Uploaded by mofadra

Deteksi Dini dan Manajemen Skrining Hipotiroid Kongenital

advertisement
Deteksi Dini dan Manajemen
Skrining Hipotiroid Kongenital
Divisi Endokrinologi Anak,
Dept. Ilmu Kesehatan Anak FK UGM/RSUP. Dr. Sardjito,
Yogyakarta
Deteksi dini  khas untuk pediatri
Masa tumbuh-kembang
Defek anatomis, fisiologis belum berat
 reversible
Pengobatan lebih awal
Murah
Deteksi dini Hipotiroid Kongenital
- prevalensi HK cukup tinggi (1: 3000 kelahiran)
- daerah GAKY (prevalensi HK di daerah GAKY tinggi)
- penelitian awal hipotiroidisme cukup banyak
- sarana-prasarana untuk HK ada
- penanganan kasus HK bisa dilakukan di Indonesia
Skrining
Neonatus
Asia Pasifik
J Inherit Metab Dis 2007; 30:490–506
Alasan Kewajiban Melakukan Skrining
Hipotiroid Kongenital
- Berhubungan dg kualitas sumber daya
manusia Indonesia
- Pada neonates linis hipotiroid kongenital
tidak jelas
- Sudah ada Permenkes
Riwayat Pelaksanaan Skrining Hipotiroid
di Indonesia
 2000 : Studi kelayakan
 2000-05: Program pendahuluan (Jkt dan Bdg)
 2006 : Pilot skrining neonatus di 7 propinsi
(DKI, Jabar, Jateng, DIY, Jatim, Bali, Sulsel)
 2009 : Pokjanal Skrining Neonatus
 2010 : Pedoman Umum Pelaksanaan Skrining,
dan juknis Skrining Hipotiroid Kongenital
 2014 : kebijakan secara nasional
(Permenkes 78/2014)
Strategi Manajemen Hipotiroid Kongenital
Skrining Masal Neonatus (SMN)  TSH normal  selesai
TSH meningkat (abnormal)
TSH dan FT4  Normal  selesai
TSH meningkat, FT4 turun
 obati  lacak etiologi
TSH meningkat, FT4 normal  obati
TSH meningkat, FT4 meningkat  bukan hipotiroid
Sasaran dan Tujuan SN di Indonesia
Sasaran SN :
 semua bayi baru lahir berumur 2 -4 hari
 Bayi pulang dari RS < 2 hari, spesimen diambil
sebelum pulang; bayi prematur atau sakit
pengambilan spesimen dilakukan setelah umur
7 hari
Tujuan SN :
 Deteksi dini, diagnosis dini dan pengobatan
sebelum bayi berumur 1 bulan  tumbuhkembang bayi optimal
Skrining masal neonatus (SMN)
dilakukan pada umur 2 – 4 hari
 dx HK ditegakkan < 2 minggu
 neonatus belum menunjukkan gejala klinis
apabila hasil TSH pada SMN meningkat
 konfirmasi dx dengan TSH ulang dan FT4
 konfirmasi etilogi HK dengan radioisotop Tc-
pertechnetate atau Iodine123
 Terapi sulih hormon segera dimulai stl hasil
konfirmasi dx tanpa menunggu hasil pencitraan
Pediatrics, 2006
Formulir + Kertas Filter Skrining
Manajemen Hipotiroid Kongenital
Terapi sulih hormon secepatnya
Tindak lanjut:
- Pelacakan etiologi
- Monitoring tumbuh-kembang
- Monitoring TSH, dan FT4
Terapi Sulih Hormon pd Hipotiroid Kongenital
Pemberian tablet levotiroksin (L-thyroxine/T4)
per oral 5-10 mcg/Kg/hari
Boleh dibuat puyer dan boleh dicampur ASI,
susu formula, atau air putih
Pediatrics, 2011
terapi....
 Semakin cepat koreksi kadar FT4 serum  luaran
perkembangan neurologis semakin baik, (kognitif, atensi,
bahasa, penglihatan, pendengaran, dan motorik) 
sebaiknya pada 2 minggu pertama
 Anak yang menderita HK (transien, dan subklinis)
 pengobatan levotiroksin sampai usia 3 tahun agar
myelogenesis maksimal
 HK permanen (agenesis tiroid) pengobatan dilakukan
seumur hidup
Tindak lanjut
Pemantauan
2 - 4 minggu setelah pengobatan awal
setiap 1 - 2 bulan s/d umur 6 bl
setiap 3 - 4 bulan pada umur 6 bl – 3 th
setiap 6 - 12 bulan pada umur 3 th sampai
pertumbuhan berhenti
2 minggu setiap pergantian dosis levotiroksin
lebih sering jika hasil lab abnormal
Pediatrics, 2011
tindak lanjut...
Levotiroksin tidak dianjurkan diberikan
bersama zat besi, kalsium, diit tinggi serat
dan kedelai oleh karena mengganggu
absorpsinya
Resume
Skrining neonatus secara masal wajib dilakukan
Keuntungan ganda bagi negara, peningkatan
kualitas anak (terselamatkannya kualitas SDM)
dan biaya yang dikeluarkan lebih murah
Anak HK yg mendapat L-thyroxine makin awal dan
adekuat mempunyai prognosis sangat baik untuk
pertumbuhan linier, intelektual dan fungsi
neurologisnya
Download