RUKUN IMAN DAN HAL-HAL YANG MEMBATALKANNYA SERTA PENGARUH IMAN DALAM KEHIDUPAN KEL. 10 NAMA ANGGOTA: 1. SILFIA 2 . YO LA N DA T R ISY IA 117 51 2 019 5 2 PENGERTIAN RUKUN IMAN Istilah iman berasal dari Bahasa Arab dari kata dasar amana yu’minu-imanan. Artinya beriman atau percaya. Iman secara istilah ialah kepercayaan yang meresap ke dalam hati, dengan penuh keyakinan, tidak bercampur syak (ragu), serta memberi pengaruh bagi pandangan hidup, tingkah laku dan perbuatan seharihari. UNSUR-UNSUR IMAN 1. Iman kepada Allah. 2. Iman kepada Para Malaikat. 3. Iman kepada Kitab-Kitab Allah. 4. Iman kepada Para Rasul. 5. Iman kepada Hari Akhir. 6. Iman kepada Taqdir (Qadha dan Qadhar). CIRI-CIRI ORANG BERIMAN 1. Mereka menjadikan Allah dan Rasul-Nya lebih mereka cintai daripada anak,isteri,harta benda dan segalanya. 2. Orang yang beriman tidak akan izin untuk tidak ikut berjihad. 3. Mereka selalu mendengar dan taat jika Allah dan rasul-Nya memanggil mereka untuk melaksanakan suatu perbuatan. 4. Mereka menjadikan Rasul sebagai hakim dlm setiap persoalan/ permasalahannya. 5. Mereka memiliki iman yg mantap, tidak dicampuri dgn keraguraguan sedikitpun dan keimanannya dibuktikan dengan berjihad di jalan Allah dgn harta & jiwanya. 6. Mereka taat kepada Allah,rasul-Nya, dan ulil amri serta mengembalikan seluruh persoalan yg mereka perselisihkan kepada Al-Qur’an dan Sunnah rasulullah. 7. Apabila dibacakan ayat-ayat Allah kepada mereka maka hatinya bergetar, imannya bertambah, tetap menjalankan shalat, berzakat. 8. Cinta kepada Allah, bersikap lemah lembut terhadap sesama muslim dan tegas kepada kaum kafir. 9. Mereka tidak mempunyai pilihan lain terhadap apa yang telah ditetapkan oleh Allah dan rasul-Nya, kecuali hanya taat,tunduk dan berserah diri kepada-Nya. HAL-HAL YANG MEMBATALKAN/MERUSAK KEIMANAN 1.Syirik. 2.Melakukan sihir. 3.Memakan harta riba. 4.Membunuh jiwa manusia. 5.Memakan harta anak yatim. PENGARUH IMAN DALAM KEHIDUPAN 1. Menjauhkan seseorang dari perbuatan maksiat 2. Menjauhkan diri dari perbuatan ma’siat 3. Menghiasi diri orang yang beriman dengan budi pekerti yang baik, jauh dari kehidupan dan hal-hal yang tidak berguna. 4. Menjadi sumber ketenangan dan kedamaian bagi setiap orang. 5. Sucinya hati dan kejernihan jiwa dari persangkaan-persangkaan, khurafat dan takhayul. 6. Menampakkan kemuliaan (izzah) dan kekebalan (mana’ah). 7. Berhias dengan akhlak mulia. 8. Bersemangat, giat serta rajin bekerja.