SKRIPSI-PERANAN KOMUNIKASI SEBAGAI SOLUSI KONFLIK

advertisement
BAB II
URAIAN TEORITIS
2.1
Kerangka Teori
Setiap penelitian sosial membutuhkan teori, karena salah satu unsur yang
paling besar peranannya dalam penelitian adalah teori (Singarimbun, 1995: 37).
Teori berguna untuk menjelaskan titik tolak atau landasan berpikir dalam
memecahkan atau menyortir masalah. Untuk itu perlu disusun kerangka teori
yang memuat pokok-pokok pikiran yang menggambarkan dari sudut mana
masalah penelitian yang akan disortir (Nawawi. 1991: 40).
Teori menurut Kerlinger diartikan sebagai suatu himpunan konstruk
(konsep), defenisi dan proposisi yang mengemukakan pandangan sistematis
tentang gejala dengan menyebarkan relasi diantara variabel, untuk menjelaskan
dan meramalkan fenomena atau gejala tertentu (Rakhmat, 2004: 6).
2.1.1
Komunikasi
2.1.1.1 Pengertian Komunikasi
Banyaknya disiplin ilmu yang telah memberi masukan terhadap
perkembangan
ilmu
komunikasi,
misalnya
psikologi,
sosiologi,
antropologi, ilmu politik, ilmu manajemen, linguistik, dan sebagainya,
menyebabkan banyaknya defenisi tentang komunikasi yang telah dibuat
oleh para pakar menurut bidang ilmunya.
Carl
I.
Hovland
(Widjaja,
2000:
26-27)
mendefenisikan
komunikasi sebagai suatu proses dimana seseorang memindahkan
perangsang yang biasanya berupa lambang kata-kata untuk mengubah
perilaku orang lain. Jadi, dengan demikian komunikasi itu adalah
persamaan pendapat dan untuk kepentingan itu maka orang harus
mempengaruhi orang lain dahulu sebelum orang lain itu berpendapat,
bersikap, bertingkah laku yang sama dengan kita.
7
Universitas Sumatera Utara
Universitas Sumatera Utara
8
Salah satu defenisi singkat dibuat oleh Harold D. Lasswell bahwa
cara yang tepat untuk menerangkan suatu tindakan komunikasi ialah
menjawab
pertanyaan
“Siapa
yang
menyampaikan,
apa
yang
disampaikan, melalui saluran apa, kepada siapa, dan apa pengaruhnya”.
Paradigma Lasswell di atas menunjukkan bahwa komunikasi
meliputi lima unsur sebagai jawaban dari pertanyaan yang diajukan,
yakni:
a. Komunikator (communicator, sender, source) adalah orang yang
menyampaikan pesan atau informasi.
b. Pesan (message) adalah pernyataan yang didukung oleh lambang,
bahasa, gambar, dan sebagainya.
c. Media (channel, media) adalah saran atau saluran yang
mendukung pesan bila komunikan jauh tempatnya atau banyak
jumlahnya, maka diperlukan media sebagai penyampai pesan.
d. Komunikan (communicant, communicate, receiver, recipient)
adalah orang yang menerima pesan atau informasi yang
disampaikan komunikator.
e. Efek (effect, impact, influence) adalah dampak sebagai pengaruh
dari pesan.
Jadi, berdasarkan paradigma Lasswell tersebut, komunikasi adalah
proses penyampaian pesan oleh komunikator kepada komunikan melalui
media yang menimbulkan efek tertentu (Effendy, 2003: 10).
Dalam garis besarnya dapat disimpulkan bahwa komunikasi
adalah penyampaian informasi dan pengertian dari seseorang kepada
orang lain. Komunikasi akan dapat berhasil apabila sekitarnya timbul
pengertian, yaitu jika kedua belah pihak dapat memahaminya (Widjaja,
2000: 15).
Universitas Sumatera Utara
Universitas Sumatera Utara
9
Komunikasi merupakan penyampaian informasi dan pengertian
dari seseorang kepada orang lain, komunikasi akan berhasil jika adanya
pengertian serta kedua belah pihak saling memahaminya. Dimana dapat
disimpulkan bahwa komunikasi sangat penting sama halnya dengan
bernafas. Kualitas komunikasi menentukan keharmonisan hubungan
dengan sesama individu. Adapun bentuk dari komunikasi yaitu (Effendy,
2003: 7):
a. Komunikasi Personal (Personal Communication)
Terdiri
dari
komunikasi
intrapersonal
(Intrapersonal
Communication) dan komunikasi antarpersonal (Interpersonal
Communication).
b. Komuniksi Kelompok

Komunikasi kelompok kecil (small group communication),
terdiri dari ceramah, forum, diskusi, dan seminar.

Komunikasi kelompok besar (large group communication),
terdiri dari kampanye.
c. Komunikasi Organisasi (Organization Communication).
d. Komunikasi Massa (Mass Communication).
Adapun proses komunikasi menurut Onong terbagi atas dua tahap,
yakni secara premier dan secara sekunder (Effendy, 2004: 11).
a. Proses Komunikasi Secara Primer
Adalah proses penyampaian
pikiran atau perasaan seseorang
kepada orang lain dengan menggunakan lambang sebagai media.
Lambang ini umumnya bahasa tetapi dalam situasi komunikasi
tertentu lambang-lambang yang digunakan dapat berupa gerak
tubuh, gambar, warna dan sebagainya.
Universitas Sumatera Utara
Universitas Sumatera Utara
10
b. Proses Komunikasi Secara Sekunder
Adalah proses penyampaian pesan oleh seseorang kepada orang
lain dengan menggunakan alat atau sarana sebagai media kedua
setelah memakai lambang sebagai media pertama. Proses ini
termasuk sambungan dari proses primer untuk menembus dimensi
ruang dan waktu, dalam prosesnya komunikasi skunder ini akan
semakin efektif dan efisien karena didukung oleh teknologi
komunikasi yang semakin canggih, yang ditopang oleh teknologiteknologi lainnya.
2.1.1.2 Fungsi Komunikasi
Komunikasi sebagai ilmu dan seni, sudah tentu memiliki fungsi
yang dapat dimanfaatkan oleh manusia dalam memenuhi kebutuhan
hidupnya. Dalam terjadinya komunikasi tidak terlepas dari bentuk dan
fungsi komunikasi, dimanakomunikasi yang baik, tidak jauh dari fungsi
yang mendukung keefektifan komunikasi. Adapun fungsi-fungsi dari
komunikasi adalah sebagai berikut:
a. Menyampaikan Informasi (To Inform)
Komunikasi berfungsi dalam menyampaikan informasi, tidah
hanya informasi tetapi juga pesan, ide, gagasan, opini maupun
komentar. Sehingga masyarakat bisa mengetahui keadaan yang
terjadi dimanapun.
b. Mendidik (To Educate)
Komunikasi
sebagai
sarana
informasi
yang
mendidik,
menyebarluaskan kreativitas, tidak hanya sekedar memberi
hiburan, tetapi juga memberi pendidikan untuk membuka
wawasan dan kesempatan untuk memperoleh pendidikan secara
luas, serta memberikan berbagai informasi tidak lain agar
masyarakat menjadi lebih baik, lebih maju, dan lebih berkembang.
