Uploaded by User4824

LAPORAN PKL BTN MALANG

advertisement
BAB I
PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang Instansi
PT. Bank Tabungan Negara, Tbk atau biasa dikenal dengan BTN adalah
sebuah perseroan terbatas yang bergerak di bidang penyedia jasa perbankan. Bank
BTN ini merupakan sebuah Badan Usaha Milik Negara dari Negara Indonesia
yang pada awalnya didirikan sejak tahun 1987 lalu. Pada saat itu bank BTN ini
belum memiliki nama PT. Bank Tabungan Negara, Tbk melainkan Postspaar
Bank dan berletak di Batavia atau yang saat ini lebih dikenal masyarakat dengan
nama Jakarta.
Pada mulanya Postspaar Bank ini didirikan oleh Belanda pada masa
pemerintahannya, berdasarkan surat keputusan Koninklijk Besluit No. 27
mengenai pendirian sebuah bank Hindia Belanda di Indonesia. Pendirian bank
tersebut bertujuan untuk mendidik masyarakat pada saat itu agar gemar menabung
dan mengajarkan mereka sistem perbankan, karena pada saat itu beum terdapat
sistem perbankan yang baik di Indonesia.
Sejak didirikannya pada tahun 1987 hingga penghujung tahun 1931,
Postspaar Bank sudah berhasil menghimpun dana sebesar Rp. 54.000.000,dimana jumlah tersebut sudah terlampau sangat besar pada masa itu. Menyikapi
kesuksesan Postspaar Bank dalam menghimpun dana masyarakat tersebut,
pemerintah Belanda pun membuka 4 (empat) kantor cabang Postspaar Bank lain
yang berletak di Ujung Pandang, Surabaya, Jakarta dan Medan.
Masuknya masa pemerintahan Jepang ke Indonesia pada tahun 1942,
membuat Postspaar Bank yang merupakan bank karya kolonial Belanda tersebut
dibekukan dan kemudian mengganti namanya menjadi Tyokin Kyoku. Tidak lama
dari bergantinya nama Postspaar Bank menjadi Tyokin Kyouku, masa
pemerintahan
Jepang
pun
berakhir
karena
Indonesia
telah
berhasil
memproklamirkan kemerdekaannya pada tahun 1945. Dikarenakan pemerintahan
1
Jepang telah berakhir, akhirnya Tyokin Kyouku pun dirubah nama menjadi
Kantor Tabungan Pos.
Dalam perkembangannya Kantor Tabungan Pos beberapa kali mendapat
kendala karena adanya agresi militer belanda di Indonesia, dimana hal itu
membuat Kantor Tabungan Pos dan kantor-kantor cabangnya kembali diduduki
Belanda. Setelah agresi belanda berakhir pada bulan juni 1949, pemerintah
Republik Indonesia membuka kembali Kantor Tabungan Pos yang namanya
diubah menjadi Tabungan Pos Republik Indonesia. Setelah masa Kantor
Tabungan Pos usai pada tahun 1949 tersebut, selanjutnya pemerintah Indonesia
membentuk dan hanya mengakui Bank Tabungan Pos Republik Indonesia ini
sebagai satu-satunya lembaga perbankan di Indonesia.
Tahun 1950 yang merupakan masa peralihan pemerintahan di Negara
Indonesia, membuat lembaga tabungan Bank Tabungan Pos Republik Indonesia
tersebut kembali berubah nama menjadi Bank Tabungan Negara (BTN). Hal ini
didasari karena para pemrakarsa lahirnya Bank Tabungan Negara (BTN) pada saat
itu telah menetapkan keputusan untuk meneruskan kembali perjuangan Bank
Tabungan Pos yang dulu dibentuk sebagai lembaga perbankan pertama di
Indonesia.
Oleh karena hal tersebut, maka pada tanggal 09 February 1950 berdasarkan
UU Darurat No. 50 tahun 1950, Kantor Tabungan Pos yang sempat dibekukan
tersebut dibuka kembali namun dengan menggaet nama baru yaitu Bank
Tabungan Negara (BTN). Akhirnya setelah sekian kali berganti nama dan sempat
dibekukan, kini lembaga keuangan tersebut kembali berjalan dan dijadikan
sebagai satu-satunya lembaga keuangan Negara Indonesia yang resmi.
Seiring dengan dimulainya rencana pembangunan perumahan oleh
pemerintah, pada tahun 1974 Bank Tabungan Negara (BTN) ditunjuk sebagai
lembaga pembiayaan kredit perumahan. Dengan realisasi Kredit Pemilihat Rumah
(KPR) pertama pada tanggal 10 Desember 1976, Bank Tabungan Negara (BTN)
menjadi bank umum nasional yang berfokus pada pembiayaan perumahan.
2
Pembiayaan perumahan yang ditawarkan oleh Bank Tabungan Negara (BTN)
yaitu dengan produk Kredit Pemilihan Rumah (KPR) bersubsidi dan Kredit
Pemilihan Rumah (KPR) komersial. Kredit Pemilihan Rumah bersubsidi
dibuat,untuk segmen masyarakat dengan penghasilan menengah ke bawah dan
Kredit Pemilihan Rumah (KPR) komersial dibuat untuk segmen masyarakat
dengan penghasilan menengah keatas.
Sukses dengan realisasi KPR paada tahun 1976 tersebut, manajemen Bank
Tabungan Negara (BTN) pun akhirnya menjadikan bisnis perumahan sebagai
bisnis utama BTN. Hal ini dinyatakan oleh Bank Tabungan Negara (BTN) dengan
membuat misi perusahaan sebagai penunjang pelaksanaan pembangunan nasional
dalam
rangka
meningkatkan
pemerataan
pertumbuhan
ekonomi
kearah
kesejahteraa rakyat dengan mengkhususkan diri memfasilitasi pembiayaan proyek
pembangunan perumahan rakyat. Dengan menjadikan bisnis perumahan melalui
fasilitas Kredit Pemilihan Rumah (KPR) tersebut, status Bank Tabungan Negara
pun berubah menjadi PT. Bank Tabungan Negara (persero), Tbk pada tahun 1992.
Perubahan status tersebut dilakukan agar Bank Tabungan Negara (BTN) dapat
bergerak lebih
Seiring dengan berkembang dan suksesnya program Kredit Pemilihan
Rumah (KPR) tersebut, akhirnya PT. Bank Tabungan Negara, Tbk (BTN) pun
mengembangkan produk-produk layanan perbankan lainnya sebagaimana
layaknya bank umum. Hingga saat ini PT. Bank Tabungan Negara memiliki
beragam macam bentuk produk Tabungan, Giro, Deposito ataupun layanan
perbankan lainnya seperti yang dimiliki oleh bank umum lainnya.
1.2 Visi dan Misi Perusahaan
Setiap perusahaan memiliki visi, misi, dan strategi agar perusahaan tersebut
mencapai apa yang diinginkan. Begitu juga dengan PT. Bank Tabunan Negara
sebagai salah satu bank yang terkemuka dalam menyukseskan program
pemerintah terutama dibidang perumahan tentu memiliki visi dan misi yang jelas
demi kepuasan nasabah.
3
Visi Bank BTN
“Menjadi Bank yang terkemuka dan menguntungkan dalam pembiayaan
perumahan”.
Misi Bank BTN
1. Memberikan pelayanan unggul dalam pembiayaan perumahan dan industri
ikatan kepada lapisan masyarakat menengah kebawah serta menyediakan
produk jasa perbankan lainnya.
2. Menyiapkan dan mengembangkan sumber daya manusia Bank BTN yang
berkualitas dan profesionalitas serta memiliki integrasi yang tinggi.
