pengaruh perilaku teman sebaya terhadap

advertisement
Artikel Skripsi
UN PGRI KEDIRI 2016
PENGARUH PERILAKU TEMAN SEBAYA TERHADAP
KECENDERUNGAN PERILAKU BULLYING SISWA
SMK NGUNUT TULUNGAGUNG
TAHUN PELAJARAN 2015/2016
SKRIPSI
Diajukan Untuk Penulisan skripsi Guna Memenuhi Salah Satu Syarat
Memperoleh Gelar Sarjana Pendidikan (S.Pd.)
Pada Jurusan BK FKIP UN PGRI Kediri
OLEH:
INDAH PRATIWI
NPM: 12.1.01.01.0045
FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN (FKIP)
UNIVERSITAS NUSANTARA PERSATUAN GURU REPUBLIK INDONESIA
UN PGRI KEDIRI
2016
Indah Pratiwi | 12.1.01.01.0145
FKIP – Bimbingan Konseling
simki.unpkediri.ac.id
|| 1||
Artikel Skripsi
UN PGRI KEDIRI 2016
Indah Pratiwi | 12.1.01.01.0145
FKIP – Bimbingan Konseling
simki.unpkediri.ac.id
|| 2||
Artikel Skripsi
UN PGRI KEDIRI 2016
Indah Pratiwi | 12.1.01.01.0145
FKIP – Bimbingan Konseling
simki.unpkediri.ac.id
|| 3||
Artikel Skripsi
UN PGRI KEDIRI 2016
PENGARUH PERILAKU TEMAN SEBAYA TERHADAP
KECENDERUNGAN PERILAKU BULLYING SISWA
SMK NGUNUT TULUNGAGUNG
TAHUN PELAJARAN 2015/2016
Indah Pratiwi
12.1.01.01.0045
Fakultas Keguruan Ilmu Pendidikan - Bimbingan dan Konseling
[email protected]
Dr. Atrup, M.Pd.,MM dan Guruh Sukma Hanggara, M.Pd
ABSTRAK
Indah Pratiwi: Pengaruh Perilaku Teman Sebaya Terhadap Kecenderungan Perilaku Bullying Siswa
SMK Ngunut Tulungagung Tahun Pelajaran 2015/2016, Skripsi, BK, FKIP UNP Kediri, 2016.
Penelitian ini dilatar belakangi perilaku bullying yang kurang begitu diperhatikan, karena
dianggap tidak memiliki pengaruh yang besar terhadap remaja. Perilaku dan sikap remaja sangat
dipengaruhi oleh perilaku teman sebaya yang ada dilingkungan sekitarnya. Seperti perilaku bullying
banyak terjadi dilingkungan sekolah dan teman sebaya yang memiliki masalah disekolah akan
memberi dampak buruk bagi teman–teman disekolahnya.
Masalah yang dikaji dalam penelitian ini adalah (1)Apakah ada fenomena perilaku kelompok
teman sebaya yang terjadi pada siswa/i SMK Ngunut Tulungagung ?
(2)Apakah ada kecenderungan perilaku bullying pada siswa/i SMK Ngunut Tulungagung? (3)Adakah
pengaruh yang signifikan perilaku teman sebaya terhadap kecenderungan perilaku bullying pada
siswa/i SMK Ngunut Tulungagung ?
Penelitian ini menggunakan pendekatan Penelitian Kuantitatif dengan subyek penelitian siswa
kelas XI APK dan BB SMK Ngunut Tulungagung Tahun Pelajaran 2015/2016. Penelitian ini
dilaksanakan menggunakan instrumen berupa angket teman sebaya dan angket perilaku bullying.
Teknik analisis data penelitian ini dengan menggunakan rumus regresi sederhana.
