metode harga pokok proses lanjutan

advertisement
METODE HARGA POKOK PROSES LANJUTAN
1.1. Perlakuan Produk Dalam Proses Awal.
Produk dalam proses awal akan masuk dalam proses produksi, permasalahan
yang muncul adalah bagaimana menentukan harga pokok produksi.
Berdasarkan pada hasl tersebut maka dalam menetukan harga pokok produksi
dipergunakan 3 metode dalam menentukan harga pokok produk dalam proses
awal, antara lain :
a. Metode Harga Pokok Rata-rata (Moving Average).
b. Metode Harga Pokok Masuk Pertama, Keluar Pertama atau FIFO (First
In, First Out).
c. Metode Harga Pokok Masuk Terakhir, Keluar Pertama atau LIFO (Last
In, First Out).
1.2. Metode Harga Pokok Rata-rata
Dalam metode ini memiliki karakteristik sebagai berikut :
a. Semua elemen harga pokok produk dalam proses awal digabungkan
dengan biaya produksi pada periode dan departemen yang bersangkutan.
b. Dilakukan pemecahan elemen harga pokok produksi (Biaya bahan,
BTKL, BOP)
c. Perhitungan unit ekuivalen dengan rumus
Unit Ekuivalen = (ProdukSelesai + Produk dalam prose akhir) x Tk. Penyelesain.
d. Harga Pokok per unit setiap elemen biaya membagi total elemen biaya
setelah digabung dengan unit ekuivalen.
e. Tidak membedakan asal produk yang sudah selesai.
Contoh Soal:
PT. RAFINDO yang memproduksi satu macam barang dengan memalui dua
departemen, mempunyai data persediaan dalam proses awal , data produksi
dan biaya produksi selama satu periode produksi sebagai berikut :
1. Data Produksi dalam proses awal tahun 2006, adalah sebagai berikut :
Dept I
Dept II
Jumlah Unit
2.000
1.000
Harga Pokok :
Biaya Bahan /dari dept I
1.200.000
1.370.000
BTK
570.000
324.000
BOP
380.000
405.000
Jumlah
2.150.000
2.099.000
Tk Penyelesaian :
Biaya Bahan
100%
Biaya Konversi
60%
40%.
1
2
2. Produk baru masuk proses pada departemen I sebesar 18.00 unit, dari
semua yang diproses 16.00 unit telh selesai dan dikirim ke departemen II
untuk diproses lebih lanjut 4.000 unit masih belum selesai dengan tingkat
penyelesaian 100% biaya bahan dan 75% biaya konversi.
Pada Departemen II dari semua barang yang diproses tersebut sudah
selesai dan dikirim ke gudang sebanyak 15.000 unit. Produk yang belum
selesai sebesar 2.000 unit denan tingkat penyelesaian 60% biaya konversi.
3. Biaya Produksi yang terjadi selama kegiatan produksi adalah sebagai
berikut :
Dept. I
Dept. II
Biaya Bahan
9.800.000
BTK
6.080.000
2.564.000
BOP
5.320.000
4.455.000
Jumlah
21.200.000
8.019.000
Dari data tersebut diminta:
a. Membuat Laporan Harga Pokok Produksi untuk dua departemen dan
b. Jurnal yang diperlukan.
