Uploaded by andikanaoval12

LAPORAN

advertisement
LAPORAN
PENGENALAN LAPANGAN PERSEKOLAHAN (PLP)
TAHUN AKADEMIK 2018/2019
DI SMA 2 KUDUS
Oleh:
Nama
: Erlita Safitri
NIM
: 201532078
PENDIDIKAN BAHASA INGGRIS
FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN
UNIVERSITAS MURIA KUDUS
2018
HALAMAN PENGESAHAN
Laporan Pengenalan Lapangan Persekolahan di SMA 2 Kudus telah diterima dan
disahkan oleh Guru Pamong Sekolah SMA 2 Kudus dan Dosen Pembimbing
Lapangan pada:
Hari
: Kamis
Tanggal
: 02 Agustus 2018
Mengetahui dan Mengesahkan
Dosen Pembimbing Lapangan
Guru Pamong
Drs. Muh. Syafei, M.Pd
Drs. Thomas Gideon S. W.
Dekan FKIP UMK
Kepala Sekolah
Dr. Slamet Utomo, M.Pd
Drs. Sri Haryoko, M.Pd
NIP. 19621219 198703 1 015
NIP. 196007101985011044
KATA PENGANTAR
Puji syukur kehadirat Allah SWT, yang telah melimpahkan rahmat dan hidayahNya, sehingga penulis mampu untuk menyusun dan menyelesaikan laporan ini
dengan baik. Laporan ini disusun sebagai rangkaian dari kegiatan Pengenalan
Lapangan Persekolahan (PLP) yang dilaksanakan di SMA 2 Kudus pada tanggal
31 Juli 2018 sampai dengan tanggal 19 Oktober 2018.
Penulis menyadari bahwa pelaksanaan PLP merupakan salah satu kegiatan yang
penting bagi mahasiswa praktikan Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan di
Universitas Muria Kudus (FKIP-UMK) untuk mengaplikasikan ilmu yang telah
didapat secara teoritis dari perkuliahan ke dalam proses pengajaran Bahasa Inggris
di sekolah. Sebagai tindak lanjut dari kegiatan PLP, maka perlu disusun laporan
yang menggambarkan tentang pelaksanaan kegiatan tersebut.
Kegiatan PPL ini dapat terlaksana dengan lancar berkat bantuan dari berbagai
pihak terkait. Oleh karena itu, dengan rasa hormat, penulis ingin menyampaikan
rasa terima kasih kepada:
1. Dr. Slamet Utomo, M.Pd., selaku Dekan Fakultas Keguruan dan Ilmu
Pendidikan Universitas Muria Kudus.
2. Nuraeningsih, S.Pd, M.Pd., selaku Ketua Program Studi Pendidikan
Bahasa Inggris.
3. Drs. Muh. Syafei, M.Pd., selaku Dosen Pembimbing Lapangan di SMA 2
Kudus.
4. Drs. Sri Haryoko, selaku Kepala Sekolah SMA 2 Kudus yang telah
berkenan memberikan kesempatan dalam pelaksanaan PLP.
5. Drs. Thomas Gideon S. W.., selaku Guru Pamong yang senantiasa
membimbing dan mengarahkan praktikan selama pelaksanaan PLP.
6. Bapak dan Ibu guru beserta seluruh karyawan SMA 2 Kudus yang telah
membantu kelancaran pelaksanaan PLP.
7. Siswa-siswi SMA 2 Kudus kelas XI MIA 3 dan XI MIA 4 yang telah
berperan aktif dalam setiap pembelajaran.
8. Rekan-rekan mahasiswa PLP FKIP di SMA 2 Kudus.
Demikianlah laporan PLP yang telah disusun, semoga dapat bermanfaat
bagi semua pihak. Penulis dengan senang hati akan menerima segala kritik dan
saran yang bersifat membangun.
Kudus, 23 Oktober 2018
Penyusun
Erlita Safitri
DAFTAR ISI
HALAMAN JUDUL
HALAMAN PENGESAHAN
KATAPENGANTAR
DAFTAR ISI
BAB I PENDAHULUAN
A. Pengertian Pengenalan Lapangan Persekolahan(PLP)
B. Tujuan dan Sasaran Pengenalan Lapangan Persekolahan (PLP)
1. Tujuan Pengenalan Lapangan Persekolahan (PLP)
2. Sasaran Pengenalan Lapangan Persekolahan (PLP)
C. Gambaran Umum Sekolah Pengenalan Lapangan Persekolahan (PLP)
1. Kelembagaan Sekolah5
2. Sejarah dan Perkembangan SMA 2 Kudus
3. Keadaan Fisik SMA 2 Kudus
4. Visi, Misi, dan Tujuan SMA 2 Kudus
5. Administrasi dan Pengelolaan Sekolah
6. Keadaan Guru dan Siswa
7. Keadaan Lingkungan SMA 2 Kudus
8. Interaksi Sosial di SMA 2 Kudus
9. Sarana dan Prasarana SMA 2 Kudus
10. Perpustakaan SMA 2 Kudus
BAB II KEGIATAN PENGENALAN LAPANGAN PERSEKOLAHAN
A. Kegiatan Orientasi, Koordinasi, dan Observasi
B. Kegiatan Praktik Mengajar
1. Penerimaan Tugas
2. Penyusunan Persiapan Pengajaran
3. Praktik Belajar dan Mengajar di Kelas
C. Keterlibatan Kegiatan Luar Pengajaran di Sekolah
BAB III PENUTUP
A. Kesimpulan
B. Saran
LAMPIRAN-LAMPIRAN
DAFTAR PUSTAKA
DAFTAR LAMPIRAN
1. Struktur Organisasi SMA 2 Kudus.
2. Kalender Pendidikan SMA 2 Kudus.
3. Data pendidik dan tenaga kerja.
4. Data siswa tahun ajaran 2018/2019.
5. Tata tertib guru, TU, dan karyawan SMA 2 Kudus.
6. Tat tertib siswa.
7. Denah SMA 2 Kudus.
8. Jadwal Pelajaran SMA 2 Kudus.
9. Silabus.
10. Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) praktikan.
11. Lembar hasil observasi.
12. Jadwal mengajar mahasiswa praktikan.
13. Jurnal mengajar mahasiswa praktikan.
14. Jurnal kegiatan praktikan.
15. Daftar nilai siswa.
16. Daftar hadir dosen pembimbing PLP.
17. Rekap daftar kehadiran mahasiswa PLP UMK 2018/2019.
18. Dokumentasi.
BAB I
PENDAHULUAN
A. PENGERTIAN PENGENALAN LAPANGAN PERSEKOLAHAN
(PLP)
Peraturan Pemerintah No. 19 Tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan
pada Bab VI pasal 3, telah menegaskan tentang kompetensi pendidik dan tenaga
kependidikan. Kompetensi tersebut meliputi:
1.
2.
3.
4.
Kompetensi Pedagogik.
Kompetensi Kepribadian.
Kompetensi Profesional.
Kompetensi Sosial.
Oleh karena itu, para guru harus mendapatkan bekal yang memadai agar dapat
menguasai sejumlah kompetensi yang diharapkan tersebut, baik melalui
serangkaian pelatihan. Salah satu bentuk latihan calon guru tersebut adalah
melalui pembentukan kemampuan dasar mengajar (teaching skill) baik secara
teoritis maupun praktis. Secara praktis, bekal kemampuan mengajar dapat
dilatihkan melalui kegiatan praktik pengajaran langsung. Oleh karena itu, calon
tenaga pendidik harus berusaha menambah pengalaman sebagai bekal terjun
langsung pada kancah yang sebenarnya.
Untuk itu, sesuai pada kurikulum Peogram Studi Pendidikan Bahasa Inggris tahun
2015 tentang Pelaksanaan Pengenalan Lapangan Persekolahan, Program Studi
Pendidikan Bahasa Inggris, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas
Muria Kudus, merupaka mata kuliah yang wajib ditempuh oleh mahasiswa yang
telah memenuhi persyaratan dan pelaksanaannya dilakukan di sekolah-sekolah.
Berdasarkan Buku Pedoman PLP FKIP UMK tahun 2018, PLP merupakan suatu
program pelatihan bagi mahasiswa untuk meneraplam teori dan keilmuan
pendidikan dan pengajaran bahasa Inggris secara langsung di hadapan siswasiswa dan guru beserta staf administrasi di lingkungan Sekolah Menengah Atas
(SMA), Sekolah Menengah Kejuruan (SMK), atau Madrasah Aliyah (MA).
Sasaran yang ingin dicapai adalah kepribadian calon pendidik yang memiliki
seperangkat pengetahuan, keterampilan, nilai dan sikap, serta pola tingkah laku
yang diperlukan bagi profesinya serta cakap dan tepat menggunakannya di dalam
menyelenggarakan pendidikan dan pengajaran, baik di sekolah maupun di luar
sekolah. (Oemar Hamalik, 2009: 171-172).
Mata kuliah PLP mempunyai sasaran masyarakat sekolah, baik dalam kegiatan
yang berkaitan dengan pembelajaran maupun kegiatan yang mendukung
pembelajaran. PLP diharapkan dapat memberikan pengalaman belajar bagi
mahasiswa, terutama dalam pengalaman mengajar, memperluas wawasan, melatih
dan mengembangkan kompetensi yang diperlukan dalam bidangnya,
mengingkatkan keterampilan, kemandirian, tanggung jawab, dan kemampuan
dalam memecahkan masalah.
B. TUJUAN
DAN
SASARAN
PENGENALAN
PERSEKOLAHAN (PLP)
1. Tujuan Pengenalan Lapangan Persekolahan (PLP)
LAPANGAN
Pengenalan Lapangan Persekolahan (PLP) dimaksudkan sebagai media bagi
mahasiswa unutk mempraktikkan penguasaan materi pendidikan dan pengajaran
dan unutk mendapatkan pengalaman mengajar dan mendidik siswa secara
lansgung sebelum mahasiswa benar-benar terjun menjadi pendidik dan pengajar.
