BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah Perkembangan

advertisement
BAB I
PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang Masalah
Perkembangan industri otomotif yang semakin meningkat menyebabkan
pesatnya pertumbuhan industri kendaraan roda empat (mobil) di Indonesia.
Mobilitas masyarakat yang semakin hari semakin tinggi menuntut mereka untuk
memiliki kendaraan pribadi, oleh karena itu perusahaan otomotif menawarkan
berbagai jenis varian mobil dengan berbagai kategori sesuai dengan kebutuhan
konsumen. Di Indonesia perusahaan yang bergerak di bidang otomotif dikuasi
oleh berbagai produsen produk otomotif dari mancanegara, seperti merek Honda,
Toyota, Suzuki, Nissan, Mazda yang berasal dari Jepang, Chevrolet, Ford yang
berasal dari Amerika, BMW, Volkswagen, dan Mercedes Benz yang berasal dari
Jerman, dan beberapa merek mobil dari negara lainnya.
Berikut disajikan tabel penjualan mobil terlaris secara nasional dari tahun
2012 sampai dengan 2014
Tabel 1. Data Penjualan Mobil di Indonesia dari Tahun 2012 sampai
dengan Tahun 2014
Merek
Toyota
Daihatsu
Mitsubishi
Suzuki
Honda
2012
405.414 unit
162.742 unit
148.918 unit
126.577 unit
69.320 unit
Penjualan Tahun
2013
2014
434.232 unit
371.998 unit
185.942 unit
172.058 unit
157.353 unit
132.362 unit
164.004 unit
144.878 unit
91.493 unit
154.100 unit
Sumber : gaikindo.org.id diakses 10-8-2015
Tabel 1. Menunjukan bahwa sebagian besar penjualan mobil di Indonesia
dipegang oleh merek Toyota yang menempati urutan pertama dalam penjualan
1
mobil dari tahun 2012 hingga tahun 2014. Hal ini menunjukan bahwa sebagian
besar penduduk di Indonesia lebih cenderung untuk memilih merek Toyota
dibandingkan merek mobil lainnya, niat beli yang tinggi terhadap produk mobil
merek Toyota menunjukan bahwa konsumen memiliki kepercayaan yang tinggi
terhadap produk mobil merek Toyota dibandingkan dengan merek mobil lainnya,
sehingga produk mobil merek Toyota memiliki citra merek yang baik dibenak
konsumen. Citra merek dari produk mobil merek Toyota memberikan jaminan
kepada konsumen akan produk mereka sehingga niat membeli konsumen terhadap
produk mobil merek Toyota meningkat karena konsumen tidak memiliki
kekhawatiran terhadap merek Toyota.
Brand image yang baik akan menimbulkan kesan persepsi yang positf bagi
konsumen dan lebih mudah untuk menarik minat mereka. Gardner dan Levy
(dalam Maunaza, 2012) menyerukan bahwa penciptaan brand image yang positif
telah dianggap sebagai suatu kegiatan yang penting dalam sebuah perusahaan.
Perusahaan perlu untuk mengelola brand image produk mereka agar dapat
menghasilkan keunggulan kompetitif yang berkelanjutan.
Konsumen saat ini cenderung untuk memilih produk bukan hanya dari
kualitas dan fitur produknya saja. Perkembangan teknologi yang semakin hari
semakin pesat, membuat produk yang ada di pasaran hampir tidak ada
perbedaannya, sehingga semua pemasar menawarkan produk dengan fitur dan
kualitas yang sama bahkan dengan harga yang hampir sama, oleh karena itu brand
image menjadi suatu nilai lebih dari perusahaan untuk dijual kepada konsumen.
2
Brand image yang baik akan menimbulkan nilai-nilai emosional
konsumen, oleh sebab itu perusahaan perlu untuk meningkatkan brand image
mereka. Nilai emosional ini akan memicu terjadinya persepsi yang positif akan
suatu produk. Menurut Maunaza (2012), melalui brand image yang baik secara
emosional juga akan membentuk kepuasan dalam diri individu yang menghasilkan
kesan kualitas (persepsi nilai yang dirasakan pelanggan atas mutu produk) pada
suatu merek yang akhirnya menciptakan pembelian berulang.
