Ukuran tingkat kematian yang paling mudah dipahami adalah angka kematian kasar(CDR) yang menunjukkan banyaknya kematian per seribu penduduk. Tetapi ukuran ini adalah ukuran kasar, sebab angka kematian tidak sama menurut kategori (seperti umur) yang berbeda. Bayi atau penduduk lanjut usia jelas mempunyai risiko kematian yang lebih besar dari pada penduduk pada umur-umur lainnya. Atas pertimbangan itu ukuran kematian yang disajikan adalah yang lebih “halus” dalam arti lebih baik mencerminkan angka kematian penduduk yang sesungguhnya. Ukuran itu adalah angka kematian bayi dan angka harapan hidup (waktu lahir). Kedua ukuran ini mencerminkan tingkat kesejahteraan umum dalam arti yang luas. Karenannya ukuran itu boleh dikatakan menggambarkan hasil perjumlahan (resultant) dari keberhasilan program pembangunan di semua sector. Angka kematian bayi yang pada tahun 1980 telah lebih rendah dalam sekala nasional menjadi lebih tinggi pada tahun 1985, sedangkan angka harapan hidupnya untuk tahun 1980 dan tahun 1985 keduanya lebih rendah daripada angka rata-rata nasional. Walaupun demikian kecenderungannya membaik dalam kurun 1980-85. Angka kematian bayi laki-laki, misalnya, turun dari 97 pada tahun 1980 menjadi 73 per 1000 kelahiran pada tahun 1985. Untuk menurunkan angka kematian bayi pada tingkat yang lebih rendah, dibutuhkan upaya yang lebih keras lagi.