Uploaded by User35703

Sistem Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA)

advertisement
SISTEM PEMBANGKIT LISTRIK
PEMBANGKIT LISTRIK TENAGA AIR
(PLTA)
Disusun Oleh :
ANDIKA PRATAMA HARAHAP
: 1307035839
JABBAR YOGI SAPUTRA
: 1307035673
JURUSAN TEKNIK ELEKTRO DIII
FAKULTAS TEKNIK
UNIVERSITAS RIAU
2017
KATA PENGANTAR
Puji syukur alhamdulillah kami panjatkan ke hadirat Allah swt, karena
telah melimpahkan rahmat-Nya berupa kesempatan dan pengetahuan kepada
penulis sehingga makalah ini bisa selesai pada waktunya. Terima kasih juga kami
ucapkan kepada teman-teman yang telah membantu dengan memberikan ideidenya dalam pembuatan makalah ini. sehingga makalah ini bisa disusun dengan
baik dan rapi.
Kami berharap semoga makalah ini bisa menambah pengetahuan para
pembaca. Namun terlepas dari itu, kami memahami bahwa makalah ini masih jauh
dari kata sempurna. sehingga kami sangat mengharapkan kritik serta saran yang
bersifat membangun demi terciptanya makalah selanjutnya yang lebih baik lagi.
Akhir kata, sebagai penulis berharap semoga makalah ini dapat bermanfaat
bagi kita semua dan khususnya kepada para pembaca pada umumnya dalam
menambah wawasan dan ilmu pengetahuan.
Pekanbaru, April 2017
Penyusun
i
DAFTAR ISI
KATA PENGANTAR ......................................................................................... i
DAFTAR ISI ........................................................................................................ ii
DAFTAR GAMBAR ........................................................................................... iii
DAFTAR TABEL ............................................................................................... iv
BAB I PENDAHULUAN
1.1. Latar Belakang ............................................................................................... 1
1.2. Perumusan Masalah ....................................................................................... 1
1.3. Tujuan Pembahasan. ...................................................................................... 2
1.4. Manfaat Pembahasan ..................................................................................... 2
BAB II LANDASAN TEORI
2.1. Pusat Listrik Tenaga Air (PLTA) ................................................................... 3
2.2. Perubahan Energi Pada PLTA ....................................................................... 3
2.2.1. Energi Potensial ................................................................................... 4
2.3. Type Dan Jenis PLTA Berdasarkan Sumber Enenrgi/Hidrologi ................... 5
BAB III PRINSIP KERJA
3.1. Prinsip Kerja PLTA Batang Agam ................................................................ 6
3.2. Bangunan Yang Terdapat Pada PLTA Batang Agam .................................... 7
3.3. Peralatan Mekanik dan Listrik Pada PLTA Batang Agam ............................ 12
BAB IV ANALISA PEMBAHASAN PLTA
4.1. Analisa Hasil Pembahasan ............................................................................. 16
4.2. Kelebihan Dan Kekurangan PLTA ................................................................ 17
4.3. Perawatan Peralatan PLTA ............................................................................ 17
BAB V PENUTUP
5.1. Kesimpulan .................................................................................................... 19
DAFTAR PUSTAKA .......................................................................................... 20
ii
DAFTAR GAMBAR
Gambar 2.1. Pusat Listrik Tenaga Air .................................................................. 3
Gambar 2.2. Diagram Blok Proses Perubahan Energi .......................................... 3
Gambar 2.3. Peristiwa Benda Jatuh Terjadi Perubahan Energi Potensial
Menjadi Energi Kinetik ................................................................... 4
Gambar 3.1. Alur Proses Pembangkitan Energi Listrik ........................................ 6
Gambar 3.2. Intake Weir (Pintu Air) .................................................................... 8