Secara khusus kegiatan PLP ini bertujuan untuk:
1. Membimbing dan membekali mahasiswa dalam mempersiapkan kelengkapan
yang diperlukan dalam pross pendidikan dan pengajaran bahasa Inggris yang
meliputi antara lain: pembuatan RPP (Rencana Persiapan Pembelajaran), SAP
(Satuan Acara Pelajaran), Student Worksheet, Program Tahunan (Prota),
Program Semester (Promes), pemilihan media pembelajaran, metode
pengajaran, sumber belajar, dan sebagainya.
2. Membimbing dan membekali mahasiswa agar mampu melakukan proses
pendidikan dan pengajaran bahasa Inggris sesuai dengan persiapan yang telah
mereka susun sebelumnya.
3. Menguatkan penguasaan materi pendidikan dan pengajaran bahasa Inggris
mahasiswa.
4. Melatih kesiapan mental mahasiswa dalam proses pendidikan dan pengajaran
bahasa Inggris.
5. Memberikan pengalaman awal bagi mahasiswa terutama bagaimana menjadi
pendidik dan pengajar bahasa Inggris yang baik.
Kemudian, secara umum Pengenalan Lapangan Persekolahan berfungsi sebagai
ajang latihan mahasiswa untuk menerapkan teori-teori yang telah diperoleh
selama di bangku kuliah agar dapat dipraktikkan secara langsung untuk
mengetahui dan meningkatkan kualitas calon guru.
2. Sasaran Pengenalan Lapangan Persekolahan (PLP)
Adapun sasaran program Pengenalan Lapangan Persekolahan (PLP) ini adalah
mahasiswa FKIP Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris yang:
1. Telah mengambil dan lulus dengan nilai minimal C mata kuliah sebagai
berikut:
a. Teaching English as Additional Language (TEAL).
b. Speaking for Instructional Purposes (SIP).
c. Microteaching.
2. Telah sedikitnya menempuh dan lulus 120 sks atau mahasiswa transfer yang
memenuhi persyaratan nomor 1.
3.
a.
b.

Sanggup menaati tata tertib PLP, antara lain:
Menjaga dan menjunjung tinggi nama baik almamater.
Mahasiswa harus menaati aturan berpakaian yang berlaku:
Secara umum, mahasiswa harus mengenakan baju atas warna putih, baju bawah
warna hitam, sepatu formal lengkap, dan jas almamater.
 Secara khusus, mahasiswa mengikuti aturan berpakaian yang berlaku di
sekolah/madrasah tempat PLP setempat.
c. Mahasiswa (laki-laki) tidak diperbolehkan berambut panjang (gondrong).
d. Menaati peraturan-peraturan lain yang berlaku di sekolah/madrasah tempat
PLP, seperti kehadiran di sekolah/madrasah dan sebagainya.
Diharapkan mahasiswa FKIP UMK selaku praktikan memiliki seperangkat
pengetahuan, sikap dan keterampilan sebagai guru yang menguasai seluruh
kompetensi yang dibutuhkan baik secara professional, personal maupun individu.
Untuk tahun pelajaran 2018/2019 ini, Pengenalan Lapangan Persekolahan tidak
hanya dilaksanakan di sekolah-sekolah di kabupaten Kudus, tetapi juga di
kabupaten Jepara dan Pati. Pada setiap praktik mengajar mahasiswa praktikan
mengajar di kelas X, XI. Salah satu sekolah yang menjadi sasaran program PLP
FKIP UMK adalah SMAN 2 Kudus.
Persiapan Pengenalan Lapangan Persekolahan sangat diperlukan untuk
membekali mahasiswa ketika terjun di lapangan yang sesungguhnya. Sebelum
mahasiswa diterjunkan di sekolah-sekolah, terlebih dahulu diadakan sosialisasi
kampus yang dikoordinir oleh unit program pengalaman lapangan fakultas.
Sedangkan di sekolah, meliputi kegiatan orientasi sekolah, adminsitrasi,
personalia, dan sebagainya. Kegiatan ini dilanjutkan dengan pengajaran yang di
dampingi oleh masing-masing guru pamong.
C. GAMBARAN UMUM SEKOLAH PENGENALAN LAPANGAN
PERSEKOLAHAN (PLP)
1. Kelembagaan Sekolah
1. Nama Sekolah
SMA NEGERI 2 KUDUS
Nomor
Statistis 301031902020
Sekolah (NSS)
Nomor
Pokok 20317501
Sekolah Nasional
(NPSN)
Tipe Sekolah
A
Status
Negeri
Status Akreditasi
A
Nilai Akreditasi
96.00
2. Alamat Sekolah
Jalan
Jl. Raya Ganesha 1 Purwosari
Desa/Kelurahan
Purwosari
Kecamatan
Kota
Kabupaten
Kudus
Provinsi
Kode Pos
Telepon/Fax
Website
E-mail
Jawa Tengah
59316
(0291) 431630
sman2kudus.sch.id
[email protected]
2. Sejarah dan Perkembangan SMAN 2 KUDUS
SMA N 2 Kudus didirikan melalui Keputusan Menteri Pendidikan dan
Kebudayaan Republik Indonesia Nomor 0591/O/1991 tanggal 5 September 1991
dengan nama SMAN 4 Kudus. Pada tahun 1997 berganti nama menjadi SMUN 2
Kudus dan pada tahun 2003 berganti nama menjadi SMAN 2 Kudus.
Pada periode pertama pengelolaan SMA 4 Kudus dipimpin oleh Bapak Drs.
Sugeng Ismohandojo (5 September 1991 – Juli 1993) dengan jumlah guru 18
orang, karyawan 9 orang dan 336 siswa (7 rombongan belajar) dengan
menggunakan fasilitas gedung SPG.
Kepemimpinan SMA 4 Kudus dilanjutkan oleh Drs. Pahyono pada Juli 1993 –
Februari 2003, selanjutnya Februari 2003 – Juni 2004 plt kepala sekolah diampu
oleh Ali Zuhdi, S.Pd. dan Drs. Basuki Purboyoso, Drs. H. Soemidjan diangkat
sebagai kepala sekolah (Juni 2004 – Juni 2005). Dilanjutkan plt kepala sekolah
Drs. H. Su’ad, M.Pd. (Juni 2005 – 1 Mei 2006) dan diganti oleh Drs. M. Zainuri,
M.Si. (Mei 2006 – Mei 2014), kemudian diganti Drs. Sri Haryoko (Mei 2014 –
sekarang).
Dalam perkembangannya mulai tahun 2006 oleh Dinas Pendidikan Pemuda dan
Olahraga SMA 2 Kudus diberikan kepercayaan untuk mengembangkan diri
sebagai sekolah berwawasan seni budaya. Kepercayaan yang luar biasa tersebut
ditindaklanjuti dengan berbagai kegiatan dan pemenuhan fasilitas yang
menunjang sehingga pada tahun 2007, SMA 2 Kudus mewakili Kudus
mementaskan garapan Tari Ampyang Maulid di Taman Mini Indonesia Indah
(TMII) anjungan Jawa Tengah (21 Oktober 2007) dan anjungan Kudus di
Maerokoco Semarang dengan garapan Tari Prosesi Buka Luwur Kanjeng Sunan
Kudus (28 Oktober 2007).
Pada tahun pelajaran 2007/2008 SMAN 2 Kudus dtetapkan sebagai Rintisan
Sekolah Kategori Mandiri (RSKM/RSSN) oleh Direktorat Pembinaan SMA
Ditjen Manajemen Dikmen Depdiknas dengan kucuran dana Rp 100.000.000,untuk tahun 2007/2008 dan 2008/2009 sedangkan 2009/2010 Rp 50.000.000,-.
Sesuai dengan peraturan menteri pendidikan nasional sekolah wajib memenuhi 8
standar nasional pendidikan (SNP) SMAN 2 Kudus berbenah menyesuaikan dan
melengkapi sebagaimana yang dipersyaratkan oleh permendiknas tersebut antara
lain jumlah siswa 32 perrombel, laboratorium (bahasa, fisika, kimia, biologi, dan
2 TIK), jumlah rasio siswa dan urinoir 1:30 siswa putri dan 1:40 siswa putra.
Bahkan proses pembelajaran di kelas berbasi ICT.
Pada tahun 2009/2010 menjalin hubungan kerjasama dengan Community College
(CC) dan Carier Center (CC) Wisuda Karya dengan mengirimkan peserta didik
sejumlah 16 siswa untuk mengikuti kegiatan kegiatan bidang otomotif dan 5 siswa
dalam bidang audio video.
Pada tahun 2010/2011 melalui kerjasama Dikpora Kab Kudus dan yayasan Surya
Institute nomor 421/1033/0303/2010 dan 001/MOU/SI.KDS/IV/2010 tanggal 20
April 2010 SMAN 2 Kudus dipercaya membuka 2 kelas unggulan di bawah
binaan Prof. Yohannes Surya (Yayasan Surya Institute).
Pada tahun pelajaran 2010/2011 SMAN 2 Kudus merintis menjadi ‘sekolah
model’ sebagaimana yang dikembangkan oleh direktorat pembinaan SMA
Kemendiknas. Sekolah model merupakan pengembangan dari sekolah yang sudah
memenuhi 8 standar nasional pendidikan baik itu RSBI/RSKM/SKM dengan
pendidikan berbasis keunggulan local (PBKL) dan pengembangan ICT
(Information Communication Technology). PBKL yang dikembangkan di SMA 2
Kudus adalah budaya Jawa dan lingkungan hidup yakni mengembangkan seni
karawitan baik dengan gamelan peralatan tradisional maupun dengan peralatan
modern (virtual gamelan), seni tari dan seni drama tradisional. Sedangkan
pengembangan ICT berupa penambahan fasilitas laboratorium TIK berjumlah 3
ruang, pusat sumber belajar, pembelajaran berbasi ICT (hotspot), program aplikasi
sekolah dengan smart akademik dimana terintegrasi antara finger print,
pengelolaan keuangan, kepegawaian, kesiswaan, sarana prasarana, perpustakaan,
pembelajaran di kelas, penilaian, ulangan interaktif, bahkan sms getaway.
