Uploaded by User19789

LAPORAN KASUS

advertisement
LAPORAN KASUS
ASUHAN KEPERAWATAN PADA Ny. R DENGAN GAGAL NAPAS EC
CRONIC KIDNEY DESEASE (CKD)
DI RUANG ICU RSUD dr. LOEKMONO HADI KUDUS
Oleh:
Rahayu Nurhayati
(P1337420615018)
Annisa Hasna Yuanihsan
(P1337420615019)
Aprilia Aldila Enggardini
(P1337420615020)
Annisa Tri Utami
(P1337420615021)
Yosiana Muftianingrum
(P1337420615022)
PRODI S1 TERAPAN KEPERAWATAN SEMARANG
JURUSAN KEPERAWATAN
POLITEKNIK KESEHATAN KEMENKES SEMARANG
2019
LAPORAN KASUS
ASUHAN KEPERAWATAN PADA NY. R
DENGAN GAGAL NAPAS
DI RUANG ICU RSUD dr. LOEKMONO HADI KUDUS
Tanggal Pengkajian : 14 Januari 2019
Ruang/RS
I.
Jam : 14.00 WIB
: ICU RSUD dr. Loekmono Hadi Kudus
PENGKAJIAN
1. Identitas Pasien
Nama
: Ny. R
No. RM
: 722228
Umur
: 48 tahun
Alamat
: Wergu, Kudus
Pendidikan
: SMP
Pekerjaan
: Wiraswasta
Agama
: Islam
Tanggal masuk
: 04 Januari 2019
Diagnosa medis
: CKD
2. Identitas Penanggung Jawab
Nama
: Tn. S
Umur
: 50 tahun
Agama
: Islam
Alamat
: Wergu, Kudus
Pekerjaan
: Wiraswasta
Hubungan dengan klien
: Suami
3. Catatan Masuk
Pasien masuk IGD pada tanggal 4 Januari 2019 pukul 15.00 WIB,
sebelumnya klien berencana untuk melakukan hemodialisa namun tiba-
tiba mengalami keluhan sesak napas, dan lemas. TD 160/116, RR :
34x/menit, S : 38,50C, SPO2 : 80 %. GCS : 11 E 4 M 2 V5
4. Riwayat Keperawatan
a. Riwayat Keperawatan Sekarang
Pasien masuk ICU pada tanggal 9 Januari 2019 pukul 15.30 WIB
pindahan dari HCU karena mengalami gagal napas dan penurunan
kesadaran. Hasil dari pengkajian didapatkan hasil KU: lemah,
kesadaran apatis, GCS = E4 M5 V2, TD : 156/106 mmHg, HR : 110
x/menit, RR : 35 x/menit, SpO2 : 77 %, S : 38,50C. Saat ini pasien
mengeluhkan sesak nafas, lemas, dan tangan bengkak.
b. Riwayat Keperawatan Dahulu
Pasien mempunyai riwayat penyakit ginjal sejak 1 tahun yang lalu
Pasien pernah dirawat dirumah sakit di RSUD dr. Loekmono Hadi
Kudus 6 bulan yang lalu dan rutin melakukan hemodialisa seminggu
2 kali di RSUD dr. Loekmono Hadi Kudus.
c. Riwayat Keperawatan Keluarga
Dalam keluarga klien, tidak ada yang memiliki riwayat penyakit
seperti klien, maupun penyakit degeneratif lainnya seperti diabetes
mellitus, hipertensi maupun penyakit menular.
5. Pemeriksaan Fisik
a. Pengkajian Primer
1) Airway
Bebas, jalan napas tidak terdapat penumpukan cairan
2) Breathing
Pergerakan dada simetris, irama pernafasan ireguler (nafas
dangkal dan pendek), frekuensi nafas 33x/menit, takikardi,
terdapat tarikan dinding dada, terdengar suara ronkhi.
3) Circulation
Tekanan darah klien 156/106 mmHg, HR 114x/menit, CRT >2
detik, suhu 38,50C, SpO2 : 89% tidak ada sianosis. Pasien
terpasang urine kateter dan dalam 7 jam volume urine ±30 cc.
4) Disability
Tidak terjadi paralisis, tingkat kesadaran : Apatis, nilai GCS =
13 (E4 M5 V2).
5) Eksposure
Tidak terdapat jejas pada tubuh pasien
b. Pengkajian Sekunder (HEAD TO TOE)
1) Kepala
a) Mata
Inspeksi : reflek terhadap cahaya baik +/+, besar pupil kiri
kanan isokor 1/1, anemis
b) Telinga
Inspeksi : simetris, bersih, tidak terdapat lesi pada daun
telinga
c) Hidung
Inspeksi : bersih, tidak terdapat polip
d) Mulut
Inspeksi : mulut kering, gigi bersih, tidak terdapat
penumpukan sekret
e) Pemeriksaan wajah
Inspeksi : warna kulit sawo matang, tidak terdapat lesi di
bagian wajah
f) Leher
Inspeksi : tidak terdapat lesi
Palpasi : tidak terdapat pembesaran kelenjar tiroid
2) Thorax
a) Paru – paru
Inspeksi
: simetris, tidak terdapat jejas, pergerakan
dada asimetris, terdapat tarikan dinding dada
Palpasi
: tidak terdapat benjolan
Perkusi
: seluruh lapang paru sonor kecuali segmen
kanan bawah meredup mulai dari IC 8 – IC 10
Auskultasi
: terdengar suara ronkhi basah pada segmen
paru kanan bawah saat ekspirasi
b) Jantung
Inspeksi : tidak terdapat jejas, ictus cordis tampak
Palpasi : Ictus cordis teraba pada IC IV dan V mid clavikula
Perkusi : kanan atas SIC II Linea Para sternalis Dextra
Kanan bawah SIC IV Linea Para sternais Dextra
Kiri atas SIC II Linea Para sternalis sinistra
Kiri bawah SIC VI Linea medio Clavikuralis
sinistra
Auskultasi : terdengar bunyi gallop
c) Abdomen
Inspeksi : simetris kanan – kiri, warna perut dengan warna
kulit yang lain sama
Auskultasi : terdapat suara bising usus 8x/menit
Perkusi : terdapat shifting dullness
Palpasi : tidak terdapat benjolan, tidak terdapat ketegangan
otot perut
d) Ekstremitas atas dan bawah
(1) Ektremitas atas : tidak terdapat kelemahan pada kedua
anggota gerak atas, tidak terdapat bekas trauma, tidak
terdapat ekimosis, terdapat oedema di kedua tangan.
