Info Kit - PSF Library

advertisement
PNPM Generasi
Generasi Sehat
Dan Cerdas
SEKOLAH DASAR
TUNAS BANGSA
POSYANDU
ANGGREK
POSYANDU
ANGGREK
Info Kit
PNPM Generasi
Ringkasan
Tujuan Pengembangan
Tujuan pengembangan program PNPM Generasi adalah
memberdayakan masyarakat
kecamatan perdesaan
miskin di provinsi lokasi proyek untuk meningkatkan
pemanfaatan layanan-layanan kesehatan dan pendidikan.
Program ini dimaksudkan untuk mendukung pencapaian
tiga dari Tujuan Pembangunan Milenium (Millennium
Development Goals) Indonesia yang kinerjanya masih
tertinggal yakni:
I. Pencapaian pendidikan dasar umum,
II. Pengurangan angka kematian anak,
dan
III. Peningkatan kesehatan kaum ibu.
PNPM Generasi
Melalui program PNPM-Pedesaan yang ada dan
menggunakan
pendekatan Pembangunan Berbasis
Masyarakat / the community-driven development (CDD),
PNPM Generasi menggunakan sistem insentif dana hibah
jika
masyarakat di
kecamatan-kecamatan lokasi
program berhasil memenuhi
12 indikator bidang
kesehatan dan pendidikan. Melalui pendampingan oleh
para fasilitator PNPM, masyarakat bekerja dengan
penyedia
layanan
kesehatan
dan
pendidikan
mengidentifikasi cara-cara yang dianggap sesuai pada
lingkungannya untuk meningkatkan akses terhadap
layanan kesehatan dan pendidikan serta meningkatkan
penggunaannya. Hibah kecamatan digunakan untuk
menjawab kendala penyediaan layanan dalam skala kecil
maupun permintaan
dan
kendala yang dihadapi
tergantung dari kebutuhan masyarakat.
Cakupan Geografis
5,400 Desa
499 Kecamatan Miskin
11 Provinsi
Nusa Tenggara Timur, Nusa Tenggara Barat, Jawa Barat,
Jawa Timur, Sulawesi Utara, Gorontalo, Sulawesi Barat,
Maluku, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, dan
Sumatra Selatan
Lembaga Pelaksana
Direktorat Pemberdayaan Adat dan Sosial Budaya Masyarakat
Direktorat Jenderal Pemberdayaan Masyarakat dan Desa/PMD.
Kementerian Dalam Negeri RI
Tanggal Dimulainya Program:
26 May 2007
Tanggal Berakhirnya Program:
31 December 2017
Anggaran yang Disetujui:
US$
385,000,000
Akumulasi Pencairan:
US$
320,000,000
(per 31 Desember 2014)
Generasi Sehat Dan Cerdas
PNPM Generasi - Info Kit 2014
1
2007
2009
PNPM Generasi dilaksanakan di
5
20
9
PROVINSI
KABUPATEN
KECAMATAN
Jawa Barat, Jawa Timur, Gorontalo,
Sulawesi Utara & NTT.
2012
PNPM Generasi tumbuh di
8
42
353
PROVINSI
KABUPATEN
KECAMATAN
Jawa Barat, Jawa Timur, Gorontalo,
Sulawesi Utara, Sulawesi Barat, Maluku,
NTT & NTB.
2013
PNPM Generasi tumbuh di
8
42
369
PROVINSI
KABUPATEN
KECAMATAN
Jawa Barat, Jawa Timur, Gorontalo,
Sulawesi Utara, Sulawesi Barat, Maluku,
NTT & NTB.
2014
PNPM Generasi berkembang ke
11
64
499
PROVINSI
KABUPATEN
KECAMATAN
5400 DESA
NTT, NTB, Jawa Barat, Jawa Timur, Gorontalo,
Sulawesi Utara, Sulawesi Barat, Maluku, Kalimantan
Barat, Kalimantan Tengah dan Sumatra Selatan
2010
PNPM Generasi beroperasi di
6
27
212
Apakah yang dimaksud dengan
PNPM Generasi?
