Eksperimen Kuasi Wahyuddin Pendahuluan 2 Pendahuluan • Randomized control/clinical trial (RCT) —> desain optimal tes hipotesis efek sebab akibat • Tidak selalu memungkinkan dilakukan dalam “situasi klinis” • Spesifikasi kriteria inklusi & ekslusi —> menurunkan aspek “generalisasi” & pembatasan subjek 3 Mengapa Eksperimen Kuasi? • Merepresentasikan kontribusi penting terkait penelitian klinis • Akomodasi keterbatasan setting klinis pada RCT EksperimenKuasi • Struktur= desain eksperimental, tanpa randomisasi • Alternatif RCT —> peneliti mengontrol karakteristik, protokol, dan “blinding” sebanyak mungkin • Bias > One Group Designs (One Group Pretest-Posttest Design) 6 One Group Designs (One Group Pretest-Posttest Design) • Pengukuran sebelum & sesudah treatmen pada 1 grup • Efek treatmen ditentukan melalui pengukuran perbedaan skor sebelum & sesudah treatmen • IV= waktu (2 level, pre & post test) • Treatmen bukan IV = semua subjek menerima intervensi 7 One Group Designs (One Group Pretest-Posttest Design) • Peneliti melihat peningkatan pada variabel outcome & menarik kesimpulan • Desain lemah karena tanpa grup pembanding —> terkait tingkat hubungan IV & DV yang bebas dari efek extraneous (internal validity) • Walaupun terlihat perubahan pada DV, dapat terjadi akibat selama “time frame” terjadi perubahan 8 One-Way Repeated Measures Design Over Time 9 One-Way Repeated Measures Design Over Time • Terkait efek treatmen dengan faktor fisiologi & psikologi selama waktu penelitian • Perpanjangan pretest-posttest design untuk melihat trend • Pengukuran berulang pada DV • IV=waktu 10 Time Series Design 11 Time Series Design • Berdasarkan aplikasi pengukuran berulang • Dapat dilakukan pada studi intervensi komunitas, perubahan kebijakan & analisis perilaku pada subjek tunggal 12 Multigroup Design (Nonequivalent Pretest-Posttest Control Group Design) 13 Multigroup Design (Nonequivalent Pretest-Posttest Control Group Design) • = pretest-posttest experimental design, kecuali subjek tidak dirandom • Dapat berupa 1 grup treatmen & 1 grup kontrol atau multi grup treatmen & grup kontrol • Skor pretest digunakan untuk asumsi ekuivalensi DV berdasarkan rata skor & pengukuran variabilitas 14 Nonequivalent Posttest-Only Control Group Design 15 Nonequivalent Posttest-Only Control Group Design • Aspek interpretasi < terkait hanya pengukuran posttest • Dapat/tanpa grup kontrol • Pertimbangkan variabel yang dapat mempengaruhi outcome 16 Nonequivalent Posttest-Only Control Group Design • Identifikasi & analisis confounding factors terkait DV (mis: pada rehab jantung pertimbangkan usia, pendidikan, pekerjaan dll) • Desain lemah: tidak ada evidence terkait ekuivalensi grup sebelum treatmen 17 Terima Kasih