PENGARUH UKURAN PERUSAHAAN, PROFITABILITAS, DAN CORPORATE SOCIAL RESPONSIBILITY (CSR) TERHADAP NILAI PERUSAHAAN STUDI PADA PERUSAHAAN MANUFAKTUR INDUSTRI BARANG KONSUMSI YANG TERDAFTAR DI BURSA EFEK INDONESIA (BEI) PERIODE 2014 – 2017 THE INFLUENCE OF COMPANY SIZE, PROFITABILITY, AND CORPORATE SOCIAL RESPONSIBILITY (CSR) ON CORPORATE VALUE STUDY ON MANUFACTURING COMPANIES OF CONSUMER GOODS INDUSTRIAL SECTORS REGISTERED IN INDONESIA STOCK EXCHANGE (IDX) PERIOD OF 2014 -2017 SKRIPSI Disusun Untuk Memenuhi Salah Satu Syarat Guna Mencapai Gelar Sarjana Ekonomi Disusun Oleh: NAMA : MUHAMMAD RIFQI IZZAT R. NO. MAHSISWA : 1514190065 N.I.R.M : FAKULTAS : EKONOMI PROGRAM STUDI : AKUNTANSI PROGRAM : STRATA – I FAKULTAS EKONOMI DAN BISNIS UNIVERSITAS PERSADA INDONESIA JAKARTA 2019 BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Perkembangan dunia usaha di era globalisasi sangat pesat di Indonesia saat ini, hal tersebut dilihat berdasarkan perusahaan – perusahaan yang baru berdiri dengan diiringi persaingan yang sangat ketat dan kompetitif. Dengan hadirnya perusahaan- perusahaan membuat ketatnya persaingan dan menuntut manajemen perusahaan untuk manambah pengetahuan tentang manajemen keuangan. Pengetahuan tentang manajemen keuangan tersebut sangat penting bagi manajer guna mengetahui perkembangan perusahaan dan pengetahuan tersebut juga penting bagi investor dalam mengetahui masalah keuangan pada perusahaan tersebut. Analisis terhadap nilai perusahaan merupakan suatu hal yang harus dipertimbangkan dengan baik. Nilai perusahaan yang tinggi menjadi keinginan para pemilik modal, karena dengan nilai yang tinggi menunjukkan kemakmuran pemegang sahamnya juga tinggi. Memaksimalkan nilai perusahaan merupakan tujuan dari manajemen keuangan itu sendiri. Tujuan ini dapat dicapai apabila pelaksanaan fungsi manajemen keuangan dilakukan dengan teliti dan dapat mengingat setiap 1 keputusan keuangan yang diambil akan mempengaruhi keputusan keuangan lainnya yang berdampak terhadap nilai perusahaan. Nilai perusahaan dihitung dengan menggunakan PBV (Price Book Value). Rasio ini digunakan untuk mengukur nilai yang diberikan pasar keuangan kepada manajemen dan organisasi perusahaan sebagai sebuah perusahaan yang terus tumbuh (Sukimi, 2012) semakin tinggi nilai PBV, maka semakin tinggi nilai perusahaannya. Prasetyorini (2013:186) Ukuran perusahaan adalah suatu skala dimana dapat diklasifikasikan besar kecilnya perusahan menurut berbagai cara antara lain dengan aktiva, log size, nilai pasar saham, dan lain – lain. Besar kecilnya perusahan akan mempengaruhi kemampuan dalam menanggung risiko yang mungkin timbul dari berbagai situasi yang dihadapi perusahaan. Setiap perusahaan mempunyai ukuran yang berbeda – beda. Semakin besar ukuran perusahaan maka semakin mudah pula perusaan memperoleh sumber pendanaan melalui investor yang masuk. Perusahaan yang besar lebih diminati ketimbang perusahaan kecil. Perusahaan yang lebih besar menunjukkan perusahan mengalami perkembangan sehingga investor akan merespon positif dan nilai perusahaan akan meningkat. Arif Firmansyah dan Suwitho (2017) pengaruh ukuran perusahaan dan profitabilitas terhadap nilai perusahan melalui kebijakan deviden. Ukuran perusahaan berpengaruh negatif signifikasn terhadap nilai perusahaan. Ta’dir Eko Prasetia, perengkuan Tommy, dan Ivone S. Saerang (2014) struktur modal, ukuran perusahaan dan risiko perusahaan terhadap nilai perusahaan otomotif yang terdaftar di bei. Hasil penelitian 2 Ukuran perusahaan (Total Asset) secara parsial berpengaruh positif dan signifikan terhadap Nilai Perusahan. Brigham dan Houston (2003:107). Rasio Profitabilitas adalah sekelompok rasio yang menunjukkan gabungan efek – efek dari likuiditas, manajemen aktiva, dan hutang pada hasil – hasil oprasi. Rasio profitabilitas mengukur kemampuan perusahan dalam menghasilkan seberapa efisien perusahaan menggunakan asset dalam melakukan operasinya untuk menghasilkan keuntungan. Rasio profitabilitas merupakan hasil akhir dari sejumlah kebijakan dan keputusan yang dilakukan oleh perusahan. Variabel profitabilitas dipilih karena terdapat perbedaan hasil penelitian terdahulu,. Dari hasil penelitian yang dilakukan oleh Soliha dan Taswan (2002), mununjukkan bahwa profitabilitas berpengaruh positif terhadap nilai perusahaan. Yunita (2010), profitabilitas berpengaruh terhadap nilai perusahaan. Mahendra (2011), menunjukkan bahwa profitabilitas berpengaruh positif terhadap nilai perusahaan. Penelitian Indrajaya dan Setiadi (2011), mununjukkan bahwa negatif terhadap struktur modal karena apabila struktur modal turun makan nilai perusahaan juga akan turun. Corporate Social Responsibility adalah bentuk dimana tanngung jawab perusahaan dalam memperbaiki kesenjangan social dam kerusakan lingkungan yang terjadi akibat aktivitas operasional perusahaan. Semakin banyak bentuk pertanggung jawaban yang dilakukan perusahan terhadap lingkungannya, makan image perusahaan menjadi meningkat. Investor lebih memilih perusahaan yang memiliki citra yang baik di masyarakat karena semakin baiknya citra perusahaan, loyalitas konsumen 3 semakin tinggi sehingga dalam dalam jangka pendek dan jangka panjang penjualan perusahaan akan membaik. Jika perusahan berjalan lancar maka nilai saham perusahan akan meningkat. Hal ini akan mempengaruhi pola pikir masyarakat dalam menentukan dan memilih produk yang akan mereka konsumsi. Sekarang, masyarakat cenderung untuk memilih produk yang di produksi oleh perusahaan yang peduli terhadap lingkungan atau melaksanakan Corporate Social Responsibility. Corporate Social Responsibility mempunyai peran dalam meningkatkan nilai perusahaan dengan cara melakukan berbagai aktivitas sosial dilingkungan sekitarnya. Meningkatnya nilai perusahaan yang tinggi dapat meningkatkan kemakmuran bagi para pemegang saham, sehingga para pemegang saham akan menginvestasikan modalnya kepada perusahaan tersebut (Haruman. T,2008). Rustiarini (2010) mengungkapkan meningkatkan suatu nilai menyatakan informasi perusahaan. jika bahwa perusahaan informasi Perusahaan dapat tersebut akan dapat menggunakan informasi tanggung jawab sosial sebagai keunggulan kompetitif dalam meningkatkan nilai perusahaan. Siti Sapia Latupono dan Andayani (2015) meneliti pengaruh Corporate Social Responsibility terhadap nilai perusahaan Good Corporate Governance Variable Moderatting. Hasil pengujian menyatakan bahwa CSR berpengaruh signifikan terhadap Nilai Perusahaan dengan arah koefisien positif. 4 Hanni Chyntia Maita Putri Surya (2013) pengaruh Corporate Social Responsibility terhadap nilai perusahaan dengan kepemilikan manajerial sebagai variabel moderating Corporate Social Responsibility memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap nilai perusahaan. Berdasarkan yang diuraikan dalam latar belakang masalah dalam pengaruh nilai perusahaan, maka peneliti tertarik melakukan penelitian mengenai. “PENGARUH UKURAN PERUSAHAAN, PROFITABILITAS, CORPORATE SOCIAL RESPONSIBILITY (CSR) TERHADAP NILAI PERUSAHAAN STUDI PADA PERUSAHAAN MANUFAKTUR INDUSTRI BARANG KONSUMSI YANG TERDAFTAR INDONESIA (BEI) PERIODE 2014 – 2017” 5 DI BURSA EFEK B. Identifikasi Masalah Berdasarkan latar belakang masalah diatas, maka identifikasi masalahnya yakni : 1. Terdapat Pengaruh Ukuran Perusahaan terhadap nilai perusahan pada perusahaan Manufaktur Industri Barang Konsumsi yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia Periode 2014 – 2017. 