Gambar 3.3. Tunnel I (Terowongan I) .................................................................. 8
Gambar 3.4. Sand Trap (Kolam Penampung Pasir) .............................................. 9
Gambar 3.5. Daily Pondage (Kolam Tando) ........................................................ 9
Gambar 3.6. Surge Tank (Kolam Peredam) .......................................................... 10
Gambar 3.7. Valve Chamber ( Bangunan Katup Utama) ..................................... 10
Gambar 3.8. Penstock (Pipa Pesat) ....................................................................... 11
Gambar 3.9. Power House (Rumah Pembangkit) ................................................. 11
Gambar 3.10. Tail Race ( Saluran Air Buang) ...................................................... 12
Gambar 3.11. Turbin Hidraulik PLTA Batang Agam........................................... 13
Gambar 3.12. Generator PLTA Batang Agam ...................................................... 13
Gambar 3.13. Transformator PLTA Batang Agam ............................................... 14
Gambar 3.14. Governor PLTA Batang Agam ...................................................... 15
iii
DAFTAR TABEL
Tabel 3.1. Karakteristik Turbin Hidraulik PLTA Batang Agam .......................... 13
Tabel 3.3. Karakteristik Generator Hidraulik PLTA Batang Agam ..................... 14
Tabel 3.3. Karakteristik Transformator PLTA Batang Agam .............................. 14
iv
BAB I
PENDAHULUAN
1.1. Latar Belakang
Sejalan dengan berlangsungnya waktu, sumber daya manusia yang terus
bertambah ini akan menyebabkan suatu peristiwa kebutuhan sumber daya alam
yang semakin meningkat. Salah satu dari kebutuhan yang sangat penting di dunia
ini adalah sumber energi listrik, Di mana pada jaman modern ini bisa dikatakan
bahwa segala sesuatu selalu berhubungan dengan yang namanya listrik. Tidak
dapat dipungkiri bahwa semakin sulitnya menyalurkan energi listrik ini dalam
jumlah banyak, terbukti adanya jadwal pemadaman listrik secara bergilir untuk
beberapa wilayah guna mengurangi pemakaian listrik.
Di negara Indonesia sedang dalam proses pemenuhan kebutuhan dari
pasokan listrik, pihak pemerintah sedang menjalankan suatu solusi dimana akan
membangun pembangkit listrik untuk memenuhi kekurangan pasokan listrik di
Indonesia, salah satunya dengan membangun pembangkit listrik tenaga air.
Pembangkit listrik tenaga air sangat cocok diterapkan di Indonesia karna
indonesia memiliki potensi tersebut. Pembangkit listrik tenaga air ini juga sangat
bermanfaat bagi lingkungan karena tidak menghasilkan polusi dan air hasil dari
pembangkitan disalurkan kembali ke aliran sungai yang akan digunakan
masyarakat sebagai pengairan sawah dsb.
1.2. Rumusan Masalah
Berdasarkan latar belakang di atas dapat diberikan perumusan masalah
sebagai berikut:
1. Apa itu Pembangkit Listrik Tenaga Air?
2. Seperti apakah peralatan dan komponen PLTA?
3. Jelaskan prinsip kerja dari Pembangkit Listrik Tenaga Air!
4. Sebutkan kelebihan dan kekurangan PLTA.
1
1.3. Tujuan
Dari rumusan masalah diatas, dapat disimpulkan bahwa tujuan pembuatan
makalah ini agar dapat mengetahui sebagai berikut:
1. Pengertian Pembangkit Listrik Tenaga Air?
2. Peralatan dan komponen yang digunakan pada PLTA?
3. Prinsip kerja dari Pembangkit Listrik Tenaga Air!
4. Kelebihan dan kekurangan dari PLTA.
1.4. Manfaat
Penulisan makalah ini disusun agar dapat bermanfaat sebagai berikut:
1. Informasi mengenai proses Pembangkit Listrik Tenaga Air.
2. Mengetahui peralatan dan komponen yang digunakan pada PLTA.
3. Mendapatkan penjelasan prinsip kerja dari Pembangkit Listrik Tenaga Air.
4. Mengetahui kelebihan dan kekurangan dari PLTA.
2
BAB II
LANDASAN TEORI
2.1.
PUSAT LISTRIK TENAGA AIR (PLTA)
Gambar 2.1 Pusat Listrik Tenaga Air
Pembangkit Listrik Tenaga Air adalah suatu sistem peralatan atau mesin
yang dapat merubah energi potensial menjadi energi gerak dan melalui rotor dari
generator akan diubah menjadi energi listrik pada stator generator.
