Uploaded by najla.atiqadhia

T4-1 Karakteristik dan Dampak Radioaktif new

advertisement
MAKALAH KARAKTERISTIK DAN
DAMPAK BAHAN RADIOAKTIF
Disusun oleh:
KELOMPOK 1
15315074
Muhtadi Nashrul H.
15316058
Krishna S.
15315077
Diar Purnama P.
15316060
Julius Alfredo
15316007
Adriel Joshua T.
15316079
Muhammad Aldiy
15316009
Ummu Kaltsum
15317023
Joanna Adeline L.
15316012
Boy Cakra N.
15317031
Ira Heranita
15316020
Jihan Nur A.
15317075
Farhan Huda
15316021
Atika Khansa A.
15317030
Farid Wajdi T.
15316023
Benedicto Anggita P.
15317040
Samuel Yustinus
15316024
Firani Luvita
15317079
Jason Junaidi
1531627
M. Fathiaji P.
15316011
Nicholas
15316030
Yusep Ramdhani
15316037
Najla Atiqadhia
15316033
M. Syams Apriandas
PROGRAM STUDI TEKNIK LINGKUNGAN
FAKULTAS TEKNIK SIPIL DAN LINGKUNGAN
INSTITUT TEKNOLOGI BANDUNG
2019
KATA PENGANTAR
Dengan memanjatkan puji syukur kehadirat Allah SWT. Tuhan Yang Maha
Pengasih dan Maha Penyayang yang telah memberi nikmat, rahmat, serta hidayah
sehingga kami dapat menyelesaikan makalah dengan judul “Karakteristik dan Dampak
Radioaktif” tepat pada waktunya. Makalah ini disusun untuk memenuhi tugas makalah
dalam Mata Kuliah Bahan Berbahaya dan Beracun. Penulis dapat menyelesaikan
makalah ini karena dukungan dari berbagai pihak. Oleh karena itu pada kesempatan
ini, kami mengucapkan terimakasih kepada:
1. Bapak Sukandar, selaku dosen Mata Kuliah Bahan Berbahaya dan beracun
yang telah memberikan kesempatan untuk menyusun laporan ini.
2. Saudara Hamdi, selaku asisten dosen Mata Kuliah Bahan Berbahaya dan
Beracun yang telah memberikan bantuan dalam menjelaskan, masukan
dalam pembuatan laporan ini.
Kami menyadari bahwa makalah ini masih jauh dari sempurna. Oleh karena itu,
kami selaku penulis mengharapkan kritik serta saran dari asisten atau pembaca demi
kesempurnaan laporan ini. Dalam menyelesaikan laporan ini kami berharap adanya
manfaat dapat diambil. Semoga dengan adanya makalah ini dapat meningkatkan
pengetahuan masyarakat khususnya mahasiswaa Teknik Lingkungan ITB dalam
mengetahui karakteristik dan dampak dari bahan radioaktif terhadap lingkungan dan
manusia.
Bandung, 29 Maret 2019
Penulis
BAB I
PENDAHULUAN
1.1.
Latar Belakang
Bahan Kimia Radioaktif
adalah bahan kimia yang mempunyai
kemampuan memancarkan sinar radioaktif dengan aktivitas jenis lebih besar
dari 0,002 microcurie/gram. Unsur radioaktif adalah unsur yang mempunyai
nomor atom di atas 83.Selain itu, radioaktif juga merupakan kumpulan
beberapa tipe partikel subatom, biasanya disebut sinar gamma, neutron,
elektron, dan partikel alpha. Radioaktif itu bersifat melaju melalui celah/rongga
ruang dengan kecepatan tinggi, yaitu sekitar 100,000 mili persekon.
Tentunya Radioaktif dengan mudah bisa masuk ke tubuh dan merusak
sel alami yang telah disusun tubuh. Ini bisa menyebabkan sel kanker yang
mematikan didalam tubuh kita, dan jika mengenai bagian reproduksi, bisa
merusak generasi manusia.
Bahan atau zat radioaktif dapat memicu mutasi pada gen tubuh yang
memicu penyakit kanker dan berakibat cacat tubuh. Selain itu juga, ada simbolsimbol warna dalam laboratorium yang antara lain: Merah : simbol api
berbahaya, Kuning : simbol bahaya reaktif, Biru : simbol membahayakan
kesehatan, dan Putih : simbol bahan kimia spesifik
1.2.
Rumusan Masalah
1. Apa kegunaan bahan radioaktif bagi manusia?
2. Bagaimana sifat dan karakteristik dari bahan radioaktif?
3. Unit-unit satuan apa saja yang biasa digunakan?
4. Apa dampak radiasi bahan radioaktif bagi manusia dan lingkungan?
5. Bagaimana penanganan residu/limbah bahan radioaktif?
1.3.