2. Terdapat Pengaruh Profitabilitas terhadap nilai perusahaan pada perusahaan Manufaktur Industri Barang Konsumsi yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia Periode 2014 – 2017. 3. Terdapat Pengaruh Corporate Social Responsibility terhadap nilai perusahaan pada perusahaan Manufaktur Industri Barang Konsumsi yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia Periode 2014 – 2017. 4. Terdapat kebijakan dividen terhadap nilai perusahaan pada perusahaan Manufaktur Industri Barang Konsumsi yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia Periode 2014 – 2017. 6 C. Batasan Masalah Batasan masalah yang dimaksudkan untuk memperoleh pemahaman dari penelitian tersebut agar lebih jelas dan terarah serta tidak menyimpang dari masalah yang ada. Adapun pembatasan masalahnya antara lain : 1. Variabel Independen yang akan diteliti dalam penelitian ini adalah Ukuran Perusahaan, Profitabilitas, dan Corporate Social Responsibility (CSR) sedangkan Variabel Dependen yang akan diteliti adalah Nilai Perusahaan. 2. Perusahaan yang akan dijadikan sampel penelitian ini adalah perusahaan Manufaktur Industri Barang Konsumsi yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia periode 2014 – 2017. 3. Periode penelitian yang digunakan adalah data tahun 2014 – 2017. D. Perumusan Masalah Berdasarkan identifikasi masalah yang telah dikemukakan, maka perumusan masalah dalam penelitian adalah sebagai berikut : 1. Apakah terdapat pengaruh Ukuran Perusahaan terhadap nilai perusahaan pada perusahaan Manufaktur Industri Barang Konsumsi yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia pada periode 2014 – 2017 ? 2. Apakah terdapat pengaruh Profitabilitas terhadap nilai perusahaan pada perusahaan Manufaktur Industri Barang Konsumsi yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia pada periode 2014 – 2017 ? 7 3. Apakah terdapat pengaruh Corporate Social Responsibility (CSR) terhadap nilai perusahaan pada perusahaan Manufaktur Industri Barang Konsumsi yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia pada periode 2014 – 2017 ? 4. Apakah terdapat pengaruh Ukuran Perusahaan, Profitabilitas, dan Corporate Social Responsibility (CSR) terhadap nilai perusahaan pada perusahaan Manufaktur Industri Barang Konsumsi yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia periode 2014 – 2017? E. Tujuan Penelitian Berdasarkan pokok permasalahan yang ada diangkat, penelitian ini memiliki tujuan sebagai berikut : 1. Untuk mengetahui apakah terdapat pengaruh Ukuran Perusahaan terhadap nilai perusahaan pada Manufaktur Industri Barang Konsumsi yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia periode 2014 – 2017. 2. Untuk mengetahui apakah tedapat pengaruh Profitabilitas terhadap nilai perusahan pada Manufaktur Industri Barang Konsumsi yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia periode 2014 – 2017. 3. Untuk mengatahui apakah Responsibility (CSR) terhadap terdapat pengaruh Corporate Social nilai perusahaan pada perusahaan Manufaktur Industri Barang Konsumsi yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia periode 2014 – 2017. 4. Untuk mengetahui apakah terdapat pengaruh Ukuran Perusahaan, Profitabilitas, dan Corporate Social Responsibility (CSR) terhadap nilai 8 perusahaan pada perusahaan Manufaktur Industri Barang Konsumsi yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia periode 2014 – 2017. F. Manfaat Penelitian Manfaat yang dapat diambil dari penelitian ini ada dua aspek, yaitu : 1. Aspek teoritis (keilmuan) a. Penelitian ini diharapkan dapat menjadi tambahan ilmu pengetahuan, terutaman pada bidang akuntans manajemen. b. Penelitian ini diharapkan dapat memperkaya bahn kepustakaan dan mampu memberikan kontribusi pada pengembangan teori, terutama yang berkaitan dengan akuntansi manajemen. c. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan pemahaman tentang konsep Ukuran Perusahaan, Profitabilitas, Corporate Social Responsibility (CSR), dan nilai perusahaan. d. Penelitian ini dijadikan sebagai bahan referensi dan bahan pertandingan untuk penulisan selanjutnya, sehingga kekurangan yang ada dalam penulisan in dapat diperbaiki. 9 2. Aspek Praktis a. Penelitian ini diharapkan dapat memberi suatu masukan yang bermanfaat bagi pihak perusahaan dan sebagai bahan pertimbangan dalam kemajuan perusahaan dimasa yang akan datang. b. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi praktis untuk organisasi perusahan dalam menentukan nilai perusahaan untuk mencapai tujuan organisaasi perusahaan. c. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan wawasan bagi organisasi perusahaan mengenai pengaruh Ukuran Perusahaan, Profitabilitas, dan Coporate Social Responsibility (CSR) terhadap nilai perusahaan 10 BAB II LANDAN TEORI DAN HIPOTESIS A. TINJAUAN TEORI 1. Teori Sinyal (Signalling Theory) Menurut Brigham dan Houston (2012), teori sinyal adalah tindakan perusahaan dalam memberi sinyal kepada investor tentang bagaimana manajemen memandang perusahaan. Sinyal – sinyal keberhasilan atau kegagalan manajeman (agen) disampaikan kepada pemilik (principal). Dorongan untuk mendapatkan sinyal timbul karena adanya informasi tidak sesuai antara perusahaan dengan pihak luar, dimana investor mengetahui informasi internal perusahaan yang relative lebih sedikit dan lebih lambat dari pihak manajemen. Menurut atmaja (2008:14), manajer pad umumnya termotivasi untuk menyampaikan informasi yang baik mengenai perusahaannya ke publik, namun pihak diluar perusahaan tidak tahu keberadaan dari informasi yang disampaikan tersebut. Jika manajer dapat memberi sinyal yang meyakinkan, maka publik akan terkesan dan hal ini akan terefleksi pad harga sekuritas. Jadi dapat disimpulkan pemberian sinyal kepada investor atau publik melalui 11 keputusan – keputusan manajemen sangat penting informasi yang dipublikasikan sebagai suatu pengumuman akan memberikan signal bagi investor dalam pengambilan keputusan investasi. Pada saat informasi diumumkan, pelaku pasar terlebih dahulu menginterpretasikan dan menganalisis informasi tersebut sebagai signal baik (good new) atau signal buruk (bad news). Jika pengumuman informasi tersebut dianggap sebagai signal baik, maka investor akan tertarik umtuk melakukan perdagangan saham, dengan demikian pasar akan bereaksi yang tercermin melalui perubahan dalam volume perdagangan saham (Jogiyanto, 2012:392) Salah satu jenis informasi yang dikeluarkan oleh perusahaan yang dapat menjadi sinyal bagi pihak luar perusahaan, terutaman investor adalah laporan keuangan. Kepentingan investor terhadap laporan keuangan perusahaan adalah untuk mengetahui seberapa menguntungkan suatu perusahaan dikaitkan dengan investasi mereka pada perusahaan tersebut. 