Perbandingan penafsiran visual antara Citra Alos

advertisement
BAB IV
KONDISI UMUM LOKASI PENELITIAN
4. 1 Kabupaten Bogor
4.1.1 Letak Geografis
Secara geografis Kabupaten Bogor terletak antara 6⁰18’0”- 6⁰47’10” LS
dan 106⁰23’45” - 107⁰13’30” BT. Kabupaten Bogor berdekatan dengan Ibukota
Negara sebagai pusat pemerintahan jasa dan perdagangan dengan aktifitas
pembangunan yang cukup tinggi. Luas Kabupaten Bogor ± 297.101,868 ha
dengan batasan wilayah sebagai berikut :
Sebelah Utara
: Kabupaten Tangerang (Provinsi Banten), Kabupaten/Kota
Bekasi dan Kota Depok ;
Sebelah Timur : Kabupaten Karawang, Kabupaten Cianjur dan Kabupaten
Purwakarta;
Sebelah Selatan : Kabupaten Sukabumi, Kabupaten Cianjur;
Sebelah Barat
: Kabupaten Lebak (Provinsi Banten);
4.1.2 Topografi
Kabupaten Bogor merupakan wilayah daratan dengan tipe morfologi
wilayah yang bervariasi, dari dataran yang relatif rendah di bagian Utara hingga
dataran tinggi di bagian Selatan, sehingga membentuk bentangan lereng yang
menghadap ke Utara. Klasifikasi keadaan morfologi wilayah serta persentasenya,
sebagai berikut :
a. Dataran rendah (15-100 m dpl) sekitar 29,28 %, merupakan kategori ekologi
hulu;
b. Dataran bergelombang (100-500 m dpl) sekitar 42,62% merupakan kategori
ekologi tengah;
c. Pegunungan (500-1000 m dpl) sekitar 19,53%, merupakan kategori ekologi
hulu;
d. Pegunungan tinggi (1000-2000 m dpl) sekitar 8,43% merupakan kategori
ekologi hulu;
26
e. Puncak-puncak gunung (2000-2500 m dpl) sekitar 0,22% merupakan kategori
ekologi hulu;
4.1.3 Iklim
Iklim wilayah Kabupaten Bogor termasuk iklim tropis sangat basah di
bagian Selatan dan iklim tropis basah di bagian Utara, dengan rata-rata curah
hujan tahunan 2500-5000 mm/tahun, kecuali wilayah bagian utara dan sebagian
kecil wilayah timur curah hujan kurang dari 2500 mm/tahun. Suhu rata-rata 2030⁰C, dengan rata-rata tahunan sebesar 25⁰C, dan kelembaban udara 70%.
Kecepatan angin cukup rendah, dengan rata-rata 1,2 m/detik dengan evaporasi di
daerah terbuka rata-rata sebesar 146,2 mm/bulan.
4.1.4 Batuan
Secara umum wilayah Kabupaten Bogor terbentuk oleh batuan vulkanik
yang bersifat piroklastik, yang berasal dari endapan (batuan sedimen) dua gunung
berapi, yaitu: Gunung Pangrango dan Gunung Salak. Endapan permukaan
umumnya berupa alluvial yang tersusun oleh tanah, pasir, dan kerikil hasil dari
pelapukan endapan. Bahan induk geologi tersebut menghasilkan tanah-tanah yang
relatif subur.
4.1.5 Tanah
Wilayah Kabupaten Bogor memiliki jenis tanah yang cukup subur untuk
kegiatan pertanian, perkebunan, dan kehutanan. Tanahnya terdiri dari 22 jenis,
dengan persentase terbesar adalah Asosiasi Latosol Merah. Selanjutnya jenis
tanah Latosol Coklat Kemerahan dan Laterit Air Tanah sebesar 20,20%
(60.439.627 ha). Sedangkan jenis tanah lainnya, yaitu : Andosol Coklat
Kekuningan (1%); Asosiasi Aluvial Coklat Kelabu dan Aluvial Coklat
Kekelabuan (4,71%); Asosiasi Andosol Coklat dan Regosol Coklat (3,22%);
Asosiasi Latosol Coklat dan Latosol Kekuningan (3,83%); Asosiasi Latosol
Coklat dan Regosol Kelabu (5,89%); Asosiasi Latosol Coklat Kemerahan dan
Latosol Coklat (8,78%); Asosiasi Podsolik Kuning dan Hidromorf kelabu
(0,34%); Asosiasi Podsolik kuning dan Regosol (0,30%); Kompleks Grumosol,
27
regosol dan mediateran (5,81 %); Kompleks Latosol merah kekuningan, Latosol
coklat kemerahan, dan Litosol (6,71%); Kompleks Latosol Merah kekuningan,
latosol Coklat, Podsolik Merah Kekuningan (5,61%); Kompleks Latosol Merah
kekuningan, Podsolik Kuning dan Regosol (2,84%); Kompleks Regosol Kelabu
dan Litosol (1,69%); Kompleks Resina, Litosol Batu Kapur dan Brown Forest
Soil (0,89%); Latosol Coklat (7,62%); Latosol Coklat Kekuningan (1,91%);
Latosol Coklat Kemerahan (0,001%); Latosol Coklat Tua kemerahan (6,32 %);
Podsolik Kuning (1,57%); Podsolik merah (2,07%) dan Podsolik Merah
kekuningan (7,54%).