3. Mengambil komitmen kepada pemegang saham yaitu menghasilkan laba dan
pendapatan persamaan yang tinggi serta ikut mendukung program
pembagunan perumahan nasional.
4. Memperdulikan kepentingan masyarakat dan lingkungan.
1.3 Struktur Organisasi
Gambar 1.1
(Sumber : Dokumen PT. Bank Tabungan Negara, Tbk KC. Malang)
4
Dewan Komisaris
Komisaris Utama/ Independen
: I wayan Agus Mertyasa
Komisaris Independen
: Lucky Fathul Aziz H
Komisaris Independen
: Kamarudin Sjam
Komisaris
: Arie Coerniadi
Komisaris
: Sumiyati
Komisaris
: Maurin Sitorus
Komisaris Independen
: Garuda Wiko
Dewan Direksi
Direktur Utama
: Maryono
Direktur
: Iman Nugroho Soeko
Direktur
: Budi Satria
Direktur
: R. Malehan Prabantarikso
Direktur
: Adi Setianto
Direktur
: Nixon L. Napitupulu
Direktur
: Handayani
Direktur
: Rahardjo
5
Jumlah Pegawai BTN KC Malang
Tabel 1.1
Jumlah Pegawai BTN KC. Malang
No.
Unit
Jumlah
1.
Branch Manager
1
2.
Sekretaris
1
3.
DBM Business
1
4.
DBM Supporting
1
5.
Mortgage & Consumer Lending Unit
13
6.
Commercial, Small & Medium Unit
7
7.
Consumer & Commercial Funding Unit
11
8.
Sevice Quality Unit
14
9.
Priority Banking Unit
4
10.
Teller Service Unit
10
11.
Administration & Operation Unit
3
12.
TP & IT Unit
5
13.
Administration &Loan Documen Unit
8
14.
Accounting & Control Unit
4
15.
Collection Coordinator Unit
6
Total
89
(Sumber : Dokumen PT. Bank Tabungan Negara, Tbk KC. Malang)
1.3.1 Deskripsi Pekerjaan
Berdasarkan struktur organisasi di atas, dapat dijelaskan masingmasing tugas dan tanggung jawab atau deskripsi jabatan pada PT. Bank
Tabungan Negara (Persero) Tbk. Kantor Cabang Malang adalah sebagai
berikut :
1. Branch Manager
Memiliki tugas yaitu sebagai berikut :
6
a) Memimpin Kantor Cabang.
b) Melaksanakan pengawasan akan tugas-tugas yang diberikan kepada
bawahan dan mengadakan evaluasi terhadap tugas-tugas tersebut.
c) Mengelola keuangan harta kekayaan bank dan seluruh kegiatan usaha
kantor cabang.
d) Mengkoordinasikan pembuatan rencana kerja, anggaran cabang dan
melakukan evaluasinya serta memenuhi target yang telah ditentukan.
2. Sekretaris
Memiliki tugas yaitu sebagai berikut:
a) Memproses pembuatan dan pengaturan jadwal kegiatan Division
Head/Desk Head/Regional Manager/Branch Managerdengan pihak
intern atau ekstern.
b) Memproses administrasi notula rapat baik dengan pihak intern atau
ekstern.
c) Memproses administrasi surat dan faksimile keluar dan masuk
(registrasi,
pengarsipan,
pendistribusian
sesuai
disposisi
dan
monitoring) untuk Division Head/Desk Head/Regional Manager/Branch
Manager.
3. Deputy Branch Manager (DBM) Business
Memiliki tugas yaitu sebagai berikut:
a) Membina dan memberikan pengarahan kepada kepala Teller service,
Kepala Customer Service dan Kepala Loan Service.
b) Menjamin kecepatan dan pelayanan tinggi dalam bidang Loan Service,
Customer service, Teller Service dan Kantor Kas.
c) Merencanakan, mengorganisasikan, mendelegasikan dan mengontrol
semua aktifitas bidang retail demi tercapainya target bidang pelayanan
retail yang efisien dan efektif sehingga terwujud pertumbuhan asset dan
keuntungan yang tinggi.
7
4. Deputy Branch Manager (DBM) Supporting
Memiliki tugas yaitu sebagai berikut:
a) Mengelola operasional harian cabang untuk menjamin efektifitas dan
efisiensi.
b) Menjamin standar kualitas dalam bidang Pemrosesan Transaksi,
Administrasi Kredit dan Administrasi Umum Cabang.
c) Menjamin produktifitas dan kapabilitas pegawai bidang operasional.
5. Sub Branch Manager
Memiliki tugas yaitu sebagai berikut:
a) Bertangggung jawab dalam proses operasional di Sub Branch Office
(Memastikan terciptanya Branch Security Officer 1 (BSO1) di Sub
Branch Office)
b) Melakukan supervisi fungsi dari Teller Service di Sub Branch Office
c) Melakukan supervisi fungsi dari Customer Service di Sub Branch
Office
d) Melakukan supervisi fungsi dari Loan Service di Sub Branch Office
6. Mortgage & Consumer Lending Unit
Memiliki tugasdanwewenang yaitu sebagai berikut:
a) Pencapaian target marketing danrealisasikredit consumer (mortgage and
consumer lending)
b) Pembuatanlaporanhasilpencapaian target kredit consumer.
c) Melakukankoordinasipelaksanaan proses bisniskredit consumer di
Kantor Cabang Malang yang efektifsesuaidenganketentuan yang
berlaku.
7. Consumer Funding Marketing
Memilki tanggung jawab sebagai berikut :
a) Melakukan aktivitas promosi sesuai dengan jadawal dan metode yang
telah ditetapkan.
8
b) Membuat laporan kepada atasan atas hasil yang telah dicapai beserta
kegiatan yang telah dilakukan.
c) Memastikan identitas nasabah, pekerjaan serta kegiatan transaksi yang
dilakukan.
8. Loan service (Layanan Kredit)
Loan service mempunyai tugas:
a) Bertanggung jawab atas layanan informasi kredit, pelunasan kredit dan
penyelesaian klaim debitur yang berkualitas
b) Bertanggung jawab atas kelengkapan dan kebenaran data pelunasan dan
klaim debitur.
c) Bertanggung jawab atas penyerahan dokumen pokok bagi debitur yang
melunasi kredit dengan benar.
9. Accounting Control Unit
Adapun tugas dan wewenang dari jabatan ini adalah:
a) Memastikan keakurasian dan ketepatan laporan keuangan kantor
cabang dan kan capem.
b) Bertanggung jawab atas pelaksanaan control dan laporan penyelesaian
pengaduhan nasabah.
c) Bertanggung jawab atas pencetakan laporan keuangan kantor cabang.
10. Customer service (Layanan Nasabah)
Customer service mempunyai tugas:
a) Bertanggung jawab atas akurasi dan kelengkapan data master statis
seluruh apli kasiloket
b) Bertanggung jawab atas pelayanan permohonan blokir dan pembukaan
blokir
c) Bertanggung jawab atas pemeliharaan rate khusus dan pemeliharaan
data CIF
9
11. Teller Service
Memilki tanggungjawab sebagai berikut :
a) Melakukan administrasi kas
b) Melayani transaksi giro, tabungan, deposito, offline.
c) Melayani transaksi kiriman uang, collection, inkaso.
d) Melakukan pengisian kas ATM dan pemeriksaan kas ATM (Cash
Opname)
12. Commercial Financing Analyst
Memilki tanggungjawab sebagai berikut :
a) Melakukan input data aplikasi permohonan pada sistem.
b) Memastikan input data benar dan lengkap.
c) Melakukan analisa Commercial Financing.
d) Melakukan order penilaian jaminan kepada pihak internal/eksternal.