Untuk mendapatkan daya tertentu dari turbin sangat tergantung dari tinggi
jatuh air dan debet air PLTA tergolong dalam pembangkit listrik non-termis yaitu
pembangkit yang tidak memanfaatkan energy panas sebagai penggerak mulanya,
melainkan menggunakan air. Lalu, bagaimanakah proses kerja dari PLTA?
2.2. PERUBAHAN ENERGI PADA PLTA
Energi yang terkandung dalam suatu fluida ialah energi potensial, dalam
proses aliran di dalam pipa energi potensial berangsur-angsur berubah menjadi
energi kinetik, di dalam turbin energi kinetik air berubah menjadi enrgi mekanik.
Dan energi mekanik dayanya diteruskan lewat poros generator sehingga berubah
menjadi energi listrik.
Energi
Potensial
Energi
Kinetik
Energi
Mekanik
Gambar 2.2 Diagram Blok Proses Perubahan Energi
3
Energi
Listrik
2.2.1 Energi Potensial
Air merupakan energi potensial berdasarkan perbedaan ketinggian /
kedudukannya. Untuk menentukan energi potensial dapat diperoleh dengan
menyesuaikan kondisi air tersebut dan yang perlu diperhatikan adalah :
a. Jumlah air yang tersedia.
b. Ketinggian hidrolik dari air yang ada.
m.g.h
h
Gambar 2.3 Peristiwa Benda Jatuh Terjadi Perubahan Energi Potensial
Menjadi Energi Kinetik
Jika benda jatuh dari ketinggian tertentu, kecepatan awalnya nol. Makin
mendekati permukaan tanah, kecepatan benda jatuh makin besar. Kecepatan
maksimal benda jatuh adalah saat menyentuh permukaan tanah. Besar kecepatan
maksimal tersebut bergantung pada ketinggian benda dari permukaan tanah.
1. Energi Mekanik
Yaitu energi yang menggerakan poros dengan perantara sudu jalan
dalam rumah turbin. Energi potensial air dengan melalui injector atau casing
atau saluran mendorong sudu jalan yang selanjutnya memutar poros turbin.
2. Energi Listrik
Energi listrik terjadi karena perbedaan medan magnit di generator
yang disebabkan oleh poros turbin yang terkopel dengan poros generator.
Disini akan dijelaskan proses pembangkitan energi listrik dengan tipe
dan jenis plta berdasarkan sumber air/hidrologi. Dengan menjelaskan sistem
plta dibatang agam menggunakan tipe dan jenis aliran sungai langsung
dengan kolam tando.
4
2.3. TIPE DAN JENIS PLTA BERDASARKAN SUMBER AIR
/ HIDROLOGI
Dari cara memperoleh potensi air sebagai sumber energi PLTA dapat
dibagi sebagai berikut :
▪ PLTA aliran sungai langsung tanpa kolam tando.
▪ PLTA aliran sungai langsung dengan kolam tando.
▪ PLTA aliran sungai langsung dengan waduk/reservoir.
▪ PLTA aliran danau.
▪ PLTA pasang surut.
▪ PLTA pompa.
▪ PLTA sistem kaskade.
5
BAB III
PRINSIP KERJA
3.1.
PRINSIP KERJA PLTA BATANG AGAM
Gambar 3.1 Alur Proses Pembangkitan Energi listrik
Pada PLTA Batang Agam mempunyai kapasitas 3x3,5 MW, Pembangkit
Listrik Tenaga Air ( PLTA ) Batang Agam turbinnya beroperasi dengan
manfaatkan air yang bersumber dari sungai batang Agam. Air sungai dialirkan
dari intake weir menuju kolam pasir. Dikolam pasir, air sungai diendapkan dan
nantinya di kuras sesuai jadwalnya. Kemudian air akan ditampung dan
dikumpulkan terlebih dahulu di kolam tando, sebelum dialirkan ke power house
melalui pipa penstock.
Air dikumpulkan di kolam tando, guna memenuhi pasokan air saat unit
beroperasi full pada saat beban puncak dari jam 18.00 wib s/d 21.00 . Hal ini, jika
hanya memanfaatkan debit langsung dari sungai batang agam, maka tidak akan
cukup untuk mengoperasikan 3 unit secara full.
Air dari kolam tando dialirkan melalui terowongan yang terbuat dari pipa
steel liner yang dilengkapi dengan surge tank dan safety butterfly valve.
