INITIAL ASSESSMENT AGD DINKES PROV DKI JAKARTA Sekilas info Nama Umur Pendidikan : Pramono heri kuncara : 31th : Akper muhammadiyah 2001 Stikes Binawan 2005 Pengalaman : RS MMC 2002-2003 AGD DINKES DKI 2003 Email : [email protected] Motto : jangan kau lupa akan sejarah PENGERTIAN INITIAL ASSESSMENT menilai hal-hal yang mengancam nyawa penderita dan bagaimana menanganinya dengan cepat dan benar TAHAPAN-TAHAPAN PRIMARY SURVEY SECONDARY SURVEY PRIMARY SURVEY A - AIRWAY and Cervical Spine Controle B - BREATHING & Ventilation Controle C - CIRCULATION & Bleeding Controle D - DISABILITY GCS E – EKSPOSURE F - FOLLEY CATHETER G - GASTRIC TUBE H - HEART MONITOR PRIMARY SURVEY Alat Proteksi Diri (APD) : karena prinsip dalam menangani Aman diri kita Aman lingkungan Aman penderita penderita : Cek Respon AVPU : Alert, Verbal, Pain, Unresponsive AIRWAY And Cervical Spine Controle Head Tilt Chin Lift/ Jaw Thrust Look Listen and Feel - melihat peranjakan dada - mendengar suara nafas - merasakan hembusan nafas penderita. Airway and Cervical Spine Controle PRINSIP !!! Apabila kita curiga fraktur servikal maka tidak boleh dilakukan ekstensi, fleksi, head tilt-chin lift ataupun rotasi. Airway & Cervical Spine Controle Airway & Cervical Spine Controle Curiga Fraktur Cervical : Trauma dengan penurunan kesadaran Adanya luka / trauma tumpul diatas klavikula Multi trauma Biomekanik trauma yang mendukung Tindakan pada gangguan airway : Gurgling : • Miringkan /logroll • Suction • Finger sweep Snoring : • Head tilt - chin lift • Jaw Trust • OPA • NPA Crowing : • Airway definitif • Intubasi • Needle Crycothiroidotomy Log Roll Finger Sweep Head Tilt Chin Lift Jaw Thrust OPA NPA BREATHING Ventilasi yang baik : Peranjakan dada simetris Penderita tidak sesak Tidak disertai suara, gurgling, snoring, crowing Tidak sianosis Pemeriksaan : Inspeksi Ekspansi pernafasan Auskultasi Vesikuler Perkusi Sonor / Redup Palpasi Nyeri tekan? 5 gangguan breathing : 1. Open Pneumothorax Kassa 3 sisi 2. Tension Pneumothorax Needle Thorakosintesis 3. Masif Hematothorax Thorakotomi Cito 4. Flail Chest Analgetik 5. Tamponade Jantung Pericardiosintesis Pneumothorax Kassa 3 sisiOpen Tension pneumothorak Tension Pneumothorax Needle Thorakosintesis Flail chest Tamponade jantung CIRCULASI 1. Tingkat kesadaran • Bila volume darah ↓ perfusi otak < kesadaran ↓ 2. Warna kulit • Wajah pucat keabu-abuan dan kulit ekstremitas yang pucat merupakan tanda hipovolemia. 3. Nadi • Cek Arteri femoralis atau arteri carotis : kekuatan nadi, kecepatan dan irama. • Pdrt syok : nadi kecil dan cepat. Penderita trauma dengan akral dingin dan takikardi dianggap dalam keadaan shock : - cari sumber perdarahan dan hentikan - IV line 2 jalur dengan RL yang sudah dihangatkan , tinggikan ekstrimitas bawah ± 45 derajat Perdarahan Pada kasus trauma : • Perdarahan luar (Eksternal) tergantung luas dan dalamnya perlukaan • Perdarahan dalam ( Internal ) perdarahan yang tidak kelihatan dan sering kali membahayakan penderita Perdarahan dlm yg bisa menyebabkan shock: 1. Rongga dada 2. Rongga abdomen 3. Rongga pelvis 4. Tulang panjang 5. Retroperitoneal DISABILITY Menggunakan AVPU atau GCS, reaksi pupil serta motorik dari masing-masing anggota gerak. Penurunan kesadaran dapat disebabkan oleh penurunan oksigenisasi, gangguan perfusi otak atau perlukaan pada otak itu sendiri. GLASGOW COMA SCALE EYE : Buka mata spontan Buka mata terhadap suara Buka mata terhadap nyeri Tidak buka mata : : : : 4 3 2 1 VERBAL : Bicara biasa Bicara mengacau Hanya kata-kata Hanya suara Tidak ada respon : : : : : 5 4 3 2 1 MOTORIK : Mengikuti perintah Melokalisisr nyeri Menjauh dari nyeri Fleksi abnormal Ektensi abnormal Tidak ada respon : : : : : : 6 5 4 3 2 1 EXPOSURE Prinsip : membuka semua pakaian penderita untuk mencari apakah ada sumber perdarahan / luka yang lain. Jaga agar penderita tidak kedinginan. FOLLEY CATETHER Untuk mengetahui keadaan hemodinamik penderita, apakah intake dan output sudah seimbang atau belum. Kontra indikasi : 1. Ada darah dilubang uretra 2. Hematoma skrotum 3. RT : Prostat meninggi Urine normal Dewasa Anak Bayi : 0,5 cc/kg/jam ( 30 – 50 cc/ jam ) : 1 cc/kg bb/jam : 2 cc/kg bb/jam GASTRIC TUBE Pada beberapa kasus pemasangan NGT dianjurkan untuk mencegah : Distensi lambung Mencegah muntah Memudahkan untuk memasukkan obat dan makanan Hati-hati pada kasus fraktur basis kranii merupakan kontra indikasi memasukkan NGT lewat hidung karena sering masuk ke otak. HEART MONITOR Monitor EKG dianjurkan dipasang pada setiap penderita trauma, untuk mengetahui keadaan gangguan irama jantung Ingat : Tindakan resusitasi dilakukan pada saat masalahnya dikenali, bukan setelah survei primer selesai. SURVEY SECUNDER Setelah survei primer selesai Pemeriksaan kepala sampai kaki ( HEAD TO TOE EXAMINATION ) Pemeriksaan tanda vital Periksa tiap lubang tubuh ( finger in orifice) Tanda BTLS ( Bentuk, Tumor, Luka, Sakit) Tidak lupa ditanyakan riwayat : I . KOMPAK : • K = keluhan • O = Obat • M = Makanan • P = Penyakit • A = Alergi • K = Kejadian II. AIUEO : • A = alkohol • I = Insulin • U = Uremia • E = Epilepsi • O = Over dosis FOTO RONTGEN 3 foto yaitu : 1. Servikal 2. Toraks ( AP ) 3. Pelvis ( AP ) LAB Pemeriksaan creatine kinase, elektrolit, dan serum serta pemeriksaan urine. KESIMPULAN TAHAPAN-TAHAPAN PERSIAPAN Pra RS & RS PRIMARY SURVEY APD & Cek Respon AVPU AIRWAY and Cervical Spine Controle BREATHING & Ventilation Controle CIRCULATION & Bleeding Controle DISABILITY GCS EKSPOSURE FOLLEY CATH GASTRIC TUBE HEART MONITOR SECONDARY SURVEY Head To Toe Eksamination Pem Tanda Vital Finger in Orificae Tanda BTLS R/ KOMPAK – AIUEO Ro Foto Lab