4.1.6 Demografi
Jumlah penduduk Kabupaten Bogor pada tahun 2006 menurut hasil Sensus
Daerah (SUSDA) sebanyak 4.215.585 jiwa dan pada tahun 2007 mencapai
4.237.962 jiwa atau 10,32 % dari jumlah penduduk Provinsi Jawa Barat
(40.737.594 jiwa). Berarti dalam lingkup Provinsi Jawa Barat, jumlah penduduk
tersebut menempati urutan kedua setelah Kabupaten Bandung (4.399.128 jiwa).
Laju Pertumbuhan Penduduk (LPP) Kabupaten Bogor tahun 2006-2007 adalah
0,53% lebih rendah dibandingkan dengan LPP tahun 2005-2006 yang mencapai
2,79%. Sementara LPP selama periode 200-2007, rata-rata mencapai 4% atau
masih berada di atas 2% per tahun. Kondisi ini disebabkan oleh tingginya laju
pertumbuhan alami dan migrasi masuk ke Kabupaten Bogor.
4.1.7 DAS
Di wilayah Kabupaten Bogor terdapat 6 (enam) Daerah Aliran Sungai
(DAS) yang posisinya membentang dan mengalir dari daerah pegunungan di
bagian selatan ke arah Utara, yaitu : DAS Cidurian, DAS Cimanceuri, DAS
Cisadane, DAS Ciliwung, DAS Kali Bekasi, dan DAS Citarum Hilir. Sungaisungai pada masing-masing DAS tersebut mempunyai fungsi dan peranan yang
sangat strategis yaitu sebagai sumber air untuk irigasi, rumah tangga dan industri
serta berfungsi sebagai drainase utama wilayah. Di samping itu, Kabupaten Bogor
terdapat danau atau situ-situ sebanyak 93 buah dengan luas wilayah 496,28 ha dan
terdapat juga sejumlah mata air. Situ-situ dimaksud berfungsi sebagai reservoir
28
atau tempat peresapan air dan beberapa di antaranya dimanfaatkan sebagai objek
wisata atau tempat berekreasi, budidaya perikanan dan irigasi untuk pertanian.
Dengan kondisi ekologi dan morfologi tersebut di atas, sebagian besar
wilayah Kabupaten Bogor berfungsi lindung (non budidaya dan budidaya
terbatas), sehingga wilayah yang dapat digunakan untuk kegiatan budidaya
terbatas yakni hanya wilayah dataran rendah bagian utara. Selain itu, kondisi
morfologi Kabupaten Bogor sebagian besar berupa dataran tinggi, perbukitan dan
pegunungan dengan batuan penyusunnya didominasi oleh hasil letusan gunung,
yang terdiri dari andesit, tufa, dan basalt. Gabungan batu tersebut termasuk dalam
sifat jenis batuan relatif lulus air dimana kemampuannya meresapkan air hujan
tergolong besar. Jenis pelapukan batuan ini relatif rawan terhadap gerakan tanah
bila mendapatkan siraman curah huajn yang tinggi. Selanjutnya, jenis tanah
penutup didominasi oleh material vulkanik lepas agak peka dan sangat peka
terhadap erosi, antara lain : latosol, alluvial, regosol, podsolik, dan andosol.
Dengan demikian beberapa wilayah rawan terhadap tanah longsor.
