rencana kerja pemerintah daerah tahun 2012

advertisement
PEMERINTAH PROVINSI GORONTALO
RENCANA KERJA PEMERINTAH DAERAH
TAHUN 2012
Diperbanyak Oleh :
BADAN PERENCANAAN PEMBANGUNAN DAERAH
PROVINSI GORONTALO
PEMERINTAH PROVINSI GORONTALO
PERATURAN GUBERNUR
NOMOR 18 TAHUN 2011
TENTANG
RENCANA KERJA PEMERINTAH DAERAH
TAHUN 2012
Diperbanyak Oleh :
BADAN PERENCANAAN PEMBANGUNAN DAERAH
PROVINSI GORONTALO
GUBERNUR GORONTALO
PERATURAN GUBERNUR GORONTALO
NOMOR 18 TAHUN 2011
TENTANG
RENCANA KERJA PEMERINTAH DAERAH TAHUN 2012
DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA
GUBERNUR GORONTALO,
Menimbang
: bahwa untuk melaksanakan ketentuan Pasal 26 ayat 2 Undangundang Nomor 25 Tahun 2004 tentang Sistem Perencanaan
Pembangunan Daerah, dipandang perlu menetapkan Peraturan
Gubernur tentang Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Tahun
2012;
Mengingat
: 1. Pasal 4 ayat (1) Undang-Undang Dasar Negara Republik
Indonesia Tahun 1945;
2. Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2003 tentang Keuangan
Negara (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2003
Nomor 47, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia
Nomor 4286);
3. Undang-Undang Nomor 25 Tahun 2004 tentang Sistem
Perencanaan Pembangunan Nasional (Lembaran Negara
Republik Indonesia Tahun 2004 Nomor 104, Tambahan
Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4421);
4. Undang-undang Nomor 17 Tahun 2007 tentang Rencana
Pembangunan Jangka Panjang (RPJP) Nasional;
5. Peraturan Pemerintah Nomor 20 Tahun 2004 tentang Rencana
Kerja Pemerintah (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun
2004 Nomor 74, Tambahan Lembaran Negara Republik
Indonesia Nomor 4405);
6. Peraturan Pemerintah Nomor 21 Tahun 2004 tentang
Penyusunan Rencana Kerja dan Anggaran Kementerian
Negara/Lembaga (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun
2004 Nomor 75, Tambahan Lembaran Negara Republik
Indonesia Nomor 4406);
7. Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 8 Tahun 2008
Tentang Tahapan, Tata Cara Penyusunan, Pengendalian Dan
Evaluasi Pelaksanaan Rencana Pembangunan Daerah
(Lembaran Negara Republik Indoensia Nomor 21, Tambahan
Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4817)
8. Peraturan Presiden Nomor 7 Tahun 2005 tentang Rencana
Pembangunan Jangka Menengah Nasional Tahun 2004-2009
(Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2004 Nomor 11);
MEMUTUSKAN :
Menetapkan : PERATURAN GUBERNUR GORONTALO TENTANG RENCANA KERJA
PEMERINTAH DAERAH TAHUN 2011.
Pasal 1
(1) Rencana Kerja Pemerintah Daerah Provinsi Gorontalo Tahun 2012,
yang selanjutnya disebut RKPD Tahun 2012, adalah dokumen
perencanaan pembangunan daerah untuk periode 1 (satu) tahun
yaitu tahun 2012 yang dimulai pada tanggal 1 Januari 2012 dan
berakhir pada tanggal 31 Desember 2012.
(2) Sistematika RKPD Tahun 2011 terdiri dari pendahuluan, capaian
pembangunan 2010 dan prakiraan 2011, kerangka ekonomi makro
dan pembiayaan pembangunan, prioritas dan sasaran
pembangunan 2012, dan kaidah pelaksanaan serta penutup.
Pasal 2
(1) RKPD Tahun 2012 merupakan penjabaran dari Rencana
Pembangunan Jangka Menengah Daerah tahun 2007-2012
sebagaimana ditetapkan dalam Peraturan Daerah Nomor 4 Tahun
2007.
(2) RKPD Tahun 2012 sebagaimana dimaksud pada ayat (1) menjadi :
a. pedoman bagi Unit Kerja Perangkat Daerah Provinsi Gorontalo
dalam menyusun Rencana Kerja Satuan Kerja Perangkat
Daerah Tahun 2012;
b. acuan bagi Pemerintah Kabupaten/Kota dalam menyusun
Rencana Kerja Pemerintah Daerah Tahun 2012;
c. pedoman bagi Pemerintah Daerah dalam menyusun Rancangan
Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (RAPBD) Tahun
2012.
Pasal 3
Dalam rangka penyusunan RAPBD Tahun 2012 :
(1) Pemerintah Daerah menggunakan RKPD Tahun 2012 sebagai
bahan pembahasan kebijakan umum anggaran serta prioritas dan
plafon anggaran sementara (KUA dan PPAS) di Dewan Perwakilan
Rakyat Daerah;
(2) Pemerintah Daerah menggunakan RKPD Tahun 2012 sebagai
bahan pembahasan RAPBD dengan Panitia Anggaran Dewan
Perwakilan Rakyat Daerah.
(3) Satuan Kerja Perangkat Daerah menggunakan RKPD Tahun 2012
dalam melakukan pembahasan Rencana Kerja dan Anggaran
Satuan Kerja Perangkat Daerah dengan Dewan Perwakilan Rakyat
Daerah.
Pasal 4
(1) Satuan Kerja Perangkat Daerah membuat laporan kinerja triwulan
dan tahunan atas pelaksanaan rencana kerja dan anggaran tahun
2012 yang berisi uraian tentang keluaran kegiatan dan indikator
kinerja masing-masing program.
(2) Laporan sebagaimana dimaksud dalam ayat (1), disampaikan
kepada Biro Pengendalian, Pembangunan dan Ekonomi, Badan
Perencanaan Pembangunan Daerah dan Badan Keuangan Provinsi
Gorontalo paling lambat 14 (empat belas) hari setelah berakhirnya
triwulan yang bersangkutan.
(3) Laporan Kinerja menjadi masukan dan bahan pertimbangan bagi
analisis dan evaluasi pencapaian target pembangunan yang
termuat dalam RKPD Tahun 2012.
Pasal 5
(1) Memperhatikan sasaran pembangunan sebagaimana termuat
dalam RKPD tahun 2012, maka seluruh SKPD harus
mengalokasikan anggaran APBD ke dalam rincian program dan
kegiatan secara efektif dan efisien serta lebih menekankan pada
kinerja hasil yang inovatif.
(2) Karena keterbatasan pembiayaan melalui APBD tahun 2012,
dukungan pendanaan Dekonsentrasi dan Tugas Pembantuan
menjadi bagian tidak terpisah dalam pencapaian sasaran sebagai
dimaksud pada ayat 1.
Pasal 6
Badan Perencanaan Pembangunan Daerah dan Badan Keuangan
Daerah menelaah kesesuaian antara Rencana Kerja dan Anggaran
Satuan Kerja Perangkat Daerah tahun 2012 hasil pembahasan
bersama Dewan Perwakilan Rakyat Daerah dengan Rencana Kerja
Pemerintah Daerah Tahun 2012.
Pasal 7
Apabila terdapat perbedaan antara hasil pembahasan RAPBD 2012
bersama Dewan Perwakilan Rakyat Daerah dengan RKPD Tahun 2012,
maka Pemerintah Daerah melakukan penyesuaian sekaligus revisi
RKPD Tahun 2012 berdasarkan hasil pembahasan dengan Dewan
Perwakilan Rakyat Daerah.
Pasal 8
Peraturan Gubernur ini mulai berlaku sejak tanggal ditetapkan.
Ditetapkan di Gorontalo
pada tanggal 6 Mei 2011
GUBERNUR GORONTALO,
DR. Ir. H. GUSNAR ISMAIL, MM
Diundangkan di Gorontalo
pada tanggal 6 Mei 2011
SEKRETARIS DAERAH PROVINSI GORONTALO
Drs. Hi. IDRIS RAHIM, MM
PEMBINA UTAMA
NIP. 195408101971041001
BERITA DAERAH PROVINSI GORONTALO TAHUN 2011 NOMOR
PEMERINTAH PROVINSI GORONTALO
DAFTAR ISI
PERATURAN GUBERNUR GORONTALO
BAB
I
PENDAHULUAN
I.1
BAB
II
CAPAIAN PEMBANGUNAN TAHUN 2010 DAN PERKIRAAN
II.1
TAHUN 2011
2.1. PENCAPAIAN TAHUN 2010 DAN PERKIRAAN
II.1
TAHUN 2011
BAB
III
KERANGKA EKONOMI MAKRO DAN PEMB IAYAAN
III.1
PEMBANGUNAN
3.1. KONDISI EKONOMI TAHUN 2010 DAN PERKIRAAN 2011
III.1
3.2. TANTANGAN DAN PROSPEK PEREKONOMIAN
III.11
DAERAH 2012
3.3 KERANGKA PENDANAAN
III.14
3.4. PERKIRAAN PENERIMAAN UNTUK PENDANAAN
III.15
PEMBANGUNAN TAHUN 2012
BAB
IV
PRIORITAS DAN SASARAN PEMBANGUNAN TAHUN 2012
IV.1
4.1. MASALAH DAN TANTANGAN POKOK 2012
IV.1
4.2. TEMA PEMBANGUNAN TAHUN 2012 DAN
IV.9
PENGARUSTAMAAN PEMBANGUNAN DAERAH
4.3. PRIORITAS PEMBANGUNAN TAHUN 2012
IV.11
BAB
V
KAIDAH PELAKSANAAN
V.1
BAB
VI
PENUTUP
VI.1
LAMPIRAN RINCIAN PROGRAM DAN PRIORITAS PEMBANGUNAN
Rencana Kerja Pemerintah Daerah Tahun 2012
Bappeda Provinsi Gorontalo
PEMERINTAH PROVINSI GORONTALO
DAFTAR TABEL
1. TABEL 1. NILAI PDRB DAN LAJU PERTUMBUHAN
III.1
MENURUT LAPANGAN USAHA TAHUN 2009 & 2010
2.
TABEL 2. PERKEMBANGAN PDRB MENURUT LAPANGAN USAHA
III.2
TAHUN 2009 – 2010
3. TABEL 3. LAJU PERTUMBUHAN PDRB TRIWULAN
III.3
MENURUT LAPANGAN USAHA (PERSEN)
4. TABEL 4. PENDUDUK USIA 15 TAHUN KEATAS MENURUT KEGIATAN III.8
5.
TABEL 5. PENDUDUK USIA 15 TAHUN KEATAS YANG BEKERJA
III.9
MENURUT LAPANGAN PEKERJAAN UTAMA
6.
TABEL 6. STRUKTUR DAN ASUMSI APBD
III. 16
PROVINSI GORONTALO TAHUN 2012
Rencana Kerja Pemerintah Daerah Tahun 2012
Bappeda Provinsi Gorontalo
PEMERINTAH PROVINSI GORONTALO
BAB I
PENDAHULUAN
Rencana Kerja Pembangunan Daerah (RKPD) tahun 2012 merupakan
tahapan terakhir dari penjabaran Rencana Pembangunan Jangka Menengah
Daerah 2007-2012, RKPD ini menjadi dokumen perencanaan tahunan yang
menjembatani periodisasi RPJMD (2007-2012) tahap pertama ke tahap kedua dari
Rencana Pembangunan Jangka Panjang Daerah Gorontalo 2007-2025. Penyusunan
RKPD ini didasari atas amanah UU No 25 tahun 2004 tentang Sistem Perencanaan
Pembangunan Nasional, Peraturan Presiden Nomor 5 Tahun 2010 tentang Rencana
Pembangunan Jangka Menengah Nasional Tahun 2010 – 2014, Peraturan
Pemerintah Nomor 20 Tahun 2004 tentang Rencana Kerja Pemerintah (RKP) dan
Peraturan Pemerintah Nomor 8 tahun 2008 tentang tahapan, tata cara
penyusunan, pengendalian dan evaluasi pelaksanaan rencana pembangunan
daerah.
Didalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Provinsi
Gorontalo 2007-2012 telah ditetapkan 4 agenda pembangunan dengan Peraturan
Daerah Nomor 4 Tahun 2007 yaitu :
1) Inovasi Kepemerintahan Wirausaha yang dititikberatkan pada pencapaian
kinerja aksi dan kinerja hasil yang mampu menumbuhkan kepercayaan rakyat,
yang diwujudkan dalam bentuk kemampuan untuk menyediakan Public Goods
dan Public Services yang mencukupi, berkualitas, ekonomis, efesien dan efektif
yang relevan dengan tuntutan, kebutuhan dan masalah yang dihadapi daerah
dan masyarakat.
2) Inovasi Pengembangan SDM yang berorientasi wirausaha, mandiri dan religius
melalui pembangunan pendidikan yang berorientasi pada pengembangan
kemandirian
individu
dan
pencerahan
keagamaan
penanaman
dan
budaya
semangat
yang
kerjasama
membangkitkan
kelompok,
etos
kerja
wirausaha, serta meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat.
3) Inovasi Dalam Menumbuh-kembangkan Ekonomi Rakyat Berbasis Desa yang
diarahkan meningkatkan kinerja sektor unggulan daerah dalam menunjang
produktivitas daerah yang bertumpu pada ekonomi desa.
4) Inovasi Teknologi Tepat Guna untuk Meningkatkan Kesejahteraan Rakyat yang
diarahkan untuk meningkatkan akses, penguasaan, dan pemanfaatan teknologi
tepat guna dalam menunjang aktivitas ekonomi masyarakat.
I-1
Rencana Kerja Pemerintah Daerah Tahun 2012
Bappeda Provinsi Gorontalo
PEMERINTAH PROVINSI GORONTALO
Dari penjabaran empat Agenda Pembangunan Daerah itu diharapkan akan
mampu mencapai Visi “Gorontalo Provinsi Inovatif” dan Misi “Membangun
Gorontalo yang Mandiri, Produktif dan Religius”, juga dapat berkontribusi
terhadap pencapaian 5 (lima) Agenda Pembangunan Nasional yang tertuang dalam
RPJM Nasional 2010-2014, yang meliputi (1) Pembangunan Ekonomi dan
Peningkatan Kesejahteraan Rakyat; (2) Perbaikan Tata Kelola Pemerintahan; (3)
Penegakan Pilar Demokrasi; (4) Penegakkan Hukum Dan Pemberantasan Korupsi,
dan (5) Pembangunan Yang Inklusif Dan Berkeadilan.
Penyusunan Perencanaan pembangunan daerah tahun 2012 Sebagaimana
amanat Peraturan Pemerintah Nomor 8 Tahun 2008 tentang tahapan, tata cara
penyusunan, pengendalian dan evaluasi pelaksanaan rencana pembangunan
daerah, maka telah memuat hasil evaluasi pelaksanaan Rencana Kerja Pemerintah
Daerah (RKPD) tahun sebelumnya, rancangan kerangka ekonomi daerah beserta
kerangka pendanaan yang bersifat indikatif, prioritas dan sasaran pembangunan
dan terakhir rencana program dan kegiatan prioritas daerah yang merupakan
penegasan arahan-arahan dan kebijakan pada 4 (empat) agenda Pembangunan
daerah. Pencapaian Sasaran dan target yang ada didalam RKPD 2012 merupakan
titik klimaks dari pencapaian sasaran dan target dalam RPJMD 2007-2012,
sehingga penentuan program, kegiatan dan performance anggarannya diarahkan
pada prioritas dan sasaran yang belum dapat dicapai.
Pada hakekatnya, RKPD Tahun 2012 merupakan embrio atas penyusunan
rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Tahun 2012 yang
nantinya akan disepakati bersama oleh Pemerintah Daerah dan DPRD. Dengan
demikian, fungsi RKPD Provinsi Gorontalo Tahun 2012 adalah untuk hal-hal
sebagai berikut :
1. Menjadi acuan bagi seluruh pelaku pembangunan daerah, karena memuat
seluruh kebijakan publik;
2. Menjadi pedoman dalam penyusunan APBD, karena memuat arah kebijakan
pembangunan daerah satu tahun;
3. Menciptakan kepastian kebijakan, karena merupakan komitmen Pemerintah.
4. Menjadi pedoman dalam rangka penyusunan Rencana Kerja Pemerintah Daerah
Kabupaten/Kota di Provinsi Gorontalo untuk Tahun 2012.
I-2
Rencana Kerja Pemerintah Daerah Tahun 2012
Bappeda Provinsi Gorontalo
PEMERINTAH PROVINSI GORONTALO
BAB II
CAPAIAN PEMBANGUNAN TAHUN 2010 DAN PERKIRAAN TAHUN 2011
2.1. PENCAPAIAN TAHUN 2010 DAN PERKIRAAN TAHUN 2011
Empat agenda dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah
Daerah 2007-2012 merupakan pilar yang menjadi sasaran pencapaian dari
kinerja yang telah dilakukan untuk tahun 2010 sekaligus menjadi bahan
evaluasi dalam prakiraan pencapaiannya pada tahun selanjutnya.
Berikut ini akan diuraikan hasil pencapaian pembangunan untuk tahun
keempat periodisasi RPJMD 2007-2012 dan prakiraan pencapaiannya pada
tahun 2011.
1. Agenda
Inovasi Kepemerintahan Wirausaha Yang Dititik-
Beratkan Pada Pencapaian Prestasi Aksi Dan Prestasi Hasil Yang
Mampu Menumbuhkan Kepercayaan Rakyat
Memasuki satu dasawarsa sejak terbentuknya provinsi ini, telah
menunjukkan hasil yang cukup mengesankan dalam kemampuannya untuk
mewujudkan sebuah pemerintahan daerah yang bersih, transparan dan begitu
akuntabel dalam mengelola dan mengemban amanah rakyat.
Untuk tahun 2010, beberapa kebijakan utama yang telah dijabarkan
kedalam program/kegiatan dalam pengembangan kapasitas manajemen
pemerintah daerah, antara lain :
1. Pengembangan Kapasitas SDM Aparatur
Hal-hal yang telah dilakukan untuk meningkatkan kemampuan SDM
aparatur adalah; Bantuan tugas belajar S-2 PNS provinsi, Lanjutan
pengembangan SDM keuangan kerjasama dengan UGM (S2 keuangan
daerah) angkatan kedua dan ketiga, perbaikan sistem promosi dan analisa
jabatan, penyelenggaraan diklat formal dan non formal, penataan sistem
administrasi kepegawaian secara elektronik dan penerapan SIMPEG,
penyusunan
kediklatan.
Standar
Dan
Operasional
pelaksanaan
Prosedur
Workshop
(SOP)
Governor
penyelenggaraan
Coaching
serta
pengembangan Assessment Centre dalam mengembangkan institusi dan
kelembagaan pemerintah Provinsi.
2. Peningkatan kesejahteraan aparatur.
II-1
Rencana Kerja Pemerintah Daerah Tahun 2012
Bappeda Provinsi Gorontalo
PEMERINTAH PROVINSI GORONTALO
Dalam mewujudkan kesejahteraan aparatur guna mendorong spirit dan
motivasinya dalam meningkatkan kinerja, hingga tahun 2010 PNS
dilingkup Pemerintah Provinsi masih diberikan Tunjangan Kinerja Daerah
(TKD).
3. Peningkatan Kualitas Pelayanan Aparatur.
Pada obyek ini disediakan prasarana penunjang kegiatan perkantoran,
pemberian Kendaraan Dinas Operasional (KDO) bagi pejabat eselon III
serta pembangunan gedung kantor pemerintah daerah, yaitu kantor
Dikpora, Dinas Pertanian, Bawasda, Kesbangpol dan Bappeda.
4. Reformasi Perencanaan Pembangunan Daerah.
Dilakukan melalui implementasi perencanaan pembangunan daerah
berbasis IPM, pelaksanaan Musrenbangda, evaluasi kecamatan IPM
dibawah rata-rata Provinsi, penyusunan dan penetapan RTRW Provinsi
pemantapan Forum Bappeda, mengadvokasi pengembangan KEK di
Gorontalo dan publikasi hasil perencanaan, pelaksanaan dan evaluasi
kinerja pembangunan daerah.
5. Mengintensifkan Penanganan Pengaduan Masyarakat
Sejak tahun 2003 dilaksanakan forum komunikasi melalui siaran langsung
RRI antara masyarakat dengan Gubernur, Wakil Gubernur, Sekda dan
Pimpinan SKPD melalui media “Hallo Gubernur”, hal ini dilakukan dalam
rangka menjaring aspirasi serta menjawab berbagai masalah yang
dihadapi oleh masyarakat dan daerah; dan sejak awal tahun 2010
dilaksanakan “open house” Gubernur setiap hari Jumat dengan maksud
untuk bertatap muka dan menerima langsung pengaduan masyarakat
agar dapat langsung ditindaklanjuti.
6. Peningkatan kualitas pengawasan dan pembinaan penyelenggaraan
pembangunan daerah.
Melalui penguatan SDM pengawas dan pemeriksa, penyempurnaan
pengawasan
internal
secara
berkala,
peningkatan
pengendalian
manajemen pelaksanaan KDH, peningkatan koordinasi pengawasan dan
identifikasi dini jenis pelanggaran.
7. Pengembangan teknologi informasi di lingkungan Pemerintah Daerah
Provinsi Gorontalo dan mendorong penerapannya di Kabupaten/Kota.
Melalui pengembangan server website Pemerintah Provinsi, penerapan
pelayanan
Samsat
berbasis
teknologi
informasi
yang
memberikan
kemudahan, kecepatan dan kepastian layanan kepada masyarakat, dan
II-2
Rencana Kerja Pemerintah Daerah Tahun 2012
Bappeda Provinsi Gorontalo
PEMERINTAH PROVINSI GORONTALO
penerapan layanan pengadan barang dan jasa (E-Procurement) serta EReport.
8. Peningkatan Keberdayaan masyarakat Pedesaan
Dalam meningkatkan keberdayaan masyarakat di perdesaan, pada tahun
2010 melalui konsep “Rasupede” yang telah dilakukan pada beberapa
kecamatan dan desa. konsep ini dilakukan dengan memberikan kebebasan
penuh pada masyarakat untuk menentukan dan merencanakan apa yang
terbaik untuk memenuhi dan mengatasi permasalahan yang ada,
pemerintah hanya menyediakan pendampingan dan biaya.
2. Agenda Inovasi Pengembangan SDM yang Berorientasi Wirausaha,
Mandiri dan Religius
Untuk mewujudkan agenda kedua ini dilakukan melalui pembangunan
pendidikan yang berorientasi pada pengembangan kemandirian individu dan
penanaman semangat kerjasama kelompok; pencerahan keagamaan dan
budaya yang membangkitkan etos kerja wirausaha, semangat kerjasama, dan
toleransi serta pembangunan kesehatan untuk meningkatkan kualitas
kesehatan masyarakat.
Sedangkan tujuan dari agenda kedua adalah untuk memenuhi hak-hak
dasar masyarakat dibidang pendidikan dan kesehatan demi terwujudnya
masyarakat yang berorientasi wirausaha dan mandiri, serta peningkatan
kualitas kehidupan beragama dan pengembangan kebudayaan lokal yang
relevan untuk pengembangan produktivitas.
Pembangunan Kesehatan
Status kesehatan dan gizi masyarakat Gorontalo terus menunjukkan
perbaikan, hal ini ditandai dengan beberapa capaian tahun 2010 yaitu,
meningkatnya umur harapan hidup menjadi 65 tahun, menurunnya angka
kematian ibu menjadi sebesar 177 per 100.000 kelahiran hidup, menurunnya
angka kematian bayi menjadi sebesar 12,5 per 1.000 kelahiran hidup, dan
menurunnya prevalensi kekurangan gizi menjadi sebesar 17,05 persen dan
akses masyarakat terhadap air bersih telah mencapai 68 persen. Keadaan
tersebut lebih baik bila dibandingkan dengan tahun 2009 yang hanya
223,4/100.000 angka kematian ibu melahirkan, 14,7/1000 angka kematian
bayi, 18,97 untuk kurang gizi dan akses masyarakat terhadap air bersih baru
mencapai 60,70 persen. Selanjutnya, pertolongan persalinan oleh tenaga
II-3
Rencana Kerja Pemerintah Daerah Tahun 2012
Bappeda Provinsi Gorontalo
PEMERINTAH PROVINSI GORONTALO
kesehatan terlatih meningkat menjadi 83 persen di tahun 2010, cakupan
kunjungan kehamilan keempat (cakupan K4) telah meningkat menjadi 84
persen ditahun 2010, cakupan imunisasi lengkap anak balita mencapai 84,2
persen tahun 2010. Sementara jumlah fasilitas kesehatan yang ada hingga
tahun 2010 meningkat, puskesmas sebanyak 85 unit, polindes sebanyak 485
unit, posyandu sebanyak 1.249 unit serta Desa siaga menjadi 485 Desa.
Disamping capaian itu ada juga yang masih perlu mendapat perhatian yaitu,
Kondisi kesehatan lingkungan yang hingga kini menjadi salah satu penyebab
tingginya angka kesakitan dan kematian akibat penyakit menular, antara lain
ditandai dengan masih rendahnya akses penduduk terhadap air bersih yaitu
68 persen.
Pada tahun 2011, Dalam upaya mendukung perbaikan status
kesehatan dan Gizi masyarakat, ketersediaan tenaga kesehatan akan terus
ditingkatkan melalui penempatan tenaga kesehatan terutama wilayah-wilayah
terpencil untuk memenuhi rasio Dokter dan penduduk bisa mencapai
20:100.000, rasio Bidan dengan penduduk bisa mencapai 75:100.000. Rasio
tenaga kesehatan masyarakat dengan penduduk mencapai 15:100.000 serta
puskesmas yang memiliki Dokter akan mencapai 80% dari keseluruhan
puskesmas yang ada, juga Desa Siaga yang memiliki 1 (satu) Bidan Desa bisa
mencapai 45% dari keseluruhan Desa yang ada. demikian halnya dengan
pemberdayaan dan promosi kesehatan terutama melalui upaya kesehatan
berbasis masyarakat (UKBM), seperti pos pelayanan terpadu (posyandu) dan
pos kesehatan desa (Poskesdes). Selain itu, kedepan integrasi kegiatan
posyandu dengan kegiatan pos pendidikan anak usia dini (PAUD), bina
keluarga balita (BKB) dan tempat penitipan anak (TPA) terus ditingkatkan.
Penyediaan fasilitas kesehatan, seperti puskesmas, polindes, serta posyandu
terus ditingkatkan terutama di daerah terpencil. Sehingga tahun 2011
diperkirakan perolehan capaian untuk penurunan angka kematian bayi
menjadi 9,5 persen per 1000 kelahiran hidup, menurunnya angka kematian
ibu menjadi 150 persen per 100.000 kelahiran hidup, angka kurang gizi
mencapai 15 persen dan akses penduduk terhadap air bersih hingga 75
persen.
Pembangunan Pendidikan,
Salah satu tujuan bernegara yaitu untuk mencerdaskan kehidupan
bangsa dan memajukan kesejahteraan umum. Penegasan tersebut tercantum
II-4
Rencana Kerja Pemerintah Daerah Tahun 2012
Bappeda Provinsi Gorontalo
PEMERINTAH PROVINSI GORONTALO
dalam Pembukaan UUD 1945, Pembangunan pendidikan merupakan salah
satu pilar pembangunan bangsa yang telah ditegaskan sejak awal oleh para
pendiri bangsa ini. Selain itu, pembangunan pendidikan merupakan salah satu
landasan untuk memperkuat pembangunan nasional dan menjadi salah satu
instrumen untuk mendukung upaya mengentaskan kemiskinan, meningkatkan
keadilan dan kesetaraan gender, memperkokoh nilai-nilai budaya, dan
meningkatkan daya saing bangsa. Sampai tahun 2010, upaya pembangunan
pendidikan
telah
berhasil
meningkatkan
taraf
pendidikan
masyarakat
Gorontalo yang ditandai dengan menurunnya proporsi buta aksara menjadi
2,02 persen, serta meningkatnya angka partisipasi kasar (APK) dan angka
partisipasi
murni
(APM)
pada
semua
jenjang
pendidikan.
APM
SD/MI/Sederajat mencapai 97,84 persen, APM SMP/MTs/Sederajat 71,73
persen, APM SMA/MA/Sederajat 47,80 persen dan APK SD/MI/Sederajat
mencapai 119,81 persen, APK SMP/MTs/Sederajat, mencapai 96.93 persen,
APK SMA/MA/Sederajat, mencapai 71,23 persen. Pencapaian tersebut cukup
menggembirakan bila dibandingkan dengan tahun 2009 yaitu untuk APK
SD/MI/Sederajat 117,56 persen, APK SMP/MTs/Sederajat, mencapai 90,42
persen,
APK
SMA/MA/Sederajat,
mencapai
61,66
persen.
dan
APM
SD/MI/Sederajat mencapai 93,42 persen, APM SMP/MTs/Sederajat 68,13
persen, APM SMA/MA/ Sederajat 46,41 persen.
Selanjutnya
dalam
rangka
mendukung
peningkatan
kualitas
pendidikan, kualifikasi guru dan dosen terus ditingkatkan. Upaya ini di tahun
2010 telah berhasil meningkatkan persentase guru yang telah memenuhi
kualifikasi akademik D4/S1 menjadi sebesar 11.047 guru, meningkat jika
dibandingkan tahun 2009 yang hanya 7.426 guru. Sedangkan untuk
meningkatkan
tata
kelola
pendidikan,
dilakukan
berbagai
perbaikan
manajemen pendidikan yang ditujukan untuk memantapkan manajemen
pelayanan pendidikan dan memberdayakan sekolah melalui penerapan
manajemen berbasis sekolah (MBS).
Pada
tahun
2011,
pengembangan
pendidikan
Gorontalo
tidak
mengalami perubahan yang signifikan dalam arah pembangunannya, masih
tetap diarahkan untuk meningkatkan perluasan akses dan layanan, mutu
serta relevansi pendidikan di daerah. Melalui kebijakan tersebut, maka pada
tahun 2011 kelengkapan data dan informasi pendidikan terus ditingkatkan
dari
segi akurasi
dan
ketepatan
waktu
dalam rangka perencanaan
pembangunan pendidikan yang lebih baik, jumlah sekolah yang menerapkan
II-5
Rencana Kerja Pemerintah Daerah Tahun 2012
Bappeda Provinsi Gorontalo
PEMERINTAH PROVINSI GORONTALO
e-learning akan meningkat, presentase sekolah yang menerapkan kurikulum
wirausaha, bahasa Inggris dan komputer (PBK, KTSP) meningkat, prosentase
masyarakat usia sekolah yang menamatkan dan melanjutkan disemua jenjang
pendidikan akan meningkat, membaiknya rasio ketersediaan ruang kelas dan
fasilitas belajar, meningkatnya presentase sekolah berstandar nasional dan
internasional, meningkatnya presentase anak putus sekolah yang mengikuti
program Paket A, B dan C, meningkatnya peringkat kelulusan pada skala
regional dan nasional, meningkatnya prosentase guru yang memenuhi
standar kompetensi, meningkatnya jumlah masyarakat yang duduk di
perguruan tinggi.
Dengan kebijakan tersebut, maka kinerja pendidikan pada tahun 2011
diharapkan akan meningkat, dengan target APK PAUD/TK sebesar 58 persen,
APM SD/MI/Sederajat mencapai 120 persen, APK SMP/MTs/Sederajat sebesar
98 persen, APK SMA/MA/Sederajat sebesar 73 persen, Angka Partisipasi Murni
APM SD/MI/Sederajat mencapai 98 persen, APM SMP/MTs/sederajat 73
persen dan APM SMA/MA/Sederajat 49 persen. Kemudian penuntasan
Program Wajib Belajar Pendidikan Dasar 9 Tahun yang berkualitas melalui
Program Layanan Semua Bisa Sekolah (SBS), peningkatan kualitas dan
sertifikasi pendidik yang memenuhi kualifikasi akademik dan standar
kompetensi yang disyaratkan dan penuntasan buta aksara.
Pembangunan Pemuda, olahraga dan budaya
Pemuda memiliki peran aktif sebagai kekuatan moral, kontrol sosial,
dan agen perubahan dalam segala aspek pembangunan nasional maupun
daerah. Sebagaimana amanat UU No. 3 Tahun 2005 Tentang Sistem
Keolahragaan Nasional, yaitu untuk memelihara dan meningkatkan kesehatan
dan kebugaran tubuh, menanamkan nilai moral, akhlak mulia, sportivitas,
disiplin,
mempererat
persatuan
dan
kesatuan
bangsa,
memperkukuh
ketahanan nasional, serta mengangkat harkat, martabat, dan kehormatan
bangsa di mata dunia. Maka, budaya dan prestasi olahraga perlu terus
dikembangkan.
Pembangunan dan pengembangan Pemuda, olahraga dan budaya
tahun 2010 telah menunjukkan hasil yang cukup baik, hal ini ditandai oleh
meningkatnya peran serta pemuda dalam pembangunan dan peningkatan
prestasi dalam ajang Pekan Olahraga nasional (PON) dan terpilihnya
beberapa atlet Gorontalo dalam Pelatnas, juga peningkatan seni dan budaya
II-6
Rencana Kerja Pemerintah Daerah Tahun 2012
Bappeda Provinsi Gorontalo
PEMERINTAH PROVINSI GORONTALO
dengan fokus pada pendidikan, pembinaan kepemudaan, pengembangan dan
pemasyarakatan olahraga serta pengelolaan kekayaan budaya.
