AKUNTANSI LEMBAGA KEUANGAN SYARIAH

advertisement
PPL - Ikatan Akuntan Indonesia
Akuntansi Lembaga
Keuangan Syariah
(CAKUPAN MATERI)
Disampaikan oleh
Wiroso
This training material is solely for the use of training participants. No part of it may be circulated, quoted, or
reproduced for distribution inside or outside the training participants organization without prior written approval
from Sharia Accounting Team Teaching – Islamic Banking - Jakarta
Sekilas diriku
Wiro
oso – Cak
kupan Matteri
Nama
Alamat
: Wiroso
: Jl. Kebembem III/72, Rt 006/07
Jagakarsa - Jakarta 12620
Telp rumah : (021) 7271959,
7271959 HP : 0812-9934800
E-mail
: [email protected]
Pengalaman bidang perbankan:
(1) satu tahun (1982) di Bank Pembangunan Daerah Jawa Tengah , (2) lima tahun (1982-1986) di Citibank Jakarta,
(3) tujuh tahun (1987 – 1993) di Bank Universal (Bank Permata), (4) sebelas tahun (1993 – 2004) di Bank Muamalat
Indonesia, (5) Tim Penyusun PSAK 59 dan PAPSI – Akuntansi Perbankan Syariah (1999 sd 2006), (6) Anggota
Komite Akuntansi Syariah – IAI ( tim penyusun PSAK syariah) (2006 sd 2010)
Kegiatan saat ini :
(1) D
Dosen FE d
dan M
Magister
i t Ak
Akuntansi
t
i FE Universitas
U i
it Trisakti
T i kti J
Jakarta
k t (2006 sd
d sekarang),
k
) (2) A
Anggota
t D
Dewan
Standar Akuntansi Syariah (DSAS) ( 2010 sd sekarang), (3) Anggota Dewan Penguji Sertifikasi Akuntansi Syariah
– IAI (2008 sd sekarang) (5) Tim Penyusun PAPSI revisi 2012 (5) Partner dan instruktur pada konsultan – ICDIFLPPI, Batasa Tazkia, Service Quality Partner, Pantarhai dan instruktur pelatihan internal beberapa Bank Syariah,
Multi Finance Syariah, Koperasi Syariah dan Lembaga Keuangan Syariah lainnya
Karya tulis :
(1) Jual beli Murabahah - 2005, (2) Akuntansi Perbankan Syariah – 2004 bersama Prof Sofian S. Harahap, (3)
Penghimpunan Dana dan Distribusi Hasil Usaha Bank Syariah -2005, (4) Business Syariah - 2007 bersama
Muhamad Yusuf (5) Produk Perbankan Syariah -2009, (6) Akuntansi Transaksi Syariah - 2010
Jakarta, Januari 2013
IAI - PPL - Akuntansi Lembaga Keuangan Syariah
2
Pokok-pokok
p
Bahasan
Wiro
oso – Cak
kupan Matteri
1.
2
2.
3.
4.
5.
6.
7.
8.
9.
10.
11.
Jakarta, Januari 2013
Sekilas Bank Syariah
Pengantar Akuntansi Syariah
Laporan Keuangan Syariah
Akuntansi DPK dan Jasa
Akuntansi Murabahah (psak 102)
(psak 103))
Akuntansi Salam (p
Akuntansi Istishna (psak 104)
Akuntansi Mudharabah (psak 105)
Akuntansi Musyarakah (psak 106)
Akuntansi Ijarah (psak 107)
Perhitungan Pembagian Hasil Usaha
IAI - PPL - Akuntansi Lembaga Keuangan Syariah
3
Secara lengkap dan rinci materi ini tercantum dalam buku
dibawah :
Wiro
oso – Cak
kupan Matteri
Cakupan isi buku:
1.
Sekilas Akuntansi Syariah
2
2.
Laporan Keuangan Entitas Syariah
3.
Akuntansi Murabahah (psak 102)
4.
Akuntansi Salam (psak 103)
5
5.
Ak t
Akuntansi
i Istishna
I ti h (psak
(
k 104)
6.
Akuntansi Mudharabah (psak 105)
7.
Akuntansi Musyarakah (psak 106)
8.
Akuntansi Ijarah (psak107)
Jakarta, Januari 2013
IAI - PPL - Akuntansi Lembaga Keuangan Syariah
4
Akuntansi Lembaga
K
Keuangan
S i h
Syariah
SEKILAS
LEMBAGA KEUANGAN
SYARIAH
Pokok-pokok Bahasan
Wirroso – Sek
kilas Lemba
aga Keuan
ngan Syaria
ah
1.
1
2.
3.
4
4.
5.
Jakarta, Januari 2013
Pengantar
Lembaga Keuangan Non Bank
Lembaga Keuangan Bank
F ngsi dan kegiatan Usaha
Fungsi
Pembagian
g
hasil usaha LKS
IAI - PPL - Akuntansi Lembaga Keuangan Syariah
2
Wirroso – Sek
kilas Lemba
aga Keuan
ngan Syaria
ah
Bahasan
pertama
Pengantar
Jakarta, Januari 2013
IAI - PPL - Akuntansi Lembaga Keuangan Syariah
3
Pelaksana
Jakarta, Januari 2013
Masyarakat
Murni
Syariah
Regulasi
IAI - PPL - Akuntansi Lembaga Keuangan Syariah
ASPE
A
EK B
BISN
NIS
AS
SPEK
K SY
YAR
RIAH
H
Wirroso – Sek
kilas Lemba
aga Keuan
ngan Syaria
ah
Implementasi
p
LKS
4
Wirroso – Sek
kilas Lemba
aga Keuan
ngan Syaria
ah
UU 21/2008 – Perbankan Syariah
 Pengertian pembiayaan
=> penyediaan dana
 Pasal 4 UU no. 21/2008
=> menghimpun dana
dan penyalurkan dana.
 Pasal 26 UU 21 / 2008
=>kegiatan usaha (produk dan
jasa) wajib tunduk kepada prinsip
s a iah (Fatwa
syariah
(Fat a MUI / DSN)
 Fatwa dituangkan dalam PBI
Pelaksanaannya
?
Jakarta, Januari 2013
IAI - PPL - Akuntansi Lembaga Keuangan Syariah
5
Wirroso – Sek
kilas Lemba
aga Keuan
ngan Syaria
ah
Pengertian
g
p
pembiayaan
y
((UU 21/2008
/
p
ps 1 angka
g
25))
25. Pembiayaan adalah penyediaan dana atau tagihan
yang dipersamakan dengan itu berupa:
 transaksi bagi hasil dalam bentuk mudharabah dan musyarakah;
 transaksi sewa-menyewa dalam bentuk ijarah atau sewa beli dalam
b t k ijarah
bentuk
ij h muntahiya
t hi bittamlik;
bitt lik
 transaksi jual beli dalam bentuk piutang murabahah, salam, dan
istishna;
 ttransaksi
k i pinjam
i j
meminjam
i j
dalam
d l
bentuk
b t k piutang
i t
qardh;
dh dan
d
 transaksi sewa-menyewa jasa dalam bentuk ijarah untuk transaksi
multijasa
berdasarkan
b
d
k persetujuan
t j
atau
t kkesepakatan
k t antara
t
B
Bankk
Syariah dan/atau UUS dan pihak lain yang mewajibkan
pihak yang dibiayai dan/atau diberi fasilitas dana untuk
mengembalikan
b lik dana
d
tersebut
b setelah
l h jangka
j
k waktu
k
tertentu dengan imbalan ujrah, tanpa imbalan, atau bagi
hasil.
Jakarta, Januari 2013
IAI - PPL - Akuntansi Lembaga Keuangan Syariah
6
Pengertian produk (PBI 10/17/PBI/2008 – kodifikasi produk )
Wirroso – Sek
kilas Lemba
aga Keuan
ngan Syaria
ah
II. PEMBIAYAAN ATAS DASAR AKAD MUSYARAKAH
a. Definisi
Pembiayaan adalah penyediaan dana atau tagihan yang dipersamakan dengan itu berupa:
a. transaksi bagi hasil dalam bentuk mudharabah dan musyarakah;
b. transaksi sewa menyewa dalam bentuk ijarah atau sewa beli dalam bentuk ijarah muntahiya bittamlik;
c. transaksi jual beli dalam bentuk piutang murabahah, salam, dan istishna’;
d. transaksi pinjam meminjam dalam bentuk piutang qardh; dan
e. transaksi sewa menyewa jasa dalam bentuk ijarah untuk transaksi multijasa
berdasarkan persetujuan atau kesepakatan antara Bank Syariah dan/atau Unit Usaha Syariah dan pihak
lain yang mewajibkan pihak yang dibiayai dan/atau diberi fasilitas dana untuk mengembalikan dana
tersebut setelah jangka waktu tertentu dengan imbalan ujroh, tanpa imbalan, atau bagi hasil.
b. Akad Musyarakah
Transaksi penanaman dana dari dua atau lebih pemilik dana dan/atau barang untuk menjalankan usaha
tertentu sesuai syariah dengan pembagian hasil usaha antara kedua belah pihak berdasarkan nisbah
yyang
g disepakati,
p
, sedangkan
g
pembagian
p
g
kerugian
g
berdasarkan p
proporsi
p
modal masingmasing.
g
g
III. PEMBIAYAAN ATAS DASAR AKAD MURABAHAH
a. Definisi
Pembiayaan adalah penyediaan dana atau tagihan yang dipersamakan dengan itu berupa:
a. transaksi bagi hasil dalam bentuk mudharabah dan musyarakah;
b
b.
transaksi sewa menyewa dalam bentuk ijarah atau sewa beli dalam bentuk ijarah muntahiya bittamlik;
c. transaksi jual beli dalam bentuk piutang murabahah, salam, dan istishna’;
d. transaksi pinjam meminjam dalam bentuk piutang qardh; dan
e. transaksi sewa menyewa jasa dalam bentuk ijarah untuk transaksi multijasa
berdasarkan persetujuan atau kesepakatan antara Bank Syariah dan/atau Unit Usaha Syariah dan pihak
l i yang mewajibkan
lain
jibk pihak
ih k yang dibiayai
dibi
i dan/atau
d / t diberi
dib i fasilitas
f ilit dana
d
untuk
t k mengembalikan
b lik dana
d
tersebut setelah jangka waktu tertentu dengan imbalan ujroh, tanpa imbalan, atau bagi hasil.
b. Akad Murabahah
Transaksi jual beli suatu barang sebesar harga perolehan barang ditambah dengan margin yang disepakati
olah para pihak, dimana penjual menginformasikan terlebih dahulu harga perolehan kepada pembeli.
Jakarta, Januari 2013
IAI - PPL - Akuntansi Lembaga Keuangan Syariah
7
Wirroso – Sek
kilas Lemba
aga Keuan
ngan Syaria
ah
Sengketa Transaksi Syariah
PERADILAN AGAMA ( Ps 49 UU No 3 Th 2006 –
Amandemen Undang-undang Peradilan Agama)

Peradilan Umum
Basyarnas
Musyawarah
?
•
•
•
•
Jakarta, Januari 2013
UU No 21 Th 2008 tentang Perbankan Syariah (pasal
55 – penyelesaian sengketa) :
(1) dilakukan
dil k k oleh
l h pengadilan
dil d
dalam
l
lilingkungan
k
Peradilan Agama
(2) Para pihak telah memperjanjikan selain pada ayat
(1), dilakukan sesuai dengan isi Akad.
(3) Penyelesaian
P
l
i sengketa
k t pada
d ayatt (2) tid
tidak
kb
boleh
l h
bertentangan dengan Prinsip Syariah
Penjelasan pasal: "penyelesaian sengketa dilakukan
sesuai dengan isi Akad"
Akad adalah :
musyawarah;
mediasi perbankan;
melalui Badan Arbitrase Syariah Nasional (Basyarnas) atau
lembaga arbitrase lain; dan/atau
melalui
l l i pengadilan
dil d
dalam
l
lilingkungan
k
P
Peradilan
dil U
Umum
IAI - PPL - Akuntansi Lembaga Keuangan Syariah
8
Kenaikan uang dibenarkan
jika diikuti kegiatan
ekonomi nyata
y
Paradigma
d
tentang UANG
Jual Beli Barang
Harga pokok
Rp. 10.000.000
Harga jual
Rp. 12.000.000
----------------Keuntungan
Rp. 2.000.000
Haram
Halal
Pinjaman Uang
Pinjam
Rp. 10.000.000
Kembali
Rp. 10.020.000
-------------------Kelebihan
Rp.
20.000
Jakarta, Januari 2013
Return
n Rp.
200.000 (0
0,02%)
Re
eturn Rp.
2.000.000 (20%
%)
Wirroso – Sek
kilas Lemba
aga Keuan
ngan Syaria
ah
uang hanya alat tukar dan
satuan pengukur nilai, bukan
komoditas
IAI - PPL - Akuntansi Lembaga Keuangan Syariah
9
Wirroso – Sek
kilas Lemba
aga Keuan
ngan Syaria
ah
Golongan masyarakat
… dan
d kamu
k
menjadi
j di tiga
ti golongan:
l
 Yaitu golongan kanan alangkah mulianya
golongan kanan itu
 Dan golongan kiri alangkah sengsaranya
golongan kiri itu
 Dan golongan orang
orang-orang
orang yang paling dahulu
(beriman), merekalah yang paling dahulu
(masuk surga)
(QS : waqi’ah 7-10)
Jakarta, Januari 2013
IAI - PPL - Akuntansi Lembaga Keuangan Syariah
10
Wirroso – Sek
kilas Lemba
aga Keuan
ngan Syaria
ah
Jakarta, Januari 2013
IAI - PPL - Akuntansi Lembaga Keuangan Syariah
11
Pen
nge
ertia
an S
Syariah
Wirroso – Sek
kilas Lemba
aga Keuan
ngan Syaria
ah
 Prinsip Syariah adalah prinsip hukum Islam dalam
kegiatan perbankan berdasarkan fatwa yang dikeluarkan
oleh lembaga yang memiliki kewenangan dalam
penetapan fatwa di bidang syariah (UU 21/2008)
y
merupakan
p
ketentuan hukum Islam yyang
g
 Syariah
mengatur aktivitas umat manusia yang berisi perintah
dan larangan, baik yang menyangkut hubungan interaksi
vertikal dengan Tuhan maupun interaksi horisontal
dengan sesama makhluk (KDPPLKS)
FATWA DEWAN
SYARIAH NASIONAL
Jakarta, Januari 2013
IAI - PPL - Akuntansi Lembaga Keuangan Syariah
12
Pengertian Lembaga Keuangan
Wirroso – Sek
kilas Lemba
aga Keuan
ngan Syaria
ah
badan usaha yang
melakukan kegiatan di
bid
bidang
keuangan
k
yang
menghimpun dana
d
dengan
mengeluarkan
l k
surat berharga dan
menyalurkannya
l k
untuk
t k
membiayai investasi
perusahaan.
h
Jakarta, Januari 2013
IAI - PPL - Akuntansi Lembaga Keuangan Syariah
13
Wirroso – Sek
kilas Lemba
aga Keuan
ngan Syaria
ah
Lembaga Keuangan di Indonesia
Jakarta, Januari 2013
IAI - PPL - Akuntansi Lembaga Keuangan Syariah
14
Wirroso – Sek
kilas Lemba
aga Keuan
ngan Syaria
ah
Ta'limat tentang Pembiayaan
Bank Syariah Kepada Jasa
K
Keuangan
K
Konvensional
i
l
Nomor : U-029/DSN-MUI/I/2011
Sehubungan dengan banyaknya pertanyaan mengenai penyaluran dana Bank Syariah
kepada [asa Keuangan Konvensional, serta upaya Dewan Syariah Nasional Majelis Ulama
Indonesia dalam menumbuhkembangkan Lembaga Bisnis Syariah, Dewan Syariah
Nasional -Majelis Ulama Indonesia menetapkan bahwa:
1 Pada prinsipnya DSN-MUI melarang Bank Syariah menyalurkan dana kepada Jasa
g
Konvensional karena bertentangan
g
dengan
g
p
prinsip
p syariah
y
((larangan
g
Keuangan
transaksi ribawi).
2 Namun demikian, DSN-MUI dapat memahami apabila Bank Syariah menyalurkan
dana kepada Jasa Keuangan Konvensional dengan alas an adanya kemaslahatan,
yaitu untuk mendorong lembaga yang bersangkutan agar membentuk Unit Usaha
Syariah;
3 DSN-MUI
DSN MUI tidak memperbolehkan Bank Syariah menyalurkan pembiayaan [asa
Keuangan Konvensional terhitung mulai 1Juni 2011;
4 Apabila dalam jangka waktu 1 (satu) tahun Lembaga yang bersangkutan belum
memiliki Unit Usaha Syariah, maka Bank Syariah dilarang menyalurkan lagi dana
kepada lembaga tersebut; dan
5 Obyek dan metode pembiayaan Bank Syariah harus sesuai dengan prinsip syariah
yang terdapat dalam fatwa-fatwa Dewan Syariah Nasional -Majelis Ulama Indonesia.
6 Dewan Pengawas Syariah pada masing-masing Bank Syariah agar mengawasi
pelaksanaan ta 'limat ini.
Jakarta, Januari 2013
IAI - PPL - Akuntansi Lembaga Keuangan Syariah
15
Wirroso – Sek
kilas Lemba
aga Keuan
ngan Syaria
ah
Penjelasan Ta’limat DSN-MUI
No U-220/DSN-MUI/VI/2011
No.
U 220/DSN MUI/VI/2011
Sehubungan dengan banyaknya pertanyaan dan adanya beberapa
penafsiran yang berbeda atas Ta‘limat Dewan Syariah Nasionat -Majelis
Ulama Indonesia (DSN-MUI) No.U-029/DSN-MUI/I/2011, maka dengan ini
DSN-MUI menyampaikan penjelasan sebagai berikut:
1 Ta
1.
Ta'limat
limat DSN-MUI merupakan keharusan/wajib.
keharusan/wajib
2. Ta'limat DSN-MUIberlaku untuk executing dan chanelling.
3. Sasaran/pihak yang diatur dalam ta’limat ini adalah lembaga
keuangan bank (Bank Umum, BPR) dan Lembaga Pembiayaan
Konvensional.
4. Sesuai dengan rapat Badan Pelaksana Harian (BPH) DSN-MUI pada
tanggal 22 Juni 2011, yang mempertimbangkan berbagai hal
termasuk kemaslahatan LKS,
LKS maka waktu pemberlakuan Ta'limat
Ta limat
DSN-MUI, diperpanjang satu tahun lagi, yaitu berlakusampai
dengan 01 Juni 2012.
Jakarta, Januari 2013
IAI - PPL - Akuntansi Lembaga Keuangan Syariah
16
Wirroso – Sek
kilas Lemba
aga Keuan
ngan Syaria
ah
Bahasan
kedua
 L
Lembaga
b
Keuangan Non
Bank
Jakarta, Januari 2013
IAI - PPL - Akuntansi Lembaga Keuangan Syariah
17
Wirroso – Sek
kilas Lemba
aga Keuan
ngan Syaria
ah
Pengertian Lembaga Pembiayaan
 Lembaga Pembiayaan adalah badan
usaha yang melakukan kegiatan
pembiayaan dalam bentuk penyediaan
dana atau barang modal.(Perpres 9/2009)
Jakarta, Januari 2013
IAI - PPL - Akuntansi Lembaga Keuangan Syariah
18
Wirroso – Sek
kilas Lemba
aga Keuan
ngan Syaria
ah
Cakupan Lembaga Pembiayaan
A Perusahaan Pembiayaan;
A.
Perusahaan Pembiayaan adalah badan usaha yang khusus
didirikan
d
d a untuk
u u melakukan
e a u a Sewa
Se a Guna
Gu a Usaha,
Usa a, Anjak
ja
Piutang, Pembiayaan Konsumen, dan/atau usaha Kartu
Kredit.
K i t usaha
Kegiatan
h Perusahaan
P
h
Pembiayaan
P bi
meliputi
li ti (pasal
(
l 3):
3)
a. Sewa Guna Usaha;
b Anjak Piutang;
b.
c. Usaha Kartu Kredit; dan/atau
d Pembiayaan Konsumen.
d.
Konsumen
Jakarta, Januari 2013
IAI - PPL - Akuntansi Lembaga Keuangan Syariah
19
Wirroso – Sek
kilas Lemba
aga Keuan
ngan Syaria
ah
B. Perusahaan Modal Ventura; dan
p
Company
p y) adalah
Perusahaan Modal Ventura (Venture Capital
badan usaha yang melakukan usaha pembiayaan/penyertaan
modal ke dalam suatu Perusahaan yang menerima bantuan
pembiayaan (investee Company) untuk jangka waktu tertentu
dalam bentuk penyertaan saham, penyertaan melalui
pembelian obligasi konversi, dan/atau pembiayaan
berdasarkan pembagian atas hasil usaha.
Kegiatan usaha Perusahaan Modal Ventura meliputi (pasal 4):
a Penyertaan saham (equity participation);
a.
b. Penyertaan melalui pembelian obligasi konversi (quasi equity
participation); dan/atau
c. Pembiayaan
P bi
berdasarkan
b d
k pembagian
b i atas
t hasil
h il usaha
h (profit/
fit/ revenue
sharing).
Jakarta, Januari 2013
IAI - PPL - Akuntansi Lembaga Keuangan Syariah
20
Wirroso – Sek
kilas Lemba
aga Keuan
ngan Syaria
ah
C. Perusahaan Pembiayaan Infrastruktur.
Perusahaan Pembiayaan Infrastruktur adalah badan
usaha yang didirikan khusus untuk melakukan
pembiayaan dalam bentuk penyediaan dana pada
proyek infrastruktur.
1 K
Kegiatan
i t usaha
h Perusahaan
P
h
Pembiayaan
P bi
Infrastruktur
I f t kt
meliputi (pasal 5):
a Pemberian pinjaman langsung (direct lending) untuk Pembiayaan
a.
Infrastruktur;
b. Refinancing atas infrastruktur yang telah dibiayai pihak lain;
dan/atau
c. Pemberian pinjaman subordinasi (subordinated loans) yang
berkaitan dengan Pembiayaan Infrastruktur;
Jakarta, Januari 2013
IAI - PPL - Akuntansi Lembaga Keuangan Syariah
21
Wirroso – Sek
kilas Lemba
aga Keuan
ngan Syaria
ah
2 Untuk mendukung kegiatan usaha sebagaimana
dimaksud p
pada ayat
y (1),
( ), Perusahaan Pembiayaan
y
Infrastruktur dapat pula melakukan:
a. Pemberian dukungan
g kredit (credit enhancement),
termasuk penjaminan untuk Pembiayaan Infrastruktur;
b. Pemberian jasa konsultasi (advisory services);
c. Penyertaan modal (equity investment);
d. Upaya mencarikan swap market yang berkaitan dengan
Pembiayaan Infrastruktur; dan/atau
e. Kegiatan atau pemberian fasilitas lain yang terkait
dengan Pembiayaan Infrastruktur setelah memperoleh
persetujuan dari Menteri.
Jakarta, Januari 2013
IAI - PPL - Akuntansi Lembaga Keuangan Syariah
22
Wirroso – Sek
kilas Lemba
aga Keuan
ngan Syaria
ah
Larangan kegiatan Usaha Lembaga Pembiayaan
 LLembaga
b
Pembiayaan
P bi
dilarang
dil
menarik
ik
dana secara langsung dari masyarakat
dalam bentuk (pasal 9):
a. Giro;
b. Deposito;
c. Tabungan.
T b
Jakarta, Januari 2013
IAI - PPL - Akuntansi Lembaga Keuangan Syariah
23
Wirroso – Sek
kilas Lemba
aga Keuan
ngan Syaria
ah
Sumber dana lain (pasal 10)
1
2
Lembaga Pembiayaan dapat menerbitkan Surat
Sanggup Bayar (Promissory Note) dengan
memenuhi prinsip kehati-hatian (prudential
principles).
)
Penerbitan Surat Sanggup Bayar (Promissory
Note) sebagaimana dimaksud diatas diatur lebih
lanjut oleh Menteri
Jakarta, Januari 2013
IAI - PPL - Akuntansi Lembaga Keuangan Syariah
24
Wirroso – Sek
kilas Lemba
aga Keuan
ngan Syaria
ah
Sumber Daya Perusahaan Pembiayaan
(KMK : 84/PMK.012/2006)
1 Modal awal
2 Pinjaman dari bank dan/atau badan usaha
lainnya berdasarkan perjanjian pinjam
meminjam (pasal 25)
3 Perusahaan Pembiayaan dapat
memperoleh pendanaan syari’ah (pasal 26)
4 Pembiayaan
P bi
bersama
b
d
dengan
pihak
ih k lain
l i
(pasal 27)
Jakarta, Januari 2013
IAI - PPL - Akuntansi Lembaga Keuangan Syariah
25
Wirroso – Sek
kilas Lemba
aga Keuan
ngan Syaria
ah
PERUSAHAAN
PEMBIAYAAN SYARIAH
Jakarta, Januari 2013
IAI - PPL - Akuntansi Lembaga Keuangan Syariah
26
P
Perusahaan
h
P
Pembiayaan
bi
S
Syariah
i h
Wirroso – Sek
kilas Lemba
aga Keuan
ngan Syaria
ah
(Peraturan Bapepam LK : PER-03/BL/2007 )
 Perusahaan Pembiayaan adalah Perusahaan
Pembiayaan sebagaimana dimaksud dalam
Peraturan Menteri Keuangan tentang Perusahaan
Pembiayaan.
 Prinsip Syariah adalah ketentuan hukum Islam yang
menjadi pedoman dalam kegiatan operasional
perusahaan dan transaksi antara lembaga keuangan
atau lembaga bisnis syariah dengan pihak lain yang
telah dan akan diatur oleh DSN-MUI.
Jakarta, Januari 2013
IAI - PPL - Akuntansi Lembaga Keuangan Syariah
27
Wirroso – Sek
kilas Lemba
aga Keuan
ngan Syaria
ah
Landasan hukum
 Peraturan Presiden Republik
p
Indonesia Nomor 9
Tahun 2009 Tentang Lembaga Pembiayaan
p p
LK nomor PER-03/BL/2007
 Peraturan Bapepam
tentang Kegiatan Perusahaan Pembiayaan
Berdasarkan Prinsip Syariah
 Peraturan Bapepam LK nomor PER-04/BL/2007
tentang Akad-akad yang Digunakan Dalam
K i t Perusahaan
Kegiatan
P
h
Pembiayaan
P bi
Beradasarkan
B d
k
Prinsip Syariah
 Peraturan
P t
B
Bapepam LK d
dan KMK lain
l i yang tidak
tid k
bertentangan dengan prinsip syariah
Jakarta, Januari 2013
IAI - PPL - Akuntansi Lembaga Keuangan Syariah
28
Jakarta, Januari 2013
IAI - PPL - Akuntansi Lembaga Keuangan Syariah
29
Alu
ur operasional Persh
h
Pembiiayaa
P
an sya
ariah
Wirroso – Sek
kilas Lemba
aga Keuan
ngan Syaria
ah
S mbe Pendanaan Persh
Sumber
Pe sh Pembiayaan
Pembia aan Syariah
S a iah
Wirroso – Sek
kilas Lemba
aga Keuan
ngan Syaria
ah
(Peraturan Bapepam LK : PER-03/BL/2007 )





Pendanaan Mudharabah Mutlaqah (unrestricted
);
investment);
Pendanaan Mudharabah Muqayyadah (restricted
investment);
Pendanaan Mudharabah Musytarakah;
Pendanaan Musyarakah (Equity participation)
Pendanaan lainnya yang sesuai dengan Prinsip Syariah
Jakarta, Januari 2013
IAI - PPL - Akuntansi Lembaga Keuangan Syariah
30
Wirroso – Sek
kilas Lemba
aga Keuan
ngan Syaria
ah
Jakarta, Januari 2013
IAI - PPL - Akuntansi Lembaga Keuangan Syariah
31
Wirroso – Sek
kilas Lemba
aga Keuan
ngan Syaria
ah
Kegiatan pembiayaan Prinsip Syariah
 Sewa
S
G
Guna U
Usaha,
h dilakukan
dil k k berdasarkan:
b d
k
•
•
Ijarah;
Ijarah Muntahiyah Bittamlik.
 Anjak Piutang, dilakukan berdasarkan :
•
Wakalah bil Ujrah.
 Pembiayaan
y
Konsumen,, dilakukan berdasarkan:
•
•
•
Murabahah;
Salam;
Istishna’.
Jakarta, Januari 2013
IAI - PPL - Akuntansi Lembaga Keuangan Syariah
32
Wirroso – Sek
kilas Lemba
aga Keuan
ngan Syaria
ah
Kegiatan pembiayaan ..lanjt
Usaha
U
h Kartu
K t Kredit
K dit yang dilakukan
dil k k sesuaii
dengan Prinsip Syariah.
Kegiatan pembiayaan lainnya yang dilakukan
sesuai dengan Prinsip Syariah.
Syariah
• Kegiatan pembiayaan berdasarkan Prinsip
S a iah yang
Syariah
ang tidak diatur
diat diatas hanya
han a dapat
dilakukan setelah mendapat opini Dewan
Pengawas Syariah dan disetujui oleh Ketua
Jakarta, Januari 2013
IAI - PPL - Akuntansi Lembaga Keuangan Syariah
33
Wirroso – Sek
kilas Lemba
aga Keuan
ngan Syaria
ah
KOPERASI
O
S SYARIAH
S
(Koperasi Jasa Keuangan Syariah)
Jakarta, Januari 2013
IAI - PPL - Akuntansi Lembaga Keuangan Syariah
34
Wirroso – Sek
kilas Lemba
aga Keuan
ngan Syaria
ah
Pengertian Koperasi
 Koperasi
K
i adalah
d l h badan
b d usaha
h yang beranggotakan
b
t k
orang-seorang atau badan hukum Koperasi dengan
melandaskan
l d k kegiatannya
k i t
berdasarkan
b d
k prinsip
i i
Koperasi sekaligus sebagai gerakan ekonomi rakyat
yang berdasarkan
b d
k atas
t asas kkekeluargaan
k l
(UU 25/92
- Perkoperasian)
 Koperasi Jasa Keuangan Syariah selanjutnya disebut
KJKS adalah Koperasi yang kegiatan usahanya
bergerak di bidang pembiayaan, investasi, dan
simpanan sesuai pola bagi hasil (syariah).
Jakarta, Januari 2013
IAI - PPL - Akuntansi Lembaga Keuangan Syariah
35
Penggunaan nama
P
Wirroso – Sek
kilas Lemba
aga Keuan
ngan Syaria
ah
(Permenkop 35.02.2007)
Koperasii yang melaksanakan
K
l k
k usaha
h jasa
j
keuangan syariah dan telah mendapatkan
pengesahan akta pendirian atau pengesahan
perubahan anggaran dasar, wajib
menggunakan nama Koperasi Jasa Keuangan
Syariah atau Unit Jasa Keuangan Syariah
pada papan nama, stempel serta kop surat
yang digunakan
di
k dalam
d l
melakukan
l k k usahanya.
h
Jakarta, Januari 2013
IAI - PPL - Akuntansi Lembaga Keuangan Syariah
36
Wirroso – Sek
kilas Lemba
aga Keuan
ngan Syaria
ah
Landasan hukum koperasi syariah
(K
(Koperasi
i JJasa K
Keuangan S
Syariah)
i h)
 Undang-undang
Undang undang no 25 th 1992 – Perkoperasian
 Keputusan Meneg Koperasi Dan UKM RI No. 91/Kep/M.Kukm/Ix/2004
Tentang Petunjuk Pelaksanaan Kegiatan Usaha Koperasi Jasa Keuangan
S i h
Syariah
 Peraturan Meneg Koperasi Dan UKM RI No 35.2/Per/M.Kukm/X/2007
Tentang
g Pedoman Standar Operasional
p
Manajemen
j
Koperasi
p
Jasa Keuangan
g
Syariah Dan Unit Jasa Keuangan Syariah Koperasi
 Peraturan Meneg Koperasi Dan UKM RI No 35.3/Per/M.Kukm/X/2007
Tentang Pedoman Penilaian Kesehatan Koperasi Jasa Keuangan Syariah Dan
Unit Jasa Keuangan Syariah Koperasi
 Peraturan Meneg Koperasi Dan UKM RI No 39/Per/M.Kukm/Xii/2007 Tentang
Pedoman Pengawasan Koperasi Jasa Keuangan Syariah Dan Unit Jasa
Keuangan Syariah Koperasi
Jakarta, Januari 2013
IAI - PPL - Akuntansi Lembaga Keuangan Syariah
37
Sebelum
m UU 25/1992
Settelah UU 25/1992
2
Wirroso – Sek
kilas Lemba
aga Keuan
ngan Syaria
ah
KOPERASI
INDONESIA
Koperasi Simpan
Pinjam
(psl 44 UU 25/92)
Tidak ada pembedaan SP dan Lainnya
Usaha Kop : di bidang produksi dan
dibidang lain berdasarkan psl 33 UUD 45
dengan penjelasannya (psl 31 UU 12/67)
Koperasi non Simpan Pinjam /
bidang lain / perdagangan
(psl 43 UU 25/92)
Dikelola tidak berbeda dengan Bank
•PP 9/95 Pelaksanaan Usaha Simpan Pinjam
•Kep Men Kop : 351/KEP/M/XII/1998 Julkak kegiatan usaha SP oleh Koperasi
•Kep Men: 194/KEP/M/IX/1998 Juklak Penilaian Kesehatan Kop SP dan USP
Jakarta, Januari 2013
IAI - PPL - Akuntansi Lembaga Keuangan Syariah
38
Lapangan Usaha Koperasi (UU No 25/1992)
Wirroso – Sek
kilas Lemba
aga Keuan
ngan Syaria
ah


Pasal 43
(1) usaha yang berkaitan langsung dengan kepentingan anggota untuk
meningkatkan
i k tk usaha
h dan
d kesejahteraan
k j ht
anggota.
t
(2) Kelebihan kemampuan pelayanan Koperasi dapat digunakan untuk
memenuhi kebutuhan masyarakat yang bukan anggota Koperasi.
(3) Koperasi menjalankan kegiatan usaha dan berperan utama di segala
bidang kehidupan ekonomi rakyat.
Pasal 44
(1) Koperasi dapat menghimpun dana dan menyalurkannya melalui
kegiatan usaha simpan pinjam dari dan untuk:
a anggota Koperasi yang bersangkutan;
a.
b. Koperasi lam dan/atau anggotanya.
(2) Kegiatan usaha simpan pinjam dapat dilaksanakan sebagai salah
satu
t atau
t satu-satunya
t
t
kkegiatan
i t usaha
h K
Koperasi.
i
(3) Pelaksanaan kegiatan usaha simpan pinjam oleh Koperasi diatur
lebih lanjut dengan Peraturan Pemerintah.
Jakarta, Januari 2013
IAI - PPL - Akuntansi Lembaga Keuangan Syariah
39
Wirroso – Sek
kilas Lemba
aga Keuan
ngan Syaria
ah
Modal koperasi
 Modal Koperasi terdiri dari modal sendiri dan modal
pinjaman.
1 Modal sendiri dapat
p berasal dari:
a.
b.
c
c.
d.
simpanan pokok;
simpananwajib;
dana cadangan;
hibah.
a.
b.
c.
d.
e.
anggota;
t
Koperasi lainnya dan/atau anggotanya;
bank dan lembaga keuangan lainnya;
penerbitan obligasi dan surat hutang lainnya;
sumber lain yang sah.
2 Modal pinjaman dapat berasal dari:
Jakarta, Januari 2013
IAI - PPL - Akuntansi Lembaga Keuangan Syariah
40
Wirroso – Sek
kilas Lemba
aga Keuan
ngan Syaria
ah
 Pemupukan modal
1 Koperasi dapat pula melakukan pemupukan
modal yang berasal dari modal penyertaan.
2 Ketentuan mengenai pemupukan modal yang
berasal dari modal p
penyertaan
y
diatur lebih
lanjut dengan Peraturan Pemerintah.
Jakarta, Januari 2013
IAI - PPL - Akuntansi Lembaga Keuangan Syariah
41
Wirroso – Sek
kilas Lemba
aga Keuan
ngan Syaria
ah
Pembiayaan KJKS
a.
b.
c.
d
d.
e.
f.
g.
Pembiayaan
P
bi
Mudharabah;
M dh b h
Pembiayaan
y
Musyarakah;
y
;
Piutang Murabahah;
Piutang salam;
l
Piutang istisna;
Piutang ijarah;
Qardh.
Jakarta, Januari 2013
IAI - PPL - Akuntansi Lembaga Keuangan Syariah
42
Wirroso – Sek
kilas Lemba
aga Keuan
ngan Syaria
ah
Bahasan
ketiga
 Lembaga
Keuangan
g
Bank
Jakarta, Januari 2013
IAI - PPL - Akuntansi Lembaga Keuangan Syariah
43
Wirroso – Sek
kilas Lemba
aga Keuan
ngan Syaria
ah
Pengertian Bank (UU 21/2008)
 Bank adalah badan usaha yang menghimpun dana
dari masyarakat dalam bentuk Simpanan dan
menyalurkannya kepada masyarakat dalam bentuk
kredit dan/ atau bentuk lainnya dalam rangka
meningkatkan taraf hidup rakyat
 Bank
B kS
Syariah
i h adalah
d l h Bank
B k yang menjalankan
j l k
kegiatan usahanya berdasarkan Prinsip Syariah dan
menurutt jjenisnya
i
terdiri
t di i atas
t Bank
B k Umum
U
Syariah
S i h
dan Bank Pembiayaan Rakyat Syariah.
Jakarta, Januari 2013
IAI - PPL - Akuntansi Lembaga Keuangan Syariah
44
Pen
nge
ertia
an S
Syariah
Wirroso – Sek
kilas Lemba
aga Keuan
ngan Syaria
ah
 Prinsip Syariah adalah prinsip hukum Islam dalam
kegiatan perbankan berdasarkan fatwa yang dikeluarkan
oleh lembaga yang memiliki kewenangan dalam
penetapan fatwa di bidang syariah (UU 21/2008)
y
merupakan
p
ketentuan hukum Islam yang
y g
 Syariah
mengatur aktivitas umat manusia yang berisi perintah
dan larangan, baik yang menyangkut hubungan
interaksi vertikal dengan Tuhan maupun interaksi
horisontal dengan sesama makhluk (KDPPLKS)
FATWA DEWAN
SYARIAH NASIONAL
Jakarta, Januari 2013
IAI - PPL - Akuntansi Lembaga Keuangan Syariah
45
Wirroso – Sek
kilas Lemba
aga Keuan
ngan Syaria
ah
Kelompok
mana
perbankan
syariah
y
?
LK bukan Bank
eas g
 Leasing
 Anjak Piutang
 Consumer Finc
 Modal Ventura
 Pegadaian
 Penjaminan
Bank Syariah
Ijarah
ja a
Hawalah / Hiwalah
Murabahah
Musyarakah
Rahn
Kafalah
Jakarta, Januari 2013
Akuntansi
Syariah ?
IAI - PPL - Akuntansi Lembaga Keuangan Syariah
46
UU N
No 7/92 tentang Perbankan
P b k
PP No 72/92 tentang
Bank Berdasarkan Bagi
Hasil
UU No 10/98 tentang
perubahan UU 7/92
Dicabut dg
PP 30/99
UU
U No 21
1 Tahun 2008
– Perbankan Sya
ariah
Wirroso – Sek
kilas Lemba
aga Keuan
ngan Syaria
ah
L d
Landasan
H
Hukum
k
BANK SYARIAH
Jakarta, Januari 2013
IAI - PPL - Akuntansi Lembaga Keuangan Syariah
47
Wirroso – Sek
kilas Lemba
aga Keuan
ngan Syaria
ah
Contoh Bagan Organisasi Bank Umum Syariah
RUPS / Rapat Anggota
Dewan Komisaris
Dewan Audit
Divisi / Urusan
Dewan Pengawas Syariah
Dewan Direksi
Divisi / Urusan
Kantor Cabang
Jakarta, Januari 2013
PSAK Syariah
Divisi / Urusan
Kantor Cabang
Divisi / Urusan
Kantor Cabang
IAI - PPL - Akuntansi Lembaga Keuangan Syariah
48
Wirroso – Sek
kilas Lemba
aga Keuan
ngan Syaria
ah
Tugas DPS
Mengawasi kegiatan usaha
b k agar tidak
bank
tid k
menyimpang dari
ketentuan dan prinsip
syariah yang telah
difatwakan
Jakarta, Januari 2013
IAI - PPL - Akuntansi Lembaga Keuangan Syariah
49
Wirroso – Sek
kilas Lemba
aga Keuan
ngan Syaria
ah
Contoh Organisasi Cab Syariah Bank Konvensional
PSAK - 31
D
Dewan
K
Komisaris
i i
Dewan Audit
PSAK Syariah
RUPS / Rapat Anggota
D
Dewan
P
Pengawas S
Syariah
i h
Dewan Direksi
Divisi / Urusan
Divisi / Urusan
Kantor Cabang
Konvensional
Jakarta, Januari 2013
Divisi / Urusan
Kantor Cabang
Konvensional
Unit Usaha Syariah
Kantor Cabang
Syariah
Kantor Cabang
Syariah
IAI - PPL - Akuntansi Lembaga Keuangan Syariah
50
Wirroso – Sek
kilas Lemba
aga Keuan
ngan Syaria
ah
Kewenangan DSN
 Memberi atau mencabut rekomendasi nama anggota
DPS pada suatu lembaga keuangan syariah
 Mengeluarkan fatwa yang mengikat DPS dimasing-masing
dimasing masing
LKS dan menjadi dasar tindakan hukum fihak terkait.
 Mengeluarkan fatwa yang menjadi landasan bagi
ketentuan yang dikeluarkan oleh instansi yang
berwenang, seperti BI dan Bapepam
 Memberikan peringatan kepada LKS untuk menghentikan
penyimpangan dari fatwa yang telah dikeluarkan oleh DSN
 Mengusulkan
g
kepada
p
p
pihak y
yang
g berwenang
g untuk
mengambil tindakan apabila peringatan tidak diindahkan
Jakarta, Januari 2013
IAI - PPL - Akuntansi Lembaga Keuangan Syariah
51
Wirroso – Sek
kilas Lemba
aga Keuan
ngan Syaria
ah
Bahasan
B
h
keempat
Fungsi dan
kegiatan usaha
LKS
Jakarta, Januari 2013
IAI - PPL - Akuntansi Lembaga Keuangan Syariah
52
BANK SYARIAH
Wirroso – Sek
kilas Lemba
aga Keuan
ngan Syaria
ah
BS : 400 juta , Nsb : 600 juta --------------Pendapatan-------------------- Rp. 1 Milyard
BS : 4
, Nsb : 6
--------------Pendapatan-------------------- Rp. 10 ,Ni b h  BS : 40 , Nasabah
Nisbah
N
b h : 60
Pembayaran bagi hasil
Tergantung pendapatan yag diterima
Shahibul Maal
Sh hib l maall
Shahibul
Menerima pendapatan
Bagi Hasil / Margin / sewa
Mudharib
Mudharib
Penghimpunan dana
Penyaluran dana
Bank
Deposan
M b
Membayar
b
bunga ttetap
t
Nsb debitur
Tdk dipengaruhi pendpatan yg diterima
Menerima bunga kredit tetap
Bunga Deposito (tetap) = 6%
LR = COM + RISK COST + SPREAD
LR = (6% + 4%) + 1% + 2% = 13%
6% -----------------------------------Realisasi------------------------------------------ 20%
6% -----------------------------------Realisasi------------------------------------------ 10%
BANK KONVENSIONAL
Jakarta, Januari 2013
IAI - PPL - Akuntansi Lembaga Keuangan Syariah
53
Wirroso – Sek
kilas Lemba
aga Keuan
ngan Syaria
ah
Perbedaan Bank Syariah dan Konvensional
Bank Syariah
Bank Konvensional
Fungsi dan
kegiatan
g
bank
Manager Investasi,
Investor, Sosial, Jasa
keuangan
Intermediary unit, Jasa
keuangan
g
Mekanisme dan
obyek usaha
Maghrib
dilarang
Maghrib
Tidak ada larangan
Kegiatan Usaha Tidak membedakan Sektor Moneter
sektor riil dan
(Keuangan)
moneter
Maisir
Gharar
(judi/gambling)
(ada unsur penipuan)
Jakarta, Januari 2013
Riba
Bathil
(rusak/tidak syah)
IAI - PPL - Akuntansi Lembaga Keuangan Syariah
54
Wirroso – Sek
kilas Lemba
aga Keuan
ngan Syaria
ah
Karakteristik lain Bank Syariah
uang hanya berfungsi
sebagai alat tukar dan
satuan
t
pengukur
k nilai,
il i
bukan sebagai
komoditas;
Jakarta, Januari 2013
IAI - PPL - Akuntansi Lembaga Keuangan Syariah
55
Wirroso – Sek
kilas Lemba
aga Keuan
ngan Syaria
ah
Pengelolaan Risiko (UU 21/2008)
 Pasal
P l 38
1. Bank Syariah dan UUS wajib menerapkan manajemen
risiko,
isiko prinsip
p insip mengenal nasabah,
nasabah dan perlindungan
pe lind ngan
nasabah.
2 Ketentuan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) diatur
2.
dengan Peraturan Bank Indonesia.
 Pasal 39
1. Bank Syariah dan UUS wajib menjelaskan kepada
Nasabah mengenai kemungkinan timbulnya risiko
kerugian sehubungan dengan transaksi Nasabah yang
y
dan/atau
/
UUS.
dilakukan melalui Bank Syariah
Jakarta, Januari 2013
IAI - PPL - Akuntansi Lembaga Keuangan Syariah
56
Wirroso – Sek
kilas Lemba
aga Keuan
ngan Syaria
ah
Fungsi Sosial
Penyaluran dana kebajikan
Qardhul hasan
S
Santunan
kkebajikan
b k
Pengeluaran lainnya
Jakarta, Januari 2013
IAI - PPL - Akuntansi Lembaga Keuangan Syariah
57
Tabel
Alur Operasional Bank Syariah
Wirroso – Sek
kilas Lemba
aga Keuan
ngan Syaria
ah
Penghimpunan dana
Mudharib
Penyaluran dana
Wadiah yad dhamanah
Prinsip bagi hasil
Mudharabah Mutlaqah
Prinsip Ujroh
(Dana Syirkah Temporer)
Lainnya (modal dsb)
Prinsip jual beli
Pendapatan
Bagi
hasil
Bagi hasil/laba
Neto Sewa
Margin
Perhitungan
Laporan
p
Laba Rugi
g
Pendapatan Mdh Mutlaqah
(Dana Syirkah Temporer)
Pendapatan berbasis
imbalan (fee base income)
Jakarta, Januari 2013
Jasa keuangan: wakalah, kafalah, sharf
IAI - PPL - Akuntansi Lembaga Keuangan Syariah
58
Wirroso – Sek
kilas Lemba
aga Keuan
ngan Syaria
ah
Produk dan jasa Bank Syariah
Penghimpunan
h
Prinsip wadiah


Giro
Tabungan
Prinsip
p mudharabah
 Deposito
 Tabungan
Penyaluran
l
Jasa keuangan
k
Prinsip
p jual
j
beli



Murabahah
Istishna
Salam
Prinsip Ujroh


Ijarah
IMBT






Wakalah
Kafalah
Hiwalah
Rahn
Qardh
Sharf
Prinsip bagi hasil


Jakarta, Januari 2013
Mudharabah
Musyarakah
IAI - PPL - Akuntansi Lembaga Keuangan Syariah
59
Wirroso – Sek
kilas Lemba
aga Keuan
ngan Syaria
ah
Bahasan
h
kelima
Pembagian
hasil usaha
dan Akuntansi
Jakarta, Januari 2013
IAI - PPL - Akuntansi Lembaga Keuangan Syariah
60
Wirroso – Sek
kilas Lemba
aga Keuan
ngan Syaria
ah
Prinsip Distribusi Hasil Usaha
 Revenue Sharing
 Yang dibagikan adalah pendapatan (revenue)
 Shahibul maal menaggung kerugian => usaha
dilikiuidasi, jumlah aktiva lebih kecil dari kewajiban
 Profit Sharing
g
 Yang dibagikan adalah keuntungan (profit)
 Tidak Loss Sharing =>
> kerugian bukan kelalaian
mudharin ditanggung oleh shahibul maal
Jakarta, Januari 2013
IAI - PPL - Akuntansi Lembaga Keuangan Syariah
61
PRINSIP DISTRIBUSI HASIL USAHA DALAM LEMBAGA
KEUANGAN SYARI'AH
Wirroso – Sek
kilas Lemba
aga Keuan
ngan Syaria
ah
(NO: 15/DSN-MUI/IX/2000)
 pembagian hasil usaha di antara para pihak (mitra) dalam suatu bentuk
usaha kerjasama boleh didasarkan:
 pada prinsip Bagi Untung (Profit Sharing), yakni bagi hasil yang
dihitung dari pendapatan setelah dikurangi modal (ra
ra’su
su al-mal
al mal) dan
biaya-biaya,
 pada prinsip Bagi Hasil (Net Revenue Sharing), yakni bagi hasil yang
g dari pendapatan
p
p
setelah dikurangi
g modal (ra’su al-mal);
dihitung
Ketentuan Umum
1. Pada dasarnya, LKS boleh menggunakan prinsip Bagi Hasil (Net Revenue
g) maupun
p Bagi
g Untung
g (Profit Sharing
g) dalam pembagian
p
g
hasil
Sharing
usaha dengan mitra (nasabah)-nya.
2. Dilihat dari segi kemaslahatan (al-ashlah), saat ini, pembagian hasil usaha
sebaiknya digunakan prinsip Bagi Hasil (Net Revenue Sharing).
3. Penetapan prinsip pembagian hasil usaha yang dipilih harus disepakati
dalam akad.
Jakarta, Januari 2013
IAI - PPL - Akuntansi Lembaga Keuangan Syariah
62
Wirroso – Sek
kilas Lemba
aga Keuan
ngan Syaria
ah
Prinsip Distribusi Hasil Usaha
Uraian
Penjualan
Harga pokok penjualan
Laba kotor
Beban
Laba rugi bersih
Jakarta, Januari 2013
Jumlah
Metode
100
65
---------35 Net Revenue sharing
25
---------10 Profit Sharing
IAI - PPL - Akuntansi Lembaga Keuangan Syariah
63
Wirroso – Sek
kilas Lemba
aga Keuan
ngan Syaria
ah
Gross profit bagi bank syariah
Jakarta, Januari 2013
IAI - PPL - Akuntansi Lembaga Keuangan Syariah
64
Wirroso – Sek
kilas Lemba
aga Keuan
ngan Syaria
ah
Perbandingan pembagian hasil usaha
Penjualan
100
Modal (hpp)
90
----Gross profit
10
Nisbah
Nasabah (sebagai mudharib) : 60
Bank syariah (shahibul maal) : 40
PEMBAGIAN HASIL USAHA
Dari penjualan
Dari laba kotor
Nasabah sbg mudharib (60)
60
6
Bank Syariah sbg pemilik dana (40)
40
4
Jika pembagian dari penjualan (omzet) Nasabah
sebagai mudharib menanggung risiko kerugian 36 
tdk sesuai dengan prinsip mudharabah
Jakarta, Januari 2013
IAI - PPL - Akuntansi Lembaga Keuangan Syariah
65
Wirroso – Sek
kilas Lemba
aga Keuan
ngan Syaria
ah
Profit sharing
Jakarta, Januari 2013
IAI - PPL - Akuntansi Lembaga Keuangan Syariah
66
SISTEM DISTRIBUSI HASIL USAHA DALAM
LEMBAGA KEUANGAN SYARI'AH
Wirroso – Sek
kilas Lemba
aga Keuan
ngan Syaria
ah
NO: 14/DSN-MUI/IX/2000
1. Pada prinsipnya, LKS boleh menggunakan sistem Accrual
Basis maupun Cash Basis dalam administrasi keuangan.
keuangan
2. Dilihat dari segi kemaslahatan (al-ashlah), dalam
pencatatan sebaiknya
p
y digunakan
g
sistem Accrual Basis;;
akan tetapi, dalam distribusi hasil usaha hendaknya
ditentukan atas dasar penerimaan yang benar-benar
terjadi (Cash Basis).
Basis)
3. Penetapan sistem yang dipilih harus disepakati dalam
akad.
Jakarta, Januari 2013
IAI - PPL - Akuntansi Lembaga Keuangan Syariah
67
Wirroso – Sek
kilas Lemba
aga Keuan
ngan Syaria
ah
Komparasi Akuntansi
B kK
Bank
Konvensional
i
l
B kS
Bank
Syariah
i h
PSAK

PSAK 31 – Akt
Perbankan


PSAK 59 – Akt Perbankan Syariah
PSAK 101 – dst (PSAK syariah)
Laporan
Keuangan
1.
2.
3.
4.
Neraca
Laporan Laba Rugi
Laporan Arus Kas
Laporan perubahan
Ekuitas
Catatan atas Lap
Keuangan
1.
2.
3.
4.
5.
6.
7.
8
8.
Neraca
Laporan Laba Rugi
Laporan Arus Kas
Laporan perubahan Ekuitas
Catatan atas Lap
p Keuangan
g
Laporan Perubahan Dana Investasi Terikat
Laporan Sumber dan Penggunaan Zakat
Laporan Sumber dan Penggunaan Dana
Kebajikan
5.
Jakarta, Januari 2013
IAI - PPL - Akuntansi Lembaga Keuangan Syariah
68
Wirroso – Sek
kilas Lemba
aga Keuan
ngan Syaria
ah
Ringkasan Beda Konvensional dan Syariah
No
Masalah
Konvensional
Syariah
1.
Prinsip
konvensional
Berdasarkan prinsip syariah
2.
Pembuatan
produk
Umum (sesuai
kebutuhan)
Harus sesuai kodifikasi produk BI
3
3.
Unit kerja
dalam
organisasi
Sesuai kebutuhan
BUS =>
> Dewan Pengawas
Syariah
UUS => DPS dan UUS
4
Imbalan kepada Bunga =>
Bagi Hasil => besarnya
pemodal
besarnya
tergantung hasil usaha yg
ditetapkan didepan diperoleh
Jakarta, Januari 2013
IAI - PPL - Akuntansi Lembaga Keuangan Syariah
69
Wirroso – Sek
kilas Lemba
aga Keuan
ngan Syaria
ah
Ringkasan Beda Konvensional dan Syariah
N
No
M l h
Masalah
K
Konvensional
i
l
S i h
Syariah
5
Fungsi
Intermediasi dan
jjasa layanan
y
Manajer Investasi, Investor, jasa
layanan
y
dan sosial
6
Mekanisme
dan obyek
usaha
h
Maghrib => tidak
ada larangan
Maghrib => harus dihindari
(dilarang)
7
Sektor Usaha
Sektor keuangan
Tidak membedakan dengan
tegas sektor keuangan dan
sektor riil
8
Sebagai Komoditi
Titik padang
t h d uang
terhadap
Jakarta, Januari 2013
Hanya sebagai alat tukar dan
satuan
t
pengukur
k nilai
il i (bukan
(b k
komoditi)
IAI - PPL - Akuntansi Lembaga Keuangan Syariah
70
Wirroso – Sek
kilas Lemba
aga Keuan
ngan Syaria
ah
Ringkasan Beda Konvensional dan Syariah
N
No
9
M l h
Masalah
Produk
Giro
penghimpuna Tabungan
n dana
Deposito
10 Produk
pengelolaan
dana
11
K
Konvensional
i
l
Imbalan
(jasa)
Jakarta, Januari 2013
Kredit
S i h
Syariah
Wadiah => Giro dan Tabungan
Mudharabah Mutlaqah = Deposito
dan Tabungan
Bagi hasil =>
> Mudharabah dan
Musyarakah
Ujroh => Ijarah dan IMBT
Jual Beli => Murabahah, Salam,
Istishna
Kliring, inkaso,
Kliring
inkaso
Wakalah =>
> transfer,
transfer inkaso dsb
bank garansi dsb Kafalah => bank garansi
IAI - PPL - Akuntansi Lembaga Keuangan Syariah
71
Wirroso – Sek
kilas Lemba
aga Keuan
ngan Syaria
ah
Ringkasan Beda Konvensional dan Syariah
No
Masalah
l h
Konvensionall
S
Syariah
h
12
Acuan
akuntansi
PSAK umum (no 01
sd 99)
PSAK syariah ( no 101 sd 199)
13
Laporan
Keuangan
g
Neraca, Laba Rugi,
Arus kas,, Perubahan
modal
Neraca, Laba Rugi, Arus kas,
Perubahan modal,, Lap
p sumber
dan penggunaan zakat, Lap
sumber penggunaan dana
kebajikan, Lap Perubahan
Investasi Terikat
14
Hasil usaha
Seluruhnya milik
entitas
tit
Yang nyata-nyata diterima
( h basis)
(cash
b i ) sebagian
b i milik
ilik
pemodal
Jakarta, Januari 2013
IAI - PPL - Akuntansi Lembaga Keuangan Syariah
72
Akuntansi Lembaga
K
Keuangan
S i h
Syariah
PENGANTAR
AKUNTANSI SYARIAH
Wiro
oso – Pen
ngantar A
Akuntan
nsi Syariah
P d h l
Pendahuluan
Jakarta, Januari 2013
IAI - PPL - Akuntansi Lembaga Keuangan Syariah
2
Wiro
oso – Pen
ngantar A
Akuntan
nsi Syariah
Pengertian
g
Akuntansi
dan Landasan syariah
Jakarta, Januari 2013
IAI - PPL - Akuntansi Lembaga Keuangan Syariah
3
Wiro
oso – Pen
ngantar A
Akuntan
nsi Syariah
Pengertian
Mengidenfikasi =>
transaksi keuangan
dan non
da
o keuangan
eua ga
Akuntansi adalah suatu sistem
informasi yang mengidenfikasi,
mencatat, serta
mengkomunikasikan transaksi
ekonomi yang terjadi pada suatu
organisasi
g
kepada
p
p
pihak yyang
g
berkepentingan
Mencatat =>
secara kronologis
dansistematis
Mengkomunikasikan
=> dalam bentuk
Laporan
apo a Keuangan
eua ga
Jakarta, Januari 2013
IAI - PPL - Akuntansi Lembaga Keuangan Syariah
4
Wiro
oso – Pen
ngantar A
Akuntan
nsi Syariah
Tiga
g aktivitas akuntansi
 Aktivitas identifikasi (identifying)
o Akan dilakukan idenfikasi terhadap transaksi yang terjadi =>
diklasifikasikan transaksi ekonomi/keuangan atau non keuangan
 Aktivitas
Akti it pencatatan
t t (recording)
(
di )
o Setelah diidentifikasi => dicatat secara kronologis dan
sistematis dengan ukuran nilai moneter tertentu
 Aktivitas komunikasi (communicating)
o Akan dilakukan pelaporan dan distribusi terhadap informasi
akuntansi yang berupa laporan keuangan kepada para pemakai
laporan keuangan
Jakarta, Januari 2013
IAI - PPL - Akuntansi Lembaga Keuangan Syariah
5
Wiro
oso – Pen
ngantar A
Akuntan
nsi Syariah
LANDASAN SYARIAH AKUNTANSI
SYARIAH
“ Hai orang-orang yang beriman,
apabila kamu bermuamalah tidak
secara tunai untuk waktu yang
ditentukan, hendaklah kamu
menuliskannya. Dan hendaklah
seorang penulis diantara kamu
menuliskannya dengan benar” (QS
Al Baqarah 2:282)
Jakarta, Januari 2013
IAI - PPL - Akuntansi Lembaga Keuangan Syariah
6
Wiro
oso – Pen
ngantar A
Akuntan
nsi Syariah
LANDASAN SYARIAH (lanjutan)
“Sesungguhnya Allah menyuruh kamu
menyampaikan
y p
amanat kepada
p
yang
y g berhak
menerimanya, dan (menyuruh kamu) apabila
menetapkan hukum diantara manusia supaya
kamu menetapkan dengan adil
adil” (QS. An
Nissa 4 : 58)
“ Wahai orang-orang yang
beriman jadilah kamu orang
beriman,
yang benar-benar penegak
keadilan” (QS An Nissa 4 : 135
Jakarta, Januari 2013
IAI - PPL - Akuntansi Lembaga Keuangan Syariah
7
LANDASAN SYARIAH
(lanjutan)
Wiro
oso – Pen
ngantar A
Akuntan
nsi Syariah
“Sesungguhnya Allah menyuruh
(kamu) berlaku adil
adil”
(QS An Nahl (16) : 90)
“Kecelakaan besarlah bagi orang-orang
(yaitu) orang-orang yang apabila
menerima takaran dari orang lain
mereka minta dipenuhi, dan apabila
mereka menakar atau menimbang untuk
orang lain, mereka mengurangi”
(QS Al Muthaffifiin (83): 1-3)
Jakarta, Januari 2013
IAI - PPL - Akuntansi Lembaga Keuangan Syariah
8
Wiro
oso – Pen
ngantar A
Akuntan
nsi Syariah
Cakupan dan
Perkembangan Akuntansi
Syariah di Indonesia
Jakarta, Januari 2013
IAI - PPL - Akuntansi Lembaga Keuangan Syariah
9
Pem
mbinaan da
an Pengawa
asan - Bank
k Indonesia
Pembin
naan dan Pe
engawasan
n - Departem
men Keuangan
Wiro
oso – Pen
ngantar A
Akuntan
nsi Syariah
Kegiatan Usaha Bank
Syariah
Jakarta, Januari 2013
Leasing  Ijarah
Factoring  Hawalah
Cons Financing  Murabahah
Modal Ventura  Musyarakah
Pegadaian  Rahn
Penjaminan  Kafalah
AKUNTANSINYA ?
IAI - PPL - Akuntansi Lembaga Keuangan Syariah
10
Wiro
oso – Pen
ngantar A
Akuntan
nsi Syariah
Perkembangan
g
Akt Syariah
y
 Sebelum tahun buku 2002
o PSAK 31 tentang Akuntansi Perbankan, sepanjang
tidak bertentangan dengan syariah
o Accounting, Auditing for Islamic Financial Institutions
((AAOIFI – Bahrain))
 Tahun buku 2002 sd 2007
o PSAK 59 tentang Akuntansi Perbankan Syariah
 Setelah tahun buku 2007
o PSAK 101 sd
d PSAK 108
Jakarta, Januari 2013
IAI - PPL - Akuntansi Lembaga Keuangan Syariah
11
TA
AHUN BUKU 200
08
No
TAHUN B
T
BUKU 20
009
Wiro
oso – Pen
ngantar A
Akuntan
nsi Syariah
Perkembangan Akt Syariah
PSAK
1
Judul
Kerangka Dasar Penyusunan dan Penyajian
Laporan Keuangan Syariah
2
101
Penyajian Laporan Keuangan Syariah
3
102
Akuntansi Murabahah
4
103
Akuntansi Salam
5
104
Akuntansi Istishna
6
105
Akuntansi Mudharabah
7
106
Akuntansi Musyarakah
8
107
Akuntansi Ijarah
9
108
Akuntansi Transaksi Asuransi Syariah
10
109
Akuntansi Zakat, Infaq dan Shadaqah
Jakarta, Januari 2013
IAI - PPL - Akuntansi Lembaga Keuangan Syariah
12
Mengapa
g p Direvisi PSAK 59
Wiro
oso – Pen
ngantar A
Akuntan
nsi Syariah
 Diterapkan untuk Bank Umum
S i h BPR
Syariah,
BPR-Syariah,
S i h kkantor
t
cabang syariah bank konvensional
yang beroperasi di Indonesia
 Hal-hal umum yang tidak diatur =>
mengacu pada PSAK dan atau
prinsip akuntansi yang berlaku
umum sepanjang tidak bertentang
dengan syariah.
Jakarta, Januari 2013
IAI - PPL - Akuntansi Lembaga Keuangan Syariah
13
Wiro
oso – Pen
ngantar A
Akuntan
nsi Syariah
Perkembangan Akt Syariah
PERNYATAAN STANDAR AKUNTANSI KEUANGAN (PSAK)
T
Transaksi
k i non syariah
i h
T
Transaksi
k i Syariah
S
i h