Tujuan
1. Mengetahui kegunaan bahan radioaktif bagi manusia
2. Mengetahui sifat dan karakteristik dari bahan radioaktif
3. Mengetahui unit-unit satuan yang biasa digunakan
4. Mengetahui dampak radiasi bahan radiaktif bagi manusia dan lingkungan
5. Mengetahui penanganan residu/limbah bahan radioaktif
BAB II
PEMBAHASAN
2.1.
Kegunaan Bahan Radiaktif bagi Manusia
a.
Bidang Kedokteran
1) Sterilisasi
Radiasi dalam dosis tertentu dapat mematikan mikroorganisme sehingga dapat
digunakan untuk sterilisasi alat-alat kedokteran. Sterilisasi dengan cara radiasi
mempunyai beberapa keunggulan jika dibandingkan dengan sterilisasi
konvensional (menggunakan bahan kimia), yaitu:
a) Sterilisasi radiasi lebih sempurna dalam mematikan mikroorganisme.
b) Sterilisasi radiasi tidak meninggalkan residu bahan kimia.
c) Karena dikemas dulu baru disetrilkan maka alat tersebut tidak mungkin
tercemar bakteri lagi sampai kemasan terbuka. Berbeda dengan cara
konvensional, yaitu disterilkan dulu baru dikemas, maka dalam proses
pengemasan masih ada kemungkinan terjadi kontaminasi.
2) Terapi tumor atau kanker.
Berbagai jenis tumor atau kanker dapat diterapi dengan radiasi. Sebenarnya,
baik sel normal maupun sel kanker dapat dirusak oleh radiasi tetapi sel kanker
atau tumor ternyata lebih sensitif (lebih mudah rusak). Oleh karena itu, sel
kanker atau tumor dapat dimatikan dengan mengarahkan radiasi secara tepat
pada sel-sel kanker tersebut.
3) Penentuan Kerapatan Tulang dengan Bone Densitometer
Pengukuran kerapatan tulang dilakukan dengan cara menyinari tulang dengan
radiasi gamma atau sinar-X. Berdasarkan banyaknya radiasi gamma atau
sinar-X yang diserap oleh tulang yang diperiksa maka dapat ditentukan
konsentrasi mineral kalsium dalam tulang. Perhitungan dilakukan oleh
komputer yang dipasang pada alat bone densitometer tersebut. Teknik ini
bermanfaat untuk membantu mendiagnosis kekeroposan tulang (osteoporosis)
yang sering menyerang wanita pada usia menopause. (Yudhi, 2008)
4) Three Dimensional Conformal Radiotheraphy (3d-Crt)
Terapi radiasi dengan menggunakan sumber radiasi tertutup atau pesawat
pembangkit radiasi telah lama dikenal untuk pengobatan penyakit kanker.
Perkembangan teknik elektronika maju dan peralatan komputer canggih dalam
dua dekade ini telah membawa perkembangan pesat dalam teknologi
radioterapi. Dengan menggunakan pesawat pemercepat partikel generasi
terakhir telah dimungkinkan untuk melakukan radioterapi kanker dengan
sangat presisi dan tingkat keselamatan yang tinggi melalui kemampuannya
yang sangat selektif untuk membatasi bentuk jaringan tumor yang akan
dikenai radiasi, memformulasikan serta memberikan paparan radiasi dengan
dosis yang tepat pada target. Dengan memanfaatkan teknologi 3D-CRT ini
sejak tahun 1985 telah berkembang metoda pembedahan dengan
menggunakan radiasi pengion sebagai pisau bedahnya (gamma knife). Dengan
teknik ini kasus-kasus tumor ganas yang sulit dijangkau dengan pisau bedah
konvensional menjadi dapat diatasi dengan baik oleh pisau gamma ini, bahkan
tanpa perlu membuka kulit pasien dan yang terpenting tanpa merusak jaringan
di luar target. (Yudhi, 2008)
5) Teknik Pengaktivan Neutron
Teknik nuklir ini dapat digunakan untuk menentukan kandungan mineral tubuh
terutama untuk unsur-unsur yang terdapat dalam tubuh dengan jumlah yang
sangat kecil (Co, Cr, F, Fe, Mn, Se, Si, V, Zn dsb) sehingga sulit ditentukan
dengan metoda konvensional. Kelebihan teknik ini terletak pada sifatnya yang
tidak merusak dan kepekaannya sangat tinggi. Di sini contoh bahan biologik
yang akan diperiksa ditembaki dengan neutron (Yudhi, 2008).
