Uploaded by User39836

BAB III MENGKUDU

advertisement
BAB III
METODE PENELITIAN
3.1 Waktu dan Tempat Penelitian
Penelitian ini dilaksanakan selama 6 bulan yaitu pada bulan Januari 2019
sampai Juni 2019. Pengerjaan sampel dilakukan di Laboratorium Mikrobiologi
Fakultas Kedokteran Universitas Udayana, Jalan P.B. Sudirman, Denpasar
sehingga diperoleh data tentang daya hambat perasan buah mengkudu terhadap
pertumbuhan bakteri Salmonella typhi.
3.2 Bahan dan Alat Penelitian
3.2.1
Bahan
Bahan-bahan yang digunakan dalam penelitian ini terdiri dari buah
mengkudu, bakteri S. typhi, media Salmonella Shigella Agar, media Mueller Hinton
Agar, Standar Mc Farland 0,5%, aquades steril, NaCl fisiologis 0,85%, aluminium
foil, chloramphenicol, cakram disk kosong, lidi kapas steril.
3.2.2
Alat
Alat-alat yang digunakan dalam penelitian ini yaitu pisau, lampu
spritus/bunsen, botol vial, pipet ukur merek Pyrex 10 ml, mikropipet merek Iso Lab
volume 1000 µl, blue tips, ose bulat, tabung reaksi merek Pyrex volume 10 ml, rak
tabung reaksi, pinset steril, inkubator merek LW Scientific, jangka sorong,
autoclave, kertas saring, parutan, gelas ukur, termometer air, plate steril, stopwach.
3.3 Rancangan Penelitian
18
19
Dalam penelitian “Daya hambat perasan buah mengkudu (Morinda
citrifolia L.) terhadap pertumbuhan bakteri Salmonella typhi”, jenis penelitian yang
digunakan yaitu true–experiment. Jenis rancangan yang digunakan peneliti yaitu
posttest dengan kelompok kontrol (Posttest Only Control Grup Design). Bentuk
rancangan penelitian ini adalah :
K+
O1
K-
O2
P1
O3
P2
O4
P3
O5
P4
O6
P5
O7
P
RS
S
Gambar 3.1 Rancangan Penelitian
Keterangan :
P
: Populasi
S
: Sampel
RS
: Random Sampling
RA
: Random Alokasi
K+
: Kontrol positif (cakram disk yang mengandung antibiotik chloramphenicol).
K: Kontrol negatif (cakram disk yang mengandung aquadest).
P1
: Perlakuan 1 (cakram disk yang mengandung perasan buah mengkudu
20%).
P2
: Perlakuan 2 (cakram disk yang mengandung perasan buah mengkudu
40%).
P3
: Perlakuan 3 (cakram disk yang mengandung perasan buah mengkudu
60%).
P4
: Perlakuan 4 (cakram disk yang mengandung perasan buah mengkudu
20
P5
O1
O2
O3
O4
O5
O6
O7
80%).
: Perlakuan 5 (cakram disk yang mengandung perasan buah mengkudu
100%).
: Zona hambat pertumbuhan bakteri S. typhi pada K+
: Zona hambat pertumbuhan bakteri S. typhi pada K: Zona hambat pertumbuhan bakteri S. typhi pada P1
: Zona hambat pertumbuhan bakteri S. typhi pada P2
: Zona hambat pertumbuhan bakteri S. typhi pada P3
: Zona hambat pertumbuhan bakteri S. typhi pada P4
: Zona hambat pertumbuhan bakteri S. typhi pada P5
3.4 Populasi, Sampel, dan Jumlah Sampel
3.4.1
Populasi
Populasi dalam penelitian ini adalah biakan murni bakteri S. typhi pada
media Salmonella Shigella Agar.
3.4.2
Sampel
Sampel dalam penelitian ini adalah hasil biakan murni bakteri S. typhi pada
media Salmonella Shigella Agar yang diukur zona hambatnya pada media Mueller
Hinton Agar.
