Uploaded by User34509

MODUL 2- ETIKA DAN HUKUM KOMUNIKASI

advertisement
ETIKA DAN HUKUM
KOMUNIKASI
MODUL 2- ETIKA & HUKUM
KOMUNIKASI
DOSEN PENGAMPU: SYERLI HARYATI,SS, M.IKOM
HP: 0812 966 2614 (wa), 0812 9665 8560 (telp)
Email: [email protected]
PENGERTIAN ETIKA
1. ilmu tentang apa yang baik dan kewajiban moral
2. kumpulan asas atau nilai yang berkenaan dengan akhlak
3. nilai-nilai yang benar dan salah dianut suatu golongan atau masyarakat
Sifat Dasar Etika adalah KRITIS, Karenanya etika bertugas:
1.
Mempersoalkan norma yang dianggap berlaku (persoalan dasar dari suatu norma
dan membenarkan ketaatan yang dituntut oleh norma)
2.
Mempertanyakan tentang legitimasi, artinya sebuah norma jika tidak dapat
mempertahankan diri dari pertanyaan kritis, norma tersebut akan kehilangan
hak-nya
3.
Mempersoalkan hak setiap lembaga seperti keluarga (orang tua), sekolah,
Negara, dan agama untuk memberikan perintah atau larangan yang harus ditaati.
4.
Etika sebagai bekal bagi manusia untuk mengambil sikap yang rasional terhadap
norma yang ada
5.
Sebagai alat pemikiran yang rasional dan bertanggung jawab
• Etika sering disebut filsafat moral
• Etika merupakan cabang filsafat yang berbicara mengenai tindakan
manusia dalam kaitannya dengan tujuan utama hidupnya.
• Etika membahas baik-buruk atau benar – tidaknya tingkah laku manusia
sekaligus kewajiban-kewajiban manusia.
Contoh:
1.
pejalan kaki yang menyeberang tidak menggunakan fasilitas jembatan
penyeberangan.
2. Membuang sampah sembarangan
3. Mencontek saat ujian
Hubungan Filsafat dan Etika
• Secara etismologi, kata filsafat berasal dari bahasaYunani, philosophia
• Terdiri dari kata philos atau philein yang artinya cinta, dan Sophia artinya
kebijaksanaan atau hikmat.
• Jadi, filsafat memiliki arti “cinta akan kebijaksanaan”.
• Kebijaksanaan artinya kebenaran sejati atau kebenaran yang sesungguhnya.
Filsafat diartikan sebagai ilmu yang berusaha menyelidiki hakikat segala
sesuatu untuk memperoleh kebenaran.
Filsafat berupaya berpikir secara kritis, sistematis, rasional dan komprehensif
untuk mengupas segala sesuatu hingga sedalam-dalamnya
Hubungan Filsafat dan Etika
• Menurut Sidney Hook, Filsafat berupa mencari kebenaran dari suatu
persoalan nilai-nilai dan pertimbangan nilai-nilai yang benar untuk
melaksanakan hubungan kemanusian dan juga sebagai pengetahuan
manusia tentang apa yang baik dan buruk sehingga manusia dapat
memutuskan bagaimana seharusnya ia bertindak dalam kehidupannya.
Orientasi nilai yang berkaitan dengan masalah kehidupan dasar manusia,
menurut Florence Kluckholn:
1. Manusia berhubungan dengan alam atau lingkungan. Apakah manusia
menaklukan alam semesta atau ditaklukan oleh alam semesta?
2. Manusia menilai sifat / hakikat manusia sebagai baik atau buruk.
3. Manusia hendaknya bercermin pada masa lalu, masa kini dan masa datang
4. Manusia lebih menyukai aktivitas yang sedang dilakukan, akan dilakukan
atau telah dilakukan.
5. Manusia menilai hubungannya dengan orang lain.
Orientasi nilai akan berbeda-beda dan dipengaruhi oleh kebudayaan dan sub
budaya dalam masyarakat.
Tingkatan-tingkatan sebuah Nilai
1.
Nilai akhir atau abstrak seperti demokrasi, keadilan, persamaan, kebebasan,
kedamaian, kemajuan social serta perwujudan diri dan penentuan diri.