2. Teori Keagenan (Agency Theory) Teori Keagenan (Agency Theory) merupakan suatu hubungan kerjasama keagenan sebuah kontrak antara manajer dengan investor. Menurut Jensen dan Meckling (1976) dalam Isnanta, 2008) hubungan keagenan merupakan pemisahan antara kepemilikan (investor) dan pengendalian (agent/manajer). Pemisahan antara fungsi kepemilikan (ownership) dan fungsi pengendalian (control) dalam hubungan keagenan sering menimbulkan masalah-masalah keagenan (agency 12 problems). Masalah-masalah keagenan timbul Karena perbedaan kepentingan antara investor dan agent. Permasalahan yang sering terjadi yaitu adanya conflict of interest antara pemilik perusahaan dan manajemen yang dapat menimbulkan masalah agensi, dimana manjemen tidak bertindak sesuai dengan kepentingan pemilik perusahaan dan hal ini akan berpengaruh kepada kinerja perusahaan. Teori agensi banyak dijadikan dasar teori yang mendasari praktik bisnis perusahaan yang dipakai selama ini. 3. Ukuran Perusahaan a. Pengertian Ukuran Perusahaan Menurut Brigham & Houston (2010:4) ukuran perusahaan merupakan: “Ukuran besar kecilnya sebuah perusahaan yang ditunjukkan atau dinilai oleh total aset, total penjualan, jumlah laba, beban pajak dan lain – lain.” Dan Sartono (2010:249) menyatakan bahwa: “Perusahaan besar yang sudah well-establhished akan lebih mudah memperoleh modal dipasar dibanding dengan perusahaan kecil. Karena kemudahan akses tersebut berarti perusahan besar memiliki fleksibilitas yang lebih besar pula.” Pengaruh ukuran perusahaan terhadap nilai peusahaan didukung oleh signaling theory. Teori ini pertama kali dikembangkan oleh Ross pada tahun 1977. Menurut Brigham dah Houston (2014:186) Teori Signaling adalah: “Suatu tindakan yang diambil oleh manajemen suatu perusahaan memberikan petunjuk kepada investor tentang bagaimana 13 manajemen menilai prospek perusahaan tersebut.” Dan Sugiarto (2009:48-49) menyatakan bahwa: “Teori signalling didasarkan pada ide bahwa manajer yang memiliki informasi bagus tentang perusahaan berupaya menyampaikan informasi tersebut kepada investor luar agar harga saham perusahaan meningkat.” Ukuran perusahaan yang besar dapat ditandai dengan total aset perusahaan yang mengalami kenaikan dan lebih besar dibandingkan dengan jumlah kenaikan dan lebih besar dibandingkan dengan jumlah utang perusahaan. Sehingga perusahaan sedang mengalami perkembangan dan pertumbuhan yang baik dan akan meningkatkan nilai perusahaan. b. Klasifikasi Ukuran Perusahaan Klasifikasi ukuran perusahaan menurut UU No. 20 Tahun 2008 dibagi kedalam 4 (empat) kategori yaitu : 1) Usaha Mikro adalah usaha produktif milik orang perorangan dan atau badan usaha perorangan yan memenuhi kriteria usaha mikro sebagaimana diatur dalam undang – undang ini. 2) Usaha kecil adalah usaha ekonomi produktif yang berdiri sendiri, yang dilakukan oleh orang perorangan atau badan usaha yang bukan merupakan anak perusahaan atau bukan cabang perusahaan yang dimiliki, dikuasai, atau menjadi bagian langsung maupun tidak langsung dari usaha menengah atau usaha besar yang memenuhi kriteria usaha kecil 14 sebagaimana dimaksud besar yang memenuhi kriteria usaha kecil sebagaimana dimaksud undang – undang ini. 3) Usaha menengah adalah usaha ekonomi produktif yang berdiri sendiri, yang dilakukan oleh orang perorangan atau badan usaha yang bukan merupakan anak perusahaan atau cabang perusahaan yang dimiliki, dikuasai atau menjadi bagian baik yang langsung maupun tidak langsung dengan usaha kecil atau usaha benar dengan jumlah kekayaan bersih atau hasil penjualan tahunan sebagaimana diatur dalam undang – undang ini. 4) Usaha besar adalah usaha ekonomi produktif yang dilakukan oleh badan usaha dengan sejumlah kekayaan bersih atau hasil penjualan tahunan lebih besar dari usaha menengah, yang meliputi usaha nasional milik Negara atau Swasta, usaha patungan, dan usaha asing yang melakukan kegiatan ekonomi di Indonesia. Adapun kriteria ukuran perusahaan yang diatur dalam UU No. 20 tahun 2008 diuraikan dalam tabel 15 Tabel 2.1 Kriteria Ukuran Perusahaan Ukuran Perusahaan Usaha Mikro Usaha Kecil Usaha Menengah Usaha Besar Kriteria Aset (tidak termasuk tanah dan bangunan) Maksimal 50 Juta > 50 juta - 500 juta > 500 juta - 10 M > 10 M Penjualan Tahunan Maksimal 300 juta > 300 juta -2.5 M > 2.5 M - 50 M > 50 M c. Pengkuran Ukuran Perusahaan Menurut Hartono (2015:254) Ukuran Perusahaan (Firm size) adalah: “Besar kecilnya perusahaan yang dapat diukur dengan total aktiva/ besar harta perusahaan dengan menggunakan perhitungan nilai logaritma total aktiva.” πππ’πππ ππππ’π πβπππ = πΏπ (πππ‘ππ π΄π ππ‘) 4. Profitabilitas a. Pengertian Profitabilitas Dwi Kartikasari dan Marissa (2016:40) “Profitabilitas adalah kemampuan perusahaan unutk menghasilkan laba untuk jangka waktu tertentu. Semakin tinggi rasio profitabilitas, semakin tinggi laba 16 yang dihasilkan perusahaan dalam periode tertentu.” Menurut Sartono (2010:122), “Profitabilitas adalah kemampuan perusahaan memperoleh laba dalam hubungan dengan penjualan, total aktiva, dan modal.” Harahap (2010:304) menyatakan bahwa “Profitabilitas merupakan kemampuan perusahaan untuk menghasilkan laba.” Profitabilitas menunjukkan keberhasilan suatu badan usaha dalam menghasilkan pengembalian (return) kepada pemiliknya. “Rasio profitabilitas mencerminkan hasil kahir dari seluruh kebijakan keuangan dan keputusan operasional dan keputusan operasional (Brigham dan Houston (2012:146)).” b. Perhitungan Profitabilitas Menurut Kieso (2015:723) bahwa rasio profitabilitas digunakan untuk mengukur pendapatan atau keberhasilan operasi perusahaan untuk suatu periode tertentu. Pendapatan tersebut dapat mempengaruhi kemampuan perusahaan untuk memperoleh utang dan pendanaan aktivitas. 1) Profit Margin Profit margin adalah ukuran dari persentase penjualan yang menghasilkan laba bersih. Besarnya perhitungan margin laba bersih menunjukkan seberapa besar laba setelah pajak yang 17 diperoleh perusahaan untuk tingkat penjualan tertentu. Profit margin dapat dirumuskan sebagai berikut: ππππππ‘ ππππππ = πππ‘ πΌπππππ πππ‘ πππππ 2) Return On Assets (ROA) Return On Assets (ROA) merupakan rasio antara saldo laba bersih setelah pajak dengan jumlah asset perusahaan secara keseluruhan. ROA juga menggambarkan sejauh mana tingkat pengembalian dari seluruh asset yang dimiliki perusahaan. Maka Return On Assets dapat dirumuskan sebagai berikut: π ππ‘π’ππ ππ π΄π π ππ‘π = πΈππππππ π΄ππ‘ππ πππ₯ πππ‘ππ π΄π π ππ‘π 3) Return On Equity (ROE) Return On Equity (ROE) menggambarkan berapa persen diperoleh laba bersih bila diukur dari modal sendiri. Semakin tinggi rasio ini semakin baik karena posisi pemilik perusahaan semakin kuat, demikian juga sebaliknya. Adapun tujuan penggunaan Retrun On Equity adalah: 1) Mengukur atau menghitung laba yang dihasilkan 2) Menilai perkembangan laba dari waktu ke waktu 3) Menilai besar laba bersih sesudah pajak dengan modal sendiri 18 4) Mengukur produktivitas perusahaan dari seluruh dana perusahaan yang digunakan baik modal pinjaman maupun modal sendiri. Sementara itu, manfaat yang diperoleh Return On Equity adalah 1) Mengetahui besar tingkat laba 2) Menegtahui perkembangan laba dari waktu ke waktu 3) Mengetahui laba bersih sesudah pajak dengan modal sendiri 4) Mengetahui produktivitas dari seluruh dana perusahaan yang digunakan, baik modal pinjaman maupun modal sendiri. Return On Equity dapat dirumuskan sebagai berikut π ππ‘π’ππ ππ πΈππ’ππ‘π¦ = πΈππππππ π΄ππ‘ππ πππ₯ πβπππβππππππ ′ π πΈππ’ππ‘π¦ 5. Corporate Social Responsibility a. Pengertian corporate social responsibility (CSR) Corporate Social Responsibility atau pertanggung jawaban sosial perusahaan adalah mekanisme bagi suatu organisasi untuk secara suka rela mengintegrasikan perhatian terhadap lingkungan dan social kedalam operasinya dan interaksinya dengan stakeholders, yang melebihi tanggung jawab organisasi dibidang hukum. Menurut Wibisono (2007:7) Corporate Social Responsibility 19 merupakan suatu komitmen berkelanjutan oleh dunia usaha untuk bertindak etis dan memberikan kontribusi terhadap pengembangan ekonomi dari komunitas setempat ataupun masyarakat luas, bersamaan dengan peningkatan taraf hidup pekerja beserta keluarganya sekaligus juga peningkatan kualitas komunitas lokal masyarakat secara luas. Menurut Suhandari M.Putri dalam (Hendrik 2008:1), Corporate Social