Penjualan produk mobil merek Toyota yang mendominasi di Indonesia
dari Tahun 2012 sampai dengan Tahun 2014 sehingga penelitian ini ditunjukan
pada perusahaan mobil merek Toyota. Toyota Motor Coorporation (TMC)
didirikan oleh Kiichiro Toyoda pada tanggal 27 Agustus tahun 1937. Merek
Toyota adalah salah satu pabrikan mobil asal Jepang yang sudah memasuki pasar
Indonesia sejak 12 April 1971 melalui PT Toyota Astra Motor yang berperan
sebagai importir dan setahun kemudian berperan sebagai distributor (diakses dari
id.wikipedia.org pada 10-8-2015).
Merek Toyota merupakan penantang serius bagi perusahaan mobil dari
merek lainnya, karena Toyota merupakan salah satu produsen mobil yang besar
dan sangat berpengalaman. Produk mobil merek Toyota juga menawarkan produk
mobil dengan teknologi mesin yang canggih. Salah satu teknologi mesin dari
produk mobil merek Toyota adalah VVT-i (Variable Valve Timing-Intelligent).
Teknologi VVT-i merupakan terknologi yang mengatur sistem kerja katup
pemasukan bahan bakar (inteks) secara elektronik baik dalam hal waktu maupun
ukuran buka tutup katup sesuai dengan besar putaran mesin sehingga
3
menghasilkan tenaga yang optimal, hemat bahan bakar dan ramah lingkungan
(diakses dari Toyota.astra.co.id pada 10-8-2015)
Merek Toyota juga sudah mengusung teknologi Toyota Hybrid System
dimana teknologi ini menggabungkan dua jenis sumber daya, yaitu motor listrik
dan pembakaran internal dengan tujuan untuk menghasilkan polusi yang lebih
rendah
dan
konsumsi
bahan
bakar
yang
lebih
hemat
(diakses
dari
Toyota.astra.co.id pada 10-8-2015). Fitur-fitur canggih ini akan memberikan nilai
lebih kepada produk mobil merek Toyota dan menjadi keunggulan dari Toyota
untuk menarik minat beli konsumen, namun fitur yang canggih tidak menjadi
faktor utama bagi konsumen untuk mengambil keputusan pembelian produk.
Sebelum menentukan untuk membeli suatu produk, konsumen saat ini
akan menentukan berbagai hal terlebih dahulu, mereka tidak hanya memandang
produk dari teknologi dan harga yang ditawarkan. Blackwell et al. (dalam
Maunaza, 2012) menyerukan bahwa mempertimbangkan menjadi salah satu yang
dibutuhkan konsumen dalam memprediksi sebuah perilaku konsumen, dimana
niat untuk membeli dianggap sebagai pengukuran paling subjektif tentang cara
berperilaku.
Parameter bagi konsumen sebelum mereka membeli suatu produk seperti
harga, merek, desain dan kualitas penting untuk diperhitungkan, akan tetapi
konsumen tidak bisa mengabaikan faktor eksternal seperti country of origin dalam
memutuskan untuk membeli suatu produk. Negara asal dari suatu produk juga
menjadi faktor yang berpengaruh sebelum konsumen menentukan suatu produk.
Negara yang menjadi tempat asal suatu produk disebut dengan istilah country of
4
origin yang secara umum dianggap sebagai bagian dari karakteristik suatu produk
(Hong dan Wyer, dalam Permana, 2013).
Berikut disajikan tabel penjualan mobil di Provinsi Bali sepanjang bulan
September Tahun 2014.
Tabel 2. Data Penjualan Mobil di Provinsi Bali Sepanjang Bulan
September Tahun 2014
No
Market Share
Merek
Penjualan (Unit)
(%)
1.
Toyota
1.068
31
2.
Suzuki
932
27
3.
Daihatsu
528
15
4.
Mitsubishi
273
8
5.
Honda
228
7
6.
Isuzu
86
3
7.
Nissan
82
2
8.