13. Loan Document
Memilki tugas sebagai berikut :
a) Penatausahaan, penyusunan dan penyimpanan dokumen pembiayaan.
b) Membuat laporan LAT/DAT.
c) Melakukan pemisahan dossier debitur yang telah lunas untuk
diserahkan ke unit kerja terkait dan kemudian disimpan diruang khusus.
14. Transaction Processing and IT Support
Memilki Tanggung Jawab sebagai berikut :
a) Memproses pencairan pembiayaan dan lainnya.
b) Memproses pencetakan report cash in cash out.
c) Memproses transaksi Deposito, Tabungan, Giro,RTGS, kiriman uang,
Inkaso dan lainnya.
15. Loan Administration (Administrasi kredit)
10
Tugas dari bagian ini adalah sebagai berikut :
a) Melakukan penilaian terhadap calon debitur atau pemohon kredit,
b) Melakukan proses OTS atas permintaan unit terkait dengan baik dan
benar.
c) Memproses memo pencairan pembiayaan untuk diteruskan dan
ditindaklanjuti oleh unit kerja terkait.
d) Memproses pengelolaan pencairan dana jaminan.
16. Accounting dan Reporting
Memilki tanggungjawab sebagai berikut :
a) Melakukan monitoring administrasi transaksi seluruh rekening dan
memastikan seluruh transaksi telah terbuku secara akurat dan tepat
waktu.
b) Melakukan proses pencetakan laporan keuangan harian di Kantor
Cabang Malang.
c) Melakukan proses pencetakan laporan keuangan bulanan di Kantor
Cabang Malang.
d) Melaksanakan penatausahaan maploeg di Kantor Malang.
1.4 Ruang Lingkup Kegiatan Perusahaan
Berdasarkan Akta Pernyataan Keputusan RUPS Tahunan tentang
Perubahan Anggaran Dasar PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk. no. 51
tanggal 24 Maret 2015, kegiatan usaha Perseroan adalah:
1. Menghimpun dana dari masyarakat dalam bentuk simpanan berupa giro,
deposito berjangka, sertifikat deposito, tabungan dan/atau bentuk lainnya
yang dipersamakan dengan itu;
2. Memberikan kredit;
3. Menerbitkan surat pengakuan hutang dan melakukan pinjaman dengan
jaminan aktiva produktif;
11
4. Membeli, menjual atau menjamin atas risiko Perseroan maupun untuk
kepentingan dan atas perintah nasabahnya:
5. Surat-surat wesel termasuk wesel yang diakseptasi oleh Bank yang masa
berlakunya tidak lebih lama dari pada kebiasaan dalam perdagangan suratsurat dimaksud.
1) Surat pengakuan hutang dan kertas dagang lainnya yang masa
berlakunya tidak lebih lama dari kebiasaan dalam perdagangan
surat-surat dimaksud.
2) Kertas Perbendaharaan Negara dan Surat Jaminan Pemerintah.
3) Sertifikat Bank Indonesia (SBI).
4) Obligasi.
5) Surat
Dagang
Berjangka
Waktu
sesuai
dengan
peraturan
perundang-undangan.
6) Instrumen surat berharga lain yang berjangka waktu sesuai dengan
peraturan perundangundangan
6. Memindahkan uang baik untuk kepentingan Perseroan maupun untuk
kepentingan nasabah;
7. Menempatkan dana pada, meminjam dana dari, atau meminjamkan dana
kepada bank lain, baik dengan menggunakan surat, sarana telekomunikasi
maupun dengan wesel unjuk, cek atau sarana lainnya;
8. Menerima pembayaran dari tagihan atas surat berharga dan melakukan
perhitungan dengan atau antar pihak ketiga;
9. Menyediakan tempat untuk menyimpan barang dan surat berharga;
10. Melakukan kegiatan penitipan untuk kepentingan pihak lain berdasarkan
suatu kontrak;
11. Melakukan penempatan dana dari nasabah kepada nasabah lainnya dalam
bentuk surat berharga yang tidak tercatat di bursa efek;
12. Membeli sebagian atau seluruh agunan, baik melalui pelelangan maupun
di luar pelelangan berdasarkan penyerahan secara sukarela oleh pemilik
agunan dalam hal debitur tidak memenuhi kewajibannya kepada
12
Perseroan, dengan ketentuan agunan yang dibeli tersebut wajib dicairkan
secepatnya;
13. Melakukan kegiatan anjak piutang, sekuritisasi aset, usaha kartu kredit dan
kegiatan wali amanat;
14. Melakukan kegiatan dalam valuta asing dengan memenuhi ketentuan yang
ditetapkan oleh yang berwenang;
15. Melakukan kegiatan penyertaan modal pada Bank atau perusahaan lain di
bidang keuangan dengan memenuhi ketentuan peraturan perundang
undangan;
16. Melakukan kegiatan penyertaan modal sementara untuk mengatasi akibat
kegagalan kredit, termasuk kegagalan pembiayaan berdasarkan Prinsip
Syariah, sesuai syarat bahwa Perseroan di kemudian hari harus menarik
kembali penyertaannya, sesuai dengan ketentuan yang ditetapkan
Perseroan berdasarkan peraturan perundang-undangan;
17. Bertindak sebagai pendiri dan pengurus dana pensiun sesuai ketentuan
dalam peraturan perundang-undangan;
18. Melakukan kegiatan jasa keuangan, commercial banking dan investment
banking lainnya;
19. Melakukan kegiatan usaha berdasarkan Prinsip Syariah, sesuai dengan
ketentuan yang ditetapkan oleh otoritas yang berwenang dan peraturan
perundang-undangan;
20. Melakukan kegiatan lain yang lazim dilakukan oleh bank dengan
memperhatikan ketentuan peraturan perundang-undangan.
13
BAB II
PEMAPARAN HASIL IDENTIFIKASI
2.1 Garis Besar Kegiatan Praktek Kerja Lapangan pada Unit Accounting
PT. Bank Tabungan Negara, Tbk (BTN) Kantor Cabang Malang
Selama menjalankan Praktek Kerja Lapangan di PT. Bank Tabungan
Negara, Tbk (BTN) Kantor Cabang Malang,
penulis ditempatkan pada unit
Accounting. Penulis banyak sekali mendapatkan ilmu yang secara langsung
maupun tidak langsung didapatkan berdasarkankegiatan yang telah penulis
lakukan. Kegiatan yang dilakukan oleh penulis selama melaksanakan Praktik
Kerja Lapangan (PKL) tersebut, diantaranya adalah sebagaiberikut:
1. Registrasi maploeg harian outlet dan teller cabang dengan cara memeriksa
laporan dan bukti transaksi tiap outlet yang ada di berbagai daerah dan
setiap teller cabang KC. Malang.
2. Mengarsipkan maploeg Outlet dan teller cabang KC. Malang.
3. Mencatat dan mengarsipkan IBT.
4. Mengarsipkan berita acara.
2.1.1 Identifikasi masalah pada unit Accounting
Selama menjalankan kegiatan Praktek Kerja Lapangan pada unit
Accounting PT. Bank Tabungan Negara, Tbk KC. Malang, penulis mengetahui
bagaimana kegiatan dilaksanakan dan bagaimana suasana kerja di unit Accounting
khususnya. Selama pelaksanaan Praktek Kerja Lapangan penulis menemukan
beberapa kondisi dimana akan dijelaskan berikut :
1. Penyetoran Mamploeg otlet dan teller cabang yang sering datang terlambat
Sering kali terjadi penyetoran maploeg harian dari outlet dan teller
cabang yang terlambat. Dan akhirnya terjadi penumpukan pekerjaan. Akan
tetapi aka nada peneguran kepada outlet yang lebih keterlambatan
penyetorannya melebihi satu minggu.