Responsibility (CSR) adalah komitmen perusahaan atau dunia bisnis untuk berkontribusi dalam pengembangan ekonomi berkelanjutan dengan memperhatikan tanggung jawab social perusahaan dan menitikberatkan pada keseimbangan antara perhatian terhadap aspek ekonomi, sosial, dan lingkungan. Menurut ISO 26000 Corporate Social Responsibility (CSR) adalah tanggung jawab sebuah organisasi terhadap dampakdampak dari keputusan dan kegiatan – kegiatan pada masyarakat dan lingkungan yang diwujudkan dalam bentuk perilaku transparan dan etis yang sejalan dengan pembangunan berkelanjutan dan kesejahteraan masyarakat, mempertimbangkan harapan para pemangku kepentingan, sejalan dengan hukum yang ditetapkan dan norma – norma perilaku internasional, serta terintegrasi dengan organisasi secara menyeluruh. Dengan demikian Coporate Social Responsibility adalah kepedulian perusahaan yang menyisihkan keuntungannya (profit) 20 bagi kepentingan pembangunan manusia (people) dan lingkungan (planet) secara berkelanjutan berdasarkan prosedur yang tepat dan profesional. b. Prinsip-Prinsip Corporate Social Responsibility Crowther David(2006) dalam Hadi (2011) Mengurai prinsip – prinsip tanggung jawab sosial (social responsibility) menjadi tida yaitu : 1) Sustainability, berkaitan dengan bagaimana perusahaan dalam melakukan aktivitas (action) tetap memperhitungkan keberlanjutan sumberdaya dimasa depan. Sustainability berputar pada keberpihakan dan upaya bagaimana society memanfaatkan sumberdaya agar tetap memperhatikan generasi masa datang. 2) Accountability, merupakan upaya perusahaan terbukan dan bertanggung jawab atas aktivitas yang telah dilakukan. Konsep ini menjelaskan perusahaan terhadap pengaruh pihak kuantitatif internal dan aktivitas eksternal. Akuntabilitas dapat dijadikan sebagai media bagi perusahaan membangun imagae dan network terhadap para pemangku kepentingan. 3) Transparency, merupakan prinsip penting bagi pihak eksternal. Tranparansi bersinggungan pelaporan aktivitas perusahaan berikut dampak terhadap pihak eksternal. Tranparansi merupakan suatu hal yang amat penting bagi 21 pihak eksternal, informasi, berperan untuk kesalahpahaman mengurangi khususnya asimetri informasi dan pertanggungjawaban berbagai dampak dari lingkungan. c. Pengungkapan Corporate Social Responsibility (CSR) Menurut Suwarjono (2015) secara konseptual, pengungkapan (discloure) merupakan bagian menyeluruh dari laporan keuangan secara teknis, pengungkapan merupakan langkah akhir dalam proses akuntansi yaitu penyajian informasi dalam bentuk seperangkat statement keuangan. Seiring dengan ramainya masyarakat global terhadap produk – produk ramah lingkungan CSR diatur oleh Undang – Undang PT No. 40 tahun 2007 tentang Perseroan Terbatas mengenai tanggung jawab social dan lingkungan yang kegiatan atau usahanya berkaitan dengan sumber daya alam wajib melaksanakannya. Ketentuan ini dimaksudkan untuk mendukung terjadinya hubungan perusahaan yang baik, seimbang, dan sesuai dengan lingkungan, nilai, norma dan budaya masyarakat setempat. d. Manfaat Corporate Social Responsibility (CSR) Menurut wibisono (2007) dalam M. Septian (2013), ada beberapa manfaat terhadap CSR sebagai berikut: 1) Mempertahankan dan mendongkra serta Brand Image perusahaan 2) Layak mendapatkan Social License to Operate 3) Mereduksi resiko bisnis perusahaan 22 4) Melebarkan akses sumber daya bagi operasional 5) Membuka peluang pasar yang lebih luas 6) Mengurangi biaya 7) Memperbaiki hubungan dengan stakeholders 8) Memperbaiki hubungan dengan regulator 9) Meningkatkan semangat dan produktivitas karyawan 10) Peluang untuk memperoleh penghargaan e. Ruang lingkup tanggung jawab social perusahaan Pertanggungjawaban manajemen atas pengelolaan perusahaan dibagi manjadi tiga yaitu : 1) Tanggung jawab manajemen kepada investor dan keditor Manajemen bertanggung jawab atas pengelolaan dana tersebut, baik mengenai keselamtan maupun tingkat pengembalian dana. 2) Tanggung jawab manajemen terhadap pemerintah Pemerintan adalah pemegang otoritas dalam menetapkan pajak, peraturan, dan perundang-undang yang berlaku, melindungi hak-hak masyarakat yang mempunyai hubungan baik secara langsung maupun tidak langsung dengan perusahaan, dan mengatur atas akibat – akibat yang ditimbulkan oleh operasional lingkungan. 23 perusahaan terhadap 3) Tanggung jawab manajemen terhadap masyarakat Masyarakat termasuk karyawan, konsumen, warga sekitar merupakan kelompok besar yang secara langsung atau tidak langsung mempunyai kepentingan terhadap perusahaan – perusahaan tertentu menggunakan sumber daya manusia dalam pelaksanaan operasionalnya. Oleh karena itu, kesehatan dan kesejahteraan mereka adalah faktor yang tidak bisa dikesampingkan dan perusahaan dituntut untuk berlaku adil terhadap seluruh karyawan. f. Indikator – Indikator pengungkapan Corporate Social Responsibility (CSR) Daftar pengungkapan sosial berdasarkan standar Global Reporting Initiative (GRI) yang digunakan oleh Dahli dan Siregar (2008), peneliti menggunakan 6 indikator pengungkapan yaitu : 1) Indikator Kinerja Ekonomi (economic performance indicator) 2) Indikator Kinerja Lingkungan (enviroment performance indicator) 3) Indikator Kinerja Tenaga Kerja (labor practices performance indicator) 4) Indikator Hak Asasi Manusia (human rights performance indicator) 5) Indikator kinerja Sosial (social performance indicator) 6) Indikator Kinerja Produk (product responsibility indicator) 24 g. Perumusan Pengungkapan Corporate Social Responsibility (CSR) Rumus Pengungkapan Corporate Social Responsibility berikut: πΆππ π·πΌj = ∑πππ ππ Dimana: CSRDIj : Corporate Social Responsibility Responsibility Discloure Index perusahaan j Xij : Jumlah item yang diungkapkan oleh perusahaan j Nj : Jumlah item pengungkapan CSR 6. Nilai Perusahaan a. Pengertian Nilai Perusahaan Menurut Brigham dan Houston (2006:19) bahwa nilai perusahaan adalah untuk memaksimalkan kekayaan pemegang saham identik dengan memaksimalkan harga dan saham biasa perusahaan. Mardiyanto (2009:182) mengatakan bahwa nilai perusahaan adalah nilai sekarang dari serangkaian arus kas masuk yang akan dihasilkan pada masa mendatang menurut Margaretha (2005:1) nilai 25 perusahaan yang sudah go public tercermin dalam harga pasar saham perusahaan. Sedangkan nilai perusahaan yang belum go public nilainya terealisasi apabila perusahaan yang belum go public nilainya terealisasi apabila perusahaan akan dijual (total aktiva dan prospek perusahaan, risiko usaha, lingkungan usaha, dan lainlainnya). Suad(2009:7) mengatakan bahwa nilai perusahaan merupakan hal yang harus diperhatikan oleh investor. Kemakmuran pemegang saham atau investor. Dengan kata lain nilai perusahaan merupakan ukuran kinerja manajer keuangan. b. Konsep Nilai Perusahaan Ada beberapa konsep nilai perusahaan menurut Christiawan dan Tarigan (2007) adalah sebagai berikut: 1) Nilai nominal Nilai nominal merupakan nilai yang bercantum secara format dalam angaran dasar perseroan. 2) Nilai Likuidasi Nilai Likuidasi merupakan nilai jual seluruh aset perusahaan setelah dikurangi semua kewajiban yang harus dipenuhi. 