Kerangka Dasar Penyusunan
dan Penyajian Laporan
Keuangan (KDPPLK)

Kerangka Dasar Penyusunan
dan Penyajian Laporan
Keuangan Syariah (KDPPLKS)

PSAK 01 - 99

PSAK 101 – 199

Dewan Standar Akuntansi
Keuangan (DSAK)

Dewan Standar Akuntansi
Syariah (DSAS)
Laporan Keuangan
Jakarta, Januari 2013
IAI - PPL - Akuntansi Lembaga Keuangan Syariah
14
Beberapa penyempurnaan dari PSAK 59
Wiro
oso – Pen
ngantar A
Akuntan
nsi Syariah
 PSAK 101 (Penyajian Lap Keungan Syariah)
o Lampiran 1 – Contoh LK Bank Syariah
o Lampiran 2 – Contoh LK Asuransi Syariah
 PSAK 102 (Akt Murabahah)
o Ti
Tiga pengakuan
k
keuntungan
k
t
margin
i
murabahah dilengkapi dengan contoh.
 PSAK 104 (Akt Istishna)
o Ketentuan tentang Pembayaran Tangguh yg
dilengkapi dengan contoh
Jakarta, Januari 2013
IAI - PPL - Akuntansi Lembaga Keuangan Syariah
15
Beberapa penyempurnaan dari PSAK 59
Wiro
oso – Pen
ngantar A
Akuntan
nsi Syariah
 PSAK 105 (Akt Mudharabah)
o Pengakuan Keuntungan Tangguhan Penyerahan
Aset Mudharabah => diamortisasi selama jangka
waktu akad
o Tidak diperkenankan pengakuan pendapatan
dari proyeksi
 PSAK 106 (Akt Musyarakah)
o Harus dibuat catatan terpisah
o Pengakuan Keuntungan Tangguhan Penyerahan
Aset Musyarakah => diamortisasi selama jangka
waktu akad
 PSAK 107 (Akt Ijarah)
o Dipertegas penggunaan metode penyusutan
Jakarta, Januari 2013
IAI - PPL - Akuntansi Lembaga Keuangan Syariah
16
Wiro
oso – Pen
ngantar A
Akuntan
nsi Syariah
Perbedaan Akt Bank dan Akt Bank Syariah
y
 Akuntansi Bank Konvensional
o D
Droping
i kkredit
dit :
• Dr. PYD/KYD (KKB,KPR, MK, KI dsb)
• Cr.
Cr Rekening Nasabah
 Akuntansi Bank Syariah
o Murabahah => Akt Murabahah (PSAK 102)
• Dr. Piutang Murabahah
o Ijarah
Ij h =>
> Akt IjIjarah
h (PSAK 107)
• Dr. Akt Ijarah
o Mudharabah => Akt Mudharabah (PSAK 105)
• Dr. Investasi Mudharabah
Jakarta, Januari 2013
IAI - PPL - Akuntansi Lembaga Keuangan Syariah
17
Jurnal
Buku Besar
Proses
Neraca Percobaan
Laporan keuangan
Jakarta, Januari 2013
Input
EKONO
OMI IS
SLAM
Dittanganii kompuuter
Transaksi
EK
KONOM
MI KAPITALIS
Wiro
oso – Pen
ngantar A
Akuntan
nsi Syariah
Alur Akuntansi Syariah
Output
IAI - PPL - Akuntansi Lembaga Keuangan Syariah
18
Wiro
oso – Pen
ngantar A
Akuntan
nsi Syariah
Transaksi
Syariah
Jakarta, Januari 2013
IAI - PPL - Akuntansi Lembaga Keuangan Syariah
19
Wiro
oso – Pen
ngantar A
Akuntan
nsi Syariah
Paradigma
g
Transaksi Syariah
y
alam semesta dicipta oleh Tuhan sebagai amanah
(k
(kepercayaan
ilahi)
il hi) d
dan sarana kkebahagiaan
b h i
hid
hidup b
bagii
seluruh umat manusia untuk mencapai kesejahteraan hakiki
secara material dan spiritual (al-falah)


menekankan setiap
p aktivitas umat manusia memiliki akuntabilitas dan
nilai illahiah yang menempatkan perangkat syariah dan akhlak sebagai
parameter baik dan buruk, benar dan salahnya aktivitas usaha.
akan membentuk integritas yang membantu terbentuknya karakter tata
kelola yang baik (good governance) dan disiplin pasar (market
discipline) yang baik.
Jakarta, Januari 2013
IAI - PPL - Akuntansi Lembaga Keuangan Syariah
20
Wiro
oso – Pen
ngantar A
Akuntan
nsi Syariah
Paradigma
g
Transaksi Syariah
y
 Syariah merupakan ketentuan hukum Islam yang mengatur
aktivitas umat manusia yang berisi perintah dan larangan,
baik yang menyangkut hubungan interaksi vertikal dengan
T h maupun interaksi
Tuhan
i t k i horisontal
h i
t l dengan
d
sesama
makhluk.
 Prinsip syariah yang berlaku umum dalam kegiatan
muamalah (transaksi syariah) mengikat secara hukum bagi
semua pelaku dan stakeholder entitas yang melakukan
t
transaksi
k i syariah.
i h
 Akhlak merupakan norma dan etika yang berisi nilai-nilai
moral dalam interaksi sesama makhluk agar hubungan
tersebut menjadi saling menguntungkan, sinergis dan
harmonis.
Jakarta, Januari 2013
IAI - PPL - Akuntansi Lembaga Keuangan Syariah
21
Wiro
oso – Pen
ngantar A
Akuntan
nsi Syariah
Asas Transaksi Syariah
y
1.
Prinsip
s p pe
persaudaraan
sauda aa (ukhuwah);
(u u a );
o
o
o
esensinya merupakan nilai universal yang menata interaksi
sosial dan harmonisasi kepentingan para pihak untuk
k
kemanfaatan
f t secara umum dengan
d
semangatt saling
li tolong
t l
menolong.
Transaksi syariah menjunjung tinggi nilai kebersamaan dalam
memperoleh manfaat (sharing economics) sehingga seseorang
tidak boleh mendapat keuntungan di atas kerugian orang lain.
Ukh
Ukhuwah
hd
dalam
l
transaksi
k i syariah
i hb
berdasarkan
d
k prinsip
i i saling
li
mengenal (ta’aruf ), saling memahami (tafahum), saling
menolong
g ((ta’awun),
), saling
g menjamin
j
((takaful),
), saling
g bersinergi
g
dan beraliansi (tahaluf ).
Jakarta, Januari 2013
IAI - PPL - Akuntansi Lembaga Keuangan Syariah
22
Wiro
oso – Pen
ngantar A
Akuntan
nsi Syariah
Asas Transaksi Syariah
y
2.
Prinsip
p keadilan ((‘adalah);
);
o
esensinya menempatkan sesuatu hanya pada tempatnya dan
memberikan sesuatu hanya pada yang berhak serta
memperlakukan sesuatu sesuai posisinya
posisinya.
Implementasi => berupa aturan prinsip muamalah yang
melarang adanya unsur:
o
•
•
•
•
•
riba
ib (unsur
(
b
bunga d
dalam
l
segala
l b
bentuk
t kd
dan jjenisnya,
i
b
baik
ik riba
ib nasiah
i h
maupun fadhl);
kezaliman (unsur yang merugikan diri sendiri, orang lain, maupun
lingkungan);
maysir (unsur judi dan sikap spekulatif);
gharar (unsur ketidakjelasan); dan
haram (unsur haram baik dalam barang maupun jasa serta aktivitas
operasional yang terkait).
Jakarta, Januari 2013
IAI - PPL - Akuntansi Lembaga Keuangan Syariah
23
Wiro
oso – Pen
ngantar A
Akuntan
nsi Syariah
Asas Transaksi Syariah
y
3.
Prinsip kemaslahatan (maslahah);



esensinya merupakan segala bentuk kebaikan dan manfaat
yang berdimensi duniawi dan ukhrawi, material dan spiritual,
serta individual dan kolektif.
Kemaslahatan yang diakui harus memenuhi dua unsur yakni
kepatuhan syariah (halal) serta bermanfaat dan membawa
kebaikan (thayib) dalam semua aspek secara keseluruhan yang
tidak menimbulkan kemudharatan.
Transaksi syariah yang bermaslahat harus memenuhi secara
keseluruhan unsur-unsur yang menjadi tujuan ketetapan syariah
((maqasid
q
syariah)
y
) yyaitu berupa
p p
pemeliharaan terhadap:
p





akidah, keimanan dan ketakwaan (dien);
intelek (‘aql);
keturunan (nasl);
ji
jiwa
d
dan kkeselamatan
l
((nafs);
f ) dan
d
harta benda (mal).
Jakarta, Januari 2013
IAI - PPL - Akuntansi Lembaga Keuangan Syariah
24
Wiro
oso – Pen
ngantar A
Akuntan
nsi Syariah
Asas Transaksi Syariah
y
4.
Prinsip
s p keseimbangan
ese ba ga (ta
(tawazun);
a u );



esensinya meliputi keseimbangan aspek material dan spiritual,
aspek privat dan publik, sektor keuangan dan sektor riil, bisnis
dan sosial, dan keseimbangan aspek pemanfaatan dan
pelestarian.
Transaksi syariah tidak hanya menekankan pada
maksimalisasi keuntungan perusahaan semata untuk
kepentingan pemilik (shareholder).
Manfaat yang didapatkan tidak hanya difokuskan pada
pemegang saham, akan tetapi pada semua pihak yang dapat
merasakan manfaat adanya suatu kegiatan ekonomi
ekonomi.
Jakarta, Januari 2013
IAI - PPL - Akuntansi Lembaga Keuangan Syariah
25
Wiro
oso – Pen
ngantar A
Akuntan
nsi Syariah
Asas Transaksi Syariah
y
5. Prinsip universalisme (syumuliyah).
 esensinya dapat dilakukan oleh, dengan, dan untuk
semua pihak yang berkepentingan (stakeholder) tanpa
membedakan suku, agama, ras dan golongan, sesuai
dengan semangat kerahmatan semesta (rahmatan lil
alamin).
Jakarta, Januari 2013
IAI - PPL - Akuntansi Lembaga Keuangan Syariah
26
Wiro
oso – Pen
ngantar A
Akuntan
nsi Syariah
Karakteristik dan persyaratan Transaksi
Syariah
 transaksi hanya dilakukan berdasarkan prinsip saling
paham dan saling ridha;
 prinsip kebebasan bertransaksi diakui sepanjang
objeknya halal dan baik (thayib);
 uang hanya berfungsi sebagai alat tukar dan satuan
pengukur nilai, bukan sebagai komoditas;
 tidak mengandung unsur riba; kezaliman; maysir;
gharar; haram;
Jakarta, Januari 2013
IAI - PPL - Akuntansi Lembaga Keuangan Syariah
27
Wiro
oso – Pen
ngantar A
Akuntan
nsi Syariah
Karakteristik dan persyaratan
Transaksi Syariah
 tidak menganut prinsip nilai waktu dari uang (time value of
money)
o karena keuntungan yang didapat dalam kegiatan usaha terkait
d
dengan
risiko
i ik yang melekat
l k pada
d kkegiatan
i
usaha
h tersebut
b
sesuai dengan prinsip al-ghunmu bil ghurmi (no gain without
accompanying risk);
 transaksi dilakukan berdasarkan :
o suatu perjanjian yang jelas dan benar;
o untuk keuntungan semua pihak tanpa merugikan pihak lain
o tidak diperkenankan menggunakan standar ganda harga untuk
satu akad
o tidak menggunakan dua transaksi bersamaan yang berkaitan
(ta’alluq) dalam satu akad;
Jakarta, Januari 2013
IAI - PPL - Akuntansi Lembaga Keuangan Syariah
28
Wiro
oso – Pen
ngantar A
Akuntan
nsi Syariah
Karakteristik dan persyaratan Transaksi Syariah
 tidak ada distorsi harga melalui :
o rekayasa permintaan (najasy)
(najasy),
o rekayasa penawaran (ihtikar);
 tidak mengandung unsur kolusi dengan suap menyuap
(i
(risywah).
h)
 Transaksi syariah komersial berupa:
o investasi untuk mendapatkan bagi hasil;
o jual beli barang untuk mendapatkan laba; dan atau
o pemberian layanan jasa untuk mendapatkan imbalan.
 Transaksi
T
k i syariah
i h nonkomersial
k
i l berupa:
b
o pemberian dana pinjaman atau talangan (qardh);
o penghimpunan dan penyaluran dana sosial seperti zakat, infak,
sedekah, wakaf dan hibah.
Jakarta, Januari 2013
IAI - PPL - Akuntansi Lembaga Keuangan Syariah
29
Wiro
oso – Pen
ngantar A
Akuntan
nsi Syariah
Akun
Ak
n dan
Laporan
Keuangan
g
Jakarta, Januari 2013
IAI - PPL - Akuntansi Lembaga Keuangan Syariah
30
ASET
Investasi
Akun-akun dalam Akuntansi Syariah
Wiro
oso – Pen
ngantar A
Akuntan
nsi Syariah
Aktiva Ijarah
Piutang
PASIVA
Kewajiban
Pendapatan Ops
Utama - pendptan
milik bersama
bank syariah sbg
pengelola dan
DPK sbg pemodal
Dana Syirkah
Temporer
Hak pihak ketiga
atas bagi hasil
Jakarta, Januari 2013
Pendapatan
Ops
p Lainnya
y
IAI - PPL - Akuntansi Lembaga Keuangan Syariah
31
Wiro
oso – Pen
ngantar A
Akuntan
nsi Syariah
Kepatuhan
K
t h
terhadap
S
SAK
Jakarta, Januari 2013
IAI - PPL - Akuntansi Lembaga Keuangan Syariah
32
Wiro
oso – Pen
ngantar A
Akuntan
nsi Syariah
Kepatuhan
p
terhadap
p SAK (p
(psak 101 : 19))
 Entitas syariah yang laporan
keuangannya telah patuh terhadap SAK
membuat pernyataan secara ekspisit dan
tanpa terkecuali tentang kepatuhan
terhadap SAK dalam catatan laporan
keuangan.
 Entitas
E tit syariah
i h tid
tidak
kb
boleh
l h menyebutkan
b tk
bahwa laporan keuangan telah patuh
terhadap SAK kecuali laporan keuangan
telah
l h patuh
h terhadap
h d suatu pernyataan
dalam SAK
Jakarta, Januari 2013
IAI - PPL - Akuntansi Lembaga Keuangan Syariah
33
Wiro
oso – Pen
ngantar A
Akuntan
nsi Syariah
Ketaatan terhadap
p SAK (p
(psak 101 : 20))
 Dalam hal tidak ada SAK yang secara spesifik berlaku =>
manajemen menggunakan pertimbangan dalam
mengembangkan dan menerapkan suatu kebijkan
akuntansi yang menghasilkan informasi yang:
(a) Revelan untuk kebutuhan pengambilan keputusan ekonomi
pengguna laporan keuangan
(b) Andal, dalam laporan keuangan yang:
i menyajikan secara jujur posisi keuangan, kinerja keuangan
dan arus kas
ii mencerminkan subtansi ekonomi transaksi, peristiwa, atau
k di i llain,
kondisi
i d
dan b
bukan
k h
hanya b
bentuk
t kh
hukum;
k
iii netral, yaitu bebas dari bias
iv p
pertimbangan
g sehat; dan
v lengkap dalam semua hal yang material
Jakarta, Januari 2013
IAI - PPL - Akuntansi Lembaga Keuangan Syariah
34
Wiro
oso – Pen
ngantar A
Akuntan
nsi Syariah
Ketaatan terhadap
SAK (psak 101 : 23)
 Dalam hal tidak ada PSAK
syariah
i h yang mengatur
t suatu
t
transaksi, peristiwa, atau konsisi
lain,
a , maka
a ad
dianjurkan
a ju a u
untuk
u
mengacu pada SAK umum,
sepanjang tidak bertentangan
dengan prinsip syariah
Jakarta, Januari 2013
IAI - PPL - Akuntansi Lembaga Keuangan Syariah
35
GASAP (General Accepted Sharia Accounting Principle)
Rerangka Prinsip Akuntansi
yang Berlaku Umum untuk Entitas Syariah di Indonesia
Tingkat 3
Landasan
Operasional
atau
Landasan
Praktik
Tingkat 2
Tingkat 1
Landasan Konseptual
Praktik, Konvensi dan Kebiasaan
Pelaporan yang Sehat sesuai
dengan Syariah
SAK
internasional /
negara lain yang
sesuai syariah
Buletin
tehnis
PSAK & ISAK Syariah
Buku Teks/Ajar, Simpulan riset,
Artikel dan Pendapat Ahli
Artikel,
Paraturan
Pemerintah
untuk Industri
(Regulasi)
Pedoman atau
Praktek Akuntansi
Industri (Kajian
Asosiasi syariah)
PSAK & ISAK umum yang
sesuai syariah
KDPPLK Syariah
FATWA SYARIAH
AL HADITS
GASAP (General Ac
ccepted
d Sharia
a
Accou
unting P
Principle)
GA
AAP (Ge
eneral A
Accepted
Accountting Principle)
A
Wiro
oso – Pen
ngantar A
Akuntan
nsi Syariah
PRINSIP AKUNTANSI SYARIAH YANG BERLAKU UMUM
AL QUR
QUR’AN
AN
Jakarta, Januari 2013
IAI - PPL - Akuntansi Lembaga Keuangan Syariah
36
Wiro
oso – Pen
ngantar A
Akuntan
nsi Syariah
Pengukuran Unsur Laporan Keuangan
 Ada 4 dasar pengukuran berbeda:
o Biaya historis.
o Biaya kini (current cost)
o Nilai realisasi/penyelesaian
/
(realizable/settlement
(
/
value))
o Nilai sekarang (present value)
• Akti
Aktiva dinilai
di il i sebesar
b
arus kkas masuk
kb
bersih
ih di masa d
depan
yang didiskontokan ke nilai sekarang dari pos yang diharapkan
dapat
p memberikan hasil dalam p
pelaksanaan usaha normal.
• Kewajiban dinilai sebesar arus kas keluar di masa depan yang
didiskontokan ke nilai sekarang yang diharapkan akan
diperlukan untuk menyelesaikan kewajiban dalam pelaksanaan
usaha normal.
Jakarta, Januari 2013
IAI - PPL - Akuntansi Lembaga Keuangan Syariah
37
Wiro
oso – Pen
ngantar A
Akuntan
nsi Syariah
Asumsi Dasar
 Kelangsungan Usaha (Going Concern)
o Dasar yang berbeda dapat digunakan jika:
• Ada pembatasan kelangsungan usaha
• Ingin melikuidasi perusahaan; atau
• Mengurangi secara material skala usahanya
 Dasar Akrual (Accrual Basis)
o Pengaruh transaksi diakui pada saat kejadian (bukan pada
saat kas diterima atau dibayar)
o Penghitungan
P
hit
pendapatan
d
t untuk
t k tujuan
t j
pembagian
b i h
hasilil
usaha menggunakan dasar kas
Jakarta, Januari 2013
IAI - PPL - Akuntansi Lembaga Keuangan Syariah
38
Akuntansi Lembaga
K
Keuangan
S i h
Syariah
LAPORAN KEUANGAN
ENTITAS SYARIAH
Wirroso – Lap
poran Keua
angan Enita
as Syariah
Bahasan pertama
PENGANTAR
Jakarta, Januari 2013
IAI - PPL - Akuntansi Lembaga Keuangan Syariah
2
Wirroso – Lap
poran Keua
angan Enita
as Syariah
Tujuan Laporan Keuangan
 menyediakan informasi suatu
perusahaan (entitas) yang bermanfaat
bagi sejumlah besar pemakai dalam
pengambilan keputusan; dan
 pertanggungjawaban manajemen atas
y yang
y g dipercayakan
p
y
kepadanya.
p
y
sumber daya
Jakarta, Januari 2013
IAI - PPL - Akuntansi Lembaga Keuangan Syariah
3
Wirroso – Lap
poran Keua
angan Enita
as Syariah
Tujuan
j
lain laporan
p
keuangan
g
Memberikan informasi kepada pengguna:
a)) meningkatkan
i k tk kepatuhan
k
t h tterhadap
h d prinsip
i i syariah.
i h
(b) kepatuhan terhadap prinsip syariah, serta informasi aset,
kewajiban pendapatan dan beban
kewajiban,
beban.
(c) untuk membantu mengevaluasi pemenuhan tanggung jawab
p amanah dalam mengamankan
g
dana,,
terhadap
menginvestasikannya pada tingkat keuntungan yang layak;
dan
(d) tingkat
ti k t keuntungan
k
t
investasi
i
t i yang diperoleh
di
l h penanam modal
d l
dan pemilik dana syirkah temporer;
(e) pemenuhan kewajiban (obligation) fungsi sosial entitas
syariah, termasuk pengelolaan dan penyaluran zakat, infak,
sedekah, dan wakaf.
Jakarta, Januari 2013
IAI - PPL - Akuntansi Lembaga Keuangan Syariah
4
Pengukuran Unsur Laporan Keuangan Syariah
(kddplk – 128)
Wirroso – Lap
poran Keua
angan Enita
as Syariah
a) Biaya historis.
 Aset dicatat sebesar pengeluaran kas (atau setara
kas) yang dibayar atau sebesar nilai wajar dari
imbalan (consideration) yang diberikan untuk
memperoleh aset tersebut pada saat perolehan.
 Kewajiban dicatat sebesar jumlah yang diterima
sebagai penukar dari kewajiban (obligation), atau
dalam keadaan tertentu ((misalnya,
y p
pajak
j
penghasilan), dalam jumlah kas (atau setara
kas)yang diharapkan akan dibayarkan untuk
memenuhi kewajiban dalam pelaksanaan usaha
yang normal
Jakarta, Januari 2013
IAI - PPL - Akuntansi Lembaga Keuangan Syariah
5
Pengukuran Unsur Laporan Keuangan Syariah
(kddplk – 128)
Wirroso – Lap
poran Keua
angan Enita
as Syariah
b) Biaya kini (current cost)
 Aset dinilai dalam jumlah kas (atau setara kas) yang
seharusnya dibayar bila aset yang sama atau setara
aset diperoleh sekarang.
 Kewajiban
j
dinyatakan
y
dalam jjumlah kas ((atau setara
kas) yang tidak didiskontokan (undiscounted) yang
mungkin akan diperlukan untuk menyelesaikan
kewajiban (obligation) sekarang.
Jakarta, Januari 2013
IAI - PPL - Akuntansi Lembaga Keuangan Syariah
6
Pengukuran Unsur Laporan Keuangan Syariah
Wirroso – Lap
poran Keua
angan Enita
as Syariah
(kddplk – 128)
c) Nilai realisasi/penyelesaian
(realisable/settlement value)
 Aset dinyatakan
y
dalam jumlah
j
kas ((atau setara kas))
yang dapat diperoleh sekarang dengan menjual aset
dalam pelepasan normal (orderly disposal).
 Kewajiban dinyatakan sebesar nilai penyelesaian;
yaitu, jumlah kas (atau setara kas) yang tidak
didiskontokan yang diharapkan akan dibayarkan
untuk memenuhi kewajiban dalam pelaksanaan
usaha
h normall
Jakarta, Januari 2013
IAI - PPL - Akuntansi Lembaga Keuangan Syariah
7
Disajika
an dalam satu
ke
esatuan la
aporan ke
euangan
Disajikan tterpisah da
ari
laporan keuangan
n
Wirroso – Lap
poran Keua
angan Enita
as Syariah
LAPO
ORAN KE
EUANGA
AN
ENT
TITAS SY
YARIAH
Jakarta, Januari 2013
KOMPONEN LENGKAP LAPORAN KEUAGAN
1. Laporan posisi keuangan
2. Laporan laba rugi komprehensif
3. Laporan perubahan ekuitas
4. Laporan arus kas
5. Laporan sumber dan penggunaan dana zakat
6. Laporan sumber dan penggunaan dana kebajikan
7 Catatan
7.
C t t laporan
l
keuangan
k
KOMPONEN TAMBAHAN LAPORAN KEUANGAN
Menjelaskan karakteristik utama entitas syariah (jika subtansi
informasinya belum tercakup diatas)
Laporan dapat meliputi kajian mengenai (beberapa entitas syariah)
1.
2.
3
3.
Faktor dan pengaruh utama yang menentukan kinerja keuangan, termasuk
perubahan lingkungan tempat entitas syariah beroperasi dsb
Sumber pendaan dan target rasio liabilitas terhadap ekuitas
Sumber daya yang tidak diakui dalam laporan keuangan sesuai SAK
Laporan lain : laporan mengenai lingkungan hidup dan laporan nilai
tambah
IAI - PPL - Akuntansi Lembaga Keuangan Syariah
8
Jakarta, Januari 2013
KOMPO
ONEN
TAMBA
AHAN
KARAK
KTER
KHUS
SUS
N
KOMPONEN
LENGKAP
KARAKTER
UMUM
Wirroso – Lap
poran Keua
angan Enita
as Syariah
Laporan Keuangan Syariah
IAI - PPL - Akuntansi Lembaga Keuangan Syariah
9
Wirroso – Lap
poran Keua
angan Enita
as Syariah
B h
Bahasan
k
kedua
d
LAPORAN
POSISI
KEUANGAN
Jakarta, Januari 2013
IAI - PPL - Akuntansi Lembaga Keuangan Syariah
10
Wirroso – Lap
poran Keua
angan Enita
as Syariah
Unsur Laporan
p
Posisi Keuangan
g
 Aset adalah sumber daya yang dikuasai oleh entitas
syariah sebagai akibat dari peristiwa masa lalu dan
dari mana manfaat ekonomi di masa depan
diharapkan akan diperoleh entitas syariah.
j
merupakan
p
hutang
g entitas syariah
y
masa
 Kewajiban
kini yang timbul dari peristiwa masa lalu,
penyelesaiannya
p
y
y diharapkan
p
mengakibatkan
g
arus
keluar dari sumber daya entitas syariah yang
mengandung
g
g manfaat ekonomi.
Jakarta, Januari 2013
IAI - PPL - Akuntansi Lembaga Keuangan Syariah
11
Wirroso – Lap
poran Keua
angan Enita
as Syariah
Unsur Laporan
p
Posisi Keuangan
g
 Dana syirkah temporer adalah dana yang diterima
sebagai investasi dengan jangka waktu tertentu dari
individu dan pihak lainnya dimana entitas syariah
mempunyai hak untuk mengelola dan
menginvestasikan dana tersebut dengan pembagian
hasil investasi berdasarkan kesepakatan.
 Ekuitas adalah hak residual atas aset entitas
syariah setelah dikurangi semua kewajiban dan dana
syirkah
y
temporer.
p
Jakarta, Januari 2013
IAI - PPL - Akuntansi Lembaga Keuangan Syariah
12
Jual Belli
Ujroh
Piutang
Liabilitas
•Murabahah
•Salam
•Istishna
•Tabungan wadiah
•Giro wadiah
Akt Ijarah
•Ijarah
Ijarah
Bagi H
Hasil
Earning Assets
Wirroso – Lap
poran Keua
angan Enita
as Syariah
Lap Posisi Keuangan Bank Syariah
A t
Aset
P i
Pasiva
Investasi


Prinsip wadiah
Dana dijamin (wajib)
dikembalikan semua
((100%))
Dana Syirkah Temporer
(PSAK 59 – Investasi Tidak Terikat)
•Tabungan mudharabah
•Deposito mudharabah
•Mudharabah
M dh b h
•Musyarakah



Prinsip Mudharabah
Mutlaqah / Unrestricted
Kerugian => ditanggung
shahibul maal
Tidak ada jaminan dana
dikembalikan 100%
Pinj Qardh
Aset Tetapp
Jakarta, Januari 2013
Ekuitas
Equity of share holder
IAI - PPL - Akuntansi Lembaga Keuangan Syariah
13
Wirroso – Lap
poran Keua
angan Enita
as Syariah
Jakarta, Januari 2013
IAI - PPL - Akuntansi Lembaga Keuangan Syariah
14
Penyajian
n Lapo
oran
Posiisi Ke
euang
gan
Wirroso – Lap
poran Keua
angan Enita
as Syariah
Aset Lancar dan Tidak Lancar
 Entitas syariah mengklasifikasikan aset sebagai aset lancar jika
i memperkirakan merealisasikan aset atau bermaksud untuk
menjual atau menggunakannya, dalam siklus operasi normal;
ii memiliki aset untuk tujuan diperdagangkan;
iii memperkirakan akan merealisasikan aset dalam jangka
waktu dua belas bulan setelah periode pelaporan; atau
iv kas atau setara kas (sebagaimana didefinisikan dalam PSAK
2 : Laporan Arus Kas), kecuali aset tersebut dibatasi
pertukaran atau penggunaannya untuk menyelesaikan
liabilitas sekurang-kurangnya dua belas bulan setelah
periode pelaporan.
 Entitas ssyariah
ariah mengklasifikasikan aset yang
ang tidak termas
termasuk
k
kategori tersebut sebagai aset tidak lancar
Jakarta, Januari 2013
IAI - PPL - Akuntansi Lembaga Keuangan Syariah
15
 Suatu liabilitas diklasifikasikan sebaga liabilitas jangka
pendek jjika:
p
Peny
yajian
n Lap
poran
Pos
sisi Ke
euang
gan
Wirroso – Lap
poran Keua
angan Enita
as Syariah
Liabilitas jjangka
g pendek
p
dan jangka
j g panjang
p j g
i
memperkirakan akan menyelesaikan liabilitas dalam
siklus operasi normalnya;
ii memiliki liabilitas untuk tujuan diperdagangkan;
iii liabilitas jatuh tempo untuk diselesaikan dalam jangka
wakti dua belas bulan setelah periode pelaporan; atau
iv tidak memiliki hak tanpa syarat untuk menunda
penyelesaian
pe
ye esa a liabilitas
ab tas se
selama
a a se
sekurang
u a g kurangnya
u a g ya dua
belas bulan setelah periode pelaporan.
 Entitas syariah mengklasifikasikan liabilitas yang tidak
termasuk kategori tersebut sebagai liabilitas jangka
panjang
Jakarta, Januari 2013
IAI - PPL - Akuntansi Lembaga Keuangan Syariah
16
Wirroso – Lap
poran Keua
angan Enita
as Syariah
Pengungkapan Laporan Posisi keuangan
 Laporan Posisi Keuangan dan Catatan atas Laporan Keuangan
o subklasifikasi pos yang disajikan, dan diklasifikasikan dengan cara yang
tepat sesuai dengan operasinya
 Laporan Posisi Keuangan atau laporan perubahan ekuitas atau catatan
atas Laporan Keuangan
o untuk setiap jenis saham:
a. jumlah saham modal dasar;
b. jumlah saham yang diterbitkan dan disetor penuh, dan yang dterbitkan
tetapi tidak disetor penuh;
c. nilai nominal saham, atau nilai dari saham yang tidak memiliki nilai
nominal;
d rekonsiliasi jumlah saham beredar pada awal dan akhir periode;
e hak,
h k kkeistimewaanm
i ti
d
dan pembatasan
b t
yang melekat
l k t pada
d setiap
ti jjenis
i
saham;
f saham entitas syariah yang dikuasai oleh entitas syariah itu sendiri atau
oleh entitas anak atau entitas asosiasi;; dan
g. saham yang dicadangkan untuk penerbitan dengan hak opsi dan kontrak
penjualan saham, termasuk jumlah dan persyaratan;
o penjelasan mengenai sifat dan tujuan setiap pos cadangan dalam ekuitas
Jakarta, Januari 2013
IAI - PPL - Akuntansi Lembaga Keuangan Syariah
17
Jakarta, Januari 2013
IAI - PPL - Akuntansi Lembaga Keuangan Syariah
18
Lap
poran Posis
si
Keu
uangan Bank
Syariiah
Wirroso – Lap
poran Keua
angan Enita
as Syariah
La
aporan
n posisi
keuangan – Asuransi
Syarriah
Wirroso – Lap
poran Keua
angan Enita
as Syariah
ASURANSI SYARIAH “X”
LAPORAN POSISI KEUANGAN
Per 31 Desember 20X1
ASET
Kas dan setara kas
Piutang kontribusi
Piutang reasuransi
Piutang :
Murabahah
Istishna
Aset Ijarah
Investasi pada surat berharga
Investasi:
Mudharabah
Musyarakah
Piutang Salam
Investasi pada entitas lain
Aset tetap
J l hA
Jumlah
Asett
Jakarta, Januari 2013
xxx
xxx
xxx
xxx
xxx
xxx
xxx
xxx
xxx
xxx
xxx
xxx
xxx
LIABILITAS
Penyisihan kontribusi yang belum
menjadi hak
Utang klain
Klaim dalam proses
Klaim yang sudah terjadi tetapi belum
dialporkan
Bagian peserta atas surplus underwriting
dana tabarru yang msh harus dibayar
Utang reasuransi
Utang deviden
Utang pajak
Jumlah
xxx
xxx
xxx
xxx
xxx
xxx
xxx
xxx
xxx
DANA PESERTA
Dana syirkah temporer
Dana tabarru’
Jumlah
xxx
xxx
xxx
EKUITAS
Ekuitas pemilik entitas induk
Modal disetor
Tambahan modal disetor
Penghasilan komprehensif lain
Saldo laba
Kepentingan nonpengendali
Jumlah
xxx
xxx
xxx
xxx
xxx
xxx
xxx
Jumlah Liabilitas, Dana Peserta dan
Ek it
Ekuitas
xx
IAI - PPL - Akuntansi Lembaga Keuangan Syariah
19
Wirroso – Lap
poran Keua
angan Enita
as Syariah
Bahasan ketiga
LAPORAN LABA RUGI
KOMPREHENSIF
Jakarta, Januari 2013
IAI - PPL - Akuntansi Lembaga Keuangan Syariah
20
Wirroso – Lap
poran Keua
angan Enita
as Syariah
Laporan
p
Laba Rugi
g Komprehensif
p
 Entitas syariah
y
menyajikan
y j
seluruh p
pos
“penghasilan” dan “beban” yang diakui dalam suatu
periode dalam suatu laporan
p
p
keuangan
g yyang
g
menunjukkan “komponen laba rugi” dan “komponen
penghasilan
p
g
komprehensif
p
lain”
Jakarta, Januari 2013
IAI - PPL - Akuntansi Lembaga Keuangan Syariah
21
Wirroso – Lap
poran Keua
angan Enita
as Syariah
Penghasilan
g
 Penghasilan (income) adalah kenaikan manfaat ekonomi
selama
l
suatu
t periode
i d akuntansi
k t
id
dalam
l
b
bentuk
t k pemasukan
k
atau penambahan aset atau penurunan kewajiban yang
mengakibatkan kenaikan ekuitas yang tidak berasal dari
kontribusi penanam modal.
 Definisi penghasilan juga mencakupi keuntungan yang
belum direalisasi; misalnya, yang timbul dari revaluasi
sekuritas yang dapat dipasarkan (marketable) dan dari
kenaikan jumlah aset jangka panjang.
 penghasilan (income) meliputi :
o pendapatan (revenues)
o keuntungan (gains)
Jakarta, Januari 2013
IAI - PPL - Akuntansi Lembaga Keuangan Syariah
22
Wirroso – Lap
poran Keua
angan Enita
as Syariah
Pendapatan
p
 Pendapatan timbul dalam pelaksanaan aktivitas
entitas syariah yang biasa dan dikenal dengan
sebutan yang berbeda seperti penjualan,
penghasilan jasa (fees), bagi hasil, dividen, royalti
dan sewa
Jakarta, Januari 2013
IAI - PPL - Akuntansi Lembaga Keuangan Syariah
23
Wirroso – Lap
poran Keua
angan Enita
as Syariah
Keuntungan
g
 Keuntungan mencerminkan pos lainnya yang memenuhi
d fi i i penghasilan
definisi
h il d
dan mungkin
ki titimbul
b l atau
t mungkin
ki tid
tidak
k
timbul dalam pelaksanaan aktivitas entitas syariah yang biasa.
Keuntungan mencerminkan kenaikan manfaat ekonomi dan
dengan demikian pada hakekatnya tidak berbeda dengan
p
pendapatan.
p
 Keuntungan meliputi, misalnya, pos yang timbul dalam
pengalihan aset tak lancar
 keuntungan biasanya dicantumkan terpisah karena informasi
mengenai pos tersebut berguna dalam pengambilan
keputusan ekonomi dan biasanya dilaporkan dalam jumlah
bersih setelah dikurangi dengan beban yang bersangkutan
Jakarta, Januari 2013
IAI - PPL - Akuntansi Lembaga Keuangan Syariah
24
Wirroso – Lap
poran Keua
angan Enita
as Syariah
Beban
 Beban (expenses) adalah penurunan manfaat ekonomi
periode akuntansi dalam bentuk arus keluar
selama suatu p
atau berkurangnya aset atau terjadinya kewajiban yang
mengakibatkan penurunan ekuitas yang tidak menyangkut
pembagian kepada penanam modal.
 Definisi beban mencakup:
o kerugian
o beban yang timbul dalam pelaksanaan aktivitas entitas syariah
yang biasa meliputi
meliputi, misalnya
misalnya, beban pokok penjualan
penjualan, gaji dan
penyusutan.
 Beban tersebut biasanya berbentuk arus keluar atau
berkurangnya aset seperti kas (dan setara kas), persediaan
dan aset tetap
Jakarta, Januari 2013
IAI - PPL - Akuntansi Lembaga Keuangan Syariah
25
Wirroso – Lap
poran Keua
angan Enita
as Syariah
 Definisi beban juga mencakup kerugian yang belum
direalisasi, misalnya, kerugian yang timbul dari
pengaruh peningkatan kurs valuta asing dalam
hubungannya dengan pinjaman entitas syariah
dalam mata uang tersebut.
Jakarta, Januari 2013
IAI - PPL - Akuntansi Lembaga Keuangan Syariah
26
Wirroso – Lap
poran Keua
angan Enita
as Syariah
Kerugian
g
 Kerugian mencerminkan pos lain yang memenuhi definisi
beban yang mungkin timbul atau mungkin tidak timbul dari
aktivitas entitas syariah yang biasa. Kerugian tersebut
mencerminkan berkurangnya manfaat ekonomi, dan pada
hakekatnya tidak berbeda dari beban lain.
 Kerugian dapat timbul, misalnya dari bencana kebakaran,
banjir, seperti juga yang timbul dari pelepasan aset tidak
lancar.
 Dalam
D l
llaporan llaba
b rugi,
i bi
biasanya di
disajikan
jik secara tterpisah
i h
karena pengetahuan mengenai pos tersebut berguna untuk
tujuan pengambilan keputusan ekonomi dan dilaporkan
dalam jumlah bersih setelah dikurangi dengan penghasilan
yyang
g bersangkutan
g
Jakarta, Januari 2013
IAI - PPL - Akuntansi Lembaga Keuangan Syariah
27
Wirroso – Lap
poran Keua
angan Enita
as Syariah
Hak Pihak Ketiga
g Atas Bagi
g Hasil
 Hak pihak ketiga atas bagi hasil dana syirkah
temporer adalah bagian bagi hasil pemilik dana atas
keuntungan dan kerugian hasil investasi bersama
entitas syariah dalam suatu periode Laporan
Keuangan. Hak pihak ketiga atas bagi hasil tidak
bisa dikelompokan sebagai beban (ketika untung)
atau pendapatan (ketika rugi). Namun, hak pihak
ketiga atas bagi hasil merupakan alokasi keuntungan
dan kerugian kepada pemilik dana atas investasi
yang dilakukan bersama dengan entitas syariah
Jakarta, Januari 2013
IAI - PPL - Akuntansi Lembaga Keuangan Syariah
28
Wirroso – Lap
poran Keua
angan Enita
as Syariah
Laporan Laba Rugi Komprehensif
 Laporan laba rugi komprehensif minimal mencakup:
a. pendapatan usaha;
b bagi hasil untuk pemilik dana;
b.
c. bagian laba rugi dari entitas asosiasi dan bentura bersama yang dicatat
dengan menggunakan metode ekuitas;
d beban pajak;
d.
e. suatu jumlah tanggal yang mencakup total dari:
i
ii
laba rugi setelah pajak dari operasi yang dihentikan; dan
keuntungan atau kerugian setelah pajak yang diakui dengan pengukuran
nilai wajar dikurangi biaya untuk menjual atau pelepasan aset atau
kelompok lepasan dalam rangka operasi yang dihentikan;
f laba rugi
g
g. setiap komponen dari penghasilan komprehensif lain yang
diklasifikasikan sesuai dengan sifat (selain jumlah dalam huruf (h));
g
p
penghasilan
g
komprehensif
p
lain dari entitas asosiasi dan ventura
h. bagian
bersama yang dicatat dengan menggunakan metode ekuitas; dan
I total komprehensif.
Jakarta, Januari 2013
IAI - PPL - Akuntansi Lembaga Keuangan Syariah
29
Laporan
p
Laba Rugi
g Komprehensif
p
Wirroso – Lap
poran Keua
angan Enita
as Syariah
 Entitas syariah mengungkapkan pos :
a. laba rugi periode berjalanyang dapat diatribusikan kepada:
i kepentingan nonpengendali; dan
ii pemilik
ilik enititas
itit iinduk.
d k
b. total laba komprehensif periode berjalan yang dapat
diatribusikan kepada:
i kepentingan nonpengendali; dan
ii p
pemilik entitas induk
 Entitias syariah menyajikan pos tambahan, judul dan
subtotal dalam laporan laba rugi komprehensif jika penyajian
tersebut relevan untuk memahami kinerja keuangan.
Jakarta, Januari 2013
IAI - PPL - Akuntansi Lembaga Keuangan Syariah
30
Laporan
p
Laba Rugi
g Komprehensif
p
Wirroso – Lap
poran Keua
angan Enita
as Syariah
LAPORAN LABA RUGI KOMPREHENSIF
Laba Usaha
XXX
Beban Usaha
(XXX)
LABA RUGI
-------
LABA (RUGI)
TOTAL LABA
KOMPREHENSIF
XXX
Pendapatan konprehensif xxx
Beban komprehensif
(xxx)
PENGHASILAN
KOMPREHENSIF
-----g
komprehensif
p
Penghasilan
xxx
-------
Total laba (rugi) komprehensif
Jakarta, Januari 2013
xxxx
IAI - PPL - Akuntansi Lembaga Keuangan Syariah
31
Wirroso – Lap
poran Keua
angan Enita
as Syariah
 Laba rugi
o Entitas syariah mengakui seluruh pos penghasilan
dan beban pada suatu periode dalam laba rugi kecuali
suatu PSAK mensyaratkan atau memperkenankan
lain
 Penghasilan komprehensif Lainnya
o Entitas syariah mengungkapkan jumlah pajak
penghasilan terkait dengan setiap komponen dari
penghasilan komprehensif lain, termasuk penyesuaian
reklasifikasi, baik dalam laporan pendapatan
komprehensif atau catatan atas laporan keuangan
Jakarta, Januari 2013
IAI - PPL - Akuntansi Lembaga Keuangan Syariah
32
Penghasilan
g
komprehensif
p
Wirroso – Lap
poran Keua
angan Enita
as Syariah
 Perubahan dalam surplus revaluasi (lihat PSAK 16 : Aset
T t dan
Tetap
d PSAK 19 : A
Asett T
Takberwujud).
kb
j d)
 Keuntungan dan kerugian aktuarial atas program
manfaat pasti yang diakui sesuai PSAK 24 : Imbalan
Kerja
 Keuntungan dan kerugian yang timbul dari
penjabaran laporn keuangan dari entitas asing (lihat
PSAK 10 : Pengaruh Perubahan Kurs Valuta Asing)
 Keuntungan dan kerugian dai pengukuran kembali
aset keuangan yang dikategorikan sebagai tersedia
untuk dijual (lihat PSAK 55 – Instrumen Keuangan : Pengakuan dan
Pengukuran)
Jakarta, Januari 2013
IAI - PPL - Akuntansi Lembaga Keuangan Syariah
33
Hasil us
saha bersa
ama LKS
dan pemodal mudh
harabah
Wirroso – Lap
poran Keua
angan Enita
as Syariah
Laporan Laba Rugi Komprehensif
Pendptan Pengelolaan Dana sbg mudharib xxx
Hak pihak ketiga atas bagi hasil
(xxx)
-----Hak bagi hasil bagi bank
xxx
Pendapatan usaha lainnya
xxx
Beban usaha
(xxx)
-----Laba Usaha
xxx
Pendapatan dan Beban Non Usaha
xxx
----Laba sebelum pajak
xxx
Beban p
pajak
j p
penghasilan
g
((xxx))
----Laba neto
xxx
Jakarta, Januari 2013
Bukan sebagai
beban atau
pendapatan LKS)
IAI - PPL - Akuntansi Lembaga Keuangan Syariah
34
Jakarta, Januari 2013
IAI - PPL - Akuntansi Lembaga Keuangan Syariah
35
La
aporan
n Laba
a Rugi
Ko
ompreh
hensiff Bank
k
Sy
yariah
Wirroso – Lap
poran Keua
angan Enita
as Syariah
Lapo
oran L
Laba R
Rugi
Kom
mpreh
hensiff –
Asu
uransi Syaria
ah
Wirroso – Lap
poran Keua
angan Enita
as Syariah
A S U R A N S I S Y A R IA H ‘X ”
L A P O R A N L A B A R U G I K O M P R E H E N S IF
P e r io d e 1 J a n u a r i s d 3 1 D e s e m b e r 2 0 X 1
PENDAPATAN USAHA
P e n d a p a ta n p e n g e lo la a n o p e r a s i a s u r a n s i
P e n d a p a ta n p e n g e lo la a n p o r tfo lio in v e s ta s i d a n a p e s e r ta
P e n d a p a ta n p e m b a g ia n s u r p lu s u n d e r w r itin g
P e n d p a ta n in v e s ta s i
J u m la h
xxx
xxx
xxx
xxx
xxx
BEBAN USAHA
B e b a n k o m is i
U jr a h d ib a y a r
B e b a n u m u m d a n a d m in is tr a s i
B e b a n p e m a s a ra n
Beban pengem bangan
J u m la h
(x x x )
(x x x )
(x x x )
(x x x )
(x x x )
(x x x )
LABA USAHA
xxx
PENDAPATAN DAN BEBAN NONUSAHA
P e n d a p a ta n N o n u s a h a
B eban nonusaha
J u m la h
xxx
(x x x )
xxx
LA B A S E B E LU M P A JA K
xxx
B e b a n p a ja k p e n g h a s ila n
(x x x )
LABA NETO
L a b a n e to y a n g d a p a t d ia tr ib u s ik a n k e p a d a :
P e m ilik e n tita s in d u k
K e p e n tin g a n n o n p e n g e n d a li
P E N G H A S IL A N K O M P R E H E N S IF L A IN
S u r p lu s r e v a lu a s i
K e u n tu n g a n ( k e r u g ia n ) a k tu a r ia l
S e lis ih k u r s p e n ja b a r a n la p o r a n k e u a n g a n
P e n y e s u a ia n n ila i w a ja r a s e t k e u a n g a n “ te r s e d ia u n tu k d iju a l”
l
J u m la h
L A B A K O M P R E H E N S IH
L a b a k o m p r e h e n s if d a p a t d ia tr ib u s ik a n k e p a d a
P e m ilik e n tita s in d u k
K e p e n tin g a n n o n p e n g e n d a li
Jakarta, Januari 2013
xxx
xxx
IAI - PPL - Akuntansi Lembaga Keuangan Syariah
xxx
xxx
xxx
xxx
xxx
xxx
xxx
36
Wirroso – Lap
poran Keua
angan Enita
as Syariah
Bahasan kempat
LAP PERUBAHAN EKUITAS
LAP PERUBAHAN ARUS KAS
Jakarta, Januari 2013
IAI - PPL - Akuntansi Lembaga Keuangan Syariah
37
Wirroso – Lap
poran Keua
angan Enita
as Syariah
Contoh laporan Perubahan Equitas
((mengacu
g
pada
p
PSAK yang
y g terkait))
Modal Saham
Ditempatka
n dan
Di t
Disetor
Penuh
Saldo per 31 Des 2006
492.790.792
Tambahan
Modal
Disetor
B ih
Bersih
132.498.258
Saldo Laba
Telah Ditentukan
Penggunaan
nya
Belum Ditentukan
Penggunaan
nya
Jumlah
Ekuitas
45.559.662
115.592.280
786.440.991
22 755 020
22.755.020
(22 755 020)
(22.755.020)
0
Deviden Kas
(85.602.216)
(85.602.216)
Laba bersih tahun 2007
145.324.930
145.324.930
68.314.682
152.559.974
846.163.706
58.129.972
(58.129.972)
0
Deviden Kas
(87.194.958)
(87.194.958)
Laba bersih tahun 2008
207.210.886
207.210.886
214.445.930
966.179.634
Pembentukan Cad umum
Saldo per 31 Des 2007
492.790.792
132.498.258
Pembentukan Cad umum
Saldo per Des 2008
Jakarta, Januari 2013
492.790.792
132.498.258
126.444.654
IAI - PPL - Akuntansi Lembaga Keuangan Syariah
38
Wirroso – Lap
poran Keua
angan Enita
as Syariah
Bahasan kelima
LAPORAN ZAKAT
DAN DANA
KEBAJIKAN
Jakarta, Januari 2013
IAI - PPL - Akuntansi Lembaga Keuangan Syariah
39
Wirroso – Lap
poran Keua
angan Enita
as Syariah
Laporan
p
sumber dan penggunaan
p gg
zakat
 Entitas syariah menyajikan laporan sumber dan penyaluran
dana zakat sebagai komponen utama laporan keuangan,
keuangan
yang menunjukkan:
a. dana zakat berasal dari wajib
j zakat:
i dari dalam entitas syariah;
ii dari pihak luar entitas syariah;
b. penyaluran dana zakat melalui entitas pengelola zakat
sebagaimana yang diatur dalam peraturan perundangundangan yang berlaku.
c. kenaikan atau penurunan dana zakat
d. saldo awal dana zakat;
e. saldo akhir dana zakat
 Kerugian aset tidak boleh ditutup dengan dana zakat
Jakarta, Januari 2013
IAI - PPL - Akuntansi Lembaga Keuangan Syariah
40
Wirroso – Lap
poran Keua
angan Enita
as Syariah
Laporan
p
sumber dan penggunaan
p gg
zakat
 Entitas syariah mengungkapkan dalam catatan atas
l
laporan
kkeuangan, ttetapi
t i tid
tidak
k tterbatas
b t pada:
d
a. sumber dana zakat yang berasal dari internal entitas
syariah;
i h
b. sumber dana zakat yang berasal dari eksternal
entitas syariah;
c. kebajikan penyaluran zakat; dan
d proporsi dana yang disalurkan untuk masing
d.
masing-masing
masing
penerima zakat yang diklasifikasikan menjadi pihak
berelasi,, sesuai dengan
g yang
y g diatur dalam PSAk 7 :
Pengungkapan Pihak-pihak Berelasi, dan pihak
ketiga
Jakarta, Januari 2013
IAI - PPL - Akuntansi Lembaga Keuangan Syariah
41
Wirroso – Lap
poran Keua
angan Enita
as Syariah
Laporan sumber dan penggunaan dana Zakat
Jumlah
Jakarta, Januari 2013
xxx
IAI - PPL - Akuntansi Lembaga Keuangan Syariah
42
Wirroso – Lap
poran Keua
angan Enita
as Syariah
Laporan dan penggunaan Dana Kebajikan
 Entitas syariah menyajikan laporan sumber dan penggunaan dana
kebajikan sebagai komponen utama laporan keuangan, yang
j
menunjukkan:
a. sumber dana kebajikan berasal dari penerimaan:
i infak
ii sedekah;
sede a ;
iii hasil pengelolaan wakaf sesuai dengan perundang-undangan yang
berlaku;
iv pengembalian dana kebajikan produktif;
v denda; dan
vi penerimaan nonhalal
b. penggunaan dana kebajikan untuk :
i dana kebajikan produktif;
ii sumbangan; dan
iii penggunaan lain untuk kepentingan umum.
c. kenaikan
k
ik atau
t penurunan sumber
b d
dana kkebajikan;
b jik
d. saldo awal dana kebajikan; dan
e saldo akhir dana kebajikan
Jakarta, Januari 2013
IAI - PPL - Akuntansi Lembaga Keuangan Syariah
43
Wirroso – Lap
poran Keua
angan Enita
as Syariah
Laporan
p
dan penggunaan
p gg
Dana Kebajikan
j
 Penerimaan dana kebajikan oleh entitas syariah diakui
sebagai liabilitas paling likuid dan diakui sebagai pengurang
liabilitas ketika disalurkan
 Entitas syariah mengungkapkan dalam catatan atas laporan
keuangan, tetapi tidak terbatas, pada:
a. sumber dana kebajikan;
b. kebijakan penyaluran dana kebajikan kepada masing-masing
menerimaan;
c proporsi dana yang disalurkan untuk masing-masing
c.
masing masing
penerimaan dana kebajikan yang diklasifikasikan menjadi
pihak berelasi, sesuai dengan yang diatur dalam PSAK 7 :
Pengungkapan Pihak
Pihak-pihak
pihak Berelasi
Berelasi, dan pihak ketiga; dan
d. alasan terjadinya dan penggunaan atas penerimaan nonhalal
Jakarta, Januari 2013
IAI - PPL - Akuntansi Lembaga Keuangan Syariah
44
Lapora
an sum
mber da
an
peng
ggunaa
an dana
a
kkebajikkan
Wirroso – Lap
poran Keua
angan Enita
as Syariah
BANK SYARIAH “X”
LAPORAN SUMBER DAN PENGGUNAAN DANA KEBAJIKAN
P i d yang b
Periode
beakhir
khi pada
d 31 Desember
D
b 20X1
Jakarta, Januari 2013
SUMBER DANA KEBAJIKAN
Infak dari bank syariah
Sedekah
Hasil pengelolaan wakaf
Penegmbalian dana kebajikan produktif
Denda
Pendapatan non halal
Jumlah
xxx
xxx
xxx
xxx
xxx
xxx
xxx
PENGGUNAAN DANA KEBAJIKAN
Dana kebajikan produktif
Sumbangan
Penggunaan lainnya untuk kepentingan umum
J mlah
Jumlah
(xxx)
(xxx)
(xxx)
(
(xxx)
)
KENAIKAN
xxx
SALDO AWAL
xxx
SALDO AKHIR
xxx
IAI - PPL - Akuntansi Lembaga Keuangan Syariah
45
Wirroso – Lap
poran Keua
angan Enita
as Syariah
Bahasan keenam
KOMPONEN
TAMBAHAN
Jakarta, Januari 2013
IAI - PPL - Akuntansi Lembaga Keuangan Syariah
46
Wirroso – Lap
poran Keua
angan Enita
as Syariah
Komponen
p
Laporan
p
keuangan
g
tambahan
 Jika entitas syariah merupakan lembaga keuangan, selain
komponen laporan keuangan lengkap
lengkap, juga menyajikan
komponen laporan keuangan tambahan yang menjelaskan
karakteristik utama entitas syariah
y
tersebut
 Perbankan syariah
o Laporan rekonsiliasi pendapatan dan bagi hasil
 Asuransi syariah
o Laporan surplus Defisit Underwriting Dana Tabarru’
o Laporan Perubahan Dana Tabarru
 Amil
o Laporan Perubahan Dana
o Laporan Perubahan Aset Kelolaan
Jakarta, Januari 2013
IAI - PPL - Akuntansi Lembaga Keuangan Syariah
47
Jakarta, Januari 2013
IAI - PPL - Akuntansi Lembaga Keuangan Syariah
48
Lapo
oran re
ekonsiliasi
pend
dapatan
n dan b
bagi
hasiil (bankk Syariah)
Wirroso – Lap
poran Keua
angan Enita
as Syariah
Jakarta, Januari 2013
IAI - PPL - Akuntansi Lembaga Keuangan Syariah
49
Laporan Perrubahan
n
Dana Tabaru (asuransi
D
h)
syariah
Wirroso – Lap
poran Keua
angan Enita
as Syariah
Lap
poran Surpllus
Defis
sit Und
derwrriting
Dana T
D
Tabarru
(asu
uransii syariah)
Wirroso – Lap
poran Keua
angan Enita
as Syariah
ASURANSI SYARIAH “X”
LAPORAN SURPLUS DEFISIT UNDERWRITING DANA TABARRU’
P i d 1 Januari
Periode
J
i sd
d 31 Desember
D
b 20X1
Jakarta, Januari 2013
PENDAPATAN ASURANSI
Kontribusi bruto
Ujrah pengelola
Bagian reasuransi
Perubahan kontribusi yang belum menjadi hak
Jumlah
xxx
(xxx)
(xxx)
(xxx)
xxx
BEBAN ASURANSI
Pembayaran klaim
Klaim yang ditanggung reasuransi dan pihak lain
yang
g masih harus dibayar
y
Klaim y
Klaim yang masih harus dibayar, yang ditanggung
reasuransi dan pihal lain
Penyisihan teknis
Jumlah
xxx
xxx
xxx
SURPLUS NETO ASURANSI
xxx
PENDAPATAN INVESTASI
Total p
pendapatan
p
investasi
Beban pengelolaan portfolio investasi
Jumlah
xxx
xxx
xxx
SURPLUS UNDERWRITING DANA TABARRU’
xxx
IAI - PPL - Akuntansi Lembaga Keuangan Syariah
xxx
(xxx)
xxx
50
Akuntansi Lembaga
K
Keuangan
S i h
Syariah
AKUNTANSI MURABAHAH
(psak 102)
Wirroso – psa
ak 102 - A
Akuntansii Murabah
hah
Bahasan
pertama
 Pengatar
 Definisi Murabahah
 Jenis Murabahah
 Cakupan Akuntansi
Murabahah
 Akun
Ak T
Transaksi
k iM
Murabahah
b h h
Jakarta, Januari 2013
IAI - PPL - Akuntansi Lembaga Keuangan Syariah
2
Wirroso – psa
ak 102 - A
Akuntansii Murabah
hah
Murabahah
adalah akad jual beli
barang dengan
menyatakan harga
perolehan dan
keuntungan (margin)
yang disepakati oleh
penjual dan pembeli
Jakarta, Januari 2013
IAI - PPL - Akuntansi Lembaga Keuangan Syariah
3
Wirroso – psa
ak 102 - A
Akuntansii Murabah
hah
Harga yang disepakati adalah harga jual,
sedang
d
harga
h
beli
b li harus
h
diberitahukan
dib it h k
(Fatwa DSN : 04/DSN-MUI/IV/2000) :
6.
Bank menjual barang kepada nasabah (pemesan) dengan
h
harga
jual
j l senilai
il i harga
h
b
belili plus
l kkeuntungannya.
t
=> bank harus memberitahu secara jujur harga pokok barang
kepada nasabah berikut biaya yang diperlukan.
Jakarta, Januari 2013
IAI - PPL - Akuntansi Lembaga Keuangan Syariah
4
Wirroso – psa
ak 102 - A
Akuntansii Murabah
hah
JENIS MURABAHAH
Tanpa pesanan
Mengikat
JENIS
Berdasarkan
p
pesanan
CARA PEMBAYARAN
Tidak mengikat
g
Tunai
Jakarta, Januari 2013
Tangguh
IAI - PPL - Akuntansi Lembaga Keuangan Syariah
5
Wirroso – psa
ak 102 - A
Akuntansii Murabah
hah
Tujuan PSAK 102
TRANSAKSI MURABAHAH
PSAK 102 – AKUNTANSI MURABAHAH
mengatur pengakuan, pengukuran,
penyajian dan pengungkapan
penyajian,
transaksi murabahah. (psak 102, prgf 1)
Jakarta, Januari 2013
IAI - PPL - Akuntansi Lembaga Keuangan Syariah
6
Wirroso – psa
ak 102 - A
Akuntansii Murabah
hah
Ruang Lingkup (psak 102, prgf 2-3)