14
2. Sistem Pencataan
Sistem pencatatan pada bagian Accounting ini berupa Soft file dan
Hard file. Tapi ada beberapa pencatatan hard file yang masih menggunakan
pencatatan manual dan kurang rapi. Hal ini bisa menjadi salah satu
penyebab data atau pencatatan yang hilang atau terselip.Contohnya pada
sistem pencatatan Maploeg masuk dan pencatatan pengarsipan Maploeg.
Untuk mendukung pernyataan diatas penulis mengarsipkan beberapa
bukti foto kondisi pada unit Accounting.
Gambar 2.1
(Pencatatan Pengarsipan Maploeg)
3. Sistem pengarsipan atau penyimpanan Maploeg
Pada sistem pengarsipan dan penyimpanan maploeg masih sedikit
kurang beraturan dan sedikit kurang rapi. Hal ini yang sering membuat
karyawan memakan waktu lama untuk mencari maploegatau bukti transaksi
lainnya.
15
Gambar 2.2
(Kondisi Lemari Pengarsipan Maploeg)
2.1.2 Rekomendasi untuk Unit Accounting PT. Bank Tabungan Negara, Tbk
KC. Malang
Setelah mengidentidfikasi masalah dan kekurangan yang ada pada unit
Accouting ini penulis merekomendasikan beberapa saran dan penyelesaian untuk
permasalahan tersebut yaitu :
1. Menetapkan peraturan waktu penyetoran mamploeg outlet dan teller cabang,
agar tidak terjadinya keterlambatan penyetoran.
2. Merapikan pencatatan hard file, dan
3. Menyediakan lemari atau rak penyimpanan yang lebih besar agar tidak ada
maploeg yang tercecer.
2.2 Latar Belakang Hasil Identifikasi Kasus
Persaingan perbankan dan situasi bisnis di pasar saat ini berubah dengan
sangat cepat. Kondisi tersebut berhadapan pula dengan sistem pasar global dengan
tingkat persaingan yang semakin tajam di pasar domestik maupun pasar
Internasional. Masing-masing bank berlomba untuk menarik nasabah yang pada
akhirnya nasabah mendapatkan keuntungan dari keadaan tersebut, karena itu
16
dunia perbankan tidak mempunyai banyak pilihan kecuali meningkatkan
profesionalisme, kompetensi dan daya saing.
Peranan perbankan dalam era pembagunan yang terus menerus
berlangsung ternyata amatlah penting untuk terus ditingkatkan, apalagi dalam era
globalisasi sekarang ini. Kita melihat bahwa semua pembagunan yang dijalankan
tiada maksud lain selain untuk membawa perubahan dan pertumbuhan yang
fundamental dimana sektor perbankan akan menjadi dominan yang ditunjang oleh
sektor dana pihak ketiga.
Bank Tabungan Negara (BTN) sepanjang perjalananya dalam mengukir
sejarah dengan segala prestasi yang dimilikinya telah membuktikan peranya
dalam menghubungkan kegemaran masyarakat Indonesia untuk menabung.
Dengan semua usahanya maka BTN telah mengambil peran dalam usaha
pembagunan disegala bidang diseluruh tanah air.
Langkah-langkah yang diambil dalam rangka meningkatkan pengerahan
dana adalah perluasan jaringan keuangan dan perbankan keseluruh wilayah
Indonesia dan diversifikasi sarana pengerahan dana. Upaya tersebut antara lain
meliputi kemudahan pembukaan kantor bank, pemberian izin pembukaan kantor
cabang, lembaga keuangan, dan perluasan penyelengaraan tabungan bagi semua
bank melalui diversifikasi sarana pengerahan dana. Salah satunya pembukaan
kantor Cabang BTN di Malang.
Menurut Undang-undang Perbankan No.10 tahun 1998 Bank adalah badan
usaha yang menghimpun dana dari masyarakat dalam bentuk simpanan dan
menyalurkan kembali kepada masyarakat dalam bentuk kredit atau bentuk lainya
dalam rangka meningkatkan taraf hidup rakyat banyak.
Dalam rangka intensifikasi penghimpun dana masyarakat, perlunya
pemanfaatan sarana-sarana penghimpun dana yang telah ada, seperti,Tabungan
Batara, Tabungan e’BataraPos, Tabungan Batara prima, T abungan Haji Nawaitu ,
dan tabungan-tabungan lainya.
17
Dalam
membudayakan
kebiasaan
menabung,
khususnya
untuk
meningkatkan jumlah penabung, berbagai usaha promosi melaui beberapa cara
promosi dilakukan guna meningkatkan minat nasabah dalam menabung,
memperluas pasar, meningkatkan citra perusahan.
Dalam melaksanakan kegiatan operasionalnya diatas, Bank Tabungan
Negara (BTN) Cabang Malang menggunakan strategi promosi yang dilakukan
dengan beberapa cara yaitu menggunakan periklanan (advertising), promosi
penjualan (sales promotion), publisitas atau public relation dan penjualan
perseorangan.
Berdasarkan
uraian
diatas,
maka dilakukanlah
penelitian
dengan
judul : “STRATEGI PROMOSI TABUNGAN BTN PRIMA ( STUDI KASUS
PADA BANK TABUNGAN NEGARA,Tbk. ) KANTOR CABANG MALANG”.
2.3 Penjabaran Hasil Identifikasi
Pemasaran merupakan suatu kegiatan yang sangat penting bagi
keberlangsungan hidup suatu perusahaan. Suksesnya pemasaran yang dilakukan
oleh pemasar dari suatu perusahaan, akan membuat perusahaan tersebut menjadi
lebih sukses dan mampu berdiri tegak diantara perusahaan lain yang menjual
produk yang sama.
Penyataan ini didukung dengan penyataan yang dikemukakan oleh
American Marketing Association (AMA) dalam (Kotler & Keller, 2008) yang
menerangkan bahwa pemasaran adalah suatu fungsi organisasi dan serangkaian
proses untuk menciptakan, mengkomunikasikan dan memberikan nilai kepada
pelanggan dan untuk mengelola hubungan pelanggan degan cara yang
menguntungkan organisasi dan pemangku kepentingannya. Berdasarkan hal
tersebut dapat kita simpulkan bahwa kegiatan pemasaran merupakan suatu
tonggak keberhasilan suatu perusahaan/organisasi.
18
Berhasilnya pemasaran yang dilakukan oleh pemasar dari suatu
perusahaan/organisasi tersebut akan memberikan keuntungan bagi perusahaan,
baik dalam keuntungan secara langsung seperti profit maupun keuntungan secara
tidak langsung seperti citra baik perusahaan dalam benak masyarakat. Untuk itu
pemasaran ini akan berhasil apabila dilakukan promosi penjualan yang tepat.
Disini penulis akan mencoba mengurai promosi apa saja yang dilakukan Bank
BTN Cabang Malang pada produk dana Tabungan Prima.
2.3.1 Produk Dana
Produk dana yang disediakan oleh PT. Bank Tabungan Negara ada tiga,
yaitu tabungan, giro, dan deposito. Dan dari ketiganya juga memiliki macammacamnya antara lain yaitu:
1. Tabungan
a) Tabungan BTN Batara
b) Tabungan BTN Cermat
c) Tabungan BTN Cermat Ponsel
d) Tabungan e-BATARAPOS
e) Tabungan BTN e-BATARAPOS TKI
f) Tabungan BTN Juara
g) Tabungan BTN Junior
h) Tabungan BTN Payroll
i) Tabungan BTN Pensiunan
j) Tabungan BTN Perumahan
k) Tabungan BTN Prima
l) Tabungan BTN Simpanan Pelajar
m) Tabunganku
2. Deposito
a) Deposito BTN Ritel Rupiah
b) Deposito BTN Ritel Valas
c) Deposito BTN Lembaga
19
d) Deposito BTN Lembaga Valas
3. Giro
a) Giro BTN
b) Giro BTN Valas
2.3.2 Tabungan BTN Prima
Tabungan BTN Prima adalah tabungan investasi dengan berbagai macam
kemudahan dan kenyamanan transaksional untuk kebutuhan nasabah. Dan Bank
BTN memberikan pelayanan prima untuk segala aktivitas nasabah melalui
Tabungan BTN Prima ini.