Kemudian air tersebut diterjunkan melalui pipa pesat ( Penstock ) dengan
kemiringan 70° dan memiliki panjang 240 m. Untuk memutar 3 unit turbin,
6
sesampai di power house, penstock tadi dibagi menjadi 3 untuk masing-masing
unit yang dilengkapi dengan katup utama ( Inlet Valve ).
Inlet valve tersebut berfungsi sebagai katup utama membuka dan menutup
arah aliran air menuju spiral casing, namun sebelum inlet valve dibuka, terlebih
dahulu membuka katup by pass valve yang berguna untuk menyamakan tekanan
di daerah up stream dengan down stream. supaya dapat mencegah jangan sampai
mengakibatkan spiral casing rusak apabila inlet valve di buka akibat tekanan yang
air yang tiba-tiba.
Setelah inlet valve terbuka maka air akan mengalir ke spiral cassing dan
langsung masuk kedalam sudu tetap. Dimana aliran air masuk untuk memutar
runner diatur oleh sudu atur (Guide Vane), dan memutar runner sampai mencapai
750 rpm. Air yang memutar runner langsung menuju draft band dan mengalir
menuju tailrace.
Pada putaran turbin mencapai 750 rpm, generator akan bereaksi dengan
mengeluarkan tegangan 6,3 KV, generator bisa mengeluarkan tegangan itu karena
shaft yang ada pada turbin seporos dengan shaft generator yang mengakibatkan
generator juga akan ikut berputar.
Setelah air melalui turbin, air akan dibuang keluar kembali ke aliran sungai
agar menjaga ekosistem lingkungan sekitar.
▪
Daya listrik yang dibangkitkan dapat dihitung menggunakan pendekatan
rumus :
P = 9,8 . Q . H . ή t . ή g ( KW )
Dimana :
P
= Daya yang dihasilkan ( kW )
Q
= Debit air ( m / detik )
H
= Tinggi Terjun Air ( m )
ήt
= Efisiensi Turbin ( % )
ήg
= Efisiensi Generator ( % )
3.2. BANGUNAN YANG TERDAPAT PADA PLTA BATANG AGAM
Pada PLTA Batang Agam terdapat beberapa bangunan dengan fungsinya
masing – masing. Bangunan ini merupakan satu kesatuan yang saling terkait
7
antara satu dengan yang lainnya. Berikut ini adalah bangunan yang ada pada
PLTA Batang Agam beserta fungsinya.
1. Intake Weir (Pintu Air)
Gambar 3.2 Intake Weir (Pintu Air)
Intake weir berfungsi sebagai pintu air dari sungai batang agam dengan
debit air maksimum 13 m3/s, diatur dengan suatu sistem tekanan udara. Walaupun
debit air sungai lebih dari maksimum yang dibutuhkan, akan tetapi Intake Weir
secara otomatis tetap mengambil maksimum 13 m3/s dengan luas penampang 5,4
m2 .
2. Tunnel 1 (Terowongan1)
Gambar 3.3 Tunnel 1 (Terowongan 1)
Dari intake weir, air disalurkan melalui terowongan I menuju sand trap
(kolam pasir). Terowongan ini bentuknya kira-kira seperti ladam kuda dengan
panjang 175,5 m dan diameter 2,50 m.
8
3. Sand Trap (Kolam Penampungan Pasir)
Gambar 3.4 Sand Trap (Kolam Penampung Pasir)
Sand trap atau kolam penampungan pasir berfungsi sebagai penangkap pasir
yang terbawa oleh air sungai Batang Agam. Air yang diperlukan untuk memutar
turbin harus bersih, bebas dari segala sampah, pasir dan kotoran lainnya. Sand trap
ini memiliki luas 7.000 m2 dengan volume 20.000 m3.
4. Tunnel II (terowongan II)
Terowongan II berfungsi untuk mengalirkan air dari kolam penampungan
pasir menuju daily pondage (kolam tando). Terowongan II memiliki panjang
131m dan diameter 2,10 m.
5. Daily Pondage (Kolam Tando)
Gambar 3.5 Daily Pondage (Kolam Tando)
Daily pondage berfungsi untuk menampung air dari terowongan II yang
kemudian di salurkan ke terowongan III. Kolam tando memiliki luas 45.000 m2.