3
JAWAB :
PT. RAFINDO
LAPORAN HARGA POKOK PRODUKSI DEPT. I
TAHUN 2006
Laporan Produksi
Produk dalam proses Awal
Produk baru masuk proses
2.000
18.000
20.000
Produk Selesai ditransfer ke Dept II
Produk dalam proseas akhir,
Tk Penyelesaian Bahan 100%; Konversi 75%
16.000
4.000
20.000
Pembebanan Biaya
Elemen biaya
PDP Awal
Biaya Bahan
Rp 1.200.000
Tenaga Kerja
Rp 570.000
BOP
Rp 380.000
Biaya Kegiatan
Rp 9.800.000
Rp 6.080.000
Rp 5.320.000
Perhitungan Harga Pokok :
Harga Pokok Produk Selesai = 16.000 X 1.200
Produk dalam Proses (4.000 unit)
Biaya Bahan
4.000 x 100% x Rp. 550
B. Tenaga Kerja 4.000 x 75% x Rp. 350
BOP
4.000 x 75% x Rp. 300
Perhitungan Unit Ekuivalen :
Biaya Bahan
16.000 + (4.000 X 100%)
Biaya Konversi 16.000 +(4.000 X 75%)
Jumlah
Ekuivalen
Rp 11.000.000
20.000
Rp 6.650.000
19.000
Rp 5.700.000
19.000
Rp 23.350.000
Per unit
Rp
Rp
Rp
Rp
550
350
300
1.200
Rp 19.200.000
Rp 2.200.000
Rp 1.050.000
Rp
900.000
20.000
19.000
Rp 4.150.000
Rp 23.350.000
4
PT. RAFINDO
LAPORAN HARGA POKOK PRODUKSI DEPT. II
TAHUN 2006
Laporan Produksi
Produk dalam proses Awal
Produk baru masuk proses
1.000
16.000
17.000
Produk Selesai ditransfer ke Dept II
Produk dalam proseas akhir,
Tk Penyelesaian ; Konversi 60%
15.000
2.000
17.000
Pembebanan Biaya
Elemen biaya
PDP Awal
HPdr Dept I
Rp 1.370.000
Tenaga Kerja
Rp
324.000
BOP
Rp
405.000
Biaya Kegiatan
Rp 19.200.000
Rp 3.564.000
Rp 4.455.000
Perhitungan Harga Pokok :
Harga Pokok Produk Selesai = 15.000 X 1750
Produk dalam Proses (4.000 unit)
Biaya Bahan
2.000 + 100% x 1.210
B. Tenaga Kerja 2.000 + 60% x Rp. 240
BOP
2.000 x 60% x Rp. 300
Perhitungan Unit Ekuivalen :
Biaya Bahan
15.000 +( 2.000 X 100%)
Biaya Konversi 15.000 +( 2.000 X 60%)
Jumlah
Ekuivalen
Rp 20.570.000
17.000
Rp 3.888.000
16.200
Rp 4.860.000
16.200
Rp 29.318.000
Per unit
Rp
Rp
Rp
Rp
1.210
240
300
1.750
Rp 26.250.000
Rp
Rp
Rp
2.420.000
288.000
360.000
17.000
16.200
Rp 3.068.000
Rp 29.318.000
5
JURNAL
a. Mencatat Pemasukan Kembali Harga Pokok dalam Proses Awal Dept I
BDP – BBB Dept. I
Rp. 1.200.000
BDP – BTKL Dept. I
Rp. 570.000
BDP – BOP Dept. I
Rp. 380.000
Persediaan Produk Dalam Proses Dept. I
Rp. 2.150.000
b. Mencatat Pembebanan Biaya Dept I
BDP – BBB Dept. I
BDP – BTKL Dept. I
BDP – BOP Dept. I
Persediaan Bahan
Biaya Gaji dan Upah
BOP Dept. I
Rp. 9.800.000
Rp. 6.080.000
Rp. 5.320.000
Rp. 9.800.000
Rp. 6.080.000
Rp. 5.320.000
c. Mencatat Produk yang belum selesai Dept. I
Persediaan Produk Dalam Proses Dept. I Rp. 4.150.000
BDP – BBB Dept. I
Rp. 2.200.000
BDP – BTKL Dept. I
Rp. 1.050.000
BDP – BOP Dept. I
Rp. 900.000
d. Mencatat Produk Selesai Dept. I
BDP – Harga Pokok Dept. I
Rp. 19.200.000
BDP – BBB Dept. I
Rp. 8.800.000
BDP – BTKL Dept. I
Rp. 5.600.000
BDP – BOP Dept. I
Rp. 4.800.000
Perhitungan :
BDP – Biaya Bahan = 16.000 x Rp. 550 = Rp. 8.800.000
BDP – BTKL
= 16.000 x Rp. 350 = Rp. 5.600.000
BDP – BOP
= 16.000 x Rp. 300 = Rp. 4.800.000