3) Nilai buku Nilai buku merupakan nilai perusahaan yang dihitung dengan dasar akuntansi 26 4) Nilai pasar Nilai pasar merupakan harga yang terjadi dan proses tawar menawar disaham pasar 5) Nilai intrinsik Nilai perusahaan dalam nilai intrinsik bukan hanya sekedar harga dan perusahaan sekumpulan sebagai kemamouan nilai entitas menghasilkan aset, bisnis melaikan yang keuntungan nilai memiliki dimasa mendatang. c. Tujuan Nilai Perusahaan Menurut Sudana (2011:8), tujuan normatif suatu perusahaan yaitu memaksimalkan nilai perusahaan atau kekayaan bagi pemegang saham yang dalam jangka pendek bagi perusahaan go Public tercermin pada harga saham perusahaan yang bersangkutan di pasar modal. Memaksimalkan nilai perusahaan dinilai lebih tepat sebagai tujuan yaitu: 1) Memaksimalkan nilai perusahaan berarti memaksimalkan klliopnilai sekarang dan semua keuntungan yang akan diterima oleh pemegang saham dimasa yang akan datang. 2) Mempertimbangkan faktior risiko 3) Memaksimalkan nilai perusahaan lebih menekankan pada arus kas daripada sekedar laba menurut pengertian akuntansi. 27 4) Memaksimalkan nilai perusahaan tidak mengaaikan tanggung jawab sosial d. Pengukuran Nilai Perusahaan Indikator – Indikator yang mempengaruhi nilai perusahaan diantaranya adalah (Susanti: 2010): 1) PER (Price Earning Ratio) PER yaitu rasio yang mengukur seberapa besar perbandingan antara nama saham perusahaan dengan keuntungan yang diperoleh, pemegang saham. Faktor – faktor yang mempengaruhi PER Yaitu: a) Tingkat Pertumbuhan data b) Dividensi Payout Ratio c) Tingkat keuntungan yang disyaratkan oleh pemodal Rumus yang digunakan adalah: ππΈπ = π»ππππ πππ ππ ππβππ πΏπππ πππ πΏπππππ ππβππ 2) PBV (Price Book Value) Pengukuran nilai perusahaan dalam penelitian ini akan menggunakan proksi yaitu : Rice to Book Value pada periode yang telah ditentukan. Menurut Prayitno 2009, Price to Book Value (PBV) menggambarkan beberapa besar menghargai nilai buku saham suatu perusahaan. 28 pasar Dapat disimpulkan semakin tinggi PBV semakin tinggi tingkat kepercayaan pasar terhadap prospek perusahaan, maka akan menjadi daya tarik bagi investor untuk membeli saham tersebut, sehingga permintaan akan naik, kemudian mendorong harga saham naik. Dari rasio PBV menunjukan tingkat kamampuan perusahaan menciptakan nilai relatif terhadap jumlah modal yang diinvestasikan. Rasio ini mengakui nilai yang diberikan pasa keuangan kepada manajemen dan organisasi perusahaan sebagai sebuah perusahaan yang terus tumbuh (Brigham 1999) dalam Susanti,2010) Beberapa alasan mengapa investor menggunakan rasio terhadap nilai buku (PBV) dalam analisis investasi yaitu: a) Nilai buku sifatnya relatif stabil b) Adanya praktik akuntansi yang relatif standar diantara perusahaan – perusahaan menyebabkan PBV dan dapat dibandingkan antar berbagai perusahaan yang akhirnya dapat mmberikan signal apakah nilai perusahaan under atau overvaluation c) Pada kasus perusahaan yang memiliki earnings negatif maka tidak memungkinkan untuk mempergunakan PER sehingga PBV dapat menutupi kelemahan PER yang ada pada (Murhadi,2009:148) 29 PER dalam kasus ini Hal ini dihitung dengan membagi harga penutupan saham saat ini dengan nilai buku kuartal terkini per saham. Juga dikenal sebagai “rasio harga ekuitas”. Dihitung sebagai: πππππ π΅πππ ππππ’π = πππππ πππ ππ π»ππππ ππβππ B. Hubungan Antar Variabel Dan Kerangka Pemikiran 1. Pengaruh Ukuran Perusahaan terhadap Nilai Perusahaan Ukuran Perusahaan merupakan salah satu indikasi mengukur seberapa besar perusahaan berkomitmen dalam mencerminakan seberapa besar perusahaan berkomitmen dalam mencerminkan kepada lingkungan dan masyarakat ataupun dengan perusahaan go public, sehinga pasar akan memberikan bayaran yang mahal untuk mendapatkan sahamnya untuk percaya akan mendapatkan penghasilan yang menguntunkan dari perusahaan. H1:Ukuran Perusahaan berpengaruh terhadap Nilai Perusahaan 2. Pengaruh Profitabilitas terhadap Nilai Perusahaan Profitabilitas yang tingi mencerminkan kemampuan dalam menghasilkan keuntungan yang tinggi bagi pemegang saham. Semakin besar keuntungan yang diperoleh semakin besar pula kemampuan perusahaan untuk membayarkan dividennya, dan hal ini berdampak pada kenaikan nilai perusahaan. Dengan rasio 30 profitabilitas yang tinggi yang dimiliki sebuah perusahaan akan menarik minat investor untuk menanamkan modalnya diperusahaan. H2: Profitabilitas berpengaruh terhadap Nilai Perusahaan 3. Pengaruh Pengungkapan Corporate Social Responsibility terhadap Nilai Perusahaan Pertanggung jawaban social perusahaan didalam laporan keuangan disebut keberlanjutan). Nilai Sustainbility Reporting perusahaanakan tumbuh (laporan secara berkelanjutan (sustainable) apabila perusahaan memperhatikan dimensi ekonomi, sosial dan lingkungan hidup. Menurut Nurlela dan Islahuddin (2008) dengan adanya praktik CSR yang baik, diharapkan nilai perusahaan akan dimulai dengan baik oleh investor. H3: Corporate Social Responsibility berpengaruh terhadap nilai perusahaan C. Penelitian Terdahulu Beberapa penelitian mengenai pengaruh ukuran perusahaan, profitabilitas, dan corporate social responsibility terhadap nilai perusahaan telah dilakukan. Adapun ringkasan penelititan terdahulu tersebut antara lain terdapat dalam tabel sebagai berikut: 31 Tabel 2.2 Ringkasan Penelitian Terdahulu No Nama dan Tahun Judul Publikasi 1. Ayu Dewi dan Sumber Hasil Penelitian Penelitian Srimahatma Pengaruh dan Struktur Ukuran Perusahaan Ary Modal, Profitabilitas, tidak bepengaruh pada Wirajaya (2013) dan Ukuran nilai Perusahaan perusahaan dan pada profitabilitas Nilai Perusahaan berpengaruh positif dan signifikan pada nilai perusahaan 2 Loh Setiawan Wenny ANALISIS Profitabilitas dan PENGARUH bepengaruh pada nilai Meliana Lim (2018) PROFITABILITAS, perusahaan, Ukuran UKURAN Perusahan berpengaruh PERUSAHAAN, pada niai perusahaan LEVERAGE, DAN dan PENGUNGKAPAN Pengungkapan Social (CSR) SOCIAL, TERHADAP berpengaruh pada nilai NILAI PERUSAHAAN perusahaan 3 I Nyoman Agus Pengaruh Leverage, Ukuran Suwardika dan I Ukuran 32 Perusahan, secara Perusahaan parsial tidak Ketut Mustanda Pertumbuhan (2017) memiliki pengaruh yang Perusahaan, dan signifikan terhadap nilai Profitabilitas pada perusahaan Nilai Perusahaan dan Profitabilitas parsial secara berpengaruh signifikan dan mempunyai arah yang positif terhadap nilai perusahaan 3 Eka Indriyani PENGARUH (2015) UKURAN Ukuran Perusahaan tidak berpengaruh PERUSAHAAN DAN signifikan terhadap nilai PROFITABILITAS TERHADAP perusahaan dan NILAI profitabilitas berbanding PERUSAHAAN lurus terhadap nilai perusahaan 4 Ajeng Andriani PENGARUH Hapsari (2018) GOOD Corporate CORPORATE Social Responsibility GOVERNANCE DAN berpengaruh positif tapi CORPORATE tidak signifikan terhadap SOCIAL nilai perusahan dengann RESPONSIBILITY arah koefisien positif 33 TERHADAP NILAI PERUSAHAAN 5 Gusti Ayu Ervina Made PENGARUH Rosiana, PENGUNGKAPAN Gede Juliarsa, dan CSR Maria Pengungkapan M. berpengaruh positif dan TERHADAP signifikan terhadap nilai Ratna NILAI PERUSAHAAN perusahaan Sari (2017) CSR dan DENGAN profitabilitas mampu PROFITABILITAS memperkuat pengaruh SEBAGAI VARIABEL pengungkapan PEMODERASI terhadap csr nilai perusahaan. 6 Arif Firmansah, PENGARUH Suwitho (2017) Ukuran UKURAN Perusahaan Berpengaruh Negatif PERUSAHAAN DAN signifikan terhadap nilai PROFITABILITAS TERHADAP PERUSAHAAN perusahaan NILAI peoriftabilitas memiliki pengaruh positif terhadap nilai perusahaan. 