ABSTRAK SISTEM MONITORING TANAMAN HIDROPONIK DENGAN RASBERRY PI BERBASIS IOT Oleh Era Desti Ramayani Hidroponik adalah salah satu metode bercocok tanam dengan menggunakan air. Air tersebut sebagai solusi untuk menggantikan tanah sebagai media tanamnya. Hidroponik juga sebagai solusi di dalam dunia pertanian terutama di wilayah yang memiliki keterbatasan ruang hijau. Keberhasilan hidroponik bergantung pada bagaimana cara penggiat hidroponik merawat tanamannya. Semakin berkembangnya teknologi, para penggiat hidoponik dapat memanfaatkan teknologi Internet of Things (IoT). Dalam tahap perancangan sistem terdapat langkah – langkah yang dilakukan yaitu menganalisis kebutuhan sistem, merancang sistem, implementasi sistem, dan pengujian. Berdasarkan hasil dari implementasi yang telah dilakukan mengenai Sistem Monitoring Tanaman Hidroponik dengan Rasberry Pi Berbasis IoT dapat disimpulkan bahwa sistem ini dapat diterapkan dalam dunia pertanian untuk membantu aktifitas rutin yang dilakukan terhadap tanaman. Terciptanya sistem ini akan memudahkan untuk mendokumentasikan segala aktivitas yang dilakukan terhadap tanaman. Sistem ini juga memberikan keuntungan untuk dapat memberikan informasi secara real time, sirkulasi air yang cukup kapan waktu yang tepat untuk dialirkan dan disertai dengan kamera untuk dapat melakukan pemantauan dari jarak jauh terhadap kondisi tanaman hidroponik. Kata kunci : Internet Of Thing, Hidroponik, Rasberry Pi 2 BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Metode bercocok tanam dengan media tanam selain tanah adalah hidroponik. Hidroponik menggunakan air, sabut kelapa, batu apung, kerikil, dan lain-lain sebagai media tanamnya untuk menggantikan tanah. Hidroponik juga ramah lingkungan karena tidak menghasilkan limbah yang berbahaya terhadap lingkungan yang berada di sekitarnya. Selain itu juga, hidroponik dapat menjadi solusi bagi yang ingin bercocok tanam akan tetapi memiliki keterbatasan ruang hijau. Dalam menggeluti bidang hidroponik, seringkali para penggiat hidroponik mendapatkan beberapa hambatan dalam pemeliharaannya. Hambatan yang dimaksud yakni pada tanaman hidroponik membutuhkan banyak perhatian khusus meliputi suhu dan kelembaban udara, sirkulasi air, intensitas cahaya, dan suhu air. Semakin berkembangnya teknologi memungkinkan semua benda dapat berkomunikasi satu sama lain melalui internet. Internet of Things (IoT) dapat menjadi sebuah solusi dalam mengatasi hambatan-hambatan yang ada untuk membantu dalam pemeliharaan tanaman hidroponik. Konsep IoT dapat diterapkan pada pertanian baik pertanian konvensional (media tanah) maupun pertanian hidroponik. Adanya Internet of Things (IoT) bertujuan agar proses monitoring pertumbuhan tanaman dapat dilakukan secara real time. Pada kerja praktik ini, akan merancang dan membangun sebuah prototype “Sistem Monitoring Tanaman Hidroponik dengan Rasberry Pi Berbasis IoT”. Sistem dilengkapi dengan multi-sensor yaitu sensor cahaya, sensor suhu dan kelembaban udara, sensor suhu air, pompa DC 12V, dan kamera. Sensor cahaya akan mengukur intensitas cahaya pada ruangan hidroponik. Kemudian, sensor suhu dan kelembaban udara akan mengukur suhu dan 3 kelembaban udara pada ruang hidroponik. Sensor suhu air akan mengukur suhu air pada tandon yang berisi air dimana air ini nantinya akan dialirkan ke seluruh tanaman. Pompa DC 12V digunakan sebagai aksi untuk mengalirkan air ke seluruh tanaman yang dikontrol melalui relay. Kamera/webcam digunakan untuk mengambil gambar tanaman agar dapat dilihat dari jarak jauh dan memastikan bahwa tanaman dalam kondisi yang baik. Diharapkan dengan adanya prototype Sistem Monitoring Tanaman Hidroponik dengan Rasberry Pi Berbasis IoT dapat menjadi solusi bagi pertanian hidroponik. 1.2 Tujuan Praktik Kerja Lapangan Adapun tujuan dari kerja praktik ini sebagai berikut: a. Mengimplementasikan IoT pada hidroponik menggunakan Rasberry Pi, sensor suhu dan kelembaban udara (DHT22), sensor suhu air (DS18B20), Pompa DC 12V dan Sensor cahaya/Photoresistor. b. Memonitoring tanaman dengan sistem IoT yang sudah diimplementasikan. 1.3 Waktu dan Tempat Praktik Kerja Lapangan Praktik Kerja Lapangan dimulai dari 25 Januari 2018 sampai dengan 15 Maret 2018 di Lembaga Pengembangan Inovasi dan Kewirausahaan Insititut Teknologi Bandung yang bekerja sama dengan PT Aplikanusa Lintasarta yang bertempat di Jl. Ganeca No.15, Lb. Siliwangi, Coblong, Kota Bandung, Jawa Barat 40132. 1.4 Metode Penyusunan Laporan Praktik Kerja Lapangan Selama menyelesaikan laporan kerja praktik ini, terdapat beberapa langkah penyusunan laporan yaitu sebagai berikut : a. Metode Observasi Pada metode ini melakukan pengumpulan data dan mengajukan banyak pertanyaan langsung kepada pembimbing dan programmer yang ada di PT. Digital Utama Adikarya. 4 b. Metode Design Pada metode design berisi kegiatan untuk mendapatkan data yang berhubungan dengan topik pembahasan dalam laporan yang berasal dari tempat praktik kerja lapangan dan literatur dari internet serta sumber buku sebagai bahan referensi pendukung serta membuat rancangan sistem yang akan dibangun. c. Metode Implementasi Pada metode implementasi ini melakukan pengimplementasian dari rancangan yang sudah dibuat sebelumnya. 