3. Keadaan Fisik SMAN 2 KUDUS
SMA Negeri 2 Kudus berlokasi di Jl. Ganesha Purwosari, Purwosari, Kota Kudus,
Jawa Tengah 59316, dimana lokasi tersebut cukup strategis sehingga akses
menuju sekolah ini relatif mudah. Secara geografis letak SMAN 2 Kudus
berbatasan dengan:
1.
2.
3.
4.
Barat
Timur
Utara
Selatan
: Pemukiman Penduduk.
: Taman Ganesha.
: Lapangan HW dan Ruko-Ruko.
: UPTD Kesehatan Kabupaten Kudus.
4. Visi dan Misi SMA Negeri 2 Kudus
1. Visi SMA Negeri 2 Kudus
Terwujudnya sekolah berprestasi unggul, berketrampilan, berwawasan lingkungan
hidup dan seni budaya yang berlandaskan iman dan taqwa.
2. Misi SMA Negeri 2 Kudus
1. Menyelenggarakan kegiatan prosess belajar mengajar dan bimbingan secara
efektif dan efisien.
2. Menumbuhkan semangat berprestasi dan keunggulan pada seluruh warga
sekolah sehingga dapat memperkuat daya saing di tingkat regional, nasional
dan internasional.
3. Memberikan latihan dalam kegiatan ekstrakurikuler dan berbagai keterampilan
kepada seluruh warga sekolah.
4. Menumbuhkembangkan budaya tertib dan budaya belajar kepada seluruh
warga sekolah.
5. Memupuk dan mengembangkan bakat seni dalam rangka pelestarian budaya
daerah dan nasional.
6. Menumbuhkan penghayatan terhadap ajaran agama dan mendorong
pengamalan ibadah keagamaan bagi setiap warga sekolah dalam rangka
meningkatkan kualitas iman dan taqwa.
7. Menumbuhkembangkan budaya peduli lingkungan hidup (pencegahan
pencemaran, pencegahan kerusakan dan upaya pelestarian lingkungan) kepada
seluruh warga sekolah.
c. Tujuan SMA Negeri 2 Kudus
Sesuai dengan Visi dan Misi sekolah, maka tujuan yang akan dicapai SMAN 2
Kudus pada tahun pelajaran 2018/2019 sebagai berikut:
1. Meningkatkan perolehan nilai rata-rata pada ujian akhir nasional sebesar
0,5 dari input awal (rata - rata Nilai Ujian Nasional SMP)
2. Meningkatkan jumlah lulusan yang dapat diterima di perguruan tinggi
negeri baik melalui jalur bebas tes masuk perguruan tinggi maupun lewat
jalur tes (UMPTN).
3. Meningkatkan keterampilan dan kemampuan siswa berkomunikasi dengan
bahasa Inggris.
4. Memiliki sedikitnya dua tim olah raga juara tingkat kabupaten, yaitu tim
bola basket putra dan tim bola voli putri.
5. Memiliki kelompok siswa yang terampil dalam aplikasi program komputer
minimal Ms Office, Desain Grafis dan Multimedia serta program pascal.
6. Memiliki kelompok siswa karya ilmiah remaja (KIR).
7. Memiliki kelompok siswa yang siap mengikuti Olimpiade Sains Nasional
di tingkat kabupaten, provinsi, nasional dan internasional.
8. Menjaga dan meningkatkan kedisiplinan dan ketertiban sekolah.
9. Menyelenggarakan berbagai kegiatan keagamaan dan pengkajian ilmu
agama.
10. Meningkatkan minat siswa untuk memanfaatkan perpustakaan sebagai
sarana penunjang pendidikan.
5. Administrasi dan Pengelolaan Sekolah
Fungsi dan Tugas Sekolah
Sekolah merupakan lembaga pendidikan yang berfungsi sebagai unit teknisi
(UPT) pendidikan formal. Secara garis besar, sekolah memiliki tugas dan
tanggung jawab sebagai berikut:
 Melaksanakan pendidikan formal selama jangka waktu tertentu sesuai dengan
jenis, jenjang, dan sifat sekolah tersebut.
 Melaksanakan pendidikan dan pengajaran sesuai dengan kurikulum yang
berlaku.
 Melaksanakan Bimbingan dan Konseling bagi siswa di sekolah.
 Membina Organisasi Siswa Intra Sekolah (OSIS).
 Melakukan urusan tata usaha sekolah.
 Membina kerjasama dengan orang tua, masyarakat, dan dunia usaha.
 Bertanggung jawab kepada sekolah yang dipimpin oleh kepala sekolah.
b. Fungsi dan Tugas Pengelola Sekolah
Pengelola sekolah terdiri dari Kepala Sekolah, Wakil Kepala Sekolah, Guru, Tata
Usaha, dan pelaksana lainnya. Mereka mewakili tugas masing-masing yang antara
satu dengan yang lain dimaksudkan agar kegiatan disuatu sekolah dapat berjalan
dengan lancar, sehingga tujuan yang dimaksudkan dapat tercapai.
c. Fungsi dan Tugas Kepala Sekolah
Kepala sekolah memiliki peran sebagai:
 Edukator (melaksanakan KBM secara efektif dan efisien).
 Manajer (menyusun perencanaan, mengorganisasikan kegiatan, mengarahkan
kegiatan, mengkoordinasikan kegiatan, melaksanakan pengawasan, dan
mengadakan evaluasi).
 Administrator (melaksanakan administrasi sekolah).
 Supervisor (mengadakan pengawasan terhadap segala kegiatan sekolah baik
yang berkenaan dengan pembelanjaan keuangan, surat-menyurat, sarana dan
prasarana, laboratorium, pengembangan ketenangan dan iklm sekolah).
 Leader (melaksanakan kepemimpinan sekolah untuk mencapai tujuan
pendidikan).
 Motivator (memberikan dorongan dan semangat kepada segenap tenaga
kependidikan untuk melaksanakan tugas dan fungsinya guna mencapai tujuan
yang ditetapkan).
d. Fungsi dan Tugas Wakil Kepala Sekolah
Dalam menjalankan urusan-urusan yang berkenaan dengan sekolah, kepala
sekolah, dan wakil kepala sekolah yang terdiri dari empat bagian, yaitu:
1. Wakasek Bidang Kurikulum
Tugas wakil kepala sekolah bidang kurikulum adalah membantu kepala sekolah
dalam:
 Menyusun dan menjabarkan kalender pendidikan.
 Menyusun tugas pembagian guru dan jadwal pelajaran.
 Mengatur dan menyusun program pengajaran, program satuan pelajaran,
rencana pengajaran, dan penyesuaian kurikulum.
 Mengatur pelaksanaan kegiatan intrakulikuler dan ekstrakulikuler.
 Mengatur pelaksanaan program penilaian kriteria kenaikan program kelas,
kriteria kelulusan, dan pelaporan kemajuan belajar siswa serta pembagian rapot
dan STTB.
 Mengatur pelaksanaan program perbaikan dan pengayaan.
 Mengatur pemanfaatan lingkungan bagi sumber belajar.
 Mengatur perkembangan MGMP koordinator mata pelajaran.
 Mengatur mutasi siswa.
 Melakukan supervisi, administrasi, dan akademik.
 Menyusun laporan.
2. Wakasek Bidang Kesiswaan
Adapun tugas wakasek bidang kesiswaan antara lain:
 Mengatur program dan pelaksanaan Bimbingan dan Konseling.
 Mengatur dan menkoordinasikan 7K (kebersihan, keamanan, ketertiban,
kekeluargaan, kesehatan, dan kerindangan).
 Mengatur dan membina OSIS, meliputi; Kepramukaan, Palang Merah Remaja,
Usaha Kesehatan Sekolah, Patroli Keamanan Sekolah, dan Paskibraka.
 Menyusun program pesantren kilat.
 Mengatur program Latihan Kepemimpinan.
 Menyusun dan mengatur pelaksanaan pemilihan siswa teladan sekolah.
 Menyelenggarakan cerdas cermat.
 Menyeleksi calon untuk mendapatkan beasiswa (kerja sama dengan BK).
3. Wakasek Bidang Sarana dan Prasarana
Adapun tugas wakasek bidang Sarana dan Prasarana, antara lain:
 Merencanakan kebutuhan sarana dan prasarana untuk menunjang proses belajar
mengajar.
 Mengatur program pengadaannya.
 Mengatur pemanfaatan sarana dan prasarana.
 Mengolah perawatan, perbaikan, dan pengisian.
 Mengatur pembukuannya.
 Menyusun laporan.
4. Wakasek Bidang Hubungan Masyrakat
Wakasek bidang Hubungan Masyarakat membantu Kepala Sekolah dalam:
 Mengatur dan mengembangkan hubungan dengan komite sekolah dan peta
komite sekolah.
 Menyelenggarakan bakti sosial dan karya wisata.
 Menyelenggarakan pameran hasil pendidikan di sekolah (gebyar pendidikan).
e. Tugas Pokok Kepala Urusan Tata Usaha
Kepala TU mempunyai tugas untuk melaksanakan ketatausahaan dan bertanggung
jawab kepada kepala sekolah dalam kegiatan sebagai berikut:







Penyusunan program kerja.
Pengelolaan program sekolah.
Pengurusan administrasi ketenagaan dan kesiswaan.
Pembinaan karir pegawai TU sekolah.
Penyusunan administrasi sekolah.
Mengkoordinasikan dan melaksanakan 7k.