6) Sebagai Perunut
Dalam bidang kesehatan radioisotop digunakan sebagai perunut (tracer) untuk
mendeteksi kerusakan yang terjadi pada suatu organ tubuh. Selain itu radiasi
dari radioisotop tertentu dapat digunakan untuk membunuh sel-sel kanker
sehingga tidak perlu dilakukan pembedahan untuk mengangkat jaringan sel
kanker tersebut. Berikut ini adalah contoh beberapa radioisotop yang dapat
digunakan dalam bidang kesehatan (Sutresna, 2007).
Contoh radioisotop dalam bidang kedokteran
·
I-131 Terapi penyembuhan kanker Tiroid, mendeteksi kerusakan pada
kelenjar gondok, hati dan otak
·
Pu-238 energi listrik dari alat pacu jantung
·
Tc-99 & Ti-201 Mendeteksi kerusakan jantung
·
Na-24 Mendeteksi gangguan peredaran darah
·
Xe-133 Mendeteksi Penyakit paru-paru
·
P-32
Pengobatan
penyakit
polycythemia
pembentukkan sel darah merah yang berlebihan.
·
Fe-59 Mempelajari pembentukan sel darah merah
·
Cr-51 Mendeteksi kerusakan limpa
·
Se-75 Mendeteksi kerusakan Pankreas
·
Tc-99 Mendeteksi kerusakan tulang dan paru-paru
·
Ga-67 Memeriksa kerusakan getah bening
·
C-14 Mendeteksi diabetes dan anemia
·
Co-60 Membunuh sel-sel kanker
rubavera,
yaitu
b.
Bidang pertanian
1. Menentukan efektivitas pemupukan
Radioisotop dapat digunakan untuk merunut gerakan pupuk di sekitar
tanaman setelah ditabur. Gerakan pupuk jenis fosfat, dari tanah ke dalam
tumbuhan, dapat ditelusuri dengan mencampurkan P-32 ke dalam senyawa
fosfat di dalam pupuk. Hal ini dilakukan untuk melihat efektivitas
pemupukan dilihat dari penyebaran pupuk.
2. Pemberantasasn hama
Hama jantan yang ada pada lahan ditangkap, lalu dimasukkan ke dalam
laboratorium untuk disinari radiasi. Radiasi ini berfungsi untuk
memandulkan hama jantan. Hal ini dilakukan agar ketika hama jantan
dilepaskan kembali ke lahan akan terjadi perkawinan dengan hama betina
sehingga tidak dihasilkan keturunan sama sekali.
3. Pemuliaan tanaman
Radiasi dilakukan dengan dosis berbeda- beda terhadap tanaman untuk diuji
ketahanannya. Hal ini akan memicu terjadinya mutas pada tanaman, dari
proses mutasi ini diharapkan tanaman mewarisi sifat- sifat unggul, seperti
tanaman tahan terhadap hama dan bertunas lebih cepat dan banyak.
c.
Bidang Industri
1) Pemeriksaan logam
Radiasi sinar gamma dapat digunakan untuk memeriksa cacat pada logam
atau sambungan las, yaitu dengan memancarkan sinar radiasi ke bahan
tersebut. Teknik ini berdasarkan sifat bahwa semakin tebal bahan yang
dilalui radiasi, maka intensitas radiasi yang diteruskan makin berkurang, jadi
dari gambar yang dibuat dapat terlihat apakah logam merata atau ada bagian-
bagian yang berongga didalamnya. Pada bagian yang berongga itu film akan
lebih hitam,
2) Mengontrol ketebalan bahan
Ketebalan produk yang berupa lembaran, seperti kertas film atau lempeng
logam dapat dikontrol dengan radiasi. Prinsipnya sama seperti diatas, bahwa
intensitas radiasi yang diteruskan bergantung pada ketebalan bahan yang
dilalui. Detektor radiasi dihubungkan dengan alat penekan. Jika lembaran
menjadi lebih tebal, maka intensitas radiasi yang diterima detektor akan
berkurang dan mekanisme alat akan mengatur penekanan lebih kuat
sehingga ketebalan dapat dipertahankan.
3) Pengawetan bahan
Radiasi juga telah banyak digunakan untuk mengawetkan bahan seperti
kayu, barang-barang seni dan lain-lain. Radiasi juga dapat meningkatkan
mutu tekstil karena mengubah struktur serat sehingga lebih kuat atau lebih
baik mutu penyerapan warnanya. Berbagai jenis makanan juga dapat
diawetkan dengan dosis yang aman sehingga dapat disimpan lebih lama.
d.
Bidang Arkeologi
Radioisotop C-14 dapat digunakan untuk menentukan usia dari sebuah fosil.
Ketika hidup keadaan C-14 yang ada di dalam tubuh makhluk hidup akan
konstan dengan yang berada di atmosfer karena makhluk hidup tersebut
masih terlibat dalam siklus karbon yang ada di bumi, namun ketika makhluk
hidup tersebut mati C-14 akan berhenti menyesuaikan keadaan dan akan
terus meluruh. Usia fosil diukur dari kandungan C-14 yang masih tersisa di
dalam fosil tersebut.
e.