Hasil analisis data diperoleh nilai F hitung sebesar 121,871 dengan tingkat signifikan 0,05. Nilai
koefisien korelasi diperoleh 0,852 yang berarti hubungan perilaku teman sebaya terhadap perilaku
bullying sangat kuat. Dan diperoleh nilai R square sebesar 0,726 yang berarti 72,6 % perilaku bullying
siswa dipengaruhi oleh teman sebaya. Dari hasil penelitian ini dapat diambil kesimpulan bahwa ada
pengaruh antara perilaku teman sebaya dengan perilaku bullying.
Kata Kunci: Perilaku Teman Sebaya, Perilaku Bullying
Indah Pratiwi | 12.1.01.01.0145
FKIP – Bimbingan Konseling
simki.unpkediri.ac.id
|| 4||
Artikel Skripsi
UN PGRI KEDIRI 2016
I.
menunjukan
LATAR BELAKANG
Negara,
masyarakat
dan
angka
yang
sangat
memprihatinkan, 16% siswa kelas
keluarga memiliki harapan yang besar
akhir
untuk
dan
pernah diancam dengan senjata di
tangguh
sekolah dan 7 % pernah disakiti secara
berprestasi serta mampu bersaing di
verbal serta diancam secara fisik oleh
era
siswa.
mewujudkan
pemudi
yang
pemuda
bermental
globalisasi.
Mereka
berharap
mengatakan
bahwa
mereka
bahwa pemuda dan pemudi Indonesia
Bullying adalah suatu hal yang
yang menjadi penerus bangsa mampu
mengerikan dan kejam yang dilakukan
mempertahankan
kehormatan
Namun
negara
pada
terbalik,
budaya
serta
oleh seseorang kepada individu atau
dan
agama.
sekelompok individu. Korban bullying
justru
akan merasa sakit atau terhina, malu
kenyataannya
banyak
sekali
pemuda–
dan
terancam,
sedangkan
pemudi yang masih diusia remaja ini
bullying
mengalami kasus–kasus yang berat
menyadarinya (Lee, 2004). Menurut
seperti
narkoba,
Edwards (2006) perilaku bullying
penganiayaan,
paling sering terjadi pada masa–masa
pembunuhan dan yang kerap terjadi
sekolah menengah yang juga termasuk
saat ini adalah perilaku bullying di
masa remaja. Karena pada masa ini
sekolah.
remaja memiliki tingkat egosentrisme
penyalahgunaan
perncurian,
Perilaku bullying kurang begitu
pengaruh
yang
besar
saja
tidak
yang tinggi.
diperhatikan, karena dianggap tidak
memiliki
mungkin
pelaku
Selain itu masa remaja juga
merupakan masa krisis identitas diri.
terhadap remaja. Menurut Andina
Menurut
(2014), pada tahun 2013 lalu tercatat
identitas diri adalah suatu keadaan
181
yang menunjukan bahwa individu
kasus
yang
berujung
pada
Hurlock
(2002),
tewasnya korban bullying. 141 kasus
mengalami
lain mengabarkan korban bullying
mempertimbangkan apa saja yang
menderita luka berat dan 97 kasus
dilihat pada lingkungan masyarakat
lainnya
sekitarnya
menderita
Penelitian
tentang
dilakukan
oleh
luka
bullying
Santrock
ringan.
berusaha
untuk
mengikat diri pada nilai–nilai tertentu
(2007),
yang dianggap cocok dengan dirinya
dan
dilingkungan
identitasnya.
Indah Pratiwi | 12.1.01.01.0145
FKIP – Bimbingan Konseling
serta
dalam
yang
bahwa permasalahan kekerasan terjadi
pendidikan
kebingungan
krisis
telah
dapat
dijadikan
sebagai
simki.unpkediri.ac.id
|| 5||
Artikel Skripsi
UN PGRI KEDIRI 2016
Jadi dapat disimpulkan bullying
bahwa suatu kondisi yang sangat
adalah suatu tindakan yang kejam
membantu penerimaan sosial adalah
yang dilakukan oleh seseorang kepada
minat yang sama dengan anggota
individu atau sekelompok individu,
teman
dimana
merasa
mengemukakan pada masa remaja
sakit,terancam, dan malu, sedangkan
berkembang sikap “conformity” yaitu
pelaku bullying akan merasa puas.