(2) Ekstremitas bawah : tidak terdapat kelemahan pada
kedua anggota gerak bawah, tidak terdapat bekas
trauma, tidak terdapat ekimosis, terpasang infus
Dextrose 10 % di kaki sebelah kiri.
Pergerakan :
Kekuatan otot :
5
5
4
4
e) Kuku
Inspeksi : tidak terdapat sianosis
6. Pemeriksaan Diagnostik
a. Pemeriksaan Rontgen Thorax
Tanggal : 5 Januari 2019
 Kardiomegali (left ventrikel, left atrium)
 Gambaran edema pulmonum
 Susp. efusi pleura kanan
b. Pemeriksaan darah
Tanggal : 14 Januari 2019
PEMERIKSAAN
NILAI
HASIL
SATUAN
Hemoglobin
8.5
g/dL
12.0-15.0
Eritrosit
3.05
jt/uL
4.0-5.1
Hematokrit
25.3
%
36-57
Trombosit
68
10^3/ul
150-400
Netrofil
83.3
%
50-70
Limfosit
10.0
%
25-40
Eusofil
0.4
pg
2-4
MCV
16.1
%
10-15
Ureum
108.4
mg/dL
19-44
RUJUKAN
Kreatinin
7.9
mg/dL
0.6-1.3
d. Pemeriksaan BGA
Tanggal 14 Januari
Pemeriksaan
Nilai Normal
Hasil
Ph
7.35-7.45
7.487
pCO2
35-45
29.0
pO2
83-108
264.1
HCO3
21-28
22.3
BE
(-2)-(+3)
0.1
A-aDO2
<150
58.3
PO2/FIO2
534.9
Kesan : Alkalosis respiratorik murni
Program Terapi :
Infus Dextrose 10%
12 tpm
Syringe pump 1 : dopamin
10 cc/menit
Syringe pump 2 : dobutamin
5 cc/menit
Syringe pump 3 : nonephineprin
0,2 cc/menit
Eas
250 mg/hari
Meropenem
3x1 gr
IV
Prosogan
1x1 mg
IV
Ranitidin
2x1 mg
IV
Ursodeoxycholic Acid 250 mg
1x1
PO
Folic Acid
1x1
PO
Ca Co3 500 mg
2x1
PO
Acetylcystein 200 mg
3x1
PO
Paracetamol
3x1
PO
Oksigen Nassal kanul
II.
Analisa Data
No Hari/Tgl
1.
Data Fokus
4 lpm
Etiologi
Masalah
Senin, 14 DS : Pasien
Ketidakseimbangan Gangguan
Januari
sulit
perfusi ventilasi
2018
dikaji
DO :
 Kesadaran
Apatis
 GCS : 11
E4V5M2
 HR :
33x/menit
 Hb : 8,5
 Dyspnea
 Suara
napas
ronkhi
 BGA :
Alkalosis
respiratori
k murni
Ph : 7,487
pCO2 :
29,0
HCO3 :
22,3
pertukaran gas
TTD
BE : 0,1
2.
Senin,
DS : Pasien
14
sulit
Januari
dikaji
2018
DO :
 Kesadaran
: apatis
 GCS : 11
E4V5M2
 Irama nafas
irreguler
 Pola nafas
dyspnea
(cepat dan
dangkal)
 Teradapat
tarikan
dinding
dada
 RR :
34x/menit
 SPO2 :
89%
 Napas
spontan
terpasang
nasal canul
4lpm
 Askultasi
Penurunan
Ketidakefektif
komplain paru
an pola nafas
paru :
Ronkhi
3.
Senin,
14
DS : pasien
Penurunan fungsi
sulit dikaji ginjal
Januari
DO :
2018
 Kesadaran
Gangguan
perfusi ginjal
apatis
 GCS : 11
E4V5M2
 Edema :
ekstremitas
atas +/+
 Ureum :
108,4
mg/dL
 Kreatinin:7,
9 mg/dL
 GFR : 6,87
ml/menit/1,
73 m2
III.
Diagnosa Keperawatan
1.
Gangguan pertukaran gas b.d ketidakseimbangan perfusi ventilasi
2.
Ketidakefektifan pola nafas b.d penurunan komplain paru
3.
Gangguan perfusi ginjal b.d penurunan fungsi ginjal
Download