Ford
50
1
9.
Mazda
19
1
10.
KIA
13
1
11.
Other
137
4
Total
3.416
100
Sumber : Autorevindonesia.com diakses 10-8-2015
Tabel 2. menunjukan bahwa mobil merek Toyota menempati urutan
pertama dalam penjualan mobil di Provinsi Bali sepanjang bulan September 2014,
merek Toyota dapat menguasai market share hingga 31%. Tingkat penjulan
produk mobil merek Toyota yang menempati urutan pertama dengan penjualan
sebanyak 1.068 unit pada bulan September 2014 menunjukan bahwa minat beli
konsumen terhadap mobil merek Toyota lebih tinggi dibandingkan dengan merek
mobil yang lainnya di Provinsi Bali.
Jika dilihat dari Tabel 2. maka terdapat perbedaan tingkat penjualan antara
merek mobil asal Jepang dan merek mobil asal Negara lainnya. Perbedaan yang
signifikan terlihat dalam tabel tersebut yang menunjukan bahwa sebagian besar
5
masyarakat cenderung untuk membeli mobil dari merek Jepang ketimbang dari
merek lainnya. Merek Toyota berasal dari negara Jepang yang mendominasi
penjualan sepanjang bulan September Tahun 2014 di Provinsi Bali.
Negara asal suatu produk akan mencerminkan karakteristik dari suatu
produk yang dimana akan membentuk persepsi baik atau buruknya produk
tersebut dimata para konsumen. Persepsi citra negara yang baik akan membentuk
persepsi yang baik pula di benak konsumen sehingga bisa memicu emosi mereka
terhadap suatu produk. Menurut Kotler dan Keller (2009, h.634) persepsi country
of origin dapat mempengaruhi pengambilan keputusan konsumen untuk memilih
dan menggunakan produk tersebut baik secara langsung maupun tidak langsung.
Produk yang ditawarkan kepada konsumen akan memiliki label dimana produk itu
berasal, sehingga produk dengan citra negara yang baik akan memiliki persepsi
yang baik juga.
Tingkat penjualan mobil merek Toyota (Jepang) yang mendominasi
penjualan mobil dibandingkan dengan merek dari negara lainnya, sehingga
menarik untuk diteliti niat beli konsumen pada mobil merek Toyota dengan
country of origin melalui mediasi brand image sebagai alat ukurnya.
Penelitian oleh Wang dan Zhilin Yang (2008) yang dilakukan di China
mengatakan bahwa, country of origin yang bersifat positif akan berdampak secara
positif juga terhadap niat membeli konsumen. Sedangkan menurut Bhakar et al.
(2013) menyatakan bahwa country of origin tidak berpengaruh terhadap niat
pembelian konsumen.
6
Penelitian terdahulu oleh Diamantopoulus et al. (2011) berpendapat bahwa
country of origin memiliki pengaruh yang positif dan signifikan terhadap brand
image, sedangkan menurut Kim, Yungwook (2006) menyatakan bahwa country of
origin tidak menunjukan dampak yang signifikan terhadap brand image. Terdapat
research gap antara hasil penelitian oleh Diamantopoulus et al. (2011) dan Kim,
Yungwook (2006) tentang pengaruh country of origin terhadap brand image.
Bhakar et al. (2013) menemukan bahwa, brand image memiliki pengaruh
yang signifikan terhadapniat membeli, sedangkan Calvin dan Semuel (2014)
menyatakan bahwa brand image tidak memiliki pengaruh yang signifikan
terhadap niat membeli konsumen.
Berdasarkan research gap tersebut, penelitian ini ditujukan untuk
menjelaskan secara empiris perihal faktor-faktor yang mempengaruhi niat beli
konsumen. Adapun faktor-faktor yang diteliti dalam penelitian ini adalah country
of origin, brand image dan purchase intention. Penelitian ini akan dilakukan pada
calon pembeli kendaraan roda empat di Kota Denpasar.