“kencenderungan
korban
akan
sebaya.
Yusuf
untuk
(2000)
menyerah
Minat yang dapat timbul dari
atau mengikuti opini, pendapat, nilai,
adanya pengaruh atau identifikasi
kebiasaan, kegemaran atau keinginan
terhadap
teman sebaya”.
oarang
lain,
termasuk
diantarannya pengaruh dari teman
Jadi apabila teman sebaya itu
sebaya karena merupakan lingkungan
menampilkan perilaku yang sesuai
sosial yang paling dekat dan erat
dengan
dimana remaja menghabiskan waktu
berakhlak baik maka remaja tersebut
bersama
cenderung
dan
berinteraksi
secara
nilai–nilai
agama
akan
berperilaku
apabila
teman
dan
baik.
mendalam disamping interaksi dengan
Namun
orang tua mereka. Karena teman
menampilkan perilaku yang kurang
sebaya merupakan lingkungan sosial
baik, amoral atau melangar norma–
pertama dimana remaja belajar untuk
norma,
bersama
cenderung
orang
lain
yang
bukan
maka
sebaya
remaja
tersebut
terpengaruh
untuk
anggota keluarga. Pada masa kanak–
mengikuti atau mencontoh perilaku
kanak mungkin pengaruh orang tua
tersebut.
lebih kuat dimana pada masa ini
Teman
seseorang masih diatur dan dimonitori
reference bagi remaja diaman remaja
oleh orang tua. Namun pada masa
memperoleh frame of reference yaitu
remaja yang lebih berpengaruh adalah
remaja
lingkungan
pedoman dan sikap–sikap terhadap
tempat
ia
beraktifitas
Menurut
sebaya
merupakan
mengambil
macam
Yusuf
(2000),
group
norma–norma,
sehari–hari yaitu lingkungan sekolah
berbagai
keadaan
dan teman sebaya.
diyakini oleh teman sebaya.
yang
Tingkah laku, minat bahkan
Dalam penelitian ini peneliti
sikap dan perilaku remaja hanya
mengambil sampel penelitian di SMK
dipengaruhi oleh teman–teman dalam
Ngunut Tulungagung karena berbagai
kelompok mereka disamping pengaruh
pertimbangan, salah satunya adalah
orang tua. Remaja akan menemukan
jarak tempuh yang dekat dengan
Indah Pratiwi | 12.1.01.01.0145
FKIP – Bimbingan Konseling
simki.unpkediri.ac.id
|| 6||
Artikel Skripsi
UN PGRI KEDIRI 2016
peneliti. Selain itu sebelum melakukan
serta melibatkan keakraban yang relatif
penelitian terlebih dahulu peneliti
besar dalam kelompoknya. Sedangkan
melakukan kunjungan dan konsultasi
variabel perilaku bullying berkedudukan
dengan guru dan kepala sekolah SMK
sebagai variable terikat (Y) merupakan
Ngunut Tulungagung mengenail judul
variabel yang dipengaruhi atau yang
yang diangkat.
menjadi akibat, karena adanya variabel
Menarik
kesimpulan
dari
bebas.