Universitas Sumatera Utara
Universitas Sumatera Utara
11
c. Menghibur (To Entertain)
Komunikasi juga memberikan warna dalam kehidupan, tidak
hanya
informasi
menikmatinya
tetapi
sebagai
juga
alat
hiburan.
hiburan
Semua
dalam
golongan
bersosialisasi.
Menyampaikan informasi dalam lagu, lirik dan bunyi maupun
gambar dan bahasa.
d. Mempengaruhi (To Influence)
Komunikasi sebagai sarana untuk mempengaruhi khalayak untuk
memberi motivasi, mendorong untuk mengikuti kemajuan orang
lain melalui apa yang dilihat, dibaca dan didengar. Serta
memperkenalkan nilai-nilai baru untuk mengubah sikap dan
perilaku kearah yang baik dan modernisasi.
2.1.1.3 Tujuan Komunikasi
Dalam berkomunikasi tidak hanya untuk memahami dan mengerti
satu dan lainnya tetapi juga memiliki tujuan dalam berkomunikasi. Ada
empat tujuan komunikasi ( Effendy, 2004 )
a. Perubahan Sikap
Memberikan berbagai informasi pada masyarakat dengan tujuan
agar masyarakat akan berubah sikapnya. Misalnya memberikan
informasi mengenai bahaya menggunakan obat-obatan terlarang
dan tujuannya adalah agar masyarakat tidak menggunakan obatobatan terlarang.
b. Perubahan Pendapat
Memberikan berbagai informasi pada masyarakat dengan tujuan
agar masyarakat mau berubah pendapat dan persepsinya terhadap
tujuan informasi yang disampaikan. Misalnya informasi mengenai
kebijakan baru pemerintah yang biasanya selalu mendapat
tantangan dari masyarakat maka harus disertai penyampaian
Universitas Sumatera Utara
Universitas Sumatera Utara
12
informasi yang lengkap supaya pendapat masyarakat dapat
terbentuk untuk mendukung kebijakan tersebut.
c. Perubahan Perilaku
Memberikan berbagai informasi pada masyarakat dengan tujuan
agar masyarakat akan berubah perilakunya. Misalnya informasi
tentang kerugian dari tawuran agar siswa dan mahasiswa jangan
ikut dalam kegiatan tawuran.
d. Perubahan Sosial
Memberikan berbagai informasi pada masyarakat, yang pada
akhirnya bertujuan agar masyarakat mau mendukung dan ikut
serta terhadap tujuan informasi yang disampaikan.
2.1.2
Komunikasi Antarpribadi
2.1.2.1 Pengertian Komunikasi Antarpribadi
Komunikasi antar pribadi seperti bernapas untuk kelangsungan
hidup, dimana tidak dapat dielakkan. Komunikasi antar priabadi bersifat
transaksional, dari sebuah hubungan manusia yang saling mempengaruhi
satu dengan yang lain. Hubungan antarpribadi yang berkelanjutan dan
terus menerus akan memberikan semangat,saling merespon tanpa adanya
manipulasi, tidak hanya tentang menang atau kalah dalam beragumentasi
melainkan tentang pengertian dan penerimaan (Beebe, 2008: 3-5).
Komunikasi
antar
pribadi
mempengaruhi
hubungan,
jika
hubungan dan komunikasi terjalin baik, maka akan terjadi jalinan yang
panjang, dimana saling menghargai dan memberikan perhatian antara satu
dengan yang lain.
Para
ahli
teori
komunikasi
mendefinisikan
komunikasi
antarpribadi secara berbeda-beda, dan berikut ini adalah 3 sudut pandang
definisi utama :
Universitas Sumatera Utara
Universitas Sumatera Utara
13
a. Berdasarkan Komponen
Komunikasi
antarpribadi
didefinisikan
dengan
mengamati
komponen-komponen utamanya,yaitumulai dari penyampaian
pesan oleh satu orang dan penerimaan pesan oleh orang lain atau
sekelompok kecil orang, dengan berbagai dampak hingga peluang
untuk memberikan umpan balik.
b. Berdasarkan Hubungan Diadik
Komunikasi antarpribadi adalah komunikais yang berlangsung
diantara dua orang yang mempunyai hubungan yangmantap dan
jelas. Sebagai contoh dapat dilihat pada contoh hubungan
komunikasi antarpribadi antara ayah dengan anak, pramuniaga
dengan pelanggan, guru dengan murid, dan lain-lain. Definisi ini
disebut juga definisi diadik, yang menjelaskan bahwa selalu ada
hubungan tertentu yang terjadi antara dua orang tertentu, bahkan
pada hubungan persahabatan juga dapat dilihat hubungan
antarpribadi yang terjalin antara dua sahabat.
c. Berdasarkan Pengembangan
Komunikasi antarpribadi dilihat sebagai akhir dari komunikasi
yang bersifat tidak pribadi atau yang lebih intim.
Ketiga defenisi diatas membantu dalam menjelaskan yang
dimaksud dengan komunikasi antarpribadi dan bagaimana komunikasi
tersebut berkembang, serta bahwakomunikasi antarpribadi dapat berubah
apabila mengalami suatu pengembangan (Devito, 1997: 231-232).
Para ahli komunikasi mengemukakan enam jenis hubungan
antarpribadi yaitu: hubungan perkenalan, hubungan persahabatan,
hubungan keintiman, hubungan suami istri, hubungan orangtua dengan
anak, hubungan persaudaraan (Liliweri, 1997:54).
Beberapa alasan umum mengapa seseorang menjalin hubungan
diantaranya yaitu: mengurangi kesepian dimana rasa kesepian mencul
ketika kebutuhan interaksi akrab tidak terpenuhi, mengutarakan dorongan
karena semua manusia membutuhkan dorongan semangat dan salah satu
cara terbaik mendapatkannya adalah dengan interaksi antar manusia,
Universitas Sumatera Utara
Universitas Sumatera Utara
14
memperoleh pengetahuan tentang diri sendiri karena melalui interaksi
seseorang akan
melihat dirinya
seperti
orang lain melihatnya,
memaksimalkan kesenangan dan meminimalkan rasa sakit dengan cara
melalui berbagi rasa dengan orang lain karena seseorang berusaha untuk
memaksimalkan kesenangan dan meminimalkan rasa sakit (Devito,
1997:226-227),
Proses negosiasi dimulai ketika individu dalam suatu hubungan
mempunyai kesadaran penuh bahwa mereka berbeda dengan individu
lainnya. Pada kenyataannya, dalam komunikasi antarpribadi semuanya
melalui proses negosiasi. Dua manusia yang berbeda antara satu dengan
lainnya menegosiasikan perbedaan mereka untuk mendapatkan pengertian
dari penyelesaian yang didapatkan dari perbedaan-perbedaan yang ada.
Hubungan manusia melalui suatu proses dari perkenalan kearah hubungan
yang lebih intim bahkan dapat kea rah kemunduran dan pemutusan
hubungan.