1.5 Sistematika Penulisan Laporan Dalam laporan ini terdapat beberapa bab yang dipisahkan untuk memudahkan dalam penguraian pemahaman, antara lain : BAB I : PENDAHULUAN Pada bab ini berisi latar belakang, tujuan, waktu dan tempat praktik kerja lapangan berlangsung, metode penyusunan praktik kerja lapangan dan sistematika penulisan laporan. BAB II : PROFIL DAN GAMBARAN UMUM INSTANSI Pada bab ini berisi sejarah umum instansi, visi dan misi instansi, lokasi instansi, dan ruang lingkup kegiatan dari instansi. BAB III : TINJAUAN PUSTAKA Pada bab ini berisi mengenai hidroponik, Internet of Things (IoT), Rasberry Pi, Bahasa Pemrograman Python dan PHP, beberapa sensor meliputi DHT22 sebagai sensor suhu dan kelembaban udara, DS18B20 sebagai sensor suhu air, Photo resistor sebagai sensor cahaya, dan Pompa DC 12V dalam sistem monitoring pada hidroponik dengan Rasberry Pi berbasis IoT. 5 BAB IV : HASIL DAN PEMBAHASAN Pada bab ini berisi penerapan dan implementasi Sistem Monitoring pada Hidroponik dengan Rasberry Pi Berbasis IoT. BAB V : PENUTUP Bab ini memuat kesimpulan berdasarkan hasil pembahasan laporan kerja praktik dan saran. 6 BAB II PROFIL DAN GAMBARAN UMUM PT. DIGITAL UTAMA ADIKARYA 2.1 Sejarah Umum Company profile merupakan penjelasan mengenai produk PT. Digital Utama Adikarya secara umum. PT. Digital Utama Adikarya merupakan sebuah start up yang bergerak pada bidang penyedia layanan, solusi pelaporan dan observasi sebuah organisasi secara online. PT. Digital Utama Adikarya memiliki visi menjadi perusahaan yang terdepan dan terbaik dalam menyediakan layanan kolaborasi dan pelaporan secara online di Indonesia. Fokus pengembangan start up PT. Digital Utama Adikarya yaitu fokus pada validasi bisnis model di tahun 2015, fokus pada perluasan market di 2016, menghasilkan profit pada tahun 2017, dan memperluas jangkauan pasar hingga Internasional pada tahun 2018. Target pasar PT. Digital Utama Adikarya adalah pemerintahan, organisasi, dan UKM. Berangkat dari kebutuhan masyarakat akan media penyampaian aspirasi/pelaporan kepada pihak yang tepat untuk dapat segera ditangani. Manfaat dari pihak yang terkait yakni dapat mengetahui aspirasi-aspirasi tersebut sebagai masukan dan bahan perbaikan. PT. Digital Utama Adikarya memfasilitasi dan mempertemukan kedua kebutuhan tersebut dengan sistem pelaporan secara smart dan juga mudah digunakan. Hal ini membuat terwujudnya kolaborasi antara masyarakat dan organisasi pihak terkait. PT. Digital Utama Adikarya hadir sebagai solusi yang menyediakan wadah kolaborasi. PT. Digital Utama Adikarya sebagai penjembatani antara pemangku kepentingan di dalam mengetahui permasalahan, memahami permasalahan, dan sebagai alat bantu di dalam penyelesaian masalah yang ada. 7 2.2 Visi dan Misi PT. Digital Utama Adikarya memiliki visi dan misi sebagai berikut : 2.2.1 Visi Visi PT. Digital Utama Adikarya adalah: Menjadi perusahaan yang terdepan dan terbaik dalam menyediakan layanan kolaborasi antara masyarakat dan organisasi serta pelaporan secara online di Indonesia. 2.2.2 Misi PT. Digital Utama Adikarya mempunyai misi: Menyediakan platform pelaporan dan observasi untuk memfasilitasi masyarakat dalam pelaporan keluhan, saran, dan aspirasi. Selain itu juga membantu pemerintahan, organisasi dan UKM dalam mendapatkan data dari pendapat masyarakat. Peningkatan keterbukaan dan ketersediaan data serta informasi. 2.3 Lokasi Instansi Co-Working Space LPIK ITB, Jl. Ganeca No.15, Lb. Siliwangi, Coblong, Kota Bandung, Jawa Barat 40132. 2.4 Struktur Organisasi 8 Gambar 2.4.1 Struktur Organisasi PT. Digital Utama Adikarya 2.5 Lingkup Kegiatan Banyaknya permasalahan di lingkungan masyarakat seringkali menyebabkan masyarakat membutuhkan media untuk melaporkan masalah-masalah tersebut agar segera ditangani. Berangkat dari kebutuhan masyarakat akan penyampaian aspirasi mereka kepada pihak yang tepat dan juga pihak yang ingin mengetahui aspirasi-aspirasi tersebut sebagai masukan dan bahan perbaikan. PT. Digital Utama Adikarya memfasilitasi dan mempertemukan kedua kebutuhan tersebut dengan sistem pelaporan secara smart dan juga mudah digunakan. Hal ini membuat terwujudnya kolaborasi antara masyarakat dan organisasi pihak terkait. 9 PT. Digital Utama Adikarya menyediakan layanan pelaporan dan observasi secara online dengan detail layanan sebagai berikut: Layanan pelaporan mobile Layanan pelaporan berbasiskan web Layanan SMS Gateway Layanan Map dan Analytic Social media integration Panic Button 10 BAB III TINJAUAN PUSTAKA 3.1. Hidroponik Gambar 3.1 Hidroponik [1] Hidroponik merupakan cara bercocok tanam yang tidak menggunakan tanah sebagai media tanamnya. Hidroponik menggantikan tanah dengan air yang memiliki kandungan nutrisi yang diperlukan tanaman [2]. Hidroponik dapat menjadi salah satu solusi untuk mengatasi bagaimana tetap bisa bercocok tanam di lahan yang sempit. 3.2. Internet OF Thing (IoT) Seiring berkembangnya teknologi dan semakin cepatnya internet akan mengakibatkan penggunaan komputer yang semakin mendominasi pekerjaan manusia. Selain itu juga dengan semakin banyaknya penggunaan internet akan mengalahkan kemampuan komputasi manusia, seperti mengontrol peralatan 11 elektronik dari jarak jauh dengan menggunakan media internet. IoT (Internet Of Things) memungkinkan pengguna untuk mengelola dan mengoptimalkan elektronik dan peralatan listrik yang menggunakan internet dapat dikontrol dari jarak jauh [4]. Gambar 3.2 IoT (Internet of Things) [3] Adanya IoT di masa depan akan memungkinkan untuk dapat saling bertukar informasi antara komputer dengan perangkat elektronik sehingga mengurangi adanya interaksi manusia dan akan berdampak semakin meningkatnya pengguna internet. Gambar 3.3 Pengaplikasian IoT [3] IoT (Internet of Things) dapat diaplikasikan di berbagai bidang, seperti pada Gambar 3.3 Pengaplikasian IoT dapat diimplementasikan untuk smart city, smart industry, smart healt, smart home, smart agriculture, dan lain sebagainya. 