Untuk tahun 2011 pembangunan dibidang pemuda, olahraga dan
budaya, diharapkan akan mampu meningkatkan jumlah kelompok pemuda
produktif dipedesaan, meningkatnya prestasi daerah dalam Pekan Olahraga
Nasional (PON) dan meningkatnya prestasi pemuda dibidang IPTEK, IMTAQ,
dan seni budaya daerah dalam pagelaran seni ditingkat regional, nasional dan
dunia International.
3. Agenda Inovasi Dalam Menumbuh-kembangkan Ekonomi Rakyat
Berbasis Desa
Pembangunan pada agenda ini diarahkan untuk meningkatkan kinerja
sektor unggulan dalam menunjang produktivitas daerah yang bertumpu pada
ekonomi desa, yang meliputi pertanian, perkebunan, perikanan kelautan dan
peternakan. Disamping itu, ditempuh kebijakan dalam rangka pengembangan
investasi, industri dan perdagangan, serta mendorong pertumbuhan usaha
mikro, kecil dan menengah sebagai pendorong ekonomi berbasis desa. Sejak
tahun 2002 telah diterapkan dan terus dikembangkan Strategi kebijakan
pembangunan yang terarah, fokus dan relevan, yang telah berimplikasi pada
berbagai kemajuan diantaranya adalah peningkatan pendapatan masyarakat,
perbaikan iklim dan kesempatan berusaha, sehingga mendorong peningkatan
kualitas hidup dan kesejahteraan masyarakat yang diartikulasikan melalui 3
program unggulan sebagai prime mover pembangunan ekonomi daerah
Gorontalo.
Pembangunan Pertanian,
Pada tahun 2010 khusus untuk tanaman pangan berdasarkan data BPS
perkembangannya cukup baik, produksi Padi (ASEM) sebesar 253.563 ton
GKG, produksi Jagung 679.168 ton (ASEM) dan produksi Kedelai 3.402
(ASEM). Perkembangan tersebut didukung oleh kondisi cuaca dan musim
selama bulan Agustus-September 2010. Demikian halnya dengan produktivitas
jagung yang mengalami peningkatan dari 45,60 ku/ha di tahun 2009 menjadi
47,22 ku/ha di tahun 2010, produktivitas padi meningkat dari 53,48 ku/ha di
tahun 2009 menjadi 55,20 ku/ha di tahun 2010. Sampai dengan akhir tahun
2010,
perkembangan
pertanian
jagung
II-7
diperkirakan
akan
lebih
baik
Rencana Kerja Pemerintah Daerah Tahun 2012
Bappeda Provinsi Gorontalo
PEMERINTAH PROVINSI GORONTALO
dibandingkan dengan tahun 2009 sementara produksi padi diperkirakan sedikit
lebih rendah.
Sementara itu, dalam pengembangan produksi jagung kedepan,
keterbatasan lahan menjadi masalah utama. sehingga usaha intensifikasi akan
menjadi menjadi tumpuan utama dalam pengembangannya. Upaya tersebut
akan ditempuh dengan mendorong perbaikan sistem pengelolaan lahan,
pemilihan varietas dan distribusi pupuk baik. Sebab semakin terbatasnya luas
lahan akan menjadi faktor yang mempengaruhi pertumbuhan produksi
pertanian di Gorontalo.
Dari keberhasilan peningkatan produksi jagung tersebut di tahun 2010,
secara kuantitas masih jauh dari harapan untuk memenuhi kuota ekspor luar
negeri kepada negara mitra dagang. Kuota ekspor yang diperjanjikan antara
Gorontalo dengan Malaysia (1 juta ton) dan Gorontalo dengan Korea (1,5 juta
ton). Ekstensifikasi lahan sudah tidak mungkin dilakukan hingga 2 kali lipat.
Melihat kondisi ini, maka pemda perlu melakukan kerjasama perdagangan
dengan provinsi-provinsi tetangga dalam pemenuhan kuota ekspor yang telah
disepakati antara Pemda dengan Pemerintah Malaysia dan Korea.
Untuk tahun 2011, dengan tetap memprioritaskan sektor pertanian
sebagai prime mover ekonomi, maka strategi dan kebijakan pembangunan
pertanian yang dilaksanakan diharapkan akan meningkatkan produksi Padi
sebesar 278.584 dan produksi jagung dapat meningkat menjadi 979.000.
Pembangunan Perikanan
Kinerja
sector
perikanan
memperlihatkan
progress
yang
menggembirakan, untuk pendapatan nelayan dan pembudidaya dari tahun
2001 s.d 2010 meningkat rata-rata sebesar 19,07 persen per tahun. Tahun
2010
rata-rata
pendapatan
nelayan
dan
pembudidaya
mencapai
Rp.1.759.596,-/Org/Bln, hal ini menunjukan suatu peningkatan yang signifikan
jika dibandingkan dengan tahun 2009 yang hanya mencapai Rp.1.508.371,/Org/Bln. Kenaikan produksi perikanan tangkap dari tahun 2001 s.d 2010 ratarata sebesar 14,22 persen per tahun. Tahun 2010 produksi perikanan tangkap
mencapai 72.325 Ton, meningkat jika dibandingkan dengan tahun 2009 yang
hanya mencapai 66.717 Ton. Sedangkan produksi perikanan budidaya
(budidaya ikan dan rumput laut) dari tahun 2001 s.d 2010 rata-rata meningkat
sebesar 49,32 persen per tahun dengan total produksi Tahun 2010 mencapai
93.659 Ton, hal ini menunjukan suatu peningkatan yang cukup signifikan jika
II-8
Rencana Kerja Pemerintah Daerah Tahun 2012
Bappeda Provinsi Gorontalo
PEMERINTAH PROVINSI GORONTALO
dibandingkan dengan tahun 2009 yang hanya mencapai 93.659 Ton.
Sementara itu, nilai tukar nelayan (NTN) menunjukkan bahwa kesejahteraan
nelayan dan pembudidaya di Gorontalo sudah cukup baik, yaitu sebesar
106,76. (data Agustus-Sep. 2010) lebih tinggi dari nilai tukar nelayan nasional
yang berada pada angka 106,26.
Pada tahun 2011 kinerja sektor perikanan akan terus ditingkatkan,
upaya tersebut akan ditempuh dengan meningkatkan sarana dan prasarana
perikanan tangkap dan perikanan budidaya, pengembangan pelabuhan
perikanan, rehabilitasi/konservasi kawasan pesisir dan pulau-pulau kecil,
pengembangan SDM perikanan dan pengembangan Marine Industri. Melalui
strategi ini nantinya diharapkan meningkatkan produksi perikanan tangkap
sebesar 77.648 ton, budidaya rumput laut dan ikan 133.241 ton dan ekspor
antar pulau ditargetkan mencapai 30.398 ton, peningkatan pendapatan
nelayan menjadi rata-rata 1.593.317 perbulan dan peningkatan konsumsi ikan
perkapita pertahun (Kg/Kpt/Th) menjadi 45.95 Kg. Disamping itu, pada tahun
2011 pengembangan pelabuhan Kwandang sebagai pelabuhan samudra akan
terus dipacu sehingga diharapkan akan meningkatkan kinerja sektor perikanan
didaerah.
Pembangunan Peternakan
Sub sektor peternakan dalam perkembangannya juga menunjukkan
peningkatan yang cukup baik. Pada tahun 2010, populasi ternak sapi mencapai
252.747 ekor, atau naik sebesar 4,78 persen dibandingkan dengan tahun 2009
yang hanya sebesar 240.659 ekor. Sedangkan jumlah populasi kambing
sebesar 118.284 ekor di tahun 2010, meningkat 11,50 persen dibandingkan
tahun 2009 yang hanya sebesar 104.672. Sementara itu, populasi
unggas
tahun 2009 yang hanya 2.693.226 ekor meningkat menjadi 2.828.510 ekor di
tahun 2010. Pada tahun 2011, populasi ternak sapi di Gorontalo akan terus
ditingkatkan hingga mencapai 267.912 ekor untuk menciptakan swasembada
daging sapi di Gorontalo dan memperbesar prospek ekspor sapi (antar pulau
dan ekspor), mengingat pangsa pasar yang terbuka cukup besar.
Pembangunan Infrastruktur
Di tahun 2010, kebijakan pembagunan infrastruktur diarahkan pada
pengembangan dan pengelolaan jaringan irigasi rawa serta irigasi lainnya
dengan luas areal terbangun 18.021,24 Ha, pembangunan dan pemeliharaan
II-9
Rencana Kerja Pemerintah Daerah Tahun 2012
Bappeda Provinsi Gorontalo
PEMERINTAH PROVINSI GORONTALO
jalan sepanjang 108,83 Km, dan jembatan sebanyak 5 buah, penyediaan air
bersih, sarana dan prasarana pemukiman serta pengembangan wilayah
strategis.
Untuk menunjang produksi pertanian, maka dibangun jalan sepanjang
24,56 km dan juga jembatan guna membuka akses ke sentra-sentra produksi
dan memperlancar arus barang, jasa dan penumpang. Pada tahun 2011
pembangunan infrastruktur masih tetap diarahkan untuk meminimalisir
persoalan
infrastruktur
yang
ada
serta
meningkatkan
daya
dukung
ketersediaan infrastruktur dalam mendorong sektor ekonomi, yaitu penyediaan
sumber daya air, transportasi, energi, ketenagalistrikan, perumahan dan
pemukiman.
Koperasi dan UMKM
Koperasi dan UMKM merupakan salah satu penggerak utama ekonomi
rakyat dan diyakini dapat mengurangi kemiskinan dan pengangguran. Dengan
pertimbangan
tersebut
maka
pemerintah
provinsi
Gorontalo
terus
meningkatkan kualitas dan kuantitas usaha mikro, kecil dan menengah, serta
koperasi. Pada tahun 2010 pengembangan Koperasi dan UMKM diarahkan
pada sistem pendukung usaha bagi UMKM, pengembangan kewirausahaan dan
keunggulan kompetitif UKM, penciptaan iklim UKM yang kondusif serta
meningkatkan kualitas koperasi. Dari kinerja tersebut diperoleh beberapa
kemajuan seperti, peningkatan jumlah industri kecil dan menengah dari 8.569
unit usaha ditahun 2009 menjadi 9.484 unit usaha pada tahun 2010 atau naik
sebesar 10,67 persen, koperasi aktif dari 892 unit koperasi ditahun 2009
menjadi 945 unit koperasi pada tahun 2010 naik sebesar 5,94 persen.
Sementara
itu
jumlah
UMKM
juga
meningkat
secara
kuantitas
jika
dibandingkan antara tahun 2009 yang hanya sebesar 55.891 unit usaha
menjadi 86.214 unit usaha ditahun 2010 atau naik sebesar 54,25 persen.
Pada tahun 2011 pengembangan Koperasi dan UMKM akan diarahkan
pada peningkatan kualitas kelembagaan koperasi, penciptaan wirausaha baru,
pengembangan industri, kecil dan menengah dan peningkatan efisiensi
perdagangan dalam negeri. Dari penerapan kebijakan tersebut diharapkan
pada tahun 2011 akan meningkatkan usaha usaha kecil dan menengah di
provinsi Gorontalo 93.274 unit usaha, koperasi aktif menjadi 972 unit serta
jumlah industri kecil dan menengah (IKM) menjadi 10.432.
II-10
Rencana Kerja Pemerintah Daerah Tahun 2012
Bappeda Provinsi Gorontalo
PEMERINTAH PROVINSI GORONTALO
Pariwisata
Pembangunan kepariwisataan mempunyai peranan penting dalam
mendorong kegiatan ekonomi, membangun citra daerah, meningkatkan
kesejahteraan masyarakat, dan memberikan perluasan kesempatan kerja.
Untuk itu, maka ditahun 2010 telah dilakukan langkah konkrit dalam
pengembangan sector Pariwisata di Gorontalo dengan mendorong dan
membantu pemda kabupaten/kota dalam menata dan membangun fasilitas
pendukung pada beberapa tempat wisata di Gorontalo. Peran itu cukup
berhasil, yang ditunjukkan oleh meningkatnya jumlah wisatawan mancanegara
dan nasional yang berkunjung ke Gorontalo menjadi 150.448 orang, lebih tinggi
dibandingkan tahun 2009 yang hanya 141.034 orang. Di tahun 2011
peningkatan sarana dan prasarana akan terus dibangun dan dibarengi dengan
pengembangan sumber daya manusia bidang kepariwisataan, dan peningkatan
intensitas promosi dalam memasarkan pariwisata dengan memanfaatkan
teknologi informasi. Dengan penerapan kebijakan tersebut diharapkan akan
menambah jumlah destinasi wisatawan baik lokal maupun mancanegara ke
Gorontalo.
4. Inovasi Teknologi Tepat Guna untuk Meningkatkan Kesejahteraan
Rakyat
Inovasi teknologi tepat guna diarahkan untuk meningkatkan pemenuhan
kebutuhan masyarakat akan akses teknologi yang murah, efektif dan relevan
terus dipacu ketersediaannya. Pemanfaatan Iptek terhadap berbagai sektor
pembangunan
juga
dalam
menunjang
aktivitas
pemerintahan
untuk
mewujudkan pemerintahan yang transparan, akuntabel efektif dan efesien
menjadi fokus agenda ini.
Teknologi tepat guna bidang pertanian
Di bidang pertanian ditempuh kebijakan peningkatan produktivitas
pertanian melalui penyediaan sarana produksi berupa traktor tangan, pemipil
Jagung, drayer, pupuk dan bibit bermutu kepada kelompok tani. Dibidang
perikanan dilakukan diseminasi dan mekanisasi perikanan (mesin, perahu,
kapal penangkap ikan, cold storage). Melalui kebijakan tersebut, pengetahuan
dan jumlah masyarakat yang memanfaatkan teknologi pertanian dan
penangkapan yang modern, tepat guna dan relevan semakin meningkat.
II-11
Rencana Kerja Pemerintah Daerah Tahun 2012
Bappeda Provinsi Gorontalo
PEMERINTAH PROVINSI GORONTALO
Teknologi tepat guna bidang pemerintahan
Penerapan Sistem Informasi Kepegawaian (SIMPEG), Pengelolaan
SIMDA dibidang keuangan yang terintegrasi baik lintas SKPD provinsi maupun
dengan sistem keuangan di Kabupaten/Kota, dan yang terbaru ditahun 2010
adalah beroperasinya Mobile Community Acces Point (M-CAP) yang berfungsi
sebagai media pembelajaran penggunaan internet kepada masyarakat dan
penerapan system informasi investasi daerah menjadi indikator pemanfaatan
teknologi informasi semakin meningkat di Provinsi Gorontalo. Hal tersebut
telah diikuti oleh berkembangnya pengetahuan aparatur dalam teknologi
informasi.
Kedepan, penerapan teknologi tepat guna dan teknologi informasi di
Provinsi Gorontalo masih akan terus ditingkatkan, karena sangat disadari
bahwa agenda keempat ini butuh perhatian untuk menghasilkan inovasi
teknologi tepat guna yang lebih beragam dan tepat untuk pembangunan
daerah. Peningkatan kualitas teknologi yang sederhana, tepat guna dan
relevan dengan kebutuhan masyarakat diharapkan bisa menghasilkan daya
dorong bagi peningkatan produksi komoditi unggulan, pengembangan UMKM
dan kualitas akses dan layanan informasi bagi masyarakat, disamping akan
pula
meningkatkan
menyelenggarakan
kualitas
fungsi
kinerja
Pemerintah
pemerintahan,
pelayanan
Daerah
umum
dalam
dan
kemasyarakatan.
II-12
Rencana Kerja Pemerintah Daerah Tahun 2012
Bappeda Provinsi Gorontalo
PEMERINTAH PROVINSI GORONTALO
BAB III
KERANGKA EKONOMI MAKRO DAN PEMBIAYAAN PEMBANGUNAN
3.1. KONDISI EKONOMI TAHUN 2010 DAN PERKIRAAN 2011
Perkembangan ekonomi atau kondisi ekonomi pada kurun waktu
tertentu
merupakan
suatu
indikator
dari
dampak
kebijaksanaan
pembangunan yang dilaksanakan pada waktu itu, khususnya dalam bidang
ekonomi.
Pertumbuhan
ekonomi
tersebut
merupakan
kontribusi
dari
pertumbuhan berbagai macam sektor ekonomi, yang secara tidak langsung
menggambarkan tingkat perubahan ekonomi yang terjadi. Bagi daerah,
indikator ini penting untuk mengetahui keberhasilan pembangunan yang telah
dicapai dan berguna untuk menentukan arah pembangunannya dimasa yang
akan datang.
Pertumbuhan ekonomi
Perekonomian Gorontalo tahun 2010, mengalami pertumbuhan sebesar
7,63 persen. "Pertumbuhan ini lebih baik dibanding tahun 2009 yang tumbuh
sebesar 7,54 persen," selama tahun 2010 semua sektor ekonomi mengalami
pertumbuhan positif, dengan yang tertinggi yakni sektor bangunan sebesar 11,69
persen. Kemudian diikuti sektor pertambangan dan penggalian 10,58 persen serta
sektor perdagangan, hotel dan restoran sebesar 10,22 persen. Pertumbuhan
terendah justru terjadi pada sektor pertanian yang tumbuh hanya 4,10 persen.
"Meski pertumbuhannya kecil, tapi pertanian memiliki kontribusi lebih besar dari
sektor bangunan yakni 1,21 persen,". Di lain sisi, besarnya Produk Domestik
Regional Bruto (PDRB) tahun 2010 Atas Dasar Harga Berlaku (ADHB), mencapai
8,06 trilyun rupiah. "Sedangkan atas dasar harga konstan 2.000 mencapai 2,92
trilyun rupiah". Sehingga PDRB per-kapita ADHB tahun 2010 mencapai
7.729.367 rupiah, lebih tinggi dibandingkan dengan tahun 2009 sebesar
6,942.574 rupiah.
Tabel 1.
Nilai PDRB dan Laju Pertumbuhan
Menurut Lapangan Usaha Tahun 2009 & 2010
Lapangan Usaha
1. Pertanian, Perkebunan,
Atas Dasar
Harga Berlaku
(Milyar Rp.)
Atas Dasar
Harga Konstan
(Milyar Rp.)
Pertumbuhan
Ekonomi
(Persen)
2009
2009
2009
2010
2010
2010
2.093,44 2.332,22
800,87
833,68
3,49
4,10
81,26
29,98
33,15
14,44
10,58
Peternakan, kehutanan dan
Perikanan
2. Pertambangan & penggalian
94,98
III-1
Rencana Kerja Pemerintah Daerah Tahun 2012
Bappeda Provinsi Gorontalo
PEMERINTAH PROVINSI GORONTALO
3. Industri pengolahan
344,69
390,72
209,08
227,49
3,66
8,81
4. Listrik, gas dan air bersih
38,90
43,65
15,32
16,52
6,51
7,81
5. Bangunan/konstruksi
487,82
557,12
232,71
259,92
14,51
11,69
6. Perdagangan, hotel &
730,35
835,61
373,89
412,09
8,67
10,22
627,73
727,57
282,50
310,36
9,16
9,86
721,62
836,80
234,61
255,63
9,06
8,96
568,65
10,54
6,93
restoran
7. Pengangkutan dan
komunikasi
8. Keuangan, real estat & jasa
perusahaan
9. Jasa-jasa
1.943,25 2.237,85
531,77
PDRB
7.069,05 8.056,51
2.710,74 2.917,49 7,54
7,63
Sumber : BPS Provinsi Gorontalo
Dari tabel diatas dapat dicermati bahwa sektor yang menciptakan laju
pertumbuhan ekonomi selama tahun 2010 adalah sektor-sektor ekonomi yang
selama ini memang menjadi penyumbang terbesar bagi pertumbuhan ekonomi
Gorontalo.
Sementara itu distribusi PDRB menurut sektor ADHB menunjukkan peranan
dan perubahan struktur ekonomi dari tahun ke tahun. Tiga sektor utama yaitu
sector pertanian, jasa-jasa dan keuangan pada tahun 2010 mempunyai peranan
masing-masing sebesar 28,95 persen, 27,78 persen dan 10,37 persen. Sector
perdagangan, hotel dan restoran member kontribusi 10,37 persen terhadap PDRB
provinsi Gorontalo. Sektor yang memberikan kontribusi terendah adalah sektor
listrik dan air bersih yaitu hanya 0,54 persen. Distribusi PDRB tersebut dapat
dilihat pada tabel dibawah ini.
Tabel 2.
Perkembangan PDRB Menurut Lapangan Usaha
Tahun 2009 – 2010
Sektor Ekonomi/Lapangan Usaha
(1)
2009
(2)
29,61
1,15
4,88
0,55
6,90
10,33
8,88
10,21
1.
2.
3.
4.
5.
6.
7.
8.
2010
(3)
28,95
1,18
4,85
0,54
6,92
10,37
9,03
10,39
Pertanian
Pertambangan & penggalian
Industri pengolahan
Listrik, gas dan air bersih
Bangunan/konstruksi
Perdagangan, hotel & restoran
Pengangkutan dan komunikasi
Keuangan, real estat & jasa
perusahaan
9. Jasa-jasa
27,49
27,78
PDRB
100,00 100,00
Sumber : BPS Provinsi Gorontalo
III-2
Rencana Kerja Pemerintah Daerah Tahun 2012
Bappeda Provinsi Gorontalo
PEMERINTAH PROVINSI GORONTALO
Dari tabel tersebut diatas bisa dilihat perubahan peranan pada
beberapa sektor ekonomi yaitu penurunan pada sektor pertanian pada tahun
2009 dari 29,61 persen menjadi 28,95 persen ditahun 2010. Demikian halnya
dengan sector industry pengolahan, sektor listrik dan air bersih yang pada
tahun 2010 mengalami penurunan dalam memberikan kontribusi terhadap
total PDRB. Penurunan peranan beberapa sektor tersebut diikuti dengan
kenaikan peranan sektor-sektor lainnya.
Penggambaran kinerja perekonomian Gorontalo dapat dicermati juga
dari perbandingan antara triwulan tahun 2010 dan tahun sebelumnya. Kinerja
perekonomian Gorontalo pada triwulan IV ADHK 2000 menurun sebesar
minus 3,73 persen dibanding triwulan sebelumnya (q-to-q). Penurunan
tersebut masih mengikuti pola tahun-tahun yang lalu yaitu mengalami
kontraksi pada triwulan IV setelah terjadi kenaikan pada triwulan III.
Pertumbuhan negatif pada triwulan IV tahun 2010 disebabkan oleh sektor
pertanian yang mengalami penurunan cukup signifikan, yaitu minus 11,88
persen karena turunnya produksi beberapa komoditi unggulan. Selain sektor
pertanian, sector yang mengalami pertumbuhan negatif adalah sektor
pertambangan dan penggalian yang turun 3,72 persen dan sektor jasa-jasa
yang turun 3,00 persen. Sedangkan sektor-sektor lainnya selama triwulan IV
mengalami pertumbuhan positif. Pertumbuhan tertinggi dialami oleh sektor
listrik dan air bersih yang tumbuh sebesar 3,49 persen sebagaimana
digambarkan pada tabel dibawah ini.
Tabel 3.
Laju Pertumbuhan PDRB Triwulan Menurut Lapangan Usaha (%)
Lapangan Usaha
(1)
Triw III 2010
Terhadap
Triw II 2010
(2)
Triw IV 2010
Terhadap
Triw III 2010
(3)
Triw IV 2010
Terhadap
Triw IV 2009
(4)
5,16
6,64
5,49
3,01
7,09
6,36
3,91
5,16
- 11,88
-3,72
0,30
3,49
0,54
0,75
0,91
0,89
14,10
3,20
7,23
8,79
7,26
11,35
9,52
8,88
2,49
4,87
- 3,00
- 3,73
3,84
9,26
1.
2.
3.
4.
5.
6.
7.
8.
Pertanian
Pertambangan & penggalian
Industri pengolahan
Listrik, gas dan air bersih
Bangunan/konstruksi
Perdagangan, hotel & restoran
Pengangkutan dan komunikasi
Keuangan, real estate & jasa
perusahaan
9. Jasa-jasa
PDRB
Sumber : BPS Provinsi Gorontalo
III-3
Rencana Kerja Pemerintah Daerah Tahun 2012
Bappeda Provinsi Gorontalo
PEMERINTAH PROVINSI GORONTALO
Selanjutnya, perekonomian Gorontalo pada triwulan IV tahun 2010 bila
dibandingkan
dengan
triwulan
IV
tahun
2009
(y-on-y)
mengalami
pertumbuhan sebesar 9,26 persen. Semua sektor mengalami pertumbuhan
yang positif. Sektor pertanian mengalami pertumbuhan tertinggi yaitu sebesar
14,10 persen, diikuti sektor perdagangan, hotel dan restoran yang tumbuh
sebesar 11,35 persen dan sector pengangkutan dan komunikasi yang tumbuh
sebesar
9,52
persen.
Pertumbuhan
terendah
dialami
oleh
sektor
pertambangan dan penggalian yang tumbuh hanya sebesar 3,20 persen.
Dari dinamika pertumbuhan ekonomi Gorontalo tahun 2010 yang
masih berada pada kondisi yang cukup baik serta asumsi perekonomian
nasional dalam RAPBN 2010 dengan “pertumbuhan ekonomi 6,3 persen, Laju
inflasi 5,3 persen, Suku bunga SBI 3 bulan 6,5 persen, nilai tukar Rupiah
9.300 per dolar AS, harga minyak US$ 80 per barel dan Lifting minyak
mentah Indonesia bisa mencapai 970 ribu barel per hari” serta mengacu pula
pada potret yoy dan qtoq untuk perbandingan tahun 2010 dengan 2009 maka
pada
tahun
2011
ini
akselerasi
perekonomian
Gorontalo
diperkirakan tumbuh antara 7,7 – 7,9 persen, dengan PDRB ADHK
bergerak antara 3,00 - 3,200 trilyun rupiah.
Nilai Tukar Petani
Nilai tukar petani merupakan indikator proxy kesejahteraan petani,
untuk provinsi Gorontalo pada bulan November 2010 masing-masing
subsektor tercatat sebesar 91,36 untuk tanaman pangan, 117,63 untuk
Holtikultura, 127,30 untuk tanaman perkebunan rakyat, 96,31 untuk
peternakan dan 107,29 untuk perikanan, sedangkan secara umum nilai tukar
petani tercatat sebesar 103,62. Dilihat dari perolehan indeks tersebut, maka
subsektor holtikultura dan tanaman pangan merupakan subsektor yang telah
memberikan surplus terhadap petani, dan untuk subsektor tanaman
perkebunan rakyat, peternakan dan perikanan akan lebih diintervensi dengan
program dan kegiatan untuk menaikkan harga produksi dari harga konsumsi
petani yang bergerak pada subsektor ini.
Inflasi
Inflasi di Gorontalo tahun 2010 berada pada angka 6,80 persen (yoy)
lebih tinggi dibandingkan tahun sebelumnya sebesar 4,35 persen (yoy) dan
lebih tinggi dibandingkan dengan inflasi nasional sebesar 5,98 persen. Seperti
III-4
Rencana Kerja Pemerintah Daerah Tahun 2012
Bappeda Provinsi Gorontalo
PEMERINTAH PROVINSI GORONTALO
tahun-tahun sebelumnya, kenaikan inflasi itu terjadi karena adanya kenaikan
indeks harga konsumen pada lima kelompok konsumsi yakni kelompok bahan
makanan; makanan jadi; minuman; rokok dan tembakau; perumahan,
sandang dan kelompok kesehatan.
Faktor fundamental yang menyebabkan pembentukan inflasi Gorontalo
adalah tingginya tekanan permintaan menyambut Ibadah Ramadhan dan Hari
Raya Idul Fitri. Disamping itu, ekspektasi inflasi turut memperkuat tekanan
inflasi tersebut yang ditandai pada pedagang-pedagang di Gorontalo
cenderung ikut menaikkan harga-harga terutama bahan makanan setelah
mendengar bahwa harga-harga di Pulau Jawa meningkat terkait dengan
tingginya permintaan menjelang lebaran. Pada tahun 2011, Inflasi Komoditas
Bahan Makanan (Volatile Food) diperkirakan masih menjadi penyumbang
utama
inflasi
daerah
karena
meningkatnya
permintaan
masyarakat,
sementara di sisi lain masih ada permasalahan dalam produksi, tata niaga,
distribusi dan gangguan cuaca ekstrim. Rencana kebijakan Pemerintah Pusat
untuk melakukan pembatasan subsidi BBM karena kecenderungan kenaikan
harga minyak dunia dapat memberi tekanan pada administered price yang
berpotensi meningkatkan inflasi, maka inflasi Gorontalo diprediksi akan tetap
terkendali berada dibawah sepuluh digit, dengan kisaran antara 6 – 9%.
Investasi
Kinerja investasi Gorontalo pada triwulan III-2010 tumbuh 21,98 %
(y.o.y) lebih tinggi dibandingkan perkembangan pada triwulan sebelumnya
yang tumbuh 16,49% (y.o.y). Peningkatan kinerja investasi lebih didorong
oleh
masuknya
investasi
PMA
dan
perkembangan
kredit
perbankan
sedangkan pembiayaan investasi dari pemerintah daerah relatif menurun.
Investasi PMA melalui PT Harim (salah satu PMA asal Korea) memberikan
dorongan yang cukup signifikan bagi perkembangan investasi di Gorontalo.
PT. Harim telah melakukan investasi senilai US$ 3.500.000,00 di Gorontalo
yang sebagian besar dipergunakan untuk pembangunan pabrik di Pohuwato,
pembelian peralatan, dan biaya operasional awal lainnya. PT Harim bergerak
dalam perdagangan komoditas jagung, dengan target pengiriman ke Korea
Selatan sebesar 1.5 juta ton/tahun.
Pada tahun 2011, Peningkatan kualitas investasi terus dipacu dengan
terus melakukan promosi, menyiapkan sumberdaya yang dapat menarik
minat invetasi dan meningkatkan kualitas iklim investasi didaerah. Dengan
Rencana Kerja Pemerintah Daerah Tahun 2012
III-5
Bappeda Provinsi Gorontalo
PEMERINTAH PROVINSI GORONTALO
telah
dirumuskannya
pengembangan
kawasan
investasi
hijau,
serta
optimalisasi sistem informasi investasi daerah (SIPID) diharapkan dapat
meningkatkan investasi didaerah. Yang ditunjukkan dengan bertambahnya
PMA dan PMDN masing-masing 3 dan 4 investor. Kedepan, secara perlahan
kebijakan investasi akan diarahkan ke investasi non bangunan demi
menambah output produksi dalam menjaga keberlanjutan pertumbuhan.
Persoalan paling mendasar dalam peningkatan nilai investasi adalah
keterbatasan fiskal didaerah, namun hal tersebut akan atasi dengan
mendorong peran perbankan dan sektor swasta serta diiringi dengan
penyediaan data dan informasi potensi bisnis di Gorontalo.
tahun 2011
total investasi di Gorontalo sebesar Rp. 7,337 trilyun, yang
bersumber dari investasi pemerintah yang berasal dari belanja
langsung pemerintah dalam APBD provinsi dan kabupaten kota
(DAU) sebesar Rp.2,334 trilyun dan penerimaan DIPA sebesar
Rp.4,700 trilyun serta investasi swasta sebesar Rp.303.68 milyar.
Ekspor
Dari sisi ekspor, Perkembangan ekspor luar negeri mengalami
penurunan yang cukup signifikan hingga bulan Nopember 2010 tercatat nilai
ekspor mencapai US$ 15.149.981. turun 24,9% (y.o.y) dari tahun 2009 yang
mencapai US$ 20.185.213,96. Nilai ekspor tersebut diperoleh dari komoditi
kayu sebesar US$ 163.045, bungkil kopra sebesar US$ 1.667.150, sementara
yang terbesar didapat dari komoditi jagung yang mencapai US$ 8.489.294,
dan gula tetes sebesar US$ 4.687.605. Kemudian, dari komoditi rotan yang
memberikan nilai sebesar US$ 132.887. Untuk tahun 2010 ini, dorongan
ekspor terjadi pada komoditas jagung yang mencapai 39.082 ton dan gula.
Hal tersebut disebabkan oleh cuaca sepanjang tahun 2010 mendukung
peningkatan produksi jagung, sementara di waktu yang bersamaan harga
jagung dipasaran internasional turut mengalami peningkatan. Sementara itu
ekspor
gula
menunjukkan
peningkatan,
kondisi
ini
didorong
oleh
meningkatnya harga gula di pasaran internasional. Penurunan nilai dan
volume ekspor ditahun 2010 disebabkan oleh beberapa faktor, yaitu
Keterbatasan bahan baku, menguatnya nilai tukar rupiah terhadap dolar,
sehingga para pengusaha lebih berorientasi memenuhi permintaan pasar
dalam negeri serta pengembangan adaptasi produk ekspor yang tergolong
masih rendah, juga masih rendahnya pengetahuan tentang pembiayaan
III-6
Rencana Kerja Pemerintah Daerah Tahun 2012
Bappeda Provinsi Gorontalo
PEMERINTAH PROVINSI GORONTALO
ekspor sehingga beberapa pengusaha memilih untuk memasok produknya ke
beberapa perusahaan besar di Bitung, Makassar, dan Surabaya.