Dalam komunikasi antar pribadi tidak hanya tertuju pada
pengertian melainkan ada fungsi yang dari komunikasi antarpribadi itu
sendiri. Fungsi komunikasi adalah berusaha meningkatkan hubungan
insani, menghindari dan mengatasi konflik pribadi, mengurangi
ketidakpastian sesuatu, serta berbagi pengetahuan dan pengalaman
dengan orang lain (Cangara, 2007: 60).
2.1.2.2 Ciri-Ciri Komunikasi Antarpribadi
Liliweri (1991) mengemukakan bahwa komunikasi antarpribadi
mempunyai cii-ciri sebagai berikut:
a. Spontan dan terjadi sambil lalu saja (umumnya tatap muka).
b. Tidak mempunyai tujuan terlebih dahulu.
c. Terjadi secara kebetulan di antar peserta yang tidak mempunyai
identitas yang belum tentu jelas.
d. Berakibat sesuatu yang disengaja maupun tidak disengaja.
e. Kerapkali berbalas-balasan.
Universitas Sumatera Utara
Universitas Sumatera Utara
15
f. Mempersyaratkan adanya hubungan paling sedikit dua orang, serta
hubungan harus bebas, bervariasi, adanya keterpengaruhan.
g. Harus membuahkan hasil.
h. Menggunakan berbagai lambang-lambang bermakna
2.1.2.3 Tujuan Komunikasi Antarpribadi
Dalam kegiatan apapun komunikasi antarpribadi tidak hanya
memiliki cirri tertentu, tetapi juga memiliki tujuan agar komunikasi
antarpribadi tetap berjalan dengan baik. Adapun tujuan dari komunikasi
antarpribadi adalah sebagai berikut:
a. Mengenal Diri Sendiri dan Orang Lain
Salah satu cara amengenal diri sendiri adalah melelui komunikasi
antarpribadi. Komunikasi antarpribadi memberikan kesempatan
bagi kita untuk memperbincangkan diri kita sendiri, dengan
membicarakan tentang diri kita sendiri pada orang lain. Kita akan
mendapatkan perspektif baru tentang diri kita sendiri dan
memahami lebih mendalam tentang sikap danperilaku kita. Pada
kenyataannya,
persepsi-persepsi
diri
kita
sebagian
besar
merupakan hasil yang dari apa yang kita pelajari tetntang diri kita
sendiri dari orang lain melalui komunikasi antarpribadi.
b. Mengetahui Dunia Luar
Komunikasi antar pribadi juga memungkinkan kita untuk
memahami lingkungan kita secara baik yakni tentang objek,
kejadian-kejadian, dan orang lain. Banyak hal yang sering kita
bicarakan melalui komunikasi antarpribadi mengenai hal-hal yang
disajikan di media massa.
c. Menciptakan dan Memelihara Hubungan
Manusia diciptakan sebagai makhluk sosial, hingga dalam
kehidupan sehari-hari orang ingin menciptakan dan memelihara
hubungan dekat dengan orang lain. Dengan demikian banyak
waktu yang digunakan dalam komunikasi antarpribadi bertujuan
untuk menciptakan dan memelihara hubungan sosial dengan orang
lain. Hubungan demikian membantu mengurangi kesepian dan
Universitas Sumatera Utara
Universitas Sumatera Utara
16
ketegangan serta membuat kita merasa lebih po sitif tentang diri
kita sendiri.
d. Mengubah Sikap dan Perilaku
Dalam komunikais anntarpribadi sering kita berupaya mengubah
sikap dan perilaku orang lain. Keinginan memilihsuatu cara
tertentu, mencoba makanan baru, membaca buku, berfikir dalam
cara tertentu, dan sebagainya. Singkatnya banyak yang kita
gunakan untuk mempersuasikan orang lain melalui komunikais
antarpribadi.
e. Bermain dan Mencari Hiburan
Bermain
mencakup
semua
kegiatan
untuk
memperoleh
kesenangan. Pembicaraan-pembicaraan lain yang hampir sama
merupakan kegiatan yang bertujuan untuk memperoleh hiburan.
Seringkali hal tersebut tidak dianggap penting, tapi sebenarnya
komunikasi yang demikian perlu dilakukan, karena memberi
suasana lepas dari keseriusan, ketegangan, kejenuhan, dan
sebagainya.
f. Membantu Orang Lain
Kita sering memberikan berbagai nasihat dan saran pada temanteman yang sedang menghadapi masalah atau suatu persoalan dan
berusaha untuk menyelesaikannya. Hal ini memperlihatkan bahwa
tujuan dari proses komunikais antarpribadi adalah membantu
orang lain.
2.1.2.4 Jenis-Jenis Hubungan Antarpribadi
Jenis-jenis hubungan antarpribadi antara lain:
a. Tahap Perkenalan
Dalam tahap ini dikategorikan tahap perkenalan karena proses
pertukaran informasi dan tingkat keterbukaan diri pada tahap ini
sangat terbatas, Karena pada waktu pertama kali bertemu dengan
seseorang, pembicaraan yang terjadihanya akan pada seputar
informasi untuk saling mengenal saja.
Universitas Sumatera Utara
Universitas Sumatera Utara
17
b. Tahap Persahabatan
Tahap ini juga disebut sebagai tahap pertemanan. Persahabatn
diperoleh setelah melalui tahap perkenalan. Seorang sahabat
merupakan orang yang mempunyai kedudukan tertentu dalam
hubungan antar pribadi. Menempatkan seorang menjadi sahabat
karena telah mengenal dia dengan baik, selain itu kita juga telah
menaruh rasa percaya dan harapan kepada dia sebgai seseorang
yang mempunyai perhatian kepada kita. Di dalam persahabatan
agar berjalan dengan baik, dua pihak komunikator dan komunikan
harus mempunyai kedudukan yang sama.
c. Tahap Keakraban dan Keintiman
Jika pertemanan sudah diciptakan maka tahap tersebut dapat
ditingkatkan menjadi hubungan antarpribadi yang akrab dan intim.
Dalam hubungan ini keakraban dan keintiman terjadi karena dua
pribadi memiliki banyak kesamaan dan keadaan tersebut dapat
menimbulkan rasa cinta.
d. Hubungan Suami Istri
Hubungan ini ditandai dengan cinta antara dua individu yang telah
menjalin kasih dan terikat di dalam suatu ikatan pernikahan. Pada
hubungan ini berlangsung sebuah tahapan yang dapat dikatakan
intim.
e. Hubungan Orang Tua dan Anak
Hubungan ini adalah hubungan yang terlihat di antara orang tua
dengan anak-anak mereka dalam suatu keluarga inti. Anak-anak
merupakan hasil perkawinan dari sepasang suami isteri, diman
anak merupakan wujud dari kesatuan mereka
f. Hubungan Persaudaraan
Hubungan ini ditandai oleh perasaan cinta dan kedekatan antara
kakak dan adik, maupun antara anak-anak dari ayah dan ibu yang
sama.