12 3.3. Rasberry Pi Gambar 3.4 Logo Rasberry Pi [5] Raspberry Pi adalah komputer mikro berukuran seperti kartu kredit yang dikembangkan oleh Raspberry Pi Foundation di Inggris. Tujuan awal dari komputer single board yakni untuk mengajarkan dasar- dasar ilmu komputer dan pemrograman untuk siswa sekolah di seluruh dunia [6]. Raspberry Pi menggunakan Linux sebagai sistem operasinya karena arsitektur dari Raspberry Pi tidak mendukung untuk sistem operasi lainnya, seperti windows. Sehingga sebagian besar sistem operasi Raspberry Pi adalah berbasis Linux [7]. 3.4. DHT22 Gambar 3.5 Sensor suhu dan kelembaban udara (DHT22) [8] DHT22 adalah komponen yang digunakan untuk mendeteksi suhu dan kelembaban udara. DHT22 merupakan sensor pengukur suhu dan kelembaban relatif dengan keluaran berupa sinyal digital serta memiliki 3 atau 4 pin yang terdiri dari power supply, data signal, null, dan ground. DHT22 memiliki akurasi yang lebih baik daripada DHT11 dengan galat relatif pengukuran suhu 4% dan kelembaban 18% [9]. 13 3.5. DS18B20 Gambar 3.6. Sensor suhu DS18B20 Waterproof [10] DS18B20 merupakan termometer digital yang menyediakan 9 hingga 12-bit pengukuran suhu derajat celcius. DS18B20 tidak memerlukan catu daya eksternal karena memperoleh daya langsung dari data line. DS18B20 berkomunikasi melalui bus 1-Wire, yang hanya membutuhkan satu jalur data (dan ground) untuk komunikasi dengan mikroprosesor pusat. DS18B20 memiliki kisaran pengukuran suhu -55 ° C hingga + 100 ° C akan akurat untuk ± 0,5 ° C selama rentang –10 ° C hingga + 85 ° C [11]. 3.6. Module Relay Relay adalah saklar elektronik yang digerakkan oleh arus listrik termaasuk ke dalam bagian salah satu komponen elektronika. Relay biasanya digunakan untuk menggerakkan arus/tegangan yang besar (misalnya peralatan listrik 4A/ 220V AC) dengan memakai arus/tegangan yang kecil (misalnya 0.1 A /12V DC) [12]. Modul relay digunakan sebagai switch untuk menjalankan berbagai peralatan elektronik, misalnya lampu listrik, motor listrik dan berbagai peralatan elektronik lainnya. Kendali ON / OFF switch (relay) ditentukan oleh nilai keluaran sensor. 3.7. Python Python merupakan salah satu bahasa pemrograman freeware yang dapat dimanfaatkan untuk mendukung pemrograman yang berorientasi objek. Python dapat berjalan di berbagai platform sistem operasi seperti Windows, PCs (DOS, OS/2), UNIX, Macintosh, dan lain sebagainya. Google App Engine sebagai 14 pendukung bahasa pemrograman python dalam menyediakan layanan untuk penyimpanan (storage) dan database [13]. 3.8. Perancangan Metode yang digunakan untuk perancangan Sistem Monitoring Tanaman Hidroponik dengan Rasberry Pi Berbasis IoT adalah: 1. Analisis masalah Pada tahap ini, dilakukan penganalisisan terhadap masalah-masalah apa saja yang sering muncul. 2. Analisis kebutuhan Pada tahap analisis kebutuhan dilakukan penganalisisan terkait kebutuhan komponen apa saja yang dibutuhkan untuk membangun sebuah sistem berdasarkan permasalahan yang ada. Kebutuhan yang dimaksud yakni kebutuhan fungsional pada sistem dilengkapi dengan sensor suhu dan kelembaban udara, sensor suhu air, sensor cahaya, dan kamera. 3. Perancangan alat/sistem Pada tahap ini meliputi perancangan alat dan media visual untuk menampilkan nilai yang dihasilkan dari komponen. Tahap perancangan alat ini memiliki beberapa kegiatan yakni pembuatan kode program, pembuatan alur kerja/desain sistem, dan pembuatan visualisasi untuk menampilkan nilai dari komponen ke pengguna dapat berupa halaman web. Gambar 3.7 Perancangan Sistem Monitoring Tanaman Hidroponik dengan Rasberry Pi Berbasis IoT 15 Pada gambar 3.7 di atas merupakan gambaran dari sistem yang akan dibangun di mana terdapat beberapa sensor yang digunakan seperti DHT22 sebagai sensor suhu dan kelembaban udara, DS18B20 sebagai sensor untuk mengukur suhu air, kamera digunakan sebagai media untuk melakukan pemantauan tanaman secara langsung untuk mengambil gambar tanaman, Rasberry Pi sebagai pemrosesan untuk membangun program dengan bahasa pemrograman Python. Selanjutnya pompa air DC digunakan untuk mengalirkan air di mana pompa tersebut terhubung ke relay module sebagai saklar. Internet digunakan sebagai penghubung untuk melakukan pengiriman data hasil sensor yang digunakan. Kemudian data tersebut akan ditampilkan melalui sebuah halaman web sebagai visualisi. 4. Pengujian alat Setelah proses analisis masalah, analisis kebutuhan, studi pustaka/literatur, dan perancangan alat/sistem selesai dilakukan, langkah selanjutnya yakni melakukan pengujian terhadap sistem yang dibuat apakah bekerja sesuai dengan fungsinya atau tidak. 3.9. Unified Modeling Language (UML) UML (Unified Modeling Language) adalah sekumpulan simbol dan gambar yang digunakan untuk menggambarkan dan membangun, atau memodelkan suatu software [13]. UML merupakan bahasa pemodelan untuk sistem atau perangkat lunak berparadigma berorientasi objek. Pemodelan digunakan untuk penyederhanaan permasalahan-permasalahan yang kompleks sehingga akan lebih mudah dipelajari dan dipahami. 3.9.1. Use Case Diagram Use Case merupakan salah satu dari UML sebagai representasi visual yang merupakan pemodelan untuk menggambarkan kelakuan (behavior) sistem yang akan dibuat. Use Case mendeskripsikan sebuah interaksi antara satu atau 16 lebih aktor dengan sistem yang akan dibuat. Pada Use Case Diagram terdapat fungsi apa saja yang ada di dalam sebuah sistem dan siapa saja yang berhak menggunakan fungsi-fungsi tersebut. Hal yang ditekankan pada diagram ini adalah “apa” yang diperbuat sistem, dan bukan “bagaimana” [14]. 