Penyusunan laporan kegiatan ketatausahaan secara berkala.
f. Tugas Guru
Tugas dan tanggung jawab guru meliputi:
 Membuat perangkat pengajaran AMP, Prota, Promes, Program Mingguan, PSP,
RPP.
 Melaksanakan kegiatan pembelajaran.
 Melaksanakan penilaian proses belajar, ulangan harian, dan ujian akhir.
 Melaksanakan hasil analisis ujian.
 Melaksanakan program perbaikan dan pengayaan.
 Mengisi daftar nilai siswa.
 Melaksanakan kegiatan membimbing (pengembangan, pengetahuan) dengan
guru lain dan proses KKMB.
 Membuat alat peraga.
 Menumbuhkembangkan sikap menghargai karya seni.
 Mengikuti pemasyarakatan kurikulum.
 Melaksanakan tugas tertentu di sekolah.
 Mengikuti perkembangan yang menjadi tanggung jawabnya.
 Membuat catatan tentang kemajuan hasil belajar siswa.
 Mengisi dan meneliti daftar hadir siswa sebelum memulai belajar.
 Mengatur kebersihan ruang kelas dan ruang praktikum.
 Mengumpulkan dan menghitung angka kredit untuk kenaikan pangkatnya.
g. Tugas Pokok Bimbingan dan Konseling
Tugas guru BK meliputi:
 Penyusunan program dan pelaksanaan Bimbingan dan Konseling.
 Koordinasi dengan wali kelas dalam rangka mengatasi masalah yang dihadapi
oleh siswa tentang kesulitan belajar.
 Memberikan layanan dan bimbingan kepada siswa agar lebih berprestasi dalam
KBM.
 Memberikan saran dan pertimbangan kepada siswa dalam memperoleh
gambaran tentang lanjutan pendidikan dan lapangan kerja yang sesuai.
 Mengadakan penilaian pelaksanaan Bimbingan dan Konseling.
 Menyusun statistik hasil penilaian evaluasi belajar.
 Menyusun dan melaksanakan program tindak lanjut Bimbingan dan Konseling.
 Menyusun laporan pelaksanaan Bimbingan dan Konseling.
h. Tugas Pokok Wali Kelas
Wali Kelas membantu Kepala Sekolah dalam:
 Pengelolaan Kelas.
 Penyelenggaraan administrasi kelas yang meliputi:
1. Denah tempat duduk.
2. Papan absensi siswa.
3. Daftar pelajaran.
4. Daftar piket kelas.
5. Daftar hadir siswa.
6. Buku agenda pembelajaran kelas.
7. Tata tertib siswa.
 Penyusunan pembuatan statistik bulanan siswa, berupa:
1. Penyusunan daftar kumpulan nilai (legger).
2. Pembuatan catatan khusus siswa.
3. Pencatatan mutasi siswa.
4. Pengisian buku laporan penilaian hasil belajar siswa.
5. pembagian laporan penilaian hasil belajar siswa.
i. Tugas Pokok Laboran
Tugas pokok Laboran antara lain:





Perencanaan pengadaan alat dan bahan laboratorium.
Penyusunan jadwal dan tata tertib penggunaan laboratorium.
Mengatur penyimpanan dan daftar alat-alat laboratorium.
Inventarisasi dan pengadministrasian peminjaman alat-alat laboratorium.
Menyusun laporan pelaksanaan kegiatan laboratorium.
j. Tugas Pokok Pustakawan
Tugas pokok Pustakawan meliputi:
 Perencanaan pengadaan buku-buku, bahan pustaka, media elektronika.
 Pengurusan pelayanan perpustakaan.
 Perencanaan pengembangan perpustakaan.
 Pemeliharaan dan perbaikan buku-buku, bahan pustaka, media elektronika.
 Inventarisasi dan perbaikan buku-buku, bahan pustaka, media elektronika.
 Melakukan layanan bagi siswa, guru, dan tenaga kependidikan lainnya serta
masyarakat.
 Penyimpanan dan perbaikan buku-buku, bahan pustaka, media elektronika.
 Menyusun tata tertib perpustakaan.
 Menyusun laporan pelaksanaan kegiatan perpustakaan secara berkala.
k. Tugas Pokok Layanan Teknis di Bidang Pertamanan/Kebun dan
Kebersihan (Tukang Kebun)
Tugas pokok Layanan Teknis di Bidang Pertamanan/Kebun dan Kebersihan
(Tukang Kebun) antara lain:














Mengusulkan alat-alat kebersihan.
Membersihkan ruang kepala sekolah, wakil kepala sekolah, ruang guru,
ruang TU, dan ruang kelas.
Membersihkan urinoir di ruang kepala sekolah, wakil kepala sekolah,
ruang guru, ruang TU, dan urinoir kelas.
Membuka dan menutup ekmbali ruang kepala sekolah, wakil kepala
sekolah, ruang guru, ruang TU, dan ruang kelas, serta pagar sekolah
sebelum dan setelah kegiatan sekolah selesai.
Mengusulkan alat-alat perkebunan.
Merencanakan distribusi, jenis, dan memilih tanaman.
Memotong rumput.
Menyiangi rumput liar.
Memupuk tanaman.
Memelihara dan memangkas tanaman.
Menjaga keindahan dan kebersihan tanaman serta lingkungan.
Merawat tanaman dan infrastruktur (pagar dan saluran air).
Merawat dan memperbaiki peralatan kebun.
Membuang sampah kebun dan lingkungan sekolah ke tempat
pembuangan.
6. Keadaan Guru dan Siswa SMAN 2 Kudus




Jumlah guru menurut mata pelajarannya. (terlampir)
Jumlah siswa dan sebarannya tiap kelas. (terlampir)
Jumlah staf TU dan karyawan. (terlampir)
Jenjang pendidikan terakhir kepala sekolah, guru, staf TU dan tenaga
kependidikan. (terlampir)
7. Keadaan Lingkungan SMAN 2 Kudus
Keadaan lingkungan sekolah atau tempat latihan meliputi hal-hal sebagai berikut:
a. Tingkat kebersihan
Tingkat kebersihannya, SMAN 2 Kudus sudah bersih dan berupaya untuk
menjaga kebersihan, dibuktikan dengan disetiap ruangan sudah ada tempat
sampah dan di halaman juga sudah disediakan tempat sampah yang sudah
diklasifikasi menurut jenis sampahnya (organik/anorganik). Sehingga tingkat
kebersihannya terjaga. Selain itu, siswa dibiasakan untuk membersihkan kelas
saat masuk dan pulang sekolah sesuai regu piket.
b. Kebisingan sekolah
Walaupun letaknya di pinggir jalan raya, namun suara kendaraan motor dan
mobiltidak terlalu bising, karena mobil yang melintas hanya mobil pribadi dan
jumlah kendaraan motor yang lewat juga tidak terlalu banyak, sehingga tidak
terlalu bising dan tidak mengganggu proses kegiatan belajar mengajar. Selain itu,
ruang kelas juga didesain tertutup sehingga suara dari luar kelas tidak akan mudah
terdengar.
c. Sanitasi
Sanitasi yang dilakukan oleh SMAN 2 Kudus sudah baik. Dapat dilihat dari
pembuatan taman-taman mini yang ada di depan kelas sebagai upaya pencegahan
polusi udara. Selain itu, adanya keran/tempat mencuci tangan di berbagai titik.
Yang terakhir adalah penggunaan air bersih di setiap tempat di SMAN 2 Kudus,
terutama air bak yang terdapat di setiap toilet siswa yang selalu terjaga
kebersihannya.
d. Jalan Penghubung dengan Sekolah
Letak sekolah yang strategis menyebabkan akses jalan yang mudah untuk
kendaraan pribadi atau umum. Sehingga banyak kendaraan umum yang melintasi
sekolah tersebut dengan baik. Jalan penghubung sekolah tersebut juga sudah baik,
tidak berlubang.
e. Masyarakat Sekitar
Masyarakat sekitar lingkungan sekolah adalah masyarakat yang bersih dan
kebanyakan masyarakatnya adalah wirausahawan. Masyarakat di sekitar SMAN 2
Kudus bukanlah masyarakat perumahan atau masyarakat pedesaan. Selain itu,
kegiatan pembelajaran yang sampai sore, sehingga jarang terjadi interaksi sosial
antara masyarakat sekitar SMAN 2 Kudus dengan masyarakat SMAN 2 Kudus
sendiri.
8. Interaksi Sosial di SMAN 2 Kudus
Setiap sekolah tentu memiliki interaksi sosial. SMAN 2 Kudus memiliki interaksi
sosial bagi semua personalnya. Secara umum, interaksi yang terjadi antar warga
sekolah di SMAN 2 Kudus sudah berjalan dengan baik. Sekolah sudah
membudayakan 3S yaitu senyum, salam, dan sapa di setiap kesempatan apabila
berjumpa dengan warga sekolah yang lain.
Berikut ini adalah kondisi interaksi sosial yang ada di SMAN 2 Kudus:
a. Hubungan kepala sekolah dengan guru
Hubungan antara kepala sekolah dengan guru terjalin dengan baik sehingga
tercipta suasana kekeluargaan di dalam sekolah tersebut.
b. Hubungan antara guru dengan guru
Hubungan antara guru dengan guru terjalin dengan baik sehingga tercipta
suasana kekeluargaan di salam sekolah tersebut.
c. Hubungan antara guru dengan siswa
Hubungan guru dengan siswa terjalin dengan baik dimana guru bisa
mengayomi siswanya dan mendekatkan diri dengan siswa-siswinya.
d. Hubungan antara siswa dengan siswa
Hubungan siswa dengan siswa pada umumnya berjalan dengan baik. Secara
keseluruhan hubungan siswa dengan siswa sudah sangat baik. Budaya 3S di
SMAN 2 Kudus sangat tercipta satu dengan yang lain.
e. Hubungan antara guru dengan TU
Hubungan guru dengan TU berjalan dengan baik sehingga dministrasi berjalan
dengan lancar.
f. Hubungan sosial secara keseluruhan
Secara keseluruhan, hubungan sosial di SMAN 2 Kudus terjalin dengan baik
dan harmonis. Terbukti dengan adanya rasa kekeluargaan yang terjalin erat
diantara personilnya. Selain itu, di SMAN 2 Kudus juga membudayakan
berjabat tangan setiap bertemu dengan seluruh warga sekolah.
