Uploaded by Tri Ayu Lestari

Analisis Model Sand Transport di Tanjung Bonang

advertisement
Surface Elevation
Time Series Surface Elevation
Pasang Tertingg (Time Step 19)
Surut Terendah (Time Step 5)
Signifikan Wave Height
Time Series
Dominan Tertinggi (Time Step 52)
Pasang Tertinggi
Surut Terendah
Sand Transport
Total Load X- Component
Pasang Tertinggi
Surut Terendah
`
Gelombang Tertinggi
Total Load Y- Component
Pasang Tertinggi
Gelombang Tertinggi
Bed Level
Surut Terendah
Pasang Tertinggi
Gelombang Tertinggi
Surut Terendah
Pemodelan dilakukan untuk 7 hari yang memiliki pasang tertinggi di Time Step ke 19 dan
surut terendah di Time Step ke 5 serta dominan gelombang terbesar pada Time Step ke 52. Hasil Sand
Transport terdapat pergerakan sand transport vertikal dan horizontal (Bed Load X/Y Components),
dari hasil tersebut dikaitkan saat pasang tertinggi, surut terendah, dan dominan gelombang terbesar
serta arah vektornya.
Total Load di X Components yaitu secara horizontal terjadi di Timur hingga Tenggara
perairan. Pergerakan Pasang ke arah Timur dan sebaliknya surut ke arah Barat, namun untuk Sand
Transport dominan terjadi ke arah Selatan, daerah yang dekat dengan daratan. Hal tersebut terlihat
saat gelombang tertinggi, serta vektor sebagai petunjuk pergerakan pun banyak pada garis-garis pantai
yang menandakan ketidakstabilan sedimen pada daerah tersebut. Berdasarkan hasil yang diperoleh,
yang paling mempengaruhi sand transport ialah gelombang besar, bukan pasang tertinggi dan surut
terendah.
Hal demikian berbeda dengan yang terjadi pada Total Load di Y Components (secara
horizontal). Total Load Sand Transport dominan terjadi pada ujung Utara dan Selatan, dan sangat
kecil terjadi saat Surut Terendah. Saat Surut Terendah permukaan air yang rendah memungkinkan
sedimen sulit untuk tertransportkan, sedangkan saat pasang tertinggi sangat dimungkinkan karna
elevasi muka air yang maksimum. Saat Pasang Tertinggi, sand transport secara vertikal terjadi pada
ujung utara dan ujung selatan, dimungkinkan dekat dengan perairan lepas dimana kedalaman lebih
dari 12 meter sand transport mejadi lebih mudah di transportkan, dan diarah Selatan yang dekat
dengan garis pantai, hal ini dapat dimungkinkan karna bentuk garis pantai yang berkelok-kelok
(Pelabuhan Tanjung Bonang) walaupun kedalamannya hanya berkisar 1 meter namun terjadi
ketidakstabilan pada Pelabuhan tersebut. Sand Transport secara vertikal ini sangat terlihat saat
gelombang perairan sedang terbesar (Time Step 52) dan hanya terjadi pada Ujung Selatan dan Utara,
sedangkan di tengah daerah Boundary (daerah kajian) arah Timur dan Barat sangat kecil terjadi sand
transport vertikal.
Bed level sedimen ialah nilai dasar dari sedimen, namun pada pemodelan dan perairan dan
umumnya terjadi tidak begitu signifikan dan perubahan terjadi sangat kecil atau bahkan tidak ada
perubahan yang terjadi. Hal ini dimungkinkan saat pemodelan nilai yang dimasukan ialah Sand yang
tidak mudah berubah dan memiliki kestabilan tidak seperti mud atau lebih halus daripada itu, Hal
demikian sangat terlihat dihasil pemodelan saat Pasang Tertinggi, Surut Terendah, Dominan
Gelombang Terbesar. Pergerakan vektor Bed Level dominan kearah garis pantai, dan vektor semakin
banyak saat berada di garis pantai. Hal ini menunjukan perubahan bed level selalu menuju garis
pantai, dimana garis pantai memiliki dinamika dan perubahan yang dominan.
Download