Pertengahan tahun 2007, Pemerintah Indonesia
meluncurkan PNPM Generasi untuk menguji
penggunaan sistem hibah “block grant”
berinsentif secara partisipatf untuk memenuhi
kebutuhan khusus kaum perempuan dan
kanak-kanak dalam rangka mendukung
pencapaian Tujuan Pembangunan Milenium /
Millennium Development Goals.
Program ini ditujukan untuk mendorong pengurangan angka
kemiskinan, angka kematian ibu hamil/melahirkan, angka
kematian anak, dan memastikan cakupan umum pendidikan
dasar.
PNPM Generasi menggunakan pendekatan bantuan tunai
bersyarat yang
memungkinkan masyarakat dan para
penyedia layanan kesehatan dan pendidikan setempat saling
bekerja bersama mengidentifikasi kendala-kendala yang
mendesak pada sisi penyediaaan layanan dan pemanfaatan
layananpendidikan dan kesehatan utama dalam rangka
mengembangkan solusi-solusi mereka sendiri untuk
menjawab kendala-kendala yang dialami yang sesuai dengan
kondisi setempat. Para fasilitator terlatih membantu
masyarakat menentukan cara terbaik untuk mengatasi
hambatan-hambatan pada bidang- bidang layanan tersebut
dengan menggunakan dana hibah bantuan langsung
masyarakat untuk meningkatkan indikator capaian program.
Masyarakat
dapat
memusatkan
perhatian
untuk
kebutuhan-kebutuhan yang diperlukan ; memberikan bantuan
tunai atau beasiswa, stimulant bagi para anggota masyarakat
untuk menggunakan layanan- layanan tertentu, atau mereka
2
PNPM Generasi - Info Kit 2014
dapat memfokuskan pada masalah-masalah yang mungkin
menghambat akses, seperti kurangnya tenaga kesehatan
atau ruang kelas yang penuh sesak. Masyarakat
mengidentifikasi masalah dan mengembangkan solusi
melalui pertemuan kelompok-kelompok perempuan di
tingkat desa. Kelompok-kelompok ini didampingi oleh
fasilitator yang sudah dilatih dan berlatar belakang khusus di
bidang kesehatan, pendidikan atau yang sejenis. Jika
desa-desa berhasil memenuhi capaian minimal indikator
bidang pendidikan dan kesehatan maka desa-desa tersebut
akan mendapat penghargaan berupa peningkatan alokasi
anggaran pada tahun berikutnya.
Pada tahun 2013, PNPM Generasi beroperasi di 369
kecamatan di enam provinsi: Jawa Barat, Jawa Timur,
Gorontalo, Sulawesi Utara, NTT dan Nusa Tenggara Barat
(NTB) dengan keseluruhan nilai hibah masyarakat yang
disalurkan sejak awal proyek berjumlah sekitar US$ 218 juta.
Pada tahun 2011, saat evaluasi terpenting proyek tersebut
dilakukan, didapati bahwa masyarakat telah menggunakan
36 persen dari dana yang dikucurkan bagi inisiatif kegiatan
untuk mendukung pendidikan dan 62 persen untuk
kegiatan-kegiatan yang terkait dengan kesehatan. Kira-kira
separuh dari dana hibah dalam bidang pendidikan digunakan
untuk perlengkapan sekolah, termasuk buku pelajaran dan
seragam bagi siswa miskin. 28 persen selebihnya dari dana
tersebut digunakan untuk beasiswa dan subsidi transportasi
bagi siswa miskin. Dalam bidang kesehatan , sekitar setengah
dari dana hibah digunakan untuk kegiatan pemberian
makanan tambahan untuk ibu menyusui, bayi, dan
kanak-kanak di bawah usia lima tahun. 15 persen dari dana
tersebut digunakan untuk memperbaiki fasilitas kesehatan
setempat, sedangkan 13 persen digunakan untuk mensubsidi
ongkos transportasi bagi keluarga miskin untuk
memanfaatkan layanan kesehatan pra lahir dan neo natal.