9. Sarana dan Prasarana di SMAN 2 Kudus
Data inventaris yang dimiliki oleh SMAN 2 Kudus cukup lengkap. Secara umum,
ruangan-ruangan yang terdapat di SMAN 2 Kudus sangat layak untuk kegiatan
belajar mengajar. Hal tersebut dibuktikan dengan banyak bangunan yang nyaman
digunakna dalam kegiatan pembelajaran. Sehingga dengan ini diharapkan dapat
menambah motivasi siswa untuk belajar dan kenyamanan seluruh warga sekolah
dalam penggunaan ruangan-ruangan tersebut. SMAN 2 Kudus memiliki beragam
fasilitas yang semuanya dapat dipergunakan secara maksimal. Dengan jumlah
ruangan yang memadai serta jumlah siswa siswi yang sesuai dengan jumlah
ruangan yang ada, maka di SMAN 2 Kudus tidak terdapat pembagian jam proses
belajar mengajar (KBM), misalnya pembagian proses belajar mengajar pada pagi,
siang, ataupun sore hari. Semua tingkatan kelas (X, XI, XII) melakukan proses
belajar mengajar pada pagi sampai sore hari sesuai dengan jadwal yang ditentukan
oleh sekolah.
Berikut fasilitas yang ada di SMAN 2 Kudus:
1. Ruang Teori
SMAN 2 Kudus memiliki 33 ruang teori. Dalam ruang kelas terdapat meja dan
kursi siswa, meja kerja guru, lambang kenegaraan, bendera merah putih, gambar
presiden dan wakil presiden, papan absen/pengumuman, struktur organisasi kelas,
papan tulis, spidol, penghapus, layar proyektor, penggaris, jangka, busur, kipas
angin, sound system, dan alat kebersihan.
2. Laboratorium Bahasa
Ruang laboratorium bahasa terletak di depan laboratorium fisika. Dalam ruang
laboratoirum bahas aini terdapat meja kursi siswa, meja kerja guru, papan tulis,
spidol, penghapus, alat praktikan, jam dinding, LCD, serta sound system.
Laboratorium bahasa digunakan untuk pelajaran bahasa, baik bahasa Indonesia
maupun bahasa asing.
Tata tertib yang berlaku di laboratorium bahasa antara lain:
 Siswa memasuki ruang laboratorium bahasa seijin pengajar yang bersangkutan.
 Siswa harus melepas sepatu sebelum memasuki ruang laboratorium bahasa.
 Siswa hanya diperbolehkan membawa pensil dan penghapus serta buku yang
dianjurkan pengajar.
 Siswa dilarang membawa HP, MP3, Video Visual lain selama KBM
berlangsung tanpa seizin guru mapel.
 Siswa harus menjaga ketertiban, ketenangan, kebersihan ruang laboratorium
bahasa.
 Siswa mengganti alat-alat yang dirusakkan.
Sanksi:
Pelanggaran tata tertib laboratorium bahasa, akan dikenai sanksi sebagai berikut:
 Teguran.
 Pengurangan nilai.
 Siswa tidak diperbolehkan menggunakan ruang laboratorium bahasa.
3. Laboratorium Komputer
Laboratorium terletak bersebelahan dengan ruang multimedia. Ruang ini
digunakan untuk menunjang mata pelajaran komputer. Pada laboratorium ini juga
tersambung internet dengan jaringan LAN 4. Dalam laboratorium komputer
dilengkapi dengan:







Papan tulis.
Meja dan kursi siswa.
Meja kerja guru.
Beberapa unit komputer.
Ruangan full AC.
Scanner.
Printer.
4. Laboratorium Kimia
Laboratorium Kimia terletak di sebelah XII MIA 8. Dalam laboratorium kimia
terdapat meja praktikum dan kursi untuk siswa, meja dan kursi untuk guru,
watafel, bahan-bahan kimia, alat-alat kimia yang cukup lengkap yang menunjang
praktikum kimia.
Tata tertib yang berlaku di laboratorium kimia antara lain:
Siswa dilarang:





Memasuki ruangan laboratorium tanpa izin.
Mengambil alat atau bahan tanpa izin.
Mengerjakan praktikum selain yang ditugaskan.
Bergurau, makan dan minum selama praktikum berlangsung.
Membuang sampah di bak cuci.
Selama praktikum siswa harus:






Memakai alas kaki dan jas praktikum.
Bekerja hati-hati dan menjaga keselamatan diri.
Menjaga ketertiban, ketenangan, dan kebersihan ruangan laboratorium.
Menggunakan alat dan bahan sesuai cara kerja.
Membersihkan alat dan bahan sebelum dan sesudah praktikum.
Mengganti alat-alat yang dirusakkan/dipecahkan.
Sanksi:
Pelanggaran tata tertib laboratorium kimia akan dikenai sanksi sebagai berikut:
 Teguran.
 Pengurangan nilai.
 Siswa tidak diperbolehkan menggunakan ruangan laboratorium kimia.
5. Laboratorium Biologi
Laboratorium Biologi terletak di depan taman biologi. Ruangan ini luas dan di
dalamnya tersedia papan tulis, meja praktikum dan kursi untuk siswa, meja dan
kursi untuk guru, wastafel, dan peralatan lainnya yang menunjang pelaksanaan
praktikum Biologi.
Tata tertib yang berlaku di laboratorium biologi antara lain:
 Memasuki ruangan setelah mendapatkan izin dari petugas.
 Dilarang mengambil alat atau bahan tanpa izin dari petugas.
 Penggunaan alat atau bahan yang ada di ruang laboratorium harus digunakan
sesuai dengan petunjuk praktikum.
 Jika ada alat atau bahan yang pecah, harus segera melaporkan ke guru.
 Segera bertanya kepada guru apabila ragu-ragu/tidak tahu cara dalam
percobaan.
 Jika terjadi kecelakaan sekecil apapun harus segera melapor ke guru.
 Etiket barang yang hilang harus segera dilaporkan ke guru.
 Botol yang berisi bhan kimia tidak diperkenankan untuk di angkat lehernya
karena bisa berpotensi untuk pecah.
 Tutup botol tidak boleh ditukar-tukar.
 Gunakan bahan seefisien mungkin.
 Jika bahan kimia tidak sengaja masuk ke dalam mulut, harus segera
dikeluarkan lalu berkumur.
 Jangan asal mencicipi sesuatu tanpa instruksi guru.
 Jika kulit terkena asam alkali, segera dicuci dengan air yang banyak.
 Selesai praktikum, alat dan bahan dibersihkan dan dikembalikan.
 Dilarang membuang sampah di bak cuci.
 Meninggalkan ruang laboratorium harus dengan keadaan rapi, meja praktikum
harus bersih, air dan gas ditutup, dan kontak listrik dicabut.
Kewajiban:
 Semua pengguna laboratorium wajib memahami dan memenuhi ketentuan
laboratorium biologi di SMAN 2 Kudus, demi terselenggaranya laboratorium
yang kompeten.
 Pengguna laboratorium wajib mengisi daftar hadir.
 Pengguna laboratorium wajib memelihara alat dan bahan yang ada di
laboratorium, kebersihan ruang laboratorium baik memulai maupun
meninggalkan laboratorium.
 Pengguna laboratorium wajib mengisi buku log (catatan penggunaan).
 Pengguna laboratorium wajib memahami cara kerja alat yang akan digunakan
sebelum memulai praktikum.
 Pengguna laboratorium wajib melaporkan setiap terjadi kerusakan alat kepada
teknisi yang bersangkutan.
 Pengguna laboratorium wajib mengganti kerusakan alat yang rusak saat
praktikum.
 Pengguna laboratorium wajib menjaga kerapihan dan kebersihan alat yang
digunakan saat praktikum.
 Pengguna laboratorium wajib mematuhi aturan yang belum tertera.
Peringatan:
 Jauhkan nyala api dan bahan pijar dari bahan kimia di laboratorium.
 Setiap alat harus dilindungi dengan sekering untuk mencegah terjadinya arus
pendek.
 Setiap laboratorium yang memungkinkan terjadinya kebakaran, harus ada alat
pemadam kebakaran.
 Setiap bahan berbahaya harus terdapat label dan lambang pada botolnya.
 Penyimpanan alat dan bahan disimpan menurut sifatnya.
 Instalasi listrik harus dihubungkan ke tanah (di-ground-kan).
 Setiap laboratorium, tanda bahaya harus dipasang dan diberi tanda keluar.
 Hanya petugas yang dapat masuk ke ruang penyimpanan barang.
 Setiap pipa wadah, untuk bahan korosif harus terbuat dari bahan yang tahan
terhadap korosi.
Larangan:
 Dilarang merokok di dalam laboratorium.
 Dilarang keluar-masuk di laboratorium tanpa izin.
 Dilarang melakukan/menggunakan percobaan/alat di luar aktifitas praktikum di
laboratorium.
 Dilarang membuah sampah baik padat maupun cair di bak cuci.
 Dilarang makan dan minum di laboratorium.
 Dilarang membawa makana dan minuman ke dalam ruang laboratorium.
 Dilrang membawa sembarang orang ke dalam laboratorium selain staf yang
ditunjuk.
 Dilarang berlarian di dalam laboratorium.
 Dilarang membawa barang pribadi ke dalam laboratorium.
