
komponen materi, penyajian, dan kebahasaan. Persentase
pada validasi draf I adalah 63, 056% dan persentase pada
validasi draf II adalah 88,75%.
Kualitas buku berdasarkan pengguna: Dari sudut
pandang dosen, aktivitas dosen memperoleh skor ratarata 34 atau 85%. Sementara respon dosen terhadap draf
III buku ajar memperoleh skor 33 atau 91,7%. Dari sudut
pandang mahasiswa, aktivitas mahasiswa memperoleh
skor rata-rata 15 atau 93,75%. Sementara respon
mahasiswa, diperoleh hasil rata-rata sebesar 86% dengan
kriteria sangat layak
HASIL PENELITIAN
B. Kualitas Buku Ajar Mata Kuliah Research Berbasis
Pendekatan Saintifik
2.
Kualitas buku berdasarkan pengguna: Hasil
belajar mahasiswa, hasil pre-test uji coba terbatas,
dari 20 mahasiswa terdapat 10 mahasiswa yang
tuntas secara individu dengan nilai ≥70 dan 10
mahasiswa dinyatakan belum tuntas secara
individu. Untuk hasil post-test dari 20 mahasiswa
yang ada, 19 mahasiswa dinyatakan tuntas secara
individu dan 1 mahasiswa dinyatakan belum tuntas
secara individu berdasarkan nilai yang diraih.
Hasil skor rata-rata untuk pre test yaitu 69,6
sedangkan hasil rata-rata untuk post-test 88,4.
Berdasarkan nilai standar ketuntasan minimal yang
diterapkan, maka hasil post-test dinyatakan tuntas.
PEMBAHASAN
A. Buku Ajar Mata Kuliah Research Berorientasi
Pendekatan Saintifik Membantu Dosen dan Mahasiswa
Dalam Proses Perkuliahan


Berdasarkan hasil dari uji coba terbatas, mahasiswa
sangat
semangat
dalam
mengikuti
proses
perkuliahan, dibandingkan dengan kegiatan sebelum
menggunakan buku ajar Research yang diterapkan.
Hal ini menimbulkan hasil belajar mahasiswa pada
mata kuliah research dapat meningkat.
Kegitan pembelajaran dengan mengunakan buku ajar
mata kuliah Research berorientasi pendekatan
saintifik dapat membantu dosen dalam proses
pembelajaran. Hal ini dapat terbukti bahwa
persentase aktivitas dosen pada uji coba terbatas
aktivitas dosen memperoleh hasil sebesar 92,5%
dengan kriteria sangat aktif.
PEMBAHASAN
B. Buku Ajar Mata Kuliah Research Berorientasi
Pendekatan Saintifik Membantu Meningkatkan Hasil
Belajar Mahasiswa

Keaktifan mahasiswa terlihat pada antusias
mahasiswa terhadap pembelajaran, sedangkan hasil
belajar yang diperoleh mengalami peningkatan.
Peningkatan hasil belajar mahasiswa pada tahap pretest dan post-test. Peningkatan hasil belajar terjadi
pada tahap uji coba terbatas yaitu sebesar 18. Melalui
keaktifan mahasiswa, peningkatan hasil belajar dari
uji coba terbatas mahasiswa dapat menujukan
penguasaan konsep atau materi melalui tahapan
pendekatan
saintifik
mengamati,
menanya,
mengumpulkan informasi, mengasosiasikan, dan
mengomunikasikan dengan baik sesuai dengan teori
belajar Bruner (dalam hudojo, 1988: 56)
LUARAN YANG TELAH DICAPAI
No
Jenis Luaran
Indikator Capaian
Ketercapaian
1
Publikasi Ilmiah di Jurnal Nasional (ber ISSN)
Published
Accepted
2
Pemakalah
Tidak Ada
Belum
Submit
Submit
Proses editing
Draft
Tidak Ada
Tidak ada
5
3
dalam
Temu Nasional
Ilmiah
Lokal
3
Bahan Ajar
4
Luaran Lainnya jika ada (Teknologi Tepat Guna, model,
purwarupa,desain, karya seni,rekayasa sosial)
5
Tingkat Kesiapan Teknologi
KESIMPULAN
DAN SARAN
KESIMPULAN DAN SARAN
Kesimpulan



Dalam proses pengembangan produk, melalui tiga tahapan yaitu
tahapan pendefinisian, perencanaan, dan pengembangan.
Kualitas buku ajar dinilai dari segi produk dan dari segi
penggunaannya pada saat digunakan di ruangan perkuliahan. Dari
segi produk, buku ajar dinilai dari komponen materi, penyajian, dan
kebahasaan. Komponen materi mendapat skor 17 dengan persentasi
85%. Komponen penyajian mendapat sekor 13 dengan persentasi
81,25%. Komponen bahasa mendapat sekor 12 dengan persentasi 100%.
Dari hasil penilaian validator diperoleh persentase rata-rata 88,75%,
dengan kategori sangat layak.
Kualitas buku ajar dari segi penggunaan ditentukan oleh aktivitas
dosen, respon dosen, aktivitas mahasiswa, respon mahasiswa dan hasil
belajar mahasiswa. Dari hasil uji coba terbatas yaitu aktivitas dosen di
kelas mendapat persentase 92,5%, Respon dosen kelas mendapat
persentase 91,7%, Aktivitas mahasiswa mendapat persentase 93,75%.
Respon mahasiswa mendapat hasil rata-rata 90,7, Hasil belajar dari
hasil pre-test dan post-test mengalami peningkatan sebesar 18. Dari
hasil ketuntasan klasikal pre-test dan post-test mengalami peningkatan
sebesar 53,3%.
KESIMPULAN DAN SARAN
Saran



Sebaiknya peneliti mengatur pelaksanaan penelitian dengan
lebih cermat sehingga kegiatan yang dilakukan bisa sesuai
dengan jadwal yang telah dirancang. Selain itu, peneliti juga
harus bisa mengatur waktu dan menyusun rencana lain untuk
mengantisipasi keterlambatan pelaksanaan penelitian.
Mempelajari dan mengkaji buku ajar yang telah disusun oleh
peneliti sehingga bisa memahami isi buku tersebut dan dapat
menerapkannya dengan baik pada mahasiswa.
Sebaiknya jadwal pendanaan dan penandatanganan kotrak
tidak diundur dalam waktu yang sangat lama. Hal ini akan
berdampak pada waktu yang akan digunakan peneliti untuk
pelaksanaan penelitian. Peneliti akhirnya harus melaksanakan
penelitiannya tidak sesuai dengan jadwal yang diajukan, waktu
pelaksanaan penelitian harus diundur dan menjadi lebih
singkat untuk menyesuaikan dengan jadwal pelaporan. Hal ini
juga mempengaruhi pelaporan yang harus diajukan karena
pelaksanaan penelitian belum maksimal.
TERIMAKASIH
Download