Pernyataan ini diterapkan untuk:
a lembaga keuangan syariah dan koperasi syariah yang melakukan
a.
transaksi murabahah baik sebagai penjual maupun pembeli; dan
b. pihak-pihak yang melakukan transaksi murabahah dengan lembaga
keuangan syariah atau koperasi syariah.
LKS yang dimaksud, antara lain, adalah:
a perbankan syariah sebagaimana yang dimaksud dalam peraturan
a.
perundang-undangan yang berlaku;
b. lembaga keuangan syariah nonbank seperti asuransi, lembaga
pembiayaan, dan dana pensiun; dan
c. lembaga keuangan lain yang diizinkan oleh peraturan perundangundangan yang berlaku untuk menjalankan transaksi murabahah.
Pernyataan ini tidak mencakup pengaturan perlakuan akuntansi atas
obligasi syariah (sukuk) yang menggunakan akad murabahah. (psak 102, prgf 4)
Jakarta, Januari 2013
IAI - PPL - Akuntansi Lembaga Keuangan Syariah
7
Wirroso – psa
ak 102 - A
Akuntansii Murabah
hah
Penerapan PSAK 102 – Akt Murabahah
Jakarta, Januari 2013
IAI - PPL - Akuntansi Lembaga Keuangan Syariah
8
Wirroso – psa
ak 102 - A
Akuntansii Murabah
hah
AKUNTANSI
MURABAHAH
BANK SYARIAH
SEBAGAI
PENJUAL
Jakarta, Januari 2013
IAI - PPL - Akuntansi Lembaga Keuangan Syariah
9
Wirroso – psa
ak 102 - A
Akuntansii Murabah
hah
Unsur Murabahah
Harga perolehan
Keuntungan
Harga jual
Rp. xxx  Persediaan
Rp. xxx  Margin Murabahah Tangguhan
----------Rp. xxx  Piutang Murabahah
t
tangguh
h
Hutang Pembeli
(hutang atas harga barang)
Jakarta, Januari 2013
IAI - PPL - Akuntansi Lembaga Keuangan Syariah
10
Wirroso – psa
ak 102 - A
Akuntansii Murabah
hah
Bahasan
kedua
 Aset Murabahah
 Harga perolehan
 Diskon
Di k
 Uang Muka
Jakarta, Januari 2013
IAI - PPL - Akuntansi Lembaga Keuangan Syariah
11
Wirroso – psa
ak 102 - A
Akuntansii Murabah
hah
ASET
MURABAHAH
 saat memperoleh
p
=> diakui sebagai
persediaan sebesar
p
biaya perolehan.
Jakarta, Januari 2013
IAI - PPL - Akuntansi Lembaga Keuangan Syariah
12
Wirroso – psa
ak 102 - A
Akuntansii Murabah
hah
Harga
g p
pokok Barang
g
Harga pokok barang => jumlah kas
atau
t setara
t
kas
k yang dibayarkan
dib
k
untuk memperoleh suatu aset
sampai dengan aset tersebut
dalam kondisi dan tempat yang
p untuk dijual
j
atau digunakan
g
siap
Diskon
Uang
g Muka
Jakarta, Januari 2013
?
IAI - PPL - Akuntansi Lembaga Keuangan Syariah
13
Wirroso – psa
ak 102 - A
Akuntansii Murabah
hah
Biaya sbg unsur harga perolehan
Jakarta, Januari 2013
IAI - PPL - Akuntansi Lembaga Keuangan Syariah
14
Diskon
n Murab
bahah
Wirroso – psa
ak 102 - A
Akuntansii Murabah
hah
Diskon Murabahah (psak 102/20)
Sebelum
S
b l
Ak
Akad
d
 (a) Pengurang biaya perolehan
Hak pembeli
 (b) Kewajiban LKS
Diperjanjikan
Setelah akad
Hak penjual
p j
 (c) + keuntungan Mbh
Tidak diperjanjikan
 (d) Pendapatan ops lainnya
Jakarta, Januari 2013
IAI - PPL - Akuntansi Lembaga Keuangan Syariah
15
Wirroso – psa
ak 102 - A
Akuntansii Murabah
hah
Kategori diskon murabahah dari pemasok
 Diskon yang terkait dengan pembelian barang,
antara
t
lain,
l i meliputi:
li ti
a. diskon dalam bentuk apapun dari pemasok atas
pembelian
b li b
barang;
b. diskon biaya asuransi dari perusahaan asuransi
dalam rangka pembelian barang; dan
c. komisi dalam bentuk apapun yang diterima terkait
dengan pembelian barang.
Jakarta, Januari 2013
IAI - PPL - Akuntansi Lembaga Keuangan Syariah
16
Wirroso – psa
ak 102 - A
Akuntansii Murabah
hah
Contoh diskon dari pemasok
 Tgl 15 Mei dibeli mobil Inova
 Harga barang
 Diskon
Rp. 125.000.000,-Rp.
p
5.000.000,--
 Tgl 16 Mei mobil Inova dijual
 Berapa Harga perolehan barang tersebut ?
Perhitungan harga perolehan barang
Harga barang
Diskon
Harga
g p
perolehan
Jakarta, Januari 2013
Rp. 125
Rp
125.000.000,
000 000 -Rp.
5.000.000,--------------------------Rp.
p 120.000.000,-, p
persediaan
IAI - PPL - Akuntansi Lembaga Keuangan Syariah
17
UANG MUKA MURABAHAH
Wirroso – psa
ak 102 - A
Akuntansii Murabah
hah
 Bank dibolehkan meminta
nasabah untuk membayar
uang muka saat
menandatangani kesepakatan
awal pemesanan (fatwa
(f t
no 4)
 harus dibayarkan oleh
nasabah
b h kepada
k
d bank,
b k bukan
b k
kepada pemasok (papsi)
Jakarta, Januari 2013
IAI - PPL - Akuntansi Lembaga Keuangan Syariah
18
Wirroso – psa
ak 102 - A
Akuntansii Murabah
hah
Uang
g Muka Murabahah
 Jika akad dibatalkan nasabah:
 nasabah harus memberikan ganti rugi kepada LKS dari uang muka
tsb
 Jika uang muka lebih kecil dari kerugian => LKS dapat meminta
tambahan kepada nasabah
 Jika uang
g muka lebih besar dari kerugian
g
=> LKS harus
mengembalikan kelebihannya kepada nasabah
 Jika akad dilaksanakan:
 “keuntungan murabahah” didasarkan pada porsi harga barang
yang dibiayai oleh bank
 menjadi bagian pelunasan piutang murabahah (tidak
diperkenankan sbg pembayaran angsuran).
Jakarta, Januari 2013
IAI - PPL - Akuntansi Lembaga Keuangan Syariah
19
Wirroso – psa
ak 102 - A
Akuntansii Murabah
hah
Contoh perhitungan Murabahah
Berapa
ditawarkan
harga jualnya
 Bank Syariah “Mitra Mandiri” melakukan transaksi
jual beli Mobil Kijang Inova dengan harga pokok sbb:
Harga
g barang
g
Diskon (sebelum akad) - 10%
Rp.
p 160.000.000,-Rp. 16.000.000,-------------------------- (-/-)
Rp. 144.000.000,--
Beban lain yang dikeluarkan
(sesuai syarat penyerahan brg) Rp. 6.000.000,--------------------------- (+)
H
Harga
pokok
k kb
barang
R 1
Rp.
150.000.000,-0 000 000
 Sebagai komitmennya Nasabah memberikan uang
muka
k kkepada
d B
Bank
kS
Syariah
i h Mit
Mitra M
Mandiri
di i sebesar
b
Rp. 30 juga
 Pembayaran dilakukan secara tangguh selama satu
tahun dan Bank Syariah Mitra Mandiri
memperhitungkan keuntungan setara dengan 21%
Jakarta, Januari 2013
IAI - PPL - Akuntansi Lembaga Keuangan Syariah
20
Wirroso – psa
ak 102 - A
Akuntansii Murabah
hah
Pembiayaan Murabahah - Praktis
Metode Perhitungan Margin Bank Syariah:
H
Harga
M
Mobil
bil
=
150 000 000
150,000,000
Uang muka Nasabah
=
30,000,000
Biaya Bank Syariah
=
120,000,000
Marjin Bank Syariah
=
25,200,000
(120,000,000 x 21% x 1)
Jual Beli Murabahah Bank Syariah :
Harga Beli Mobil
=
150,000,000
Marjin Keuntungan BS
=
25,200,000
Harga Jual BS
=
175,200,000
Uang Muka Nasabah
=
30,000,000
Sisa Angsuran
=
145,200,000
Angsuran per Bulan
=
12,100,000
BANK SYARIAH
(145,200,000 : 12)
Jakarta, Januari 2013
IAI - PPL - Akuntansi Lembaga Keuangan Syariah
21
Wirroso – psa
ak 102 - A
Akuntansii Murabah
hah
Bahasan
a asa
ke tiga
Pengadaan
Barang
Murabahah
Diwakilkan
Jakarta, Januari 2013
IAI - PPL - Akuntansi Lembaga Keuangan Syariah
22
Wirroso – psa
ak 102 - A
Akuntansii Murabah
hah
Contoh kasus
 Bank Syariah Mitra Mandiri melakukan transaksi murabahah dengan
Amir atas Mobil Kijang Inova dengan pembayaran dilakukan dengan
cicilan selama setahun.
 Harga jual Inova disepakati kedua pihak sebesar Rp.145.200.000,-yang terdiri dari harga perolehan Rp.120.000.000,-- ditambah
keuntungan disepakati Rp
Rp.25.200.000,
25 200 000 - Bank Syariah Mitra Mandiri menyerahkan uang ke Amir sebesar
Rp.120.000.000,-- sbg wakil Bank Syariah Mitra Mandiri untuk membeli
mobil Inova untuknya.
untuknya
Jika bank mewakilkan kepada nasabah untuk membeli
b
barang
d
darii pihak
ih k kketiga,
ti
akad
k d jjuall b
belili murabahah
b h hh
harus
dilakukan setelah barang, secara prinsip, menjadi milik bank
(Fatwa DSN : 04/DSN-MUI/IV/2000)
04/DSN MUI/IV/2000)
Jakarta, Januari 2013
IAI - PPL - Akuntansi Lembaga Keuangan Syariah
23
Wirroso – psa
ak 102 - A
Akuntansii Murabah
hah
Alur Transaksi Murabahah diwakilkan
Saat penyerahan uang tunai
Dr. Piutang Wakalah
Rp. 120 jt
Cr. Kas / rek pembeli
Rp. 120 jt
Saat barangnya sudah ada :
Dr. Persediaan
Rp. 120 juta
Cr. Piutang Wakalah
Rp. 120 juta
Kalau akad wakalah dan akad
murabahah ditumpuk dan
ditandatangani bareng..hehehe.
Apa bedanya
y dengan
g akad
kredit ?
Akad Wakalah
Bank Syariah menyerahkan
uang tunai sebesar Rp. 120 juta
BANK
SYARIAH
Amir
Akad Murabahah
Jakarta, Januari 2013
Dr. Piutang Murabahah Rp. 145,2 jt
Cr. Margin Murabahah Ditangguhkan Rp. 25,2 jt
Cr. Persediaan
Rp. 120 jt
IAI - PPL - Akuntansi Lembaga Keuangan Syariah
24
Wirroso – psa
ak 102 - A
Akuntansii Murabah
hah
Bahasan
a asa ke
e
empat
Keuntungan Murabahah
 Metode perhitungan keuntungan
pengakuan
g
keuntungan
g
 Metode p
Jakarta, Januari 2013
IAI - PPL - Akuntansi Lembaga Keuangan Syariah
25
Keuntungan Murabahah
Wirroso – psa
ak 102 - A
Akuntansii Murabah
hah
 Metode perhitungan keuntungan
(tidak ada aturannya)
 Flat
 Anuitas (Efektif)
 Tukang
g sayur
y
 dsb
 Metode pengakuan keuntungan
(diatur dalam PSAK syariah)
 Saat penyerahan barang (dimuka)
 Proporsional
 Setelah pokok diterima
Jakarta, Januari 2013
IAI - PPL - Akuntansi Lembaga Keuangan Syariah
26
Wirroso – psa
ak 102 - A
Akuntansii Murabah
hah
Pengakuan pendapatan Murabahah
Saat penyerahan
barang
Proporsional
Seluruh Piutang
Tertagih
Tunai atau jangka waktu
kurang satu tahun
Lebih satu tahun risiko
relatif kecil
Lebih satu tahun risiko
dan beban relatif besar
Tangguh => risiko dan
beban cukup besar
(Diragukan dan Macet)
Jakarta, Januari 2013
IAI - PPL - Akuntansi Lembaga Keuangan Syariah
27
Pengakuan Keuntungan murabahah
Wirroso – psa
ak 102 - A
Akuntansii Murabah
hah
(Paragraf 23.
23 a.)
a)
a pada saat terjadinya penyerahan
a.
barang jika dilakukan secara tunai
atau secara tangguh yang tidak
melebihi satu tahun; atau
Jakarta, Januari 2013
IAI - PPL - Akuntansi Lembaga Keuangan Syariah
28
Pengakuan Keuntungan murabahah
Wirroso – psa
ak 102 - A
Akuntansii Murabah
hah
( Paragraf 23.b.i)
b. selama periode akad sesuai dengan tingkat
risiko dan upaya untuk merealisasikan
keuntungan tsb untuk transaksi tangguh
lebih dari satu tahun.
i.
Keuntungan diakui saat penyerahan aset
murabahah.
Jika risiko penagihan kas dari piutang murabahah dan beban
pengelolaan piutang serta penagihannya relatif kecil.
Jakarta, Januari 2013
IAI - PPL - Akuntansi Lembaga Keuangan Syariah
29
Wirroso – psa
ak 102 - A
Akuntansii Murabah
hah
 Jurnal 10 Nop 2007 (saat penyerahan barang)
Dr. Pi
D
Piutang
t
M
Murabahah
b h h
R 120
Rp.
120.000.000,-000 000
Cr. Pendapatan Margin Murabahah
Rp. 20.000.000,-Cr Persediaan
Cr.
Rp 100
Rp.
100.000.000,-000 000
Pengakuan Pendapatan
Rp. 20.000.000,--
10 Nopember 2007
Penyerahan Barang
Tidak ada pengakuan pendapatan
1.
2
2.
Aliran kas masuk pendapatan angsuran tahun 2008 =>
porsi margin diperhitungkan dalam distribusi hasil usaha
Jik NPL =>
Jika
> dijurnal
dij
l balik
b lik (k
(koreksi
k i L/R Tahun
T h Lalu)
L l )
31 Des 2007
Jakarta, Januari 2013
IAI - PPL - Akuntansi Lembaga Keuangan Syariah
10 Agust 2008
30
Pengakuan Keuntungan murabahah
Wirroso – psa
ak 102 - A
Akuntansii Murabah
hah
( Paragraf 23. b.ii. )
ii diakui p
proporsional
p
dengan
g besaran kas
yang berhasil ditagih dari piutang
murabahah.
murabahah
untuk transaksi murabahah tangguh dimana
risiko piutang tidak tertagih relatif besar dan/atau
beban untuk mengelola dan menagih piutang
tersebut relatif besar juga
juga.
Jakarta, Januari 2013
IAI - PPL - Akuntansi Lembaga Keuangan Syariah
31
Wirroso – psa
ak 102 - A
Akuntansii Murabah
hah
Keuntungan murabahah
(psak 102, prgf 24)
 Pengakuan
g
keuntungan
g => dilakukan secara
proporsional atas jumlah piutang yang jatuh
tempo
p dalam setiap
pp
periode dengan
g mengalikan
g
persentase keuntungan terhadap jumlah
piutang yang jatuh tempo pada periode yang
bersangkutan.
 Persentase keuntungan dihitung dengan
perbandingan antara margin dan biaya
perolehan
l h asett murabahah.
b h h
Jakarta, Januari 2013
IAI - PPL - Akuntansi Lembaga Keuangan Syariah
32
Wirroso – psa
ak 102 - A
Akuntansii Murabah
hah
 diakui proporsional sesuai dengan
g besaran kas
yang berhasil ditagih dari piutang murabahah.
 Metode terapan :
 murabahah tangguh dimana risiko piutang tidak
tertagih relatif besar dan/atau beban untuk mengelola
dan menagih piutang tersebut relatif besar juga.
 berlaku untuk piutang yang tidak memenuhi kondisi
yang diuraikan dalam huruf h.(lihat penjelasan paragaf 23.b.i)
Jakarta, Januari 2013
IAI - PPL - Akuntansi Lembaga Keuangan Syariah
33
Wirroso – psa
ak 102 - A
Akuntansii Murabah
hah
Keuntungan murabahah
(psak 102, prgf 25)
 contoh perhitungan keuntungan secara proporsional
biaya perolehan aset (pokok)
Rp. 800,00 (80%)
keuntungan
g
Rp.
p 200,00 ((20%))
Harga jual
Rp. 1.000,00 (100%)
pembayaran angsuran selama 3 tahun;
pokok dan keuntungan yang diakui setiap tahun sbb:
Tahun
Angsuran (100%)
Pokok (80%)
Margin (20%)
1
500.00
400.00
100.00
2
300 00
300.00
240 00
240.00
60 00
60.00
3
200.00
160.00
40.00
Jakarta, Januari 2013
IAI - PPL - Akuntansi Lembaga Keuangan Syariah
34
Pengakuan Keuntungan murabahah
Wirroso – psa
ak 102 - A
Akuntansii Murabah
hah
( Paragraf 23. b. iii )
iii diakui saat seluruh piutang murabahah berhasil
dit ih
ditagih.
 untuk transaksi murabahah tangguh dimana risiko
piutang tidak tertagih dan beban pengelolaan piutang
serta penagihannya cukup besar.
 Dalam
aa p
praktek,
a e ,
•
metode ini jarang dipakai, karena transaksi murabahah tangguh
mungkin tidak terjadi bila tidak ada kepastian yang memadai
akan penagihan kasnya.
kasnya
• hal ini terjadi bila tidak ada kepastian yang memadai akan
penagihan kasnya misalnya untuk piutang murabahah
dalam kualitas
k alitas macet
macet. (penjelasan
(
j l
PAPSI
PAPSI, d
draft
f revisi)
i i)
Jakarta, Januari 2013
IAI - PPL - Akuntansi Lembaga Keuangan Syariah
35
Wirroso – psa
ak 102 - A
Akuntansii Murabah
hah


Pembayaran angsuran => pelunasan terhadap pokok diakui
t l bih d
terlebih
dahulu
h l dan
d setelah
t l h pokok
k k llunas angsuran b
berikutnya
ik t
diakui sebagai keuntungan
Contoh :
biaya perolehan aset (pokok)
keuntungan
Rp.800,00
Rp.200,00;
pembayaran angsuran selama 3 tahun;
Tahun
Angsuran
g
Pokok
Keuntungan
g
1
500.00
500.00
--
2
300.00
300.00
--
3
200.00
--
200.00
Jakarta, Januari 2013
IAI - PPL - Akuntansi Lembaga Keuangan Syariah
36
Wirroso – psa
ak 102 - A
Akuntansii Murabah
hah
Bahasan
a asa ke
e
lima
Harga jual murabahah
 Hutang nasabah (piutang
murabahah)
 Potongan Pelunasan Murabahah
 Potongan angsuran murabahah
 Pengakuan Keuntungan
Jakarta, Januari 2013
IAI - PPL - Akuntansi Lembaga Keuangan Syariah
37
Wirroso – psa
ak 102 - A
Akuntansii Murabah
hah
Harga Dalam Murabahah
(psak 102, prgf 6-17)
 memperkenankan
penawaran harga
p
g yyang
g
berbeda => akad
disepakati hanya ada
satu harga (harga
dalam akad) yang
digunakan.
Jakarta, Januari 2013
IAI - PPL - Akuntansi Lembaga Keuangan Syariah
38
Wirroso – psa
ak 102 - A
Akuntansii Murabah
hah
HUTANG NASABAH
Hutang
H
t
nasabah
b h adalah
d l h harga
h
jual aset murabahah yang
belum dibayar (bukan
hutang uang)
Tidak ada:
hutang
gp
pokok
hutang margin
Jakarta, Januari 2013
?
IAI - PPL - Akuntansi Lembaga Keuangan Syariah
39
Wirroso – psa
ak 102 - A
Akuntansii Murabah
hah
Piutang Murabahah
(psak 102, prgf 22)
 saat akad murabahah
murabahah, => diakui sebesar biaya
perolehan aset murabahah ditambah
keuntungan yang disepakati
disepakati.
 akhir periode laporan keuangan, => dinilai
sebesar nilai bersih yang dapat direalisasi, yaitu
saldo piutang dikurangi penyisihan kerugian
piutang.
Jakarta, Januari 2013
IAI - PPL - Akuntansi Lembaga Keuangan Syariah
40
Jadwal Angsuran Nasabah
Wirroso – psa
ak 102 - A
Akuntansii Murabah
hah
Fasilitas Pembiayan Murabahah
Angs
Angsuran
Sisa Angs
1
12 100 000
12,100,000
133 100 000
133,100,000
02/01/03
2
12,100,000
121,000,000
02/02/03
3
12,100,000
108,900,000
02/03/03
4
12,100,000
96,800,000
02/04/03
5
12,100,000
84,700,000
02/05/03
6
12 100 000
12,100,000
72 600 000
72,600,000
02/06/03
7
12,100,000
60,500,000
02/07/03
8
12,100,000
48,400,000
02/08/03
9
12,100,000
36,300,000
02/09/03
Perhitungan Bank Syariah
10
12,100,000
24,200,000
02/10/03
11
12 100 000
12,100,000
12 100 000
12,100,000
02/11/03
Harga pokok brg
Uang muka
12
12,100,000
0
02/12/03
Porsi bank
Juml
145,200,000
Jakarta, Januari 2013
Tgl. Angs
Harga pokok
Margin
150.000.000
150
000 000
25.200.000
---------------Harga jual
175 200 000
175.200.000
Uang muka
30.000.000
----------------Sisa
S
sa kewajiban
e aj ba
145.200.000
5 00 000
150.000.000
30.000.000
----------------120.000.000
Margin : 21% x 120.000.000
IAI - PPL - Akuntansi Lembaga Keuangan Syariah
25.200.000
41
Wirroso – psa
ak 102 - A
Akuntansii Murabah
hah
Hubungan harga jual dan hutang
Jakarta, Januari 2013
IAI - PPL - Akuntansi Lembaga Keuangan Syariah
42
Wirroso – psa
ak 102 - A
Akuntansii Murabah
hah
Ketentuan Hutang Murabahah
(Fatwa DSN : 04/DSN-MUI/IV/2000)
04/DSN MUI/IV/2000)
1. Hutang Murabahah (hutang nasabah)
 Secara prinsip,
prinsip penyelesaian hutang tidak ada kaitannya
dengan transaksi lain.
 Jika nasabah menjual
j
barang
g
• sebelum masa angsuran berakhir => ia tidak wajib
g
melunasi seluruhnya
y
segera
• menyebabkan kerugian => tetap harus
menyelesaikan hutangnya sesuai kesepakatan awal.
• tidak boleh memperlambat pembayaran angsuran
atau meminta kerugian itu diperhitungkan
Jakarta, Januari 2013
IAI - PPL - Akuntansi Lembaga Keuangan Syariah
43
Wirroso – psa
ak 102 - A
Akuntansii Murabah
hah
Potongan kewajiban nasabah
1. Potongan pelunasan
2. Potongan
g angsuran
g
• Ganti rugi
(Ta’widh)
• Denda
D d
Jakarta, Januari 2013
?
IAI - PPL - Akuntansi Lembaga Keuangan Syariah
44
Potong
P
gan Ke
ewajib
ban
Nasab
N
bah
Wirroso – psa
ak 102 - A
Akuntansii Murabah
hah
Potongan Kewajiban Nasabah
Potongan pelunasan
pengurang keuntungan murabahah
Prestasi Nasabah
 Pengurang keuntungan murabahah
Potongan
g
angsuran
Jakarta, Januari 2013
Penurunan kkemampuan nasabah
P
b h
 Beban operasional
IAI - PPL - Akuntansi Lembaga Keuangan Syariah
45
Wirroso – psa
ak 102 - A
Akuntansii Murabah
hah
Potongan Murabahah
(psak 102, prgf 26-27)
 Potongan
g p
pelunasan p
piutang
g murabahah :
 melunasi tepat waktu atau lebih cepat dari waktu yang
disepakati => diakui sebagai pengurang keuntungan
murabahah.
b h h
 dapat dilakukan dengan menggunakan salah satu metode
berikut:
a. diberikan pada saat pelunasan, yaitu penjual mengurangi piutang
murabahah dan keuntungan murabahah; atau
b. diberikan setelah pelunasan, yaitu penjual menerima pelunasan
piutang dari pembeli dan kemudian membayarkan potongan
pelunasannya
p
y kepada
p
p
pembeli.
Jakarta, Januari 2013
IAI - PPL - Akuntansi Lembaga Keuangan Syariah
46
Jadwal Angsuran Nasabah
Wirroso – psa
ak 102 - A
Akuntansii Murabah
hah
Angs
Angsuran
Sisa Angs
Tgl. Angs
1
12,100,000
133,100,000
02/01/03
2
12,100,000
121,000,000
02/02/03
3
12,100,000
108,900,000
02/03/03
4
12,100,000
96,800,000
02/04/03
5
12,100,000
84,700,000
02/05/03
6 12,100,000
72,600,000
02/06/03
7
12,100,000
60,500,000
02/07/03
8
12,100,000
48,400,000
02/08/03
9
12,100,000
,
,
36,300,000
,
,
02/09/03
10
12,100,000
24,200,000
02/10/03
11
12,100,000
12,100,000
02/11/03
12
12 100 000
12,100,000
0
02/12/03
Juml
145,200,000
Jakarta, Januari 2013
Yang hrs dibayar
nasabah jika
dilunasi sebelum
jatuh tempo
Dalam catatan Bank Syariah
Sisa pokok
60.000.000
Sisa Margin
12.600.000
Margin 2 bln
4.200.000
Dibayar nasabah = 60 jt + 4.2
4 2 jt = 64,2
64 2 jt
Potongan yang diberikan:
72,6 juta – 64,2 juta = 8,4 juta
IAI - PPL - Akuntansi Lembaga Keuangan Syariah
47
Wirroso – psa
ak 102 - A
Akuntansii Murabah
hah
Bahasan
a asa ke
e
enam
 Lainnya
 Denda
 Penyajian
 Pengungkapan
Jakarta, Januari 2013
IAI - PPL - Akuntansi Lembaga Keuangan Syariah
48
Wirroso – psa
ak 102 - A
Akuntansii Murabah
hah
Denda
(psak 102, prgf 29)
 Denda dikenakan jjika pembeli lalai dalam
melakukan kewajibannya sesuai dengan akad
=>diakui sebagai
g bagian
g
dana kebajikan.
j
Jakarta, Januari 2013
IAI - PPL - Akuntansi Lembaga Keuangan Syariah
49
Wirroso – psa
ak 102 - A
Akuntansii Murabah
hah
PENYAJIAN
(psak 102, prgf 37-39)
 Piutang
g murabahah disajikan
j
sebesar nilai
bersih yang dapat direalisasikan, yaitu saldo
piutang
p
g murabahah dikurangi
g p
penyisihan
y
kerugian piutang.
 Margin murabahah tangguhan disajikan sebagai
pengurang (contra account) piutang murabahah.
 Beban murabahah tangguhan disajikan sebagai
pengurang (contra account) hutang murabahah.
Jakarta, Januari 2013
IAI - PPL - Akuntansi Lembaga Keuangan Syariah
50
Wirroso – psa
ak 102 - A
Akuntansii Murabah
hah
PENGUNGKAPAN
(psak 102, prgf 40-41)
 Penjual
j
mengungkapkan
g g p
hal-hal yyang
g terkait dengan
g transaksi
murabahah, tetapi tidak terbatas pada:
a. harga perolehan aset murabahah;
b janji
b.
j ji pemesanan d
dalam
l
murabahah
b h hb
berdasarkan
d
k pesanan sebagai
b
i
kewajiban atau bukan; dan
c. p
pengungkapan
g g p yyang
g diperlukan
p
sesuai PSAK 101: Penyajian
y j
Laporan Keuangan Syariah.
 Pembeli mengungkapkan hal-hal yang terkait dengan transaksi
murabahah tetapi tidak terbatas pada:
murabahah,
a. nilai tunai aset yang diperoleh dari transaksi murabahah;
b. jjangka
g waktu murabahah tangguh.
gg
c. pengungkapan yang diperlukan sesuai PSAK 101: Penyajian
Laporan Keuangan Syariah.
Jakarta, Januari 2013
IAI - PPL - Akuntansi Lembaga Keuangan Syariah
51
Wirroso – psa
ak 102 - A
Akuntansii Murabah
hah
Bahasan
a asa ke
e
tujuh
Contoh
Ak t
Akuntansi
i Murabahah
M
b h h
(
(Bank
Syariah
y
sebagai
g penjual
p j
dengan pengakuan keuntungan
secara proporsional)
p p
)
Jakarta, Januari 2013
IAI - PPL - Akuntansi Lembaga Keuangan Syariah
52
Wirroso – psa
ak 102 - A
Akuntansii Murabah
hah
Study Kasus : 1
 Bank Syariah melakukan transaksi murabahah dengan
nasabahnya
b h
atas
t mobil
bil IInova d
dengan h
harga perolehan
l h
sebesar Rp. 150.000.000,- Nasabah telah menyerahkan uang muka ke Bank
Syariah sebesar Rp. 30.000.000,-- dan atas murabahah
tersebut disepakati
p
keuntungan
g setara 21%.
Pembayaran dilakukan secara angsuran selama 12
bulan
 Bank Syariah membayar uang muka kepada pemasok
sebesar Rp. 7.500.000 dan jika dibatalkan hangus.
 Pengakuan
P
k
keuntungan
k
t
murabahah
b h h secara
proporsional
Jakarta, Januari 2013
IAI - PPL - Akuntansi Lembaga Keuangan Syariah
53
Jadwal Angsuran Nasabah
Wirroso – psa
ak 102 - A
Akuntansii Murabah
hah
Angs
Fasilitas Pembiayan Murabahah
150.000.000
25.200.000
---------------Harga jual
175.200.000
Uang muka
30.000.000
----------------Sisa kewajiban 145.200.000
Sisa Angs
1
12,100,000
133,100,000
02/01/03
2
12,100,000
121,000,000
02/02/03
3
12,100,000
108,900,000
02/03/03
4
12 100 000
12,100,000
96 800 000
96,800,000
02/04/03
5
12,100,000
84,700,000
02/05/03
6
12,100,000
72,600,000
02/06/03
7
12,100,000
60,500,000
02/07/03
8
12,100,000
48,400,000
02/08/03
9
12 100 000
12,100,000
36 300 000
36,300,000
02/09/03
10
12,100,000
24,200,000
02/10/03
11
12,100,000
12,100,000
02/11/03
Porsi bank
12
12,100,000
0
02/12/03
Margin : 21% x 120.000.000
Juml
Tgl. Angs
Harga pokok
Margin
Angsuran
Perhitungan Bank Syariah
Harga pokok brg
Uang muka
150.000.000
30.000.000
----------------120.000.000
25.200.000
145,200,000
Jakarta, Januari 2013
IAI - PPL - Akuntansi Lembaga Keuangan Syariah
54
Dr. Hutang UM
Cr. Piutang UM
Cr. Kas / rek pembeli
Rp. 30 jt
Rp. 7,5 jt
Rp. 22,5 jt
Wirroso – psa
ak 102 - A
Akuntansii Murabah
hah
Uang muka
Nasabah membatalkan pesanan
k d B
kepada
Bank
kS
Syariah
i h
Bank Syariah membatalkan pesanan
k d d
kepada
dealer
l =>
> rugii Rp.
R 77,5
5 jt
Dr. Kas/ rek Pembeli
Rp. 30 jt
Cr Hutang Uang Muka Rp.
Cr.
Rp 30 jt
Dr. Piutang Uang Muka Rp. 7,5 jt
Cr. Kas / Rek pemasok Rp. 7,5 jt
Uang
g muka dari nasabah
Rp. 30 juta
Uang muka kepada pemasok
sebesar Rp. 7,5 juta (jika batal
UM hangus)
Bank Syariah
Pembeli
Nasabah membatalkan pesanan
kepada Bank Syariah
Pemasok
Bank Syariah tidak membatalkan pesanan / dealer
kepada dealer => tidak rugi Rp. 7,5 jt
Dr. Hutang UM
Cr. Kas / rek pembeli
Jakarta, Januari 2013
Rp. 30 jt
Rp. 30 jt
IAI - PPL - Akuntansi Lembaga Keuangan Syariah
55
Wirroso – psa
ak 102 - A
Akuntansii Murabah
hah
Transaksi Murabahah dilaksanakan
Dr. Kas/ rek Pembeli
Rp. 30 jt
Cr. Hutang Uang Muka Rp. 30 jt
Dr. Piutang Uang Muka Rp. 7,5 jt
Cr. Kas / Rek pemasok Rp. 7,5 jt
Uang muka dari nasabah
Rp. 30 juta
Uang muka kepada pemasok
sebesar Rp. 7,5 juta (jika batal
UM hangus)
Bank Syariah
Pembeli
Dr. Piutang Murabahah Rp. 175,2 jt
Cr. Margin Murabahah Ditangguhkan Rp. 25.2 jt
Cr. Persediaan
Rp. 150 jt
Dr. Hutang Uang Muka
Cr. Piutang MurabahahRp. 30 jt
Jakarta, Januari 2013
Pemasok
/ dealer
Dr. Persediaan
Rp. 150 jt
Cr. Piutang Uang MukaRp. 7,5 jt
Cr. Kas / rekening dealer
Rp. 142,5 jt
Rp. 30 jt
IAI - PPL - Akuntansi Lembaga Keuangan Syariah
56
Wirroso – psa
ak 102 - A
Akuntansii Murabah
hah
Neraca Bank Syariah
Piutang
Pi
t
Murabahah
M
b h h
Rp. 145
R
145.200.000
200 000
Margin Murabahah Ditangguhkan (Rp. 25.200.000)
C d
Cadangan
PPAP
(R …………))
(Rp.
Atas piutang murabahah diangsur
12 kali => Rp.
p 12,1
, jjuta
Harga jual (piutang Murabahah)
Hutang Uang Muka
Sisa (saldo)Piutang Murabahah
Rp. 175.200.000
(Rp. 30.000.000)
--------------------Rp. 145.200.000
Komponen pokok Rp. 10.000.000,Komponen margin Rp. 2.100.000,-
Jakarta, Januari 2013
IAI - PPL - Akuntansi Lembaga Keuangan Syariah
57
Wirroso – psa
ak 102 - A
Akuntansii Murabah
hah
PEMBAYARAN ANGSURAN
 Angsuran pertama diterima
angsuran tunai Rp. 12,1 juta
Dr. Kas /rek pembeli
Dr
Cr. Piutang Murabahah
Rp. 12,1
Rp
12 1 juta
Rp. 12,1 juta
Dr. Margin Mbh tangg
Dr
tangguhan
han
Cr. Pendapatan Magin Mbh
Rp. 2
Rp
2,1
1 jjuta
ta
Rp. 2,1 juta
 Angsuran kedua telah jatuh tempo
namun nasabah belum bayar
Dr. Piutang Murabahah JT
Cr. Piutang Murabahah
Rp. 12,1 juta
Rp. 12,1 juta
Dr. Margin Mbh tangguhan
Cr. Pendapatan Magin Mbh
Rp. 2,1 juta
Rp. 2,1 juta
Jakarta, Januari 2013
Diperhitungan (sbg
unsur) dalam Distribusi
Hasil Usaha
Terjadi aliran kas
masuk
Tidak diperhitungan dalam
Di t ib i H
Distribusi
Hasilil U
Usaha
h
Tidak terjadi aliran kas
masuk
IAI - PPL - Akuntansi Lembaga Keuangan Syariah
58
Wirroso – psa
ak 102 - A
Akuntansii Murabah
hah
Diterima pembayaran angs yang tertunggak
Dr. Kas
Dr
Rp 12.100.000,Rp.
12 100 000 Cr. Piutang Mbh JT
Rp. 12.100.000,-
Rp. 2,1 juta
diperhitungan dalam
perhitungan
distribusi hasil
usaha
h
Jakarta, Januari 2013
Tidak ada
pengakuan
pendapatan
Dalam pembayaran
Rp 12,1
Rp.
12 1 juta
terkandung aliran
kasa masuk
pendapatan
d
t sebesar
b
Rp. 2,1 juta
IAI - PPL - Akuntansi Lembaga Keuangan Syariah
59
Wirroso – psa
ak 102 - A
Akuntansii Murabah
hah
Perubahan dan Performing ke Non Performing
Dr.Pendapatan
D
P d
t M
Margin
i M
Murabahah
b h h
Cr. Margin Mbh Tangguhan Jatuh Tempo
R 6
Rp.
6,3
3 jjuta
t
Rp. 6,3 juta
Rekening administratif (tagihan kontijen)
Dr. Pendapatan Dalam Penyelesaian
Rp. 6,3 juta
C K
Cr.
Kontra
t T
Tagihan
ih K
Kontijen
tij
R 6
Rp.
6,3
3 jjuta
t
Jakarta, Januari 2013
IAI - PPL - Akuntansi Lembaga Keuangan Syariah
60
Jadwal Angsuran Nasabah
Wirroso – psa
ak 102 - A
Akuntansii Murabah
hah
Angs
Angsuran
Sisa Angs
Tgl. Angs
1
12,100,000
133,100,000
02/01/03
2
12,100,000
121,000,000
02/02/03
3
12,100,000
108,900,000
02/03/03
4
12 100 000
12,100,000
96 800 000
96,800,000
02/04/03
5
12,100,000
84,700,000
02/05/03
6 12,100,000
72,600,000
02/06/03
7
12,100,000
60,500,000
02/07/03
8
12,100,000
48,400,000
02/08/03
9
12 100 000
12,100,000
36 300 000
36,300,000
02/09/03
10
12,100,000
24,200,000
02/10/03
11
12,100,000
12,100,000
02/11/03
12
12,100,000
0
02/12/03
Juml
145,200,000
Jakarta, Januari 2013
Yang hrs dibayar
nasabah jika
dilunasi sebelum
jatuh tempo
Dalam catatan Bank Syariah
Sisa pokok
60.000.000
Sisa Margin
12.600.000
Margin
g 2 bln
4.200.000
Dibayar nasabah = 60 jt + 4.2 jt = 64,2 jt
Potongan yang diberikan:
72,6 juta – 64,2 juta = 8,4 juta
IAI - PPL - Akuntansi Lembaga Keuangan Syariah
61
Wirroso – psa
ak 102 - A
Akuntansii Murabah
hah
Potongan Pelunasan Piutang Murabahah
Alternatif Pertama
Dr. Kas
Dr
Cr. Piutang Murabahah
Rp 72.600.000
Rp.
72 600 000
Rp. 72.600.000
Dr. Margin Murabahah Tangguhan
Dr
Cr. Pendapatan Margin Murabahah
Rp 12.600.000
Rp.
12 600 000
Rp. 12.600.000
Dr. Bi
D
Biaya M
Muqasah
h ((pott pelunasan)
l
)
Cr. Kas/ Rekening nasabah
R 8
Rp.
8.400.000,-400 000
Rp. 8.400.000
Alternatif kedua
Dr. Kas
Dr Margin Murabahah Tangguhan
Dr.
Cr. Piutang Murabahah
Cr. Pendapatan Margin Murabahah
Jakarta, Januari 2013
Rp. 64.200.000
Rp 12.600.000
Rp.
12 600 000
Rp. 72.600.000
Rp. 4.200.000
IAI - PPL - Akuntansi Lembaga Keuangan Syariah
62
Wirroso – psa
ak 102 - A
Akuntansii Murabah
hah
Bahasan
sembilan
 STUDY KASUS
Jakarta, Januari 2013
IAI - PPL - Akuntansi Lembaga Keuangan Syariah
63
Wirroso – psa
ak 102 - A
Akuntansii Murabah
hah
Study Kasus - 1
 Aminah dan Bank Syariah Ridho Gusti sepakat
melakukan
l k k jjuall b
belili M
Mobil
bil Kij
Kijang d
dengan d
data
t sebagai
b
i
berikut:
1. Harga
g barang:
g
a. harga pokok Mobil Kijang pokok sebesar Rp.
140.000.000,-.
b keuntungan disepakati setara 20%
b.
2. Sebagai tanda keriusan atas jual beli tersebut Aminah
memberikan uang muka kepada Bank Syariah Ridho Gusti
sebesar
b
R
Rp.20.000.000,-20 000 000
3. Pembayaran disepakati dengan cara angsuran selama setahun
4. Keterlambatan dalam membayar
y angsuran
g
Aminah dikenakan
denda sebesar Rp. 500.000,- dan akan disetorkan oleh Bank
Syariah Ridho Gusti ke Dana Kabijakan (sosial) atas nama
Aminah
Jakarta, Januari 2013
IAI - PPL - Akuntansi Lembaga Keuangan Syariah
64
Wirroso – psa
ak 102 - A
Akuntansii Murabah
hah
Study Kasus – 1 (lanjutan)
 Atas jual beli dengan Aminah tersebut Bank Syariah
Ridho Gusti melakukan pembelian Mobil Kijang ke PT
Barakah dengan data-data sebagai berikut:
1. harga on the road yang disepakati sebesar Rp
1
Rp.140.000.000,-140 000 000
2. Untuk tanda keseriusan Bank Syariah Ridho Gusti memberikan
uang
g muka sebesar Rp.30.000.000,-p
dengan
g kesepakatan
p
jjika
dibatalkan dipotong sebesar 50%.
3 Aminah sepakat pembayaran harga barang dilakukan secara
tangguh dalam jangka waktu 10 bulan,
bulan yaitu sampai dengan 16
Desember 2007 dengan pembayaran angsuran sebagai berikut:
a.
b
b.
c.
d.
15 Maret 2007 sebesar Rp. 60.000.000,-15 JJunii 2007 sebesar
b
R
Rp. 48
48.000.000,-000 000
15 September 2007 sebesar Rp.30.000.000
15 Desember 2007 sebesar Rp.
p 6.000.000,-,
Jakarta, Januari 2013
IAI - PPL - Akuntansi Lembaga Keuangan Syariah
65
Wirroso – psa
ak 102 - A
Akuntansii Murabah
hah
Study Kasus - 2
Untuk memperlancar usaha pengangkutan yang dimilikinya, Ismail
membutuhkan tambahan sebuah mobil Toyota Inova seharga harga Rp.
250.000.000,- Untuk memenuhi keingingannya tersebut tanggal 10 April
2008 Ismail mendatangani Bank Syariah Amanah Ummat untuk meminta
pembiayaan dengan pembayaran selama setahun,
setahun secara merata selama
jangka waktu angsuran.
Bank Syariah Amanah Ummat tanggal 15 April 2008 mensepakati
pembiayaan
bi
I
Ismail
il dengan
d
d t data
data
d t sebagai
b
i berikut:
b ik t
Nama barang
:
Toyota Inova
H
Harga
b
barang
:
Rp. 250.000.000
R
250 000 000 (dua
(d ratus lima
li
puluh
l h juta).
j ) Sebagai
S b
i
tanda keseriusan Ismail menyerahkan uang tunai
sebesar Rp. 150.000.000 (seratus lima puluh juta)
sebagai
eb g i uang
ng muka.
m k
Keuntungan
disepakati
:
Sesuai keputusan ALCO Bank Syariah Amanah Ummat
yaitu setara dengan 20%
Jakarta, Januari 2013
IAI - PPL - Akuntansi Lembaga Keuangan Syariah
66
Wirroso – psa
ak 102 - A
Akuntansii Murabah
hah
Study kasus 2 (lanjutan)
Penyerahan
:
Dealer Toyota Indah, Jl Sudirman 30, Jakarta
Biaya administrasi
:
Rp 2.000.000
Rp.
2 000 000 – (dua juta rupiah)
Pembayaran
:
Secara tangguh dengan angsuran 10 kali selama
setahun,, secara merata selama jjangka
g
waktu
angsuran, setiap tanggal 15
Pengikatan
:
Intern di Bank Syariah Amanah Ummat
Agunan
:
Rumah diatas tanah seluas 1000 M2, di Jl.
Merdeka 30 Jakarta, SHM atas nama Ismail.
Denda
:
sebesar Rp.
Rp 100.000
100 000 per hari keterlambatan
Diminta :
1. Menentukan p
prinsip
p syariah
y
yang
y g dipergunakan
p g
dalam transaksi
tersebut
2. Perhitungan dan jurnal Bank Syariah yang terkaitan, mulai awal sampai
dengan pelunasan transaksi tersebut
Jakarta, Januari 2013
IAI - PPL - Akuntansi Lembaga Keuangan Syariah
67
Wirroso – psa
ak 102 - A
Akuntansii Murabah
hah
Study Kasus 3
Untuk
U
t k pengembangan
b
usahanya
h
dibid
dibidang pertanian
t i b
bawang
merah, Abdullah seorang petani bawang di Brebes
memerlukan alat-alat
alat alat pertanian dengan data sebagai berikut:
Nama barang
:
Alat pertanian (traktor dan cangkul)
Harga barang
:
Rp. 270.000.000,-Penyerahan barang :
Di Brebes (tempat Abdullah)
Untuk keperluan tersebut Abdullah mendatangi Bank Syariah
Amanah Ummat Cabang Brebes dan telah menyiapkan uang
tunai sebesar Rp. 30 juta sebagai uang muka dan bersedia
untuk mengangsur selama setahun (12 kali) secara merata
dan akan melakukan pelunasan segera setelah panen
bawang
Jakarta, Januari 2013
IAI - PPL - Akuntansi Lembaga Keuangan Syariah
68
Wirroso – psa
ak 102 - A
Akuntansii Murabah
hah
Study Kasus 3 (lanjutan)
Sesuai permohonan Abdullah, Bank Syariah Amanah Ummat menyetujui
permohonan Abdullah dengan kesepatan sebagai berikut:
Nama Barang
:
Alat pertanian (traktor 2 buah, cangkul 100 buah)
Uang
g muka
:
Rp.
p 30.000.000 ( tiga
g p
puluh jjuta rupiah)
p )
Harga pokok barang
:
Rp. 270.000.000 (dua ratus tujuh puluh juta
rupiah)
Keuntungan
:
Rp 36.000.000
Rp.
36 000 000 (tiga puluh enam juta rupiah)
Biaya adminitrasi
:
Rp. 2.700.000 (dua juta tujuh ratus ribu rupiah)
Denda keterlambatan
:
2% p
per hari dari angsuran
g
yang
y
g tertunggak
gg
Penyerahan barang
:
Di kantor Bank Syariah Amanah Ummat Brebes
Pembayaran
:
secara tangguh / angsuran secara merata
selama
l
setahun
t h dan
d dilakukan
dil k k setiap
ti tanggal
t
l 10
Pengikatan
:
Notariil
Biaya notaris
:
Rp. 5.000.000 (lima juta rupiah)
Jakarta, Januari 2013
IAI - PPL - Akuntansi Lembaga Keuangan Syariah
69
Wirroso – psa
ak 102 - A
Akuntansii Murabah
hah
Study Kasus 3 (lanjutan)
 Berkat keberhasilannya dalam mengolah bawang merah,
bulan ke 7 Abdullah melunasi sisa kewajibannya kepada
Bank Syariah
y
Amanah Ummat. Atas p
pelunasan tersebut
Bank Syariah Amanah Ummat memberikan potongan
sebesar 50% dari keuntungan yang belum diterima
 Diminta :
1. Menentukan prinsip syariah yang dipergunakan dalam transaksi
tersebut
2. Perhitungan dan jurnal Bank Syariah yang terkaitan, mulai awal
sampai dengan pelunasan transaksi tersebut
Jakarta, Januari 2013
IAI - PPL - Akuntansi Lembaga Keuangan Syariah
70
Akuntansi Lembaga
K
Keuangan
S i h
Syariah
AKUNTANSI SALAM
psak 103
Wiroso : ps
sak 103 – Akuntansi Salam
Bahasan
pertama
Jakarta, Januari 2013
 Pengantar
IAI - PPL - Akuntansi Lembaga Keuangan Syariah
2
Wiroso : ps
sak 103 – Akuntansi Salam
Salam
aa
(psak 103,, prgf
(p
p g 4))
 Adalah akad jjual beli muslam fiih ((barang
g
pesanan) dengan pengiriman di kemudian
hari oleh muslam illaihi (penjual) dan
pelunasannya dilakukan oleh pembeli pada
saat akad disepakati sesuai dengan syarat
syaratsyarat tertentu.
Jakarta, Januari 2013
IAI - PPL - Akuntansi Lembaga Keuangan Syariah
3
Ketentuan pembayaran
Wiroso : ps
sak 103 – Akuntansi Salam
(Fatwa DSN No.05/DSN-MUI/IV/2000)
No 05/DSN MUI/IV/2000)
1. harus diketahui jjumlah dan
bentuknya, baik berupa uang, barang
atau manfaat
manfaat.
2. harus dilakukan pada saat kontrak
disepakati
3 tidak boleh dalam bentuk
3.
pembebasan hutang.
Jakarta, Januari 2013
IAI - PPL - Akuntansi Lembaga Keuangan Syariah
4
Ketentuan Barang
Wiroso : ps
sak 103 – Akuntansi Salam
(F
(Fatwa
DSN N
No.05/DSN-MUI/IV/2000)
05/DSN MUI/IV/2000)
 Harus dapat dijelaskan spesifikasinya
 Penyerahan dilakukan kemudian
 Pembeli tidak boleh menjual barang sebelum
menerimanya
 Tidak
Tid k b
boleh
l h menukar
k b
barang, kkecualili d
dengan
barang sejenis sesuai kesepakatan.
Jakarta, Januari 2013
IAI - PPL - Akuntansi Lembaga Keuangan Syariah
5
Wiroso : ps
sak 103 – Akuntansi Salam
Skema Salam
Salam Paralel
(Bank Syariah sbg
produsen diteruskan sbg
pembeli)
Bank Syariah
y
sebagai pembeli
Bank Syariah
sebagai produsen
Jakarta, Januari 2013
IAI - PPL - Akuntansi Lembaga Keuangan Syariah
6
Al transaksi
Alur
t
k i salam
l
Wiroso : ps
sak 103 – Akuntansi Salam
Salam – Bank Syariah sebagai pembuat
Salam – Bank Syariah sebagai pembeli
1a. Pesan barang (akad 1)
2a. Pesan barang (akad 2)
1b Penerimaan modal
1b.
2b Penyerahan
2b.
Pen erahan modal
(dimuka seluruhnya saat akad)
(dimuka seluruhnya saat akad)
Bulog
PEMBELI
BANK
SYARIAH
4. penyerahan barang pesanan
KUD Berkah
PEMBUAT
3. penyerahan barang pesanan
Salam Paralel – Bank Syariah sebagai pembeli dan sebagai pembuat (dengan akad terpisah)
Jakarta, Januari 2013
IAI - PPL - Akuntansi Lembaga Keuangan Syariah
7
Wiroso : ps
sak 103 – Akuntansi Salam
Karakteristik
a a e s
(psak 103,, prgf
(p
p g 5-10))
 Entitas dapat bertindak sebagai pembeli dan atau
penjual.
 Salam Paralel
o
o
Entitas bertindak sebagai penjual kemudian memesan
pihak lain untuk menyediakan
y
barang
g tsb dengan
g
cara
salam.
Syarat Salam Paralel:
(a)
(b)
akad antara entitas (pembeli) dan produsen (penjual) terpisah
dari akad antara entitas (penjual) dan pembeli akhir; dan
kedua akad tidak saling bergantung (ta’alluq)
(ta alluq).
Jakarta, Januari 2013
IAI - PPL - Akuntansi Lembaga Keuangan Syariah
8
Ketentuan Salam Paralel
(Fatwa DSN No.05/DSN-MUI/IV/2000)
No 05/DSN MUI/IV/2000)
Wiroso : ps
sak 103 – Akuntansi Salam
 Dibolehkan melakukan salam
paralel dengan syarat, akad
kedua terpisah dari dan tidak
berkaitan dari akad pertama
Jakarta, Januari 2013
IAI - PPL - Akuntansi Lembaga Keuangan Syariah
9
Tujuan dan Ruang Lingkup PSAK 103
(psak 103,
Wiroso : ps
sak 103 – Akuntansi Salam
p gf 4)
prgf
 Tujuan
o Pernyataan
y
ini bertujuan
j
untuk mengatur
g
p
pengakuan,
g
pengukuran, penyajian dan pengungkapan transaksi
salam.
 Ruang Lingkup
o Pernyataan ini diterapkan untuk entitas yang melakukan
transaksi salam, baik sebagai penjual atau pembeli.
o Pernyataan ini tidak mencakup pengaturan perlakuan
akuntansi atas obligasi syariah (sukuk) yang
menggunakan
gg
akad salam.
Jakarta, Januari 2013
IAI - PPL - Akuntansi Lembaga Keuangan Syariah
10
Wiroso : ps
sak 103 – Akuntansi Salam
Bahasan
kedua
Jakarta, Januari 2013
AKUNTANSI
PEMBELI
IAI - PPL - Akuntansi Lembaga Keuangan Syariah
11
Wiroso : ps
sak 103 – Akuntansi Salam
PIUTANG SALAM
 diakui pada saat modal usaha salam dibayarkan atau
dialihkan kepada penjual
penjual. (psak 103
103, prgf 11)
PIUTANG SALAM
(piutang barang bukan
piutang uang)
Jakarta, Januari 2013
LKS sbg
g pembeli
p
/ pemesan
p
IAI - PPL - Akuntansi Lembaga Keuangan Syariah
12
Modal
oda Usaha
Usa a (p(psak 103,, prgf
p g 12))
Wiroso : ps
sak 103 – Akuntansi Salam
 Modal usaha salam dapat
p :
o berupa kas dan
•
diukur sebesar jumlah yang dibayarkan
o aset nonkas.
•
•
diukur sebesar nilai wajar
wajar.
Selisih antara nilai wajar dan nilai tercatat => diakui
sebagai keuntungan atau kerugian pada saat
penyerahan.
Jakarta, Januari 2013
IAI - PPL - Akuntansi Lembaga Keuangan Syariah
13
Modal salam
Bank Syariah memesan JAGUNG HIBRIDA BISI-16
type A sebanyak
b
k 100 ton seharga
h
Rp. 940.000.000,-1. Nilai tercatat > nilai wajar => Kerugian
1
2. Nilai tercatat < nilai wajar => Keuntungan
PENYE
ERAHAN
N MODAL
L
Wiroso : ps
sak 103 – Akuntansi Salam
Nilai tercatat
Modal non kas
Modal kas
750.000.000
Bibit, pupuk, obat2an,
alat pertanian dsb
800.000.000
Uang tunai
140.000.000
---------------940.000.000
Jumlah modal
(nilai wajar saat penyerahan)
Bank Konvensional dalam
bentuk uang tunai
Jakarta, Januari 2013
IAI - PPL - Akuntansi Lembaga Keuangan Syariah
14
BARANG PESANAN
Wiroso : ps
sak 103 – Akuntansi Salam
 Penerimaan diakui dan diukur : (psak 103, prgf 13)
(a) sesuai akad => dinilai sesuai nilai yang
disepakati;
p
;
(b) berbeda kualitasnya, maka:
(i)
diukur sesuai dengan nilai akad => jika nilai wajar
sama atau lebih tinggi dari nilai akad;
(ii) diukur sesuai nilai wajar dan selisihnya diakui
sebagai kerugian, jika nilai wajar lebih rendah dari
nilai akad;
Jakarta, Januari 2013
IAI - PPL - Akuntansi Lembaga Keuangan Syariah
15
Penyerahan barang sebelum atau pada
waktunya
(Fatwa DSN No.05/DSN-MUI/IV/2000)
Wiroso : ps
sak 103 – Akuntansi Salam
 Jika penjual menyerahkan barang:
•
•
kualitas yang lebih tinggi, penjual tidak boleh
meminta tambahan harga.
kualitas yang lebih rendah, dan pembeli rela
menerimanya, maka ia tidak boleh menuntut
pengurangan harga (diskon)
 dapat menyerahkan lebih cepat dari
waktu yang disepakati
•
syarat
y
=> kualitas dan jjumlah barang
g sesuai
dengan kesepakatan, dan ia tidak boleh menuntut
tambahan harga
Jakarta, Januari 2013
IAI - PPL - Akuntansi Lembaga Keuangan Syariah
16
Jatuh tempo pengiriman
Wiroso : ps
sak 103 – Akuntansi Salam
(c) tidak menerima sebagian atau seluruh maka:
(i) jika diperpanjang, nilai tercatat piutang salam sebesar
bagian yang belum dipenuhi sesuai akad;
(ii) jika dibatalkan => piutang salam berubah menjadi
piutang yang harus dilunasi oleh penjual sebesar bagian
yyang
g tidak dapat
p dipenuhi;
p
dan
(iii) jika dibatalkan dan pembeli mempunyai jaminan =>
•
•
hasil penjualan jaminan lebih kecil dari nilai piutang salam, maka
selisihnya diakui sebagai piutang kepada penjual yang telah
jatuh tempo.
hasil penjualan jaminan lebih besar dari nilai tercatat piutang
salam
l
maka
k selisihnya
li ih
menjadi
j di h
hak
k penjual.
j l
Jakarta, Januari 2013
IAI - PPL - Akuntansi Lembaga Keuangan Syariah
17
Wiroso : ps
sak 103 – Akuntansi Salam
DENDA
 Denda yang diterima oleh
pembeli diakui sebagai
bagian dana kebajikan
(psak 103,
103 prgf 14)
Jakarta, Januari 2013
IAI - PPL - Akuntansi Lembaga Keuangan Syariah
18
Wiroso : ps
sak 103 – Akuntansi Salam
 Barang
gp
pesanan
o yang telah diterima diakui sebagai persediaan.
o Akhir periode pelaporan persediaan salam
diukur :
•
•
sebesar nilai terendah biaya perolehan atau nilai
bersih yang dapat direalisasi.
nilai bersih direalisasi lebih rendah dari biaya
perolehan => selisihnya diakui sebagai kerugian. (psak
103, prgf 16)
Jakarta, Januari 2013
IAI - PPL - Akuntansi Lembaga Keuangan Syariah
19
Bahasan
ketiga
Wiroso : ps
sak 103 – Akuntansi Salam
AKUNTANSI
PENJUAL
Jakarta, Januari 2013
IAI - PPL - Akuntansi Lembaga Keuangan Syariah
20
KEWAJIBAN SALAM
Wiroso : ps
sak 103 – Akuntansi Salam
LKS sbg
b produsen
d
/ pembuat
b t
HUTANG SALAM
(KEWAJIBAN SALAM)
(hutang barang bukan
hutang uang
Jakarta, Januari 2013
IAI - PPL - Akuntansi Lembaga Keuangan Syariah
21
Wiroso : ps
sak 103 – Akuntansi Salam
Kewajiban Salam (psak 103, prgf 17,19)
 diakui pada saat penjual menerima modal
usaha salam sebesar modal usaha salam yang
diterima.
 dihentikan-pengakuannya (derecognation) pada
saat p
penyerahan
y
barang
g kepada
p
p
pembeli.
 Salam paralel
o
keuntungan atau kerugian diakui saat penyerahan
barang pesanan oleh penjual ke pembeli akhir.
Jakarta, Januari 2013
IAI - PPL - Akuntansi Lembaga Keuangan Syariah
22
Modal
oda Usaha
Usa a (p
(psak 103,, prgf
p g 18))
Wiroso : ps
sak 103 – Akuntansi Salam
 Dapat
p berupa
p
o kas diukur sebesar jumlah yang diterima,
o aset nonkas diukur sebesar nilai wajar
wajar.
KEWAJIBAN
SALAM
Jakarta, Januari 2013
Kewajiban atas
penyerahan barang
“bukan
bukan kewajiban atau
hutang uang”
IAI - PPL - Akuntansi Lembaga Keuangan Syariah
23
Bahasan
keempat
Wiroso : ps
sak 103 – Akuntansi Salam
 Penyajian dan
pengungkapan
Jakarta, Januari 2013
IAI - PPL - Akuntansi Lembaga Keuangan Syariah
24
Wiroso : ps
sak 103 – Akuntansi Salam
PENYAJIAN (p
(psak 103,, prgf
p g 20-22))
 Pembeli menyajikan modal usaha salam yang
diberikan sebagai piutang salam.
g yyang
g harus dilunasi oleh p
penjual
j
karena
 Piutang
tidak dapat memenuhi kewajibannya dalam
transaksi salam disajikan
j
secara terpisah
p
dari
piutang salam.
 Penjual menyajikan modal usaha salam yang
diterima sebagai kewajiban salam.
Jakarta, Januari 2013
IAI - PPL - Akuntansi Lembaga Keuangan Syariah
25
Wiroso : ps
sak 103 – Akuntansi Salam
PENGUNGKAPAN (psak 103, prgf 23-24)
Penjual dalam transaksi salam mengungkapkan:
a. Piutang salam kepada supplier (dalam salam paralel) yang
memiliki
iliki h
hubungan
b
iistimewa;
ti
b. Jenis dan kuantitas barang pesanan; dan
c Pengungkapan lain sesuai dengan PSAK 101: Penyajian
c.
Laporan Keuangan Syariah.
Pembeli dalam transaksi salam mengungkapkan:
a. Besarnya modal usaha salam, baik yang dibiayai sendiri
maupun yang dibiayai secara bersama-sama
bersama sama dengan pihak
lain;
b. Jenis dan kuantitas barang pesanan; dan
c. Pengungkapan
P
k
l i sesuaii d
lain
dengan PSAK 101
101: P
Penyajian
ji
Laporan Keuangan Syariah.
Jakarta, Januari 2013
IAI - PPL - Akuntansi Lembaga Keuangan Syariah
26
Wiroso : ps
sak 103 – Akuntansi Salam
Bahasan
kelima
 Contoh Jurnal
Transaksi Salam
Jakarta, Januari 2013
IAI - PPL - Akuntansi Lembaga Keuangan Syariah
27
Wiroso : ps
sak 103 – Akuntansi Salam
Contoh transaksi Salam
 Bank Syariah menerima pesanan dari Bulog
jagung HIBRIDA BISI-16 kualitas A sebanyak 100
ton seharga
g Rp.940.000.000,-p
, Penyerahan
y
dilakukan empat bulan kemudian.
pesanan itu Bank Syariah
y
melakukan
 Atas p
pemesanan kepada KUD Amanah Karawang,
jagung HIBRIDA BISI-16 kualitas A, sebanyak
100 ton dengan harga Rp. 800.000.000.
Penyerahan dilakukan tiga bulan kemudian
setelah
t l h akad
k d dit
ditanda
d ttanganii
Jakarta, Januari 2013
IAI - PPL - Akuntansi Lembaga Keuangan Syariah
28
Akuntansi Salam paralel
Wiroso : ps
sak 103 – Akuntansi Salam
BANK SYARIAH SEBAGAI PENJUAL
Dr. Kas
Cr. Hutang salam
BANK SYARIAH SEBAGAI PEMBELI
Rp. 940.000.000,-Rp. 940.000.000,--
Dr. Piutang salam
(100 ton jagung HIBRIDA BISI-16, Qts A)
Cr. Kas
(100 ton jagung HIBRIDA BISI-16 Qts A)
Rp. 800.000.000,-
(2) Penerimaan modal salam
Rp. 800.000.000,--
(2 ) P
(2a)
Penyerahan
h M
Modal
d l salam
l
Bulog
KUD Amanah
Bulog (3) Penyerahan
Pen erahan brg pesanan
Dr. Hutang salam
Bank Syariah
Rp. 940.000.000,-
Dr. Persd / Aset slm
((100 ton jagung
j g g HIBRIDA BISI-16 Qts A))
Cr. Persd / Aset slm
Jakarta, Januari 2013
Rp. 800.000.000,--
((100 ton jjagung
g g HIBRIDA BISI-16 Qts A))
Rp. 800.000.000,-
(100 ton jagung HIBRIDA BISI-16 Qts A)
Cr. Keuntungan salam
((3)) Penyerahan
y
brgg pesanan
p
KUD Amanah
Cr. Piutang salam
Rp. 800.000.000,--
(100 ton jagung HIBRIDA BISI-16 Qts A)
Rp. 140.000.000,-
IAI - PPL - Akuntansi Lembaga Keuangan Syariah
29
Wiroso : ps
sak 103 – Akuntansi Salam
Penyerahan modal non kas / barang
Atas pemesanan jagung HIBRIDA BISI-16 kualitas A sebanyak 100 ton seharga
Rp. 800.000.000,--. diserahkan uang tunai Rp. 300.000.000,-- dan alat
pertanian seharga Rp.
Rp 500.000.000,500 000 000 (harga beli Rp.475.000.000,--)
Rp 475 000 000 )
Dr. Piutang Salam
Rp. 800.000.000,-
(100 ton jagung HIBRIDA BISI-16, Qts A)
Cr. Kas
C P
Cr.
Persediaan
di
/ Aset
A t Salam
S l
Cr. Keuntungan Penyerahan Aset Slm
(2) Penerimaan Modal
(2a) Penyerahan Modal
(3a) Penyerahan barang
Bulog
g
Jakarta, Januari 2013
Rp. 300.000.000,R 475
Rp.
475.000.000,000 000
Rp. 25.000.000,-
(3) Penyerahan barang
Bank Syariah
y
IAI - PPL - Akuntansi Lembaga Keuangan Syariah
KUD Amanah
30
Wiroso : ps
sak 103 – Akuntansi Salam
Penyerahan Barang Salam
(2) Penerimaan Modal
(2a) Penyerahan Modal
(3a) Penyerahan barang
Bulog
Sesuai
akad
Kualitas
berbeda
Jakarta, Januari 2013
(3) Penyerahan barang
Bank Syariah
KUD Amanah
Sesuai nilai pada akad = Rp. 800.000.000,-- (100 ton jagung HIBRIDA)
Dr. Persd/Aset salam
Rp. 800.000.000,-- (100 ton jagung HIBRIDA)
Cr. Piutang salam
Rp. 800.000.000,Nilai pasar sama atau lebih tingggi dari nilai akad => 100 ton jagung HIBRIDA nilai pasar
Rp.825.000.000,-Dr. Persd / Aset salam
Rp. 800.000.000,- (100 ton jagung HIBRIDA)
Cr Piutang salam
Cr.
Rp 800.000.000,
Rp.
800 000 000 Nilai pasar lebih rendah dari nilai akad => 100 ton jagung HIBRIDA nilai pasar Rp.750.000.000,Dr. Persd / Aset salam
Rp. 750.000.000,-- (100 ton jagung HIBRIDA)
Dr. Kerugian salam
Rp. 50.000.000,Cr Piutang
Cr.
Pi tang salam
Rp 800.000.000,-Rp.
800 000 000
IAI - PPL - Akuntansi Lembaga Keuangan Syariah
31
Wiroso : ps
sak 103 – Akuntansi Salam
Penyerahan
y
Barang
g Salam
(2a) Penyerahan Modal
(2) Penerimaan Modal
Bulog
(3a) Penyerahan barang Bank Syariah
y
Saat jatuh
tempo akad
barang tidak
diterima
(seluruh atau
sebagian)
Jakarta, Januari 2013
(3) Penyerahan barang
KUD Amanah
Tgl kirim diperpanjang => 75 ton diterima tepat waktu dan 25 ton lagi
ditunda sebulan
Dr. Persd / Aset salam ( 75 ton jagung)
Rp. 600.000.000,-Cr. Piutang salam (75 ton jagung)
Rp. 600.000.000,-Dibatalkan sebagian / seluruhnya => 25 ton jagung dibatalkan
Dr. Piutang petani
Rp. 200.000.000,Cr. Piutang Salam (25 ton jagung)
Rp. 200.000.000,--
IAI - PPL - Akuntansi Lembaga Keuangan Syariah
32
Wiroso : ps
sak 103 – Akuntansi Salam
Barang tidak diterima =>
jaminan dijual
(2a) Penyerahan Modal
(2) Penerimaan Modal
Bulog
(3a) Penyerahan barang Bank Syariah
saat jatuh tempo
akad
k d barang
b
tidak
tid k
diterima (seluruh
atau sebagian)
=> jaminan dijual
Jakarta, Januari 2013
(3) Penyerahan barang
KUD Amanah
Jaminan dijual => Rp. 150 juta untuk menutup pesanan 25 ton jagung
HIBRIDA seharga Rp. 200 jt
Dr. Kas
Rp. 150.000.000,
150.000.000,-Dr. Piutang petani
Rp. 50.000.000,-Cr. Piutang salam (25 ton jagung)
Rp. 200.000.000,-Jaminan dijual => Rp. 250 juta untuk menutup pesanan 25 ton IR 38
seharga Rp. 200 jt
Dr. Kas
Rp. 250.000.000,-Cr. Piutang salam
Rp. 200.000.000,Cr. Rekening Petani
Rp. 50.000.000,
50.000.000,--
IAI - PPL - Akuntansi Lembaga Keuangan Syariah
33
Penyerahan
y
Barang
g Salam
Wiroso : ps
sak 103 – Akuntansi Salam
AKUNTANSI PENJUAL
(2) Penerimaan
P
i
Modal
M d l
(2 ) Penyerahan
(2a)
P
h
M
Modal
d l
((3a)) Penyerahan
y
barang
g
Bulog
((3)) Penyerahan
y
barang
g
Bank Syariah
KUD Amanah
Penyerahan barang pesanan => 100 ton jagung HIBRIDA seharga Rp. 940.000.000,-Dr. Hutang salam
Rp. 940.000.000,-- (100 ton jagung HIBRIDA)
Cr. Persd / Aset salam
Rp. 800.000.000,-- (100 ton jangung HIBRIDA)
C K
Cr.
Keuntungan
t
salam
l
R 140
Rp.
140.000.000,-000 000
Jakarta, Januari 2013
IAI - PPL - Akuntansi Lembaga Keuangan Syariah
34
Wiroso : ps
sak 103 – Akuntansi Salam
Bahasan
keenam
Study Kasus
Jakarta, Januari 2013
IAI - PPL - Akuntansi Lembaga Keuangan Syariah
35
Study kasus - 1
Wiroso : ps
sak 103 – Akuntansi Salam
Pada tanggal 15 April 2007, Bank Syariah “Amanah Gusti” melakukan pesanan
“Jagung Hibrida” kepada Kelompok Petani “Ngudi Rejeki” dengan kualifikasi sbb:
Nama Barang pesanan
:
Jagung
Jenis barang pesanan
:
Hibrida, Bisi-16 Super type A
Jumlah barang
:
100 ton
Jumlah modal / harga
:
Rp. 800.000,-- per ton
Jk waktu penyerahan
:
4 bulan
Penyerahan modal
:
1.
1
2.
Agunan
:
Sebidang sawah seluas 2 ha.
Cara penyerahan
:
Secara bertahap yaitu:
Tahap 1 – tgl 15 Agustus sebesar 25 ton
Tahap 2 – tgl 20 Agustus sebesar 25 ton
Tahap 3 – tgl 25 Agustus sebesar 25 ton
Tahap 4 – tgl 30 Agustus sebesar 25 ton
Syarat pembayaran
:
Dilunasi pada saat akad ditanda tangani kedua belah pihak
Jakarta, Januari 2013
Uang tunai sejumlah Rp
Rp. 60
60.000.000,-000 000
Bibit jagung hibrida Bisi-16 Super type A sebanyak 500 kg dan 5
ton pupuk dengan nilai wajar saat penyerahan seluruhnya
sebesar Rp.20.000.000
IAI - PPL - Akuntansi Lembaga Keuangan Syariah
36
Wiroso : ps
sak 103 – Akuntansi Salam
Study Kasus - 2
 Untuk meningkatkan usaha petani, Departemen Pertanian memiliki
program ”Petani
Petani Mandiri”
Mandiri dengan ketentuan bahwa setiap satu ha sawah
diberikan :
Bibit padi INTANI-2
Pupuk Urea
Obat-obatan
Modal kerja
5 kg
300 kg
1 lt
Rp. 5 juta
 Dari hasil penelitian dan kajian yang mendalam dengan batuan tersebut,
dapat meningkatkan produktiftitas petani yaitu setiap satu ha sawah
dapat menghasilkan 2,5 ton gabah INTANI-2 kadar air 12%
 Untuk melaksanakan program tersebut Departemen Pertanian
membutuhkan 200 ton gabah INTANI-2
INTANI 2 kadar air 12% untuk mengisi
gudang BULOG dan telah menunjuk Bank Syariah Amanah Ummat
sebagai pelaksana program dan disepakati setiap satu ha sawah petani
diminta untuk menyerahkan gabah INTANI-2 kadar air 12% sebanyak 2
t seharga
ton
h
Rp
R 10 jjuta.
t
Jakarta, Januari 2013
IAI - PPL - Akuntansi Lembaga Keuangan Syariah
37
Wiroso : ps
sak 103 – Akuntansi Salam
Study kasus 2 (lanjutan)
 Bank Syariah Amanah Ummat memesan kepada Kelompok
Tani Usaha Mandiri 200 ton gabah INTANI
INTANI-2
2 kadar air 12%
sebagai koordinator dari petani anggotanya yang memiliki
sawah sebanyak
y 100 ha yyang
g harus diserahkan p
paling
g
lambat enam bulan setelah ditanda tangani akad. Atas
pemesanan tersebut Bank Syariah Amanah Ummat
menyerahkan kepada Kelompok Tani Usaha Mandiri untuk
setiap satu ha sawah :
Nama barang
Bibit padi INTANI-2
2
Pupuk Urea
Obat-obatan
Modal kerja
Jakarta, Januari 2013
jumlah
5 kg
300 kg
1 lt
Rp. 5 juta
IAI - PPL - Akuntansi Lembaga Keuangan Syariah
38
Wiroso : ps
sak 103 – Akuntansi Salam
Study Kasus 2 (lanjutan)
 Barang-barang kebutuhan petani tersebut diatas dibeli oleh
bank syariah dan memiliki nilai wajar saat penyerahan
sebagai berikut:
Nama barang
Bibit padi INTANI-2
Pupuk Urea
Obat-obatan
Jumlah
kwtas
5 kg
300 kg
1 lt
harga wajar
Rp. 0,5 juta
Rp. 2 juta
Rp.
p 1 jjuta
------------Rp. 3,5 juta
nilai tercatat
Rp. 0,5 juta
Rp. 1,5 juta
Rp.
p 1 jjuta
-------------Rp. 3 juta
 Pertanyaan:
o Tentukan prinsip syariah yang dipergunakan dalam transaksi
o
tersebut
b
Perhitungan dan jurnalyang terkait dengan transaksi tersebut
Jakarta, Januari 2013
IAI - PPL - Akuntansi Lembaga Keuangan Syariah
39
Wiroso : ps
sak 103 – Akuntansi Salam
Study Kasus 3
Bank syariah menerima pasana dari Bulog Tepung Ketela kualitas A
sebanyak 200 ton seharga Rp 100.000.000,-100 000 000
Atas pesana tersebut bank syariah lakukan pemesanan beras kepada
kelompok petani Suka Makmur, dengan data-data sebagai berikut:
Nama Barang pesanan
:
Tepung ketela type A
Jenis barang pesanan
:
Kadar air 5%
J l hb
Jumlah
barang
:
200 tton
Jumlah modal / harga
:
Rp. 80.000.000,--
Jangka waktu penyerahan
:
4 bulan
Penyerahan modal
:
Uang tunai sejumlah Rp. 60.000.000,Alat pertanian sejumlah Rp.20.000.000
A
Agunan
:
E
Empat
t bidang
bid
sawah
h senilai
il i R
Rp.100.000.000,100 000 000
Cara penyerahan
:
Secara bertahap masing-masing 50 ton setiap
bulan
Jakarta, Januari 2013
IAI - PPL - Akuntansi Lembaga Keuangan Syariah
40
Wiroso : ps
sak 103 – Akuntansi Salam
Study kasus 3 (lanjutan)
Penjelasan
j
lain berkaitan dengan
g p
pesanan kepada
p
petani Suka Makmur:
p
1. Harga perolehan alat pertanian sebesar Rp. 19.000.000,-2. Penyerahan barang pesanan
a. Tahap ke-1 : 50 ton tepung ketela kualitas A dengan nilai wajar / harga pasar
Rp. 20.000.000,-b. Tahap ke-2 : 50 ton tepung ketela kualitas B dengan nilai wajar / pasar Rp.
25.000.000,-c. Tahap ke-3 : 50 ton tepung ketela kualitas B dengan nilai wajar / pasar Rp.
16.000.000,-d. Tahap ke-4 : 50 ton tepung ketela kualitas A tidak dapat diserahkan oleh
k l
kelompok
k tani
t i Suka
S k Makmur
M k
Diminta :
1. Menentukan prinsip syariah yang dipergunakan dalam transaksi tersebut
2 Perhitungan dan jurnal Bank Syariah yang terkaitan,
2.
terkaitan mulai awal sampai dengan
pelunasan transaksi tersebut
Jakarta, Januari 2013
IAI - PPL - Akuntansi Lembaga Keuangan Syariah
41
Akuntansi Lembaga
K
Keuangan
S i h
Syariah
AKUNTANSI ISTISHNA
(psak 104)
Wiro
oso – PSA
AK 104 - A
Akuntans
si Istishna
a
Bahasan pertama
PENGANTAR
Jakarta, Januari 2013
IAI - PPL - Akuntansi Lembaga Keuangan Syariah
2
Wiro
oso – PSA
AK 104 - A
Akuntans
si Istishna
a
Pengertian
g
(psak 104, prgf 04)
 Istishna' adalah akad jjual beli dalam bentuk
pemesanan pembuatan barang tertentu dengan
kriteria dan p
persyaratan
y
tertentu yang
y g disepakati
p
antara pemesan (pembeli, mustashni') dan penjual
(pembuat,, shani').
(p
)
 Istishna' paralel adalah suatu bentuk akad istishna'
antara pemesan (pembeli
(pembeli, mustashni')
mustashni ) dengan
penjual (pembuat, shani'), kemudian untuk
memenuhi kewajibannya kepada mustashni'
mustashni ,
penjual memerlukan pihak lain sebagai shani'.
Jakarta, Januari 2013
IAI - PPL - Akuntansi Lembaga Keuangan Syariah
3
Wiro
oso – PSA
AK 104 - A
Akuntans
si Istishna
a
Transaksi Istishna
Transaksi istishna =>
Bank Syariah sebagai
produsen / pembuat
Transaksi istishna =>
Bank Syariah sebagai
pembeli / pemesan
Jakarta, Januari 2013
IAI - PPL - Akuntansi Lembaga Keuangan Syariah
4
Wiro
oso – PSA
AK 104 - A
Akuntans
si Istishna
a
Alur transaksi Istishna
Jakarta, Januari 2013
IAI - PPL - Akuntansi Lembaga Keuangan Syariah
5
Ketentuan pembayaran
Wiro
oso – PSA
AK 104 - A
Akuntans
si Istishna
a
(Fatwa DSN No. 06/DSN-MUI/IV/2000)
(1) Alat bayar harus diketahui jumlah dan
bentuknya, baik berupa uang, barang,
atau manfaat
f
(2)Pembayaran dilakukan sesuai
dengan kesepakatan
(3) Pembayaran
P b
tidak
tid k boleh
b l h dalam
d l
bentuk
b t k
pembebasan hutang.
Jakarta, Januari 2013
IAI - PPL - Akuntansi Lembaga Keuangan Syariah
6
Ketentuan barang
Wiro
oso – PSA
AK 104 - A
Akuntans
si Istishna
a
(Fatwa DSN No. 06/DSN-MUI/IV/2000)
06/DSN MUI/IV/2000)
(1) Harus jelas ciri-cirinya dan dapat diakui sbg hutang
(2) Harus
H
d
dapat dij
dijelaskan
l k
spesifikasinya
ifik i
(3) Penyerahnnya dilakukan kemudian
(4) Waktu
Wakt dan tempat pen
penyerahan
e ahan ba
barang
ang harus
ha s ditetapkan
berdasarkan kesepakatan
(5) Pembeli (mustashni’)
(mustashni ) tidak boleh menjual barang sebelum
menerimanya.
(6) Tidak boleh menukar barang kecuali dengan barang sejenis
sesuai kesepakatan
(7) Dalam hal terdapat cacat atau barang tidak sdengan
kesepakatan pemesan memiliki hak khiyar (hak memilih)
kesepakatan,
untuk melanjutkan atau membatalkan akad
Jakarta, Januari 2013
IAI - PPL - Akuntansi Lembaga Keuangan Syariah
7
Ketentuan lain :
Wiro
oso – PSA
AK 104 - A
Akuntans
si Istishna
a
(F t
(Fatwa
DSN N
No. 06/DSN
06/DSN-MUI/IV/2000)
MUI/IV/2000)
(1) Dalam hal pesanan sudah
dikerjakan sesuai dengan
kesepakatan hukumnya
kesepakatan,
mengikat.
(2) Semua ketentuan dalam jual
beli salam yang tidak
disebutkan diatas berlaku
pula pada jual beli isthisna’
Jakarta, Januari 2013
IAI - PPL - Akuntansi Lembaga Keuangan Syariah
8
Wiro
oso – PSA
AK 104 - A
Akuntans
si Istishna
a
Karakteristik
(psak 104, prgf 06 - 13)
 Berdasarkan akad istishna',, pembeli
p
menugaskan
g
penjual untuk menyediakan barang pesanan
(mashnu')) sesuai spesifikasi
p
yang
y g disyaratkan
y
untuk diserahkan kepada pembeli, dengan cara
pembayaran
p
y
dimuka atau tangguh.
gg
 Spesifikasi dan harga barang pesanan disepakati
oleh pembeli dan penjual di awal akad.
akad
Ketentuan harga barang pesanan tidak dapat
berubah selama jangka waktu akad.
akad
Jakarta, Januari 2013
IAI - PPL - Akuntansi Lembaga Keuangan Syariah
9
Wiro
oso – PSA
AK 104 - A
Akuntans
si Istishna
a
Karakteristik
(psak 104, prgf 06 - 13)
 Barang pesanan harus memenuhi kriteria:
(a) memerlukan proses pembuatan setelah akad
disepakati;
(b) sesuai dengan spesifikasi pemesan (customized) bukan
produk massal; dan
(c) harus diketahui karakteristiknya secara umum yang
meliputi jenis,
jenis spesifikasi teknis
teknis, kualitas
kualitas, dan
kuantitasnya.
 Barang pesanan harus sesuai dengan
karakteristik yang telah disepakati antara pembeli
dan penjual. Jika barang pesanan yang
diserahkan salah atau cacat maka penjual harus
bertanggung jawab atas kelalaiannya.
Jakarta, Januari 2013
IAI - PPL - Akuntansi Lembaga Keuangan Syariah
10
Wiro
oso – PSA
AK 104 - A
Akuntans
si Istishna
a
Karakteristik
(psak 104, prgf 06 - 13)
 Pada dasarnya
y istishna' tidak dapat
p dibatalkan,,
kecuali memenuhi kondisi:
a. kedua belah pihak setuju untuk menghentikannya;
atau
t
b. akad batal demi hukum karena timbul kondisi hukum
yang dapat menghalangi pelaksanaan atau
penyelesaian akad.
 Pembeli mempunyai hak untuk memperoleh
jaminan dari penjual atas:
a. jumlah
j
yang
y g telah dibayarkan;
y
; dan
b. penyerahan barang pesanan sesuai dengan spesifikasi
dan tepat waktu.
Jakarta, Januari 2013
IAI - PPL - Akuntansi Lembaga Keuangan Syariah
11
Wiro
oso – PSA
AK 104 - A
Akuntans
si Istishna
a
Tujuan
j
PSAK 104 – Akuntansi Istishna
Pernyataan ini bertujuan untuk mengatur
pengakuan, pengukuran, penyajian dan
pengungkapan transaksi istishna'.
(psak 104, prgf 01)
Jakarta, Januari 2013
IAI - PPL - Akuntansi Lembaga Keuangan Syariah
12
Ruang
g Lingkup
g p PSAK 104
Wiro
oso – PSA
AK 104 - A
Akuntans
si Istishna
a
(psak 104, prgf 02-04)
 Pernyataan ini diterapkan untuk lembaga keuangan syariah dan
koperasi syariah yang melakukan transaksi istishna'
istishna baik sebagai
penjual maupun pembeli.
 Lembaga keuangan syariah yang dimaksud, antara lain, adalah:
a perbankan syariah sebagaimana yang dimaksud dalam peraturan
a.
perundang-undangan yang berlaku;
b. lembaga keuangan syariah nonbank seperti asuransi, lembaga pembiayaan,
dan dana pensiun; dan
c. lembaga
l b
keuangan
k
lain
l i yang diizinkan
dii i k oleh
l h peraturan perundang-undangan
d
d
yang berlaku untuk menjalankan transaksi istishna’.
 Selanjutnya dalam konteks pengaturan dalam Pernyataan ini istilah
entitas akan digunakan dalam pengertian meliputi lembaga keuangan
syariah dan koperasi syariah.
 Pernyataan ini tidak mencakup pengaturan perlakuan akuntansi atas
obligasi syariah (sukuk) yang menggunakan akad istishna
istishna'..
Jakarta, Januari 2013
IAI - PPL - Akuntansi Lembaga Keuangan Syariah
13
Wiro
oso – PSA
AK 104 - A
Akuntans
si Istishna
a
Bahasan kedua
AKUNTANSI
PENJUAL
Jakarta, Januari 2013
IAI - PPL - Akuntansi Lembaga Keuangan Syariah
14
Penyatuan dan Segmentasi Akad
Wiro
oso – PSA
AK 104 - A
Akuntans
si Istishna
a
(psak 104, prgf 14 - 16)
 diperlakukan
p
sebagai
g suatu akad terpisah
p
jjika:
a. proposal terpisah telah diajukan untuk setiap aset;
b. setiap aset telah dinegosiasikan secara terpisah dimana
penjuall dan
d pembeli
b l dapat
d
menerima atau menolak
l k
bagian akad yang berhubungan dengan masing-masing
aset tersebut; dan
c. biaya dan pendapatan masing-masing aset dapat
diiden-tifikasikan.
Jakarta, Januari 2013
IAI - PPL - Akuntansi Lembaga Keuangan Syariah
15
Penyatuan dan Segmentasi Akad
Wiro
oso – PSA
AK 104 - A
Akuntans
si Istishna
a
(psak 104, prgf 14 - 16)
 diperlakukan
p
sebagai
g satu akad istishna' jjika:
a. kelompok akad tersebut dinegosiasikan sebagai satu
paket;
b. akad tersebut berhubungan erat sekali, sebetulnya
akad tersebut merupakan bagian dari akad tunggal
dengan suatu margin keuntungan; dan
c. akad tersebut dilakukan secara serentak atau secara
b k i
berkesinambungan.
b
Jakarta, Januari 2013
IAI - PPL - Akuntansi Lembaga Keuangan Syariah
16
Penyatuan dan Segmentasi Akad
Wiro
oso – PSA
AK 104 - A
Akuntans
si Istishna
a
(psak 104, prgf 14 - 16)
 pemesanan aset tambahan akad istishna
istishna'
terpisah, tambahan aset tersebut
diperlakukan sebagai akad terpisah jika:
a. aset tambahan berbeda secara signifikan dengan aset
dalam akad istishna
istishna' awal dalam desain,
desain teknologi
atau fungsi; atau
b harga aset tambahan dinegosiasikan tanpa terkait
b.
harga akad istishna' awal.
Jakarta, Januari 2013
IAI - PPL - Akuntansi Lembaga Keuangan Syariah
17
Pendapatan Istishna' dan Istishna' Paralel
Wiro
oso – PSA
AK 104 - A
Akuntans
si Istishna
a
(psak 104
104, prgf 17 - 19)
menggunakan metode
o persentase penyelesaian atau
o akad
k d selesai.
l i
Akad dikatakan selesai jjika proses
p
pembuatan barang pesanan selesai dan
diserahkan kepada pembeli.
Jakarta, Januari 2013
IAI - PPL - Akuntansi Lembaga Keuangan Syariah
18
Pendapatan Istishna' dan Istishna' Paralel
Wiro
oso – PSA
AK 104 - A
Akuntans
si Istishna
a
(psak 104
104, prgf 17 - 19)
 metode p
persentase p
penyelesaian
y
:
a. nilai akad sebanding pekerjaan yang telah diselesaikan
=> diakui sebagai “pendapatan istishna‘”;
b margin keuntungan
b.
k
istishna'
h ' yang diakui
d k selama
l
periode pelaporan ditambahkan kepada “aset istishna'
dalam penyelesaian
penyelesaian”;; dan
c. akhir periode => “harga pokok istishna‘” => diakui
sebesar biaya istishna' yang telah dikeluarkan sampai
d
dengan
periode
d tersebut.
b
Jakarta, Januari 2013
IAI - PPL - Akuntansi Lembaga Keuangan Syariah
19
Pendapatan Istishna' dan Istishna' Paralel
psak 104
104, prgf 17 - 19)
Wiro
oso – PSA
AK 104 - A
Akuntans
si Istishna
a