Syarat dan Ketentuan BTN Prima:
a) Penabung dapat perorangan atau lembaga
b) Berlaku untuk WNI maupun WNA
c) Melampirkan fotocopy dan surat keterangan lainnya.
d) Mengisi dan menandatangani formulir pembukaan rekening
Manfaat Tabungan BTN Prima :
a) Bunga bersaing
b) Memperoleh bonus apabila tidak ada penarikan selama 2 bulan
c) Mendapatkan poin reward yang dapat ditukarkan dengan hadiah yang
diinginkan
d) Berkesempatan mendapatkan hadiah ulang tahun
Suku Bunga Tabungan BTN Prima :
Tabel 2.1
Strata Saldo
Suku Bunga
0 s/d Rp. 2 juta
0,00%
>Rp. 2 juta s/d Rp. 7 juta
0,25%
>Rp. 7 juta s/d Rp. 100 juta
2,00%
20
>Rp.100 juta s/d Rp.500 juta
2,50%
>Rp 500 juta s/d Rp. 1 Milyar
4,15%
>Rp. 1 Milyar s/d Rp. 2 Milyar
4,25%
>Rp 2 Milyar
4,50%
(Sumber : https://www.btn.co.id/ )
Saldo dan Setoran Tabungan BTN Prima :
Tabel 2.2
Saldo
Setoran
Setoran Awal
Jumlah
Perseorangan Rp. 2.000.000
Lembaga
Saldo Minimum
Rp. 5.000.000
Perseorangan Rp. 2.000.000
Lembaga
Setoran Lanjutan
Rp. 5.000.000
Rp. 50.000
Minimal
(Sumber : https://www.btn.co.id/ )
2.3.3 Target pasar Tabungan BTN Prima
Nasabah atau calon nasabah potensial dari berbagai kalangan yang ingen
berinvestasi dengan suku bunga tinggi yang bisa diperuntukkkan usaha atau
investasi jangka panjang.
2.3.4 Strategi Produk Tabungan BTN Prima
Logo Bank BTN dan Motto Tabungan BTN Prima
Gambar 2.3
Logo Bank BTN
21
Bank BTN menciptakan logo dan moto produk yang mudah diingat oleh
nasabah. Motto nya adalah “Tabungan Investasi Berbunga Tinggi”. Penentuan
moto yang singat dan mudah diingat akan mudah dihafal oleh para nasabah. Dan
akan memberikan pengetahuan kepada para nasabah bahwa bank btn menawarkan
tabungan investasi dengan bunga yang tinggi. Disini akan memberikan dampak
positif bagi perusahaan.
Produk
Dapat kita lihat dari penjabaran diatas, bahwa produk Tabungan BTN Prima
memberikan penawaran investasi atau tabungan dengan bunga yang besar, serta
produk ini memiliki penawaran lainnya yang menguntungkan bagi nasabah.
Seperti memberikan reward dan memberikan bonus kepada nasabah yang tidak
melakukan penarikan selama 2 tahun, dengan jumlah 1,5%.
2.3.5 Strategi Promosi Tabungan BTN Prima
Ada 4 alat promosi yang digunakan Bank BTN untuk mempromosikan produk
Tabungan BTN Prima, yaitu :
1. Periklanan (Advertising)
Periklanan menjadi salah satu alat promosi bagi Bank BTN untuk
mengenalkan produk-produk yang ditawarkan khususnya Tabungan BTN
Prima. Promosi melewati iklan menggunakan beberapa media, yaitu :
a. Pemasangan Bilboard pada lokasi yang telah di ukur dan ditelaah.
Contoh iklan yang di tempelkan adalah pengenalan produk baru,
sampai dengan penawaran bunga Bank BTN.
b. Pencetakan Brosur. Pencetakan brosur disini memuat seluruh
informasi bank BTN dan seluruh produk yang ditawarkan. Dan
brosur tersebut di tempatkan pada kantor cabang, kantor cabang
pembantu, kantor kas, dan disebarkan melalui even yang diikuti
oleh bank BTN.
c. Pemasangan Spanduk.
22
d. Melalui Koran. Periklanan melalui Koran sering dilakukan, seperti
mempromosikan potongan belanja mengunakan kartu debit BTN.
e. Melalui Majalah. Periklanan melalui Koran sering dilakukan,
seperti mempromosikan potongan belanja mengunakan kartu debit
BTN.
f. Melalui Televisi. Periklanan melalui televise jarang dilakukan.
g. Melalui Radio. Periklanan melalui radio saat ini sudah jarang
dilakukan. Karena melihat kondisi sat ini, dimana masyarakat
sudah jarang menggunakan radio.
Beberapa contoh promosi Bank BTN menggunakan media periklanan :
Gambar 2.4
(Periklanan melalui papan reklam dan media online/ e-commers)
Gambar 2.5
23
2. Promosi Penjualan (Sales Promotion)
Merupakan promosi yang digunakan untuk meningkatkan penjualan
melalui potongan harga atu hadiah. BTN sering mempromosikan
produknya, termasuk Tabungan BTN Prima ini melalui promosi penjualan.
Seperti bekerja sama dengan perusahaan ritel atau dengan perusahaan
ecommers. Dan dalam promosi penjualan ini juga menggunakan media
periklanan.
Gambar 2.6
Contoh promosi melalui Promosi Penjualan
Gambar 2.7
Contoh promosi melalui Promosi Penjualan
3. Publisitas (Publicity)
Publisitas disiini berjkaitan dengan hubungan masyarakat. Bank
BTN sering melakukan promosi lewat media publisitas. Publisitas bisa
melalui sphonshorship, kegiatan kemasyarakatan, dan lain-lain. BTN
sering melakukan promosi melalui even dari Sponshorship, disana BTN
membuka gerai dengan menawarkan pembukaan rekening gratis, dan lain-
24
lain. BTN Malang juga mengadakan promosi dengan program buka stand
BTN di acara CFD. Acara itu dilaksanakan dua minggu satu kali di CFD
Jl. Ijen Malang.
Bank BTN juga mempromosikan produk Tabnungan BTN Prima
melalui sosialisasi kepada masyarakat. Hal ini dilakukan agar masyarakat
engenal secara langsung Bank BTN dan produk yang ditawarkan.
Tabungan BTN Prima merupakan Tabungan Investasi kecil-kecilan,
dengan cara sosialisasi kepada masyarakat diharapkan masyarakat tertarik
dan mencoba berinvestasi dengan Tabungan BTN Prima.
Dengan adanya promosi menggunakan publisitas atau sering disebut
public relation ini dipercaya dan diharapkan dapat meningkatkan citra
perusahaan atau Bank BTN itu sendiri. Serta dapat memberikan
pengetahuan kepada calon nasabah bahwa Bank BTN tidak hanya
menyediakan produk kredit rumah keluarga (KPR), akan tetapi Bank BTN
juga memiliki produk bank lainnya seperti Tabungan BTN Prima dan
produk lainnya.