3.9.2. Flowchart Diagram Flowchart diagram digunakan untuk menjelaskan proses aliran kerja dari suatu sistem secara berurutan. Flowchart diagram berisi proses, input atau output, pemilihan kondisi, perulangan, dan lain sebagainya. Adanya flowchart diagram dapat memperjelas bagaimana sistem yang dibuat tersebut bekerja. Gambar 3.9.2 Flowchart Diagram Sistem Monitoring Tanaman Hidroponik dengan Rasberry Pi Berbasis IoT 17 Pada gambar di atas merupakan sebuah aliran kerja dari Sistem Monitoring Tanaman Hidroponik dengan Rasberry Pi Berbasis IoT. Sensor tidak akan dapat mengirimkan data ke database sebelum terkoneksi ke internet. Apabila sudah terhubung ke sebuah jaringan internet, maka data yang dihasilkan dari sensor suhu dan kelembaban udara (DHT22), sensor suhu air (DS18B20) dan sensor cahaya (Photo resistor) akan dikirim ke database server yang sudah dibuat. Kemudian sistem juga dapat mengatur kapan pompa akan dihidupkan atau dimatikan. 3.9.3 Activity Diagram Diagram aktivitas atau activity diagram menggambarkan aliran kerja atau aktivitas dari sebuah sistem atau menu yang ada pada perangkat lunak. Activity diagram adalah teknik untuk menggambarkan logika prosedural, proses bisnis dan jalur kerja [15]. 18 BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN 4.1. Pelaksanaan Kerja Praktek Kerja Praktik ini dilaksanakan selama 50 hari terhitung dari tanggal 25 Januari 2018 sampai dengan 15 Maret 2018 yang dilaksanakan di PT. Digital Utama Adikarya. PT. Digital Utama Adikarya berlokasi di Jl. Ganeca No.15, Lb. Siliwangi, Coblong, Kota Bandung, Jawa Barat 40132. Hari aktif kerja pada perusahaan PT. Digital Utama Adikarya terhitung sejak hari Senin sampai Jum’at (kecuali hari libur nasional). Jam kerja PT. Digital Utama Adikarya dimulai dari pukul 08.10 WIB hingga 16.00 WIB dengan absensi menggunakan mobile apps yakni aplikasi yang bernama Waktoo. Pada aplikasi ini, seluruh karyawan diberikan batas keterlambatan datang yakni 08.10 WIB, sedangkan untuk waktu jam pulang kerja yakni 16.00 WIB. Berikut ini adalah tabel perincian kegiatan kerja yang dilakukan selama proses Kerja Praktik berlangsung: Tabel 4.1 Kegiatan Kerja Praktek No Time 1. 25-01-2018 Activity Output Pengenalan Lingkungan Kerja Mengetahui dan Mengenal dan Personal/Staff pada PT. Personal / Lingkungan Kerja, Digital Utama Adikarya dan Staff pada PT. Digital Utama pengenalan metode SCRUMM Adikarya, mengenal bagaimana bekerja dengan metode SCRUMM 19 2. 26-01-2018 Penyampaian ide project yang Menemukan ide project apa akan dilakukan selama 50 hari yang akan dibangun selama ke depan 3. 29-01-2018 kerja praktik Presentasi pengajuan ide Mendapatkan saran dan evaluasi ide yang project yang akan dibuat dari diajukan 4. 30-01-2018 Membuat rancangan database Mampu membuat rancangan Summarecon khusus data pada report tabel database project khusus pada tabel report Summarecon 5. 31-01-2018 pada project Summarecon Membuat kode program untuk Mampu menampilkan report semua pada 01-02-2018 database semua data report pada database Summarecon report Summarecon 02-02-2018 kode Membuat fitur lihat detail Mampu membuat fitur lihat pada 7. Membuat data program untuk menampilkan Summarecon 6. Summarecon project detail pada report project berdasarkan Summarecon id_report id_report Scrum project Summarecon Mengetahui berdasarkan sudah sejauh mana dan apakah mengalami kendala saat membangun fitur –fitur untuk project Summarecon 8. 05-02-2018 Penambahan fitur autorespon Mampu pada project Summarecon membuat autorespon fitur pada project sudah sejauh Summarecon 9. 06-02-2018 Melanjutkan pembuatan fitur Mengetahui autorespon dan project Summarecon Scrum mana dan apakah mengalami kendala saat fitur–fitur Summarecon membangun untuk project 20 10. 07-02-2018 Data Trainer Twitter per kata Menyeleksi data berdasarkan klasifikasi berita perkata nya 11. 08-02-2018 Melanjutkan penyeleksian Menyeleksi data berdasarkan data dari Twitter setiap per klasifikasi berita perkata nya kata nya 12. 09-02-2018 Evaluasi Mengevaluasi dari data-data yang diseleksi 13. 12-02-2018 Pematangan ide project Memfiksasikan project yang pribadi dan penentuan partner akan dibuat dan mengetahui pembimbing lapangan atau partner yang akan membantu dalam pembuatan project 14. 13-02-2018 Scrumm Membuat list terkait apa saja yang akan dilakukan hari ini dan berapa lama waktu yang ditargetkan apakah 1sp (1 hari), 2sp (2 hari), dan lainnya. 15. 14-02-2018 Mencari literatur jurnal yang Mengetahui sejauh mana berkaitan dengan project dan project yang dibuat sudah membuat list terkait alat-alat dikembangkan yang dibutuhkan oleh orang lain, kemudian membuat list alat-alat yang dibutuhkan untuk membangun project tersebut. 16. 15-02-2018 Bimbingan project dengan Mengetahui apakah alat-alat partner lapangan terkait alat- yang sudah di-list sesuai alat yang sudah dibuatkan list dengan project yang akan dibangun 17. 19-02-2018 Membuat perancangan sistem Mampu dari project dibangun yang akan perancangan membuat sistem dari project yang akan dibangun 21 sesuai dengan kebutuhan 18. 20-02-2018 Mengikuti Seminar Nasional Memberikan “ Identitas Cerdas dan akan pengetahuan pentingnya menjaga Peningkatan Akses identitas/keamanan data Telekomunikasi untuk terutama dalam bidang Ekonomi Digital” di Aula telekomunikasi. Timur ITB 19. 21-02-2018 Mengajukan dana permohonan Menerima untuk untuk yang keberlangsungan project 22-02-2018 dibutuhkan Technology 2018” Profesor bagaimana yang berasal dari salah satu depannya yang ada saat membangun projetct Menghadiri presentasi “Tren Mendapatkan Universitas untuk pembelian pembelian alat dan bahan alat/sensor 20. dana pengetahuan teknologi seiring ke dengan di berkembangnya zaman. Korea 21. 23-02-2018 Melakukan pembelian alat- Membuat sistem monitoring alat project seperti Rasberry dengan bantuan beberapa Pi3, DHT22, Photo resistor, sensor. DS18B20, Pompa Air DC 12V, dan beberapa kebutuhan lainnya. 