Dengan berjalannya waktu, proporsi dana Bantuan Langsung
* Nama lengkap proyek tersebut dalam Bahasa Inggris adalah "National Program for Community
Empowerment: A Healthy and Bright Generation", terjemahan dari nama proyek tersebut dalam
bahasa Indonesia "PNPM Generasi Sehat dan Cerdas." Proyek tersebut biasanya secara sederhana
disebut "PNPM Generasi".
GENERASI BLOCK GRANT
EXPENDITURES
FISCAL YEAR
2013
PROVINSI
KABUPATEN
KECAMATAN
Jawa Barat, Jawa Timur, Gorontalo,
Sulawesi Utara & NTT.
30.14% PENDIDIKAN
69.21% KESEHATAN
0.65%
Masyarakat ini telah dimanfaatkan untuk peningkatan
kegiatan-kegiatan yang berkaitan dengan kesehatan, dan
sebaliknya terjadi penurunan proporsi yang digunakan untuk
kegiatan-kegiatan yang berkaitan dengan pendidikan.
Dengan dipertunjukkannya keberhasilan PNPM Generasi
dalam pencapaian sasaranya, pada tahun 2010 Pemerintah
mulai memperluas program tersebut dari yang semula 168
kecamatan percontohan menjadi 499 kecamatan di kurang
lebih 5400 desa pada tahun 2014, termasuk tiga provinsi baru
dengan angka stunting yang lebih tinggi dari angka rata-rata
nasional, akses yang terbatas pada layanan kesehatan dan
pendidikan dasar serta angka penggunaan layanan-layanan
yang rendah.Ketiga provinsi tersebut adalah Kalimantan Barat,
Kalimantan Tengah, dan Sumatera Selatan. Dengan
ditambahkannya ketiga provinsi ini, cakupan keselurah PNPM
Generasi meningkat hingga kira-kira menjadi 5.400 desa di
499 kecamatan.
Pada waktu yang bersamaan, beberapa aspek rancangan
program dimodifikasi untuk mencerminkan prioritas
Pemerintah Indonesia yang selalu berkembang. Pemerintah
Indonesia menempatkan prioritas khususnya di bidang
kesehatan, pada perbaikan nutrisi ibu dan anak sebagai cara
mengurangi angka kelahiran dengan berat rendah dan adanya
gagal tumbuh pada kanak-kanak usia di bawah dua tahun.
PNPM Generasi bertujuan meningkatkan permintaan
LAIN-LAIN
masyarakat akan layanan-layanan kesehatan ibu dan anak
melalui sejumlah cara, termasuk peningkatan partisipasi para
pengasuh/perawat baik pria maupun wanita di kelas-kelas
kehamilan dan nutrisi. Sementara PNPM Generasi berusaha
meningkatkan permintaan masyarakat, secara bersamaan
Pemerintah Indonesia juga melakukan sejumlah intervensi
untuk meningkatkan penyediaan layanan-layanan ini termasuk
penyelenggaraan pelatihan bagi para petugas kesehatan dan
kader kesehatan dari masyarakat; penyediaan mikronutrien
dan peralatan pengukuran tinggi badan; kampanye
komunikasi; dan program sanitasi yang sepenuhnya dijalankan
oleh masyarakat.
Selain itu, Pemerintah juga menempatkan peningkatan
penekanan pada pemastian anak-anak yang selama ini
luar-sekolah yang sulit dijangkau, termasuk mereka
yangberkebutuhan khusus , dapat dan mau bersekolah.
Dengan hampir seluruh anak Indonesia usia sekolah dasar kini
mengenyam
pendidikan,
Pemerintah
menempatkan
peningkatan penekanan pada pemastian agar anak-anak ini
melanjutkan ke sekolah menengah pertama. Selain itu,
kesadaran akan pentingnya peran layanan pendidikan dan
pengembangan anak usia dini dalam keseluruhan kemajuan
pendidikan si anak, Pemerintah akan melanjutkan melakukan
intervensi untuk mendorong keluarga miskin menggunakan
layanan-layanan ini.