Bidang Pertambangan
Pada pertambangan, radioisotop dapat membantu mencari jejak air di dalam
lapisan batuan. Jejak air ini akan membantu proses pengambilan minyak
dalam bumi karena biasanya proses pengambilan minyak memanfaatkan
tekanan dari dalam bumi dan apabila tekanan tidak mencukupi digunakanlah
tekanan dari air. Air akan disuntikkan ke dalam cekungan minyak untuk
mendorong minyak ke permukaan. Radioisotop Co-57, Co-58, dan Co-60
dalam bentuk ion kompleks hexayanocobaltate digunakan untuk membantu
mendeteksi arah gerakan air agar tepat masuk ke dalam cekungan minyak
galian.
f.
Bidang Seni
Dalam bidang seni radioisotop digunakan untuk mendeteksi pemalsuan
lukisan. Lukisan palsu akan memakai cat yang beredar pada masa sekarang,
sedangkan cat pada masa lalu memiliki komposisi yang berbeda.
Radioisotop yang biasa digunakan adalah caesium-137 dan strontium-90.
Kedua isotop tersebut tidak terjadi secara alami di alam, melainkan
merupakan hasil dari ledakan nuklir. Ledakan nuklir banyak terjadi pada
tahun 1945, mulai dari percobaan di New Mexico maupun bom atom di
Jepang, sehingga dapat dibedakan lukisan yang berasal dari sebelum tahun
1945 dan setelah tahun 1945.
2.2.
Sifat dan Karakteristik dari Bahan Radioaktif
Unsur radioaktif adalah unsur-unsur isotopnya memiliki inti yang tidak stabil
sehingga secara spontan akan memancarkan energi untuk mencapai keadaan lebih
stabil. Energi tersebut dapat berupa radiasi sinar alfa, beta, maupun gama. Untuk sifat
dan karakteristik bahan radioaktif sendiri dibagi menjadi dua bagian, yaitu Sifat Fisika
dan Sifat Kimia.
1.
Sifat Fisika Unsur Radioaktif
Inti atom terdiri atas neutron. Massa suatu inti selalu lebih kecil dari jumlah
massa proton dan neutron. Selisih antara massa inti yang sebenarnya dan jumlah proton
dan neutron penyusunnya disebut defek massa. Defek massa ini merupakan ukuran
energi pengikat neutron dan proton. Energi pengikatan inti merupakan energi yang
diperlukan untuk menguraikan inti (energi yang dilepaskan jika inti terbentuk). Energi
pengikat inti dapat dihitung dengan mengalihkan defek massa dalam satuan massa
atom per nucleon dengan faktor konversi massa energi yang besarnya 932 MeV/sma.
Gambar 2.2.1. Grafik Hubungan antara Energi Ikatan dengan Nomor Massa
Grafik diatas adalah grafik energi ikatan per nukleon MeV terhadap nomor
massa. Energi ikatan pernukleon terbesar untuk inti-inti dengan nomor massa sekitar
60 (besi dan nikel). Ini dapat dilihat pada grafik diatas bahwa puncak kurva mendekati
Besi (Fe). Hal ini terkait dengan kestabilan yang besar dari inti-inti beberapa unsur
radioaktif tersebut.
2.
Sifat Kimia Unsur Radioaktif

Mengalami Peluruhan Radioaktif
-
Peluruhan Alfa  Peluruhan atau radiasi alfa terdiri dari pancaran inti
atom helium yang disebut partikel Alfa yang dinyatakan dengan He.
Setelah terpancar di udara, partikel alfa bertabrakan dengan molekul
udara yang netral. Partikel alfa tidak dapat menembus kulit manusia,
tetapi dapat merusak kulit.
-
Peluruhan Beta  Pada peluruhan ini, neutron berubah menjadi
proton. Pada proses ini tidak terjadi perubahan jumlah nucleon.
Terdapat tiga jenis peluruhan beta yaitu Peluruhan Negatron,
Peluruhan Positron, dan Penangkapan Elektron.

Pembelahan Spontan
Proese ini hanya terjadi pada nuklida-nuklida yang nomor atomnya besar dna
membelah secara spontan menjadi dua nuklida yang massanya berbeda.

Mengalami Transmutasi Inti
Pada tahun 1919, Rutherford berhasil menembak gas hydrogen dengan partikel
alfa dan menghasilkan hidrogen dan oksigen. Reaksi yang menghasilkan
hidrogen dan oksigen ini merupakan transmutasi buatan pertama yaitu
perubahan suatu unsur menjadi unsur lain. Pada tahun 1934, Irene Joliot Curie,
Putri Marie Curie berhasil membuat atom fosfor yang bersifat radioaktif dengan
menembakkan alumunium dengan sinar alfa yang berasal dari polonium.