Grafik. Realisasi Ekspor Per Komoditi Tahun 2009 - 2010
Sumber : Dinas Perindustrian, Perdagangan dan Koperasi
Untuk tahun 2011 dengan membaiknya produksi jagung dan komoditi
unggulan lainnya serta perkembangan industrialisasi secara masif terutama
pada klaster unggulan seperti krawang, meubel dan ikan lajang diharapkan
akan meningkatkan kinerja ekspor, sehingga ditahun 2011 peningkatan
ekspor diprediksi menjadi 94 ton dengan nilai mencapai US$ 16.955.117.44
yang bisa diperoleh dari peningkatan hasil hutan, hasil laut, hasil pertanian
dan hasil industri.
Pengangguran dan Kemiskinan
Dibandingkan dengan keadaan ketenagakerjaan pada tahun lalu,
keadaan ketenagakerjaan akhir tahun 2010 relatif lebih baik. Jumlah
angkatan kerja berdasarkan data BPS pada bulan Agustus 2010 mencapai
456.499 orang, berkurang 28.335 orang dari keadaan di bulan Februari 2010
sebesar 484.434 orang, namun bertambah sebesar 9.186 dari keadaan
Agustus 2009 yang berada pada kisaran 447.313 orang. Sementara itu,
jumlah penduduk yang bekerja berdasarkan data pada bulan Agustus sebesar
432.926 orang, berkurang 27.429 orang dari keadaan Februari 2010 sebesar
460.355 orang, jumlah tersebut mengalami peningkatan 11.964 dari keadaan
III-7
Rencana Kerja Pemerintah Daerah Tahun 2012
Bappeda Provinsi Gorontalo
PEMERINTAH PROVINSI GORONTALO
yang sama pada Agustus 2009 yaitu mencapai 420.962 orang. Dari angka
tersebut diatas, maka diketahui jumlah penganggur pada Agustus 2010
sebesar 23.573 orang, berkurang 906 orang dari keadaan Februari 2010
sebesar
24.479
orang,
atau
berkurang
sebanyak
2.778
orang
jika
dibandingkan dengan keadaan pada bulan Agustus 2009 yang berada pada
angka 26.351 orang. Dari perolehan angka-angka tersebut, maka sampai
Agustus 2010 tingkat pengangguran terbuka berada pada angka 5,16 persen
(dari angkatan kerja), mengalami kenaikan jika dibandingkan dengan bulan
Fabruari 2010 sebesar 5,05 persen. Namun mengalami penurunan jika
dibandingkan dangan periode yang sama pada tahun 2009 yaitu sebesar 5,89
persen. Sektor yang meraup peningkatan jumlah tenaga kerja selama
setahun terakhir (agustus 2009 – Agustus 2010) adalah pertanian, industry,
perdagangan dan jasa kemasyarakatan. Keadaan peningkatan jumlah tenaga
kerja serta penurunan angka pengangguran telah menaikkan tingkat
partisipasi angkatan kerja sebesar 0,65 persen.
Tabel 4.
Penduduk usia 15 tahun keatas menurut kegiatan
Kegiatan Utama
2009
2010
Februari
Agustus
Februari Agustus
Bekerja
439.460
420.962
460.355 432.926
Pengangguran
23.429
26.351
24.479
Angkatan Kerja
462.889
447.313
484.434 456.499
Sekolah
53.158
62.316
59.452
Mengurus Rmah Tangga
150.882
161.296
138.635 159.541
Lainnya
30.285
30.570
28.762
234.265
254.182
226.849 252.189
63,77
68,12
64,42
5,89
5,05
5,16
Bukan Angkatan Kerja
Tingkat
Partisipasi
Angkatan 66,40
23.573
57.980
34.661
Kerja
Tingkat Pengangguran Terbuka
5,06
Sumber: BPS Provinsi Gorontalo
Sedangkan jika dilihat berdasarkan lapangan usaha, sektor pertanian
merupakan lapangan usaha yang paling banyak digeluti penduduk Provinsi
Gorontalo yaitu 176.974 orang (Agustus 2010) atau 40,88 persen dari total
penduduk yang bekerja. Jumlah tersebut tidak mengalami perubahan yang
signifikan jika dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu. Sektor
III-8
Rencana Kerja Pemerintah Daerah Tahun 2012
Bappeda Provinsi Gorontalo
PEMERINTAH PROVINSI GORONTALO
lainnya dengan pangsa pasar jumlah tenaga kerja yang cukup besar adalah
sektor jasa perdagangangan 16,46 persen dan sektor jasa kemasyarakatan
sebesar 18,78 persen. Kedua sektor ini mengalami pertumbuhan jumlah tenaga
kerja masing-masing sebesar 2,78 persen dan 12,87 persen dibandingkan
bulan Agustus 2009. Sementara sektor industri juga mengalami peningkatan
sebesar 8,63 persen dalam jumlah tenaga kerja dibandingkan Agustus 2009.
Tabel. 5
Penduduk Usia 15 Tahun ke Atas Yang Bekerja
Menurut Lapangan Pekerjaan Utama Februari 2008-Agustus 2009
Kegiatan Utama
2009
Februari
Pertanian
208,636
Industri
2010
Agustus
Februari
Agustus
194,987
41,393
176.974
32,462
172,130
32,431
Perdagangan
71,911
69,315
87,167
71.243
Angkutan
31,227
35,301
25,350
33.351
Jasa Kemasyarakatan
72,325
72,051
80,668
81.322
Lainnya
22,899
39,734
30,790
34.808
Total
439,460
420,962
460,355
432.926
35.228
Sumber : BPS Provinsi Gorontalo
Kemiskinan di Gorontalo berdasarkan data BPS tahun 2010, penduduk
yang berada dibawah garis kemiskinan sebesar 23,19 persen (209.890 orang)
jumlah tersebut mengalami penurunan dibanding tahun 2009 sebesar 25,01
persen. Angka tersebut mewakili masyarakat yang berada digaris kemiskinan
tahun 2010 sebesar Rp. 171.371 per kapita per bulan, dengan indeks
kedalaman
kemiskinan
(Poverty
Gap
Indeks)
sebesar
4,14%.
Indeks
memperlihatkan ukuran rata-rata kesenjangan pengeluaran masing-masing
penduduk miskin terhadap garis kemiskinan. Semakin tinggi nilai indeks,
semakin jauh rata-rata pengeluaran penduduk dari garis kemiskinan. Pada
tahun 2011, dengan telah membaiknya kinerja sektor pertanian serta perbaikan
dan pengelolaan sumber daya lokal, penerimaan fiskal yang berpihak pada
masyarakat miskin dan alokasi anggaran pendidikan dan kesehatan yang
propotional dan memenuhi rasa keadilan masyarakat diharapkan dapat
menekan angka pengangguran dan kemiskinan.
III-9
Rencana Kerja Pemerintah Daerah Tahun 2012
Bappeda Provinsi Gorontalo
PEMERINTAH PROVINSI GORONTALO
Keuangan daerah
Pelaksanaan kebijakan otonomi daerah dan desentralisasi fiskal di
Indonesia yang secara nyata dan efektif di implementasikan sejak 2001 telah
membawa pengaruh yang besar dalam pemerintahan dan pembangunan
daerah. Implementasi kebijakan desentralisasi fiskal dilakukan melalui dua
instrumen utama yaitu pemberian kewenangan kepada pemerintah daerah
untuk memungut pajak daerah dan retribusi daerah (local taxing power) dan
perimbangan keuangan daerah.
Pemberian otonomi luas kepada daerah disertai dengan pelaksanaan
desentralisasi
terwujudnya
fiskal
pada
hakekatnya
diarahkan
kesejahteraan
masyarakat
melalui
untuk
mempercepat
peningkatan
pelayanan,
pemberdayaan dan peran serta masyarakat. Disamping itu, melalui otonomi
daerah dan desentralisasi fiskal, daerah diharapkan mampu meningkatkan daya
saing dengan memperhatikan prinsip demokrasi, pemerataan, keadilan,
keistimewaan dan kekhususan serta potensi
APBD adalah merupakan wujud Keuangan Daerah yang berdasarkan
Undang-Undang Nomor 17 tahun 2003 tentang keuangan negara, disebutkan
bahwa APBD adalah rencana keuangan tahunan pemerintah daerah yang
disetujui oleh DPRD. APBD terdiri pendapatan, belanja dan pembiayaan daerah.
Pendapatan daerah merupakan hak pemerintah daerah yang diakui sebagai
penambah nilai kekayaan bersih. Pendapatan daerah berasal dari Pendapatan
asli daerah (PAD), dana perimbangan (DAU, DAK, dll) dan lain-lain pendapatan
yang sah.
Perkembangan keuangan dan realisasi pendapatan daerah Provinsi
Gorontalo memperlihatkan perubahan yang cukup menggembirakan terhadap
APBD tahun sebelumnya, yaitu 2011 APBD provinsi Gorontalo berada pada
kisaran Rp. 636.64 Milyar Terdiri dari Pendapatan asli daerah yang ditargetkan
sebesar Rp 69,69 miliar terealisir sebesar Rp 122,76 miliar atau sebesar 176,15
persen. Dana perimbangan (DAU, DAK, Bagi hasil pajak dan bukan pajak)
ditargetkan sebesar Rp 409,23 miliar terealisir sebesar Rp. 513.87 Milyar atau
79,63 persen. Kondisi ini mencerminkan Penerimaan Daerah Sendiri (PDS) yang
terdiri dari Pendapatan Asli Daerah (PAD) memberikan kontribusi yang terus
meningkat secara positif, akan tetapi masih kecil apabila dibandingkan dengan
ketergantungan daerah terhadap pemerintah pusat. Hingga satu dasawarsa
sejak berdirinya provinsi ini, tingkat ketergantungannya terhadap pemerintah
pusat setiap tahunnya mengalami penurunan secara presentase, akan
Rencana Kerja Pemerintah Daerah Tahun 2012
III-10
Bappeda Provinsi Gorontalo
PEMERINTAH PROVINSI GORONTALO
tetapi secara nominal bantuan yang diterima pemerintah daerah Provinsi
Gorontalo terus meningkat dalam jumlah yang cukup besar. Kondisi ini
mencerminkan bahwa sumber pembiayaan daerah ini masih mengharapkan
dari pemerintah pusat, karena objek pajak yang ada di Provinsi sangat
terbatas bagi pendapatan daerahnya.
3.2. Tantangan dan Prospek Perekonomian Daerah 2012
Gambaran
ekonomi
Gorontalo
tahun
2012
akan
dipengaruhi
perkembangan lingkungan eksternal dan internal. Untuk lingkungan eksternal
pertama, diakibatkan perkembangan perekonomian global yang semakin
meningkatkan integrasi perekonomian regional seperti menyatunya pasar Asia
tenggara (AFTA) dan pelaksanaan perdagangan bebas antara ASEAN dan China
(FTA). Keadaan ini disatu pihak akan menciptakan peluang yang lebih besar
bagi
perekonomian
daerah,
tetapi
disisi
lain
menuntut
daya
saing
perekonomian yang lebih tinggi. Dorongan eksternal bagi perekonomian
tersebut antara lain berasal dari perekonomian nasional terutama dari daerah di
Pulau Jawa, Makassar dan Manado, yang diperkirakan masih tetap menjadi
pasar bagi produk-produk pertanian, perkebunan dan kehutanan yang
dihasilkan.
Kedua, dalam kerangka negara kesatuan Republik Indonesia (NKRI), maka
perekonomian daerah seperti Gorontalo sangat tergantung pada perekonomian
nasional, meskipun potensi timbulnya krisis ekonomi nasional menurun, namun
potensi ketidakpastian eksternal tetap tinggi yang antara lain berasal dari
kemungkinan melambatnya pertumbuhan ekonomi Negara-negara industri
paling maju seperti Amerika Serikat, Eropa dan Jepang.
Adapun lingkungan internal yang diperkirakan berpengaruh positif
terhadap perekonomian Gorontalo dalam kurun waktu dua tahun mendatang
adalah: Pertama, Ekspektasi masyarakat yang mendorong pelaksanaan
program dan kegiatan pembangunan yang terarah dan konsisten sesuai dengan
dokumen
perencanaan
Pembangunan.
Kedua,
dan
melalui
Situasi
tahapan
politik
yang
Musyawarah
kondusif,
Perencanaan
yang
dibarengi
peningkatan kemampuan untuk menegakkan keamanan dan ketertiban serta
pelaksanaan hukum, termasuk dalam pemberantasan tindak pidana korupsi.
Ketiga,
Meningkatnya
kepercayaan
masyarakat
terhadap
berbagai
pelaksanaan program pembangunan pada gilirannya akan meningkatkan
partisipasi masyakakat Gorontalo dan dengan sendirinya dapat mendorong
III-11
Rencana Kerja Pemerintah Daerah Tahun 2012
Bappeda Provinsi Gorontalo
PEMERINTAH PROVINSI GORONTALO
kegiatan ekonomi. Keempat, sumberdaya alam yang belum dieksploitasi
secara maksimal dan tersedianya lahan yang luas, yang belum dimanfaatkan
dengan baik dan berkelanjutan, sehingga dapat menjadi motor penggerak
perekonomian Gorontalo kedepan.
Sementara itu, dengan kemajuan yang dicapai dan masalah yang
dihadapi hingga tahun 2010, tantangan dalam pembangunan ekonomi
Gorontalo kedepan, adalah sebagai berikut: Pertama, Meningkatkan Kualitas
Pertumbuhan Ekonomi. Dengan jumlah angkatan kerja (Usia 15 tahun keatas)
yang diyakini sepanjang tahun akan terus bertambah yang pastinya dapat
meningkatkan jumlah pengangguran, maka kualitas pertumbuhan perlu
ditingkatkan agar kegiatan ekonomi dapat menciptakan lapangan kerja yang
lebih besar dan mengurangi jumlah penduduk miskin. Perhatian terhadap
kerawanan pangan dan kurangnya penanganan masalah gizi serta rendahnya
kemampuan daya beli harus terus ditingkatkan dalam rangka mendorong
kualitas pertumbuhan ekonomi daerah. Kedua, Meningkatkan Pertumbuhan
Ekonomi. Tantangan ini adalah yang terberat mengingat kondisi sektor riil yang
belum berkembang maksimal dan masih belum optimalnya peningkatan
investasi dan ekspor non-migas. Ketiga, Menjaga Stabilitas Ekonomi.
Mempersiapkan kemampuan daerah dalam mensiasati kemungkinan timbulnya
gejolak ekonomi baik yang berasal dari dalam maupun dari luar, yang dapat
mengakibatkan tidak terkendalinya inflasi akan mempengaruhi tingkat daya beli
masyarakat serta akan membawa dampak bagi stabilitas ekonomi daerah.
Keempat, Menyediakan infrastruktur yang cukup dan berkualitas. Hal ini
merupakan prasyarat agar dapat mencapai tingkat pertumbuhan ekonomi
tinggi dan berkelanjutan. Ketersediaan infrastruktur yang memadai akan
menjadi jalan bagi masuknya investasi.
Perpaduan antara inflasi rendah dan suku bunga rendah diharapkan
dapat mempertahankan momentum pertumbuhan ekonomi di tahun 2012.
Disamping itu, belanja pemerintah melalui APBN dan APBD serta momentum
Pemilihan Kepala Daerah (Gubernur dan Wakil Gubernur) melalui anggarannya
diharapkan dapat menjadi salah satu pendorong pertumbuhan ekonomi
Gorontalo. Disamping itu, asumsi dasar ekonomi makro seperti Produk
Domestik Regional Bruto (PDRB), konstribusi sektoral, laju pertumbuhan
ekonomi dan inflasi yang akan terjadi pada tahun 2011 serta memperhatikan
kondisi eksternal dan internal yang mempengaruhi perekonomian Gorontalo.
III-12
Rencana Kerja Pemerintah Daerah Tahun 2012
Bappeda Provinsi Gorontalo
PEMERINTAH PROVINSI GORONTALO
sehingga berdasarkan perkiraan-perkiraan tersebut asumsi dasar perekonomian
Gorontalo tahun 2012 adalah sebagai berikut.
a. Pertumbuhan ekonomi Gorontalo tahun 2012 diperkirakan dapat meningkat
lebih tinggi, atau bertahan tanpa mengalami perlambatan yaitu bisa
mencapai 7,9 – 8,1 % (asumsi moderat). Optimisme ekonomi tersebut
akan didorong oleh kenaikan permintaan masyarakat karena adanya
kenaikan UMP dan realitas membaiknya kondisi perekonomian Nasional
yang ditandai dengan penetapan kenaikan gaji pegawai negeri setiap
tahunnya, yang mendorong meningkatnya konsumsi masyarakat dari sisi
permintaan agregat. Kemudian dengan meningkatnya investasi sektor
swasta dan belanja modal pemerintah, serta ekspor yang didapat dari
kenaikan produksi, produktivitas komoditas unggulan daerah juga menjadi
faktor penting pertumbuhan ekonomi tahun 2012. Kualitas dan kuantitas
UMKM yang setiap tahunnya meningkat akan dapat memacu perkembangan
pada
faktor-faktor produksi yang dikuasai masyarakat. Membaiknya
produksi pertanian utamanya jagung serta pembangunan infrastruktur
melalui penyediaan sarana dan prasarana akan meningkatkan kinerja
ekonomi dari sisi penawaran agregat. Disamping itu, beberapa kebijakan
pemerintah pusat maupun daerah yang diprediksi akan mendorong
pertumbuhan ekonomi Gorontalo tahun 2012 antara lain :
-
APBN yang dibelanjakan kedaerah melalui Program PNPM Mandiri,
Program PKH, Raskin, BOS, pemberdayaan usaha mikro kecil dan
menengah
melalui
Kredit
Usaha
Rakyat
(KUR)
akan
sangat
berkontribusi dalam meredusir sejumlah permasalahan masyarakat
miskin untuk memenuhi kebutuhan dasarnya.
-
Anggaran
belanja
lembaga-lembaga
donor
dalam
membiayai
program/kegiatannya di Gorontalo, seperti CD Project (JICA), ART
GOLD (UNDP), CIDA dan lain sebagainya.
-
Peningkatan jumlah investor dan nilai investasi didaerah serta
pembangunan
yang
dilakukan
pemerintah
pada
semua
lini
pembangunan diharapkan dapat menciptakan lapangan kerja bagi
pengangguran di daerah.
-
Percepatan pembangunan infrastruktur
agar memacu realisasi
anggaran investasi pemerintah dan menimbulkan multiplier effect
pada sektor perekonomian yang lain.
III-13
Rencana Kerja Pemerintah Daerah Tahun 2012
Bappeda Provinsi Gorontalo
PEMERINTAH PROVINSI GORONTALO
b. Inflasi tahun 2010 berada pada posisi 6,80 persen, dan pada tahun 2011
inflasi diperkirakan berkisar antara 6-9 persen dan diharapkan tetap
terjaga dilevel tersebut dengan tidak mencapai angka dua digit di tahun
2012.
c. Investasi di daerah bisa mencapai Rp. 7,5 – 8 trilyun, perkiraan
tersebut
berdasarkan
penerimaan
daerah
yang
setiap
tahunnya
menunjukkan trend kenaikan, baik itu dari belanja Pemerintah Provinsi
dan Kabupaten/Kota maupun Penerimaan DIPA dari Pemerintah Pusat
dari sisi konsumsi, juga dari nilai investasi sektor swasta.
d. Peningkatan ekspor. Kenaikan ekspor tertinggi diharapkan terjadi pada
komoditi jagung, kayu dan barang dari kayu, bungkil kopra, dan hasilhasil perikanan tangkap, budidaya dan rumput laut, termasuk cabe
malita serta industry kerajinan seperti krawang.
e. Persentase penduduk miskin menjadi lebih kurang 21-19 persen dan
pengangguran terbuka akan mengalami penurunan yaitu berada pada
kisaran 4 – 4,5 persen di tahun 2011.
3.3 KERANGKA PENDANAAN
Kebijakan alokasi anggaran belanja pemerintah provinsi gorontalo
tahun 2012 diarahkan kepada upaya meningkatkan kegiatan ekonomi daerah
dengan mengenjot sektor pertanian secara luas dan penyediaan infrastruktur
untuk menciptakan dan memperluas lapangan kerja, yang diikuti dengan
kebijakan pengembangan sdm serta pengembangan umkm dan untuk
mengurangi kemiskinan di daerah.
Berdasarkan uraian diatas, alokasi anggaran dalam tahun 2012 akan
diletakkan pada :
(i)
Pengembangan SDM Daerah;
(ii) Penanggulangan kemiskinan;
(iii) Pengembangan sektor unggulan daerah melalui revitalisasi pertanian
dalam arti luas.
(iv) Pemberdayaan industri kecil dan menengah (termasuk koperasi dan
UMKM), utamanya yang bergerak dibidang pengolahan;
(v) Pengembangan pariwisata (penyediaan prasarana penunjang di
tempat-tempat wisata)
(vi) Belanja investasi, terutama di bidang infrastruktur dasar untuk
mendukung kegiatan ekonomi daerah dan pengurangan pengangguran
melalui kegiatan padat karya;
III-14
Rencana Kerja Pemerintah Daerah Tahun 2012
Bappeda Provinsi Gorontalo
PEMERINTAH PROVINSI GORONTALO
(vii) Pembiayaan fokus Program prioritas dari masing-masing SKPD,
diarahkan pada :
-
Mengutamakan alokasi pada kegiatan pembangunan yang efektif
dalam mencapai sasaran-sasaran pembangunan tahun 2011. Dalam
kaitan ini, penyediaan pelayanan dan investasi pemerintah lebih
diarahkan
pada
kegiatan-kegiatan
yang
benar-benar
menjadi
kewenangan pemerintah daerah provinsi.
-
Pemilahan kegiatan yang akan dilaksanakan oleh SKPD melalui
Forum SKPD yang melibatkan SKPD Kabupaten/Kota dan stakeholder
lainnya sehingga sehingga menghindari tumpang tindih dan sekaligus
meningkatkan
keterpaduan
upaya
pemerintah
daerah
secara
keseluruhan.
-
Mengalokasikan pendanaan pada SKPD sesuai dengan tugas pokok
dan fungsi (tupoksi) serta perkiraan kapasitas masing-masing SKPD
dalam
mengimplementasikan
program-program
pembangunan
sekaligus pencapaian target pembangunan daerah.
3.4
PERKIRAAN PENERIMAAN UNTUK PENDANAAN PEMBANGUNAN
TAHUN 2012
APBD Provinsi Gorontalo meliputi Pendapatan Asli Daerah (PAD) dan
Dana Alokasi Umum (DAU), untuk perkiraan penerimaan untuk tahun 2012
APBD Gorontalo mengacu pada Kebijakan Keuangan Pemerintah Provinsi
Gorontalo Tahun 2008 - 2012 yang tertuang dalam RPJMD Tahun 2007 –
2012, maka struktur APBD Tahun 2012 (disesuaikan dengan asumsi dalam
RPJMD 2007-2012) akan meliputi pokok-pokok besaran sebagai berikut :
a. Pendapatan Daerah diperkirakan sebesar Rp. 503,31 milyar (8,75
persen terhadap PDRB), yang bersumber dari PAD sebesar Rp. 85,86
milyar (1,49 persen terhadap PDRB) dan Dana Perimbangan sebesar
Rp. 417,45 milyar (7,26 persen terhadap PDRB).
b. Belanja Daerah diperkirakan mencapai Rp. 493,25 milyar (8,58 persen
terhadap PDRB), yang terdiri dari Belanja Langsung sebesar Rp. 322,12
milyar (5,60 persen terhadap PDRB) dan Belanja Tidak Langsung
sebesar Rp. 171,13 milyar (2,98 persen terhadap PDRB).
c. Surplus/Defisit APBD diperkirakan mencapai Rp. 10,07 milyar (0,18
persen terhadap PDRB).
III-15
Rencana Kerja Pemerintah Daerah Tahun 2012
Bappeda Provinsi Gorontalo
PEMERINTAH PROVINSI GORONTALO
d. Pengeluaran Pembiayaan/Surplus diperkirakan sebesar Rp. 10,07
milyar (0,18 persen terhadap PDRB) yang diarahkan untuk kegiatan
yang bersifat strategis.
Tabel 6.
Struktur dan Asumsi APBD Provinsi Gorontalo Tahun 2012
No
Keterangan
Rp
2012
% PDRB
1
PROYEKSI APBD (milyar)
PENDAPATAN
PAD
85,86
Dana Perimbangan
417,45
Lain-Lain
-Sub jumlah
503,31
BELANJA
Belanja Tidak Langsung
171,13
Belanja Langsung
322,12
Sub jumlah
493,25
SURPLUS/(DEFISIT)
10,07
PEMBIAYAAN
Penerimaan Pembiayaan
-Pengeluaran Pembiayaan
10,07
JUMLAH PEMBIAYAAN
(10,07)
2
ASUMSI DASAR KEUANGAN
PDRB ADHB (milyar)
Jumlah Penduduk
993.673
Penduduk Miskin
99.945
% Penduduk Miskin
17.00
Kapasitas Fiskal (ribuan)
3.222,97
KF Rata-Rata Kab/Kota
3.163,29
Indeks KF (ribuan)
1,02
Sumber : RPJMD 2007-2012 (Badan Keuangan Daerah)
III-16
1,49
7,26
-8,75
2,98
5,60
8,58
0,18
-0,18
(0,18)
5,750.46
Rencana Kerja Pemerintah Daerah Tahun 2012
Bappeda Provinsi Gorontalo
PEMERINTAH PROVINSI GORONTALO
BAB IV
PRIORITAS DAN SASARAN PEMBANGUNAN TAHUN 2012
4.1. MASALAH DAN TANTANGAN POKOK 2012
Pada tahun 2010 beberapa sektor telah menunjukkan kemajuan dalam
pembangunannya, namun ada juga yang masih memerlukan perhatian ekstra
dalam memacu peningkatannya, beberapa capaian yang telah dihasilkan pada
tahun 2010 dan perkiraan tahun 2011 akan menjadi bahan evaluasi dan
pertimbangan dalam meredusir masalah dan menghadapi tantangan dalam
upaya
meningkatkan
kesejahteraan
masyarakat
miskin,
meningkatkan
kualitas SDM dan pemenuhan hak-hak dasar masyarakat pada tahun 2012.
Hal-hal tersebut diuraikan sebagai berikut.
Penanggulangan Kemiskinan
Penanggulangan kemiskinan adalah program prioritas lintas bidang
yang dilaksanakan oleh berbagai pihak, baik itu oleh kementerian/lembaga di
pusat, maupun dinas teknis di tingkat daerah yang didukung oleh para pihak
terkait seperti perguruan tinggi, lembaga swadaya masyarakat maupun
masyarakat sendiri. Sehubungan dengan itu, tingkat kemiskinan yang
dicerminkan oleh tingkat pendapatan di bawah garis kemiskinan dan
pemenuhan kebutuhan dasar yang merupakan cerminan dimensi non
pendapatan dari kemiskinan, merupakan hasil akhir dari berbagai upaya
tersebut yang dilakukan oleh berbagai pihak. Selain itu, pencapaian tingkat
kemiskinan pada tahun tertentu merupakan rangkaian hasil dari upaya yang
dilakukan tahun-tahun sebelumnya secara konsisten dan kontinyu. Secara
garis besar, tingkat kemiskinan pada tahun 2010 sebesar 23,19 persen atau
209.890 orang penduduk yang berada dibawah garis kemiskinan, untuk tahun
2012 diharapkan akan menurun menjadi sebesar 19,5 - 17 persen.
Uraian mengenai tingginya jumlah penduduk miskin tersebut dapat
dikaitkan dengan beberapa keterbatasan yang dimiliki daerah sebagai berikut.
Pertama,
Keterbatasan
Pemenuhan
Pangan.
Masalah
utama
dalam
pemenuhan pangan ini adalah ketergantungan masyarakat yang tinggi
terhadap beras, makin banyaknya lahan persawahan yang berubah fungsi,
belum optimalnya produksi dan produktifitas
sector pertanian khusunya
tanaman pangan dan masih tingginya masyarakat miskin yang rentan
terhadap masalah kekurangan gizi, baik kekurangan gizi kalori maupun gizi
protein karena daya belinya yang rendah.
IV-1
Rencana Kerja Pemerintah Daerah Tahun 2012
Bappeda Provinsi Gorontalo
PEMERINTAH PROVINSI GORONTALO
Kedua, Keterbatasan Akses dan Kualitas Pelayanan Kesehatan. Terbatasnya
aksesibitas terhadap pelayanan kesehatan yang berkualitas, terutama pada
kelompok rentan seperti penduduk miskin, daerah tertinggal, terpencil dan
perbatasan; pelayanan kesehatan ibu dan anak yang sesuai standar masih
terbatas; belum teratasinya permasalahan gizi secara menyeluruh; masih
tingginya kesakitan dan kematian akibat penyakit menular dan tidak menular;
belum
terlindunginya
masyarakat
secara
maksimal
terhadap
beban
pembiayaan kesehatan; belum terpenuhinya jumlah, jenis, kualitas, serta
penyebaran sumberdaya manusia kesehatan.
Ketiga, Terbatasnya Akses, Kualitas, dan Relevansi Pendidikan. Pembangunan
pendidikan masih menghadapi beberapa permasalahan, antara lain yaitu:
Masih terbatasnya kesempatan memperoleh pendidikan; terbatasnya kualitas
sarana dan prasarana pendidikan; Masih rendahnya profesionalisme guru dan
belum meratanya distribusi guru; Belum efektifnya manajemen dan tatakelola
pendidikan;
dan
belum
terwujudnya
pembiayaan
pendidikan
yang
berkeadilan.
Keempat, terbatasnya Kesempatan Kerja dan Berusaha. Kesempatan kerja
adalah kesempatan yang tersedia untuk bekerja akibat dari suatu kegiatan
ekonomi atau produksi. Penduduk usia 15 tahun keatas di provinsi Gorontalo
pada tahun 2010 sejumlah 708.861 sedangkan jumlah angkatan kerja
(penduduk yang bekerja dan mencari pekerjaan) juga bertambah dari tahun
ke tahun. Besarnya jumlah dan pertumbuhan angkatan kerja yang terus
meningkat
serta
diikuti
dengan
terbatasnya
kesempatan
kerja
menimbulkan pengangguran. Kurangnya kesempatan kerja
akan
berusaha
masyarakat juga diakibatkan oleh sektor riil belum bergerak secara optimal.
Investasi di daerah belum berkembang dengan baik, sehingga lapangan
pekerjaan belum cukup terbuka. Hal ini dapat dilihat dari proporsi belanja
investasi pemerintah masih lebih besar dari investasi swasta. Disamping itu,
peran UMKM dan Koperasi dalam perekonomian juga masih rendah, demikian
halnya dengan industri pengolahan belum berkembang dengan baik.
Kelima, Terbatasnya Akses Layanan Perumahan, Sanitasi dan Air Bersih.
Berdasarkan data Dinas Kesehatan Hingga tahun 2010, rumah tangga yang
memiliki akses terhadap air bersih baru mencapai 68 persen, atau lebih
rendah dari rata-rata nasional sebesar 70 persen. Ini menunjukkan bahwa
masih rendahnya rumah tangga yang menggunakan air bersih dalam aktivitas
rumah tangganya sehari-hari di Gorontalo. Demikian halnya dengan sanitasi,
IV-2
Rencana Kerja Pemerintah Daerah Tahun 2012
Bappeda Provinsi Gorontalo
PEMERINTAH PROVINSI GORONTALO
hingga tahun 2010 untuk perkotaan 68,16 persen sedangkan untuk
perdesaan baru mencapai 33,83 persen. Ini mencerminkan masih ada sekitar
separuh rumah tangga yang belum memiliki sanitasi yang baik. Disamping itu,
masalah lainnya yang dihadapi masyarakat miskin adalah terbatasnya akses
terhadap perumahan yang sehat dan layak, rendahnya mutu lingkungan
permukiman dan lemahnya akses masyarakat terhadap kredit perumahan
dengan bunga rendah, yang layak dan sehat.
Arah kebijakan. Untuk mengatasi permasalahan dalam penurunan angka
kemiskinan, maka arah kebijakan yang akan dilakukan ditahun 2012 adalah
mendorong pertumbuhan yang pro-rakyat miskin dengan memberi perhatian
khusus
pada usaha-usaha yang melibatkan
orang-orang miskin
pemberian modal usaha pada orang-orang miskin;
dan
meningkatkan kualitas
kebijakan dan program penanggulangan kemiskinan melalui kebijakan
afirmatif/keberpihakan; dan meningkatkan efektivitas pelaksanaan program
kegiatan yang ditujukan untuk penurunan kemiskinan.
