TUGAS FISIKA DASAR BIMA INDRATMA A 18614036 1A/D3 PETRO DAN OLEO KIMIA KALOR PENGERTIAN KALOR KALOR ADALAH SALAH SATU BENTUK ENERGI YANG DAPAT BERPINDAH DARI SATU BENDA KE BENDA LAINNYA KARENA ADANYA PERBEDAAN SUHU. RUMUS DAN SATUAN KALOR SATUAN KALOR ADALAH KALORI (KAL) ATAU JOULE (J). KALORI ADALAH BANYAKNYA KALOR YANG DIBUTUHKAN UNTUK MEMANASKAN 1 GRAM AIR AGAR SUHUNYA MENJADI 1 DERAJAT CELCIUS. RUMUS KALOR : KETERANGAN : Q = KALOR (J) M : MASSA BENDA (KG) C = KALOR JENIS (J KG OC) ΔT = PERUBAHAN SUHU (OC) A. TERMOMETER Alat untuk mengukur suhu adalah termometer. Termometer memanfaatkan sifat termometrik zat untuk mengukur suhu. Sifat termometrik zat adalah sifat fisis zat yang berubah ketika dipanaskan, misalnya volume zat cair, panjang logam, hambatan listrik seutas kawat platina, tekanan gas pada volume tetap, dan warna pijar kawat (filamen) lampu. Suhu dapat diukur dengan menggunakan termometer yang berisi air raksa atau alkohol. Kata termometer ini diambil dari dua kata yaitu thermo yang artinya panas dan meter yang artinya mengukur (to measure). Terdapat 4 macam skala yang biasa digunakan dalam pengukuran suhu: Skala Celcius Skala Fahrenheit Skala Kelvin Skala Reamur Konversi skala Termometer B. Perpindahan Panas Konduksi Konduksi adalah perpindahan kalor yang terjadi pada medium padat. Dalam perpidahan ini yang berpindah hanyalah kalor dan mediumnya tidak ikut berpindah. Contohnya ketika seorang pandai besi sedang membuat parang atau pisau bagian ujung besi yang tidak dipanaskan akan ikut panas. Inilah sebabnya kenapa pandai besi menggunakan sarung tangan sebagai isolator. Kalor dari perapian berpindah dari ujung besi yang dipanaskan ke ujung lain yang tidak dipanaskan. Itulah contoh sederhana bahwa kalor memang berpindah. 1. Secara sederhana laju perpindahan kalor bisa dirumuskan sebagai kalor yang mengalir persatuan waktu. Laju perpidahan kalor secara koduksi dirumuskan sebagai perkalian antara konduktivitas kalor (k) dengan luas penampang (A)dan selisih suhu kedua titik ( T2-T1) dibagi dengan jarak kedua titik (x). Rumus laju perpindahan kalor nya: 2. Konveksi Konveksi merupakan perpindahan kalor yang terjadi pada medium cair dan gas. Berbeda dengan konduksi, perpindahan kalor ini disertai dengan perpindahan medium. Jadi yang bergerak tidak hanya kalor tetapi juga medium perambatannya. Contoh perpindahan kalor secara konveksi misalnya ketika kita memanaskan air, ketika air Mendidih terjadi perpindahan kalor dari api kompor ke panci kemudian ke air. Perpindahan ini juga diiringi perpindahan atau bergeraknya medium berupa air. Laju perpindahan kalor secara konveksi dapa dirumuskan 3. Radiasi perpindahan kalor secara radiasi (pancaran), yaitu perpindahan kalor tanpa melalui medium. Energi kalor dari matahari dipancarkan ke bumi dengan cara radiasi, yaitu melalui pemancaran gelombang elektromagnetik. Jika menyentuh suatu benda, gelombang elektromagnetik akan berubah menjadi kalor. Alat yang digunakan untuk menyelidiki sifat pancaran dan penyerapan berbagai permukaan benda terhadap kalor adalah termoskop. Dengan termoskop, diketahui bahwa benda yang permukaannya hitam akan bersifat sebagai pemancar dan penyerap kalor yang baik. Sebaliknya, benda yang permukaannya mengkilap bersifat sebagai pemantul dan sulit menyerap kalor. C. Perubahan Wujud Zat Kita kenal ada tiga wujud zat, yaitu padat, cair, dan gas. Pada umumnya semua zat pada suhu dan tekanan tertentu dapat berubah dari satu wujud ke wujud yang lain. Misalkan air pada wujud padat berupa es, dalam wujud cair berupa air, dan dalam wujud gas berupa uap. Jumlah kalor yang diperlukan/dilepaskan saat perubahan wujud (suhu tetap) dinyatakan dengan rumus: Q=m.L Ket: Q= jumlah kalor, (joule). m= massa zat, (kg). L= kalor laten, adalah kalor yang dilepas atau diserap pada saat perubahan wujud zat.(kalor lebur, kalor beku, kalor uap, dan kalor embun) (joule/kg). Pengaruh Kalor terhadap Perubahan Wujud Zat Gas Padat Mencair / melebur Membeku Cair F. Asas Black Jika benda bersuhu tinggi dicampur dengan benda bersuhu rendah maka benda yang bersuhu tinggi akan melepas kalor dan benda yang bersuhu rendah menerima kalor. Jumlah kalor yang dilepas oleh benda bersuhu tinggi sama dengan jumlah kalor yang diterima benda yang bersuhu rendah. Atau : Besar kalor lepas = Besar kalor terima Qlepas = Qterima Yang melepas kalor adalah benda yang suhunya tinggi dan yang menerima kalor adalah benda yang bersuhu rendah. Bila persamaan tersebut dijabarkan maka akan diperoleh : Qlepas = Qterima m1.c1.(t1 – ta) = m2.c2.(ta-t2) (M1 X C1) (T1-Ta) = (M2 X C2) (Ta-T2) Keterangan : M1 = Massa benda yang mempunyai tingkat temperatur lebih tinggi C1 = Kalor jenis benda yang mempunyai tingkat temperatur lebih tinggi T1 = Temperatur benda yang mempunyai tingkat temperatur lebih tinggi Ta = Temperatur akhir pencampuran kedua benda M2 = Massa benda yang mempunyai tingkat temperatur lebih rendah C2 = Kalor jenis benda yang mempunyai tingkat temperatur lebih rendah T2 = Temperatur benda yang mempunyai tingkat temperatur lebih rendah Catatan yang harus selalu diingat jika menggunakan asasa Black adalah pada benda yang bersuhu tinggi digunakan (t1 – ta) dan untuk benda yang bersuhu rendah digunakan (ta-t2). Dan rumus kalor yang digunakan tidak selalu yang ada diatas bergantung pada soal yang dikerjakan. Sekian dan Terima Kasih