PNPM Generasi - Info Kit 2014
3
Riset, Analisa & Pembelajaran
Sejumlah analisa dan evaluasi telah berperan penting dalam memberikan
perbaikan-perbaikan pada rancangan program ini, termasuk yang berikut ini:
PNPM Generasi
Sasaran dan Indikator Khusus
Tujuan PNPM Generasi adalah memberdayakan masyarakat setempat di
kecamatan pedesaan yang miskin dalam provinsi-provinsi proyek untuk
meningkatkan pemanfaatan layanan-layanan kesehatan dan pendidikan. Dalam
konteks tujuan ini, kinerja masing-masing kecamatan diukur berdasarkan
pencapaian indikator-indikator kesehatan dan pendidikan tertentu, yang
didefinisikan sebagai berikut:
•
•
•
Evaluasi Dampak PNPM Generasi;
Sebuah kajian mengenai hasil-hasil yang berkaitan dengan
nutrisi berjudul “Opportunities and Approaches for Better
Nutrition Outcomes through PNPM Generasi” (‘’Kesempatan
dan Pendekatan untuk Hasil yang Berkaitan dengan Nutrisi yang
Lebih Baik melalui PNPM Generasi”);
Kajian Institusi-Institusi Kesehatan Setempat.
Riset, Analisa & Pembelajaran.
Indikator KESEHATAN
• • • •
• • • • • • Setiap ibu hamil diperiksa oleh bidan, minimal 4 kali pemeriksaan selama masa kehamilannya
sesuai trimester kehamilannya.
Setiap ibu hamil mendapatkan minimal 90 butir pil Fe (penambah darah) selama masa
kehamilannya.
Setiap proses kelahiran ditangani oleh tenaga bidan atau dokter.
Setiap ibu yang melahirkan (termasuk bayinya) mendapatkan perawatan nifas dari bidan atau
dokter, minimal 3 kali perawatan dalam waktu 42 hari setelah proses persalinan.
Setiap bayi usia 12 bulan ke bawah mendapatkan imunisasi standar secara lengkap.
Setiap bayi usia 12 bulan ke bawah, berat badannya ditimbang dan selalu naik pada setiap
bulannya mengikuti grafik pertumbuhan (untuk bayi di bawah usia 6 bulan, berat badannya naik
lebih dari 500 gram per bulan dan bayi usia 6-12 bulan naik lebih dari 300 gram).
Setiap anak usia 6 bulan sampai 59 bulan wajib mendapatkan Vitamin A, 2 kali dalam setahun.
Setiap anak balita (dibawah lima tahun) ditimbang sebulan sekali secara rutin.
Setiap ibu hamil dan/atau pasangannya mengikuti kegiatan konseling perawatan kehamilan dan
gizi minimun minimal satu bulan sekali.
Setiap orang tua/pengasuh yang memiliki bayi usia 0-2 tahun mengikuti kegiatan pengasuhan
balita dan pemenuhan gizi minimal satu bulan sekali.
Ealusai Dampak PNPM Generasi
Serangkaian evaluasi akan dampak program telah dilakukan selang waktu dari tahun 2007 hingga 2010.
Evaluasi-evaluasi ini secara konsisten memperlihatkan bahwa PNPM Generasi menurut statistik terkait dengan
indikator yang diditentukan dalam program telah memberikan dampak positif yang signifikan.
Perbaikan-perbaikan tertinggi diantara indikator-indikator kesehatan yang diamati adalah sisi frekuensi balita
dilakukan pemeriksaan berat badan, suatu proses penting untuk mendeteksi dan mengelola malnutrisi.
Program ini juga meningkatkan jumlah tambahan tablet besi yang diterima para ibu hamil selama kunjungan
pemeriksaan kehamilan. Selain itu, terjadi peningkatan drastic pada jumlah ibu dan anak yang berpartisipasi
dalam kegiatan pos pelayanan terpadu (posyandu) untuk menerima layanan-layanan kesehatan bagi ibu hamil,
bayi baru lahir dan anak. Program ini juga mempermudah peningkatan jumlah peserta didik diantara kelompok
usia sekolah dasar.
Di Daerah
Manakah PNPM
Generasi Paling
Efektif?