3.4.3
Jumlah Unit Penelitian
Jumlah unit penelitian dalam penelitian ini sebanyak tujuh unit yaitu bakteri
S. typhi yang akan diberikan perlakuan meliputi konsentrasi perasan buah
mengkudu 20%, 40%, 60%, 80%, 100% ditambah dengan satu kontrol positif dan
satu kontrol negatif. Konsentrasi tersebut dipilih berdasarkan penelitian yang
menunjukkan bahwa konsentrasi efektif dalam menghambat pertumbuhan bakteri
Flavobacterium dan Enterobacter yakni 30% dan 35% (Maliana dkk., 2013). Oleh
sebab itu, untuk mengetahui daya hambat perasan buah mengkudu terhadap
pertumbuhan bakteri S. typhi, peneliti menggunakan konsentrasi yang lebih rendah
21
dari 30% sampai dengan konsentrasi diatas 35%, sehingga konsentrasi yang
digunakan adalah 20%, 40%, 60%, 80%, dan 100%.
Penggunaan chloramphenicol sebagai kontrol positif disebabkan karena
chloramphenicol merupakan senyawa antimikroba berspektrum luas yang dapat
digunakan untuk bakteri gram negatif. Chloramphenicol bekerja dengan
menghambat sintesis protein bakteri, yang dihambat adalah enzim peptidil
transferase yang berperan sebagai katalisator untuk membentuk ikatan-ikatan
peptida pada proses sintesis protein pada bakteri (Brooks, 2005).
Untuk mendapatkan hasil penelitian yang valid maka perlu dilakukan
pengulangan guna mendapat jumlah unit penelitian yang valid. Jumlah
pengulangan ditentukan dengan rumus Federer (1963) sebagai berikut :
(t-1)(r-1) ≥ 15
Keterangan :
r = banyaknya pengulangan
t = jumlah perlakuan
Karena jumlah perlakuan adalah tujuh, maka jumlah pengulangan sebagai
berikut :
(7-1)(r-1) ≥ 15
6(r-1)
≥ 15
6r
≥ 15 + 6
r
≥ 3,5
Berdasarkan rumus diatas, diperoleh nilai r = 3,5 maka banyak pengulangan
yang harus dilakukan adalah sebanyak empat kali. Maka jumlah unit penelitian
yang digunakan adalah empat dikali tujuh sebanyak 28.
22
3.5 Variabel Penelitian
1. Variabel bebas (independent variables)
Dalam penelitian ini variabel bebas adalah perasan buah mengkudu dengan
konsentrasi 20%, 40%, 60%, 80%, dan 100%.
2. Variabel terikat (dependent variables)
Variabel terikat dalam penelitian ini adalah diameter zona hambat
pertumbuhan bakteri S. typhi pada media Mueller Hinton Agar.
3. Variabel penganggu (confounding)
Pada penelitian ini yang menjadi variabel peganggu yaitu kontaminasi
mikroba lain, ketebalan media, kekeruhan suspensi bakteri, suhu inkubasi, waktu
inkubasi.
3.6 Definisi Operasional Variabel
a. Perasan buah mengkudu adalah cairan yang berwarna cokelat keruh dari buah
mengkudu matang yang diperoleh dengan cara memeras secara manual
menggunakan tangan.
b. Bakteri S. typhi adalah bakteri gram negatif yang koloninya tak berwarna
dengan bagian tengah berwarna hitam pada media selektif Salmonella Shigella
Agar yang dicampurkan kedalam larutan NaCl fisiologis.
c. Pertumbuhan bakteri adalah pertambahan jumlah sel bakteri yang terlihat dari
pertambahan jumlah koloni yang semakin banyak atau ukuran koloni yang
semakin besar pada media Mueller Hinton Agar setelah diinkubasi pada suhu
37° C selama 24 jam.
23
d. Daya hambat perasan buah mengkudu adalah kemampuan zat yang terdapat
pada perasan buah buah mengkudu untuk menghambat pertumbuhan bakteri S.
typhi dan dinyatakan dengan diameter zona hambat (mm).
e. Diameter zona hambat adalah daerah bening disekitar cakram disk yang
terdapat dalam media Mueller Hinton Agar yang menunjukkan luas
pertumbuhan bakteri S. typhi yang dihambat oleh perasan buah mengkudu.
Daerah bening yang terbentuk diukur menggunakan jangka sorong dan
hasilnya dinyatakan dalam satuan milimeter.
