1.Nilai Rujukan Guru dan Pengembangan Kurikulum • Nilai rujukan pada dasarnya merupakan seperangkat keyakinan, nilai, dan gagasan yang dijadikan kerangka piker untuk perencanaan kurikulum dan yang mendasari tindakan pada semua tahap pengembangan kurikulum. Dalam konteks pengembangan kurikulum nilai rujukan dibagi menjadi dua yaitu : • Nilai Rujukan Kurikulum : nilai rujukan yang digunakan dalam rangka pengembangan ide dan dokumen kurikulum oleh para pembuat kebijakan dan pengembang kurikulum pada tingkat nasional.(Jewett, Ennis dan Bain, 1995) • Nilai Rujukan Kurikulum Guru (Nilai Rujukan Guru) : nilai rujukan yang digunakan untuk mengembangkan proses implementasi kurikulum oleh para pelaksana kurikulum pada tingkat satuan pendidikan atau sekolah dan sifatnya individual (Jewett, Ennis dan Bain, 1995). Dimensi Nilai Rujukan Kurikulum McNeil (1990) dalam bukunya curriculum : Comprehensive Introduction, mengungkapkan dalam istilah “Conceptions of curriculum” dan mengklasifikasian nilai rujukan kedalam dimensi yaitu : 1. Nilai Rujukan Humanistic 2. Nilai Rujukan Social Recontrucsionist 3. Nilai Rujukan Tecnological 4. Nilai Rujukan Akademik 5. Ecological Integration Menutut Longstreet and Shane (1993) 1. 2. 3. 4. The Society-Oriented Curriculum The Knowledge-Centered Curriculum The Child-Centered Curriculum The Eclectic Curriculum Nilai rujukan dikembangkan berdasarkan tiga sumber yang sering disebut sebagai sumber kurikulum. Tyler (1950), Steinhart (1992) mengungkapkan tiga sumber kurikulum yaitu: 1. Materi (Subject Matter) 2. Individu (individual) 3. Masyarakat (Society)