Arah kebijakan tersebut akan berfokus pada :
a. Peningkatan Kualitas Kebijakan Perlindungan Sosial
Ditahun 2012, bantuan sosial akan diarahkan untuk perlindungan sosial
rumah tangga miskin. Selain itu, bantuan beasiswa untuk anak dari
keluarga
miskin,
pelayanan
kesehatan
secara
Cuma-Cuma
bagi
masyarakat miskin. Selanjutnya, pada tahun 2012 akan dilakukan pula
pelayanan kepada korban bencana dan komunitas adat terpencil.
b. Peningkatan sinkronisasi dan efektivitas koordinasi penanggulangan
kemiskinan serta harmonisasi antar pelaku.
c. Dalam upaya penurunan angka kemiskinan dilakukan pula peningkatan
koordinasi dan sinkronisasi antara pemerintah kabupaten/kota dan seluruh
stakeholder. Hal ini disamping untuk menjaga sinergitas program kegiatan
yang dilaksanakan juga untuk pemeliharaan dan penggunaan data
kemiskinan yang konsisten dan akurat secara kontinyu baik untuk
perencanaan,
pelaksanaan
dan
monitoring
program-program
penanggulangan kemiskinan di daerah.
Meningkatkan Kualitas SDM (Pendidikan dan Kesehatan)
Dibidang pendidikan, tantangan terbesarnya adalah perluasan akses
serta
peningkatan
mutu
dan
daya
saing
pendidikan,
meningkatkan
pemerataan akses terhadap pendidikan semua jenjang, meningkatkan
IV-3
Rencana Kerja Pemerintah Daerah Tahun 2012
Bappeda Provinsi Gorontalo
PEMERINTAH PROVINSI GORONTALO
pemerataan
distribusi
profesionalisme
guru
guru,
dan
meningkatkan
meningkatkan
kualifikasi
akademik
dan
manajemen,
tatakelola,
dan
kapasitas lembaga penyelenggara pendidikan secara umum, masih terdapat
beberapa hal penting yang perlu ditingkatkan di bidang pendidikan, antara
lain
persentase
masyarakat
usia
sekolah
yang
menyelesaikan
dan
melanjutkan pendidikan ke jenjang diatasnya, persentase anak putus sekolah
yang menyelesaikan paket A, B dan C, rasio ketersediaan ruang kelas dan
fasilitas belajar di kecamatan, persentase guru yang memenuhi standar
kompetensi, rasio siswa kejuruan dan sekolah umum, jumlah masyarakat
yang duduk di perguruan tinggi, persentase sekolah yang menerapkan
kurikulum wirausaha, komputer dan bahasa Inggris (PBK, KTSP), persentase
siswa lulus dan peringkat kelulusan tingkat regional dan nasional, persentase
sekolah bertaraf nasional dan internasional, serta peningkatan prestasi
pemuda di bidang iptek, imtaq, seni, budaya dan olahraga.
Di sektor kesehatan, Gorontalo masih menghadapi sejumlah masalah dalam
hal sarana prasarana serta akses dan jangkauan masyarakat, angka kematian
ibu melahirkan angka kematian bayi, gizi kurang pada balita, sanitasi dan
akses air bersih serta ketersediaan tenaga pada bidang kesehatan; masih
terbatasnya kemampuan manajemen dan informasi kesehatan; ditambah lagi
dengan permasalahan manajerial dalam sinkronisasi perencanaan kebijakan
program dan anggaran serta masih terbatasnya koordinasi dan integrasi lintas
sector; pemberdayaan masyarakat dalam pembangunan kesehatan belum
dilakukan secara optimal dan belum tersedia biaya operasional yang memadai
di Puskesmas.
Arah kebijakan. Memperhatikan permasalahan dalam meningkatkan
kualitas SDM maka kebijakan yang akan dilakukan ditahun 2012 adalah :
a. Peningkatan kesehatan ibu, bayi dan balita, antara lain melalui:
penyediaan sarana kesehatan yang mampu melaksanakan PONED dan
PONEK;
peningkatan
pertolongan
persalinan
oleh
tenaga
terlatih;
peningkatan cakupan kunjungan ibu hamil (K1dan K4); peningkatan
cakupan kunjungan bayi; peningkatan cakupan imunisasi tepat waktu
pada bayi dan balita.
b. Perbaikan status gizi masyarakat
c. Pengendalian penyakit menular serta penyakit tidak menular, diikuti
penyehatan lingkungan, antara lain melalui: kemampuan pencegahan dan
penanggulangan faktor risiko, termasuk imunisasi; kesehatan lingkungan
IV-4
Rencana Kerja Pemerintah Daerah Tahun 2012
Bappeda Provinsi Gorontalo
PEMERINTAH PROVINSI GORONTALO
dengan menekankan pada akses terhadap air minum dan sanitasi dasar
serta perubahan perilaku hygiene dan sanitasi.
d. Pengembangan sumber daya manusia kesehatan, antara lain melalui:
peningkatan jumlah, jenis, mutu dan penyebaran sumber daya manusia
kesehatan;
perencanaan,
pengadaan,
dan
pendayagunaan
serta
pembinaan dan pengawasan sumber daya manusia kesehatan;
e. Peningkatan kualitas wajib belajar pendidikan dasar sembilan tahun yang
merata
melalui
penyelenggaraan
pendidikan
dasar
bermutu
yang
terjangkau bagi semua dalam kerangka pelaksanaan standar pelayanan
minimal
untuk
mencapai
standar
nasional
pendidikan.
Pemantapan/rasionalisasi implementasi Bantuan “Semua Bisa Sokolah”
yang diperuntukkan bagi siswa miskin yang tidak tercover dalam BOS,
yaitu siswa menengah atas.
f. Peningkatan akses, kualitas, dan relevansi pendidikan menengah, melalui:
Peningkatan akses pendidikan menengah jalur formal dan non-formal
untuk dapat menampung meningkatnya lulusan SMP/MTs/sederajat
sebagai dampak penuntasan Wajib Belajar Pendidikan Dasar Sembilan
Tahun; peningkatan kualitas dan relevansi pendidikan menengah untuk
memberikan landasan yang kuat bagi lulusan agar dapat melanjutkan
pendidikan
ke
jenjang
selanjutnya
atau
memasuki
dunia
kerja;
peningkatan kualitas dan relevansi pendidikan menengah kejuruan,
pendidikan tinggi.
g. Peningkatan profesionalisme dan pemerataan distribusi guru dan tenaga
kependidikan,
melalui
peningkatan
kualifikasi
akademik,
sertifikasi,
evaluasi, pelatihan, pendidikan, kemampuan guru, termasuk kepala
sekolah
dan
pembelajaran
menyenangkan
pengawas
yang
sekolah,
aktif,
serta
dalam
kreatif,
menjalankan
efektif,
peningkatan
paradigma
entrepreneurial,
kompetensi
dan
guru
melalui
indeks
komposit
pengembangan professional berkelanjutan.
h. Peningkatan kualitas dan relevansi pendidikan non-formal,
Meningkatkan Indeks Pembangunan Manusia
Indeks
Pembangunan
Manusia
adalah
suatu
mencerminkan kinerja pembangunan manusia yang memuat tiga aspek, yaitu
kesehatan, pendidikan dan pendapatan, indeks ini menjadi indikator tingkat
pembangunan manusia suatu wilayah melalui pengukuran keadaan penduduk
IV-5
Rencana Kerja Pemerintah Daerah Tahun 2012
Bappeda Provinsi Gorontalo
PEMERINTAH PROVINSI GORONTALO
yang sehat dan berumur panjang, berpendidikan dan berketrampilan, serta
mempunyai pendapatan yang memungkinkan untuk dapat hidup layak.
Hingga tahun 2009, IPM Gorontalo mencapai 69,79, lebih rendah dari IPM
nasional 71,76. Tantangan terbesar Gorontalo dalam meningkatkan IPM
daerah antara lain bagaimana meningkatkan kualitas pendidikan dan
kesehatan, serta meningkatkan kinerja sektor riil agar bisa memberikan
multiplier effect kepada masyarakat secara luas, khususnya pada 15
kecamatan ber-IPM rendah, yakni Patilanggio, Atinggola, Taluditi, Wonosari,
Mootilango, Pulubala, Telaga Biru, Paguat, Boliyohuto, Tolinggula, Tibawa,
Tapa Anggrek, Botumoito dan Kwandang. Pendapatan masyarakat juga
sangat terkait dengan kemampuan pemerintah daerah dalam menjaga
stabilitas harga bahan pokok, ketersediaan pangan, kelancaran akses
lalulintas barang/jasa, sehingga beban ekonomi masyarakat menjadi lebih
rendah. Hal lain yang cukup penting adalah akses masyarakat terhadap
permodalan. Masih terbatasnya kredit bagi usaha kecil menengah dan
tingginya tingkat bunga bank masih menjadi masalah yang perlu diperhatikan
secara serius.
Arah kebijakan. Dalam meningkatkan Indeks Pembangunan Manusia,
kebijakan yang dilakukan adalah dengan melaksanakan Musrenbangda yang
berbasis IPM, konsep tersebut dimaksudkan untuk mengarahkan program dan
kegiatan SKPD ke 15 kecamatan yang ber-IPM rendah yaitu IPM dibawah
rata-rata provinsi.
Meningkatkan Penanganan Bencana Alam
Penanganan bencana alam di Gorontalo menjadi salah satu hal yang
perlu terus diperhatikan peningkatannya, mengingat selama ini Gorontalo
dibeberapa kawasan tertentu selalu dilanda banjir. Hingga saat ini
Permasalahan mendasar yang ada ialah masih rendahnya usaha preventif
didalam memperkecil kemungkinan timbulnya bencana banjir tersebut. Masih
maraknya penebangan liar (illegal logging) dan pertambangan liar (illegal
mining) yang berdampak pada kerusakan hutan dan lingkungan serta
pencemaran air. Masalah kedua adalah belum baiknya sistem drainase kota,
sehingga kebanyakan saluran tidak mampu menampung air, atau bahkan
tersumbat sehingga menyebabkan banjir. Untuk itu, upaya rehabilitasi dan
reboisasi hutan, kawasan dan lahan kritis perlu ditingkatkan, sejalan dengan
itu, sistem drainase perlu diperbaiki, sehingga potensi banjir bisa diperkecil.
IV-6
Rencana Kerja Pemerintah Daerah Tahun 2012
Bappeda Provinsi Gorontalo
PEMERINTAH PROVINSI GORONTALO
Arah Kebijakan. Di tahun 2012 kebijakan dalam penanganan bencana alam
terutama banjir yang sering melanda beberapa wilayah di Gorontalo
diarahpan
pada
percepatan
pembangunan
infrastruktur
yang
dapat
meminimalisir terjadinya banjir, seperti pembangunan drainase, tanggul dan
pembangunan kanal tamalate.
Meningkatkan Dukungan Infrastruktur
Pembangunan infrastruktur di Gorontalo masih akan berkutat pada
penyediaan dukungan mendasar terhadap peningkatan social dan ekonomi
masyarakat, yaitu :
Pertama,
Transportasi.
persoalan
transportasi
masih
berkutat
pada
meningkatkan infrastruktur perhungan darat, laut dan udara. Transportasi
darat kita masih dihadapkan dengan masih banyaknya akses jalan yang masih
berupa jalan kerikil dan tanah, masih tingginya kerusakan jalan masih
rendahnya kuantitas dan kualitas angkutan umum yang menyebabkan
rendahnya kualitas pelayanan dan masih banyak akses jalan provinsi yang
belum terbuka (Tapa-atinggola 12 Km, Marisa-Tolinggula 59,75 Km, AladiTulabolo 22 Km) Kondisi ini mengakibatkan mobilitas kegiatan ekonomi
daerah,
khususnya
dari
sentra
produksi
menuju
pasar
mengalami
perlambatan. Demikian halnya dengan distribusi barang, penumpang dan jasa
mengalami hambatan. Hal ini mengakibatkan turunnya daya saing komoditi
unggulan dan daya dorong terhadap pertumbuhan ekonomi daerah.
Dibidang transportasi laut juga masih dirasakan keterbatasan-keterbatasan
yang menyebabkan rendahnya kontribusi sektor transportasi laut terhadap
ekonomi
daerah.
Kapasitas
bongkar
muat
di
pelabuhan
Gorontalo,
keterbatasan sarana pelabuhan Anggrek, pelabuhan Marisa, serta pelabuhan
Tilamuta, merupakan beberapa permasalahan yang perlu mendapatkan
perhatian.
Dibidang transportasi udara, adalah masih terbatasnya prasarana bandara
dan fasilitas pendukung lainnya merupakan hal yang perlu mendapatkan
perhatian kedepan.
Kedua, keterbatasan infrastruktur pertanian. Ketersediaan bendungan,
jaringan irigasi dan embung di daerah masih rendah. Masih banyak sawah
dan lahan perkebunan yang belum dapat diairi. Pembangunan teknologi tepat
guna yang mensupply air perlu ditingkatkan untuk menjangkau kawasan
pertanian yang susah air. Demikian halnya di sektor perikanan, peternakan
IV-7
Rencana Kerja Pemerintah Daerah Tahun 2012
Bappeda Provinsi Gorontalo
PEMERINTAH PROVINSI GORONTALO
dan perkebunan, sarana penunjang belum tersedia secara memadai.
Pembangunan dan peningkatan kualitas sarana dan prasarana pelabuhan
perikanan, serta perlunya Badan Penyuluhan Perikanan dan Kelautan di
daerah
untuk
meningkatkan
produksi
perikanan
perlu
mendapatkan
perhatian. Hal ini penting mengingat sektor pertanian merupakan sektor
unggulan sebagai prime mover pembangunan ekonomi daerah.
Ketiga, energy ketenagalistrikan. hingga saat ini Gorontalo dihadapkan pada
masalah keterbatasan kapasitas pembangkit listrik, tidak adanya kemandirian
industry ketenagalistrikan, dan masih menggunakan energy diesel yang
membutuhkan biaya yang besar untuk operasionalnya karena menggunakan
BBM.
Keempat, perumahan dan pemukiman. Belum adanya regulasi pengaturan
penataan perumahan dan pemukiman, terbatasnya kemampuan dalam
menyediakan prasarana dan sarana dasar perumakan seperti lingkungan yang
sehat, drainase dan persampahan, menurunannya kualitas pemukiman dan
belum optimalnya kelembagaan yang bergerak dalam bidang pembangunan
pemukiman dan perumahan adalah hal-hal yang menjadi tantangan dalam
pembangunan perumahan dan pemukiman kedepan.
Arah kebijakan. Secara umum arah kebijakan pembangunan sarana dan
prasarana akan difokuskan pada Peningkatan pelayanan infrastruktur sesuai
dengan Standar Pelayanan Minimal (SPM), dan Mendukung peningkatan daya
saing sektor riil.
Arah kebijakan dalam rangka meningkatkan pelayanan infrastruktur sesuai
dengan Standar Pelayanan Minimal (SPM) diprioritaskan pada penyediaan
infrastruktur dasar untuk mendukung peningkatan kesejahteraan. Fokus
prioritas adalah terjaminnya ketersediaan infrastruktur dasar sesuai dengan
tingkat kinerja yang telah ditetapkan, dengan indikator presentase tingkat
pelayanan sarana dan prasarana yang meliputi sarana dan prasarana sumber
daya
air,
transportasi,
perumahan
dan
permukiman,
energi,
dan
ketenagalistrikan.
Arah kebijakan dalam rangka mendukung peningkatan daya saing sektor riil
diprioritaskan pada penyediaan sarana dan prasarana yang mampu menjamin
kelancaran distribusi barang, jasa, dan informasi untuk meningkatkan daya
saing daerah. fokus prioritas adalah meningkatnya pelayanan sarana dan
prasarana yang
mendukung sektor riil, dengan indikator presentase
peningkatan kapasitas dan kuantitas pelayanan sarana dan prasarana yang
IV-8
Rencana Kerja Pemerintah Daerah Tahun 2012
Bappeda Provinsi Gorontalo
PEMERINTAH PROVINSI GORONTALO
meliputi sarana dan prasarana sumber daya air, transportasi, perumahan dan
permukiman, energi dan ketenagalistrikan, serta komunikasi dan informatika.
Meningkatkan Investasi Daerah
Secara makro, perkembangan ekonomi Gorontalo telah menunjukkan
pencapaian yang cukup baik. Ekonomi telah tumbuh 7,63% (y.o.y) pada
tahun 2010 dan termasuk daerah dengan capaian diatas rata-rata kawasan
Indonesia Timur. Namun apabila ditelisik lebih mendalam, angka capaian
dimaksud lebih didorong kinerja konsumsi pemerintah, sementara kegiatan
investasi dan ekspor masih rendah kontribusinya. Kontribusi investasi
terhadap pertumbuhan Gorontalo ternyata belum signifikan hanya mencapai
16% terhadap keseluruhan PDRB Prov. Gorontalo sementara kontribusi
investasi Gorontalo hanya mencapai 3,69% terhadap keseluruhan investasi
kawasan Timur Indonesia. Sehingga dalam meningkatkan investasi di
Gorontalo, hal-hal yang perlu dilakukan pemerintah adalah menciptakan iklim
investasi
yang
kondusif,
meningkatkan
peran
pelaku
penyusunan Perda yang mendorong kemudahan investasi,
usaha
dalam
meminimalisir
potensi pungutan liar yang memberatkan para pelaku usaha yang dilakukan
oleh pihak-pihak yang tidak bertanggungjawab, mendorong pelaku usaha
agar
tidak
bergantung
pada
komponen
pembiayaan
dari
anggaran
pemerintah (APBN/APBD), meningkatkan kualitas dan produktivitas tenaga
kerja lokal dan penyediaan energi dan infrastruktur adalah hal-hal yang
menjadi tantangan dalam peningkatan investasi di Gorontalo kedepan.
Arah kebijakan. Meningkatkan iklim investasi yang kondusif, yang
difokuskan melalui Peningkatan Harmonisasi Kebijakan dan Penyederhanaan
Perijinan Investasi serta Peningkatan Fasilitasi Investasi.
Pengembangan Pariwisata
Pembangunan kepariwisataan mempunyai peranan penting dalam
mendorong
kegiatan
ekonomi,
mengenalkan
daerah,
meningkatkan
kesejahteraan masyarakat, dan memberikan perluasan kesempatan kerja.
Disamping itu, pariwisata juga berperan sebagai sarana untuk meningkatkan
kualitas
nilai-nilai
sosial
Pembangunan pariwisata
budaya,
memperkuat
integritas
daerah.
sudah saatnya mendapatkan perhatian serius.
Pemerintah sudah harus lebih konkrit merumuskan kebijakan pengembangan
pariwisata ke dalam program/kegiatan sebab pembangunan pariwisata tidak
IV-9
Rencana Kerja Pemerintah Daerah Tahun 2012
Bappeda Provinsi Gorontalo
PEMERINTAH PROVINSI GORONTALO
terlepas
dari
penyediaan
komponen-komponen
wisata
seperti
sarana
prasarana, akomodasi, transportasi, fasilitas umum dan fasilitas sosial yang
pada taraf pelaksanaannya diharapkan dapat berjalan secara gradual dan
parallel. Sehingga potensi wisata yang ada dapat menjadi daya tarik bagi
wisatawan lokal maupun mancanegara dan akhirnya akan berimplikasi pada
perekonomian daerah.
Arah kebijakan. Strategi dan kebijakan yang dilakukan untuk mencapai
sasaran
pembangunan
kepariwisataan
pada
tahun
2012
adalah
1)
Mengembangkan destinasi pariwisata melalui penataan manajemen produk
dan kebijakan daya tarik wisata bahari dan budaya; 2) Pengembangan
Kawasan Pariwisata didaerah; 3) Mendorong dan memfasilitasi perbaikan dan
peningkatan kualitas jaringan prasarana dan sarana pendukung pariwisata;
dan 4) Mengembangkan pemasaran dan promosi pariwisata di dalam dan di
luar negeri melalui penguatan strategi pemasaran dan promosi pariwisata
terpadu berbasis teknologi informasi dan komunikasi.
Pengembangan UMKM dan Koperasi
Pengembangan dan Pemberdayaan UMKM dan koperasi sampai
sekarang ini masih bergelut pada masalah-masalah klasik seperti kesulitan
akses terhadap permodalan, pasar, teknologi dan informasi. Masalah
rendahnya kualitas SDM UMKM, masalah belum optimalnya fungsi lembaga
pemberdayaan UMKM dan masalah iklim usaha yang belum sepenuhnya
berpihak kepada UMKM. Kondisi yang demikian menyebabkan upaya-upaya
yang dilakukan oleh UMKM sendiri terlihat masih berjalan ditempat. Dalam kurun
waktu lima tahun terakhir pemerintah telah berupaya mendorong percepatan
Transformasi Usaha yaitu dari Usaha Mikro ke Usaha Kecil, dan dari usaha
kecil menjadi Usaha Menengah, selain itu mengembangkan iklim usaha yang
berpihak kepada UMKM, mengefektifkan sistem pendukung UMKM, utamanya
dalam mengakses pasar dan permodalan; Meningkatkan daya saing dan
keunggulan kompetitif UMKM serta kualitas SDM.
Hingga tahun 2010 secara kuantitas jumlah UMKM dan Koperasi aktif
di Gorontalo meningkat cukup signifkan, namun hal tersebut belum dapat
meredusir masalah pengembangannya. Tantangan kedepan dalam upaya
mengembangkan koperasi dan UMKM adalah: Penguatan peran UMKM,
Industri Kecil Menengah, & pelaku usaha lainnya; Transformasi struktural &
kultural para pelaku pasar di daerah dari pseudo-entreprenuer menjadi pure
IV-10
Rencana Kerja Pemerintah Daerah Tahun 2012
Bappeda Provinsi Gorontalo
PEMERINTAH PROVINSI GORONTALO
entreprenuer ; Memacu pertumbuhan investasi di daerah (optimalisasi
pelaksanaan Perda ttg Kemudahan Investasi dan Pergub ttg Kemudahan
Perijinan); Peningkatan peran Perbankan selaku Agent of Development guna
penguatan modal usaha; Kerjasama antar daerah untuk promosi &
pemasaran produk; Peningkatan kerjasama perdagangan regional, nasional &
internasional.
Arah kebijakan. Kebijakan pembangunan pemberdayaan koperasi dan
UMKM pada tahun 2012 adalah dengan meningkatkan iklim usaha yang
kondusif bagi koperasi dan UMKM, Mengembangkan produk dan pemasaran
bagi koperasi dan UMKM, Meningkatkan daya saing sumber daya manusia
(SDM) koperasi dan UMKM, Meningkatkan akses usaha mikro dan kecil
kepada sumber daya produktif dan Memperkuat kelembagaan koperasi.
Meningkatkan Produktifitas Pertanian dalam Arti Luas
Meningkatnya produktifitas pertanian dalam arti luas akan berdampak
positif dalam menjamin ketahanan pangan daerah. Hingga tahun 2010 (ARAM
III), produksi Jagung Gorontalo sebesar 679.168 ton dan Padi sebesar
253.563 ton produksi kedelai 3.402 ton. Meski mengalami kenaikan dari tahun
ke tahun, namun produksi Jagung dan padi Gorontalo perlu terus
ditingkatkan, terutama dalam mewujudkan produksi Jagung sebesar 1 juta
ton dan Padi 350.000 ton. Demikian halnya dengan produksi perikanan, pada
tahun 2010, produksi perikanan tangkap sebesar 72.325 ton, perikanan
budidaya 93.659 ton. Populasi ternak Sapi ditahun 2010 mencapai 252.747
ekor, populasi Kambing mencapai 118.284 ekor dan populasi unggas
mencapai
2.828.510.
Peningkatan
produksi
pertanian
dan
perikanan
disamping untuk meningkatkan pendapatan petani dan nelayan, juga untuk
peningkatan ekspor. Pada tahun 2010, total ekspor Jagung Gorontalo melalui
pelabuhan Gorontalo tahun 2010 mencapai 34.387 ton. Selain pertanian dan
perikanan, produksi peternakan juga diharapkan bisa ditingkatkan.
Arah kebijakan. Untuk tahun 2012 kebijakan peningkatan pertanian dalam
arti luas meliputi :
Peningkatan produksi dan produktivitas pangan, pertanian, perikanan, dan
kehutanan terus dilakukan untuk mendukung peningkatan ketersediaan
pangan
dan
bahan
baku
industri.
Kebijakan
ini,
ditekankan
pada
perlindungan, memperluas, dan meningkatkan kualitas sumberdaya lahan dan
irigasi; meningkatkan ketersediaan dan kualitas input produksi, terutama
IV-11
Rencana Kerja Pemerintah Daerah Tahun 2012
Bappeda Provinsi Gorontalo
PEMERINTAH PROVINSI GORONTALO
pupuk, benih/bibit, sarana dan prasarana produksi termasuk alat tangkap,
serta memperbaiki mekanisme penyalurannya, melindungi dan meningkatkan
kualitas ternak sapi produktif dalam rangka mendukung pencapaian
swasembada daging sapi dan meningkatkan dukungan penelitian, ilmu
pengetahuan, teknologi, dan teknologi terapan serta penyuluhan pertanian,
perikanan,
pemanfaatan
dan
kehutanan
lahan
budidaya
serta
optimalisasi
perikanan
dan
pengembangan
dan
mengembangkan
dan
memelihara infrastruktur pertanian, perikanan, kehutanan, dan perdesaan
seperti jalan produksi/usahatani, jalan desa, pencetakan sawah, jaringan
irigasi.
Memperluas Penciptaan Lapangan Kerja
Dalam memperluas penciptaan lapangan kerja yang luas bagi
masyarakat pemerintah menitikberatkan pada pengembangan sektor riil.
Dengan berkembangnya sektor riil maka semakin banyak tenaga kerja yang
bisa diserap, dan semakin tinggi pula nilai ekonomi yang didapatkan dari
sektor riil. Pada tahun 2010, jumlah angkatan kerja mencapai 456.499
sementara jumlah yang bekerja 432.926 orang. Itu artinya, masih terdapat
23.573 orang angkatan kerja yang tidak mendapatkan pekerjaan atau
menganggur. Jika dilihat dari lapangan pekerjaan utama maka dapat dilihat
bahwa sektor pertanian yang meraup 176.974 pekerja adalah sektor yang
masih menjadi primadona dalam mengakomodir tenaga kerja, disusul sektor
jasa kemasyarakatan 81.322 pekerja, sektor perdagangan 71.243 pekerja,
industri dan bangunan 35.228 pekerja serta sektor angkutan 33.351 pekerja
dan sektor lainnya 34.808. pekerja. Meskipun tergolong rendah, namun
upaya pengurangan jumlah pengangguran merupakan prioritas utama,
mengingat potensi peningkatan jumlah pengangguran cukup tinggi.
Dengan adanya masalah tersebut di atas, tantangan pengembangan
kesempatan tenaga kerja adalah sebagai berikut : pertama, adalah
menciptakan lapangan pekerjaan formal atau modern yang seluas-luasnya.
Oleh karena itu, juga menjadi tantangan bagi Pemerintah untuk dapat
menggairahkan iklim berusaha sehingga memiliki daya tarik bagi investor
agar berminat menanamkan modalnya di Gorontalo. Dalam hal ini diperlukan
kebijakan yang dapat memberikan iklim usaha yang kondusif. Iklim yang
kondusif di sini berarti adanya stabilitas ekonomi, termasuk politik dan
keamanan, serta biaya produksi yang rendah dan yang lebih penting lagi
IV-12
Rencana Kerja Pemerintah Daerah Tahun 2012
Bappeda Provinsi Gorontalo
PEMERINTAH PROVINSI GORONTALO
adanya kepastian hukum. Kedua adalah memberikan dukungan yang
diperlukan agar pekerja dapat berpindah dari pekerjaan dengan produktivitas
rendah ke pekerjaan dengan produktivitas tinggi. Dengan kata lain, pekerja
informal dapat secara bertahap pindah ke lapangan kerja formal. Ketiga,
meningkatkan ketrampilan para pekerja yang bekerja di lapangan kerja
informal. Dengan terbatasnya lapangan kerja formal yang tersedia, tidak
semua pekerja dapat bekerja atau berpindah ke lapangan kerja formal.
Pekerja di kegiatan informal ditingkatkan ketrampilannya yang diharapkan
dapat meningkatkan produktiftas mereka agar kesenjangan pendapatan
antara pekerja formal dan informal tidak terlalu besar.
Arah kebijakan.
Ditahun
2012
dalam
rangka
pencapaian
sasaran
ketenagakerjaan ini dilakukan dengan menerapkan strategi dan kebijakan
pada Peningkatan Kualitas dan Pengembangan Kompetensi Tenaga Kerja;
Perbaikan Iklim Ketenagakerjaan dan Penguatan Hubungan Industrial; dan
Peningkatan Fasilitasi dan Perlindungan untuk Mendukung Tenaga Kerja.
4.2 TEMA PEMBANGUNAN TAHUN 2012 DAN PENGARUSUTAMAAN
PEMBANGUNAN DAERAH
Berbagai capaian dalam pembangunan tahun 2010 dan perkiraan
capaian tahun 2011 menjadi dasar penentuan tema dalam RKPD tahun 2012
yang merupakan tahun kelima dalam RPJMD 2007 - 2012, sehingga tema
yang diambil dalam pelaksanaan RKPD 2012 adalah:
“Peningkatan Pencapaian Sasaran Pembangunan 2007 – 2012
Dalam Upaya Perluasan Pertumbuhan Ekonomi
dan Peningkatan Kesejahteraan Rakyat”
Di dalam melaksanakan pembangunan yang tertuang dalam Rencana
Kerja Pemerintah ini, terdapat 6 (enam) prinsip pengarusutamaan menjadi
landasan operasional bagi seluruh aparatur daerah, yaitu:

Pengarusutamaan
inovasi
pembangunan.
Agar
senantiasa
memikirkan, mendesain, dan melaksanakan program/kegiatan yang
inovatif. Tidak berarti selalu membuat sesuatu yang baru, tetapi
melakukan perubahan dari sesuai yang rutin akan menjadi sangat
bermakna dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Pengarusutamaan partisipasi masyarakat. Pelaksanaan berbagai
kegiatan pembangunan harus mempertimbangkan partisipasi masyarakat
dalam arti luas. Para jajaran pengelola kegiatan pembangunan dituntut
IV-13
Rencana Kerja Pemerintah Daerah Tahun 2012
Bappeda Provinsi Gorontalo
PEMERINTAH PROVINSI GORONTALO
peka terhadap aspirasi masyarakat. Dengan demikian akan tumbuh rasa
memiliki yang pada gilirannya mendorong masyarakat berpartisipasi aktif
dalam pembangunan.

Pengarusutamaan
pembangunan
pembangunan
dituntut
juga
untuk
berkelanjutan.
Pelaksanaan
mempertimbangkan
pelestarian
sumberdaya alam dan lingkungan hidup. Karena itu, program/kegiatan
yang sifatnya mengurangi, merusak dan
membatasi berfungsinya
lingkungan hidup agar dapat dieleminir.

Pengarusutamaan
tata
pengelolaan
yang
baik
(good
governance). Tata kepemerintahan yang baik melibatkan tiga pilar yaitu
penyelenggara
negara
termasuk
pemerintah,
dunia
usaha,
dan
masyarakat. Ketiga unsur tersebut harus bersinergi untuk membangun
tata kepemerintahan yang baik di lembaga-lembaga penyelenggara
negara
(good
public governance), dunia usaha (good corporate
governance) dan berbagai kegiatan masyarakat. Penerapan prinsip-prinsip
tata kepemerintahan yang baik secara konsisten dan berkelanjutan akan
menyelesaikan berbagai masalah secara efisien dan efektif serta
mendorong percepatan keberhasilan pembangunan di berbagai bidang.
Tata kepemerintahan yang baik dalam penyelenggaraan negara mencakup
lembaga eksekutif dan legislatif.

Pengarusutamaan pengurangan kesenjangan antar wilayah.
Pelaksanaan kegiatan pembangunan harus dapat dinikmati oleh seluruh
masyarakat di seluruh wilayah Indonesia secara merata. Oleh karena
masih signifikannya perbedaan pembangunan antara daerah yang sudah
relatif maju dengan daerah lainnya yang relatif masih tertinggal, maka
diperlukan intervensi dalam berbagai aspek pembangunan oleh seluruh
sektor terkait secara terpadu untuk percepatan pembangunan daerahdaerah tertinggal, yang sekaligus dalam rangka mengurangi kesenjangan
pembangunan antarwilayah.

Pengarusutamaan peningkatan kinerja
Terbangunnya tata kepemerintahan yang baik tercermin terbentuknya
birokrasi pemerintahan yang professional dan berkinerja tinggi. Karena itu,
orientasi pada output untuk diredefinisikan dan disetting ulang menjadi
berorientasi pada hasil dan manfaat.
IV-14
Rencana Kerja Pemerintah Daerah Tahun 2012
Bappeda Provinsi Gorontalo
PEMERINTAH PROVINSI GORONTALO
4.3. PRIORITAS PEMBANGUNAN TAHUN 2012
Pengurangan
kemiskinan
akan
menjadi
bingkai
utama
untuk
pembangunan tahun 2012, dan Pengembangan SDM merupakan upaya
pemerintah daerah untuk meningkatkan Indeks Pembangunan Manusia
Gorontalo (termasuk didalamnya penguatan sektor pendidikan, kesehatan dan
upaya peningkatan kesejahteraan masyarakat), yang seyogyanya ditunjang
oleh ekonomi rakyat yang dapat diandalkan secara kompetitif.