34 dan D. Kerangka Pemikiran Gambar 2.1 Kerangka Pemikiran Variabel Independe nn Variabel Dependen Ukuran Perusahaan (X1) H1 Profitabilitas Nilai Perusahaan H2 (X2) H3 Corporate Social Responsibility (X3) H4 35 (Y) Keterangan Variabel Bebas (X1) : Ukuran Perusahaan Variabel Bebas (X2) : Profitabilitas Variabel Bebas (X3) : Corporate Social Responsibility Variabel Terikat (Y) : Nilai Perusahaan E. Hipotesis Berdasarkan perumusan masalah dan kerangka pemikiranyang didasarkan oleh teori yang relevan, maka dapat disimpulkan hipotesis dari penelitian ini adalah sebagai berikut : H1 : Terdapat pengaruh Ukuran Perusahaan terhadap Nilai Perusahaaan H2 : Terdapat pengaruh Profitabilitas terhadap Nilai Perusahaan H3 : Terdapat pengaruh Coporate Social Responsibility Nilai Perusahaan H4 : Terdapat pengaruh Ukuran Perusahaan, Profitabilitas, dan Pengungkapan Corporate Social Responsibility secara bersama - sama 36 BAB III METODOLOGI PENELITIAN A. Jenis Penelitian Metodologi penelitian adalah cara ilmiah untuk mendapatkan data dengan tujuan dan kegunaan tertentu (Sugiyono, 2013:2). Metode penelitian yang dilakukan penulis dalam penelitian in adalah penelitian kausal komparatif (casual Comparative research), karena akan diteliti hubungan sebab akibat dua variabel atau lebih. Penelitian ini melakukan pengamatan terhadap konsekuensi – konsekuensi yang timbul dan menelusuri kembali fakta secara masuk akal sebagai factor – factor penyebabnya. Penelitian Kausal Komperatif merupakan tipe penelitia ex past facto yaitu tipe penelitian terhadap data yang dikumpulkan setelah terjadinya suatu fakta atau peristiwa tersebut sebagai variabel yang dipengaruhi (variabel dependen) dan melakukan penyelidikan terhadap variabel yang mempengaruhi (variabel independen). 37 B. Oprasional Variabel Oprasional variabel adalah gambaran tentang struktur penelitian yang menjabarkan variabel/ sub variabel kepada konsep, dimensi, indikator dan ukuram yang diarahkan untuk memperoleh nilai variabel. Dalam penelitian terdapat dua tipe variabel, yaitu variabel independen dan variabel dependen. 1. Variabel Independen Variabel ini adalah variabel yang mempengaruhi variabel lain. Dalam penelitian ini terdapat 3 variabel independen, yaitu Ukuran Perusahaan (X1), Profitabilitas (X2) dan Pengungkapan Corporate Social Responsibility (X3). a) Ukuran Perusahan Ukuran perusahaan dinyatakan dengan total asset, jika semakin besar total asset perusahaan maka akan semakin besar pula ukuran perusahan tersebut. Perusahaan yang memiliki total asset besar menunjukan bahwa perusahaan tersebut relative lebih stabil dan mampu menghasilkan laba yang lebih bersih dibandingkan perusahaan yang memiliki total asset sedikit atau rendah. Ukuran perusahaan dapat dihitung dengan rumus sebagai berikut: πππ’πππ ππππ’π πβπππ = πΏπ (πππ‘ππ π΄π ππ‘) 41 b) Profitabilitas Profitabilitas adalah mengukur tingkat kemampuan perusahaan dalam menghasilkan laba. Brigham dan Houston (2011) menyatakan bahwa profitabilitas adalah efektifitas manajemen yang ditunjukkan oleh laba yang dihasilkan dari penjualan atau investasi perusahaan. Dalam penelitian ini profitabilitas perusahaan diukur dengan menggunakan rasio ROA (Return on Assets). Secara matematis ROA (Return on Assets) dapat dihitung dengan menggunakan rumus sebagai berikut (Home, 2005): π ππ‘π’ππ ππ π΄π π ππ‘π = πΈππππππ π΄ππ‘ππ πππ₯ πππ‘ππ π΄π π ππ‘π c) Pengungkapan Corporate Social Responsibility Menurut The World Business Council For Sustainable Development (WBCSD), Corporate Social Responsibility atau tanggung jawab perusahan didefinisikan sebagi komitmen bisnis untuk memberikan kontribusi bagi pembangunan ekonomi berkelanjutan melalui kerja sama dengan karyawan, keluarga, komunitas mauupun masyarakat umum untuk meningkatkan kualitas yang bermanfaat bagi bisnis maupun pembangunan. Pertanggung jawaban social perusahan atau CSR 42 adalah mekanisme suatu organisasi yang sukarela memberikan perhatian terhadap lingkungan dan social kedalam aktivitas dan interaksinya dengan para stakeholders yang melebihi tanggung jawab organisasi dibidang hukum menurut Darwin (2004). Rumus perhitungan tanggung jawab sosial adalah sebagai berikut (Haniffa dan Cook, 2005): πΆππ π·πΌj = ∑πππ ππ Keterangan: CSRDIj : Corporate Social Responsibility Disclosure Index perusahan j Nj : Jumlah item untuk perusahan j Xij : dummy variabel : 1 = jika item I diungkapkan ; 0 = jika item I tidak diungkapkan 43 2. Variabel Dependen a) Nilai Perusahaan Dalam penelitian ini perhitungan yang digunakan dikonfirmasi dalam Price Book Value (PBV). Menurut Damadji (2012:157) PBV menggambarkan seberapa besar menghargai nilai buku saham suatu perusahaan. Semakin tinggi rasio ini berarti pasar percaya akan prospek perusahaan tersebut. PBV dihitung dengan Rumus: πππππ π΅πππ ππππ’π = πππππ πππ ππ π»ππππ ππβππ C. Populasi dan Sampel 1. Populasi Dan Sampel Populasi adalah seluruh data yang menjadi perhatian kita dalam suatu ruang lingkup dan waktu kita tentukan (Margono, 2010:118) sedangkan menurut Sugiyono (2013:117) “populasi adalah wilayah generalisasi yang terdiri atas obyek atau subyek yang mempunyai kualitas dan karakteristik tertentu yang ditetapkan oleh peneliti untuk dipelajari kemudian ditarik kesimpulannya”. Dari definisi diatas dapat disimpulkan bahwa populasi bukan hanya sekedar jumlah yang ada pada obyek atau subyek yang 44 dipelajari, melainkan meliputi seluruh karakteristik atau sifat yang dimiliki oleh subyek atau obyek tersebut. Dalam penelitian ini, populasi yang digunakan adalah perusahaan Manufaktur Sektor Industri Barang Konsumsi yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia periode 2014 – 2017. Jumlah populasi pada penelitian ini sebanyak 31 perusahan. 2. Teknik Pengambilan Sampel Sugiyono (2013:118) menjelaskan bahwa “sampel adalah bagian dari jumlah dan karateristik yang dimiliki oleh populasi tersebut”. Teknik pengambilan sampe yang digunakan pada penelitian ini adalah metode non probability dengan teknik pengmabilan sampel penelitian ini dilakukan dengan purposive sampling. Kriteria perusahaan yang dijadikan sampel adalah sebagai berikut: a) Perusahaan Manufaktur Sektor Industri Barang Konsumsi yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI) dalam periode penelitian 2014 – 2017 dan tidak mengalami delisting. b) Perusahaan yang tida melakukan IPO (Intial Public Offering) pada periode 2014 – 2017 c) Perusahaa yang memiliki data – data yang sesuai dengan kriteria yang berhubungan dengan variabel – variabel yang akan digunakan dalam penelitian. 45 d) Perusahaan yang tidak mengalami kerugian selama periode penelitian. D. Jenis, Sumber dan Metode Pengumpulan Data 1. Jenis Data dan Sumber Data Jenis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah jenis data documenter (documentary data). Sumber data yang digunakan dalam penelitian in adalah sumber data sekunder yang berasa dari data eksternal. Sumber data sekunder eksternal adalah sumber data yang diperoleh dari sumber di luar perusahaan dan diperoleh secara tidak langsung, melalui media perantara. Data yang digunakan dalam penelitian ini di peroleh dari Bursa Efek Indonesia pada perusahaan Manufaktur Sektor Industri Barang Konsumsi periode pengamatan 2014-2017. 