Universitas Sumatera Utara
Universitas Sumatera Utara
18
Menurut Devito (1997: 259-268) komunikasi antarpribadi dapat
menjadi efektif maupun sebaliknya, karena apbila terjadi suatu
permasalahan dalam hubungan, diantaranya hubungan persahabatan,
maka komunikasi antarpribadi menjadi tidak efektif. Berikut 3 sudut
pandang yang membahas tentang karateristik komunikasi antarpribadi
yang efektif yaitu:
1. Sudut Pandang Humanistik
Sudut pandang byang menekankan pada keterbukaan, empati,
sikap mendukung, sikap positif, dan kesetaraan yang mencptakan
interaksi yang bermakna, jujur, dan memuaskan. Beberapa hal yang
ditekankan dalam sudut pandang yang memiliki penjabaran yang luas,
diantaranya:
a. Keterbukaan,
yang
memiliki
pengertian
bahwa
dalam
komunikasi antarpribadi yang efektif harus terbuka kepada
orang yang diajak berinteraksi, kesediaan untuk mebuka diri,
kesediaan untuk mengakui perasaan dan pikiran yang anda
miliki dan mempertanggungjawabkannya.
b. Empati, kemampuan seseorang untuk mengetahui apa yang
sedang dialami orang lain pada suatu saat tertentu, dari sudut
pandang orang lain tersebut, dimana seseorang juga mampu
untuk memahami motivasi dan pengalaman orang lain,
perasaan, dan sikap mereka, serta harapan dan keinginan
mereka untuk masa depannya.
c. Sikap mendukung, dalam hai ini merupakan pelengkap
daripada kedua hal sebelumnya, karena komunikasi yang
terbuka dan empati tidak dapat berlangsung dalam suasana
tidak mendukung.
d. Sikap positif, komunikasi antarpribadi akan terbina apabila
orang memilki sikap yang positif terhadap diri mereka sendiri,
karena orang yang merasa positif dengan diri sendiri akan
mengisyaratkan perasaan kepada orang lain, yang selanjutnya
Universitas Sumatera Utara
Universitas Sumatera Utara
19
juga akan merefleksikan perasaan positif kepada lawan
bicaranya kemudian sifat positif juga dapat diwijudkan dengan
memberikan suatu sikap dorongan dengan menunjukkan sikap
menghargai keberadaan, pendapat, dan pentingnya orang lain,
dimana perilakuini sangat bertentangan dengan sikap acuh
e. Kesetaraan, memiliki pengertian bahwa kita menerima pihak
lain atau mengakuidan menyadari bahwa kedua belah pihak
sama-sama bernilai dan berharga. Karena apada kesetaraan,
suatu konflik akan lebih dapat dilihat sebagai upaya untuk
memahami perbedaan yang pasti ada daripada sebagai
kesempatan untuk menjatuhkan pihak lain.
2. Sudut Pandang Paragmatis
Sudut Pandang yang menekankan pada manajemen dan kesegaran
interaksi secara umum, kualitas-kualitas yang menentukan penapaian
tujuan spesifik. Beberapa hal yang ditekankan dalam sudut pandang
ini adalah sebagai berikut:
a. Kepercayaan
diri,
komunikator
yang
efektif
memiliki
kepercayaan diri, dimana hal itu dapat dilihat pada
kemampuan untuk menghadirkan suasana nyaman pada saat
berinteraksi diantara orang-orang yang merasa gelisah, pemalu
atau khawatir.
b. Kebersatuan, mengacu pada penggabungan antara pembicara
dan pendengar, dimana terciptanya rasa kebersamaan dan
kesatuan yang mengisyaratkan minat dan perhatian untuk mau
mendengarkan.
c. Manajemen interaksi, dalam melakukan komunikasi dapat
mengendalikan interaksi untuk kepuasan kedua belah pihak,
hingga tidak seorang pun merasa diabaikan atau merasa
menjadi tokoh yang paking penting. Beberapa cara yang tepat
untuk melakukannya adalah dengan menjaga peran sebagai
pembicara dan pendengar melalui gerakan mata, ekspresi
vocal, gerakan tubuh dan wajah yang sesuai dan juga dengan
Universitas Sumatera Utara
Universitas Sumatera Utara
20
saling memberikan kesempatan untuk berbicara merupakan
wujud dari manajemen interaksi.
d. Daya
ekspreksi,
mengacu
pada
kemampuan
untuk
mengkomunikasikan apa yang ingin disampaikan dengan aktif,
bukan dengan menarik diri atau melemparkan tanggung jawab
kepada orang lain.
e. Orientasi kepada orang lain, dalam hal ini dimaksudkan untuk
lebih
menyesuaikan
diri
pada
lawan
bicara
dan
mengkomunikasikan perhatian dan minat terhadap apa yang
dikatakan oleh lawan bicara.
3. Sudut Pandang Pergaulan Sosial
Sudut pandang yang berdasarkan model ekonomi imbalan dan
biaya. Suatu hubungan diasumsikan sebagai suatu kemitraan dimana
imbalan dan biaya saling dipertukarkan.
2.1.2.5 Teori Pengungkapan Diri (Self Disclosure)
Teori Self Disclosure ini diperkenalkan oleh Joseph Lift dan Harry
Ingham. Self Disclosure adalah proses pengungkapan informasi diri
pribadi seseorang kepada orang lain maupun sebaliknya. Pengungkapan
diri merupakan kebutuhan seseorang sebagai jalan keluar atas tekanantekanan yang terjadi dalam dirinya. Pada teori ini terjadi ketika kita
dengan sengaja memeberikan informasitentang diri kita sendiri kepada
orang lain, dimana mereka tidak akan mengetahui dan memahami kita
jika kita tidak memberitahukan kepada orang lain. Hubungan antarpribadi
tidak akan mencapai keintiman tanpa pengungkapan diri (self disclosure).
Menurut Morton, pengungkapan diri merupakan membagi
perasaan dan informasi yang akrab dengan orang lain. Informasi didalam
pengungkapan diri ini bersifat deskriptif dan evaluatif. Deskriptif artinya
individu melukiskan berbagai fakta mengenai diri sendiri yang mungkin
belum diketahui oleh pendengar. Sedangkan evaluatif artinya individu
mengemukakan pendapat atau perasaan pribadinya seperti tipe orang yang
kita sukai atau hal-hal yang kita suka i atau kita benci.
Universitas Sumatera Utara
Universitas Sumatera Utara
21
Pengungkapan diri ini dapat berupa berbagai topik seperti
informasi prilaku, perasaan, keinginan, motivasi dan ide yang sesuai dan
terdapat di dalam diri orang yang bersangkutan. Kedalaman dari
pengungkapan diri seseorang tergantung pada situasi dan orang yang
diajak untuk berinteraksi. Jika orang yang berinteraksi dengan kita
menyenangkan
dan
membuat
kita
merasa
aman
serta
dapat
membangkitkan semangat maka kemungkinan bagi kita untuk lebih
membuka diri amatlah besar. Sebaliknya pada beberapa orang tertentu
kita dapat saja menutup diri karena merasa kurang percaya. Dalam proses
pengungkapan diri nampaknya individu-individu yang terlibat memiliki
kecenderungan memiliki norma timbal balik. Bila seseorang menceritakan
sesuatu yang bersifat pribadi pada kita, kita akan cenderung memberikan
reaksi yang sepadan. Pada umumnya kita mengharapkan orang lain
memeperlakukan
kita
sama
seperti
memperlakukan
mereka.