Jika estimasi persentase penyelesaian akad dan biaya
untuk penyelesaiannya tidak dapat ditentukan secara
rasional pada akhir periode laporan keuangan, maka
digunakan metode akad selesai
Ketentuan metode akad selesai => sampai pekerjaan
selesai
a.
b.
c.

tidak ada p
pendapatan
p
istishna' yang
y g diakui;;
tidak ada harga pokok istishna' yang diakui;
tidak ada bagian keuntungan yang diakui dalam istishna' dalam
penyelesaian
p
y
dan
pengakuan pendapatan istishna', harga pokok istishna', dan
keuntungan dilakukan hanya pada akhir penyelesaian pekerjaan.
Jakarta, Januari 2013
IAI - PPL - Akuntansi Lembaga Keuangan Syariah
20
Istishna' dengan Pembayaran Tangguh
Wiro
oso – PSA
AK 104 - A
Akuntans
si Istishna
a
(psak 104, prgf 20 -24)
24)
 metode p
persentase penyelesaian
p y
dan pelunasan
p
lebih dari satu tahun dari penyerahan barang =>
pengakuan
p
g
pendapatan
p
p
dibagi
g dua bagian,
g , yaitu:
y
a. margin keuntungan pembuatan barang pesanan yang
dihitung apabila istishna' dilakukan secara tunai diakui
sesuai persentase penyelesaian; dan
b. selisih antara nilai akad dan nilai tunai pada saat
penyerahan diakui selama periode pelunasan secara
proporsional sesuai dengan jumlah pembayaran.
Proporsional yang dimaksud sesuai dengan paragraf 2424
25 PSAK 102: Akuntansi Murabahah.
Jakarta, Januari 2013
IAI - PPL - Akuntansi Lembaga Keuangan Syariah
21
Istishna' dengan Pembayaran Tangguh
(psak 104
104, prgf 20 -24)
Wiro
oso – PSA
AK 104 - A
Akuntans
si Istishna
a

Meskipun istishna' dilakukan dengan pembayaran
tangguh penjual harus menentukan nilai tunai istishna'
tangguh,
pada saat penyerahan barang pesanan sebagai dasar
untuk mengakui margin keuntungan terkait dengan
p oses pemb
proses
pembuatan
atan ba
barang
ang pesanan
pesanan.
o Margin ini menunjukkan nilai tambah yang dihasilkan
proses pembuatan
p
barang
g pesanan.
p
dari p
o Sedangkan yang dimaksud dengan nilai akad dalam
istishna' dengan pembayaran langsung adalah harga
yang disepakati antara penjual dan pembeli akhir.
akhir
Jakarta, Januari 2013
IAI - PPL - Akuntansi Lembaga Keuangan Syariah
22
Istishna' dengan Pembayaran Tangguh
Wiro
oso – PSA
AK 104 - A
Akuntans
si Istishna
a
(psak 104
104, prgf 20 -24)
 Contoh hubungan biaya perolehan,
perolehan nilai tunai,
tunai dan
nilai akad :
Biaya Perolehan (biaya produksi)
Rp 1.000,00
Margin keuntungan
k
pembuatan
b
barang
b
pesanan
Rp
Nilai tunai pada saat penyerahan barang pesanan
Rp 1.200,00
200,00
Nilai akad untuk pembayaran secara angs selama 3 thn Rp 1.600,00
Selisih nilai akad dan nilai tunai yg diakui selama 3 thn
Jakarta, Januari 2013
Rp.
p 400,00
,
IAI - PPL - Akuntansi Lembaga Keuangan Syariah
23
Wiro
oso – PSA
AK 104 - A
Akuntans
si Istishna
a
Istishna
Dik j k sendiri
Dikerjakan
di i
Bank Syariah
(penjual)
Nasabah
(pembeli)
Penyerahan Aset
Dr. Piutang Istishna
Cr. Keuntungan Istishna Tangguhan
Cr. Persediaan
1.600
Angsuran
Sesuai dengan jurnal dalam murabahah
Jakarta, Januari 2013
400
1.200
Proyek
Saat bayar biaya produksi
Dr. Akt Istishna dlm Penyelesaian
Cr. Kas
1.000
Pengakuan pendapatan
Dr. Akt Istishna dlm penyelesaian
Dr. Harga Pokok Istishna
Cr. Pendapatan
200
1.000
Penyerahan aset
Dr. Persediaan
Cr. Akt Istishna dlm penyelesaian
1.200
IAI - PPL - Akuntansi Lembaga Keuangan Syariah
1.000
1.200
1.200
24
Istishna' dengan Pembayaran Tangguh
Wiro
oso – PSA
AK 104 - A
Akuntans
si Istishna
a
(psak 104
104, prgf 20 -24)
 metode akad selesai dan pelunasan lebih dari
satu
t ttahun
h d
darii penyerahan
h barang
b
=>
pengakuan pendapatan dibagi dua bagian, yaitu:
a margin keuntungan pembuatan barang pesanan yang
a.
dihitung apabila istishna' dilakukan secara tunai, diakui
pada saat penyerahan barang pesanan; dan
b selisih
b.
li ih antara
t
nilai
il i akad
k d dan
d nilai
il i tunai
t
i pada
d saatt
penyerahan diakui selama periode pelunasan secara
proporsional sesuai dengan jumlah pembayaran
Jakarta, Januari 2013
IAI - PPL - Akuntansi Lembaga Keuangan Syariah
25
Istishna' dengan Pembayaran Tangguh
Wiro
oso – PSA
AK 104 - A
Akuntans
si Istishna
a
(psak 104
104, prgf 20 -24)
 Tagihan
g
setiap
p termin kepada
p
pembeli
p
diakui
sebagai “piutang istishna‘ “ dan “termin istishna'
((istishna' billing)”
g) p
pada pos
p lawannya.
y
 Penagihan termin yang dilakukan oleh penjual
dalam transaksi istishna'
istishna dilakukan sesuai dengan
kesepakatan dalam akad dan tidak selalu sesuai
dengan persentase penyelesaian pembuatan
barang pesanan.
Jakarta, Januari 2013
IAI - PPL - Akuntansi Lembaga Keuangan Syariah
26
Istishna
Wiro
oso – PSA
AK 104 - A
Akuntans
si Istishna
a
3. Penerimaan pembayaran dari pembeli
Dr. K
D
Kas
Cr. Piutang Istishna
1. Pembayaran termin
ke sub kontraktor
DIKERJAKAN SENDIRI
PESAN UNTUK DIBUATKAN
PEMBELI
Proyek
BANK
Dr. Piutang Istishna
Cr Termin Istishna
Cr.
Dr. Akt Istishna dlm penyelesaian
Cr. Kas
2.Pengiriman Tagihan ke pembeli
Penyajian dalam Laporan Posisi Keuangan (neraca)
Aktiva Istisha dalam penyelesaian
xxxxx
Termin Istishna
(xxxx)
Jakarta, Januari 2013
IAI - PPL - Akuntansi Lembaga Keuangan Syariah
27
Wiro
oso – PSA
AK 104 - A
Akuntans
si Istishna
a
Biaya Perolehan Istishna‘(psak 104, prgf 25-28)
 Biaya
y p
perolehan istishna' terdiri dari:
a. biaya langsung yaitu bahan baku dan tenaga kerja
langsung
g
g untuk membuat barang
g pesanan; dan
b. biaya tidak langsung adalah biaya overhead, termasuk
biaya akad dan praakad.
 Biaya pra-akad :
o diakui sebagai
g beban tangguhan
gg
dan diperhitungkan
p
g
sebagai biaya istishna' jika akad disepakati.
o jika akad tidak disepakati, maka biaya tersebut di
bebankan pada periode berjalan.
Jakarta, Januari 2013
IAI - PPL - Akuntansi Lembaga Keuangan Syariah
28
Wiro
oso – PSA
AK 104 - A
Akuntans
si Istishna
a
Biaya
y Perolehan Istishna‘(psak 104, prgf 25-28)
 Biaya perolehan istishna'
istishna yang terjadi
selama periode laporan keuangan, diakui
sebagai “aset
aset istishna'
istishna dalam penyelesaian
penyelesaian”
pada saat terjadinya.
 Beban umum dan administrasi, beban
penjualan,
pe
jua a , serta
se a biaya
b aya riset
se dan
da
pengembangan tidak termasuk dalam
biaya istishna
istishna'.
Jakarta, Januari 2013
IAI - PPL - Akuntansi Lembaga Keuangan Syariah
29
Biaya Perolehan Istishna' Paralel
Wiro
oso – PSA
AK 104 - A
Akuntans
si Istishna
a
(psak 104, prgf 29 -30)
30)
 Biaya
y istishna' p
paralel terdiri dari:
a. biaya perolehan barang pesanan sebesar tagihan
produsen atau kontraktor kepada entitas;
b biaya
b.
b
tidak
d k langsung
l
adalah
d l h biaya
b
overhead,
h d termasukk
biaya akad dan praakad; dan
c semua biaya akibat produsen atau kontraktor tidak
c.
dapat memenuhi kewajibannya, jika ada.
 Biaya perolehan istishna'
istishna paralel diakui sebagai
“aset istishna' dalam penyelesaian” pada saat
diterimanya
y tagihan
g
dari produsen
p
atau kontraktor
sebesar jumlah tagihan.
Jakarta, Januari 2013
IAI - PPL - Akuntansi Lembaga Keuangan Syariah
30
Istishna Paralel
Wiro
oso – PSA
AK 104 - A
Akuntans
si Istishna
a
3. Penerimaan pembayaran dari pembeli
4. Pembayaran termin ke sub kontraktor
Dr. K
D
Kas
Cr. Piutang Istishna
Dr. H
D
Hutang
t
Istishna
I ti h
Cr. Kas
MINTA UNTUK DIBUATKAN
PESAN UNTUK DIBUATKAN
PEMBELI
SUB-KONTRAK
BANK
Dr. Piutang Istishna
Cr Termin Istishna
Cr.
2.Pengiriman Tagihan ke pembeli
Dr. Akt Istishna dlm penyelesaian
Cr Hutang Istishna
Cr.
1. Penerimaan Tagihan Termin dari Sub-kon
Penyajian dalam Laporan Posisi Keuangan (neraca)
Aktiva Istisha dalam penyelesaian
xxxxx
Termin Istishna
(xxxx)
Jakarta, Januari 2013
IAI - PPL - Akuntansi Lembaga Keuangan Syariah
31
Wiro
oso – PSA
AK 104 - A
Akuntans
si Istishna
a
Penyelesaian
y
Awal
(psak 104, prgf 31-32)
 Jika pembeli melakukan pembayaran sebelum
t
tanggal
l jatuh
j t h tempo
t
d
dan penjual
j l memberikan
b ik
potongan, maka potongan tersebut sebagai
pengurang pendapatan istishna
istishna'.
 Pengurangan pendapatan istishna' akibat
penyelesaian
p
y
awal piutang
p
g istishna' dapat
p
diperlakukan sebagai:
a. potongan secara langsung dan dikurangkan dari piutang
istishna' pada saat pembayaran; atau
istishna
b. penggantian (reimbursed) kepada pembeli sebesar
jumlah keuntungan yang dihapuskan tersebut setelah
menerima
i
pembayaran
b
piutang
i
istishna'
i i h ' secara
keseluruhan.
Jakarta, Januari 2013
IAI - PPL - Akuntansi Lembaga Keuangan Syariah
32
Perubahan Pesanan dan Tagihan Tambahan
Wiro
oso – PSA
AK 104 - A
Akuntans
si Istishna
a
(psak 104,
104 prgf 33)
 Pengakuan dan pengukuran atas pendapat-an dan biaya istishna‘:
a nilai dan biaya perubahan yang disepakati => ditambahkan kepada
a.
pendapatan istishna' dan biaya istishna';
b. jika kondisi pengenaan setiap tagihan tambahan yang dipersyaratkan
p
, maka jumlah
j
biaya
y setiap
p tagihan
g
tambahan yang
y g
dipenuhi,
diakibatkan oleh setiap tagihan akan menambah biaya istishna';
sehingga pendapatan istishna' akan berkurang sebesar jumlah
penambahan biaya akibat klaim tambahan
c. perlakuan
l k
akuntansi
k t
i (a)
( ) dan
d (b) juga
j
berlaku
b l k pada
d istishna'
i ti h ' paralel,
l l
akan tetapi biaya perubahan pesanan dan tagihan tambahan
ditentukan oleh produsen atau kontraktor dan disetujui penjual
berdasarkan akad istishna
istishna' paralel.
paralel
Jakarta, Januari 2013
IAI - PPL - Akuntansi Lembaga Keuangan Syariah
33
Pengakuan Taksiran Rugi
Wiro
oso – PSA
AK 104 - A
Akuntans
si Istishna
a
(psak 104
104, prgf 34 - 35)
 Jika besar kemungkinan terjadi bahwa total biaya
perolehan
l h istishna'
i ti h ' akan
k melebihi
l bihi pendapatan
d
t
istishna', taksiran kerugian harus segera diakui.
 Jumlah kerugian semacam itu ditentukan tanpa
memperhatikan:
a. apakah pekerjaan istishna
istishna' telah dilakukan atau belum;
b. tahap penyelesaian pembuatan barang pesanan; atau
c. jumlah laba yang diharapkan dari akad lain yang tidak
di l k k sebagai
diperlakukan
b
i suatu
t akad
k d tunggal
t
l sesuaii
paragraf 14.
Jakarta, Januari 2013
IAI - PPL - Akuntansi Lembaga Keuangan Syariah
34
Wiro
oso – PSA
AK 104 - A
Akuntans
si Istishna
a
Bahasan ketiga
AKUNTANSI
PEMBELI
Jakarta, Januari 2013
IAI - PPL - Akuntansi Lembaga Keuangan Syariah
35
Wiro
oso – PSA
AK 104 - A
Akuntans
si Istishna
a



Pembeli mengakui aset istishna' dalam penyele-saian
sebesar jumlah termin yang ditagih oleh penjual dan
sekaligus mengakui hutang istishna' kepada penjual.
(psak 104,, prgf
(p
p g 36))
Aset istishna' yang diperoleh melalui transaksi istishna'
dengan pembayaran tangguh lebih dari satu tahun diakui
sebesar biaya perolehan tunai
tunai. Selisih antara harga beli
yang disepakati dalam akad istishna' tangguh dan biaya
perolehan tunai diakui sebagai
p
g beban istishna'
tangguhan. (psak 104, prgf 37)
Beban istishna' tangguhan diamortisasi secara
pro porsional sesuai dengan porsi pelunasan hutang
pro-porsional
istishna'. (psak 104, prgf 38)
Jakarta, Januari 2013
IAI - PPL - Akuntansi Lembaga Keuangan Syariah
36
Wiro
oso – PSA
AK 104 - A
Akuntans
si Istishna
a


Jika barang pesanan terlambat diserahkan karena kelalaian atau
kesalahan penjual dan mengakibatkan kerugian pembeli,
pembeli maka
kerugian itu dikurangkan dari garansi penyelesaian proyek yang telah
diserahkan penjual. Jika kerugian tersebut melebihi garansi
penyelesaian proyek, maka selisihnya akan diakui sebagai piutang
j h tempo kepada
jatuh
k
d penjual
j l dan
d jika
jik diperlukan
di l k dibentuk
dib
k penyisihan
i ih
kerugian piutang. (psak 104, prgf 39)
Jika pembeli menolak menerima barang pesanan karena tidak sesuai
dengan spesifikasi dan tidak memper-oleh
memper oleh kembali seluruh jumlah
uang yang telah dibayarkan kepada penjual, maka jumlah yang
belum diperoleh kem-bali diakui sebagai piutang jatuh tempo kepada
penjual
p
j
dan jika
j
diperlukan
p
dibentuk penyisihan
p y
kerugian
g
piutang.
p
g
(psak 104, prgf 40)
Jakarta, Januari 2013
IAI - PPL - Akuntansi Lembaga Keuangan Syariah
37
Wiro
oso – PSA
AK 104 - A
Akuntans
si Istishna
a
 Jika pembeli menerima barang pesanan yang
tid k sesuaii dengan
tidak
d
spesifikasi,
ifik i maka
k barang
b
pesanan tersebut diukur dengan nilai yang lebih
rendah antara nilai wajar dan biaya perolehan.
perolehan
Selisih yang terjadi diakui sebagai kerugian pada
periode berjalan. (psak 104, prgf 41)
 Dalam istishna' paralel, jika pembeli menolak
menerima barang pesanan karena tidak sesuai
dengan spesifikasi yang disepakati,
disepakati maka barang
pesanan diukur dengan nilai yang lebih rendah
antara nilai wajar
j dan harga
g pokok
p
istishna'.
Selisih yang terjadi diakui sebagai kerugian pada
periode berjalan. (psak 104, prgf 42)
Jakarta, Januari 2013
IAI - PPL - Akuntansi Lembaga Keuangan Syariah
38
Wiro
oso – PSA
AK 104 - A
Akuntans
si Istishna
a
Bahasan keempat
PENYAJIAN
PENGUNGKAPAN
Jakarta, Januari 2013
IAI - PPL - Akuntansi Lembaga Keuangan Syariah
39
Wiro
oso – PSA
AK 104 - A
Akuntans
si Istishna
a
PENYAJIAN
(psak 104, prgf 43 - 44)
 Penjual menyajikan dalam laporan keuangan hal-hal
sebagai berikut:
a. Piutang istishna' yang berasal dari transaksi istishna' sebesar
jumlah yang belum dilunasi oleh pembeli akhir.
b Termin
b.
T
i istishna'
i ti h ' yang berasal
b
l dari
d i transaksi
t
k i istishna'
i ti h ' sebesar
b
jumlah tagihan termin penjual kepada pembeli akhir.
 Pembeli menyajikan dalam laporan keuangan hal-hal
sebagai berikut:
a. Hutang ishtisna
ishtisna' sebesar tagihan dari produsen atau kontraktor
yang belum dilunasi.
b. Aset istishna' dalam penyelesaian sebesar:
i.
p
persentase
penyelesaian
p y
dari nilai kontrak penjualan
p j
kepada
p
pembeli
p
akhir, jika istishna' paralel; atau
ii. kapitalisasi biaya perolehan, jika istishna'.
Jakarta, Januari 2013
IAI - PPL - Akuntansi Lembaga Keuangan Syariah
40
Wiro
oso – PSA
AK 104 - A
Akuntans
si Istishna
a
PENGUNGKAPAN (psak 104, prgf 45-46)
 Penjual mengungkapkan transaksi istishna' dalam laporan
keuangan tetapi tidak terbatas,
keuangan,
terbatas pada:
a. metode akuntansi yang digunakan dalam pengukuran pendapatan
dan keuntungan kontrak istishna';
b metode
b.
t d yang di
digunakan
k dalam
d l
penentuan
t
persentase
t
penyelesaian
l i
kontrak yang sedang berjalan;
c. rincian piutang istishna' berdasarkan jumlah, jangka waktu, dan
kualitas piutang;
d. pengungkapan yang diperlukan sesuai PSAK No. 101: Penyajian
Laporan Keuangan Syariah.
 Pembeli mengungkapkan transaksi istishna
istishna’ dalam laporan
keuangan, tetapi tidak terbatas, pada:
a. rincian hutang istishna’ berdasarkan jumlah dan jangka waktu;
b. pengungkapan yang diperlukan sesuai PSAK No. 101: Penyajian
Laporan Keuangan Syariah.
Jakarta, Januari 2013
IAI - PPL - Akuntansi Lembaga Keuangan Syariah
41
Wiro
oso – PSA
AK 104 - A
Akuntans
si Istishna
a
Bahan kelima
CONTOH TRANSAKSI
ISTISHNA (pertama)
 Bank Syariah sebagai produsen,
memb at sendi
membuat
sendirii
 Pembayaran angsuran mulai
pembuatan Aset Istishna
Jakarta, Januari 2013
IAI - PPL - Akuntansi Lembaga Keuangan Syariah
42
Wiro
oso – PSA
AK 104 - A
Akuntans
si Istishna
a
Contoh kasus pertama
p
Pada tanggal 1 Juni 2009 Bank Syariah “Al Hidayah” menyetujui pembuatan
rumah dari Abdulah salah satu nasabah program “KPR MANDIRI” dengan
spesifikasi sbb:
Luas Tanah
:
120 m2
Luas bangunan
:
45 m2
Kontruksi
:
pondasi batu kali, tembok bata merah dan
plesteran,, Genteng
p
gp
plentong,
g, kayu
y kamper
p medan
Listik
:
450 wats
Air
:
pompa tangan
P
Penyerahan
h
rumah
h
:
6 bulan
b l
setelah
t l h akan
k
dit d t
ditandatangani
i
Harga barang dan
cara pembayaran
:
Harga jual Rp.72.000.000,--. dan diangsur per
bulan Rp. 1.200.000 selama 60 bulan, sejak
pembangunan rumah setiap tgl 25 dimulai 25 Juli
2009
Lokasi
:
Perumahan
Bekasi
Jakarta, Januari 2013
MUSLIM
MANDIRI,
Pondok
IAI - PPL - Akuntansi Lembaga Keuangan Syariah
Gede,
43
Wiro
oso – PSA
AK 104 - A
Akuntans
si Istishna
a
 Untuk keperluan
p
tersebut “LKS Al Hidayah”
y
dapat
p
penyelesaian pembangunan rumah Abdullah dalam jangka
waktu 4 bulan dengan pengeluaran biaya sebesar
Rp 58 000 000 -- dengan data-data sebagai berikut:
Rp.58.000.000,-1. Bulan Juli (2 Juli 2009) pembayaran biaya aset istishna sebesar
Rp.14.500.000,--untuk penyelesaian proyek 25%
2. Bulan Agustus (2 Agustus 2009) pembayaran biaya aset istishna
sebesar Rp.20.300.000,-- untuk penyelesaian proyek 60%
3. Bulan September
p
(2
( September
p
2009)) pembayaran
p
y
biaya
y aset
istishna sebesar Rp. 23.200.000,-- untuk penyelesaian proyek 100%
 Harga tunai (wajar) saat penyerahan barang sebesar Rp.
60 000 000 -- setiap unit dan menetapkan tingkat
60.000.000,-keuntungan yang diharapkan sebesar Rp. 12.000.000,-setiap unitnya
Jakarta, Januari 2013
IAI - PPL - Akuntansi Lembaga Keuangan Syariah
44
Pen
nyelesaian
n 25%
%
Wiro
oso – PSA
AK 104 - A
Akuntans
si Istishna
a
Jakarta, Januari 2013
IAI - PPL - Akuntansi Lembaga Keuangan Syariah
45
Peny
yeles
saian 60%
%
Wiro
oso – PSA
AK 104 - A
Akuntans
si Istishna
a
Jakarta, Januari 2013
IAI - PPL - Akuntansi Lembaga Keuangan Syariah
46
Peny
P
yeles
saian 100
0%
Wiro
oso – PSA
AK 104 - A
Akuntans
si Istishna
a
Jakarta, Januari 2013
IAI - PPL - Akuntansi Lembaga Keuangan Syariah
47
Wiro
oso – PSA
AK 104 - A
Akuntans
si Istishna
a
Bahan kelima
CONTOH TRANSAKSI
ISTISHNA (kedua)
 Contoh
C t h kasus
k
akuntansi
k t
i Istishna
I ti h
diambil asli dari AAOIFI
Jakarta, Januari 2013
IAI - PPL - Akuntansi Lembaga Keuangan Syariah
48
Wiro
oso – PSA
AK 104 - A
Akuntans
si Istishna
a
Contoh Jurnal - Istishna
Contract price 500.000 (2 year contract)
Total istimated (and actual) contract cost 400.000 (including pre
precontract cost of 15.000)





Cumulative cost incurred
Billing (tagihan termin)
Collection from al-mustasni
(purchaser)
Year 1
Year 2
300.000
280.000
400.000 *)
220.000
230 000
230.000
270 000
270.000
*)) including
g pre-contract
p
cost
Jakarta, Januari 2013
IAI - PPL - Akuntansi Lembaga Keuangan Syariah
49
Wiro
oso – PSA
AK 104 - A
Akuntans
si Istishna
a
Istishna
Dr. Istishna work-in progress
Cr. Deferred
d cost
os
Cr. Cash (account payable etc)
2. Penerimaan p
pembayaran
y
tagihan dari pembeli => 230 (270)
300 (100)
15
5
285 (100)
Dr. Cash
Cr Istishna account receiveble
Cr.
DIBANGUN SENDIRI
PESAN UNTUK DIBUATKAN
PEMBELI Dr. Istishna account receiveble
BANK
Tahun 1
Cr. Istishna billings
% off completion
l i
Revenue recoqnized
Istishna Revenue
1. Penagihan Termin => 280 (220)
METODE KONTRAK SELESAI (tahun 2)
Dr. Cost of Istishna Revenue
Dr. Istishna Work-in-Progres
Cr. Istishna Revenue
Jakarta, Januari 2013
400
100
500
Tahun 2
300/400 x 100 = 75%
500 x 75% = 375
(500-400) x 75% = 75
25%
125
25
METODE PROSENTASE PENYELESAIAN – tahun 1(2)
Dr. Cost of Istishna Revenue
Dr. Istishna Work-in-Progres
Cr. Istishna Revenue
300 (100)
75 (25)
IAI - PPL - Akuntansi Lembaga Keuangan Syariah
375 (125)
50
INCOM
ME STATEMENT
BAL
LANCE S
SHEET
Wiro
oso – PSA
AK 104 - A
Akuntans
si Istishna
a
Presentation-Istishna
Precentage of
completion method
Tahun 1
Istishna Revenue
Cost of Istishna Revenue
Istishna
i h
Profit
fi
375.000
300.000
---------75.000
000
Akhir thn 1
Istishna work in progress
g
Less: Istishna Billing
Istishna account receivable
375.000
((280.000))
------------95.000
50.000
Completed contrac
method
Tahun 2
Tahun 1
125.000
100.000
---------2 000
25.000
Akhir thn 2
----------------
Akhir thn 1
Tahun 2
500.000
400.000
-----------100.000
00 000
Akhir thn 2
---
300.000
((280.000))
------------20.000
---
---
50.000
---
**) If the balance in Istishna Billing is greater the Istishna work-in Progress, the two balances
will be presented and matched within the liablity section
Jakarta, Januari 2013
IAI - PPL - Akuntansi Lembaga Keuangan Syariah
51
Wiro
oso – PSA
AK 104 - A
Akuntans
si Istishna
a
Contoh - Istishna p
paralel
Istishna Contract
500.000
Tahun 1
Tahun 2
Billing by (al-sani’) subcontractor
(x-co)
Billing by Islamic bank to (almustasni) purchaser (y-co)
280.000
Jakarta, Januari 2013
Tahun 1
Tahun 2
300.000
100.000
290 000
290.000
110 000
110.000
220.000
Payment to subcontractor (x-co)
C ll ti
Collection
from
f
purchaser
h
(y-co)
(
)
Parallel Istishna
400.000
230.000. 270.000
IAI - PPL - Akuntansi Lembaga Keuangan Syariah
52
Wiro
oso – PSA
AK 104 - A
Akuntans
si Istishna
a
Istishna
st s a paralel
pa a e
3. Penerimaan tagihan => 230 (270)
4. Pembayaran termin => 290 (110)
Dr. Cash
Cr. Istishna Acct Receivable (y-co)
Dr. Istishna Acct Payable (x-co)
Cr. Cash
MINTA UNTUK DIBUATKAN
PESAN UNTUK DIBUATKAN
Dr. Istishna costs
SUB-KONTRAK
Cr. Istishna acct payable (x-co)
PEMBELI Dr. Istishna Acct Receivable (y-co) BANK
Cr. Istishna Billings
2.Pengiriman
g
Tagihan
g
Termin => 280 ((220))
1 Penerimaan Tagihan Termin => 300 (100)
1.
Procentage of-completion method
g Pokok Istishna ((Cost Istishna revenue))
Dr. Penerimaan Harga
Dr. Harga Pokok Istishna (Istishna Cost)
Cr. Pendpatan Istishna (Istishna Revenue)
Jakarta, Januari 2013
300 ((100))
75 (25)
375.000 (125)
IAI - PPL - Akuntansi Lembaga Keuangan Syariah
53
B
BALAN
NCE SH
HEET
I
INCOM
ME
ST
TATEMENT
Wiro
oso – PSA
AK 104 - A
Akuntans
si Istishna
a
Presentation – Istishna Parallel
Year 1
Istishna revenue
Cost of Istishna revenue
I ti h profit
Istishna
fit
375.000
300.000
---------75 000
75.000
End Year 1
Assets
Istishna Cost
Less: Istishna Billings
Istishna Account Receivable
Liebilities
Istishna Account Payable
Jakarta, Januari 2013
Year 2
125.000
100.000
---------25 000
25.000
End Year 2
375.000
(280.000)
-----------95.000
50 000
50.000
0 000
10.000
IAI - PPL - Akuntansi Lembaga Keuangan Syariah
---
---
54
Wiro
oso – PSA
AK 104 - A
Akuntans
si Istishna
a
Bahan keenam
STUDY KASUS
Jakarta, Januari 2013
IAI - PPL - Akuntansi Lembaga Keuangan Syariah
55
Wiro
oso – PSA
AK 104 - A
Akuntans
si Istishna
a
Studyy Kasus : 1
Pada tanggal 1 Juni 2009 Bank Syariah “Al Hidayah” menyetujui pembuatan
rumah dari Gaston salah satu nasabah p
program
g
“KPR MANDIRI” dengan
g
spesifikasi sbb:
Luas Tanah
:
120 m2
Luas bangunan
:
45 m2
Kontruksi
:
pondasi batu kali, tembok bata merah dan
plesteran, Genteng plentong, kayu kamper medan
Listik
:
450 wats
Air
:
pompa tangan
Penyerahan rumah
:
6 bulan setelah akan ditandatangani
Jangka waktu
pembayaran
:
Harga jual Rp.72.000.000,--. dan diangsur per
bulan Rp. 1.200.000 selama 60 bulan, sejak
pembangunan rumah setiap tgl 25 dimulai 25 Juli
2009
Lokasi
:
Perumahan MUSLIM MANDIRI, Pdk Gede, Bekasi
Jakarta, Januari 2013
IAI - PPL - Akuntansi Lembaga Keuangan Syariah
56
Wiro
oso – PSA
AK 104 - A
Akuntans
si Istishna
a
Studyy Kasus : 1
 Untuk keperluan tersebut “Al Hidayah” pada tanggal 2 Juni
2009 melakukan
l k k kontrak
k
k pembanguan
b
rumah
h dengan
d
kontraktor “PT. WIJAYA” developer perumahan Muslim
Mandiri dengan spesifikasi sebagaimana tersebut diatas,
penyerahan dilakukan 4 bulan setelah akad ditanda tangani
sebesar Rp 60.000.000,- dengan pembayaran sebagai
berikut:
1. Tanggal 2 Juli 2009 dibayar termin pertama pada saat
penyelesaian
p
y
proyek
p y 25% sebesar Rp.
p 15.000.000,-,
2. Tanggal 2 Agustus 2009 dibayar termin kedua pada saat
penyelesaian proyek 60% sebesar Rp. 21.000.000,-3 Tanggal 2 September
3.
Septembe 2009 dibayar
diba a termin
te min ketiga pada saat
penyelesaian proyek 100% sebesar Rp. 24.000.000,--
Jakarta, Januari 2013
IAI - PPL - Akuntansi Lembaga Keuangan Syariah
57
Wiro
oso – PSA
AK 104 - A
Akuntans
si Istishna
a
Study kasus : 2 – Istishna Pembayaran Tangguh
 Harga Jual (nilai akad)
: Rp
 Harga jual saat aset selesai dan diserahkan (nilai tunai)
: Rp
 Harga Pokok
: Rp
(pembayaran tagihan sub-kontraktor sebesar
progres per semester selama 3 semester)
 Margin
: Rp
o Margin keuntungan pembuatan aset
: Rp100,00
o Selisih nilai akad dan nilai tunai
: Rp300,00
 Uang
g Muka
: Rp
p
1.000
700
600 (60%)
400 (40%)
200
 Jangka waktu penyelesaian proyek 2 tahun, jangka waktu pembayaran 4 tahun
 Pembayaran dan progres penyelesaian :
Tahun
progres
pembayaran
--200 (uang muka)
0,5
0%
10
1,0
25%
200
1,5
50%
-2,0
100%
200
Jakarta, Januari 2013
IAI - PPL - Akuntansi Lembaga Keuangan Syariah
58
Wiro
oso – PSA
AK 104 - A
Akuntans
si Istishna
a
Study
y kasus 3
Pada tanggal 1 Juni 2009 Bank Syariah “Al Hidayah” menyetujui
pembuatan rumah dari Gaston salah satu nasabah p
p
program
g
“KPR
MANDIRI” dengan spesifikasi sbb:
Luas Tanah
:
120 m2
Luas bangunan
:
45 m2
Kontruksi
:
pondasi batu kali, tembok bata merah dan
plesteran, Genteng plentong, kayu kamper
medan
Listik
:
450 wats
Air
:
pompa tangan
Penyerahan rumah
:
6 bulan setelah akan ditandatangani
Jangka waktu
pembayaran
b
:
Harga jual Rp.72.000.000,--. dan diangsur per
bl
bln
Rp. 1.200.000 selama
l
60 bln,
bl
sejak
j k
pembangunan rumah setiap tgl 25 dimulai 25
Juli 2009
Lokasi
:
Perumahan
Bekasi
Jakarta, Januari 2013
MUSLIM
MANDIRI,
IAI - PPL - Akuntansi Lembaga Keuangan Syariah
Pdk
Gede,
59
Wiro
oso – PSA
AK 104 - A
Akuntans
si Istishna
a
 Untuk keperluan tersebut “Al
Al Hidayah
Hidayah” pada tanggal 2 Juni
2009 melakukan kontrak pembanguan rumah dengan
kontraktor “PT. WIJAYA” developer
p perumahan
p
Muslim
Mandiri dengan spesifikasi sebagaimana tersebut diatas,
penyerahan dilakukan 4 bulan setelah akad ditanda
tangani sebesar Rp 60
60.000.000,
000 000 - dengan pembayaran
sebagai berikut:
gg 2 Juli 2009 dibayar
y termin pertama
p
pada
p
saat
1. Tanggal
penyelesaian proyek 25% sebesar Rp. 15.000.000,-2. Tanggal 2 Agustus 2009 dibayar termin kedua pada
saat penyelesaian proyek 60% sebesar Rp
Rp.
21.000.000,-3. Tanggal 2 September 2009 dibayar termin ketiga pada
saat penyelesaian proyek 100% sebesar Rp.
24.000.000,-Jakarta, Januari 2013
IAI - PPL - Akuntansi Lembaga Keuangan Syariah
60
Akuntansi Lembaga
K
Keuangan
S
Syariah
i h
AKUNTANSI MUDHARABAH
(psak 105))
(p
Wiro
oso – PSA
AK 105 - A
Akuntansii Mudhara
abah
Bahasan
pertama
Pengantar
 Pengertian
 Cakupan Akuntansi
Mudharabah
 Akun Akuntansi
mudharabah
Jakarta, Januari 2013
IAI - PPL - Akuntansi Lembaga Keuangan Syariah
2
Wiro
oso – PSA
AK 105 - A
Akuntansii Mudhara
abah
Mudharabah
(psak 105, p
(p
prgf
g 4)
)
 akad kerjasama usaha antara dua pihak
dimana pihak pertama (pemilik dana)
e yed a a se
seluruh
u u da
dana,
a, sedangkan
seda g a pihak
p a
menyediakan
kedua (pengelola dana) bertindak selaku
pengelola dan keuntungan usaha dibagi di
pengelola,
antara mereka sesuai kesepakatan
sedangkan
d
k kerugian
k
i finansial
fi
i l hanya
h
ditanggung oleh pemilik dana.
Jakarta, Januari 2013
IAI - PPL - Akuntansi Lembaga Keuangan Syariah
3
JENIS MUDHARABAH
Wiro
oso – PSA
AK 105 - A
Akuntansii Mudhara
abah
(DARI SEGI KUASA YANG DIBERIKAN KEPADA MUDHARIB)
 MUDHARABAH MUTHLAQAH
Q