2.3.
Unit-unit Satuan yang biasa digunakan
Satuan
internasional
(SI)
untuk
pengukuran
peluruhan
radioaktif
adalah becquerel (Bq). Jika sebuah material radioaktif menghasilkan 1 buah kejadian
peluruhan tiap 1 detik, maka dikatakan material tersebut mempunyai aktivitas 1 Bq.
Karena biasanya sebuah sampel material radioaktif mengandung banyak atom,1
becquerel akan tampak sebagai tingkat aktivitas yang rendah; satuan yang biasa
digunakan adalah dalam orde gigabecquerel.
2.3.1. Laju peluruhan radioaktif
Laju peluruhan, atau aktivitas, dari material radioaktif ditentukan oleh:
1. Konstanta:
a. Waktu paruh - simbol t1/2 - waktu yang diperlukan sebuah material
radioaktif untuk meluruh menjadi setengah bagian dari sebelumnya.
b. Rerata waktu hidup - rerata waktu hidup (umur hidup) sebuah material
radioaktif.
c. Konstanta peluruhan - konstanta peluruhan berbanding terbalik dengan
waktu hidup (umur hidup).
(Perlu dicatat meskipun konstanta, mereka terkait dengan perilaku yang secara statistik
acak, dan prediksi menggunakan kontanta ini menjadi berkurang keakuratannya untuk
material dalam jumlah kecil. Tetapi, peluruhan radioaktif yang digunakan dalam teknik
penanggalan sangat handal. Teknik ini merupakan salah satu pertaruhan yang aman
dalam ilmu pengetahuan sebagaimana yang disampaikan oleh [1])
2. Variabel:
a. Aktivitas total (A)- jumlah peluruhan tiap detik.
Aktivitas khusus - simbol SA - jumlah peluruhan tiap detik per jumlah
substansi. "Jumlah substansi" dapat berupa satuan massa atau volume.)
b. Persamaan:
𝑡1/2 =
𝐴=
ln 2
𝜆
𝑑𝑁
= −𝜆𝑁
𝑑𝑡
3. Pengukuran aktivitas
Satuan
aktivitas
adalah: becquerel (simbol Bq)
=
jumah
disintegrasi
(pelepasan) per detik ; curie (Ci) = 3.7 x 1010 disintegrasi per detik; dan
disintegrasi per menit (dpm).
2.3.2. Waktu Peluruhan
(−
𝑑𝑁
) = 𝜆𝑑𝑡
𝑁
𝑁(𝑡) = 𝑁0 𝑒 −𝜆𝑡
Fungsi di atas menggambarkan peluruhan exponensial, yang merupakan
penyelesaian
pendekatan
atas
dasar
dua
alasan.
Pertama, fungsi
exponensial merupakan fungsi berlanjut, tetapi kuantitas fisik N hanya dapat
bernilai bilangan bulat positif. Alasan kedua, karena persamaan ini penggambaran
dari sebuah proses acak, hanya benar secara statistik. Akan tetapi juga, dalam
banyak kasus, nilai N sangat besar sehingga fungsi ini merupakan pendekatan yang
baik.
2.4.
Dampak Radiasi Bahan Radioaktif bagi Manusia dan Lingkungan
1. Dampak Bahan Radioaktif bagi Manusia
Karena bahan radioaktif memancarkan radiasi, maka apabila tidak diisolasi
dari masyarakat dan lingkungan maka radiasi limbah tersebut dapat mengenai
manusia dan lingkungan. Misalnya, limbah radioaktif yang tidak dikelola dengan
baik meskipun telah disimpan secara permanen di dalam tanah, radionuklidanya
dapat terlepas ke air tanah dan melalui jalur air tanah tersebut dapat sampai ke
manusia. Radiasi tersebut bisa menyebabkan masalah kesehatan dengan membunuh
sel yang terdapat di dalam tubuh serta jumlah juga jenis kerusakan yang diakibatkan
tergantung pada dosis radiasi yang diberikan dan juga pada saat kapan dosis itu
disebar.