(Dayakisni,2003:88).
Seseorang yang mungungkapkan informasi pribadi lebih akrab
daripada yang kita lakukan akan membuat kita merasa terancam dan kita
akan lebih senang mengakhiri hubungan semacam ini. Bila sebaliknya
kita yang mengungkapkan diri terlalu akrab dibandingka n orang lain, kita
merasa bodoh dan tidak aman.
Universitas Sumatera Utara
Universitas Sumatera Utara
22
Ada empat macam pengenalan yang diunjukkan dalam jendela
Johari Window :
Diketahui Sendiri
Diketahui Orang Lain
Tidak diketahui Sendiri
1.Terbuka
2.Buta
3.Tersembunyi
4.Tidak Dikenal
Tidak
Diketahui Orang Lain
GAMBAR 1
JendelaJohari (Liliweri, 1997: 53)
Dalam Johari Window diatas bahwa tiap diri kita memiliki
keempat unsure tersebut, termasuk yang belum diketahui maupun
disadari. Dalam pengembangan hubungan terdapat empat kemungkinan
sebagaimana terwakili melalui suasana di keempat bidang tersebut.
a. Bidang 1 Mengetahui diri sendiri dan mengetahui orang lain
(Terbuka).
Melukiskan
kondisi
antara
seseorang
dengan
yang
lain
mengembangkan suatu hubungan yang terbuka sehingga dua pihak
saling mengetahui masalah tentang hubungan mereka. Pada bidang ini
kita mengenal diri kita dalam hal kepribadian, kelebihan dan
kekurangan. Menurut konsep ini, kepribadian, kelebihan dan
kelemahan yang kita miliki selain diketahui oleh diri sendiri, juga
diketahui oleh orang lain. Dengan demikian kita sukses dalam
berkomunikasi, maka kita harus mampu memepertemukan keinginan
orang lain.
Universitas Sumatera Utara
Universitas Sumatera Utara
23
Jika ingin menang sendiri dengan cara mendesak kehendak kita
pada orang lain, maka hal itu dapat mengundang konflik. Sebab itu,
jika bidang terbuka ini makin lebar, dalam arti kita dapat memahami
orang lain dan orang lain juga memahami diri kita, maka komunikasi
pun terjalin dengan sangat erat. Sebaliknya jika bidang terbuka ini
makin
mengecil
berarti
komunikasi
cenderung
tertutup
dan
komunikasi yang terjalin belum akrab.
b. Bidang 2 Tidak mengetahui diri sendiri tetapi mengetahui orang
lain (Buta).
Melukiskan masalah hubungan antara kedua belah pihak hanya
diketahui orang lain namun tidak diketahui oleh diri sendiri. Pada
bidang buta ini orang tidak mengetahui kekurangan yang dimilikinya,
tetapi sebaliknya kekurangan justru diketahui oleh orang lain, banyak
orang yang mengetahui kelemahannya tetapi ia berusaha menyangkal.
Oleh karena itu, jika bidang buta ini melebar ke bidang lain, maka
akan terjadi kesulitan. Menurut Joseph Luft, bidang ini ada pada tiap
manusia dan sulit dihapuskan sama sekali, kecuali menguranginya.
Denga cara bercermin pada nilai, norma dan hukum yang diikuti oleh
orang lain.
c. Bidang 3 Mengetahi diri sendiri tetapi tidak mengetahui orang lain
(Tersembunyi)
Masalah hubungan antara kedua pihak diketahui diri sendiri
namun tidak diketahui oleh orang lain. Pada bidang ini kemampuan
yang kita miliki tersembunyi, sehingga tidak diketahui oleh orang lain
ada dua konsep yang erat hubungannya dengan bidang ini, yaitu over
disclosure dan Under disclosure.
Over disclosure ialah sikap terlalu banyak mengungkapkan
sesuatu, hingga hal-hal yang seharusnya disembunyikan juga
diutarakan. Misalnya saja konflik rumah tangga. Sedangkan under
disclosure ialah sikap terlalu menyembunyikan sesuatu yang
seharusnya dikemukakan. Terlalu banyak tahu tentang orang lain,
namun tidak mau bicara tentang dirinya. Pada bidang tersembunyi ini
Universitas Sumatera Utara
Universitas Sumatera Utara
24
juga memiliki keuntungan pada diri seseorang jika dilakukan secara
wajar. Tetapi jika under disclosure ini muncul, maka akan
menyulitkan tercapainya komunikasi yang baik
d. Bidang 4 Tidak diketahui diri sendiri atau orang lain (wilayah tak
dikenal).
Dimana kedua belah pihak sama-sama tidak mengatahui masalah
hubungan di antara mereka. Bidang ini adalah bidang kritis dalam
komunikasi. Sebab selain diri kita sendiri yang tidak mengenal diri
kita, juga orang lain tidak mengetahui siapa kita. Dalam kehidupan
sehari-hari sering terjadi kesalahan persepsi maupun kesalahan
perlakuan kepada orang lain karena tidak saling mengenal baik
kelebihan dan kekurangan juga statusnya.
Pada keempat bidang dalam konsep Johari Window merupakan
satu kesatuan yang terdapat dalam diri setiap orang. Hanya saja kadar
bidang berbeda satu dengan yang lain. Mereka yang mampi
bersosialisasi
dan
membangun
hubungan
baik,
maka
akan
memperluas bidang terbuka. Sebab dengan memperluas bidang
terbuka maka ketiga bidang yang lain akan menyempit. Dengan
demikian komunikasi merupakan medium penting bagi pembentukan
atau pengembangan pribadi dan untuk kontak sosial. Melalui
komunikasi kita tumbuh dan belajar, kita menemukan pribadi kita dan
orang lain, kita bergaul, bersahabat, menemukan kasih sayang,
bermusuhan ,membenci orang lain, dan sebagainya. Komunikasi tidak
lain merupakan interaksi simbolik. Manusia dalam berkomunikasi
lebih pada memanipulasi lambang-lambang dari berbagai benda.
Semakin tinggi tingkat peradaban manusia semakin maju orientasi
masyarakatnya terhadap lambang-lambang. Adanya empat bentuk dari
komunikasi,
yaitu
komunikasi
kelompok,
komunikasi
massa,
komunikasi organisasi dan komunikasi antarpribadi. Dalam hal ini
komunikasi antarpribadi sangat membantu untuk mengharmonisasikan
hubungan.
Universitas Sumatera Utara
Universitas Sumatera Utara
25
2.1.3 Remaja dan Persahabatan
Remaja adalah suatu usia dimana individu menjadi terintegrasi ke dalam
masyarakat dewasa, suatu usia dimana anak tidak merasa bahwa dirinya berada di
bawah tingkat orang yang lebih tua melainkan merasa sama atau paling tidak
sejajar. (Hurlock,1997:209)
Remaja seringkali membangun interaksi dengan sesama teman sebayanya
secara khas dengan cara berkumpul untuk melakukan aktifitas bersama. Remaja
juga sebetulnya tidak memiliki tempat yang jelas, mereka sudah tidak termasuk
golongan anak-anak, tetapi juga belum dapat diterima sepenuhnya untuk masuk
kedalam golongan orang dewasa. Remaja ada diantara anak-anak dan dewasa.