e. Mencatat Pemasukan kembali harga pokok dalam proses awal Dept. II
BDP – Harga Pokok Dept. I
Rp. 1.370.000
BDP – BTKL Dept. II
Rp. 324.000
BDP – BOP Dept. II
Rp. 405.000
Persediaan Produk Dalam Proses Dept. II
Rp. 2.099.000
6
f. Mencatat Pembebanan Biaya Dept. II
BDP – BTKL Dept. II
BDP – BOP Dept. II
Biaya Gaji dan Upah
BOP Dept. II
Rp. 3.564.000
Rp. 4.455.000
Rp. 3.564.000
Rp. 4.455.000
g. Mencatat Produk yang belum Selesai Dept. II
Persediaan Produk Dalam Proses Dept. II Rp. 3.068.000
BDP – Harga Pokok Dept. I
Rp. 2.420.000
BDP – BTKL Dept. II
Rp. 288.000
BDP – BOP Dept. II
Rp. 360.000
h. Mencatat Produk Produk Selesai Dept. II
Persediaab Produk Selesai Dept. II
Rp. 26.250.000
BDP – Harga Pokok Dept. I
Rp. 18.150.000
BDP – BTKL Dept. II
Rp. 3.600.000
BDP – BOP Dept. II
Rp. 4.500.000
Perhitungan :
BDP – Hp dr Dept I = 15.000 x Rp. 1.210 = Rp. 18.150.000
BDP – BTKL
= 15.000 x Rp. 240 = Rp. 3.600.000
BDP – BOP
= 15.000 x Rp. 300 = Rp. 4.500.000
1.3. Metode Harga Pokok MPKP
Dalam metode ini memiliki karakteristik sebagai berikut :
a. Proses produksi pertama kali untuk menyelesaikan produk dalam proses
awal, kemudian menyelesaikan produk yang baru masuk proses.
b. Tidak ada penggabungan antara harga pokok produksi dari produk dalam
proses awal dengan biaya produksi yang terjadi pada periode yang
bersangkutan.
c. Harga Pokok Produk dalam prose awal tidak perlu dilakukan pemecahan
ke dalam elemen-elemen biaya, sedangkan untuk produk yang baru masuk
diadakan pemecahan elemen biaya dengan tujuan untuk mengetahui biaya
per unit masing-masing.
d. Perhitungan unit ekuivalen dengan rumus
Unit Ekuivalen = (P. DPAwal x Tk. Penyle yg dibutuhkan ) + P.Selesai yg br msk
+ ( Produk dalam prose akhir x Tk. Penyelesai n).
e. Harga Pokok per unit dengan membagi biaya yang dikeluarkan periode
yang bersangkutan dg unit ekuivalen.
7
f. Dalam penyajian Laporan Harga Pokok Produksi, perlu diadakan
pemisahan asal harga pokok produk selesai (dari produk dalam proses
awal atau produk yang baru masuk proses).
Contoh Soal:
PT. NAYAKA mempunyai data produksi dalam proses awal , biaya produksi dan
data produksi selama satu periode produksi sebagai berikut :
1.
Data Produksi dalam proses awal tahun 2006, adalah sebagai berikut :
Dept I
Dept II
Jumlah Unit
2.000
2.500
Harga Pokok :
Biaya Bahan /dari dept I
450.000
1.460.000
BTK
220.000
420.00
BOP
150.000
300.000
Jumlah
820.000
2.180.000
Tk Penyelesaian :
Biaya Bahan
100%
Biaya Konversi
40%
60%.
2.
Produk baru masuk proses pada departemen I sebesar 23.000 unit, dari
semua yang diproses 20.000 unit telah selesai dan dikirim ke departemen II
untuk diproses lebih lanjut 5.000 unit masih belum selesai dengan tingkat
penyelesaian 100% biaya bahan dan 60% biaya konversi.
Pada Departemen II dari semua barang yang diproses tersebut sudah selesai
dan dikirim ke gudang sebanyak 18.000 unit. Produk yang belum selesai
sebesar 4.500 unit denan tingkat penyelesaian 80% biaya konversi.
3.