Perilaku
bullying
yaitu
suatu
penjelasan diatas bahwa perilaku dan
perilaku agresif yang berisfat negatif pada
sikap remaja sangat dipengaruhi oleh
seseorang atau sekelompok orang yang
teman sebaya yang ada dilingkungan
dilakukan secara berulang – ulang dan
sekitarnya. Seperti perilaku bullying
dengan sengaja untuk menyakiti orang lain
banyak terjadi dilingkungan sekolah
baik secara fisik atau mental karena adanya
dan teman sebaya yang memiliki
penyalahgunaan
masalah
kekuatan.
disekolah
akan
memberi
ketidak
seimbangan
dampak buruk bagi teman – teman
Dalam penelitian ini pendekatan
disekolahnya. Oleh karena itu peneliti
yang digunakan adalah kuantitatif karena
mengambil tema penelitian tentang
data yang di gunakan berupa angka, selain
“Pengaruh Perilaku Teman Sebaya
itu untuk memaksimalkan waktu agar
Terhadap
Kecenderungan
penelitian tidak berlangsung dalam waktu
Bullying
Siswa
SMK
Perilaku
Ngunut
yang lama.
Tulungagung.”
Dalam penelitian ini menggunakan
teknik
mendeskripsikan
II. METODE
Dalam penelitian ini terdapat dua
variabel yaitu perilaku teman sebaya dan
perilaku bullying. Variabel perilaku teman
sebaya berkedudukan sebagai variable
bebas
(X)
merupakan
deskriptif
variabel
yang
mempengaruhi atau yang menjadi sebab
perubahannya atau timbulnya variabel
dependen/variabel terikat. Teman sebaya
adalah hubungan individu pada anak-anak
atau remaja dengan tingkat usia yang sama
Indah Pratiwi | 12.1.01.01.0145
FKIP – Bimbingan Konseling
bullying
pada
yaitu
teman
siswa
untuk
sebaya
SMK
dan
Ngunut
Tulungagung. Penelitian deskriptif yaitu
penelitian yang berusaha menjelaskan dan
menerangkan suatu peristiwa berdasarkan
data.
Penelitian ini dilakukan di SMK
Ngunut
Tulungagung
dengan
pertimbangan bahwa di sekolah tersebut
terdapat relevansi masalah yang akan
diteliti di sekolah tersebut.
simki.unpkediri.ac.id
|| 7||
Artikel Skripsi
UN PGRI KEDIRI 2016
Penelitian
dilaksanakan
dalam
waktu selama enam bulan terhitung sejak
pengajuan
dengan
proposal
penelitian
disetujuinya
Berdasarkan
kedua
variabel dinyatakan reliabel.
sampai
skripsi
perhitungan
Dalam
oleh
analisa
menggunakan
rumus
data
Regresi
pembimbing. Populasi dalam penelitian ini
sederhana dengan rumus sebagai
adalah siswa kelas XII SMK Ngunut
berikut. Dengan rumus :
Ŷ = a + bx
Tulungagung tahun pelajaran 2015-2016
yaitu
sebanyak
118
siswa.
Sampel
Keterangan :
penelitian ini sebanyak 48 siswa dengan
a = nilai konstanta
pengambilan sampel berdasar kriteria dan
b = koefisien
rekomendasi sekolah.
x = variabel bebas
. Instrument penelitian ini berupa
y = variabel terikat
angket tertutup dengan skala 4, yaitu selalu
Dimana :
(SL), sering (S), jarang (J), tidak pernah
a = (∑y)(∑x²) – (∑x)(∑xy)
(TP) yang dikembangkan dari variabel
n∑x² - (∑x)²
kenakalan remaja di sekolah. Sedangkan
variabel
teman
sebaya
b = n∑xy – (∑x)(∑y)
menggunakan
angket tertutup dengan skala 4, yaitu selalu
n∑x² - (∑x)²
(SL), sering (S), jarang (J), tidak pernah
(T). Keseluruhan item angket sebanyak 28
item
dengan
rincian
11
item
yang
dikembangkan dari variabel teman sebaya
dan 17 item dari perilaku bullying.