Oleh karena itu, remaja seringkali dikenal dengan fase “mencari jati diri” atau
fase “topan atau badai”. Dikarenakan remaja belum mampu menguasai dan
memfungsikan
secara
maksimal
fungsi
fisik
maupun
psikisnya.
(Hurlock,1997:212).
Masa remaja secara umum dapat dibagi menjadi 2 fase yaitu: remaja awal
(antara usia 13-15 tahun) dan remaja akhir (antar usia 16-18 tahun),
(Hurlock.1997:2006).
Penelitian ini ditujukan pada remaja akhir yang sudah mulai berprilaku
seperti orang dewasa dibandingkan dengan remaja awal (usia 13-15 tahun) yang
masiherat dengan sifat kekanak-kanakan dan masih bergantung pada orang tua.
Remaja akhir sudah mulai lepas dari kehidupan orang tua karena keinginan
mereka yang ingin hidup mandiri dan tidak terlalu bergantung pada orang tua,
mereka mulai mencari teman sebaya sebagai tempat yang dapat dipercaya untuk
membicarakan masalah-masalah mereka.
Dalam periode peralihan, remaja bukan lagi seorang anak kecil dan juga
bukan merupakan orang dewasa. Kalau remaja berprilaku seperti anak-anak, ia
akan diajari untuk bertindak sesuai dengan umurnya. Tetapi kalau dengan remaja
berprilaku seperti orang dewasa, ia sering kali diperolok atau dimarahi karena
mencoba bertindak seperti orang dewasa. Dipihak lain status remaja yang tidak
jelas ini juga menguntungkan karena status memberi waktu kepadanya untuk
mencoba gaya hidup yang berbeda dan menentukan prilaku, nilai dan sifat yang
sesuai dengan dirinya. Pada masa remaja terdapat kecenderungan untuk
Universitas Sumatera Utara
Universitas Sumatera Utara
26
mengurangi jumlah teman meskipun sebagian besar remaja menginginkan untuk
menjadi anggota dari kelompok sosial yang lebih besar dalam kegiatan sosial.
Karena kegiatan sosial kurang berarti dibandingkan dengan persahabatan pribadi
yang lebih erat, maka pengaruh kelompok sosial yang lebih besar menjadi kurang
menonjol dibandingkan dengan pengaruh teman-teman (Hurlock,1997:214).
Dalam memilih teman remaja menginginkan teman yang mempunyai minat dan
nilai-nilai pemikiran yang sama, yang dapat mengerti dan membuatnya merasa
aman dan kepadanya ia dapat mempercayakan masalah-masalah dan membahas
hal-hal yang tidak dapat dibicarakan dengan orang tua maupun guru
(Hurlock,1997:215).
Hubungan persahabatan merupakan salah satu jenis dari komunikasi
antarpribadi. Beberapa alasan mengapa kita membutuhkan sahabat adalah karena
dalam persahabatan terdapat rasa kebersamaan, perpaduan emosi dan stabilitas,
kesempatan untuk berkomunikasi tentang diri kita, dukungan dari sahabat,
kesempatan untuk saling membantu, persediaan pertolongan dan dukungan fisik,
jaminan akan nilai dan harga diri.
Persahabatan diperoleh setelah melalui tahap perkenalan. Seorang sahabat
merupakan orang yang mempunyai kedudukan tertentu dalam hubungan antar
pribadi. Menempatkan seseorang menjadi sahabat karena telah mengenal dia
dengan baik, selain itu kita juga telah menaruh rasa percaya dan harapan kepada
dia sebagai seseorang yang mempunyai perhatian terhadap kita (Liliweri,
1997:55). Persahabatan yang baik ditandai dengan adanya kehangatan dan kasih
saying, kejujuran, adanya komitmen, dan menjalani hubungan tersebut secara
alami. Dalam hubungan persahabatan, komitmen ditunjukkan dengan cara
mengorbankan waktu dan energy mereka untuk menolong sahabat yang
membutuhkan. Namun seringkali individu dalam menjalankan suatu hubungan
tidak menyadari harapan mereka pada sahabatnya, sampai terjadi sesuatu yang
dirasakan mengganggu. Hubungan tersebut mengalami konflik dan mulai
mengalami
kemunduran
dan
proses
negosiasi
tidak
berjalan
dengan
mengakibatkan pola komunikasi diantara mereka berubah. Padahal komunikasi
mempengaruhi hubungan, karena komunikasi dan hubungan senantiasa berkaitan.
Universitas Sumatera Utara
Universitas Sumatera Utara
27
Nilai yang terdapat dalam persahabatan seringkali apa yang dihasilkan
ketika seorang sahabat memperlihatkan secara konsisten:
a. Kecenderungan untuk menginginkan apa yang terbaik bagi satu sama
lain.
b. Simpati dan empati
c. Kejujuran, barangkali dalam keadaan-keadaan yang sulit bagi orang
lain untuk mengucapkan kebenaran.
d. Saling pengertian
Seringkali
ada
anggapan
bahwa
sahabat
sejati
anggup
mengungkapkan perasaan-perasaan yang terdalam, yang mungkin
tidak dapat diungkapkan, kecuali dalam keadaan-keadaan yang sangat
sulit, ketika mereka datang untuk menolong. Dibandingkan dengan
hubungan pribadi, persahabatan dianggap lebih dekat daripada
sekedar kenalan, meskipun dalam persahabatan atau hubungan antar
kenalan terdapat tingkat keintiman yang berbeda-beda. Bagi banyak
orang, persahabatan dan hubungan antar kenalan terdapat dalam
kontinum yang sama
2.1.4
Konflik Dalam Hubungan Persahabatan
Hubungan antar manusia mungkin tumbuh dan maju, menjadi kuat dan
bermakna, tetapi hubungan tersebut mungkin juga mundur dan menyusut,
menjadi lemah dan tidak bermakna (Devito, 1998:316). Ini dapat terjadi pada
semua hubungan manusia termasuk juga hubungan persahabatan. Kemunduran
hubungan menunjukkan lemahnya ikatan suatu hubungan. Kemunduran
hubungan dimulai dengan adanya ketidakpastian individu pada pasangannya
(Devito, 1997:296).
Konflik berasal dari kata kerja Latin configure yang berarti saling
memukul. Secara sosiologis, konflik diartikan sebagai suatu proses sosial antara
dua orang atau lebih (bida juga kelompok) dimana salah satu pihak berusaha
menyingkirkan pihak lain dengan menghancurkannya atau membuatnya tidak
berdaya.
Universitas Sumatera Utara
Universitas Sumatera Utara
28
Definisi dari konflik itu sendiri adalah suatu keadaan dimana individu
satu dengan individu yang lain mengalami perbedaan persepsi atau pendapat
yang tidak dapat dipersatukan sehingga mengakibatkan proses negosiasi yang
tidak berjalan dengan baik (Devito, 1997: 296-297).
