Uploaded by User34509

MODUL 3- ETIKA DAN HUKUM KOMUNIKASI

advertisement
ETIKA DAN HUKUM
KOMUNIKASI
MODUL 3- PENTINGNYA ETIKA KOMUNIKASI DALAM PENYAMPAIAN INFORMASI
DOSEN PENGAMPU: SYERLI HARYATI,SS, M.IKOM
ASPEK KOMUNIKATOR HUMANISTIS
• Kepribadian dan penampilan
• Manusia itu unik
• Aktif
• Sadar diri dan keterlibatan social
(menurut Onong Uchjana Effendi (2003), Ilmu, Teori dan Filsafat Komunikasi)
1. KOMUNIKASI EFEKTIF DAN STRATEGI
KOMUNIKASI
Kondisi bagi suksesnya komunikasi:
1. Pesan harus menarik perhatian komunikan
2. Pesan menggunakan lambang yang dapat dimengerti oleh Komunikator
dan komunikan
3. Pesan harus dapat menumbuhkan kebutuhan pribadi komunikan
4. Pesan harus berkaitan dengan kebutuhan kelompok dimana komunikan
berada
KOMUNIKASI EFEKTIF
• Pesan dapat diterima dan dimengerti serta dipahami sebagaimana yang
dimaksud oleh pengirimnya.
• Pesan yang disampaikan oleh pengirim dapat disetujui oleh penerima dan
ditindaklanjuti dengan perbuatan yang diminati oleh pengirim.
• Tidak ada hambatan yang berarti untuk melakukan apa yang seharusnya
dilakukan untuk menindaklanjuti pesan yang dikirim.
The 7 habits of Highly Effective People menurut Stephen R.Covey:
1. Proaktif
2. Rencanakan sesuatu dengan tuntas dalam pikiran
3. Membuat Prioritas
4. Berpikir menang-menang (win-win)
5. Memahami, bukan dipahami
6. Sinergi
7. Memanfaatkan asset yang dimiliki
Hukum Komunikasi Efektif
• Respect (menghargai)
• Emphatic (Kemampuan seseorang untuk menempatkan diri pada situasi
atau kondisi yang dihadapi orang lain)
• Audible (Dapat didengar dan dimengerti dengan baik)
• Clarity (jelas, terbuka dan transparan)
• Humble (ramah atau sikap rendah hati)
“KNOW YOUR AUDIENCE”
• Timing (waktu) berkomunikasi
• Bahasa yang digunakan dalam berkomunikasi
• Sikap dan nilai yag harus ditampilkan
• Jenis kelompok dimana komunikasi akan dilaksanakan
Hambatan Komunikasi
1. Gangguan Komunikasi (mekanik maupun semantic)
2. Kepentingan (interest)
3. Motivasi terpendam
4. Prasangka
2. MENGAPA PERLU ETIKA KOMUNIKASI?
Sebuah informasi bertujuan:
1. Mencerahkan kehidupan
2. Membantu dalam pengambilan keputusan
3. Sarana pendidikan yang efektif
4. Kemudahan untuk mendapatkan kekuasaan atau mempertahankan
5. Menghindarkan salah paham
Untuk memperoleh dan menyebarkan informasi, media menjadi sarana utama
1. Informasi sebagai Komoditi dan Mimetisme
 Media sebagai sarana komersial sehingga informasi dianggap sebagai barang dagangan
Mimetisme adalah kegairahan media dalam mengangkat suatu informasi/berita atas dasar
informasi tersebut dianggap sangat penting untuk diliput dengan mengerahkan lebih
banyak waktu, sarana dan tenaga dibandingkan biasanya.
2. Media mengubah Integrasi social, Reproduksi Budaya dan Partisipasi Politik
 Media menyebarkan ide pembebasan, nilai-nilai hedonis yang mempengaruhi integrasi
social
 Media berperan menciptakan budaya baru, mendorong konsumerisme
Mc Luhan menyebut Medium adalah pesan
Partisipasi politik berbasis pendukung yang konsumerisme, individualistis, mudah berubah
pandangan dan skeptic.
Media menyebarkan gaya hidup
Kemajuan teknologi menjadikan media tidak lagi terbatas waktu
3. Dilema Media massa antara idealism dengan pragmatisme
4. Media cenderung mempengaruhi dan membentuk citra sehingga informasi
sulit untuk dibedakan antara realitas, representasi, simulasi, kepalsuan dan
hiperrealitas.
5. Media tidak bisa terlepas dari aktivitas bisnis dari pemodal (capital) dan
bentuk Baru Sensor
Tiga syarat mengapat penerapan etika
komunikasi semakin penting
1.
Media mempunyai kekuasaan dan efek yang dahsyat terhadap public.
Dengan demikian, etika komunikasi dapat melindungi public yang lemah
2. Etika komunikasi menjadi upaya untuk menjaga keseimbangan antara
kebebasan bereskpresi dan tanggung jawab
3.
Menghindarkan media dari dampak negative dari logika instrumental yaitu
terkait dengan determinisme ekonomi dan teknologi
3. KEBEBASAN DAN TANGGUNG JAWAB
Beberapa aspek dari pentingnya media massa:
1. Daya jangkau (coverage) yang sangat luas dalam menyebarkan informasi
2. Kemampuan melipatgandakan (multiplier of message) yang luar biasa.
3. Kebijakan redaksional setiap media menentukan bentuk tampilan dan isi
beritanya
4. Fungsi media dalam penetapan agenda pemberitaannya (agenda setting)
• Kebebasan: kemampuan manusia untuk menentukan dirinya sendiri.
• Tanggung jawab adalah kemampuan manusia yang menyadari bahwa
seluruh tindakannya selalu mempunyai konsekuensi.