Melihat realitas permasalahan dan tantangan yang akan dihadapi
dalam
pembangunan
Gorontalo
tahun
2010
dan
perkiraan
capaian
pembangunan di tahun 2011, maka prioritas daerah tahun 2012 masih tetap
diletakkan pada :
1. Peningkatan kualitas SDM Daerah;
2 Pengurangan kemiskinan;
3. Pengembangan ekonomi rakyat melalui Revitalisasi pertanian dalam arti
luas dengan didukung infrastruktur dasar;
Dan satu prioritas yang diupayakan percepatan pengembangannya, yaitu :
4. Pengembangan UMKM dan Pariwisata.
Dalam mencapai ketiga prioritas diatas, maka penentuan program dan
kegiatan di tahun 2012 didasari pada prioritas-prioritas tersebut yang
kemudian dijabarkan pada sasaran-sasaran dibawah ini.
I. Prioritas Peningkatan Kualitas SDM
SASARAN
Sasaran yang ingin dicapai dalam prioritas I ini di tahun 2012 adalah
sebagai berikut :
1.
Meningkatnya APK PAUD/TK hingga mencapai 60%
2.
Meningkatnya partisipasi jenjang pendidikan dasar yang diukur dengan
meningkatnya angka partisipasi murni (APM) SD mencapai 98.50% dan
angka partisipasi kasar (APK) SD/MI/Paket A 121%. Meningkatnya
Angka Partisipasi Murni (APM) SMP/MTs/Paket B 75% dan APK
SMP/MTs/Paket B sebesar 99 %;
3.
Meningkatnya partisipasi jenjang pendidikan menengah yang diukur
dengan meningkatnya APK jenjang SMA/SMK/MA/Paket C setara SMA
mencapai 75 % dan APM sebesar 51%;
4.
Menekan angka buta aksara hingga tuntas;
IV-15
Rencana Kerja Pemerintah Daerah Tahun 2012
Bappeda Provinsi Gorontalo
PEMERINTAH PROVINSI GORONTALO
5.
Meningkatnya kualifikasi dan sertifikasi pendidik yang memenuhi
kualifikasi akademik dan standar kompetensi yang disyaratkan;
6.
Pengurangan
angka
putus
sekolah
SD/MI/Paket
A
0,45%,
SMP/MTs/Paket B 0,65% dan SMA/MA/SMK/Paket C 0,60%;
7.
Peningkatan pelayanan perpustakaan keliling untuk 40 Desa/sekolah;
8.
Penerapan Teknologi informasi yang on-line kerangka e-Government
yang terintegrasi hingga ke kecamatan
9.
Peningkatan TI didaerah-daerah terpencil, untuk 50 Desa;
10. Peningkatan indeks kualitas lingkungan dan status mutu air sungai lintas
provinsi;
11. Tersedianya SDM Kesehatan yang didistribusikan secara adil dan
merata :
-
Rasio dokter dengan penduduk bisa mencapai 22 : 100.000
-
Rasio bidan dengan penduduk mencapai 37 : 100.000
-
Rasio perawat dengan penduduk mencapai 110 : 100.000
-
Rasio apoteker dengan penduduk mencpai 7 : 100.000
-
Rasio tenaga kesmas dengan penduduk mencapai 25 : 100.000
-
Puskesmas yang memiliki dokter bisa mencapai 80%
-
Desa siaga yang memiliki 1 (satu) bidan Desa mencapai 65%
12. Menurunnya angka kematian ibu melahirkan menjadi 120/100.000
kelahiran hidup;
13. Menurunnya angka kematian bayi menjadi 7,5/1000 kelahiran hidup;
14. Menurunnya Prevalensi Gizi Kurang hingga mencapai 12,50%.
15. Peningkatan akses masyarakat terhadap air bersih menjadi 80%
16. Meningkatnya budaya dan prestasi olahraga, yang ditandai dengan:
a. Meningkatnya partisipasi masyarakat dalam menjadikan olahraga
sebagai gaya hidup;
b. Meningkatnya prestasi olahraga di tingkat regional dan Nasional;
c. Meningkatnya prestasi dalam Olahraga Nasional (PON) dan Pekan
Olahraga tahun 2012; dan
d. Terlaksananya kompetisi olahraga serta meningkatnya kapasitas
pelatih olahraga.
Fokus Pembangunan
Fokus pembangunan dalam prioritas I diimplementasikan untuk :
1. Mengupayakan peningkatan dan perluasan akses pendidikan;
2. Mengupayakan peningkatan mutu dan relevansi pendidikan
Rencana Kerja Pemerintah Daerah Tahun 2012
IV-16
Bappeda Provinsi Gorontalo
PEMERINTAH PROVINSI GORONTALO
3. Memperluas jangkauan pelayanan kesehatan masyarakat.
II. Prioritas Pengurangan Kemiskinan
SASARAN
Sasaran utama dari prioritas ini untuk tahun 2012 diarahkan pada
penurunan persentase penduduk miskin hingga mencapai 17 – 19,5 %.
Untuk itu dalam menunjang sasaran tersebut dilakukan beberapa upaya
pencapaiannya yaitu :
1. Pemenuhan salah satu kebutuhan dasar RTM khususnya Papan
(Mahyani) hingga 100 Unit;
2. Pengembangan Kecamatan Inovasi Terpadu Mandiri (KITM);
3. Peningkatan kesejahteraan sosial dan ekonomi masyarakat miskin yaitu
penciptaan Wira Usaha Baru bagi KK Miskin;
4. Pasar Murah untuk menjaga daya beli dan kebutuhan pangan
masyarakat miskin;
5. Peningkatan pengelolaan dan air limbah dan penyediaan air bersih bagi
masyarakat miskin;
6. Meningkatnya pelayanan kesehatan bagi keluarga miskin secara CumaCuma;
7. Peningkatan Sanitasi dan penyehatan lingkungan;
8. Peningkatan pemberdayaan fakir miskin dan Komunitas adat tertinggal
(KAT);
9. Peningkatan pelayanan dan rehabilitasi kesejahteraan sosial;
10. Beasiswa bagi siswa miskin;
11. Penyediaan Lahan Pertanian untuk Masyarakat Miskin;
12. Penyediaan Bibit rumput laut untuk masyarakat miskin;
13. Pembagian tabungan sapi kepada masyarakat miskin;
14. Pemberian bantuan operasional bagi siswa miskin lewat “Semua Bisa
Sekolah” (SBS);
15. Penyediaan Sumur Bor;
16. Penataan lingkungan kecamatan IPM rendah;
17. Pemanfaatan Teknologi tepat guna bagi masyarakat miskin;
18. Peningkatan pelayanan angkutan darat perintis pada daerah lintasan
terpencil, 2 lintasan;
19. Meningkatkan ketrampilan kerja masyarakat miskin.
IV-17
Rencana Kerja Pemerintah Daerah Tahun 2012
Bappeda Provinsi Gorontalo
PEMERINTAH PROVINSI GORONTALO
Fokus Pembangunan
Pada prioritas II ini, pembangunan yang dilakukan difokuskan pada upaya
untuk :
1. Meningkatkan pemenuhan kebutuhan pangan masyarakat miskin;
2. Membuka peluang berusaha secara ekonomis masyarakat miskin;
3. Meningkatkan layanan dasar bagi masyarakat miskin;
4. Mengupayakan
langkah-langkah
konkret
dalam
memberikan
perlindungan sosial bagi masyarakat miskin dengan kategori sangat
miskin.
III. Pengembangan Ekonomi Rakyat, Revitalisasi Pertanian Dalam Arti
Luas Dengan Didukung Infrastruktur Dasar
SASARAN
Sasaran yang ingin dicapai dalam prioritas III ini ditahun 2012 adalah
sebagai berikut :
1. Menurunnya tingkat pengangguran terbuka hingga mencapai 3,5 – 4 %;
2. Penyediaan tenaga kereja yang kompetitif sebanyak 750 orang;
3. Peningkatan nilai investasi sebesar 5%;
4. Meningkatnya Jumlah Investor PMA dan PMDN masing-masing 4 dan 6
Investor;
5. Pada sector perikanan dan kelautan tahun 2012, yaitu:
-
Peningkatan produksi perikanan tangkap hingga mencapai
88.567
Ton;
-
Meningkatnya produksi budidaya ikan dan rumput laut sebesar
196.851 Ton;
-
Peningkatan pendapatan nelayan dan pembudidaya ikan hingga ratarata mencapai Rp. 1.804.012;
-
Meningkatnya ekspor dan antar pulau hasil perikanan hingga
mencapai 36.070 Ton;
-
Peningkatan konsumsi ikan perkapita pertahun (kg/kpt/th) hingga
mencapai 46.79 kg.
6. Peningkatan produksi jagung sebesar 1.076.900 ton;
7. Peningkatan produksi padi hingga mencapai 287.493 ton (GKG);
8. Peningkatan populasi ternak sapi dan produksi daging;
9. Pembangunan jalan Jembatan 99,62 KM;
IV-18
Rencana Kerja Pemerintah Daerah Tahun 2012
Bappeda Provinsi Gorontalo
PEMERINTAH PROVINSI GORONTALO
10. Pemeliharaan jalan Jembatan 50,27 KM;
11. Pembangunan sarana dan prasarana untuk pemukiman sederhana sehat
untuk 5 Kawasan (Kecamatan ber IPM rendah);
12. Pembangunan jaringan irigasi, rawa dan jaringan pengairan lain,
sepanjang 2300 M;
13. Pemeliharaan jaringan irigasi, rawa dan jaringan pengairan lain,
sepanjang 4800 M;
14. Pembangunan Infrastruktur pedesaan untuk 8 kawasan;
15. Pengembangan wilayah strategis dan cepat tumbuh, 1 kawasan;
16. Pelabuhan anggrek sebagai pelabuhan cargo International (Kelengkapan
fasilitas utama dan penunjang pelabuhan mencapai 100 %);
17. Bandara Jalaluddin sebagai Bandara Embarkasi Haji (Kelengkapan
fasilitas utama dan penunjang Bandara sebagai syarat menjadi
embarkasi Haji mencapai 100%);
18. Meningkatnya produktifitas bongkar muat udara dari > 1 jam menjadi <
30 menit per pesawat;
19. Meningkatnya produktifitas bongkar muat laut dari 600 ton/hari/group
menjadi 850 ton/hari/group;
20. Peningkatan produk industry kayu dan hasil hutan menjadi 42 industri
kayu;
21. Peningkatan usaha kehutanan yang menerapkan pola kemitraan
(PUMSHP,HTR) menjadi 6 lokasi;
22. Peningkatan pemanfaatan energy baru terbarukan;
23. Rehabilitasi Hutan dan lahan;
24. Penurunan Ilegal Loging hingga mencapai 75 M3;
25. Penurunan luasan enceng gondok di Danau Limboto;
26. Percepatan Pembangunan dan Pertumbuhan Ekonomi Masyarakat di
Kawasan KTM.
Fokus Pembangunan
Pencapaian prioritas III diharapkan dari sinergitas sektor-sektor terkait
dengan fokus pada hal-hal sebagai berikut :
1. Dibuka peluang untuk melakukan upaya perluasan kesempatan kerja
dan peningkatan kualitas tenaga kerja
2. Peningkatan produksi pertanian dalam arti luas dan
3. Melakukan pengembangan pembangunan infrastruktur daerah.
IV-19
Rencana Kerja Pemerintah Daerah Tahun 2012
Bappeda Provinsi Gorontalo
PEMERINTAH PROVINSI GORONTALO
4. Mengupayakan peningkatan daya tarik investasi dalam dan luar negeri
IV. Pengembangan UMKM dan Pariwisata
Sasaran
Sasaran yang ingin dicapai dalam prioritas keempat ini adalah :
1.
Peningkatan Jumlah UMKM menjadi 100.000;
2. Peningkatan jumlah IKM menjadi 11.000;
3. Penciptaan Koperasi aktif hingga mencapai 1000 koperasi;
4. Peningkatan Realisasi KUR dengan nilai kredit mencapai 225 Milyar
Rupiah;
5. Peningkatan jumlah nasabah yang memperoleh KUR hingga mencapai
30.000 orang;
6. Meningkatnya volume ekspor dan nilai ekspor produk unggulan
Gorontalo;
7. Penataan dan pengembangan objek wisata;
8. Meningkatnya kunjungan wisata domestik dan mancanegara 15 % dari
tahun sebelumnya.
Fokus Pembangunan
Pencapaian prioritas IV diharapkan dari hal-hal sebagai berikut :
1. Peningkatkan daya saing UMKM, koperasi dan industri daerah.
2. Menigkatkan kualitas dan kuantitas UMKM, Koperasi dan Industri daerah.
3. Mengupayakan meningkatnya pariwisata daerah.
IV-20
Rencana Kerja Pemerintah Daerah Tahun 2012
Bappeda Provinsi Gorontalo
PEMERINTAH PROVINSI GORONTALO
IV-21
Rencana Kerja Pemerintah Daerah Tahun 2012
Bappeda Provinsi Gorontalo
PEMERINTAH PROVINSI GORONTALO
IV-22
Rencana Kerja Pemerintah Daerah Tahun 2012
Bappeda Provinsi Gorontalo
PEMERINTAH PROVINSI GORONTALO
IV-23
Rencana Kerja Pemerintah Daerah Tahun 2012
Bappeda Provinsi Gorontalo
PEMERINTAH PROVINSI GORONTALO
IV-24
Rencana Kerja Pemerintah Daerah Tahun 2012
Bappeda Provinsi Gorontalo
PEMERINTAH PROVINSI GORONTALO
Prioritas II : Pengurangan kemiskinan
Fokus Pembangunan
5. Meningkatnya pemenuhan
kebutuhan
pangan
masyarakat miskin
peluang
berusaha secara ekonomis
masyarakat miskin,
1. Pemenuhan salah satu kebutuhan
1. Tersedianya Ruma
dasar RTM khususnya Papan
yang layak bagi RT
2. Bantuan modal us
2. Peningkatan kesejahteraan sosial dan
ekonomi masyarakat miskin
bagi wira usaha ba
3. Jumlah KK yang
3. Terbukanya akses cakupan baru air
7. Meningkatnya
layanan
bagi
Indikator
(Mahyani)
6. Membuka
dasar
Key Performance
Sasaran
minum
memperoleh akses
minum
masyarakat
miskin
8. Mengupayakan
langkah
langkah-
konkret
memberikan
dalam
perlindungan
sosial
bagi
masyarakat
miskin
dengan
kategori
sangat miskin.
Prioritas III : Pengembangan ekonomi rakyat, Revitalisasi pertanian
dalam arti luas dengan didukung infrastruktur dasar .
Fokus Pembangunan
5.
Mengupayakan
peningkatan
investasi
daya
dalam
dan
1. Menurunnya
tarik
pengangguran 1. Jumlah Angkatan
terbuka
yang tidak bekerja
dan UKM
UKM
Diarahkan pula untuk 3. Meningkatnya ekspor produk unggulan 3. Produksi ekspor
meningkatkan
daya
saing
koperasi dan industri daerah
7.
tingkat
Indikator
luar 2. Pemberdayaan dunia usaha, koperasi 2. Perkembangan IK
negeri
6.
Key Performa
Sasaran
Mengupayakan
meningkatnya
pariwisata daerah
intensitas
Gorontalo
4. Peningkatan produksi perikanan tangkap 4. Produksi perikana
5. Meningkatnya produksi budidaya ikan
dan rumput laut
tangkap
5. Produksi budidaya
6. Peningkatan produksi jagung
IV-25
Rencana Kerja Pemerintah Daerah Tahun 2012
Bappeda Provinsi Gorontalo
PEMERINTAH PROVINSI GORONTALO
8.
Dibuka peluang untuk 7. Peningkatan produksi padi
6. Junlah Produksi Ja
melakukan upaya perluasan 8. Peningkatan populasi ternak sapi
7. Jumlah Produksi P
kesempatan
8. Jumlah populasi S
kerja
dan
peningkatan kualitas tenaga 9. Pembangunan jalan provinsi
kerja
9.
9. Terbangunnya jala
Peningkatan
produksi 10. Peningkatan Jalan Provinsi
provinsi
pertanian dalam arti luas dan 11. Pembangunan Jalan akses Agropolitan
10.
10. Ruas jalan yang d
Melakukan
11. panjang Ruas jala
pengembangan
sentra-sentra prod
pembangunan
infrastruktur 12. Pembangunan Jalan Nasional
jagung yang diban
daerah.
12. Ruas jalan Nasion
13. Pemeliharaan jalan provinsi rutin dan
berkala
dibangun
13. Ruas jalan Provins
14. Pemeliharaan Jalan Nasional
mendapat perbaik
14. Ruas jalan Nasion
15. Pembangunan kanal pencegah banjir
di perbaiki
15. Terbangunnya Ka
16. Tertatanya
prasarana
dan
sarana
pemukiman
pencegah banjir
16. Kecamatan IPM R
17. Pengembangan jaringan irigasi, rawa
dan jaringan pengairan lain
17. Beroperasi dan
terpeliharanya jar
18. Pelayanan Transportasi Murah, mudah
dan cepat
irigasi
18. Beroperasinya sar
transportasi mura
19. Pelayanan Telkom sampai ke ibukota
kecamatan
kedaerah terpenci
19. Daerah layanan
20. Peningkatan fasilitas LLAJ
telekomunikasi
20. Menurunnya angk
21. Pelabuhan anggrek sebagai pelabuhan
cargo International
kecelakaan lalu lin
21. Kelengkapan fasili
utama dan penun
22. Bandara
Jalaluddin
sebagai
Bandara
Embarkasi Haji
pelabuhan
22. Kelengkapan fasili
utama dan penun
23. Mewujudkan Gorontalo sebagai destinasi
IV-26
Bandara
Rencana Kerja Pemerintah Daerah Tahun 2012
Bappeda Provinsi Gorontalo
PEMERINTAH PROVINSI GORONTALO
baru tujuan pariwisata
23. Meningkatnya kun
wisata domestik d
24. Percepatan
Pembangunan
dan
mancanegara
Pertumbuhan Ekonomi Masyarakat di
24. Terbangunnya pas
Kawasan KTM
modern dan pasar
IV-27
Rencana Kerja Pemerintah Daerah Tahun 2012
Bappeda Provinsi Gorontalo
PEMERINTAH PROVINSI GORONTALO
BAB V
KAIDAH PELAKSANAAN
Prinsip-prinsip perencanaan dan penganggaran wajib diterapkan oleh
seluruh SKPD dalam pelaksanaan kegiatannya dalam pencapaian sasaran programprogram yang tertuang didalam RKPD ini, disamping itu keterpaduan dan
sinkronisasi antara satu SKPD dengan SKPD lain akan menjadi hal yang sangat
essensial dalam penjabaran Rencana Kerja Pemerintah Daerah tahun 2012 ini.
Sehingga bagi SKPD dalam implementasinya harus memperhatikan beberapa hal
sebagai berikut :
1. Sasaran pembangunan tahun 2012.
2. Fokus dan Program Prioritas tahun 2012 (yang diderivasi ke dalam 4 Prioritas
Pembangunan tahun 2012).
3. Sasaran dan Program Utama SKPD, yang menjadi lampiran dari RKPD 2012 ini.
4. Indikasi Pagu Anggaran SKPD,
yang menjadi lampiran dalam RKPD tahun
2012 ini.
RKPD Tahun 2012 ini memuat matriks program dan kegiatan. Beberapa hal
yang harus diperhatikan oleh SKPD, adalah sebagai berikut :
1. RKPD tahun 2012 menjadi acuan utama dalam penyusunan KUA dan PPAS
serta RAPBD tahun 2012.
2. RKPD tahun 2012 menjadi acuan dalam finalisasi Renja SKPD tahun 2012.
3. Renja SKPD 2012 menjadi acuan dalam penyusunan RKA SKPD.
4. Renja SKPD yang telah dibahas dalam Musrenbangda 2010, menjadi lampiran
Matriks RKPD tahun 2012. Karena itu, dengan tidak mengurangi urgensi tupoksi
SKPD, maka acuan asistensi RKA sekaligus RAPBD 2012 seluruhnya berpatokan
pada
hasil
Musrenbangda
2011.
Artinya,
usulan
program/kegiatan
Musrenbangda 2011 akan menjadi prioritas utama dalam RAPBD 2012.
Sangat disadari bahwa pencapaian sasaran pembangunan tahun 2012 tidak
akan dapat direalisasikan hanya dengan APBD saja, karena itu support yang lebih
besar diharapkan melalui usulan pendanaan melalui dekonsetrasi dan tugas
pembantuan (UP-SKPD). Karena itu, seluruh SKPD dapat menindaklanjuti
pembahasan
UP-SKPD
dengan
Kementrian
dan
Lembaga
terkait
untuk
mendapatkan dukungan pembiayaan dalam rangka pencapaian sasaran masingmasing unit kerja.
Disamping itu, dalam rangka sinkronisasi program antara
Kabupaten/Kota dan Provinsi, maka RKPD Provinsi Gorontalo merupakan acuan
Kabupaten/Kota dalam menyusun RKPD.
V-1
Rencana Kerja Pemerintah Daerah Tahun 2012
Bappeda Provinsi Gorontalo
PEMERINTAH PROVINSI GORONTALO
V-2
Rencana Kerja Pemerintah Daerah Tahun 2012
Bappeda Provinsi Gorontalo
PEMERINTAH PROVINSI GORONTALO
BAB VI
PENUTUP
Rencana Kerja Pembangunan Daerah (RKPD) Provinsi Gorontalo
Tahun
2012 merupakan formulasi kebijakan dari penjabaran RPJMD Tahun 2007-2012,
dan mengacu pada RKP Nasional. RKPD ini memuat rancangan kerangka ekonomi
Daerah, prioritas pembangunan Daerah, rencana kerja, dan pendanaannya, baik
yang dilaksanakan langsung oleh permerintah maupun yang ditempuh dengan
mendorong partisipasi masyarakat. Sehingga, RKPD 2012 menjadi sangat penting
karena menjadi dasar dan acuan pelaksanaan program/kegiatan untuk tahun 2012
dalam pencapaian agenda dan sasaran dalam RPJMD.
Dalam implementasinya, RKPD ini perlu dukungan berupa pemberian
masukan
dan
monitoring
dalam
pengendalian
program
dan
kegiatan.
Pembangunan tahun 2012 adalah tugas yang harus dilaksanakan bersama demi
mencapai tujuan dan hasil pembangunan yang optimal. Hanya dengan demikian
maka seluruh capaian hasil pembangunan akan dapat menghantarkan penduduk
dan masyarakat Gorontalo menuju kemandirian dengan kesejahteraan yang lebih
tinggi.
Selain itu, kemampuan pembiayaan juga menjadi salah satu penentu
terhadap kelancaran seluruh rencana pembangunan kedepan. Disamping hal itu,
dukungan politik dari Dewan Perwakilan Rakyat menjadi syarat mutlak dari pada
pelaksanaan RKPD tahun 2012.
RKPD tahun 2012 ini, disadari belum dapat mengakomodir segala
kebutuhan dan permasalahan yang ada di daerah, namun dapat dipastikan bahwa
RKPD ini telah melalui penilaian, pertimbangan dan perumusan yang sangat
objektif dan rasional berdasarkan prinsip – prinsip perencanaan dan penganggaran
sehingga
diharapkan
muaranya
berakhir
pada
peningkatan
kesejahteraan
masyarakat secara absolut.
GUBERNUR GORONTALO
GUSNAR ISMAIL
VI-1
Rencana Kerja Pemerintah Daerah Tahun 2012
Bappeda Provinsi Gorontalo
V. PRIORITAS PENUNJANG LAINNYA
PRIORITAS DAERAH
PROGRAM/KEGIATAN
1
INDIKATOR
SASARAN/HASIL (PROG)
2
OUTPUT (KEGIATAN)
3
RENCANA TINGKAT
CAPAIAN OUTPUT
5
LOKASI
7
PAGU (Rp.000)
2011
6
I. DIKPORA
Pendukung Kegiatan
1
Peningkatan Sarana Prasarana Aparatur
1 Peningkatan Sarana dan Prasarana
Perkantoran Politeknik
Tersedianya Sarana dan Prasarana
Perkantoran
Tersedianya Sarana dan
Prasarana
1 Keg
Desa Panggulo, Kec.
Botupingge
TOTAL DIKPORA
4,500,000.00
4,500,000
II. Dinas Kesehatan
Penunjang Kegiatan
2
Program Peningkatan Adminstrasi
Perkantoran
2
3
Pelayanan Jasa Administrasi Perkantoran
Peningkatan Pelayanan
Terselenggaranya pelayanan
(01.01)
Administrasi Perkantoran
administrasi perkantoran pada
Dinas Kesehatan Provinsi
Gorontalo
100%
Provinsi
1,156,420.00
Peningkatan Sarana dan Prasarana aparatur
Peningkatan Sarana dan Prasarana
(02.01)
perkantoran
Terselenggaranya peningkatan
100%
Provinsi
1,262,150.00
saran dan prasarana
perkantoran pada Dinas
Kesehatan Provinsi Gorontalo
Terselenggaranya peningkatan
Peningkatan Sarana dan Prasarana aparatur
Peningkatan Sarana dan Prasarana
100%
Provinsi
450,000.00
100%
Provinsi
368,200.00
100%
Provinsi
150,000.00
Peningkatan Sarana dan Prasarana
Aparatur
3
4
4
perkantoran
saran dan prasarana
perkantoran pada UPTD
Bapelkesman Provinsi
Gorontalo
Bimtek Implementasi Peraturan Perundang -
Peningkatan pengetahuan aparatur
Terselenggaranya Bimtek
undangan
dalam implementasi peraturan
perundang - undangan
Implementasi Peraturan
Perundang - undangan
Penyusunan Anggaran dan laporan
Tersedianya 1 dokumen lporan
Terlaksanya kegiatan bimtek
keuangan SKPD (06.01)
keuangan APBD semester dan
tahunan
penyusunan laporan keuangan
APBD semesteran dan tahunan
berdasarkan SAK tahun 2012
Peningkatan Kapasitas Sumber Daya
Aparatur
5
5
Program Peningkatan Sistem
Pelaporan Capaian Kinerja dan
Keuangan
6
PRIORITAS DAERAH
PROGRAM/KEGIATAN
1
I. DIKPORA
7
6
INDIKATOR
SASARAN/HASIL (PROG)
2
OUTPUT (KEGIATAN)
3
Rakor pelaksanaan anggaran pembangunan
Adanya sinkronisasi pelaksanaan
Tersedianya Petunjuk
kesehatan tahun 2011
APBD dan APBN antara provinsi
dan kab/ kota tahun 2011
Operasional Kegiatan (POK)
pelaksanaan anggaran
pembangunan kesehatan tahun
2012
Terlaksananya penyusunan Renja
Tersedianya Dokumen
SKPD Kesehatan 2013
Perencanaan Kesehatan 2013
Tersedianya informasi kesehatan
Tersedianya Website Dinas
RENCANA TINGKAT
CAPAIAN OUTPUT
5
LOKASI
7
PAGU (Rp.000)
2011
6
100%
Provinsi
150,000.00
100%
Provinsi
159,901.00
100%
Provinsi
87,500.00
100%
Provinsi
187,590.00
100%
Jakarta
88,000.00
Makassar
150,000.00
Program Standarisasi Pelayanan
Kesehatan
8
9
Penyusunan Renja SKPD Bidang Kesehatan
Pengembangan Informasi & Teknologi (IT)
Dinas Kesehatan Provinsi Gorontalo
10
11
12
13
14
15
Rapat Kerja Kesehatan Daerah Tahun 2012
Sinkronisasi Program
Tersedianya Dokumen
Pembangunan Kesehatan di
Provinsi Gorontalo
Kesepakatan Pembangunan
Kesehatan Provinsi Gorontalo
Pelatihan Teknis Pengelola SIK
Terlatihnya tenaga pengelola SIK
Tersedianya tenaga pengelola
Pelatihan Learning Organization
Provinsi
terlatihnya tenaga kesehatan dan
SIK Provinsi
Terlaksananya konsep LO bagi
pengelola program
bidan & pengelola program
100%
Pelatihan UPPD Kabupaten/Kota
Terlaksananya pelatihan UPPD
tahun 2012
tahun 2012 thp tenaga perencanaan
Tersedianya dokumen usulan
100%
Gorontalo
74,000.00
Operasional Badan Pertimbangan
Terlaksanannya Kajian analisis
pendanaan Kab/Kota melalui
UPPD tahun 2012
tersedianya dokumen usulan
100%
Gorontalo
150,000.00
Kesehatan Provinsi Gorontalo
kebijakan kesehatan Provinsi
Gorontalo
Terlaksananya kegiatan
pertimbangan kebijakan
kesehatan Prov.Gorontalo
Kegiatan dilaksanakan
100%
Provinsi
250,000.00
Pembekalan & Pembinaan Teknis
Bagi dr/drg dan Bidan PTT Pusat
Terlaksananya kegiatan Registrasi,
sebanyak 3 kali periode (April,
Juni dan September)
Meningkatnya jumlah dan jenis
100%
Provinsi
250,000.00
Lanjutan Pembangunan Bapelkesda Prov.
Uji Kompetensi serta Sertifikasi
Tenaga Kesehatan sesuai Standar
Nasional
Terbangunnnya Bapelkesda
Nakes yang memperoleh Surat
Tanda Registrasi (STR) sampai
50 %
Bangunan Fisik Bapelkesda
100%
Kab. Gorontalo
750,000.00
Gorontalo
Gorontalo
Gorontalo mencapai 80 %
Pengadaan Alat Pengolah Data Bapelkesda
Tersedianya Alat Pengolah Data
Tersedianya Alat Pengolah
100%
Provinsi
75,000.00
Pembekalan & Pembinaan Teknis Bagi
dr/drg dan Bidan PTT Pusat
16
Operasionalisasi Majelis Tenaga Kesehatan
Provinsi (MTKP) Gorontalo
17
18
Kesehatan Provinsi Gorontalo
PRIORITAS DAERAH
INDIKATOR
PROGRAM/KEGIATAN
SASARAN/HASIL (PROG)
2
1
I. DIKPORA
19
20
7
OUTPUT (KEGIATAN)
3
RENCANA TINGKAT
CAPAIAN OUTPUT
5
LOKASI
7
PAGU (Rp.000)
2011
6
Prov. Gorontalo
Pengadaaan Mobelair Bapelkesda Prov.
Bapelkesda Gorontalo
Tersedianya Mobelair Bapelkesda
Data Bapelkesda Gtlo 50 %
Tersedianya Mobelair
100%
Kab. Gorontalo
50,000.00
Gorontalo
Operasionalisasi Kelompok Kerja (POKJA)
PPDS/PPDGS Prov. Gorontalo
Prov. Gorontalo
Kelompok Kerja (POKJA) dapat
Bapelkesda Prov. Gtlo 50 %
Peserta PPDS/PPDGS lulus
100%
Provinsi
40,000.00
aktif melakukan rekrutmen
PPDS/PPDGS sesuai dengan
Ketentuan Kemkes RI
seleksi administrasi di Kemkes
100 %
Peningkatan Pelayanan
Terselenggaranya pelayanan
100%
Provinsi
300,000.00
Administrasi Perkantoran
administrasi perkantoran pada
UPTD Bapelkesman Provinsi
Gorontalo
Program Peningkatan Sarana dan
Prasarana Perkantoran
21 Pelayanan Jasa Administrasi Perkantoran
TOTAL DINAS KESEHATAN
6,148,761
III. Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi
8
Program Peningkatan Sarana dan
Meningkatnya pelayanan publik
Prasaran Perkantoran
bidang ketenagakerjaan dan
ketransmigrasian
22
9
Pembangunan Gedung Kantor Dinas
Tenaga Kerja dan Transmigrasi Provinsi
Gorontalo Tahap I
Program Peningkatan Koordinasi
Gedung Kantor Dinas Tenaga
Kerja dan Transmigrasi Provinsi
Gorontalo
Meningkatnya pelayanan
Perencanaan
perencanaan, penyusunan program
40% Kota Gorontalo
1,500,000.00
serta evaluasi dan pelaporan di
bidang ketenagakeraan dan
ketransmigrasian
23
10
Koordinasi dan Sinkronisasi Program Pusat
dan Daerah dalam Perencanaan dan Monev
Program Pelayanan Administrasi
Meningkatnya sistem pelayanan
Perkantoran
administrasi perkantoran
24 Pelayanan Jasa Administrasi Perkantoran
11
Program Peningkatan Kapasitas
Meningkat Kapasitas Sumberdaya
Sumber Daya Aparatur
Aparatur
25
Peningkatan Kapasitas Sumber Daya
Rapat Koordinasi Perencanaan
1 kegiatan, Rapat teknis,
Konsultasi dan Koordinasi
terkait program dan kegiatan
100%
400,000.00
Jasa administrasi perkantoran
100%
800,000.00
Pelatihan, Diseminasi, Forum
100%
225,000.00
PRIORITAS DAERAH
INDIKATOR
PROGRAM/KEGIATAN
SASARAN/HASIL (PROG)
2
1
I. DIKPORA
OUTPUT (KEGIATAN)
3
Aparatur (Pelatihan, Diseminasi, Forum
Perencanaan, Sosialiasi,
Perencanaan, Sosialiasi, Workshop dan
Workshop dan Bimtek
RENCANA TINGKAT
CAPAIAN OUTPUT
5
LOKASI
7
PAGU (Rp.000)
2011
6
Bimtek)
12
Program Peningkatan
Meningkatnya sistem pelayanan
Pengembangan Sistem Keuangan
keuangan
26 Penyusunan Anggaran dan Laporan
Laporan keuangan 1 dokumen,
Keuangan
100%
150,000.00
RKA, dan laporan realisasi
keuangan
TOTAL DINAS TENAGA KERJA DAN TRANSMIGRASI
3,075,000
IV. Dinas Pekerjaan Umum
13
Program Peningkatan Pengembangan Sistim
Pelaporan Capaian Kinerja dan Keuangan
27
14
90%
150,000.00
90%
756,145.00
Meningkatnya Prasana dan Sarana Aparatur Sarana dan Prasarana Perkantoran
Yang Memadai
90%
1,004,471.00
Tersusunya Tata Kelola Administrasi dengan Pengelolaan Administrasi yang Terpadu
Baik
90%
436,852.00
Meningkatnya Kinerja Pelayanan
90%
Keuangan SKPD
Program Peningkatan Aparatur SDM
28
15
Penyusunan Anggaran dan Laporan
Bimtek Peningkatan Kompetensi Aparatur
Meningkatnya SDM Aparatur yang
Berkompoten
Aparatur yang handal dan berkompoten
dalam bidangnya
Program Peningkatan Sarana Dan
Prasarana Aparatur
29
Peningkatan Sarana Dan Prasarana
Perkantoran
16
Program Pelayanan Administrasi
Perkantoran
30
17
Pelayanan Jasa Administrasi Perkantoran
UPTD LAB
Program Peningkatan UPTD
UPTD Lab. Terhadap
Pelayanan dan Pemahaman
Masyarakat Usaha Jasa
Konstruksi
31 Peningkatan Sarana dan Prasarana Aparatur
Tersedianya Fasilitas
500,000.00
UPTD
32 Peningkatan Kompetensi Laboratorium
Penunjang Kerja
Tersedianya Fasilitas
3,500,000.00
Penunjang Kerja
33 Pembinaan dan Pengawasan quality Kontrol
Terwujudnya pemahaman
1,000,000.00
PRIORITAS DAERAH
PROGRAM/KEGIATAN
1
I. DIKPORA
INDIKATOR
SASARAN/HASIL (PROG)
2
Pekerjaan Konstruksi
Konstruksi
PERENCANAAN
Program Perencanaan dan Pengawasan
Pembangunan Daerah
35 Survey Pengukuran dan Pemetaan
unan Infrastruktur Ke PU-an
LOKASI
7
PAGU (Rp.000)
2011
6
1,500,000.00
masyarakat usaha Jakon dalam
regulasi manajemen pelak.