4.2 Kabupaten Sukabumi
4.2.1 Letak Geografis
Kabupaten Sukabumi terletak antara 106⁰49-107⁰ BT, 60⁰57’- 70⁰25’ LS
dengan batas wilayah administrasi sebagai berikut :
Sebelah Utara
: Kabupaten Bogor
Sebelah Timur
: Kabupaten Cianjur
Sebelah Selatan
: Samudera Indonesia
Sebelah Barat
: Kabupaten Lebak
Batas wilayah tersebut 40% berbatasan dengan lautan dan 60% merupakan
daratan. Wilayah Kabupaten Sukabumi memiliki areal yang cukup luas +
354.861,054 ha. Kondisi wilayah Kabupaten Sukabumi mempunyai potensi
wilayah lahan kering yang luas, saat ini sebagian besar merupakan wilayah
perkebunan, tegalan, dan hutan.
29
4.2.2 Topografi
Wilayah Kabupaten Sukabumi mempunyai bentuk lahan yang bervariasi
dari datar sampai gunung yaitu : datar (lereng 0-2%) sekitar 9,4%, berombak
sampai bergelombang (lereng 2-15%) sekitar 22 %, bergelombang sampai
berbukit (lereng 15-40%) sekitar 42,7 %, dan berbukit dari permukaan laut
wilayah Kabupaten Sukabumi bervariasi antara 0-2.958 m, daerah datar umumnya
terdapat pada daerah pantai dan daerah kaki gunung yang sebagian besar
merupakan daerah persawahan. Sedangkan daerah bagian Selatan merupakan
daerah berbukit-bukit dengan ketinggian berkisar antara 300-1000 m dari
permukaan laut.
4.2.3 Iklim
Kabupaten Sukabumi mempunyai iklim tropis dengan tipe iklim B
(Oldeman) dengan curah hujan rata-rata tahunan sebesar 2.805 mm dan hari hujan
144 hari. Suhu udara berkisar antara 20-30⁰C dengan kelembaban udara 85-89 %.
Curah hujan antara 3000-4000 mm/tahun terdapat di daerah Utara, sedangkan
curah hujan antara 2000-3000 mm/tahun terdapat di bagian Tengah sampai
Selatan Kabupaten Sukabumi.
4.2.4 Tanah
Jenis tanah yang tersebar di Kabupaten Sukabumi sebagian besar
didominasi oleh tanah Latosol dan Podsolik yang terutama tersebar pada wilayah
bagian Selatan dengan tingkat kesuburan yang rendah. Sedangkan jenis tanah
Andosol dan regosol umumnya terdapat di daerah pegunungan terutama daerah
Gunung Salak dan Gunung Gede, dan pada daerah pantai dan tanah alluvial
umumnya terdapat didaerah lembah dan daerah sungai.
4.2.5 Demografi
Jumlah penduduk di Kabupaten Sukabumi pada tahun 2007 sebanyak
2.391.736 jiwa yang terdiri dari 1.192.038 orang laki-laki dan 1.199.698 orang
perempuan dengan laju pertumbuhan penduduk 2,37% dan kepadatan penduduk
579,39 orang per km persegi. Kepadatan penduduk menurut kecamatan cukup
30
bervariasi. Kepadatan penduduk terendah terdapat di Kecamatan Ciemas (183
jiwa per km persegi) dan tertinggi di Kecamatan Sukabumi (2.447 jiwa per km
persegi). Pemukiman padat penduduk umumnya terdapat di pusat kecamatan yang
berkarakteristik perkotaan dan di sepanjang jalan raya.
Suatu kondisi penting yang sedang terjadi sehubungan dengan
ketenagakerjaan adalah pergeseran tenaga kerja dari sektor pertanian ke sektor
non pertanian. Penduduk yang bekerja di sektor pertanian telah menurun.
4.3 Kabupaten Cianjur
4.3.1 Letak Geografis
Letak goegrafis Kabupaten Cianjur terletak pada 106°25′ – 107°25′ Bujur
Timur dan 6°21′ – 7°32′ Lintang Selatan. Luas wilayah Kabupaten Cianjur
350.148 km2 dengan jumlah penduduk pada tahun 2007 sebanyak 2.138.465 jiwa.
Secara administratif Pemerintah kabupaten Cianjur terbagi dalam 32 kecamatan,
dengan batas-batas administratif :
Sebelah utara
: Kabupaten Bogor dan Kabupaten Purwakarta.
Sebelah barat
: Kabupaten Sukabumi.
Sebelah Selatan
: Samudra Indonesia.
Sebelah Timur
: Kabupaten Bandung dan Kabupaten Garut.