(Unrestricted Investment / Investasi Tidak tertikat / Dana Syirkah
Temporer)
Pemilik dana memberi kuasa penuh dalam pengelolaan dana
 MUDHARABAH MUQAYYADAH


(Retricted Investment / Investasi Terikat / IT)
Pemilik dana memberi batasan / syarat dalam pengelolaan dana
 Mudharabah musytarakah

mudharabah dimana pengelola dana menyertakan modal atau
dananya dalam kerjasama investasi.
Jakarta, Januari 2013
IAI - PPL - Akuntansi Lembaga Keuangan Syariah
4
Wiro
oso – PSA
AK 105 - A
Akuntansii Mudhara
abah
Penerimaan Investasi Terikat
Jakarta, Januari 2013
IAI - PPL - Akuntansi Lembaga Keuangan Syariah
5
Karakteristik Pembiayaan Mudharabah
Jamin
J
nan d
dalam
m
Mud
dhara
abah
Wiro
oso – PSA
AK 105 - A
Akuntansii Mudhara
abah
(Fatwa DSN : 07/DSN-MUI/IV/2000)
 (7)
Pada prinsipnya
prinsipnya, dalam
pembiayaan mudharabah tidak ada
jaminan namun agar mudharib tidak
jaminan,
melakukan penyimpangan, LKS dapat
meminta jaminan dari
d mudharib
dh b atau
pihak ketiga. Jaminan ini hanya dapat
dicairkan apabila mudharib terbukti
melakukan
e a u a pelanggaran
pe a gga a te
terhadap
adap hal-hal
a a
yang telah disepakati bersama dalam
akad
Jakarta, Januari 2013
IAI - PPL - Akuntansi Lembaga Keuangan Syariah
6
Wiro
oso – PSA
AK 105 - A
Akuntansii Mudhara
abah
Ruang
u g Lingkup
g up ps
psak 105
05
 Pernyataan ini diterapkan untuk entitas yang
melakukan transaksi mudharabah baik sebagai
pemilik dana (shahibul maal) maupun pengelola
dana (mudharib).
(mudharib)
 Pernyataan ini tidak mencakup pengaturan
perlakuan
l k
akuntansi
k
i atas obligasi
bli
i syariah
i h (sukuk)
( k k)
yang menggunakan akad mudharabah.
Jakarta, Januari 2013
IAI - PPL - Akuntansi Lembaga Keuangan Syariah
7
Wiro
oso – PSA
AK 105 - A
Akuntansii Mudhara
abah
Penerapan PSAK 105
Jakarta, Januari 2013
IAI - PPL - Akuntansi Lembaga Keuangan Syariah
8
Wiro
oso – PSA
AK 105 - A
Akuntansii Mudhara
abah
Bahasan
kedua
BANK SYARIAH SEBAGAI
PEMILIK DANA
(penyaluran dana Bank Syariah)
Jakarta, Januari 2013
IAI - PPL - Akuntansi Lembaga Keuangan Syariah
9
Wiro
oso – PSA
AK 105 - A
Akuntansii Mudhara
abah
Bank Syariah sebagai Pemilik Dana
PENGHIMPUNAN DANA
SHAHIBUL MAAL
PENYALURAN DANA
MUDHARIB
Dana Mudharabah
Modal mudharabah
Bagi hasil
Bagi Hasil
H Sulaiman
H.
S l i
SHAHIBUL MAAL
LKS sebagai Mudharib
Bankk Syariah
h
sebagai pemilik
d
dana
LKS Amanah Umat
MUDHARIB
Hj. Maemunah
LKS sebagai Shahibul Maal
Pembiayaan
Mudharabah
Jakarta, Januari 2013
IAI - PPL - Akuntansi Lembaga Keuangan Syariah
10
Wiro
oso – PSA
AK 105 - A
Akuntansii Mudhara
abah
Mari kita
bicarakan
MODAL
MUDHARABAH
Jakarta, Januari 2013
Bagaimana
Modalnya
IAI - PPL - Akuntansi Lembaga Keuangan Syariah
11
Dan
na ((modal))
Mu
udha
arab
bah
Wiro
oso – PSA
AK 105 - A
Akuntansii Mudhara
abah
Dana Mudharabah
Jakarta, Januari 2013
 diakui sebagai “investasi
mudharabah” pada saat
pembayaran kas atau
penyerahan
p
y
aset nonkas
kepada pengelola dana.
(psak 105, prgf12)
IAI - PPL - Akuntansi Lembaga Keuangan Syariah
12
Pengukuran investasi mudharabah
Wiro
oso – PSA
AK 105 - A
Akuntansii Mudhara
abah
(psak 105,
105 prgf 13)
a) bentuk kas =>
> sebesar jumlah yang
dibayarkan;
b) bentuk
b t k asett nonkas
k =>
> sebesar
b
nilai
il i
wajar saat penyerahan:
i.
ii.
jika lebih tinggi dari nilai tercatatnya => selisihnya
diakui sebagai keuntungan tangguhan dan
di
diamortisasi
ti i sesuaii jangka
j
k waktu
kt akad
k d mudharabah.
dh b h
jika lebih rendah dari nilai tercatatnya => selisihnya
diakui sebagai kerugian;
Jakarta, Januari 2013
IAI - PPL - Akuntansi Lembaga Keuangan Syariah
13
Modal mudharabah
1.
2.
PENYER
RAHAN MODAL
Wiro
oso – PSA
AK 105 - A
Akuntansii Mudhara
abah
((Bank Syariah
y
memberikan modal untuk pengusaha
p g
pengangkutan)
p g g
)
Nilai tercatat > nilai wajar => Kerugian
Nilai tercatat < nilai wajar => Keuntungan tangguhan
(diamortisasi selama jangka waktu akad)
Modal non kas
10 buah angkot
750.000.000
Nilai tercatat / buku
800.000.000
(nilai wajar saat penyerahan)
Modal kas
Uang tunai
Jumlah modal
200.000.000
------------------1.000.000.000
Bank Konvensional dalam
bentuk uang tunai
Jakarta, Januari 2013
IAI - PPL - Akuntansi Lembaga Keuangan Syariah
14
inve
esta
asi
mudh
hara
abah
h
Wiro
oso – PSA
AK 105 - A
Akuntansii Mudhara
abah
Kapan usaha mudharabah mulai berjalan ?
 mulai berjalan sejak diterima
oleh pengelola dana.
dana (psak 105, prgf 16)
?
Mulai
M
l i pembagian
b i
hasil usaha
Jakarta, Januari 2013
IAI - PPL - Akuntansi Lembaga Keuangan Syariah
15
Wiro
oso – PSA
AK 105 - A
Akuntansii Mudhara
abah
Investasi Mudharabah
 Penurunan nilai sebelum dimulai => diakui
kerugian dan mengurangi saldo investasi
ud a aba (p
(psak
a 105,
05, prgf
p g 14))
mudharabah.
 hilang setelah dimulainya usaha tanpa
adanya kelalaian atau kesalahan pengelola
dana => kerugian tersebut diperhitungkan
pada saat bagi hasil. (psak 105, prgf 15)
Jakarta, Januari 2013
IAI - PPL - Akuntansi Lembaga Keuangan Syariah
16
Wiro
oso – PSA
AK 105 - A
Akuntansii Mudhara
abah
Penyusutan
 nonkas => mengalami penurunan nilai saat
atau setelah barang dipergunakan, maka
e ug a ttidak
da langsung
a gsu g mengurangi
e gu a g jumlah
ju a
kerugian
investasi, namun diperhitungan pada saat
pembagian bagi hasil.
hasil (psak 105,
105 prgf 17)
Jakarta, Januari 2013
IAI - PPL - Akuntansi Lembaga Keuangan Syariah
17
Wiro
oso – PSA
AK 105 - A
Akuntansii Mudhara
abah
inve
estas
si
mu
udha
arab
bah
Jakarta, Januari 2013
 mulai berjalan sejak diterima oleh
pengelola dana. (psak 105, prgf 16)
 nonkas =>
> mengalami
penurunan nilai saat atau setelah
barang dipergunakan, maka
kerugian tidak langsung
mengurangi jumlah investasi,
investasi
namun diperhitungan pada saat
pembagian bagi hasil.
hasil (psak 105,
105 prgf 17)
IAI - PPL - Akuntansi Lembaga Keuangan Syariah
18
Wiro
oso – PSA
AK 105 - A
Akuntansii Mudhara
abah
 Kelalaian atas kesalahan pengelola dana, antara lain,
ditunjukkan oleh: (psak 105, prgf 18)
a) persyaratan yang ditentukan di dalam akad tidak dipenuhi;
b) tidak terdapat kondisi di luar kemampuan (force majeur)
yang lazim dan/atau yang telah ditentukan dalam akad;
atau
c) hasil keputusan dari institusi yang berwenang.
berwenang
 akad berakhir sebelum atau saat akad jatuh tempo
dan belum dibayar oleh pengelola dana, maka
investasi mudharabah diakui sebagai piutang. (psak 105,
prgf 19)
Jakarta, Januari 2013
IAI - PPL - Akuntansi Lembaga Keuangan Syariah
19
Wiro
oso – PSA
AK 105 - A
Akuntansii Mudhara
abah
Mari kita
bicarakan
BAGI HASIL
MUDHARABAH
Jakarta, Januari 2013
Bagaimana
pembagian
hasilnya
IAI - PPL - Akuntansi Lembaga Keuangan Syariah
20
Wiro
oso – PSA
AK 105 - A
Akuntansii Mudhara
abah
Bagi hasil Mudharabah
 Pembagian Hasil Usaha Mudharabah dibagi
sesuai nisbah yang disepakati pada awal akad
antara
a
ta a pe
pemilik da
dana
a dan
da pengelola
pe ge o a dana
da a
1. Nasabah tidak pernah
diberi jadwal
pembayaran bagi hasil
2. Tidak ada tunggakan
bagi hasil
Jakarta, Januari 2013
Bagi Hasil
diperoleh setelah
usaha berjalan
IAI - PPL - Akuntansi Lembaga Keuangan Syariah
21
Penjualan
Rp. 120.000.000
Harga pokok Penjualan Rp. 72.000.000
-------------------Laba kotor (revenue) Rp. 48.000.000
Perhitungan Proyeksi Return Bank
Modal mudharabah
Rp. 50.000.000
Expect Return (24%)Rp.12.000.000
M lti Nisbah
Multi
Ni b h
Bank Sy 25
Nasabah 75
15
85
10
90
Nisbah Mudharabah
Bank syariah
y
: 25
Nasabah
: 75
Proyeksi
y
Pendapatan
p
((PP))
Realisasi Pendapatan (RP)
Realisas
si Reven
nue
Wiro
oso – PSA
AK 105 - A
Akuntansii Mudhara
abah
Estimasi Gross Profit Nasabah
Penjualan
Harga Pokok Penj
12 juta
8 juta
-----------4 juta
Laba Kotor
Pembagian Hasil Usaha:
Bank Syariah (25%)
1 juta
Nasabah (75%)
3 juta
Jakarta, Januari 2013
7,4 juta
7,0 juta
---------0,4 juta
20 juta
14 juta
----------6 juta
0,1 jt
0,3 jt
1,5 juta
4,5 juta
IAI - PPL - Akuntansi Lembaga Keuangan Syariah
22
Wiro
oso – PSA
AK 105 - A
Akuntansii Mudhara
abah
Fungsi Proyeksi Pendapatan
PROYEKSI DAN REALISASI BULANAN
Bln-1
Bln-2
Bln-3
Proyeksi
y
1.000.000
1.000.000
1.000.000
Realisasi
1.000.000
500.000
1.500.000
PERHITUNGAN KOLEKTIBILITAS
Akumulasi
Bln-1
Bln
1
Bln-2
Bln
2
Bln-3
Bln
3
Proyeksi
1.000.000
2.000.000
3.000.000
Realisasi
1.000.000
1.500.000
3.000.000
RP/PP
100%
75%
100%
Kolektibilitas
L
KL
L
Jakarta, Januari 2013
IAI - PPL - Akuntansi Lembaga Keuangan Syariah
23
Wiro
oso – PSA
AK 105 - A
Akuntansii Mudhara
abah
Penghasilan
g
Usaha
(psak 105, prgf 20-24)
 Pengakuan penghasilan usaha mudharabah dalam praktik
dapat diketahui berdasarkan laporan bagi hasil atas
realisasi penghasilan usaha dari pengelola dana. Tidak
diperkenankan mengakui pendapatan dari proyeksi
hasil usaha. (psak 105, prgf 22)
 Kerugian
g
akibat kelalaian atau kesalahan pengelola
p g
dana
dibebankan pada pengelola dana dan tidak mengurangi
investasi mudharabah. (psak 105, prgf 23)
 Bagian hasil usaha yang belum dibayar oleh pengelola
dana diakui sebagai piutang. (psak 105, prgf 24)
Jakarta, Januari 2013
IAI - PPL - Akuntansi Lembaga Keuangan Syariah
24
Wiro
oso – PSA
AK 105 - A
Akuntansii Mudhara
abah
Bahasan
ketiga
MUDHARABAH
MUSYTARAKAH
Jakarta, Januari 2013
IAI - PPL - Akuntansi Lembaga Keuangan Syariah
25
Wiro
oso – PSA
AK 105 - A
Akuntansii Mudhara
abah
Mudharabah Musytarakah
 Jika pengelola dana juga menyertakan dana
dalam mudharabah musytarakah, maka
penyaluran dana milik pengelola dana diakui
sebagai “investasi
investasi mudharabah”
mudharabah . (psak 105, prgf 31)
 Akad mudharabah musytarakah merupakan
perpaduan antara akad mudharabah dan akad
musyarakah. (psak 105, prgf 32)
Jakarta, Januari 2013
IAI - PPL - Akuntansi Lembaga Keuangan Syariah
26
Mudharabah Musytarakah
Wiro
oso – PSA
AK 105 - A
Akuntansii Mudhara
abah
(psak 105, prgf 31-35)
 Dalam mudharabah musytarakah,
musytarakah pengelola dana
(berdasarkan akad mudharabah) menyertakan juga
dananya dalam investasi bersama (berdasarkan akad
musyarakah). (psak 105, prgf 33)
 Pemilik dana musyarakah (musytarik) memperoleh
bagian hasil usaha sesuai porsi dana yang
disetorkan. (p(psak 105,, prgf
p g 33))
 Pembagian hasil usaha antara pengelola dana dan
pemilik dana dalam mudharabah adalah sebesar hasil
p
usaha musyarakah setelah dikurangi porsi pemilik
dana sebagai pemilik dana musyarakah. (psak 105, prgf 33)
Jakarta, Januari 2013
IAI - PPL - Akuntansi Lembaga Keuangan Syariah
27
Mudharabah Musytarakah
Wiro
oso – PSA
AK 105 - A
Akuntansii Mudhara
abah
(psak 105
105, prgf 31-35)
 Pembagian hasil investasi mudharabah musytarakah sbb:


hasil investasi dibagi antara pengelola dana (sebagai mudharib) dan
pemilik dana sesuai nisbah yang disepakati, selanjutnya bagian hasil
investasi setelah dikurangi untuk pengelola dana (sebagai mudharib)
tersebut dibagi antara pengelola dana (sebagai musytarik) dengan
pemilik dana sesuai porsi modal masing-masing; atau
hasil investasi dibagi antara pengelola dana (sebagai musytarik) dan
pemiik dana sesuai dengan porsi modal masing-masing, selanjutnya
bagian hasil investasi setelah dikurangi untuk pengelola dana (sebagai
musytarik) tersebut dibagi antara pengelola dana (sebagai mudharib)
dengan pemilik dana sesuai nisbah yang disepakati
(psak 105, prgf 34)
Jakarta, Januari 2013
IAI - PPL - Akuntansi Lembaga Keuangan Syariah
28
Wiro
oso – PSA
AK 105 - A
Akuntansii Mudhara
abah
Pembagian Hasil Usaha (pola 1)
Prinsip Mudharabah (1)
Prinsip Musyarakah (2)
Musytarik 1
(porsi modal)
“Q” (50)
Shahibul Maal
(nisbah)
“Y” (80)
Hasil
Investasi
( X – Z) (80)
Hasil
Investasi
“X” (100)
Mudharib
(nisbah)
“Z” (20)
Jakarta, Januari 2013
IAI - PPL - Akuntansi Lembaga Keuangan Syariah
Musytarik 2
(porsi modal)
“V” (30)
29
Wiro
oso – PSA
AK 105 - A
Akuntansii Mudhara
abah
Pembagian Hasil Investasi (pola 2)
Prinsip Mudharabah (2)
Prinsip Musyarakah (1)
Musytarik 1
(Mitra Aktif)
(porsi modal)
“Y” (30)
Hasil
Investasi
X (100)
Shahibul Maal
(nisbah)
“Q” (50)
Hasil
Investasi
“X-Y” (70)
Musytarik 2
(Mitra Pasif)
(porsi modal)
“Z” (70)
Jakarta, Januari 2013
IAI - PPL - Akuntansi Lembaga Keuangan Syariah
Mudharib
(nisbah)
“V” (20)
30
Mudharabah Musytarakah
Wiro
oso – PSA
AK 105 - A
Akuntansii Mudhara
abah
(psak 105
105, prgf 31-35)
 Jika terjadi kerugian atas investasi, maka
kerugian dibagi sesuai dengan porsi modal
para
pa
a musytarik
usyta (p(psak 105,, prgf
p g 35))
Jakarta, Januari 2013
IAI - PPL - Akuntansi Lembaga Keuangan Syariah
31
Wiro
oso – PSA
AK 105 - A
Akuntansii Mudhara
abah
Bahasan
keempat
Bank Syariah Sebagai
PENGELOLA DANA
(penghimpunan dana Bank Syariah)
Jakarta, Januari 2013
IAI - PPL - Akuntansi Lembaga Keuangan Syariah
32
Wiro
oso – PSA
AK 105 - A
Akuntansii Mudhara
abah
Bank Syariah sebagai Pengelola Dana
Bank Syariah
sebagai
pengelola dana
PENGHIMPUNAN DANA
SHAHIBUL MAAL
PENYALURAN DANA
MUDHARIB
Dana Mudharabah
Modal mudharabah
Bagi hasil
Bagi Hasil
MUDHARIB
U
Hj. Maemunah
H Sulaiman
H.
SHAHIBUL MAAL
Tabungan Mdh
D
Deposito
i Mdh
Jakarta, Januari 2013
LKS sebagai Mudharib
LKS Amanah Umat
LKS sebagai Shahibul Maal
IAI - PPL - Akuntansi Lembaga Keuangan Syariah
33
Dana
D
a Mudharaba
ah
Wiro
oso – PSA
AK 105 - A
Akuntansii Mudhara
abah
Dana Mudharabah
Jakarta, Januari 2013
 di
diakui
k i sebagai
b
i “dana
“d
syirkah
ik h
temporer” sebesar jumlah kas
atau nilai wajar aset nonkas
yang diterima.
 Pada akhir periode akuntansi
=>
> diukur
di k sebesar
sebesa nilai
tercatatnya. (psak 105, prgf 25)
IAI - PPL - Akuntansi Lembaga Keuangan Syariah
34
Wiro
oso – PSA
AK 105 - A
Akuntansii Mudhara
abah
Pendapatan penyaluran dana
 Pengelola dana mengakui pendapatan atas
penyaluran dana syirkah temporer secara
b uto sebe
sebelum
u d
dikurangi
u a g dengan
de ga bagian
bag a hak
a
“bruto
pemilik dana” (psak 105, prgf 27)
 Bagi hasil mudharabah dapat menggunakan
bagi laba (profit sharing) atau bagi hasil
(revenue sharing). (psak 105, prgf 28)
Jakarta, Januari 2013
IAI - PPL - Akuntansi Lembaga Keuangan Syariah
35
Wiro
oso – PSA
AK 105 - A
Akuntansii Mudhara
abah
 “Hak
Hak pihak ketiga atas bagi hasil dana syirkah
temporer” yang sudah diumumkan dan belum
dibagikan => diakui sebagai kewajiban
sebesar bagi hasil yang menjadi porsi hak
pemilik
ilik dana.
d
(psak 105, prgf 29)
 Kerugian
e ug a a
atas
as kesalahan
esa a a a
atau
au kelalaian
e a a a =>
diakui sebagai beban. (psak 105, prgf 30)
Jakarta, Januari 2013
IAI - PPL - Akuntansi Lembaga Keuangan Syariah
36
Wiro
oso – PSA
AK 105 - A
Akuntansii Mudhara
abah
Bahasan
kelima
PENYAJIAN DAN
PENGUNGKAPAN
Jakarta, Januari 2013
IAI - PPL - Akuntansi Lembaga Keuangan Syariah
37
Wiro
oso – PSA
AK 105 - A
Akuntansii Mudhara
abah
PENYAJIAN
(psak 105, prgf 36
36-37)
37)
 Pemilik dana menyajikan investasi mudharabah dalam
laporan keuangan sebesar nilai tercatat.
tercatat
 Pengelola dana menyajikan transaksi mudharabah dalam
p
keuangan
g
laporan
a. dana syirkah temporer dari pemilik dana disajikan sebesar nilai
tercatatnya untuk setiap jenis mudharabah;
b bagi hasil dana syirkah temporer yang sudah diper
b.
diper-hitungkan
hitungkan
dan telah jatuh tempo tetapi belum diserah-kan kepada
pemilik dana disajikan sebagai kewajiban; dan
c. bagi hasil dana syirkah temporer yang sudah diper-hitungkan
tetapi belum jatuh tempo disajikan dalam pos bagi hasil yang
belum dibagikan.
g
Jakarta, Januari 2013
IAI - PPL - Akuntansi Lembaga Keuangan Syariah
38
Wiro
oso – PSA
AK 105 - A
Akuntansii Mudhara
abah
PENGUNGKAPAN


(psak 105, prgf 38
38-39)
39)
Pemilik dana mengungkapkan hal-hal terkait transaksi mudharabah,
p tidak terbatas,, pada:
p
tetapi
a. rincian jumlah investasi mudharabah berdasarkan jenisnya;
b. penyisihan kerugian investasi mudharabah selama periode berjalan;
dan
c. pengungkapan yang diperlukan sesuai PSAK 101: Penyajian Laporan
Keuangan Syariah.
g
dana mengungkapkan
g g p
hal-hal terkait transaksi mudharabah,,
Pengelola
tetapi tidak terbatas, pada:
a. rincian dana syirkah temporer yang diterima berdasarkan jenisnya;
b. p
penyaluran
y
dana yang
y g berasal dari mudharabah muqayadah;
q y
; dan
c. pengungkapan yang diperlukan sesuai PSAK 101: Penyajian Laporan
Keuangan Syariah.
Jakarta, Januari 2013
IAI - PPL - Akuntansi Lembaga Keuangan Syariah
39
Wiro
oso – PSA
AK 105 - A
Akuntansii Mudhara
abah
Bahasan
kelima
PENYAJIAN DAN
PENGUNGKAPAN
Jakarta, Januari 2013
IAI - PPL - Akuntansi Lembaga Keuangan Syariah
40
Wiro
oso – PSA
AK 105 - A
Akuntansii Mudhara
abah
PENYAJIAN
(psak 105, prgf 36
36-37)
37)
 Pemilik dana menyajikan investasi mudharabah dalam
laporan keuangan sebesar nilai tercatat.
tercatat
 Pengelola dana menyajikan transaksi mudharabah dalam
p
keuangan
g
laporan
a. dana syirkah temporer dari pemilik dana disajikan sebesar nilai
tercatatnya untuk setiap jenis mudharabah;
b bagi hasil dana syirkah temporer yang sudah diper
b.
diper-hitungkan
hitungkan
dan telah jatuh tempo tetapi belum diserah-kan kepada
pemilik dana disajikan sebagai kewajiban; dan
c. bagi hasil dana syirkah temporer yang sudah diper-hitungkan
tetapi belum jatuh tempo disajikan dalam pos bagi hasil yang
belum dibagikan.
g
Jakarta, Januari 2013
IAI - PPL - Akuntansi Lembaga Keuangan Syariah
41
Wiro
oso – PSA
AK 105 - A
Akuntansii Mudhara
abah
PENGUNGKAPAN


(psak 105, prgf 38
38-39)
39)
Pemilik dana mengungkapkan hal-hal terkait transaksi mudharabah,
p tidak terbatas,, pada:
p
tetapi
a. rincian jumlah investasi mudharabah berdasarkan jenisnya;
b. penyisihan kerugian investasi mudharabah selama periode berjalan;
dan
c. pengungkapan yang diperlukan sesuai PSAK 101: Penyajian Laporan
Keuangan Syariah.
g
dana mengungkapkan
g g p
hal-hal terkait transaksi mudharabah,,
Pengelola
tetapi tidak terbatas, pada:
a. rincian dana syirkah temporer yang diterima berdasarkan jenisnya;
b. p
penyaluran
y
dana yang
y g berasal dari mudharabah muqayadah;
q y
; dan
c. pengungkapan yang diperlukan sesuai PSAK 101: Penyajian Laporan
Keuangan Syariah.
Jakarta, Januari 2013
IAI - PPL - Akuntansi Lembaga Keuangan Syariah
42
Wiro
oso – PSA
AK 105 - A
Akuntansii Mudhara
abah
Bahasan
keenam
CONTOH TRANSAKSI
DAN JURNAL
MUDHARABAH
Jakarta, Januari 2013
IAI - PPL - Akuntansi Lembaga Keuangan Syariah
43
Wiro
oso – PSA
AK 105 - A
Akuntansii Mudhara
abah
Bahasan
keenam
Contoh
Akuntansi mudharabah
(Bank Syariah sbg pemilik dana)
Jakarta, Januari 2013
IAI - PPL - Akuntansi Lembaga Keuangan Syariah
44
Wiro
oso – PSA
AK 105 - A
Akuntansii Mudhara
abah
Contoh transaksi Mudharabah
 Pada tanggal 15 Januari 2008 LKS “Amal Sejahtera”
menyetujui untuk memberikan modal mudharabah kepada
Zainudin, seorang pengusaha textil di Medan, sebesar
Rp.50.000.000.,- (lima puluh juta). Pembagian hasil usaha
( i b h) disepakati
(nisbah)
di
k ti 70 untuk
t k LKS “Amal
“A l Sejahtera”
S j ht ” dan
d 30
untuk Zainudin.
 Investasi Mudharabah dengan jangka waktu 2 tahun,
tahun yaitu
sampai dengan 15 Januari 2010
y
modal mudharabah oleh LKS Amal Sejahtera
j
 Penyerahan
kepada Zainudin dilakukan dengan tahapan sebagai berikut:
1. Tgl 25 Januari 2008 diserahkan uang tunai sebesar Rp.30.000.000,-2 Tgl 27 Januari 2008 diserahkan 4 buah mesin textil dengan nilai
2.
wajar saat penyerahan sebesar Rp. 20.000.000,-- . Mesin textil
tersebut dibeli pada tangal 05 Januari 2008 dengan harga perolehan
Rp 18 800 000 -Rp.18.800.000,
Jakarta, Januari 2013
IAI - PPL - Akuntansi Lembaga Keuangan Syariah
45
Wiro
oso – PSA
AK 105 - A
Akuntansii Mudhara
abah
Pesetujuan Investasi Mudharabah
• Pada tanggal 15 Januari 2008 LKS “Amal Sejahtera”
menyetujui untuk:
1. memberikan modal mudharabah kepada Zainudin,
seorang pengusaha textil di Medan, sebesar
Rp.50.000.000,- (lima puluh juta rupiah).
2. Pembagian hasil usaha (nisbah) disepakati 70 untuk LKS
“Amal Sejahtera” dan 30 untuk Zainudin
3. jangka waktu investasi selama 2 tahun, yaitu sampai
dengan 15 Januari 2010
Dr. Kontra komitmen Investasi Mdh
Dr
Rp 50.000.000,-Rp.
50 000 000
Cr. Kewajiban Komitmen Investasi Mdh
Rp. 50.000.000,--
Jakarta, Januari 2013
IAI - PPL - Akuntansi Lembaga Keuangan Syariah
46
Wiro
oso – PSA
AK 105 - A
Akuntansii Mudhara
abah
Penyerahan modal kas
Atas persetujuan pemberian modal mudharabah kepada
Zainudin, pada tanggal 25 Januari 2008 LKS “Amal Sejahtera”
penyerahan modal mudharabah dalam bentuk uang tunai,
sebesar
b
R
Rp. 30
30.000.000,-.kepada
000 000 k
d Z
Zainudin
i di
Dr. Investasi Mudharabah
Cr. Rekening mudharib
Rp. 30.000.000
Rp. 30.000.000
Dr. Kewajiban Komitmen Investasi Mdh
Cr. Kontra komitmen Investasi Mdh
Rp. 30.000.000
Rp. 30.000.000
Jakarta, Januari 2013
IAI - PPL - Akuntansi Lembaga Keuangan Syariah
47
Penyerahan modal non kas
Wiro
oso – PSA
AK 105 - A
Akuntansii Mudhara
abah
((nilai wajar
j lebih tinggi
gg nilai tercatat))
Tgl 27 Januari 2008 diserahkan 4 buah mesin textil dengan nilai wajar saat
penyerahan sebesar Rp. 20.000.000,-20.000.000, (harga perolehan Rp.18.800.000,-Rp.18.800.000, )
Pembelian Aset mudharabah (modal non kas)
Dr. Persediaan / Aset Mudharabah
Rp. 18.800.000,-Cr. Kas/ Rekening Suplier
Rp. 18.800.000
Penyerahan modal non kas
Dr. Investasi Mudharabah
Cr. Persediaan (Aset Mdh)
Cr. Keuntungan Mdh Tangguhan
Dr. Kewajiban Komitmen Investasi Mdh
Cr. Kontra komitmen Investasi Mdh
Rp. 20.000.000,-Rp. 18.800.000,-Rp. 1.200.000,
1.200.000,-Rp. 20.000.000,-Rp. 20.000.000
Amortisasi
A
ti
i Keutungan
K t
ttangguhan
h
Dr. Keuntungan Mudharabah Tangguhan Rp. 50.000,-Cr. Keuntungan Penyerahan Aset Mdh
Rp. 50.000,-Perhit ngan Rp.
Perhitungan:
Rp 1
1.200.000,200 000 : 24 = Rp
Rp. 50
50.000
000 per b
bulan
lan
Jakarta, Januari 2013
IAI - PPL - Akuntansi Lembaga Keuangan Syariah
48
Wiro
oso – PSA
AK 105 - A
Akuntansii Mudhara
abah
Penyajian dalam Neraca
LAPORAN POSISI KEUANGAN
Aktiva
INVESTASI MUDHARABAH
Investasi Mudharabah (kas)
Rp. 30.000.000
Investasi Mudharabah (non kas)
Keuntungan Mdh Tangguhan
Rp. 20.000.000
(
1.150.000)
Jakarta, Januari 2013
IAI - PPL - Akuntansi Lembaga Keuangan Syariah
49
Penyerahan modal non kas
Wiro
oso – PSA
AK 105 - A
Akuntansii Mudhara
abah
(nilai wajar lebih kecil nilai tercatat)
Misalnya penyerahan 4 buah mesin textil oleh LKS “Amal Sejahtera”
kepada Zainudin dengan harga wajar sebesar Rp
Rp. 20
20.000.
000 000
000,--. ( harga
perolehan sebesar Rp.21.000.000,--)
Nilai wajar < dari nilai tercatatnya
Dr. Investasi Mudharabah
Dr. Kerugian
g
p
penyerahan
y
modal non kas
Cr. Persediaan aktiva
Dr. Kewajiban Komitmen Investasi Mdh
Cr Kontra komitmen Investasi Mdh
Cr.
Nilai wajar = nilai tercatat
Dr Investasi Mudharabah
Dr.
Cr. Persediaan / Aset Mudharabah
Dr. Kewajiban Komitmen Investasi Mdh
Cr Kontra komitmen Investasi Mdh
Cr.
Jakarta, Januari 2013
Rp. 20.000.000
Rp.
p 1.000.000
Rp. 21.000.000
Rp. 20.000.000
Rp 20.000.000
Rp.
20 000 000
Rp 20.000.000
Rp.
20 000 000
Rp. 20.000.000
Rp. 20.000.000
Rp 20.000.000
Rp.
20 000 000
IAI - PPL - Akuntansi Lembaga Keuangan Syariah
50
Wiro
oso – PSA
AK 105 - A
Akuntansii Mudhara
abah
Kehilangan
g
sebelum usaha dimulai
Misalnya
y salah satu mesin textil yang
y g diserahkan kepada
p
p
pabrik textil
sebagai pengelola dana yang penyerahannya dilakukan di pabrik textil.
Dalam perjalanan menuju pabrik terjadi kecelakaan dan mesin textil
mengalami kerusakan senilai Rp.500.000,-Rp.500.000,
Dr. Beban Kerugian Investasi Mdh
Cr. Investasi Mudharabah
Jakarta, Januari 2013
Rp. 500.000
Rp. 500.000
IAI - PPL - Akuntansi Lembaga Keuangan Syariah
51
Wiro
oso – PSA
AK 105 - A
Akuntansii Mudhara
abah
Kehilangan
g
setelah usaha dimulai
Misalnya dalam usaha mudharabah yang dilakukan dengan pabrik textil, dari
mesin textil y
yang
g diserahkan hilang
g dan nilai mesin tersebut sebesar Rp
p
300.000 (setelah usaha dimulai) sedangkan bagi hasil yang diterima dari
pengelolan sebesar Rp.3.500.000
Pada saat penerimaan bagi hasil dari pengelola
Dr. Kas / Rekening Mudharib
Rp. 3.500.000
C Pendapatan
Cr.
P d
t bagi
b ih
hasilil Mdh
R 3
Rp.
3.500.000
500 000
saat terjadi hilang setelah usaha dimulai
Dr. Beban Penurunan Investasi Mdh
Rp. 300.000
Cr. Akumulasi Penurunan Invest Mdh
Rp. 300.000
Pendapatan
P
d
B
Bagii H
Hasilil M
Mudharabah
dh b h
Penurunan nilai (hilang )
H il b
Hasil
bersih
ih iinvestasi
t i mudharabah
dh b h
Jakarta, Januari 2013
IAI - PPL - Akuntansi Lembaga Keuangan Syariah
Rp. 3
R
3.500.000
500 000
Rp. 300.000
-----------------R 3
Rp.
3.200.000
200 000
52
Wiro
oso – PSA
AK 105 - A
Akuntansii Mudhara
abah
Penurunan nilai dari penyusutan
p y
Atas penyerahan modal non kas (barang) LKS harus membentuk penyusutan
sebesar Rp
Rp.800.000
800 000 dan atas laporan dari pengelola dana hasil usaha yang
menjadi hak LKS sebagai pemilik dana sebesar Rp. 3.500.000 .
LKS melakukan perhitungan penyusutan modal mudharabah non kas sbb:
Nilai perolehan
:
Rp. 20.000.000 (4 buah mesin)
Nilai residu
:
Rp. 800.000
Jangka waktu akad
:
2 tahun ( 24 bulan)
y
p
per bulan = (20.000.000
(
– 800.000)) / 24 = 800.000
Penyusutan
pembentukan penyusutan sebesar Rp. 800.000
Dr Biaya Penurunan Nilai (Penyusutan) Investasi Mdh
Dr.
Cr. Akum Penurunan Nilai (Penyusutan) Investasi Mdh
Rp. 800.000
Rp
800 000
Rp. 800.000
saat penerimaan bagi hasil sebesar Rp.3.500.000
Dr. Kas / Rekening Mudharib
Rp. 3.500.000
Cr. Pendapatan bagi hasil Mdh
Rp. 3.500.000
Jakarta, Januari 2013
IAI - PPL - Akuntansi Lembaga Keuangan Syariah
53
Wiro
oso – PSA
AK 105 - A
Akuntansii Mudhara
abah
Penyajian
LAPORAN POSISI KEUANGAN
Aktiva
INVESTASI MUDHARABAH
Investasi Mudharabah (kas)
Rp. 30.000.000
Investasi Mudharabah (non kas) Rp. 20.000.000
Akumulasi penyusutan
(
800.000)
Keuntungan Mdh Tangguhan
(
1
1.150.000)
150 000)
Pengukuran
Investasi
Mudhabah
Pendapatan Bagi Hasil Mudharabah
Penurunan nilai Invst Mdh (penyusutan)
Amortisasi keuntungan tangguhan
Hasil bersih investasi mudharabah
Jakarta, Januari 2013
Rp. 3.500.000
Rp. 800.000
(Rp. 50.000)
------------------Rp. 750.000,------------------Rp. 2.750.000,-
IAI - PPL - Akuntansi Lembaga Keuangan Syariah
54
Wiro
oso – PSA
AK 105 - A
Akuntansii Mudhara
abah
Bagi Hasil Mudharabah
Tanggal 20 Februari 2008 LKS “Amal Sejahtera” menerima bagi hasil dari
Z i di yang menjadi
Zainudin
j di h
hak
k LKS sebesar
b
R
Rp.3.500.000,3 500 000 (70% x R
Rp.
5.000.000) yang dibayar dengan tunai.
Penerimaan secara tunai
Dr. Kas / Rekening Zainudin
C Pendapatan
Cr.
P d
t Bagi
B iH
Hasilil Mdh
Rp. 3.500.000,-R 3
Rp.
3.500.000,-500 000
Pendapatan akrual (sdh dilaporkan tapi dana belum dikirim)
Dr. Piutang Mudharib (Piutang Bahas Mdh)
Rp. 3.500.000,-Cr. Pendapatan Baghas Mdh
Rp. 3.500.000,-Pembayaran bagi hasil (penerimaan dana bagi hasil)
Dr. Kas
Rp.3.500.000
Cr. Piutang Mudharib (Piutang Bagi Hasil)
Rp. 3.500.000
Jakarta, Januari 2013
IAI - PPL - Akuntansi Lembaga Keuangan Syariah
55
Wiro
oso – PSA
AK 105 - A
Akuntansii Mudhara
abah
Kerugian Mudharabah
Zainudin menyampaikan laporan pengelolaan dana mudharabah untuk
periode bulan April 2008 menunjukkan kerugian sebesar Rp
Rp. 500
500.000,
000 -dan dari investigasi yang dilakukan kerugian tersebut merupakan kerugian
bisnis normal (bukan kelalaian Zainudin)
pengakuan kerugian secara langsung
Dr. Kerugian Investasi Mdh
Rp. 500.000
Cr. Investasi Mudharabah
Rp. 500.000
pembentukan penyisihan kerugian (mis Rp. 750.000)
Dr. Beban kerugian investasi Mdh
Rp. 750.000,-Cr. Cad kerugian Investasi Mdh
Rp. 750.000
kerugian timbul sebesar Rp. 500.000,Dr. Cad kerugian Investasi Mdh
Rp. 500.000
Cr. Investasi Mudharabah
Rp. 500.000
Jakarta, Januari 2013
IAI - PPL - Akuntansi Lembaga Keuangan Syariah
56
Wiro
oso – PSA
AK 105 - A
Akuntansii Mudhara
abah
Pengukuran hasil investasi
Pendapatan bagi hasil dari pengelola
Pengurang :
Penurunan nilai modal mudharabah ((hilang)
g)
Penurunan modal mudharabah (penyusutan)
Amortisasi keuntungan Mdh Tangguhan
Penurunan modal mudharabah (lainnya)
Kerugian investasi mudharabah
Total pengurang pendapatan bagi hasil
Hasil bersih bagi hasil mudharabah
Jakarta, Januari 2013
Rp. 3.500.000,Rp.
p 300.000
Rp. 800.000
(Rp. 50.000)
Rp 200.000
Rp.
200 000
Rp. 500.000
---------------(Rp 1
(Rp.
1.750.000)
750 000)
-------------------Rp. 1.750.000
===========
IAI - PPL - Akuntansi Lembaga Keuangan Syariah
57
Wiro
oso – PSA
AK 105 - A
Akuntansii Mudhara
abah
Pengembalian modal
A Pengembalian modal kas
A.
Tanggal 15 Januari 2010 Zainudin sesuai kesepakatan
dalam akad, LKS Amal Sejahtera
j
menerima p
pengembalian
g
modal mudharabah kas sebesar Rp.30.000.000,Dr. Rekening mudharib Rp. 30.000.000,-Cr. Investasi Mudharabah
Rp. 30.000.000,--
Jakarta, Januari 2013
IAI - PPL - Akuntansi Lembaga Keuangan Syariah
58
Wiro
oso – PSA
AK 105 - A
Akuntansii Mudhara
abah
Pengembalian modal
B. Penerimaan Kembali Modal Non Kas (barang)
Dalam catatan LKS
LKS, modal non kas (barang) saat penyerahan sebesar
Rp.20.000.000,-- dan penurunan nilai (penyusutan) sampai akhir akad
(24 bulan) sebesar Rp. 19.200.000.
nilai wajar > nilai tercatat (mis Rp. 2.500.000)
Dr. Persediaan / Aset Mdh
Rp. 2.500.000
D Akum
Dr.
Ak
penurunan nilai
il i ((peny))
R 19
Rp.
19.200.000
200 000
Cr. Investasi Mudharabah
Rp. 20.000.000
Cr. Keuntungan Pengembalian Aset Mdh
Rp. 1.700.000
nilai wajar < nilai tercatat (mis Rp. 150.000)
Dr. Persediaan / Aset Mdh
Rp.
p
150.000
Dr. Akum penurunan nilai (peny)
Rp. 19.200.000
Dr. Kerugian Pengembalian Aset Mdh Rp.
50.000
Cr. Investasi Mudharabah
Rp. 20.000.000
Jakarta, Januari 2013
IAI - PPL - Akuntansi Lembaga Keuangan Syariah
59
Wiro
oso – PSA
AK 105 - A
Akuntansii Mudhara
abah
Investasi Mudharabah Jatuh
Tempo
Tanggal 15 Januari 2010 sesuai kesepakatan dalam akad, modal
mudharabah
dh b h jjatuh
h tempo untuk
k dik
dikembalikan
b lik oleh
l hZ
Zainudin.
i di S
Sampaii tanggall
tersebut Zainudin tidak mengembalikan modal kas sebesar Rp. 30.000.000
Saat pemindahan
Dr. Piutang Mudharib
Cr. Investasi Mudharabah
Rp. 30.000.000,-Rp. 30.000.000,--
Saat pembayaran
Dr. Kas / Rekening mudharib
C Piutang
Cr.
Pi
M
Mudharib
dh ib
Jakarta, Januari 2013
Rp. 30.000.000
R 30
Rp.
30.000.000
000 000
IAI - PPL - Akuntansi Lembaga Keuangan Syariah
60
Wiro
oso – PSA
AK 105 - A
Akuntansii Mudhara
abah
Bahasan
keenam
Contoh kedua
Transaksi mudharabah
(Bank Syariah sbg pengelola dana)
Jakarta, Januari 2013
IAI - PPL - Akuntansi Lembaga Keuangan Syariah
61
Wiro
oso – PSA
AK 105 - A
Akuntansii Mudhara
abah
Jurnal Deposito Mudharabah
1. Bank Syariah menerima setoran tunai atas nama
M k
Maskaryo
sebesar
b
Rp.25.000.000,-R 25 000 000 sebagai
b
i
investasi deposito mudharabah untuk jangka waktu
satu bulan
b l dengan
d
nisabah
i b h 65 untukk nasabah
b h dan
d
35 untuk bank syariah.
Dr. Kas
Cr. Dana Syirkah Temporer
Rp 25.000.000
Rp. 25.000.0000
(Dep Mudharabah-a/n Maskaryo)
Jakarta, Januari 2013
IAI - PPL - Akuntansi Lembaga Keuangan Syariah
62
Wiro
oso – PSA
AK 105 - A
Akuntansii Mudhara
abah
Jurnal Deposito
p
Mudharabah
2. Dibayar
y deposito
p
Mudharabah yang
y g telah jatuh
j
tempo atas nama Maskaryo sebesar Rp.25.000.000,Bagi hasil sebesar Rp. 170.000,- setelah dikurangi
PPH 21 sebesar
b
Rp.30.000,R 30 000
JJurnall
Dr. Dana Syirkah Temporer
Rp. 25.000.000,--
(Dep Mudharabah
Mudharabah-a/n
a/n Maskaryo)
Dr. Hak pihak ke3 atas bagi hasil
Cr. Titipan
p PPh 21
Cr. Kas/Rek nasabah
Jakarta, Januari 2013
Rp
200.000,Rp
p
30.000,-,
Rp. 25.170.000,--
IAI - PPL - Akuntansi Lembaga Keuangan Syariah
63
Wiro
oso – PSA
AK 105 - A
Akuntansii Mudhara
abah
Jurnal Tabungan
g
Mudharabah
1. Diterima setoran tunai pembukaan rekening
tabungan mudharabah atas nama Zaenab sebesar
Rp.10.000.000,Dr. Kas / Rek Zaenab
Dr
Cr. Dana Syirkah Temporer
(Tab Mudharabah - a/n Zaenab)
Rp 10.000.000,-Rp.
10 000 000 -Rp. 10.000.000,--
2. Zaenab melakukan penarikan tabungan atas
namanya melalui counter teller sebesar
Rp.1.000.000,-Dr Dana Syirkah Temporer
Dr.
(Tab Mudharabah - a/n Zaenab)
Cr. Kas
Jakarta, Januari 2013
Rp 1.000.000,-1 000 000 -Rp 1.000.000,--
IAI - PPL - Akuntansi Lembaga Keuangan Syariah
64
Wiro
oso – PSA
AK 105 - A
Akuntansii Mudhara
abah
Jurnal Tabungan
g
Mudharabah
3. dibayarkan bagi hasil tabungan mudharabah untuk
Zaenab sebesar Rp. 20.000,- dan atas pembayaran
bagi hasil tersebut dipotong pajak 15%
Dr. Hak pihak ke3 atas Bagi hasil Rp. 20.000,
20.000,-Cr. Kas / Rekening Zaenab
Rp. 17.000,-Cr Titipan kas negara
Cr.
Rp 3.000,-Rp.
3 000
Jakarta, Januari 2013
IAI - PPL - Akuntansi Lembaga Keuangan Syariah
65
Wiro
oso – PSA
AK 105 - A
Akuntansii Mudhara
abah
Bahasan
ketujuh
STUDY KASUS
Jakarta, Januari 2013
IAI - PPL - Akuntansi Lembaga Keuangan Syariah
66
Wiro
oso – PSA
AK 105 - A
Akuntansii Mudhara
abah
Study Kasus 1
 15 januari Bank Syariah Mitra Umat menyetujui
I
Investasi
i mudharabah
dh b h Sunarto,
S
seorang pengusaha
h
Textil di kota Pekalongan, sebesar Rp.500 juta dng
nisbah
i b h 70 untukk bank
b k dan
d 30 untukk Tuan
T
Zulkifli.
Z lkifli
 Jangka waktu akad selama 2 tahun
 Penyerahan modal mudharabah sbb:
 25 jan dalam bentuk uang tunai sebesar Rp.80 juta
 27 jan diserahkan 20 buah mesin tenun dengan nilai
pasar sebesar Rp.
p
p 220 juta
j
(harga
( g beli Rp.250
p
juta
j
)
 28 jan diserahkan 20 buah mesin pewarna untuk ojek
nilai pasar sebesar Rp. 200 juta (harga beli Rp. 176 juta)
Jakarta, Januari 2013
IAI - PPL - Akuntansi Lembaga Keuangan Syariah
67
Wiro
oso – PSA
AK 105 - A
Akuntansii Mudhara
abah
Study Kasus 2
 Bank Syariah Amanah Ummat sepakat dengan Koperasi
”S j h
”Sejahtera”
” untukk menjalankan
j l k akad
k d kerja
k j sama untukk
jangka waktu 2 tahun, dimana Bank Syariah Amanah Ummat
memberikan modal sebesar Rp. 2 Milyard untuk penjualan
sepeda motor koperasi kepada anggotanya sebanyak 200
unit masing-masing on the road seharga Rp. 10 juta. Kepada
anggotanya koperasi memperoleh keuntungan sebesar 24%
dan pembayaran dilakukan angsuran secara merata
y sepuluh
p
kali dalam setahun.
sebanyak
 Koperasi Sejahtera sepakat dengan Bank Syariah Amanah
Ummat untuk memberikan keuntungan sebesar 60 % dari
hasil usaha yang diperoleh dan 40% untuk Koperasi
Sejahtera. Dan pengembalikan modal akan dilakukan secara
sekaligus
g setelah akad berakhir.
Jakarta, Januari 2013
IAI - PPL - Akuntansi Lembaga Keuangan Syariah
68
Wiro
oso – PSA
AK 105 - A
Akuntansii Mudhara
abah
Study Kasus 2 (lanjutan)
 Koperasi dapat menyaluran sepeda motor seluruhnya
sebanyak
seba
ya 200
00 sepeda motor
oto kepada
epada a
anggotanya
ggota ya pada bu
bulan
a
pertama kepada para anggotanya
 Bank Syariah memproyeksikan pendapatan bagi hasil setiap
bulan dari koperasi sebesar Rp
Rp. 24.000.000,-24 000 000 -(perhitungan 60% x (24% x 2 M) = 24.000.000)
 Angsuran
g
pertama
p
sampai
p dengan
g bulan ke enamberjalan
j
lanncar (semua anggotanya membayar tepat waktu) tetapi
pada bulan tujuh, koperasi melaporkan bahwa karena
bersamaan dengan
g Idul Fitri dan Natal 30% dari anggotanya
gg
y
tidak melakukan pembayaran.
 Diminta:
1 Prinsip syariah yang dipergunakan
1.
2. Perhitungan dan jurnal sehubungan dengan transaksi
tersebut
Jakarta, Januari 2013
IAI - PPL - Akuntansi Lembaga Keuangan Syariah
69
Wiro
oso – PSA
AK 105 - A
Akuntansii Mudhara
abah
Study kasus : 3
Bank Syariah
y
membiayai
y p
perusahaan tahu tempe
p
”Gurih” untuk keperluan modal kerjanya sebesar Rp.
100 jjuta. Penyerahan modal dilakukan sekaligus
g
sedangkan pengembalian modal dilakukan secara
bertahap 5 kali masing sebesar Rp. 20 juta selama 2 th
Berdasarkan informasi yang diperoleh, penjualan
selama setahun sebesar Rp. 275 juta, sedangkan untuk
pembelian bahan baku sebesar Rp. 150 juta,
pembayaran biaya tenaga kerja dan biaya lainnya
sebesar Rp. 75 juta.
Bank Syariah mengharapkan return setara 20% /pa
Jakarta, Januari 2013
IAI - PPL - Akuntansi Lembaga Keuangan Syariah
70
Wiro
oso – PSA
AK 105 - A
Akuntansii Mudhara
abah
Study kasus : 3 lanjutan
Berdasarkan laporan yang diterima realisasi hasil
usaha p
perusahaan tahu tempe
p ”Gurih selama tiga
g
bulan adalah sebagai berikut:
Bulan1
Penjualan
12 juta
H
Harga
pokok
k k penjj 7 juta
j t
Gross profit
5 juta
Jakarta, Januari 2013
Bulan 2
8 juta
7 juta
j t
1 juta
Bulan 3
14 juta
8 juta
j t
6 juta
IAI - PPL - Akuntansi Lembaga Keuangan Syariah
dst
71
Akuntansi Lembaga
K
Keuangan
S i h
Syariah
AKUNTANSI MUSYARKAH
(psak 106)
Wiros
so – PSAK
K 106 - Ak
kuntansi M
Musyarak
kah
Apalagi yang akan
dibahas?
Pengantar
Musyarakah
Jakarta, Januari 2013
IAI - PPL - Akuntansi Lembaga Keuangan Syariah
2
Wiros
so – PSAK
K 106 - Ak
kuntansi M
Musyarak
kah
Musyarakah
 akad kerjasama
j
antara dua p
pihak atau lebih
untuk suatu usaha tertentu, dimana masingmasing
gp
pihak memberikan kontribusi dana
dengan ketentuan bahwa keuntungan dibagi
berdasarkan kesepakatan
p
sedangkan
g
risiko
berdasarkan porsi kontribusi dana.
(psak 106, prgf 4)
Jakarta, Januari 2013
IAI - PPL - Akuntansi Lembaga Keuangan Syariah
3
Wiros
so – PSAK
K 106 - Ak
kuntansi M
Musyarak
kah
Jenis Musyarakah
 Musyarakah permanen
o bagian dana setiap mitra ditentukan sesuai akad dan
jumlahnya tetap hingga akhir masa akad.
 Musyarakah menurun (musyarakah mutanaqisha)
o bagian dana mitra akan dialihkan secara bertahap kepada
mitra lainnya sehingga bagian dananya akan menurun
dan pada akhir masa akad mitra lain tersebut akan
menjadi pemilik penuh usaha tersebut
tersebut.
Jakarta, Januari 2013
IAI - PPL - Akuntansi Lembaga Keuangan Syariah
4
Wiros
so – PSAK
K 106 - Ak
kuntansi M
Musyarak
kah
Definisi
(psak 106, prgf 4)
 Mitra aktif => mitra yang mengelola usaha
musyarakah, baik mengelola sendiri atau menunjuk
pihak lain atas nama mitra tersebut.
 Mitra pasif => mitra yang tidak ikut mengelola
usaha musyarakah.
y
Jakarta, Januari 2013
IAI - PPL - Akuntansi Lembaga Keuangan Syariah
5
Wiros
so – PSAK
K 106 - Ak
kuntansi M
Musyarak
kah
Karakteristik (psak 106, prgf 5-12)
 Para mitra (syarik) bersama-sama menyediakan
dana untuk mendanai suatu usaha tertentu dalam
musyarakah,
k h baik
b ik usaha
h yang sudah
d hb
berjalan
j l
maupun yang baru.
 Selanjutnya
S l j t
mitra
it d
dapatt mengembalikan
b lik d
dana
tersebut dan bagi hasil yang telah disepakati
nisbahnya secara bertahap atau sekaligus kepada
mitra lain.
 Investasi musyarakah dapat :
o bentuk kas, setara kas, atau
o asett nonkas.
k
Jakarta, Januari 2013
IAI - PPL - Akuntansi Lembaga Keuangan Syariah
6
Karakteristik (psak 106, prgf 5-12)
Wiros
so – PSAK
K 106 - Ak
kuntansi M
Musyarak
kah

Keuntungan usaha dibagi =>
o
o


secara proporsional sesuai dengan
dana yang disetorkan atau
sesuai nisbah y
yang
g disepakati
p
oleh
para mitra.
Rugi dibebankan secara proporsional
sesuai dengan dana yang disetorkan.
disetorkan
Jika salah satu mitra memberikan
o bus a
atau
au nilai
a lebih
eb da
dari mitra
a
kontribusi
lainnya =>dapat memperoleh
keuntungan lebih besar untuk dirinya
(dapat berupa pemberian porsi keuntungan yang
lebih besar dari porsi dananya atau bentuk
tambahan keuntungan lainnnya).
Jakarta, Januari 2013
IAI - PPL - Akuntansi Lembaga Keuangan Syariah
7
Wiros
so – PSAK
K 106 - Ak
kuntansi M
Musyarak
kah
Karakteristik (psak 106, prgf 5-12)