2.
Nilai tingkat menengah: kualitas diri (pribadi/manusia), keluarga, pertumbuhan
dan peningkatan kelompok dan masyarakat yang baik.
3.
Nilai tingkat ketiga: nilai-nilai instrumental atau operasional yang mengacu pada
ciri-ciri perilaku dari lembaga social yang baik pemerintah yang baik dan orang
professional yang baik. Misalnya dapat dipercaya, jujur, dan memiliki disiplin diri
4.
Nilai-nilai yang diinternalisasi kedalam diri individu sebagai kerangka referensi
individu tersebut sebagai prinsip-prinsip etik yang dipercayaainya.
ETIKET
Pengertian Etiket:
• Istilah etiket berasal dari bahasa Perancis, ethiquette, secara harfiah berarti peringatan
secara maknawi berarti persyaratan konvensional mengenal perilaku sosial.
• Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia, etiket diartikan sebagai tata cara dalam masyarakat
beradab dalam memelihara hubungan baik antara sesama manusianya. (Effendy, 2006:
167)
• peraturan, baik secara tertulis maupun tidak, mengenai pergaulan hidup manusia dalam
suatu masyarakat beradab.
Kesimpulan:
Etiket berkaitan dengan tata cara pergaulan modern yang biasanya dihubungkan dengan
kehidupan bangsa barat yang dikatakan telah mencapai taraf kebudayaan, ilmu pengetahuan,
industry dan pemerintahan yang tinggi. Jadi, perilaku seseorang dalam interaksi dengan
orang lain, akan dinilai dari mengenal atau tidaknya etika pergaulan dalam ukuran tata cara
internasional. (Effendy, 2006:167)
PERBEDAAN ETIKA DAN ETIKET
ETIKA
ETIKET
Cara perbuatan yang harus dilakukan oleh
seseorang atau kelompok tertentu
Memberikabertindakn dan menunjukkan cara yang
tepat dalam
Etika tidak memperhatikan apakah ada orang lain
atau tidak
Berlaku dalam pergaulan social dan ketika ada
orang lain
Bersifat mutlak dan universal
Bersifat relatif
Menyangkut aspek internal manusia
Menyangkut segi lahiriah
Estetika
Secara etimologis, istilah “estetika” berasal dari bahasa Latin “aestheticus” atau bahasa
Yunani “aestheticos” yang artinya merasa atau hal-hal yang dapat dicerap oleh panca indera
manusia. Ada juga yang menyebutkan bahwa arti estetika adalah suatu cabang ilmu filsafat
yang membahas tentang keindahan, dan biasanya terdapat di dalam seni dan alam semesta.
Pengertian estetika menurut KBBI
• cabang filsafat yang menelaah dan membahas tentang seni dan keindahan serta
tanggapan manusia terhadapnya; 2 kepekaan terhadap seni dan keindahan
Unsur-unsur Estetika:
1. Bentuk
2. Warna
3. Tema
4. Motif Hias
PERBEDAAN ETIKA DAN ESTETIKA
ETIKA
ESTETIKA
Menitikberatkan pada baik-buruknya
atau benar-tidaknya tingka laku dan
tindakan manusia
Mempermasalahkan seni atau keindahan
yang diproduksi oleh manusia (soal
apresiasi manusia terhadap proses
kreatif)
Menjadi dasar bagi tindakan manusia
Estetika deskriptif (menjelasakan atau
melukiskan fenomena pengalaman
keindahan)
Estetika normative (Menyelidiki hakekat,
dasar dan ukuran pengalaman keindahan
tersebut)
Etika terapan dapat difokuskan pada
etika profesi, kode etik, etika politik dsb
Berkaitan dengan imitasi atau reproduksi
realitas. Seni sebagai eskpresi social atau
ekspresi personal atau suatu realitas
MORAL DAN HUKUM
•
•
•
Moralitas bila ditinjau secara etismologinya, berasal dari kata Latin, Mos, yang dalam bentuk jamaknya