Wilayah Kabupaten Cianjur secara administrasi memiliki luas 350.148 ha
atau 10,12 % dari luas total wilayah Provinsi Jawa Barat. Kabupaten Cianjur
terbagi ke dalam 26 kecamatan pada tahun 2001 yang kemudian mengalami
pemekaran menjadi 32 kecamatan dengan luas wilayah kabupaten yang tetap pada
tahun 2008.
4.3.2 Topografi
Wilayah Kabupaten Cianjur terdiri dari daerah pegunungan, perbukitan,
dan sebagian merupakan dataran rendah, dengan ketinggian antara 0 - 2.962 m di
atas permukaan laut. Karakteristik topografi yang terdapat di Kabupaten Cianjur
adalah, sebagai berikut :
31
a. Datar (Kemiringan 0-8%)
Daerah yang termasuk ke dalam karakteristik dataran, yaitu : Sukaresmi,
Cikalongkulon, Cianjur, Ciranjang, Bojongpicung, Sebelah utara Cibeber,
Pagelaran, Tanggeung, Kadupandak, dan sepanjang Pantai Selatan.
b. Landai (Kemiringan 8-15%)
Daerah yang termasuk ke dalam karakteristik perbukitan dengan relief halus,
yaitu : daerah Utara Pacet, Warungkondang, Takokak sebelah Barat, dan
Cidaun.
c. Agak Curam (Kemiringan 15-25%)
Daerah yang termasuk ke dalam karakteristik perbukitan dengan relief sedang,
yaitu : Mande sebelah utara, Kadupandak sebelah selatan, dan Cibeber sebelah
selatan.
d. Curam (Kemiringan 25-40%)
Daerah yang termasuk ke dalam karakteristik perbukitan dengan relief agak
kasar, yaitu : Takokak, Kadupandak bagian Utara dan Selatan, Suka Negara
bagian Utara, Argabinta, Cidaun sebelah utara, Pagelaran bagian Selatan dan
Tanggeung bagian Utara.
e. Sangat Curam (Kemiringan >40%)
Daearah yang termasuk ke dalam karakteristik perbukitan dengan relief kasar,
yaitu : Bojongpicung bagian Selatan, Gunung Beleud, Gunung Gede
Pangrango, Takokak sebelah Timur dan Gunung Sambul.
4.3.3 Iklim
Secara umum Kabupaten Cianjur memiliki iklim tropis lembab dengan
suhu udara minimum sebesar 180 C (Maret-April) sedangkan suhu maksimal
adalah 240C (Oktober-November) dengan kelembaban nisbih antara 80-90 %.
Pada bulan November-Maret, angin bertiup ke arah tenggara yang biasanya
berkaitan dengan musim hujan dan pada bulan Mei-September angin bertiup ke
arah barat laut yang menandai terjadinya musim kemarau. Puncak musim
kemarau terjadi pada bulan Agustus, sedangkan puncak musim hujan terjadi pada
bulan Desember-Januari.
32
4.3.4 Tanah
Wilayah Kabupaten Cianjur memiliki jenis tanah yang beragam, yaitu :
Alluvial, Andosol, Grumosol, Latosol, dan Podsolik. Sebagian besar wilayah
Kabupaten Cianjur memiliki jenis tanah Latosol sedangkan jenis tanah dengan
persentase terkecil adalah tanah Andosol.
4.3.5 Demografi
Menurut Sensus Penduduk 2000, jumlah penduduk Kabupaten Cianjur
sebanyak 1.931.480 jiwa, terdiri dari penduduk laki-laki sebanyak 982.164 jiwa
dan perempuan 949.676 jiwa dengan laju pertumbuhan penduduk 2,23 %.
Kecamatan yang jumlah penduduknya terbesar adalah Kecamatan Pacet sebanyak
170.224 jiwa dan Kecamatan Cianjur sebanyak 140.374 jiwa. Kecamatan lainnya
yang jumlah penduduknya di atas 100.000 jiwa, yaitu : Kecamatan Cibeber
(105.0204 jiwa), Kecamatan Warungkondang (101.580 jiwa), dan Kecamatan
Karangtengah (123.158 jiwa). Kecamatan yang jumlah penduduknya terkecil
adalah Kecamatan Cikadu sebanyak 36.212 jiwa. Kecamatan lainnya yang jumlah
penduduknya antara 40.000 - 50.000 jiwa, yaitu : Kecamatan Sindangbarang,
Takokak, dan Sukanagara.
Download