3.7 Prosedur Penelitian
3.7.1 Tahap persiapan
a. Pengambilan buah mengkudu
Buah mengkudu yang digunakan untuk bahan penelitian diambil di
Kelurahan Ubung Kaja, Kota Denpasar. Buah mengkudu tersebut kemudian
dibersihkan untuk diproses menjadi perasan buah mengkudu.
b. Pembuatan perasan buah mengkudu
1.
Buah mengkudu matang yang berwarna putih kehijauan, agak lembek dan
berbau khas yang sudah dipetik dari pohon dicuci bersih dengan air mengalir.
2.
Alkohol 96% disemprotkan ke seluruh permukaan kulit buah mengkudu.
3.
Buah mengkudu dibilas menggunakan akuades steril dan ditiriskan.
4.
Buah mengkudu dipotong menjadi dua bagian, kemudian tiap potongan buah
mengkudu diparut kemudian diperas secara manual menggunakan tangan yang
sudah memakai sarung tangan.
24
5.
Perasan buah mengkudu ditampung dalam gelas beker dan dipindahkan ke
dalam erlenmeyer sambil disaring menggunakan kain saring sebanyak satu kali
dan kertas saring sebanyak dua kali. Kain saring dan kertas saring sebelumnya
telah disterilkan menggunakan autoklaf.
6.
Hasil saringan ditampung dalam gelas ukur dan ditutup rapat dan dinyatakan
sebagai perasan buah mengkudu dengan konsentrasi 100%.
c. Pengenceran perasan buah mengkudu
1.
Pengenceran perasan buah mengkudu dilakukan untuk mendapatkan
konsentrasi 80%, 60%, 40%, dan 20% dengan rumus pengenceran sebagai
berikut :
V1 x C1 = V2 x C2
Keterangan rumus :
V1
: volume perasan buah mengkudu yang akan diencerkan dari konsentrasi 100%.
V2
: volume perasan buah mengkudu yang akan dibuat, yaitu 1000 µl.
C1
: konsentrasi perasan buah mengkudu yang akan diencerkan, yaitu 100%.
C2
: konsentrasi perasan buah mengkudu yang akan dibuat.
Jumlah perasan buah mengkudu konsentrasi 100% yang diperlukan untuk
masing-masing konsentrasi adalah sebagai berikut :
Tabel 3.1 Pengenceran perasan buah mengkudu
Konsentrasi
80%
60%
40%
20%
(Sugianti, 2012)
Perasan buah
mengkudu (100%)
800 µl
600 µl
400 µl
200 µl
Aquadest steril
200 µl
400 µl
600 µl
800 µl
d. Pembuatan media uji sensitivitas (Mueller Hinton Agar)
1.
Bubuk media Mueller Hinton Agar ditimbang sebanyak 20,4 g menggunakan
neraca analitik.
25
2.
Setelah ditimbang, dilarutkan dengan 600 ml aquadest.
3.
Media dipanaskan sambil diaduk sampai larut sempurna.
4.
Setelah larut sempurna, diukur pH media dengan menggunakan pH stik (pH
optimal 7,3 ± 0,1 pada suhu 25 ºC).
5.
Erlenmeyer ditutup dengan kapas lemak dan aluminium foil.
6.
Media disterilisasi dengan autoklaf pada suhu 121ºC selama 15 menit.
7.
Media yang telah disterilisasi, didiamkan sampai suhu media mencapai 4050ºC.
8.
Larutan media dituang ke dalam cawan petri ± 15 ml. Kemudian didiamkan
hingga memadat.
9.
Setelah media memadat, cawan petri dibalik.
10. Jika media tidak segera digunakan, media dalam tabung erlenmeyer disimpan
di tempat yang aman dan tidak lembab.
e. Pembuatan suspensi bakteri S. typhi
1.
Satu sampai tiga ose koloni S. typhi dari biakan murni diambil dan
disuspensikan ke dalam tabung yang berisi 5 ml larutan NaCl fisiologis 0,85%.
2.
Suspensi ini dibandingkan dengan kekeruhan standar Mc Farland 0,5%.
3.
Cara untuk membandingkan adalah dengan memegang kedua tabung saling
berhimpitan.
3.7.2
Tahap Pemeriksaan
26
1.