Menurut Myres, jika komunikasi adalah suatu proses transaksi, yang
berupaya mempertemukan perbedaan individu secara bersama-sama untuk
mencari kesamaan makna, maka dalam prose situ, pasti ada konflik. Konflik pun
tidak hanya diungkapkan secara verbal tapi juga diunkapkan secara nonverbal
seperti dalam bentuk raut muka, grak badan, yang mengekspresikan
pertentangan.
Menurut James A.F. Stoner dan Charles Wankel, terdapat lima jenis
konflik yaitu:
1. Konflik Intrapersonal
Konflik interpersonal adalah konflik seseorang dengan dirinya sendiri.
Konflik terjadi bila pada waktu yang sama seseorang memiliki dua
keinginan yang tidak mungkin dipenuhi sekaligus. Ada tiga macam
bentuk konflik intrapersonal, yaitu:
a. Konflik
pendekatan-pendekatan,
contohnya
orang
yang
dihadapkan pada dua pilihan yang sama-sama menarik.
b. Konflik
pendekatan-penghindaran,
contohnya
orang
yang
dihadapkan pada dua pilihan yang sama menyulitkan.
c. Konflik penghindaran-penghindaran, contohnya orang yang
dihadapkan pada satu hal yang mempunyai nilai positif dan
negating sekaligus.
2. Konflik Intrapersonal
Konflik Intrapersonal adalah pertentangan antara seseorang dengan
orang lain karena pertentangan kepentingan atau keinginan. Hal ini
sering terjadi antara dua orang yang berbeda status, jabatan, biang
kerja dan lain-lain.
Universitas Sumatera Utara
Universitas Sumatera Utara
29
3. Konflik Antar Individu dan Kelompok
Hal ini seringkali berhubungan dengan cara individu menghadapi
tekanan-tekanan untuk mencapai konformitas, yang ditekankan
kepada mereka oleh kelompok kerja mereka. Sebagai contoh dapat
dikatakan
bahwa
seorang
individu
dapat
dihukum
oleh
kelompokkerjanya karena ia tidak dapat mencapai norma-norma
produktivitas kelompok dimana ia berasa.
4. Konflik Antar Kelompok
Yang dimaksud disini adalah konflik antara kelompok dalam
organisasi yang sama. Konflik ini merupakan tipe konflik yang
banyak terjadi di dalam organisasi-organisasi. Konflik antara lini dan
staf merupakan contoh konflik antara kelompok.
5. Konflik Antar Organisasi
Konflik jenis ini biasanya disebut dengan persaingan. Namun
berdasarkan pengalaman, konflik ini ternyata menyebabkan timbulnya
pengembangan produk-produk baru dan servis baru, harga lebih
rendah dan pemanfaatan sumber daya secara lebih efisien.
Hubungan antar manusia mungkin tumbuh dan maju, menjadi kuatdan
bermakna, tetapi hubungan tersebut mungkin juga mundur dan menyusut,
menjadi lemah dan tidak bermakna. Ini dapat terjadi pada semua hubungan
manusia termasuk juga hubungan persahabatan. Kemunduran hubungan
menunjukkan lemahnya ikatan suatu hubungan. Kemunduran hubungan dimulai
dengan adanya ketidakpuasan individu pada pasangannya.
Beberapa penyebab konflik pada suatu hubungan yaitu:
1. Alasan-Alasan untuk Membina Hubungan Telah Luntur
Masing-masing
indvidu
dalam
suatu
hubungan
mempunyai
kepercayaan atau cara mereka berfikir tentang suatu hubungan.
Perbedaan pengertian dan kepercayaan tentang hubungan akan
mempengaruhi hubungan tersebut.
Universitas Sumatera Utara
Universitas Sumatera Utara
30
2. Hubungan Pihak Ketiga
Suatu hubungan akan mengalami suatu kemunduran apabila salah satu
anggota dalam hubungan itu mempunyai hubungan baru dengan yang
lain. Apabila hubungan baru itu lebih baik dari hubungan sebelumnya.
3. Perubahan Sifat Hubungan
Perubahan
perilaku
individu
dalam
suatu
hubungan
akan
menghasilkan problem serius. Apabila mereka tidak terbiasa dengan
perubahan tersebut maka mereka akan merasa tidak nyaman, akhirnya
hubungan yang sedang berjalan akan mengalami konflik.
4. Harapan yang Tidak Terkatakan
Harapan individu dalam suau hubungan seringkali tidak realistic bagi
individu lainnya (Devito, 1997:250-252).
Didalam keadaan pada suatu hubungan persahabatan yang mengalami
konflik atau masalah memiliki beberapa bentuk pola komunikais tertentu yang
dilakukan oleh individu-individu yang menjalani hubungan tersebut, yang
diperkuat dengan teori 4 macam bentuk pola komunikasi dalam kemunduran
suatu hubungan diantaranya (Devito, 1997: 254-255) :
1. Menarik Diri
Pola menarik diri bias dalam bentuk nonverbal dan verbal.
Non Verbal: Jika anggota dalam hubungan persahabatan berperilaku
dengan mengambil jarak diantara mereka dengan kontak mata,
sentuhan, dan bahkan pakaian atau apapun yang mereka kenakan
dapat memperlihatkan kalau mereka sedang mengalami kemunduran
hubungan.
Verbal: Ditandai dengan berkurangnya keinginan untuk berbicara dan
mendengarkan.
2. Pengungkapan Diri
Jika individu dalam suatu hubungan persahabatantidak merasa
nyaman dan puas dengan hubungan yang dijalaninya, mereka akan
mengurangi keterbukaan mereka masing-masing. Mereka merasa
tidak ada yang bisa dipercaya lagi.
Universitas Sumatera Utara
Universitas Sumatera Utara
31
3. Pengelabuan
Ketika
hubungan
hubungan
itu
mulai
mulai
bermasalah,
saling
individu-individu
menghindar
seperti
dalam
menghindari
pertengkaran, tidak saling menghubungi dan mulai berbohong
terhadap pasangannya.
4. Reaksi Evaluasi
Selama kemunduran hubungan muncul, pikiran negatif bertambah dan
berkuarngnya pikiran positif membuat para individu dalam hubungan
tersebut merasa tidak nyaman dan tidak ingin meneruskan hubungan
itu. Sering muncul kata-akata kasar diantara mereka.
Individu yang telah mengalami kemunduran dalam suatu hubungan akan
melakukan pola komunikasi seperti yang tersebut diatas sebagai sebab dalam
menentukan masa depan suatu hubungan. Apabila kemunduran hubungan itu
terulang kembali mereka akan mengetahui dan merasakan hubungan yang terjalin
sedang dalam masalah. Mereka dapat menghindari konflik yang terjadi dalam
hubungan persahabatan karena mereka telah mengetahui pola komunikasi yang
terjadi dalam kemunduran suatu hubungan. Mereka juga dapat memprediksi
hubungan tersebut dapat berjalan kembali atau justru sebaliknya yaitu putus
hubungan.
2.2
Kerangka Konsep
Kerangka adalah hasil pemikiran rasional yang merupakan uraian yang
bersifat kritis dan memperkirakan kemungkinan hasil penelitinyang dicapai dan
dapat menghantarkan peneliti pada perumusan hipotesa.