Porsi jumlah bagi hasil untuk para mitra ditentukan
b d
berdasarkan
k nisbah
i b h yang di
disepakati
k ti d
darii h
hasilil usaha
h yang
diperoleh selama periode akad, bukan dari jumlah investasi
yang disalurkan.
disalurkan
Pengelola musyarakah mengadministrasikan transaksi
usaha
usa
a ya
yang
g te
terkait
a t de
dengan
ga investasi
estas musyarakah
usya a a ya
yang
g
dikelola dalam pembukuan tersendiri.
Jakarta, Januari 2013
IAI - PPL - Akuntansi Lembaga Keuangan Syariah
8
Wiros
so – PSAK
K 106 - Ak
kuntansi M
Musyarak
kah
Ruang Lingkup (psak 106, prgf 2-3)
 Untuk entitas yang melakukan transaksi
musyarakah.
musyarakah
 Tidak mencakup pengaturan perlakuan akuntansi
atas obligasi syariah (sukuk) yang menggunakan
akad musyarakah.
Jakarta, Januari 2013
IAI - PPL - Akuntansi Lembaga Keuangan Syariah
9
Wiros
so – PSAK
K 106 - Ak
kuntansi M
Musyarak
kah
PENGAKUAN DAN PENGUKURAN
mitra aktif atau pihak yang
mengelola usaha
musyarakah harus
membuat
b t catatan
t t
akuntansi yang terpisah
untuk usaha musyarakah
p g 13))
tersebut. (p(psak 106,, prgf
Jakarta, Januari 2013
IAI - PPL - Akuntansi Lembaga Keuangan Syariah
10
AKUNTANSI MITRA AKTIF
(terpisah)
DANA SYIRKAH TEMPORER
INVESTASI MUSYARAKAH
Kas dan atau non kas
(barang)
A
AKUNTA
ANSI
MITRA A
M
AKTIF
INVESTASI MUSYARAKAH
Kas dan atau non kas
(barang)
AKUNTAN
NSI
MIITRA PA
ASIF
Wiros
so – PSAK
K 106 - Ak
kuntansi M
Musyarak
kah
Akuntansi Musyarakah bagi Bank Syariah
Jakarta, Januari 2013
IAI - PPL - Akuntansi Lembaga Keuangan Syariah
11
Wiros
so – PSAK
K 106 - Ak
kuntansi M
Musyarak
kah
Apalagi yang akan
dibahas?
Bank Syariah
sebagai mitra
Pasif
Jakarta, Januari 2013
IAI - PPL - Akuntansi Lembaga Keuangan Syariah
12

“I
Inve
esta
asi
musyarakah”
”
Wiros
so – PSAK
K 106 - Ak
kuntansi M
Musyarak
kah
Pada Saat Akad

diakui pada saat pembayaran kas atau
penyerahan aset nonkas kepada mitra
aktif.
Pengukuran :
o kas => dinilai sebesar jumlah yang
dibayarkan; dan
o aset nonkas => dinilai sebesar nilai
wajar
 li ih dg
selisih
d nilai
il i ttercatatnya
t t
=> diakui
di k i :
i.
ii.
Jakarta, Januari 2013
(psak 106, prgf 27-30)
“keuntungan tangguhan” dan
diamortisasi selama masa akad; atau
kerugian pada saat terjadinya.
IAI - PPL - Akuntansi Lembaga Keuangan Syariah
13
Modal Musyarakah
1.
2.
PENYER
RAHAN MODAL
Wiros
so – PSAK
K 106 - Ak
kuntansi M
Musyarak
kah
(Bank Syariah memberikan modal untuk pengusaha pengangkutan)
Nilai tercatat > nilai wajar
j => Kerugian
g
Nilai tercatat < nilai wajar => Keuntungan tangguhan
(diamortisasi selama jangka waktu akad)
Modal non kas
Brg dagangan
250.000.000
Nilai tercatat / buku
300.000.000
((nilai wajar
j saat penyerahan)
p y
)
Modal kas
Uang tunai
Jumlah modal
100.000.000
------------------400.000.000
Bank Konvensional dalam
bentuk uang tunai
Jakarta, Januari 2013
IAI - PPL - Akuntansi Lembaga Keuangan Syariah
14
Wiros
so – PSAK
K 106 - Ak
kuntansi M
Musyarak
kah
Pada Saat Akad


(psak 106, prgf 27-30)
“Investasi musyarakah nonkas” dengan nilai wajar => akan
b k
berkurang
nilainya
il i
sebesar
b
b
beban
b penyusutan
t atas
t asett
yang diserahkan dikurangi dengan amortisasi keuntungan
tangguhan.
tangguhan
Biaya akad musyarakah => tidak dapat diakui sebagai
bagian
bag
a investasi
estas musyarakah
usya a a kecuali
ecua ada persetujuan
pe setujua da
dari
seluruh mitra.
Jakarta, Januari 2013
IAI - PPL - Akuntansi Lembaga Keuangan Syariah
15
Peng
P
gem
mbalian
dan
na
Wiros
so – PSAK
K 106 - Ak
kuntansi M
Musyarak
kah
Selama Akad (psak 106, prgf 31-32)
Jakarta, Januari 2013
 Musyarakah permanen => dinilai sebesar:
o jumlah kas dikurangi dengan kerugian
(apabila ada); atau
o nilai wajar aset nonkas dikurangi
penyusutan dan kerugian (apabila
ada).
 Musyarakah menurun => dinilai sebesar
o jumlah kas dikurangi jumlah
pengembalian dari mitra aktif dan
kerugian (apabila ada)
ada).
IAI - PPL - Akuntansi Lembaga Keuangan Syariah
16
Wiros
so – PSAK
K 106 - Ak
kuntansi M
Musyarak
kah
Akhir Akad (psak 106, prgf 33)
 Investasi musyarakah yang belum dikembalikan
oleh mitra aktif diakui sebagai piutang.
Jakarta, Januari 2013
IAI - PPL - Akuntansi Lembaga Keuangan Syariah
17
Wiros
so – PSAK
K 106 - Ak
kuntansi M
Musyarak
kah
Pengakuan Hasil Usaha
(psak 106, prgf 34)
 Pendapatan usaha investasi => diakui sebagai
pendapatan sebesar bagian mitra pasif sesuai
kesepakatan.
 Kerugian investasi => diakui sesuai dengan porsi
dana.
Jakarta, Januari 2013
IAI - PPL - Akuntansi Lembaga Keuangan Syariah
18
Wiros
so – PSAK
K 106 - Ak
kuntansi M
Musyarak
kah
Bagi hasil Musyarakah
 Pembagian Hasil Usaha Musyarakah dibagi sesuai
nisbah yang disepakati pada awal akad antara
pemilik modal (mitra)
1. Nasabah tidak pernah
diberi jadwal
pembayaran bagi hasil
2. Tidak ada tunggakan
bagi hasil
Jakarta, Januari 2013
Bagi Hasil
diperoleh setelah
usaha berjalan
IAI - PPL - Akuntansi Lembaga Keuangan Syariah
19
Estimasi Gross Profit Nasabah
Laba kotor (revenue)
Rp. 120.000.000
Rp. 72.000.000
-------------------Rp 48
Rp.
48.000.000
000 000
Perhitungan Proyeksi Return Bank
Modal musyarakah
Expect Return (24%)
Rp. 50.000.000
Rp.12.000.000
Multi Nisbah
Bank Sy
Nasabah
25
75
15
85
10
90
Nisbah Musyarakah
Bank syariah
y
: 25
Nasabah
: 75
Proyeksi
y
Pendapatan
p
((PP))
Realisasi Pendapatan (RP)
Realisas
si Reven
nue
Wiros
so – PSAK
K 106 - Ak
kuntansi M
Musyarak
kah
Penjualan
Harga pokok Penjualan
Penjualan
Harga Pokok Penj
12 juta
8 juta
-----------4 juta
Laba Kotor
Pembagian Hasil Usaha:
Bank Syariah (25%)
1 juta
Nasabah (75%)
3 juta
Jakarta, Januari 2013
7,4 juta
7,0 juta
---------0,4 juta
20 juta
14 juta
----------6 juta
0,1 jt
0,3 jt
1,5 juta
4,5 juta
IAI - PPL - Akuntansi Lembaga Keuangan Syariah
20
Wiros
so – PSAK
K 106 - Ak
kuntansi M
Musyarak
kah
Fungsi Proyeksi Pendapatan
PROYEKSI DAN REALISASI BULANAN
Bln-1
Bln-2
Bln-3
y
Proyeksi
1.000.000
1.000.000
1.000.000
Realisasi
1.000.000
500.000
1.500.000
PERHITUNGAN KOLEKTIBILITAS
Akumulasi
Bln-1
Bln
1
Bln-2
Bln
2
Bln-3
Bln
3
Proyeksi
1.000.000
2.000.000
3.000.000
Realisasi
1.000.000
1.500.000
3.000.000
RP/PP
100%
75%
100%
Kolektibilitas
L
KL
L
Jakarta, Januari 2013
IAI - PPL - Akuntansi Lembaga Keuangan Syariah
21
Wiros
so – PSAK
K 106 - Ak
kuntansi M
Musyarak
kah
Apalagi yang akan
dibahas?
Musyarakah
Mutanaqisah
Jakarta, Januari 2013
IAI - PPL - Akuntansi Lembaga Keuangan Syariah
22
MUSYARAKAH MUTANAQISAH
Wiros
so – PSAK
K 106 - Ak
kuntansi M
Musyarak
kah
FATWA : 73/DSN-MUI/XI/2008
Pertama : Ketentuan Umum
D l
Dalam
fatwa
f t
ini
i i yang di
dimaksud
k dd
dengan :
a. Musyarakah Mutanaqisah adalah Musyarakah atau Syirkahyang
kepemilikan asset (barang) atau modal salah satu pihak (syarik)
b k
berkurang
di
disebabkan
b bk pembelian
b li secara b
bertahap
t h oleh
l h pihak
ih k llainnya;
i
b. Syarik adalah mitra, yakni pihak yang melakukan akad syirkah
(musyarakah).
c. Hishshah adalah porsi atau bagian syarik dalam kekayaan musyarakah
yang bersifat musya’.
d. Musya
Musya’ ( ‫ )ع‬adalah porsi atau bagian syarik dalam kekayaan musyarakah
(milik bersama) secara nilai dan tidak dapat ditentukan batas-batasnya
secara fisik.
Kedua : Ketentuan Hukum
Hukum Musyarakah Mutanaqisah adalah boleh.
Jakarta, Januari 2013
IAI - PPL - Akuntansi Lembaga Keuangan Syariah
23
MUSYARAKAH MUTANAQISAH
Keten
K
ntuan
n Aka
ad
Wiros
so – PSAK
K 106 - Ak
kuntansi M
Musyarak
kah
FATWA : 73/DSN-MUI/XI/2008
1. Akad Musyarakah Mutanaqisah terdiri dari akad
Musyarakah / Syirkah dan Bai’
Bai (jual
(jual-beli)
beli).
2. Dalam Musyarakah Mutanaqisah berlaku hukum
sebagaimana yang diatur dalam Fatwa DSN No. 08/DSNMUI/IV/2000 tentang Pembiayaan Musyarakah
Musyarakah, yang para
mitranya memiliki hak dan kewajiban, di antaranya:
a. Memberikan modal dan kerja berdasarkan kesepakatan pada saat
akad.
akad
b. Memperoleh keuntungan berdasarkan nisbah yang disepakati
pada saat akad.
c Menanggung kerugian sesuai proporsi modal
c.
modal.
Jakarta, Januari 2013
IAI - PPL - Akuntansi Lembaga Keuangan Syariah
24
FATWA : 73/DSN-MUI/XI/2008
Keten
K
ntuan
n Aka
ad
Wiros
so – PSAK
K 106 - Ak
kuntansi M
Musyarak
kah
MUSYARAKAH MUTANAQISAH
3. Dalam akad Musyarakah Mutanaqisah, pihak pertama
(syarik) wajib berjanji untuk menjual seluruh hishshahnya secara bertahap
b t h d
dan pihak
ih k kkedua
d ((syarik)
ik) wajib
jib
membelinya.
4 Jual beli sebagaimana dimaksud dalam angka 3
4.
dilaksanakan sesuai kesepakatan.
5 Setelah selesai pelunasan penjualan
5.
penjualan, seluruh hishshah
LKS beralih kepada syarik lainnya (nasabah).
Jakarta, Januari 2013
IAI - PPL - Akuntansi Lembaga Keuangan Syariah
25
MUSYARAKAH MUTANAQISAH
Keten
K
ntuan Khus
sus
Wiros
so – PSAK
K 106 - Ak
kuntansi M
Musyarak
kah
FATWA : 73/DSN-MUI/XI/2008
3/ S
/ /2008
1. Aset Musyarakah
y
Mutanaqisah
q
dapat
p di-ijarah-kan
j
kepada syarik atau pihak lain.
2. Apabila aset Musyarakah menjadi obyek Ijarah,
maka syarik (nasabah) dapat menyewa aset
tersebut dengan nilai ujrah yang disepakati.
3. Keuntungan yang diperoleh dari ujrah tersebut
dibagi sesuai dengan nisbah yang telah disepakati
dalam akad, sedangkan kerugian harus berdasarkan
proporsi kepemilikan.
kepemilikan Nisbah keuntungan dapat
mengikuti perubahan proporsi kepemilikan sesuai
kesepakatan para syarik.
Jakarta, Januari 2013
IAI - PPL - Akuntansi Lembaga Keuangan Syariah
26
FATWA : 73/DSN-MUI/XI/2008
Keten
K
ntuan Khus
sus
Wiros
so – PSAK
K 106 - Ak
kuntansi M
Musyarak
kah
MUSYARAKAH MUTANAQISAH
4. Kadar/Ukuran bagian/porsi kepemilikan asset
Musyarakah syarik (LKS) yang berkurang akibat
pembayaran oleh syarik (nasabah), harus jelas
dan disepakati dalam akad;
5. Biaya perolehan aset Musyarakah menjadi beban
bersama sedangkan biaya peralihan kepemilikan
menjadi beban pembeli;
Jakarta, Januari 2013
IAI - PPL - Akuntansi Lembaga Keuangan Syariah
27
Musyarakah Mutanaqisah – property bisnis
1a Pen
1a.
Penyertaan
ertaan modal
50% = Rp. 60 juta
1b Pen
1b.
Penyertaan
ertaan modal
50% = Rp. 60 juta
Rp. 120 juta
BANK SYARIAH
( mitra - 1 )
Amirullah
( mitra - 2 )
Akad M
Musyarak
kah
2b. Nisbah Nasabah : 40%
4 Pembayaran porsi modal bank dari Amirullah sebesar Rp
4.
Rp. 160
160.000
000 (pendapatan nasabah)
Perhitungan pembagian hasil usaha:
Harga sewa
Rp. 2.400.000
HPP Sewa
Rp. 2.000.000
------------------Pendapatan neto ijarah Rp.
Rp 400.000
400 000
Pembagian hasil usaha
Bank syariah : 60% x 400.000 = 240.000
Nasabah
: 40% x 400.000 = 160.000
Jakarta, Januari 2013
Ak
kad Ijarah
h
Wiros
so – PSAK
K 106 - Ak
kuntansi M
Musyarak
kah
2a. Nisbah Bank Syariah : 60%
3 Pih
3.
Pihak
k llain
i menyewa => Rp.
R 2,4
2 4 per b
bulan
l
Harga perolehan
Masa Sewa IMBT
Penyusutan per thn
Return
Harga Sewa
Rp. 120.000.000
5 tahun
Rp. 24.000.000 per thn
Rp. 2.000.000 per bln
20%
24 jt + 4,8 jt = 28.8 jt/th
2 4 jt per b
2,4
bulan
l
IAI - PPL - Akuntansi Lembaga Keuangan Syariah
28
KPR – Musyarakah Mutanaqisah
1a Pen
1a.
Penyertaan
ertaan modal
50% = Rp. 60 juta
1b Pen
1b.
Penyertaan
ertaan modal
50% = Rp. 60 juta
Rp. 120 juta
BANK SYARIAH
( mitra - 1 )
NASABAH
( mitra - 2 )
Akad M
Musyarak
kah
2b. Nisbah Nasabah : 40%
4 Pembayaran porsi modal bank dari nasabah sebesar Rp
4.
Rp. 960
960.000
000 (pendapatan nasabah)
Perhitungan pembagian hasil usaha:
Harga sewa
Rp. 2.400.000
HPP Sewa
Rp.
00
------------------Pendapatan neto ijarah Rp.
Rp 2.400.000
2 400 000
Pembagian hasil usaha
Bank syariah : 60% x 2.400.000 = 1.440.000
Nasabah
: 40% x 2.400.000 = 960.000
Jakarta, Januari 2013
Ak
kad Ijarah
h
Wiros
so – PSAK
K 106 - Ak
kuntansi M
Musyarak
kah
2a. Nisbah Bank Syariah : 60%
3 N
3.
Nasabah
b h menyewa => R
Rp. 2
2,4
4 per b
bulan
l
Penyusutan sebagai harga pokok ijarah tidak
diperhitungkan krn bank syariah sebagai mitra
tidak meminta kembali aset tersebut.
IAI - PPL - Akuntansi Lembaga Keuangan Syariah
29
Wiros
so – PSAK
K 106 - Ak
kuntansi M
Musyarak
kah
Apalagi yang akan
dibahas?
Pengungkapan
dan penyajian
Jakarta, Januari 2013
IAI - PPL - Akuntansi Lembaga Keuangan Syariah
30
Wiros
so – PSAK
K 106 - Ak
kuntansi M
Musyarak
kah
PENYAJIAN (psak 106, prgf 35-36)
 Mitra aktif menyajikan hal-hal yang terkait dengan usaha musyarakah
dalam laporan
p
keuangan
g sebagai
g berikut:
a. Aset musyarakah kas atau aset nonkas yang diterima dari mitra pasif;
b. Dana musyarakah disajikan sebagai unsur dana syirkah temporer
untuk aset musyarakah yang diterima dari mitra pasif; dan
c. Selisih penilaian aset musyarakah, bila ada, disajikan sebagai unsur
ekuitas.
 Mitra pasif menyajikan hal-hal yang terkait dengan usaha musyarakah
dalam laporan keuangan sebagai berikut:
a Investasi musyarakah untuk kas atau aset nonkas yang diserahkan
a.
kepada mitra aktif;
b. Keuntungan tangguhan dari selisih penilaian aset nonkas yang
diserahkan pada nilai wajar disajikan sebagai pos lawan (contra
account) dari investasi musyarakah.
Jakarta, Januari 2013
IAI - PPL - Akuntansi Lembaga Keuangan Syariah
31
Wiros
so – PSAK
K 106 - Ak
kuntansi M
Musyarak
kah
PENGUNGKAPAN
(psak 106, prgf 37)
 Mitra mengungkapkan hal-hal yang terkait transaksi
musyarakah,
k h ttetapi
t i tid
tidak
k tterbatas,
b t
pada:
d
a. isi kesepakatan utama usaha musyarakah, seperti porsi dana,
pembagian hasil usaha, aktivitas usaha musyarakah, dan lain-lain;
lain lain;
b. pengelola usaha, jika tidak ada mitra aktif; dan
c. pengungkapan yang diperlukan sesuai PSAK 101: Penyajian
L
Laporan
K
Keuangan S
Syariah.
i h
Jakarta, Januari 2013
IAI - PPL - Akuntansi Lembaga Keuangan Syariah
32
Wiros
so – PSAK
K 106 - Ak
kuntansi M
Musyarak
kah
Bahasan keempat
CONTOH TRANSAKSI
MUSYARAKAH
o Bank Syariah sebagai mitra pasif
Jakarta, Januari 2013
IAI - PPL - Akuntansi Lembaga Keuangan Syariah
33
Wiros
so – PSAK
K 106 - Ak
kuntansi M
Musyarak
kah
Contoh transaksi Musyarakah
 Pada tanggal 01 Agustus 2008 LKS Anugrah Gusti sepakat
untuk melakukan usaha bersama dengan Amirullah dalam
bidang pabrik textil.
 Dalam usaha bersama tersebut telah disepakati hal-hal
hal hal
sebagai berikut:
1. Modal Usaha (syirkah) keseluruhan sebesar Rp. 150.000.000,dimana LKS Anugrah Gusti mendapatkan porsi modal sebesar
Rp.90.000.000,- dan prosi modal untuk Amirullah sebesar
Rp.60.000.000,-g waktu kontrak akad musyarakah
y
selama 2 tahun dan
2. Jangka
disepakati LKS Anugrah Gusti hanya menyetor modal dan sebagai
pengelola usaha adalah Amirullah
3. Pembagian hasil usaha (nisbah ), untuk LKS Anugrah Gusti sebesar
70% dan untuk Amirullah sebesar 30% dari pendapatan yang
diperoleh (revenue sharing)
Jakarta, Januari 2013
IAI - PPL - Akuntansi Lembaga Keuangan Syariah
34
Wiros
so – PSAK
K 106 - Ak
kuntansi M
Musyarak
kah
Contoh transaksi Musyarakah
4. Modal usaha yang menjadi porsi LKS Anugrah Gusti sebagai mitra pasif
sebesar Rp.90.000.000,-- dibayar dengan tahapan sbb:
a. Tgl 15 Agustus 2008 dibayarkan dalam bentuk kas Rp.36.000.000,-b. Tgl 20 Agustus 2008 diserahkan modal non kas, berupa sebuah mesin
pemintal “Yamato” sebesar Rp.30.000.000,-- (nilai wajar saat
penyerahan)
h )d
dengan nilai
il i tercatat
t
t t sebesar
b
Rp.32.500.000,-R 32 500 000 dan
d
c Tgl 25 Agustus 2008 diserahkan modal non kas berupa sebuah mesin
tenun “Yanmar” sebesar Rp.24.000.000,-- (nilai wajar saat penyerahan)
dengan nilai tercatat sebesar Rp
Rp.18.000.000,-18 000 000
5. Modal musyarakah yang menjadi porsi Amirullah sebagai mitra aktif
sebesar Rp. 60.000.000,-- dilakukan dengan tahapan sbb:
a Tgl 2 Agust 2008 diserahkan dlm bentuk kas/uang tunai Rp
a.
Rp.15.000.000
15 000 000
b. Tgl 5 Agustus 2008 diserahkan “mesin rajut” merk Daitzu seharga
Rp.30.000.000,- (harga wajar penyarahan) dng nilai tercatat
Rp.27.600.000,
Rp.27.600.000,-c. Tgl 10 Agustus 2008 diserahkan “mesin pewarna” merk Fujitzu seharga
Rp.15.000.000,-- (harga wajar penyerahan) dng nilai tercatat Rp.
16.200.000,Jakarta, Januari 2013
IAI - PPL - Akuntansi Lembaga Keuangan Syariah
35
Wiros
so – PSAK
K 106 - Ak
kuntansi M
Musyarak
kah
Biaya pr
pr-akad
akad
Tanggal 05 Agustus 2008 dibayar beban pra akad, seperti
pembuatan
b t studi
t di kkelayakan
l
k proyek,
k penelitian
liti kkelayakan
l
k
proyek sebesar Rp. 1.000.000,-pembayaran beban pra akad
Db. Uang muka pra-akad msy Rp. 1.000.000,-Kr Kas
Kr.
Rp 1
Rp.
1.000.000,
000 000 -Jika tidak disepakati sebagai investasi musyarakah
Db Biaya
Db.
Bi
akad
k d
R 1
Rp.
1.000.000,000 000
Kr. UM pra-akad musyarakah
Rp.1.000.000
Jika disepakati sebagai investasi musyarakah
Db. Investasi Musyarakah
Rp. 1.000.000,-Kr. UM pra-akad musyarakah
Rp. 1.000.000
Jakarta, Januari 2013
IAI - PPL - Akuntansi Lembaga Keuangan Syariah
36
Wiros
so – PSAK
K 106 - Ak
kuntansi M
Musyarak
kah
Persetujuan Investasi Musyarakah
Tanggal 01 Agustus 2008 pada saat pembiayaan
musyarakah disetujui dan disepakati oleh Amirullah, LKS
Anugrah
g
Gusti mempunyai
p y kewajiban
j
yyang
g berupa
p komitmen
atas Investasi Musyarakah sebesar Rp. 90.000.000,-Dr. Kontra komitmen Investasi Msy
Dr
Rp 90 000 000 Rp.90.000.000,
Cr. Kewajiban Komitmen Investasi Msy
Rp. 90.000.000
Jakarta, Januari 2013
IAI - PPL - Akuntansi Lembaga Keuangan Syariah
37
Wiros
so – PSAK
K 106 - Ak
kuntansi M
Musyarak
kah
Penyerahan modal kas
Tanggall 15 Agustus
T
A
t 2008 LKS Anugrah
A
hG
Gustiti sebagai
b
i mitra
it
pasif menyerahkan modal dalam bentuk uang tunai kepada
Amirullah sebagai pengelola usaha sebesar Rp
Rp. 36
36.000.000,-000 000 -Db. Investasi Musyarakah
y
Cr. Kas/Rekening syirkah
Rp.
p 36.000.000,-Rp. 36.000.000,-
Dr. Kewajiban Komitmen Investasi Musy.
Cr. Kontra komitmen Investasi Msy
Jakarta, Januari 2013
Rp. 36.000.000,Rp.36.000.000
IAI - PPL - Akuntansi Lembaga Keuangan Syariah
38
Wiros
so – PSAK
K 106 - Ak
kuntansi M
Musyarak
kah
• Tgl 20 Agustus 2008 LKS Anugrah Gusti
menyerahkan
hk modal
d l non kkas / asett b
berupa mesin
i
pemintal “Yamato” dengan nilai sebesar
Rp 30 000 000 (nilai wajar saat penyerahan)
Rp.30.000.000,--
Atas penyerahan modal non kas / aset
Db. Investasi Musyarakah
Rp. 30.000.000,-Kr. Persediaan / Aset Msy
Rp. 30.000.000,-
Jakarta, Januari 2013
IAI - PPL - Akuntansi Lembaga Keuangan Syariah
39
Wiros
so – PSAK
K 106 - Ak
kuntansi M
Musyarak
kah
Nilai wajar
j < nilai tercatat (tercatat
(
Rp.
p 32.500.00))
Db. Investasi Musyarakah
Rp. 30.000.000,-Db. Kerugian penyerahan Aset Musy Rp. 2.500.000,Kr Persediaan / Aset Msy
Kr.
Rp 32.500.000,
Rp.
32 500 000 Dr. Kewajiban Komitmen Invst Musy
Rp. 30.000.000,Cr. Kontra komitmen investasi Msy
Rp.30.000.000,Nilai wajar > nilai tercatat (tercatat Rp. 24.000.000)
Db. Investasi Musyarakah
Rp. 24.000.000
K Persediaan
Kr.
P
di
/A
Asett Msy
M
R 18
Rp.
18.000.000
000 000
Kr. Keuntungan Msy Tangguhan
Rp. 6.000.000
Dr. Kewajiban Komitmen Invst Msy
Rp. 24.000.000
Cr. Kontra Komitmen Invsti Msy
Rp. 24.000.000
Amortisasi keuntungan
g musyarakah
y
tangguhan
gg
Dr. Keuntungan Msy Tangguhan
Rp. 250.000
Cr. Keuntungan Penyerahan Aset Msy
Rp. 250.000
Perhitungan:: Rp. 6.000.000 : 24 = Rp. 250.000,
250.000,-Jakarta, Januari 2013
IAI - PPL - Akuntansi Lembaga Keuangan Syariah
40
Wiros
so – PSAK
K 106 - Ak
kuntansi M
Musyarak
kah
Penyusutan Modal non kas
(a). modal dalam bentuk non kas berupa :
Mesin pemintal “Yamato“
Mesin tenun “Yanmar”
Rp. 30.000.000
Rp. 24.000.000
------------------Jumlah modal musyarakah non kas Rp. 54.000.000
(b)..Jangka waktu akad musyarakah selama 24 bulan, => penyusutan:
Mesin pemintal “Yamato” : ( 30.000.000 – 0 ) / 24
= Rp. 1.250.000
M i tenun “Yanmar”
Mesin
“Y
”
: ( 24
24.000.000
000 000 – 0 ) / 24
= Rp.
R 1
1.000.000
000 000
----------------------Jumlah penurunan nilai (penyusutan)
Rp. 2.250.000,-
(a). Penyusutan mesin pemintal “Yamato”
Dr. Biaya penurunan nilai (peny) modal non kas
Cr. Akum penurunan nilai (peny) modal non kas
RP. 1.250.000
Rp. 1.250.000
(b). Penyusutan mesin tenun “yanmar”
Dr. Biaya penurunan nilai (peny) modal non kas
Cr. Akum penurunan nilai (peny)modal non kas
RP. 1.000.000
Rp. 1.000.000
Jakarta, Januari 2013
IAI - PPL - Akuntansi Lembaga Keuangan Syariah
41
Wiros
so – PSAK
K 106 - Ak
kuntansi M
Musyarak
kah
Penyajian dalam Neraca
AKTIVA
Investasi Musyarakah
Investasi Musyarakah (kas)
36.000.000
Investasi Musyarakah (non kas)
Akumulasi penurunan nilai
54.000.000
( 2.250.000)
Keuntungan Msy Tangguhan
( 5.750.000)
Jakarta, Januari 2013
IAI - PPL - Akuntansi Lembaga Keuangan Syariah
42
Pengukuran Investasi Musyarakah
Wiros
so – PSAK
K 106 - Ak
kuntansi M
Musyarak
kah
Modal musyarakah non kas awal akad :
Mesin pemintal “Yamato”
Mesin tenun “Yanmar”
Yanmar
Jumlah modal musyarakah non kas
Rp. 30.000.000,-Rp 24.000.000,
Rp.
24 000 000 ----------------------Rp. 54.000.000,--
Penurunan nilai (penyusutan modal non kas):
Mesin pemintal “Yamato”
Mesin tenun “Yanmar”
Rp. 1.250.000,-Rp. 1.000.000,--------------------Jumlah beban penyusutan
Rp. 2.250.000,-Amortisasi keuntungan tangguhan
(Rp 250.000,-)
-----------------Jumlah pengurang nilai investasi
Rp. 2.000.000,-----------------------Rp. 52.000.000,-Kerugian investasi musyarakah (jika ada)
(Rp ----(Rp.
)
-----------------------Nilai bersih investasi musyarakah non kas (akhir)
Rp. 52.000.000,-==============
Jakarta, Januari 2013
IAI - PPL - Akuntansi Lembaga Keuangan Syariah
43
Wiros
so – PSAK
K 106 - Ak
kuntansi M
Musyarak
kah
Hasil bersih investasi musyarakah
Pendapatan bagi hasil musyarakah (misalnya)
Rp. 5.000.000,-Penurunan nilai aset musyarakah
Rp 2.250.000,-Rp.
2 250 000 -Amortisasi keuntungan tangguhan
(Rp. 250.000,-)
---------------------(Rp. 2.000.000,--)
Kerugian Investasi musyarakah (misalnya)
(Rp.
0,--)
----------------------Hasil bersih investasi musyarakah
Rp. 3.000.000,-=============
Pendapatan investasi musyarakah
yang didistribusikan kepada pemodal
(unsur pendapatan dalam profit
distribusi))
Jakarta, Januari 2013
IAI - PPL - Akuntansi Lembaga Keuangan Syariah
44
Wiros
so – PSAK
K 106 - Ak
kuntansi M
Musyarak
kah
Pengalihan modal kas
Tanggal 25 Agustus 2010 diterima oleh LKS Anugrah Gusti
pengembalian modal musyarakah sebesar Rp.36.000.000,-d iA
dari
Amirullah
i ll h sebagai
b
i mitra
it aktif
ktif pengelola
l l
Db Kas/Rekening syirkah
Kr Investasi Musyarakah
Jakarta, Januari 2013
Rp. 36.000.000
Rp. 36.000.000
IAI - PPL - Akuntansi Lembaga Keuangan Syariah
45
Pengembalian modal non kas
Wiros
so – PSAK
K 106 - Ak
kuntansi M
Musyarak
kah
(nilai wajar lebih kecil dari nilai tercatat)
Menjelang berakhirnya akad musyarakah, LKS Anugrah Gusti sebagai mitra pasif
menerima kembali dari Amirullah sebagai mitra aktif pengelola
pengelola, modal musyarakah
non kas berupa mesin pemintal “Yamato” nilai wajar saat penyerahan Rp.500.000,- dengan nilai buku / tercatat sebagai berikut:
Nilai perolehan mesin pemintal “Yamato”
Yamato
Rp. 30.000.000,-30.000.000,
Akumulasi penyusutan (sd bulan ke 23)
Rp. 28.750.000,-----------------------y
Rp.
p 1.250.000,-,
Nilai buku ((tercatat)) modal non kas / aset musyarakah
Dr. Persediaan / Aset Msy
Dr. Akumulasi penyusutan
Dr. Kerugian Pgbalian Aset Msy
Cr. Investasi Msy (non kas)
Jakarta, Januari 2013
Rp.
500.000
Rp. 28.750.000
Rp.
750.000
Rp. 30.000.000
IAI - PPL - Akuntansi Lembaga Keuangan Syariah
46
Pengembalian modal non kas
Wiros
so – PSAK
K 106 - Ak
kuntansi M
Musyarak
kah
(nilai wajar lebih besar dari nilai tercatat)
Menjelang berakhirnya akad musyarakah, LKS Anugrah Gusti sebagai mitra pasif
menerima
i
kkembali
b li d
darii A
Amirullah
i ll h sebagai
b
i mitra
it aktif
ktif pengelola,
l l modal
d l musyarakah
k h
non kas berupa mesin tenun “Yanmar” dengan nilai wajar saat penerimaan
sebesar Rp. 2.500.000. Sedangkan nilai tercatat mesin tenun “Yanmar” sebagai
berikut:
Nilai perolehan mesin tenun “Yanmar”
Rp. 24.000.000,-Akumulasi penyusutan (sd bulan ke 23)
Rp. 23.000.000,-----------------------Nilai buku (tercatat) modal non kas / aset musyarakah
Rp. 1.000.000,--
Dr. Aset
Dr. Akumulasi penyusutan
C Keuntungan
Cr.
K
Pgblian
P bli
A
Aset Msy
M
Cr. Investasi Musyarakah
Jakarta, Januari 2013
Rp. 2.500.000,-Rp. 23.000.000,-R
Rp.
1.500.000,-1 500 000
Rp. 24.000.000,--
IAI - PPL - Akuntansi Lembaga Keuangan Syariah
47
Nilai wajar saat penyerahan”
penyerahan
Penurunan nilai (penyusutan modal non kas):
Akumulasi Penyusutan (sd bulan 23)
Amortisasi keuntungan tangguhan
Pe
enguku
uran M
Musyarrakan
mo
odal no
on kas
Wiros
so – PSAK
K 106 - Ak
kuntansi M
Musyarak
kah
Modal musyarakah non kas (Mesin pemintal “Yamato”)
Jumlah pengurang nilai investasi
Kerugian pengembalian aset musyarakah
Nilai bersih investasi musyarakah
Rp. 30.000.000,
30.000.000,-Rp. 28.750.000,-(Rp
00,- )
-----------------Rp. 28.750.000,----------------------Rp. 1.250.000,-Rp.
750.000,
750.000,-----------------------Rp. 500.000,-==============
Modal musyarakah non kas (mesin tenun “Yanmar”)
Yanmar ) :
Nilai wajar saat penyerahan
Penurunan nilai (penyusutan modal non kas):
Akumulasi penyusutan (sd bulan 23)
Amortisasi keuntungan tangguhan
Jumlah pengurang nilai investasi
Keuntungan pengembalian aset musyarakah
Nilai bersih investasi musyarakah
Jakarta, Januari 2013
Rp. 24.000.000,-Rp. 23.000.000,-(Rp 6
6.000.000,-)
000 000 -)
----------------------(Rp. 17.00.000,--)
----------------------Rp 7.000.000,-Rp.
7 000 000 -Rp. 1.500.000,------------------------Rp. 8.500.000,-==============
IAI - PPL - Akuntansi Lembaga Keuangan Syariah
48
Wiros
so – PSAK
K 106 - Ak
kuntansi M
Musyarak
kah
Hasil bersih investasi musyarakah
Pendapatan
P
d
t bagi
b i hasil
h il musyarakah
k h (misalnya)
( i l
)
Penambah:
Keuntungan pengembalian aset msy
Pengurang:
Penurunan nilai aset musyarakah
Rp. 2.250.000,-Amortisasi keuntungan tangguhan
(Rp. 250.000,-)
Kerugian pengembalian aset
Rp. 750.000,-750.000,
-------------------Rp. 2.000.000,-Kerugian Investasi msy (misalnya)
Rp.
0,-----------------------jumlah pengurang
R 5
Rp.
5.000.000,-000 000
Rp. 1.500.000,--
(Rp. 2.000.000,--)
------------------------
Rp. 4.500.000
Hasil bersih investasi musyarakah
==============
Pendapatan investasi musyarakah yang
didistribusikan kepada pemodal (unsur pendapatan
dalam profit distribusi)
Jakarta, Januari 2013
IAI - PPL - Akuntansi Lembaga Keuangan Syariah
49
Wiros
so – PSAK
K 106 - Ak
kuntansi M
Musyarak
kah
Tanggal 1 Nopember 2008, LKS
S Anugrah Gusti
G
menerima
kembali modal musyarakah sebesar Rp.25.000.000,-- dari
Amirullah sebagai mitra aktif pengelola
pengelola, dalam rangka
pengalihan modal LKS Anugrah Gusti ke Amirullah.
Db Kas/Rekening syirkah
Kr Investasi Musyarakah
Jakarta, Januari 2013
Rp. 25.000.000
Rp. 25.000.000
IAI - PPL - Akuntansi Lembaga Keuangan Syariah
50
Wiros
so – PSAK
K 106 - Ak
kuntansi M
Musyarak
kah
Bagi Hasil
Berdasarkan laporan yang diterima atas pengelolaan modal
musyarakah, diperoleh bagi hasil sebesar Rp. 5.000.000,-- dimana
pembagian
b i b
bagii h
hasilil 30 untuk
kA
Amirullah
i ll h d
dan 70 untuk
kB
Bank
kS
Syariah.
i h
Jadi porsi bagi hasil mitra pasif adalah : 70/100 x Rp.5.000.000,- =
Rp.3.500.000,-(a) penerimaan pendapatan bagi hasil - kas
Db Kas/Rekening syirkah
Rp. 3.500.000
K Pendapatan
Kr
P d
t
B
Bagii Hasil
H il msy
R 3
Rp.
3.500.000
500 000
(b) pegakuan pendapatan bagi hasil - akrual
Db Pendapatan
P d
t
yadit
dit Msy
M
R 3
Rp.
3.500.000
500 000
Kr Pendapatan Bagi Hasil msy
Rp. 3.500.000
c)
) Pembayaran
P
b
bagi
b i hasil
h il akrual
k
l
Dr. Rekening mitra/ kas dsb
Cr Pendapatan yadit Msy
Jakarta, Januari 2013
Rp. 3.500.000
Rp. 3.500.000
IAI - PPL - Akuntansi Lembaga Keuangan Syariah
51
Wiros
so – PSAK
K 106 - Ak
kuntansi M
Musyarak
kah
Sesuai kesepakatan pada tanggal 25 Agustus 2010 (jatuh
tempo akad musyarakah) sisa modal musyarakah sebesar
Rp.5.000.000, harus dikembalikan oleh Amirullah sebagai
mitra aktif namun hingga tanggal jatuh tempo pembayaran
Amirullah sebagai mitra aktif belum mengembalikan modal
tersebut.
jatuh tempo mitra aktif belum membayar
Dr. Piutang Mitra
Rp. 5.000.000
Cr. Investasi Musyarakah
Rp. 5.000.000
pembayaran
b
sisa
i
kewajibannya
k
jib
Dr. Kas / Rek Nasabah
Rp. 5.000.000
Cr. Piutang Mitra
Rp. 5.000.000
Jakarta, Januari 2013
IAI - PPL - Akuntansi Lembaga Keuangan Syariah
52
Wiros
so – PSAK
K 106 - Ak
kuntansi M
Musyarak
kah
Bahasan kelima
STUDY KASUS
Jakarta, Januari 2013
IAI - PPL - Akuntansi Lembaga Keuangan Syariah
53
Wiros
so – PSAK
K 106 - Ak
kuntansi M
Musyarak
kah
Contoh transaksi Musyarakah
 Pada 01 Agustus Bank Syariah menyetujui pembiayaan musyarakah kpd
Abdullah pengusaha pabrik pengolaan kelapa sawit dengan data sbb:
1 T
1.
Tanggall 05 A
Agustus dib
dibayar b
beban
b pra akad,
k d sepertii pembuatan
b
studi
di
kelayakan proyek, penelitian kelayakan proyek sebesar Rp. 1.000.000
2. Modal syirkah keseluruhan sebesar Rp. 150.000.000,- dimana porsi bank
syariah sebesar Rp. 70.000.000,70.000.000, dan Tuan Abdullah sebesar Rp. 80.000.000,80.000.000,
- dengan nisbah pembagian hasil usaha, untuk bank 40 dan Tuan Abdullah 60
3. Modal syirkah prosi bank syariah Rp. 70.000.000 dibayar dng tahapan sbb:
a. Tgl 15 Agustus dibayarkan modal syirkah dlm bentuk kas sebesar Rp.
20 000 000
20.000.000,-b. Tanggal 20 Agustus diserahkan modal non kas, berupa dua buah mesin
pabrik yang telah dimiliki oleh bank syariah, mesin pertama sebesar
Rp.30.000.000,-- yang dibeli dengan harga Rp.32.500.000,-Rp.30.000.000,
Rp.32.500.000, dan mesin
yang kedua sebesar Rp.20.000.000,-- yang dibeli dengan harga
Rp.15.000.000,--
Jakarta, Januari 2013
IAI - PPL - Akuntansi Lembaga Keuangan Syariah
54
Wiros
so – PSAK
K 106 - Ak
kuntansi M
Musyarak
kah
Study Kasus 2
LKS Sejati
j bekerja
j sama dengan
g PT Pantai Indah, dalam melaksanakan
proyek wisata pantai dengan biaya seluruhnya sebesar Rp. 100 milyard.
Kedua belah pihak sepakat atas hal-hal berikut:
LKS Sejati
PT Pantai Indah
1
Kontribusi modal
70 milyard
30 milyard
2.
Nisbah bagi hasil
80
20
3.
Status kemitraan
Mitra pasif
Mitra aktif
4
Prinsip bagi hasil
Revenue Sharing
5
Jangka waktu proyek
2 tahun sejak beroperasi yaitu sampai
dengan 30 Sept 2010
Modal LSK Sejati
j diserahkan dengan
g tahapan
p sebagai
g berikut:
a. Tanggal 1 Juni 2008 diserahkan uang tunai sebesar Rp. 20 milyard
Jakarta, Januari 2013
IAI - PPL - Akuntansi Lembaga Keuangan Syariah
55
Wiros
so – PSAK
K 106 - Ak
kuntansi M
Musyarak
kah
Study Kasus 2 (lanjutan)
Modal LKS Sejati diserahkan dengan tahapan sebagai berikut:
a. Tgl 1 Juni 2008 diserahkan uang tunai sebesar Rp. 20 milyard
b. Tanggal 5 Juni 2008 diserahkan 20 buah truk pengangkut tanah
dengan nilai wajar/pasar sebesar Rp
Rp. 15 milyard dimana truk
tersebut dibeli beberapa waktu sebelumnya sebesar Rp.
660.000.000,-- (enam ratus enam puluh juta) per buah.
b Tanggal
b.
T
l 10 JJunii 2008 di
diserahkan
hk 10 ttraktor
kt d
dengan h
harga pasar /
wajar sebesar Rp. 10 milyard yang sebelum dibeli dengan harga
Rp.1.100.000.000 per buah
c. Tanggal 15 Juni 2008 diserahkan uang tunai sisa modal kas (uang
tunai) sebesar Rp. 25 milyard
Jakarta, Januari 2013
IAI - PPL - Akuntansi Lembaga Keuangan Syariah
56
Wiros
so – PSAK
K 106 - Ak
kuntansi M
Musyarak
kah
Study Kasus 2 (lanjutan)
Sedangkan modal PT Pantai Indah diserahkan dg tahapan sbb:
a Tgl 1Juni 2008 diserahkan uang tunai sebesar Rp
a.
Rp. 10 milyard
b. Tgl 3 Juni 2008 diserahkan 10 buah truk pengangkut tanah dengan
harga pasar / wajar sebesar Rp. 7,5 milyard yang diberli dengan
harga sebesar Rp 800
800.000.000
000 000 (delapan ratus juta) per buah
buah.
c. Tanggal 7 Juni 2008 diserahkan 5 buah traktor dengan harga
pasar/ wajar sebesar Rp. 5 milyard yang sebelumnya dibeli dengan
harga sebesar Rp
Rp. 940
940.000.000
000 000 (sembilan ratus empat puluh juta
rupiah)
d. Tanggal 15 Juni 2008 dibayar sisa modal dengan uang tunai
sebesar Rp
Rp.7,5
7 5 milyard
Jakarta, Januari 2013
IAI - PPL - Akuntansi Lembaga Keuangan Syariah
57
Wiros
so – PSAK
K 106 - Ak
kuntansi M
Musyarak
kah
Study Kasus 2 (lanjutan)
Selama dalam pelaksanaan akad perlu diketahui hal-hal sbb:
1. Proyeksi laba kotor selama pelaksanaan proyek sebesar Rp. 24
Milyard (atau rata-rata per bulan sebesar Rp. 0,5 milyard)
2 Penyelesaian
2.
P
l
i proyek
k hi
hingga b
beroperasii dil
dilaksanakan
k
k selama
l
3
bulan (sampai dengan akhir September 2008) dan selama tiga
bulan tidak memperoleh
p
hasil
3. Bulan oktober sebagai bulan uji coba diperoleh hasil usaha
sebesar Rp. 10.000.000 (sepuluh juta)
4. Tanggal 1 Nopember sd 31 Desember 2008 diperoleh hasil atas
pelaksanaan proyek wisata pantai tersebut sebesar Rp. 5 milyard
(bagi hasil dibayarkan 15 januari 2010)
Jakarta, Januari 2013
IAI - PPL - Akuntansi Lembaga Keuangan Syariah
58
Wiros
so – PSAK
K 106 - Ak
kuntansi M
Musyarak
kah
Study Kasus 2 (lanjutan)
5.
Jadwal pengembalian modal LKS oleh mitra aktif disepakati sbb:
Tanggal
Jumlah
15 Maret 2009
Rp. 10 M
15 Sept 2009
Rp. 25 M
15 Februari 2010 Rp. 25 M
15 Juni
Rp. 25 M
15 Sept 2010
Rp 15 M
Diminta :
 Buat perhitungan dan jurnal sehubungan dengan transaksi
tersebut.
Jakarta, Januari 2013
IAI - PPL - Akuntansi Lembaga Keuangan Syariah
59
Wiros
so – PSAK
K 106 - Ak
kuntansi M
Musyarak
kah
Study kasus 3
 Bank syariah sepakat melakukan kerja sama dengan
nasabah atas kepemilikan rumah dengan harga perolehan
sebesar Rp.
Rp 120 juta kontribusi sbb:
Kepemilikan modal
Pembagian hasil usaha
Bank syariah
Rp. 60 juta
60%
Nasabah
Rp. 60 juta
40%
 Pengelolaan rumah diserahkan kepada nasabah (bank
y
sebagai
g mitra p
pasif))
syariah
 Rumah tersebut disewakan dengan masa sewa selama 5
tahun dan mengharapkan keuntungan sebesar 20%
 Dalam pembagian hasil usaha tidak diperhitungkan biaya
pemeliharaan, perbaikan dan biaya penyusutan rumah
tersebut
 Hasil usaha yang menjadi hak nasabah dipergunakan untuk
pengembalian modal Bank syariah
Jakarta, Januari 2013
IAI - PPL - Akuntansi Lembaga Keuangan Syariah
60
Akuntansi Lembaga
K
Keuangan
S i h
Syariah
AKUNTANSI IJARAH
(psak 107))
(p
Wirroso – PSAK 107 - Akuntans
si Ijarah
Ijarah
Bahasan
petama
apa kek ?
Jakarta, Januari 2013
Pengantar
IAI - PPL - Akuntansi Lembaga Keuangan Syariah
2
Ijarah SDB
Ijarah pemeliharaan Rahn Emas
Ijarah penyimpanan Rahn Emas
dsb
Ijarah Fee
IJA
ARA
AH
Wirroso – PSAK 107 - Akuntans
si Ijarah
Jenis
e s Ijarah
ja a
Ijarah Aset berwujud
1.
2.
Ijarah Aset
Aktiva produktif
Bank Indonesia
Jakarta, Januari 2013
3.
Ijarah
Ij
h
Ijarah Muntahiyah Bittamlik
(IMBT)
Jual – Ijarah
Ijarah Aset tidak berwujud
1.
1
2.
Ijarah
Ija
ah Berlanjut
Be lanj t
Multijasa
IAI - PPL - Akuntansi Lembaga Keuangan Syariah
3
Wirroso – PSAK 107 - Akuntans
si Ijarah
Definisi
(prgf – 4)
Ijarah adalah akad pemindahan hak guna
(manfaat) atas suatu aset dalam waktu
tertentu dengan pembayaran sewa (ujrah)
tanpa diikuti dengan pemindahan
k
kepemilikan
ilik asett itu
it sendiri.
di i
Jakarta, Januari 2013
IAI - PPL - Akuntansi Lembaga Keuangan Syariah
4
Wirroso – PSAK 107 - Akuntans
si Ijarah
Ijarah Muntahiyah Bittamlik
 Ijarah Muntahiyah Bittamlik adalah akad sewa
menyewa antara pemilik obyek sewa dan
penyewa untuk
t k mendapatkan
d
tk iimbalan
b l atas
t
obyek sewa yang disewakannya dengan opsi
perpindahan
p
p
hak milik obyek
y sewa pada
p
saat
tertentu sesuai dengan akad sewa.
 Pemindahan kepemilikan
• hibah;
• penjualan sebelum akad berakhir;
• p
penjualan
j
pada akhir masa akad;; atau
p
• penjualan secara bertahap.
Jakarta, Januari 2013
IAI - PPL - Akuntansi Lembaga Keuangan Syariah
5
Ijarah Muntahiyah Bittamlik
((Fatwa : 27/DSN-MUI/III/2002
/
/ /
)
Wirroso – PSAK 107 - Akuntans
si Ijarah

Ketentuan Umum:
1 Semua rukun dan syarat yang berlaku dalam akad Ijarah (Fatwa
1.
2
2.
3.

DSN no : 09/DSN-MUI/IV /2000) berlaku pula dalam akad alIjarah al-Muntahiyah bi al-Tamlik.
Perjanjian untuk melakukan akad al-Ijarah
al Ijarah al-Muntahiyah
al Muntahiyah bi alal
Tamlik harus disepakati ketika akad Ijarah ditandatangani.
Hak dan kewajiban setiap pihak harus dijelaskan dalam akad
Ketentuan al-Ijarah al-Muntahiyah bi al-Tamlik
1.
2
2.
Pihak yang melakukan al-Ijarah al-Muntahiyah bi al-Tamlik harus
melaksanakan akad Ijarah terlebih dahulu. Akad pemindahan
kepemilikan, baik dengan jual beli atau pemberian, hanya dapat
dilakukan setelah masa Ijarah selesai
Janji pemindahan kepemilikan yang disepakati di awal akad Ijarah
adalah wa’ad yang hukumnya tidak mengikat. Apabila janjian itu
ingin dilaksanakan, maka harus ada akad pemindahan kepemilikan
yang dilakukan setelah masa Ijarah selesai
Jakarta, Januari 2013
IAI - PPL - Akuntansi Lembaga Keuangan Syariah
6
Wirroso – PSAK 107 - Akuntans
si Ijarah
Obyek
y Ijarah
j
Obyek
Ob
k ijarah
ij
h adalah
d l h manfaat
f t dari
d i
penggunaan aset berwujud atau tidak
berwujud.
Implementasi:
 Aset berwujud => Ijarah dan IMBT
 Aset Tidak berwujud => ijarah berlanjut :
multijasa
Jakarta, Januari 2013
IAI - PPL - Akuntansi Lembaga Keuangan Syariah
7
Wirroso – PSAK 107 - Akuntans
si Ijarah