22. 26-02-2018 Memulai membangun sistem Menginstal Raspbian pada dengan menginstal Raspbian Rasberry Pidan mengetahui sebagai sistem Rasberry Py, operasi apakah sensor-sensor yang melakukan sudah dibeli dalam kondisi update, pencarian libraries, baik atau tidak dan melakukan pengujian satu persatu pada sensor 23. 27-02-2018 Membuat database IoT perancangan Membuat database rancangan dari sistem 22 monitoring yang akan dibuat 24. 28-02-2018 Pengkodingan dan pengujian Mengetahui apakah sensor sensor suhu dan kelembaban suhu dan kelembaban udara udara (DHT22) (DHT22) bekerja sesuai dengan fungsinya 25. 01-03-2018 Pengkodingan dan pengujian Mengetahui apakah sensor sensor suhu air (DS18B20) suhu air (DS18B20) bekerja sesuai dengan fungsinya 26. 02-03-2018 Membuat koneksi untuk Mampu mengirimkan data data yang yang dihasilkan dari sensor- mengirimkan dihasilkan dari sensor-sensor sensor ke database server ke database server 27. 05-03-2018 Pengujian relay module dan Mengetahui apakah pompa pompa air DC 12V air DC 12V mampu bekerja pada sistem monitoring ini 28. 06-03-2018 Pengujian Photo resistor dan Mengetahui apakah Photo kamera resisitor dan kamera mampu bekerja pada sistem monitoring ini 29. 07-03-2018 Melakukan penyeleksian dan Menyeleksi dan mengelola pengelolaan data dari internet data dari internet yang yang berkaitan dengan media berterkaitan dengan media 30. 08-03-2018 pers di Indonesia pers di Indonesia Presentasi project Mengetahui sejauh mana perkembangan project yang dibangun 31. 09-03-2018 Membuat visualisasi untuk Membuat visualisasi untuk menampilkan data hasil menampilkan data hasil monitoring dari sensor-sensor monitoring dari sensor-sensor ke web ke web 23 32. 12-03-2018 Membuat fitur notifikasi pada Mampu Membuat fitur halaman web saat ada data notifikasi pada halaman web dari sensor yang berhasil saat ada data dari sensor yang dikirim ke database 33. 13-03-2018 berhasil dikirim ke database Membuat laporan akhir dan Membuat laporan akhir dan file presentasi akhir 34. 14-03-2018 file presentasi akhir Mengambil dan menyeleksi id Mengambil dan menyeleksi data dari grup dan FanPage id Facebook yang dengan politik 35. 15-03-2018 data dari grup dan berkaitan FanPage Facebook yang berkaitan dengan politik Pengujian keseluruhan sistem Mengetahui apakah semua monitoring akhir dan presentasi sistem bekerja dengan baik sekaligus perpisahan dan untuk mengetahui hasil bahwa Kerja Praktik di PT. akhir Digital berakhir Utama dari project yang Adikarya dibangun selama 50 hari menjalani kerja praktik. Secara keseluruhan selama menjalani kerja praktik di PT. Digital Utama Adikarya sangat menarik. Banyak hal yang diajarkan berkaitan dengan mata kuliah yang dipelajari hanya saja saat mengikuti kerja praktik ini lebih terlihat dalam bentuk pengimplementasiannya. PT. Digital Utama Adikarya terbagi menjadi dua yakni Sorot yang bergerak di bidang pelayanan (smart city) dan Kazee yang berfokus pada big data. Pimpinan maupun staff/karyawan dari perusahaan sangat baik dan terbuka untuk berbagi ilmu serta pengalaman mereka selama berkecimpung di dunia IT. Kegiatan kerja praktik di PT. Digital Utama Adikarya mengutamakan kedisiplinan, loyalitas, kemandirian, kesopanan, kerjasama, dan tanggung jawab. Selain itu juga, setiap karyawan yang sedang membuat project diajarkan untuk melakukan metode Scrum sebelum memulai aktifitas kantor biasanya setiap pukul 09.00 WIB. Tujuan dari Scrum tersebut yakni untuk mengetahui apa yang akan dilakukan hari ini, berapa lama waktu yang dibutuhkan apakah 1sp ( 1 hari), 2sp (2 hari), 3sp (3 hari), dan lain sebagainya. Kemudian untuk mengetahui apa saja kesulitan yang dihadapi saat menjalankan tugas project yang biasanya dipimpin 24 oleh seorang Project Manager. Sehingga dengan adanya Scrum ini anggota project tidak mengalami keterhambatan pada satu titik itu saja karena di Scrum ini jika salah satu anggota project mengalami kesulitan akan dicarikan solusinya secara bersama-sama. 4.2. Pengembangan Sistem 4.2.1 Desain Sistem 4.2.1.1. Use Case Diagram Gambar 4.1 Use Case Diagram Sistem Monitoring Tanaman Hidroponik dengan Rasberry Pi Berbasis IoT Pada gambar 4.1 di atas menjelaskan sebuah usecase diagram yang terdiri atas aktor Penggiat Hidroponik. Penggiat hidroponik dapat melakukan aktivitas untuk mengecek suhu dan kelembaban udara pada ruangan khusus untuk hidroponik, mengecek suhu pada air yang akan dialirkan ke seluruh tanaman, mengecek 25 intensitas cahaya ruangan hidroponik, mengambil gambar untuk mengetahui kondisi dari tanaman, menerima notifikasi setiap kali data masuk ke database sistem, dan menghidupkan atau mematikan pompa air. Kemudian sistem yang dibuat memiliki tugas untuk mengirimkan semua data/nilai yang diperoleh dari sensor baik dari sensor suhu dan kelembaban udara, sensor suhu air, maupun dari sensor cahaya/Photo resistor. 4.2.1.1.1. Definisi Aktor Tabel 4.2.1.1.1 Tabel Definisi Aktor No. 1. Aktor Deskripsi Penggiat Penggiat hidroponik mempunyai wewenang untuk Hidroponik melakukan pengecekan suhu dan kelembaban udara pada ruangan hidroponik, mengecek suhu air yang akan dialirkan ke seluruh tanaman, mengecek intensitas cahaya pada ruangan, mengambil gambar dari tanaman untuk mengetahui kondisi tanaman, menerima notifikasi setiap data yang masuk ke database server (jika suhu > 32 derajat Celcius atau kelembaban udara > 69 derajat Fahrenheit, maka akan memberikan informasi berupa peringatan), dan mengatur kapan harus menghidupkan atau mematikan pompa air pada hidroponik. 