 Dilarang bersendau gurau di dalam ruang laboratorium.
 Dilarang menempel catatan pengumuman di dinding, pintu, dan lain-lain di
laboratorium kecuali diizinkan.
6. Laboratorium Fisika
Laboratorium fisika terletak di sebelah laboratorium bahasa. Dalam laboratorium
fisika tersedia papan tulis, meja praktikum dan kursi untuk siswa, meja dan kursi
untuk guru, wastafel dan peralatan lainnya yang menunjang pelaksaan praktikum
fisika.
Tata tertib yang berlaku di laboratorium fisika antara lain:
Siswa dilarang:





Memasuki ruangan laboratorium tanpa izin.
Mengambil alat atau bahan tanpa izin.
Mengerjakan praktikum selain yang ditugaskan.
Bergurau, makan, dan minum selama praktik berlangsung.
Membuang sampah di bak cuci.
Selama praktikum, siswa harus:






Memakai alas kaki dan jas praktikum.
Bekerja hati-hati dan menjaga keselamatn diri.
Menjaga ketertiban, ketenangan, dan kebersihan ruang laboratorium.
Menggunakan alat dan bahan sesuai cara kerja.
Membersihkan alat dan bahan sebelum dan sesudah praktikum.
Mengganti alat-alat yang dirusakkan/dipecahkan.
Sanksi:
Pelanggaran tata tertib laboratorium fisika, akan dikenakan sanksi sebagai berikut:
 Teguran.
 Pengurangan nilai.
 Siswa tidak diperbolehkan menggunakan ruangan laboratorium fisika.
7. Laboratorium Multimedia
Laboratorium multimedia terletak di sebelah laboratorium komputer. Di dalam
ruangan ini tersedia perangkat komputer, LCD, papan tulis, dan AC dengan
kondisi terawat.
8. Ruang Musik
Ruang musik terletak di sebelah utara aula sekolah. Ruang ini digunakan untuk
menunjang mata pelajaran seni musik. Dalam ruang musik tersedia papan tulis
untuk pembelajaran, beberapa alat musik seperti piano, keyboard, drum, gitar, dan
lain sebagainya. Ruang musik juga merupakan ruangan yang ber-AC.
9. Ruang Radio
Ruang radio terletak di sebelah selatan aula sekolah. Ruang ini biasanya
digunakan para siswa untuk siaran radio di jam-jam tertentu. Selain itu, ruang ini
dipakai dalam pembelajaran elektronika pada materi radio.
10. Ruang Perpustakaan
Ruang perpustakaan terletak di sebelah lapangan dan di bagian depan gedung
SMAN 2 Kudus. Ruang perpustakaan dilengkapi dengan berbagai fasilitas
penunjang seperti rak/almari untuk tempat menyusun buku, kliping, dan majalah,
almari katalog, almari elite, buku dan map, tempat koran, meja baca, meja kerja,
meja pelayanan, meja pembina, tata tertib perpustakaan, struktur organisasi
perpustakaan, jam dinding, kipas angin, gambar presiden dan wakil presiden,
kata-kata mutiara, grafik pengunjung dan peminjam, gambar pahlawan revolusi,
komputer, dan televisi.
11. Ruang BK
Ruang BK terletak di belakang ruang PMR. Di dalam ruang BK, terdapat meja
dan kursi untuk guru BK, kursi dan meja untuk tamu, jam dinding, komputer,
printer, rak, papan data, dan almari. Semua fasilitas terawat dengan baik.
12. Lapangan Olahraga Outdoor
Lapangan olahraga yang ada di SMAN 2 Kudus terdiri dari lapangan outdoor
yang multi fungsi. Yaitu sebagai lapangan sepak bola, lapangan voli, lapangan
lari, lapangan takrow, dan lain sebagainya.
13. Lapangan Olahraga Indoor
Lapangan indoor menjadi lapangan yang juga multi fungsi. Yaitu sebagai
lapangan bola basket, lapangan tennis, dan lain sebagainya.
14. Ruang Kepala Sekolah
Ruang kepala sekolah merupakan sebuah ruangan yang didesain sebagai tempat
kerja kepala sekolah. Di dalam ruang kepala sekolah terdapat 1 kursi pimpinan,
almari, papan data, 1 set simbol kenegaraan, jam dinding, meja dan kursi tamu,
dan tempat sampah. Fasilitas yang tersedia lengkap dan tertata rapi sehingga
menunjang kinerja kepala sekolah.
15. Ruang Wakasek
Ruang wakasek terletak di sebelah barat perpustakaan. Dalam ruang wakasek
terdapat 4 meja dan kursi pimpinan, almari, papan data, 1 set simbol kenegaraan,
jam dinding, meja dan kursi tamu, dan tempat sampah. Fasilitas yang tersedia
lengkapn dan tertata rapi sehingga menunjang kinerja wakil kepala sekolah.
16. Ruang Guru
Ruang guru merupakan ruang kerja guru di sela-sela proses belajar mengajar.
Ruang guru berada jauh dari ruang kepala sekolah dan ruang TU.di dalam ruang
guru tersedia kursi dan meja untuk setiap guru, almari, papan data, komputer, 1
set simbol kenegaraan, jam dinding, tempat sampah, toilet, dan tempat shalat
unutk guru. Ruangan ini sering digunakan guru-guru untuk menyelesaikan
pekerjaan di luar jam mengajar, menerima tamu, atau sekedar berbincang dengan
sesama guru.
17. Ruang Tata Usaha
Ruang tata usaha terletak bersebelahan dengan ruang kepala sekolah. Di dalam
ruang tata usaha terdapat meja dan kursi, almari, papan data, papan statistik,
papan pengumuman, komputer, brankas, telefon, kotak kontak, penanda waktu,
jam dinding, tempat sampah. Ruangan ini berfungsi untuk mencatat administrasi
sekolah dan keperluan lainnya.
18. Ruang PSB (Pusat Sumber Belajar)
Ruang PSB terletak di sebelah ruang TU. Ruang PSB berfungsi sebagai media
unjuk kerja berbagai inovasi dalam proses pembelajaran dan sebagai media
informasi dan komunikasi yang berkaitan dengan proses pembelajaran.
19. Ruang OSIS
Ruang OSIS terletak di sebelah ruang pramuka (sanggar), ukurannya relatif lebih
kecil jika dibandingkan dengan ruang kelas. Ruang OSIS biasa digunakan untuk
rapat/pertemuan pengurus OSIS. Di dalam ruangan ini terdapat meja dan kursi,
papan tulis, almari, papan data, dan jam dinding.
20. Ruang Pramuka
Ruang pramuka terletak di sebelah ruang OSIS. Ruangan ini biasa digunakan
untuk rapat/pertemuan anggota pramuka. Di dalam ruangan ini terdapat meja dan
kursi, papan tulis, almari, papan data, dan jam dinding.
21. Ruang PMR
Ruang PMR terletak di sebelah ruang PBN. Ruang PMR digunakan untuk
rapat/pertemuan anggota PMR. Di dalam ruangan ini terdapat meja dan kursi,
papan tulis, almari, papan data, dan jam dinding.
22. Ruang PBN
Ruang PBN terletak di sebelah ruang PMR. Ruang PBN digunakan untuk
rapat/pertemuang anggota PBN. Di dalam ruangan ini terdapat meja dan kursi,
papan tulis, almari, papan data, dan jam dinding.
23. Ruang UKS
Ruang UKS terletak di belakang ruang perpustakaan dan di sebelah barat
lapangan outdoor. Ruangan ini digunakan untuk merawat siswa yang sakit. Ruang
UKS dibagi menjadi 2, yaitu ruangan UKS untuk laki-laki dan ruangan UKS
untuk perempuan. Masing-masing UKS terdapat 4 set tempat tidur dan matras
tambahan, almari, meja, kursi tamu, catatan kesehatan siswa, perlengkapan P3K,
selimut, tensi meter, termometer badan, timbangan badan, oksigen cair, pengukur
tinggi badan, tempat sampah, tempat cuci tangan, dan jam dinding.
24. Aula Sekolah
Aula sekolah terletak di sebelah barat lapangan outdoor. Ruang aula digunakan
untuk pertemuan wali murid, rapat/pertemuan besar, dan latihan menari untuk
siswa baik dalam pelajaran seni tari atau ekstra kulikuler seni tari.
25. Kebun Biologi
Kebun biologi terletak di depan laboratorium biologi. Kebun ini digunakan
untukmenunjang mata pelajaran biologi. Di dalam kebun ini terdapat banyak
tanaman termasuk tanaman budidaya.
26. Ruang Karya Daur Ulang
Ruangan ini terletak di belakang ruang BK. Di dalam ruangan ini terdapat karyakarya daur ulang hasil karya siswa SMAN 2 Kudus.
27. Mushola
Mushola merupakan tempat ibadah untuk guru, karyawan, dan siswa yang
beragama Islam. Di dalam mushole terdapat beberapa mukena dan sarung,
sajadah, almari kaca, cermin, toilet, dan tempat wudhu untuk pria dan wanita.
28. Kamar Mandi Siswa
Kamar mandi siswa yang ada di SMAN 2 Kudus dibedakan antara kamar mandi
siswa laki-laki dan siswa perempuan. Dengan masing-masing terdiri dari 3
ruangan dengan kondisi yang bersih dan kelancaran aliran air yang baik.
29. Kamar Mandi Guru
Kamar mandi guru terletak di depan ruang rapat dan di dalam ruang guru. Dengan
kondisi yang bersih dan diberi fasilitas cermin, closed, bak mandi, dan gayung.
30. Koperasi Siswa
Koperasi SMAN 2 Kudus terdiri dari 2 macam, yaitu koperasi Ganesha, yang
beranggotakan bapak dan ibu guru SMAN 2 Kudus dan koperasi siswa. Koperasi
SMAN 2 Kudus berdiri pada tahun ajaran 1995/1996 yang diprakarsai oleh para
pembina, Drs. Sutaryo dan Dra. Aminiyati.