Konstruksi
Tersusunnya Rencana Kerja
90%
Program Infrastruktur PU TA 2012
yang sinergis dan terpadu
36 Monitoring, Evaluasi dan Pelaporan
37 Perencanaan dan Pengawasan Pembang,
RENCANA TINGKAT
CAPAIAN OUTPUT
5
masyarakat usaha Jakon dalam
regulasi manajemen pelak.
Konstruksi
Terwujudnya pemahaman
34 Pengembangan Masyarakat Usaa Jasa
18
OUTPUT (KEGIATAN)
3
Dokumen Hasil Survey
605,280.00
Tersusunya Laporan Evaluasi Program
Kegiatan
297,700.00
Master Plan Drainase Kab.
Dokumen Perencanaan dan
Gorontalo
Terkontrolnya Kualitas dan
2,827,240.00
Kab. Gorontalo
50,000.00
38 Peningkatan Kinerja Penyusunan Program
Kuantitas Pelaksanaan
Konstruksi
Dokumen Perencanaan 2012
189,995.00
39 Koordinasi Perencanaan dan Sinkronisasi
Terkoordinsinya Program dan
253,435.00
Program Pembangunan Infrastruktur
kegiatan Bidang PU antar
Forum Bina Marga
Forum Sumber Daya Air
Forum Cipta Karya
Kab/Kota, Provinsi dengan
Pemerintah Pusat
TOTAL DINAS PEKERJAAN UMUM
13,071,118.00
V. Dinas Perhubungan dan Pariwisata
19 Program Pembangunan Prasarana
dan Fasilitas Perhubungan
40 Koordinasi dalam Pembangunan
Prasarana dan Fasilitas Perhubungan
41 Monitoring, Evaluasi dan Pelaporan
Terbangunnya koordinasi
dalam pembangunan sarana
dan fasilitas perhubungan dan
pariwisata
20 Program Pelayanan Administrasi
Perkantoran
42 Penunjang Operasional Kantor
Meningkatnya pelayanan
kantor
21 Program Peningkatan Sarana dan
Meningkatnya kinerja aparatur
Koordinasi program ke pusat
100%
Prov. Gorontalo
600,000.00
Monitoring dan evaluasi
program/kegiatan
100%
Prov. Gorontalo
30,000.00
Barang habis pakai kantor
100%
Prov. Gorontalo
550,000.00
PRIORITAS DAERAH
INDIKATOR
PROGRAM/KEGIATAN
SASARAN/HASIL (PROG)
2
1
I. DIKPORA
Prasarana Aparatur
43 Pengadaan Perlengkapan Kantor
44 Pembangunan dan Rehabilitasi Gedung
termasuk Jalan Lingkungan Kantor
Dishubpar termasuk Supervisi
22 Program Peningkatan Pengembangan
Sistem Pelaporan Capaian Kinerja dan
Keuangan
45 Penyusunan Anggaran dan Laporan
Keuangan SKPD
OUTPUT (KEGIATAN)
3
RENCANA TINGKAT
CAPAIAN OUTPUT
5
LOKASI
7
PAGU (Rp.000)
2011
6
Perlengkapan kantor
Gadung kantor dishubpar
100%
100%
Prov. Gorontalo
Prov. Gorontalo
150,000.00
1,000,000.00
RKA SKPD dan Laporan
Keuangan Dinas
100%
Prov. Gorontalo
150,000.00
Pelayanan administrasi
keuangan yang efektif
2,480,000.00
TOTAL DINAS PERHUBUNGAN DAN PARIWISATA
VI. Dinas Peternakan dan Perkebunan
Prog. Peningkatan Ketahanan Pangan
(Pertanian/Perkebunan)
46 Keg. Penyusunan Data Statistik Pertanian
Perencanaan yang Akuntabel
Prog. Peningkatan Sarana & Prasarana
Meningkatnya Akuntabilitas Kinerja
Adanya Sarana Penunjang
Aparatur
47 Keg. Peningkatan Sarana & Prasarana
Perkantoran
Aparatur
Aparatur
25
Prog. Pelayanan Administrasi
Perkantoran
48 Keg. Pelayanan Jasa Administrasi
Perkantoran
Terlaksananya Pengelolaan
Administrasi Perkantoran yang
Akuntabel
26
Prog. Peningkatan Sarana & Prasarana
Aparatur
49 Keg. Peningkatan Sarana & Prasarana
Perkantoran
Prog. Peningkatan Pengembangan
Sistem Pelaporan Capaian Kinerja &
23
24
27
Adanya Data & Dokumen
Perencanaan
100%
Provinsi Gorontalo
650,000.00
100%
Provinsi Gorontalo
350,000.00
Tertibnya Administrasi Jasa
Perkantoran
100%
Provinsi Gorontalo
985,000.00
Tersedianya Sarana & Prasarana
Peningkatan Jalan Usaha Tani
100%
5 Kabupaten
500,000.00
Penunjang Kegiatan Pertanian
2,5 KM di 5 Kabupaten
Tertibnya Administrasi Keuangan
Terlaksananya Pengelolaan
Keuangan Yang Akuntabel
100%
Provinsi Gorontalo
300,000.00
Diklat Teknis Perencana dan
Statistik
Keuangan
50 Keg. Penyusunan Anggaran & Laporan
Keuangan SKPD
TOTAL DINAS PETERNAKAN DAN PERKEBUNAN
2,785,000.00
PRIORITAS DAERAH
INDIKATOR
PROGRAM/KEGIATAN
SASARAN/HASIL (PROG)
2
1
I. DIKPORA
VII.
Dinas Kehutanan dan Pertambangan
28
Program Pemanfaatan Potensi Sumber
Daya Hutan
51
30
Master plan penataan hutan tingkat provinsi
2013-2017
Program Peningkatan Sarana &
Prasarana Perkantoran
53 Peningkatan Sarana & Prasarana
Perkantoran
Program Pelayanan administrasi
perkantoran
Penyebaran Peta Kawasan
hutan sesuai RTRW Provinsi
Penataan Kawasan spatial
tingkat provinsi
Penyusunan peta arahan
indikatif tingkat provinsi
Rakorbanghuttam
Penyusunan Renstra 2013-2017
Laporan Monev
6 kab/kota
Terbangunnya sarana dan
prasarana perkantoran
1 unit gedung kantor
Terlaksananya pelayanan
jasa administrasi
perkantoran Prov.
Gorontalo
Terlaksananya pelayanan jasa
administrasi perkantoran Prov.
Gorontalo
54 Pelayanan jasa administrasi perkantoran
31
RENCANA TINGKAT
CAPAIAN OUTPUT
5
LOKASI
7
PAGU (Rp.000)
2011
6
- Peningkatan pendapatan
kelompok usaha tanaman
rakyat , Aplikasi RTRW sebagai
basis pembangunan
kehutanan
52 Koordinasi, Monitoring, Evaluasi dan
Pelaporan
29
OUTPUT (KEGIATAN)
3
Program Peningkatan
Pengembangan Sistem Pelaporan
Capaian Kinerja dan Keuangan
55 Penyusunan Laporan Keuangan
Tersusunnya Laporan Keuangan
6 kab/kota
400,000.00
Prov. Gorontalo
300,000.00
Terbangunnya sarana dan
prasarana perkantoran
1 unit gedung kantor
Kota Gorontalo
800,000.00
1 kegiatan
Prov. Gorontalo
400,000.00
1 Laporan keuangan
Prov. Gorontalo
200,000.00
1 RKSP (Rencana Kawasan
Spasial Tkt Provinsi)
1 RKITP (Rencana Kawasan
Indikatif Tingkat Provinsi)
1 kegiatan
1 kegiatan
1 laporan
TOTAL DINAS KEHUTANAN DAN PERTAMBANGAN
2,100,000
VIII. Badan Investasi Daerah
32 Program Pelayanan Administrasi
Perkantoran
56
Pelayanan Jasa Administrasi Perkantoran
Efektifitas dan efisiensi
Penyediaan jasa-jasa yang
pelaksanaan kegiatan
operasional kantor
mendukung administrasi kantor
100% Prov. Gtlo
300,000.00
PRIORITAS DAERAH
PROGRAM/KEGIATAN
1
I. DIKPORA
33
INDIKATOR
SASARAN/HASIL (PROG)
2
OUTPUT (KEGIATAN)
3
RENCANA TINGKAT
CAPAIAN OUTPUT
5
LOKASI
7
PAGU (Rp.000)
2011
6
Program Peningkatan Sarana dan
Prasarana Aparatur
57
34
Peningkatan Sarana dan Prasarana
kelancaran operasionalisasi sarana
Pemeliharaan rutin/berkala
Aparatur
dan prasarana SKPD BID
gedung, peralatan kantor,
kendaraan dinas, dll
Kinerja Keuangan yang efektif,
efisien dan akuntabel
Dokumen Laporan Kinerja
100% Prov. Gtlo
400,000.00
100% Prov. Gtlo
200,000.00
Program Peningkatan Pengembangan
Sistem Pelaporan Capaian Kinerja dan
Keuangan
58
Penyusunan dan Pelaporan Kinerja
Anggaran SKPD
Anggaran SKPD
TOTAL BADAN INVESTASI DAERAH
900,000.00
IX. Badan Koordinasi Penyuluh
35
Program Peningkatan Pengembangan
Sistem Pelaporan Capaian Kinerja dan
Keuangan
59
36
Kegiatan Penyusunan Anggaran dan
Pelaporan Keuangan SKPD
60
Koordinasi Penyusunan Program/ Kegiatan
61
Koordinasi pendataan Tenaga Penyuluh
Pertanian, Perikanan dan Kehutanan
62
38
Terwujudnya Laporan
Penatausahaan Kinerja
keuangan SKPD
100%
SKPD
81,494.00
Tersusunnya Rumusan
Perencanaan Program/Kegiatan
2013
Tersedianya data jumlah penyuluh
Pertanian, Perikanan dan
Kehutanan se- Provinsi Gorontalo
Terlaksananya monitoring serta
pelaporan kegiatan
100%
Provinsi Gorontalo dan
Pusat
216,000.00
100%
Provinsi Gorontalo
30,000.00
100%
Provinsi Gorontalo
699,000.00
Terlaksnananya Supervisi,
Monitoring dan Evaluasi
Tersedianya Dokumen
Perencanaan/kegiatan yang
komprehensif dan proporsional
Tersedianya data penyuluh
Pertanian, Perikanan dan
Kehutanan yang lebih akurat
Tersedianya dokumen data
pelaksanaan program/kegiatan
serta hasil monev
Tersedianya Dokumen data
pelaksanaan program/kegiatan
100%
Kabupaten/Kota
276,000.00
Terselenggaranya Pengelolaan
Administrasi Perkantoran
Tertib Administrasi
Pengelolaan Jasa Perkantoran
100%
SKPD
937,474.00
Program koordinasi yang lebih
komprehensif
Rapat Koordinasi dan Evaluasi
37
Tersedianya data Pelaporan dan
Penatausahaan Keuangan
Supervisi, Monitoring dan evaluasi
Program Pelayanan Jasa Administrasi
Perkantoran
63 Pelayanan Jasa Administrasi Perkantoran
Program Peningkatan Sarana dan
Prasarana Aparatur
PRIORITAS DAERAH
PROGRAM/KEGIATAN
1
I. DIKPORA
64
Peningkatan Sarana dan Prasarana
Perkantoran
INDIKATOR
SASARAN/HASIL (PROG)
2
Tersedianya Sarana dan Prasarana
OUTPUT (KEGIATAN)
3
Terlaksananya Kegiatan yang
RENCANA TINGKAT
CAPAIAN OUTPUT
5
100%
LOKASI
7
SKPD
Perkantoran
tepat waktu dan tepat sasaran
TOTAL BADAN KOORDINASI PENYULUH
PAGU (Rp.000)
2011
6
1,670,557.00
3,910,525.00
X. Badan Keuangan Daerah
65
Intensifikasi dan ekstensifikasi
Sumber-sumber Pendapatan Daerah
Kesadaran masyarakat selaku
wajib pajak dalam membayar
pajak kendaraan tepat waktu
80%
Provinsi Gorontalo
350,000.00
100%
Provinsi Gorontalo
125,000.00
100%
Provinsi Gorontalo
(Samsat Delivery
Bonbol, Boalemo,
Pohuwato)
200,000.00
100%
Provinsi Gorontalo
115,000.00
100%
Provinsi Gorontalo
225,000.00
Tersusunnya Database Aset SKPD
melalui SIMBADA
100%
Provinsi Gorontalo
600,000.00
Terlaksananya Koordinasi BLUD
100%
Provinsi Gorontalo
100,000.00
Laporan Keuangan BUMD yang
Berbasis teknologi Informasi
Terlaksananya Koordinasi dan
Sinkronisasi Pembinaan
100%
Provinisi Gorontalo
140,000.00
dan sesuai SAK
Dokumen Standard Satuan
Harga dan Standard Belanja
Keuangan BUMD
Tersusunnya Buku Standard
Satuan Harga dan Standard
Belanja Tahun Pengadaan
100%
Provinsi Gorontalo
100,000.00
2012 Provinsi Gorontalo
Pergub APBD 2012
100%
Provinsi Goorntalo
350,000.00
Pergub APBD Perubahan 2012
100%
Provinsi Gorontalo
200,000.00
Target Pajak Kendaraan
Bermotor tahun 2012
Opersional Samsat
66
Koordinasi Pajak dan Dana
Perimbangan
67
Rakorev PBB Tahun 2012
68
Pemeliharaan Data Base Aset
69
Pembinaan Keuangan BLUD dan
70
Dana Bergulir
Pembinaan BUMD
71
Penyusunan Buku Standardisasi
Barang Dan jasa
72
Penyusunan Ranperda tentang APBD
dan Penyusunan Ranpergub Tentang
Penjabaran APBD
Penyusunan Ranperda tentang
Perubahan APBD dan Penyusunan
73
Sinkronisasi Aturan dan
Kebijakan Pemerintah Pusat
dan Pemerintah Daerah
Pencapaian Target PBB
Tahun 2012
Presentase Aset SKPD yang tercatat melalui SIMBADA
Asistensi Sistem Pengelolaan
Barang Milik Daerah (SIMBADA)
Dokumen Inventarisasi Aset
Provinsi
Jumlah BLUD yang Mandiri
Peraturan APBD 2012
Peraturan Daerah Perubahan
APBD 2012
Sosialisasi Pajak Kendaraan
bermotor melalui media cetak/
Media elektronik & pembukaan
samsat pembantu Taludaa
Monitoring dan evaluasi
Pendapatan Asli Daerah
Tahun 2012
Pemeliharaan SI PAMOR
(Sistem Informasi Pajak
Kendaraan Bermotor ) dan
Samsat Delivery
Jumlah Konsultasi Pajak
Daerah dan Dana Perimbangan
Ke Pusat
Rakorev PBB Tahun 2012
PRIORITAS DAERAH
INDIKATOR
PROGRAM/KEGIATAN
SASARAN/HASIL (PROG)
2
1
I. DIKPORA
74
75
Ranpergub tentang Perubahan APBD
Penyusunan KUA PPAs dan Nota
Keuangan RAPBD/ RAPBD-P
Pelayanan Arus Kas dan Penyediaan
OUTPUT (KEGIATAN)
3
RENCANA TINGKAT
CAPAIAN OUTPUT
5
LOKASI
7
PAGU (Rp.000)
2011
6
Dokumen KUA PPAs dan Nota
Keuangan RAPBD/ RAPBD-P
Tingkat Idle Cash
Dokumen KUA PPAs dan Nota Keuangan
RAPBD/ RPABD-P
Laporan Arus Kas Bulanan
100%
Provinsi Gorontalo
150,000.00
100%
Provinsi Gorontalo
75,000.00
Jumlah SKPD yang On Line
Menggunkan Jaringan Sendiri
Perda APBD Kab./Kota yang
Tingkat kecepatan dan hambatan
operasional SIMDA
Eavaluasi APBD Indukdan APBD-P Kota/
80%
Provinsi Gorontalo
600,000.00
yang tepat waktu dan tepat
sasaran
Tingkat pelayanan terhadap
sub-sub bidang
Tingkat Pelayanan keuangan
terhadap masyarakat dan
SKPD
Tingkat Pelayanan
Administrasi terhadap sub-sub
Bidang
Kabupaten
100%
Provinsi Gorontalo
250,000.00
Opersionalisasi sub-sub Bidang
100%
Provinsi Gorontalo
1,200,000.00
Opersionalisasi pelayanan terhadap
masyarakat dan SKPD
100%
Provinsi Gorontalo
6,500,000.00
Opersionalisasi sub-sub Bidang
100%
Provinsi Gorontalo
980,000.00
Pergub pertanggungjawaban APBD 2012
100%
Provinsi Gorontalo
318,700.00
Laporan Keuangan DK/TP
100%
Provinsi Gorontalo
72,800.00
Pergub kebijakan Akuntansi tahun 2012
100%
Provinsi Gorontalo
100,613.00
100%
Provinsi Gorontalo
396,600.00
SPD.
76
77
Pengembangan Sistem Informasi
Pengelolaan Keuangan Daerah
Evaluasi APBD Kabupaten/ Kota
78
Peningkatan Sarana Perkantoran
79
Peningkatan Prasarana Perkantoran
80
Pelayanan Jasa Administrasi
Perkantoran
81
Penyusunan Ramperda tentang
Peraturan pertanggungjawaban
pertanggungjawaban pelaksanaan
APBD tahun 2011
APBD dan penyusunan ranperda
tentang penjabaran pertanggungjawaban pelaksanaan APBD
82
Pembinaan dan monitoring
Ketepatan waktu penyampaian
penyusunan Laporan Keuangan
laporan
Dekonsentrasi dan tugas pembantuan
Penyampaian laporan sesuai
standar laporan keuangan
83
Penyusunan sisdur dan sosialisasi
Peraturan tentang kebijakan
84
Penatausahaan dan pelaksanaan
Laporan Keuangan SKPD tepat
Laporan Keuangan SKPD
APBD
waktu
Laporan Realisasi Anggaran
Opini BPK WTP dengan
tahun 2012
akuntansi
Paragraf penjelas
TOTAL BADAN KEUANGAN DAERAH
13,148,713.00
PRIORITAS DAERAH
PROGRAM/KEGIATAN
1
I.XI.DIKPORA
Badan Lingkungan Hidup, Riset dan Teknologi
39 Program Peningkatan perencanaan,
monitoring dan evaluasi
INDIKATOR
SASARAN/HASIL (PROG)
2
Sinkronisasi program dan kegiatan
OUTPUT (KEGIATAN)
3
RENCANA TINGKAT
CAPAIAN OUTPUT
5
LOKASI
7
PAGU (Rp.000)
2011
6
Bandwith 10 Mpbs
antara provinsi dan
Kabupaten/Kota serta
terlaksananya kegiatan evaluasi
pelaksanaan kegiatan tahun 2011
85 Perencanaan, Monitoring, evaluasi dan
pelaporan
Forum SKPD 1 kali kegiatan
100%
Provinsi Gorontalo
250,000.00
100%
Provinsi Gorontalo
450,000.00
100%
Provinsi Gorontalo
1,000,000.00
100%
Provinsi Gorontalo
150,000.00
Evaluasi pelaksanaan kegiatan
4 kali setahun
Lakip 2011, LPPD 2011 dan
Renja tahun 2013
40
Program Peningkatan Pelayanan
Peningkatan Pelayanan
Administrasi Perkantoran
86 Pelayanan Adminstrasi Perkantoran
Adminstrasi Perkantoran
Honorarium pegawai Non PNS
Belanja bahan pakai habis
Belanja bahan kegiatan pelayanan
kantor
Belanja jasa kantor
Belanja Perawatan Kendaraan bermotor
Belanja cetak/penggandaan/
Penjilidan
Belanja sewa sarana mobilitas
Belanja makan dan minum rapat
41
Program peningkatan sarana dan
Peningkatan pelayanan
Prasarana Perkantoran
perkantoran
87
42
Kegiatan peningkatan sarana dan Prasarana
Sarana dan prasarana perkantoran
Perkantoran
Rehabilitasi gedung kantor
Program Kegiatan Pelayanan
Peningkatan pelayanan
administrasi keuangan
administrasi keuangan
88
Kegiatan Pelayanan administrasi keuangan
Terlaksananya kegiatan
pelayanan administrasi
keuangan
PRIORITAS DAERAH
PROGRAM/KEGIATAN
1
I. DIKPORA
INDIKATOR
SASARAN/HASIL (PROG)
2
OUTPUT (KEGIATAN)
3
RENCANA TINGKAT
CAPAIAN OUTPUT
5
LOKASI
7
PAGU (Rp.000)
2011
6
1,850,000.00
TOTAL BADAN LINGKUNGAN HIDUP, RISET DAN TEKNOLOGI
XII. Badan Penanggulangan Bencana Daerah
43
Penguatan Peraturan Perundangan dan
Kapasitas Kelembagaan
89
Penguatan Kelembagaan Badan
Penanggulangan Bencana
Peraturan, Perda, Protap
Dokumen Rencana Aksi
Penanggulangan Bencana tersusun
Daerah dan PERDA
100%
Provinsi Gorontalo
200,000.00
100%
Provinsi Gorontalo
250,000.00
Provinsi Gorontalo
150,000.00
di tingkat Provinsi dan Kab/Kota
44
Penanggulangan Bencana
90
Penyusunan Program, Rencana Kerja dan
Meningkatnya koordinasi dan
Program yang
Anggaran, Pemantauan, dan Evaluasi
keterpaduan perencanaan,
berkesinambungan
Program serta Penyusunan Laporan
pembinaan, pengendalian terhadap
Pemantauan program yang
Keuangan SKPD
program, administrasi, dan sarana
sudah berjalan
prasarana serta kerjasama di
Monitoring dan evaluasi
lingkungan BPBD, serta
program
tersedianya laporan yang akurat,
Pengumpulan data
akuntabel, cepat, tepat, dan efisien
Penyusunan Laporan
Laporan
45
2 Kali
4 Kali
4 Dokumen
Program Peningkatan Kapasitas
Sumber Daya Aparatur
91
Terciptanya sinkronisasi
- Koordinasi dengan Instansi terkait
2 Kali
Rapat Koordinasi dan Sinkronisasi
program Bidang
- Persiapan Pelaksanaan
2 Kali
Program Kegiatan Bidang
Penanggulangan Bencana
- Pelaksanaan Rapat
Penanggulangan Bencana
dengan Badan Penangguangan
- Rekomendasi
2 Dokumen
Bencana Daerah Kab/Kota
- Laporan
2 Dokumen
2 Kali
se-Provinsi Gorontalo
46
Program Pelayanan Administrasi
Perkantoran dan Sarana Prasarana
92
93
Pelayanan Jasa Administrasi Perkantoran
Terselenggaranya pelayanan Jasa
Administrasi Perkantoran yang efektif dan
- Persiapan
- Pelayanan Administrasi
- Laporan
100%
Provinsi Gorontalo
150,000.00
dan Sarana dan Prasarana
Pembangunan Gedung/Kantor BPBD
Tersedianya bangunan yang
Kantor BPBD dan Gudang
100%
Provinsi Gorontalo
1,000,000.00
PRIORITAS DAERAH
PROGRAM/KEGIATAN
1
I. DIKPORA
47
Penanggulangan Bencana
94 Tanggap Darurat di Daerah Terkena
Bencana
INDIKATOR
SASARAN/HASIL (PROG)
2
representatif
Logistik
Meningkatnya koordinasi
penanganan tanggap darurat
Terselenggaranya koordinasi
penanganan darurat secara
terpadu
Terselenggaranya koordinasi
penyaluran bantuan darurat di
daerah terkena bencana
Terselenggaranya koordinasi
perbaikan sarana vital dan
layanan dasar di daerah trkena
95
Pengelolaan Pemberian Bantuan Darurat
Kemanusiaan di Daerah Terkena Bencana
Terlaksananya koordinasi
penyaluran bantuan darurat
96
Perbaikan Darurat Bencana dalam Rangka
Pemulihan Dini sarana dan Prasarana Vital di
Daerah Terkena Bencana
Penyiapan Logistik di Kawasan Rawan
Bencana
PUSDALOPS (Pusat Pengendali Operasi
Sistem) Penanggulangan Bencana
Pemeliharaan Peralatan dalam
Terlaksananya koordinasi
perbaikan sarana vital dan layanan
dasar
Terlaksananya koordinasi
ketersediaan logistik
Terciptanya sistem informasi
pengendalian penanggulangan
bencana
Terlaksananya koordinasi
Penyelenggaraan Penanggulangan Bencana
ketersediaan peralatan
97
98
99
XIII. Biro Pembangunan dan Pengendalian Ekonomi
48 Program Pengendalian
Administrasi Pembangunan
100 Optimalisasi sistem pengadaan barang/jasa
secara elektronik.
OUTPUT (KEGIATAN)
3
RENCANA TINGKAT
CAPAIAN OUTPUT
5
LOKASI
7
PAGU (Rp.000)
2011
6
6 Lokasi
Kab/Kota
300,000.00
6 Lokasi
Kab/Kota
600,000.00
6 Lokasi
Kab/Kota
800,000.00
6 Lokasi
Kab/Kota
500,000.00
Terlaksananya sistem informasi
penanggulangan bencana
6 Lokasi
Kab/Kota
200,000.00
Terlaksananya pengelolaan
6 Lokasi
Kab/Kota
1,000,000.00
peralatan penanggulangan
bencana
TOTAL BADAN PENAGGULANGAN BENCANA DAERAH
Tercapainya pengendalian
Administrasi pembangunan
Meningkatnya jumlah lelang yang
menggunakan sistem e-proc oleh
SKPD otonom dan instansi vertikal
5,150,000.00
100%
Pelatihan sistem e-procurement
untuk Panitia, PPK & Penyedia
Jasa Sosialisasi aturan-aturan
sistem e-procurement Kab/Kota
- Verifikasi dokumen
perusahaan yang akan ikut
tender melalui e-proc.
- Pemeliharaan peralatan
e-procurement
- Sewa Bandwith 3,5 MBps
- Pengadaan 1 unit genset
dan UPS
- Koordinasi/konsultasi Pem
erintah Pusat dan Daerah
LPSE, Biro P2E
800,000.00
PRIORITAS DAERAH
PROGRAM/KEGIATAN
1
I. DIKPORA
101 Administrasi umum kegiatan pembangunan.
INDIKATOR
SASARAN/HASIL (PROG)
2
Terlaksananya sosialisasi produk
hukum dan tersedianya data paket
pekerjaan yg melakukan verifikasi
dokumen administrasi.
102 Kesekretariatan
OUTPUT (KEGIATAN)
3
RENCANA TINGKAT
CAPAIAN OUTPUT
5
LOKASI
7
PAGU (Rp.000)
2011
6
100%
Prov. Gorontalo
750,000.00
100%
Biro P2E
700,000.00
100%
Prov. Gorontalo
150,000.00
100%
Prov. Gorontalo
300,000.00
-Tersusunnya juknis dan juklak
program dan keg. adm. Pemb.
- Sosialisasi Perpres No. 54 /10
- Verifikasi dokumen adm.
pelaksanaan kegiatan pemb.
- Forum, Bimtek, Asosiasi
Perusahaan
- Tersusunnya Perda
'Pembentukan ULP.
- Koordinasi / Konsultasi Pem
Pusat dan Daerah
Tertata & terkelolanya urusan RT
adm. keuangan & kepegawaian biro.
-
Pengelolaan Urusan RT Biro
Penataan Adm. Kepeg. Biro
Penge. Adm. Keuangan Biro
Penyusunan Lap. Tahunan
Penyusunan LAKIP
Koordinasi / Konsultasi Pem
Pusat dan Daerah
- Pengadaan kendaraan dinas
kepala biro
49 Program Monitoring & Evaluasi
103 Evaluasi Kegiatan Pembangunan
103 Monitoring Kegiatan Pembangunan
TERLAKSANANYA KEGIATAN
MONITORING DAN EVALUASI
KEGIATAN PEMBANGUNAN
- Terlaksananya rapat koordinasi
dan evaluasi tingkat provinsi
dan tingkat kab./kota
- Pelaksanaan rapat koord. &
evaluasi tingkat Prov. Gtlo
- Pelaksanaan rapat koord. &
evaluasi tingkat kab/kota
- Meningkatnya jumlah keg. Pemb.
yang dimonitor.
- Pedoman monitor & evaluasi
- Pelaksanaan monitor & eval.
- Laporan hasil Monitor & Eval.
PRIORITAS DAERAH
PROGRAM/KEGIATAN
1
INDIKATOR
SASARAN/HASIL (PROG)
2
OUTPUT (KEGIATAN)
3
RENCANA TINGKAT
CAPAIAN OUTPUT
5
LOKASI
7
PAGU (Rp.000)
2011
6
I. DIKPORA
104 Pelaporan Kegiatan Pembangunan
50
Program Pembangunan Ekonomi
105 Koordinasi & Pengendalian
Bidang Produksi Daerah
- Tersedianya data realisasi fisik &
keuangan keg. pemb. dana APBD
/APBN secara online dan .
uptodate dalam e-report
Terlaksananya koordinasi & Penge.
bidang pembangunan ekonomi
Terlaksananya koord, pengen &
tersedianya data produksi daerah
secara online dalam e-economic.
106 Koordinasi & Pengendalian
Bidang Sarana Perekonomian
- Terlaksananya koord, pengen,
tersusunnya 50 buku indikator
ekonomi 2011 & tersedianya data
sarana perekonomian secara
online dalam e-economic.
107 Koordinasi & Pengendalian
Bid. Kemitraan & Kelembagaan
Terlaksananya koord, pengen dan
tersedianya data kemitraan dan
kelembagaan secara online dalam
e-economic.
- Format design tampilan paparan rakorev
- Entry Data reali. Pelaks. keg.
pemb. oleh SKPD & Satker
- Rekap. dan Identifikasi data
- Konfirmasi data ke SKPD
- Lap. realisasi fisik dan keu.
baik dari SKPD/Satker/Pemda
Kab/Kota dan tim Monitoring
Evaluasi P2E
100%
Biro P2E
150,000.00
- Rapat koord. dgn instansi
terkait bid. Produksi Daerah
- Konsultasi, monitor, pengen,
pengawasan di bid Prod. Daerah
- Mengikuti keg. diklat, bimtek,
lokakarya, seminar bid.
produksi daerah
- Peny. Buku Indi. Ekonomi
Prov. Gorontalo Tahun 2011
- Rapat koord. dgn instansi
terkait bid.sarana perekonom.