Tanggung jawab merupakan pembatasan dari kebebasan yang dimiliki
manusia, tanpa mengurangi kebebasan itu sendiri
Kebebasan seseorang dibatasi oleh kebebasan orang lain
Norma untuk mengelola kebebasan ini adalah tanggung jawab social, maka
pelaksanaan kebebasan manusia harus memperhatikan kelompok social
dimana ia berada.
Oleh karena nya, media memiliki tanggung jawab social untuk menentukan
informasi yang memenuhi kebutuhan masyarakat, konsumen dan pemerintah.
Tanggung jawab social media terhadap isu moral
1.
2.
a.
b.
c.
d.
e.
Isu pornografi meliputi pornoteks, pornosuara, porno aksi, pornomedia dan cyberporn.
Pesan yang mengguncang atau menimbulkan shock seperti:
Pesan yang menyerang
Pesan yang membunuh karakter seseorang
Visualisasi yang mengguncang
Tayangan kekerasan dan sadism
Pesan tentang mistik dan takhayul
3. Pesan yang menghina SARA
Batasan Moral dari implementasi kebebasan media
Louis Alvin Day dalam bukunya “Ethics in Media Communication” (2006)
menyarankan empat prinsip etika bagi kebebasan dan tanggung jawab media
yaitu:
1.
Harm Principle. Kebebasan individu layak dibatasi untuk mencegah
terjadinya tindakan menyakiti orang lain.
2. Paternalisme Principle. Muatan pesan media harus dikontrol agar tidak
merugikan masyarakat. Istilah “we are what we read/view”, membuat
media sangat berpengaruh bagi masyarakat.
3.
Moralism Principle. Baik tidaknya moral ditentukan oleh masyarakat
Lima tanggung jawab social media
William R. Rivers, Jay W. Jensen dan Theodore Peterson, dalam buku “Media massa
dan Masyarakat modern (2003) mengemukakan 5 tanggung jawab social media sbb:
1.
Media harus menyajikan “pemberitaan yang benar, komprehensif dan cerdas.
Media dituntut selalu akurat dan tidak berbohong.
2.
Media harus berperan sebagai forum pertukaran pendapat, komentar, dan kritik
sebagai upaya penyelesaian masalah.
3.
Media harus menyajikan gambaran khas dari setiap kelompok masyarakat tanpa
terjebak dalam stereotype yang dapat menimbulkan konflik social di masyarakat.
4.
Media harus selalu menyajikan dan menjelaskan tujuan dan nilai-nilai
masyarakat.
5.
Media harus membuka akses ke berbagai sumber informasi
Stereotype dalam Media
• Stereotype adalah penilaian terhadap seseorang hanya berdasarkan
persepsi terhadap kelompok di mana orang tersebut dapat dikategorikan.
• Stereotipe merupakan jalan pintas pemikiran yang dilakukan secara intuitif
oleh manusia untuk menyederhanakan hal-hal yang kompleks dan
membantu dalam pengambilan keputusan secara cepat.
•
Namun, stereotipe dapat berupa prasangka positif dan juga negatif, dan
kadang-kadang dijadikan alasan untuk melakukan tindakan diskriminatif.
Sebagian beranganggapan bahwa segala bentuk stereotipe adalah negatif.
Misalkan stereotype:
•
•
•
•
•
Orang jawa sebagai orang yang halus, menerima apa adanya dan pemaaf
Orang Batak sebagai pekerja keras, temperamen dan lugas dalam mengatakan
sesuatu.
Orang Sumbawa diidentikan memiliki pola hidup yang konsumtif
Orang Menado, sebagai orang yang senang berpesta
Orang Minang sebagai orang yang hemat bahkan dikatakan pelit
Mengapa muncul Stereotype?
•
•
•
•
Manusia butuh sesuatu untuk menyederhanakan realitas kehidupan yang bersifat
kompleks
Manusia butuh sesuatu untuk menghilangkan rasa cemas ketika berhadapan dengan
sesuatu yang baru sehingga menggunakan stereotype
Manusia butuh cara yang ekonomis untuk membentuk gambaran dari dunia sekitarnya
Manusia tidak mungkin mengalami semua kejadian karenanya manusia mengandalkan
informasi dari pihak lain (media) sebagai jendela dunia, maka terjadilah duplikasi
stereotype.
Efek awal dari stereotype dalam media adalah terjadinya diskriminasi dan prejudice
• Stereotype Ras Minoritas
• Stereotype Perempuan
• Stereotype Orang dengan Orientasi seksual menyimpang
• Stereotype Agama
Pendekaan melawan Stereotype
• Deontologis
• Teleologis
• Golden Mean (tidak menggunakan gambaran yang ada untuk menilai suatu
kelompok namun juga tetap mengapresiasi diversitas individu)
DAFTAR PUSTAKA
• Haryatmoko, Etika Komunikasi: Manipulasi Media, Kekerasan dan
Pornografi, Jakarta: Penerbit Kanisius, 2007.
• Muhammad Mufid, Etika dan Filsafat Komunikasi, Jakarta: Prenadamedia
Group, 2009
SAMPAI JUMPA
Download
Random flashcards
hardi

0 Cards oauth2_google_0810629b-edb6-401f-b28c-674c45d34d87

Rekening Agen Resmi De Nature Indonesia

9 Cards denaturerumahsehat

English Training Melbourne

2 Cards Einstein College of Australia

PENGANTAR ILMU EKONOMI

2 Cards junianto97

Create flashcards