2. Sistem Sistem bertugas untuk mengirimkan semua data/nilai Monitoring yang dihasilkan dari sensor-sensor ke database server dari sensor suhu dan kelembaban udara, sensor suhu air dan data/nilai yang dihasilkan dari sensor intensitas cahaya. 26 4.2.1.1.2. Definisi Use Case Tabel 4.2.1.1.2. Tabel Definisi Use Case No. 1. Use Case Mengecek Deskripsi suhu dan Pada tahap ini, kelembaban udara ruang hidroponik hidroponik pengecekan aktor Penggiat dapat suhu melakukan dan kelembaban udara pada ruang hidroponik. 2. Mengecek suhu pada air Pada tahap ini, Penggiat hidroponik dapat melakukan pengecekan suhu air sebelum dialirkan ke seluruh tanaman. 3. Mengecek cahaya intensitas Pada tahap ini, Penggiat hidroponik pada ruang dapat melakukan pengecekan apakah hidroponik intensitas cahaya pada ruang hidroponik cukup atau tidak. 4. Mengambil gambar Pada tahap ini, Penggiat hidroponik tanaman hidroponik dapat melakukan pengambilan gambar secara langsung hidroponik terhadap untuk keadaan/kondisi tanaman mengetahui dari tanaman hidroponik. 5. Menerima notifikasi dari Pada tahap ini, Penggiat hidroponik sistem setiap kali terdapat akan data yang masuk database sistem menerima informasi berupa ke notifikasi apabila terdapat data baru yang masuk ke database sistem dari sensor-sensor ( DHT22 atau sensor suhu dan kelembaban udara, DS18B20 atau sensor suhu air dan sensor cahaya atau photo resistor) yang terpasang pada sistem. Jika suhu udara > 32 derajat Celcius atau kelembaban udara >69 derajat Fahrenheit maka akan 27 menampilkan notifikasi/informasi berupa peringatan dan saran. 6. Menghidupkan dan Pada tahap ini, Penggiat hidroponik mematikan pompa air dapat melakukan kontrol kapan akan menghidupkan atau mematika pompa air yang akan dialirkan ke seluruh tanaman hidroponik. 7. Mengirim hasil data sensor Pada suhu dan tahap kelembaban mengirimkan udara (DHT22) diperoleh dari ini, sistem akan data yang seluruh sensor suhu dan kelembaban udara ke database sistem. 8. Mengirim hasil data dari Pada tahap sensor suhu air (DS18B20) mengirimkan ini, seluruh sistem akan data yang diperoleh dari sensor suhu air ke database sistem. 9. Mengirim hasil data dari Pada tahap sensor cahaya atau photo mengirimkan resistor ini, seluruh sistem akan data yang diperoleh dari photo resistor atau sensor cahaya ke database sistem. 28 4.2.1.2. Activity Diagram Gambar 4.2.1.2 (a) Activity Diagram Sensor suhu dan kelembaban udara (DHT22) Pada gambar 4.2.1.2 (a) di atas menjelaskan bagaimana langkah-langkah seorang aktor dapat memperoleh nilai yang dihasilkan dari sensor suhu dan kelembaban udara (DHT22). Gambar 4.2.1.2 (b) Activity Diagram Sensor suhu air (DS18B20) 29 Pada gambar 4.2.1.2 (b) di atas menjelaskan bagaimana langkah-langkah seorang aktor dapat memperoleh nilai yang dihasilkan dari sensor suhu air (DS18B20). Gambar 4.2.1.2 (c) Activity Diagram Sensor cahaya (Photo resistor) Pada gambar 4.2.1.2 (c) di atas menjelaskan bagaimana langkah-langkah seorang aktor dapat memperoleh nilai yang dihasilkan dari sensor cahaya (Photo resistor). Gambar 4.2.1.2 (d) Activity Diagram Pompa Air 30 Pada gambar 4.2.1.2 (d) di atas menjelaskan bagaimana langkah-langkah seorang aktor dapat mengalirkan air ke seluruh tanaman dengan menggunakan pompa air. Gambar 4.2.1.2 (e) Activity Diagram Kamera USB Pada gambar 4.2.1.2 (e) di atas menjelaskan bagaimana langkah-langkah seorang aktor dapat memperoleh gambar dari objek tanaman hidroponik dengan kamera USB. 4.2.1.3 Perancangan Sistem Adapun sistem yang dibangun seperti pada gambar di bawah ini: Gambar 4.2.1.3 Perancangan Sistem Monitoring Tanaman Hidroponik dengan Rasberry Pi Berbasis IoT 31 Pada gambar 4.2.1.3 di atas merupakan implementasi dari sebuah rancangan sistem yang sudah dibuat sebelumnya. Pada saat melakukan pengimplementasian, sensor yang digunakan adalah sensor suhu dan kelembaban udara (DHT22) yang menggunakan pin 4 sebagai keluarannya dari Rasberry Py. Kemudian sensor suhu air (DS18B20) yang menggunakan pin 2 sebagai keluarannya dari Rasberry Pi. Photo resistor atau sensor cahaya menggunakan pin 23 pada Rasberry Pi, sedangkan pompa air DC 12 Volt menggunakan pin 17 sebagai output. Tiap masing-masing sensor tersebut terhubung ke ground dan power 3.3 Volt, terkecuali pada pompa air DC 12 Volt menggunakan 5Volt. 4.2.1.4 Topologi Sistem Gambar 4.2.1.4 Topologi Sistem 32 Gambar 4.2.1.4 di atas, menunjukkan topologi dari sebuah sistem yang dibuat. Rasberry Pi sebagai pemrosesaan dari sensor-sensor yang digunakan (sensor suhu dan kelembaban udara/DHT22, sensor suhu air/DS18B20, sensor cahaya/photo resistor, pompa air DC 12V, dan kamera USB). Nilai hasil pemrosesan dari Rasberry Pi tersebut dikirim ke database melalui jaringan internet. Kemudian akan ditampilkan melalui web sebagai visualisasi untuk pengguna. Php dan mysql sebagai tools yang digunakan untuk membangun sebuah halaman web. 4.2.1.5. Pembuatan database Gambar 4.2.1.5.1 Perancangan database Sistem Monitoring Tanaman Hidroponik dengan Rasberry Pi berbasis IoT Pada gambar 4.2.1.5.1 di atas terdapat sebuah database iot yang terdiri atas tiga buah tabel yakni tabel dht22, tabel ds18b20 dan tabel phtresis. Setiap tabel yang ada memiliki masing-masing atribut yang menjadi primary key atau unik. Pada tabel dht22 yang menjadi primary key adalah id. Kemudian pada tabel ds18b20 yang menjadi primary key nya adalah id_ds, sedangkan pada tabel phtresis yang menjadi primary key nya adalah id_pht dengan masing-masing bertipe data integer size 4. 33 Tabel 4.2.1.4 Tabel dan kolom yang digunakan pada database IoT No. Tabel 1. dht22 Kolom Deskripsi 1. Id Tabel ini digunakan 2. date untuk 3. temperature seluruh data 4. humidity berkaitan menyimpan yang dengan dht22 atau suhu dan kelembaban udara. 