- Konsultasi, monitor, pengen,
pengawas. di bid.sarana perek
- Ikutsertanya staf pada keg.
diklat, bimtek, lokakarya,
seminar. pada bid. sarana perek
- Review ekonomi
- Koordinasi TPIPED
- Menunjang kegiatan Word
Maize Centre 2012
- Rapat koord dgn instansi terkait
Bid Kemitraan & Kelembagaan
- Konsultasi, monitor, pengen,
pengawasan di Bid Kemitraan
dan Kelembagaan
- Ikutsertanya staf pada keg.
diklat, bimtek, lokakarya,
seminar dll pada bidang
100%
Prov. Gorontalo
150,000.00
100%
Prov. Gorontalo
200,000.00
100%
Prov. Gorontalo
150,000.00
PRIORITAS DAERAH
INDIKATOR
PROGRAM/KEGIATAN
SASARAN/HASIL (PROG)
2
1
I. DIKPORA
OUTPUT (KEGIATAN)
3
RENCANA TINGKAT
CAPAIAN OUTPUT
5
LOKASI
7
kemitraan & kelembagaan
TOTAL BIRO PEMBANGUNAN DAN PENGENDALIAN EKONOMI
PAGU (Rp.000)
2011
6
3,350,000.00
XIV. Dinas Kelautan dan Perikanan
51 Program Pelayanan Administrasi
Penunjang Kegiatan Utama
Dinas Kelautan dan Perikanan
Perkantoran
108 Pelayanan Jasa Administrasi
Perkantoran
Terciptanya pelayanan administrasi
perkantoran yang prima dan profesional
109 Pembinaan Pengembangan Sistem
Perencanaan, Monitoring dan Evaluasi
52
53
Program Peningkatan Sarana dan
Tersedianya kelengkapan sarana &
Prasarana Aparatur
110 Peningkatan Sarana dan Prasarana
Perkantoran
prasarana perkantoran
Program Peningkatan Pengembangan
Terciptanya pelayanan administrasi
Sistem Pelaporan Capaian Kinerja dan
Keuangan
111 Penyusunan Anggaran dan Laporan
Keuangan SKPD
keuangan yang prima & profesional
Terlaksananya pelayanan adm.
perkantoran yang prima dan
profesional
Terlaksananya penyusunan
Program/Rencana Kerja
TA. 2013 dan Monev Program/
Kegiatan TA. 2012
12 Bulan
Provinsi Gorontalo
1,200,000.00
1 Tahun
Provinsi Gorontalo
300,000.00
Terlaksananya penyediaan
kelengkapan sarana dan
prasarana perkantoran
Rehab Kantor dan Mushola
12 Bulan
Provinsi Gorontalo
100,000.00
1 Paket
Provinsi Gorontalo
500,000.00
Terlaksananya pelayanan adm.
keuangan yg prima &profesional
12 Bulan
Provinsi Gorontalo
200,000.00
TOTAL DINAS KELAUTAN DAN PERIKANAN
2,300,000.00
XV. Badan Pemberdayaan Masyarakat Desa & PK
54 Program Pelayanan Administrasi
Perkantoran
112 Kegiatan Pelayanan Administrasi
Perkantoran
55
Peningkatan Pelayanan Internal
Costumer (65 Pegawai) dan
kegiatan rutin dalam mendukung
tugas pokok dan fungsi BPMD-PK
Terlaksanaya pelayanan jasa
adimistrasi perkantoran pada
pada 3 Bidang, bagian keuangan
dan sekretaris lingkup
BPMD-PK
100%
Kantor BPMD-PK
Provinsi Gorontalo
350,000.00
113 Kegiatan Peningkatan Sarana dan Prasarana
Perkantoran
Servis sarana pendukung
operasional dan pengadaan sarana
lainnya
100%
Kantor BPMD-PK
Provinsi Gorontalo
500,000.00
114 Penyediaan Lahan dan Gedung Kantor
Tersedianya lahan gedung
Tersedianya sarana dan
prasarana aparatur pada pada 3
Bidang, bagian keuangan dan
sekretaris lingkup BPMD-PK
terbangunya kantor BPMD-PK
100%
Provinsi Gorontalo
4,500,000.00
Program Peningkatan Sarana &
Prasarana Perkantoran
PRIORITAS DAERAH
PROGRAM/KEGIATAN
1
I. DIKPORA
BPMD-PK
INDIKATOR
SASARAN/HASIL (PROG)
2
OUTPUT (KEGIATAN)
3
RENCANA TINGKAT
CAPAIAN OUTPUT
5
LOKASI
7
PAGU (Rp.000)
2011
6
BPMD-PK dan Pembangunan
Fisik Tahap Awal,
56 Program Pengembangan Data/
Informasi/Statistik, Daerah (Lintas
SKPD)
115 Sistem Pengendalian, Evaluasi dan
Pelaporan Program/ Kegiatan
57
Terkendalinya dan Terevaluasinya
Program/ Kegiatan BPMD-PK
Mulai Dari Tingkat Kabupaten/
Kota, Maupun Tingkat Provinsi
Dalam Rangka Mengurangi Resiko
Tumpang Tindih Kegiatan dan tidak
Fokusnya Program Kegiatan
Khususnya Pemberdayaan
Masyarakat
Terlaksnanya Sistem
Pengendalian, Evaluasi, dan
pelaporan Program Kegiatan
terkait urusan Wajib
Pemberdayaan Masyarakat
secara akurat dan data terbaru
pada unsur perencanaan
100%
Kantor BPMD-PK
Provinsi Gorontalo
350,000.00
100%
Kantor BPMD-PK
Provinsi Gorontalo
150,000.00
Program Peningkatan Pengembangan
Sistem Pelaporan Capaian Kinerja &
Keuangan
116 Penyusunan Anggaran dan Laporan
Keuangan SKPD
XVI. Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan
58 Program Perencanaan
Pembangunan Ekonomi
117 Perencanaan Program
59
Program Pelayanan Adm Perkantoran
118 Pelayanan Jasa Administrasi Perkantoran
119 Pelayanan Jasa Administrasi
Perkantoran (UPTD-BPSBTPH)
120 Pelayanan Jasa Administrasi Perkantoran
(UPTD-BPTPH)
121 Pelayanan Jasa Administrasi Perkantoran
(UPTD-BBTPH)
Meningkatnya Pelayanan
Tersedia Peralatan dan
Administrasi Keuangan Secara
Perlengkapan Administrasi
Optimal
Keuangan
TOTAL BADAN PEMBERDAYAAN MASYARAKAT DESA & PK
5,850,000.00
Meningkatnya koordinasi penyusunan rencana a. Terlaksananya Musrenbangtan Prov
kerja, kebijakan dan program sesuai siklus
b. Terlaksananya Rapat Perencanaan
perencanaan
dan Evaluasi Program
c. Terlaksananya RAKERDA
100%
Provinsi Gorontalo
444,043.00
Terwujudnya pengelolaan administrasi
perkantoran
Terwujudnya peningkatan
pelayanan publik
Terwujudnya peningkatan
pelayanan publik
Terwujudnya peningkatan
pelayanan publik
Tersedianya administrasi
perkantoran
Tersedianya fasilitas
operasional kantor
Tersedianya fasilitas operasional kantor
100%
Provinsi Gorontalo
802,880.00
100%
Provinsi Gorontalo
363,160.00
100%
Provinsi Gorrontalo
249,137.00
Tersedianya fasilitas operasional kantor
100%
Provinsi Gorontalo
401,655.00
PRIORITAS DAERAH
PROGRAM/KEGIATAN
1
I. DIKPORA
60
Program Peningkatan Sarana dan
Prasarana Aparatur
122 Peningkatan Sarana dan Prasarana
Perkantoran
123 Peningkatan Sarana dan Prasarana
Perkantoran (UPTD-BBTPH)
61
Program Peningkatan Pengembangan
Sistem Pelaporan Capaian Kinerja
dan Keuangan
124 Penyusunan Anggaran dan Laporan
Keuangan SKPD
INDIKATOR
SASARAN/HASIL (PROG)
2
OUTPUT (KEGIATAN)
3
RENCANA TINGKAT
CAPAIAN OUTPUT
5
LOKASI
7
PAGU (Rp.000)
2011
6
Terwujudnya pelayanan prima
kepada masyarakat
Tersedianya sarana prasarana
aparatur 1 paket
100%
Provinsi Gorontalo
109,500.00
Terwujudnya sarana prasarana
laboratorium benih
Tersedianya sarana prasarana
laboratorium benih 1 paket
100%
Provinsi Gorontalo
30,020.00
100%
Provinsi Gorontalo
150,000.00
Peningkatan efisiensi pelaksanaan anggaran Tersusunnya dokumen anggaran 2011
dan akuntabilitas keuangan
dan laporan keuangan 2011
1 dokumen
TOTAL DINAS PERTANIAN DAN KETAHANAN PANGAN
2,550,395.00
XVII. Badan Kepegawaian dan Pengembangan Aparatur Daerah
62 Program Pengembangan Kapasitas
Sumber Daya Aparatur
125 Penyusunan Bezeting dan Formasi
Pegawai
126 Mobile Pelaksanaan monitoring
pengadaan CPNS ke Kab/Kota
127 Pemberian Penghargaan,
Tanda-tanda Jasa, Pengambilan Sumpah
Janji PNS dan Kenaikan Gaji Berkala
128 Koordinasi Bidang Kediklatan
dan Kepegawaian
63
Program Peningkatan
Pengembangan Sistem Pelaporan
Capaian Kinerja dan Keuangan
129 Penyusunan Anggaran dan Laporan
Keuangan SKPD
- Penyusunan Anggaran, laporan
kinerja dan keuangan SKPD
melalui Laporan Keuangan tiap
Semester
Dokumen bezeting & formasi
pegawai yg disusun sebanyak
1 dokumen
CPNS yg akan diangkat pada
Kab/Kota sebanyak 1000 orang
Jumlah Aparatur yang beroleh
penghargaan & prestasi tertinggi
sebanyak 65 org dan 36 orang
Jumlah Aparatur yang diambil
sumpah & janji sebanyak 350 org
Jumlah aparatur yang beroleh
kenaikan gaji berkala sebanyak
1000 orang
Jumlah kegiatan kediklatan dan
kepegawaian yg dilaksanakan di
Prov. Gtalo & di Luar Daerah
100%
Provinsi Gorontalo
315,000.00
100%
Provinsi Gorontalo
350,000.00
100%
Provinsi Gorontalo
150,000.00
100%
Provinsi Gorontalo
Luar Daerah
175,000.00
Tersedianya rencana anggaran
dan laporan keuangan SKPD
sebanyak 3 dokumen
100%
Provinsi Gorontalo
200,000.00
PRIORITAS DAERAH
PROGRAM/KEGIATAN
1
INDIKATOR
SASARAN/HASIL (PROG)
2
OUTPUT (KEGIATAN)
3
RENCANA TINGKAT
CAPAIAN OUTPUT
5
LOKASI
7
PAGU (Rp.000)
2011
6
I. DIKPORA
64
Program Pelayanan Administrasi
Perkantoran
Layanan operasional kantor melalui
pemenuhan kebutuhan harian ktr
130 Pelayanan Jasa Administrasi
Perkantoran
65
Terlaksananya kegiatan
operasionalisasi perkantoran
dengan baik dan lancar melalui
penyediaan kebutuhan kantor
sebanyak 1 Paket
100%
Provinsi Gorontalo
1,000,000.00
Tersedianya sarana prasarana
perkantoran sebanyak 1 Paket
132 Penunjang Layanan Publik Kantor
Tersedianya alat layanan
informasi pada BKPAD secara
BKPAD
elektronik sebanyak 1 Paket
TOTAL BADAN KEPEGAWAIAN DAN PENGEMBANGAN APARATUR DAERAH
100%
Provinsi Gorontalo
500,000.00
100%
Provinsi Gorontalo
350,000.00
Program Peningkatan Sarana dan
Prasarana Kantor
131 Pengadaan Sarana dan Prasarana Kantor
Layanan kepegawaian & Kediklatan
pada BKPAD melalui pemenuhan
sarana dan prasarana penunjang
secara elektronik
3,040,000.00
XVIII. Badan Kesatuan Bangsa dan Politik
66 Program Pelayanan Administrasi
Penunjang kegiatan
Badan Kesbangpol
Perkantoran
133 Pelayanan Jasa Administrasi
Perkantoran
134 Rapat Koordinasi & Sinkronisasi
Program Kegiatan di Bidang
KesbangPol dan Konsultasi Keluar Daerah
Terwujudnya pelayanan administrasi
Pelayanan Administrasi
perkantoran yg efektif dan efisien
Sasaran : Badan KesbangPol
- Koord. Dgn Badan Kesbang
Kab/Kota se-Provinsi Gorontalo
Hasil : Sikronisasi Program Bid.
- Persiapan pelaksanaan
KesbangPol
- Rapat Koordinasi
12 Bulan
Provinsi
500,000.00
Gorontalo
2 Kali
Kab/Kota
- Koordinasi Tingkat Pusat
- Laporan
Provinsi
150,000.00
Gorontalo
2 Kali
2 Kali/60 Orang
6 Kali
2 Dokumen
67 Program Peningkatan Sarana
& Prasarana Aparatur
135 Peningkatan Sarana dan
Tersedianya sarana dan prasarana
Pelayanan kegiatan operasional
penunjang keg. Operasional Kantor
kantor
136 Bimbingan Teknis Implementasi
Sasaran:Aparat Kesbang Prov.
Kegiatan Diklat/Kursus/Bimtek/
Peraturan Perundang-undangan
Hasil: Meningkatnya kapasitas
Sosialisasi/Workshop
aparat KesbangPol
Laporan
Prasarana Perkantoran
12 Bulan
Provinsi
250,000.00
Gorontalo
68 Program Peningkatan
Kapasitas Sumber Daya Aparatur
20 Orang
Provinsi
Gorontalo
1 Dokumen
250,000.00
PRIORITAS DAERAH
PROGRAM/KEGIATAN
1
I. DIKPORA
69
INDIKATOR
SASARAN/HASIL (PROG)
2
OUTPUT (KEGIATAN)
3
RENCANA TINGKAT
CAPAIAN OUTPUT
5
LOKASI
7
PAGU (Rp.000)
2011
6
Program Peningkatan Pengem.
Sistem Pelaporan Capaian
Kinerja & Keuangan
137 Penyusunan anggaran dan
laporan keuangan SKPD
Meningkatnya pengelolaan
- Persiapan
2 Kali
Provinsi
keuangan yang akuntabel
- Pengumpulan data
2 Kali
Gorontalo
- Penyusunan Laporan
4 Kali
- Laporan
70
4 Dokumen
Program Peningkatan Pemberantasan
Meningkatnya Pemahaman Masy.
Penyakit Masyarakat
Tentang Penyakit Masyarakat
Sasaran : Kesbang Kab/Kota, Dinas
- Koord. Dgn Instansi terkait
4 Kali
Provinsi
Sosial, Dinas Pendidikan, Dinas Tenaga
- Rapat Panitia
2 Kali
Gorontalo
Kerja & Transmigrasi, Satpol PP, TNI
POLRI
Hasil : Terwujudnya pola dan
- Persiapan Pelaks. Kegiatan
- Pelaksanaan Kegiatan
- Pemantauan
mekanisme rehabilitasi fisik & non
fisik pasca konflik
Sasaran : KesbangPol Kab/Kota, BNP,
- Laporan
138 Rapat Koordinasi Rekonsiliasi Sosial
139 Rapat Koordinasi Pencegahan
Penyakit Masyarakat
Dinas Kesehatan, Satpol PP, Dinas
Sosial, POLDA, KPA, Kementrian
Agama
Hasil : Berkurangnya penyakit
- Koord. Dgn Instansi terkait
- Rapat Panitia
- Persiapan Pelaks. Kegiatan
- Rapat Koordinasi
- Pemantauan
- Laporan
masyarakat diberbagai lapisan
kehidupan masyarakat
TOTAL BADAN KESATUAN BANGSA DAN POLITIK
150,000.00
200,000.00
2 Kali
2 Kali/100 Orang
6 Kali
2 Dokumen
4 Kali
2 Kali
2 Kali
3 Kali/300 Orang
6 Kali
2 Dokumen
Provinsi
Gorontalo
500,000.00
2,000,000.00
XIX. Sekretariat Dewan Provinsi
71 Pelayanan Administrasi Perkantoran
140 Pelayanan Administrasi Perkantoran
Tersedianya Administrasi
Perkantoran yang memadai dan
Pelayanan yang Prima terhadap
Dewan
Tersedianya Sarana dan Prasarana
Terpenuhinya Administrasi
Perkantoran
Prov.Gtlo
1,055,252.00
Terpenuhinya Sarana dan
Prov.Gtlo
4,328,896.00
Aparatur guna menunjang Kegiatan
Perkantoran
Prasarana Perkantoran
73 Peningkatan Sistem Pelaporan Capaian
Kinerja & Keuangan
142 Penyusunan Anggaran & Laporan Keuangan
SKPD
Terlaksananya Sistem Pelaporan
Capaian Kinerja & Keuangan
Terlaksananya Penyusunan Anggaran &
Laporan Keuangan SKPD
Prov.Gtlo
165,000.00
74 Peningkatan Kapasitas Lembaga
Perwakilan Rakyat Daerah
Terlaksananya Peningkatan
Kapasitas Lembaga Perwakilan
72 Peningk. Sarana &Prasarana Aparatur
141 Peningkatan Sarana & Prasarana Aparatur
PRIORITAS DAERAH
PROGRAM/KEGIATAN
1
143 Pembahasan Ranperda
I. DIKPORA
INDIKATOR
SASARAN/HASIL (PROG)
2
Rakyat Daerah
144 Hearing/Dialog & Koordinasi dengan Pejabat
Pemerintah Daerah dan Tokoh
Masyarkat/Tokoh Agama
145 Rapat-rapat Alat Kelengkapan Dewan
146 Rapat-rapat Paripurna
147 Kegiatan Reses
148 Kunjungan Kerja Pimpinan dan Anggota
DPRD Dalam Daerah
149 Sosialisasi Peraturan Perundang-undangan
150 Peningkatan Kapasitas Pimpinan dan
Anggota DPRD
75 Koordinasi dengan Pemerintah Pusat dan
Pemerintah Daerah lainnya
151 Koordinasi dengan Pemerintah Pusat dan
Pemerintah Daerah lainnya
7
Prov.Gtlo
PAGU (Rp.000)
2011
6
3,533,541.00
Prov.Gtlo
292,050.00
Meningkatnya Pelayanan dalam
Memfasilitasi Rapat-rapat Alat
Kelengkapan Dewan
Meningkatnya Pelayanan dalam
memfasilitasi segala
kebutuhan/ kelancaran Rapat.
Terjaringnya Aspirasi
Masyarakat melalui Reses di
Dapil I,II dan III
Prov.Gtlo
920,667.00
Prov.Gtlo
538,175.00
Prov.Gtlo
1,770,230.00
Terlaksananya Kunjungan Kerja
di Kabupaten/Kota di Provinsi
Gorontalo
Meningkatnya Pemahaman
PeraturanPerundang-undangan
Meningkatnya
kapabilitas(kemampuan)
terhadap peranan dan fungsi
Dewan
Prov.Gtlo
3,037,760.00
Prov.Gtlo
1,316,934.00
Prov.Gtlo
9,091,676.00
Terjalinnya
Kerjasama
dengan
Pemerintah Pusat dan Daerah lainnya
Prov.Gtlo
353,100.00
OUTPUT (KEGIATAN)
3
RENCANA TINGKAT
CAPAIAN OUTPUT
5
Terlaksananya Pembahasan
Ranperda menjadi Perda
Meningkatnya
Gagasan,Opini,Tuntutan,Dukungan
atas Keputusan yang diambil
LOKASI
26,403,281.00
TOTAL SEKRETARIAT DEWAN PROVINSI
XX. Badan Narkotika Provinsi
76
Penyusunan Program Keg. Tahun 2013
152 Koordinasi Program Keg. terpadu antara
instasi yang relevan dengan bidang P4GN
153 Penyelenggaraan informasi P4GN melalui
internet
77
Pelayanan Jasa Administrasi Perkantoran
154 Penyusunan dokumen dalam rangka
mendukung akuntabilitas kinerja
155 Membentuk sistem pelayanan terpadu satu
terkoordinasinya program
antara instansi terkait &
Kab/Kota
tereselenggaranya informasi
P4GN melalui Internet
100%
Prov. Gtlo/kab/kota
500,000.00
100%
Prov. Gorontalo
100,000.00
Lintas Sektor
Tersedianya Dokumen
Kegiatan yang Akuntabilitas
100%
Prov. Gtlo/kab/kota
1,000,000.00
Lintas Sektor
terbentuknya sistem pelayanan
100%
Prov. Gtlo/kab/kota
500,000.00
Lintas Sektor
Lintas Sektor
PRIORITAS DAERAH
PROGRAM/KEGIATAN
1
I. DIKPORA
INDIKATOR
SASARAN/HASIL (PROG)
2
pintu untuk bidang P4GN
78
RENCANA TINGKAT
CAPAIAN OUTPUT
5
LOKASI
7
PAGU (Rp.000)
2011
6
terpadu
Peningkatan Sarana dan Prasarana
Perkantoran
156 Pengembangan Sarana dan Prasarana
157 Pemeliharaan dan Pengawasan Sarana dan
Prasarana
79
OUTPUT (KEGIATAN)
3
Peningkatan Kapasitas SD Aparatur
158 Peningkatan Kapasitas Pengelolaan
Keuangan
tersedianya Sarana dan
Prasarana
terpeliharanya Sarana dan
Prasarana
100%
Provinsi Gtlo
1,000,000.00
100%
Provinsi Gtlo
750,000.00
Penyusunan dokumen Keuangan
dalam rangka mendukung
akuntabilitas Kegiatan
TOTAL BADAN NARKOTIKA PROVINSI
Tersedianya Dokumen Kegiatan
Keuangan yang Akuntabilitas
100%
Prov. Gorontalo
750,000.00
Ketersediaan Dokumen, Bahan,
Peralatan, Jasa dan SDM Untuk
Menunjang Pelayanan Kantor
Paket Penyediaan Bahan dan
Peralatan.
Sarana dan Prasarana
Sarana dan Prasarana
4,600,000.00
XXI. INSPEKTORAT
80 Program Pelayanan Administrasi
Perkantoran
159 Pelayanan Jasa Administrasi Perkantoran
Paket Jasa Listrik, Telephone,
Air, Internet, Kebersihan,
Peliputan dan Sewa KDO Serta
Jasa Lainnya.
Dokumen pengadaan, Kepegawaian,
Asset dan Dokumen Lainnya.
5 Paket Bahan & Peralatan
Inspektorat Provinsi
Gorontalo
500,000.00
12 Paket Jasa
Dokumen Pengadaan 5
Inspektorat Provinsi Gorontalo
Dokumen Kepegawaian 1 *
Dokumen Asset 1 *
Tenaga Penunjang Keg. Kantor
* 1 Dokumen Lainnya
3 Orang
Inspektorat Prov. Gtlo
81 Program Peningkatan Sistem
Pengawasan Internal & Pengendalian
Pelaksanaan Kebijakan KDH
160 Tindak Lanjut Hasil Temuan Pengawasan
161 Pelaksanaan Pengawasan Reguler SKPD
Pemerintah Provinsi
162 Pelaksanaan Pengawasan Reguler
Penyelesaian Tindak Lanjut Hasil
Temuan Pengawasan
Penyelesaian Pemeriksaan SKPD
di Lingkungan Pemerintah Provinsi
Secara Tepat Waktu
Penyelesaian Pemeriksan Reguler
Dokumen Pemutakhiran Data
TLHP
Jumlah Temuan Yang
Ditindaklanjuti
Sidang MP-TP/TGR
Laporan Hasil Pemeriksaan,
Laporan Hasil Evaluasi,
Laporan Hasil Review
Laporan Hasil Pemeriksaan
5 Dokumen Pemutakhiran
Data TLHP
Bukti Setoran TLHP
Rp. 5.000.000.000,3 Kali Sidang
Dokumen Laporan
Jakarta, Manado,
Provinsi Gorontalo dan
Kab/Kota
5 LHP 1 Unit KDO
4 Pemkab,1 Pemkot,
29 SKPD Pemprov
Gorontalo
400,000.00
1,100,000.00
400,000.00
PRIORITAS DAERAH
PROGRAM/KEGIATAN
1
I. DIKPORA
INDIKATOR
SASARAN/HASIL (PROG)
2
OUTPUT (KEGIATAN)
3
RENCANA TINGKAT
CAPAIAN OUTPUT
5
LOKASI
7
PAGU (Rp.000)
2011
6
Kab/Kota
Pemerintah Kab/Kota Secara Tepat
Waktu
163 Penanganan Kasus Pengaduan
Dilingkungan Pemerintah Daerah
164 Pemeriksaan Akhir Masa Jabatan KDH
165 Evaluasi Penyelenggaraan Pemerintah
Daerah
166 Pelaksanaan SPIP Untuk Pemerintah
Provinsi Gorontalo
167 Koordinasi Pengawasan Tingkat Provinsi,
Regional dan Nasional
168 Penyusunan Program Kerja Pengawasan
Tahunan dan Laporan Kinerja
Tertanganinya Kasus Pengaduan
Masyarakat Secara Tepat Waktu
dan Upaya Pencegahan Tindakan
Korupsi
Penyelesaian Pemeriksaan Akhir
Masa Jabatan Bupati Boalemo dan
Pendampingan Itjen Kemendagri
Penyelesaian Evaluasi Kinerja
Penyelenggaraan Pemerintah
Daerah Kab/Kota Secara Tepat
Waktu
Penerapan Sistem Pengendalian
Intern di Lingkungan Pemerintah
Provinsi Gorontalo
Terlaksananya Koordinasi Dengan
Aparat Pengawasan dan APH
Secara Intensif dan Berkelanjutan
Tersusunnya Program Kerja
Pengawasan Tahunan Inspektorat
Atas Penyelenggaraan
Pemerintahan Kab/Kota Serta
Sarana Pendukung Lainnya.
Jumlah Kasus Pengaduan
Masyarakat Yang Dapat
Diperiksa Khusus
Jumlah Sekolah Yang
Disosialisasi Program Anti
Korupsi
Jumlah Kegiatan Koordinasi
Dengan Lembaga Penegak
Hukum dan Lembaga
Pengawasan
Ketersediaan Sarana
Pendukung Dlm Penanganan
Kasus Pengaduan Masy.
Laporan Hasil Pemeriksaan dan
Laporan Kegiatan
Pendampingan
Laporan Hasil Evaluasi Kinerja
Penyelenggaraan Pemerintahan
Kab/Kota dan Evaluasi Draft
LPPD Provinsi Serta Sarana
Pendukung
SKPD Yang Akan
Disosialisasikan Tentang SPIP
Inspektorat
Prov.Gorontalo
30 Kasus
Lingkup Pemprov dan
Kab/Kota
6 Sekolah
Kota Gtlo (2 Sekolah)
Kab. Boalemo (2 Skl)
Kab. Pohuwato (2 skl)
6 Mitra Kerja
6 Kali
360,000.00
1 Unit KDO-S
Inspektorat Provinsi
Gorontalo
Dokumen Laporan
Pemprov. Gorontalo
dan Pemkab. Kab/Kota
100,000.00
6 LHE,
1 Unit KDO
5 Pemkab,
1 Pemkot & Pemprov.
300,000.00
10 SKPD
Pemerintah Provinsi
Gorontalo
110,000.00
SKPD Yang Telah Membentuk
Satgas SPIP
SKPD Yang Dilakukan
Diagnostic Asessment SPIP
Jumlah Pelaksanaan
Koordinasi
10 SKPD
Pemerintah Provinsi
Gorontalo
Pemerintah Provinsi
Gorontalo
Jakarta, Manado,
Provinsi Gorontalo dan
Kab/Kota
Jumlah Lembaga Pengawasan
dan APH Yang Melakukan
Koordinasi Secara Intensif dan
Berkelanjutan
.Dokumen PKPT .Peta Pengawasan -
6 Lembaga
3 SKPD
24 kali
1 PKPT, 7 Peta
Pengawasan, 1 LAKIP
Jakarta dan Provinsi
Gorontalo
250,000.00
150,000.00
PRIORITAS DAERAH
PROGRAM/KEGIATAN
1
I. DIKPORA
169 Pemutakhiran Data TLHP Tingkat Nasional
82
INDIKATOR
SASARAN/HASIL (PROG)
2
OUTPUT (KEGIATAN)
3
Tahun 2013 dan Laporan Kinerja
Terlaksananya Rakor
Pemutakhiran Data TLHP Tingkat
Nasional di Provinsi Gorontalo
Inspektorat Provinsi &
Kegiatan Rakor Pemutakhiran
Data TLHP Tingkat Nasional
Tersedianya Sarana Pendukung
Kantor Dalam Kondisi Baik dan
Dimanfaatkan
Peralatan Mesin dan
Perlengkapan kantor
RENCANA TINGKAT
CAPAIAN OUTPUT
5
LOKASI
7
PAGU (Rp.000)
2011
6
1 Paket
Provinsi Gorontalo
500,000.00
1 Unit Kenderaan Dinas Roda
4 (empat)
Provinsi Gorontalo
600,000.00
1 Unit KDO
Provinsi Gorontalo
150,000.00
1 Paket Dokumen RKA,
ROK, DPA SKPD dan
Laporan Keuangan SKPD
1 Kali Pelaksanaan
1 Dokumen Data dan Informasi
Provinsi Gorontalo
175,000.00
Program Peningkatan Sarana dan
Prasarana Aparatur
170 Peningkatan Sarana dan Prasarana
Perkantoran
1 Paket Penataan Halaman
Kantor
4 Paket Meubelair
83
Program Peningkatan Pengembangan
Sistem Pelaporan Capaian Kerja dan
Keuangan
171 Penyusunan Anggaran dan Laporan
Keuangan SKPD
172 Pengembangan Sistem Informasi Terhadap
Layanan Publik
Terselenggaranya Pelayanan
Adm Keuangan Secara Optimal
Tersedianya Sistem Informasi Bidang
Pengawasan dalam Rangka Keterbukaan
Peralatan dan Perlengkapan
Administrasi Keuangan
Dokumen RKA, ROK, DPA
SKPD dan Laporan Keuangan
SKPD
Pelatihan Pengelolaan Keuangan
Dokumen Data dan Informasi
Pengawasan Yang Dapat
Diakses Oleh Publik.
Media Informasi Pengawasan
Untuk Publik
1 Media Website
1 Buletin Media Pengawasan
TOTAL INSPEKTORAT
5,095,000.00
XXII. Biro Pemerintahan
84
Pembinaan Atas Penyelenggaraan
Pemerintahan Daerah & Pengembangan
Aparatur
173 Rapat Kerja Pemerintah Provinsi Dengan
Pemerintah Kabupaten/ Kota
Terciptanya Sinergitas
Terlaksananya Program/
Penyelenggaraan Pemerintahan
Kegiatan, dan Penyelesaian
Umum di Daerah
Berbagai Masalaah
1 Paket
Provinsi Gorontalo dan
150,000.00
antara Kab/Kota
penmyelenggaraan
Pemerintahan umum di Daerah
174 Rapat Koordinasi Penyelenggaraan
Pemerintahan Antara Pemda Provinsi,
Pemerintahan Yang Efektif dan
Efisien
Terlaksananya Tugas Serta
Kegiatan Pemerintahan
1 Paket
Provinsi Gorontalo
150,000.00
PRIORITAS DAERAH
PROGRAM/KEGIATAN
1
I. DIKPORA
INDIKATOR
SASARAN/HASIL (PROG)
2
Instansi Vertikal Dan Kabupaten/Kota
175 Fasiltasi Peningkatan Kualitas Kerja Sama
Antar Daerah
OUTPUT (KEGIATAN)
3
Terciptanya Pemahaman Yang
Provinsi Gorontalo yang
terpadu/terintegrasi
Fasilitasi dan Sosialisasi
Sama Tentang Tata Cara
Pelaksanaan Kerja Sama Antar
Daerah dan pihak ketiga
Peraturan Per
Undangan-undangan terkait
dengan tata cara kerjasama
RENCANA TINGKAT
CAPAIAN OUTPUT
5
1 Paket
LOKASI
7
Prov.Gtlo
PAGU (Rp.000)
2011
6
250,000.00
Daerah
85 Pelayanan Adm Perkantoran
176 Pelayanan Umum Adm
Perkantoran
Optimalnya pelayanan adminis-
Terpenuhinya kebutuhan ATK
trasi perkantoran
dan menunjang kegiatan Administrasi perkantoran lainnya
Adanya kepastian hukum atas
kepemilikan tanah milik Pemprov
Adanya Sertifikat Tanah milik
Pemerintah Provinsi
200,000.00
1 Paket
Biro Pemerintahan
Setda Prov. Gtlo
86 Program Penyelesaian KonflikKonflik Pertanahan
177 Pensertifikatan & Pemasangan
Papan Pengenal Kepemilikan
Tanah Pemprov
Biro Pemerintahan
2 Paket
Adanya Papan Pengenal
Tanah milik Pemerintah Prov.
Melaksanakan point-point
Memfasilitasi penyelesaian msalah sengketa
lahan milik pemerintah & atau tanah negara
penyelesaian sengketa tanah.