Ijarah
j
=> sesuai kebijakan
j
LKS
IMBT => sama dng masa sewa
Masa Penyusutan
Biaya Penyusutan
Biaya Pemeliharaan
JUAL BELI
SEWA
Harga pokok jual beli
xxxxx
Harga pokok sewa
Keuntungan jual beli
xxxxx
Keuntungan
Harga Jual
xxxxx
Harga sewa
(7) Sesuatu yang dapat dijadikan harga dalam jual beli
dapat
p pula
p
dijadikan
j
sewa dalam ijarah
j
(Fatwa
(
DSN))
Jakarta, Januari 2013
Pendapatan neto
Ijarah
(profit distribusi)
IAI - PPL - Akuntansi Lembaga Keuangan Syariah
8
AKUN
A
NTANS
SI IJA
ARAH
H
Wirroso – PSAK 107 - Akuntans
si Ijarah
Jakarta, Januari 2013
PSAK 107 – Akuntansi
Ijarah
Pernyataan ini
bertujuan untuk
mengatur pengakuan,
p g
pengukuran,
,
penyajian, dan
p g g p
pengungkapan
transaksi ijarah (prgf -1)
IAI - PPL - Akuntansi Lembaga Keuangan Syariah
9
Wirroso – PSAK 107 - Akuntans
si Ijarah
Ruang Lingkup PSAK 107
 untuk
t k entitas
tit yang melakukan
l k k
transaksi ijarah. (prgf – 2)
 untuk pembiayaan multijasa
yang menggunakan akad
ijarah, (prgf -3)
 namun tidak mencakup
p
pengaturan perlakuan
akuntansi untuk obligasi
g
syariah (sukuk) yang
menggunakan
gg
akad ijarah.
j
(prgf -3)
Jakarta, Januari 2013
IAI - PPL - Akuntansi Lembaga Keuangan Syariah
10
Wirroso – PSAK 107 - Akuntans
si Ijarah
Menyewakan
manfaat
Bank Syariah
sbg
b pemilik
ilik
obyek Ijarah
(akuntansi pemilik obyek ijarah)
Jakarta, Januari 2013
IAI - PPL - Akuntansi Lembaga Keuangan Syariah
11
Wirroso – PSAK 107 - Akuntans
si Ijarah
Mari kita bahas:
BIAYA PEROLEHAN
& PENYUSUTAN
Jakarta, Januari 2013
IAI - PPL - Akuntansi Lembaga Keuangan Syariah
12
Wirroso – PSAK 107 - Akuntans
si Ijarah
Biaya Perolehan Obyek Ijarah
Obyek ijarah diakui pada saat obyek ijarah
diperoleh sebesar biaya perolehan. (prgf – 9)
Bi
Biaya
perolehan
l h obyek
b k yang berupa
b
asett
tetap mengacu ke PSAK 16 : Aset tetap dan
aset tidak berwujud mengacu ke PSAK 19:
se Tidak
da Berwujud.
e ujud (p
(prgf
g – 10))
Aset
Jakarta, Januari 2013
IAI - PPL - Akuntansi Lembaga Keuangan Syariah
13
Wirroso – PSAK 107 - Akuntans
si Ijarah
Penyusutan
y
Obyek
y Ijarah
j
 Obyek ijarah disusutkan atau diamortisasi, jika
b
berupa
asett yang d
dapatt di
disusutkan
tk atau
t di
diamortisasi,
ti i
sesuai dengan kebijakan penyusutan atau amortisasi
untuk aset sejenis selama umur manfaatnya (umur
ekonomis). (prgf – 11)
 Kebijakan penyusutan atau amortisasi yang dipilih
harus mencerminkan pola konsumsi yang diharapkan
dari manfaat ekonomi di masa depan dari obyek
ij h Umur
ijarah.
U
ekomonis
k
i dapat
d
t berbeda
b b d dengan
d
umur
teknis.
 Misalnya,
Misalnya mobil yang dapat dipakai selama 10 tahun
diijarahkan dengan akad ijarah muntahiyah bittamlik
selama 5 tahun. Dengan demikian umur ekonomisnya
adalah 5 tahun.
tahun (prgf
( f – 12)
Jakarta, Januari 2013
IAI - PPL - Akuntansi Lembaga Keuangan Syariah
14
Wirroso – PSAK 107 - Akuntans
si Ijarah
Penyusutan
y
Obyek
y Ijarah
j
Pengaturan penyusutan obyek ijarah yang
berupa :
 aset tetap sesuai dengan PSAK 16: Aset Tetap
dan
 amortisasi aset tidak
d k berwujud
b
d sesuai dengan
d
PSAK 19: Aset Tidak Berwujud (prgf – 13)
Jakarta, Januari 2013
IAI - PPL - Akuntansi Lembaga Keuangan Syariah
15
Wirroso – PSAK 107 - Akuntans
si Ijarah
Metode
od penyusutan
p yu u a Aktiva
a Tetap
ap
Berbagai metode penyusutan dapat
digunakan untuk mengalokasikan jumlah
yang disusutkan secara sistematis dari suatu
aset selama umur manfaatnya. Metode
t
tersebut
b t antara
t
llain
i metode
t d garis
i lurus
l
(straight line method), metode saldo
menurun (diminishing balance method) dan
metode jumlah unit (sum of the unit
method). (psak 16 prg 65)
Jakarta, Januari 2013
IAI - PPL - Akuntansi Lembaga Keuangan Syariah
16
Wirroso – PSAK 107 - Akuntans
si Ijarah
Metode Amortisasi Aktiva Tidak Berwujud
 Metode amortisasi harus mencerminkan pola
konsumsi manfaat ekonomis oleh perusahaan.Jika
pola tersebut tidak dapat ditentukan secara andal,
maka harus digunakan metode garis lurus…… dst
(psak 19, prg 67)
 Terdapat
Te dapat be
berbagai
bagai metode amo
amortisasi
tisasi untuk
nt k
mengalokasi jumlah yang dapat diamortisasi dari
suatu aset atas dasar yang sistematis sepanjang
masa manfaatnya. Metode-metode itu meliputi
metode garis lurus, metode saldo menurun dan
metode jumlah unit produksi. Dst.... ( psak 19 prgf 68)
Jakarta, Januari 2013
IAI - PPL - Akuntansi Lembaga Keuangan Syariah
17
Wirroso – PSAK 107 - Akuntans
si Ijarah
Mari kita bahas:
PEMELIHARAAN
OBYEK IJARAH
Jakarta, Januari 2013
IAI - PPL - Akuntansi Lembaga Keuangan Syariah
18
Wirroso – PSAK 107 - Akuntans
si Ijarah
Biaya
aya Perbaikan
e a a Obyek
O ye Ijarah
ja a
merupakan tanggungan pemilik.
Perbaikan dapat dilakukan oleh pemilik
secara langsung
l
atau
t dilakukan
dil k k oleh
l h
penyewa atas persetujuan pemilik. (prgf – 18)
Jakarta, Januari 2013
IAI - PPL - Akuntansi Lembaga Keuangan Syariah
19
Wirroso – PSAK 107 - Akuntans
si Ijarah
Biaya Pemeliharaan (prgf – 16 & 17)
a. tidak rutin => diakui p
pada saat terjadinya;
j
y ;
b. jika dilakukan penyewa dengan
persetujuan pemilik,
pemilik maka biaya tersebut
dibebankan kepada pemilik dan diakui
sebagai beban pada saat terjadinya; dan
c. IMBT melalui penjualan secara bertahap,
bi
biaya
perbaikan
b ik dimaksud
di k d (a)
( ) dan
d (b)
ditanggung pemilik maupun penyewa
sebanding
b di dengan
d
bagian
b i kepemilikan
k
ilik
masing-masing atas obyek ijarah.
Jakarta, Januari 2013
IAI - PPL - Akuntansi Lembaga Keuangan Syariah
20
Wirroso – PSAK 107 - Akuntans
si Ijarah
Mari kita bahas:
HARGA SEWA
DALAM IJARAH
Jakarta, Januari 2013
IAI - PPL - Akuntansi Lembaga Keuangan Syariah
21
Wirroso – PSAK 107 - Akuntans
si Ijarah
Pendapatan Sewa (Ijarah)
diakui pada saat manfaat atas aset telah
diserahkan kepada penyewa. (prgf – 14)
Pi t
Piutang
pendapatan
d
t sewa => diukur
di k sebesar
b
nilai yang dapat direalisasikan pada akhir
periode pelaporan. (prgf – 15)
Jakarta, Januari 2013
IAI - PPL - Akuntansi Lembaga Keuangan Syariah
22
Wirroso – PSAK 107 - Akuntans
si Ijarah
Contoh
Co
o perhitungan
pe
u ga Ijarah
ja a
Pada
P
d ttanggall 10 M
Marett 2008
2008, LKS Mit
Mitra M
Mandiri
di i melakukan
l k k ttransaksi
k i IjIjarah
hd
dengan
data-data sebagai berikut:
A
Jenis Akad (pertama)
:
Ijarah
Nama Penyewa
:
Hasan
Jenis barang yang disewa
:
Kijang Inova
H
Harga
b
barang perolehan
l h
:
R 120.000.000,-Rp.
120 000 000
Nilai sisa / residual value
:
Rp. 1
Total pembayaran sewa per thn
:
Rp. 28.800.000 (Rp. 2.400.000 / bln)
Uang muka sewa dari penyewa
:
Rp. 14.400.000 ( 6 bulan sewa)
Jangka waktu sewa
:
1 (satu) tahun
Biaya administrasi
:
Rp. 300.000,--
Pengikatan
:
Dibawah tangan
Jakarta, Januari 2013
IAI - PPL - Akuntansi Lembaga Keuangan Syariah
23
Wirroso – PSAK 107 - Akuntans
si Ijarah
Perhitungan Penyusutan Ijarah
Perhitungan
P
hi
penyusutan obyek
b k ijijarah
h sbb:
bb
Harga perolehan obyek ijarah
: Rp. 120.000.000
Umur ekonomis (masa penyusutan)
: 5 tahun (sesuai kebijakan)
Metode penyusutan
: garis lurus (straight line method)
Rumus :
Harga perolehan – nilai residu
------------------------------------------Masa penyusutan (umur ekonomis)
120.000.000 – 1
Penyusutan = -------------------- = 24.000.000
24 000 000 / thn atau Rp
Rp. 2
2.000.000
000 000 / bln
5
Jakarta, Januari 2013
IAI - PPL - Akuntansi Lembaga Keuangan Syariah
24
Contoh perhitungan IMBT
Wirroso – PSAK 107 - Akuntans
si Ijarah
B
Jenis Akad (kedua)
:
Ijarah Muntahia Bittamlik (IMBT)
Nama Penyewa
:
Amir
Jenis barang yang disewa
:
Kijang Inova
Ha ga ba
Harga
barang
ang perolehan
pe olehan
:
Rp 120.000.000,-Rp.
120 000 000
Nilai sisa / residual value
:
Rp. 1
Total pembayaran sewa per thn
:
Rp. 72.000.000 (Rp. 6.000.000 / bln)
Uang muka sewa dari penyewa
:
Rp. 36.000.000 ( 6 bulan sewa)
Jangka waktu sewa
:
2 (satu) tahun
Opsi pengalihan pemilikan
:
Akhir masa sewa
Biaya administrasi
:
Rp. 300.000,--
Pengikatan
:
Dibawah tangan
Jakarta, Januari 2013
IAI - PPL - Akuntansi Lembaga Keuangan Syariah
25
Wirroso – PSAK 107 - Akuntans
si Ijarah
Perhitungan Penyusutan IMBT
Perhitungan penyusutan yang dilakukan oleh pemilik obyek ijarah sbb:
Harga perolehan obyek ijarah
: Rp. 120.000.000
Umur ekonomis (masa penyusutan)
: 2 tahun (sesuai masa sewa)
Metode penyusutan
: garis lurus (straight line method)
Rumus :
Harga perolehan – nilai residu
-------------------------------------------Masa penyusutan (umur ekonomis)
120.000.000 – 1
P
Penyusutan
= -------------------2
Jakarta, Januari 2013
= 60.000.000
60 000 000 / thn
h atau R
Rp. 5 jjuta / bl
bln
IAI - PPL - Akuntansi Lembaga Keuangan Syariah
26
Wirroso – PSAK 107 - Akuntans
si Ijarah
Perhitungan harga sewa
IJARAH
IMBT
Jakarta, Januari 2013
Keuntungan yang diharapkan : 20%
Biaya penyusutan : 120.000.000 / 5 = Rp. 24.000.000 per thn
Perhitungan harga sewa Ijarah sbb:
Harga Perolehan Obyek Ijarah per thn Rp. 24.000.000
Keuntungan : 20% x Rp. 24.000.000
Rp. 4.800.000
-------------------Harga sewa per tahun
Rp. 28.800.000
Atau sebesar Rp. 2.400.000 per bln
Keuntungan yang diharapkan : 20%
Biaya penyusutan : 120.000.000 / 2 = Rp. 60.000.000 per thn
Perhitungan harga sewa IMBT adalah sebagai berikut:
Harga perolehan obyek IMBT
Rp. 60.000.000
Keuntungan : 20% x Rp. 60.000.000
Rp. 12.000.000
-------------------Harga sewa per tahun
Rp. 72.000.000
Atau sebesar Rp. 6.000.000 per bln
IAI - PPL - Akuntansi Lembaga Keuangan Syariah
27
Penyajian dalam Lap L/R
Pendapatan sewa
2.400.000
Wirroso – PSAK 107 - Akuntans
si Ijarah
Pengeluaran biaya LKS
Bi
Biaya
penyusutan
t
IJARAH
Biaya pemeliharaan
2 000 000
2.000.000
500.000
Biaya lain
0
Total biaya bank
2.500.000
Pendapatan neto sewa (ijarah)
(100.000)
Pendapatan sewa IMBT
6.000.000
Pengeluaran
g
biaya
y LKS
Biaya penyusutan
Biaya pemeliharaan
Biaya lain
Total biaya bank
Pendapatan neto Sewa (IMBT)
Jakarta, Januari 2013
5.000.000
IMBT
500.000
0
5.500.000
500.000
IAI - PPL - Akuntansi Lembaga Keuangan Syariah
28
Wirroso – PSAK 107 - Akuntans
si Ijarah
Mari kita bahas:
PEMINDAHAN
KEPEMILIKAN
Jakarta, Januari 2013
IAI - PPL - Akuntansi Lembaga Keuangan Syariah
29
Wirroso – PSAK 107 - Akuntans
si Ijarah
Perpindahan Kepemilikan
(prgf – 19)
(a) Hibah => jumlah tercatat objek ijarah diakui sebagai
beban;
(b) penjualan sebelum berakhirnya masa,
sebesar sisa cicilan sewa atau jumlah yang disepakati,
selisih antara harga jual dan jumlah tercatat diakui keuntungan
atau kerugian;
((c)) p
penjualan
j
setelah selesai masa akad,
selisih antara harga jual dan jumlah tercatat objek ijarah diakui
sebagai keuntungan atau kerugian; atau
(d) penjualan objek ijarah secara bertahap,
(i) selisih antara harga jual dan jumlah tercatat sebagian objek
ijarah yang telah dijual diakui sebagai keuntungan atau kerugian;
sedangkan
(ii) bagian objek ijarah yang tidak dibeli penyewa diakui sebagai
aset tidak lancar atau aset lancar sesuai dengan tujuan penggunaan
aset tersebut.
Jakarta, Januari 2013
IAI - PPL - Akuntansi Lembaga Keuangan Syariah
30
Wirroso – PSAK 107 - Akuntans
si Ijarah
Akuntansi
Penyewa
Jakarta, Januari 2013
IAI - PPL - Akuntansi Lembaga Keuangan Syariah
31
Wirroso – PSAK 107 - Akuntans
si Ijarah
Beban
 Beban sewa diakui selama masa akad pada saat
manfaat
f t atas
t asett ttelah
l h dit
diterima.
i
(prgf – 20)
 Utang sewa diukur sebesar jumlah yang harus
dibayar atas manfaat yang telah diterima.
diterima (prgf
( f – 21)
 Biaya pemeliharaan obyek ijarah yang disepakati
dalam akad menjadi tanggungan penyewa diakui
sebagai beban pada saat terjadinya. (prgf – 22)
 Biaya
y p
pemeliharaan obyek
y ijarah,
j
, dalam ijarah
j
muntahiyah bittamlik melalui penjualan obyek
ijarah secara bertahap, akan meningkat sejalan
dengan peningkatan kepemilikan obyek ijarah.
ijarah (prgf
( f–
23)
Jakarta, Januari 2013
IAI - PPL - Akuntansi Lembaga Keuangan Syariah
32
Wirroso – PSAK 107 - Akuntans
si Ijarah
Perpindahan Kepemilikan
(prgf – 24)
(a) hibah, maka penyewa mengakui aset dan
k
keuntungan
t
sebesar
b
nilai
il i wajar
j objek
bj k ijarah
ij h yang
diterima;
(b) pembelian sebelum masa akad berakhir,
berakhir maka
penyewa mengakui aset sebesar pembayaran
sisa cicilan sewa atau jjumlah yang
y g disepakati;
p
;
(c) pembelian setelah masa akad berakhir, maka
penyewa mengakui aset sebesar pembayaran
yang disepakati;
di
k ti atau
t
(d) pembelian objek ijarah secara bertahap, maka
penyewa mengakui aset sebesar biaya perolehan
objek ijarah yang diterima.
Jakarta, Januari 2013
IAI - PPL - Akuntansi Lembaga Keuangan Syariah
33
Wirroso – PSAK 107 - Akuntans
si Ijarah
Ijarah
Bahasan
selanjutnya
apa kek ?
Jakarta, Januari 2013
Penyajian
y j
dan
pengungkapan
IAI - PPL - Akuntansi Lembaga Keuangan Syariah
34
Wirroso – PSAK 107 - Akuntans
si Ijarah
PENYAJIAN
Pendapatan ijarah disajikan secara neto
setelah dikurangi beban-beban yang terkait,
misalnya beban penyusutan,
penyusutan beban
pemeliharaan dan perbaikan, dan sebagainya
(prgf – 31)
Jakarta, Januari 2013
IAI - PPL - Akuntansi Lembaga Keuangan Syariah
35
Wirroso – PSAK 107 - Akuntans
si Ijarah
PENGUNGKAPAN
(prgf 32 – 33)
32 Pemilik mengungkapkan
g g p
dalam laporan
p
keuangan
g
terkait transaksi ijarah dan ijarah muntahiyah
bittamlik, tetapi tidak terbatas, pada:
(a) penjelasan umum isi akad yang signifikan yang meliputi
tetapi tidak terbatas pada:
(i) keberadaan wa’ad
wa ad pengalihan kepemilikan dan mekanisme yang
digunakan (jika ada wa’ad pengalihan kepemilikan);
(ii) pembatasan-pembatasan, misalnya ijarahlanjut;
(iii) agunan yang digunakan
di
k (jika
(jik ada);
d )
(b) nilai perolehan dan akumulasi penyusutan atau
amortisasi untuk setiap kelompok aset ijarah;
(c) keberadaan transaksi jual-dan-ijarah (jika ada)
Jakarta, Januari 2013
IAI - PPL - Akuntansi Lembaga Keuangan Syariah
36
Wirroso – PSAK 107 - Akuntans
si Ijarah
PENGUNGKAPAN
(prgf 32 – 33)
33. Penyewa
y
mengungkapkan
g g p
dalam laporan
p
keuangan terkait transaksi ijarah dan ijarah
muntahiyah bittamlik, tetapi tidak terbatas, pada:
((a)) penjelasan
j l
umum isi
i i akad
k d yang signifikan
i ifik yang meliputi
li ti
tetapi tidak terbatas pada:
(i) total pembayaran;
(ii) keberadaan wa’ad pemilik untuk pengalihan kepemilikan dan
mekanisme yang digunakan (jika ada wa’ad pemilik untuk
pengalihan kepemilikan);
(iii) pembatasan-pembatasan,
b t
b t
misalnya
i l
ijarahlanjut;
ij hl j t
(iv) agunan yang digunakan (jika ada); dan
((b)) keberadaan transaksi jual-dan-ijarah
j
j
dan keuntungan
g
atau kerugian yang diakui (jika ada transaksi jualdanijarah).
Jakarta, Januari 2013
IAI - PPL - Akuntansi Lembaga Keuangan Syariah
37
Wirroso – PSAK 107 - Akuntans
si Ijarah
Ijarah
Bahasan
selanjutnya
apa kek ?
Jakarta, Januari 2013
Contoh
transaksi dan
jurnal Ijarah
IAI - PPL - Akuntansi Lembaga Keuangan Syariah
38
Contoh Jurnal Ijarah dan IMBT
Wirroso – PSAK 107 - Akuntans
si Ijarah
1.
2
Tgl 1 Maret 2008, Bank syariah membeli 2 buah mobil
Inova,
o a, dng
d g harga
a ga dan
da biaya-biaya
b aya b aya lain
a (harga
( a ga perolehan)
pe o e a )
masing-masing sebesar Rp.120.000.000,-Tgl 10 Maret 2008, Bank syariah melakukan transaksi Ijarah
dengan data-data sebagai berikut:




3.
4
4.
Jenis barang yang disewa
Harga barang perolehan
Nilai sisa / residual value
Uang muka sewa
:Kijang Inova
:Rp. 120.000.000,-:Rp 0
:Rp.
:Rp. 20.000.000
Kebijakan penyusutan aktiva tersebut selama 5 tahun
R t
Return
yang dih
diharapkan
k 20% / pa
Alternatif pilihan:
a. Ijarah
b. IMBT untuk masa sewa 2 tahun
Jakarta, Januari 2013
IAI - PPL - Akuntansi Lembaga Keuangan Syariah
39
Wirroso – PSAK 107 - Akuntans
si Ijarah
1 Jurnal
1.
J
l tgl
t l 1 Maret
M t 2008 (pembelian
(
b li 2 mobil)
bil)
Dr. Persediaan Ijarah
Rp. 240.000.000,-C Kas
Cr.
K / Rekening
R k i pemilik
ilik Asset
A t
R 240.000.000,-Rp.
240 000 000
2 Jurnal
2.
J
l tgl
t l 10 Maret
M t 2008 (saat
( t penyewaan mobil)
bil)
Dr. Aktiva Ijarah
Cr Persediaan Ijarah
Cr.
Jakarta, Januari 2013
Rp. 240.000.000,-Rp 240.000.000,Rp.
240 000 000
IAI - PPL - Akuntansi Lembaga Keuangan Syariah
40
Wirroso – PSAK 107 - Akuntans
si Ijarah
Perhitungan Penyusutan Aktiva Ijarah
(metode garis lurus – straight line method)
Rumus
u us =
(Harga perolehan – nilai residu ) : masa penyusutan / sewa
 Ij
Ijarah
h (kebijakan
(k bij k bank
b k disusut
di
t 5 th)
 Beban penyusutan per thn : (120.000.000 – 00) : 5 = 24.000.000
 Beban penyusutan per bln : 24.000.000 : 12 = 2.000.000
 Ijarah Muntahia Bittamlik (IMBT) => masa sewa 2 thn
 Beban p
penyusutan
y
per
p thn: (120.000.000
(
– 00)) : 2 = 60.000.000
 Beban penyusutan per bln: 60.000.000 : 12 = 5.000.000
Jakarta, Januari 2013
IAI - PPL - Akuntansi Lembaga Keuangan Syariah
41
Wirroso – PSAK 107 - Akuntans
si Ijarah
Perhitungan
g
harga
g sewa
Ijarah
Harga perolehan
Return (20%)
IMBT
Harga sewa
Rp. 24.000.000
Rp. 4.800.000
-----------------Rp 28.800.000
Rp.
28 800 000
Rp. 60.000.000
Rp. 12.000.000
-----------------Rp 72.000.000
Rp.
72 000 000
Angs per bulan
Rp 2.400.000
Rp.
2 400 000
Rp 6.000.000
Rp.
6 000 000
Jakarta, Januari 2013
IAI - PPL - Akuntansi Lembaga Keuangan Syariah
42
Wirroso – PSAK 107 - Akuntans
si Ijarah
3. Tgl 10 Maret 2008 bank syariah menerima uang
m ka sewa
muka
se a sebesa
sebesar Rp.
Rp 20.000.000,-20 000 000 dari
da i penyewa
pen e a
Dr. Kas/Rekening penyewa
Cr. Sewa Diterima Dimuka
k
Rp. 20.000.000,-Rp. 20.000.000,--
4. Jurnal beban penyusutan
o
Ijarah
j
Dr. Beban penyusutan
Rp. 2.000.000,-Cr. Akum penyusutan Aktiva Ijarah
Rp. 2.000.000,--
o
Ijarah Muntahia Bittamlik (IMBT)
Dr. Beban penyusutan
Rp. 5.000.000,-Cr. Akum penyusutan Aktiva Ijarah
Rp. 5.000.000,-
Jakarta, Januari 2013
IAI - PPL - Akuntansi Lembaga Keuangan Syariah
43
5. Jurnal penerimaan pendapatan Ijarah
a. pengakuan
k
pendapatan
d
sewa (dari
(d i uang muka)
k )
Wirroso – PSAK 107 - Akuntans
si Ijarah
Dr.
Cr.
Sewa Diterima Dimuka
Pendapatan sewa
Rp. 2.400.000
Rp. 2.400.000
b. pengakuan pendapatan sewa langsung (tidak dari uang muka)
Dr.
Cr.
Kas / rekening penyewa
Pendapatan sewa
Rp. 2.400.000
Rp. 2.400.000
5. Jurnal penerimaan pendapatan IMBT
a. pengakuan pendapatan sewa (dari uang muka)
Dr.
Sewa Diterima Dimuka
Rp. 6.000.000
Cr.
Pendapatan sewa
Rp. 6.000.000
b pengakuan pendapatan sewa langsung (tidak dari uang muka)
b.
Dr.
Kas / rekening penyewa Rp. 6.000.000
Cr.
Pendapatan sewa
Rp. 6.000.000
Jakarta, Januari 2013
IAI - PPL - Akuntansi Lembaga Keuangan Syariah
44
Wirroso – PSAK 107 - Akuntans
si Ijarah
7. Jurnal biaya pemeliharaan
 bank syariah mencadangkan biaya perbaikan rutin dan pemeliharaan
aktiva ijarah sebesar Rp.750.000,--.
Jurnal pencadangan :
Dr Beban perbaikan aktiva Ijarah
Dr.
Rp 750.000,-Rp.
750 000 -Cr. Cad beban perbaikan Aktiva Ijarah
Rp. 750.000,- Apabila pada bulan yang bersangkutan dilakukan perbaikan aktiva ijarah
sebesar Rp. 500.000,- dengan
g sistem pencadangan
p
g :
Dr. Cad beban perbaikan aktiva Ijarah Rp. 500.000,-Cr. Kas / rekening
Rp. 500.000,- dengan sistem langsung
langs ng (tanpa pencadangan)
Dr. Beban perbaikan aktiva Ijarah
Rp. 500.000,-Cr. Kas / rekening
g
Rp.
p 500.000,-Jakarta, Januari 2013
IAI - PPL - Akuntansi Lembaga Keuangan Syariah
45
Ijarah
Pendapatan sewa (harga jual)
2.400.000,--
Pengeluaran beban bank (HPP)
Beban penyusutan
Beban pemeliharaan
Beban lain
2.000.000,-500.000,-0
0,--
Total beban bank
2.500.000,--
Pendapatan neto Ijarah (keuntungan)
(100.000),--
Pendapatan sewa (harga jual)
Imbt
Wirroso – PSAK 107 - Akuntans
si Ijarah
Penyajian transaksi Ijarah
6.000.000,--
Pengeluaran beban bank (HPP)
Beban penyusutan
Beban pemeliharaan
Beban lain
5.000.000,-500.000,-0,--
Total beban bank
Pendapatan neto ijarah (keuntungan)
Jakarta, Januari 2013
IAI - PPL - Akuntansi Lembaga Keuangan Syariah
5.500.000,-500.000,-500.000,
46
Wirroso – PSAK 107 - Akuntans
si Ijarah
8. Jurnal Pemindahan Hak (khusus hanya IMBT)
A.
melalui hibah => seluruh pendapatan sewa telah diterima dan
obyek sewa tidak memiliki nilai sisa
Jurnal:
Dr. Akum p
penyusutan
y
aktiva ijarah
j
Rp.
p 120.000.000,-,
Dr. Beban Hibah Ijarah
Rp. 0,-- (residu)
Cr. Aktiva ijarah
Rp. 120.000.000,--
Jakarta, Januari 2013
IAI - PPL - Akuntansi Lembaga Keuangan Syariah
47
8. Jurnal Pemindahan Hak (khusus hanya IMBT)
B. penjualan obyek sewa sebelum berakhirnya
Wirroso – PSAK 107 - Akuntans
si Ijarah
1)
jika harga jual lebih besar dari nilai buku => harga disepakati Rp.50.000.000,
Rp.50.000.000,-nilai buku Rp.15.000.000 (sisa cicilan)
Db. Kas/Rekening penyewa
Rp. 50.000.000,Db. Akumulasi Penyusutan aktiva ijarah Rp.105.000.000,Kr. Aktiva ijarah
Kr.Keuntungan penjualan aktiva ijarah
2))
Rp. 120.000.000,Rp. 35.000.000,-
j
jika
harga
g jual
j
sama dengan
g nilai buku, => sisa cicilan Rp.15.000.000,-p
nilai
buku aset Rp. 15.000.000
Db. Kas/Rekening penyewa
Rp. 15.000.000,-Db. Akumulasi Penyusutan aktiva ijarah Rp. 105.000.000,-Kr. Aktiva ijarah
Rp. 120.000.000,-
3)
jika harga jual lebih kecil dari nilai buku, => harga disepakati Rp.10.000.000,- Nilai buku Rp. 15.000.000
Db. Kas/Rekening penyewa
Db. Akum Penyusutan akt ijarah
Db. Kerugian penjualan akt ijarah
K Akti
Kr.
Aktiva ijarah
ij
h
Jakarta, Januari 2013
Rp. 10.000.000,-Rp. 105.000.000,-Rp. 5.000.000,-R 120
Rp.
120.000.000,-000 000
IAI - PPL - Akuntansi Lembaga Keuangan Syariah
48
Wirroso – PSAK 107 - Akuntans
si Ijarah
8. Jurnal
8
Ju a Pemindahan
e
da a Hak
a (khusus
( usus hanya
a ya IMBT))
C penjualan setelah selesai masa akad
C.
akad,
Lihat jurnal jurnal 8.B 1) dan 8B 2) diatas
D. Pemindahan secara bertahap
Dijurnal sebesar pemindahan kepemilikannya saja
(aset milik bersama)
Jakarta, Januari 2013
IAI - PPL - Akuntansi Lembaga Keuangan Syariah
49
Wirroso – PSAK 107 - Akuntans
si Ijarah
Ijarah
j
Bahasan
keenam?
Jakarta, Januari 2013
JUAL IJARAH
IAI - PPL - Akuntansi Lembaga Keuangan Syariah
50
Wirroso – PSAK 107 - Akuntans
si Ijarah
Jual-dan-Ijarah
j
 Transaksi jjual-dan-ijarah
j
harus merupakan
p
transaksi
yang terpisah dan tidak saling bergantung (ta’alluq)
sehingga harga jual harus dilakukan pada nilai wajar.
(prgf
(p
g – 25))
 Contoh:
 Hasan memiliki rumah dijual ke Bank Syariah, kemudian
Bank Syariah tersebut menyewakan kembali kepada
Abdullah
 Hasan menjual
j
rumahnya
y ke Bank Syariah,
y
dan Bank
Syariah
h tersebut
b menyewakan
k kembali
k b l ke
k Hasan 
TIDAK DIPERKENANKAN (kecuali pengalihan hutang dari
konvensional ke syariah
y
sebagaimana
g
diatur dalam fatwa
nomor 31)
Jakarta, Januari 2013
IAI - PPL - Akuntansi Lembaga Keuangan Syariah
51
Wirroso – PSAK 107 - Akuntans
si Ijarah
Jual dan Ijarah
Jual-dan-Ijarah
 Transaksi jual-dan-ijarah harus merupakan transaksi yang
terpisah
i h dan
d tidak
id k saling
li bergantung
b
( ’ ll ) sehingga
(ta’alluq)
hi
harga jual harus dilakukan pada nilai wajar. (prgf – 25)
 Jika suatu entitas menjual obyek ijarah kepada entitas lain
dan kemudian menyewanya, maka entitas tersebut
mengakui keuntungan atau kerugian pada periode
terjadinya
d
penjualan
l dalam
d l
laporan
l
laba
l b rugi dan
d
menerapkan perlakuan akuntansi penyewa. (prgf – 26)
 Keuntungan atau kerugian yang timbul dari transaksi jual
dan ijarah tidak dapat diakui sebagai pengurang atau
penambah beban ijarah. (prgf – 27)
Jakarta, Januari 2013
IAI - PPL - Akuntansi Lembaga Keuangan Syariah
52
Wirroso – PSAK 107 - Akuntans
si Ijarah
Study Kasus (Jual – Ijarah)
 Murtado menjual
j
rumah berikut tanahnya
y kepada
p
Bank Syariah Barokah sebesar Rp. 300.000.000,-(sudah termasuk beban pemindahan hak)
 Bank Syariah Barokah menyewakan rumah
tersebut kepada Kimin sebesar Rp.15.000.000,-setiap
ti bulan
b l selama
l
36 bulan.
b l
Jakarta, Januari 2013
IAI - PPL - Akuntansi Lembaga Keuangan Syariah
53
Wirroso – PSAK 107 - Akuntans
si Ijarah
Jurnal
1.
Pada saat membeli rumah dan tanahnya dari Murtado sebesar Rp. 300
juta
J nal :
Jurnal
Dr. Persediaan (aktiva Ijarah)
Rp. 300.000.000,-Cr. Kas / Rek. H. Murtado
Rp. 300.000.000,--
2.
Pada saat rumah disewakan kepada Kimin
Jurnal :
Dr. Aktiva Ijarah
Rp. 300.000.000,-Cr. Persediaan (aktiva Ijarah)
Rp. 300.000.000,-Catatan :
(1) Penjualan rumah dan tanah Murtado, merupakan penjualan putus (tidak
boleh jual kembali atau disewakan kepada nasabah ybs)
(2) Jurnalnya sama dengan pembelian aktiva tetap (saat beli) dan
jurnal Ijarah (saat disewakan)
Jakarta, Januari 2013
IAI - PPL - Akuntansi Lembaga Keuangan Syariah
54
Wirroso – PSAK 107 - Akuntans
si Ijarah
P
Penerimaan
i
sewa dari
d i Kimin
Ki i sebesar
b
Rp.10.000.000,-R 10 000 000 per
bulan
Jurnal :
Dr. Kas / Rek Penyewa
Cr. Pendapatan Sewa Ijarah
Rp. 10.000.000
Rp. 10.000.000
 Penyusutan aktiva Ijarah
Jurnal:
Dr. Beban Penyusutan Akt Ijarah
Cr. Akum Penyusutan Akt Ijarah
Jakarta, Januari 2013
IAI - PPL - Akuntansi Lembaga Keuangan Syariah
55
Wirroso – PSAK 107 - Akuntans
si Ijarah
Ijarah
Bahasan
ketujuh ?
Jakarta, Januari 2013
IJARAH
LANJUT
IAI - PPL - Akuntansi Lembaga Keuangan Syariah
56
Wirroso – PSAK 107 - Akuntans
si Ijarah
Ijarah-Lanjut
ja a
a ju
 Suatu entitas menyewakan
y
lebih lanjut
j kepada
p
pihak lain atas aset yang sebelumnya disewa
dari p
pemilik (prgf – 28)
 Contoh:
 Amir ingin menyewa kios Taufik, tapi tidak cukup
dana untuk menyewa
 Bank Syariah
y
menyewa
y
kios milik Taufik,, kemudian
menyewakan kembali ke Amir
 Implementasi
p
 Pembiayaan Multijasa => pendidikan, traveling,
penyelenggaraan pernikahan
Jakarta, Januari 2013
IAI - PPL - Akuntansi Lembaga Keuangan Syariah
57
Wirroso – PSAK 107 - Akuntans
si Ijarah
Ijarah Lanjut
Ijarah-Lanjut
 Jika suatu entitas menyewakan lebih lanjut kepada pihak lain
atas aset yang sebelumnya disewa dari pemilik
pemilik, maka entitas
tersebut menerapkan perlakuan akuntansi pemilik dan
akuntansi penyewa dalam PSAK ini. (prgf – 28)
 Jika suatu entitas menyewa obyek ijarah (sewa) untuk
disewa-lanjutkan, maka entitas mengakui sebagai beban
ijarah (sewa) tangguhan untuk pembayaran ijarah jangka
panjang dan sebagai beban ijarah (sewa) untuk sewa jangka
pendek (prgf - 29)
 Perlakuan akuntansi penyewa diterapkan untuk transaksi
antara entitas (sebagai penyewa) dengan pemilik, dan
perlakuan akuntansi pemilik diterapkan untuk transaksi antara
entitas (sebagai pemilik) dengan pihak penyewa-lanjut. (prgf –
30)
Jakarta, Januari 2013
IAI - PPL - Akuntansi Lembaga Keuangan Syariah
58
Wirroso – PSAK 107 - Akuntans
si Ijarah
Contoh Ijarah Lanjut
 Bank Syariah
y
Baitul Amanah menyewa
y
sebuah kios
dari Taufik untuk jangka waktu 3 tahun dengan
harga
g Rp.
p 12.000.000,-, p
per tahun dan
pembayarannya dilakukan sekaligus dimuka.
 Atas permintaan Hasan
Hasan, Bank Syariah Baitul
Amanah menyewakan kios tersebut untuk jangka
waktu 3 tahun dengan harga Rp.
Rp 1.500.000,
1 500 000 -- per
bulan dan pembayaran dilakukan setiap bulan.
Jakarta, Januari 2013
IAI - PPL - Akuntansi Lembaga Keuangan Syariah
59
Wirroso – PSAK 107 - Akuntans
si Ijarah
 Pada
P d saatt melakukan
l k k pembayaran
b
uang sewa
kepada Taufik sebesar Rp.36.000.000,- untuk
jangka waktu 3 tahun
tahun.
Jurnal :
Dr. Beban Ijarah Tangguhan
Cr Kas / Rek Taufik
Cr.
Jakarta, Januari 2013
Rp. 36.000.000,-Rp 36.000.000,
Rp.
36 000 000 -
IAI - PPL - Akuntansi Lembaga Keuangan Syariah
60
Wirroso – PSAK 107 - Akuntans
si Ijarah
 Pada saat menerima pembayaran uang sewa dari Hasan
sebesar Rp. 1.500.000,-Jurnal setiap bulan:
Dr. Kas / Rek Hasan
Cr. Pendapatan Sewa
Rp. 1.500.000,-Rp. 1.500.000
 Amortisasi setiap bulan Uang Muka sewa Taufik sebesar : Rp.
36 000 000 : 36 = Rp.
36.000.000,-Rp 1.000.000,-1 000 000
Jurnal :
Dr. Beban sewa (ijarah)
Cr. Beban Ijarah Tangguhan (H. Taufik)
Jakarta, Januari 2013
Rp. 1.000.000,-Rp. 1.000.000,--
IAI - PPL - Akuntansi Lembaga Keuangan Syariah
61
Penyajian transaksi Ijarah
Wirroso – PSAK 107 - Akuntans
si Ijarah
Pendapatan sewa - dari Hasan (hrg jual)
1.500.000,--
Pengeluaran beban bank (HPP)
Beban sewa ( Amortisasi Taufik)
1.000.000,--
B b
Beban
pemeliharaan
lih
0
0,--
Beban lain
0,--
Total beban bank
1 000 000 -1.000.000,--
Pendapatan
p
neto Ijarah
j
((keuntungan)
g )
Jakarta, Januari 2013
IAI - PPL - Akuntansi Lembaga Keuangan Syariah
500.000,-,
62
Wirroso – PSAK 107 - Akuntans
si Ijarah
 Pada saat jatuh tempo Angsuran Hasan menunggak dan belum
membayar
b
Jurnal :
Dr Piutang Pendapatan Ijarah
Dr.
Rp 1
Rp.
1.500.000,
500 000 -Cr. Pendapatan Ijarah
Rp. 1.500.000,--
Oleh karena bulan ada aliran kas masuk (pendapatan akrual)
maka
k tidak
id k diperhitungan
di hi
dalam
d l
pembagian
b i hasil
h il usaha
h
(profit distribution)
Jakarta, Januari 2013
IAI - PPL - Akuntansi Lembaga Keuangan Syariah
63
Wirroso – PSAK 107 - Akuntans
si Ijarah
 Pembayaran tunggakan Hasan, sebesar Rp.1.500.000,-Jurnal :
Dr. Kas / Rek Hasan
Rp.
p 1.500.000,-,
Cr. Piutang Pendapatan Ijarah
Rp. 1.500.000,--
Oleh karena terjadi aliran kas masuk pendapatan Ijarah
maka “pendapatan
p
p
neto Ijarah”
j
diperhitungan
p
g dalam
pembagian hasil usaha (profit distribution)
Jakarta, Januari 2013
IAI - PPL - Akuntansi Lembaga Keuangan Syariah
64
Wirroso – PSAK 107 - Akuntans
si Ijarah
Contoh Ijarah Multiguna
 Hasanudin ingin
g menlanjutkan
j
pendidikan
p
doktoral
(S3) syariah di Universitas Trisakti Jakarta, biaya
yang diperlukan hingga selesai sebesar Rp. 120
j t U
juta.
Untuk
t k mewujudkan
j dk keinginannya
k i i
tersebut
t
b t
Hasanudin menghubungi Bank Syariah Mitra
Mandiri dan setelah dilakukan negosasi maka
Mandiri,
kedua pihak sepakat untuk melaksanakan transaksi
tersebut dan membayar angsuran sebesar Rp
Rp.
6.000.000,-- selama 2 tahun. Atas transaksi ini
Bank Syariah
y
Mitra Mandiri membayar
y seluruh biaya
y
pendidikan Hasanudin ke Universitas Trisakti
Jakarta sebesar Rp. 120 juta.
Jakarta, Januari 2013
IAI - PPL - Akuntansi Lembaga Keuangan Syariah
65
Wirroso – PSAK 107 - Akuntans
si Ijarah
Bank Syariah pemilik obyek ijarah
1. Bank Syariah Mitra Mandiri membayar biaya pendidikan
d k
doktoral
l Hasanudin
di kepada
k
d Universitas
i
i
Transaksi
k i sebesar
b
Rp. 120.000.000,-Dr. Sewa Multiguna Tangguhan
Cr. Kas / Rekening Trisakti
Rp. 120.000.000
Rp. 120.000.000
2. Penerimaan pembayaran angsuran oleh Hasanudin setiap
bulan sebesar Rp
Rp.6.000.000,6 000 000
Dr. Kas/Rek Hasanudin
Cr. Pendapatan Ijarah Multijasa
Jakarta, Januari 2013
Rp.6.000.000,
Rp.6.000.000,-Rp. 6.000.000
IAI - PPL - Akuntansi Lembaga Keuangan Syariah
66
Wirroso – PSAK 107 - Akuntans
si Ijarah
3. Bank Syariah Mitra Mandiri melakukan amortisasi atas
pembayaran
p
y
biaya
y pendidikan
p
yang
y g talah dilakukan sebesar:
Rp. 120.000.000 : 24 = Rp. 5.000.000.
Dr.Biaya Sewa Multiguna
Cr.Sewa Multiguna Tangguhan
Rp. 5.000.000
Rp. 5.000.000
4. Penyajian dalam laporan laba rugi yang dilakukan oleh Bank
Syariah
y
Mitra Mandiri adalah:
Pendapatan Ijarah Multijasa
Bi
Biaya
Sewa
S
M
Multijasa
l ij
Pendapatan
e dapata neto
eto Ijarah
ja a Multijasa
u t jasa
Jakarta, Januari 2013
Rp. 6.000.000
R 5.000.000
Rp.
5 000 000
-----------------Rp.
p 1.000.000
000 000
IAI - PPL - Akuntansi Lembaga Keuangan Syariah
67
Wirroso – PSAK 107 - Akuntans
si Ijarah
5. Jatuh tempo pembayaran angsuran bulan
ke 6 Hasanudin belum membayar
a) Pengakuan pendapatan
Dr. Piutang Pendpt Ijr Multijas
Cr Pendapatan Ijarah Multijasa
Cr.

Rp.6.000.000,-Rp 6
Rp.
6.000.000
000 000
Pendapatan Neto Ijarah Multijasa sebesar Rp. 1.000.000 tdk
diperhitungkan dalam Profit Distribusi
b)) Amortisasi Sewa Ijarah
j
Multiguna
g
Dr. Biaya Sewa Multiguna
Cr. Sewa Multiguna Tangguhan
Jakarta, Januari 2013
Rp. 5.000.000
Rp. 5.000.000
IAI - PPL - Akuntansi Lembaga Keuangan Syariah
68
Wirroso – PSAK 107 - Akuntans
si Ijarah
c)) Pembayaran
y
angsuran
g
oleh Hasanudin
Dr. Kas/Rekening Hasanudin
Cr. Piutang Pendpt Ijr Multiguna

Rp. 6.000.000
Rp. 6.000.000
Walaupun tdk ada pengakuan Pendapatan Ijarah Multijasa, prosi
pendapatan
p
p
neto ijarah
j
Rp.
p 1.000.000 diperhitungkan
p
g
dalam Profit
Distribusi
Jakarta, Januari 2013
IAI - PPL - Akuntansi Lembaga Keuangan Syariah
69
Wirroso – PSAK 107 - Akuntans
si Ijarah
Ijarah
Bahasan
kedelapan
Jakarta, Januari 2013
STUDY
KASUS
IAI - PPL - Akuntansi Lembaga Keuangan Syariah
70
Wirroso – PSAK 107 - Akuntans
si Ijarah
Contoh
Co
o kasus
asus jurnal
ju a Ijarah
ja a
Pada tanggal
gg 10 Maret 2008,, LKS Mitra Mandiri melakukan transaksi Ijarah
j
dengan
g
data-data sebagai berikut:
A
Jenis Akad (pertama)
:
Ijarah
Nama Penyewa
:
Hasan
Jenis barang yang disewa
:
Kijang Inova
Harga
a ga barang
ba a g perolehan
pe o e a
:
Rp.
p 120.000.000,-0 000 000,
Nilai sisa / residual value
:
Rp. 1
Total pembayaran sewa per thn
:
Rp. 28.800.000 (Rp. 2.400.000 / bln)
Uang muka sewa dari penyewa
:
Rp. 14.400.000 ( 6 bulan sewa)
Jangka waktu sewa
:
1 (satu) tahun
Biaya administrasi
:
Rp 300.000,-Rp.
300 000
Pengikatan
:
Dibawah tangan
Jakarta, Januari 2013
IAI - PPL - Akuntansi Lembaga Keuangan Syariah
71
Contoh kasus jurnal Ijarah (lanj…)
Wirroso – PSAK 107 - Akuntans
si Ijarah
B
Jenis Akad (kedua)
:
Ijarah Muntahia Bittamlik (IMBT)
Nama Penyewa
:
Amir
Jenis barang yang disewa
:
Kijang Inova
Harga barang perolehan
:
Rp 120.000.000,-Rp.
120 000 000
Nilai sisa / residual value
:
Rp. 1
Total p
pembayaran
y
sewa per
p thn
:
Rp.
p 72.000.000 (Rp.
( p 6.000.000 / bln))
Uang muka sewa dari penyewa
:
Rp. 36.000.000 ( 6 bulan sewa)
Jangka waktu sewa
:
2 (satu) tahun
Opsi pengalihan pemilikan
:
Akhir masa sewa
Biaya administrasi
:
Rp. 300.000,--
Pengikatan
:
Dibawah tangan
Jakarta, Januari 2013
IAI - PPL - Akuntansi Lembaga Keuangan Syariah
72
Wirroso – PSAK 107 - Akuntans
si Ijarah
Study
udy kasus
asus : 2
 Bank Syariah Amanah Ummat memiliki dua buah truk
d
dengan
harga
h
perolehan
l h masing-masing
i
i sebesar
b
Rp. 120
20
juta. Bank Syariah Amanah Ummat menetapkan kebijakan
masa penyusutan truk selama 5 tahun.
 Atas permintaan nasabah, bank syariah mensepakati halhal sbb :
A. truk pertama disewakan tanpa opsi pemindahan kepemilikan
selama setahun dengan return setara dengan 25% / pa.
B truk kedua disewakan dengan opsi pemindahan kepemilikan
B.
selama 2 tahun dengan return setara dengan 20% / pa.
 Pembayaran harga sewa dilakukan setiap tanggal 15
 Diminta:
 Buat perhitungan dan jurnal atas transaksi tersebut
Jakarta, Januari 2013
IAI - PPL - Akuntansi Lembaga Keuangan Syariah
73
Wirroso – PSAK 107 - Akuntans
si Ijarah
Study
udy kasus
asus : 3
 Siti Zaenab nasabah Bank Syariah Amanah Ummat
membutuhkan
e butu a kios
os milik Taufik
au untuk
u tu pengembangan
pe ge ba ga
usahanya dan ia tidak memiliki cukup dana untuk membayar
sewa kios. Harga sewa kios milik Taufik sebesar Rp.
12.000.000,-- per tahun dan pembayarannya harus
12.000.000,
dilakukan sekaligus dimuka untuk jangka waktu 3 tahun
 Untuk merealisasi keinginan tersebut Siti Zaenab
mendatangi Bank Syariah Amanah Ummat untuk membantu
menyewakan kios yang diperlukan, yang Siti Zaenab
bersedia dan sepakat untuk membayar setiap bulan dengan
harga sewa yang diperhitungakan oleh Bank Syariah
Amanah Ummat. Keputusan ALCO Bank Syariah Amanah
Ummat menetapkan keuntungan transaksi ini setara dengan
25%
 Diminta:
 Perhitungan dan jurnal atas transaksi tersebut
Jakarta, Januari 2013
IAI - PPL - Akuntansi Lembaga Keuangan Syariah
74
Wirroso – PSAK 107 - Akuntans
si Ijarah
Study
udy kasus
asus : 4
 Hasan seorang
g nelayan
y di Belawan,, memiliki tiga
g orang
g anak
dimana salah satunya memiliki kemampuan dan prestasi
yang sangat baik, sehingga Hasan mengharapkan anaknya
dapat meneruskan ke SMA
SMA. Untuk itu Hasan membutuhkan
dana sebesar Rp. 5 juta
 Untuk mewujudkan
j
keinginannya
g
y Hasan mendatangi
g Bank
Syariah Amanah Ummat, dan disepakati Bank Syariah
Amanah Ummat akan membantu keperluan Hasan tersebut.
Sesuai keputusan ALCO
ALCO,Bank
Bank Syariah Amanah Ummat
menentukan return setara dengan 20% / pa
 Diminta:
 Perhitungan dan jurnal atas transaksi tersebut
Jakarta, Januari 2013
IAI - PPL - Akuntansi Lembaga Keuangan Syariah
75
Akuntansi Lembaga
K
Keuangan
S i h
Syariah
AKUNTANSI WADIAH
DAN QARDH
Q
Wiiroso – Ak
kuntansi Wadiah d
dan Qardh
h
Akuntansi
wadiah
di h
Jakarta, Januari 2013
IAI - PPL - Akuntansi Lembaga Keuangan Syariah
2
Karakteristik wadiah
Wiiroso – Ak
kuntansi Wadiah d
dan Qardh
h
 Wadiah adalah titipan nasabah yang
harus dijaga dan dikembalikan setiap
saat nasabah ybs menghendaki. Bank
bertanggung jawab atas pengembalian
dana titipkan.
titipkan (psak 59
59, pr 134)
 Wadiah dibagi : (psak 59, pr 135)
o Wadiah yad-dhamanah => penerima
titipan dapat memanfaatkan,
keuntungannya milik penerima titipan
o Wadiah yyad-amanah => tidak boleh
memanfaatkan
Jakarta, Januari 2013
IAI - PPL - Akuntansi Lembaga Keuangan Syariah
3
T b
Tabungan
Wadiah
W di h
Wiiroso – Ak
kuntansi Wadiah d
dan Qardh
h
(Fatwa DSN No. 02/DSN-MUI/IV/2000)
1.
2.
3.
Jakarta, Januari 2013
Bersifat simpanan
Simpanan bisa diambil kapan saja
(on call) atau berdasarkan
kesepakatan
Tidak ada imbalan yang
disyaratkan kecuali dalam bentuk
disyaratkan,
pemberian (athaya) yang bersifat
sukarela dari p
pihak bank
IAI - PPL - Akuntansi Lembaga Keuangan Syariah
4
Wiiroso – Ak
kuntansi Wadiah d
dan Qardh
h
Karakteristik ….(lanjutan)
 Penerima titipan
p dapat
p : (psak 59, pr 136)
o Meminta ujrah (imbalan) atas penitipan
barang
g /uang.
g
o Pemberian bonus => tidak boleh
diperjanjikan
p j j
sebelumnya
y dan besarnya
y
tergantung kebijakan penerima titipan
Jakarta, Januari 2013
IAI - PPL - Akuntansi Lembaga Keuangan Syariah
5
Wiiroso – Ak
kuntansi Wadiah d
dan Qardh
h
Pengakuan dan pengukuran dana wadiah (psak 59, pr 137)
 Dana wadiah diakui sebesar jumlah dana yang
dititipkan pada saat terjadinya transaksi dalam
periode yang bersangkutan
 Penerimaan yang diperoleh atas pengelolaan
dana titipan diakui sebagai pendapatan bank
d b
dan
bukan
k merupakan
k unsur kkeuntungan
t
yang
dibagikan
Jakarta, Januari 2013
IAI - PPL - Akuntansi Lembaga Keuangan Syariah
6
Bonus transaksi wadiah (psak 59 pr 138)
Wiiroso – Ak
kuntansi Wadiah d
dan Qardh
h
 Pembayaran
y
bonus kepada
p
nasabah diakui
sebagai beban saat terjadinya
 Penerimaan bonus :
o dari bank syariah lain => diakui sebagai
pendapatan pada saat kas diterima
o dari bank sentral => diakui sebagai
pendapatan pada saat kas diterima
o dari bank non
non-syariah
syariah => diakui sebagai dana
qardhul hasan
Jakarta, Januari 2013
IAI - PPL - Akuntansi Lembaga Keuangan Syariah
7
Wiiroso – Ak
kuntansi Wadiah d
dan Qardh
h
Penyajian dan pengungkapan wadiah
 Dana wadiah yad
yad-dhamanah
dhamanah disajikan sebagai
kewajiban (psak 59, pr 160)
 Pengungkapan transaksi wadiah
wadiah, mencakup dan
tidak terbatas pada : (psak 59, pr 193)
o Jumlah dana / barang
g yyang
g mengikuti
g
p
prinsip
p
wadiah yad-dhamanah.
o Jumlah dana wadiah yang diblokir sebagai jaminan
pembiayaan dan transaksi perbankan lainnya.
Jakarta, Januari 2013
IAI - PPL - Akuntansi Lembaga Keuangan Syariah
8
Wiiroso – Ak
kuntansi Wadiah d
dan Qardh
h
JURNAL
PRINSIP WADIAH
Jakarta, Januari 2013
IAI - PPL - Akuntansi Lembaga Keuangan Syariah
9
Wiiroso – Ak
kuntansi Wadiah d
dan Qardh
h
 Diterima setoran tunai pembukaan giro wadiah atas nama Qohar
p 20.000.000,-,
sebesar Rp.
Jurnal :
Dr. Kas
Cr. Titipan (Wadiah)
(Giro Wadiah – an Qohar)
Rp. 20.000.000
Rp. 20.000.000
 Q
Qohar
h melakukan
l k k penarikan
ik giro
i wadiahnya
di h
melalui
l l i ATM sebesar
b
R
Rp.
2.000.000,-Jurnall
J
Dr. Titipan (Wadiah)
(Giro wadiah - an Qohar)
Cr Kas ATM (Bank Lain)
Cr.
Jakarta, Januari 2013
Rp. 2.000.000
Rp 2.000.000
Rp.
2 000 000
IAI - PPL - Akuntansi Lembaga Keuangan Syariah
10
Wiiroso – Ak
kuntansi Wadiah d
dan Qardh
h
 Qohar menyerahkan Aplikasi transfer untuk dilakukan pemindahbukuan dari
rekening gironya sebesar Rp.5.000.000,--untuk dibuatkan Deposito Mudharabah
dengan nisbah 65:35
Jurnal
Dr. Titipan (Wadiah)
(Giro Wadiah – an Qohar)
Cr. Dana Syirkah
y
Temporer
p
(Deposito Mudharabah-a/n Qohar)
Rp. 5.000.000
Rp. 5.000.000
 Yusuf melakukan penyetoran tunai sebesar Rp.10.000.000,-- sebagai setoran
pertama
t
giro
i wadiah
di h
Jurnal :
Dr Kas
Dr.
Cr. Titipan (Wadiah)
(Giro Wadiah – an Yusuf)
Jakarta, Januari 2013
Rp 10.000.000
Rp.
10 000 000
Rp. 10.000.000
IAI - PPL - Akuntansi Lembaga Keuangan Syariah
11
Wiiroso – Ak
kuntansi Wadiah d
dan Qardh
h
 Qohar melakukan transfer ke rekening atas nama Adinda di BCA
g Irian Jaya
y sebesar Rp.
p 10.000.000,-,
cabang
Jurnal :
Dr Titipan (Wadiah)
Dr.
( Giro Wadiah – an Qohar)
Cr. Bank Indonesia
Rp. 10.000.000
Rp. 10.000.000
 Yusuf melakukan penarikan tunai sebesar Rp. 5.000.000, dari
rekeningnya
Jurnal
Dr. Titipan (wadiah)
(Gi W
(Giro
Wadiah
di h – an Qohar)
Q h )
Cr. Kas
Jakarta, Januari 2013
R 5
Rp.
5.000.000
000 000
Rp. 5.000.000
IAI - PPL - Akuntansi Lembaga Keuangan Syariah
12
Wiiroso – Ak
kuntansi Wadiah d
dan Qardh
h
 Bank Syariah
y
menerapkan
p
kebijakan
j
untuk
memberikan bonus kepada pemegang rekening
giro wadiah. Atas hal tersebut Tuan Qohar
diberikan bonus sebesar Rp
Rp.10.000,10 000 dan atas
bonus tersebut dipotong pajak sebesar 15%
Jurnal :
Dr. Beban bonus wadiah
Cr Titipan (wadiah)
Cr.
(Giro Wadiah – an Qohar)
Cr. Titipan Kas Negara (pajak)
Jakarta, Januari 2013
Rp. 10.000,-Rp. 8.500,-Rp. 1.500,--
IAI - PPL - Akuntansi Lembaga Keuangan Syariah
13
Wiiroso – Ak
kuntansi Wadiah d
dan Qardh
h
AKUNTANASI
QARDH
Jakarta, Januari 2013
IAI - PPL - Akuntansi Lembaga Keuangan Syariah
14
Wiiroso – Ak
kuntansi Wadiah d
dan Qardh
h
Qardh
 Qardh adalah pinjam meminjam
dana tanpa imbalan dengan
kewajiban pihak peminjam
mengembalikan pokok pinjaman
secara sekaligus atau cicilan dalam
jangka waktu tertentu
Jakarta, Januari 2013
IAI - PPL - Akuntansi Lembaga Keuangan Syariah
15
Wiiroso – Ak
kuntansi Wadiah d
dan Qardh
h
Karakteristik Qardh(PSAK 59 - pr 140)
 Pinjaman tanpa imbalan => peminjam
mempergunakan dana selama jangka waktu
tertentu dan mengembalikan
g
dalam jjumlah
yang sama pada akhir periode
 Jika mengalami kerugian, bukan kelalaiannya
=> mengurangi jumlah pinjamannya.
 Pelaporan => laporan sumber dan
penggunaan dana
d
qardhul
dh l h
hasan
Jakarta, Januari 2013
IAI - PPL - Akuntansi Lembaga Keuangan Syariah
16
Wiiroso – Ak
kuntansi Wadiah d
dan Qardh
h
Karakteristik Qard
 Sumber dana Qardh hasan dapat
berasal dari intern bank atau dari
ekstern bank
bank. (PSAK 59 - pr 141)
o Ekstern => diterima dari pihak lain
• sumbangan
sumbangan, infak,
infak shadaqah dsb
• dana disediakan oleh pemilik bank
syariah dan
• pendapatan non halal
o Internal =>
> hasil tagihan pinjaman
qardhul hasan
Jakarta, Januari 2013
IAI - PPL - Akuntansi Lembaga Keuangan Syariah
17
Wiiroso – Ak
kuntansi Wadiah d
dan Qardh
h
Pengakuan dan pengkuran
 Pinjaman Qardh (bank sbg pihak yang
meminjamkan) – pr 142
o diakui sebesar jumlah yang dipinjamkan
pada saat terjadinya
o Kelebihan penerimaan dari peminjam atas
qardh
dh yang dil
dilunasii di
diakui
k i sebagai
b
i
pendapatan pada saat terjadinya
 Qardh yang diterima (bank sbg
peminjam) – pr 143
o Kelebihan pelunasan => diakui sebagai
beban
Jakarta, Januari 2013
IAI - PPL - Akuntansi Lembaga Keuangan Syariah
18
Wiiroso – Ak
kuntansi Wadiah d
dan Qardh
h
Penyajian Qardh
(pr 161)
 Sumber
S b d
dana Q
Qradh
dh
o intern bank (modal bank) => disajikan
pada
d aktiva
kti llainnya
i
sebagai
b
i pinjaman
i j
Qardh
o ekstern
k
(d
(dana kkebajikan
b jik yang di
diterima
i
oleh bank) => disajikan pada laporan
sumber dan penggunaan dana Qardhul
hasan
Jakarta, Januari 2013
IAI - PPL - Akuntansi Lembaga Keuangan Syariah
19
Wiiroso – Ak
kuntansi Wadiah d
dan Qardh
h
Contoh Transaksi Qardh (Rahn)
 Pada tanggal 10 Maret 2010 Basuni meminjam uang dari Bank Syariah
d di
dan
disepakati
k ih
hal-hal
l h l sebagai
b
ib
berikut:
ik
o Besar pinjaman uang sebesar Rp. 10.000.000,o Jangka waktu pelunasan 3 bulan kemudian
o Biaya administrasi atas pinjaman sebesar Rp. 100.000, Biaya pemeliharaan dan penyimpanan emas sebesar Rp.3.500,-- per
gram setiap bulan
 Atas pinjamannya tersebut telah diserahkan emas 24 karat seberat 75
gram dengan harga pasar sebesar Rp
Rp.200.000,
200 000  Dalam catatan Bank return yang diharapkan untuk penyaluran dana
(pembiayaan) setara 21% per tahun
Jakarta, Januari 2013
IAI - PPL - Akuntansi Lembaga Keuangan Syariah
20
Wiiroso – Ak
kuntansi Wadiah d
dan Qardh
h
Jurnal Qardh (Rahn)
 Pada saat Bank Syariah meminjamkan uang ke Basuni
sebesar
b
R
Rp. 10
10.000.000
000 000
Dr.
Cr.
Pinjaman
j
Qardh ((Rahn))
Kas / rekening nasabah
Rp.
p 10.000.000
Rp. 10.000.000
 Penerimaan biaya administrasi pinjaman Qardh sebesar
Rp.100.000,-Dr.
Cr.
Kas / Rekening Nasabah Rp. 100.000,-Pendptan Adm Pinj Qardh
Rp. 100.000,-100.000,
Jakarta, Januari 2013
IAI - PPL - Akuntansi Lembaga Keuangan Syariah
21
Wiiroso – Ak
kuntansi Wadiah d
dan Qardh
h
Jurnal Qardh (Rahn)
 Penerimaan biaya pemeliharaan dan penyimpanan
Dr.
Cr
Cr.
Kas / Rekening Nasabah Rp. 787.500
Pendapatan Gadai (disesuaikan) Rp.
Rp 787
787.500
500
 Perhitungan :
o Berat emas yang disimpan
: 75 gr
o Biaya per gram setiap bulan : Rp. 3.500 *)
o Jumlah biaya pemeliharaan dan penyimpanan
75 x 3 x Rp. 3.500 = Rp. 787.500,-*) 21% pa =>
> 1.75%
1 75% x R
Rp 200
200.000
000 = R
Rp. 3
3.500
500
Jakarta, Januari 2013
IAI - PPL - Akuntansi Lembaga Keuangan Syariah
22
Wiiroso – Ak
kuntansi Wadiah d
dan Qardh
h
Jurnal Qardh (Rahn)
 Penerimaan pelunasan pinjaman dari basuni sebesar Rp.
10 000 000
10.000.000
Dr.
Cr.
Kas/Rekening Nasabah
Pinjaman Qard (Rahn)
Rp. 10.000.000
Rp. 10.000.000
P
Penjualan
j l b
barang rahn
h ((agunan)) emas seberat
b t 75 gr seharga
h
Rp.200.000 per gram
Dr.
Cr.
Jakarta, Januari 2013
Kas
Titipan
p Nasabah
Rp. 15.000.000
Rp.
p 15.000.000
IAI - PPL - Akuntansi Lembaga Keuangan Syariah
23
Wiiroso – Ak
kuntansi Wadiah d
dan Qardh
h
Jurnal Qardh (Rahn)
 Hasil penjualan untuk melunasi hutang nasabah
o Jika hasil penjualan lebih besar dari pinjaman nasabah (misalnya
hasil penjualan sebesar Rp. 15.000.000)
Dr. Titipan Nasabah (Rahn)
Cr. Pinjaman Qardh (Rahn)
Cr Kas / Rekening Nasabah
Cr.
Rp. 15.000.000
Rp. 10.000.000
Rp 5
Rp.
5.000.000
000 000
o Jika hasil penjualan lebih kecil dari pinjaman nasabah (misalnya
h il penjualan
hasil
j l sebesar
b
R
Rp. 7.500.000)
00 000)
Dr. Titipan Nasabah (Rahn)
Dr. Piutang kpd Nasabah (Rahn)
Cr. Pinjaman Qardh (Rahn)
Jakarta, Januari 2013
Rp. 7.500.000
Rp. 2.500.000
Rp. 10.000.000
IAI - PPL - Akuntansi Lembaga Keuangan Syariah
24
Wiiroso – Ak
kuntansi Wadiah d
dan Qardh
h
Jurnal Qardh (Rahn)
 Pembentukan PPAP atas pinjaman Qardh (besarnya sesuai
ketentuan Bank Indonesia,
Indonesia misalnya Rp.2.500.000)
Rp 2 500 000)
Dr.
Cr.
Beban PPAP Pinjj Qardh
Cad PPAP Pinj Qardh
Rp.2.500.000
p
Rp. 2.500.000
 Penghapusan
g p
p
pinjaman
j
Q
Qardh ((Rahn)) Basuni yyang
g tidak
dapat dilunasi
Dr.
Dr
Cr.
Jakarta, Januari 2013
Cad PPAP Pinj Qardh
Rp 2
Rp.
2.500.000
500 000
Piutang kpd Nasabah (Rahn)
Rp. 2.500.000
IAI - PPL - Akuntansi Lembaga Keuangan Syariah
25
Wiiroso – Ak
kuntansi Wadiah d
dan Qardh
h
Jurnal Qardh (Rahn)
 Diterima pelunasan pinjaman Basuni yang telah dihapus buku
sebesar Rp. 2.500.000
Dr.
D
Cr.
Jakarta, Januari 2013
Kas / Rekening
K
R k i N
Nsb
b
Cad PPAP Pinjaman Qardh
R 2
Rp.
2.500.000
500 000
Rp. 2.500.000
IAI - PPL - Akuntansi Lembaga Keuangan Syariah
26
Akuntansi Lembaga
K
Keuangan
S i h
Syariah
PERHITUNGAN PEMBAGIAN
HASIL USAHA
This training material is solely for the use of training participants. No part of it may be circulated,
quoted, or reproduced for distribution inside or outside the training participants organization without
prior written approval from International Center for Development Islamic Finance (ICDIF) Indonesian
Banking Development Institute (LPPI)
Wirroso : Perh
hitungan P
Pembagian Hasil Us
saha
Distribusi hasil usaha
(Pembagian Hasil Usaha)
 Perhitungan pembagian hasil usaha
antara shahibul maal (p
(pemilik dana))
dengan mudharib (pengelola dana),
atas hasil usaha yyang
g diperoleh
p
dengan
g
akad mudharabah
 Perhitungan selalu dilakukan mudharib
Jakarta, Januari 2013
IAI - PPL - Akauntansi Lembaga Keuangan Syariah
2
Wirroso : Perh
hitungan P
Pembagian Hasil Us
saha
Pembagian
Hasil Usaha
Bank Syariah
 Prinsip
p Bagi
g Hasil
 Sistem Bagi Hasil
Jakarta, Januari 2013
IAI - PPL - Akauntansi Lembaga Keuangan Syariah
3
Wirroso : Perh
hitungan P
Pembagian Hasil Us
saha
Landasan syariah
Revenue Sharing
 Syafi’i
y
: Mudharib tidak boleh
menggunakan harta mudharib sebagai
biaya baik dalam keadaan menetap
maupun bepergian (diperjalanan).
 K
Karena mudharib
dh ib telah
t l h mendapatkan
d
tk bagian
b i
keuntungan, maka ia tidak berhak mendapatkan
sesuatu (nafkah) dari harta itu => mendapat
b i yang lebih
bagian
l bih besar
b
dari
d i Rabbul
R bb l maall
Jakarta, Januari 2013
IAI - PPL - Akauntansi Lembaga Keuangan Syariah
4
Wirroso : Perh
hitungan P
Pembagian Hasil Us
saha
Landasan syariah
g
Profit sharing


Abu Hanifah, Malik, Zaidiyah : Mudharib dapat
membelanjakan harta mudharabah hanya bila
perdagangannya itu diperjalanan saja baik itu
berupa biaya makan, minum, pakaian dsb
Imam Hambali
b l :