2. ds18b20 1. id_ds Tabel ini digunakan 2. date untuk 3. temp_c seluruh data menyimpan berkaitan yang dengan ds18b20 atau sensor suhu air. 3. Phtresisis 1. id_pht Tabel ini digunakan 2. date untuk 3. intensitas_ca seluruh data haya berkaitan menyimpan yang dengan photo resisitor atau intensitas cahaya. 34 4.2.1.6. Pembahasan Kode Program a. Kode Program DHT22 atau Sensor Suhu dan Kelembaban Udara Gambar 4.2.1.6.1 Kode Program DHT22 atau Sensor Suhu dan Kelembaban Udara Pada gambar 4.2.1.6.1 di atas merupakan kode program untuk menampilkan nilai data dari sensor dht22. Pin yang digunakan oleh sensor dht22 adalah pin 4 sebagai input nya. Pada kode program tersebut terdapat import libraries sys, urllib2 dan Adafruit_DHT. Kemudian terdapat line parameters sensor yang digunakan yakni Adafruit_DHT.DHT11(11), Adafruit_DHT.DHT22 (22) dan Adafruit_DHT.AM2302 (2302). Selain itu juga terdapat perulangan if dan else seperti gambar di atas. Pada kode program di atas, (temp = 0:0.1f) * humidity = 1:0.1f.format(temperature, humidity)) digunakan sebagai pemrosesan. Kemudian untuk menampilkan data atau nilai yang dihasilkan dari sensor suhu dan kelembaban udara (dht22) tersebut yakni dengan melakukan print temperature dan humidity. Url=http://192.168.137.1/monitoring/server/add_data.php?temp=”+temp+& hum=“+hum, print (url) digunakan untuk mengirimkan data yang dihasilkan oleh sensor ke database server. 192.168.137.1 merupakan ip address dari komputer yang digunakan sebagai server. 35 b. Kode Program DS18B20 atau Sensor Suhu Air Gambar 4.2.1.6.2 Kode Program DS18B20 atau Sensor Suhu Air Pada gambar 4.2.1.6.2 di atas merupakan kode program yang digunakan untuk melakukan proses pengambilan nilai dari sensor DS18B20. Pada sensor ds18b20 ini menggunakan pin 2 sebagai input nya. Saat program dijalankan maka nilai yang diperoleh dari sensor DS18B20 akan dikirimkan ke database server yang ditandai oleh kode program yang berada di bawah while true pada bagian url. c. Kode Program Photo Resistor atau Sensor Cahaya Gambar 4.2.1.6.3 Kode Program Photo Resistor atau Sensor Cahaya 36 Pada gambar 4.2.1.6.3 di atas menunjukan sebuah kode program untuk sensor cahaya. Pada sensor ini pin yang digunakan yakni menggunakan pin 23 sebagai input nya. d. Kode Program Webcam atau kamera Gambar 4.2.1.6.4 Kode Program Webcam atau kamera Pada gambar 4.2.1.6.4 merupakan kode program yang digunakan untuk mengambil sebuah gambar objek tanaman hidroponik. Pada kode program di atas, hanya membutuhkan satu libraries dengan menyisipkan urllib2. Kemudian fswebcam –r 1280 x 720 –no-banner /home/pi/webcam/asset/$date.jpg merupakan lokasi penyimpanan dari file yang akan diambil. File gambar tersebut akan disimpan berdasarkan tanggal pengambilan gambar dengan ekstensi file nya .jpg. e. Kode Program GPIO Write Pompa DC 12Volt Gambar 4.2.1.6.5 Kode Program GPIO Write Pompa DC 12Volt Pada gambar di 4.2.1.6.5 di atas, pin yang digunakan sebagai output untuk Pompa DC 12 Volt adalah pin 17. Apabila gpio –g write 17 1 berarti pompa akan menyala dengan dibantu oleh relay, sehingga pompa air tersebut 37 bertugas sebagai aksi. Kemudian apabila gpio –g write 17 0 maka pompa yang sebelumnya menyala akan dalam keadaan mati. f. Kode Program koneksi ke database Gambar 4.2.1.6.6 Kode Program untuk mengkoneksikan ke database Pada gambar 4.2.1.6.6 di atas merupakan kode program yang digunakan untuk mengkoneksikan ke database iot yang sudah dibuat. Tujuannya adalah apabila terjadi pembaharuan pada data maka data yang di database pun akan berubah sesuai dengan perubahan yang ada. Kemudian untuk mempermudah dalam mengambil data dari suatu tabel. 38 g. Kode Program Model DS18B20 Gambar 4.2.1.6.7 Kode Program Model db_ds18b20.php Pada gambar 4.2.1.6.7 di atas merupakan kode program yang digunakan untuk pemodelan dalam mengambil data dari tabel ds18b20 dengan nama model db_ds18b20.php. Model db_ds18b20.php ini berisi class dan function di dalamnya terdapat query yang diperlukan dalam membangun visualisasi web khusus untuk ds18b20. 39 h. Kode Program DS18B20 pada View Gambar 4.2.1.6.8 Kode Program ds18b20.php pada View Pada gambar 4.2.1.6.8 merupakan kode program yang digunakan untuk menampilkan data yang ada pada tabel ds18b20 dengan primary key nya adalah id_ds. Masing-masing atribut yang dipanggil, variabel nya harus sama dengan yang dibuat pada tabel ds18b20 di dalam databse iot. i. Kode Program Model DHT22 Gambar 4.2.1.6.9 Kode Program Model db_dht22.php 40 Pada gambar 4.2.1.6.9 di atas merupakan kode program yang digunakan untuk pemodelan dalam mengambil data dari tabel dht22 dengan nama model db_dht22.php. Model db_dht22.php ini berisi class dan function di dalamnya terdapat query yang diperlukan dalam membangun visualisasi web khusus untuk dht22. j. Kode Program DHT22 Pada View Gambar 4.2.1.6.10 Kode Program dht22.php pada View Pada gambar 4.2.1.6.10 merupakan kode program yang digunakan untuk menampilkan data yang ada pada database iot tabel dht22 dengan primary key nya adalah id. Masing-masing atribut yang ada pada tabel dht22 variabel nya harus sama dengan yang ada pada tabel dht22 pada database iot. 41 k. Kode Program Membuat Notifikasi Gambar 4.2.1.6.11 Kode Program Membuat Notifikasi Pada gambar 4.2.1.6.11 di atas merupakan sebuah kode program yang digunakan untuk membuat sebuah notifikasi. Notifikasi ini digunakan apabila ada data baru yang masuk, maka akan menampilkan informasi sesuai dengan jumlah data baru tersebut. Informasi tersebut dapat berupa sebuah peringatan bahaya atau informasi biasa/aman. Notifikasi yang mengandung peringatan bahaya akan berwarna merah untuk temperature, dan orange untuk peringatan bahaya pada humidity. 