Bahan radioaktif yang tersebar pada bagian tubuh yang lebih luas itu akan
dapat meimbulkan efek kesehatan jangka panjang dengan eksposur yang juga lama,
terlebih apabila bahan tersebut masuk dengan melalui makanan, tertelan atau juga
terhirup dengan secara langusng. Isoptop radioaktif yodium tersebut mengalami
peluruhan beta dapat menumpuk pada kelenjar toroid serta juga bisa mengakibatkan
kanker tiroid. Selain itu, bahaya radiasi yang dapat terjadi adalah dapat melakukan
ionisasi dan merusak sel organ tubuh manusia. Kerusakan sel tersebut mampu
menyebabkan terganggunya fungsi organ tubuh. Disamping itu, sel-sel yang masih
tetap hidup namun mengalami perubahan, dalam jangka panjang kemungkinan
menginduksi adanya tumor atau kanker. Walaupun energi yang ditumpuk sinar
radioaktif pada mahluk hidup relatif kecil tetapi dapat menimbulkan pengaruh yang
serius. Hal ini karena sinar radioaktif dapat mengakibatkan ionisasi, pemutusan
ikatan kimia penting atau membentuk radikal bebas yang reaktif. Ikatan kimia
penting misalnya ikatan pada struktur DNA dalam kromosom. Perubahan yang
terjadi
pada struktur DNA akan diteruskan pada sel berikutnya yang dapat
mengakibatkan kelainan genetik, kanker dan lain-lain. Pengaruh radiasi pada
manusia atau mahluk hidup juga bergantung pada waktu paparan. Suatu dosis yang
diterima pada sekali paparan akan lebih berbahaya daripada bila dosis yang sama
diterima pada waktu yang lebih lama.
Secara alami kita mendapat radiasi dari lingkungan, misalnya radiasi sinar
kosmis atau radiasi dari radioakif alam. Disamping itu, dari berbagai kegiatan
seperti diagnosa atau terapi dengan sinar X atau radioisotop. Orang yang tinggal
disekitar instalasi nuklir juga mendapat radiasi lebih banyak, tetapi masih dalam
batas aman. Ada kemungkinan pula bahwa kerusakan sel akibat radiasi mengganggu
fungsi genetika manusia, sehingga keturunannya mengalami cacat. Efek serta akibat
yang dapat ditimbulkan oleh paparan radiasi zat radioaktif dalam jangka pendek
pada manusia adalah seperti berikut:
-
Pusing
-
Nafsu makan berkurang atau hilang
-
Terjadi diare
-
Badan panas atau demam
-
Berat badan turun
-
Kanker darah atau leukimia
-
Meningkatnya denyut jantung atau nadi
-
Daya tahan tubuh berkurang sehingga mudah terserang penyakit akibat sel darah
putih yang jumlahnya berkurang
Apabila ada makhluk hidup yang terkena radiasi atom nuklir ataupun radioaktif
yang berbahaya biasanya akan terjadi mutasi gen karena terjadi perubahan struktur
zat serta pola reaksi kimia yang merusak sel-sel tubuh makhluk hidup baik tumbuhtumbuhan maupun hewan atau binatang.
2. Dampak Bahan Radioaktif bagi Lingkungan
Limbah radioaktif masuk ke lingkungan melalui media air, tanah, udara, dan
hewan/biota yang mempengaruhi secara kontinyu dan tidak kontinyu, bertahap dan
seketika, teratur dan tidak teratur. Limbah radioaktif meracuni makhluk hidup
melalui rantai makanan sehingga menyebabkan organisme (tumbuhan, hewan dan
manusia) terpapar oleh zat-zat beracun. Apabila ada makhluk hidup yang terkena
radiasi atom nuklir ataupun radioaktif yang berbahaya biasanya akan terjadi mutasi
gen karena terjadi perubahan struktur zat serta pola reaksi kimia yang merusak selsel tubuh makhluk hidup baik tumbuh-tumbuhan maupun hewan atau binatang.
2.5.
Penanganan Residu/Limbah Bahan Radioaktif
Ada empat prinsip/teknik yang diterapkan dalam pengelolaan limbah zat radioaktif,
yaitu
1. Pengenceran dan dispersi untuk limbah dengan aktivitas rendah.
Didasarkan pada aggapan bahwa lingkungan memiliki kapasitas terbatas
untuk mengencerkan nuklida sampai tingkat tidak membahayakan. Penerapan
prinsip ini membutuhkan pengertian tentang sifat materi radioaktif di dalam
lingkungan dan cara pemaparannya terhadap manusia yang ditempuh oleh
radionuklida yang dibuang. Pembuangan limbah pada tingkat rendah dengan
tingkat ini, dilakukan dengan menanam di dalam tanah, maka kebocoran
radioaktivitas ke dalam tanah dapat dianggap sebagai suatu pengenceran dan akan
menyebar sekelilingnya.