Indikator PENDIDIKAN
•
•
4
Setiap anak usia SD/MI dan dan SMP/MTS yang belum sekolah dan
putus sekolah kembali bersekolah, termasuk anak yang berkebutuhan
khusus.
Setiap anak lulus SD/MI termasuk yang berkebutuhan khusus
melanjutkan sekolah di tingkat SMP/MTS.
PNPM Generasi - Info Kit 2014
Bagaimana
dan Mengapa
Generasi
Berfungsi?
Dari evaluasi-evaluasi tersebut didapati bahwa PNPM Generasi berdampak
paling signifikan di daerah-daerah dengan indikator kesehatan dan
pendidikan rendah, tanpa memperhatikan tingkat kemiskinan -daerah..
Untuk kepentingan program ini dan program lainnya di masa depan, hal ini
memiliki implikasi kebijakan yang signifikan: khususnya, hal ini
menunjukkan bahwa untuk dampak maksimal, PNPM Generasi dan
program-program sejenis harus mengutamakan daerah-daerah yang
indikator kesehatan dan pendidikannya tertinggal, dibanding dengan
daerah-daerah yang diidentifikasi sebagai daerah miskin.
Evaluasi-evaluasi tersebut menyatakan bahwa dampak terbesar PNPM
Generasi adalah adanya peningkatan upaya masyarakat dalam penyediaan
layanan, terutama dalam jumlah kader di pos-pos kesehatan desa, dalam
tingkat keikutsertaan pada pertemuan-pertemuan yang terkait dengan
pendidikan kesehatan; dan dalam jumlah pertemuaan komite sekolah
menengah pertama dengan guru-guru dalam setahun.
PNPM Generasi - Info Kit 2014
5
Riset, Analisa & Pembelajaran.
Peluang dan Pendekatan untuk Hasil Nutrisi
Yang Lebih Baik melalui PNPM Generasi
Kajian mengenai “Peluang Dan Pendekatan Untuk Hasil Nutrisi Yang Lebih Baik Dalam PNPM
Generasi”/“Opportunities and Approaches for Better Nutrition Outcomes in PNPM Generasi” disusun untuk
mengidentifikasi dan mendokumentasikan cara-cara agar PNPM Generasi dapat memberikan kontribusi terhadap
upaya pemerintah Indonesia mengurangi gizi buruk kronis melalui analisa kompratif atas beragam pengalaman
program/percontohan.
Kajian ini memusatkan perhatiannya pada tiga pertanyaan penelitian utama, sebagaimana tertera berikut ini:
1
Bagaimana malnutrisi kronis
meningkat atau memburuk di
desa-desa Generasi?
2
Sejauh manakah hibah
berinsentif Generasi memicu
tindakan masyarakat yang
mempengarugi sikap yang
berkaitan dengan nutrisi dan
tanggapan umum terhadap
penanganan kasus kurangnya
berat tubuh atau gizi buruk?
3
Sejauh manakah sikap kader
atau relawankesehatan,
pimpinan desa, penyedia
layanan, dan pengguna layanan
setempat berubah karena
kegiatan-kegiatan Generasi?
Berdasarkan temuan-temuannya, kajian ini memberikan temuan-temuan dan rekomendasi berikut:
MAKANAN TAMBAHAN
(SUPLEMEN)
Kajian di atas mendapatkan bahwa dampak
pengeluaran bagi makanan tambahan tidak
sebanding dengan pengeluaran mereka.
Karenanya kajian di atas merekomendasikan
batasan-batasan harus diberikan pada
alokasi anggaran Generasi bagi makanan
tambahan dan kualitas makanan tambahan
harus ditingkatkan dengan meminta
Generasi melakukan pembelian dari
pedagang makanan segar setempat bukan
membeli produk-produk kemasan dari kota.
Kajian tersebut juga merekomendasikan
mekanisme yang lebih fleksibel untuk
penanganan cepat dan tepat sasaran bagi
kasus-kasus gizi buruk (malnutrisi) akut
dengan makanan tambahan harus
dirancang.