Bagian-bagian pondage (Kolam Tando) :
Inlet
: Sebagai pemasukan air dari kolam pasir
Spillway
: Sebagai pelimpahan air jika suatu waktu air pada kolam
tando telah maksimum dan sebagai penguras jika suatu waktu kolam
tando dibersihkan
9
Outlet
: Berfungsi sebagai keluaran air dari kolam tando menuju
terowongan III.
6. Tunnel III (Terowongan III)
Tunnel III berfungsi untuk menyalurkan air dari outlet kolam tando
menuju surge tank (kolam peredam). Terowongan ini menembus bukit
sepanjang 1.150 meter.
7. Surge Tank (Kolam Peredam)
Gambar 3.6 Surge Tank ( Kolam Peredam)
Surge tank berfungsi untuk meredam pukulan air yang dapat menimbulkan
tekanan balik bila debit air berubah secara mendadak. Surge tank juga berfungsi
untuk menghilangkan gelembung – gelembung udara yang ada pada tekanan
sebelum masuk ke dalam pipa pesat. Surge tank memiliki tinggi 26 m, diameter
7,6 m, serta elevasi dasar 669,60 dpl.
8. Valve Chamber (Bangunan Katup Utama)
Gambar 3.7 Valve Chamber ( Katup Utama)
Valve chamber ini dipasang antara ujung–ujung pipa pesat dengan sisi
masuk turbin. Fungsi valve chamber adalah untuk menutup aliran air yang masuk
10
ke dalam turbin di saat turbin sedang tidak beroperasi dan sebagai pengaman
dalam menghentikan turbin. Valve chamber memiliki elevasi dasar 668,04 m dpl
dan elevasi atas 648,70 m dpl.
9. Penstock (Pipa Pesat)
Gambar 3.8 Penstock (Pipa Pesat)
Penstock berfungsi untuk mengalirkan air dari saluran penghantar ke turbin.
Posisi kemiringan yang tajam dimaksudkan untuk memperoleh energi potensial
air (tekanan air) memutar turbin air. Penstock memiliki panjang 240 m, diameter 2
m dengan kemiringan 70o.
10. Power House (Rumah Pembangkit)
Gambar 3.9 Power House (Rumah Pembangkit)
Setelah melalui proses dari pintu air, kolam penampungan pasir, kolam
tando, kemudian air melalui terowongan meluncur lewat pipa pesat memutar
turbin generator.
Tempat turbin ini berada merupakan gedung yang sangat kokoh yang
disebut sentral atau power house. Dalam gedung ini ditempatkan 3 unit
turbin/generator untuk masing-masing berkapasitas 3,5 MW disimpan dan
ditempatkan alat-alat kontrol bagi daerah areal servis peralatan bantu PLTA
Batang Agam.
11
11. Tail Race (Saluran Air Buang)
Gambar 3.10 Trail Race (Saluran Air Buang )
Tail race adalah bagian akhir atau yang paling ujung dari sistem aliran air
suatu PLTA. Air yang di alirkan dari tempat penampungan air memasuki sebuah
terowongan terus ke pipa pesat yang memiliki tekanan yang amat besar, sehingga
mampu memutar turbin, maka air yang tidak ada kekuatan itu dibuang melalui
draft tube dan seterusnya dialirkan ke saluran pembuangan (tail race) pada PLTA
Batang Agam saluran pembuangan airnya berakhir di sungai Batang Agam.
3.3. PERALATAN MEKANIK DAN LISTRIK PADA PLTA BATANG
AGAM
Semenjak dimulainya pengambilan air dari sungai Batang Agam, setelah
melalui beberapa terowongan, kolam penampungan sampai power house maka
energy potensial air akan diubah menjadi energi kinetik, kemudian energy tersebut
akan diubah menjadi energy mekanik dan diubah pula menjadi energy listrik.
Energy listrik yang dihasilkan nantinya akan disalurkan ke beban. Di PLTA
Batang Agam, tegangan yang dihasilkan generator adalah 6,3 kV dan dinaikkan
menjadi 20 kV oleh transformator utama. Pada PLTA Batang Agam mempunyai
kapasitas 3x3,5 MW.