Sebelum digunakan untuk mengumpulkan
data,
instrument
diuji
validitas
dan
reliabilitasnya. Untuk mengetahui validitas
Dengan
norma
keputusan
sebagai
berikut
a. Jika sig < 0,05 maka Hª diterima
dan H° ditolak
b. Jika sig > 0,05 maka Hª ditolak
dan H° diterima
III. HASIL DAN KESIMPULAN
dan reliabilitas digunakan rumus Product
Dalam hal
ini
dipaparkan data
Moment dengan bantuan progam SPSS 16
variabel penelitian yang diperoleh
for Windows. Dari hasil uji validitas
selama
variabel teman sebaya terdapat 11 item
data dilapangan. Adapun data yang
valid. Sedangkan perhitungan validitas
telah
variabel perilaku bullying terdapat 17 item
berikut:
valid. Sedangkan reliabilitas menggunakan
1. Perilaku Teman Sebaya
mengadakan
diperoleh
pengambilan
adalah
sebagai
rumus alpha cronbach.
Indah Pratiwi | 12.1.01.01.0145
FKIP – Bimbingan Konseling
simki.unpkediri.ac.id
|| 8||
Artikel Skripsi
UN PGRI KEDIRI 2016
Pada langkah ini dibagikan
angket
tentang
perilaku
teman
sebaya kepada 48 siswa. Dalam
angket
ini
terdapat
pertanyaan.
11
Sebelum
item
Skor tertinggi = 4x17 = 68
membuat
Skor terendah = 1x17 = 17
distribusi frekuensi terlebih dulu
membuat
kategorisasi
penilaian
dengan cara sebagai berikut:
Apabila dilihat dari hasil rata-rata skor
tertinggi perilaku bullying di kelas XI
APK dan XI BB SMK Ngunut
Skor tertinggi = 11x4 = 44
Tulungagung
Skor terendah = 11x1 = 11
tergolong dalam kelas interval 25-38.
sebesar
54,17%
Maka dapat disimpulkan bahwa siswa
kelas XI APK dan XI BB memiliki
perilaku bullying sedang.
Apabila dilihat dari hasil rata-rata
Hasil
analisis
data
dengan
skor tertinggi teman sebaya di kelas
menggunakan rumus regresi sederhana
XI APK dan XI BB SMK Ngunut
diperoleh nilai koefisien determinasi
Tulungagung
67%
(R square) sebesar 0,726 atau 72,6 %
tergolong dalam kelas interval 29-
yang berarti 72,6 % perilaku bullying
37 . Maka dapat disimpulkan
siswa dipengaruhi oleh teman sebaya.
bahwa tingkatan teman sebaya pada
Berdasarkan analisis data, maka dapat
siswa kelas XI APK dan XI BB
diketahui
adalah tinggi.
121,871 dengan tingkat signifikan
2.
sebesar
Perilaku Bullying
0,000.
bahwa
Oleh
Fhitung
karena
sebesar
probabilitas
Pada langkah kali ini dibagikan
(0,000) jauh lebih kecil dari 0,05
angket tentang perilaku bullying
(dalam kasus ini menggunakan taraf
kepada 48 siswa. Dalam angket ini
signifikansi atau α = 5%), maka model
terdapat
regresi
Sebelum
17
item
membuat
pertanyaan.
distribusi
bisa
memprediksi
dipakai
perilaku
untuk
bullying.
frekuensi terlebih dulu membuat
Dengan pedoman Jika sig < 0,05 dan t-
kategorisasi penilaian dengan cara
hitung ≥ t-tabel maka Hª diterima dan
sebagai berikut:
H° ditolak.
Indah Pratiwi | 12.1.01.01.0145
FKIP – Bimbingan Konseling
simki.unpkediri.ac.id
|| 9||
Artikel Skripsi
UN PGRI KEDIRI 2016
Hipotesis yang diajukan dalam
yang sama dengan apa yang dilakukan
penelitian ini adalah ada pengaruh
oleh teman-temannya. Selain itu anak
antara teman sebaya terhadap perilaku
baik dari kalangan sosial rendah hingga
bullying
Ngunut
atas juga melakukan bullying dengan
Santrock
maksud untuk mendapatkan pengakuan
di
Tulungagung.
