disini

advertisement
SABOTAGE AND EXTORTION
Oleh :
Ahmad Akbar Mariuddin
Amalia Indriani Dwian P
Avina Ulfa Aulia
Bintang Sabda Esa
Moh. Fajar Faisaldy
Nancy Ria Silvani H
14102004
14102049
14102052
14102013
14102027
14102031
Definisi Cyber Sabotage dan
Extortion
Cyber Sabotage dan Exortion ini dilakukan dengan
membuat gangguan, perusakan atau penghancuran
terhadap suatu data, program komputer atau sistem
jaringan komputer yang terhubung dengan internet.
Biasanya kejahatan ini dilakukan dengan menyusupkan
suatu logic bomb, virus komputer ataupun suatu
program tertentu, sehingga data, program komputer
atau sistem jaringan komputer tidak dapat digunakan,
tidak berjalan sebagaimana mestinya, atau berjalan
sebagaimana yang dikehendaki oleh pelaku.
Contoh Kasus Cyber Sabotage & Extortion
Beberapa waktu terakhir, banyak bermunculan
tentang Antivirus Palsu yang bisa berbahaya jika
terinstal di komputer. Antivirus palsu adalah
malware yang menyamarkan dirinya sebagai
program keamanan seperti antivirus.
Antivirus palsu dirancang untuk menakut-nakuti user
dengan menampilkan peringatan palsu yang
menginformasikan bahwa komputer terinfeksi program
berbahaya, biasanya sering terjadi ketika sedang
menggunakan komputer atau sedang browsing lalu
muncul iklan pop up tentang software antivirus yang
menyatakan bahwa komputer anda telah terinfeksi
virus dan kemudian anda diperintahkan untuk
mendownload software tertentu.
Penyebaran antivirus palsu ini dilakukan dengan sengaja
dan secara otomatis apabila seorang user yang tanpa
sengaja mendownload sebuah program yang apabila
program tersebut kemudian dijalankan antivirus palsu
akan langsung aktif di komputernya, sehingga
menyebabkan program komputer tidak berfungsi
sebagaimana mestinya.
Kejahatan seperti ini termasuk ke dalam jenis
kejahatan Cyber Sabotage and Extortion yaitu
dimana kejahatan dengan melakukan atau membuat
gangguan, perusakan, penghancuran terhadap suatu
data, program komputer atau sistem jaringan
komputer dengan menyusupkan suatu virus komputer
ataupun suatu program tertentu, sehingga data,
program komputer atau sistem jaringan komputer
tidak dapat digunakan atau tidak berjalan
sebagaimana mestinya.
UU tentang Cyber Sabotage & Extortion
1. Cyber Sabotase
 Untuk perusakan atau penghancuran terrhadap
suatu sistem ataupun data dari komputer.
Pasal 33 UU Nomor 11 tahun 2008 tentang Informasi
dan Transaksi Elektronik, yaitu:
“Setiap Orang dengan sengaja dan tanpa hak atau
melawan hukum melakukan tindakan apa pun yang
berakibat terganggunya sistem Elektronik dan/atau
mengakibatkan Sistem Elektronik menjadi tidak
bekerja sebagaimana mestinya.”
2. Cyber Extortion
 Pasal 27 ayat (4) "Pasal Pemerasan atau
Pengancaman" “Setiap orang dengan sengaja dan
tanpa hak mendistribusikan dan/atau
mentransmisikan dan/atau membuat dapat
diaksesnya Informasi Elektronik dan/atau Dokumen
Elektronik yang memilikimuatan pemerasan
Dokumen Elektronik yang memiliki muatan
pemerasan dan/atau pengancaman”.
Penanggulangan Cyber Sabotage dan
Exortion
Berikut ini cara penanggulangannya :
1)
Mengamankan sistem  Tujuan yang nyata dari
sebuah sistem keamanan adalah mencegah
adanya perusakan bagian dalam sistem karena
dimasuki oleh pemakai yang tidak diinginkan.
Pengamanan sistem secara terintegrasi sangat
diperlukan untuk meminimalisasikan kemungkinan
perusakan tersebut.
2) Penanggulangan Global  The Organization for
Economic Cooperation and Development (OECD)
telah membuat guidelines bagi para pembuat
kebijakan yang berhubungan dengan computerrelated crime, dimana pada tahun 1986 OECD
telah memublikasikan laporannya yang berjudul
Computer-Related Crime : Analysis of Legal Policy.
Menurut OECD, beberapa langkah penting yang
harus
dilakukan
setiap
negara
dalam
penanggulangan cybercrime adalah :
 Melakukan
modernisasi hukum pidana nasional beserta
hukum acaranya.
 Meningkatkan sistem pengamanan jaringan komputer
nasional sesuai standar internasional.
 Meningkatkan pemahaman serta keahlian aparatur
penegak hukum mengenai upaya pencegahan,
investigasi dan penuntutan perkara-perkara yang
berhubungan dengan cybercrime.
 Meningkatkan
kesadaran warga negara mengenai
masalah
 Cybercrime serta pentingnya mencegah kejahatan
tersebut terjadi.
 Meningkatkan kerjasama antarnegara, baik bilateral,
regional maupun multilateral, dalam upaya
penanganan cybercrime.
Kesimpulan
Dapat disimpulkan, bahwa kemajuan teknologi
mempunyai dampak positif
dan negative. Salah
satunya Cyber Crime merupakan kejahatan yang timbul
dari dampak negatif perkembangan aplikasi internet.
Sarana yang dipakai tidak hanya komputer melainkan
juga teknologi , sehingga yang melakukan kejahatan ini
perlu proses belajar, motif melakukan kejahatan ini
disamping karena uang juga iseng. Kejahatan ini juga
bisa timbul dikarenakan ketidakmampuan hukum
termasuk aparat dalam menjangkaunya. Kejahatan ini
bersifat maya dimana si pelaku tidak tampak secara
fisik.
THANKYOU
Download