(mores) yang berarti ‘adat istiadat’ atau ‘kebiasaan’.
Moralitas sebagai suatu sistem nilai tentang bagaimana menjalankan hidup dengan membedakan antara
yang baik dan buruk selaku individu dan anggota masyarakat. Sistem nilai moral acuannya adalah nilai
universal, mengenai baik buruk, yang biasanya dikaitkan degan nilai kesusilaan, tradisi atau adat istiadat
yang berlaku, keagamaan, pendidikan.(Rosady Ruslan (1995: 26)
Moralitas adalah tradisi kepercayaan dalam agama atau kebudayaan tentang perilaku yang baik dan buruk,
dengan moralitas manusia diberikan semacam peraturan atau petunjuk dalam bentuk bagaimana
seharusnya ia hidup (das sollen) untuk bersikap, bertindak dan berperilaku baik semenjak dari rumah
hingga hidup bermasyarakat. Sumber ajaran moral bisa dari orang tua, agama, adat istiadat, masyarakat
dsb
• Amoral adalah sebuah tindakan tidak bermoral yang dilakukan oleh
seseorang karena kurangnya pengetahuan, tidak memiliki keahlian atau
belum cukup umur.
•
immoral adalah tindakan tidak bermoral yang dilakukan oleh seseorang
walaupun orang tersebut sudah tahu bahwa hal tersebut memang salah dan
tetap melakukannya
HUKUM
• Hukum adalah norma-norma yang dituntut dengan tegas oleh masyarakat
karena dianggap perlu demi keselamatan dan kesejahteraan umum. Norma
hukum adalah norma yang tidak dibiarkan untuk dilanggar. Orang yang
melanggar hukum pasti dikenai hukuman sebagai sanksi.
PERBEDAAN MORAL DAN HUKUM
HUKUM
MORAL
Bersifat Obyektif
Bersifat subyektif
Ruang lingkup hokum terbatas pada tingkah laku
lahiriah manusia
Menyangkut pula perilaku batin seseorang
Bagi yang melanggarnya ada sanksi yang bisa
dipaksakan
Sanksi moral adalah ketidaktenangan dalam hidup
Sanksi hkum pada dasarnya atas kehendak
masyarakat
Masyarakat tidak dapat mengubah suatu moralitas
Unsur-unsur Pokok Etika
• Kebebasan
• Tanggung jawab
• Hati nurani
• Prinsip-prinsip moral dasar
•
•
Persoalan utamanya: Bagaimana menilai tujuan atau akibat baik dari suatu
tindakan. Tujuan atau akibat itu untuk siapa? Untuk saya pribadi, para pengambil
keputusan dan pelaksana keputusan saja atau untuk semua orang? Apakah tujuan
itu baik hanya karena baik untuk saya atau memang baik karena berguna bagi
banyak orang?
tujuan yang ingin dicapai adalah memaksimalkan manfaat dari keputusan untuk
orang sebanyak-banyaknya dan meminimalkan konsekuensi negative bagi orang
lain.
ETIKA KOMUNIKASI
•
Etika komunikasi mencoba untuk mengelaborasi standar etis dalam berkomunikasi
antara Komunikator dan komunikan.
Ada tujuh perspektif Etika Komunikasi:
1.
2.
3.
4.
5.
6.
7.
Perpektif Politik
Perspektif sifat manusia
Perspektif Dialogis
Perspektif Situasional
Perspektif Religius
Perspektif Utilitarian
Perpektif Legal
DAFTAR PUSTAKA
•
K. Bertens, Etika, Jakarta: PT. Gramedia Pustaka Utama, 2007
•
Rini Darmastuti, Etika PR dan E-PR, Yogyakarta: CV Andi Offset, 2007
•
Sony Keraf, Etika Bisnis: Tuntutan dan Relevansinya. Jakarta: Kanisius, 1998
•
Muhammad Mufid, Etika dan Filsafat Komunikasi, Jakarta: Prenadamedia Group, 2009
SAMPAI JUMPA
Download
Random flashcards
Rekening Agen Resmi De Nature Indonesia

9 Cards denaturerumahsehat

sport and healty

2 Cards Nova Aulia Rahman

Tarbiyah

2 Cards oauth2_google_3524bbcd-25bd-4334-b775-0f11ad568091

Create flashcards