POSYANDU
(POS LAYANAN
KESEHATAN TERPADU)
PEMBANTU PERSALINAN
/BIDAN TRADISIONAL
Kajian di atas mendapatkan bahwa
untuk meningkatkan dukungan pada
posyandu, Generasi harus memberikan
pelatihan dan memberdayakan para
sukarelawan untuk mengidentifikasi
tanda-tanda kurang giizi, infeksi, resiko
kehamilan, dan bahkan gangguan
kesehatan jiwa untuk dirujuk ke
profesional kesehatan terlatih. Selain itu
juga rekomendasi juga diajukan untuk
peningkatan insentif bagi sukarelawan
posyandu, dengan pemberian insentif
dikaitkan dengan kinerjanya.
Kajian ini menemukan bahwa pembantu
persalinan/bidan merupakan suatu
badan desa yang langgeng hampir di
seluruh pedesaan Indonesia dan mereka
dapat melakukan peran potensial dalam
meningkatkan kesehatan ibu dan anak.
Kajian ini sangat tidak menganjurkan
langkah-langkah yang menganggap
buruk dan membatasi bidan tradisional
ini dan merekomendasikan mereka
dilibatkan dalam seluruh kegiatan
pelatihan bagi sukarelawan posyandu.
Informasi lebih lanjut mengenai kajian ini, lihat Opportunities and Approaches for Better
Nutrition Outcomes through PNPM Generasi : A Qualitative Study pada:
HTTP://PNPM-SUPPORT.ORG/PUBLICATION/OPPORTUNITIES-AND-APPROACHES-BETTERNUTRITION-OUTCOMES-THROUGH-PNPM-GENERASI-QUALITATIVE
6
PNPM Generasi - Info Kit 2014
Riset, Analisa & Pembelajaran.
Kajian Mengenai Lembagalembaga Kesehatan Desa
Kajian ini difokuskan pada pemahaman akan peran para
pelaku dan lembaga kesehatan di tingkat desa dengan
mempetakan interaksi antara para pelaku dan lembaga
kesehatan di tingkat desa dan mempelajari bagaimana
mereka bekerja sama atau gagal melakukannya dengan
para pelaku dan institusi desa, dengan fokus khusus pada
para pelaku dan lembaga yang terlibat dalam kesehatan
ibu dan anak.
Kajian ini bertujuan mengidentifikasi
peluang dan halangan bagi masyarakat
yang ingin bekerja sama secara lebih
efektif dengan penyelenggara kesehatan
setempat dan cara-cara agar masyarakat
dapat mendukung penyampaian layanan
kesehatan
berkualitas
yang
telah
ditingkatkan.
Berdasarkan
temuan-temuannya,
laporan
ini
mengidentifikasi sejumlah peluang untuk meningkatkan
penerapan PNPM Generasi dan penyelenggaraan
perawatan kesehatan secara lebih umum, termasuk
penyediaan lebih banyak dukungan bagi kader posyandu.
Secara khusus, kajian ini merekomendasikan perbaikan
dan peningkatan interaksi antara kader posyandu dan
bidan
untuk
mengidentifikasi
dan
menanggapi
masalah-masalah kesehatan pada tingkat desa. Bila
kebutuhan desa diidentifikasi lebih cermat, maka kader
dapat memungkinkan direkrut secara lebih mantap dan
posyandu dapat direncanakan dengan lebih strategis. Ini
dapat mencakup pemanfaatan kader pria yang lebih baik
dan pendekatan-pendekatan yang lebih baik untuk
melibatkan para pria.
Kajian ini juga merekomendasikan perbaikan koleksi
informasi, berbagi informasi dan penggunaan informasi
pada tingkat desa untuk mendukung pengidentifikasian
masalah secara lebih baik, mengubah harapan-harapan
mengenai
layanan
kesehatan
dan
mendorong
pengawasan dan penguatan kaitan PNPM Generasi
dengan departemen kesehatan.
Untuk informasi lebih jauh mengenai kajian ini lihat Indonesian Village Health Institutions :
A Diagnostic pada:
http://pnpm-support.org/publication/indonesian-village-health-institu
tions-diagnostic
PNPM Generasi - Info Kit 2014
7
PNPM Generasi
Generasi Sehat Dan Cerdas
Download