Penerapan prinsip ini hanyauntuk limbah dengan tingkay radioaktivitas yang
rendah yang dibuang ke sungai, laut, atau danau. Untuk limbah berupa gas,
dilakukan dengan sistem filtrasi udara dan pembuangan melalui cerobong yang
sangat tinggi berdasarkan meteorologi setempat untuk menjamin pengenceran
yang baik. Untuk limbah berupa cairan dapat dilakukan dengan penambahan
cairan tidak terkontaminasi untuk mengurangi konsentrasi sebelum pembuangan,
pembuangan limbah yang dilakukan sedikit demi sedikit dalam periode yang
panjang, dan pembuangan limbah ke dalam air yang jumlahnya sangat banyak
2. Penundaan dan peluruhan untuk limbah berumur pendek.
Radionuklida akan kehilangan atau mengalami pengurangan tingkat
keradioaktivannya karena peluruhan. Prinsip ini digunakan dalam pengelolaan
limbah radioaktiv yang tigkat keradioaktivannya sedang dan tinggi dengan umur
paruh (half life) pendek. Prinsip ini secara praktis dapat diterapkan pada instalasi
yang menimbulkan limbah yang dapat direduksi tingkat keradiokativannya dalam
beberapa hari sebelum dibuang ke lingkungan sekitarnya.
3. Pemampatan untuk limbah dengan aktivitas sedang dan tinggi.
Prinsip ini diturunkan dari konsep bahwa kebanyakan radioaktivtas yang
diproduksi dalam program nuklir harus diisolasi dari manusia dan sekitarnya.
Prinsip ini biasanya diterapkan pada pembersihan udara dan gas, pengolahan
sampah cair dengan cara pengendapan dan difestilasi, penukar ion dan penguapan,
pengolahan sampah padat yang memiliki tingkat radioaktivitas yang rendah
dengan cara dibakar, dan pengepakan penyaringan.
Pengolahan sampah padat dan cair dengan tingkat keradioaktivan sedang
dengan limbah cair dengan keradioaktivan yang tinggi dibuah kedalam fasepadat
yang tak dapat larut dengan cara pengapuran (calcination) pada suhu tinggi atau
penyatuan (incorporation) dengan gelas. Hasil pengolahan limbah cair dan gas
umumnya berbentuk residu.
4. Pewadahan (countainment).
Beberapa radionuklida memiliki waktu paruh yang panjang sehingga akan
memakan waktu yang lama untuk mencapai tingkat keradioaktivan tidak
berbahaya, maka limbah harus dilindungi dan disimpan dalam waktu yang lama.
Prinsip ini diterapkan pada limbah padat dengan menyimpannya dalam ruang
didalam tanah atau gua pada struktur geologi yang dalam.
Dalam penanaman limbah dengan keradiokativan yang tinggi harus ada
penambahan hambatan untuk mencegah perpindahan radionuklida. Salah satu cara
untuk menanggulangi perpindahan tersebut adalah dengan menyatukan limbah
radioaktif fase padat yang mempunyai keocoran rendah kemudian disimpan dalam
ruangan dalam tanah atau gua dibawah daerah aliran air tanah. Struktur tanah
padat garam (rocksalt formation) merupakan daerah yang baik untuk penyimpanan
karena garam merupakan self sealing.
Sistem pengelolaan terkadang juga terdiri dari kombinasi dari keempat
prinsip/teknik yang telah disebutkan sebelumnya. Tetapi selain keempat prinsip
yang telah dijelaskan pengelolaan limbah zat radioaktif juga dapat dilakukan
dengan pendekatan jalur kritis sebelum dilakukan penyimpanan lestari.
Jalan kritis adalah jalan yang paling efektif bagi radionuklida kepada manusia
dalam situasi dan kondisi tertentu yang menyebabkan kerusakan akibat radiasi. Ini
menjadi penentuan tentang dosis radiasi dan pemaparan maksimum yang
diperbolehkan (maximum permissible radiation dose). Evaluasi daya ligkungan
untuk menerima radioaktif dengan menggunkan jalur kritis didasarkan pada tidak
adanya seorang pun dari kelompok kritis yang menerima dosis lebih besar dari
angka yang dipastikan. Kelompok kritis adalah kelompok penduduk yang
menerima radiasi yang lebih besar dari penduduk lainnya.
Limbah radioaktif yang berbentuk gas atau aerosol pada umumnya akan
bercampur dengan udara ventilasi. Gas radioaktif yang melalui sistem ventilasi
dengan filter berlapus akan dilepaskan dari cerobong dengan jumlah yang
sedemikan kecil, sehingga dampak bagi lingkungan akan sangat aman.
Limbah radioaktif berbetuk cairan akan ditampung dan dikumpulkan secara
terpisah sesuai tingkat keradioaktifannya. Limbah dengan tingkat keradiokativan
yang tinggi akan ditampung di dalam tangki tahan korosi dengan sistem ventilasi
dan pendinginan, untuk limbah dengan tingkat keradioaktifan yang sedang
ditampung dalam tangki tahan korosi biasa, sedangkan yang rendah ditampung
dalam kolam beton.