Cakram disk kosong disiapkan dan cakram disk ini direndam ke dalam air
perasan buah mengkudu selama 1 jam pada setiap konsentrasi hingga seluruh
cairan meresap ke dalam cakram disk.
2.
Untuk kontrol negatif digunakan cakram disk yang direndam ke dalam 1000
µl aquades steril.
3.
Untuk kontrol positif digunakan cakram disk antibiotik chloramphenicol.
4.
Suspensi S. typhi dengan kepekatan 0,5% Mc Farland disiapkan.
5.
Swab kapas steril disiapkan dan dicelupkan kedalam suspensi bakteri. Setelah
suspensi bakteri meresap, swab kapas steril diangkat dan diperas dengan cara
menekankan pada dinding tabung bagian dalam sambil diputar-putar.
6.
Swab kapas yang telah dicelupkan tadi digores-goreskan pada permukaan
media Mueller Hinton Agar sampai seluruh permukaan tertutup rapat dengan
goresan-goresan. Goresan dilakukan dengan merata.
7.
Media Mueller Hinton Agar didiamkan selama 5 sampai 15 menit agar
suspensi bakteri meresap ke dalam media.
8.
Masing-masing cakram disk yang telah jenuh dengan perasan buah mengkudu
serta kontrol positif dan kontrol negatif kemudian ditempelkan pada
permukaan media Mueller Hinton Agar yang sudah digoreskan suspensi
bakteri dan sedikit ditekan dengan pinset sampai melekat sempurna.
9.
Jarak antar cakram satu dengan cakram lain minimal 15 mm dan cakram yang
telah ditempelkan pada permukaan media tidak boleh dipindahkan atau
digeser.
27
10. Media yang telah ditanami cakram disk diinkubasi pada suhu 37° C selama 24
jam dengan posisi terbalik.
3.8 Alur penelitian
Bakteri S. typhi
Cakram disk yang diisi
Media MHA
Aquadest
(kontrol
negatif)
Chlorampenicol
(kontrol positif)
Perasan
buah
mengkudu
20%
Perasan
buah
mengkudu
40%
Perasan
buah
mengkudu
60%
Perasan
buah
mengkudu
80%
Perasan
buah
mengkudu
100%
Daya Hambat
Analisis Data
Simpulan
Gambar 3.2 Alur penelitian
3.9 Analisis Data
Data dari hasil penelitian berupa diameter zona hambat yang dinyatakan
dalam satuan millimeter, selanjutnya diolah dengan menggunakan uji statistik
menggunakan bantuan perangkat lunak (software) SPSS 16.0 for windows dengan
langkah sebagai berikut :
a. Analisis statistik
28
1. Analisis normalitas untuk mengetahui kenormalan data pada masing-masing
kelompok perlakuan dengan menggunakan uji Saphiro Wilk pada taraf
kepercayaan 95% atau  = 0,05.
2. Analisis homogenitas untuk mengetahui homogenitas variasi data dengan
menggunakan uji Levene Test pada taraf kepercayaan 95% atau  = 0,05.
3. Analisis komparasi dengan menggunakan uji One Way Anova yang apabila data
berdistribusi normal dan varian homogen dan apabila signifikan dilanjutkan
dengan uji beda dengan uji Least Significant Difference (LSD) pada taraf
kepercayaan 95% atau  = 0,05. Sedangkan jika data berdistribusi tidak normal
dan varian tidak homogen maka dilakukan uji non parametrik dengan uji
Kruskal Walls (KW) dan apabila signifikan dilanjutkan dengan uji Mann
Whitney dengan taraf kepercayaan 95% atau  = 0,05.
4. Analisis korelasi untuk mengetahui korelasi data dengan menggunakan uji
Product Moment pada taraf kepercayaan 95% atau  = 0,05.
b. Analisis komparasi
Kategori zona hambat hasil penelitian dibandingkan dengan kategori zona
hambat bakteri menurut Davis Stout (1971) berikut :
Tabel 3.2 Tabel kategori zona hambat
No
Diameter Zona Hambat (mm)
1
<5
2
5 – 10
3
11 – 20
4
>20
(Davis dan Stout, 1971)
Kategori
Lemah
Sedang
Kuat
Sangat Kuat
Download