Biaya Produksi yang terjadi selama kegiatan produksi adalah sebagai
berikut :
Dept. I
Dept. II
Biaya Bahan
8.050.000
BTK
5.550.000
5.628.000
BOP
3.330.000
3.618.000
Jumlah
16.930.000
9.246.000
Dari data tersebut diminta:
c. Membuat Laporan Harga Pokok Produksi untuk dua departemen dan
d. Jurnal yang diperlukan.
8
JAWAB :
PT. NAYAKA
LAPORAN HARGA POKOK PRODUKSI DEPT. I
TAHUN 2006
Laporan Produksi
Produk dalam proses Awal
Produk baru masuk proses
2.000
23.000
25.000
Produk Selesai ditransfer ke Dept II
Produk dalam proseas akhir,
Tk Penyelesaian Bahan 100% ; Konversi 75%
20.000
5.000
25.000
Pem bebanan Biaya
Elemen biaya
Harga Pokok PDP Awal
Biaya Bahan
Tenaga Kerja
BOP
Jumlah Biaya
Rp
820.000
Rp 8.050.000
Rp 5.550.000
Rp 3.330.000
Rp 17.750.000
Perhitungan Harga Pokok :
Harga Pokok Produk Selesai = 20.000 unit
Produk Selesai dari produk dalam proses awal
Harga Pokok Yang Lalu
Penyelesaian
Tenaga Kerja
2.000 x 60% x Rp. 250
BOP
2.000 x 60% x Rp. 150
Ekuivalen Per unit
23.000 Rp
22.200 Rp
22.200 Rp
Rp
Rp
820.000
Rp
Rp
300.000
180.000
HP Produk Selesai Periode ini
18.000 x
HP Produk Selesai
20.000 x
Harga Pokok Produk Dalam Proses Akhir (5.000)
Biaya Bahan = 5.000 x 100% x Rp. 350
Rp
Tenaga Kerja = 5.000 x 60% x Ro. 250
Rp
BOP
= 5.000 x 60% x Rp. 150
Rp
750
740
Jumlah Yang Diperhitungkan
Perhitungan Unit Ekuivalen :
2.000 x 0% + 18.000 + 5.000 X 100%
Biaya Bahan
Biaya Konversi 2.000 x 0% + 18.000 + 5.000 X 60%
350
250
150
750
Rp 1.300.000
Rp 13.500.000
Rp 14.800.000
1.750.000
750.000
450.000
Rp 2.950.000
Rp 17.750.000
23.000
22.200
9
PT. NAYAKA
LAPORAN HARGA POKOK PRODUKSI DEPT. II
TAHUN 2006
Laporan Produksi
Produk dalam proses Awal
Produk baru masuk proses
2.500
20.000
22.500
Produk Selesai ditransfer ke Gudang
Produk dalam proseas akhir,
Tk Penyelesaian Konversi 80%
18.000
4.500
22.500
Pembebanan Biaya
Elemen biaya
Harga Pokok PDP Awal
HP dari Dept I
Tenaga Kerja
BOP
Biaya Periode Ini
Jumlah Biaya
Rp
2.180.000
Rp 14.800.000
Rp
5.628.000
Rp
3.618.000
Rp 24.046.000
Rp 26.226.000
Perhitungan Harga Pokok :
Harga Pokok Produk Selesai = 18.000 unit
Produk Selesai dari produk dalam proses awal 2.500
Harga Pokok Yang Lalu
Penyelesaian
Tenaga Kerja
2.500 x 40% x Rp. 280
BOP
2.500 x 60% x Rp. 180
HP Produk Selesai Periode ini
15500 x
HP Produk Selesai
18.000
Harga Pokok Produk Dalam Proses Akhir (5.000)
Biaya Bahan = 4.500 x 100% x Rp. 658
Tenaga Kerja = 4.500 x 60% x Ro. 280
BOP
= 4.500 x 60% x Rp. 180
Jumlah Yang Diperhitungkan
Perhitungan Unit Ekuivalen :
2.500 x 0% + 15.500 + 4.500 X 100%
Biaya Bahan
Biaya Konversi 2.500 x 40% + 15.500 + 4.500 X 80%
Ekuivalen
Per unit
20.000 Rp
20.100 Rp
20.100 Rp
Rp
Rp
2.180.000
Rp
Rp
280.000
180.000
Rp
Rp
1.200
1.180
Rp
Rp
Rp
3.330.000
1.008.000
648.000
740
280
180
1.200
Rp 2.640.000
Rp 18.600.000
Rp 21.240.000
Rp 4.986.000
Rp 26.226.000
20.000
20.100
10
JURNAL
i. Mencatat Pemasukan Kembali Harga Pokok dalam Proses Awal Dept I
BDP – BBB Dept. I
Rp.