Memfasilitasi rapat2 panitia
pengadaan tanah
TOTAL BIRO PEMERINTAHAN
XXIII. Biro Umum dan Humas
87
Program Pelayanan Adminiustrasi
Perkantoran
155,000.00
Setda Prov. Gtlo
905,000.00
Tercapainya Pendistribusian
penunjang administrasi perkantoran
pada unit-unit kerja (Biro-Biro)
178 Pelayanan Jasa Administrasi Per
Tersedianya sarana penjang
kantoran
88 Prog. Peningkatan Sarana dan
Prasarana Aparatur
179 Peningkatan Sarana Prasarana
Kantor
180 Pemlhraan Rutin/berkala gdng
Kantor
181 Pemlhraan Rutin/berkala Kndraan
dinas/operasional
100%
Gorontalo
750,000.00
100%
Gorontalo
6,600,000.00
100%
Gorontalo
1,231,000.00
100%
Gorontalo
700,000.00
administrasi kantor pada
setiap unit-unit kerja
Meningkatnya Sarana
dan Prasarana Kntr
Terlaksananya Pengadaan
Barang dan Jasa
Terlaksananya pemeliharaan
secara berkala prlgkpan dan
gdng kantor
Terlaksananya pemeliharaan
secara berkala rutinitas
kndran dinas/oprasional
PRIORITAS DAERAH
PROGRAM/KEGIATAN
1
INDIKATOR
SASARAN/HASIL (PROG)
2
OUTPUT (KEGIATAN)
3
RENCANA TINGKAT
CAPAIAN OUTPUT
5
LOKASI
7
PAGU (Rp.000)
2011
6
I. DIKPORA
182 Pengadan Perlatan Rumah jabatan
Terwujudnya Sarana Penunja
/ Dinas
89
100%
Gorontalo
-
100%
100%
dalam
daerah/luar daerah
Makasar
100%
Gorontalo
100%
dalam daerah
25,000.00
dalam
500,000.00
ng Operasional
Peningkatan Pelayanan Kedinasan
Tercapainya plyanan dlm rangka
Kpl Daerah/Wkl Kpl Daerah
183 Kunker/inspeksi kpl/wkl kpl
Daerah
184 Pelayanan Umum Keprotokolan
kunker Kpl/Wkl Kpl Daerah
Adanya pengkatan plynan
untuk Kpl/Wkl Kpl Daerah
Terpublikasinya kegiatan2
keprotokolan Kpl/Wkl Kpl
Daerah dan Sekda utk menjadi
250,000.00
750,000.00
bahan informasi bg masyarkat
90 Program Kerjasama Informasi
dgn Mass Media
Optimalisasi penyebaran informasi
bersama mass media tentang
penyelenggaraan pemda
185 Penyebarluasan informasi penyelenggaraan
pemerintahan daerah
meningkatnya penyebaran in
formasi melalui mass media
tetang penyelenggaraan pemda
Meningkatnya pemahaman
masyarakat tentang
penyelenggaraan pemda dan
bertambahnya media baca
untuk perpustakaan desa
186 2. Monitoring dan Evaluasi
91 Prog. Peningkatan Kapasitas
Sumber Daya Aparatur
187 Peningkatan Kapasitas SDA
Tersedianya Tenaga
Profesional sesuai tupoksi
Meningkatnya pemahaman/
(DIKLAT, BIMTEK DAN SOSIALISASI)
92 Prog. Peningkatan Pelayanan
Kedinasan Pemprov. Gorontalo
188 Koordinasi dgn pemerintah pusat
dan pemda lainnya
189 Monitoring Aset
3,000,000.00
100%
penguasaan thdp TUPOKSI
pd masing2 pegawai baik
pejabat struktural maupun
staf dgn mengikutkan dlm
kegiatan DIKLAT Teknis
maupun fungsional
daerah/
luar daerah
Peningktan profesionalisme
plyanan kedinasan kpl/wkl kpl drh
Terwujudnya koordinasi dgn
pemerintah pusat dan pemda
lainnya
Terpantaunya kondisi aset
Pemprov. Gorontalo
100%
dalam
daerah/luar daerah
200,000.00
100%
dalam
daerah/luar daerah
175,000.00
PRIORITAS DAERAH
PROGRAM/KEGIATAN
1
I. DIKPORA
INDIKATOR
SASARAN/HASIL (PROG)
2
OUTPUT (KEGIATAN)
3
RENCANA TINGKAT
CAPAIAN OUTPUT
5
LOKASI
7
PAGU (Rp.000)
2011
6
14,181,000.00
TOTAL BIRO UMUM DAN HUMAS
XXIV. Biro Hukum dan Organisasi
93
Penunjang Inovasi Kepemerinta
han yang baik
Penataan Perundang-undangan
190 Penyusunan & pengkajian RANPERDA
191 Rapat koordinasi dengan instansi-bidang
hukum terkait dipusat dan daerah.
Mengkaji, Membahas, mengkoordinasikan dgn Instansi terkait serta
mengajukanke DPRDutk di sahkan
/ditetapkan menjadi sebuah
produk hukum
Terciptanya payung hukum dlm
pelaksanaan pemerintahan yang
menjunjung supremasi hukum
- Pembinaan, pengawasan serta
mengevaluasi Perda-perda Kab./
Kota
- Melaporkan hsl evaluasi ke pusat
Ranperda
5 Buah
Prov.Gorontalo
175,000.00
Rapat
4 Kali
Prov.Gorontalo
170,000.00
300 Buku
Prov.Gorontalo
275,000.00
Kali
1 Kali
Prov.Gorontalo
85,000.00
Buku
300 Ekslempar
Prov.Gorontalo
120,000.00
-Terbentuknya Perda Kab/Kota yg
sesuai kewenangannya
- Terhindarnya Perda Kab/Kota yg
192 Penyusunan Peraturan Kepala Daerah.
193 Fasilitasi sosialisasi peraturan perUUan
dibatalkan Pem. Pusat melalui
peningkatan pengawasan produk
Hukum daerah
- Mengoreksi Surat Keputusan yg
diajukan oleh SKPD untuk
disesuaikan dengan Peraturan
Perundang-Undangan yang berlaku
-Terlaksananya peraturan perUU-an
peraturan kepala daerah dan
keputusan kepala daerah
- Melaksanakan Sosialisasi Perda,
dan Peraturan PerUUan lainnya
- Terwujudnya sistim jaringan
PerGub/SK
dokumentasi & informasi hukum
194 Publikasi peraturan perundang-undangan
- Menggandakan, mempublikasikan,
menyebarluaskan, mendokumenta
sikan produk2 hukum & informasi
hukum lainnya baik pusat/daerah
- Terwujudnya sistim jaringan doku
mentasi & informasi hukum &
meningkatnya presentase
kesadaran dan pemahaman masy.
PRIORITAS DAERAH
PROGRAM/KEGIATAN
1
INDIKATOR
OUTPUT (KEGIATAN)
3
RENCANA TINGKAT
CAPAIAN OUTPUT
5
meningkatnya pemahaman HAM
Daerah/
Kab/Kota/
pada organisasi politik,LSM &
masyarakat serta terbentuknya
lembaga penelitian HAM
lembaga
lembaga
meningkatnya pemahaman tentang
Penyelesaian Sengketa Hukum
pada setiap SKPD
orang
Tersedianya data PPNS Provinsi
Gorontalo
SASARAN/HASIL (PROG)
2
LOKASI
7
PAGU (Rp.000)
2011
6
I. DIKPORA
94 Penyelenggaraan pembenahan-hukum
serta menciptakan kondisi masyarakat
yang kondusif.
195 Sosialisasi HAM,pembentukan lembaga
penelitian HAM,desminasi pelatihan,
penataran & lokakarya HAM dikalangan
organisasi politik dan LSM
Prov.Gorontalo
129,358.00
SKPD di Lingk.
Pemprov & Kab/Kota
Prov.Gorontalo
143,441.00
Data
Kabupaten/Kota
Prov.Gorontalo
222,200.00
Tersedianya data organisasi
perangkat daerah sesuai dengan
ketentuan perundang-undangan.
SKPD
5 SKPD
Prov.Gorontalo
207,800.00
Tersusunnya LAKIP
LAKIP
(satu) Paket
Prov.Gorontalo
118,311.00
Tersedianya sistem informasi
layanan publik & evaluasi penilaian
unit kerja.
SKPD
41 SKPD
Prov.Gorontalo
173,800.00
Biro
1 Biro
Prov.Gorontalo
50,000.00
95 Penyelenggaraan pembenahan hukum
serta peningkatan kualitas
hukum perjanjian kerjasama
196 Bimbingan teknis Penyelesaian Sengketa
Hukum di Pengadilan Negeri & PTUN
96
Pembinaan Penyidik Pegawai
Negeri Sipil
197 Pemutakhiran data PPNS kab/kota seProvinsi Gorontalo
97 Penataan Daerah Otonomi Baru.
198 Fasilitasi pemantapan SOTK pemerintah
daerah otonom baru
98 Peningkatan pengembangan sistem
pelaporan capaian kinerja & keuangan
Penyusunan & evaluasi LAKIP
99 Peningkatan kualitas pelayanan publik
199 Penyusunan standar pelayanan publik &
penilaian citra pelayanan prima
100 Pelayanan Administrasi Perkantoran
200 Pelayanan jasa administrasi perkantoran
XXV. Sekretariat Korpri
Penunjang kegiatan
101 Program Pelayanan Jasa Administrasi
perkantoran
Terlaksanya pelayanan administrasi
perkantoran
TOTAL BIRO HUKUM DAN ORGANISASI
1,869,910.00
PRIORITAS DAERAH
PROGRAM/KEGIATAN
1
I. DIKPORAKorpri
Sekretariat
201 Pelayanan jasa administrasi perkantoran
102 Program Peningkatan Sarana dan
Prasarana Perkantoran
202 Peningkatan Sarana dan Prasarana
Perkantoran
103 Peningkatan Sistem Pelaporan Capaian
INDIKATOR
SASARAN/HASIL (PROG)
2
OUTPUT (KEGIATAN)
3
RENCANA TINGKAT
CAPAIAN OUTPUT
5
LOKASI
7
PAGU (Rp.000)
2011
6
Meningkatnya pelayanan jasa administrasi
perkantoran pada 3 bagian lingkungan
Terlaksananya administrasi
perkantoran pada 3 bagian lingkup DP
100%
Sek. DP KORPRI Prov.
Gorontalo
300,000.00
Terwujudnya peningkatan sarana
dan prasarana perkantoran
Tersedianya sarana dan
prasarana perkantoran
100%
Sek. DP KORPRI Prov.
Gtlo
200,000.00
Terpenuhinya pengetahuan tekhnis
Tersedianya SDM aparat
100%
Sek.DPKORPRI Prov.Gtlo
80,000.00
100%
Prov. Gtlo
300,000.00
100%
Prov. Gtlo
200,000.00
100%
Prov. Gtlo
200,000.00
Kinerja dan Keuangan
203 Penyusunan Laporan Capaian Kinerja dan
Ikhtisar Realisasi Kinerja SKPD
104 Program Usaha dan Bantuan Sosial
aparat
Peningkatan kualitas pelayanan dan
kapasitas SDM sesuai kompetensi
anggota KORPRI
Meningkatkan peran usaha
pelayanan sosial dalam
menunjang kesejahteraan
anggota KORPRI
Tersedianya paket dukungan
opersional LKBH
204 Dukungan Operasional LKBH KORPRI
Terciptanya perlindungan hukum
dan rasa aman bagi anggota dalam
menjalankan tugas
205 Koordinasi dan Konsultasi
Terjalinnya kerjasama kegiatan
Terlaksananya sinkronisasi dan
usaha dan bantuan sosial
sinergitas program bagian usaha
Meningkatnya pelayanan
kesejahteraan penghargaan dan
& bantuan sosial melalui rakor
Terlaksananya jaringan usaha,
penguatan bersama mitra usaha
penghormatan bagi anggota
dan bantuan sosial
206 Dukungan Opersional dan Kerjasama bidang
usaha dan kesejahteraan
KORPRI
TOTAL SEKRETARIAT KORPRI
1,280,000.00
XXVI. Kantor Perpustakaan dan Arsip Daerah
105 Program Pelayanan Jasa Administrasi
Penunjang fungsi utama
Kantor perpustakaan dan Arsip
Perkantoran
207 Penyusunan Anggaran dan Laporan
daerah
Keuangan SKPD
208
Pelayanan Jasa Administrasi
Perkantoran
Peningkatan Sistem
- Tertatanya Keuangan Daerah
Penyusunan dan Pelaporan
Keuangan SKPD
Peningkatan Sistem Pengelolaan
Administrasi Perkantoran
dan Pelaporan Keuangan yg
akuntabel.
- Terlaksananya Pelayanan
Administrasi Perkantoran
Pada Seksi Perpustakaan,
Seksi Arsip dan Sub Bagian
Tata Usaha diLingkup Kantor
PerpustaKaan & Arsip Daerah.
Peningkatan Sarana dan
- Tersedianya Sarana dan
85%
Prov. Gorontalo
70,000.00
85%
Prov. Gorontalo
500,000.00
75%
Prov. Gorontalo
106 Program Peningkatan Sarana &
Prasarana Kantor
209 Sarana dan Prasarana Perkantoran
500,000.00
PRIORITAS DAERAH
PROGRAM/KEGIATAN
1
I. DIKPORA
INDIKATOR
SASARAN/HASIL (PROG)
2
Prasarana Perkantoran
OUTPUT (KEGIATAN)
3
RENCANA TINGKAT
CAPAIAN OUTPUT
5
LOKASI
7
PAGU (Rp.000)
2011
6
Prasarana Perkantoran
107 Program Penyelamatan dan
Pelestarian Dokumen/Arsip Daerah
210 Pengumpulan Arsip in aktif dan Statis
211
Pendataan dan Penataan Dokumen/
Arsip Daerah
Peningkatan Penyelamatan
Tersedianya Data Dlm rangka
dan Pengamanan Arsip
Perbaikan KeArsipan 33 SKPD
Peningkatan Pengolahan
- Terselenggaranya PendaData dan Penataan
taan dan Pengumpulan
Dokumen Arsip Daerah
Arsip Daerah 6 Kab/Kota
TOTAL KANTOR PERPUSTAKAAN DAN ARSIP DAERAH
65%
75%
SKPD-SKPD
Prov. Gorontalo
SKPD-SKPD
Prov. Gorontalo
75,000.00
50,000.00
1,195,000.00
XXVII. Kantor Satpol PP dan Linmas
Meningkatkan Keamanan
dan Ketentraman
Aman dan Nyaman Lingkungan
108 Program Pemantapan Tugas-Tugas
Operasional Dalam Mengantisipasi
Gangguan Ketentraman dan
Kenyamanan Serta Ketertiban Umum
212 Pengawalan Pejabat Pemerintah pusat
dan Daerah di Wilayah Provinsi Gorontalo
98%
Prov. Gtlo
1,502,220.00
98%
Prov. Gtlo
75,000.00
Tercapainya kerja sama di bid.
keamanan dan ketentraman.
98%
Prov. Gtlo
150,000.00
meningkatnya Pelayanan
Tercapainya Pelayanan
98%
Prov. Gorontalo
75,000.00
Administrasi Perkantoran
Administrasi Perkantoran
216 Kegiatan Pengumpulan data
Meningkatnya pengumpulan data
Tercapainya data yg dibutuhkan
98%
Prov. Gorontalo
25,000.00
217 Kegiatan Penyusunan Anggaran
Meningkatnya Penyusunan
Tercapainya penyusunan
98%
Prov. Gorontalo
50,000.00
Pelaporan Keuangan
pelaporan keuangan
Terwujudnya peningkatan Sarana
dan Prasarana Aparatur.
Meningkatnya sarana dan
prasarana Aparatur
98%
Prov. Gorontalo
175,000.00
Tercapainya Operasional Aparat
Meningkatnya Operasional
98%
Prov. Gorontalo
75,000.00
213 Pembinaan Fisik dan Mental bagi
Satuan Polisi Pamong Praja
Terciptanya Keamanan & Ketertiban
Masy. & Pejabat Negara yg ada
di Daerah
Terbentuknya mental dan fisik
Terlaksananya Keamanan dan
Ketertiban Masy. & Pejabat
Negara yang ada di Daerah
Tercapainya mental dan fisik
anggota Satpol PP yg Profesional
anggota Satpol PP yang
Profesional dlm melaksanakan
tugas di lapangan
Terciptanya Hubungan Kerja Sama
yg baik dengan Stakholder Pem.
Provinsi, Pusat dan Daerah.
109 Peningkatan kerja sama dan
Koordinasi Satpol PP.
214 Meningkatan kerja sama Anggota
Satpol PP baik pusat maupun Daerah.
110 Program Pelayanan Administrasi
Perkantoran.
215 Pelayanan administrasi perkantoran
dan Pelaporan Keuangan
111 Program Peningkatan Sarana dan
Prasarana Aparatur
218 Peningkatan sarana dan Prasarana
Perkantoran.
219 Peningkatan Operasional Aparat
PRIORITAS DAERAH
PROGRAM/KEGIATAN
1
I. DIKPORA
Satpol PP.
INDIKATOR
SASARAN/HASIL (PROG)
2
Satpol PP
OUTPUT (KEGIATAN)
3
RENCANA TINGKAT
CAPAIAN OUTPUT
5
LOKASI
7
PAGU (Rp.000)
2011
6
Aparat Satpol PP dalam
melaksanakan tugas
112 Program Peningkatan Keamanan
dan Kenyamanan Lingkungan
220 Penyiapan Tenaga Pengendali
Keamanan dan Kenyamanan Lingkungan
meningkatnya kepatuhan
masyarakat/PNS terhadap
Aturan yang berlaku
Meningkatkan Pengetahuan dan
Keterampilan Anggota Linmas dan
Terbinanya Kerjasama Provinsi,
Pusat dan Daerah
Terlaksananya Keamanan,
Ketentraman & Ketertiban
masy. serta Kegiatan Sosial
Kemasyarakatan
98%
Prov. Gtlo
250,000.00
113 Program Peningkatan kapasitas PPNS
dalam Penegakkan Perda / Pergub
221 Simulasi Peningkatan Kapasitas PPNS
dalam Penegakan Perda/Pergub
Meningkatkan Pengetahuan tentang
Penyidikan Aparat PPNS.
Tercapainya Aparat PPNS yang
Profesional
98%
Prov. Gtlo
95,000.00
114 Program Peningkatan Kinerja PPNS
222 Koordinasi dan Evaluasi Kinerja PPNS
Terciptanya Hubungan Kerja Sama
Tercapainya Hubungan Kerja
98%
Prov. Gtlo
75,000.00
dengan Stakholder Pemerintah Provinsi,
Pusat dan Daerah.
TOTAL KANTOR SATPOL PP
Sama dengan Stakholder Pem.
Provinsi, Pusat dan Daerah.
2,547,220.00
XXVIII. Kantor Perwakilan
115 Pelayanan administrasi Perkantoran
223
Pelayanan jasa adm Perkantoran
224 Rapat-rapat koordinasi dan Konsultasi
ke luar daerah
116 Program Peningkatan Sarana dan
prasarana aparatur
225 Sarana dan Prasarana Aparatur
117 Peningkatan Pelayanan Kedinasan
Kepala Daerah/Wakil Kepala Daerah
226 Pelayanan Keprotokoleran
227 Koordinasi dengan Pemerintah pusat &
Pemerintah daerah lainnya
Meningkatnya kualitas
adm perkantoran
Terlaksananya operasional
pelayanan kantor
- Honorarium non PNS
- Belanja rutin
- ATK, ATM
- Rapat koordinasi dan
konsultasi di luar daerah
- kursus/pelatihan peningkatan sdm Aparatur
100%
Jakarta
505,500.00
100%
Jakarta
150,000.00
- Belanja jasa Kantor
- Belanja sewa
- Belanja modal
100%
Jakarta
615,000.00
Meningkatnya efektifitas pelayan
Pj. Daerah di Jakarta & sekitarnya
Optimalisasi fasilitasi, koordinasi
- Protokoler Pejabat daerah
100%
Jakarta
450,000.00
dan pelayanan Pejabat daerah
Fasilitasi urusan pemerintahan di
Jakarta dan sekitarnya
- Fasilitasi & koordinasi
- Fasilitasi dan koordinasi
- Belanja jasa kantor
100%
Jakarta
400,000.00
Meningkatnya keselarasan dan
aksebilitas kantor perwakilan dgn
prog prov maupun nasional
meningkatnya sarana dan
prasarana
Tersedianya sarana dan
prasarana Aparatur
PRIORITAS DAERAH
INDIKATOR
PROGRAM/KEGIATAN
SASARAN/HASIL (PROG)
2
1
I. DIKPORA
118 Kerja Sama Informasi Dengan
Mass Media
OUTPUT (KEGIATAN)
3
RENCANA TINGKAT
CAPAIAN OUTPUT
5
LOKASI
7
Meningkatnya informasi
225,000.00
pembangunan daerah
TOTAL KANTOR PERWAKILAN
XXIX. Dinas Koperasi, Perindustrian & Perdagangan
119 Program Pelayanan Administrasi
Perkantoran
228 Pelayanan Jasa Administrasi Perkantoran
Meningkatnya Pencapaian Target
Kinerja
SKPD
229 Koordinasi, Sinkronisasi & Monev Program
Koperindag
120 Program Peningkatan Sarana dan
Prasarana Aparatur
PAGU (Rp.000)
2011
6
2,345,500.00
Terselenggaranya Administrasi
Perkantoran
- Rakor Program Bid.
Koperindag 2012
- Koordinasi & Monev Program
di Kab/Kota
- Perumusan dan penyusunan program/
Kegiatan Koperindag
1 (satu) Paket
Provinsi Gorontalo
550,000.00
1 kali (200 orang)
Provinsi Gorontalo
150,000.00
Koordinasi 6 kali
& Monev 6 kali
- Dok Renstra 20122016, Renja 2012,
Profil Koperindag
- Dok LAKIP & LKPJ
- Koordinasi program
pusat & daerah
6 Kab/Kota
- Provinsi Gorontalo
200,000.00
- Material dan Peralatan Kantor
- 1 (satu) Paket
- Provinsi Gorontalo
200,000.00
- Perbaikan Jaringan Listrik
Panel COS 200A
- Pengadaan Main Distribution
Panel/MDP 60 KVA (200 A)
- 1 Paket
- Provinsi Gorontalo
40,000.00
- 1 Paket
- Provinsi Gorontalo
70,000.00
- Gedung Kantor Koperindag
- 1 (satu) Paket
- Provinsi Gorontalo
1,000,000.00
- Dokumen RKA, DPA dan
Laporan Keuangan SKPD
- 1 (satu) Paket
- Provinsi Gorontalo
250,000.00
90,000.00
- Tersedianya Sarana dan Prsarana
Penunjang Operasional Kantor
230 Peningkatan Sarana dan Prasarana Perkantoran
231 Pembangunan Gedung Kantor Dinas Koperindag
Provinsi Gorontalo Tahap I
121 Program Peningkatan Pengembangan Sistem
Pelaporan Capaian Kinerja dan Keuangan
232 Penyusunan Anggaran dan Laporan
Keuangan SKPD
- Meningkatnya kualitas pengelolaan,
Penatausahaan dan pelaporan
keuangan SKPD
TOTAL DINAS KOPERASI, PERINDUSTRIAN DAN PERDAGANGAN
XXX. Badan Perencanaan Pembangunan Daerah
122 Program Perencanaan Pembangunan
Daerah
Persentase aparatur yang
memiliki kompetensi
2,550,000.00
PRIORITAS DAERAH
PROGRAM/KEGIATAN
1
INDIKATOR
SASARAN/HASIL (PROG)
2
I. DIKPORA
OUTPUT (KEGIATAN)
3
RENCANA TINGKAT
CAPAIAN OUTPUT
5
LOKASI
7
PAGU (Rp.000)
2011
6
teknis sesuai bidangnya.
233 Optimalisasi Perencanaan Ekonomi yang
tepat sasaran dan dapat meningkatkan
Review dan Prospek Ekonomi
Gorontalo 2011
SKPD Provinsi dan
Kab./Kota
Provinsi Gorontalo
89,000.00
1 Kegiatan
Provinsi Gorontalo
180,000.00
1 Kegiatan
6 Kab./Kota
150,000.00
16 Dokumen usulan
rencana program 2011
Provinsi Gorontalo
295,000.00
1 Kegiatan
Provinsi Gorontalo
149,000.00
1 Kegiatan
6 Kab./Kota
278,500.00
perekonomian masyarakat dan daerah
123 Perencanaan Sosial dan Budaya
234 Terlaksananya Perencanaan, penganggaran
Implementasi Perencanaan,
dan Monitoring program dalam rangka
percepatan pencapaian MDGs
Penganggaran & Monev untuk
Percepatan Pencapaian MDGs
- Rapat persiapan dengan Tim Penyusun
(BPS)
- Pengumpulan data dan informasi
- Kompilasi dan analisis data/informasi
- Penyusunan laporan
Review 15 Kecamatan Ber-IPM
rendah di bawah rata-rata IPM
Provinsi Gorontalo
235 Penyusunan prioritas pembangunan
tahun 2011 bidang sosial budaya
- Penyusunan Usulan SKPD di bawah
koordinasi bidang sosbud
- Pembahasan Usulan SKPD di bawah
koordinasi bidang sosbud
- Konsolidasi dengan Departemen/
Lembaga bidang sosbud
- Konsolidasi program dengan Departemen
Lembaga bidang Sosbud
124 Program Perencanaan Pembangunan
Daerah
236 Menuju Penciptaan Nilai Tambah
Perekonomian Gtlo 2011-2020 (1 kegiatan)
125 Program Perencanaan Pembangunan
Daerah
237 Penyusunan kerjasama pembangunan
tahun 2011 bidang Tata Ruang (1 Kegiatan)
- Penyusunan Usulan SKPD di bawah
koordinasi bidang Tata Ruang (1 Kegiatan)
- Pembahasan Usulan SKPD di bawah
koordinasi bidang Tata Ruang (1 Dokumen)
Persentase kabupaten/kota
yang menerapkan perencanaan
terintegrasi dan tepat waktu dgn
Provinsi.
Koordinasi, sinkronisasi dan
konsolidasi program dgn instansi
/departemen/lembaga bidang
sosial budaya
Fasilitasi Pengembangan kawasan
Ekonomi Strategis
Koordinasi & Fasilitasi Keg. Tata
Ruang, Infrastruktur, Perhubungan
dan Lingkungan Hidup
Persentase SKPD yang
menerapkan perencanaan,
pelaksanaan monev dan
pelaporan secara terintegrasi,
dan tepat sasaran tepat waktu
PRIORITAS DAERAH
PROGRAM/KEGIATAN
1
I. DIKPORA
- Penyusunan Perencanaan Air minum dan
Sanitasi perkotaan bid Tata Ruang (1 keg.)
238 - Tersedianya data pengembangan potensi daerah
tertinggal Provinsi Gorontalo
INDIKATOR
SASARAN/HASIL (PROG)
2
OUTPUT (KEGIATAN)
3
RENCANA TINGKAT
CAPAIAN OUTPUT
5
LOKASI
7
PAGU (Rp.000)
2011
6
Identifikasi Data Pengembangan
Potensi Daerah Tertinggal
1 Kegiatan
6 Kab./Kota
84,500.00
Koordinasi Perencanaan
Pembangunan Tahunan Daerah
1 Kegiatan
Provinsi Gorontalo
750,000.00
240 Tersusunnya dokumen RPJMD 2012-2016
(1 dokumen)
241 Terlaksananya Program dan kegiatan yang
sesuai dengan perencanaan (1 kegiatan)
Penyusunan Rancangan Awal
RPJMD Prov Gtlo Thn 2012 - 2016
Evaluasi Pencapaian Renja
Pemerintah Daerah (RKPD)
s/d 2010
1 Kegiatan
Provinsi Gorontalo
350,000.00
1 Kegiatan
Provinsi Gorontalo
175,000.00
242 Penataan Ruang lebih terarah/
tertata baik
Rakor BKPRD & fasilitasi
penyusunan Rencana Tata Ruang
Lintas Kab/Kota
Koordinasi RTRW & Sosialisasi
Perda RTRW Prov. Gorontalo
2010 -2030
1 Kegiatan
Provinsi Gorontalo
62,800.00
1 Kegiatan
Kab./Kota
274,200.00
Fasilitasi Kerjasama Pembangunan
Dengan Dunia Usaha/Donor/
Lembaga
6 Kerjasama
dengan Lembaga Donor
Provinsi Gorontalo
231,000.00
239 Perencanaan pembangunan yang
terintegrasi dengan Kabupaten/Kota dan
SKPD terdiri dari :
- Musrenbangnas (1 kegiatan)
- Musrenbang Reg. Sulawesi 2011 (1 keg)
- Rakorpus (1 kegiatan)
- Konsolidasi Lintas Departemen/KL
Tahun 2012 (1 kegiatan)
- Pasca musrenbang (1 kegiatan)
- Musrenbangda Provinsi Gorontalo 2011
(1 kegiatan)
- Analisis program 2012 (1 dokumen)
- Forum Bappeda (1 kegiatan)
- Penyusunan Renja SKPD (1 dokumen)
- Singkronisasi Program Provinsi dan
Kabupaten/Kota (1 dokumen)
243 Mengoptimalkan pelaksanaan pemb.
khususnya di bid. Tata Ruang, Infrastruktur
dan LH
126 Program Kerjasama Pembangunan
Peningkatan efektivitas kinerja kerjasama
regional, internasional dan dunia usaha di
Provinsi Gorontalo
127 Program Perencanaan Pembangunan
Persentase kabupaten/kota yang
PRIORITAS DAERAH
PROGRAM/KEGIATAN
1
I. DIKPORA
INDIKATOR
SASARAN/HASIL (PROG)
2
Ekonomi
OUTPUT (KEGIATAN)
3
RENCANA TINGKAT
CAPAIAN OUTPUT
5
LOKASI
7
PAGU (Rp.000)
2011
6
menerapkan perencanaan
terintegrasi dan tepat waktu
dengan Provinsi.
244 Menciptakan Program bidang ekonomi yang
terarah, terintegrasi dan berkesinambungan
Koordinasi Perencanaan
Pembangunan bidang Ekonomi
1 kegiatan
Provinsi Gorontalo
201,000.00
245 G to G agreement dan deklarasi Gorontalo
mengenai konsep pengembangan dan
perdagangan jagung regional dan global
Ministrial Meeting Kerjasama Luar
Negeri Dlm Peningkatan Ketahanan
Pangan (Industri Jagung)
1 Kegiatan
Provinsi Gorontalo
455,000.00
1 Kegiatan
Provinsi Gorontalo
175,000.00
1 Kegiatan
Provinsi Gorontalo
3,950,000.00
1 Kegiatan
Bappeda
538,000.00
1 Kegiatan
Provinsi Gorontalo
112,000.00
128 Program Pengembangan Data /
Informasi
246 Penyusunan Profile Daerah, Gorontalo
Dalam Angka dan Buku Saku serta
Data Center
Persentase kelengkapan data
secara akurat dan up-to-date.
Tersusunnya Dokumen Data/
Informasi, potensi pembangunan
berbagai sektor dan kinerja SKPD
se Provinsi dan Kabupaten/Kota
sbg dasar penyusunan program/
kegiatan pembangunan
129 Program Peningkatan Sarana dan
Prasarana Aparatur
247 Terlaksananya pemb. Kantor Bappeda
130 Program Pelayanan Adm. Perkantoran
248 Tercapainya Tertib Pelayanan Administrasi
Perkantoran
131 Peningkatan Pengembangan Sistem
Pelaporan Capaian Kinerja & Keuangan
Penyusunan Anggaran dan Laporan
Keuangan SKPD
Pembangunan Infrastruktur
Perkantoran
Persentase kelengkapan
sarana dan prasarana dlm
mewujudkan pelayanan prima.
Pelayanan Jasa Administrasi
Perkantoran
Presentase Peningkatan
Peng. Sistem Pelaporan
Capaian Kinerja dan Keuangan
Tercapainya tertib administrasi
penyusunan Laporan Keuangan
(Bulanan, Triwulan dan Tahunan) &
Lancarnya Pengelolaan Keuangan
Lingkup Bappeda
TOTAL BADAN PERENCANAAN PEMBANGUNAN DAERAH
8,500,000.00
PRIORITAS DAERAH
1
I. DIKPORA
PROGRAM/KEGIATAN
INDIKATOR
SASARAN/HASIL (PROG)
2
OUTPUT (KEGIATAN)
3
RENCANA TINGKAT
CAPAIAN OUTPUT
5
LOKASI
7
PAGU (Rp.000)
2011
6
PRIORITAS DAERAH
1
I. DIKPORA
PROGRAM/KEGIATAN
INDIKATOR
SASARAN/HASIL (PROG)
2
OUTPUT (KEGIATAN)
3
RENCANA TINGKAT
CAPAIAN OUTPUT
5
LOKASI
7
PAGU (Rp.000)
2011
6
*
-
Download
Random flashcards
hardi

0 Cards oauth2_google_0810629b-edb6-401f-b28c-674c45d34d87

Create flashcards