1. Sistem Usaha
Usaha yang ada di SMAN 2 Kudus untuk memenuhi kebutuhan peserta didik,
meliputi alat-alat tulis, warung sekolah, raport, stopmap PSB kelas XII (ijazah),
dan seragam OSIS. Sejak tahun 2005, koperasi siswa mulai menyediakan seragam
olah raga hingga sekarang.
2. Sistem Pengelolaan
Koperasi siswa SMAN 2 Kudus dikelola oleh ibu Amin. Keuangan harian
menjadi tanggung jawab penjaga warung sekaligus sebagai pemegang dan setiap
seminggu sekali dilaporkan kepada bendara, kemudian bendahara melaporkan
kepada pembina setiap satu bulan sekali.
31.Kantin
SMAN 2 Kudus memliki 3 buah kantin. Kantin yang berupa bangunan semi
permanen tersebut terlihat layak. Kebersihan kantin cukup terjaga, karena kantin
cukup terawat.
32. Ruang Piket Guru
Ruang piket guru terletak di depan perpustakaan. Tersedia 2 meja dan 3 kursi, dua
set kursi besi, dan televisi.
33. Bangsal Kendaraan
Bangsal kendaraan di SMAN 2 Kudus dipisah antara bangsal untuk guru dan staff
dan bangsal untuk siswa. Ruang bangsal kendaraan untuk siswa terletak di sisi
selatan halaman sekolah dan sisi utara lapangan outdoor, sedangkan bangsal guru
terletak di sebelah barat bangsal siswa bagian selatan.
34. Pos Satpam
Pos satpam terletak di depan pintu masuk sekolah, yang digunakan satpam unutk
menjaga keamanan sekolah. Dalam ruang satpam terdiri dari meja dan kursi unutk
satpam, koran baca, televisi, dan bangku panjang.
35. Perpustakaan
a. Visi Perpustakaan SMAN 2 Kudus
Gemar mebaca menuju terwujudnya sekolah berprestasi unggul, berketerampilan,
berwawasan budaya dan berdasarkan imtaq.
b. Misi Perpustakaan SMAN 2 Kudus
 Menumbuhkembangkan minat baca unutk meraih prestasi unggul.
 Terbentuknya budaya membaca untuk mewujudkan prestasi unggul,
berketerampilan, berwawasan budaya dan berdasarkan imtaq.
 Meningkatkan kualitas dan daya saing melalui budaya gemar membaca.
 Menciptakan masyarakat belajar melalui membaca berbagai jenis bahan
bacaan.
c. Peraturan Ketertiban Perpustakaan SMAN 2 Kudus
Peraturan yang perlu diperhatikan
1. Siswa, guru, karyawan, serta pengunjung lain yang memasuki ruang
perpustakaan diharap melapor kepada pengelola/petugas perpustakaan.
2. Di dalam ruang perpustakaan harap mejaga ketertiban dan kesopanan sehingga
tidak mengganggu orang lain yang sedang membaca atau sedang belajar.
3. Setiap peminjam buku, majalah, surat kabar, dan lain-lain harus memiliki Kartu
Anggota Perpustakaan.
4. Setiap peminjaman buku-buku, majalah, surat kabar, dan lain-lain yang akna
dipinjam dan melaporkan kepada petugas perpustakaan.
5. Selesai membaca buku, majalah, surat kabar, dan lain lain harus dikembalikan
ke tempatnya semula.
6. Setiap peminjam harus mengembalikan peminjaman buku, majalah, surat
kabar, dan lain-lain sesuai tanggal yang ditetapkan oleh petugas perpustakaan.
7. Bila ada jam kosong, siswa-siswi diperbolehkan belajar di ruang perpustakaan,
setelah terlebih dahulu melapor kepada petugas perpustakaan.
8. Menjaga/merawat buku, majalah, surat kabar, dan lain-lain yang dipinjam dari
perpustakaan agar tidak rusak/kotor.
9. Apabila buku, majalah, surat kabar, dan lain-lain rusak/hilang harap segera
melapor ke petugas perpustakaan.
Larangan-larangan yang perlu diperhatikan
1. Tidak diperkenankan membawa topi, jaket, serta membawa tas ke dalam ruang
perpustakaan.
2. Dilarang membawa makanan/minuman serta ebnda-benda yang tidak
berhubungan dengan keperluan perpustakaan.
3. Dilarang makan/minum, merokok, atau hal-hal lain yang dapat mengotori
inventaris perpustakaan.
4. Dilarang mencorat-coret, menggunting, merobek buku, majalah, surat kabar,
dan lain-lain milik perpustakaan.
5. Dilarang bermain atau bergurau di dalam perpustakaan.
6. Tidak dibenarkan unutk menggunakn ruang perpustakaan unutk keperluan lain.
7. Tidak dibenarkan menukar buku, majalah, surat kabar, dan lain-lain milik
perpustakaan dengan buku lain tanpa seijin petugas perpustakaan walaupun
judul dan pengarangnya sama.
Sanksi pelanggaran
1. Setiap pengunjung perpustakaan yang tidak patuh pada peraturan ketertiban di
atas akan dikenakan sanksi.
2. Buku, majalah, surat kabar, dan lain-lainmilik perpustakaan yang rusak akibat
kelalaian peminjam harus dipertanggung jawabkan sesuai dengan
kebijaksanaan dan ketentuan yang berlaku di perpustakaan.
3. Buku-buku yang hilang atau diganti sesuai dengan judul buku yang hilang atau
diganti dengan uang yang sesuai dengan harga pada saat itu.
Sistem pengklarifikasian
Dalam pengklarifikasian buku-buku perpustakaan SMAN 2 Kudus menggunakan
sistem Juwe (aturan sistem bebas).
000 = Umum
001 = Filsafat
200 = Agama
300 = Pendidikan Kewarganegaraan
400 = Bahasa
500 = Pengetahuan Alama
600 = Teknologi
700 = Ensiklopedia
800 = Kasustraan
900 = Sejarah
BAB II
KEGIATAN PENGENALAN LAPANGAN PERSEKOLAHAN
A. Kegiatan Orientasi dan Observasi
Kegiatan orientasi dilakukan oleh masing-masing guru pamong. Guru pamong
memberikan pengarahan terhadap apa yang dilakukan sebelum melakukan
pengajaran dikelas. Hal yang harus diperhatikan tersebut antara lain membuat
PROTA (Program tahunan), PROMES (Program Semester) dan RPP (Rencana
Pelaksanaa Pembelajaran). Program Tahunan adalah program yang dibuat oleh
guru untuk kegiatan yang dilakukan selama 1 tahun. Program ini sebagai
rancangan pengajaran agar guru mempersiapka hal-hal yang akan mereka lakukan
ketika dikelas. Setelah program tahunan dibuat, maka rancangan selanjutnya
dituangkan kedalam Program Semester. Dalam program semester, isinya meliputi
materi yang dipelajari dan total jam pelajaran yang akan di laksanakan dikelas.
Semua program, baik Program Semester ataupun Program Tahunan merujuk pada
silabus kurikulum 2013 yang telah direvisi. Dalam silabus tidak jelaskan secara
rinci materi apa saja yang akan diajarkan oleh guru, oleh karnanya guru harus
dapat membaca dan memahami makna tersirat yang ada dalam silabus, sehingga
guru dapat mengajarkan apa yang ada dalam silabus. Seperti yang ada dalam
silabus Kompetensi Dasar 3.2 kelas 11 wajib yang menyatakan bahwa
“Menerapkan fungsi sosial, struktur teks, dan unsur kebahasaan teks interaksi
transaksional lisan dan tulis yang melibatkan tindakan memberi dan meminta
informasi terkait tindakan/ kegiatan/ kejadian yang sudah/ telah dilakukan/ terjadi
dikaitkan dengan satu titik waktu di waktu lampau, saat ini, dan waktu yang akan
datang, sesuai dengan konteks penggunaannya. (Perhatikan unsur kebahasaan past
perfect, present perfect, future perfect)”. Dalam kompetensi dasar tersebut,
menayatakn bahwa materi yang harus disampaikna oleh guru adalah materi
tentang perfect tense yang meliputu past, perfect dan future.
Setelah pembuatan program tahunan dan program semester, maka setelahnya guru
dapat membuat recana pelaksanaan pembelajaran. Dalam pembuatan rencana
pelaksanaan pembelajaran harus melalui tahap konsultasi kepada guru pamong
yang lebih berpengalaman. Guru pamong memberikan pengarahan mengenai
rancangan pelaksanaan pembelajaran yang baik dengan cara memberikan model
rencana pelaksaaan pembelajaran dan juga merevisi kalimat-kalimat yang kiranya
kurang bisa dipahami dalam langkah-langkah pembelajaran.
B. Kegiatan Praktik Mengajar
se
1. Penerimaan Tugas
Penerimaan tugas diserahkan kepada penulis setelah penulis mengkonsultasikan
rencana pelaksanaan pembelajaran. Setalah guru pamong memberikan ijin
memasuki kelas, penulis melakukan praktik mengajar. Praktik mengajar dilakukan
selama 14 kali pertemuan.
Kegiatan pelaksanaan pengalaman lapangan direncanakan selama minimal 10
(sepuluh) kali praktik/ tatap muka di kelas yang terperinci menjadi:
-
1 kali melakukan observasi
8 kali melakukan praktik mengajar
1 kali melakukan ujian praktik mengajar
Namun, pada kenyataanya, penulis melakukan 16 kali praktik mengajar dengan
rincian sebagai:
-
5 kali melakukan observasi
15 kali praktik mengajar
2 kali melakukan ujian praktik mengajar
Penerimaan tugas didiskukan bersama dengan guru pamong masing-masing,
dimana peresta PLP thaun 2018 di SMA 2 Kudus berjumlah 6 mahsiswa yang
dibimbing oleh 4 guru pamong dan 1 dosen pembimbing lapangan. Adapun
pembagiannya adalah sebagai berikut:
Doesn Pembimbing Lapangan: Drs. Muh. Syafei, M.Pd
no Guru Pamong
Praktikan
1.