BDP – BTKL Dept. I
Rp.
BDP – BOP Dept. I
Rp.
Persediaan Produk Dalam Proses Dept. I
Rp.
j.
Mencatat Pembebanan Biaya Dept I
BDP – BBB Dept. I
BDP – BTKL Dept. I
BDP – BOP Dept. I
Persediaan Bahan
Biaya Gaji dan Upah
BOP Dept. I
Rp.
Rp.
Rp.
Rp.
Rp.
Rp.
k. Mencatat Produk yang belum selesai Dept. I
Persediaan Produk Dalam Proses Dept. I Rp.
BDP – BBB Dept. I
BDP – BTKL Dept. I
BDP – BOP Dept. I
l.
Mencatat Produk Selesai Dept. I
BDP – Harga Pokok Dept. I
BDP – BBB Dept. I
BDP – BTKL Dept. I
BDP – BOP Dept. I
Perhitungan :
BDP – Biaya Bahan =
x Rp.
BDP – BTKL
=
x Rp.
BDP – BOP
=
x Rp.
Rp.
Rp.
Rp.
Rp.
Rp.
Rp.
Rp.
= Rp.
= Rp.
= Rp.
m. Mencatat Pemasukan kembali harga pokok dalam proses awal Dept. II
BDP – Harga Pokok Dept. I
Rp.
BDP – BTKL Dept. II
Rp.
BDP – BOP Dept. II
Rp.
Persediaan Produk Dalam Proses Dept. II
Rp.
11
n. Mencatat Pembebanan Biaya Dept. II
BDP – BTKL Dept. II
BDP – BOP Dept. II
Biaya Gaji dan Upah
BOP Dept. II
Rp.
Rp.
o. Mencatat Produk yang belum Selesai Dept. II
Persediaan Produk Dalam Proses Dept. II Rp.
BDP – Harga Pokok Dept. I
BDP – BTKL Dept. II
BDP – BOP Dept. II
p. Mencatat Produk Produk Selesai Dept. II
Persediaab Produk Selesai Dept. II
Rp.
BDP – Harga Pokok Dept. I
BDP – BTKL Dept. II
BDP – BOP Dept. II
Perhitungan :
BDP – Hp dr Dept I =
x Rp.
= Rp.
BDP – BTKL
=
x Rp.
= Rp.
BDP – BOP
=
x Rp.
= Rp.
Rp.
Rp.
Rp.
Rp.
Rp.
Rp.
Rp.
Rp.
1.4. Metode Harga Pokok MTKP
Dalam metode ini memiliki karakteristik sebagai berikut :
a. Proses produksi pertama kali untuk menyelesaikan produk yang baru
masuk proses lalu menyelesaikan produk dalam proses awal
b. Elemen harga pokok produk dalam proses awal tidak perlu digabung
dengan elemen biaya yang dikeluarkan periode ini.
c. Perhitungan unit ekuivalen dengan rumus
Produk yg masuk proses belum dapat diselesaikan semua, rumusnya.
 Produk selesai + (P. DPAkhir x Tk. Penyle) − 
Unit Ekuivalen = 

 (P. DP Awal x Tk. Penyelesai n yg sdh dinikmati) 
Produk selesai > produk yang baru masuk proses periode ini :
Unit Ekuivalen = Produk yg baru masuk +
(Produk Selesai dri msuk dlm prses awal x Tk. Penye yg diperlukan
)
d. Harga Pokok per unit dengan membagi biaya yang dikeluarkan periode
yang bersangkutan dg unit ekuivalen.
12
e. Dalam penyajian Laporan Harga Pokok Produksi, perlu diadakan
pemisahan asal harga pokok produk selesai (dari produk dalam proses
awal atau produk yang baru masuk proses).