4. Penjualan Pribadi (Personal Selling)
Penjualan pribadi ini penjualan tatap muka yang dilakukan Bank
BTN Malang dengan cara mendatangi calon nasabah potensial secara
langsung atau menghubungin calon nasabah melalui via telpon untuk
menawarkan produk. Bisa berbentuk perseorangan ataupun lembaga.
Dengan penjualan perseorangan ini pihak bank dapat menyampaikan
pesan secara langsung tentang produk Tabungan BTN Prima.
Dalam melaksanakan promosi ini bank BTN Kantor Cabang juga
melakukan analisis dahulu, apakah pesan yang akan disampaikan melalui media
promosi tersebut akan tersampaikan dengan baik kepada konsumen, serta apakah
feedback yang akan didapatkan bank baik atau tidak. Karena suatu promosi
25
apabila dilakukan tanpa pertimbangan akan menyebabkan kerugian kepada
perusahaan, atau promosi tersebut akan sia-sia.
26
BAB III
PEMBAHASAN DAN KESIMPULAN
3.1 Pembahasan
3.1.1 Bank
Pengertian bank pada awal dikenalkannya adalah meja untuk tempat
penukaran uang. Lalu pengertian berkembang tempat penyimpana uang dan
seterusnya. Namun seiring berkembangnya zaman pengertian bank berubah.
Secara sederhana bank diartikan sebagai lembaga keuangan yang kegiatan
usahanya adalahmenghimpun dana dari masyarakat dan menyalurkan kembali
dana tersebut kepada masyarakat, serta memberikan jasa-jasa bank lainnya.
Sedangkan pengertian lembaga keuangan adalah setiap perusahaan yang
bergerak dibidang keuangan dimana kegiatannya menyalurkan dana, menghimpun
dana, atau melaksanakan keduanya.
Kemudian pengertian bank menurut Undang-undang Nomor 10 Tahun
1998 Bank adalah badan usaha yang menghimpun dana dalam bentuk simpanan
dan menyalurkannya ke masyarakat dalam bentuk kredit dan atau bentuk-bentuk
lainnya dalam rangka meningkatkan taraf hidup rakyat banyak.
3.1.2 Pemasaran
Pemasaran adalah salah satu kegiatan pokok yang perlu dilakukan oleh
perusahaan baik itu perusahaan barang atau jasa dalam upaya untuk
mempertahankan kelangsungan hidup usahanya. Hal tersebut disebabkan karena
pemasaran merupakan salah satu kegiatan perusahaan, di mana secara langsung
berhubungan dengan konsumen. Maka kegiatan pemasaran dapat diartikan
sebagai kegiatan manusia yang berlangsung dalam kaitannya dengan pasar.
Kotler (2001) mengemukakan definisi pemasaran berarti bekerja dengan
pasar sasaran untuk mewujudkan pertukaran yang potensial dengan maksud
27
memuaskan kebutuhan dan keinginan manusia. Sehingga dapat dikatakan bahwa
keberhasilan pemasaran merupakan kunci kesuksesan dari suatu perusahaan.
Bauran pemasaran memiliki empat komponen dalam pemasaran yang
terdiri dari 4P yakni :
1. Product (Produk)
2. Price (Harga)
3. Place (Lokasi)
4. Promotion (Promosi)
3.1.3 Pemasaran Bank
Pengertian pemasaran bagi setiap perusahan tidak ada perbedaan. Hanya yang jadi
masalah adalah penerapan pemasaran untuk setiap jenis perusahaan memiliki
karakteristik sendiri. Bank sebagai perusahaan yang begerak dibidang keuangan,
produk yang diperjualbelikan merupakan produk jasa keuangan.
Secara umum pengertian pemasaran bank adalah suatu proses untuk menciptakan
dan mempertemukan produk atau jasa bank yang ditujukan untuk memenuhi
kebutuhan dan keinginan nasabah dengan cara memberikan kepuasan.
Pengertian kebutuhan nasabah bank adalah suatu keadaan yang dirasakan tidak
ada dalam diri seseorang. Contohb kebutuhan nasabah bank adalah :
1. Kebutuhan akan produk dan jasa bank
2. Kebutuhan rasa aman berhubungan dengan bank
3. Kebutuhan kenyamanan dengan bank
4. Kebutuhan untuk dihormati dan dihargai oleh bank
5. Kebutuhan status
6. Kebutuhan aktualisasi diri
Keinginan nasabah bank adalah merupakan kebutuhan yang dibentuk oleh kultur
dan kepribadian individu. Contoh keinginan nasabah bank yaitu :
1. Ingin memperoleh pelayanan yang cepat
28
2. Ingin bank menyelesaikan masalah yang dihadapi
3. Ingin memperoleh komitmen bank
4. Ingin mendapatkan pelayanan yang bermutu, dan masih banyak lagi
keinginan lainnya.
Tujuan pemaaran bank :
1. Memaksimumkan konsumsi atau dengan kata lain memudahkan dan
merangsang konsumsi, sehingga dapat menarik nasabah untuk membeli
produk yang ditawarkan.
2. Memaksimumkan kepuasan pelanggan melalui berbagai pelayanan yang
diinginkan nasabah. Nasabah yang puas akan menjadi ujung tombak
pemasaran selanjutnya.
3. Memaksimumkan pilihan (ragam produk) dalam arti bank menyediakan
berbagai jenis produk bank sehingga nasabah memiliki beragam pilihan
pula.
4. Memaksimumkan mutu hidup dengan memberikan berbagai kemudahan
kepada nasabah dan menciptakan iklim yang efisien.
3.1.4 Promosi
Produk sudah diciptakan, harga juga sudah ditetapkan, dan tempat sudah
disediakan, artinya produk sudah benar-benar sudah siap untuk dijual. Agar
produk tersebut laku untuk dijual ke masyarakat atau nasabah, maka masyarakat
perlu tahu akan kehadiran produk tersebut, berikut manfaat, harga, dimana dapat
diperoleh, dan kelebihan produk tersebut. Cara untuk memberitahukan kepada
masyarakat adalah melalui sarana promosi. Artinya, bank harus mempromosikan
produknya seluas mungkin ke nasabah.
Promosi adalah komunikasi dari para pemasar yang menginformasikan,
membujuk, dan mengingatkan para calon pembeli suatu produk dalam rangka
mempengaruhi pendapat mereka atau memperoleh suatu respon.
29
Promosi merupakan kegiatan marketing mix yang terakhir. Kegiatan ini
merupakan kegiatan yang sama pentingnya dengan ketiga kegiatan diatas, yaitu
produk, harga, dan tempat atau lokasi. Dalam kegiatan ini setiap bank berusaha
untuk mempromosikan seluruh produk dan jasa yang dimilikinya baik langsung
maupun tidak langsung.
Tanpa promosi jangan harap nasabah harap nasabah dapat mengenal bank.
Oleh karena itu, promosi merupakan sarana yang paling ampuh untuk menarik
dan mempertahankan nasabah. Salah satu tujuan promosi bank adalah
menginformasikan segala jenis produk yang ditawarkan dan berusaha untuk
menarik calon nasabah yang baru. Kemudian promosi juga berfungsi
meningkatkan nasabah akan produk, promosi juga ikut mempengaruhi pembelian
nasabah, dan akhirnya akan meningkatkan citra bank dimata nasabah.
Dalam praktiknya paling tidak ada empat macam sarana promosi yang dapat
digunakan oleh setiap bank dalam mempromosikan produknya. Pertama promosi
melalui periklanan (advertising), kedua melalui promosi penjualan (sales
promotion), ketiga melalui publisitas (publicity), dan keempat melalui penjualan
pribadi (personal selling)
Masing-masing sarana promosi ini memiliki tujuan sendiri-sendiri.