2. Metode Pengumpulan Data Pengumpulan data dan informasi yang mendukung penelitian ini adalah dengan cara observasi tidak langsung yaitu penulis hanya meneliti objek penelitian, yang dalam penelitian ini adalah perusahaan-perusahaan yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia. Pengamantan yang dilakukan adalah non partisipan, dimana penulis bertindak sebagai pengamat independen yang mengumpulkan data pada annual report berupa opini yang dikeluarkan oleh akuntan public terhadap laporan keuangan perusahaan. Peneliti memperoleh data dengan melakukan observasi pada Bursa Efek Indonesia dan melakukan penelitian 46 kepustakaan (library research) untuk memperoleh teori, definisi, dan analisis melalui literature yang berhubungan dengan penilitian ini. E. Rancangan Analisis Rancangan analisis merupakan langkah-langkah yang dilakukan untuk menganalisis data. Data-data yang telah diolah serta dianalisis lebih lanjut, dalam penelitian ini model analisis data yang digunakan adalah metode analisis statistic yang pengolahan data menggunakan program software berupa Eviews 9. Metode analisis data sebagai berikut: 1. Statistik Deskriptif Menurut Sugiyono (2006:142) statistik deskriptif adalah statistik yang digunakan untuk menganalisis data dengan cara mendeskripsikan atau menggambarkan data yang telah terkumpul sebagaimana adanya tanpa bermaksud membuat kesimpulan yang berlaku untuk umum atau generalisasi. Statistik deskriptif digunakan untuk menjelaskan dan menggambarkan variabel – variabel berdasarkan data yang dikumpulkan pada periode tertentu. Karakteristik data yang digambarkan dapat dilihat sebagai berikut: a. Nilai maksimum dari sejumlah populasi yang dikumpulkan b. Nilai minimum dari sejumlah populasi yang dikumpulkan 47 c. Nilai rata – rata (mean) dari sejumlah populasi yang dapat mewakili nilai-nilai yang terkumpul, maka akan digunakan rumus sebagai berikut: 1) Mean (rata-rata hitung) Mean (rata-rata hitung) adalah suatu nilai yang diperoleh dengan cara membagi seluruh nilai pengamatan dengan banyaknya pengamatan. Mean dapat dirumuskan sebagai berikut: ππ = ∑ ππ π Keterangan : Me = Mean ∑ ππ = Jumlah Nilai X ke I sampai ke n π = Jumlah Sampel atau data 2) Standar Deviasi Standar deviasi digunakan untuk menilai disperse ratarata atau sampel. Setelah rata-rata diketahui maka perlu ditentukansebarn datanya. Semakin kecil sebarannya berarti nilai data semakin sama, jika sebarannya bernilai nol, maka nilai semua datanya adalah sama. Semakin besar nilai sebarannya maka nilai yang ada semakin bervariasi. Standar deviasi dapat dirumuskan sebagai berikut: 48 π=√ ∑ππ−1(π₯π − π₯Μ )2 π−1 Keterangan : S = Standar deviasi (simpangan baku) Xi = Nilai X ke I sampai ke n π₯Μ = Rata – rata nilai π = Jumlah sample 3) Median Median adalah salah satu teknik penjelasan kelompok yang didasarkan atas nilai tengah dari kelompok data yang telah disusun urutannya dari yang terkecil sampai dengan yang terbesar. Rumus median adalah sebagai berikut: πππ = π₯1 + π₯2 + π₯3 π Keterangan: Med = Median n = Banyaknya nilai tengah X1 = Nilai tengah pertama dimana median terletak 49 X2 = Nilai tengah kedua dimana median terletak X3 = Nilai tengah ketiga dimana median terletak 2. Penentuan Model Yang Digunakan Permodelan dengan menggunakan teknik regresi data panel dapat dilakkan dengan menggunakan tiga pendekatan alternatif metode pengolahannya. Pendekatan-pendekatan tersebut yaitu, metode Common Effect Model (CEM), Metode Fixec Effect Model (FEM), dan metode Random Effect Model (REM) sebagai berikut: a) Pooled Least Square (PLS)/Common Effect Model (CEM) Metode in menggabungkan data time-series dan crosssection kemudian diregresikan dalam metode OLS. Namun metode ini dikatakan tidak realistis karena dalam penggunaannya sering diperoleh nilai intercept yang sama, sehinga tidak efisien digunakan dalam setiap model estimasi, oleh sebab itu dibuat panel data untuk memudahkan melakukan interpretasi. b) Fixes Effect Model (FEM) Metode Fixed Effect adalah metode dengan intercept berbeda-beda untuk setiap subjek (cross section), tetapi slop 50 setiap subjek tidak berubah seiring waktu. Program Eviews 9 dengan sendirinya menganjurkan pemakaian model FEM, namun untuk lebih pastinya penulis menguji lagi dengan menggunakan uji Likelihood Ratio menunjukkan nilai probability Chi Square 0,0000 signifikan yang artinya pengujian dengan model FEM paling baik. Metode ini mengasumsikan bahwa terdapat perbedaan antara individu variabel (cross section) dan perbedaan tersebut dapat dilihat melalui perbedaan intercept-nya. Keunggulan yang dimiliki metode ini adalah dapat membedakan efek individu dan efek waktu dan metode yang tidak perlu menggunakan asumsi bawha komponen error tidak berkorelasi dengan variabel bebas. c) Random Effect Model (REM) Dengan metode ini efek spesifik individu variabel merupakan bagian dari error-term. Model ini berasumsi bahwa error-term akan selalu ada dan mungkin berkorelasi sepanjang time series dan cross-section. Metode ini lebih baik digunakan pada data panel apabila jumlah individu lebih besar daripada jumlah kurun waktu yang ada. Dengan menggunakan program Eviews terdapat Uji Hausman dan uji Likehood Ratio, yang akan membantu untuk menentukan metode apa yang paling efisien digunakan dari 51 ketiga model persamaan tersebut. Dalam penelitian ini yang aka diuji hanya Uji Hausman. 3. Pemilihan Model Regresi Data Panel Terdapat beberapa tahan pengujian yang harus dilakukan dalam memilih model rergesi data panel yang tepat yaitu uji chow, uji Hausman, dan Uji Langrange Multiplier. Uji Chow digunakan untuk mrmilih antara Common Effect Model atau Fixed Effect Model sebagai model regresi yang paling tepat. Jika uji chow menunjukkan model Common Effect yang dipilih, maka tidak perlu dilakukan pengujian selanjutnya. Akan tetapi, jika hasil Uji Choq menunjukkan model Fixed Effect yang dipilih makan digunakan pengujian selanjutnya dengan menggunakan Uji Hausman. Uji Hausman digunakan untuk memilih antara Fixed Effect Model atau Random Effect Model sebaga model regresi yang tepat. Jika hasil Uji Hausman menunjukkan model Random Effect yang dipilih, maka dilakukan pengujian selanjutnya dengan menggunakan Uji Langrange Multiplier yang digunakan untuk memilih antara Random Effect Model Atau Common Effect Model sebagai model regresi yang paling tepat 52 a) Uji Chow Uji Chow dilakukan untuk menentukan Common Effect Model atau Fixed Effect Model yang paling tepat digunakan dalam mengestimasi data panel. Uji Chow menggunakan hipotesis sebagai berikut: π»π = Common Effect Model π»π = Fixed Effect Model Dasar pengembalian keputusannya adalah dengan membandingkan nilai Prob. Cross-Section F dengan α (alpha). 1) Jika Prob. Cross-section F > 0,05, maka Ho diterima 2) Jika Prob. Cross-section F < 0,05, maka Ho di tolak b) Uji Hausman Uji Hausman adalah pengujian statistic yang dilakukan untuk menentukan model yang paling tepat antara Fixed Effect Model dan Random Effect Model. Uji Hausman menggunakan hipotesis sebagai berikut: π»π = Random Effect Model π»π = Fixed Effect Model Dasar pengembalian keputusan adalah dengan membandingkan nilai Prob. Cross-section random dengan α (alpha) 1) Jika Prob. Cross-section > 0,05, maka Ho diterima 2) Jika Prob. Cross-section random < 0,05, maka Ho ditolak 53 c) Uji Lagrange Multiplier Uji Lagrange Multiplier digunakan untuk memilih antara Common Effect Model atau Random Effect Model. Hipotesis yang digunakan dalam uji LM adalah sebagai berikut: π»π = Coomon Effect Model π»π = Random Effect Model Dasar pengembalian keputusan adalah dengan membandingkan nilai Prob. Breusch-Pagan dengan α (alpha). 