Contoh Soal:
PT. NONA dalam pengumpulan harga pokoknya menggunakan metode harga
pokok proses. Perusahaan ini menghasilkan satu macam barang yang diproses
melalui dua departemen produksi. Berikur ini data sehubungan dengan proses
produksi selama tahun 2006 :
1.
Data Produksi dalam proses awal tahun 2006, adalah sebagai berikut :
Dept I
Dept II
Jumlah Unit
2.000
1.500
Harga Pokok :
Biaya Bahan /dari dept I
1.500.000
2.400.000
BTK
660.000
258.000
BOP
480.000
282.000
Jumlah
2.640.000
2.940.000
Tk Penyelesaian :
Biaya Bahan
100%
Biaya Konversi
60%
60%.
2.
Produk baru masuk proses pada departemen I sebesar 13.000 unit, dari
semua yang diproses 12.000 unit telah selesai dan dikirim ke departemen II
untuk diproses lebih lanjut 3.000 unit masih belum selesai dengan tingkat
penyelesaian 100% biaya bahan dan 50% biaya konversi.
Pada Departemen II dari semua barang yang diproses tersebut sudah selesai
dan dikirim ke gudang sebanyak 11.000 unit. Produk yang belum selesai
sebesar 2.500 unit denan tingkat penyelesaian 80% biaya konversi.
3.
Biaya Produksi yang terjadi selama kegiatan produksi adalah sebagai
berikut :
Dept. I
Dept. II
Biaya Bahan
9.750.000
BTK
6.765.000
5.445.000
BOP
4.920.000
6.050.000
Jumlah
21.435.000
11.495.000
Dari data tersebut diminta:
a. Membuat Laporan Harga Pokok Produksi untuk dua departemen dan
b. Jurnal yang diperlukan.
13
JAWAB :
PT. NONA
LAPORAN HARGA POKOK PRODUKSI DEPT. I
TAHUN 2006
Laporan Produksi
Produk dalam proses Awal
Produk baru masuk proses
2.000
13.000
15.000
Produk Selesai ditransfer ke Gudang
Produk dalam proseas akhir,
Tk Penyelesaian Bahan 100%; Konversi 50%
12.000
3.000
15.000
Pembebanan Biaya
Elemen biaya
Biaya Bahan
Tenaga Kerja
BOP
Biaya Periode Ini
HP PDP Awal
Jumlah Biaya
Rp
9.750.000
Rp
6.765.000
Rp
4.920.000
Rp 21.435.000
Rp
2.640.000
Rp 24.075.000
Unit Ekuivalen :
Bahan
= 12.000 + (3.000x100%)-(2.000x100%)
Konversi
= 12.000 + (3.000x50%)-(2.000x60%)
Perhitungan Harga Pokok :
Harga Pokok Produk Selesai = 12.000 unit x Rp. 1.700
Harga Pokok Produk Dalam Proses (3.000 unit)
Harga Pokok Produk PDP Awal :
(3.000-2.000) x Rp. 750
Biaya Bahan
(3.000 x 50%) - (2.000 x 60%) x Rp. 550
Tenaga Kerja
(3.000 x 50%) - (2.000 x 60%) x Rp. 400
BOP
Harga Pokok dari Produk Dalam Proses Awal
Total Produk Dalam Proses Akhir
Jumlah Biaya Yang diperhitungkan
Ekuivalen
13.000
12.300
12.300
Per unit
Rp
Rp
Rp
Rp
750
550
400
1.700
13.000
12.300
(a)
(b)
(a) + (b)
Rp 20.400.000
Rp
Rp
Rp
Rp
750.000
165.000
120.000
1.035.000
2.640.000
3.675.000
24.075.000
14
PT. NONA
LAPORAN HARGA POKOK PRODUKSI DEPT. I
TAHUN 2006