SMK
Menurut
(2007), pada banyak remaja tentang
serta
cara bagaimana mereka dipandang
temannya.
oleh teman sebaya merupakan aspek
yang
terpenting
mereka.
dalam
Bahkan
melakukan
kehidupan
remaja
akan
agar
dapat
apapun,
dimasukkan sebagai anggota. Untuk
mereka, yang tidak mengikuti aturan
kelompoknya akan dikucilkan dan
berarti stres, frustasi, dan kesedihan.
Kuatnya
pengaruh
teman
penghargaan
dari
teman-
Rigby (2003), perilaku bullying
dapat terjadi secara individual ataupun
berkelompok yang dilakukan seorang
anak
ataupun
kelompok
secara
konsisten dimana tindakan tersebut
mengandung unsur melukai bagi anak
yang jauh lebih lemah dibanding
pelakunya. Jadi dapat disimpulkan
bahwa penyebab perilaku bullying
sebaya tidak terlepas dari adanya
tidak
ikatan
dalam
melainkan juga faktor eksternal. Salah
kelompok teman sebayanya tersebut,
satu faktor eksternal adalah peran
sedemikian
yang
mengarah
terjalin
ke
kuat
hanya
dari
faktor
internal
kuatnya
sehingga
teman sebaya dalam mempengaruhi
fanatisme.
Mappiare
perilaku bullying.
(2002), tiap-tiap anggota kelompok
Berdasarkan hasil analisis data
menyadari bahwa mereka adalah satu
pengaruh
kesatuan
saling
perilaku bullying diperoleh hasil yang
mendukung. Di mana kelompok teman
positif artinya hubungan antara variable
sebaya merupakan kelompok yang
teman sebaya dan perilaku bullying
terdiri
bersifat
yang
dari
terkait
teman
dan
seusianya
dan
teman
sebaya
positif
atau
terhadap
berpengaruh
mereka dapat mengasosiasikan dirinya.
positif. Semakin tinggi nilai variable
Priyatna (2010), teman sepermainan
teman
yang
meningkatkan
sering
melakukan
tindakan
sebaya,
maka
perilaku
Dengan
berimbas kepada perkembangan si
kesimpulan bahwa ada pengaruh antara
anak. Anak juga akan melakukan hal
perilaku
teman
dapat
bullying.
kekerasan terhadap orang lain akan
Indah Pratiwi | 12.1.01.01.0145
FKIP – Bimbingan Konseling
demikian
akan
sebaya
ditarik
terhadap
simki.unpkediri.ac.id
|| 10||
Artikel Skripsi
UN PGRI KEDIRI 2016
perilaku bullying
di SMK Ngunut
Tulungagung.
Hurlock,
E.
B.
(2002).
Psikologi
Perkembangan.5th
edition. Jakarta: Erlangga.
IV. DAFTAR PUSTAKA
Adila, Nisa (2009). Pengaruh
Kusumadewi,S,
Kontrol Sosial Terhadap Perilaku
“Hubungan Antara Dukungan
Bullying Pelajar di Sekolah
Sosial Peer Group dan Kontrol
Menengah Pertama. Jurnal
Diri
Kriminologi Indonesia,5(1),56-66.
Terhadap
Andina,
E.
(2014).
Budaya
Kekerasan Antar Anak di Sekolah
Dasar
.
Jurnal
Kesejahteraan,
Vol.IV No. 09.
Arikunto,
dengan
Remaja
Kepatuhan
Peraturan
Putri
Pesantren
di
pada
Pondok
Modern
Islam
Assalaam Sukoharjo, tersedia:
http://candrajiwa.psikologi.fk.u
ns.ac.id/index.php/candrajiwa/a
S.
Penelitian:
(2009).
(2002).
Suatu
Prosedur
Pendekatan
Praktek. Jakarta: Rineka Cipta.
rticle/view/_25, diunduh pada
tanggal 17 Desember 2015.