1) Jika Prob Breusch-Pagan > 0,05, maka Ho diterima 2) Jika Prob Breusch-Pagan < 0,05, maka Ho ditolak 4. Uji Asumsi Klasik Uji asumsi klasik bertuju untuk memperoleh hasil regresi yang bisa dipertanggungkan dan mempunyai hasil yang tida bias. Uji asumsi klasik tersebut yaitu sebagai berikut: a) Uji Normalitas Uji Normalitas bertujuan untuk menguji apakah dalam model regresi panel variabel-variabelnya berdistribusi normal atau tidak. Hipotesis yang digunakan adalah sebagai berikut: π»π = Data terdistribusi normal π»π = Data tidak terdistribusi normal Dasar untuk pengembalian keputusan adalah sebagai berikut: 54 1) Jika nilai probability > 0,05, maka π»π diterima dan berarti bahwa terdistribusi normal 2) Jika nilai probability < 0,05, maka π»π ditolak dan berarti bahwa data tidak terdistribusi normal b) Uji Multikolinearitas Uji multikolinearitas ini bertujuan untuk menguji apakah dalam model regresi ini ditemukan adanya korelasi yang tinggi antar variabel independen. Dalam model regresi yang baik seharusnya tidak terjadi korelasi diantara variabel independen. Dasar pengambilan keputusannya adalah jika korelasi antar dua variabel independen > 0,80 maka terjadi multikolinearitas. c) Uji Heteroskedastisitas Uji Heteroskedastisitas dilakukan untuk mengetahui apakah variabel mempunyai pengaruh signifikan dengan nilai reidunya. Uji statistik in akan dilakukan dengan uji Geljser. Uji Glejser adalah uji dengan meregresikan nilai absuolute residual (AbsUi) sebagai variabel dependen terhadap variabel independen lainnya (Ghozali, 2001:105-106). Hipotesis yang dibentuk Uji Glejser adalah sebagai berikut: π»π = tidak ada masalah heteroskedastisitas π»π = ada masalag heteroskedastisitas 55 Dasar untuk pengembalian keputusannya adalah dengan membandingkan nilai probability setiap variabel dengan α (alpaha). 1) Jika nilai probability > 0,05, maka π»π diterima dan berarti tidak ada masalah heteroskedastisitas. 2) Jika nilai probability < 0,05, maka π»π ditolak dan berarti ada masalah heteroskedastisitas. d) Uji Autokorelasi Autokorelasi berarti adanya korelasi antara anggota observasi satu dengan observasi lainnya berlain waktu. Autokorelasi muncul karena observasi yang berurutan sepanjang waktu berkaitan satu sama lain. Ada beberapa cara yang dapat digunakan untuk mendeteksi ada atau tidaknya autokorelasi, diantaranya adalah Uji Durbin-Watson (DW Test). Tabel 3.1 Pedoman Interpretasi Autokorelasi Tidak Tolak H0, Tolak Tidak menola dapat k H0, berarti dapat H0, Tidak berarti ada berarti ada autokorelasi autokorelasi diputuskan tidak ada diputuskan positif Negatif autokorelasi 0 dL 2 4 - dU dU 56 4 - dL 4 5. Analisis Korelasi Analisis korelasi parsial digunakan mengukur kekuatas korelasi (hubungan) linear antar variabel. Korelasi berganda digunakan untuk mengetahui seberapa erat hubungan antara keseluruhan variabel bebas dengan variabel terika. Secara umum nilai korelasi terletak antara -1 dan 1 atau -1≤ r ≤ 1. Koefisien korelasi mempunyai nilai terendah -1 dan nilai tertinggi 1 dengan kriteria sebagai berikut: a) Jika r = 1 atau mendekati 1 maka hubungan antara variabel (X) variabel (Y) adlah searah, dalam arti bahwa kenaikan atau penurunan variabel (X) terjadi secara bersama-sama dengan kenaikan atau penurunan variabel (Y). b) Jika r = 0 atau mendekati 0, maka hubungan antara variabel (X) dan variabel (Y) adlah tidak ada atau dapat dikatakan sangat lemah. Dengan demikian dapat dikatakan pula antara variabel (X) dengan variabel (Y) tidak ada hubungan. c) Jika r = -1 atau mendekati -1, maka variabel (X) dan variabel (Y) mempunyai hubungan yang kuat tetapi negatif, artinya variabel (X) naik maka variabel (Y) turun dan sebaliknya jika variabel (X) turun maka variabel (Y) akan naik. 57 Tabel 3.2 Pedoman Interpretasi Koefisien Korelasi Tingkat Koefisen Tingkat Hubungan 0,00 – 0,199 Sangatrendah 0,20 – 0,399 Rendah 0,40 – 0,599 Sedang 0,60 – 0,799 Kuat 0,80 – 0,999 Sangat kuat 1.000 Sempurna 6. Uji Hipotesis Uji hipotesis adalah produser yang memungkinkan keputusan yang dibuat yaitu keputusan untuk menolak atau tidak menolak yang sedang di uji. Metode analisi yang digunakan dalam penelitian ini antara lain: a) Uji Persamaan Regresi Linear Berganda Uji regresi linear berganda adalah pengujian yang dilakukan untuk melihat pengaruh dari variabel independen terhadap variabel dependen namun masih menunjukkan hubungan yang linear. Variabel independen dalam penelitian ini adalah Ukuran Perusahaan, Profitabilitas, dan Corporate Social Responsibility. Variabel dependen dalam penilitian ini adalah nilai perusahaan. Persamaan yang 58 digunakan untuk menguji hipotesis dalam penelitian ini adalah sebagai berikut: π = πΌ + π½1π1 + π½2π2 + π½3π3 + π Keterangan : Y = Nilai Perusahan α = Koefisien konstanta X1 = Ukuran Perusahaan X2 = Profitabilitas X3 = Corporate Social Responsibility β1-β3 = Koefisien regresi ε = Error Term atau tingkat kesalahan b) Uji Koefisien Regresi Parsial (Uji t) Uji t digunakan untuk melihat signifikansi dan pengaruh varabel independen secara individu terhadap variabel dependen dengan menganggap variabel lain bersifat konstan. Hipotesis yang dibentuk Uji t adalah sebagai berikut: π»π = tidak mempengaruhi variabel dependen π»π = mempengaruhi variabel dependen 59 Dasar pengambilan keputusan adalah sebagai berikut : 1) Berdasarkan nilai probabilitas a. Jika nilai probabilitas (p-value) < alpha (0,05) maka Ho ditolak, Ha diterima (ada pengaruh yang signifikan) b. Jika nilai probabilitas (p-value) > alpha (0,05) maka Ho diterima, Ha ditolak(tidak ada pengaruh yang signifikan) 2) Berdasarkan perbandingan t hitung dengan tabel a. Jika t hitung > t tabel, maka Ho ditolak dan Ha diterima b. Jika t hitung < t tabel, maka Ho diterima dan Ha ditolak c) Uji Koefisien Regresi Simultan (Uji F) Uji F dilakukan untuk mengetahui apakah semua variabel independen yang dimasukkan dalam model mempunyai pengaruh secara bersama-sama (simultan) terhadap variabel dependen. Hipotesis yang dibentuk Uji t adalah sebagai berikut : π»π : Tidak mempengaruhi variabel dependen π»π : Mempengaruhi variabel dependen Dasar untuk mengambil keputusannya adalah sebagai berikut: 1) Berdasarkan nilai probabilitas a. Jika nilai probabilitas < 0.05, maka Ho ditolak, Ha diterima. Hal ini berarti semua variabel bebas secara simultan dan signifikan terikatnya 60 mempengaruhi variabel b. Jika nilai probabilitas > 0.05, maka Ho diterima, Ha ditolak. Hal ini berarti semua variabel bebas secara simultan dan tidak signifikan mempengaruhi variabel terikatnya. 2) Berdasarkan perbandingan Fhitung dengan Ftabel a. Jika Fhitung > Ftabel, maka Ho ditolak, Ha diterima. Hal ini berarti bahwa seluruh variabel bebas secara simultan dan signifikan mempengaruhi variabel terikatnya. b. Jika Fhitung < Ftabel maka Ho diterima, Ha ditolak. Hal ini berarti bahwa semua variabel bebas secara simultan dan tidak signifikan mempengaruhi variabel terikatnya. d) Koefisien Determinasi Koefisien determinasi (π 2 ) pada intinya mengukur seberapa jauh kemampuan model dalam menerangkan variasi variabel dependen. Nilai Koefisien determinasi adalah antara 0 dan 1. Nilai π 2 yang kecil berarti kemampuan variabel independen dalam menjelaskan variasi variabel dependen amat terbatas. Nilai yang hampir semua informasi yang dibutuhkan untuk memprediksi variasi independen. Secara umum koefisien determinasi untuk data silang atau (crossection) relatif rendah karena adanya variasi yang besar antara masing-masing pengamatan, sedangkan untuk data runtun waktu (time series) biasanya mempunyai nilai koefisien determinasi yang tinggi. Nilai koefisien determinasi yang digunakan dalam menjelaskan 61 penelitian ini adalah nilai Adjusted π 2 karena variabel independen yang digunakan dalam penelitian dari dua variabel. Selain itu, Nilai Adjusted π 2 dianggap lebih baik dari nilai π 2 karena nilai Adjusted π 2 dapat naik atau turun apabila satu variabel independen ditambahkan ke dalam model regresi (Ghozali, 2011:197). πΎπ· = π΄πππ’π π‘ππ π 2 π 100% Keterangan: KD = Koefisien determinasi Adj R2 = Koefisien korelasi. 62 63