Konsep adalah istilah yang mengekspresikan sebuah ide abstrak yang
dibentuk dengan mengeneralisasikan objek atau hubungan fakta-fakta yang
diperoleh dari pengamatan. Kerangka sebagai hasil pemikiran yang rasional
merupakan uraian yang bersifat kritis dan memperkirakan kemungkinan hasil
penelitian yang dicapai dan dapat mengantarkan penelitian pada hipotesis
(Nawawi,1995:40)
Universitas Sumatera Utara
Universitas Sumatera Utara
32
Konsep yakni istilah dan defenisi yang digunakan untuk menggambarkan
secara abstrak: kejadian, keadaan, kelompok, atau individu yang menjadi pusat
perhatian ilmu sosial (Singarimbun,1995:57). Dalam komunikasi antarpribadi
sudah jelas bahwa yang melakukan komunikasi adalah individu.Pada hakikatnya
dalam berkomunikasi seseorang membawa serta nilai-nilai dan latar belakang
yang beragam. Seperti jenis kelamin, usia dan kelas. Hal ini berpengaruh dalam
berinteraksi
dengan
orang
lain
maupun
lingkungan.
Maka
peneliti
mengeneralisasikan pada beberapa variable penelitian, yaitu:
2.2.1 Peranan Komunikasi Antarpribadi
Komunikasi antarpribadi dalam penelitian ini adalah komunikasi antar
pribadi yang dilakukan sebagai solusi konflik dalam hubungan persahabatan
siswa siswi SMA ST. Thomas 2 Medan, yaitu: Keterbukaan, empati, sikap
mendukung, sifat positif, dan kesetaraan.
2.2.2
Komunikasi Dalam Hubungan Persahabatan
Konflik dalam hubungan di dalam penelitian ini adalah penyebab yang
menyebabkan kemunduran hubungan persahabatan yang dirasakan siswa siswi
SMA ST. Thomas 2 Medan, yaitu: Alasan-alasan untuk membina hubungan telah
luntur, hubungan pihak ketiga, perubahan sifat hubungan, dan harapan yang tidak
terkatakan.
2.3
Variabel Penelitian
Berdasarkan kerangka teori dan konsep yang ada diatas maka dibuat
variabel penelitian untuk membentuk kesatuan dan kesesuaian dalam penelitian
ini, dapat dilihat pada table berikut :
Universitas Sumatera Utara
Universitas Sumatera Utara
33
Tabel 2.1
Variabel Penelitian
Variabel Teoritis
Variabel Operasional
1. Keterbukaam
Komunikasi Antarpribadi
2. Empati
3. Dukungan
4. Sifat positif
5. Kesamaan
1. Alasan-alasan untuk membina
Konflik dalam Hubungan
hubungan telah berkurang
2. Hubungan pihak ketiga
3. Perubahan sifat hubungan
4. Harapan yang tidak terkatakan
Karateristik responden
1. Usia
2. Jenis Kelamin
3. Kelas
Universitas Sumatera Utara
Universitas Sumatera Utara
34
2.4
Defenisi Operasional Penelitian
Defenisi operasional merupakan penjabaran lebih lanjut mengenai konsep
yang dikelompokkan dalam kerangka konsep.Defenisi operasional adalah suatu
petunjuk pelaksanaan mengenai cara-cara untuk mengukur variable-variabel.
Defenisi operasional yang merupakan suatu informasi alamiah yang amat
membantu peneliti lain yang akan menggunakan variable yang sama
(Singarimbun,1995:46).
1. Komunikasi Antarpribadi Terdiri Dari:
1. Keterbukaan
Memiliki pengertian bahwa kemampuan siswa SMA ST. Thomas
2 untuk terbuka dalam melakukan komunikasi antar pribadi.
2. Empati
Kemampuan siswa-siswi SMA ST. Thomas 2 untuk mengetahui
apa yang sedang dialami orang lain pada suatu saat tertentu dari sudut
pandang atau kacamata orang lain tersebut, dimana seseorang juga
mampu untuk memahami motivasi dan pengalaman orang lain,
perasaan, dan sikap mereka, serta harapan dan keinginan mereka
untuk masa depan.
3. Dukungan
Suasana yang mendukung yang dirasakan para siswa-siswi SMA
ST. Thomas 2, pada saat melakukan komunikasi antarpribadi.
4. Sikap positif
Komunikasi antarpribadi akan terbina apabila para siswa SMA ST.
Thomas 2 memiliki sikap yang positif terhadap diri mereka sendiri,
karena orang yang merasa positif dengan diri sendiri akan
mengisyaratkan prasaan ini kepada orang lain, yang selanjutnya juga
akan merefleksikan perasaan positif ini kepada lawan bicaranya,
kemudian sikap positif juga dapat diwujudkan dengan memberikan
suatu sikap dorongan dengan menunjukkan sikap menghargai
keberadaan, pendapat, dan pentingnya orang lain. Dimana perilaku ini
sangat bertentangan dengan sikap ketidak acuhan.
Universitas Sumatera Utara
Universitas Sumatera Utara
35
5. Kesamaan
Memiliki pengertian bahwa para siswa SMA ST. Thomas 2
menerima pihak lain atau mengakui dan menyadari bahwa siswa
tersebut dan sahabatnya sama-sama bernilai dan berharga. Karena
pada kesamaan, suatu konflik akan lebih dapat dinilai sebagai upaya
untuk memahami perbedaan yang pasti ada daripada sebagai
kesempatan untuk menjatuhkan pihak lain.
2. Konflik Dalam Hubungan Terdiri Dari:
1. Alasan-alasan untuk membina hubungan telah berkurang
Masing-masing individu dari tiap remaja dalam suatu hubungan
persahabatan mempunyai rasa kepercayaan atau cara tertentu pada
diri siswa SMA ST. Thomas 2 dalam berfikir
tentang suatu
hubungan, perbedaan pengertian, dan kepercayaan tentang hubungan
akan mempengaruhi hubungan tersebut
2. Hubungan pihak ketiga
Pada suatu hubungan para siswa SMA ST. Thomas 2 akan
mengalami kemunduran apabila salah satu anggota dalam hubungan
itu mempunyai hubungan baru dengan yang lain. Apalagi apabila
hubungan baru itu lebih baik dari pada hubungan sebelumnya.
3. Perubahan sifat hubungan
Perubahan perilaku individu yang dirasakan siswa SMA ST.
Thomas 2 dalam suatu hubungan, akan menghasilkan problem yang
serius. Apabila mereka tidak terbiasa dengan perubahan tersebut maka
mereka akan merasa tidak nyaman, akibatnya hubungan yang sedang
berjalan akan mengalami kemunduran.
4. Harapan yang tidak terkatakan
Para siswa merasa bahwa harapan individu dalam suatu hubungan
sering kali tidak realistik bagi individu lainnya.
Universitas Sumatera Utara
Universitas Sumatera Utara
36
3. Karateristik Responden
1. Usia
Umur responden pada saat pengisian kuesioner
2. Jenis Kelamin
Jenis kelamin responden pada saat pengisian kuesioner.
3. Kelas
Kelas responden pada saat pengisian kuesioner.
Universitas Sumatera Utara
Universitas Sumatera Utara
Download