Lee, C. (2004). Preventing
Azwar, S. (2007). Metode Penelitian.
Bullying in School: A Guide for
Yogyakarta: Pustaka Pelajar.
Teachers
Azwar, S. (2010). Penyusunan Skala
Psikologi.
Yogjakarta:
Pustaka
Pelajar.
&
Kombinasinya
Psikologi.
Profesionals.
Kualitatif
dalam
Yogyakarta:
serta
Penelitian
Pustaka
Other
London:
Pul
Chapman Publishing.
Mauludi,
Creswell , A. (2007). Pendekatan
Kuantitatif
and
Ali.(2013).Teknik
Memahami Statistik 2. Jakarta
Timur : Alim’s Publishing.
Mappiare, A. (2002). Psikologi
Remaja.
Surabaya:
Usaha
Pelajar.
Nasional.
Edwards, D. C. (2006). Ketika Anak
Ong, F. (2003). Bullying At
Sulit Diatur : Perpaduan Bagi Orang
School.
Tua
Department of Education: CDE
Untuk
Mengubah
Masalah
Perilaku Anak. Bandung: Kaifa.
Indah Pratiwi | 12.1.01.01.0145
FKIP – Bimbingan Konseling
:.
The
California
Press.
simki.unpkediri.ac.id
|| 11||
Artikel Skripsi
UN PGRI KEDIRI 2016
Priyatna, A. (2010). Let‟s End
Tamtomo,
Bullying: Memahami, Mencegah &
Hubungan
Mengatasi Bullying. Jakarta: PT.
Sekolah dan Dukungan Teman
Elex Media Komputindo.
Sebaya
Rigby, K. (2003). Bullying Among
Young
Children:
A
Guide
for
Teachers and Carers. Australia:
Australian Government
Attorney-
General‟s Department.
Santoso,
S.
(2000).
Dinamika
A.
(2014).
Antara
Terhadap
Stres
Perilaku
Bullying pada Siswa. tersedia:
http://eprints.ums.ac.id/31558/9
/NASKAH_PUB;IKASI.pdf.
Diunduh
pada
tanggal
17
desember 2015.
Widayanti,
C.
G.
(2009).
Kelompok Sosial. Jakarta: Bumi
Fenomena Bullying di Sekolah
Aksara.
Dasar Negeri di Semarang.
Santrock, J. W. (2007). Adolescence
: Perkembangan Remaja. Jakarta:
Jurnal Psikologi undip, Vol. 5.
No.
2.
tersedia:
http://www.google.co.id/url?q=
Erlangga.
http://eprints.ums.ac.id/39305/1
Sarwono.
Psikologi
(2000).
Sosial.
Teori-teori
Jakarta:
Raja
Grafindo Persada.
di
pdf&sa=U&ved=0ahUKEwi6sJ
WapoHOAhUozINKHRMkCD
Sejiwa. (2008). Bullying:Mengatasi
Kekerasan
8/DAFTAR%2520PUSTAKA.
Sekolah
dan
Lingkungan Sekitar Anak. Jakarta:
YQFggSMAI&usg=AFQjCNE
nGw51a0QhMXw4yQOYWHg
RJDxgBQ,
di
unduh
pada
tanggal 17 Desember 2015.
PT. Grasindo.
Somantri, A., & Muhidin, S. A.
(2006). Aplikasi Statistika Dalam
Penelitian. Bandung: Pustaka Setia.
Yusuf, S. (2000). Psikologi
Perkembangan
Anak
dan
Remaja. Bandung : PT. Remaja
Rosdakarya.
Sugiono,
2010.
Belajar
dan
Pembelajaran. Kediri: Universitas
Nusantara PGRI Kediri.
Indah Pratiwi | 12.1.01.01.0145
FKIP – Bimbingan Konseling
simki.unpkediri.ac.id
|| 12||
Download