Membolehkan mudharib untuk menafkahkan
sebagian dari harta mudharabah baik dalam
keadaan menetap atau bepergian dengan ijin
Rabbul maal
Besarnya nafkah yang boleh digunakan adalah
nafkah
fk h yang telah
l h dik
dikenall (menurut
(
kebiasaan)
k bi
)
para pedagang dan tidak boleh boros.
Jakarta, Januari 2013
IAI - PPL - Akauntansi Lembaga Keuangan Syariah
5
Wirroso : Perh
hitungan P
Pembagian Hasil Us
saha
Landasan syariah manfaat /
keuntungan wadiah
 Imam Malik, Al Laits, Abu Yusuf
 Jika ia mengembalikan harta, maka keuntungan
tersebut halal walaupun dengan cara menghasab
((menggunakan
gg
tanpa
p ijin)
j )
 Abu Hanifah, Zufar, Muhammad bin Al
Hasan:
 Mengembalikan pokok harta (yang dititipkan
kepadanya) sedangkan keuntungannya
disedekahkan.
Jakarta, Januari 2013
IAI - PPL - Akauntansi Lembaga Keuangan Syariah
6
Wirroso : Perh
hitungan P
Pembagian Hasil Us
saha
PRINSIP DISTRIBUSI HASIL USAHA DALAM
LEMBAGA KEUANGAN SYARI'AH
(NO: 15/DSN-MUI/IX/2000)
 pembagian hasil usaha di antara para
pihak (mitra) dalam suatu bentuk usaha
kerjasama boleh didasarkan:
pada prinsip Bagi Untung (Profit Sharing),
)
yakni bagi hasil yang dihitung dari
pendapatan setelah dikurangi modal (ra’su
al-mal
l
l) dan
d biaya-biaya,
b
b
 pada prinsip Bagi Hasil (Net Revenue
Sharing),
) yakni bagi hasil yang dihitung dari
pendapatan setelah dikurangi modal
(ra’su al-mal);

Jakarta, Januari 2013
IAI - PPL - Akauntansi Lembaga Keuangan Syariah
7
Wirroso : Perh
hitungan P
Pembagian Hasil Us
saha
PRINSIP DISTRIBUSI HASIL USAHA DALAM
LEMBAGA KEUANGAN SYARI'AH
(NO: 15/DSN-MUI/IX/2000)
Ketentuan Umum
1 Pada dasarnya,
1.
dasarnya LKS boleh menggunakan prinsip Bagi
Hasil (Net Revenue Sharing) maupun Bagi Untung
(Profit Sharing) dalam pembagian hasil usaha dengan
mitra (nasabah)-nya.
2. Dilihat dari segi kemaslahatan (al
al-ashlah
ashlah), saat ini,
pembagian hasil usaha sebaiknya digunakan prinsip
Bagi Hasil (Net Revenue Sharing).
3. Penetapan prinsip pembagian hasil usaha yang dipilih
harus disepakati dalam akad.
Jakarta, Januari 2013
IAI - PPL - Akauntansi Lembaga Keuangan Syariah
8
Wirroso : Perh
hitungan P
Pembagian Hasil Us
saha
SISTEM DISTRIBUSI HASIL USAHA DALAM LEMBAGA
KEUANGAN SYARI'AH
NO: 14/DSN-MUI/IX/2000
1. Pada prinsipnya, LKS boleh menggunakan sistem
Accrual Basis maupun Cash Basis dalam administrasi
keuangan.
2. Dilihat dari segi
g kemaslahatan (al-ashlah), dalam
pencatatan sebaiknya digunakan sistem Accrual Basis;
akan tetapi, dalam distribusi hasil usaha hendaknya
ditentukan atas dasar penerimaan yang benar-benar
benar benar
terjadi (Cash Basis).
3. Penetapan sistem yang dipilih harus disepakati dalam
akad.
Jakarta, Januari 2013
IAI - PPL - Akauntansi Lembaga Keuangan Syariah
9
Wirroso : Perh
hitungan P
Pembagian Hasil Us
saha
Prinsip Distribusi Hasil Usaha
Uraian
Penjualan
Harga pokok penjualan
Laba kotor
eba
Beban
Laba rugi bersih
Jakarta, Januari 2013
Jumlah
Metode
100
65
--------35 Net Revenue sharing
25
5
--------10 Profit Sharing
IAI - PPL - Akauntansi Lembaga Keuangan Syariah
10
Wirroso : Perh
hitungan P
Pembagian Hasil Us
saha
P b di
Perbandingan
pembagian
b i
hasil
h il usaha
h
Penjualan
j
(Revenue)
(
)
Modal / hpp (Cost)
100
90
----Laba kotor (gross profit) 10
Nisbah
Nasabah (sebagai mudharib) : 60
Bank syariah (shahibul maal) : 40
PEMBAGIAN HASIL USAHA
Dari penjualan
Dari laba kotor
Nasabah sbg mudharib (60)
60
6
Bank Syariah sbg pemilik dana (40)
40
4
Jika pembagian dari penjualan (omzet) Nasabah
sebagai mudharib menanggung risiko kerugian 36
 tdk sesuai dengan
g prinsip
p
p mudharabah
Jakarta, Januari 2013
IAI - PPL - Akauntansi Lembaga Keuangan Syariah
11
bagi hasil
Lap L/R Pengelolaan Dana
M dh
Mudharabah
b h ((sbg
b mudharib)
dh ib)
=
Pendapatan penyaluran
Mudharabah
Pendapatan:
Pengelolaan dana
(-/-)
Bagi hasil (prinsip bagi hasil)
Margin (prinsip jual beli)
Lainnya (SWBI, IMA dsb)
Revenue sharing
Hak pihak ketiga atas bagi
hasil Investasi Tidak Terikat
T b l
Tabel
(+/+)
(-/-)
Pendapatan :
Fee base income
Beban Pengelolaan Mudharabah
(-/-)
Beban mudharib:
m dha ib
Beban Tenaga kerja
Beban Administrasi
Beban
Beban Opr Lainnya
=
Laba / rugi
Jakarta, Januari 2013
Shahibul
maal
Profi
fit sharingg
Wirroso : Perh
hitungan P
Pembagian Hasil Us
saha
Lap Laba Rugi Bank
Sistem
( b mudharib
(sbg
dh ib + LKS)
Beban
Beban
Beban
Beban
tenaga kerja mudharabah
administrasi mudharabah
penyusutan mudharabah
opr mudharabah lainnya
=
Laba/Rugi Mudharabah
IAI - PPL - Akauntansi Lembaga Keuangan Syariah
12
Wirroso : Perh
hitungan P
Pembagian Hasil Us
saha
Gross profit bagi bank syariah
Jakarta, Januari 2013
IAI - PPL - Akauntansi Lembaga Keuangan Syariah
13
Wirroso : Perh
hitungan P
Pembagian Hasil Us
saha
Pembagian
Hasil Usaha
Bank Syariah
Pendapatan
p
dibagikan
Jakarta, Januari 2013
IAI - PPL - Akauntansi Lembaga Keuangan Syariah
14
Wirroso : Perh
hitungan P
Pembagian Hasil Us
saha
Faktor yang mempengaruhi
pendapatan
p
p
dibagikan:
g
 Sumber dana
 Penyaluran dana
 Pendapatan cash
basis penyaluran dana
(pendapatan usaha
utama)
Jakarta, Januari 2013
IAI - PPL - Akauntansi Lembaga Keuangan Syariah
15
Wirroso : Perh
hitungan P
Pembagian Hasil Us
saha
S
Sumber
b D
Dana
 Sumber dana dengan prinsip MUDHARABAH =>
tabungan, deposito dsb
 Sumber
S b dana
d
dengan
d
prinsip
i i WADIAH dapat
d
diperhitungan dalam profit distribusi dengan
ketentuan:
 Semua hasil yang diperoleh menjadi milik bank
syariah
 Dapat dipergunakan sebagai dasar perhitungan
pemberian bonus (jika ada) oleh bank syariah kepada
nasabah wadiah
Jakarta, Januari 2013
IAI - PPL - Akauntansi Lembaga Keuangan Syariah
16
Wirroso : Perh
hitungan P
Pembagian Hasil Us
saha
Penyaluran dana
 Penyaluran dana dengan prinsip jual beli:
 Piutang murabahah
 Piutang Salam
 Piutang
i
Istishna
i h
 Penyaluran dana dengan prinsip ujroh
 Aktiva Ijarah
 Aktiva Ijarah Muntahia Bittamlik
 Uang
U
Muka
M k Sewa
S
disewakan
di
k kembali
k b li
 Penyaluran dana dengan prinsip bagi hasil
 IInvestasi
t i Mudharabah
M dh b h
 Investasi Musyarakah
Jakarta, Januari 2013
IAI - PPL - Akauntansi Lembaga Keuangan Syariah
17
Wirroso : Perh
hitungan P
Pembagian Hasil Us
saha
Pendapatan bersih penyaluran dana
(
(pendapatan
d
t
usaha
h utama)
t
)
 Pendapatan dari jual beli:
 pendapatan marjin murabahah;
 pendapatan bersih salam paralel;
 pendapatan bersih istishna paralel;
 Pendapatan dari sewa:
 pendapatan bersih ijarah;
 Pendapatan
d
dari
d bagi
b
hasil:
h l
 pendapatan bagi hasil mudharabah;
 pendapatan bagi hasil musyarakah;
Jakarta, Januari 2013
IAI - PPL - Akauntansi Lembaga Keuangan Syariah
18
Wirroso : Perh
hitungan P
Pembagian Hasil Us
saha
Contoh Pendapatan Neto Usaha Utama
PENDAPATAN MARGIN MURABAHAH
Pendapatan Margin Murabahah
Diskon Murabahah (setelah akad)
Pengurang :
Potongan Pelunasan Piutang Mbh (Dr)
Potongan Angs Piutang Mbh - Prestasi (Dr)
( )
Jumlah pengurang pendapatan
Total pendapatan bersih murabahah
Rp. 150.000
Rp. 50.000
(Rp. 60.000)
(
(Rp.
10.000))
(Rp. 70.000)
Rp. 130.000
PENDAPATAN SALAM
Pendapatan Keutungan salam
K
Keuntungan
t
Penyerahan
P
h A
Asett Salam
S l
Pengurang :
Kerugian Penyerahan Aset Salam (Dr)
Kerugian Salam (Dr.)
(Dr )
Jumlah pengurang pendapatan salam
Total pendapatan bersih salam
Jakarta, Januari 2013
Rp. 100.000
R
Rp.
20
20.000
000
(Rp. 10.000)
(Rp 50
(Rp.
50.000)
000)
(Rp. 60.000)
Rp. 60.000
IAI - PPL - Akauntansi Lembaga Keuangan Syariah
19
Wirroso : Perh
hitungan P
Pembagian Hasil Us
saha
Contoh Pendapatan Neto Usaha Utama
PENDAPATAN MARGIN ISTISHNA'
Pendapatan Margin Istishna
Pot Pelunasan Piut Istishna (Dr)
Pot Angsuran Piut Istishna (Dr)
Rp. 100.000
(Rp. 20.000)
(Rp. 10.000)
((Rp.
p 30.000))
Pendapatan istishna sbg penjual
Pendapatan Istishna (Istishna Revenue)
Harga pokok Istishna (Cost of Istishna) Dr
Pendapatan istishna sbg produsen
Total pendapatan bersih istishna
Jakarta, Januari 2013
Rp. 70.000
Rp.200.000
(Rp.150.000)
Rp.50.000
Rp. 120.000
IAI - PPL - Akauntansi Lembaga Keuangan Syariah
20
Wirroso : Perh
hitungan P
Pembagian Hasil Us
saha
Contoh Pendapatan Neto Usaha Utama
PENDAPATAN IJARAH
Pendapatan Sewa Ijarah
Pengurang :
Biaya Penyusutan. Aktiva Ijarah (Dr)
(Rp. 150.000)
Biaya Pemeliharaan Aktiva Ijarah (Dr) (Rp. 50.000)
Biaya Perbaikan Aktiva Ijarah (Dr)
( )
(
(Rp.
25.000))
Biaya lainnya (Dr)
(Rp. 25.000)
Jumlah penguran pendapatan Ijarah
P d
Pendapatan
t neto
t Ijarah
Ij
h
Rp. 300.000
(Rp. 250.000)
R
Rp.
50
50.000
000
PENDAPATAN IJARAH LANJUT
Pendapatan
P
d
t Sewa
S
Lanjut
L j t
Biaya Amortisasi Sewa Lanjut (Dr)
Pendapatan neto Sewa (Ijarah) Lanjut
Pendapatan Multijasa
Biaya Amortisasi Multijasa (Dr)
Pendapatan neto Multijasa
Jakarta, Januari 2013
Rp. 100
R
100.000
000
(Rp. 80.000)
Rp. 20.000
Rp. 150
Rp
150.000
000
(Rp. 100.000)
Rp. 50.000
IAI - PPL - Akauntansi Lembaga Keuangan Syariah
21
Wirroso : Perh
hitungan P
Pembagian Hasil Us
saha
Contoh Pendapatan
p
Neto Usaha Utama
PENDAPATAN IMBT
Pendapatan Sewa IMBT
Pendapatan Keuntungan Pelepasan
Pengurang :
Biaya Penyusutan Aktiva IMBT (Dr)
Biaya Pemeliharaan Aktiva IMBT(Dr)
Biaya Perbaikan Aktiva IMBT (Dr)
Kerugian Pelepasan Aktiva Ijarah (Dr)
Jumlah pengurang pendapatan IMBT
Total pendapat neto IMBT
Jakarta, Januari 2013
Rp. 250
Rp
250.000
000
Rp. 20.000
(Rp. 120
(Rp
120.000)
000)
(Rp. 30.000)
(Rp. 10.000)
(Rp. 10.000)
(Rp.170.000)
Rp. 100.000
IAI - PPL - Akauntansi Lembaga Keuangan Syariah
22
Wirroso : Perh
hitungan P
Pembagian Hasil Us
saha
Contoh Pendapatan
p
Neto Usaha Utama
PENDAPATAN BAGI HASIL MUDHARABAH
Pendapatan Bagi Hasil Mudharabah
Keuntungan Penyerahan Aset Mudharabah
Keuntungan Pengembalian Aset Mudharabah
Pengurang :
Kerugian Penyerahan Aset Mudharabah (Dr.)
Kerugian Pengembalian Aset Mudharabah (Dr.
Biaya Penurunan Nilai Investasi Mdh (Dr)
Pendptan Amort Keuntungan mdh Tangguhan
Rp. 250
Rp
250.000
000
Rp. 50.000
Rp. 20.000
(Rp. 50.000)
(Rp. 10.000)
Rp. 60.000
(Rp.10.000)
(Rp. 50.000)
Kerugian
g
Investasi Mudharabah ((Dr))
((Rp.
p 10.000))
Jumlah pengurang pendapatan investasi mudharabah
(Rp. 120.000)
Total pendapatan bersih investasi mudharabah
Rp. 200.000
Jakarta, Januari 2013
IAI - PPL - Akauntansi Lembaga Keuangan Syariah
23
Wirroso : Perh
hitungan P
Pembagian Hasil Us
saha
Contoh Pendapatan
p
Neto Usaha Utama
PENDAPATAN BAGI HASIL MUSYARAKAH
Pendapatan Bagi Hasil Musyarakah
Keuntungan Penyerahan Aset Musyarakah
Keuntungan Pengembalian Aset Musyarakah
Jumlah pendapatan investasi musyarakah
Pengurang :
Kerugian Penyerahan Aset Musyarakah (Dr)
100 000
100.000
Kerugian Pengembalian Aset Musyarakah (Dr.)
20.000
Biaya Penurunan Nilai Investasi Musyarakah (Dr) 100.000
Pendptan
p
Amortisasi Keuntungan
g Msy
y Tghan
g
( 30.000))
70.000
Kerugian Investasi Musyarakah(Dr)
30.000
Jumlah p
pengurang
g
g hasil investasi musyarakah
y
Total pendapatan bersih investasi musyarakah
Jakarta, Januari 2013
IAI - PPL - Akauntansi Lembaga Keuangan Syariah
500.000
50.000
20 000
20.000
570.000
220.000
300.000
24
Wirroso : Perh
hitungan P
Pembagian Hasil Us
saha
Pendapatan yang akan dibagikan
No
Penghimpunan
dana
Penyaluran
dana
Pendapatan
penyaluran
Pendapatan yg
dibagikan
Keterangan
1.
150.000
150.000
325
325

Semua pendapatan penyaluran
dibagikan
2
150.000
175.000
350
312


150.000 / 175.000 x 350
Sebesar porsi penghimpunan dana
saja
3.
150.000
125.000
275
275


Semua pendapatan dibagikan
Ada dana yang belum disalurkan
Strategi peningkatan bagi hasil
“Apabila DPK mudharabah tdk
tersalurkan,
l k maka
k diberhentikan
dib h ik
penghimpunan dana mudharabah”
Jakarta, Januari 2013
IAI - PPL - Akauntansi Lembaga Keuangan Syariah
25
Wirroso : Perh
hitungan P
Pembagian Hasil Us
saha
Rumus Perhitungan Bagi Hasil Pemilik Dana
(individu rekening)
1. Bagi hasil => dengan mempergunakan return kelompok produk dan
nisbah yang sama dengan nisbah produk yang tercantum dalam tabel
pembagian hasil usaha
So rata2 harian rek x HBH x return produk
---------------------------------------------------365 x 100
2. Bagi hasil => dengan mempergunakan return total pendapatan
So rata2
S
t 2h
harian
i rekk x HBH x (nisbah
( i b h nasabah
b h x return
t
total
t t l pendptan)
d t )
--------------------------------------------------------------------------------------365 x 100
Jakarta, Januari 2013
IAI - PPL - Akauntansi Lembaga Keuangan Syariah
26
Wirroso : Perh
hitungan P
Pembagian Hasil Us
saha
Rumus Perhitungan Bagi Hasil Kepada Pemilik Dana
((individu rekening)
g)
3. Bagi
g hasil => dengan
g mempergunakan
p g
hasil investasi per
p seribu (mil)
( )
So rata2 harian rek
1 000
1.000
x
H I per mil
x
Nisbah nasabah
4. Bagi hasil => individu per total produk
So rata2 harian rek
x
Pendapatan produk
So rata2 total produk
Jakarta, Januari 2013
IAI - PPL - Akauntansi Lembaga Keuangan Syariah
27
Wirroso : Perh
hitungan P
Pembagian Hasil Us
saha
Pembagian
Hasil Usaha
Bank Syariah
 Cara perhitungan
distribusi hasil
usaha
Jakarta, Januari 2013
IAI - PPL - Akauntansi Lembaga Keuangan Syariah
28
Wirroso : Perh
hitungan P
Pembagian Hasil Us
saha
Cara perhitungan pembagian hasil usaha
 Tabel distribusi hasil
usaha (profit distribution)
 Perhitungan
P hit
setiap
ti seribu
ib
rupiah (h.i per mil)
 Return pendapatan yang
akan dibagikan
g
Jakarta, Januari 2013
IAI - PPL - Akauntansi Lembaga Keuangan Syariah
29
Wirroso : Perh
hitungan P
Pembagian Hasil Us
saha
Cara
perhitungan
hit
distribusi
Distribusi
Di
t ib i dengan
d
tabel (Tabel Profit
Di t ib ti )
Distribution)
Jakarta, Januari 2013
IAI - PPL - Akauntansi Lembaga Keuangan Syariah
30
Wirroso : Perh
hitungan P
Pembagian Hasil Us
saha
TABEL PERHITUNGAN PEMBAGIAN HASIL USAHA
Jenis Simpanan
Saldo
2
Rata2
harian
Pendapatan
d
mudharabah
Nisbah
Pend.
Rtn.
Nisbah
Pend.
A
B
C
D
(%)
E
F
Porsi penyimpan dana
Porsi Bank
(B X C)
(B X E)
Giro Wadiah
A1
B1
00
D1
100
F1
Tab. Mudharabah
A2
B2
45
D2
55
F2
Dep. Mudharabah
1 bulan
IDR
A3
B3
65
D3
35
F3
3 bulan
IDR
A4
B4
66
D4
34
F4
6 bulan
IDR
A5
B5
66
D5
34
F5
12 bulan
IDR
A6
B6
63
D6
37
F6
Tot-A
Tot-B
TOTAL
Jakarta, Januari 2013
Tot-D
IAI - PPL - Akauntansi Lembaga Keuangan Syariah
Tot-F
31
Wirroso : Perh
hitungan P
Pembagian Hasil Us
saha
K t kolom
Ket
k l
A - saldo
ld rata-rata
t
t harian
h i
 Sumbernya : dari saldo SSL yang bersangkutan
so tgl ke-1 + so tgl ke-2 + dst …..+ tgl tutup buku
--------------------------------------------------------------------------
Jumlah hari dalam bulan ybs (n hari)
 Tutup buku April =>28 April
 Tanggal
a gga ke-1
e  29
9 April
p
 Tanggal ke-2  30 April dst
 Tutup buku bulan Mei  30 Mei
 “n hari” (hari bagi hasil) =>29 April – 30 Mei = 32
hari
Jakarta, Januari 2013
IAI - PPL - Akauntansi Lembaga Keuangan Syariah
32
Wirroso : Perh
hitungan P
Pembagian Hasil Us
saha
K t
Keterangan
Kolom
K l
-B
Porsi Pendapatan Yang Akan dibagihasilkan (Tot-B)
Saldo rata sumber dana
------------------------------- x
Soldo rata penyaluran dana
Jakarta, Januari 2013
Pendapatan
y
dana
Penyaluran
(cash basis)
IAI - PPL - Akauntansi Lembaga Keuangan Syariah
33
Wirroso : Perh
hitungan P
Pembagian Hasil Us
saha
Ket kolom B - pendapatan kelompok produk
 misalnya  pendapatan tabungan mudharabah (B2)
Saldo rata2 tabungan mdh (A2)
------------------------------------- x total pendapatan (Tot-B)
Total sumber dana (Tot-A)
Jakarta, Januari 2013
IAI - PPL - Akauntansi Lembaga Keuangan Syariah
34
Wirroso : Perh
hitungan P
Pembagian Hasil Us
saha
Ket kolom D – pendapatan hak kelompok produk
 Rumus :
 Pendapatan kelompok dana x Nisbah umum
Nasabah
 Misalnya
Mi l
tabungan
t b
(D2)
 B2 (kolom B) x C 2 (kolom c)
Jakarta, Januari 2013
IAI - PPL - Akauntansi Lembaga Keuangan Syariah
35
Wirroso : Perh
hitungan P
Pembagian Hasil Us
saha
Ket kolom Return
 Rumus perhitungan Return
Pendapatan
365
--------------------------- x ---------Saldo rata sumber dana n hari (riil)
 Contoh dalam tabel:
 Return produk tabungan
(D2/A2) X (365/ n hari)
 Return total pendapatan
(B2/A2) X (365 / n hari) atau
(Tot-B / Tot-A) x (365 / n hari)
Jakarta, Januari 2013
IAI - PPL - Akauntansi Lembaga Keuangan Syariah
36
 Dijamian oleh pemerintah jika:
Penjaminan
n Simpanan
n Nasabah
Bank Be
erdasarkan Prinsip
Syariah
 Dana < 2 milyard
 Return < 6%
PP No
o 39 / 2
2005
Wirroso : Perh
hitungan P
Pembagian Hasil Us
saha
Program penjaminan (LPS) ?
Jakarta, Januari 2013
Bank Syariah ikut program penjaminan tetapi
bank syariah tidak menjaminan ikut penjaminan
Bank syariah tidak bisa menjamin return
selalu dibawah % ditetapkan oleh LPS
IAI - PPL - Akauntansi Lembaga Keuangan Syariah
37
Wirroso : Perh
hitungan P
Pembagian Hasil Us
saha
Rumus Perhitungan Bagi Hasil Pemilik Dana (individu
rekening)
1. Bagi hasil => dengan mempergunakan return kelompok produk dan
nisbah yang sama dengan nisbah produk yang tercantum dalam tabel
pembagian hasil usaha
So rata2 harian rek x HBH x return produk
---------------------------------------------------365 x 100
2. Bagi hasil => dengan mempergunakan return total pendapatan
So rata2
S
t 2h
harian
i rekk x HBH x (nisbah
( i b h nasabah
b h x return
t
total
t t l pendptan)
d t )
--------------------------------------------------------------------------------------365 x 100
Jakarta, Januari 2013
IAI - PPL - Akauntansi Lembaga Keuangan Syariah
38
Wirroso : Perh
hitungan P
Pembagian Hasil Us
saha
Cara
perhitungan
hit
distribusi
Distribusi Hasil per
mil (setiap seribu)
Jakarta, Januari 2013
IAI - PPL - Akauntansi Lembaga Keuangan Syariah
39
Wirroso : Perh
hitungan P
Pembagian Hasil Us
saha
Rumus
perhitungan
h i per mil
h.i.
1
DPKM - 5% GWM (G)
Total Pendapatan (D)
------------------------ x ------------------------ x
T t l IInvestasi
Total
t i (J)
DPKM (E)
2
1000
Pendapatan dibagikan (tot B)
----------------------------------- x 1000
S b dana
Sumber
d
(tot
(t t A)
(lihat tabel distribusi)
Jakarta, Januari 2013
IAI - PPL - Akauntansi Lembaga Keuangan Syariah
40
Wirroso : Perh
hitungan P
Pembagian Hasil Us
saha
Rumus perhitungan bagi hasil individu rekening
So rata2 harian rek
1.000
x
H I per mil
x
Nisbah nasabah
Rumus perhitungan bagi hasil individu rekening
(penyempurnaan)
So rata2 harian rek
---------------------1000
Jakarta, Januari 2013
x H I per mil
x
Nisbah nasabah x
Lama pengendapatan dana
-------------------------------“n” hari (hari distribusi)
IAI - PPL - Akauntansi Lembaga Keuangan Syariah
41
Wirroso : Perh
hitungan P
Pembagian Hasil Us
saha
Contoh perhitungan Bagi Hasil Lain
DPKM (Dana Pihak Ketiga Mudharabah) yaitu Dana Nasabah
dengan Akad Mudharabah
A
90 000 000
90.000.000
DPKM yang dapat disalurkan pada pembiayaan = DPKM x (1GWM =>
> simpanan wajib pd Bank Indonesia =5%)
5%)
B
85.500.000
Dana bank
14.500.000
Pembiayaan yang disalurkan
C
100 000 000
100.000.000
Pendapatan dari penayaluran pembiayaan
D
1.666.667
Pendapatan Investasi dari setiap 1000 DPKM
E
15 83
15,83
B
1
E = --- X D X --- X 1.000
C
A
Jakarta, Januari 2013
IAI - PPL - Akauntansi Lembaga Keuangan Syariah
42
Wirroso : Perh
hitungan P
Pembagian Hasil Us
saha
Contoh Perhitungan Bagi Hasil
Contoh :
Tuan Ahmad memiliki deposito Mudharabah di BMI sebesar Rp. 10 juta
d
dengan
nisbah
i b h nasabah
b h 71 dan
d BMI 29,
29 d
dan masa pengendapatan
d
selama
l
satu
bulan
Pendapatan Investasi dari setiap 1000 DPKM
E
15,83
Saldo rata-rata harian
F
10.000.000,00
Nisbah nasabah (disepakati awal akad)
G
71 00
71,00
Porsi bagi hasil untuk nasabah bulan ini (rupiah)
H
112.393,00
F
G
H = ------- X E X -----1.000
100
Jakarta, Januari 2013
IAI - PPL - Akauntansi Lembaga Keuangan Syariah
43
Wirroso : Perh
hitungan P
Pembagian Hasil Us
saha
Cara
perhitungan
hit
distribusi
Return total
pendapatan
yang dibagikan
Jakarta, Januari 2013
IAI - PPL - Akauntansi Lembaga Keuangan Syariah
44
Wirroso : Perh
hitungan P
Pembagian Hasil Us
saha
Return Total Pendapatan yang akan dibagi
Pendapatan Dibagikan (tot B)
365
------------------------------------ x -------------Saldo rata sumber dana (tot A) n hari (riil)
((lihat tabel distribusi))
Return produk
Return Total Pendapatan x Nisbah Umum Produk
= Return Produk
Jakarta, Januari 2013
IAI - PPL - Akauntansi Lembaga Keuangan Syariah
45
Wirroso : Perh
hitungan P
Pembagian Hasil Us
saha
So rata2 harian rek x HBH x (nisbah nasabah x return total pendptan)
--------------------------------------------------------------------------------------365 x 100
Itu lho rumus
perhitungan bagi
hasil Individu
Rekening
k
Jakarta, Januari 2013
IAI - PPL - Akauntansi Lembaga Keuangan Syariah
46
Wirroso : Perh
hitungan P
Pembagian Hasil Us
saha
Pembagian
Hasil Usaha
Bank Syariah
Contoh
p
perhitungan
g
bagi hasil
Jakarta, Januari 2013
IAI - PPL - Akauntansi Lembaga Keuangan Syariah
47
Wirroso : Perh
hitungan P
Pembagian Hasil Us
saha
D t d t P
Data-data
Perhitungan
hit
pembagian
b i hasil
h il usaha
h
Sumber dana
Prinsip Wadiah
Pendapatan
cash basis
Penyaluran dana
Saldo Rata2
Prinsip Bagi Hasil
Tabungan wadiah
40.000.000
Pembiayaan Mudharabah
30.000.000
200.000
Giro wadiah
30.000.000
Pembiayaan Musyarakah
20.000.000
200.000
Sub total
50.000.000
400.000
Sub total
70.000.000
Prinsip Jual Beli
Prinsip Mudharabah
Deposito Mudharabah
50 000 000
50.000.000
Murabahah
50 000 000
50.000.000
250 000
250.000
Tabungan Mudharabah
30.000.000
Salam & Salam Paralel
20.000.000
100.000
80.000.000
Istishna & Istishna Pr
20.000.000
50.000
Sub total
90 000 000
90.000.000
400 000
400.000
Ijarah & IMB
20.000.000
200.000
Sub total
20 000 000
20.000.000
200 000
200.000
40.000.000
500.000
200 000 000
200.000.000
1 500 000
1.500.000
Sub total
Prinsip Ujroh (Sewa)
Lainnya
Sertifikat IMA
Total Penyaluran
Jakarta, Januari 2013
IAI - PPL - Akauntansi Lembaga Keuangan Syariah
48
Wirroso : Perh
hitungan P
Pembagian Hasil Us
saha
Informasi tambahan deposito mudharabah
Jenis dana
Saldo rata2
Nisbah SM
Nisbah MD
Deposito Mudharabah
1 bulan
20.000.000
65
35
3 bulan
10.000.000
66
34
6 bulan
15.000.000
66
34
12 bulan
b l
5 000 000
5.000.000
63
37
Tutup buku dilakukan pada tgl 29 Juni
dan hari perhitungan bagi hasil : 30 hari (riil hari)
Pertanyaan
y
((1):
)
A. Buatlah perhitungan pembagian hasil usaha (profit distribution)
B. Hitung indikasi rate (return) untuk masing-masing kelompok dana
D. Hitung indikasi rate dari total pendapatan.
Jakarta, Januari 2013
IAI - PPL - Akauntansi Lembaga Keuangan Syariah
49
Wirroso : Perh
hitungan P
Pembagian Hasil Us
saha
Perhitungan bagi hasil induvidu rekening

Apabila Abdullah memiliki saldo rata-rata dalam
rekeningnya sebesar Rp.10.000.000,-Pertanyaan (2):
A
A.
B.
Hitung bagi hasil yang diberikan kepada Abdullah jika diberikan nisbah
normal (45)
Hitung bagi hasil yang diberikan kepada Abdullah, jika diberikan special
nisbah yaitu 80 untuk nasabah dan 20 untuk bank syariah
Jakarta, Januari 2013
IAI - PPL - Akauntansi Lembaga Keuangan Syariah
50
Wirroso : Perh
hitungan P
Pembagian Hasil Us
saha
P hit
Perhitungan
bagi
b i hasil
h il individu
i di id deposito
d
it

Ahmad tgl 25 Juni menginvestasikan uangnya dalam
bentuk deposito mudharabah sebesar Rp. 5.000.000,untuk jangka waktu satu bulan
Pertanyaan (3):
Hitung bagi hasil yang diberikan kepada Ahmad jika:
A. Bagi Hasil dibayarkan dengan nisbah normal:
(1) pada ulang tanggal.
(2) setiap
ti akhir
khi bulan
b l
B.
Bagi
g Hasil dibayarkan
y
dengan
g special
p
nisbah (80
( untuk nasabah
dan 20 untuk bank)
(1) pada setiap ulang tanggal
(2) setiap akhir bulan
Jakarta, Januari 2013
IAI - PPL - Akauntansi Lembaga Keuangan Syariah
51
Wirroso : Perh
hitungan P
Pembagian Hasil Us
saha
Jawaban
J
b C
Caraii k
kesatu
t
DISTRIBUSI DENGAN
TABEL
Jakarta, Januari 2013
IAI - PPL - Akauntansi Lembaga Keuangan Syariah
52
PERHITUNGAN PROFIT DISTRIBUTION (Tabel-1)
Wirroso : Perh
hitungan P
Pembagian Hasil Us
saha
(Wadiah dikutsertakan dalam Tabel Distribusi Pendapatan)
Jenis Simpanan
P
Porsi
i penyimpan
i
dana
d
P
Porsi
iB
Bank
k
Saldo Rata2
harian
Penda
Patan
Nisbah
Pend.
Rtn.
Nisbah
Pend.
A
B
C
D
(%)
E
F
(B X C)
00
(B X E)
Wadiah (giro,tab)
70.000.000
525.000
Bonus
00
----
Tab. Mudharabah
30.000.000
225.000
45
101.250
4.10625
55
150.000
65
97.500
5.93125
35
525.000
Dep. Mudharabah
1 bulan
Rph
20.000.000
3 bulan
Rph
10.000.000
66
34
6 bulan
Rph
15.000.000
66
34
12 bulan
Rph
5.000.000
63
37
TOTAL
150.000.000
Lihat slide : 57
Jakarta, Januari 2013
1.125.000
Lihat slide : 58
Lihat slide : 59
IAI - PPL - Akauntansi Lembaga Keuangan Syariah
Lihat slide : 60
53
Wirroso : Perh
hitungan P
Pembagian Hasil Us
saha
PERHITUNGAN PROFIT DISTRIBUTION (Tabel-2)
(Wadiah - tidak dikutsertakan - dalam Tabel Distribusi Pendapatan)
Jenis Simpanan
Porsi penyimpan dana
Porsi Bank
Saldo Rata2
harian
Penda
Patan
Nisbah
Pend.
Rtn.
Nisbah
Pend.
A
B
C
D
(%)
E
F
(B X C)
(B X E)
Wadiah (giro, tab)
---
---
---
---
---
----
Tab. Mudharabah
30.000.000
225.000
45
101.250
150.000
65
35
---
55
Dep. Mudharabah
1 bulan
Rph
20.000.000
3 bulan
Rph
10.000.000
66
34
6 bulan
Rph
15.000.000
66
34
12 bulan
Rph
5.000.000
63
37
TOTAL
Jakarta, Januari 2013
80.000.000
600.000
IAI - PPL - Akauntansi Lembaga Keuangan Syariah
54
Wirroso : Perh
hitungan P
Pembagian Hasil Us
saha
Perhitungan Kolom B
Saldo rata sumber dana
------------------------------- x Pendapatan penyaluran dana (cash Basis)
Soldo rata penyaluran dana
 Sumber dana




Wadiah
Mudharabah
Penyaluran
y
dana
Pendapatan Cash Basis
:
:
:
:
70 jt
j
80 jt
200 jjt
1,5 jt
 Pendapatan
e dapata yang
ya g dibagi
d bag (Tot
( ot B))
 Sumber dana Wadiah + Mudharabah (tabel 1)
•
150 jjt / 200 jt
j x 1,5 jt
j = 1.125.000
 Sumber dana Mudharabah saja (tabel 2)
•
80 jt / 200 jt x 1,5 jt = 600.000
Jakarta, Januari 2013
IAI - PPL - Akauntansi Lembaga Keuangan Syariah
55
Wirroso : Perh
hitungan P
Pembagian Hasil Us
saha
Perhitungan Kolom B
Saldo
S
ld rata2
2 tabungan
b
mdh
dh (A2)
------------------------------------- x total pendapatan (Tot-B)
Total sumber dana (Tot-A)
 Pendapatan Wadiah (B1)
 Sumber dana (A1): 70 jt
•
B1 = 70 jt / 150 jt x 1.125.000 = 525.000
 Pendapatan Tabungan Mudharabah (B2)
 Sumber dana (A2): 30 jt
•
B2 = 30 jt / 150 jt x 1
1.125.000
125 000 = 225.000
225 000
 Pendapatan Deposito 1 bulan (B3)
 Sumber dana (A3): 20 jt
•
B3 = 20 jt / 150 jt x 1.125.000 = 150.000
Jakarta, Januari 2013
IAI - PPL - Akauntansi Lembaga Keuangan Syariah
56
Perhitungan Kolom D
Wirroso : Perh
hitungan P
Pembagian Hasil Us
saha

Rumus :

Pendapatan kelompok dana x Nisbah umum Nasabah

Kolom B X kolom C
 Pendapatan milik Tabung Mudharabah (D2)
 Nisbah
Ni b h
N b h (C2) : 45
Nasabah
 B2 = 225.000
 D2 = 0,45 x 225.000 = 101.250
 Pendapatan
p
milik Deposan
p
1 bulan (D3)
( )
 Nisbah
Nasabah (C3) : 65
 B3 = 150.000
 D3 = 0,65 x 150.000 = 97.500
Jakarta, Januari 2013
IAI - PPL - Akauntansi Lembaga Keuangan Syariah
57
Wirroso : Perh
hitungan P
Pembagian Hasil Us
saha
Return Produk
Pendapatan
365
--------------------------- x ---------Saldo rata sumber dana
n hari (riil)
 Return Tabungan



Pendapatan (D2)
Sumber dana (A2)
Return produk
: 101.250
101 250
: 30 jt
: 101.250/30jt x (365/30) = 4,10625 %
 Return Deposito
p
1 bulan



Pendapatan (D3)
Sumber dana (A3)
Return produk
Jakarta, Januari 2013
: 97.500
: 20 jt
: 97.500/20jt x (365/30) = 5.93125%
IAI - PPL - Akauntansi Lembaga Keuangan Syariah
58
Wirroso : Perh
hitungan P
Pembagian Hasil Us
saha
PERHITUNGAN PROFIT DISTRIBUTION (Tabel-1)
(Wadiah dikutsertakan dalam Tabel Distribusi Pendapatan)
Jenis Simpanan
Porsi penyimpan dana
Porsi Bank
Saldo Rata2
harian
Penda
Patan
Nisbah
Pend.
Rtn.
Nisbah
Pend.
A
B
C
D
(%)
E
F
(B X C)
Giro Wadiah
70 000 000
70.000.000
525 000
525.000
Bonus
Tab. Mudharabah
30.000.000
225.000
45
101.250
(B X E)
----
525 000
525.000
4,10625
55
123.750
Dep. Mudharabah
1 bulan
Rph
20.000.000
150.000
65
97.500
5,93125
35
52.500
3 bulan
Rph
10.000.000
75.000
66
49.500
6,02250
34
25.500
6 bulan
Rph
p
15.000.000
112.500
66
74.250
6.02250
34
38.250
12 bulan
Rph
5.000.000
37.500
63
23.625
5,74875
37
13.875
150.000.000
1.125.000
TOTAL
Jakarta, Januari 2013
346.125
IAI - PPL - Akauntansi Lembaga Keuangan Syariah
778.875
59
PERHITUNGAN PROFIT DISTRIBUTION (Tabel-2)
(Tabel 2)
Wirroso : Perh
hitungan P
Pembagian Hasil Us
saha
(Wadiah - tidak dikutsertakan - dalam Tabel Distribusi Pendapatan)
Jenis Simpanan
Porsi penyimpan dana
Porsi Bank
Saldo Rata2
harian
Penda
Patan
Nisbah
Pend.
Rtn.
Nisbah
Pend.
A
B
C
D
(%)
E
F
(B X C)
Giro Wadiah
Tab. Mudharabah
(B X E)
---
---
---
---
---
----
---
30.000.000
225.000
45
101.250
4,10625
,
55
123.750
Dep. Mudharabah
1 bulan
Rph
20 000 000
20.000.000
150 000
150.000
65
97 500
97.500
5 93125
5,93125
35
52 500
52.500
3 bulan
Rph
10.000.000
75.000
66
49.500
6,02250
34
25.500
6 bulan
Rph
15.000.000
112.500
66
74.250
6.02250
34
38.250
12 bulan
Rph
5.000.000
37.500
63
23.625
5,74875
37
13.875
80.000.000
600.000
TOTAL
Jakarta, Januari 2013
346.125
IAI - PPL - Akauntansi Lembaga Keuangan Syariah
253.875
60
Wirroso : Perh
hitungan P
Pembagian Hasil Us
saha
Jawaban
J
b cara kedua
k d
HASIL INVESTASI PER
SERIBU ( HI PER MIL)
Jakarta, Januari 2013
IAI - PPL - Akauntansi Lembaga Keuangan Syariah
61
Wirroso : Perh
hitungan P
Pembagian Hasil Us
saha
Perhitungan hasil investasi per mil
1A
DPKM - 5% GWM (G)
Total Pendapatan (D)
------------------------ x ------------------------ x
Total Investasi (J)
DPKM (E)




1000
DPKM wadiah & Mdh (tanpa GWM) Rp. 150.000.000
Total Investasi (penyaluran dana)
Rp. 200.000.000
Pendapatan cash basis investasi
Rp.
1.500.000
HI per mil:
150.000.000
---------------200.000.000
Jakarta, Januari 2013
X
1.500.000
--------------150.000.000
X 1.000 = 7,5
IAI - PPL - Akauntansi Lembaga Keuangan Syariah
62
Wirroso : Perh
hitungan P
Pembagian Hasil Us
saha
Perhitungan hasil investasi per mil
1B
DPKM - 5% GWM (G)
Total Pendapatan (D)
------------------------ x ------------------------ x
Total Investasi (J)
DPKM (E)




DPKM mudharabah (tanpa GWM)
Total Investasi ( penyaluran dana)
Pendapatan cash basis investasi
HI per mil:
80.000.000
---------------200.000.000
Jakarta, Januari 2013
X
1.500.000
------------80.000.000
1000
Rp. 80.000.000
Rp. 200.000.000
Rp. 1.500.000
X 1.000 = 7,5
IAI - PPL - Akauntansi Lembaga Keuangan Syariah
63
Wirroso : Perh
hitungan P
Pembagian Hasil Us
saha
Perhitungan Hasil Investasi per mil
2
Pendapatan dibagikan (tot B)
----------------------------------- x 1000
Sumber dana (tot A)
(lihat tabel distribusi)
 Pendapatan
P d
t yg dib
dibagii
 (tot-B)
: 1.125.000
 Sumber
S b dana
d
 (tot-A)
: 150 jt
 H.i.per-mil
H i pe mil
 1.125.000 /150jt x Rp. 1.000 = Rp. 7,50
Jakarta, Januari 2013
IAI - PPL - Akauntansi Lembaga Keuangan Syariah
64
Wirroso : Perh
hitungan P
Pembagian Hasil Us
saha
Perhitungan prosentase hi per mil
(hi per mil/1000) x (nisbah/100) x (365/hari bulan berjalan)
 Return tabungan
(7 5/1000) x (45/100) x (365/30) = 4,10625
(7,5/1000)
4 10625 % pa
 Return deposito 1 bulan
(7,5/1000) x (65/100) x (365/30) = 5,93125 % pa
Jakarta, Januari 2013
IAI - PPL - Akauntansi Lembaga Keuangan Syariah
65
Wirroso : Perh
hitungan P
Pembagian Hasil Us
saha
Jawaban cara ketiga
RETURN PENDAPATAN
YANG DIBAGI
Jakarta, Januari 2013
IAI - PPL - Akauntansi Lembaga Keuangan Syariah
66
Wirroso : Perh
hitungan P
Pembagian Hasil Us
saha
Return Total Pendapatan
Pendapatan
P
d
--------------------------- x
Saldo rata sumber dana
365
---------n hari (riil)
 Return Total Pendapatan Tabungan



Total pendapatan (B2) : 225.000
Sumber dana (A2)
: 30 jt
Return Total Pedptan : 225.000/30jt x (365/30) = 9.125%
•
•
Jika nisbah umum nasabah : 45%
Return produk : 0,45 x 9.125 = 4.10625 %
 Return Deposito 1 bulan



Total pendapatan(B3)
Sumber dana (A3)
Return Total Pedptan
•
•
: 150.000
: 20 jt
: 150.000/20jt x (365/30) = 9.125%
Jika nisbah umum nasabah : 65%
produk : 0,65 x 9,125 = 5.93125 %
Return p
Jakarta, Januari 2013
IAI - PPL - Akauntansi Lembaga Keuangan Syariah
67
Wirroso : Perh
hitungan P
Pembagian Hasil Us
saha
Jawaban
Perhitungan bagi
h il rekening
hasil
k i
tabungan
g
Jakarta, Januari 2013
IAI - PPL - Akauntansi Lembaga Keuangan Syariah
68
Perhitungan b
bagi h
hasil
ndivid
du (ru
umus 1)
In
Wirroso : Perh
hitungan P
Pembagian Hasil Us
saha
So rata2 harian rek x HBH x return produk
---------------------------------------------------365 x 100
 Bagi Hasil Tabungan Mudharabah Abdullah
 Saldo rata tabungan
 Hari investasi
 Return produk
: 10 jt
: 30 hr
: 4.10625 % pa
 Bagi hasil dengan nisbah : 45%
• 10jt x 30 x 4.10625 / (365x100) = 33.750
 Bagi Hasil dengan nisbah : 80%
• Dengan
D
Ni
Nisbah
b h normall
• Tambahan: (80-45)/45 x 33.750
• Total
Jakarta, Januari 2013
IAI - PPL - Akauntansi Lembaga Keuangan Syariah
33.750
33
750
26.250
60.000
69
Perh
hitung
gan B
Bagi H
Hasil
Individu (rumus 2
2)
Wirroso : Perh
hitungan P
Pembagian Hasil Us
saha
So rata2 harian rek x HBH x (nisbah nasabah x return total pendptan)
-----------------------------------------------------------------------------------------------365 x 100
 Bagi
B i Hasil
H il Tabungan
T b
Tabungan
T b
Abdullah
Abd ll h
 Saldo rata tabungan
 Hari Investasi
 Return total pendptan
: Rp. 10 jt
: 30 hr
: 9.125 % pa
 Bagi
g Hasil dengan
g nisbah : 45%
•
10jt x 30 x (0,45 x 9.125) / (365x100) = 33.750
 Bagi Hasil dengan nisbah : 80%
Jakarta, Januari 2013
•
10 jt x 30 x (0,80 x 9.125) / (365x100) = 60.000
IAI - PPL - Akauntansi Lembaga Keuangan Syariah
70
1.000
x
H I per mil
x
Nisbah nasabah
 Bagi Hasil Tabungan Mudharabah Abdullah
Perh
hitung
gan Ba
agi Hasil
In
ndividu
u (rum
mus 3))
Wirroso : Perh
hitungan P
Pembagian Hasil Us
saha
So rata2 harian rek
 Saldo rata tabungan
 Hari Investasi
 H.i.per-mil
: Rp. 10 jt
: 30 hr
: Rp. 7,5
 Bagi Hasil dengan nisbah : 45%
• 10 jt /1000 x 7,50 x 0.45 = 33.750
 Bagi Hasil dengan nisbah : 80%
• 10 jt /1000 x 7,50
7 50 x 0.80
0 80 = 60.000
60 000

Jakarta, Januari 2013
Catatan : hanya boleh dipergunakan jika seluruh indikatornya sama => terutama
jjangka
g waktu investasi individu dengan
g n hari sama
IAI - PPL - Akauntansi Lembaga Keuangan Syariah
71
Total So Rata-2 produk
Perh
hitungan Bagi Has
sil
Individu
u (rum
mus 4)
Wirroso : Perh
hitungan P
Pembagian Hasil Us
saha
S rata2
So
t 2 IIndividu
di id Rek
R k
x
Hasil produk
 Bagi Hasil Tabungan Mudharabah Abdullah
 Saldo
ld rata tabungan
b
: Rp. 10 jt
 So rata2 produk : Rp. 30 jt
 Hasil produk
: Rp.101.250,- Bagi Hasil dengan nisbah : 45%
•
10jt / 30 jt x 101.250 = 33.750
 Bagi Hasil dengan nisbah : 80%
•
10 jt /30 jt x 101.250 = 33.750 (seharusnya 60.000)
Catatan :
1.
Hanya boleh dipergunakan kalau seluruh indikator sama => nisbah nasabah sama dengan nisbah
dalam tabel profit distribusi
Jakarta, Januari 2013
IAI - PPL - Akauntansi Lembaga Keuangan Syariah
72
Wirroso : Perh
hitungan P
Pembagian Hasil Us
saha
Jawaban
Perhitungan Bagi Hasil
Deposito Mudharabah
Ulang Tanggal
Jakarta, Januari 2013
IAI - PPL - Akauntansi Lembaga Keuangan Syariah
73
Wirroso : Perh
hitungan P
Pembagian Hasil Us
saha
Perhitungan bagi hasil ulang tanggal
30 April
31 Maret
31 Mei
Pembayaran dg
indikasi rate 10%
25 April
30 Juni
Pembayaran dg
indikasi rate 6%
25 Mei
10%
?
25 Juni
6%
Seharusnya 6%
Tgl pembukaan
d
deposito
i
Tgl tutup buku
(indikasi rate 10%)
(hi per mil – Rp.125)
Jakarta, Januari 2013
Pembayaran dg
indikasi rate 8%
?
25 Juli
?
8%
Seharusnya 8%
Tgl pembayaran bagi hasil
So rata2 x hr x 10%
------------------------365x100
Tgl
g ppembayaran
y
bagi
g hasil
So rata2 x hr x 6%
------------------------365x100
Tgl tutup buku
(indikasi rate 6%)
(hi per mi – Rp. 75)
Tgl pembayaran bagi hasil
Tgl tutup buku
(Indikasi rate 8%)
(hi per mil – Rp. 90)
IAI - PPL - Akauntansi Lembaga Keuangan Syariah
74
Perhitungan b
bagi h
hasil
ndivid
du (ru
umus 1)
In
Wirroso : Perh
hitungan P
Pembagian Hasil Us
saha
So rata2 harian rek x HBH x return produk
---------------------------------------------------365 x 100
 Bagi Hasil Deposito Mudharabah Ahmad
 Saldo rata tabungan
 Hari investasi ((hari))
 Return produk
: 5 jt
: 25 juni
j
sd 25 juli
j = 30 hr
: 5.93125% pa
 B
Bagii hasil
h il dengan
d
nisbah
i b h : 65%
• 5 jt x 30 x 5.93125 / (365x100) = 24.375
 Bagi Hasil dengan nisbah : 80%
• Hasil nisbah umum
• Tambahan: (80-65)/65 x 24.375
• Total
Jakarta, Januari 2013
IAI - PPL - Akauntansi Lembaga Keuangan Syariah
24.375
5.625
30.000
75
 Bagi Deposito Mudharabah Ahmad
Perh
hitungan B
Bagi H
Hasil
In
ndivid
du (ru
umus 2)
Wirroso : Perh
hitungan P
Pembagian Hasil Us
saha
So rata2 harian rek x HBH x (nisbah nasabah x return total pendptan)
-----------------------------------------------------------------------------------------------365 x 100
 Saldo rata tabungan
 Hari Investasi (hari)
 Return total p
pendptan
p
: Rp. 5 jt
: 25 juni sd 25 juli = 30hr
: 9.125 % p
pa
 Bagi Hasil dengan nisbah : 65%
•
5 jt x 30 x (0.65 x 9.125) / (365x100) = 24.375
 Bagi Hasil dengan nisbah : 80%
•
Jakarta, Januari 2013
5 jjt x 30 x (0.80
(
x 9.125)) / (365
(
x100)) = 30.000
IAI - PPL - Akauntansi Lembaga Keuangan Syariah
76
1.000
x
H I per mil
x
Nisbah nasabah
 Bagi Hasil Deposito Mudharabah Ahmad
Perh
hitung
gan Ba
agi Hasil
In
ndividu
u (rum
mus 3))
Wirroso : Perh
hitungan P
Pembagian Hasil Us
saha
So rata2 harian rek
 Saldo
S ld rata
t tabungan
t b
 Hari Investasi (hari)
 H.i.per-mil
H i per-mil
:R
Rp. 5 jt
: 25 juni sd 25 juli = 30 hr
: Rp.
Rp 7,5
75
 Bagi
g Hasil dengan
g nisbah : 65%
• 5 jt x 7,5 x 0,65 = 24.375
 Bagi Hasil dengan nisbah : 80%
• 5 jt x 7,5 x 0,80 = 30.000
Jakarta, Januari 2013
IAI - PPL - Akauntansi Lembaga Keuangan Syariah
77
Rumus Lain :
Saldo rata rek Indv
---------------------- x Pedpt kelompok produk
Total saldo produk
Perh
hitungan Bagi Has
sil
Individu
u (rum
mus 4)
Wirroso : Perh
hitungan P
Pembagian Hasil Us
saha


Perhitungan Simpanan Berjangka Ahmad



Saldo Sim-ka Ahmad
Total Saldo produk
Hasil pendpt kel produk

Bagi Hasil Ahmad (nisbah 65)
•

: 5 jt
: 20 jt
: 97.500
5 jt / 20 jt x 97.500 = 24.365
Bagi Hasil Ahmad (mis : nisbah 80)
•
5 jt / 20 jt x 97.500 = 24.375 (seharusnya 30.000)
Catatan :
1.
Hanya
y dipergunakan
p g
jika
j
seluruh indikator sama,, khususnya
y nisbah dan jangka
j g waktu
Jakarta, Januari 2013
IAI - PPL - Akauntansi Lembaga Keuangan Syariah
78
Wirroso : Perh
hitungan P
Pembagian Hasil Us
saha
Jawaban
Perhitungan Bagi Hasil
D
Deposito
it Mudharabah
M dh
b h
Tutup
p Buku
Jakarta, Januari 2013
IAI - PPL - Akauntansi Lembaga Keuangan Syariah
79
Wirroso : Perh
hitungan P
Pembagian Hasil Us
saha
 Perhitungan Deposito Mudharabah (tutup buku
akhir bulan)
 Penempatan simpanan berjangka satu bulan pada
tanggal 25 Juni
 Tutup buku akhir bulan pada tanggal 29 Juni
Jakarta, Januari 2013
IAI - PPL - Akauntansi Lembaga Keuangan Syariah
80
Wirroso : Perh
hitungan P
Pembagian Hasil Us
saha
Perhitungan bagi hasil akhir bulan
Pembayaran bagi hasil 25 s/d 30
April dengan indikasi rate April 10% (atau hi permil-Rp. 125,-
31 Maret
30 April
Pembayaran bagi hasil
01 s/d 31 Mei dengan
indikasi rate Mei - 6%
(atau hi permil – Rp. 75,-
25 April
Tgl pembukaan
deposito
25 Mei
Tgl ulang bukan (tidak ada
pembayaran bagi hasil)
Tgl tutup buku (indikasi rate 10%)
(hi per mil – Rp.125)
Jakarta, Januari 2013
31 Mei
Pembayaran bagi hasil
01 s/d 30 Juni dengan
indikasi rate Juni - 8%
(atau hi permil – Rp. 90,-
Pembayaran bagi hasil
01 s/d 25 Juli dengan
indikasi rate Juli 7%
(atau hi permil – Rp. 80,-
30 Juni
31 Juli
25 Juli
25 Juni
Tgl ulang bukan (tidak ada
pembayaran bagi hasil)
Tgl jatuh tempo (tidak ada
pembayaran bagi hasil)
Tgl tutup buku (indikasi rate 8%)
(hi per mil – Rp. 90)
Tgl tutup buku (indikasi rate 6%)
(hi per mi – Rp. 75)
Tgl tutup buku (indikasi rate 7%)
(hi per mil – Rp. 80)
IAI - PPL - Akauntansi Lembaga Keuangan Syariah
81
Perhitungan b
bagi h
hasil
ndivid
du (ru
umus 1)
In
Wirroso : Perh
hitungan P
Pembagian Hasil Us
saha
So rata2 harian rek x HBH x return produk
---------------------------------------------------365 x 100
 Bagi Hasil Deposito Mudharabah Ahmad
 Saldo rata tabungan
 Hari
H i investasi
i
t i (hari)
(h i)
 Return produk
: 5 jt
: 25 juni
j i sd
d 29 juni
j i = 4 hr
h
: 5.93125% pa
 Bagi hasil dengan nisbah : 65%
• 5 jjt x 4 x 5.93125 / ((365x100)) = 3.250
 Bagi Hasil dengan nisbah : 80%
• Hasil nisbah umum
• Tambahan: (80-65)/65 x 3.250
• Total
Jakarta, Januari 2013
3.250
750
4 000
4.000
IAI - PPL - Akauntansi Lembaga Keuangan Syariah
82
 Bagi Hasil Depsoito Mudharabah Ahmad
Perh
hitung
gan B
Bagi H
Hasil
Individu (rumus 2
2)
Wirroso : Perh
hitungan P
Pembagian Hasil Us
saha
So rata2 harian rek x HBH x (nisbah nasabah x return total pendptan)
-----------------------------------------------------------------------------------------------365 x 100
 Saldo rata tabungan
 Hari Investasi (hari)
 Return total p
pendptan
p
: Rp. 5 jt
: 25 juni sd 29 juni = 4 hr
: 9.125 % p
pa
 Bagi Hasil dengan nisbah : 65%
•
5 jt x 4 x (0,65 x 9.125) / (365x100) = 3.250
 Bagi Hasil dengan nisbah : 80%
•
Jakarta, Januari 2013
5 jjt x 4 x (0.80
(
x 9.125)) / (365x100)
(
) = 4.000
IAI - PPL - Akauntansi Lembaga Keuangan Syariah
83
1.000
Perh
hitung
gan Ba
agi Hasil
In
ndividu
u (rum
mus 3))
Wirroso : Perh
hitungan P
Pembagian Hasil Us
saha
So rata2 harian rek
x
H I per mil
x
Nisbah nasabah
 Bagi Hasil Deposito Mudharabah Ahmad
 Saldo
ld rata tabungan
b
 Hari Investasi (hari)
 H.i.per-mil
: Rp. 5 jt
: 25 juni sd 29 juni = 4 hr
: Rp. 7,5
 Bagi Hasil dengan nisbah : 65%
•
5 jt / 1000 x 7,5 x 0,65 = 24.375 (seharusnya 3.250)
 Bagi Hasil dengan nisbah : 80%
•
5 jt / 1000 x 7.5 x 0,80 = 30.000 (seharusnya 4.000)
Catatan:
1.
Hanya dipergunakan jika seluruh indikator sama => jangka waktu investasi sama dengan dalam
tabel
Jakarta, Januari 2013
IAI - PPL - Akauntansi Lembaga Keuangan Syariah
84
Wirroso : Perh
hitungan P
Pembagian Hasil Us
saha
Perhitungan bagi hasil dengan rumus baru
Rumus perhitungan bagi hasil individu rekening (penyempurnaan)
So rata2 harian rek
---------------------1000
x H I per mil
x
Nisbah nasabah x
Lama pengendapatan dana
-------------------------------“n” hari (hari distribusi)
 Bagi
g hasil dengan
g nisbah normal (65)
( )
(5.000.000/1000) x 7,5 x (65/100) x (4/30) = 3.250
 Bagi hasil dengan nisbah 80
(5.000.000/1000) x 7,5 x (80/100) x (4/30) = 4.000
Jakarta, Januari 2013
IAI - PPL - Akauntansi Lembaga Keuangan Syariah
85
Perh
hitungan Bagi Has
sil
Individu
u (rum
mus 4)
Wirroso : Perh
hitungan P
Pembagian Hasil Us
saha

Rumus Lain
Saldo rata rek Indv
---------------------- x Pedpt kelompok produk
Total saldo produk

Perhitungan Simpanan Berjangka Ahmad



Saldo Sim-ka Ahmad
: 5 jt
Total Saldo produk
: 20 jt
Hasil pendpt kel produk : 97.500

Bagi Hasil Ahmad (nisbah 65)
• 5 jt / 20 jt x 97.500 = 24.375 (seharusnya 3.250)

Bagi Hasil Ahmad (mis : nisbah 80)
• 5 jt / 20 jt x 97.500 = 24.375 (seharusnya 4.000)
Jakarta, Januari 2013
IAI - PPL - Akauntansi Lembaga Keuangan Syariah
86
Penda
apatan P
Penyaluran dana
Rp
p……
Wirroso : Perh
hitungan P
Pembagian Hasil Us
saha
Analisis Distribusi Hasil Usaha
Dana Wadiah
525.000
Pendapatan
Akrual
Rp…….
Rek Abdullah
33.750
Rek Achmad
dst
Kel Nasabah
101.250
Dana dari DPK
1.125.000
Tabungan
225.000
Bank Syariah
123.750
Dana Mdh
600.000
Pendapatan
cash basis
1.500.000
Dep 1 bl
150.000
dst
Dana Lainnya
375.000
Jakarta, Januari 2013
Dep amir
IAI - PPL - Akauntansi Lembaga Keuangan Syariah
Bank Syariah
y
Nasabah
Dep Hasan
dst
87
Wirroso : Perh
hitungan P
Pembagian Hasil Us
saha
Ya Allah…..
B il h kekuatan,
Berilah
k k t
ketabahan, kesabaran
kepada hamba-MU dalam
melaksanakan syariah-MU
Terima kasih
Wassalamualaikum wa
Rahmatullah wa barakatuh.
Jakarta, Januari 2013
IAI - PPL - Akauntansi Lembaga Keuangan Syariah
88
Download