12
1. Turbin
Gambar 3.11 Turbin Hidraulik PLTA Batang Agam
Adapun Turbin yang digunakan di PLTA Batang Agam ke tiga unit turbin
type Horizontal Shaft Francis yaitu pada tiap unit 1, 2, dan 3 sama memiliki Rated
Speed 750 rpm dan Runaway Speed 1330 rpm.
Effective
Head
Output
Discharge
Maximum
98,7 m
3900 kW
4,60 m3/s
Normal
90,8 m
3500 kW
4,49 m3/s
Minimum
89,0 m
3350 kW
4,40 m3/s
Tabel 3.1 Karakteristik Turbin Hidraulik PLTA Batang Agam
2. Generator
Gambar 3.12 Generator PLTA Batang Agam
Adapun Generator yang digunakan di PLTA Batang Agam AC Generator
MEIDENSHA type TC-AF NO OF PHASE 3 Frequency 50Hz pada tiap unit 1,2,
dan 3 sama memiliki :
13
Output 4700
kVA Power Factor 0,8
Speed 750 rpm
Voltage 6300 V
No of Poles 8
Class Of Insulation B
Current 431 A
Excitation Voltage 105 V
Field Current 454 A
Tabel 3.2 Karakteristik Generator PLTA Batang Agam
Tahun Pembuatan Turbin dan Generator pada unit 1 dan unit 2 tahun 1975
sedangkan unit 3 pada tahun 1980 TOKYO JAPAN.
3. Transformator
Gambar 3.13 Transformator PLTA Batang Agam
Transformator yang digunakan PLTA Batang Agam ada dua tipe yaitu :
▪
Transformator Unit 1 dan 2
Merk
UNINDO
Type
TTUB 21/6500
No. Seri
A852018
Daya
6500 kVA
Tegangan
6300/21000 Volt
Arus
595,7 Ampere/187,6 A
Frequency
50 Hz
Phase/Vector Group
3/YNd5
Tahun Pembuatan
1985
Tahun Operasi
2010
Lokasi Operasi Sebelumnya
PLTD Suka Merindu
Tabel 3.3 Karakteristik Transformator PLTA Batang Agam
14
4. Governor
Gambar 3.14 Governor PLTA Batang Agam
Governor adalah untuk mengatur kecepatan putar turbin sesuai dengan yang
direncanakan pada beban yang dibutuhkan, agar tetap pada putaran nominalnya
walaupun kondisi beban berubah-ubah sesuai dengan nilai referensi (yaitu 500
rpm pada kasus di atas atau frekuensi 50 Hz pada generator).
Prinsip kerja dari governor apabila beban listrik pada generator menurun,
maka putaran porosnya akan membesar (misalnya menjadi 510 rpm), sehingga
pendulum governor akan berputar lebih cepat dan kemudian akan menarik ujung
kanan floating lever ke atas. Gerakan ini menyebabkan katup oli (pilotvalve/spool) bertekanan bergerak ke atas sehingga oli bertekanan akan mendorong
servomotor bergerak ke bawah yang akan memperkecil aliran air menuju runner
turbin. Akibatnya, putaran runner turbin yang lebih tinggi dari referensi 50 Hz
tersebut akan menurun. Penurunan aliran dan putaran akan dibatasi dengan adanya
feedback yang akan memberitahu (mengirim sinyal) ke pilot-valve untuk
mengerakkan servomotor katup untuk tidak menutup katup aliran secara
berlebihan. Dengan demikian, putaran runner akan menuju kecepatan putaran
yang diinginkan tersebut.
15
BAB IV
ANALISA
4.1. ANALISA HASIL PEMBAHASAN
Berdasarkan dari pembahasan teori dan prinsip kerja dari pembangkit listik
tenaga air dapat dianalisa sebagai berikut :
1.
Pada PLTA batang agam digunakan turbin pada tabel 3.1 dengan
spesifikasi sebagai berikut : tinggi jatuh air (H) dari penstock ke turbin adalah
90,8 m, debit air (Q) = 4,49 m3/s, gravitasi bumi (g) = 10 N/m, dan efisiensi turbin
sebesar (µt) = 0,84. Persamaan daya turbin yang di dapat adalah :
P
= H . Q . g . µt
P
= 90,8 . 4,49 . 9,81 . 0,84
P
= 3.425 kW
Keterangan :
2.