Misalnya untuk menginformasikan tentang keberadaan poduk dapat dilakukan
melalui iklan. Untuk memengaruhi nasabah menggunakan sales promotion. Serta
untuk memberikan citra yang baik bagi perusahaan dapat menggunakan publisitas.
Secara garis besar bentuk promosi yang dapat dilakukan perbankan adalah :
1. Periklanan (Advertising)
Ikklan adalah sarana promosi yang digunakan oleh bank guna
menginformasikan segala sesuatu mengenai produk yang dihasilkan oleh
bank. Informasi yang diberikan adalah manfaat produk, harga produk,
serta keuntungn-keuntungan yang dimiliki produk. Tujuan promosi
melalui iklan adalah berusaha untuk menarik dan mempengaruhi calon
nasabahnya.
30
Penggunaan promosi dengan iklan dapat dilakukan denganberbagai media
seperti:
a. Pemasangan Billboard
b. Pencetakan Brosur
c. Pemasangan Spanduk
d. Koran
e. Majalah
f. Televise
g. Radio
h. Dan menggunakan media lainnhya.
Agar iklan yang dijalankan efektifdan efisien maka perlu dilakukan
program pemasaran yang tepat. Dalam praktiknya, program periklanan
yang harus dilalui adalah sebagai berikut :
1) Identifikasi pasar sasaran dan motif pembeli
2) Tentukan misi yang menyangkut sasaran penjualan dan tujuan
periklanan.
3) Anggaran iklan yang ditetapkan
4) Merancang pesan yang akan disampaikan
5) Memilih media yang akan digunakan
6) Mengukur dampak dari iklan
Tujuan penggunaan dan pemilihan media iklan tergantung dari
tujuan bank. Masing-masing media memiliki tujuan yang berbeda. Paling
tidak terdapat empat tujuan macam penggunaan iklan sebagai media
promosi :
1) Untuk pemberitahuan tentang segala sesuatu yang berkaitan produk
yang dimiliki oleh suatu bank. Seperti peluncuran produk bank,
manfaat produk, atau dimana produk tersebut dapat diperoleh,
keuntungan atau kelebihan suatu produk, dan informasi lainnya.
31
2) Untuk mengingatkan kembali kepada nasabah tentang keberadaan
atau keunggulan produk bank yang ditawarkan. Biasanya karena
banyak bank pesaing yang masuk, sehingga kita perlu mengingatkan
nasabah agar tidak beralih ke bank lain.
3) Untuk menarik perhatian calon nasabah baru dengan harapan dapat
memperoleh daya tarik dari calon nasabah.
4) Mempengaruhi nasabah dan calon nasabah, serta membentuk citra
bank itu sendiri.
Keunggulan promosi melalui iklan adalah :
1) Presentasi publik, artinya iklan menawarkan pesan yang sama
kepada banyak orang.
2) Pervasiveness, yaitu memungkinkan perusahaan untuk mengulang
pesan berulang kali.
3) Amplied expressiveness, yaitu berpeluang untuk mendramatisir
produk melalui pemanfaatan suara, warna, atau bentuk produk.
4) Impersonality, maksudnya konsumen atau nasabah tidak wajib untuk
memperhatikan dan merespon iklan sekarang.
2. Promosi Penjualan (Sales Promotion)
Tujuan promosi penjualan adalah untuk meningkatkan penjualan
atau meningkatkan nasabah.promosi penjualan dilakukan untuk menarik
nasabah agar segera membeli produk yang ditawarkan oleh bank. Agar
nasabah tertarik, maka perlu dibuatkan promosi penjualan yang semenarik
mungkin. Promosi penjualan dapat dilakukan melalui pemberian diskon,
kontes, kupon, atau sampel produk. Dengan menggunakan alat tersebut
akan memberikan tiga manfaat bagi promosi penjualan yaitu :
1) Komunikasi, yaitu memberikan informasi yang dapat menarik
nasabah untuk membeli.
2) Insentif, yaitu memberikan dorongan dan semangat kepada
nasabah untuk segera membeli produk yang ditawarkan.
32
3) Invitasi mengharapkan nasabah segera merealisasi pembelian.
Bagi bank, promosi penjualan dapat dilakukan melalui :
1) Pemberian bunga khusus (special rate) untuk jumlah dana yang
relative besar walaupun hal ini akan mengakibatkan persaingan
tidak sehat. Misalnya untuk simpanan yang jumlahnya besar.
2) Pemberian insentif kepada nasabah yang memiliki simpanan
dengan saldo tertentu.
3) Pemberian cindramata, hadiah serta kenang-kenangan lainnya
kepada nasabah yang loyal.
4) Serta promosi dan penjualan lainnya.
3. Publisitas (Publicity)
Publisitas merupakan kegiatan promosi untuk memancing nasabah
melalui kegiatan seperti pameran, kegiatan sosial, sponsorship kegiatan,
serta kegiatan lainnya. Kegiatan publisitas dapat meningkatkan pamor
bank di mata para nasabahnya dan seluruh masyarakat.
4. Penjualan Pribadi/perorangan (Personal Selling)
Dalam dunia perbankan penjualan pribadi (personal selling) secara
umum dilakukan oleh seluruh pegawai bank, mulai dari cleaning service,
satpam, sampai pejabat bank. Personal selling juga dilakukan dengan
merekrut tenaga kerja salesman atau salesgirl untuk melakukan penjualan
door to door.
3.1.5 Konsep pemasaran dalam Islam
Cara Kerja Spriritual Marketing
Tiga aspek penting dalam kegiatan pemasaran yaitu, strategi, program, dan
value marketing. Strategi yang brillian, program yang cerdan dan value yang
kompetitif bukan jaminan bahwa tawaranproduk itu akan sukses, karena ketiga hal
33
tersebut harus dibangun menggunakan Soul Marketing, sebagai cara atau factor
utama untuk mendapatkan customer trusted.
1. Strategi Marketing
Strategi dirancang untuk memenangkan customer mind. Alat untuk
memenangkan itu para marketer harus mampu melakukan segmentasi,
menetapkan target pasar, dan mempromosikan produk secara tepat dibenak
konsumen ysng lebih baik daripada kompetitor.
2. Program Marketing
Program pemasaran sering disebut taktik pemasaran. Pangsa pasar
menurut islam ada tiga, yakni :
a) Pasar Rasional, adalah pasar yang didsarkan pada nilai-nilai
rasional, seperti tingkat profit, kualitas layanan, dan produk.
b) Pasar Emosional, adalah pasar yang mempertimbangkan halal
haram dan kekhawatiran riba.
c) Pasar Spiritual, adalah pasar yang mempertimbangkan unsur
keberkahan dari suatu produk yang dikonsumsi atau digunakan.
Ketiga pasar ini merupakan aspek penting agi pelanggan dalam
kalkulasi ekonomi mereka untuk melaksanakan inadah yang banyak
banfat, baik pribadi, keluarga dan masyarakat.
3. Value marketing
Nilai yang dipersepsikan konsumen atau nasabah terhadap tawaran
kualitas produk (service dan brand). Jika value ini bagus maka kegiatan
pemasaran dapat memperoleh heart share nasabah.
4. Soul marketing
Soul marketing adalah upaya menggerakkan dayatarik pasar rasional,
pasar emosional, pasar spiritual (tidak terbatas agama) dengan cara :
a) Membangun visi bisnis spiritual
b) Membangun silaturrahmi
c) Membangun customer partnership
34
d) Membangun kepercayaan
e) Memperkuat empati
f) Membahagiakan pelanggan
g) Membangun marketing with love
h) Menjual produk berkualitas
i) Membangun promosi yang simpatik
j) Memangun profesionalisme marketer
k) Menjadi peminjam (kreditur) yang terhormat.