Isu fenomena yang menyatakan bahwa suatu asal negara suatu merek
merek dan citra dari merek yang akan mengubah perilaku pembelian konsumen
pada suatu produk maka judul penelitian adalah,
“Peran Brand Image Dalam Memediasi Country of Origin Terhadap
Purchase Intention (Studi Pada Produk Mobil Merek Toyotadi Kota
Denpasar)”
7
1.2 Rumusan Masalah Penelitian
Berdasarkan
latar
belakang
yang
sudah
diuraikan,
pokok
dari
permasalahan dalam penelitian ini adalah sebagai berikut:
1. Bagaimanakah Country of Origin berpengaruh terhadap niat beli produk
mobil merek Toyota di Kota Denpasar ?
2. Bagaimanakah Country of Origin berpengaruh terhadap Brand Image
produk mobil merek Toyota di Kota Denpasar ?
3. Bagaimanakah Brand Image berpengaruh terhadap niat beli produk mobil
merek Toyota di Kota Denpasar ?
4. Bagaimanakah peran Brand Image memediasi Country of Origin dengan
niat beli produk mobil merek Toyota di Kota Denpasar ?
1.3 Tujuan Penelitian
Berdasarkan rumusan masalah yang sudah diuraikan, maka tujuan
penelitian dari penelitian ini adalah sebagai berikut:
1) Untuk menguji dan menjelaskan pengaruh Country of Origin pada niat beli
konsumen produk mobil merek Toyota di Kota Denpasar.
2) Untuk menguji dan menjelaskan pengaruh Country of Origin pada Brand
Image konsumen produk mobil merek Toyota di Kota Denpasar.
3) Untuk menguji dan menjelaskan pengaruh Brand Image pada niat beli
konsumen produk mobil merek Toyota di Kota Denpasar.
8
4) Untuk membuktikan dan menjelaskan peran Brand Image dalam
memediasi Country of Origin terhadap niat beli produk mobil merek
Toyota di Kota Denpasar.
1.4 Kegunaan Penelitian
Berdasarkan latar belakang, rumusan masalah dan tujuan penelitian yang
sudah diuraikan maka manfaat dari penelitian ini adalah sebagai berikut:
1) Manfaat Teoritis
Hasil penelitian ini diharapkan bisa menjadi referensi tambahan dan untuk
memperkuat hasil dari penelitian- penelitian yang berhubungan dengan
variabel country of origin pada niat beli dengan brand image sebagai variabel
mediasi pada produk mobil Toyota di Kota Denpasar.
2) Manfaat Praktis
Hasil penelitian ini diharapkan bisa berguna sebagai bahan pertimbangan,
masukan dan informasi bagi konsumen dalam mengambil keputusan pada
pembelian produk mobil dan mendorong konsumen untuk lebih bijak dalam
melakukan pembelian produk mobil.
9
1.5 Sistematika Penulisan
Skripsi ini ditulis menggunakan sistematika penulisan sebagai berikut:
BAB I
Pendahuluan
Bab ini menguraikan latar belakang masalah, rumusan masalah
penelitian, tujuan penelitian, manfaat penelitian, dan sistematika
penulisan.
BAB II
Kajian Pustaka dan Hipotesis Penelitian
Bab ini mencakup konsep atau teori yang relevan mengenai
Purchase Intention, Brand Image, dan Country of Origin serta
perumusan hipotesis penelitian yang didukung dengan penelitian
sebelumnya.
BAB III
Metode Penelitian
Bab ini menguraikan metode penelitian yang meliputi desain
penelitian, ruang lingkup wilayah penelitian, obyek penelitian,
identifikasi variabel, definisi operasional variabel, jenis data dan
sumber data, populasi, sampel, metode penentuan sampel, metode
pengumpulan data, dan teknik analisis data yang digunakan.
10
BAB IV
Pembahasan Hasil Penelitian
Bab ini menguraikan gambaran umum Perusahaan Mobil Toyota
yang termasuk ke dalam sampel, deskripsi data hasil penelitian, dan
pembahasan hasil penelitian.
BAB V
Simpulan dan Saran
Bab ini menguraikan kesimpulan dari hasil analisis data dan saran
untuk pengembangan bagi peneliti selanjutnya.
11
Download