P
= Daya turbin (kw)
H
= Tinggi jatuh air (m)
Q
= Debit air (m3/s)
g
= Gaya gravitasi bumi (N/m)
µt
= Efisiensi turbin
Pada PLTA batang agam mempunyai kapasitas 3x3,5 MW dengan
spesifikasi generator pada tabel 3.2 yang mempunyai tegangan dan arus yang
dihasilkan generator sebesar 6,3 kV dan 431 A dengan faktor daya sebesar 0,8.
Persamaan daya generator adalah sebagai berikut :
P = E . I. √3 . cos φ
P = 6,3 . 431 . 1,73 . 0,8
P = 3.757 kW
Keterangan :
P
= Daya generator (kw)
E
= Tegangan yang dihasilkan generator (V)
I
= Arus yang dihasilkan generator (A)
cosφ
= Faktor daya
16
4.2. KELEBIHAN DAN KEKURANGAN PLTA
A. Keuntungan
1. Biaya operasi relative ringan, karena PLTA tidak membeli bahan bakar
seperti pada PLTU yang selalu membeli batu bara atau minyak bumi.
PLTA hanya air yang diambil dari sungai untuk memutar turbin lalu
dikembalikan lagi ke sungai.
2. Ramah lingkungan, karena tidak menghasilkan gas atau limbah buangan
dalam proses produksinya.
3. Perawatan mudah, hanya membersihkan sampah yang terdapat pada air
bendungan.
4. Waktu startingnya cepat, untuk mencapai daya listrik keluaran yang
diinginkan (nominal) sangatlah cepat.
5. Efisiensi yang tinggi
B. Kekurangan
1. Biaya pembangunan relative besar, sebagian besar untuk pembangunan
infrastruktur yang ada pada PLTA.
2.
Lokasi PLTA jauh dari beban atau jauh dari kota, karena lokasi
pembangkitan dekat dengan sumber air.
3.
Operasinya tergantung pada ketersediaan sumber air. Jika musim
kemarau kadang kala tidak beroperasi.
4.
Membutuhkan area yang luas, karena membutuhkan tempat untuk
menampung air sementara (waduk).
4.3. PERAWATAN PERALATAN PLTA
Perawatan pada tiap peralatan plta perlu dilakukan untuk menjaga agar
setiap peralatan yang digunakan tidak terjadi kerusakan yang akan menyebabkan
kegagalan operasi pada plta serta berkurangnya pasokan listrik dari plta tersebut.
Misalnya perawatan pada turbin, akibat dari air bertekanan yang akan
menggerakkan sudu-sudu turbin tersebut lambat laun akan mengalami kerusakan
mekanik. Akibat adanya sampah yang ikut masuk melalui saluran penstock yang
tidak tersaring, maka perlu dilakukan penyaringan air yaitu penyaringan kasar dan
penyaringan halus. Penyaringan kasar hanya mampu menyaring sampah dengan
17
ukuran yang besar, seperti kayu, pelepah pisang, eceng gondok, dlsb. Sedangkan
penyaringan halus mampu menyaring kotoran-kotoran seperti rumput dan juga
batu kerikil.
18
BAB V
PENUTUP
5.1. KESIMPULAN
Dari pembahasan pada bab sebelumnya, dapat memberikan kesimpulan
sebagai berikut:
1. PLTA batang agam merupakan salah satu dari pembangkit listrik yang
dimiliki oleh pln dengan bahan baku menggunakan air.
2. PLTA batang agam merupakan salah satu pembangkit energi listrik yang
menggunakan tipe dan jenis pembangkitan aliran sungai langsung
menggunakan kolam tando.
3. PLTA batang agam mempunyai kapasitas 3 x 3.5 MW.
4. PLTA merupakan salah satu dari jenis pembangkit energi terbarukan, karena
pasokan pembangkitnya hanya menggunakan air yang banyak tersedia
namun akan menjadi kendala jika terjadi musim kemarau.
5. PLTA merupakan pembangkit yang ramah lingkungan dan tidak
mengahasilkan polusi.
19
.
DAFTAR PUSTAKA
Dokumentasi PLTA Batang Agam.
PT. PLN (Persero) Unit Pendidikan Dan Pelatihan padang Document.
20
Download