Amri Fakhriani, S.Pd
Siti Sholikhah (201532047)
2.
Drs. Thomas Gideon SW 1. Intan Panca Mirta (201532064)
2. Erlita Safitri (201532078)
3.
Ida Cristiyani, S.Pd
Nabella Aprilya (201532004)
4.
Agustini Dwi Artanti, S.S 1. Seruni Widya A (201532013)
2. Masrul Abrori (201532082)
Penerimaan tugas mengajar yang diberikan oleh guru pamong kepada praktikan
dilaksanakan minimal 1 minggu setelah melakukan observasi dan membuat
Rancangan Pelaksanaan pembelajaran. Penerimaan tugas oleh guru pamong
dilakukan secara random dan tidak dilakukan serentak bersama-sama dikarenakan
mahasiswa ada yang belum menyelesaikan pembuatan Rancangan Pelasanaan
Pembelajaran dikelas. Dan untuk pembagian kelas mengajar, praktikan
menyeseuaikan jadwal mengajar dari guru pamong masing-masing. Adapun
prosedurnya adalah tugas tersebut dituangkan dalam bentuk jadwal terlampir.
Penulis mendapatkan pembagian kelas untuk kelas XI MIPA 4 pada hari rabu jam
ke 5 dan 6 dan pada hari kamis pada jam ke 7 dan 8. Sedangkan untuk kelas XI
MIPA 5 pada hari Kamis jam ke 9 dan 10 dan pada hari Jum’at jam ke 9 dan 10.
2. Penyusunan Persiapan Pengajaran
Setelah jadwal praktik mengajar disusun dari masing-masing guru pamong. Kami
mempersiapakan seperangkat pembelajaran dan berbagai hal yang diperlukan
terlebih dahulu sebelum pelaksanaan praktik mengajar dikelas. Hal yang kami
perlukan antara lain menyelesaikan pembuatan Rencana Pelaksanaan
Pembelajaran, Mempersiapkan lembar kerja untuk siswa, dan membuat media
untuk pengajaran seperti dadu untuk permainan dan pembagian kelompok, Spidol,
peminjaman projector dan ruang laboratorium bahasa.
Dalam proses persiapan tersebut, penulis melakukan konsultasi dan koordinasi
dengan guru pamong. Konsultasi sangat diperlukan agar guru pamong dapat
membimbing praktikan dalam proses penyusunan dan persiapan RPP serta hal
yang diperlukan sebelum memasuki kelas. Konsultasi dilakukan untuk
mengetahui kesesuaian dari perangkat pembelajaran yang dibuat telah sesuai
dengan prosedur dan materi yang akan disampaiakn atau belum. Apabila dirasa
belum sesuai, maka penulis akan memperbaikainya kembali. Setelah persiapan
tersebut selsai dan disetujui oleh guru pamong, maka
penunlis dapat
melanjutkannya ke tahap selanjutnya yaitu praktik mengajar dikelas.
3. Mengajar di Kelas
Pengajaran dikelas dilakukan selama 16 kali pertemuan dengan pembagian
masing-masing pembagian 2 kali pertemuan untuk materi present perfect tense,
past perfect tense, dan future perfect tense. 1 kali pertemuan untuk ulangan harian
dan satu kali pertemuan untuk kegiatan remedial. Sedangkan penulis mengampu 2
kelas yaitu kelas X MIPA 4 dan X MIPA 5. Total pertemuan dalam satu kelas
adalah 8 kali pertemuan sedangkan untuk 2 kelas adalah 16 kali pertemuan.
Pertemuan 1-6 adalah pertemuan untuk pembahasan materi dan untuk pertemuan
ke 7 digunakan untuk kegiatan ulangan harian dan pertemuan terakhir adalah
untuk kegiatan remedial untuk siswa yang masih mengulang pada saat melakukan
ulangan harian.
Untuk kegiatan pembelajaran pada pertemuan pertama dilakukan pada hari rabu
tanggal 16 Agustus 2018 dikelas X MIPA 4. Kegiatan pada pertemuan pertama
adalah perkenalan untuk pemanasan kepada siswa agar siswa dan guru lebih akrab
satu sama lain. Kemudian dilanjutkan dengan kegiatan observasi yang dilakukan
oleh siswa melalui sebuah kalimat yang ada dipapa tulis. Guru kemudian
memberikan pertanyaan tantangan kepada siswa untuk menjawab tenses apa yang
digunakan pada kalimat yang ditulis dipapan tulis tersebut. Setelah melakukan
observasi, guru menuntun siswa untuk melakukan diskusi ringan mengenai materi
yang akan dipelajari. Dikusi ini berisi tentang fungsi sosial, struktur teks dan
unsur kebahasaan yang ada pada materi present perfect tense. Siswa memiliki
banyak pertanyaan tentang materi tersebut, namun guru tidak lagsung menjawab
pertanayan dari siswa, guru memberikan kesempatan kepada siswa yang lain
untuk menjawab pertanyaan dari siswa yang lain. Kemudia setelah siswa
menjawab pertanyaan dari temannya, guru melakukan konfirmasi dan
memberikan sedikit penjelasan mengenai materi yang sedang dipelajari. Diskusi
melalui tanya jawab antara siswa dan siswa dengan konfirmasi dari guru
berlangsung sekitar 30 menit. Kemudian kegiatan dilanjutkan dengan pemberian
tugas untuk menganalisis kalimat yang terdapat pada teks lagu, apakah teks
tersebut terdapat kalimat yang mennggunakan present perfect tense atau tidak,
jika ya maka siswa harus menggaris bawahi kalimat mana yang menggunakan
bentuk tenses tersebut. Setelah itu, siswa diminta untuk menjelasakan alasan
mengapa kalimat tersebut menjadi kalimat yang menggunakan tenses present
perfect. Setelah kegiatan penugasan selesai, guru melakukan sedikit evaluasi
mengenai pembelajaran yang telah mereka lakukan pada hari pertama tersebut.
Kegiatan pengajaran dikelas berakhir pada hari jum’at tanggal 14 September
2018. Pada pertemuan yang terakhir, guru memberikan ulangan remedial kepada
siswa yang nilainya belum memenuhi KKM (Kriteria Ketuntasan Minimal) dalam
hal ini, KKM yang harus dilampaui siswa adalah 75, namun karena adanya tugas
dan nilai ulangan harian siswa yang masih banyak tidak memenuhi KKM maka
penulis menurunkan Kriteria Ktetuntasan Minimal untuk para siswa dikelas XI
MIPA 5 menjadi 70.
4. Keterlibatan Kegiatan Luar Pengajaran di SMA 2 Kudus
Selain mempunyai kewajiban untuk mengajar dikelas, penulis juga terlibat dalam
bergbagai kegiatan diluar pengajaran, diantaranya:
-
Berpartisipasi dalam kegiatan upacara hari Pramuka pada tanggal 14
Agustus 2018
Berpartisipasi dalam kegiatan upacara Hari Kemerdekaan pada tanggal 17
Agustus 2018
Berpartisipasi dalam kegiatan jalan sehat dalam rangka hari ulang tahun
SMA 2 Kudus pada tanggal 5 September 2018
Berpartisipasi dalam kegiatan class meeting dalam rangka hari ulang tahun
SMA 2 Kudus pada tanggal 6 September 2018
Mendampingi kegiatan ekstrakulikuler English Club SMA 2 kudus
BAB III
PENUTUP
1. KESIMPULAN
Dari kegiatan praktik Pengenalan Lapangan Persekolahan (PLP) yang telah
dilaksanakan di SMA 2 Kudus mulai tanggal 2 Agustus 2018 dapat ditarik
kesimpulan bahwa:
-
-
-
Kegiatan PLP sangat bermanfaat bagi penulis untuk mengembangkan
kemampuan mengejar di kela. Melalui kegiatan dikelas yang langsung
dialami oleh penulis pengalaman mengajar dan mendidik membuat penulis
dapat mengembangkan kemampuan mengjar dan mendidiknya dimasa
yang akan dating.
Melalaui kegiatan PLP penulis juga dapat menggali potensi diri untuk
dapat mengembangkan sikap yang professional dan bertanggung jawab
terhadap yang yang telah diajarakan kepada siswa dan bersikap
professional didepan siswa untuk menjadi pengajar yang berwawasan luas
dan berkepribadian yang santun lagi baik.
Kegiatan PLP yang dilaksanakan di SMA 2 Kudus yang mana merupakan
salah satu SMA favorit di Kudus menjadi pengalaman berharga serta
kesempatan yang berharga lagi tantangan untuk menghadapi siswa-siswi
dengan kemampuan yang sangat luar biasa dan mengembangkan media
dan strategi pembelajaran yang luar biasa pula.
2. SARAN
Saran yang penulis sampaiakan berkaitan dengan kegiatan PLP di SMA 2 Kudus
disampaikan sebagai berikut:
1. Kegiatan pembekalan yang dilakukan oleh Program Studi Pendidikan
Bahasa Inggris sebaiknya dilakukan secara maksimal untuk memberikan
persiapan kepada mahasiswa agar lebih baik.
2. Kegiatan PLP seharusnya dilakukan secra berkala mulai dari semester 6
dan 7 agar pengalaman untuk mengajar siswa dapat dilakukan secara
maksimal dan kemampuan mengajar mahasiswa dapat terasah dengan baik
3. Praktikan sebaiknya diberikan pembekalan mengenai materi-materi bahasa
inggris di SMA lebih dalam untuk mematangkan persiapan praktikan
sebelum memasuki kelas
Download