4.2.2. Pengembangan dan Pengujian 4.2.2.1. Perangkat Lunak Perangkat lunak (software) yang digunakan dalam implementasi aplikasi ini yaitu sebagai berikut : Sistem Operasi : Raspbian, Windows 10 Professional 64-bit Database : MySQL Tools : XAMPP, Connectify Hotspot, VNC Viewer 42 4.2.2.2. Perangkat Keras Perangkat keras (hardware) yang digunakan dalam implementasi aplikasi ini yaitu sebagai berikut : Processor : Rasberry Pi 3 Model B Memory : 8GB 4.2.2.3. Tampilan dan Hasil Pengujian Berikut adalah tampilan beserta hasil pengujian yang dilakukan pada Sistem Monitoring Tanaman Hidroponik Dengan Rasberry Pi Berbasis IoT. Pengujian bersifat Black Box Testing yang dilakukan hanya mengamati hasil eksekusi melalui data uji dan memeriksa fungsional dari perangkat lunak. Pengujian dengan metode Black Box Testing ini dibutuhkan untuk mengetahui apakah semua fungsi telah berjalan sebagaimana mestinya sesuai dengan kebutuhan. Contoh kasus dari tampilan dan tahap pengujian program kesesuaian dan kebutuhan sebagai berikut: Pengujian dilakukan sebanyak 5x pada masingmasing sensor. 1. Pengujian Sensor suhu dan kelembaban (DHT22) Tabel 4.2.2.3.1 Pengujian Sensor suhu dan kelembaban udara (DHT22) Kasus dan Hasil Uji Data Masukan Yang Hasil Kesimpulan Diharapkan Pengamatan Temperature Menampilkan dan Menampilkan dan Humidity mengirim data mengirim temperature dan temperature humidity database sistem ke (suhu) dan humidity (kelembaban) ruangan database server ke Berhasil 43 Kasus dan Hasil Uji (Data Salah) Data Masukan Yang Hasil Diharapkan Pengamatan Temperature Menampilkan Humidity pesan “ Menampilkan Please pesan check program” Kesimpulan Berhasil. “Please check program” 2. Pengujian Sensor suhu air (DS18B20) Tabel 4.2.2.3.2 Pengujian Sensor suhu air (DS18B20) Kasus dan Hasil Uji Data Masukan Yang Hasil Kesimpulan Diharapkan Temperature Pengamatan Menampilkan dan Menampilkan dan mengirim Berhasil data mengirim temperature air ke temperature air database sistem Kasus dan Hasil Uji (Data Salah) Data Masukan Temperature Yang Hasil Diharapkan Pengamatan Menampilkan pesan “ Menampilkan Please pesan check program” Kesimpulan Berhasil. “Please check program” 3. Pengujian Pompa Air DC 12 V 2A Tabel 4.2.2.3.3 Pengujian Pomp Air DC Kasus dan Hasil Uji Data Masukan Yang Hasil Diharapkan Pengamatan Kesimpulan 44 GPIO 17 Pompa ON Pompa ON Berhasil 4. Pengujian Notifikasi Tabel 4.2.2.3.4 Pengujian Notifikasi. Kasus dan Hasil Uji Data Masukan Temperature Yang Hasil Diharapkan Pengamatan Menampilkan Kesimpulan Menampilkan Berhasil Udara, Humadity, realtime dari data realtime dari data Temperaature Air sensor yang sensor yang sedang dijalankan sedang dijalankan dan menampilkan dan menampilkan pesan bahaya atau pesan bahaya atau waaspada jika waspada temperature diambang jika temperature batas diambang yang ditentukan batas yang ditentukan Kasus dan Hasil Uji (Data Salah) Data Masukan Temperature Yang Hasil Diharapkan Pengamatan Menampilkan Menampilkan Udara, Humadity, pesan “ tidak ada pesan “ tidak ada Temperature Air notifikasi baru “ notifikasi baru “ Kesimpulan Berhasil. 45 DAFTAR PUSTAKA [1] A. Rakhman, B. Lanya, R. A. B. Rosadi, and M. Z. Kadir, “Pertumbuhan Tanaman Sawi Menggunakan Sistem Hidroponik Dan Akuaponik the Growth of Mustard Using Hydroponics and Aquaponics Systems,” J. Tek. Pertan. Lampung, vol. 4, no. 4, pp. 245–254, 2015. [2] W. A. Prayitno, A. Muttaqin, and D. Syauqy, “Sistem Monitoring Suhu , Kelembaban , Dan Pengendali Penyiraman Tanaman Hidroponik menggunakan Blynk Android,” J. Pengemb. Teknol. Inf. dan Ilmu Komput., vol. 1, no. 4, pp. 292–297, 2017. [3] K. K. Patel and S. M. Patel, “Internet of Things-IOT: definition, characteristics, architecture, enabling technologies, application & future challenges,” Int. J. Eng. Sci. Comput., vol. 6, no. 5, pp. 6122–6131, 2016. [4] A. Junaidi, “Internet of Things , Sejarah , Teknologi Dan Penerapannya : Review Internet of Things , Sejarah , Teknologi Dan Penerapannya : Review,” J. Ilm. Teknol. Inf. Terap., vol. 1, no. 3, pp. 62–66, 2016. [5] R. Pi, “Raspberry Pi Compute Module ( CM1 ) Raspberry Pi Compute Module 3 ( CM3 ) Raspberry Pi Compute Module 3 Lite ( CM3L ),” vol. 3, no. October, pp. 0–21, 2016. [6] R. F. Giant, “Perancangan Aplikasi Pemantau dan Pengendali Piranti Elektronik Pada Ruang Berbasis Web,” J. Transm., vol. 2, no. 17, pp. 1–6, 2015. [7] A. Avorizano and A. Fajar, “Penggunaan Raspberry Pi sebagai Alternatif Micro Controller pada Robot Sederhana,” vol. 6, no. 2, 2013. 46 [8] T. Liu and B. Manager, “Aosong Electronics Co ., Ltd Aosong Electronics Co ., Ltd,” vol. 22, pp. 1–10. [9] H. Izzatul Islam et al., “Sistem Kendali Suhu Dan Pemantauan Kelembaban Udara Ruangan Berbasis Arduino Uno Dengan Menggunakan Sensor Dht22 Dan Passive Infrared (Pir),” no. June 2017, p. SNF2016-CIP-119SNF2016-CIP-124, 2016. [10] P. Description, “DS18B20 Waterproof Digital Temperature Sensor,” pp. 0– 2. [11] “DS18B20-PAR Digital Thermometer,” pp. 1–19. [12] D. A. O. Turang, “Pengembangan Sistem Relay Pengendalian Dan Penghematan Pemakaian Lampu Berbasis Mobile,” Semin. Nas. Inform. 2015, vol. 2015, no. November, pp. 75–85, 2015. [13] Dewi Rosmala and G. Dwipa, “Pembangunan Website Contentmonitoringsystem Menggunakan Difflib Python,” vol. 3, no. 3, p. 20, 2012. [14] PcControl. (2012, 23 Agustus). Pengetahuan Dasar Use Case Diagram. Diperoleh 23 Maret 2018, dari https://pccontrol.wordpress.com/2012/08/23/pengetahuandasardiagram-use-case/ [15] Anonim. Activity Diagram. Diperoleh 23 Maret 2018, http://kosemisme.blogspot.co.id/2015/04/activity-diagram.html/ dari