Laporan Produksi
Produk dalam proses Awal
Produk baru masuk proses
1.500
12.000
13.500
Produk Selesai ditransfer ke Gudang
Produk dalam proseas akhir,
Tk Penyelesaian Bahan 100%; Konversi 50%
11.000
2.500
13.500
Pembebanan Biaya
Elemen biaya
HP dari Dept I
Tenaga Kerja
BOP
Biaya Periode Ini
HP PDP Awal
Jumlah Biaya
Rp 20.400.000
Rp
5.445.000
Rp
6.050.000
Rp 31.895.000
Rp
2.940.000
Rp 34.835.000
Unit Ekuivalen :
Bahan
= 11.000 + (2.500x100%)-(1.500x100%)
Konversi
= 11.000 + (2.500x80%)-(1.500x60%)
Perhitungan Harga Pokok :
Harga Pokok Produk Selesai = 11.000 unit x Rp. 2.650
Harga Pokok Produk Dalam Proses (3.000 unit)
Harga Pokok Produk PDP Awal :
(2.500-1.500) x Rp.1.700
Biaya Bahan
{(2.500 x 80%) - (1.500 x 60%)} x Rp. 450
Tenaga Kerja
{(2.500 x 80%) - (1.500 x 60%)} x Rp. 500
BOP
Harga Pokok dari Produk Dalam Proses Awal
Total Produk Dalam Proses Akhir
Jumlah Biaya Yang diperhitungkan
Ekuivalen
12.000
12.100
12.100
Per unit
Rp
Rp
Rp
Rp
1.700
450
500
2.650
12.000
12.100
(a)
(b)
(a) + (b)
Rp 29.150.000
Rp
Rp
Rp
Rp
1.700.000
495.000
550.000
2.745.000
2.940.000
5.685.000
34.835.000
15
JURNAL
a. Mencatat Pemasukan Kembali Harga Pokok dalam Proses Awal Dept I
BDP – BBB Dept. I
Rp.
BDP – BTKL Dept. I
Rp.
BDP – BOP Dept. I
Rp.
Persediaan Produk Dalam Proses Dept. I
Rp.
b. Mencatat Pembebanan Biaya Dept I
BDP – BBB Dept. I
BDP – BTKL Dept. I
BDP – BOP Dept. I
Persediaan Bahan
Biaya Gaji dan Upah
BOP Dept. I
Rp.
Rp.
Rp.
Rp.
Rp.
Rp.
c. Mencatat Produk yang belum selesai Dept. I
Persediaan Produk Dalam Proses Dept. I Rp.
BDP – BBB Dept. I
BDP – BTKL Dept. I
BDP – BOP Dept. I
d. Mencatat Produk Selesai Dept. I
BDP – Harga Pokok Dept. I
BDP – BBB Dept. I
BDP – BTKL Dept. I
BDP – BOP Dept. I
Perhitungan :
BDP – Biaya Bahan =
x Rp.
BDP – BTKL
=
x Rp.
BDP – BOP
=
x Rp.
Rp.
Rp.
Rp.
Rp.
Rp.
Rp.
Rp.
= Rp.
= Rp.
= Rp.
e. Mencatat Pemasukan kembali harga pokok dalam proses awal Dept. II
BDP – Harga Pokok Dept. I
Rp.
BDP – BTKL Dept. II
Rp.
BDP – BOP Dept. II
Rp.
Persediaan Produk Dalam Proses Dept. II
Rp.
16
f. Mencatat Pembebanan Biaya Dept. II
BDP – BTKL Dept. II
BDP – BOP Dept. II
Biaya Gaji dan Upah
BOP Dept. II
Rp.
Rp.
g. Mencatat Produk yang belum Selesai Dept. II
Persediaan Produk Dalam Proses Dept. II Rp.
BDP – Harga Pokok Dept. I
BDP – BTKL Dept. II
BDP – BOP Dept. II
h. Mencatat Produk Produk Selesai Dept. II
Persediaab Produk Selesai Dept. II
Rp.
BDP – Harga Pokok Dept. I
BDP – BTKL Dept. II
BDP – BOP Dept. II
Perhitungan :
BDP – Hp dr Dept I =
x Rp.
= Rp.
BDP – BTKL
=
x Rp.
= Rp.
BDP – BOP
=
x Rp.
= Rp.
Rp.
Rp.
Rp.
Rp.
Rp.
Rp.
Rp.
Rp.
Download