Limbah radioaktif berbentuk padatan harus dikumpulkan secara terpisah
antara yang dapat dibakar dan yang tidak dapat dibakar. Untuk limbah radioaktif
yang dapat dibakar, limbah dimasukkan ke unit tangki pembakar dan dibakar
sempurna kemudian abu hasil pembakaran ditempatkan ke unit sementasi.
Sedangkan limbah yang tidak dapat dibakar diremukkan dahulu dengan shrudder
dan hasilnya dimampatkan dengan compactor lalu disimpanke dalam wadah yang
aman dan disemen.
Pengolahan limbah radioaktif ke lingkungan harus dicegah dan ditekan
serendah mungkin. Sehingga effluent dari tangki dispersi didestilasi agar dapat
digunakan lagi sebgai air proses dan hasil pengolahan limbah yang berupa semen
dapat ditanam di dalam tanah dengan kedalaman yang stabil dilihat dari segi
geologi dan lingkungan.
Usaha yang dapat digunakan untuk pengelolaan limbah radioaktif juga yaitu
mengembalikaan zat radioaktif ke dalam bumi dalam bentuk mineral.
BAB III
PENUTUP
3.1.
Kesimpulan
1. Bahan radiaktif dapat digunakan untuk kehidupan manusia di beberapa bidang
seperti bidang kedokteran, bidang pertanian, bidang industri, bidang arkeologi, bidang
pertambangan, dan bidang seni.
 Sifat dan karakteristik dari bahan radioaktif :
 Dapat menembus kertas atau lempengan logam tipis.
 Dapat mengionkan gas yang disinari.
 Dapat menghitamkan pelat film.
 Menyebabkan benda-benda berlapis ZnS dapat berpendar (fluoresensi).
 Dapat diuraikan oleh medan meagnet menjadi tiga berkas sinar, yaitu alfa,
beta, dan gamma.
 Radiasi-radiasi mempunyai daya tembus yang tinggi, radiasi-radiasi itu
mempengaruhi plat-plat fotografik, menyebabkan sintilasi pada layar-layar
yang floresen, menimbulkan panas dan menghasilkan perubahan-perubahan
kimia.
 Bila radiasi dipancarkan habis, maka terbentuklah elemen-elemen baru yang
biasanya juga bersifat radioaktif.
 Pemancaran dari radiasi-radiasi adalah spontan.
 Pemancaran tidak segera, tetapi dapat meliputi suatu periode waktu.
3. Unit satuan yang biasa digunakan bahan radioaktif , untuk satuan internasional
dalam peluruhan radioaktif ialah becquerel (Bq)
4. Dampak radiasi bahan radiaktif bagi manusia dan lingkungan
 Dampak radioaktif bagi manusia : membunuh sel yang ada di dalam tubuh dan
kerusakan diakibatkan
adanya radiasi.
Yodium
dapat
menyebabkan
menumpuknya kelenjar tiroid dan juga dapat menimbulkan kanker tiroid.
Radiasi terhadap DNA dapat menimbukna kelainan genetik dan kanker.
 Dampak radiaktof bagi lingkungan : limbah radiaktif yang masuk ke
lingkungan akan meracuni makhluk hidup melalui rantai makanan sehingga
menyebabkan organisme terpapar oleh zat beracun.
5. Penanganan residu/limbah bahan radioaktif
 Pengenceran dan dispersi untuk limbah dengan aktivitas rendah
 Penundaan dan peluruhan untuk limbah berumus pendek
 Pemampatan untuk limbah dengan aktivitas sedang dan tinggi
 Pewadahan
3.2.
Saran
1)
Penanganan limbah radioaktif lebih diperhatikan secara khusus terutama dalam
pewadahan agar tidak mencemari lingkungan dan menyebabkan adanya
penyakit bagi masyarakat
2)
Adanya regulasi atau hukum yang ketat terhadap limbah radio aktif yang
dibuang ke lingkungan tanpa adanya pengolahan
3)
Meningkatkan usaha dalam mengembalikaan zat radioaktif ke dalam bumi
dalam bentuk mineral.
DAFTAR PUSTAKA
Mahfuz T , 2018 . Diambil dari :
https://mystupidtheory.com/pengertian-dan-contoh-unsur-radioaktif/ ( Diakses
pada 28 Maret 2019 pukul 22.07)
IPTEK , 2015 . Diambil dari :
https://www.dw.com/id/bahaya-unsur-radioaktif/g-17877045 (Diakses pada 28
Maret 2019 pukul 21.09)
Vinny Aldona , 2010 . Diambil dari :
https://www.academia.edu/5210864/DAMPAK_RADIOAKTIF (Diakses pada
27 Maret 2019 pukul 14.30 )
Download