Jika soul marketing ini dapat dilaksanakan dengan baik maka perusahaan
akan mendapatkan loyalitas nasabah.
5. Implementasi
Alquran mendorong aktivitas dengan motivasi meraih sukses dan
melakukan banyak kebajikan yang bermanfaat bagi orang banyak.
Menjalankan pekerjaan sesuai syariat atau ajaran islam dan norma objektif
yang berlaku universal justru menjadi lading mencari ridho Allah SWT.
Konsep Pemasaran dan Promosi dalam Islam
Konsep dasar spiritualisasi marketing adalah tata oleh cipta, rasa, hati, dan
karsa (implementasi) yang dibimbing oleh integritas keimanan, ketaqwaan, dan
ketaatan atas perintah Allah SWT. Dalam Alquran dan hadist kita dapat melihat
bagaimana ajaran Islam mengatur kehidupan berbisnis manusia :
1. Allah berfirman :
“Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu saling memakan harta
sesamamu dengan jalan yang batil, kecuali dengan jalan perniagaan yang
berlaku dengan rasa suka sama suka di antara kamu dan janganlah kamu
membunuh dirimu sendiri, sesungguhnya Allah maha penyayang
kepadamu.” (Q.S Annisa: 29)
2. “Wahai orang-orang yang beriman, bertaqwalah kepada Allah dan
hendaklah setiap orang memperhatikan (meneliti dan mengevaluasi) apa
yang telah dilakukan untuk persiapan (perencanaan) hari esok yang lebih
35
baik. Dan bertaqwalah kepada Allah sesungguhnya llah mengetahui segala
sesuatu yang kamu kerjakan.” (Q.S Al hasyr :18)
3. “Sempurnakanlah takaran dan janganlah kamu termasuk orang-orang yang
merugikan”. (Q.S Assyuara : 181)
4. “Allah memberikan rahmatNya pada setiap orang yang bersikap ketika ia
menjual, membeli, dan membuat suatu pernyataan.” (HR. Bukhori)
Etika Pemasaran dalam Islam (Syariah)
Dalam semua hubungan, kepercayaan adalah unsur dasar. Kepercayaan
diciptakan dari kejujuran. Kejujuran adalah suatu kualitas yang paling sulit dari
karakter dalam bisnis, keluarga, ataupun dimana orang melakukan persaingan
dengan pihak lain. Dalam agama islam, terlihat jelas pandangan positif terhadap
perdagangan dan kegiatan ekonomi. Nabi Muhammad s.a adalah seorang
pedagang, islam disebarluaskan terutama melalui jalur perdagangan. Dalam
alquran terdapat peringatan dari allah mengenai hal tersebut. Allah berfirman, “
allah telah menghalalkan perdagangan dan melarang riba”. (Q.S Albaqoroh : 275)
Islam menempatkan aktivitas perdagangan dalam posisi yang amat
strategis ditengah kegiatan manusia mencari penghidupan dan rizki. Rosulullah
memberikan garansi dalam sabdanya, “ perhatikan olehmu sekalian perdagangan,
sesungguhnya di dunia ini, dalam perdagangan itu ada sembilan dari sepuluh pintu
rizki”. (HR. Ahmad)
Kunci etis dan moral bisnis sesungguhnya terletak pada pelakunya, itu
sebabnya misi diutusnya Rosulullah ke dunia adalah untuk memperbaiki akhlak
manusia yangtelah rusak. Seorang pengusaha muslim wajib berpegang teguh pada
etika dan moral bisnis islam yang mencangkup hal-hal berikut :
1. Husnul Khuluq
Pada derajat ini Allah akan melapangkan hatinya dan akan membukakan
pintu rizki, dimana pintu rizki itu akan gterbuka dengan akhlak tersebut.
Akhlak yang paik adalah modal utama atau modal dasar yang akan
melahirkan praktik bisnis yang etis dan moralis. Salah satu dari akhlak
36
yang baik adalah kejujuran (Q.S Al ahzab : 70-71). Sebagian dati makna
kejujuran adalah seorang pengusaha akan senantiasa terbuka dan
transparan
dalam
sesungguhnya
jual
kejujuran
belinya.
“Tetapkanlan
mengantarkan
kepada
kejujuran
kebaikan
karena
dan
sesungguhnya kebaikan mengantarkan ke Syurga”. (HR. Bukhori dan
Muslim).
2. Amanah
Islam menginginkan seorang pebisnis yang mempunyai hati tanggap,
dengan menjaganya dengan memenuhi hak-hak Allah dan manusia, serta
menjaga muamalahnya dari unsur yang melampaui batas dan sia-sia.
Seorang pebisnis muslim adalah sosok yang dapat dipercaya, sehingga ia
tidak mendzalimi kepercayaan yang diberikan kepadanya. “Tidak ada
iman bagi orang yang tidak punya amanat (tidak dapat dipercaya) dan
tidak ada agama bagi orang yang tidak menepati janji, pedagang yang jujur
dan amanah (tempatnya disurga) bersama para nabi, shiddiqin dan para
syuhada”. (HR. Tirmidzi dan Ibnu Majah)
3. Toleran
Toleran juga merupakan kunci sukses pebisnis muslim. Toleran membuka
pintu rizki dan sarana hidup tenang. Manfaat toleran adalah mempermudah
pergaulan, mempermudah urusan jual beli dan mempercepat kembalinya
modal. “Allah mengasihi orang yang berbuat baikdalam menjual, dalam
membeli, dan melunasi hutang”. (HR. Bukhori)
Dari penjelasan di atas bisa diambil kesimpulan, bahwa dalam
melaksanakan segala sesuatu kegiatan jual beli produk bank, kegiatan pemasaran
bank, promosi produk, alangkah lebih baik lagi jika kita menerapkan konsep
pemasaran dan konsep berbisnis menurut ajaran islam. Karena dengan begitu
kegiatan perbankan yang terjadi akan lebih baik dan dapat memberikan kepuasan
terhadap konsumen.
37
3.2 Kesimpulan
Promosi merupakan salah satu elemen bauran pemasaran dimana promosi
merupakan elemen pendukung atau penunjang pemasaran. Dengan adanya
promosi ini bertujuan untu meningkatkan penjualan produk bank, serta memberi
informasi kepada seluruh nasabah maupun calon nasabah bank.
Tabungan BTN Prima adalah Tabungan investasi kecil-kecilan dengan
bunga tinggi. Banyak sekali penawaran menarik yang diberikan oleh produk
Tabungan BTN Prima ini. Mulai dari bunga yang tinggi, poin reward, dan bonus.
Dalam pelaksanaan promosi produk Tabungan BTN Prima ini, bank
menggunakan 4 media promosi, yaitu Periklanan, promosi penjualan, publisitas,
dan penjualan personal. Dari keempat media ini Bank BTN KC. Malang berusaha
mengoptimalkan seluruh media yang ada dengan segala pertimbangan dan analisis
sebelum melakukan promosi tersebut.
38
DAFTAR PUSTAKA
https://www.btn.co.id/id/Conventional/Product-Links/Produk-BTN/Produk
Dana/Tabungan-2/Tabungan-BTN-Prima
Hasan, Ali, S.E., M.M.2010. Marketing Bank Syari’ah. Bogor: Penerbit Ghalia
Indonesia
Kasmir, SE., MM.2005. Pemasaran Bank. Jakarta: Prenada Media
Drs. Hermawan, Agus, M.Si., M.Bus.2012. Komunikasi Pemasaran. Jakarta:
Penerbit Erlangga
Lamb, Hair, McDaniel. Pemasaran (Buku 2). Jakarta: Salemba Empat.
39
Download